P. 1
Prinsip Kerja Alat Lab

Prinsip Kerja Alat Lab

3.67

|Views: 7,694|Likes:
Published by Widi Restu Gumelar
http://goresanpenaseru.blogspot.com/
http://goresanpenaseru.blogspot.com/

More info:

Published by: Widi Restu Gumelar on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

02/10/2016

Nama : Widi Restu Gumelar NPM : 230110110094 Kelas :A Praktikum I a) Mikroskop

Mikroskop adalah alat optik yang memiliki kemampuan untuk memperbesar bayangan hingga berlipat-lipat atau suatu alat untuk memperbesar kenampakan objek sehingga mempermudah melakukan pengamatan. Prinsip kerja Prinsip kerja mikroskop adalah obyek ditempatkan di ruang dua lensa obyektif sehingga terbentuk bayangan nyata terbalik dan diperbesar. Lensa okuler mempunyai peran seperti lup, sehingga pengamat dapat melakukan dua jenis pengamatan yaitu dengan mata tak berakomodasi atau dengan mata berakomodasi maksimum. Pilihan jenis pengamatan ini dapat dilakukan dengan cara menggeser jarak benda terhadap lensa obyektif yang dilakukan dengan tombol soft adjustment (tombol halus yang digunakan untuk menemukan fokus). Kegiatan berikut ini akan memperlihatkan pembentukan bayangan pada mikroskop.

b) Colony counter

adalah peralatan yang dilengkapi dengan kuadran penghitungan, lampu dan kaca pembesar untuk mempermudah penghitungan mikroba. Prinsip kerja Prinsip kerja Colony counter yaitu menghitung mikroba secara otomatis dengan bantuan pulpen/tombol hitung.

a) Inkubator

Inkubator merupakan salah satu alat medis yang berfungsi untuk menjaga suhu sebuah ruangan supaya suhu tetap konstan/stabil, atau merupakan alat yang digunakan untuk inkubasi yang dilengkapi dengan sistim untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik

Prinsip kerja Prinsip kerja dari incubator adalah menginkubasi dengan menggunakan suhu tertentu dalam keadaan diam.

b) Hot plate stirrer

Hot plate stirrer adalah alat yang dilengkapi fasilitas pengaduk dan pemanas sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan agar suspensi tidak mengendap dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi, baik pada suhu kamar maupun suhu yang lebih tinggi. Prinsip kerja Prinsip kerja Pelat Hot plate stirrer adalah memanaskan (plate) yang terdapat dalam alat ini sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® misalnya mampu menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425oC.

c) Electric shaker

Electric shaker adalah alat yang dapat digerakkan kearah depan dan belakang atau melingkar sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan larutan dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi

Prinsip kerja Prinsip kerja shaker adalah motor berputar untuk menggerakkan tuas, dan tuas tersebut dihubungkan dengan poros yang terhubung dengan sebuah plat. Ketika motor berputar, secara otomatis mekanik shaker bisa langsung menggerakkan plat tersebut dengan gerakan jungkat-jungkit. Dengan demikian shaker dapat menghasilkan

gerakan pencampuran terhadap suatu larutan yang mana larutan tersebut ditempatkan diatas plat.

d) Lemari pendingin

Lemari pendingin adalah lemari yang dilengkapi sistim penurunan suhu sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur Prinsip kerja Prinsip kerja lemari pendingin yaitu mengawetkan mikroba/medium sesuai pada suhu yang diinginkan

e) Oven

Oven adalah alat pemanas yang dapat digunakan untuk sterilisasi peralatan secara kering Prinsip kerja Prinsip kerja oven yaitu mensterilkan dengan bantuan panas dari pijaran api atau listrik.

f) Otoklaf

Otoklaf adalah alat yang dilengkapi sistim peningkatan suhu sehingga dapat mengubah air menjadi uap panas. Otoklaf dapat digunakan untuk melakukan

sterilisasi basah, baik peralatan maupun media kultur Prinsip kerja Prinsip kerja Otoklaf yaitu mensterilkan dengan bantuan uap.

g) Timbangan analitik

Timbangan analitik adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk menentukan bobot sampel dengan ketelitian tinggi. Prinsip kerja Prinsip kerja yaitu dengan penggunaan sumber tegangan listrik yaitu stavolt dan dilakukan peneraan terlebih dahulu sebelum digunakankemudian bahan diletakkan pada timbangan lalu dilihat angka yang tertera pada layar, angka itu merupakan berat dari bahan yangditimbang.

h) Peralatan untuk memudahkan proses inokulasi, isolasi maupun transfer mikroba. Peralatan ini teridiri dari : 1) Jarum ose

adalah alat berupa kawat baja berujung tajam atau membulat yang digunakan untuk mengambil mikroba yang akan diinkubasi, diisolasi atau ditransfer ke media kultur lain.

Prinsip kerjanya yaitu ose disentuhkan pada bagian mikrobia kemudian menggosokkan pada kaca preparat untuk diamati 2) Lampu spirtus

adalah lampu berbahan bakar spirtus yang digunakan untuk sterilisasi panas dan mempertahankan sterilisasi ruang inokulasi, isolasi dan transfer mikroba Prinsip kerjanya yaitu lampu bakar yang berbahan bakar spirtus (lampu gas) 3) Tabung reaksi

adalah tabung berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur berupa agar tegak dan agar miring Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan medium dengan volume tidak diketahui karena tidak dilengkapi dengan skala.

4) Cawan petri (Petri disk)

adalah cawan berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur dalam bentuk lempeng agar. Prinsip kerjanya yaitu, medium diletakkan di dalam cawan petri kemudian ditutup dengan menggunakan penutup cawan. 5) Pipet tetes

adalah pipet yang memiliki alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil. Prinsip kerjanya yaitu pengambilan larutan berdasarkan pompa karet atau pengatur skala pada bagian atas. 6) Pipet hisap

adalah pipet yang berkerja dengan cara dihisap sehingga cairan akan memasuki pipet sebanyak yang diinginkan. Pipet hisap digunakan untuk memindahkan

cairan dalam jumlah relatif lebih banyak Prinsip kerjanya sama dengan pipet tetes hanya saja lebih banyak yaitu pengambilan larutan dihisap dengan batuan balon pipet. 7) Balon pipet

adalah bola terbuat dari bahan karet yang dipasang di bagian pangkal pipet hisap. Balon pipet digunakan untuk menghisap cairan yang akan dipindahkan ke media lainnya menggunakan pipet hisap Prinsip kerja Karet sebagai bahan filler merupakan karet yang resisten bahankimia.

Filler memiliki 3 saluran yang masing-masing saluran memiliki katup.Katup yang bersimbol A ( aspirate) berguna untuk mengeluarkan udara darigelembung. S (suction ) merupakan katup yang jika ditekan maka cairan dariujung pipet akan tersedot ke atas. Kemudian katup E (exhaust ) berfungsiuntuk mengeluarkan cairan dari pipet ukur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->