P. 1
Pengertian Tawuran

Pengertian Tawuran

|Views: 444|Likes:
Published by Riskyanakyu Hyun

More info:

Published by: Riskyanakyu Hyun on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2014

pdf

text

original

Pengertian Tawuran -Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau

suatu rumpun masyarakat. Tawuran adalah perilaku agresi dari seorang individu atau kelompok.Agresi itu sendiri diartikan sebagai suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat,menyerang,membunuh atau menghukum orang lain,dengan kata lain agresi secara singkat didefinisikan sebagai tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atau merusak milik orang lain.
DAMPAK DARI TAWURAN antar warga :Tawuran antar

warga sangat merugikan banyak pihak.paling tidak ada 3 katagori dampak negative dari perkelahian antar warga.PERTAMA,warga atau masyarakat(dan keluarganya tentunya) yang telibat tawuran jelas mengalami dampaknya,contohnya apabila warga tersebut cidera atau bahkan tewas dalam kejadian itu.KEDUA,rusaknya sarana dan fasilitas umum seperti,toko,bus,halte,dll.KETIGA,yang cukup mengkhawatirkan adalah berkurangnya rasa kepercayaan dari pihak lingkungan ia tinggal kepada si pelaku tawuran. Ada dua faktor penyebab tawuran antar warga: faktor internal.faktor ini biasanya timbul akibat seseorang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kompleks.kompleks disini adanya perbedaan pandangan,budaya,tingkat ekonomi,dll.situasi inilah yang biasanya menimbulkan tekanan mental pada manusia.mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri biasanya cenderung melarikan diri dari masalah,menyalahkan pihak lain dan menggunakan cara yang singkat untuk memecahkan masalah. Faktor eksternal: 1.Faktor keluarga: Pengaruh buruk keluarga,tingkah laku criminal dan tindakan asusila.Baik buruknya rumah tangga. 2.Faktor lingkungan : ini juga adalah factor yang mempengruhi warga untuk tawuran karena jika ada salah satu warga dalam lingkungan tersebut yang menjadi provokator maka warga yang lainnya yang pikirannya dangkal akan ikut dalam tawuran tersebut. SOLUSI DARI TAWURAN WARGA Perubahan Budaya Bagaimana mengatasi permasalahan ini? Nampaknya peristiwa ini bukanlah peristiwa yang dengan mudah dapat disembuhkan. Pemasangan pagar pembatas yang tinggi sebagaimana dilakukan di Matraman tidak juga membawa hasil. Ikrar perdamaian sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya saking sering dilakukan. Oleh

karena tawuran warga sudah menjadi tradisi, maka salah satu cara mengatasi masalah ini adalah melakukan rehabilitasi sosial atau perubahan budaya. Penyelesaian dengan cara ini tidak hanya dengan melakukan training atau out bound belaka, namun harus ditindaklanjuti oleh sebuah program yang terintegrasi. Para warga harus disadarkan tentang kondisi mereka sekarang yang tidak normal itu dan menanyakan kondisi apa yang mereka inginkan. Dari sanalah kita dapat mengetahui apa saja kesenjangan yang terjadi. Kesenjangan itulah yang harus dipenuhi dan hal ini akan menjadi budaya baru mereka. Saya yakin budaya baru tersebut dambaan semua warga yang bertikai, namun budaya tersebut tidak pernah muncul karena pewarisan dendam dan perasaan was-was akan diserang oleh pihak musuh. Walaupun demikian perubahan budaya yang saya maksud tidak dapat dicapai hasilnya dalam jangka waktu yang pendek. Sebagai program jangka pendek harus dilakukan penindakan secara tegas siapa-siapa saja otak tawuran dan polisi harus memberikan perhatian yang serius terhadap beberapa tempat yang memiliki potensi tawuran yang besar. tidak boleh dilupakan bahwa perbaikan kehidupan ekonomi warga setempat terutama para pemuda adalah langkah yang dapat dilakukan dan hal ini adalah kewajiban pemerintah terhadap rakyatnya.
KESIMPULAN TAWURAN ANTAR WARGA

Kesimpulan dari apa yang dipaparkan di atas adalah,tindakan tawuran memang meresahkan masyarakat lainnya,tetapi di satu pihak mereka menganggap tawuran tersebut adalah sesuatu yang tidak mereka anggap buruk,karena suatu alasan yang lain.dan sampai sekarang masalah tawuran di Kota Jakarta masih sering terjadi,karena aparat serta pihak-pihak yang lain masih melihat suatu permasalahannya dari sudut luarnya saja dan masih menganggap pelaku tawuran tersebut adalah seorang kriminil,kurangnya transparansi dari pihak-pihak keluarga ataupun lingkungan,seharusnya masalah ini tidak diselesaikan dengan cara yang keras,harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih dalam kepada para pelaku.jangan menjahui para pelaku tawuran pelajar, Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran”dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. Sehingga pengertian tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar

para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. diantaranya : a. 3. Sebagai anggota. Delikuensi sistematik. 1997). Delikuensi situasional. Faktor Sekolah Sekolah tidak hanya untuk menjadikan para siswa pandai secara akademik namun juga pandai secara akhlaknya . 3 Menurut Hirschi (dalam Mussen dkk. hal ini dikarenakan hilangnya kualitas pengajaran yang bermutu. Suasana keluarga yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang kurang baik dapat menimbulkan bahaya psikologis bagi setiap usia terutama pada masa remaja. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu penyebab kenakalan remaja dikarenakan tidak berfungsinya orang tua sebagai figure teladan yang baik bagi anak (hawari. Faktor Internal Faktor internal ini terjadi didalam diri individu itu sendiri yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan disekitarnya dan semua pengaruh yang datang dari luar. dalam hal perkelahian.faktor yang menyebabkan tawuran pelajar Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan tawuran pelajar. Sekolah merupakan wadah untuk para siswa mengembangkan diri menjadi lebih baik. tidak peka terhadap orang-orang disekitarnya. 2. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar individu. Jadi disinilah peran orangtua sebagai penunjuk jalan anaknya untuk selalu berprilaku baik. Selain itu ketidak harmonisan keluarga juga bisa menjadi penyebab kekerasan yang dilakukan oleh pelajar. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu penyebab kenakalan remaja dikarenakan tidak berfungsinya orang tua sebagai figure teladan yang baik bagi anak (hawari. Maksudnya. Contohnya disekolah tidak jarang ditemukan ada seorang guru yang tidak memiliki cukup kesabaran dalam mendidik anak muruidnya akhirnya guru tersebut menunjukkan kemarahannya melalui kekerasan. perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kekerasan yang sering remaja lihat akan membentuk pola kekerasan dipikiran para remaja. dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Jika seorang anak terbiasa melihat kekerasan yang dilakukan didalam keluarganya maka setelah ia tumbuh menjadi remaja maka ia akan terbiasa melakukan kekerasan karena inilah kebiasaan yang datang dari keluarganya. perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. 2. Seperti yang kita ketahui bahwa pada masa remaja seorang remaja akan cenderung membuat sebuah genk yang mana dari pembentukan genk inilah para remaja bebas melakukan apa saja tanpa adanya peraturan-peraturan yang harus dipatuhi karena ia berada dilingkup kelompok teman sebayanya. Remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. 1994). Para remaja yang mengalami hal ini akan lebih tergesa-gesa dalam memecahkan segala masalahnya tanpa berpikir terlebih dahulu apakah akibat yang akan ditimbulkan. b. Faktor Lingkungan Lingkungan rumah dan lingkungan sekolah dapat mempengaruhi perilaku remaja. Tidak adanya kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang oleh para . Seorang remaja biasanya membutuhkan pengakuan kehadiran dirinya ditengah-tengah orang-orang sekelilingnya. ekonomi. norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya. Mereka biasanya mudah friustasi. termasuk berkelahi. Hal ini bisa saja ditiru oleh para siswanya. Faktor Keluarga Keluarga adalah tempat dimana pendidikan pertama dari orangtua diterapkan.Secara psikologis. yaitu : 1. ketidakstabilan emosi para remaja juga memiliki andil dalam terjadinya perkelahian. Faktor. Lalu disinilah peran guru dituntut untuk menjadi seorang pendidik yang memiliki kepribadian yang baik. Di sini ada aturan. ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan keanekaragaman pandangan. budaya dan berbagai keberagaman lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. 1997). Selain itu. Namun sekolah juga bisa menjadi wadah untuk siswa menjadi tidak baik. 1. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat. Kenakalan remaja. Seorang remaja yang tinggal dilingkungan rumah yang tidak baik akan menjadikan remaja tersebut ikut menjadi tidak baik. tumbuh kebanggaan apabila dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya. tidak mudah mengendalikan diri. Hal ini membuat remaja bereaksi anarkis.

Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja Teori yang kedua adalah dari Dryfoos. Bahkan saling rebutan wanita pun bisa menjadi pemicu tawuran. menilai. program harus lebih luas cakupannya daripada hanya sekedar berfokus pada kenakalan b. memberi perhatian kepada individu secara intensif dan merancang program unik bagi setiap anak merupakan faktor yang penting dalam menangani anak-anak yang berisiko tinggi untuk menjadi nakal JAKARTA . . Menurunnya moralitas para pelajar e. 2. kepada Okezone. Terganggunya proses belajar mengajar d. yang menjadi titik berat adalah meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung f. dalam visi pendidikan Indonesia pertama kali yang diterapkan etika. "Saat ini orang tua hanya menekankan kepada rangking.pelajar disekitar rumahnya juga bisa mengakibatkan tawuran. Masyarakat sekitar juga dirugikan." imbuhnya. Fitrah Ramadhani alias Doyok (19). Banyak mawas diri. program harus sudah dimulai sejak awal masa perkembangan anak untuk mencegah masalah belajar dan berperilaku d. program harus memiliki komponen-komponen ganda. dia menyebutkan untuk mengatasi tawuran pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya harus diadakan program yang meliputi unsurunsur berikut: a. toleransi. ujiannya berapa. "Untuk estetika contoh berbicara sopan santun. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi tawuran pelajar a. dan saling menghargai 4. upaya-upaya harus diarahkan pada institusional daripada pada perubahan individual. 3." kata Kak Seto panggilan akrab Seto Mulyadi. Dampak karena tawuran pelajar a. bahkan sampai kematian b. Hamidah Abdurracman. dikarenakan penekanan terhadap pendidikan spiritual sudah mulai dilupakan oleh orang tua. Menurutnya tidak adanya keteladanan dilingkungan remaja saat ini. diantaranya : 1. Memfasilitasi para pelajar untuk baik dilingkungan rumah atau dilingkungan sekolah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat diwaktu luangnya. cedera berat. kata dia. Sebelumnya. Contohnya : rusaknya rumah warga apabila pelajar yang tawuran itu melempari batu dan mengenai rumah warga c. Kak Seto mengatakan untuk mengatasi mulai terkikisnya keteladanan dikalangan pelajar perlu dibuat suatu kurikulum akademik yang mengedepankan keteladanan." tuturnya. Memberikan perhatian yang lebih untuk para remaja yang sejatinya sedang mencari jati diri d. Hilangnya perasaan peka. Memberikan pendidikan moral untuk para pelajar Menghadirkan seorang figur yang baik untuk dicontoh oleh para pelajar. b. dan teman sebaya yang dapat mengarahkan para pelajar untuk selalu bersikap baik c. sekolah memainkan peranan penting e. kemudian estetika. "Mereka harus mendapatkan pendidikan keteladanan agar aksi kekerasan dan tawuran pelajar dapat hilang. Seperti hadirnya seorang guru. Sabtu (29/9/2012). . orangtua. pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban. Contohnya : membentuk ikatan remaja masjid atau karangtaruna dan membuat acara-acara yang bermanfaat. Kerugian fisik. tenggang rasa.Pengamat anak. Kak Seto mengatakan etika seperti keteladanan yang akan membuat pelajar menjauhi tindakan-tindakan kekerasan. hanya tertawa saat ditanya soal salat oleh anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). tanpa mengajarkan bentuk-bentuk keteladanan. sudah diakui oleh mereka ketika kongres anak pada Hari Anak Nasional lalu. mewajibkan setiap siswa mengikuti organisasi atau ekstrakulikuler disekolahnya Kartini kartono pun menawarkan beberapa cara untuk mengurangi tawuran remaja. dapat melatih anak untuk menjadi pribadi yang baik. Baik itu cedera ringan. Padahal. Lebih lanjut. pelaku pembacokan Alawy pelajar SMA 6. Dan masih banyak lagi sebabsebab lainnya. karena tidak ada satu pun komponen yang berdiri sendiri sebagai peluru ajaib yang dapat memerangi kenakalan c. Memberikan kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat 3. kekerasan dan tawuran yang dilakukan para pelajar saat ini. Seto Mulyadi. melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun 2. Hal yang menjadi pemicu tawuran Tak jarang disebabkan oleh saling mengejek atau bahkan hanya saling menatap antar sesama pelajar yang berbeda sekolahan.

Melainkan juga terjadi karena faktor-faktor lain yang datang dari luar individu. maka inilah peran orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mengingatkan anaknya jika sang anak tiba-tiba melakukan kesalahan. Diantaranya : a. Kesimpulan tawuran pelajar Faktor yang menyebabkan tawuran remaja tidak lah hanya datang dari individu siswa itu sendiri. Guru sebagai pendidik bisa dijadikan instruktur dalam pendidikan kepribadian para siswa agar menjadi insan yang lebih baik. pihak sekolah juga harus saling bekerjasama dengan sekolah-sekolah lain untuk menghilangkan tawuran ini. dan lain-lain. Masyarakat mesti menyadari akan perannya dalam menciptakan situasi yang kondusif c. Selain itu. Kemudian sekolah harus menambah waktu belajar mereka. Keteladanan seorang guru juga tidak dapat dilepaskan. Sang anak haruslah diberikan pengarahan dari orang dewasa agar mampu memilih teman yang baik. diantaranya faktor keluarga. Keluarga sebagai awal tempat pendidikan para pelajar harus mampu membentuk pola pikir yang baik untuk para pelajar b. 24 September 2012 lalu. Siswa yang diketahui tawuran harus dipecat atau dikeluarkan dari sekolah dan mendekam di penjara beberapa hari atau bulan. Pemerintah juga harus bertindak tegas kepada sekolah yang siswanya ketahuan tawuran. Tidak hanya pihak sekolah. Senin. dan faktor lingkungan. Begitupun dalam mencari teman sepermainan. Itu semua dilakukan agar siswa yang terlibat tawuran merasa menyesal dan tidak mengulanginya lagi. Pemerintah harus tegas mengatasi masalah tawuran ini tanpa pandang bulu. untuk mengatasi peristiwa tawuran berdarah antarpelajar ini adalah. Jakarta. Saran tawuran pelajar melanggar aturan. Fitrah juga mengaku tidak kenal dengan korban yang dibacoknya dalam aksi tawuran SMA 70SMA 6 di Bulungan. Sekolah yang terkait harus diberi sanksi seperti penurunan akreditasi sekolah. 2. Misalkan membuat program studi banding antarsekolah. Masyarakat sekitar pun harus bisa membantu para remaja dalam mengembangkan potensinya dengan cara mengakui keberadaanya. Fitrah hanya berniat untuk menakut-nakuti Alawy 1. Lembaga pendidikan formal sudah semestinya memberikan pelayanan yang baik untuk membantu para pelajar mengasah kemampuan dan mengembangkan segala potensi yang ada didalam dirinya Saran saya. sebaiknya pihak sekolah memberikan sanksi yang ketat bagi siswanya jika .Selain itu. penulis memberikan beberapa saran. Para pelajar yang umumnya masih berusia remaja memiliki kencenderungan untuk melakukan hal-hal diluar dugaan yang mana kemungkinan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain. faktor sekolah. kerjasama ekstrakurikuler. polisi dan pemerintah juga harus saling bekerjasama dengan sekolah sekolah untuk menghilangkan kebiasaan buruk pelajar ini. agar sekolah benar-benar serius mendidik siswanya agar tidak melakukan hal yang merugikan orang banyak dan sekolahnya sendiri Dalam menyikapi masalah remaja terutama tentang tawuran pelajar diatas. Tujuannya jelas. serta memberikan tugas setiap hari agar siswa setelah pulang dari sekolah langsung pulang ke rumah. buka puasa bersama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->