STANDARISASI NASIONAL PENDIDIKAN Oleh : Dermawati Purba A.

Pendahuluan Konsep mutu (kualitas) telah menjadi suatu kenyataan dan fenomena dalam seluruh aspek dan dinamika masyarakat global memasuki persaingan pasar bebas dewasa ini.Jika sebelumnya kualitas produk dan industri yang bergantung pada kepuasan pelanggan atau konsumen, maka kini dunia pendidikan pun mulai tertantang untuk menerapkan hal yang sama dalam menghasilkan kualitas lulusan yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.Bahwa organisasi pendidikan formal (sekolah dasar sampai perguruan tinggi) sebagai institusi yang bergerak di bidang pendidikan dan pengajaran kini mulai merasakan bahwa faktor mutu atau kualitas menjadi sangat menentukan tingkat partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap suatu lembaga pendidikan. Peserta didik, orang tua dan masyarakat adalah pelanggan yang bebas menentukan pilihan yang tepat terhadap institusi mana yang layak memberikan jaminan terhadap masa depan anak-anaknya.Artinya, kualitas layanan yang baik dalam bentuk sarana prasarana, birokrasi, kurikulum, kecakapan tenaga pengajar, kompetensi pimpinan dan karyawan sekolah, budaya serta lingkungan sekolah yang mendukung, akan memungkinkan suatu lembaga pendidikan dipercaya dan menjadi pilihan masyarakat. Pendidikan yang bermutu atau berkualitas tentu akan menghasilkan pendidikan yang baik sehingga dapat diharapkan mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berdampak positif baik bagi siswa sendiri, guru maupun masyarakat.Pendidikan system lama yaitu system bank harus diubah menjadi system yang seimbang, egaliter dan adil yaitu system yang memberikan peluang dan kebebasan kepada peserta didik untuk ikut serta menentukan arah dan program pendidikan.1 Pertanyaan yang kemudian timbul ialah, apakah pendidikan nasional Indonesia saat ini sudah saatnya distadarisasi ?Apakah pemberlakuan standarisasi dimaksud tidak mempertimbangkan aspek sumber daya manusia, letak geografisnya, sumber daya alamnya dan apakah sarana prasarana sekolah sudah memadai ? Jawabannya tidak gampang, karena

1

Abuddin Nata, Pemikiran Pendidikan Islam dan Barat, (Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada,

2012), h.265

seperti. studi kitab.3 Sasaran kualitas manajemen pendidikan adalah proses pencapaian tujuan dan fokusnya adalah kualitas pelayanan belajar yang berimplikasi pada kualitas lulusan. II (Jakarta: Nimas Multima. penulis ingin menguraikan jawabannya dengan makalah yang berjudul : Standar Nasional Pendidikan. kecakapan dan sebagainya. pada mata kuliah ini. Di sisi lain. E.kondisi pendidikan di Indonesia secara nasional sangat memprihatinkan dalam semua aspek.56 4 Syaiful Sagala. ia juga menggambarkan kepuasan yang diterima oleh masyarakat atas kualitas pelayanan pendidikan disebabkan masyarakat memperoleh keuntungan dan mamfaat atas kemampuan dan ketrampilan sebagai produk dari pendidikan yang di dalam hal ini sering disebut “mutu lulusan”. . 2000). afektif atau psikomotorik). dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta menciptakan suasana yang kondusif. Untuk menjawab hal-hal tersebut diatas. taraf atau derajat berupa . h. 38.52k 3 Sallis. kadar. Total quality Manajement in Education (Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan). sistim rekruitmen tenaga pendidik dan kependidikan.or. dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. standar nasional pendidikan dan BNSP.id/2006/index. (Yokyakarta : IRCISoD. bahan ajar (kognitif. pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang Bermutu Dalam konteks pendidikan pengertian mutu. 2005).php? menu=profile&pro=194 . Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. B.ditplb. sarana sekolah. Strategi Memenangkan Persaingan Mutu. kecerdasan. Kualitas pendidikan ini menggambarkan kepuasan para pendidik dalam melaksanakan tugas profesionalnya. alih bahasa : Riyadi dan Fahrurrozi.Sallis (2000) menjelaskan bahwa mutu atau kualitas adalah sesuatu yang memuaskan dan melampaui keinginan dan kebutuhan seseorang atau sekelompok orang. sistim studi lanjut. sistim ujian. metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru).2 Mutu atau kualitas adalah ukuran baik buruk suatu benda. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. cet. pentasihan dan pemberian ijazah. Mutu dalam konteks “hasil pendidikan” mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu. Dalam “proses pendidikan” yang bermutu terlibat berbagai input.4 Ada empat hal yang terkait dengan prinsip-prinsip 2 Umaedi. www. . kepandaian. karena ia mendapat perlakuan yang sesuai dengan bidang yang digelutinya.

karakter dan memiliki kematangan emosional. kurikulum. (i) prehatian harus ditekankan kepada proses dengan terus menerus mengumandangkan peningkatan mutu. 5 Onisimus Amtu. kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk. tenaga pendidik.pengelolaan kualitas total. Pada saat ini. (iv) sekolah harus menghasilkan siswa yang memiliki ilmu pengetahuan. Terjadi proses pendidikan yang Umaedi. sarana prasarana pendidikan. Manajemen Peningkatan. kepemimpinan dan sebagainya. proses dan tugas serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau konsumen. (iii) prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi bukan dengan pemaksaan aturan. (ii) kualitas/mutu harus ditentukan oleh pengguna jasa sekolah. karena memiliki rangkaian yang saling berhubungan mulai dari input. manusia/tenaga kerja.Mutu yang baik selalu menjadi dambaan setiap orang. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa pendidikan akan kondusif bila berhubungan dengan lembaga pendidikan menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan.Komponen dan variable yang menentukan terwujudnya mutu pendidikan yang baik secara umum masih dikaitkan dengan system. yaitu. sikap arif bijaksana. masyarakat yang terlibat langsung yaitu masyarakat yang berada pada wadah organisasi Komite Sekolah. (Bandung : Alfabeta. dapat dikatakan bahwa komponen-komponen yang dapat menjadikan pendidikan bermutu terdiri dari beberapa komponen.Mutu pendidikan pada dasarnya terdiri atas berbagai indicator dan komponen yang saling berkaitan. Mutu pendidikan dan sekolah tertuju juga pada mutu lulusan. 2011). dan telah menjadi bagian dari sistem pendidikan. peserta didik (siswa). h. proses belajar mengajar. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. dalam kaitan ini yang dimaksudkan dengan masyarakat adalah masyarakat yang secara langsung terlibat dalam sistem penyelenggaraan pendidikan.6 Berdasarkan pendapat di atas. salah satunya partisipasi masyarakat. jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. budaya organisasi. Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah-Konsep. Strategi dan Implementasi. lingkungan belajar. terlebih pada bidang pendidikan. h.138 6 5 . anggaran. Merupakan sesuatu yang mustahil. Mutu pendidikan tidak diukur hanya berdasarkan hasil ujian atau test peserta didik. ketrampilan.5 Garvin dan Davis (1994). output dan outcome.

konselor. guru dan dosen menjadi instrument yang sangat berperan penting dalam proses pembelajaran. Mutu pendidikan bersifat menyeluruh. satu komponen atau satu kegiatan yang bermutu. namun tidak disangkal bahwa guru atau dosen adalah sosok yang menentukan suatu keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai hanya dengan .bermutu jika didukung oleh beberapa faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu. adalah harus didukung oleh personalia. h. media serta sumber belajar yang memadai.Sekalipun kini tersedia berbagai media pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat belajar sendiri. Hal tersebut didukung pula oleh sarana dan prasarana pendidikan. seperti admistrator. Ayi Novi Jami’at. baik mutu maupun jumlahnya dan biaya yang mencukupi. guru. 7 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI. Setiap perkataan atau ucapan yang keluar dari mulut guru atau dosen bagi peserta didik adalah pengetahuan. sebagai tanda bahwa peserta didik yang bersangkutan telah lulus dari satuan pendidikan. Ahman. Pentahsihan dan Pemberian Ijazah Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2011 dinyatakan bahwa criteria kelulusan siswa dari setiap satuan pendidikan diberikan Ijazah sebagai tanda pentahsihan kelulusan siswa yang bersangkutan. atau disebut mutu total atau total quality.Setiap tindakannya adalah keteladanan dan ketekunan dan penampilannya yang bersahaja dalam menjalankan tugas adalah pelajaran berharga bagi anak didiknya dan masyarakat sekitarnya mengenai panggilan kemanusiaan yang diembannya. h.77 C. menyangkut semua komponen pelaksana. D.Tugasnya bukan hanya sekedar memberikan ilmu namun juga memberikan Nana Syaodih Sukmadinata. Sistem Ujian Dalam proses pendidikan.Pencapaian kompetensi akhir peserta didik dinyatakan dalam dokumen ijazah dan atau sertifikat kompetensi. dan tata usaha yang bermutu dan profesional. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Bandung: Refika Aditama. 7. 206.Ijazah tersebut diterbitkan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah serta satuan pendidikan tinggi. dan kegiatan pendidikan. 2006). Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan. 18 18 adalah sesuatu yang tidak mungkin. manajemen yang tepat serta lingkungan yang mendukung.

Penilaian kognitif tidaklah menjadi standar kelulusan siswa namun harus juga termasuk psikomotorik dan afektif siswa atau dengan kata lain sebenarnya dalam hal system ujian ini harus di rubah menjadi hak wewenang sekolah yang bersangkutan.201 . (Bandung : CV. 2007). Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan.penilaian atau memberikan ujian sudah sampai dimana kemampuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.Hal ini dimaksusdkan agar tenaga pendidik yang ditempatkan benar-benar mampu menguasai bidangnya.Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada bagian Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dinyatakan bahwa criteria pendidikan termasuk pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental.8 Penilaian yang dilaksanakan guru atau dosen nampaknya tidak sejalan dengan pemerintah.Standar ini disusun oleh dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Sistem ujian ini harus dikembalikan ke sekolah masing-masing agar kelulusan siswa benar-benar diperhatikan seluruh aspeknya. pemerintah hanya menilai pada hasil ujian nasional. serta pendidikan dalam jabatan. h. pendidik dan tenaga pendidikan.Padahal mata pelajaran yang diujikan hanya beberapa mata pelajaran saja sudah menjadi penentu kelulusan siswa padahal sesungguhnya dalam hal pelulusan siswa tidaklah demikian.9 E. 2006). sementara proses yang dijalani seorang siswa selama tiga tahun sama sekali tidak dijadikan sebagai indicator yang menentukan keberhasilannya. 43 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI. sekurang-kuranya meliputi tingkat kehadiran peserta didik. (Jakarta : PT.Wacana Prima.Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik minimal Strata satu (S1) tidak boleh lagi yang tidak strata satu mengajar di 8 9 Lukmanul Hakim. h. Sistem Rekrukmen Tenaga Pendidik dan Kependidikan Perekrutan Tenaga Pendidik dan Tenaga kependidikan harus melalui uji kelayakan dari semua aspek termasuk kwalifikasi pendidikan. Sistem ujian atau evaluasi di dalan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada BAB XII pasal 79 dijelaskan bahwa evaluasi dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir semester. Perencanaan Pembelajaran. di mana pemerintah melaksanakan ujian desentralisasi yakni Ujian Nasional atau UN.Pustaka Amani. hasil belajar peserta didik.Mutu dan kompetensi siswa.

42. Promosi dan mutasi 5.Visi. h. namun tetap dalam kondisi menyenangkan. tujuan. Tahapan awal menjadi prasyarat bagi tahapan kedua. 12 Mujamil Qomar.11 Tenaga kependidikan mencakup tujuh komponen. F. Perencanaa pegawai 2. 130. (Jakarta: Erlangga. Penilaian pegawai. Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah-Konsep. . 2007). yaitu: 1. yaitu suatu cara pandang yang mendasari berbagai komponen pendidikan. h. h. Kompensasi 7.12 Tujuh komponen ini dilaksanakan secara tertib. kompetensi profesionalisme dan kompetensi social.245 11 E. Pengadaan pegawai 3.10 E. Kualifikasi akademik untuk tenaga pendidik khusunya harus memiliki tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah/Sertifikat keahlian yang relevan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. sehat jasmani dan rohani.Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi pedagogic. (Bandung: PT. 2002). Sistem Studi Lanjut Dewasa ini tengah terjadi perubahan paradigma dalam bidang pendidikan. Mulyasa mengatakan bahwa tenaga kependidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien guna mencapai hasil optimal. Pembinaan dan pengembangan pegawai 4. Mulyasa. dan Implementasi. sedang tahapan kedua menjadi prasayarat bagi tahapan ketiga dan begitu selanjutnya. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep. kompetensi kepribadian. misi. waiRemaja Rosdakarya. 10 Onisimus Amtu. urut.semua tingkatan dan memiliki Akta empat atau akta mengajar dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. dan berkesinambungan sehingga harus melalui tahapan-tahapan yang sudah ditentukan. Manajemen Pendidikan Islam. Strategi dan Implementasi. Strategi. Pemberhentian pegawai 6.

progresif. Perubahan tata penyelenggaraan pemerintahan yang semula sentralistik berganti menjadi desentralisasi dan otonomi. akademisi dan pemerhati pendidikan.Sistem studi lanjut ini diarahkan pada upaya melaksanakan dan menjadikan bagi dirinya bangsa dan Negara.Jadi pendidikan tidak lagi menjadi alat kekuasaan tetapi menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.AR. percaya diri. informal dan non formal. memiliki bekal pengetahuan canggih serta memiliki daya tahan mental spiritual yang tangguh. peran dan fungsi seorang guru.Standarisasi dimaknai sebagai penentuan standar/criteria minimal terhadap layak tidaknya unsure-unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan.kurikulum. h. Membenahi Pendidikan Nasional. 86 . inovatif. pengelolaan dan berbagai komponen pendidikan lainnya. h. setidaknya menggambarkan optimisme Pemerintah dengan DPR untuk mendongkrak mutu pendidikan nasional sehingga diharapkan tidak tertinggal jauh di bandingkan dengan Negara-negara maju lainnya khususnya di Asia Tenggara.Perubahan konsep ini pada gilirannya mengubah system pendidikan secara nasional. saat ini tengah terjadi perubahan yakni system studi lanjut. mandiri. karakteristik dan keunggulan yang dimiliki masing-masing daerah. 97 Tilaar. (Semarang : RaSail. H. baik pada tataran formal. 2002). Dinamika Pendidikan Islam. namun sudah diarahkan kepada memfungsikan pendidikan sebagai pranata social yang unggul dan terdepan sesuai dengan visi masing-masing sekolah. (Jakarta : Rineka Cipta. 2010). G. Standar Nasional Pendidikan Perdebatan seputar perlu-tidaknya pendidikan di Indonesia distandardisasi seperti yang berlaku di Negara-negara maju Pendidikan.Lahirnya undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang mengganti undang-undang nomor 2 tahun 1989 telah membawa angin segar bagi bangsa Indonesia untuk menata ulang proses penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan potensi.Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kreatif.13 Pendidikan dewasa ini bukan hanya sekedar mengejar target. mendapat pro kontra baik dari masyarakat.14 pendidikan sebagai kebutuhan serta sarana untuk memberdayakan manusia agar menjadi orang yang berguna 13 14 Djamaluddin Darwis. praktisi.Penetapan standar sebagaimana dimaksudkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003. proses belajar mengajar.

Artinya. pengetahuan dan ketrampilan. Standar Sarana dan Prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar.Standar ini diatur dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006.Standar ini diatur dalam Permendiknas Nomor 23 tahun 2006. 6. tempat 15 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI. 5. birokrat dan penyelenggara pendidikan untuk menggunakan standarisasi dalam proses. maka Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 menetapkan standar nasional pendidikan yang dapat dijadikan sebagai pedoman yang mengarahkan setiap praktisi. Standar Nasional Pendidikan adalah criteria minimal tentang system pendidikan di seluruh wilayah hokum Nagara Kesatuan Republik Indonesia.Standar ini diatur dalam Permendiknas Nomor 27 tahun 2008. trampil. (Jakarta : PT. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemempuan lulusan yang mencakup sikap. tempat berolahraga.Dalam pasal 1 ayat 1 dan ayat 4 s/d 11 disebutkan 15: 1. Standar Pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. kompetensi mata pelajaran. kreatif. kompetensi bahan kajian. 2. dan sillabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai satandar kompetensi lulusan. penyelenggaraan dan hasil pendidikan dari semua jenjang dan satuan pendidikan. 4. Sebagai tindaklanjut dari ditetapkannya Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). h. 3. unggul. manusia membutuhkan pendidikan sebagai sarana untuk memberdayakan potensi sumber daya yang ada dalam dirinya untuk berkembang secara dinamis menuju suatu format kepribadian yang cerdas.Pustaka Amani. bertanggung jawab dan berakhlaq mulia.Secara konseptual adalah instrument social yang memungkinkan memanusiakan manusia. 2006). Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan.Standar ini diatur dalam Permendiknas Nomor 41 tahun 2007. Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituanglkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan.213 .

Standar ini diatur dalam Permendiknas Nomor 24 tahun 2007.16 Sebagai manifestasi dari perlakuan undang-undang nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005. tempat bermain. Provinsi atau Nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan. perpustakaan. bengkel kerja.beribadah. tempat berkreasi dan berekreasi. 7. Departemen Agama RI. laboratorium. maka operasionalisasi ketentuan mengenai komponen-komponen pendidikan yang memerlukan standarisasi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasioanal. Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.Standar ini diatur dalam PP Nomor 48 tahun 2008. 8. pada dasarnya adalah lembaga penjamin mutu kompetensi tenaga kerja dalam rangka peningkatan daya saing nasional. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Dalam kaitan dengan bidang ketenagakerjaan. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. h. kualitas sumber daya manusia tercermin dari kompetensi kerja dan profesionalisme tenaga kerja. Kabupaten/Kota. 9.Standar ini dikembangkan BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2007. pelaksanaan. I. Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai lembaga pelaksana uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi kerja. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kualitas sumber daya manusia adalah kunci keberhasilan pembangunan bangsa dan negara. Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Apa dan Siapa BNSP 16 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. serta sumber belajar lain yang di perlukan untuk menunjang proses pembelajaran termasuk penggunaan tekhnologi informasi dan komunikasi.Standar ini diatur dalam Permendiknas Nomor 19 tahun 2007.214 .

198 . Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan.Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dibentuk berdasarkan Peraturan Nomor 23 tahun 2004 atas perintah UU Nomor 13 tahun 2003. Menteri Pendidikan Nasional. h. pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi. BNSP bertugas menyelenggarakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja. yaitu pengembangan standar kompetensi nasional. serta pengembangan sistem dan kelembagaan sertifikasi kompetensi yang independen. Dalam pengembangan SDM berbasis kompetensi ada tiga pilar utama yang harus dibangun secara sinejik. Meningkatkan rekognisi dan daya saing tenaga kerja Indonesia di dalam maupun di luar negeri. BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden. Visi dan Misi BNSP Visi Menjadi lembaga otoritas sertifikasi profesi yang independen dan terpercaya dalam menjamin kompetensi tenaga kerja di dalam maupun luar negeri. Misi • • Mengembangkan sistem sertifikasi kompetensi profesi yang terperaya. Menteri Industri dan Perdagangan serta Ketua Umum Kadin Indonesia pada bulan Mei 2000.17 Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pembangunan sistem kelembagaan paradigma baru pengembangan SDM berbasis kompetensi. • 17 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI. tentang Ketenagakerjaan. Pembentukan BNSP dimulai dariSKB Menteri Tenaga Kerja. Membangun kerjasama saling pengakuan sertifikasi kompetensi secara internasional. Dalam melaksanakan tugasnya BNSP dapat mendelegasikan pelaksanaan uji coba kompetensi dan sertifkasi kompetensi profesi tersebut kepada Lembaga Uji Kompetensi (LSP) melalui lisensi.

Kerjasama Kelembagaan BNSP menjalin kerjasama kelembagaan yang erat dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Keanggotaan dan Organisasi BNSP Kepengurusan BNSP terdiri dari Ketua merangkap anggota dan Anggota yang terdiri dari unsur masyarakat dan unsur pemerintah.M. Drs. Tjepy F. Untuk melaksanakan tugas tersebut BNSP melaksanakan fungsi : • • • • • Verifikasi standar kompetensi. Handito Hadi Joewono. S. Lembaga Pelatihan Profesi serta Lembaga sejenis dan pembina kelembagaan.B. Sumarna Fathulbari Abdurahman (Wakil Ketua) Agus Sutarno. Pengembangan sistem dan manajemen mutu. Parlagutan Silitonga. Dasril Yadir.Sc (Ketua) Ir.Tugas dan Fungsi BNSP BNSP memiliki tugas melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja bagi tenaga kerja. Kerjasama kelembagaan dan promosi.MNsc. Pengaturan dan pengendalian pelaksanaan sertifikasi kompetensi.Ir. Mereka mewakili berbagai sektor ekonomi dan berbagai bidang profesi. SH. DR. M. . Anggota BNSP adalah • • • • • • • • • Dr. Endang Irwansyah. Asosiasi Profesi. Pemberian lisensi. Drs. DR. SE.A. MM.SKp.Aloewie.Djoko Darwanto Gitokarsono. Johnny Hadisoeryo.Pd.

Budi Santoso Martono. Dunia pendidikan terus menata diri seiring dengan demokrasisasi pendidikan yang mengusung konsep penerapan pengelolaan pendidikan yang berfokus pada otonomi dan independensi .Soeryadi.M. S. MSi. Dan sebagai ujung tombak yang mengemban amanat undang-undang dasar 1945 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. seperti roda pedati yang terus berlaju mengejar arah yang dituju. Drs.ST. M. M. S. Dr. Thomas Darmawan Tjokronegoro.Wahab Achmad. Ir. A. MSc.H Ir. MBA. Drs. M. Ronald Hutapea. Surono M.K. Sjarifudin Hattap. Rachmad Sudjali.B.• • • • • • • • • • • • Drs. Suherman Ahmad.Par Ir. Sugiyanto. Tetty Desiarti Soemarsono. Ir. J. Drs. Drs.A Ir.Phil. Penutup Sesungguhnya pencarian format dan konsep yang mengarah kepada peningkatan mutu bagi dunia pendidikan kita terus berlanjut tanpa henti. Ir. PhD.Muslich. R. SH.

Sejak diterapkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional maka Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dapat dijadikan sebagai pedoman yang mengarahkan setiap praktisi. efisiensi dan pemerataan pendidikan. Total quality Manajement in Education (Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan). II (Jakarta: Nimas Multima. dosen. DAFTAR PUSTAKA Abuddin Nata. konselor. cet.Raja Grafindo Persada. alih bahasa : Riyadi dan Fahrurrozi. instruktur. 2012). penggunaan istilah “ tenaga kependidikan “ adalah anggota penyelenggara pendidikan.dalam penentuan keputusan dan kebijakan local dalam rangka meningkatkan mutu. Jakarta : Persada Nusantara. 2000) Syaiful Sagala. Dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. widyaiswara. pamong belajar. Pemikiran Pendidikan Islam dan Barat. Umaedi. Strategi Memenangkan Persaingan Mutu. birokrasi dan penyelenggara pendidikan untuk menggunakan standarisasi dalam proses. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. 2005) . (Jakarta : PT. (Yokyakarta : IRCISoD.Selanjutnya istilah “ pendidik” adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. tutor. Sallis. 2007. penyelenggaraan dan hasil pendidikan dari semua jenjang satuan pendidikan. fasilitator dan sebutan lainnya serta yang berpartisipasi dalam penyelenggraan pendidikan. E.

Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Bandung: Refika Aditama. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI. 2011) Nana Syaodih Sukmadinata. Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah-Konsep. dan Implementasi. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep. 2007) Djamaluddin Darwis.AR. E. Dinamika Pendidikan Islam. Ahman. PT. Ayi Novi Jami’at. (Semarang : RaSail. Mulyasa. (Bandung : Alfabeta. (Jakarta : Rineka Cipta. 2006) Lukmanul Hakim. 2002). Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan. (Jakarta : PT. waiRemaja Rosdakarya.Onisimus Amtu. Manajemen Pendidikan Islam.Pustaka . Strategi. 2002). 2007) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI. (Jakarta: Erlangga. Perencanaan Pembelajaran. Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Amani. (Bandung: PT. H. 2006). Membenahi Pendidikan Nasional.Wacana Prima. (Jakarta : Amani. Mujamil Qomar. Strategi dan Implementasi. 2010) Tilaar. (Bandung : CV. 2006).Pustaka Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful