Manusia diciptakan Allah Swt.

Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayatayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17, Ash-Shaffat 11, Al-Mukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr 28, dan Al-Hajj 5. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapantahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, umumnya dipahami secara lahiriah. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa , maka segala sesuatu dapat terjadi. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah, karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja. Oleh karena itu bahan-bahan pembentuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran , hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untuk kemudian bereaksi kimiawi. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud

diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. dinyatakan dalam al-baqarah 30. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ). Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar . Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. Status manusia sebagai khalifah . jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dan tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. ahli-ahli kimia. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah.adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. yang biasanya dihubungkan dengan . bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). biologi. Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14. dapat juga berarti suatu proses. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. dan lain-lainnya perlu dilibatkan. maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. yaitu maryam.

Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsur sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. As-Sajadah 9. Ali Imran 185 dan lainlain ) . Ruh adalah daya hidup. maka ikutilah saya.dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. Shaffat 84 dan lain-lain ). Jasad adalah bentuk lahiriah manusia. abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. Aqal ( al-Baqarah 76. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. al-Mulk 10 dan lain-lain). dan Qolb adalah daya rasa.jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. Jika demikian pengertian khalifah. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. dan Qolb ( Ali Imran 159. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. al-Anfal 22. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Shad : 34 ). maka luruskanlah saya”. Aqal adalah daya fakir. yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. tetapi ia khalifah pertama. Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama. Nafs (al-Baqarah 48. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. AlAra’f 179. Hal itu semua merupakan produk dari nafs . suka membantah ( al-kahfi 54 ). Dalam ayat tersebut. Nafs adalah jiwa . karena subyektif. Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau . Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. suka berkeluh kesah ( alMa’arif 19 ). tetapi apabila saya menyimpang . Ruh (al-Hijr 29. Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ).

sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. saripati makanan. tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. Dengan demikian. jika ada penemuan baru. berupa al-Quran menurut sunah rasul. malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. berkembang menjadi mudgah. Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). baik didarat. . Al-An’am : 165 ). manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut. manusia diberi akal dan hati. alaqah. Disamping itu. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil. Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. dilaut. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. Ayat berserak. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainnya. Misalnya. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan.akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. ditiupkannya ruh. Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. mungkinkah penemuan baru itu dilakukan oleh ulama islam? Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. Namun demikian. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. Kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. maupun diudara.

satu interpersonal dan masyarakat sama lain. . Islam yang yang Karena secara agung dan kata luhur. Islam merupakan salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusia atau hubungan ada semua diartikan diri personal. Kedamaian akan hadir. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). Anak yang dilahirkan dalam keluarga dan lingkungan muslim sudah barang tentu secara akidah akan mempunyai persepsi ketuhanan (iman) yang sama. Fitrah kemanusiaan yang merupakan pemberian Tuhan (Given) memang tidak dapat ditawar. jika manuia itu sendiri menggunakan dorongan (drive) kearah bagaimana memanusiakan Tuhan manusia manusia bukan memposisikan tapi juga tidak berjalan dirinya sebagai namun makhluk jika ciptaaan yang unik. berakar hadir kedamaian pada diri dan saja nafsu yang mengikat dan manusia. studi hanya Inilah yang sering dikatakan bahwa sudut sebagai fenomena pandang sudut lahirnya keberagamanaan seorang manusia yang akan berbeda satu dengan lainnya. Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. begitu yang pun nasrani dan lain sebagainya. lingkungan dimana manusia itu dilahirkan. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). Konsep manusia Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : . sebaliknya mengikuti seiring fitrah. sempurna. dia hadir sering tiupan ruh dalam janin manusia dan begitu manusia lahir dalam bentuk “manusia” punya mata.Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. tidak dapat itu perbedaan aspek sebagai relevansi. kaki dan anggota tubuh lainnya sangat tergantung pada wilayah. Pembahasan. manusia tidak bermartabat lagi. telinga. tangan. sebuah “salima” kedamaian dalam manusia atau dan sifatnya fitrah. maka janji Tuhan adzab dan kehinaan akan datang. tempat. keadilan. Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). Dalam manusia wacana tidak agama dapat sering dilihat dikatakan dari berbagai keberagamaan normativitas melainkan juga dilihat dari historisitas.

• Kedua yaitu Teori Revolusi Teori revolusi ini merupakan perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada.B de Lamarck yang menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh – tumbuhan menuju binatang dan dari binatang menuju manusia. Pandangan ini gabungan pemikiran dari umat manusia yang berbeda keyakinan yaitu umat Kristen dan umat Islam tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan keMaha Kuasaan Tuhan. • Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. dibentuk dan ditiupkan ruh kedalamnya. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana Perancis J. Dalam ajaran Islam terbentuk opini dan tidak berlebihan jika dikatakan sebagai keyakinan.Keyakinan tersebut merupakan hasil interpretasi dari ayat – ayat Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tetntang kejadian Adam yaitu “ Adam adalah suatu makhluk yang diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai jenis yang kemudian dicampur dengan air. dan kemudian menjadi makhluk hidup”. bahwa manusia dan juga alam semesta tercipta secara cepat oleh Kuasa Allah. Teori ini merupakan perubahan atau perkembangan secara berlahan – lahan dari tidak sempurna menjadi perubahan yang sempurna. . dan manusia selama ribuan atau jutaan tahun yang benar-benar mengalami mutasi (perubahan) yang tidak sedikit. binatang. Dalam Ajaran Kristen dijumpai kisah kejadian manusia dalam surat Kejadian 1-11 dan 12-50 tentang kisah oleh Martinus dalam “ Bagaimana Agama Kristen Memandang teori Darwin “.• Pertama yaitu Teori Evolusi. Seperti yang dikemukakan oleh FransDahler.serta Yasin ayat 82 yang berbunyi kun fayakun dengan arti “ jadilah maka terjadilah dia ”. yang mengakui bahwa tumbuh-tumbahan. Teori ini adalah gabungan pemikiran dari pihak-pihak agama yang berlandaskan dengan alasan-alasan serta pembuktian dari pihak sarjana penganut teori evolusi. Teori ini sebenarnya merupakan kata lain untuk menanamkan pandangan pencipta dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya.

Manusia sebagai khalifah dimuka bumi. manusia didefinisikan sebagai makhluk.Menurut RHA. syukur 28). Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya. Ia membawa amanah ilahiah yang harus diimplementasikan memiliki untuk arti huru-hara dalam dan kehidupan yaitu tanpa nyata. menegakkan ‘tujuan’ Keberadaannya hadaf Perhatikanlah ayat-ayat Qur`aniah di bawah ini. Syahirul Alim cendekiawan Muslim ahli kimia menyatakan bahwa kita sebagai manusia harus merasa terhormat kalau diciptakan dari keturunan kera karena secara kimia molekul-molekul kera jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tanah. karena tanah molekulnya lebih rendah keteraturannya. Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri dan sifat-sifat insaniah. 7. mukhaiyar. Selain itu. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia dimuka bumi 2. Insan manusia sebagai makhluk sosial yang berbahasa.antara lain : 1. 72). Manusia mempunyai motivasi. dan ruh 5. manusia juga diciptakan untuk mengaplikasikan beban-beban ilahiah yang mengandung maslahat dalam kehidupannya. Insan yang mempunyai tiga dimensi yaitu badan. mukaram. Insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua factor. 3. Manusia Dalam pandangan islam Dalam pandangan Islam. kecenderungan. yang di berarti. akal. Keberadaannya khilafah. Menurut Al-Syaibani manusia dikelompokkan menjadi delapan definisi. kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). jahula ‘bodoh’ (al-Ahzab: ‘sangat fujur ‘ketergantungan nikmat’ (Faathir: 15). . dan taqwa (asy-Syams: 8). 6. mukalaf. 4. dan kebutuhan permulaan baik yang diwarisi maupun yang diperoleh dalam proses sosialisasi. yaitu faktor warisan dan lingkungan. dan mujizat. faqir seperti dha’if ‘lemah’ atau (al-Israa’: (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). alam mayapada tidaklah yang hakiki.

” (al-Baqarah: 30) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. kebenaran. dengan sederet sifat-sifat kemuliaan dan sifat-sifat insaniah yang berkaitan dengan keterbatasan dan kekurangan. mampu yang ia memutuskan yang memilah tertuang sesuatu benar. Dengan akal para dengan yang rasul. SWT telah menciptakan manusia dengan taqwim. hatinya. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Allah SWT membebankan misi-misi khusus . Dengan karya-karya iradah manusia ia dan diharapkan dan dengan keindahan mampu raganya. ulul albab. dan besar Robbnya diharapkan melahirkan tindakan-tindakan sehingga tetap mempertahankan gelar kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya seperti ahsanu taqwim. Maka.” (adz-Dzariyat: 56) “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Allah yaitu dengan keistimewaan yang dimilikinya. dan dipikullah amanat itu oleh manusia.” (al-Ahzab: 72) Manusia adalah makhluk pilihan dan makkhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dari makhluk-makhluk kemudian yang lainnya. dan telah menundukkan seluruh alam baginya agar ia mampu memelihara dan memakmurkan serta melestarikan kelangsungan hidup yang ada di alam ini. dan memilihnya. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. ahsanu seperti akal yang mampu menangkap sinyal-sinyal kebenaran. dan dalam yang pro-aktif memilih risalah sesuai untuk ia nilai-nilai kebaikan. merenungkannya. rabbaniun dan yang lainnya. bumi dan gununggunung. dimilikinya.

memuat yaitu nilai sebagai filosofis. menghadang. Semakin mantap langkahnya dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. dalam setiap ibadah yang telah diwajibkan oleh Islam shalat. yaitu beribadah kepada Allah SWT. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”. menghindari. Setiap desah nafasnya harus selaras dengan kebijakan-kebijakan ilahiah.Misi Manusia Manusia di dalam hidup ini memiliki tiga misi khusus: misi utama. ‘aun dan seperti nilai bagi filosofis benteng yang kokoh ada untuk dalam ibadah lautan (pertolongan) sebagai manusia dalam mengarungi kehidupan (al-Baqarah:153). sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. dan misi operasional. Oleh karena itu.” (al-Ankabuut: 2-3). misi fungsional. Maka. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah ditentukan. Misi Utama Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. A.kepada manusia untuk menguji dan mengetahui siapa yang jujur dalam beriman dan dusta dalam beragama. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. ia harus benar-benar mampu menjabarkan kehendak-kehendak ilahiah dalam setiap misi dan risalah yang diembannya. Karena. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada di balik ibadahnya. 1. dan ibadah-ibadah lain yang bertujuan untuk . dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (al-Ankabuut: 45). serta setiap detak jantung dan keinginan hatinya harus seirama dengan alunan-alunan kehendak-Nya.

dalam bingkai misi utama ini. dan nilai bahasa yang sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. apabila ia manusia akan mampu serta menangkap sinyal-sinyal dalam Gerbang mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. dan al-Baqarah: 91).” (Faathiir: 32) • Sabiqun bil khairat Hamba Allah SWT yang termasuk dalam kategori ini adalah hamba yang tidak hanya puas melakukan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh-Nya. kemudian perbuatan. dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut. dzalimun linafsihi. untuk senantiasa sabiqun selalu setiap pikiran dan perbuatannya. Ada juga yang secara terang-terangan mengingkari dan memusuhinya (an-Nahl: 36. Namun. oleh nafsu kekuatan taqwa (jiwa dan yang Kekuatan taqwa didorong mutmainnah dalam realitas dalam dunia menterjemahkan kehendak ilahiah untuk dan masuk kehidupan. manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga. manusia Maka. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. banyak di antara mereka yang berpaling dari ajaran-ajaran suci yang didakwahkan kepada mereka. kegelapan. tidak semua manusia di dunia ini mengikuti perintah dan merespon risalah yang di bawa oleh para Rasul.melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). filosofis lisan dan maupun Maka. menjauhi hal-hal yang menerawang . Hal ini bisa terjadi pada manusia karena dalam dirinya ada dua kekuatan yang sangat dominan kekuatan tenang) yang yaitu mempengaruhi fujur. al-An’aam: 26. muqtashidun. Bahkan. Hal ini dan kekuatan fujur yang di dominasi oleh nasfu ammarah (nafsu angkara murka) memerintahkan bil khairat. namun ia terus berlomba dan dan berpacu untuk mengaplikasikan dimakruhkan. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. sunnah-sunnah Akal sehatnya yang telah digariskan.

dalam diri seorang hamba ada yang dalam mempengaruhinya. hamba karya-karya besar dan langkah-langkah akal selalu selama melihat tidak bertentangan dengan yang kehidupan positif. ini. dan menjadi budak syahwatnya. syahwat adalah sehingga sedangkan hatinya durhaka parah. tidak pernah terlintas ruh kompetitif dalam memperluas wilayah iman ke wilayah ibadah yang lebih jauh lagi. Ia akan mencampakkan dan mensia-siakan amanah yang agung. ia akan melakukan kebenaran. kekuatan dominan. mujarab dab terapi yang manjur” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya. dengan cahaya pilihan-pilihan bashirah. yaitu syarrul barriah . dua Selain kekuatan dan ia mengamalkan perintah-perintah tergantung nampaknya Allah SWT. Hamba yang hatinya senantiasa dihiasi ketundukan. kelompok penyakit. bersama manusia thogut-thogut akan bergeser untuk dari memberangus gelar khairul nilai-nilai barriah kekuatan syahwat adalah mendominasi kehidupannya. maka ia akan keluar dari poros yang telah digariskan oleh Allah SWT. Imannya hanya bisa menjadi benteng dari hal-hal yang diharamkan dan belum mampu membentengi hal-hal yang dimakruhkan. • Dzalimun linafsihi Hamba yang termasuk dalam kelompok ini adalah yang masih mencampuradukkan antara hak dan batil. “Mengikuti al-Mawardy) Apabila manusia mengikuti libido. ia mana sakit kepadanya juga yang masih lebih yang obat sering berkubang dalam kubangan lumpur dosa. Abu al-Hasan Ali ‘sebaik-baik makhluk’ dan ahsanu taqwim ke gelar baru. Dalam benaknya. mengekor nafsu angkara murka. pengagungan. yaitu wilayah sunnah. cinta.jauh ke depan untuk menggagas Hati sucinya menerima Inilah nilai-nilai Islam. konspirasi Di sini. dan kepasrahan kepada Allah SWT. • Muqtashidun Hamba Allah yang masuk dalam kategori ini adalah manusia muslim yang puas ketika mampu mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. Bahkan. Jadi.

mata dan telinga. Ibnu Qaiyim al-Jauziah) Ketika jiwa manusia di kuasai oleh syahwat mulkiah. Manusia tidak mampu memikul misi ini. numun ia tidak pernah tidak pernah melihat kebenaran.(al-Jawab al-Kaafi. dan Karena.” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya) B. adu domba. buta. ‘tempat dan yang kayu paling yang rendah’. tipuan-tipuan. Misi Fungsional Selain misi utama yang harus diemban manusia. meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh Islam. ayat-ayat sebuah dari 60. dan hawa nafsu adalah musuh yang ditaati. Ia senantiasa melakukan makar. ternak’. mengikuti menjadi hawa tembok nafsu. kebenaran. manusia-manusia yang memiliki hati. dan . manusia-manusia (al-Bayyinah: dan tidak pernah mendengar faktor tersebut. Kedua. Inilah ‘binatang berdiri. al-Maidaah: al-Munaafiquun: 4. asfalus kera. ia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah. keonaran. adalah dan bisu dungu. kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah. syahwat baik syahwat mulkiah ‘binatang syaithaniah. dan dari Islam Kauniah dengan tiga yang 6-7. batu. bahaimiah ternak’.“Hawa nafsu adalah raja yang bengis dan penguasa yang lalim. Qur`aniah komunitas nilai-nilai makhluk’.”Sebagian ahli hikmah yang lain berkata. “Ada dua masalah yang saya takutkn menimpa kamu. Pertama.‘seburuk-buruk al-an’aam berfikir. dan konspirasi politik untuk menjegal lawannya (al-Anfal: 26-27 dan Shaad: 26). maka ia akan selalu menciptakan permusuhan. yang dan pertama yang akan kedua penghalang antara dirinya mengakibatkan lupa akan akhirat. maka ia akan mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya. Mereka tuli. dan al-Baqarah:74) Ali bin Abu Thalib ra. Manusia harus membuang jauh bahasa khianat dari kamus kehidupannya. ‘kekuasan’. saafilin babi. al-A’raaf: 179. Adapun ketika jiwa manusia terbelenggu oleh syahwat syaithaniah dan bahaimiah. banyak menghayal. Khianat syahwat lahir dari rahim maupun syahwat. berkata.” Sebagian ahli hikmah berkata. “Akal merupakan teman setia.

manusia yang sadar akan misi sucinya harus mampu mengendalikan nafsu dan menjadikannya sebagai tawanan akal sehatnya dan tidak sebaliknya. Kedua yaitu Teori Revolusi Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. diperbudak hawa nafsu sehingga tidak mampu menegakkan tonggak misi-misinya. . maupun di lautan bukan karena binatang ternak yang tidak tahu apa-apa.menjadi rakus serta tamak akan harta. manusia merekonstruksi peradaban kembali. C. Kerusakan di dunia. di darat. Syukur (Luqman: 31) Sabar (Ibrahim: 5) Mempunyai belas kasih (atTaubah: 128)Santun (at-Taubah: 114)Taubat (Huud: 75) Jujur (Maryam: 54) Terpercaya (al-A’raaf: 18) Maka. Tidak ada sorot mata persahabatan dan sentuhan kasih dalam dirinya. pengelola manusia-manusia yang ideal. sanggup membumikan Inilah mengaplikasikan simbol-simbol kehidupan. ia ia Oleh lahir tidak dari tangan-tangan bertindak bumi jahil diluar ini manusia ketentuan membutuhkan yang dan tidak rambu pernah ilahi dari mengenal rambu-rambu Tuhannya. (ar-Ruum: tetapi namun 41). dan di antara ilahi awan dalam jahiliah realitas modern. manusia.Misi Operasional Manusia diciptakan di bumi ini—selain untuk beribadah dan sebagai khalifah. manusia akan sanggup bertahan mengibarkan panji-panji seruan-seruan kekhilafahan langit. semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk bebas karena itu. juga harus bisa bermain cantik untuk memakmurkam bumi (Huud: 61). sebenarnya hakikat risalah insan di muka bumi ini Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : • • • Pertama yaitu Teori Evolusi. Ia bersenang-senang di atas penderitaan rakyat dan tak pernah berhenti mengeruk kekayaan rakyat. Hanya dengan nafsu muthmainnahlah. Benar. Manusia yang memiliki sifat-sifat luhur sebagaimana disebutkan di bawah ini.

72). Artinya adalah manusia sempurna. dalam seperti setiap nilai ibadah yang diwajibkan Islam memuat nilai filosofis. sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. yang atau ‘lemah’ (al-Israa’: manusia memiliki (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). desah serta setiap nafasnya detak kehendak-Nya. menghadang. sifat-sifat (al-Ahzab: ‘sangat fujur mukhaiyar. filosofis lisan dan maupun manusia akan menangkap mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. syukur didefinisikan dan fitri 15).Dalam makhluk. yaitu beribadah kepada Allah SWT. apabila ia dan ibadah-ibadah mampu serta lain yang bertujuan sinyal-sinyal dalam Gerbang untuk dan nilai bahasa yang melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). dan taqwa (asy-Syams: 8). Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. (Faathir: sebagai mujizat. faqir pandangan mukalaf. seirama dengan Setiap ilahiah. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah harus ditentukan. Manusia insaniah. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. Maka. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (alAnkabuut: 45). dan sebagai benteng kokoh untuk menghindari. Maka. filosofis yang ada dalam ibadah shalat. mukaram. adalah seperti makhluk dha’if Islam. harus jantung dan Semakin selaras keinginan mantap dengan hatinya langkahnya kebijakan-kebijakan alunan-alunan dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. berasal dari kata al-insan yang berarti manusia dan al-kamil yang berarti sempurna. Konsepsi filosofid ini pertama kali muncul dari gagasan tokoh sufi Ibnu Arabi. kemudian perbuatan. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal telah yang ada oleh di balik ibadahnya. dan jahula ‘bodoh’ nilai-nilai 28). Oleh Abdul Karim bin Ibrahim . yaitu sebagai ‘aun (pertolongan) bagi manusia dalam mengarungi lautan kehidupan (al-Baqarah:153). ‘ketergantungan nikmat’ kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). Karena.

insan kamil terkait dengan jati diri yang mengidealkan kesatuan nama serta sifat-sifat Tuhan ke dalam hakikat atau esensi dirinya. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia. yakni yang baik dan sempurna. Al-Jili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma’rifah al-Awakir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri yang Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasikan insan kamil dengan dua pengertian. nama esensial dan sifat-sifat Ilahi tersebut pada dasarnya juga menjadi milik manusia sempurna oleh adanya hak fundamental. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat tertentu. Hal itu dinyatakan dalam ungkapan yang sering terdengar. pengikutnya. Kedua.al-Jili (1365-1428). yaitu sebagai suatu keniscayaan yang inheren dalam esensi dirinya. gagasan ini dikembangkan menjadi bagian dari renungan mistis yang bercorak tasawuf filosofis. insan kamil terkail dengan pandangan mengenai sesuatu yang dianggap mutlak. maka makin sempurnalah dirinya. insan kamil dalam pengertian konsep pengetahuan mengeneai manusia yang sempurna. yaitu Tuhan. Jati diri Muhammad (al-haqiqah alMuhammad) yang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai utusan Tuhan. disamping terdapat dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah SWT ke dalam diri Nabi Adam AS. Dalam pengertian demikian. Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. Pertama. Dalam pengertian ini. yaitu Tuhan berfungsi sebagai cermin bagi manusia dan manusia menjadi cermin bagi Tuhan untuk melihat diri-Nya. tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini. Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi. Seseorang yang makin memiripkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut. .

dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifat Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa. dan kebijaksanaan.Bagi al-Jili. Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan. Muhammad Iqbal tidak setuju dengan teori para sufi seperti pemikiran al-Jili ini. ia melintasi daerah nama serta sifat Tuhan. yang dianugerahi kemampuan rohani dan agamawi. sang mukmin senantiasa meresapi dan menghayati akhlak Ilahi. Sifat-sifat luhur ini dalam wujudnya yang tertinggi tergambar dalam akhlak Nabi SAW. kedudukan yang . yang dalam dirinya terdapat kekuatan. dan ketiga kekhalifahan Ilahi. Iqbal melihat. Matanya menjadi mata Tuhan. Untuk menumbuhkan kekuatan dalam dirinya. kedua penguasaan diri sebagai bentuk tertinggi kesadaran diri tentang pribadi. Sang mukmin menjadi tuan terhjadap nasibnya sendiri dan secara tahap demi tahap mencapai kesempurnaan. Manusia Sebagai Mahluk Sempurna Pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang sempurna di antara mahluk-mahluk Allah lainnya. kata-katanya menjadi kata-kata Tuhan. dari ensklopedi Islam terbitan ikhtiar baru van hoeve A. insan kamil dicapai melalui beberapa proses. Menurut dia. masuk ke dalam suasana hakikat mutlak. hal ini membunuh individualitas dan melemahkan jiwa. wawasan. dan hidupnya menjadi hidup Tuhan (nur Muhammad). Insan kamil versi Iqbal tidak lain adalah sang mukmin. bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan rohani dan mendakian mistik. Iqbal memang memandang dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai insan kamil. Insan kamil bagi Iqbal adalah sang mukmin yang merupakan makhluk moralis. ketaatan pada hukum. tetapi tanpa penafsiran secara mistik. Pertama. Pada tingkat ketiga. Manusia diberi begitu banyak keistimewaan di antaranya bentuk fisik yang indah. perbuatan. dan kemudian menjadi “manusia Tuhan” atau insan kamil.

potensi akal. ruhani (spiritual). qaib. Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. qald dan nafsu. waqinaa adzabannar". melainkan juga dalam arti rihaniah yaitu sifat-sifat dasar manusiayang baik. dan yang paling berbeda yaitu akal pikiran. Manusia memiliki potensi baik sejak kelahirannya. Akal adalah pikiran atau rasio dan rasa bias diartikan dengan bijaksana. Nafsu adalah sesuatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. dan akal (mind). nafsu. Qald adalah hakikat manusiayang dapat menangkap segala pengertian berpengetahuan dan arif. Fitrah tidak hanya diartikan sebagai penciptaan fisik. Semua itu tergantungdari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya. Pemuliaan Allah SWT kepada manusia berkaitan dengan penciptaannya seperti diterangkan Allah dalam firmanNya: Artinya: Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaikbaiknya Fitrah manusia meliputi: hanif. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya.jauh lebih baik. Tujuan hidup manusia yaitu beribadah kepada Allah SWT dengan cara melakukan perbuatan apapun asal yang tidak dilarang agama dan diniati ibadah sehingga apapun yang kita kerjakan tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan di dunia tetapi juga kepentingan di akherat jadi tujuan hidup manusia sudah jelas adalah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. Untuk . Potensi rohaniah berupa akal. Hanif (kecenderungan kepada kebaikan) yang terjadinya proses persaksian sebelum digelar ke muka bumi. Fitrah adalh kondisi awal suatu ciptaan atau kondisi manusia yang memiliki potensi untuk mengetahui dan cenderung kepada kebenaran. sebagaimana sering kita ucapkan dalam doa : "Rabbana aatina fiddun-yaa hasanah wafil akhirati hasanah. Manusia sebagai insan kamil haruslah mempunyai kepribadian dan ahlak yang baik. Akal dapat digunakan untuk berpikir dan membedakan mana yang baik dan yang buruk. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik).

51:56) Dalam islam tujuan pendidikan identik dengan tujuan hidup (penciptaan) manusia. . Menempatkan ibadah sebagai tujuan hidup mengandung arti bahwa kita menyerahkan penilaian semua gerak dan kiprah ibadah kita hanya kepada Allah. adalah berusaha untuk menjadi Ahsani Taqwim dan Khalifah fil Ardhi.mendapatkan kebahagiaan dunia telah diuraikan di depan. namun untuk kebahagiaan akherat perlu kita teliti lebih jauh. Seperti dalam surat Adz Dzariyat ayat 56: Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful