P. 1
Pengolahan Pasca Panen Lada (Piper Nigrum l)

Pengolahan Pasca Panen Lada (Piper Nigrum l)

|Views: 466|Likes:
Published by Wand Endrew

More info:

Published by: Wand Endrew on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

PENGOLAHAN PASCA PANEN LADA PUTIH (White Pepper

)
I. Pendahuluan Lada (Piper nigrum L.) disebut sabagai raja dalam kelompok rempah (King of Spices), karena merupakan komoditas yang paling banyak diperdagangkan. Produksi lada di Indonesia dapat dikelompokkan kedalam dua jenis yaitu lada hitam dan lada putih. Lada hitam adalah lada yang dikeringkan bersama kulitnya (tanpa pengupasan), sedangkan lada putih adalah lada yang dikeringkan setelah melalui proses perendaman dan pengupasan.

buah harus dipetik secara selektif.  Buah lada yang telah jatuh ke tanah harus diambil secara terpisah dan tidak boleh dicampur dengan buah lada yang berasal dari pohon.II. pemanenan hanya buah lada yang telah matang. . Pemetikan lada harus dilakukan dengan cara yang higienis /bersih. Panen dan Penanganan Bahan  Untuk lada putih. Lada Putih (white pepper) 1. Pembahasan A. dan panen harus dilakukan sesering mungkin selama musim panen.

Perontokan dan Pengayakan a. .2.  Pada perontokan dengan mesin dianjurkan supaya buah yang dirontok langsung direndam dalam air untuk mencegah perubahan warna karena proses pencoklatan. Perontokan  Perontokan buah lada dapat dilakukan dengan mempergunakan mesin atau secara manual. pastikan kebersihan mesin perontok benar-benar bersih.  Perontokan dilakukan secara hati-hati.

 Pengayakan dapat dilakukan menggunakan mesin atau secara manual. dengan menggunakan pengayak 4 mm mesh. Pengayakan  Buah lada yang telah dirontok harus diayak untuk memisahkan biji buah lada yang kecil. dimana buah lada dapat melewati lubang pengayak tersebut. tidak matang dan lada menir.b. kemudian dipisahkan untuk dikeringkan ditempat yang terpisah. dimana bahanbahan tersebut dapat mempengaruhi mutu lada putih. .

harus dilakukan penggantian air paling tidak dua hari sekali. . Perendaman  Perendaman dapat dilakukan dalam karung atau keranjang. Proses perendaman dilakukan sampai kulit lunak untuk memudahkan proses pengupasan pada pemisahan kulit dari biji.  Karung harus dibalik-balik dari waktu ke waktu untuk menjamin proses perendaman yang merata. dalam air yang mengalir atau kolam perendaman dan harus terendam sepenuhnya. Perendaman yang dilakukan dalam air yang tidak mengalir.3. Perendaman dapat dilakukan dengan waktu yang lebih singkat kalau proses pengupasannya dilakukan dengan mesin.

biji lada harus dicuci dengan air yang bersih untuk menghilangkan sisa-sisa kulit sebelum proses pengeringan. . Pengupasan dapat dilakukan dengan mesin pengupas setelah perendaman dalam waktu yang singkat/lebih pendek daripada cara biasa. Selama proses perlu diperhatikan agar biji lada tidak rusak. Yang paling baik pengupasan dilakukan didalam air.4. Pengupasan dan Pencucian  Pengupasan kulit lada setelah perendaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. atau dengan air yang mengalir untuk mencegah perubahan warna esudah pengupasan.

Daerah tempat pengeringan harus diberi pagar atau terlindung dari hama atau binatang peliharaan. pada suatu wadah bersih jauh diatas permukaan tanah.5. untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau bahan-bahan kontaminan lainnya . Pastikan bahwa lada cukup kering. Pengeringan A. Pengeringan Dengan Sinar Matahari (solar drier)  Lada sebaiknya dikeringkan dibawah sinar matahari untuk mendapatkan warna putih kekuningan.

. Pengeringan Dengan Bahan Bakar Padat  Pengeringan dengan menggunakan bahan bakar padat Pengeringan dengan alat yang menggunakan potongan kayu. Lada putih harus dikeringkan sampai dengan kadar air dibawah 12% bila lada tersebut akan disimpan. untuk mencegah kehilangan minyak atsiri. Pengeringan Dengan Mesin Pengering  Buah lada dapat dikeringkan dengan menggunakan alat pengering pada temperature dibawah 60˚C. limbah kelapa dan limbah kebun lainnya sebagai bahan bakar dapat digunakan untuk mempercepat proses pengeringan dan mencegah terjadinya kontaminasi. C.B.

sekitar 50-60 mesh dan dikemas dalam wadah yang kering. Bahan tersebut kemudian digiling halus dengan ukuran. Pembubukan  Dalam pembuatan bubuk lada.6. . bahan yang digunakan adalah lada kering sempurna (kadar air sekitar 8-10 %).

Pembersihan. dipilih dan dibersihkan untuk memisahkan kulit. Pengemasan dan Penyimpanan. Pembersihan  Biji lada putih yang telah kering. A.  Biji lada dapat dihembus dengan mengalirkan angin untuk menghilangkan sisa kulit lada atau debu dan diayak untuk menghilangkan sisa-sisa daun dan tangkai buah lada. . harus dihembus.7. maupun biji lada yang kecil dan biji lada yang pecah. tangkai buah atau benda asing lainnya.

.  Lada yang sudah cukup kering. (kadar air dibawah 12%) dapat dikemas didalam kantong yang dilapisi polythene untuk mencegah penyerapan air. Pengemasan  Lada kering yang sudah bersih harus dikemas dalam kantong yang bersih dan kering atau kemasan lain yang cocok untuk penyimpanan dan pengangkutan.B.

diatas bale-bale atau lantai yang di tinggikan.C. kering. . Tempat penyimpanan lada harus mempunyai ventilasi yang cukup tetapi bebas dari kelembaban yang tinggi. dengan ventilasi udara yang cukup. ditempat yang bebas dari hama seperti tikus dan serangga.  Lada tidak boleh disimpan bersama dengan bahan kimia pertanian atau pupuk yang mungkin dapat menimbulkan kontaminasi. Penyimpanan  Lada harus disimpan di tempat yang bersih.

Penyimpanan (lanjutan)  Lada yang disimpan harus diperiksa secara berkala untuk mendeteksi adanya gejala kerusakan karena hama atau kontaminasi. .C.

Manual Pengayakan Buah lada Perendaman Pengelupasan Dan pencucian Pembubukan : mesin atau manual pengeringan penyimpanan .DIAGRAM ALIR PENGOLAHAN LADA Tangkai PUTIH lada Lada setelah dipanen (lada & tangkai) Perontokan : 1. Mesin 2.

mesin pengering.  Pengeringan : dengan sinar matahari.  Perontokan : manual dan mesin  Pengayakan dapat dilakukan menggunakan mesin atau secara manual.III.  Pembubukan : kering sempurna (kadar air 8 – 10 %) . dan bahan bakar padat.  Pengupasan dilakukan dengan mesin dan manual. dengan menggunakan pengayak 4 mm mesh  Perendaman dapat dilakukan pada asir mengalir dan tidak mengalir dengan syarat dilakukan pergantian air secara berkala/ rutin. Kesimpulan  Pemanenan dilakukan pada buah yang matang dan dilakukan secara selektif.

kering. (kadar air dibawah 12%) dapat dikemas didalam kantong sehingga memudahkan penyimpanan dan pengangkutan. Penyimpanan : bersih. tangkai buah atau benda asing lainnya. Penyimpanan 3 tahap : a. Pembersihan : memisahkan kulit. . c. tidak tercampur dengan bahan kimia atau kontaminan lain. terhindar dari hama. Pengemasan : Lada yang sudah cukup kering. b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->