P. 1
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

|Views: 209|Likes:
Published by kemsqy

More info:

Published by: kemsqy on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Kondrosarkoma ialah tumor ganas dengan ciri khas pembentukan jaringan tulang rawan oleh sel-sel tumor dan merupakan tumor ganas tulang primer terbanyak kedua setelah osteosarkoma. Kondrosarkoma merupakan tumor tulang yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) anaplastik yang berkembang menjadi ganas. Kondrosarkoma biasanya ditemukan pada daerah tulang femur, humerus, kosta dan bagian permukaan pelvis. Tumor ini memiliki banyak ciri dan bentuk perkembangan. Dari pertumbuhan yang lambat hingga pertumbuhan metastasis yang agresif. Kondrosarkoma dapat dibagi menjadi kondrosarkoma primer dan sekunder. Untuk keganasan yang berasal dari kartilago itu sendiri disebut kondrosarkoma primer. Sedangkan apabila merupakan bentuk degenerasi keganasan dari penyakit lain seperti enkondroma, osteokondroma dan kondroblastoma disebut kondrosarkoma sekunder. Kondrosarkoma sekunder kurang ganas dibandingkan kondrosarkoma primer. Kondrosarkoma dapat diklasifikasi menjadi tumor sentral atau perifer berdasarkan lokasinya di tulang.

Tulang bertambah panjang akibat proliferasi sel kartilago di lempeng epifisis. . Kartilago memegang peranan penting dalam pertumbuhan panjang tulang dan membagi beban tubuh. Apabila proses osifikasi telah selesai. Pada orang dewasa. kartilago tidak mendapat aliran darah. telinga. Kombinasi proliferasi sel kartilago baru dan hipertrofi kondrosit matang menyebabkan peningkatan ketebalan (lebar) tulang untuk sementara. Kartilago normal ditemukan pada sendi. limfe atau persarafan. sendi. sambil menarik jaringan kapiler bersama mereka. ligamen dan tendon. Matriks organik terdiri dari seratserat kolagen dalam gel semi padat yang kaya mukopolisakarida yang disebut juga substansi dasar. Matriks terdiri dari elemen fibrous dan substansi dasar. tulang di sisi diafisis telah bertambah panjang dan lempeng epifisis telah kembali ke ketebalan semula. kartilago. diskus intervertebra dan tenggorokan. Penebalan lempeng tulang ini menyebabkan epifisis terdorong menjauhi diafisis. Penghuni baru ini meletakkan tulang di sekitar bekas sisa-sisa kartilago yang terpisah-pisah sampai bagian dalam kartilago di sisi diafisis lempeng seluruhnya diganti oleh tulang. tulang rusuk. Osteoklas kemudian membersihkan kondrosit yang mati dan matriks terkalsifikasi yang mengelilinginya. Matriks ini kuat dan solid tetapi lentur.BAB II TINJAUAN PUSTAKA ANATOMI DAN FISIOLOGI Sistem muskuloskeletal tersusun dari tulang. Kondroblas dan kondrosit memproduksi dan mempertahankan matriks. Oksigen dan bahan-bahan metabolisme dibawa oleh cairan sendi yang membasahi kartilago. sel-sel kartilago lama ke arah batas diafisis membesar. hidung. bursa. Proses ini dihambat dengan adanya endapan garam-garam kalsium. Matriks yang mengelilingi kartilago tua yang hipertrofi dengan segera mengalami kalsifikasi. Saat kondrosit baru sedang dibentuk di batas epifisis. daerah ini kemudian diinvasi oleh osteoblas-osteoblas yang berkerumun ke atas dari diafisis. Akibatnya sel-sel kartilago tua yang terletak di batas diafisis mengalami kekurangan nutrien dan mati. Kartilago tersusun dari sel (kondrosit dan kondroblast) dan matriks. Selama pertumbuhan dihasilkan sel-sel tulang rawan (kondrosit) baru melalui pembelahan sel di batas luar lempeng yang berdekatan dengan epifisis.

Gambar 1. Kondrosarkoma merupakan tumor tulang yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) anaplastik yang berkembang menjadi ganas. Kartilago ini tersusun dari sedikit sel dan sejumlah besar substansi dasar. Ada tiga jenis kartilago yaitu: kartilago hialin. Substansi dasar terdiri dari kolagen tipe II dan proteoglikan yang dihasilkan oleh sel-sel kartilago. .Kartilago yang diganti oleh tulang di ujung diafisis lempeng memiliki ketebalan yang setara dengan pertumbuhan kartilago baru di ujung epifisis lempeng. kartilago elastis dan fibrokartilago. Anatomi Tulang DEFINISI Kondrosarkoma ialah tumor ganas dengan ciri khas pembentukan jaringan tulang rawan oleh sel-sel tumor dan merupakan tumor ganas tulang primer terbanyak kedua setelah osteosarkoma. Proteoglikan sangat hidrofilik sehingga memungkinkan menahan kerusakan sewaktu sendi menerima beban berat. Kartilago hialin menutupi bagian tulang yang menanggung beban tubuh pada sendi sinovial Kartilago ini memegang peranan penting dalam membagi beban tubuh. Kartilago hialin terletak pada epifisis tulang panjang.

terdapat 90 kasus baru kondrosarkoma. dan humerus. namun terbanyak pada orang dewasa (20-40 tahun).EPIDEMIOLOGI Menurut Spjut dkk. kondrosarkoma merupakan tumor terbanyak kedua dari 400 jenis tulang ganas primer dengan jumlah kasus 25% dari seluruh keganasan tulang primer dan sekitar 11% dari seluruh keganasan tulang. PREDILEKSI Berdasarkan bentuk tulang. tulang kraniofasial. Di Amerika Serikat. Informasi etiologi kondrosarkoma masih sangat minimal. Setiap tahun. serta Lichtenstein. kondrosarkoma lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita. Tumor ini jarang mengenai tangan dan biasanya merupakan bentuk keganasan atau komplikasi dari sindrom enkondromatosis multipel. tidak ada perbedaan insidens. Kondrosarkoma dapat terkena pada berbagai lokasi namun predileksi terbanyak pada lokasi proksimal seperti femur. Selain itu dapat pula mengenai rusuk. skapula dan vertebra. Namun berdasarkan penelitian yang terus berkembang didapatkan bahwa kondrosarkoma berhubungan dengan tumor-tumor tulang jinak seperti enkondroma atau osteokondroma sangat besar kemungkinannya untuk berkembang menjadi kondrosarkoma. Tumor ini dapat juga terjadi akibat efek samping dari terapi radiasi untuk terapi . sternum. pelvis. Meskipun tumor ini dapat terjadi pada seluruh lapisan usia. Dari segi ras penyakit ini tidak ada perbedaan. sedangkan Jaffe mengatakan. kondrosarkoma dapat mengenai tulang pipih dan bagian epifisis tulang panjang. kondrosarkoma primer berasal dari dalam tulang (sentral) sedangkan kondrosarkoma sekunder banyak ditemukan berasal dari tumor jinak seperti osteokondroma atau enkondroma yang mengalami transformasi. Tujuh puluh enam persen. ETIOLOGI Etiologi kondrosarkoma masih belum diketahui secara pasti. Pasien dengan ollier’s disease (enkondromatosis multipel) atau maffucci’s syndrome (enkondroma multipel + hemangioma) memiliki resiko lebih tinggi untuk menjadi kondrosarkoma daripada orang-orang normal dan sering sekali muncul pada dekade ketiga dan keempat.

 Diagnosis Klinis Manifestasi klinis kondrosarkoma ini sangat beragam. Proses osifikasi ini menyebabkan diafisis bertambah panjang dan lempeng epifisis kembali ke ketebalan semula. Sel tumor hanya memproduksi kartilago hialin yang mengakibatkan abnormalitas pertumbuhan tulang dan kartilago. Berikut adalah gejala yang bisa ditemukan pada kondrosarkoma: . sel-sel kartilago menjadi ganas dan menyebabkan abnormalitas penonjolan tulang. Selain itu. kecuali saat menjadi agresif. Seharusnya kartilago yang diganti oleh tulang di ujung diafisis lempeng memiliki ketebalan yang setara dengan pertumbuhan kartilago baru di ujung epifisis lempeng. kondrosit yang mati dibersihkan oleh osteoklas kemudian dareah yang kosong itu. beresiko tinggi untuk terkena kondrosarkoma. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi. Proses keganasan kondrosit dapat berasal dari perifer atau sentral. Apabila lesi awal dari kanalis intramedular. Secara fisiologis. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. Namun pada kondrosarkoma proses osteogenesis tidak terjadi. pasien dengan sindrom enkondromatosis seperti Ollier disease dan Maffucci syndrome. diinvasi oleh osteoblasosteoblas yang melakukan proses osifikasi. Tumor kemudian tumbuh membesar dan mengikis korteks sehingga menimbulkan reaksi periosteal pada formasi tulang baru dan soft tissue. di dalam tulang itu sendiri dinamakan kondrosarkoma sentral sedangkan kondrosarkoma perifer apabila lesi dari permukaan tulang seperti kortikal dan periosteal. dengan berbagai variasi ukuran dan lokasi.kanker selain bentuk kanker primer. Pada umumnya penyakit ini memiliki perkembangan yang lambat. PATOFISIOLOGI Patofisiologi kondrosarkoma primer maupun sekunder adalah terbentuknya kartilago oleh sel-sel tumor tanpa disertai osteogenesis.

selain pertumbuhan tumor cepat juga disertai nyeri yang hebat. Disebut grade rendah (G1) apabila jinak dan grade tinggi (G2) bila agresif. Pada grade tinggi. Saat istirahat nyeri tidak menghilang. Namun semua manifestasi klinis ini tidak selalu ada di setiap kondrosarkoma. Pada grade tinggi. Yang termasuk grade rendah adalah kondrosarkoma sekunder sedangkan yang termasuk grade tinggi adalah kondrosarkoma primer. Gejala dini biasanya berupa nyeri yang bersifat tumpul akibat pembesaran tumor yang perlahan-lahan. Penilaian grade kondrosarkoma dapat juga melalui pemeriksaan mikroskopis Pada grade rendah biasanya sel tumor masih mirip dengan sel normal dan pertumbuhannya lambat serta kemungkinan metastase sangat kecil. sel tumor tampak abnormal dengan pertumbuhan dan kemampuan metastase yang sangat cepat. Gejala yang ditimbulkan tergantung dari gradenya.  Massa yang teraba Teraba massa yang diakibatkan penonjolan tulang. Kebanyakan kondrosarkoma itu berada pada grade rendah. Sekitar 75% pasien kondrosarkoma merasakan nyeri. pertumbuhan tumor lambat dan biasanya disertai keluhan orang tua seperti nyeri pinggul dan pembengkakan. Penentuan Grade dan Stage dari Kondrosarkoma Grade(G) dilihat dari agresif tidaknya tumor tersebut. Nyeri diperberat oleh adanya fraktur patologis. Nyeri Nyeri merupakan gejala yang paling banyak ditemukan. Grade tinggi kondrosarkoma lebih sering akibat rekurensi dan metastase ke bagian tubuh yang lain.  Frekuensi miksi meningkat Manifestasi klinis ini ditemukan pada kondrosarkoma di pelvis. Nyeri berlangsung lama dan memburuk pada malam hari. . Gejala nyeri yang ditimbulkan tergantung pada predileksi serta ukuran tumor. Sedangkan pada grade rendah.  Pembengkakan Pembengkakan lokal biasa ditemukan.

Jika didapatkan metastase disebut sebagai M1 dan jika tidak didapatkan metastase disebut M0. pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan meliputi foto konvensional. Berikut ini adalah penentuan stage kondrosarkoma: Stage 1A merupakan tumor grade rendah di dalam tulang Stage 1B merupakan tumor grade rendah di luar tulang yang meliputi soft tissue spaces. payudara atau otak. namun dapat juga bermetastase pada tulang. Stage 2B merupakan tumor grade tinggi di luar tulang yang meliputi soft tissue spaces. Bentuk destruksi biasanya berupa pengikisan dan reaksi eksternal periosteal pada formasi tulang baru. ginjal.  Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan radiologi merupakan pemeriksaan penting dalam usaha penegakan diagnosis tumor.Tujuan penentuan stage ialah mendeskripsikan ukuran dan mengetahui apakah sel tumor ini telah bermetastase di luar lokasi aslinya. Untuk lokasi anatomi. Stage 2A merupakan tumor grade tinggi di lapisan keras tulang. dituliskan (T1) jika tumor tersebut berada di dalam tulang dan (T2) jika di luar tulang. liver. terjadi penipisan korteks di sekitar tumor yang dapat mengakibatkan fraktur . Selain itu. nervus dan pembuluh darah. CT scan. Stage 3 merupakan tumor grade rendah-tinggi.  Foto konvensional Foto konvensional merupakan pemeriksaan penting yang dilakukan untuk diagnosis awal kondrosarkoma. Apabila didapatkan keterlibatan kelenjar limfa regional maka disebut N1 sedangkan N0 apabila tidak didapatkan keterlibatan kelenjar limfe regional. Kondrosarkoma biasa bermetastase pada paru-paru. Pada kondrosarkoma. nervus dan pembuluh darah. kondrosarkoma juga dapat diperiksa dengan USG dan Nuklear Medicine. dan MRI. Baik kondrosarkoma primer atau sentral memberikan gambaran radiolusen pada area dekstruksi korteks. Karena ekspansi tumor. bisa di dalam atau di luar tulang namun telah mengalami metastase.

dapat dilihat gambaran kalsifikasi matriks iregular. penetrasi korteks tampak jelas dan tampak massa soft tissue dengan kalsifikasi. Tampak sebagai lesi osteolitik di tengah metafisis tulang dengan bercak-bercak kalsifikasi yang berasal dari matriks kartilago yang disertai proses destruksi korteks. Gambar 2. Gambaran radiologi. Scallop erosion pada endosteal cortex terjadi akibat pertumbuhan tumor yang lambat dan permukaan tumor yang licin. sehingga tumor dapat dilihat meluas ke jaringan lunak di sekitarnya. Bahkan sering pula tampak area yang luas tanpa kalsifikasi sama sekali. Namun derajat bentuk kalsifikasi matriks ini dapat dijadikan patokan grade tumor. . Pada kondrosarkoma. maka hal ini dapat membedakan kondrosarkoma dengan enkondroma. Jika terjadi destruksi dari kalsifikasi matriks yang sebelumnya terlihat sebagai enkondroma. hal tersebut menunjukkan telah terjadi perubahan ke arah keganasan menjadi kondrosarkoma. Destruksi korteks dan soft tissue di sekitarnya juga menunjukkan tanda malignansi tumor. Pada lesi malignan. jika dibandingkan dengan enkondroma. Tidak ada kriteria absolut untuk penentuan malignansi. Gambaran kondrosarkoma lebih agresif disertai destruksi tulang. Pada tumor yang agresif. endosteal scalloping kedalamannya lebih dari 2/3 korteks.patologis. erosi korteks dan reaksi periosteal.

Biopsi perkutaneus dengan tuntunan imaging akan sangat membantu pada beberapa kasus tertentu. USG dilakukan sebagai penuntun biopsi jarum halus pada soft tissue. CT scan ini juga dapat digunakan untuk memandu biopsi perkutan dan menyelidiki adanya proses metastase di paru-paru. Perubahan patologis antara tumor jinak dan tumor ganas grade rendah sangat sulit dinilai. Secara mikroskopis. beberapa tumor berdiferensiasi baik dan sulit dibedakan dengan enkondroma bila hanya berdasakan pada gambaran histologis saja. Gambar 3. Kecurigaan kearah keganasan apabila sel berinti besar. Klasifikasi kondrosarkoma berdasarkan patologi anatomi: . Diantara sel tersebut terdapat matriks kartilaginosa yang mungkin disertai dengan kalsifikasi atau osifikasi. CT scan Dari 90% kasus ditemukan gambaran radiolusen yang berisi kalsifikasi matriks kartilago. Konfirmasi patologi anatomi diperlukan untuk diagnosis dan optimalisasi manajemen terapi. besar dengan penampilan berkilau dan berwarna kebiru-biruan. sedangkan CT scan digunakan sebagai penuntun untuk biopsi jarum halus pada tulang. Endosteal cortical scalloping pada tumor intramedullar juga terlihat lebih jelas pada CT scan dibandingkan dengan foto konvensional. inti multipel dalam suatu sel tunggal atau adanya beberapa kondroblas dalam satu lakuna. Biopsi sering dilakukan sebagai langkah awal penanganan. Pada pemeriksaan CT scan didapatkan hasil lebih sensitif untuk penilaian distribusi kalsifikasi matriks dan integritas korteks. CT Scan kondrosarkoma  Pemeriksaan Patologi Anatomi Gambaran makroskopis pada kebanyakan tumor memperlihatkan sifat kartilaginosa. Biopsi jarum halus kurang baik untuk memastikan diagnostik patologis dan biasanya sering dikonfirmasi dengan biopsi bedah terbuka.

atau merupakan perubahan ganas dari kelainan jinak seperti osteokondroma dan enkondroma. dan susunan matriks menjadi sedikit disertai kalsifikasi fokal. . 4. Mesenchymal chondrosarcoma Di bawah mikroskop. Akan tampak pula lobular cartilaginous di dalam clear cells. Lesi umumnya terletak pada bagian metafisis femur.1. Tonjolan ini menimbulkan pembengkakan atau gumpalan. mitosis sedikit. stroma kondroid. Terjadi peningkatan perubahan mitosis dan penipisan kartilago. Kelainan ini selalu muncul di daerah metafisis dan tulang yang sering terkena adalah ujung distal femur. jarang pada diafisis. 2. DIAGNOSIS BANDING Kondrosarkoma biasanya berasal dari tulang normal. multinucleated giant cells. di mana terjadi keganasan soft tissue yang utuh sehingga tidak dapat diidentifikasi lagi sebagai keganasan kartilago. Sifat khasnya adalah gabungan antara grade rendah kondrosarkoma dan proses keganasan degeneratif. Osteokondroma Osteokondroma atau eksostosis osteokartilagenus adalah pertumbuhan tulang dan tulang rawan yang membentuk tonjolan di daerah metafisis. Pada gambaran patologi anatomi tampak ikatan antara sel kartilago dan nonkartilago. biopsi dari tumor ini akan menunjukkan clear cell dengan banyak vakuola besar. 3. dan humerus. Clear cell chondrosarcoma: Clear cell chondrosarcoma termasuk grade rendah dengan pertumbuhan yang lambat dan secara khas terdapat di epifisis tulang-tulang tubular terutama pada femur dan humerus. Dedifferentiated chondrosarcoma Dediffentiated chondrosarcoma sekitar 10% dari seluruh tipe kondrosarkoma. selnya berbentuk lingkaran kecil/oval dari spindled neoplastic cells dengan gumpalan ireguler kromatin dan nukleoli. sel kondrosit mengecil dan nukleus padat dengan disertai beberapa pembesaran. Biasanya pada pasien berusia 60 tahun ke atas. ujung proksimal tibia. Juxtacortical chondrosarcoma Juxtacortical chondrosarcoma merupakan 2% dari seluruh kondrosarkoma. Sesuai dengan namanya. 1.

khususnya pada daerah tangan dan kaki. terlibat menjelaskan kepada pasien efek samping dari penanganan kondrosarkoma dan memberikan dorongan kesehatan makanan untuk membantu melawan efek samping tersebut. 4. bila mengganggu. Para radiologist. Pada foto konvensional enkondroma memberikan gambaran berupa radiolusen yang berbatas tegas di daerah medulla. bentuk kalsifikasinya mungkin sulit dibedakan dengan kalsifikasi distropik pada infark tulang. Eksisi dilakukan bila kelainan cukup besar sehingga tampak di bawah kulit atau. Keadaan kesehatan umum pasien . dan pembesaran tumor.Osteokondroma ini perlu dibedakan dengan osteokondroma bawaan yang predileksinya di daerah diafisis dan bersifat multipel. Jenis terapi yang diberikan kepada pasien tergantung pada beberapa hal seperti: 1. Pada tulang panjang. Perubahan ke arah ganas hanya satu persen. 2. Enkondroma Enkondroma merupakan tumor jinak pada kartilago displastik yang biasanya berupa lesi soliter pada bagian intramedullar tulang dan metafisis tulang tubular. Menyebar tidaknya sel kanker tersebut. yaitu tipe bertangkai dan tipe sesil yang mempunyai dasar lebar. terutama fraktur patologis atau perubahan bentuk ke arah keganasan yang disertai fraktur patologis. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan kondrosarkoma merupakan bentuk kerja tim antara dokter dengan profesional kesehatan lainnya. Hal yang penting pada penyakit ini adalah komplikasi.faktor untuk evaluasi kecepatan perkembangan tumor. diperlukan untuk melihat faktor. Perawat dan ahli gizi. Grade dari sel kanker tersebut. Tampak pula kalsifikasi seperti cincin dan pancaran (ring and arcs) yang berbatas tegas. 3. Osteokondroma terdiri atas dua tipe. Ukuran dan lokasi dari kanker 2. diagnosis spesifik. membesar dan menipis.

Namun kemoterapi dapat memberikan efek samping yang tidak menyenangkan bagi tubuh. Variasi penatalaksanaan bedah dapat dilakukan dengan kuret intralesi untuk lesi grade rendah. kemoterapi dan radioterapi. Radioterapi Prinsip radioterapi adalah membunuh sel kanker menggunakan sinar berenergi tinggi. Kemoterapi Kemoterapi. baik makro maupun mikroskopik. meskipun bukan yang paling utama. Efek samping general radioterapi adalah nausea dan malasea. eksisi radikal. Efek samping ini dapat diminimalkan dengan mengatur jarak dan dosis radioterapi. Usia pasien juga sangat menentukan survival rate dan prognosis dari penyakit ini. Radiasi diberikan dengan dosis per fraksi 2. . Surgery Langkah utama penatalaksanaan kondrosarkoma pembedahan karena kondrosarkoma kurang berespon terhadap terapi radiasi dan kemoterapi. bedah beku hingga amputasi radikal untuk lesi agresif grade tinggi. Efek samping ini dapat dikontrol dengan pemberian obat. lokasi dan grade dari tumor tersebut.5 Gy per hari dan total 50-55 Gy memberikan hasil bebas tumor sebanyak 25% 15 tahun setelah pengobatan. Pada kasus-kasus yang hanya menjalani operasi saja menunjukkan kekambuhan pada 85%. Pasien anak-anak memiliki mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dewasa. Lesi besar yang rekuren penatalaksanaan paling tepat adalah amputasi. Radioterapi diberikan apabila masih ada residu tumor. Terapi ini menggunakan obat anti kanker (cytotoxic) untuk menghancurkan sel-sel kanker. namun ini diperlukan jika kanker telah menyebar ke area tubuh lainnya. PROGNOSIS Prognosis untuk kondrosarkoma ini tergantung pada ukuran.Pasien dengan kondrosarkoma memerlukan terapi kombinasi pembedahan (surgery).

Sebaliknya apabila seluruh tumor diangkat. .Penanganan pada saat pembedahan sangat menentukan prognosis kondrosarkoma karena jika pengangkatan tumor tidak utuh maka rekurensi lokal bisa terjadi. prognosis kondrosarkoma lebih baik dibandingkan osteosarkoma. lebih dari 75% penderita dapat bertahan hidup. Walaupun bermetastasis. Rekurensi kondrosarkoma biasa terjadi 5–10 tahun setelah operasi dan tumor rekuren bersifat lebih agresif serta bergrade lebih tinggi dibanding tumor awalnya.

Di Amerika Serikat. pembengkakan. Prognosis untuk kondrosarkoma ini tergantung pada ukuran. massa yang teraba dan frekuensi miksi meningkat. Selain itu untuk membantu penegakkan diagnosis dapat menggunakan pemeriksaan radiologis. lokasi dan grade dari tumor tersebut. Adapun tanda klinis dari kondrosarkoma yaitu Nyeri. Pengobatan untuk kondrosarkoma yaitu pembedahan. kondrosarkoma merupakan tumor terbanyak kedua dari 400 jenis tulang ganas primer dengan jumlah kasus 25% dari seluruh keganasan tulang primer dan sekitar 11% dari seluruh keganasan tulang. kemoterapi dan radioterapi. CT-Scan dan pemeriksaan PA. .BAB III PENUTUP Kondrosarkoma ialah tumor ganas dengan ciri khas pembentukan jaringan tulang rawan oleh sel-sel tumor dan merupakan tumor ganas tulang primer terbanyak kedua setelah osteosarkoma. Etiologi kondrosarkoma masih belum diketahui secara pasti. Usia pasien juga sangat menentukan survival rate dan prognosis dari penyakit ini.

usu.wordpress. Diunduh dari http://id.com/2010/04/01/ tanggal 16 Oktober 2012 4.wordpress.com/2010/02/16/kondrosarkoma/ tanggal 16 Oktober 2012 2.blogspot.ac. Diunduh dari http://terpaksabuat. Diunduh dari : http://ocw.com/2012/05/kanker-tulang.DAFTAR PUSTAKA 1. Diunduh dari http://dokmud.scribd.id/course/download/128-PATOLOGI- ANATOMI/patologi_anatomi_slide_kondrosarkoma.pdf. Diunduh dari http://irianisinta.com/doc/43271139/10/Kondrosarkoma tanggal 16 Oktober 2012 3.%20Diakses%2014%20Desember %202010 tanggal 16 Oktober 2012 .html tanggal 16 Oktober 2012 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->