P. 1
Bakteri Rhizobium

Bakteri Rhizobium

|Views: 293|Likes:
Published by Prasetyo

More info:

Published by: Prasetyo on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2014

pdf

text

original

Bakteri Rhizobium

Mekanisme Infeksi Bakteri Rhizobium pada Akar Tanaman Sejarah Penemuan fiksasi nitrogen yang konsisten dalam ekstrak yang bebas

sel dariClostridium pasteurianum oleh Carnahan dan kawan-kawan di laboratorium Du Pontdi Amerika Serikat pada tahun 1960, merupakan tonggak sejarah dalam bidang fiksasi nitrogen secara biologi. Perluasan pengetahuan yang cepat dalam genetika bakteri telah memberikan pengaruh besar dalam studi mengenai bakteri penambat N. Genetika mikroorganisme penambat nitrogen dipelajari oleh Postgate dan kawan-kawan di Inggris dan gen yang bertanggungjawab untuk fiksasi nitrogen sudah berhasil dipindahkan dari bakteri penambat nitrogen ke bakteri yang bukan penambat nitrogen (Rao, 1994). Pengertian Rhizobium Bakteri rhizobium adalah salah satu contoh kelompok bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia hara bagi tanaman. Bila bersimbiosis dengan tanaman legum, kelompok bakteri ini kan menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar di dalamnya. Rhizobium hanya dapat memfiksasi nitrogen atmosfer bila berada di dalam bintil akar dari mitra legumnya. Peranan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman khususnya berkaitan dengan masalah ketersediaan hara bagi tanaman inangnya. Suatu pigmen merah yang disebut leghemeglobin dijumpai dalam bintil akar antara bakteroid dan selubung membrane yang mengelilinginya. Jumlah leghemeglobin di dalam bintil akar memeliki hubungan langsung dengan jumlah nitrogen yang di fiksasi (Rao, 1994) Rhizobium yang berasosasi dengan tanaman legume mampu menfiksasi 100-300 kg N/ha dalam satu musim tanam dan meninggalkan sejumlah N untuk tanaman berikutnya. Permasalahan yang perlu diperhatikan adalah efisiensi inokulan rhizobium untuk jenis tanaman tertentu. Rizobium mampu mencukupi 80% kebutuhan nitrogen tanaman legume dan meningkatkan produksi anatara 10 % - 25%. Tanggapan tanaman sangat bervariasi

pendutulatus. lablab dan acasia. sesbania. R meliloti. Klasifikasi Rhizobium Bakteri – bakteri yang termasuk dalam genus rhizobium hidup bebeas dalam tanah dan dalam daerah perakaran tumbuh-tumbuhan legume maupun bukan legume. leucaena. Bintil yang efektif umumnya besar dan berwarna merah muda (karena . dengan menginfeksi akarnya dan membentuk bintil akar di dalamnya. leguminosarum. Yang termasuk galurgalur yang tumbuh lambat membentuk bintil pada cicer.1994) Struktur Bintil Pusat dari bintil yang masuk membentuk zone bakteroid yang dikelilingi oleh beberapa lapis sel korteks. Genus 2. bakteri rhizobium dapat bersimbiosis hanya dengan tumbuh-tumbuhan legume. 2002 dalam Rahmawati 2005). (Rao. Lotus uliginosus. sebagia cepat tumbuh dan lambat tumbuh. memiliki flagel polar atau subpolar yang membentuk bintil pada kedelai. pengecualian satusatunya adalah bintil akar pada trema (parasponia) oleh Rhizobiumsp. mimosa. dan vigna. Genus 1 : Rhizobium R. Walaupun demikian.tergantung pada kondisi tanah dan efektifitas populasi asli (Sutanto. Volume relative jaringan bakteroid (16 samapai 50% dari berat kering bintil) jauh lebih besar pada bintil yang efektif dibanding pada bintil yang tidak efektif. Volume jaringan bakteroid dalam bintil yang efektif memiliki hubungan langsung yang positif dengan jumlah nitrogen yang difiksasi. R Loti merupakan galur-gallur yang tumbuh cepat membentuk bintil. Bintil yang tidak efektif yang dihasilkan oleh galur-galur yag tidak efektif umumnya kecil dan mengandung jaringan bakteroid yang tidak berkembang baik yang berhubungan dengan keabnormalan strukturnya. Bakteri bintil akar telah dibedakan berdasarkan pertumbuhan nya pada substrat tertentu. japonicum) Galur-galur yang tumbuh lambat. L. Bradyrhizobium (spesies : Bradyrhizobium sp. B.

di dalam tanah dapat mengurangi aktifitas nitrogenase sehingga mengurangi aktivitas nitrogenase sehingga mengurangi aktivitas rhizobium dan penambatan N2. 1. kandungan hara.5 %. Kafein beberapa alkaloid lain juga merrangsang dihasilkannya bakteroid pada medium buatan. Daerah inti bakteroidtampak terbagi-bagi dan berhubungan dengan sitoplasma granuler.dan penambatan N2. Kandungan hara. Kemasaman tanah sangat mempengaruhi infektifitas dan efektifitas rhizobium. Rhizobium meliloti pada perakaran alfalfa sangat berkurang populasinya pada tanah dengan pH kurang dari 6. Faktor yang mempengaruhi pembentukan bintil akar Factor lingkungan yang mempengaruhi penamban N2 oleh rhizobium adalah keasaman tanah.Tergantung dari legumnya. 2. 2004). Lain halnyya dengan R trifoli dimana jumlah bintil akar dan hasil tanaman inang red clover tidak berpengaruh pada pH berkisar 5.0. Pengurangan penambatan N2 dihubungkan dengan adanya kompetisi untuk fotosintat antara reaksi reduksi NO3. iklim dan pengelolaan tanaman. mungkin karena digunakannya teknik yang berbeda-beda dalam mempelajari struktur halus ini (Rao.leghemoglobin) dengan jaringan bakteroid yang berkembang dan terorganisasi dengan baik (Rao. . Maksimum penambatan N2 terjadi hanya bila ketersediaan N di dalam tanah minimum. setiap bakteroid atau kelompok bakteroid dikelilingi oleh selubung membrane yang identatasnya diinterpretasikan macam-macam. Sensitifitas rhizobium terhadap kemasaman tanah berbeda menurut spesiesnya. pengeruhnya nyata pada pembibitan dan fiksasi N2 udara. Terdapat suatu system membrane intrasitoplasmik di dalam jaringan bakteroid bintil akar semanggi bawah tanah. Kelebihan konsentrasi NO3.tersedia. Rhizobia dan akar tanaman kacang-kacangan dapatt diruikan oleh unsure meracun Al3+ dan H2PO4. 2004).bakteroid dapat dihasilkan secara in vitro pada suatu medium yang mengandungekstrak khamir 3. fotosintesis. Hal ini menyebabkan bintil akar dan hasil alfafa sangat berkurang. Bakteroid. Sebuah bakteroid yang berkembang baik tidak memiliki falgel dan di kelilingi oleh 3 unit membrane. Keasaman tanah.0-7.

Pembentukan benang infeksi untuk mentransfer sel-sel bakteri ke dalam korteks akar 3. 5. 2005) Setelah terjadi kolonisasi pada akar oleh galur rhizobium yang cocok. Pelepasan bakteri ke dalam sel-sel korteks 4. proses infeksi dan nodulasi terjadi lebih kurang sebagai berikut: 1. akar sekunder pada rambut akar (Rahmawati. Pembentukan Simbiosis antara Rhizobium dengan Leguminose Simbiosis antara Rhizobium dengan Leguminose dicirikan oleh struktur bintil akar pada tanaman inang (leguminoseae). et al. mungkin sebagai respon terhadap etilen.(2001) memperlihatkan kolonisasi B japonicum 5 hari setelah inokulasi pada tanaman kedelai terdapat pada ujung akar dan permukaan akar dekat ujung akar. Dalam bintil yang lebih tua. hilangnya selubungg bakteroid (bakteri bintil) dan aktifitas nitrogenase dengan dimulainya proses penuaan (Gardner. yang dirangsang oleh IAA. Pembentukan bintil akar dimulai dengan sekresi produk metabolism tanaman ke daerah perakaran yang menstimulasi pertumbuhan bakteri.3. 1991). menunjukkan terjadinya kolonisasi bakteri pada pangkal akar. lipoferum T1371 dan R. Mekanisme Infeksi Rhizobium pada Akar Tanaman Rambut akar normal Pengeluaran zat organic olehh akar . Deformasi (perubahan bentuk) bulu akar (yaitu membelok atau bercabang). 2. Proses pembentukan bintil akar di awaali dengan kolonisasi bakteri bintil akar di rhizosfer tanaman kacang-kacangan. Penelitian Chebotar et al. Pembentukan meristem bintil dan perluasan bintil dengan pembelahan sel-sel korteks. leguminosarumpada tanaman clover white. Tchebotar et al. Fotosintsis dan iklim. Pembesaran sel-sel korteks yang terinfeksi di bagian dalam bintil 6. (1998) mengatakan Koinokulasi antara A.

Akumulasi rhizobium dalam rhizosfer Triptofan berubah menjadi asam indol asetat Penggulungan dan deformasi rambut akar Ikut sertanya lektin dalam pengenalan rhizobium Penggabungan rhizobium ke dalam dinding sel dan partisipasinya dalam “intussusepsi” Invaginasi sel rambut akar membentuk benang infeksi insipient (yang baru jadi) Benang yang mengandung bakteri bentuk batang meluas ke dalam sel rambut akar yang dipandu oleh nucleus rambut akar Masuknya benang infeksi ke dalam korteks akar dan mengadakan percabangan (Rao. benang infeksi juga bergerak ke atas dan ke bawah sebelum memasuki korteks. Jelaslah. dan (4) tidak semua infeksi menghasilkan pembentukan bintil. Apabila nucleus bergerak ke ujung distal dari rambut dan kemudian bergerak kea rah ujung proksimal dekat korteks. (3) jumlah rambut akar yang terinfeksi terus meningkat secara eksponensial sampai bintil yang pertama terbentuk diikuti oleh berkurangnya jumlah infeksii setelah itu. bahwa suatu bentuk pesan atau impuls dipindahkan dari nucleus inang ke kandungan dari benang infeksi. Nukleus memeberi petunjuk menegenai jalur benang infeksi di dalam rambut yang terbukti dari adanya fakta bahwa apabila nucleus menjadi tidak terorganisasi. pertumbuhan benang kan berhenti. Tampaknya terdapat suatu interaksi yang mendalam antara nucleus sel rambut akar dan benag infeksi yang diawali pada ujung bagian rambut akar yang menggulung. Penelitian intensif terhadap kecambah semanggi telah menunjukkan butir-butir penting berikut mengenai infeksi rambutt akar: (1) infeksi rambut akar tidak terjadi secara acak tetapi terjadi pada beberapa titik yang terpisah jauh. Nukleus memberi petunjuk mengenai jalur benang infeksi di dalam rambut akar yag menggulung. 2004). . (2) tempat-tempatinfeksi primer ini membentuk daerah infeksi dengan adanya infeksi berikutnya pada rambut akar.

Organisme tersebut saling berinteraksi membentuk suatu rantai makanan sebagai manifestasi aliran energi dalam suatu ekosistem untuk membentuk tropik rantai makanan (Simarmata et al. Dalam ekosistem tanah. Hal ini berarti. Hipotesis invaginasi bertumpu pada landasan bahwa auksin dan enzim-enzim pektat pada permukaan perakaran berinteraksi untuk menghasilkan daerah lunak yang terlokalisasi pada rambut akar yang memudahkan pertumbuhhan ke dalam dinding sel rambut akar Rhizobium tidak mampu menghasilkan pektinase atau selulose dalam media kultur yag di tambah dengan pectin atau selulose Rekayasa Genetik pada Rhizobium Tampaknya bahwa ruang lingkup perbaikan simbiosis legume-rhizobium tidak terlepas dari upaya perbaikan sifat genetic baik yang terdapat pada bakteri maupun pada tanaman inang. Perlu makin dipahami bahwa peristiwaa pembentukan signal yang terjadi selama perbaikan nodulasi. fiksasi nitrogen biologis sebagai bagian dari input nitrogen untuk mendukung pertumbuhan tanaman telah menurun akibat intensifikasi pemupukan anroganik. Selanjutnya diikuti oleh tropic kedua hingga ke tingkat tropik yang tertinggi. 2005). tropik rantai makanan dimulai dari tropik level pertama.2003). 2004). dalam rangka memanipulasi aspek simbiosis legume-rhizobium. dan azorhizobium adalah kesemuanya mampu memasuki ke dalam tanaman legume melalui simbiotik yang melangsungkan fiksasi nitrogen dari udara (Rahmawati. Perbedaan karakter antara Rhizobium. mikro fauna. serta meso dan makro fauna). yaitu kelompok organisme (tanaman dan bakteri) produsen yang mampu memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energinya. Secara umum.Ada dua cara masuk rhizobium ke dalam rambut akar (1) masuknya penerobos bentuk koloid kecil melalui celah dalam mikrofibril selulosa dan (2) invaginasi langsung dari sel rambut akar. Penggabungan metode rekayasa genetic merupakan cara yang paling produktif. Bradyrhizobium. bahwa kehadiran suatu organisme akan . Tanah sehat dan subur merupakan system hidup dinamis yang dihuni oleh berbagai organism (mikro flora. Penurunan penggunaan pupuk nitrogen yang nyata agaknya hanya dapat dicapai jika agen biologis pemfiksasi nitrogen diintegrasikan dalam sistem produksi tanaman (Hindersah.

Universitas Padjadjaran. Sejumlah mikroba memegang peran penting pada tanah yang normal dan sehat. Fakultas Pertanian. Gardner. dan mendegradasi residu toksik (Sparling 1998). Selain itu. UI Press. Pemamfaatan Biofertilizer Pada Pertanian Organik. Jakarta. R dan Tualar Simarmata. Medan . N. mikroba juga berperan sebagai agen peningkat pertumbuhan tanaman (plant growthpromting agents) yang menghasilkan berbagai hormon tumbuh. 2003). Mikroba tanah berperan dalam proses penguraian bahan organik. Bandung. FP et al. Salah satu kelompok organisme yang penting dalam ekosistem tanah dan berperan sebagai agen peningkat pertumbuhan tanaman adalah rizobakteri yaitu bakteri yang hidup di rizosfir tanaman dan mengalami interaksi yang intensif dengan akar tanaman maupun tanah. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. S. vitamin dan berbagai asam-asam organik yang berperan penting dalam merangsang pertumbuhan bulu-bulu akar. Rao.Jurnal natur Indonessia. 2004. Hindersah. Fisiologi Tanaman Budidaya. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. 2009.Departemen Kimia FMIPA USU Medan.mempengaruhi keberadaan organisme lain secara langsung maupun tidak langsung. 1991. N. Potensi Rizobakteri Azotobacter dalamMeningkatkan Kesehatan Tanah. melepaskan nutrisi ke dalam bentuk yang tersedia bagi tanaman. 1994. UI Press. 2005. Jakarta Rahmawati. Subba. M. 2004). Kesehatan tanah dapat dievaluasi secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan indikator seperti kemampuan tanah sebagai media tumbuh tanaman maupun mikroba (Simarmata et al. Secara umum. Kesehatan biologis suatu tanah akan banyak ditentukan oleh dominasi(Hindersah. rizosfir ekosistem tanah yang sehat akan dihuni oleh organisme yang menguntungkan yang memanfaatkan substrat organik dari bahan organik atau eksudat tanaman sebagai sumber energi dan nutrisinya. Studi Isolasi bakteri Rhizobium yang diinokulasikan ke dalam Dolomit Sebagai Pembawa (Carrier) Serta Pemanfaatannya Sebagai Pupuk Mikroba. dan merupakan indikator dalam menentukan kualitas tanah. DAFTAR PUSTAKA Arsyad.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->