P. 1
Permintaan

Permintaan

|Views: 68|Likes:
Published by Thareq Kemal
Demand Theory
Demand Theory

More info:

Published by: Thareq Kemal on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Nama : Muhammad Thareq Kemal

NIM : 1001101010035


1
Permintaan : Utilitas dan Pilihan
Teori pilihan (theory of choice) adalah hubungan timbal balik antara preferensi
(pilihan) dan berbagai kendala yang menyebabkan seseorang menentukan pilihan-
pilihannya. Hal-hal yang menjadi kendalanya adalah, waktu, pendapatan, dan
banayak faktor lain dalam menentukan pilihannya.

Utilitas
Utilitas merupakan kesenangan, kepuasan, atau pemenuhan kebutuhan yang
diperoleh seseorang dari aktivitas ekonominya.
Asumsi Ceteris Paribus
Untuk menyederhanakan masalah, ekonom memfokuskan pada faktor-faktor
ekonomi dasar yang dapat dihitung saja, dan melihat bagaimana orang-orang
mentukan pilihannya. Sehingga banyak analisis ekonomi yang didasarkan pada
asumsi ceteris paribus (faktor-fator lain dianggap sama). Kita dapat
menyederhanakan analisis keputusan konsumsi seseorang dengan mengasumsikan
bahwa kepuasannya hanya dipengaruhi oleh pilihan yang dibuat di antara
beberapa alternatif, dan faktor-faktor lain dianggap tidak berubah (konstan).
Dengan demikian, kita dapat membatasi faktor ekonomi yang mempengaruhi
perilaku konsumsi.
Utilitas dari Konsumsi Dua Barang
Pada masalah individu dalam memilih kuantitas dua barang yang dikonsumsi
(untuk berbagai tujuan kita menyederhankannya menjadi barang “X” dan “Y”).
Kita mengasumsikan bahwa orang akan menerima utilitas/kepuasan dari barang-
barang ini dan kita dapat menunjukkan utilitas ini dalam notasi fungsi :
Utilitas = U(X, Y; barang lain) [2.1]
Notasi ini menyatakan bahwa utilitas seorang individu dari konsumsi dua barang
X dan Y selama beberpa periode waktu tergantung pada kuantitas konsumsi
barang X dan Y itu, dan kuantitas konsumsi “barang lain”. Jika salah satu dari
faktor “barang lain” tersebut berubah, utilitas dari sejumlah tertentu barang X dan
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


2
Y mungkin akan sangat berbeda daripada utilitas sebelumnya. Dengan
mengasumsikan bahwa semua fator lain yang mempengaruhi utilitas dianggap
konstan (tidak berubah), maka fungsi utilitas menjadi :
Utilitas = U (X,Y) [2.2]

Mengukur Utilitas
Untuk mengukur utilitas, kita dapat melengkapi pelajaran tentang teori pilihan
ekonomi tanpa mengukur tingkat utilitas aktual. Untuk itu, kita hanya perlu
mengasumsikan bahwa seseorang memiliki preferensi yang benar sehingga
mereka dapat dengan jelas memutuskan pilihan antara situasi A dengan situasi B.
Kita juga harus mengasumsikan bahwa preferensi-preferensi tersebut sesuai
dengan beberapa aturan sederhana (akan dibahas pada bagian selanjutnya).
Meskipun para ekonom masih berusaha menemukan cara lain untuk mengukur
utilitas, kita dapat terus melanjutkan tanpa perlu ikut memecahkan masalah ini.

Asumsi-asumsi Mengenai Utilitas
Sifat-sifat Dasar Preferensi
 Preferensi yang Lengkap : asumsi bahwa para individu mampu
menyatakan apa yang diinginkannya dari antara dua pilihan.
 Transitivitas dari preferensi : logika bahwa jika A lebih diinginkan dari
B, dan B lebih diinginkan dari C, maka A harus lebih diinginkan dari C.

Gambar 2.1 Lebih banyak barang lebih disukai daripada sebaliknya








Bidang yang diarsir
gelap menunjukkan
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


3
kombinasi barang X dan barang Y yang menampakkan pilihan yang mendua
(unambigious) pada kombinasi X*, Y*. Inilah mengapa barang-barang disebut
“barang (goods)”; individu lebih memilih untuk mendapatkan barang yang lebih
banyak daripada sedikit. Kombinasi X*, Y* yang inferior, daerah dengan tanda tanya
(?) mungkin lebih atau tidak lebih baik dari X*, Y*.

Pertukaran Sukarela dan Kurva Indiferens
Bidang dengan tanda tanya (?) pada Gambar 2.1, sulit untuk dibandingkan dengan
X*, Y*, karena menunjukkan konsumsi yang lebih banyak pada barang lainnya.
Bilamana X*, Y* berpindah ke bidang lain, tidak jelas apakah utilitasnya akan
meningkat. Untuk dapat menyelidiki situasi ini, diperlukan beberapa perangkat
tambahan. Karena pengorbanan satu unit komoditas (misalnya uang) untuk
mendapatkan unit tambahan dari komoditas lainnya (misalnya gula-gula),
menimbulkan perdagangan dan pasar yang terorganisir, maka perangkat-
perangkat baru ini menjadi dasar analisis permintaan.

Kurva Indiferens
Kurva indiferens adalah kurva yang menunjukkan seluruh kombinasi barang atau
jasa yang memberikan tingkat kepuasan sama. Misalnya, Gambar 2.2
menunjukkan kuantitas minuman ringan yang dikonsumsi oleh individu selama
satu minggu pada sumbu horizontal dan kuantitas hamburger yang dikonsumsi
pada sumbu vertikal di minggu yang sama.
Gambar 2.2 Kurva Indiferens



Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


4
Kurva U
1
menunjukkan kombinasi hamburger-minuman ringan yang memberikan
tingkat utilitas sama untuk seorang individu. Slope kurva menunjukkan pertukaran
yang dilakukan oleh individu secara bebas. Misalnya, pada perpindahan dari titik A ke
titik B, individu itu akan menyerahkan dua hamburger untuk mendapatkan tambahan
satu minuman ringan. Dengan kata lain, tingkat substitusi marjinal dapat diperkirakan
sebesar 2 pada jarak (range) kedua titik ini. Titik-titik disebelah kiri U
1
(misalnya F)
memberikan utilitas yang lebih rendah daripada titik-titik pada U
1
. Titik-titik di
sebelah kanan U
1
(misalnya E) memberikan utilitas lebih besar daripada U
1
.
Kombinasi hamburger-minuman ringan yang terletak di bawah U
1
, di lain pihak,
kurang diinginkan oleh individu karena menawarkan kepuasan yang lebih kecil.
Titik F menawarkan jumlah kedua barang itu yang lebih sedikit daripada titik C.
Kenyataan bahwa kurva Indiferens U
1
memiliki slope negatif (artinya, kurva
berupa garis yang digambarkan dari bagian kiri atas ke bagian kanan bawah)
bermakna bahwa jika individu dipaksa untuk menyerahkan beberapa
hamburgernya, ia harus menerima tambahan minuman ringan agar
kesejahteraannya tidak berubah. Tipe dari perpindahan sepanjang U
1
ini
menunjukkan pertukaran yang mungkin dibuat secara bebas oleh individu.
Dengan memahami perilaku U
1
, kita akan dapat membatasi sifat mendua
(ambiguitas) yang diasosiasikan oleh daerah tanda tanya (?) seperti ditunjukkan
oleh gambar 2.1.

Kurva Indiferens dan Tingkat Substitusi Marjinal
Pada gambar 2.2, slope kurva U
1
antara A dan B dapat dihitung

=
, berarti, Y (hamburger) turun dua unit sebagai akibat dari kenaikan
satu unit X (minuman ringan). Kita menyebut nilai mutlak dari slope ini
dengan tingkat substitusi marjinal (marginal rate of substitution–
(MRS). Kita dapat mengatakan bahwa MRS (dari minuman ringan dan
hamburger) antara titik A dan B adalah 2: Dalam kondisi seperti diatas,
seseorang akan bersedia menyerahkan dua hamburgernya untuk
mendapatkan tambahan satu minuman ringan.

Penurunan Tingkat Substitusi Marjinal
Tingkat substitusi
marjinal
Tingkat dimana
seorang individu
bersedia untuk
mengurangi
konsumsi dari satu
jenis barang jika ia
mendapatkan
tambahan tambahan
satu unit barang lain.
Slope negatif dari
kurva indiferens.
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


5
Nilai MRS bervariasi sepanjang kurva U
1
. Untuk suatu titik, misalnya di A,
individu memiliki cukup hamburger dan relatif bersedia untuk menukarkannya
dengan minuman ringan. Di lain pihak, pada kombinasi yang ditunjukkan oleh
titik D, individu memiliki minuman ringan berlebih dan enggan menyerahkan
hamburgernya lagi untuk mendapatkan lebih banyak minuman ringan.
Peningkatan keengganan untuk menukarkan hamburger mencerminkan ide bahwa
konsumsi dari satu jenis barang (di sini adalah minuman ringan) tidak dapat
didorong terlalu jauh. Karakter ini dapat terlihat dengan memperhatikan
pertukaran yang terjadi dari titik A ke titik B, dari titik B ke titik C, dan dari titik
C ke titik D. Pada pertukaran pertama, dua hamburger diserahkan untuk
mendapatkan tambahan satu minuman ringan−MRS-nya adalah 2 (seperti yang
telah diperlihatkan). Pertukaran kedua dengan menyerahkan satu hamburger akan
mendapat satu tambahan minuman ringan. Pada pertukaran ini, MRS turun
menjadi 1, yang mencerminkan bertambahnya keengganan menyerahkan
hamburger untuk mendapatkan tambahan minuman ringan lagi. Akhirnya, pada
pertukaran ketiga dari titik C ke titik D, individu rela memberikan satu
hamburgernya hanya jika ditukar dengan dua minuman ringan. Di akhir
pertukaran ini, MRS-nya adalah

(individu bersedia menyerahkan setengah
hamburger untuk mendapatkan satu lagi tambahan minuman ringan), yang
menunjukkan adanya penurunan lebih lanjut pada MRS dibandingkan pertukaran
sebelumnya.

Keseimbangan dalam Konsumsi
Gambar 2.3 Keseimbangan Konsumsi lebih Diinginkan







Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


6




Konsumsi kelompok barang G (empat hamburger, empat minuman ringan) lebih
disukai daripada kelompok barang lain yang ekstrim, seperti A dan D. Hal ini adalah
akibat dari asumsi diminishing MRS. Karena individu-individu kurang progresif
dalam kesediaannya untuk menyerahkan hamburger ketika mereka berpindah secara
langsung ke arah tenggara sepanjang U
1
, maka kurva U
1
akan memiliki bentuk
cembung. Konsekuensinya, semua titik yang berada di agaris antara dua titik seperti A
dan D, akan terletak diatas U
1
. Titik-titik seperti G akan lebih disukai daripada titik-
titik di U
1
.

Peta Kurva Indiferens
Peta kurva indiferens adalah garis-garis kontur (sebagaimana dalam peta) yang
menunjukkan kepuasan seorang individu yang diperoleh dari seluruh
kemungkinan pilihan konsumsi. Pada gambar 2.4 tiga dari kurva-kurva indiferens
ini digambarkan dengan nama U
1
, U
2
, dan U
3
. Di sini hanya disebutkan tiga dari
jumlah kurva indiferens yang tak terbatas yang menjadi karakteristik keseluruhan
peta kurva indiferens (indifference curve map) individu.
Gambar 2.4 Peta Kurva Indiferens untuk Hamburger dan Minuman Ringan









Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


7
Kuadran positif dengan kurva indiferens, yang masing-masing mencerminkan
perbedaan tingkat utilitas. Di sini, diilustrasikan tiga contoh kurva indiferens.
Kombinasi barang pada U
3
akan lebih disukai daripada U
2
, dan U
2
lebih disukai
daripada U
1
. Ini adalah sebuah pencerminan sederhana dari asumsi bahwa lebih
banyak barang adalah lebih diharapkan lebih sedikit barang, seperti terlihat dengan
membandingkan titik C, G, dan G.

Mengilustrasikan Preferensi Khusus
Untuk mengilustrasikan penggunaan peta kurva indiferens digunakan untuk
menunjukkan jenis preferensi khusus, Gambar 2.5 menunjukkan empat kasus
khusus ini.
Barang Tidak Berguna (A Useless Good)
Gambar 2.5 (a) memperlihatkan peta kurva indiferens individu untuk pilihan
barang antara makanan (pada sumbu horizontal) dan alat penggiling rokok (pada
sumbu vertikal). Karena penggiling rokok sama sekali tidak berguna, kenaikan
pembelian alat ini tidak akan meningkatkan utilitas. Hanya bila memperoleh
tambahan makanan, individu ini akan menikmati tingkat utilitas yang lebih tinggi.
Kurva indiferens vertikal U
2
, contohnya, menunjukkan bahwa utilitas akan tetap
sebesar U
2
selama orang ini memiliki 10 unit makanan tanpa mempermasalahkan
berapa banyak alat penggiling rokok yang ia miliki.
Barang yang Buruk bagi Ekonomi (An Economic Bad)
Gambar 2.5 (b) menunjukkan peta kurva indiferens untuk makanan dan lalat
rumah. Dengan menganggap konsumsi makanan konstan di tingkat 10, utilitas
akan turun ketika jumlah lalat rumah meningkat. Karena tambahan lalat rumah
mengurangi utilitas, individu mungkina akan bersedia untuk menyerahkan
beberapa makanannya (dan membeli kertas perangkap lalat, misalnya) sebagai
ganti dari jumlah lalat yang lebih sedikit.
Substitusi Sempurna
Pada Gambar 2.5 (c), kita melihat kurva indiferens individu untuk konsumsi
bensin merek Exxon dan Mobil. Jika individu ini, katakanlah tidak peduli dengan
iklan yang ditayangkan televisi, ia akan berpikir secara bijaksana bahwa kedua
bensin itu adalah sama saja. Ia selalu bersedia menukarkan satu galon Exxon
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


8
Alat
Penggilingan
rokok per
minggu
Makanan per minggu
Lalat
per Minggu
Makanan per minggu
Galon Mobil
per minggu
Sepatu
kanan per
minggu
Sepatu kiri
per minggu
Galon Exxon
per minggu
untuk mendapatkan satu galon Mobil−MRS sepanjang kurva indiferens adala 1,0.
Kurva indiferens berbentuk garis lurus pada Gambar 2.5 (c) mencerminkan
substitusi sempurna diantara dua barang ini.
Komplemen Sempurna
Pada Gambar 2.5 (d) kita mengilustrasikan suatu situasi di mana dua barang
dikonsumsi secara bersama-sama. Individu ini memilih untuk mengkonsumsi
sepatu kiri (pada sumbu mendatar) dan sepatu kanan (sumbu tegak) secara
berpasangan. Jika, misalnya, ia memiliki tiga pasang sepatu, maka tambahan
sepatu sisi kanan tidak akan menambah utilitasnya (bandingkan dengan situasi di
panel a). Sama halnya, tambahan sepatu kiri saja juga tidak akan menambah
utilitas. Tambahan sepasang sepatu, di lain pihak, meningkatkan utilitas (dari U
3
ke U
4
) karena individu ini lebih suka mengkonsumsi dua jenis barang ini secara
bersama-sama. Untuk setiap situasi di mana dua barang memiliki hubungan
komplemen yang kuatsatu sama lain, akan digambarkan dengan kurva indiferens
berbentuk L.
Gambar 2.5 Ilustrasi untuk Preferensi Khusus

Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


9
Galon Exxon
per minggu
Maksimisasi Utilitas: Sebuah Tinjauan Awal
Para ekonom mengasumsikan bahwa bila seseorang dihadapkan pada sejumlah
pilihan kemungkinan, ia akan memilih salah satu pilihan yang menghasilkan
utilitas tertinggi−maksimisasi utilitas/kepuasan. Sebagaimana yang pernah
dikatakan Adam Smith lebih dari dua abad lalu “Kita tidak dapat menuduh
seseorang menjadi buruk karena sifat mementingkan dirinya sendiri.” Dengan
kata lain, ekonommengasumsikan bahwa setiap orang tahu pikiran mereka sendiri
dan akan membuat pilihan yang konsisten dengan preferensi mereka. Bagian ini
meneliti secara umum mengenai bagaimana kemungkinan pilihan-pilihan tersebut
dapat dibuat.
Pilihan Menghadapi Kendala
Gambaran paling menarik dari masalah maksimisasi utilitas adalah bahwa orang
menghadapi kendala pada apa yang dapat mereka beli dengan ukuran pendapatan
mereka. Dari setiap kombinasi barang-barang yang dapat diperolehnya, individu
akan memilih salah satu kombinasi yang paling disukainya. Kumpulan barang-
barang yang paling dipilihnya tersebut belum tentu memberika kepuasan yang
sempurna; bahkan sebaliknya, mungkin akan membawa kesengsaraan. Pilihan ini,
bagaimanapun juga, akan mencerminkan penggunaan terbaik dari pendapatannya
yang terbatas.
Hal Mendasar yang Dihasilkan
Jika individu memilih suatu kombinasi barang-barang dimana MRS-nya berbeda
dengan rasio harganya, perubahan serupa yang bermanfaat dalam hal kombinasi
barang dapat dilakukan. Pilihan ini akan terus berlanjut sampai MRS menyentuh
garis rasio harga, di mana utilitas maksimum dicapai. Sekarang, kita akan
memberikan bukti yang lebih jelas dari masalah ini.

Analisis Grafis dari Maksimisasi Utilitas
Untuk membuat tampilan grafik dari proses maksimisasi utilitas, kita akan
memulai dengan menunjukkan ilustrasi kendala anggran (budget constraint)
individu. Kendala ini menunjukkan kombinasi mana dari barang-barang tersebut
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


10
yang dapat diperoleh. Kendala ini menentukan kemampuan individu dalam
memilih kombinasi kelompok barang yang memberikan utilitas tertinggi.
Kendala Anggaran
Gambar 2.6 menunjukkan kombinasi dua barang (yang kita sebut dengan X dan
Y) yang dapat diperoleh individu dengan sejumlah uang tertentu (fixed). Jika
semua pendapatan yang tersedia dibelanjakan untuk barang X, jumlah unit X yang
dapat dibeli adalah sebesar X
maks
seperti terlihat dalam gambar. Jika selueuh
pendapatan yang tersedia digunakan untuk membeli Y, Y
maks
adalah jumlah
barang yang dapat dibeli.







Kombinasi X dan Y yang dapat dibeli individu ditunjukkan oleh segitiga berbayang.
Jika, seperti biasa kita asumsikan, individu lebih suka memperoleh lebih banyak
barang daripada lebih sedikit, batas luar segitiga ini merupakan kendala yang relevan
yang menunjukkan seluruh dana yang tersedia untuk dibelanjakan pada X dan Y.
Slope dari batas anggaran yang berbentuk segitiga lurus ini ditentukan oleh –P
x
/P
y
.
Pendekatan Aljabar
Anggaplah bahwa individu memiliki I dolar untuk dibelanjakan pada barang X
maupun Y. Anggap pula bahwa P
x
mewakili harga barang X dan P
y
untuk harga
barang Y. Jumlah total barang X yang dapat dibeli ditentukan oleh harga barang X
dikalikan jumlah barang X yang dibeli (P
x.
X). demikian pula, P
y
.Y merupakan
belanja total pada barang Y. Karena pendapatan yang tersedia harus dibelanjakan
pada barang X dan Y, maka kita memiliki rumus
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


11
Jumlah dibelanjakan untuk X + Jumlah dibelanjakan untuk Y = I
Atau
P
X
.X + P
Y
.Y = I [2.3]
Persamaan 2.3 merupakan bentuk pernyataan aljabar dari garis anggaran yang
ditunjukkan pada Gambar 2.6. Untuk membuat hubungan ini menjadi lebih jelas,
kita dapat menyelesaikan persamaan ini untuk Y sehingga garis anggaran
memiliki bentuk standar persamaan linier (Y = A + bX). Solusi yang dihasilkan :

[2.4]

Dari rumus diatas,
|
|
.
|

\
|
÷
Y
X
P
P
menunjukkan slope.
Maksimisasi Utilitas
Gambar 2.7 Tampilan Grafis dari Maksimisasi Utilitas












Titik C mrnunjukkan utilitas tertinggi yang dapat diraih oleh individu dengan
kendala anggaran tertentu. Kombinasi X*, Y* merupakan cara yang rasional
bagi individu ini untuk menggunakan daya beli yang tersedia. Kombinasi
barang-barang ini akan menghasilkan dua kombinasi barang-barang ini akan
menghasilkan dua kondisi berikut: Semua dan yang tersedia akan dapat

1
Y Y
X
P
X
P
P
Y +
|
|
.
|

\
|
÷ =
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


12
dibelanjakan; dan tingkat pertukaran fisik individu (tingkat substitusi marjinal,
MRS) akan sama dengan tingkat harga di mana barang-barang dapat
dipertukarkan di pasar (P
x
/P
y
).
Titik C adalah titik persinggungan (tangency) antara kendala anggaran dengan
kurva indiferens. Pada titik ini semua dana dibelanjakan dan
Slope kendala anggaran = slope kurva indiferens [2.5]
Atau (dengan mengabaikan fakta bahwa kedua slope itu negatif)

Y
X
P
P
= MRS [2.6]

Penggunaan Model Pilihan
Gambar 2.9 Berbagai Pilihan untuk Memaksimumkan Utilits pada Beberapa
Jenis Barang

























Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


13
Alat
Penggilingan
rokok per
minggu
Makanan per minggu
Lalat
per Minggu
Makanan per minggu
Galon Exxon
per minggu
Galon Mobil
per minggu
Sepatu
kanan per
minggu
Sepatu kiri
per minggu
Ketiga individu yang diilustrasikan di sini semuanya memiliki kendala anggaran yang
sama. Mereka memilih kelompok konumsi yang sangat berbeda karena mereka
memiliki perbedaan preferensi untuk dua barang tersebut.
 Gambar 2.9, pada panel (a), Hungry Joe jelas lebih menyukai hamburger. Ia
memilih untuk membelanjakan $10-nya untuk memperoleh hamburger yang
lebih banyak.
 Pada panel (b), Thirsty Teresa memilih untuk mendapatkan lebih banyak
minuman ringan. Namun demikian, ia juga membeli dua hamburger, karena ia
merasa perlu mengkonsumsi sedikit makanan.
 Di lain pihak, panel (b), Ekstra-Thirsty Ed, menginginkan minuman secara
total. Ia memperoleh utilitas tertingginya dari pendapatan $10-nya pada
minuman ringan. Meskipun pada keadaan tertentu ia menginginkan hamburger,
tetapi saat itu ia begitu haus sehingga biaya oportunitis dari menyerahkan
minuman ringan untuk ditukarkan hamburger menjadi terlalu tinggi.
Gambar 2.10 Berbagai Pilihan untuk Memaksimumkan Utilitas pada Beberapa
Jenis Barang










Empat panel dalam gambar ini merupakan pengulangan dari peta kurva indiferens
khusus pada Gambar 2.5. Hasil dari maksimisasi utilitas (pada posisi E)
mencerminkan hubungan khusus di antara barang-barang seperti yang digambarkan.
Nama : Muhammad Thareq Kemal
NIM : 1001101010035


14
Generalisasi
Satu grafik umumnya menjadi prosedur untuk
mempertemukan berbagai barang yang menjadi perhatian.
Sering kali kita mengharapkan untuk mempelajari
keputusannya pada barang lain. Dalam kasus ini, kita dapat
meletakkan barang yang menjadi perhatian tersebut pada
sumbu horizontal (X) dan memperlakukan semua barang
lain sebagai satu komoditas pada sumbu vertikal (Y).
Berarti, barang Y diperlakukan sebagai barang tersusun (composite good) yang
memasukkan seluruh pengeluaran pada seluruh barang kecuali barang yang
memeang diuji. Dengan cara ini, penggunaan analisis pilihan yang standar untuk
dua dimensi akan lebih umum daripada yang mungkin terlihat pada kasus itu.
Disini, kita akan menggunkan beberapa teknik ini untuk beberapa peristiwa.
Barang tersusun
Mengkombinasikan
pengeluaran untuk
beberapa barang
berbeda di mana harga
relatifnya tidak berubah,
ke dalam satu jenis
barang untuk tujuan
mempermudah analisis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->