Manusia diciptakan Allah Swt.

Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayatayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17, Ash-Shaffat 11, Al-Mukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr 28, dan Al-Hajj 5. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapantahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, umumnya dipahami secara lahiriah. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa , maka segala sesuatu dapat terjadi. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah, karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja. Oleh karena itu bahan-bahan pembentuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran , hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untuk kemudian bereaksi kimiawi. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud

jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dan tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. ahli-ahli kimia. maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. dan lain-lainnya perlu dilibatkan. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup. bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. yang biasanya dihubungkan dengan .adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). dinyatakan dalam al-baqarah 30. Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. dapat juga berarti suatu proses. Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar . Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ). yaitu maryam. Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet. diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. biologi. Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. Status manusia sebagai khalifah .

Nafs (al-Baqarah 48. karena subyektif. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. suka membantah ( al-kahfi 54 ). Aqal adalah daya fakir. maka luruskanlah saya”. al-Mulk 10 dan lain-lain). Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama. AlAra’f 179. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. al-Anfal 22. tetapi apabila saya menyimpang . suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. As-Sajadah 9. Aqal ( al-Baqarah 76. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. Ali Imran 185 dan lainlain ) . Nafs adalah jiwa . Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. Ruh adalah daya hidup. sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah. Ruh (al-Hijr 29.jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsur sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. Shad : 34 ). maka ikutilah saya. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. Jika demikian pengertian khalifah. Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ). Shaffat 84 dan lain-lain ). Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau . kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. tetapi ia khalifah pertama. kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. suka berkeluh kesah ( alMa’arif 19 ). Dalam ayat tersebut. Jasad adalah bentuk lahiriah manusia.dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. dan Qolb adalah daya rasa. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Hal itu semua merupakan produk dari nafs . dan Qolb ( Ali Imran 159. Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam.

Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. . dilaut. Disamping itu. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainnya. Ayat berserak. berkembang menjadi mudgah. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. mungkinkah penemuan baru itu dilakukan oleh ulama islam? Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. alaqah. saripati makanan. jika ada penemuan baru. Dengan demikian. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. manusia diberi akal dan hati. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. ditiupkannya ruh. berupa al-Quran menurut sunah rasul. tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Namun demikian. maupun diudara. kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil. Kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. Misalnya. Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. baik didarat. Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70.akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. Al-An’am : 165 ). Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama.

Islam yang yang Karena secara agung dan kata luhur. Kedamaian akan hadir. Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. Dalam manusia wacana tidak agama dapat sering dilihat dikatakan dari berbagai keberagamaan normativitas melainkan juga dilihat dari historisitas. jika manuia itu sendiri menggunakan dorongan (drive) kearah bagaimana memanusiakan Tuhan manusia manusia bukan memposisikan tapi juga tidak berjalan dirinya sebagai namun makhluk jika ciptaaan yang unik. sebuah “salima” kedamaian dalam manusia atau dan sifatnya fitrah. Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). manusia tidak bermartabat lagi. berakar hadir kedamaian pada diri dan saja nafsu yang mengikat dan manusia. dia hadir sering tiupan ruh dalam janin manusia dan begitu manusia lahir dalam bentuk “manusia” punya mata. Pembahasan. studi hanya Inilah yang sering dikatakan bahwa sudut sebagai fenomena pandang sudut lahirnya keberagamanaan seorang manusia yang akan berbeda satu dengan lainnya. tidak dapat itu perbedaan aspek sebagai relevansi. maka janji Tuhan adzab dan kehinaan akan datang. . keadilan. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). sempurna. telinga. sebaliknya mengikuti seiring fitrah. tangan. lingkungan dimana manusia itu dilahirkan. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). kaki dan anggota tubuh lainnya sangat tergantung pada wilayah. Konsep manusia Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : . Islam merupakan salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusia atau hubungan ada semua diartikan diri personal. begitu yang pun nasrani dan lain sebagainya. satu interpersonal dan masyarakat sama lain. Anak yang dilahirkan dalam keluarga dan lingkungan muslim sudah barang tentu secara akidah akan mempunyai persepsi ketuhanan (iman) yang sama. tempat.Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. Fitrah kemanusiaan yang merupakan pemberian Tuhan (Given) memang tidak dapat ditawar.

Teori ini sebenarnya merupakan kata lain untuk menanamkan pandangan pencipta dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya. dibentuk dan ditiupkan ruh kedalamnya.• Pertama yaitu Teori Evolusi. Seperti yang dikemukakan oleh FransDahler. dan kemudian menjadi makhluk hidup”. binatang. Dalam Ajaran Kristen dijumpai kisah kejadian manusia dalam surat Kejadian 1-11 dan 12-50 tentang kisah oleh Martinus dalam “ Bagaimana Agama Kristen Memandang teori Darwin “. . • Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. Dalam ajaran Islam terbentuk opini dan tidak berlebihan jika dikatakan sebagai keyakinan. dan manusia selama ribuan atau jutaan tahun yang benar-benar mengalami mutasi (perubahan) yang tidak sedikit. bahwa manusia dan juga alam semesta tercipta secara cepat oleh Kuasa Allah.B de Lamarck yang menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh – tumbuhan menuju binatang dan dari binatang menuju manusia. • Kedua yaitu Teori Revolusi Teori revolusi ini merupakan perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada.Keyakinan tersebut merupakan hasil interpretasi dari ayat – ayat Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tetntang kejadian Adam yaitu “ Adam adalah suatu makhluk yang diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai jenis yang kemudian dicampur dengan air. Teori ini merupakan perubahan atau perkembangan secara berlahan – lahan dari tidak sempurna menjadi perubahan yang sempurna. Teori ini adalah gabungan pemikiran dari pihak-pihak agama yang berlandaskan dengan alasan-alasan serta pembuktian dari pihak sarjana penganut teori evolusi. yang mengakui bahwa tumbuh-tumbahan. Pandangan ini gabungan pemikiran dari umat manusia yang berbeda keyakinan yaitu umat Kristen dan umat Islam tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan keMaha Kuasaan Tuhan.serta Yasin ayat 82 yang berbunyi kun fayakun dengan arti “ jadilah maka terjadilah dia ”. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana Perancis J.

Menurut Al-Syaibani manusia dikelompokkan menjadi delapan definisi. Manusia Dalam pandangan islam Dalam pandangan Islam. menegakkan ‘tujuan’ Keberadaannya hadaf Perhatikanlah ayat-ayat Qur`aniah di bawah ini. 4. dan taqwa (asy-Syams: 8). Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia dimuka bumi 2. Selain itu. Insan manusia sebagai makhluk sosial yang berbahasa. Insan yang mempunyai tiga dimensi yaitu badan. kecenderungan. Syahirul Alim cendekiawan Muslim ahli kimia menyatakan bahwa kita sebagai manusia harus merasa terhormat kalau diciptakan dari keturunan kera karena secara kimia molekul-molekul kera jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tanah. 7. 3. karena tanah molekulnya lebih rendah keteraturannya. Manusia mempunyai motivasi. Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri dan sifat-sifat insaniah. dan kebutuhan permulaan baik yang diwarisi maupun yang diperoleh dalam proses sosialisasi. faqir seperti dha’if ‘lemah’ atau (al-Israa’: (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). dan ruh 5. Ia membawa amanah ilahiah yang harus diimplementasikan memiliki untuk arti huru-hara dalam dan kehidupan yaitu tanpa nyata. 72). jahula ‘bodoh’ (al-Ahzab: ‘sangat fujur ‘ketergantungan nikmat’ (Faathir: 15).Menurut RHA. mukalaf. manusia juga diciptakan untuk mengaplikasikan beban-beban ilahiah yang mengandung maslahat dalam kehidupannya. Manusia sebagai khalifah dimuka bumi.antara lain : 1. mukaram. yaitu faktor warisan dan lingkungan. 6. Keberadaannya khilafah. kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). syukur 28). yang di berarti. Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya. akal. alam mayapada tidaklah yang hakiki. dan mujizat. mukhaiyar. Insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua factor. . manusia didefinisikan sebagai makhluk.

merenungkannya. Dengan akal para dengan yang rasul. mampu yang ia memutuskan yang memilah tertuang sesuatu benar. Allah yaitu dengan keistimewaan yang dimilikinya. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. dan memilihnya. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. ahsanu seperti akal yang mampu menangkap sinyal-sinyal kebenaran. hatinya. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. bumi dan gununggunung. SWT telah menciptakan manusia dengan taqwim. kebenaran. dan besar Robbnya diharapkan melahirkan tindakan-tindakan sehingga tetap mempertahankan gelar kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya seperti ahsanu taqwim. Dengan karya-karya iradah manusia ia dan diharapkan dan dengan keindahan mampu raganya. dan dalam yang pro-aktif memilih risalah sesuai untuk ia nilai-nilai kebaikan.” (adz-Dzariyat: 56) “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit.” (al-Ahzab: 72) Manusia adalah makhluk pilihan dan makkhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dari makhluk-makhluk kemudian yang lainnya. rabbaniun dan yang lainnya. dengan sederet sifat-sifat kemuliaan dan sifat-sifat insaniah yang berkaitan dengan keterbatasan dan kekurangan.” (al-Baqarah: 30) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Maka. dimilikinya.“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. ulul albab. Allah SWT membebankan misi-misi khusus . dan telah menundukkan seluruh alam baginya agar ia mampu memelihara dan memakmurkan serta melestarikan kelangsungan hidup yang ada di alam ini.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

A. dan misi operasional. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. 1. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (al-Ankabuut: 45). serta setiap detak jantung dan keinginan hatinya harus seirama dengan alunan-alunan kehendak-Nya. dan ibadah-ibadah lain yang bertujuan untuk . maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada di balik ibadahnya. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah ditentukan. Karena. Maka. Misi Utama Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. yaitu beribadah kepada Allah SWT. Semakin mantap langkahnya dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. ‘aun dan seperti nilai bagi filosofis benteng yang kokoh ada untuk dalam ibadah lautan (pertolongan) sebagai manusia dalam mengarungi kehidupan (al-Baqarah:153). dalam setiap ibadah yang telah diwajibkan oleh Islam shalat. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”.Misi Manusia Manusia di dalam hidup ini memiliki tiga misi khusus: misi utama. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. menghindari. menghadang. Oleh karena itu. Setiap desah nafasnya harus selaras dengan kebijakan-kebijakan ilahiah.kepada manusia untuk menguji dan mengetahui siapa yang jujur dalam beriman dan dusta dalam beragama. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan.” (al-Ankabuut: 2-3). ia harus benar-benar mampu menjabarkan kehendak-kehendak ilahiah dalam setiap misi dan risalah yang diembannya. memuat yaitu nilai sebagai filosofis. misi fungsional.

al-An’aam: 26. dalam bingkai misi utama ini. banyak di antara mereka yang berpaling dari ajaran-ajaran suci yang didakwahkan kepada mereka. sunnah-sunnah Akal sehatnya yang telah digariskan.” (Faathiir: 32) • Sabiqun bil khairat Hamba Allah SWT yang termasuk dalam kategori ini adalah hamba yang tidak hanya puas melakukan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh-Nya. oleh nafsu kekuatan taqwa (jiwa dan yang Kekuatan taqwa didorong mutmainnah dalam realitas dalam dunia menterjemahkan kehendak ilahiah untuk dan masuk kehidupan. kegelapan. dan nilai bahasa yang sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. muqtashidun. menjauhi hal-hal yang menerawang . dan al-Baqarah: 91). dzalimun linafsihi. manusia Maka. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Namun. Hal ini dan kekuatan fujur yang di dominasi oleh nasfu ammarah (nafsu angkara murka) memerintahkan bil khairat. manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga. Hal ini bisa terjadi pada manusia karena dalam dirinya ada dua kekuatan yang sangat dominan kekuatan tenang) yang yaitu mempengaruhi fujur. namun ia terus berlomba dan dan berpacu untuk mengaplikasikan dimakruhkan. untuk senantiasa sabiqun selalu setiap pikiran dan perbuatannya. apabila ia manusia akan mampu serta menangkap sinyal-sinyal dalam Gerbang mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. kemudian perbuatan. “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Bahkan. filosofis lisan dan maupun Maka.melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). tidak semua manusia di dunia ini mengikuti perintah dan merespon risalah yang di bawa oleh para Rasul. Ada juga yang secara terang-terangan mengingkari dan memusuhinya (an-Nahl: 36. dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut.

tidak pernah terlintas ruh kompetitif dalam memperluas wilayah iman ke wilayah ibadah yang lebih jauh lagi. konspirasi Di sini. dan kepasrahan kepada Allah SWT.jauh ke depan untuk menggagas Hati sucinya menerima Inilah nilai-nilai Islam. dalam diri seorang hamba ada yang dalam mempengaruhinya. pengagungan. syahwat adalah sehingga sedangkan hatinya durhaka parah. Bahkan. mengekor nafsu angkara murka. “Mengikuti al-Mawardy) Apabila manusia mengikuti libido. • Muqtashidun Hamba Allah yang masuk dalam kategori ini adalah manusia muslim yang puas ketika mampu mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. maka ia akan keluar dari poros yang telah digariskan oleh Allah SWT. ini. Dalam benaknya. • Dzalimun linafsihi Hamba yang termasuk dalam kelompok ini adalah yang masih mencampuradukkan antara hak dan batil. kekuatan dominan. Abu al-Hasan Ali ‘sebaik-baik makhluk’ dan ahsanu taqwim ke gelar baru. ia akan melakukan kebenaran. yaitu syarrul barriah . Ia akan mencampakkan dan mensia-siakan amanah yang agung. dua Selain kekuatan dan ia mengamalkan perintah-perintah tergantung nampaknya Allah SWT. Hamba yang hatinya senantiasa dihiasi ketundukan. dengan cahaya pilihan-pilihan bashirah. kelompok penyakit. bersama manusia thogut-thogut akan bergeser untuk dari memberangus gelar khairul nilai-nilai barriah kekuatan syahwat adalah mendominasi kehidupannya. cinta. dan menjadi budak syahwatnya. Imannya hanya bisa menjadi benteng dari hal-hal yang diharamkan dan belum mampu membentengi hal-hal yang dimakruhkan. ia mana sakit kepadanya juga yang masih lebih yang obat sering berkubang dalam kubangan lumpur dosa. yaitu wilayah sunnah. hamba karya-karya besar dan langkah-langkah akal selalu selama melihat tidak bertentangan dengan yang kehidupan positif. mujarab dab terapi yang manjur” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya. Jadi.

‘seburuk-buruk al-an’aam berfikir. dan Karena. dan hawa nafsu adalah musuh yang ditaati. ‘kekuasan’. manusia-manusia yang memiliki hati. maka ia akan selalu menciptakan permusuhan. keonaran.”Sebagian ahli hikmah yang lain berkata. adalah dan bisu dungu. “Akal merupakan teman setia. kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah. Misi Fungsional Selain misi utama yang harus diemban manusia. maka ia akan mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya. Ia senantiasa melakukan makar.“Hawa nafsu adalah raja yang bengis dan penguasa yang lalim. bahaimiah ternak’. Adapun ketika jiwa manusia terbelenggu oleh syahwat syaithaniah dan bahaimiah. Manusia harus membuang jauh bahasa khianat dari kamus kehidupannya. al-A’raaf: 179. mata dan telinga. numun ia tidak pernah tidak pernah melihat kebenaran. “Ada dua masalah yang saya takutkn menimpa kamu. meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh Islam. kebenaran. ternak’. ayat-ayat sebuah dari 60. Kedua. adu domba. Khianat syahwat lahir dari rahim maupun syahwat. berkata. batu. ia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah. Qur`aniah komunitas nilai-nilai makhluk’. Inilah ‘binatang berdiri. ‘tempat dan yang kayu paling yang rendah’. Pertama. dan dari Islam Kauniah dengan tiga yang 6-7. mengikuti menjadi hawa tembok nafsu.” Sebagian ahli hikmah berkata. banyak menghayal.” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya) B. dan al-Baqarah:74) Ali bin Abu Thalib ra. buta. Ibnu Qaiyim al-Jauziah) Ketika jiwa manusia di kuasai oleh syahwat mulkiah. dan konspirasi politik untuk menjegal lawannya (al-Anfal: 26-27 dan Shaad: 26). manusia-manusia (al-Bayyinah: dan tidak pernah mendengar faktor tersebut. syahwat baik syahwat mulkiah ‘binatang syaithaniah. dan . tipuan-tipuan.(al-Jawab al-Kaafi. al-Maidaah: al-Munaafiquun: 4. yang dan pertama yang akan kedua penghalang antara dirinya mengakibatkan lupa akan akhirat. asfalus kera. Manusia tidak mampu memikul misi ini. saafilin babi. Mereka tuli.

Hanya dengan nafsu muthmainnahlah. sanggup membumikan Inilah mengaplikasikan simbol-simbol kehidupan.Misi Operasional Manusia diciptakan di bumi ini—selain untuk beribadah dan sebagai khalifah. Kerusakan di dunia. Kedua yaitu Teori Revolusi Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. Ia bersenang-senang di atas penderitaan rakyat dan tak pernah berhenti mengeruk kekayaan rakyat. Benar. sebenarnya hakikat risalah insan di muka bumi ini Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : • • • Pertama yaitu Teori Evolusi. .menjadi rakus serta tamak akan harta. Manusia yang memiliki sifat-sifat luhur sebagaimana disebutkan di bawah ini. dan di antara ilahi awan dalam jahiliah realitas modern. semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk bebas karena itu. (ar-Ruum: tetapi namun 41). diperbudak hawa nafsu sehingga tidak mampu menegakkan tonggak misi-misinya. Tidak ada sorot mata persahabatan dan sentuhan kasih dalam dirinya. Syukur (Luqman: 31) Sabar (Ibrahim: 5) Mempunyai belas kasih (atTaubah: 128)Santun (at-Taubah: 114)Taubat (Huud: 75) Jujur (Maryam: 54) Terpercaya (al-A’raaf: 18) Maka. manusia akan sanggup bertahan mengibarkan panji-panji seruan-seruan kekhilafahan langit. manusia merekonstruksi peradaban kembali. C. maupun di lautan bukan karena binatang ternak yang tidak tahu apa-apa. pengelola manusia-manusia yang ideal. manusia yang sadar akan misi sucinya harus mampu mengendalikan nafsu dan menjadikannya sebagai tawanan akal sehatnya dan tidak sebaliknya. juga harus bisa bermain cantik untuk memakmurkam bumi (Huud: 61). ia ia Oleh lahir tidak dari tangan-tangan bertindak bumi jahil diluar ini manusia ketentuan membutuhkan yang dan tidak rambu pernah ilahi dari mengenal rambu-rambu Tuhannya. manusia. di darat.

berasal dari kata al-insan yang berarti manusia dan al-kamil yang berarti sempurna. desah serta setiap nafasnya detak kehendak-Nya. menghadang. Karena. dan taqwa (asy-Syams: 8). ‘ketergantungan nikmat’ kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). syukur didefinisikan dan fitri 15). filosofis yang ada dalam ibadah shalat. mukaram. Oleh Abdul Karim bin Ibrahim . filosofis lisan dan maupun manusia akan menangkap mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. dan sebagai benteng kokoh untuk menghindari. Artinya adalah manusia sempurna. apabila ia dan ibadah-ibadah mampu serta lain yang bertujuan sinyal-sinyal dalam Gerbang untuk dan nilai bahasa yang melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah harus ditentukan. dalam seperti setiap nilai ibadah yang diwajibkan Islam memuat nilai filosofis. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. sifat-sifat (al-Ahzab: ‘sangat fujur mukhaiyar. Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. yaitu beribadah kepada Allah SWT. dan jahula ‘bodoh’ nilai-nilai 28). sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. Maka. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (alAnkabuut: 45). Maka. seirama dengan Setiap ilahiah.Dalam makhluk. yang atau ‘lemah’ (al-Israa’: manusia memiliki (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). 72). kemudian perbuatan. faqir pandangan mukalaf. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal telah yang ada oleh di balik ibadahnya. yaitu sebagai ‘aun (pertolongan) bagi manusia dalam mengarungi lautan kehidupan (al-Baqarah:153). Manusia insaniah. harus jantung dan Semakin selaras keinginan mantap dengan hatinya langkahnya kebijakan-kebijakan alunan-alunan dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. (Faathir: sebagai mujizat. Konsepsi filosofid ini pertama kali muncul dari gagasan tokoh sufi Ibnu Arabi. adalah seperti makhluk dha’if Islam.

Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi. . yaitu sebagai suatu keniscayaan yang inheren dalam esensi dirinya. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia.al-Jili (1365-1428). Al-Jili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma’rifah al-Awakir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri yang Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasikan insan kamil dengan dua pengertian. Jati diri Muhammad (al-haqiqah alMuhammad) yang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai utusan Tuhan. disamping terdapat dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah SWT ke dalam diri Nabi Adam AS. insan kamil terkait dengan jati diri yang mengidealkan kesatuan nama serta sifat-sifat Tuhan ke dalam hakikat atau esensi dirinya. Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. insan kamil dalam pengertian konsep pengetahuan mengeneai manusia yang sempurna. Pertama. insan kamil terkail dengan pandangan mengenai sesuatu yang dianggap mutlak. gagasan ini dikembangkan menjadi bagian dari renungan mistis yang bercorak tasawuf filosofis. yaitu Tuhan berfungsi sebagai cermin bagi manusia dan manusia menjadi cermin bagi Tuhan untuk melihat diri-Nya. Dalam pengertian ini. Hal itu dinyatakan dalam ungkapan yang sering terdengar. Kedua. yakni yang baik dan sempurna. nama esensial dan sifat-sifat Ilahi tersebut pada dasarnya juga menjadi milik manusia sempurna oleh adanya hak fundamental. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat tertentu. tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini. Dalam pengertian demikian. yaitu Tuhan. Seseorang yang makin memiripkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut. maka makin sempurnalah dirinya. pengikutnya.

hal ini membunuh individualitas dan melemahkan jiwa. insan kamil dicapai melalui beberapa proses. ia melintasi daerah nama serta sifat Tuhan. sang mukmin senantiasa meresapi dan menghayati akhlak Ilahi. Manusia Sebagai Mahluk Sempurna Pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang sempurna di antara mahluk-mahluk Allah lainnya. masuk ke dalam suasana hakikat mutlak. bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. dan ketiga kekhalifahan Ilahi. kedua penguasaan diri sebagai bentuk tertinggi kesadaran diri tentang pribadi. Insan kamil versi Iqbal tidak lain adalah sang mukmin. Menurut dia. Iqbal memang memandang dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai insan kamil. Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan. dan kemudian menjadi “manusia Tuhan” atau insan kamil. Manusia diberi begitu banyak keistimewaan di antaranya bentuk fisik yang indah.Bagi al-Jili. Muhammad Iqbal tidak setuju dengan teori para sufi seperti pemikiran al-Jili ini. dari ensklopedi Islam terbitan ikhtiar baru van hoeve A. Pada tingkat ketiga. perbuatan. Untuk menumbuhkan kekuatan dalam dirinya. kata-katanya menjadi kata-kata Tuhan. yang dianugerahi kemampuan rohani dan agamawi. wawasan. ketaatan pada hukum. Sang mukmin menjadi tuan terhjadap nasibnya sendiri dan secara tahap demi tahap mencapai kesempurnaan. Iqbal melihat. kedudukan yang . tetapi tanpa penafsiran secara mistik. Pertama. dan kebijaksanaan. Matanya menjadi mata Tuhan. Sifat-sifat luhur ini dalam wujudnya yang tertinggi tergambar dalam akhlak Nabi SAW. dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifat Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa. manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan rohani dan mendakian mistik. yang dalam dirinya terdapat kekuatan. Insan kamil bagi Iqbal adalah sang mukmin yang merupakan makhluk moralis. dan hidupnya menjadi hidup Tuhan (nur Muhammad).

Akal adalah pikiran atau rasio dan rasa bias diartikan dengan bijaksana. dan yang paling berbeda yaitu akal pikiran. waqinaa adzabannar". Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. qald dan nafsu. Tujuan hidup manusia yaitu beribadah kepada Allah SWT dengan cara melakukan perbuatan apapun asal yang tidak dilarang agama dan diniati ibadah sehingga apapun yang kita kerjakan tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan di dunia tetapi juga kepentingan di akherat jadi tujuan hidup manusia sudah jelas adalah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. Untuk . qaib. Fitrah adalh kondisi awal suatu ciptaan atau kondisi manusia yang memiliki potensi untuk mengetahui dan cenderung kepada kebenaran. Fitrah tidak hanya diartikan sebagai penciptaan fisik. Hanif (kecenderungan kepada kebaikan) yang terjadinya proses persaksian sebelum digelar ke muka bumi. melainkan juga dalam arti rihaniah yaitu sifat-sifat dasar manusiayang baik. sebagaimana sering kita ucapkan dalam doa : "Rabbana aatina fiddun-yaa hasanah wafil akhirati hasanah. Qald adalah hakikat manusiayang dapat menangkap segala pengertian berpengetahuan dan arif. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik). potensi akal. dan akal (mind). Pemuliaan Allah SWT kepada manusia berkaitan dengan penciptaannya seperti diterangkan Allah dalam firmanNya: Artinya: Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaikbaiknya Fitrah manusia meliputi: hanif. nafsu. Semua itu tergantungdari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya. Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Akal dapat digunakan untuk berpikir dan membedakan mana yang baik dan yang buruk. Manusia memiliki potensi baik sejak kelahirannya.jauh lebih baik. Manusia sebagai insan kamil haruslah mempunyai kepribadian dan ahlak yang baik. Nafsu adalah sesuatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. ruhani (spiritual). Potensi rohaniah berupa akal.

mendapatkan kebahagiaan dunia telah diuraikan di depan. namun untuk kebahagiaan akherat perlu kita teliti lebih jauh. . Seperti dalam surat Adz Dzariyat ayat 56: Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Menempatkan ibadah sebagai tujuan hidup mengandung arti bahwa kita menyerahkan penilaian semua gerak dan kiprah ibadah kita hanya kepada Allah. (QS. 51:56) Dalam islam tujuan pendidikan identik dengan tujuan hidup (penciptaan) manusia. adalah berusaha untuk menjadi Ahsani Taqwim dan Khalifah fil Ardhi.