MAKALAH

MATA KULIAH TOKSIKOLOGI DAN HYGIENE

“EFEK TIMBAL (Pb) TERHADAP KESEHATAN”

Disusun oleh:

1. Ambar Ratna Puspita 2. Arinda Shinta S.P. 3. Iin Zunairah 4. Martin luther Meha 5. Citra Dewi Anggraini 6. Agnes Ngura 7. Elda Rio Septina 8. R.M Fahrisal Sidqi 9. Miftachul Arif

105080313111003 105080313111028 105080313111021 105080313111014 105080307111003 105080313111020 105080313111001 105080301111048 105080313111002

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

Sudah banyak kasus-kasus terjadinya cemaran logam berat pada wilayah perairan dan bahan pangan. 2007). distribusi logam berat Pb. rumput laut dan biota laut lainnya. Hal ini karena kurangnya atau tidak memadainya fasilitas atau peralatan untuk menangani dan mengelola limbah tersebut. Timbal merupakan logam berat yang sangat beracun.1. Sumber utama timbal adalah makanan dan minuman. Pembangunan yang pesat dibidang ekonomi disatu sisi akan meningkatkan kualitas hidup manusia. hemetologic. Peningkatan kadar logam berat di dalam perairan akan diikuti oleh peningkatan kadar zat tersebut dalam organisme air seperti kerang. Timbal menunjukkan beracun pada sistem saraf. tetapi di sisi lain akan berakibat pada penurunan kesehatan akibat adanya pencemaran yang berasal dari limbah industri dan rumah tangga. Salah satu logam berat yang tergolong berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia yaitu timbal (Pb). Salah satu pencemaran pada badan air adalah masuknya logam berat. Pb dan Cd) di dalam sayuran dan air minum di Denpasar.1 Latar Belakang Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan kadang menghasilkan dampak terhadap lingkungan. Komponen ini beracun terhadap seluruh aspek kehidupan. dapat dideteksi secara praktis pada seluruh benda mati di lingkungan dan seluruh sistem biologis. Rekomendasi dari WHO. Cu dan Zn pada sedimen di perairan telaga tujuh karimun kepulauan Riau. yaitu dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Mobilitas timbal di tanah dan tumbuhan cenderung lambat dengan kadar normalnya pada tumbuhan berkisar 0. hemetotoxic dan mempengaruhi kerja ginjal. pencemaran logam berat (Hg. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif maupun negatif. seperti kasus kematian missal ikan-ikan di teluk Jakarta. Salah satu dampak negatif akibat aktivitas manusia adalah turunnya kualitas lingkungan hidup.5-3 ppm (Widaningrum et al. Pemanfatan organisme ini sebagai bahan makanan akan membahayakan kesehatan manusia. logam berat Pb dapat ditoleransi dalam seminggu dengan takaran 50mg/kg berat badan untuk dewasa dan 25 mg/kg berat badan untuk bayi dan anak-anak.. akumulasi timbal pada juvenile ikan . Unsur logam berat adalah unsur yang mempunyai densitas lebih dari 5 gr/cm3. PENDAHULUAN 1.

1.Bagaimana mekanisme biotransformasi timbal dalam tubuh manusia? . terutama timbal yang banyak mencemari perairan dan bahan pangan lain. Dari kasus-kasus pencemaran logam pada bahan yang tidak sedikit ini.Apakah yang dimaksud dengan logam berat dan timbal serta bagaimana ciriciri umumnya? .Mengetahui proses biotransformasi timbal .Mengetahui tentang indikator biologis pencemaran logam berat . adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain: .Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi toksisitas timbal .Bagaimana tempat kerja timbal dan enzim apa yang berperan? .2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan.Apa saja faktor yang mempengaruhi toksisitas dari timbal? . maka diperlukan pemahaman mengenai logam berat dan efeknya terhadap kesehatan.Mengetahui tempat kerja timbal dalam tubuh manusia dan enzim yang berperan . terutama timbale serta ciri-ciri umumnya .3 Tujuan .mujair di kali Surabaya dan akumulasi timbal pada ikan bandeng di Tambak Kecamatan Gresik.Bagaimana proses absorbsi timbal dalam tubuh manusia? .Mengetahui tentang penimbunan timbal (deposit organ) dalam tubuh dan mengetahui efek timbale untuk kesehatan manusia .Bagaimana dengan penimbunan timbal (deposit organ) dalam tubuh dan bagaimana efek timbal untuk kesehatan manusia? 1.Mengetahui mengenai logam berat.Apa saja yang menjadi indikator biologis pencemaran timbal di perairan? .Mengetahui proses absorbsi timbal .

Merkuri (Hg) yang merupakan racun kumulatif. Selain dalam bentuk logam murni.34 g/cm³ Massa jenis cair pada titik lebur 10. 621. Hg.650 J/(mol·K) Penyebaran logam timbal di bumi sangat sedikit. yaitu : a) Merupakan logam yang lunak. Zn.46 °C.2.1 Ciri Umum Timbal (Pb) Logam berat adalah unsur logam yang mempunyai massa jenis lebih besar dari 5 g/cm3. Logam ini terakumulasi dalam rantai makanan melalui penyerapan di tingkat produsen primer kemudian melalui konsumsi di tingkat konsumen. Pb.77 kJ/mol Kalor penguapan 179. Beberapa logam berat diantaranya Arsen (As). Logam berat digolongkan dalam kategori pencemar lingkungan karena menyebabkan efek beracun pada tanaman. Kadmium (Cd).61 K (327. Semua bentuk timbal (Pb) tersebut berpengaruh sama terhadap toksisitas pada manusia (Darmono. Sifat-sifat khusus logam timbal. manusia dan makanan. PEMBAHASAN 2. menumpuk dan tidak dapat dimetabolisme dan merupakan senyawa yang tidak mudah diuraikan dalam lingkungan. timbal dapat ditemukan dalam bentuk senyawa inorganik dan organik. Timbal (Pb). 3180 °F) Kalor peleburan 4. 1999). Hg. Timbal adalah logam lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang lazim terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang tercampur mineral-mineral lain terutama seng dan tembaga.5 kJ/mol Kapasitas kalor (25 °C) 26. dan Pb dinamakan sebagai logam non esensial dan pada tingkat tertentu menjadi logam beracun bagi makhluk hidup (Subowo dkk. Logam berat ini bersifat kuat. Jumlah timbal yang terdapat diseluruh lapisan bumi hanyalah 0.66 g/cm³ Titik lebur 600. dan Ni. 2001). Logam berat Cd.43 °F) Titik didih 2022 K (1749 °C. sehingga dapat dipotong dengan menggunakan pisau atau dengan tangan dan dapat di bentuk dengan mudah . antara lain Cd.0002 % dari jumlah seluruh kerak bumi. Adapun ciri-ciri fisik timbal adalah sebagai berikut:        Fase padat Massa jenis (sekitar suhu kamar) 11.

2 Indikator Biologis Secara biologis. sehingga dapat mewakili keadaan di dalam lingkungan hidupnya.52. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00. Timbal (Plumbum) beracun baik dalam bentuk logam maupun garamnya. Makroalga mempunyai ambang batas kemampuan dalam mengakumulasi bahan pencemaran khususnya logam berat. timbal monoksida.2 miligram/m3.5 mg/kg.5 ppm atau mg/kg.06. subakut dan kronis.. 1982 dalam Irmawan. Nilai ambang toksisitas timbal (total limit values atau TLV) adalah 0. timbale asetat (merupakan penyebab keracunan yang paling sering terjadi).1. yang dapat mengakumulasi bahan-bahan pencemar yang ada. Untuk mengetahui tingkat pencemaran di suatu daerah dapat di gunakan bioindikator berupa organisme tertentu yang khas. Konsentrasi timbal yang tinggi (100-1000 mg/kg) akan mengakibatkan pengaruh toksik pada proses fotosintesis dan pertumbuhan. 2. 2010). Garamnya yang beracun adalah timbal karbonat (timbal putih). Menurut SNI (2009) bahwa batas maksimum kandungan logam berat timbal (Pb) pada buah dan sayur serta hasil olahnya adalah 0. Di dalam air bioindikator yang dapat di gunakan ikan . jika melampaui batas tertentu. dkk. (Djuangsih. timbal sulfide. Ada beberapa bentuk keracunan timbal.4011 tentang penetapan batas maksimum cemaran mikroba dan kimia dalam makanan yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2009 juga menyatakan bahwa batas maksimum kandungan logam berat timbal (Pb) dalam buah olahan dan sayur olahan adalah 0. yaitu keracunan akut. deteksi efek pencemaran di dalam perairan dapat dilakukan dengan menggunakan organisme laut yang diduga merupakan pengakumulasi logam berat ataupun polutan lainnya.b) Merupakan logam yang tahan terhadap peristiwa korosi atau karat sehingga logam Pb dapat digunakan sebagai bahan coating c) Mempunyai kerapatan yang lebih besar dibandingkan dengan logamlogam biasa kecuali emas dan merkuri d) Mempunyai titik lebur yang rendah 327. maka bahan pencemar akan merusak sistem jaringan dalam tubuh alga yang dapat mengakibatka efek lethal dan sub lethal.50C e) Merupakan penghantar listrik yang tidak baik. timbal tetraoksida (timbal merah).

Salah satu bioindikator yang sering digunakan dalam monitoring ekosistem perairan terkait kandungan logam berat di dalam tubuhnya serta resiko bagi manusia sebagai salah satu konsumen utamanya adalah ikan mujair (Oreochromis mossambicus) (Febryanto et al. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi aktivitas keracunan setiap jenis logam berat. status gizi.. 2010). khususnya Pb adalah nutrisi. antara lain: bentuk senyawa dari logam berat itu. Jenis ikan yang dipilih adalah jenis ikan yang sering dikonsumsi oleh manusia. yaitu hati dan ginjal. ras. Keberadaan logam berat melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi melalui aliran makanan dapat dideteksi dengan menggunakan ikan sebagai bioindikator. 1979 dalam Darmono 1983). Dinyatakan pula defisiensi Fe dan Pb akan menyebabkan kadaar gangguan pada ekskresi lunak Pb dari tulang. Misalnya merokok dan minum minuan keras) . Dalam beberapa kasus. Cara masuk kedalam tubuh d. 2010). udang dan hewan beruas lainnya) dan beberapa jenis biota lainnya. ukuran partikel dan beberapa sifat kimia dan fisika lainnya. Sifat kimia c. penyerapan Pb akan meningkat. lebih sering logam berat ini merusak organ-organ detoksikasi dan ekskresi. sehingga meningkatnya jaringan dan juga menyebabkan hemotoksisitas. Sifat fisik b. kesehatan. Kurang gizi akan meningkatkan kadar Pb yang bebas dalam darah. 2.3 Faktor yang Mempengaruhi Toksisitas Timbal Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan tubuh terhadap logam berat. faktor genetic dan kebiasaan lain. jenis kelamin. Kadar Ca dan Fe yang tinggi dalam makanan akan menurunkan penyerapan Pb.crustacea (kepiting. daya kelarutannya dalam cairan. logam berat biasanya menyerang jaringan syaraf atau menghambat aktivitas enzimatik melalui reaksi biokimia. Hal ini disebabkan Pb dapat menghambat kerja enzim yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin (Dewi dan Saeni. kehamilan dan umur. Faktor yang mempengaruhi toksisitas bahan kimia pada manusia adalah: a. Tetapi. Faktor individu (usia. sehingga organ-organ ini harus selalu dimonitor untuk mengetahui derajat keracunan terhadap logam berat (Hammond. dan bila tubuh kekurangan Ca dan Fe.

Hal ini menyebabkan anemia dan adanya basofilik stipling dari eritrosit yang merupakan cirri khas keracunan timbale. Timbal menghambat enzim sulfidril untuk mengikat delta-amnolevulinik acid (ALA) menjadi porprobilinogen. dengan cara menghambat enzim delta aminolevulinik acid dehidratase (delta ALAD) dan feroketalase yang akhirnya meningkatkan ekskresi koproporfirin dalam urin dan delta ALA serta mensintesis Hb. tetapi dapat juga melalui pernafasan atau kulit dari udara yang terdcemar timbal. Timbal mengganggu sistem sintesis Hb dengan cara menghambat konversi delta aminolevulinik acid (delta ALAD) menjadi forfobilinogen dan menghambat korporasi dari Fe ke protoporfirin IX untuk membentuk Hb. Berikut ini salah satu mekanisme intake manusia terhadap logam berat termasuk Timbal/Timah hitam (Pb): . Sel darah merah gagal untuk menjadi dewasa dan sel tersebut menyisakan organel yang biasanya menghilang pada proses kedewasaan sel.tanda keracunan Pb. salah satu diantaranya adalah menghambat sintesis Hb dalam sumsum tulang. 2008). Semua bahan pangan mengandung timbal dalam konsentasi yang kecil dan dalam proses mempersiapkan makanan mungkin timbal akan bertambah (Fardiaz. 2.2. akhirnya poliribosoma ireguler pada agregat RNA membentuk sel stipel (Sudarwin.5 Absorbsi Timbal dalam Tubuh Timbal masuk ke dalam tubuh terutama melalui saluran pencernaan dari makanan dan minuman. Hal ini terjadi karena adanya tanda . Sel darah merah muda (retikulosit) dan sel stipel kemudian dibebaskan. 1995). serta protoforvirin IX menjadi Hb. sebagian besar timbal diserap dalam bentuk ikatan dengan eritrosit.4 Tempat Kerja Didalam aliran darah. Ditemukannya sel stipel basofil (basophilic stipping) merupakan gejala dari adanya gangguan metabolik dari pembentukan Hb. Basofilik stipling reteni dari DNA ribosoma dalam sitoplasma eritrosit sehingga mengganggu sintesis protein. Kompensasi penurunan sintesis Hb karena terhambat timbal adalah peningkatan produksi erithrofoesis. Timbale dapat mengganggu enzim oksidase dan akibatnya menghambat sistem metabolism sel.

Paparan inhalasi umumnya terjadi pada kawasan industri. pengelasan dan pembakaran potongan logam yang permukaannya dilapisi cat yang berbahan dasar timbal menyebabkan intoksikasi timbal simptomatik dalam satu hari sampai beberapa minggu. Paparan pada daerah non-industri terjadi terutama melalui pencernaan. Partikel yang diabsorbsi secara inhalasi dengan ukuran <0.5 1>2500 mcg/m3) ditemui selama peledakan. saluran pencernaan dan kulit. Partikel yang mudah larut menyebabkan absorbsi di paru berlangsung cepat dan luas. terutama pada anak-anak yang mengabsorbsi 45-50% timbal larut dibandingkan pada orang dewasa yang hanya sekitar 10-15%. Level yang berbahaya bagi kesehatan dan mengancam jiwa (IDHL) adalah 100 mg/m3.Penyerapan Timbal dapat melalui inhalasi debu timbal atau benda berbahan timbal lainnya. Keracunan zat – zat kimia melaui saluran pernafasan (inhalasi) adalah yang terpenting dan yang saling sering terjadi . Absorsbi zat– zat kimia oleh tubuh dapat melalui saluran pernapasan. OSHA menyatakan level paparan yang diizinkan (PEL) untuk debu atau asap timbal inorganik adalah 50 mcg/m3 selama 8 jam.

dan [proses detoksikan menyebabkan absorbsi zat – zat kimia kimia ke dalam darah menjadi kurang efisien dan selektif  Makanan dan cairan yang terdapat dalam saluran pencernaan dapat mengencerkan toksin dan membentuk kompleks zat kimia yang mudah larut air c. yang terjadi adalah karena absorbsi saluran pernafasan lebih baik daripada absorsi saluran pencernaan. uap-uap atau mists tersebut. Gas – gas iritan yang mudah larut dalam airakan menyebabkan iritasi ini dapat timbul segera setelah inhalasi gas – gas tersebut. Absorbsi Melaui Saluran Pencernaan Adapun proses biotransformasi dengan jalur pencernaan adalah dipengaruhi oleh faktor dibawah ini :    Pengosongan lambung mampu mengurangi absorbsi senyawa kimia Peristaltik usus yang meningkat akan menghambat absorbsi zat kimia melalui usus Getah lambung dan pankreas mampu menghidrolisis dan mereduksi zat – zat kimia berbahaya.zat kimia yang terhirup dan menyebabkan keracunan dapat digolongkan menjadi kelompok gas. serta zat padat. Zat. b. Gas – gas. Absorbsi Zat Kimia Melalui Kulit Apabila terjadi kontak dengan bahan kimia yang banyak terjadi adalah:  Kulit (lemak dan keringat) berfungsi sebagai barier . uap dan mist. a. Absorbsi Melalui Saluran Pernafasan. dan iritasi biasanya timbul beberapa jam setelah pemaparan (peradangan paru yang akut dan sembab paru). uap – uap dan mist (kabut) setelah diserap oleh paru – paru akan masuk kedalam aliran darah dan kemudian didistribusikan ke bagian – bagian / organ –organ tubuh lainnya.ditempat – tempat kerja. Sedangkan gas tidak mudah larut dalam air akan mengadakan iritasi pada saluran pernafasan bagian bawah. Gas – gas. uap-uap dan mists yang mudah larut dalam lemak dapat diserap melalui kapiler – kapiler pembuluh darah yang terdapat disekitar alveoli dan selanjutnya zat – zat tersebut dari aliran darah akan menuju ke binding sites yakni jaringan lemak (Fat Depots) yang mempunyai afinitas khusus terhadap gas-gas.

konvulsi dan diarrhea.6 Proses Biotransformasi Logam Berat (Pb) Logam berat masuk ke tubuh manusia melewati rantai pangan pendek (hewan . banyak digunakan dalam industri kabel. sehingga hewan akan mengalami sakit perut (kolik) yang hebat.manusia) atau lewat rantai pangan panjang (tanaman – hewanmanusia) yang disebut pencemaran dakhil (Notohadiprawira. anoreksia. 1981). 1980). dan yang paling banyak ditambahkan pada bensin. Racun timah hitam ini biasanya mempengaruhi sistem syaraf. Keracunan timah hitam sering terjadi pada hewan ruminansia yang merumput di daerah tercemar (Humphreys. sehingga dengan terkaitnya logam berat pada gugus ini. 1992). Zat kimia akan menembus kulit dan menyebabkan sensitasi pada kulit Zat kimia akan menembus kulit dan kemudia masuk kedalam aliran darah dan selanjutnya akan menimbulkan efek sistemik. yang kemudian berakhir dengan kematian (Bartic dan Piskoc. unsur logam berat juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dan kulit. batrei. Kadmium (Cd). 1995). anemia. Laidler (1991) menyatakan di dalam bensin timbal ditambahkan dalam bentuk timbal tetra etil (TEL) dengan rumus molekul (C2H5)4-Pb atau dalam bentuk timbal tetra metil dengan rumus molekul (CH3)4-Pb.   Zat kimia akan bereaksi dengan permukaan kulit dan menyebabkan iritasi primer (asam dan basa kuat serts pelarut organik). Batas toksik dan anjuran/batas aman “intake” logam berat Arsen (As). cat (sebagai warnanya). Timbal/lead (Pb) dan Zink (Zn) dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut: 2. ginjal dan . seperti sulfihidril (-SH) dan disulfida (-S-S) (Petruci. dalam penyepuhan. logam berat dapat menghambat kerja enzim tertentu. dalam pestisida. Disamping melalui mulut dari makanan dan minuman. kebutaan. pembentuk darah. Logam berat mempunyai afinitas yang tinggi terhadap senyawa – senyawa sulfida. Gugus ini banyak terdapat dalam enzim. Adanya kontaminasi timbal dalam tubuh dapat . Timbal disebut juga sebagai timah hitam.

Fase kedua adalah proses konjugasi. timbal dalam rambut dapat berasal dari cat rambut yang mengandung timbal asetat dan dapat berasal dari debu (Cohen dan Ros. Tujuan pereaktivan senyawa toksik adalah dengan mempermudah keterikatannya dengan senyawa anti oksidan yang mampu meningkatkan ROX. Proses Biotransformasi adalah proses transpormasi metabolik dimana zat kimia dirubah menjadi zat derifat lain (Metabolit) dalam tubuh manusia. Biotransformasi umumnya menghasilkan metabolit yang kurang toksik. Selain dari makanan. Pada reaksi konjugasi grup – grup polar akan di tambahkan pada hasil reaksi pada fase satu. Reduksi. udara. merupakan satu – satunya reaksi biotransformasi yang terjadi di dalam tubuh. Proses ini umumnya menyebabkan terbentuknya metabolit yang mudah larut air. dan air. Transformasi metabolik dapat dibagi menjadi emapat kategori diantaranya Oksidasi. 1991). gigi. Peranan Reduksi dalam biotransformasi umumnya adalah kurang begitu penting.7 Deposit Organ dan Efek Pb terhadap Kesehatan Penimbunan zat-zat kimia (Chemical Storage) dalam jaringan/organ tubuh dapat terjadi di jaringan atau organ dimana efek zat – zat kimia akan . Selain itu jufga adanya fase roaksi oksidatif yang bertujuan untuk menambaha kereaktivan senyawa toksik. usia. Hidrolisis dan Konjugasi.diketahui melalui pengukuran kadar timbal dalam darah. dan memiliki kepolaran yang tinggi sehingga mudah di ekskresikan oleh tubuh. gizi. nitrogen. Terdapat dua macam reaksi oksidasi yaitu penambahan oksigen secara langsung pada unsur – unsur carbon. dan tidak mudah larut lemak. Pewarna sintetik umumya sulit umtuk dilakukan proses metabolit yang menjadikannya kurang toksik.. 2. Oksidasi merupakan reaksi biotransformasi yang paling penting.. Fase tersebut dikenal dengan fase pertama dari biotransformasi. dan rambut. Kebanyakan dari reaksi – reaksi ini memerlukan enzim – enzim mikrosomal dan juga oksidase – oksidase yang terdapat dalam sitoplasma dan mitokondria. melalui proses Dehidrogenasi. Fase pertama adalah meningkatkan polaritas senyawa toksik sehingga kelarutannya pada air akan meningkat. Selain itu juga apabila akumulasi pada tubuh semakin meningkat maka seberapa besar kemampuan tubuh dalam mengubah tingkat toksisitasnya masih kurang. sulfur. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi proses biotransformasi adalah : status kesehatan.

Paparan bahan tercemar Pb dapat menyebabkan gangguan pada organ sebagai berikut : . sistem syaraf. Karena dalam bentuk ion Pb2+. Pb yang terhirup oleh manusia setiap hari akan diserap. Pada jaringan atau organ tubuh logam Pb akan terakumulasi pada tulang. merusak fungsi organ tubuh. Salah satu storage depot yang penting adalah jaringan lemak (Adipose Tissue). Komponen Pb organik misalnya tetraethil Pb segara dapat terabsorbsi oleh tubuh melalui kulit dan membran mukosa. Dapat pula menimbulkan anemia dan bagi wanita hamil yang terpajan timbal akan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. kemampuan belajar. Kira-kira 5-10 % dari jumlah yang tertelan akan diabsorbsi melalui saluran pencernaan. meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi perkembangan otak. Bentuk kimia Pb merupakan faktor penting yang mempengaruhi sifat-sifat Pb di dalam tubuh. mempengaruhi perilaku dan intelejensia.terlihat. dan lain. Meskipun jumlah Pb yang diserap oleh tubuh hanya sedikit ternyata logam Pb ini sangat berbahaya. ginjal. seperti ginjal. logam ini mampu menggantikan keberadaan ion Ca2+ (kalsium) yang terdapat pada jaringan tulang. dan kira-kira 30 % dari jumlah yang terisap melalui hidung akan diabsorbsi melalui saluran pernafasan akan tinggal di dalam tubuh karena dipengaruhi oleh ukuran partikel-partikelnya. Disamping itu pada wanita hamil logam Pb dapat dapat melewati plasenta dan kemudian akan ikut masuk dalam sistem peredaran darah janin dan selanjutnya setelah bayi lahir Pb akan dikeluarkan bersama air susu. disimpan dan kemudian ditampung dalam darah. Hal itu disebabkan senyawa-senyawa Pb dapat memberikan efek racun terhadap berbagai macam fungsi organ tubuh. Di antaranya adalah mempengaruhi fungsi kognitif.lain). penurunan fungsi pendengaran. dan reproduksi. Pb organik diabsorbsi terutama melalui saluran pencernaan dan pernafasan dan merupakan sumber Pb utama di dalam tubuh. memendekkan tinggi badan. utamanya bagi anak-anak. Pb sebagai gas buang kendaraan bermotor dapat membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Dampak dari timbal sendiri sangat mengerikan bagi manusia. Tidak semua Pb yang terisap atau tertelan ke dalam tubuh akan tertinggal di dalam tubuh. Pada kasus timah hitam (Pb) dalam tubuh akan ditimbun dalam tulang tetapi manifestasi efek toksiknya akan terlihat pada jaringan – jaringan lunak (syaraf.

sclerosis va skuler. Gangguan terhadap sistem reproduksi Logam berat Pb dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi berupa keguguran. sel tubulus atropi. Paparan menahun dengan Pb dapat menyebabkan lead encephalopathy. stupor dan coma. Logam berat Pb mempunyai efek racun terhadap gamet dan dapat menyebabkan cacat kromosom  Gangguan terhadap sistem hemopoitik Keracunan Pb dapat dapat menyebabkan terjadinya anemia akibat penurunan sintesis globin walaupun tak tampak adanya penurunan kadar zat besi dalam serum.  Gangguan terhadap sistem syaraf Efek pencemaran Pb terhadap kerja otak lebih sensitif pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. dan jika paparannya terus berlanjut dapat terjadi nefritis kronis. Akibatnya dapat menimbulkan aminoaciduria dan glukosuria. tremor. sukar konsentrasi dan menurunnya kecerdasan. Pada anak – anak juga terjadi peningkatan ALA dalam darah. maka pengaruhnya pada profil psikologis dan penampilan pendidikannya akan tampak pada umur sekitar 5-15 tahun. Efek dominan dari keracunan Pb pada sistem hemopoitik adalah peningkatan ekskresi ALA dan CP (Coproporphyrine). Pada anak dengan kadar Pb darah (Pb-B) sebesar 40-80 μg/100 ml dapat timbul gejala gangguan hematologis. nephropati irreversible. gampang lupa. Anemia ringan yang terjadi disertai dengan sedikit peningkatan kadar ALA ( Amino Levulinic Acid) urine. Gangguan neurologi Gangguan neurologi (susunan syaraf) akibat tercemar oleh Pb dapat berupa encephalopathy. fibrosis dan sclerosis  glumerolus. halusinasi. namun belum tampak adanya gejala lead encephalopathy. . mudah tersinggung. ataxia. Pada anak-anak dapat menimbulkan kejang tubuh dan neuropathy perifer. dan penurunan pembentukan konsep. Akan timbul gejala tidak spesifik berupa hiperaktifitas atau gangguan psikologis jika terpapar Pb pada anak berusi 21 bulan sampai 18 tahun. sakit kepala.  Gangguan terhadap fungsi ginjal Logam berat Pb dapat menyebabkan tidak berfungsinya tubulus renal. gampang tersinggung. Gambaran klinis yang timbul adalah rasa malas. kesakitan dan kematian janin. Apabila pada masa bayi sudah mulai terpapar oleh Pb. Gejala yang timbul pada lead encephalopathy antara lain adalah rasa cangung.

pernafasan dan kulit dari udara yang tercemar timbal. - Proses Biotransformasi adalah proses transpormasi metabolik dimana zat kimia dirubah menjadi zat derifat lain (Metabolit) dalam tubuh manusia. Zn. . gangguan terhadap sistem reproduksi. - Timbal adalah logam lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang lazim terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang tercampur mineral-mineral lain terutama seng dan tembaga. Pb. gangguan terhadap sistem hemopoitik. cara masuk kedalam tubuh dan faktor individu. gangguan terhadap fungsi ginjal. - Timbal masuk ke dalam tubuh terutama melalui saluran pencernaan dari makanan dan minuman. dan Ni. - Faktor yang mempengaruhi toksisitas bahan kimia pada manusia adalah: sifat fisik.3. - Untuk mengetahui tingkat pencemaran di suatu daerah dapat di gunakan bioindikator berupa organisme tertentu yang khas. gangguan terhadap sistem syaraf. antara lain Cd. Hg.1 - Kesimpulan Logam berat adalah unsur logam yang mempunyai massa jenis lebih besar dari 5 g/cm3. - Paparan bahan tercemar Pb dapat menyebabkan gangguan pada organ sebagai berikut gangguan neurologi. sifat kimia. PENUTUP 3.

No. R. 2008.T.September 2008. 29 (7) pp 485-507. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1995. No. Polusi Air dan Udara. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 2 Suksmerri.T. Makara Sains. Recent Trends in Animel Poisoining. J. Dampak Pencemaran Logam Berat terhadap Kualitas Air Laut dan Sumberdaya Perikanan (Studi Kasus Kematian Massal Ikan-Ikan di Teluk Jakarta). Wartazda Vol 1 No. Laidler. 1980. Tingkat Pencemaran Logam Berat (Hg. Vol. Bali.. Aunurohim dan Indah T. Yogyakarta. Febriyanto. Pb dan Cd) didalam Sayuran. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya terhadap Kesehatan. 1981. Mukono. Australia. Distribusi Logam Berat Pb. D. Van Miert. Sudarmaji. Logam Berat dalam Pertanian. Maret 2008 . 2010. Piskoc. Vol.1 Bartic. 2nd Ed. Elseveir Publishing Coy. Kanisius. Pergamon Press Plc. 7 Thn II Des : 3 -12 . Gianyar dan Tabanan. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Longman Chesire Pty Limited. M dan A. Deteksi Pencemaran Timah Hitam (Pb) Dalam Darah Masyarakat Yang Terpajan Timbal (Plumbum). Vol 8. Denny. 1991. Lestari dan Edward. 2006. 1991..D. Bintal.P. 2004. Enviromental Chemistry. S. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 1995. Australia. 2. Toxic Vol. 1983. Dan Corie I. Melbourne. 2 Notohadiprawira. Fardiaz. No. Kunti Sri Panca. an Australian Perspective. Frens Van der Kreek. Air Minum dan Rambut di Denpasar. Beberapa Senyawa Logam Berat dan Hubungannya pada Ternak. Dewi. 2. Fd Chem. 2005. 1. Akumulasi Timbal (Pb) pada Juvenile Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) secara In Situ di Kali Surabaya Humphreys. Jurnal Natur Indonesia 5(1): 9-16 Ardyanto. No. Cohen dan Ros. Cu Dan Zn pada Sedimen di Perairan Telaga Tujuh Karimun Kepulauan Riau.DAFTAR PUSTAKA Amin. 2002. Universitas Udayana. Revew of Lead Toxicology Relevant to the Safety Assesment of Lead Acetate as Hair Colouring. Veterinary Toxicology. Ii (2) Darmono. Dampak Pencemaran Logam Timah Hitam (Pb) terhadap Kesehatan.J.

Semarang Tarzan Purnomo dan Muchyiddin. Bahaya Kontaminasi Logam Berat Dalam Sayuran dan Alternatif Pencegahan Cemarannya. 2007. 14. 2008. 1992. Prinsip dan Terapan Modern. Erlangga. edisi ke empat. Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk. 1. Universitas Diponegoro. Kimia Dasar. Widaningrum. 2007. Analisis Spasial Pencemaran Logam Berat (Pb Dan Cd) pada Sedimen Aliran Sungai dari Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Jatibarang Semarang. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Vol.Petruci. Terjemahan Suminar Achmadi.) di Tambak Kecamatan Gresik. 3 . Miskiyah dan Suismono. jilid 3. Jakarta Sudarwin. Vol. Neptunus. No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful