Manusia diciptakan Allah Swt.

Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayatayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17, Ash-Shaffat 11, Al-Mukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr 28, dan Al-Hajj 5. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapantahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, umumnya dipahami secara lahiriah. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa , maka segala sesuatu dapat terjadi. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah, karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja. Oleh karena itu bahan-bahan pembentuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran , hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untuk kemudian bereaksi kimiawi. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud

Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dan tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). dan lain-lainnya perlu dilibatkan. Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup. yaitu maryam. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. ahli-ahli kimia. bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ). Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah. Status manusia sebagai khalifah . maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. dinyatakan dalam al-baqarah 30. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar . Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet. yang biasanya dihubungkan dengan . biologi.adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. dapat juga berarti suatu proses.

suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34).dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. Nafs adalah jiwa . karena subyektif. Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama. suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. al-Mulk 10 dan lain-lain). Dalam ayat tersebut. tetapi apabila saya menyimpang . Shaffat 84 dan lain-lain ). Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. suka membantah ( al-kahfi 54 ). suka berkeluh kesah ( alMa’arif 19 ). As-Sajadah 9. kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. Ruh (al-Hijr 29. dan Qolb adalah daya rasa. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. AlAra’f 179. Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau . Ruh adalah daya hidup. maka luruskanlah saya”. Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). Jasad adalah bentuk lahiriah manusia. Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah. Nafs (al-Baqarah 48. Shad : 34 ). Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. al-Anfal 22. tetapi ia khalifah pertama. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsur sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. Aqal ( al-Baqarah 76. kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun.jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . Hal itu semua merupakan produk dari nafs . Jika demikian pengertian khalifah. Ali Imran 185 dan lainlain ) . Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. dan Qolb ( Ali Imran 159. maka ikutilah saya. Aqal adalah daya fakir. Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ). Yang dapat mengendalikan adalah wahyu.

Kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. ditiupkannya ruh. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainnya. Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan. Ayat berserak. baik didarat. Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil. tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. dilaut. maupun diudara. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Misalnya. berkembang menjadi mudgah.akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. alaqah. Namun demikian. malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. . air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. jika ada penemuan baru. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. manusia diberi akal dan hati. Disamping itu. saripati makanan. Al-An’am : 165 ). Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. mungkinkah penemuan baru itu dilakukan oleh ulama islam? Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. Dengan demikian. berupa al-Quran menurut sunah rasul. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut.

Pembahasan. begitu yang pun nasrani dan lain sebagainya. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). keadilan. tempat. sebaliknya mengikuti seiring fitrah. jika manuia itu sendiri menggunakan dorongan (drive) kearah bagaimana memanusiakan Tuhan manusia manusia bukan memposisikan tapi juga tidak berjalan dirinya sebagai namun makhluk jika ciptaaan yang unik. berakar hadir kedamaian pada diri dan saja nafsu yang mengikat dan manusia. manusia tidak bermartabat lagi. tangan. telinga. Konsep manusia Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : . Islam yang yang Karena secara agung dan kata luhur. Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). studi hanya Inilah yang sering dikatakan bahwa sudut sebagai fenomena pandang sudut lahirnya keberagamanaan seorang manusia yang akan berbeda satu dengan lainnya. satu interpersonal dan masyarakat sama lain. maka janji Tuhan adzab dan kehinaan akan datang.Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. lingkungan dimana manusia itu dilahirkan. tidak dapat itu perbedaan aspek sebagai relevansi. Islam merupakan salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusia atau hubungan ada semua diartikan diri personal. Fitrah kemanusiaan yang merupakan pemberian Tuhan (Given) memang tidak dapat ditawar. Kedamaian akan hadir. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). kaki dan anggota tubuh lainnya sangat tergantung pada wilayah. dia hadir sering tiupan ruh dalam janin manusia dan begitu manusia lahir dalam bentuk “manusia” punya mata. Anak yang dilahirkan dalam keluarga dan lingkungan muslim sudah barang tentu secara akidah akan mempunyai persepsi ketuhanan (iman) yang sama. sempurna. . sebuah “salima” kedamaian dalam manusia atau dan sifatnya fitrah. Dalam manusia wacana tidak agama dapat sering dilihat dikatakan dari berbagai keberagamaan normativitas melainkan juga dilihat dari historisitas.

Dalam ajaran Islam terbentuk opini dan tidak berlebihan jika dikatakan sebagai keyakinan. Dalam Ajaran Kristen dijumpai kisah kejadian manusia dalam surat Kejadian 1-11 dan 12-50 tentang kisah oleh Martinus dalam “ Bagaimana Agama Kristen Memandang teori Darwin “.Keyakinan tersebut merupakan hasil interpretasi dari ayat – ayat Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tetntang kejadian Adam yaitu “ Adam adalah suatu makhluk yang diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai jenis yang kemudian dicampur dengan air. . Seperti yang dikemukakan oleh FransDahler. binatang. dibentuk dan ditiupkan ruh kedalamnya. Teori ini merupakan perubahan atau perkembangan secara berlahan – lahan dari tidak sempurna menjadi perubahan yang sempurna. Teori ini adalah gabungan pemikiran dari pihak-pihak agama yang berlandaskan dengan alasan-alasan serta pembuktian dari pihak sarjana penganut teori evolusi. dan manusia selama ribuan atau jutaan tahun yang benar-benar mengalami mutasi (perubahan) yang tidak sedikit. Pandangan ini gabungan pemikiran dari umat manusia yang berbeda keyakinan yaitu umat Kristen dan umat Islam tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan keMaha Kuasaan Tuhan. Teori ini sebenarnya merupakan kata lain untuk menanamkan pandangan pencipta dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya. • Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. • Kedua yaitu Teori Revolusi Teori revolusi ini merupakan perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada.B de Lamarck yang menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh – tumbuhan menuju binatang dan dari binatang menuju manusia. yang mengakui bahwa tumbuh-tumbahan.serta Yasin ayat 82 yang berbunyi kun fayakun dengan arti “ jadilah maka terjadilah dia ”. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana Perancis J.• Pertama yaitu Teori Evolusi. dan kemudian menjadi makhluk hidup”. bahwa manusia dan juga alam semesta tercipta secara cepat oleh Kuasa Allah.

alam mayapada tidaklah yang hakiki. Manusia Dalam pandangan islam Dalam pandangan Islam. Insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua factor. karena tanah molekulnya lebih rendah keteraturannya. dan taqwa (asy-Syams: 8). mukalaf. 4. Menurut Al-Syaibani manusia dikelompokkan menjadi delapan definisi. yaitu faktor warisan dan lingkungan. Manusia mempunyai motivasi. . yang di berarti. syukur 28). dan mujizat. menegakkan ‘tujuan’ Keberadaannya hadaf Perhatikanlah ayat-ayat Qur`aniah di bawah ini.Menurut RHA.antara lain : 1. 6. manusia juga diciptakan untuk mengaplikasikan beban-beban ilahiah yang mengandung maslahat dalam kehidupannya. dan ruh 5. mukhaiyar. mukaram. jahula ‘bodoh’ (al-Ahzab: ‘sangat fujur ‘ketergantungan nikmat’ (Faathir: 15). manusia didefinisikan sebagai makhluk. Keberadaannya khilafah. 3. Selain itu. dan kebutuhan permulaan baik yang diwarisi maupun yang diperoleh dalam proses sosialisasi. akal. Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya. Insan manusia sebagai makhluk sosial yang berbahasa. Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri dan sifat-sifat insaniah. kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). Manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Ia membawa amanah ilahiah yang harus diimplementasikan memiliki untuk arti huru-hara dalam dan kehidupan yaitu tanpa nyata. 72). Syahirul Alim cendekiawan Muslim ahli kimia menyatakan bahwa kita sebagai manusia harus merasa terhormat kalau diciptakan dari keturunan kera karena secara kimia molekul-molekul kera jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tanah. Insan yang mempunyai tiga dimensi yaitu badan. 7. kecenderungan. faqir seperti dha’if ‘lemah’ atau (al-Israa’: (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia dimuka bumi 2.

” (al-Ahzab: 72) Manusia adalah makhluk pilihan dan makkhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dari makhluk-makhluk kemudian yang lainnya. bumi dan gununggunung. ulul albab. hatinya. Allah SWT membebankan misi-misi khusus . dimilikinya. dan dalam yang pro-aktif memilih risalah sesuai untuk ia nilai-nilai kebaikan. dan memilihnya.” (adz-Dzariyat: 56) “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit.” (al-Baqarah: 30) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. merenungkannya.“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. mampu yang ia memutuskan yang memilah tertuang sesuatu benar. dan besar Robbnya diharapkan melahirkan tindakan-tindakan sehingga tetap mempertahankan gelar kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya seperti ahsanu taqwim. SWT telah menciptakan manusia dengan taqwim. dan telah menundukkan seluruh alam baginya agar ia mampu memelihara dan memakmurkan serta melestarikan kelangsungan hidup yang ada di alam ini. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dengan akal para dengan yang rasul. Maka.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. kebenaran. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. ahsanu seperti akal yang mampu menangkap sinyal-sinyal kebenaran. Dengan karya-karya iradah manusia ia dan diharapkan dan dengan keindahan mampu raganya. rabbaniun dan yang lainnya. dengan sederet sifat-sifat kemuliaan dan sifat-sifat insaniah yang berkaitan dengan keterbatasan dan kekurangan. Allah yaitu dengan keistimewaan yang dimilikinya.

Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (al-Ankabuut: 45). maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada di balik ibadahnya. dan ibadah-ibadah lain yang bertujuan untuk . Setiap desah nafasnya harus selaras dengan kebijakan-kebijakan ilahiah.Misi Manusia Manusia di dalam hidup ini memiliki tiga misi khusus: misi utama. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”.kepada manusia untuk menguji dan mengetahui siapa yang jujur dalam beriman dan dusta dalam beragama. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah ditentukan. misi fungsional. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. memuat yaitu nilai sebagai filosofis. yaitu beribadah kepada Allah SWT. Misi Utama Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. 1. ia harus benar-benar mampu menjabarkan kehendak-kehendak ilahiah dalam setiap misi dan risalah yang diembannya. dalam setiap ibadah yang telah diwajibkan oleh Islam shalat. Semakin mantap langkahnya dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. Maka. ‘aun dan seperti nilai bagi filosofis benteng yang kokoh ada untuk dalam ibadah lautan (pertolongan) sebagai manusia dalam mengarungi kehidupan (al-Baqarah:153).” (al-Ankabuut: 2-3). serta setiap detak jantung dan keinginan hatinya harus seirama dengan alunan-alunan kehendak-Nya. menghindari. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Karena. A. Oleh karena itu. dan misi operasional. menghadang.

kegelapan. apabila ia manusia akan mampu serta menangkap sinyal-sinyal dalam Gerbang mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. Hal ini bisa terjadi pada manusia karena dalam dirinya ada dua kekuatan yang sangat dominan kekuatan tenang) yang yaitu mempengaruhi fujur. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (Faathiir: 32) • Sabiqun bil khairat Hamba Allah SWT yang termasuk dalam kategori ini adalah hamba yang tidak hanya puas melakukan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh-Nya. dalam bingkai misi utama ini. oleh nafsu kekuatan taqwa (jiwa dan yang Kekuatan taqwa didorong mutmainnah dalam realitas dalam dunia menterjemahkan kehendak ilahiah untuk dan masuk kehidupan. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Ada juga yang secara terang-terangan mengingkari dan memusuhinya (an-Nahl: 36. dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut. filosofis lisan dan maupun Maka.melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). manusia Maka. dzalimun linafsihi. Hal ini dan kekuatan fujur yang di dominasi oleh nasfu ammarah (nafsu angkara murka) memerintahkan bil khairat. “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. untuk senantiasa sabiqun selalu setiap pikiran dan perbuatannya. kemudian perbuatan. muqtashidun. Namun. menjauhi hal-hal yang menerawang . banyak di antara mereka yang berpaling dari ajaran-ajaran suci yang didakwahkan kepada mereka. dan al-Baqarah: 91). sunnah-sunnah Akal sehatnya yang telah digariskan. namun ia terus berlomba dan dan berpacu untuk mengaplikasikan dimakruhkan. dan nilai bahasa yang sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga. Bahkan. al-An’aam: 26. tidak semua manusia di dunia ini mengikuti perintah dan merespon risalah yang di bawa oleh para Rasul.

bersama manusia thogut-thogut akan bergeser untuk dari memberangus gelar khairul nilai-nilai barriah kekuatan syahwat adalah mendominasi kehidupannya. mujarab dab terapi yang manjur” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya. yaitu wilayah sunnah. dengan cahaya pilihan-pilihan bashirah. Abu al-Hasan Ali ‘sebaik-baik makhluk’ dan ahsanu taqwim ke gelar baru. ini. pengagungan. yaitu syarrul barriah . Jadi. syahwat adalah sehingga sedangkan hatinya durhaka parah. Hamba yang hatinya senantiasa dihiasi ketundukan. cinta. dan menjadi budak syahwatnya. dan kepasrahan kepada Allah SWT. ia akan melakukan kebenaran. maka ia akan keluar dari poros yang telah digariskan oleh Allah SWT. Imannya hanya bisa menjadi benteng dari hal-hal yang diharamkan dan belum mampu membentengi hal-hal yang dimakruhkan. ia mana sakit kepadanya juga yang masih lebih yang obat sering berkubang dalam kubangan lumpur dosa. • Dzalimun linafsihi Hamba yang termasuk dalam kelompok ini adalah yang masih mencampuradukkan antara hak dan batil. dua Selain kekuatan dan ia mengamalkan perintah-perintah tergantung nampaknya Allah SWT. • Muqtashidun Hamba Allah yang masuk dalam kategori ini adalah manusia muslim yang puas ketika mampu mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. Dalam benaknya. konspirasi Di sini. “Mengikuti al-Mawardy) Apabila manusia mengikuti libido. kekuatan dominan. tidak pernah terlintas ruh kompetitif dalam memperluas wilayah iman ke wilayah ibadah yang lebih jauh lagi. mengekor nafsu angkara murka. dalam diri seorang hamba ada yang dalam mempengaruhinya. kelompok penyakit. Bahkan.jauh ke depan untuk menggagas Hati sucinya menerima Inilah nilai-nilai Islam. hamba karya-karya besar dan langkah-langkah akal selalu selama melihat tidak bertentangan dengan yang kehidupan positif. Ia akan mencampakkan dan mensia-siakan amanah yang agung.

” Sebagian ahli hikmah berkata. Inilah ‘binatang berdiri. “Ada dua masalah yang saya takutkn menimpa kamu. Kedua. batu. ‘kekuasan’. dan dari Islam Kauniah dengan tiga yang 6-7. Ibnu Qaiyim al-Jauziah) Ketika jiwa manusia di kuasai oleh syahwat mulkiah. dan hawa nafsu adalah musuh yang ditaati. numun ia tidak pernah tidak pernah melihat kebenaran. kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah. ayat-ayat sebuah dari 60. Qur`aniah komunitas nilai-nilai makhluk’. banyak menghayal. berkata. tipuan-tipuan. mata dan telinga.(al-Jawab al-Kaafi. adu domba. kebenaran. asfalus kera. mengikuti menjadi hawa tembok nafsu. syahwat baik syahwat mulkiah ‘binatang syaithaniah. buta.”Sebagian ahli hikmah yang lain berkata. adalah dan bisu dungu.” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya) B. ia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah. manusia-manusia (al-Bayyinah: dan tidak pernah mendengar faktor tersebut. Misi Fungsional Selain misi utama yang harus diemban manusia. dan Karena. Pertama. yang dan pertama yang akan kedua penghalang antara dirinya mengakibatkan lupa akan akhirat. dan . bahaimiah ternak’. dan al-Baqarah:74) Ali bin Abu Thalib ra. Adapun ketika jiwa manusia terbelenggu oleh syahwat syaithaniah dan bahaimiah. keonaran. Khianat syahwat lahir dari rahim maupun syahwat. saafilin babi. al-A’raaf: 179.‘seburuk-buruk al-an’aam berfikir. ‘tempat dan yang kayu paling yang rendah’. Manusia tidak mampu memikul misi ini. Ia senantiasa melakukan makar.“Hawa nafsu adalah raja yang bengis dan penguasa yang lalim. maka ia akan selalu menciptakan permusuhan. maka ia akan mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya. Manusia harus membuang jauh bahasa khianat dari kamus kehidupannya. meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh Islam. dan konspirasi politik untuk menjegal lawannya (al-Anfal: 26-27 dan Shaad: 26). “Akal merupakan teman setia. ternak’. al-Maidaah: al-Munaafiquun: 4. Mereka tuli. manusia-manusia yang memiliki hati.

maupun di lautan bukan karena binatang ternak yang tidak tahu apa-apa.menjadi rakus serta tamak akan harta. Syukur (Luqman: 31) Sabar (Ibrahim: 5) Mempunyai belas kasih (atTaubah: 128)Santun (at-Taubah: 114)Taubat (Huud: 75) Jujur (Maryam: 54) Terpercaya (al-A’raaf: 18) Maka. (ar-Ruum: tetapi namun 41). manusia yang sadar akan misi sucinya harus mampu mengendalikan nafsu dan menjadikannya sebagai tawanan akal sehatnya dan tidak sebaliknya. diperbudak hawa nafsu sehingga tidak mampu menegakkan tonggak misi-misinya. ia ia Oleh lahir tidak dari tangan-tangan bertindak bumi jahil diluar ini manusia ketentuan membutuhkan yang dan tidak rambu pernah ilahi dari mengenal rambu-rambu Tuhannya. Benar. juga harus bisa bermain cantik untuk memakmurkam bumi (Huud: 61). . sanggup membumikan Inilah mengaplikasikan simbol-simbol kehidupan. Kerusakan di dunia. C. Manusia yang memiliki sifat-sifat luhur sebagaimana disebutkan di bawah ini. Hanya dengan nafsu muthmainnahlah. manusia merekonstruksi peradaban kembali. dan di antara ilahi awan dalam jahiliah realitas modern. Ia bersenang-senang di atas penderitaan rakyat dan tak pernah berhenti mengeruk kekayaan rakyat. sebenarnya hakikat risalah insan di muka bumi ini Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : • • • Pertama yaitu Teori Evolusi. manusia akan sanggup bertahan mengibarkan panji-panji seruan-seruan kekhilafahan langit. manusia. pengelola manusia-manusia yang ideal. Tidak ada sorot mata persahabatan dan sentuhan kasih dalam dirinya.Misi Operasional Manusia diciptakan di bumi ini—selain untuk beribadah dan sebagai khalifah. semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk bebas karena itu. Kedua yaitu Teori Revolusi Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. di darat.

filosofis yang ada dalam ibadah shalat. seirama dengan Setiap ilahiah. Manusia insaniah. apabila ia dan ibadah-ibadah mampu serta lain yang bertujuan sinyal-sinyal dalam Gerbang untuk dan nilai bahasa yang melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 aat-Taubah:103). mukaram. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal telah yang ada oleh di balik ibadahnya. sifat-sifat (al-Ahzab: ‘sangat fujur mukhaiyar. dan taqwa (asy-Syams: 8). sampai dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. Karena. harus jantung dan Semakin selaras keinginan mantap dengan hatinya langkahnya kebijakan-kebijakan alunan-alunan dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya. Konsepsi filosofid ini pertama kali muncul dari gagasan tokoh sufi Ibnu Arabi. Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. dalam seperti setiap nilai ibadah yang diwajibkan Islam memuat nilai filosofis. yaitu sebagai ‘aun (pertolongan) bagi manusia dalam mengarungi lautan kehidupan (al-Baqarah:153). dan sebagai benteng kokoh untuk menghindari. dan jahula ‘bodoh’ nilai-nilai 28). syukur didefinisikan dan fitri 15). faqir pandangan mukalaf. Maka. desah serta setiap nafasnya detak kehendak-Nya. (Faathir: sebagai mujizat. Maka. filosofis lisan dan maupun manusia akan menangkap mengaplikasikan mengekspresikannya gerbang ketaqwaan. menghadang. berasal dari kata al-insan yang berarti manusia dan al-kamil yang berarti sempurna. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan.Dalam makhluk. kemudian perbuatan. yaitu beribadah kepada Allah SWT. Artinya adalah manusia sempurna. yang atau ‘lemah’ (al-Israa’: manusia memiliki (an-Nisaa’: memerlukan’ 67). setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah harus ditentukan. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (alAnkabuut: 45). ‘ketergantungan nikmat’ kafuuro serta mengingkari (al-Insaan:3). adalah seperti makhluk dha’if Islam. Oleh Abdul Karim bin Ibrahim . 72).

Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. gagasan ini dikembangkan menjadi bagian dari renungan mistis yang bercorak tasawuf filosofis. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat tertentu.al-Jili (1365-1428). Al-Jili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma’rifah al-Awakir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri yang Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasikan insan kamil dengan dua pengertian. yakni yang baik dan sempurna. yaitu sebagai suatu keniscayaan yang inheren dalam esensi dirinya. insan kamil dalam pengertian konsep pengetahuan mengeneai manusia yang sempurna. Kedua. Dalam pengertian demikian. Seseorang yang makin memiripkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut. disamping terdapat dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah SWT ke dalam diri Nabi Adam AS. tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini. yaitu Tuhan berfungsi sebagai cermin bagi manusia dan manusia menjadi cermin bagi Tuhan untuk melihat diri-Nya. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia. yaitu Tuhan. Hal itu dinyatakan dalam ungkapan yang sering terdengar. Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi. maka makin sempurnalah dirinya. Pertama. insan kamil terkail dengan pandangan mengenai sesuatu yang dianggap mutlak. insan kamil terkait dengan jati diri yang mengidealkan kesatuan nama serta sifat-sifat Tuhan ke dalam hakikat atau esensi dirinya. nama esensial dan sifat-sifat Ilahi tersebut pada dasarnya juga menjadi milik manusia sempurna oleh adanya hak fundamental. Dalam pengertian ini. pengikutnya. . Jati diri Muhammad (al-haqiqah alMuhammad) yang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai utusan Tuhan.

Sang mukmin menjadi tuan terhjadap nasibnya sendiri dan secara tahap demi tahap mencapai kesempurnaan. perbuatan. kedua penguasaan diri sebagai bentuk tertinggi kesadaran diri tentang pribadi. Pertama. ia melintasi daerah nama serta sifat Tuhan. dari ensklopedi Islam terbitan ikhtiar baru van hoeve A. masuk ke dalam suasana hakikat mutlak. yang dianugerahi kemampuan rohani dan agamawi. kata-katanya menjadi kata-kata Tuhan. Insan kamil versi Iqbal tidak lain adalah sang mukmin. Manusia diberi begitu banyak keistimewaan di antaranya bentuk fisik yang indah. dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifat Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa. Pada tingkat ketiga. yang dalam dirinya terdapat kekuatan. bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan rohani dan mendakian mistik.Bagi al-Jili. kedudukan yang . dan ketiga kekhalifahan Ilahi. dan kemudian menjadi “manusia Tuhan” atau insan kamil. wawasan. dan hidupnya menjadi hidup Tuhan (nur Muhammad). sang mukmin senantiasa meresapi dan menghayati akhlak Ilahi. hal ini membunuh individualitas dan melemahkan jiwa. Manusia Sebagai Mahluk Sempurna Pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai mahluk yang sempurna di antara mahluk-mahluk Allah lainnya. Muhammad Iqbal tidak setuju dengan teori para sufi seperti pemikiran al-Jili ini. Untuk menumbuhkan kekuatan dalam dirinya. insan kamil dicapai melalui beberapa proses. Menurut dia. ketaatan pada hukum. Iqbal memang memandang dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai insan kamil. dan kebijaksanaan. Insan kamil bagi Iqbal adalah sang mukmin yang merupakan makhluk moralis. Matanya menjadi mata Tuhan. Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan. tetapi tanpa penafsiran secara mistik. Sifat-sifat luhur ini dalam wujudnya yang tertinggi tergambar dalam akhlak Nabi SAW. Iqbal melihat.

Qald adalah hakikat manusiayang dapat menangkap segala pengertian berpengetahuan dan arif. Fitrah tidak hanya diartikan sebagai penciptaan fisik. waqinaa adzabannar". qaib. sebagaimana sering kita ucapkan dalam doa : "Rabbana aatina fiddun-yaa hasanah wafil akhirati hasanah. nafsu. melainkan juga dalam arti rihaniah yaitu sifat-sifat dasar manusiayang baik. dan akal (mind). Akal adalah pikiran atau rasio dan rasa bias diartikan dengan bijaksana. Akal dapat digunakan untuk berpikir dan membedakan mana yang baik dan yang buruk. ruhani (spiritual). Tujuan hidup manusia yaitu beribadah kepada Allah SWT dengan cara melakukan perbuatan apapun asal yang tidak dilarang agama dan diniati ibadah sehingga apapun yang kita kerjakan tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan di dunia tetapi juga kepentingan di akherat jadi tujuan hidup manusia sudah jelas adalah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat. Untuk . Semua itu tergantungdari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik). Pemuliaan Allah SWT kepada manusia berkaitan dengan penciptaannya seperti diterangkan Allah dalam firmanNya: Artinya: Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaikbaiknya Fitrah manusia meliputi: hanif. Manusia memiliki potensi baik sejak kelahirannya. Potensi rohaniah berupa akal. Fitrah adalh kondisi awal suatu ciptaan atau kondisi manusia yang memiliki potensi untuk mengetahui dan cenderung kepada kebenaran.jauh lebih baik. Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Nafsu adalah sesuatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. dan yang paling berbeda yaitu akal pikiran. potensi akal. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Hanif (kecenderungan kepada kebaikan) yang terjadinya proses persaksian sebelum digelar ke muka bumi. Manusia sebagai insan kamil haruslah mempunyai kepribadian dan ahlak yang baik. qald dan nafsu.

(QS. namun untuk kebahagiaan akherat perlu kita teliti lebih jauh. 51:56) Dalam islam tujuan pendidikan identik dengan tujuan hidup (penciptaan) manusia. Seperti dalam surat Adz Dzariyat ayat 56: Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. . Menempatkan ibadah sebagai tujuan hidup mengandung arti bahwa kita menyerahkan penilaian semua gerak dan kiprah ibadah kita hanya kepada Allah. adalah berusaha untuk menjadi Ahsani Taqwim dan Khalifah fil Ardhi.mendapatkan kebahagiaan dunia telah diuraikan di depan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful