Manusia diciptakan Allah Swt.

Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayatayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17, Ash-Shaffat 11, Al-Mukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr 28, dan Al-Hajj 5. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapantahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, umumnya dipahami secara lahiriah. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa , maka segala sesuatu dapat terjadi. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah, karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja. Oleh karena itu bahan-bahan pembentuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran , hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untuk kemudian bereaksi kimiawi. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud

Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14. Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. dapat juga berarti suatu proses. Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. ahli-ahli kimia. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dan tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. yang biasanya dihubungkan dengan . Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. biologi. maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. Status manusia sebagai khalifah . Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ). yaitu maryam. dan lain-lainnya perlu dilibatkan. diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan.adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar . dinyatakan dalam al-baqarah 30. bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup.

yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. suka berkeluh kesah ( alMa’arif 19 ). Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. tetapi apabila saya menyimpang . Jasad adalah bentuk lahiriah manusia.dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. Shaffat 84 dan lain-lain ). yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. al-Anfal 22. al-Mulk 10 dan lain-lain). Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. karena subyektif. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. As-Sajadah 9. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. dan Qolb ( Ali Imran 159. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. tetapi ia khalifah pertama. suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya.jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . Hal itu semua merupakan produk dari nafs . Ali Imran 185 dan lainlain ) . maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. Nafs adalah jiwa . abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah. kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. Shad : 34 ). Dalam ayat tersebut. Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsur sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. Jika demikian pengertian khalifah. Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau . Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ). Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. Aqal adalah daya fakir. maka ikutilah saya. maka luruskanlah saya”. sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). dan Qolb adalah daya rasa. suka membantah ( al-kahfi 54 ). Aqal ( al-Baqarah 76. Ruh adalah daya hidup. AlAra’f 179. Nafs (al-Baqarah 48. Ruh (al-Hijr 29. Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama.

malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. saripati makanan. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. maupun diudara. . pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan. mungkinkah penemuan baru itu dilakukan oleh ulama islam? Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. Ayat berserak. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainnya. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. Al-An’am : 165 ). berupa al-Quran menurut sunah rasul. Namun demikian. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. Dengan demikian. dilaut. Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil.akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. Kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). jika ada penemuan baru. baik didarat. Disamping itu. alaqah. manusia diberi akal dan hati. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut. Misalnya. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. berkembang menjadi mudgah. ditiupkannya ruh. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu.

Dalam manusia wacana tidak agama dapat sering dilihat dikatakan dari berbagai keberagamaan normativitas melainkan juga dilihat dari historisitas. Anak yang dilahirkan dalam keluarga dan lingkungan muslim sudah barang tentu secara akidah akan mempunyai persepsi ketuhanan (iman) yang sama. .Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. Islam merupakan salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusia atau hubungan ada semua diartikan diri personal. Islam yang yang Karena secara agung dan kata luhur. manusia tidak bermartabat lagi. Kedamaian akan hadir. studi hanya Inilah yang sering dikatakan bahwa sudut sebagai fenomena pandang sudut lahirnya keberagamanaan seorang manusia yang akan berbeda satu dengan lainnya. dia hadir sering tiupan ruh dalam janin manusia dan begitu manusia lahir dalam bentuk “manusia” punya mata. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). satu interpersonal dan masyarakat sama lain. Konsep manusia Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : . keadilan. Fitrah kemanusiaan yang merupakan pemberian Tuhan (Given) memang tidak dapat ditawar. tempat. kaki dan anggota tubuh lainnya sangat tergantung pada wilayah. jika manuia itu sendiri menggunakan dorongan (drive) kearah bagaimana memanusiakan Tuhan manusia manusia bukan memposisikan tapi juga tidak berjalan dirinya sebagai namun makhluk jika ciptaaan yang unik. tidak dapat itu perbedaan aspek sebagai relevansi. berakar hadir kedamaian pada diri dan saja nafsu yang mengikat dan manusia. sebuah “salima” kedamaian dalam manusia atau dan sifatnya fitrah. tangan. maka janji Tuhan adzab dan kehinaan akan datang. begitu yang pun nasrani dan lain sebagainya. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). telinga. sempurna. lingkungan dimana manusia itu dilahirkan. Pembahasan. Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. sebaliknya mengikuti seiring fitrah.

Seperti yang dikemukakan oleh FransDahler.• Pertama yaitu Teori Evolusi. yang mengakui bahwa tumbuh-tumbahan. bahwa manusia dan juga alam semesta tercipta secara cepat oleh Kuasa Allah. Teori ini merupakan perubahan atau perkembangan secara berlahan – lahan dari tidak sempurna menjadi perubahan yang sempurna.serta Yasin ayat 82 yang berbunyi kun fayakun dengan arti “ jadilah maka terjadilah dia ”. Dalam Ajaran Kristen dijumpai kisah kejadian manusia dalam surat Kejadian 1-11 dan 12-50 tentang kisah oleh Martinus dalam “ Bagaimana Agama Kristen Memandang teori Darwin “. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana Perancis J. binatang. dan manusia selama ribuan atau jutaan tahun yang benar-benar mengalami mutasi (perubahan) yang tidak sedikit. Pandangan ini gabungan pemikiran dari umat manusia yang berbeda keyakinan yaitu umat Kristen dan umat Islam tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan keMaha Kuasaan Tuhan. Dalam ajaran Islam terbentuk opini dan tidak berlebihan jika dikatakan sebagai keyakinan. • Kedua yaitu Teori Revolusi Teori revolusi ini merupakan perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada.B de Lamarck yang menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh – tumbuhan menuju binatang dan dari binatang menuju manusia. Teori ini sebenarnya merupakan kata lain untuk menanamkan pandangan pencipta dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya. • Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. dibentuk dan ditiupkan ruh kedalamnya. dan kemudian menjadi makhluk hidup”. .Keyakinan tersebut merupakan hasil interpretasi dari ayat – ayat Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tetntang kejadian Adam yaitu “ Adam adalah suatu makhluk yang diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai jenis yang kemudian dicampur dengan air. Teori ini adalah gabungan pemikiran dari pihak-pihak agama yang berlandaskan dengan alasan-alasan serta pembuktian dari pihak sarjana penganut teori evolusi.

Insan yang mempunyai tiga dimensi yaitu badan.Menurut RHA. dan mujizat. dan taqwa (asy-Syams: 8). Insan manusia sebagai makhluk sosial yang berbahasa. Insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua factor. yaitu faktor warisan dan lingkungan. jahula ‘bodoh’ (al-Ahzab: ‘sangat fujur ‘ketergantungan nikmat’ (Faathir: 15). menegakkan ‘tujuan’ Keberadaannya hadaf Perhatikanlah ayat-ayat Qur`aniah di bawah ini. manusia juga diciptakan untuk mengaplikasikan beban-beban ilahiah yang mengandung maslahat dalam kehidupannya. karena tanah molekulnya lebih rendah keteraturannya. manusia didefinisikan sebagai makhluk. yang di berarti. Selain itu. 6. Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya. Manusia mempunyai motivasi. Ia membawa amanah ilahiah yang harus diimplementasikan memiliki untuk arti huru-hara dalam dan kehidupan yaitu tanpa nyata. faqir seperti dha’if ‘lemah’ atau (al-Israa’: (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). mukaram. Menurut Al-Syaibani manusia dikelompokkan menjadi delapan definisi. alam mayapada tidaklah yang hakiki. mukalaf. syukur 28). kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). kecenderungan. 4. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia dimuka bumi 2. Syahirul Alim cendekiawan Muslim ahli kimia menyatakan bahwa kita sebagai manusia harus merasa terhormat kalau diciptakan dari keturunan kera karena secara kimia molekul-molekul kera jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tanah. Manusia Dalam pandangan islam Dalam pandangan Islam. 7. Manusia sebagai khalifah dimuka bumi. 3. dan ruh 5. mukhaiyar. dan kebutuhan permulaan baik yang diwarisi maupun yang diperoleh dalam proses sosialisasi. Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri dan sifat-sifat insaniah. 72).antara lain : 1. akal. . Keberadaannya khilafah.

Allah SWT membebankan misi-misi khusus . dan dalam yang pro-aktif memilih risalah sesuai untuk ia nilai-nilai kebaikan. Maka. ahsanu seperti akal yang mampu menangkap sinyal-sinyal kebenaran. dan memilihnya. merenungkannya.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. dan besar Robbnya diharapkan melahirkan tindakan-tindakan sehingga tetap mempertahankan gelar kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya seperti ahsanu taqwim.” (al-Ahzab: 72) Manusia adalah makhluk pilihan dan makkhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dari makhluk-makhluk kemudian yang lainnya. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. SWT telah menciptakan manusia dengan taqwim.” (adz-Dzariyat: 56) “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. ulul albab. dengan sederet sifat-sifat kemuliaan dan sifat-sifat insaniah yang berkaitan dengan keterbatasan dan kekurangan. dan telah menundukkan seluruh alam baginya agar ia mampu memelihara dan memakmurkan serta melestarikan kelangsungan hidup yang ada di alam ini. Allah yaitu dengan keistimewaan yang dimilikinya. kebenaran. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (al-Baqarah: 30) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Dengan akal para dengan yang rasul. mampu yang ia memutuskan yang memilah tertuang sesuatu benar. bumi dan gununggunung. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. dimilikinya. rabbaniun dan yang lainnya.“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. hatinya. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dengan karya-karya iradah manusia ia dan diharapkan dan dengan keindahan mampu raganya.

Setiap desah nafasnya harus selaras dengan kebijakan-kebijakan ilahiah. serta setiap detak jantung dan keinginan hatinya harus seirama dengan alunan-alunan kehendak-Nya. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. misi fungsional. ia harus benar-benar mampu menjabarkan kehendak-kehendak ilahiah dalam setiap misi dan risalah yang diembannya. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. menghindari. A. dan misi operasional. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada di balik ibadahnya. Semakin mantap langkahnya dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. Maka. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”. yaitu beribadah kepada Allah SWT. dan ibadah-ibadah lain yang bertujuan untuk . memuat yaitu nilai sebagai filosofis.” (al-Ankabuut: 2-3).Misi Manusia Manusia di dalam hidup ini memiliki tiga misi khusus: misi utama. Karena. ‘aun dan seperti nilai bagi filosofis benteng yang kokoh ada untuk dalam ibadah lautan (pertolongan) sebagai manusia dalam mengarungi kehidupan (al-Baqarah:153). 1. Oleh karena itu. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. dalam setiap ibadah yang telah diwajibkan oleh Islam shalat. Misi Utama Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah ditentukan. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (al-Ankabuut: 45). menghadang.kepada manusia untuk menguji dan mengetahui siapa yang jujur dalam beriman dan dusta dalam beragama.

tidak semua manusia di dunia ini mengikuti perintah dan merespon risalah yang di bawa oleh para Rasul. “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Bahkan. manusia Maka. apabila ia manusia akan mampu serta menangkap sinyal-sinyal dalam Gerbang mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. dzalimun linafsihi. dan nilai bahasa yang sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. menjauhi hal-hal yang menerawang . banyak di antara mereka yang berpaling dari ajaran-ajaran suci yang didakwahkan kepada mereka. filosofis lisan dan maupun Maka. Ada juga yang secara terang-terangan mengingkari dan memusuhinya (an-Nahl: 36. untuk senantiasa sabiqun selalu setiap pikiran dan perbuatannya. manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut. dan al-Baqarah: 91). dalam bingkai misi utama ini.melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (Faathiir: 32) • Sabiqun bil khairat Hamba Allah SWT yang termasuk dalam kategori ini adalah hamba yang tidak hanya puas melakukan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh-Nya. Hal ini bisa terjadi pada manusia karena dalam dirinya ada dua kekuatan yang sangat dominan kekuatan tenang) yang yaitu mempengaruhi fujur. oleh nafsu kekuatan taqwa (jiwa dan yang Kekuatan taqwa didorong mutmainnah dalam realitas dalam dunia menterjemahkan kehendak ilahiah untuk dan masuk kehidupan. namun ia terus berlomba dan dan berpacu untuk mengaplikasikan dimakruhkan. muqtashidun. Hal ini dan kekuatan fujur yang di dominasi oleh nasfu ammarah (nafsu angkara murka) memerintahkan bil khairat. kegelapan. Namun. al-An’aam: 26. kemudian perbuatan. sunnah-sunnah Akal sehatnya yang telah digariskan.

kekuatan dominan. pengagungan. dan menjadi budak syahwatnya. yaitu wilayah sunnah. mujarab dab terapi yang manjur” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya. dua Selain kekuatan dan ia mengamalkan perintah-perintah tergantung nampaknya Allah SWT. dengan cahaya pilihan-pilihan bashirah.jauh ke depan untuk menggagas Hati sucinya menerima Inilah nilai-nilai Islam. Abu al-Hasan Ali ‘sebaik-baik makhluk’ dan ahsanu taqwim ke gelar baru. ia akan melakukan kebenaran. hamba karya-karya besar dan langkah-langkah akal selalu selama melihat tidak bertentangan dengan yang kehidupan positif. Hamba yang hatinya senantiasa dihiasi ketundukan. ini. • Dzalimun linafsihi Hamba yang termasuk dalam kelompok ini adalah yang masih mencampuradukkan antara hak dan batil. dalam diri seorang hamba ada yang dalam mempengaruhinya. kelompok penyakit. yaitu syarrul barriah . • Muqtashidun Hamba Allah yang masuk dalam kategori ini adalah manusia muslim yang puas ketika mampu mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. Bahkan. syahwat adalah sehingga sedangkan hatinya durhaka parah. Ia akan mencampakkan dan mensia-siakan amanah yang agung. konspirasi Di sini. Dalam benaknya. Jadi. tidak pernah terlintas ruh kompetitif dalam memperluas wilayah iman ke wilayah ibadah yang lebih jauh lagi. dan kepasrahan kepada Allah SWT. cinta. “Mengikuti al-Mawardy) Apabila manusia mengikuti libido. mengekor nafsu angkara murka. Imannya hanya bisa menjadi benteng dari hal-hal yang diharamkan dan belum mampu membentengi hal-hal yang dimakruhkan. maka ia akan keluar dari poros yang telah digariskan oleh Allah SWT. bersama manusia thogut-thogut akan bergeser untuk dari memberangus gelar khairul nilai-nilai barriah kekuatan syahwat adalah mendominasi kehidupannya. ia mana sakit kepadanya juga yang masih lebih yang obat sering berkubang dalam kubangan lumpur dosa.

adu domba. dan hawa nafsu adalah musuh yang ditaati. Kedua. dan . banyak menghayal. al-Maidaah: al-Munaafiquun: 4.‘seburuk-buruk al-an’aam berfikir. maka ia akan mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya. Mereka tuli. Adapun ketika jiwa manusia terbelenggu oleh syahwat syaithaniah dan bahaimiah. Pertama. Ia senantiasa melakukan makar. al-A’raaf: 179. dan dari Islam Kauniah dengan tiga yang 6-7. manusia-manusia (al-Bayyinah: dan tidak pernah mendengar faktor tersebut. Qur`aniah komunitas nilai-nilai makhluk’. asfalus kera. buta. adalah dan bisu dungu. yang dan pertama yang akan kedua penghalang antara dirinya mengakibatkan lupa akan akhirat. “Akal merupakan teman setia. dan konspirasi politik untuk menjegal lawannya (al-Anfal: 26-27 dan Shaad: 26). kebenaran. tipuan-tipuan.” Sebagian ahli hikmah berkata. numun ia tidak pernah tidak pernah melihat kebenaran. Inilah ‘binatang berdiri. berkata. dan Karena. Misi Fungsional Selain misi utama yang harus diemban manusia. batu. Manusia harus membuang jauh bahasa khianat dari kamus kehidupannya. dan al-Baqarah:74) Ali bin Abu Thalib ra. manusia-manusia yang memiliki hati. mata dan telinga. meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh Islam. Ibnu Qaiyim al-Jauziah) Ketika jiwa manusia di kuasai oleh syahwat mulkiah.(al-Jawab al-Kaafi. bahaimiah ternak’. kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah. ternak’. mengikuti menjadi hawa tembok nafsu. ayat-ayat sebuah dari 60. Manusia tidak mampu memikul misi ini.” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya) B.”Sebagian ahli hikmah yang lain berkata. ‘tempat dan yang kayu paling yang rendah’.“Hawa nafsu adalah raja yang bengis dan penguasa yang lalim. saafilin babi. syahwat baik syahwat mulkiah ‘binatang syaithaniah. Khianat syahwat lahir dari rahim maupun syahwat. maka ia akan selalu menciptakan permusuhan. ia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah. “Ada dua masalah yang saya takutkn menimpa kamu. keonaran. ‘kekuasan’.

Benar. Manusia yang memiliki sifat-sifat luhur sebagaimana disebutkan di bawah ini. dan di antara ilahi awan dalam jahiliah realitas modern. pengelola manusia-manusia yang ideal. juga harus bisa bermain cantik untuk memakmurkam bumi (Huud: 61). Kerusakan di dunia.menjadi rakus serta tamak akan harta. di darat. Tidak ada sorot mata persahabatan dan sentuhan kasih dalam dirinya. Ia bersenang-senang di atas penderitaan rakyat dan tak pernah berhenti mengeruk kekayaan rakyat. semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk bebas karena itu. Hanya dengan nafsu muthmainnahlah. manusia yang sadar akan misi sucinya harus mampu mengendalikan nafsu dan menjadikannya sebagai tawanan akal sehatnya dan tidak sebaliknya. Syukur (Luqman: 31) Sabar (Ibrahim: 5) Mempunyai belas kasih (atTaubah: 128)Santun (at-Taubah: 114)Taubat (Huud: 75) Jujur (Maryam: 54) Terpercaya (al-A’raaf: 18) Maka. sanggup membumikan Inilah mengaplikasikan simbol-simbol kehidupan. C. Kedua yaitu Teori Revolusi Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. manusia merekonstruksi peradaban kembali. maupun di lautan bukan karena binatang ternak yang tidak tahu apa-apa. . manusia akan sanggup bertahan mengibarkan panji-panji seruan-seruan kekhilafahan langit. (ar-Ruum: tetapi namun 41). diperbudak hawa nafsu sehingga tidak mampu menegakkan tonggak misi-misinya.Misi Operasional Manusia diciptakan di bumi ini—selain untuk beribadah dan sebagai khalifah. sebenarnya hakikat risalah insan di muka bumi ini Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : • • • Pertama yaitu Teori Evolusi. manusia. ia ia Oleh lahir tidak dari tangan-tangan bertindak bumi jahil diluar ini manusia ketentuan membutuhkan yang dan tidak rambu pernah ilahi dari mengenal rambu-rambu Tuhannya.

sifat-sifat (al-Ahzab: ‘sangat fujur mukhaiyar. yang atau ‘lemah’ (al-Israa’: manusia memiliki (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. syukur didefinisikan dan fitri 15). (Faathir: sebagai mujizat. dalam seperti setiap nilai ibadah yang diwajibkan Islam memuat nilai filosofis. seirama dengan Setiap ilahiah. harus jantung dan Semakin selaras keinginan mantap dengan hatinya langkahnya kebijakan-kebijakan alunan-alunan dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. adalah seperti makhluk dha’if Islam. dan taqwa (asy-Syams: 8). 72). apabila ia dan ibadah-ibadah mampu serta lain yang bertujuan sinyal-sinyal dalam Gerbang untuk dan nilai bahasa yang melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). Maka. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (alAnkabuut: 45). yaitu sebagai ‘aun (pertolongan) bagi manusia dalam mengarungi lautan kehidupan (al-Baqarah:153). Artinya adalah manusia sempurna. menghadang. filosofis lisan dan maupun manusia akan menangkap mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. ‘ketergantungan nikmat’ kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). yaitu beribadah kepada Allah SWT. Karena. Oleh Abdul Karim bin Ibrahim . Maka. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. filosofis yang ada dalam ibadah shalat. berasal dari kata al-insan yang berarti manusia dan al-kamil yang berarti sempurna. faqir pandangan mukalaf. Konsepsi filosofid ini pertama kali muncul dari gagasan tokoh sufi Ibnu Arabi. Manusia insaniah. kemudian perbuatan. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah harus ditentukan. mukaram. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal telah yang ada oleh di balik ibadahnya. dan sebagai benteng kokoh untuk menghindari. dan jahula ‘bodoh’ nilai-nilai 28).Dalam makhluk. desah serta setiap nafasnya detak kehendak-Nya. sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya.

yaitu sebagai suatu keniscayaan yang inheren dalam esensi dirinya. insan kamil dalam pengertian konsep pengetahuan mengeneai manusia yang sempurna. nama esensial dan sifat-sifat Ilahi tersebut pada dasarnya juga menjadi milik manusia sempurna oleh adanya hak fundamental. Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat tertentu. . Seseorang yang makin memiripkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut. gagasan ini dikembangkan menjadi bagian dari renungan mistis yang bercorak tasawuf filosofis. insan kamil terkait dengan jati diri yang mengidealkan kesatuan nama serta sifat-sifat Tuhan ke dalam hakikat atau esensi dirinya. Hal itu dinyatakan dalam ungkapan yang sering terdengar. Pertama. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia. Jati diri Muhammad (al-haqiqah alMuhammad) yang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai utusan Tuhan. yaitu Tuhan berfungsi sebagai cermin bagi manusia dan manusia menjadi cermin bagi Tuhan untuk melihat diri-Nya. Kedua. Al-Jili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma’rifah al-Awakir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri yang Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasikan insan kamil dengan dua pengertian. Dalam pengertian ini. tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini. disamping terdapat dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah SWT ke dalam diri Nabi Adam AS. Dalam pengertian demikian. Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi.al-Jili (1365-1428). pengikutnya. yaitu Tuhan. maka makin sempurnalah dirinya. insan kamil terkail dengan pandangan mengenai sesuatu yang dianggap mutlak. yakni yang baik dan sempurna.

Matanya menjadi mata Tuhan. dan ketiga kekhalifahan Ilahi. Sang mukmin menjadi tuan terhjadap nasibnya sendiri dan secara tahap demi tahap mencapai kesempurnaan. Manusia diberi begitu banyak keistimewaan di antaranya bentuk fisik yang indah. dan kemudian menjadi “manusia Tuhan” atau insan kamil. bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. yang dianugerahi kemampuan rohani dan agamawi. Muhammad Iqbal tidak setuju dengan teori para sufi seperti pemikiran al-Jili ini. Pada tingkat ketiga. Sifat-sifat luhur ini dalam wujudnya yang tertinggi tergambar dalam akhlak Nabi SAW. insan kamil dicapai melalui beberapa proses. Pertama. Untuk menumbuhkan kekuatan dalam dirinya. Manusia Sebagai Mahluk Sempurna Pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang sempurna di antara mahluk-mahluk Allah lainnya. Iqbal memang memandang dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai insan kamil. dan kebijaksanaan. masuk ke dalam suasana hakikat mutlak. yang dalam dirinya terdapat kekuatan. hal ini membunuh individualitas dan melemahkan jiwa. dan hidupnya menjadi hidup Tuhan (nur Muhammad). Menurut dia. dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifat Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa. perbuatan. kedua penguasaan diri sebagai bentuk tertinggi kesadaran diri tentang pribadi. manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan rohani dan mendakian mistik. kedudukan yang .Bagi al-Jili. wawasan. Iqbal melihat. Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan. ketaatan pada hukum. Insan kamil bagi Iqbal adalah sang mukmin yang merupakan makhluk moralis. Insan kamil versi Iqbal tidak lain adalah sang mukmin. sang mukmin senantiasa meresapi dan menghayati akhlak Ilahi. ia melintasi daerah nama serta sifat Tuhan. tetapi tanpa penafsiran secara mistik. dari ensklopedi Islam terbitan ikhtiar baru van hoeve A. kata-katanya menjadi kata-kata Tuhan.

potensi akal. Pemuliaan Allah SWT kepada manusia berkaitan dengan penciptaannya seperti diterangkan Allah dalam firmanNya: Artinya: Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaikbaiknya Fitrah manusia meliputi: hanif. Fitrah adalh kondisi awal suatu ciptaan atau kondisi manusia yang memiliki potensi untuk mengetahui dan cenderung kepada kebenaran. qald dan nafsu. Hanif (kecenderungan kepada kebaikan) yang terjadinya proses persaksian sebelum digelar ke muka bumi. Potensi rohaniah berupa akal. dan akal (mind). Untuk . sebagaimana sering kita ucapkan dalam doa : "Rabbana aatina fiddun-yaa hasanah wafil akhirati hasanah. Fitrah tidak hanya diartikan sebagai penciptaan fisik. Akal dapat digunakan untuk berpikir dan membedakan mana yang baik dan yang buruk. qaib. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Nafsu adalah sesuatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. waqinaa adzabannar". Qald adalah hakikat manusiayang dapat menangkap segala pengertian berpengetahuan dan arif. Semua itu tergantungdari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya. Akal adalah pikiran atau rasio dan rasa bias diartikan dengan bijaksana. nafsu. Manusia memiliki potensi baik sejak kelahirannya. Manusia sebagai insan kamil haruslah mempunyai kepribadian dan ahlak yang baik. ruhani (spiritual). Tujuan hidup manusia yaitu beribadah kepada Allah SWT dengan cara melakukan perbuatan apapun asal yang tidak dilarang agama dan diniati ibadah sehingga apapun yang kita kerjakan tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan di dunia tetapi juga kepentingan di akherat jadi tujuan hidup manusia sudah jelas adalah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. dan yang paling berbeda yaitu akal pikiran. melainkan juga dalam arti rihaniah yaitu sifat-sifat dasar manusiayang baik.jauh lebih baik.

namun untuk kebahagiaan akherat perlu kita teliti lebih jauh. 51:56) Dalam islam tujuan pendidikan identik dengan tujuan hidup (penciptaan) manusia. (QS. Menempatkan ibadah sebagai tujuan hidup mengandung arti bahwa kita menyerahkan penilaian semua gerak dan kiprah ibadah kita hanya kepada Allah.mendapatkan kebahagiaan dunia telah diuraikan di depan. adalah berusaha untuk menjadi Ahsani Taqwim dan Khalifah fil Ardhi. . Seperti dalam surat Adz Dzariyat ayat 56: Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful