P. 1
BAB II

BAB II

|Views: 71|Likes:
Published by CAHYADI

More info:

Published by: CAHYADI on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. PENGERTIAN JUDUL Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Indonesia pada masa Orde Baru memiliki dampak yang sangat berpengaruh pada saat sekarang ini. Pada zaman ORBA (Orde Baru) yang di mana pada zaman tersebut adalah zaman yang lama berkuasa, yaitu selama kurang lebih 32 tahun. Dan selama masa pemerintahan tersebut banyak masalah-masalah ekonomi yang terjadi pada rezim tersebut. Dan banyak kejadian-kejadian ekonomi yang terjadi, seperti stabilisasi, rehabilitasi, inflasi, dan lain-lain. 1.2. ALASAN MEMILIH JUDUL Makalah ”Indonesia pada Masa Orde Baru” ini adalah sebagai salah satu pelengkap dan persyaratan untuk mengikuti evaluasi belajar Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Parepare tahun pelajaran 2012/2013. Disamping itu pula, dalam mengingat arti pentingnya mengenai sejarah maka timbul sesuatu ketekatan bulat yang penuh dengan keyakinan dan besarnya rasa ingin tahu kami. Serta mengajak dan mendorong para pelajar untuk bersama-sama memajukan dan meningkatkan lebih jauh lagi pengenalan mengenai sejarah-sejarah yang belum diketahui khususnya sejarah mengenai Indonesia pada masa orde baru. 1.3. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Kita sebagai pelajar dan kaum intelektual selalu berusaha untuk membenahi diri dalam mengenal sesuatu yang masih asing bagi kita, terutama dalam pembahasan ini. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengenal lebih jauh lagi segala yang telah kita ketahui tentang “Indonesia pada Masa Orde Baru”. Sehingga sangatlah tepat, jika kita membuka mata dan mengembangkan pola pikir yang lebih luas untuk mengetahui seluk-beluk terjadinya sesuatu yang dikembangkan melalui makalah ini. 1.4. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Ruang lingkup daripada pembahasan pendidikan kewarganegaraan ini tidak lepas dari pelajaran-pelajaran yang didapatkan dibangku sekolah. Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi prosedur yang akan kita lalui dalam pembuatan makalah ini, kita harus mengenal lebih dekat dengan “Sistem Hukum dan Peradilan”. Dalam pembahasan tentang Sistem Hukum dan Peradilan dapat
1

disimpulkan bahwa dalam pembahasan ini terdapat lembaga peradilan yang bertugas untuk mengadili, sikap taat terhadap hukum, contoh perbuatan melanggar hukum, macam-macam sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku, serta korupsi dan dasar hukum pemberantasannya. Dengan cara ini, maka para pelajar kami ajak untuk mengembangkan pola pikirnya dan untuk lebih jelasnya maka kami akan menguraikan pembahasan tersebut pada halaman-halaman berikutnya.

2

Leimena kemudian menutup rapat sidang paripurna pada 11 Maret 1966 tersebut. Pertemuan itu di hadiri oleh berbagai partai politik. Yoesoef juga menyusul ke bogor. dan politik Indonesia. Perti. Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama 2. Brigjen Amir Machmoed dan Brigjen M. Pertemuan itu berakhir deadlock karena permintaan Front Pancasila berseberangan dengan keinginan Presiden Soekarno dalam hal pembubaran PKI. Chairul Saleh. Partai Katolik. Brigjen Saboer. Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat. Pada 11 Maret 1966. Selanjutnya. digelar rapat sidang paripurna yang agendanya adalah merumuskan langkah-langkah keluar dari krisis ekonomi. Presiden Soekarno menyatakan pendapatnya agar partai-partai politik dan organisasi massa yang hadir pada waktu itu menolak dan mengecam aksi demonstrasi dan tuntutan Tritura . Dr. J. NU. dan negara Indonesia 3.1. Tujuanya adalah untuk meyakinkan Presiden Soekarno bahwa TNIAD berada di belakang Presiden Soekarno dan siap mendukung beliau. Hal itu ditanggapi oleh pemerintahan Presiden Soekarno dengan menggelar pertemuan pada 10 Maret 1966. 3 . Beliau kemudian pergi ke Istana Bogor didampingi oleh Dr. Tujuan dari pemerintahan Orde Baru yaitu: 1. bahwa terdapat konsentrasi pasukan tak dikenal yang berada di luar istana. Di tengah-tengah pidatonya Presiden Soekarno diberi tahu oleh Komandan Cakrabirawa. social. bangsa. LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno yang disebut Orde Lama dengan masa kepemerintahan Suharto. para perwira tinggi angkatan darat yang terdiri dari Mayjen Basuki Rachmat. Lalu beliau menyusul Presiden Soekarno ke istana Bogor.BAB II PEMBAHASAN 2. Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa Pada awal mulanya lahirnya Orde Baru dilatar belakangi oleh kondisi politik Indonesia paska tragedi pemberontakn G30S/PKI sangatlah tegang. Subandrio dan Dr. Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen 4. Parkindo dll. seperti PSII. Mayjen Soeharto yang menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat sekaligus Panglima Komkamtib (Komando Operasi keamanan dan Ketertiban) menemui presiden Soekarno.

Beliau berpendapat bahwa pembubaran PKI mustahil dilakukan karena akan menimbulkan inkonsistensi terhadap pelaksanaan prinsip Nasakom yang telah menjadi dasar pemikiran politik Indonesia pada saat itu. 4 . Soeharto membentuk kabinet Ampera yang diresmikan pada 28 Juli 1966. Mayjen Soeharto melihat bahwa satu-satunya langkah keluar untuk meredakan krisis dalam negeri adalah dengan memberantas PKI beserta antekanteknya. terjadi ketidaksepakatan antara Presiden Soekarno dan Mayjen Soeharto menyangkut penyelesaian krisis politik yang terjadi di Indonesia pada saat itu. Lalu. Surat ini berisi perintah kepada Mayjen Soeharto untuk mengatasi masalah keamanan dan krisis politik yang terjadi pada saat itu. Politik Indonesia makin memanas dengan tidak disetujuinya pidato pertanggungjawaban Soekarno oleh Majelis Sidang Umum MPRS. Ketetapan MPRS No. pada 22 Oktober 1966. Selanjutnya Soeharto merencanakan program-program perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi. rasa keamanan dan keadilan rakyat akan terpenuhi. dengan prinsip dwi dharma. Pelengkap Nawaksara itu justru membuat situasi politik bangsa menjadi semakin tegang. Langkah-langkah yang ditempuh oleh Soeharto itu berhasil memenuhi tuntutan masyarakat yang terdapat dalam Tritura. Pidato pertanggungjawaban yang dikenal dengan nama Nawaksara itu dinilai tidak lengkap karena tidak menceritakan peristiwa G30S/PKI dan akibatakibatnya secara detail. mulai 12 Maret 1966. Beliau berpendapat bahwa dengan cara ini. Presiden Soekarno mempunyai pandangan lain. IX/MPRS/1966 memberikan wewenang penuh kepada Mayjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dinilai penting untuk menjaga kestabilan keamanan dan ketenangan social guna memperlancar jalanya revolusi. Surat itulah yang kemudian dikenal dengan surat perintah 11 Maret atau Supersemar.Sebelumya. MPRS mengirim nota kepada Presiden Soekarno agar beliau merevisi dan melengkapi pertanggungjawabanya. terutama dalam hal pembubaran PKI. Seluruh program kerja kabinet Ampera terdapat dalam catur karya. Presiden Soekarno memerintahkan ketiga perwira tinggi bersama komandan bersama komandan Resimen Cakrabirawa. Langkah awal yang dilakukan oleh Jenderal Soreharto adalah membubarkan dan melarang PKI beserta unsur-unsur yang berada di belakangnya. Ada beberapa organisasi massa dan unsur pemerintah yang menolak Pelengkap Nawaksara. Pada saat itulah era Orde Baru dimulai. Pidato hasil revisi itu kemudian diberi nama Pelengkap Nawaksara (Pel Nawaksara). Akan tetapi. Brigjen Saboer untuk merancang sebuah konsep surat yang ditujukan kepada Mayjen Soeharto.

mengangkat Letjen Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia.2.30. Pada pukul 19.H. XXXIII/MPRS/1967. seperti pada pasal 3 yang ditambah dengan kata-kata menjaga dan menegakkan revolusi . Mayjen Soeharto menerima surat Presiden Soekarno. di surat ini. Melaksanakan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia. Presiden secara resmi menyerahkan jabatan kekuasaan pemerintahan kepada Pengemban Ketetapan MPRS No. Hal tersebut terdapat dalam Ketetapan MPRS No. pada 12 Maret 1967. konsep itu berisi pernyataan bahwa Presiden Soekarno berhalangan memimpin pemerintahan dan menyerahkan tanggungjawab kekuasaan pemerintahan kepada pemegang mandat Surat Perintah 11 Maret 1966.Sementara itu pihak ABRI melakukan pendekatan secara personal dengan Presiden Soekarno. BERDIRINYA PEMERINTAH ORDE BARU DAN CIRI POKOK DAN KEBIJAKAN-KEBIJAKAN YANG DIHASILKAN Melalui ketetapan MPRS No. 23 Februari 1967. Menggelar Pemilihan Umum. atau empat program. Presiden soekarno tidak menyetujui rancangan kosep itu beliau keberatan dengan istilah “ berhalangan” . MPRS yang diketuai oleh A. Ternyata. Jenderal Soeharto. 5 . IX/MPRS/1966. dengan disaksikan oleh ketua Presidium Kabinet Ampera dan anggota kabinet. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). 2. Perjuangan untuk menolak imperialism dan kolonialisme. Mereka membujuk agar Presiden Soekarno melakukan penyerahan kekuasaan kepada Mayjen Soeharto sebelum Sidang Umum MPRS. Momentum itulah yang menandakan awalnya masa pemerintahan Orde Baru di Indonesia. Mayjen Soeharto membuat sebuah rancangan konsep yang akan di pakai untuk mempermudah proses penyelesaian krisis politik. yakni Mayjen Soeharto. dilampirkan surat penegasan untuk menangani masalah sehari-hari. 2. Nasution menvabut seluruh mandat atas seluruh kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno. Pada 27 Maret 1968. Kamis. Tapi pada akhirnya presiden Soekarno menyetujuinya dengan melakukan perubahan-perubahan kecil.kosep ini diajukan kepada Presiden Soekarno pada 11 Februari 1967. Program kerja dari Kabinet Ampera tercermin dalam Catur Karya. 4. 3. XLIV/MPRS/1968. Kemudian Presiden Soeharto membentuk kabinet Ampera. Program-program tersebut adalah : 1.

Berdasarkan Tap MPR XXXIII Secara umum. Jadi. IX/MPRS/1966. pemerintah Orde Baru mempunyai berbagai acuan dalam merencanakan program pembangunan dan peningkatan perekonomian Indonesia. kebijakan pemerintah Orde Baru terdiri atas kebijakan dalam negeri dan kebijakan luar negeri. tetapi pelaksanaannya dilakukan oleh Presidium Kabinet. Menyusun dan melaksanakan rancana pembangunan. Penyerahan kekuasaan tersebut merupakan peristiwa sangat penting dalam usaha mengatasi situasi konflik yang sedang memuncak pada saat itu. IX/MPRS/1966 pada tanggal 4 Maret 1967 memberikan keterangan pemerintah di hadapan sidang DPRGR mengenai terjadinya penyerahan kekuasaan. melaksanakan. Pemerataan pembangunan negara beserta hasil-hasilnya. 3. Panglima Tertinggi ABRI Tanggal 20 Februari 1967. Presidium Kabinet dipimpin oleh Jenderal Soeharto. diadakan Sidang Istimewa MPRS dari tanggal 7 sampai dengan 12 Maret 1967 di Jakarta yang berhasil mengakhiri konflik politik. Pada tanggal 22 Februari 1967 dengan penuh kebijaksanaan. 2. Jenderal Soeharto selaku pengemban Ketetapan MPRS No. perjalanan tugas kabinet kurang lancar yang berarti pula kurang menguntungkan bagi stabilitas politik. 6 . Dalam melaksanakan pembangunan nasional. Pengumuman itu didasarkan atas Ketetapan MPRS No.yaitu : 1. Kehidupan ekonomi segera distabilkan dan direhabilitasi. Merencanakan. Salah satu program kerja pemerintah Orde Baru adalah Trilogi pembangunan. Rencana tersebut adalah : 1. Pemerintah tetap berpendirian bahwa penyelesaian konstitusional tentang penyerahan kekuasaan tetap perlu dilaksanakan melalui sidang MPRS. Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Jenderal Soeharto sebagai pengemban Ketetapan MPRS No. 3. Akibatnya. di sini terdapat dualisme kepemimpinan dalam Kabinet Ampera. dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu. untuk menghindari pertentangan politik yang berlarut-larut. pemegang Surat Perintah 11 Maret 1966 berfungsi sebagai pemegang jabatan presiden. Kabinet Ampera dipimpin oleh Presiden Soekarno. Mewujudkan kehidupan politik yang lebih baik. XV/MPRS/1966 yang menyatakan apabila presiden berhalangan. Penyerahan itu tertuang dalam Pengumuman Presiden Mandataris MPRS. Menciptakan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.Pemerintahan Orde Baru segera menyusun rencana untuk mempercepat lancarnya kinerja Kabinet Ampera. 2.

Indonesia sebagai pengimpor beras terbesar di dunia. misalnya karet alam dari Malaysia. a. Di sisi lain pertumbuhan penduduk sangat tinggi (rata-rata 2. peningkatan kegiatan ekonomi. kopi dari Brasil. sehingga industri dalam negeri kurang berkembang. dan pencukupan kebutuhan sandang. Tingkat inflasi telah mencapai angka 65% dan sarana ekonomi di daerahdaerah berada dalam keadaan rusak berat karena ulah kaum PKI/BTI yang saat itu berkuasa dan dengan sengaja ingin mengacaukan situasi ekonomi rakyat yang menentangnya. Bangladesh. gula tebu dari Meksiko. Struktur perekonomian pada akhir tahun 1965. Komoditas ekspor Indonesia dari bahan mentah (hasil pertanian) menghadapi persaingan di pasaran internasional. Kebijakan Dalam Negeri Struktur perekonomian Indonesia pada tahun 1950–1965 dalam keadaan kritis. MPRS No. dan rempahrempah dari Zanzibar (Afrika). sehingga devisa negara sangat rendah dan tidak mampu mengimpor bahan kebutuhan pokok masyarakat yang saat itu belum dapat diproduksi di dalam negeri. Tugas pemerintah Orde Baru adalah menghentikan proses kemerosotan ekonomi dan membina landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi ke arah yang wajar. e.1. lebih rendah dari pendapatan rata-rata penduduk India. Pemerintah Orde Baru meletakkan landasan yang kuat dalam pelaksanaan pembangunan melalui tahapan Repelita. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian sehingga struktur perekonomian Indonesia lebih condong pada sektor pertanian. Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Indonesia sangat rendah. c. Produksi Nasional Bruto (PDB) per tahun sangat rendah. Program jangka pendek ini diambil dengan pertimbangan apabila laju inflasi telah dapat terkendalikan dan suatu tingkat 7 .5% per tahun dalam tahun 1950-an). Tingkat investasi rendah dan kurangnya tenaga ahli di bidang industri. berbagai kebijaksanaan telah diambil sebagaimana tertuang dalam program jangka pendek berdasarkan Tap. dan Nigeria saat itu. d. Dalam mengemban tugas utama tersebut. f. keadaan kritis ditandai oleh hal-hal sebagai berikut. Tahun 1960-an hanya mencapai 70 dolar Amerika per tahun. berada dalam keadaan yang sangat merosot. b. XXII/MPRS/1966 yang diarahkan kepada pengendalian inflasi dan usaha rehabilitasi sarana ekonomi. g.

Perhatian khusus pada sektor terbesar yang bermanfaat menghidupi rakyat. Kebutuhan pembiayaan para petani disediakan melalui kredit perbankan. seperti pupuk. dan teknologi pertanian yang diajarkan dan disebarluaskan kepada para petani melalui kegiatan penyuluhan. sektor ini harus ditingkatkan produktivitasnya. Pembangunan sektor pertanian diberi prioritas yang sangat tinggi karena menjadi kunci bagi pemenuhan kebutuhan pangan rakyat dan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat. 8 . cara-cara bertani. pada tahun 1984 bangsa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. Indonesia merupakan negara pengimpor beras terbesar di dunia. Repelita I dapat dilaksanakan dan selesai dengan baik. Pembangunan yang dilaksanakan. kita berikan kepastian melalui kebijakan harga dasar dan kebijakan stok beras. barulah dapat diharapkan pulihnya kegiatan ekonomi yang wajar serta terbukanya kesempatan bagi peningkatan produksi. seperti irigasi dan perhubungan. Dengan makin pulihnya situasi ekonomi. khususnya pangan. Swasembada beras itu sekaligus memperkuat ketahanan nasional di bidang ekonomi.stabilitas tercapai. Berbagai prasarana penting direhabilitasi serta iklim usaha dan investasi dikembangkan. yaitu sektor pertanian. Strategi yang memprioritaskan pembangunan di bidang pertanian dan berkat ketekunan serta kerja keras bangsa Indonesia. Sektor pertanian harus dibangun lebih dahulu. pada tahun 1969 bangsa Indonesia mulai melaksanakan pembangunan lima tahun yang pertama. diamankan dengan membangun pabrikpabrik pupuk. Penyediaan sarana penunjang utama. Hal ini merupakan titik balik yang sangat penting sebab dalam tahun 1970-an. Bersamaan dengan itu tercipta pula lapangan kerja dan sumber mata pencaharian bagi para petani. Demikianlah pada tahap-tahap awal pembangunan. secara sadar bangsa Indonesia memberikan prioritas yang sangat tinggi pada bidang pertanian. produksi pangan dapat terus ditingkatkan. bahkan berbagai kegiatan pembangunan dipercepat sehingga dapat diikuti Perkembangan Masyarakat Indonesia pada Masa Orde Baru oleh Repelita selanjutnya. Pemasaran hasil produksi mereka. Bertumpu pada sektor pertanian yang makin tangguh itu kemudian barulah dibangun sektorsektor lain. Dengan usaha keras tercapai tingkat perekonomian yang stabil dalam waktu relatif singkat. Akhirnya. Sejak 1 April 1969 pemerintah telah meletakkan landasan dimungkinkannya gerak tolak pembangunan dengan ditetapkannya Repelita I. khususnya para petani. yaitu membangun berbagai prasarana pertanian.

salah satu indikasi yang disimpulkan dalam Repelita I ini adalah perlunya pengarahan sumber-sumber (resources) ke sektor pertanian. seperti pabrik pupuk. didasarkan pertimbangan bahwa Indonesia adalah negara bercorak agraris yang sebagian besar penduduknya (65%–75%) bermata pencaharian di bidang pertanian (termasuk kehutanan. pertumbuhan ekonomi. perikanan. Demikian pula pertimbangan untuk menitikberatkan pembangunan pada sektor pertanian dan industri yang menunjang sektor pertanian. diharapkan dapat menarik dan mendorong sektor-sektor lainnya. dan peternakan). Ini berarti sektor pertanian memberi sumbangan terbesar kepada penerimaan devisa dan lapangan kerja. perkebunan. Secara lebih khusus. Tingkat inflasi dapat ditekan menjadi 47. stabilitas nasional. antara lain sektor industri yang menunjang sektor pertanian. Kegiatan pembangunan selama Pelita I telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup menggembirakan. Oleh karena itu. Adanya hubungan antarberbagai kegiatan ekonomi (inter-sectoral ) maka pertanian sebagai sektor pemimpin.8% pada akhir Repelita I (1973/1974). Ditempatkannya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi sebagai strategi dasar dalam Repelita I tersebut dengan pertimbangan untuk melaksanakan Repelita sesuai dengan tahapantahapan yang telah ditentukan (diprioritaskan). insektisida serta prasarana ekonomi lainnya. Setelah Repelita II dilanjutkan dengan Repelita III untuk periode 1979/ 1980–1983/1984. serta menitikberatkan pada sektor pertanian dan industri yang menunjang sektor pertanian. pendapatan rata-rata penduduk (pendapatan per kapita) dari 80 dolar Amerika dapat ditingkatkan menjadi 170 dolar Amerika. misalnya sarana angkutan dan jalan. pertumbuhan ekonomi dari rata-rata 3% menjadi 6.32 juta ton menjadi 14 juta ton. Pembangunan dalam periode PJP I dimulai dengan pelaksanaan Repelita I dengan strategi dasar diarahkan pada pencapaian stabilisasi nasional (ekonomi dan politik). hal ini berarti meningkatkan produksi pangan dan ekspor. Repelita II untuk periode 1974/1975–1978/1979 dengan strategi dasar diarahkan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.7% per tahun. Mengingat pula bahwa sektor ini masih memiliki kapasitas lebih yang belum dimanfaatkan.Dengan ditetapkannya Repelita I untuk periode 1969/1970–1973/1974. yakni dengan titik berat pembangunan 9 . merupakan awal pembangunan periode 25 tahun pertama (PJP I tahun 1969/1970–1993/1994). dan pemerataan pembangunan dengan penekanan pada sektor pertanian dan peningkatan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku. antara lain produksi beras telah meningkat dari 11.

seperti irigasi dan perhubungan.pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri mengolah bahan baku menjadi bahan jadi. industri pengolahan hasil pertanian. Kebutuhan pembiayaan para petani disediakan melalui kredit perbankan. produksi padi sangat meningkat. Pemasaran hasil-hasil produksi mereka diberikan kepastian melalui kebijakan harga dasar dan kebijakan stok beras oleh pemerintah (Badan Urusan Logistik atau Bulog). Perkembangan industri pertanian dan nonpertanian telah membawa hasil yang cukup menggembirakan. penyediaan pupuk dengan membangun pabrikpabrik pupuk. kemudian dibangun sektor-sektor lainnya.9 kg menjadi 154. telah mengubah posisi Indonesia dari negara pengimpor beras terbesar di dunia dalam tahun 1970-an menjadi negara yang mencapai 10 . Repelita III dilanjutkan dengan Repelita IV (1984/1985–1988/1989) dengan titik berat pada sektor pertanian untuk memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi hasil pertanian lainnya. Hasil-hasilnya telah dapat dirasakan dan dinikmati saat itu oleh masyarakat Indonesia.0 kg per jiwa. Prestasi yang besar. Sejak tahun 1968 sampai dengan tahun 1992. Tahun 1973. antara lain sebagai berikut: a. Bertumpu pada sektor pertanian yang makin tangguh itulah. Pembangunan sektor industri meliputi industri yang menghasilkan barang ekspor. Majelis Permusyawaratan Rakyat merumuskan dan menetapkan GBHN pertama merupakan strategi pembangunan nasional. Dalam tahun 1968 produksi padi mencapai 17.156 ribu ton dan pada tahun 1992 naik menjadi 47. cara-cara bertani dan teknologi pertanian yang baru diajarkan dan disebarluaskan kepada para petani melalui kegiatankegiatan penyuluhan. dan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri. Strategi yang mendahulukan pembangunan pertanian tadi telah berhasil mengantarkan bangsa Indonesia berswasembada beras. khususnya di sektor pertanian. produksi beras per jiwa meningkat dari 95. Perkembangan ini berarti bahwa dalam periode yang sama. industri yang banyak menyerap tenaga kerja. menyebarkan pembangunan secara luas kepada rakyat.293 ribu ton yang berarti meningkat hampir tiga kalinya. dan mengurangi kemiskinan di Indonesia. Pemerintah membangun berbagai prasarana pertanian. Swasembada Beras Sektor pertanian harus dibangun lebih dahulu. PJP I telah diakhiri dengan Repelita V (1989/1990–1993/1994). sektor ini harus ditingkatkan produktivitasnya.

Tahun 1993. Penduduk Indonesia yang miskin ini terus berkurang jumlahnya dari tahun ke tahun. maka dalam tahun 1990-an harapan hidup itu telah meningkat menjadi lebih dari 61 tahun. yaitu sekitar 55 juta orang. Kenyataan bahwa swasembada pangan yang tercapai pada tahun itu. air bersih. 11 . Dalam kurun waktu yang sama. pertumbuhan penduduk juga dapat dikendalikan melalui program Keluarga Berencana (KB). Pada awal tahun 1990-an. pemerataan pelayanan kesehatan. angka tadi sudah dapat diturunkan menjadi sekitar 2. Kesejahteraan Penduduk Strategi mendahulukan pembangunan bidang pertanian disertai dengan pemerataan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat yang meliputi penyediaan kebutuhan pangan.0% per tahun. juga harapan hidup masyarakat telah meningkat. Jumlah penduduk miskin ini sangat besar. keluarga berencana. Pada tahun 1990 tinggal 15 orang yang masih hidup miskin dari setiap 100 orang. Jika pada awal tahun 1970-an penduduk Indonesia mempunyai harapan hidup rata-rata 50 tahun. b. Sementara itu. angka kematian bayi menurun dari 142 untuk setiap 1.000 kelahiran hidup. Prestasi ini membuat rasa percaya diri bangsa Indonesia bertambah tebal.3% per tahun.swasembada pangan sejak tahun 1984. juga selama lima tahun terakhir sampai dengan tahun terakhir Repelita V tetap dapat dipertahankan. dan perumahan sederhana.000 kelahiran hidup menjadi 63 untuk setiap 1. Pada waktu Indonesia mulai membangun tahun 1969. penghasilan rata-rata per jiwa rakyat Indonesia hanya sekitar 70 dolar Amerika per tahun. Pada tahun 1970-an ada 60 orang di antaranya yang hidup miskin dari setiap 100 orang penduduk. Strategi ini dilaksanakan secara konsekuen dalam setiap Repelita. Hasilnya adalah jumlah penduduk miskin di Indonesia makin berkurang. peningkatan gizi. Hanya sedikit negara yang berhasil menurunkan jumlah kemiskinan penduduknya secepat pemerintah Indonesia. Selain menurunnya jumlah penduduk miskin dan meningkatnya penghasilan rata-rata penduduk sebagaimana tersebut di atas. penghasilannya sudah di atas 600 dolar Amerika. pendidikan dasar. Dengan strategi ini pemerintah telah berhasil mengurangi kemiskinan di tanah air. Selama dasawarsa 1970-an laju pertumbuhan penduduk mencapai sekitar 2.

12 . Perubahan Struktur Lapangan Kerja Lebih banyak tenaga kerja yang beralih dari lapangan usaha sektor pertanian ke sektor usaha lainnya karena bertambahnya lapangan kerja baru yang diciptakan. hotel. Hal ini dengan sendirinya akan berpengaruh terhadap pola konsumsinya (adanya permintaan masyarakat yang meningkat). Perdagangan. akan membawa iklim segar bagi investor baik dari dalam maupun luar negeri. Perkembangan Investasi Kebijakan deregulasi dan debirokratisasi yang senantiasa dilakukan pemerintah di berbagai sektor ekonomi serta ditunjang adanya sarana infrastruktur yang makin bertambah baik di daerah-daerah. Sebaliknya. d. dan restoran mencapai 16. Sektor-sektor di luar sektor pertanian. peranan sektor pertanian dalam Produk Domestik Bruto (PDB) secara persentase adalah 49. perdagangan. sedangkan jasa-jasa mencapai 3. berarti jauh lebih tinggi dari peranan sektor pertanian yang hanya 19. Selama periode tahun 1971 sampai dengan 1988 pertumbuhan tenaga kerja di luar sektor pertanian lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan di sektor pertanian.3%. peranannya terhadap PDB tahun 1990 mencapai 38.7%.c. seperti industri pengolahan. Melalui Repelita terlihat bahwa tahun demi tahun peranan sektor pertanian telah menurun. perdagangan dan jasajasa 30.8%. Pada tahun 1990. sektor industri pengolahan meningkat mencapai 19. peranan sektorsektor di luar sektor pertanian (nonpertanian. Para investor ini akan menanamkan modalnya di daerah dengan berbagai produk baik dalam rangka penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).8%. Pada saat Indonesia mulai membangun (tahun 1969).4%.6%. Perubahan Struktur Ekonomi Berdasarkan amanat GBHN 1983 dengan kebijakan pemerintah dalam pembangunan telah terjadi perubahan struktur ekonomi.1%. Dari titik berat pada sektor pertanian menjadi lebih berimbang dengan sektor di luar pertanian.3%. seperti sektor industri pengolahan 4. dan jasa-jasa lainnya) menunjukkan peningkatan peranan terhadap PDB. e. Perubahan struktur tenaga kerja tersebut telah pula membawa dampak terhadap cara hidup dan kebutuhan hidup keluarga. Apabila dijumlahkan sektor-sektor di luar sektor pertanian tersebut. bangunan.7%. bangunan 2.

maka hal tersebut telah berdampak negatif terhadap tingkat harga minyak bumi di pasaran dunia. barang-barang ekspor nonmigas Indonesia akan mempunyai daya saing lebih kuat di pasaran internasional. Perkembangan Ekspor Perkembangan investasi (PMDN dan PMA) membawa dampak terhadap produk yang dihasilkan. Namun. penerimaan dalam negeri sangat bertumpu pada hasil ekspor migas. Dengan demikian.f. telah mengambil tindakan devaluasi rupiah terhadap nilai mata uang asing dan segera mengubah struktur penerimaan dalam negeri dari ketergantungan pada penerimaan migas beralih kepada penerimaan nonmigas. Anjloknya harga minyak bumi di pasaran dunia telah memengaruhi penerimaan dalam negeri. Sejak itu harga minyak bumi telah anjlok dari 25. Sejak Repelita I. setelah investor asing menanamkan modal di sektor perminyakan sekitar tahun 1969/1970 (Repelita II) mulai terlihat hasil ekspor migas telah meningkat lebih tinggi daripada penerimaan ekspor nonmigas (perpajakan dan bukan pajak). Dalam upaya memperbaiki keadaan ekonomi dan keuangan negara. Produk yang dihasilkan tersebut tidak hanya ditujukan untuk pasaran dalam negeri. pemerintah telah mengambil langkah-langkah khusus untuk menaikkan penerimaan dari ekspor nonmigas. Jenis barang yang dihasilkan industri dalam negeri setiap tahun menunjukkan peningkatan baik jenis maupun nilai ekspor sebagaimana dapat dilihat perkembangannya. tetapi lebih banyak ditujukan untuk ekspor (pasaran luar negeri). penerimaan dalam negeri yang bersumber dari penerimaan nonmigas jauh lebih tinggi dari penerimaan migas. Hingga tahun 1985/1986 (tahun kedua Repelita IV).13 dolar Amerika per barel dalam bulan Januari 1986 turun menjadi 9. saat terjadi krisis ekonomi yang melanda dunia di tahun 1980-an. Untuk meningkatkan penerimaan dalam negeri dari sektor nonmigas. menteri keuangan RI pada tanggal 12 September 1986. seperti kebijaksanaan deregulasi dan debirokratisasi. devaluasi sebesar 45% barang (komoditas) Indonesia akan lebih murah 45% bila dibeli dengan dolar Amerika Serikat. Dengan devaluasi ini diharapkan komoditas nonmigas Indonesia akan meningkat karena dengan perhitungan sederhana. Pasaran harga minyak bumi sejak terjadinya krisis ekonomi dunia tidak lagi dapat diharapkan. 13 . Namun.83 dolar Amerika per barel dalam bulan Agustus 1986.

dan tahun 1990 sebesar 7.2% per tahun.2% per tahun. Sejak tahun 1969 sampai dengan tahun 1983 yang merupakan tahun terakhir Pelita III.9% per tahun. tahun 1992 sebesar 6.2% per tahun. di lain pihak impor akan berkurang. Selanjutnya.8%. tingkat rata-rata pertumbuhan ekonomi selama Pelita IV yang diukur dengan PDB tahun 1983 sebesar 5. Dalam tahun-tahun berikutnya menunjukkan laju pertumbuhannya adalah tahun 1991 sebesar 6. maka dampak devaluasi yang bisa diharapkan adalah di satu pihak ekspor nonmigas akan meningkat. Laju Pertumbuhan Ekonomi Laju pertumbuhan ekonomi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) telah mendorong laju pertumbuhan ekonomi secara nasional yang diukur dengan Produksi Domestik Bruto (PDB). dan tahun 1993 yang merupakan tahun terakhir pelaksanaan Pelita V sebesar 6. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.0%. Sementara itu. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.0%. tingkat rata-rata pertumbuhannya sebesar 7. dengan devaluasi 45% ini berarti barang-barang impor akan meningkat harganya 45% jika dibeli dengan rupiah. pertumbuhan ekonomi Pelita V rata-rata adalah 6.3%.0%. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Berarti lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan ekonomi per tahun yang direncanakan dalam Repelita V sebesar 5. 2. Berdasarkan gambaran perhitungan sederhana ini. neraca pembayaran Indonesia akan dapat dipertahankan pada tingkat yang sehat. Dalam pelaksanaan pembangunan nasional setiap tahap pelita harus bertumpu pada Trilogi Pembangunan. g. pertumbuhan ekonomi yang direncanakan dalam Repelita VI adalah rata-rata 6.4% (tahun kedua). Tingkat pertumbuhan PDB selama periode 1969–1989 yang diukur atas dasar harga yang berlaku maupun menurut harga konstan menunjukkan adanya peningkatan. 14 .4%. tingkat pertumbuhan PDB tahun 1989 yang merupakan tahun pertama pelaksanaan Pelita V (1989/1990–1993/1994) adalah 7. Berarti lebih tinggi daripada rata-rata laju pertumbuhan ekonomi per tahun yang direncanakan dalam Repelita IV sebesar 5. 3.Sebaliknya. yaitu sebagai berikut: 1. Jadi. Dengan demikian. Repelita VI (1994/1995– 1998/1999) yang merupakan tahapan pembangunan lima tahun pertama dalam periode 25 tahun kedua Pembangunan Jangka Panjang (PJP II).

Pada masa Orde Baru. Persetujuan normalisasi hubungan Indonesia–Malaysia merupakan hasil perundingan di Bangkok (29 Mei–1 Juni 1966). Indonesia Kembali Menjadi Anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1966 dan tercatat sebagai anggota ke-60. sedangkan Indonesia sendiri pada saat itu sedang berkonfrontasi dengan Malaysia. Keluarnya Indonesia dari keanggotaan PBB tersebut sebagai protes atas diterimanya Federasi Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.2. Akibat keluar dari keanggotaan PBB. Indonesia telah banyak memperoleh manfaat dan bantuan dari organisasi internasional tersebut. Tun Abdul Razak dan Menteri 15 . Tindakan pemerintah Orde Lama ini jelas menyimpang dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. 3) PBB banyak memberikan sumbangan kepada bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi. Hal itu jelas sangat merugikan pihak Indonesia. 2) PBB turut berperan dalam proses kembalinya Irian Barat ke wilayah RI. Sebagai anggota PBB. Perundingan dilakukan Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Malaysia. politik luar negeri Indonesia dikembalikan lagi pada politik bebas aktif sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. sosial. Manfaat dan bantuan PBB. antara lain sebagai berikut: a. Hal ini merupakan pelaksanaan dari Ketetapan MPRS No. Kebijakan Luar Negeri Langkah-langkah yang diambil oleh Kabinet Ampera dalam menata kembali politik luar negeri. Hubungan yang harmonis antara Indonesia dan PBB menjadi terganggu sejak Indonesia menyatakan diri keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari 1965. antara lain sebagai berikut: 1) PBB turut berperan dalam mempercepat proses pengakuan de facto ataupun de jure kemerdekaan Indonesia oleh dunia internasional. b. dan kebudayaan. Normalisasi hubungan Indonesia–Malaysia tersebut berhasil dicapai dengan ditandatangani Jakarta Accord pada tanggal 11 Agustus 1966. XII/MPRS/1966. Penghentian Konfrontasi dengan Malaysia Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia setelah diumumkan Dwikora oleh Presiden Soekarno pada tanggal 3 Mei 1964. Indonesia segera memulihkan hubungan dengan Malaysia yang sejak 1964 terputus. Indonesia praktis terkucil dari pergaulan dunia.

Rajaratnam dari Singapura. kemajuan sosial. 3) Kedua pemerintah menghentikan segala bentuk permusuhan. 4) memajukan perdamaian dan stabilitas regional dengan menghormati keadilan. 2) Kedua pemerintah menyetujui memulihkan hubungan diplomatik. Syarat menjadi anggota adalah dapat menyetujui dasar dan tujuan pembentukan ASEAN seperti yang tercantum dalam Deklarasi ASEAN. 3) memberi sumbangan ke arah kemajuan dan kesejahteraan dunia. Kampuchea menjadi anggota ASEAN yang kesepuluh pada tanggal 30 April 1999. Pembentukan Organisasi ASEAN Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan BangsaBangsa Asia Tenggara atau dikenal dengan nama ASEAN. 2) meletakkan landasan bagi terwujudnya suatu masyarakat yang sejahtera dan damai di kawasan Asia Tenggara. dan S. hukum. yaitu sebagai berikut: 1) Rakyat Sabah dan Serawak akan diberi kesempatan menegaskan lagi keputusan yang telah diambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. Kelima menteri luar negeri tersebut adalah Narsisco Ramos dari Filipina. ASEAN mempunyai tujuan utama. Brunei Darussalam secara resmi diterima menjadi anggota ASEAN yang keenam pada tanggal 7 Januari 1984. ASEAN merupakan organisasi regional yang dibentuk atas prakarsa lima menteri luar negeri negaranegara di kawasan Asia Tenggara. Penandatanganan naskah pembentukan ASEAN dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok sehingga naskah pembentukan ASEAN itu disebut Deklarasi Bangkok. Thanat Khoman dari Thailand. c. Perundingan telah menghasilkan persetujuan yang dikenal sebagai Persetujuan Bangkok. dan perkembangan kebudayaan. serta prinsip-prinsip Piagam PBB. Keanggotaan ASEAN bertambah seiring dengan banyaknya negara yang merdeka. Adam Malik dari Indonesia. Adam Malik. 16 .Utama/Menteri Luar Negeri Indonesia. Tun Abdul Razak dari Malaysia. Adapun persetujuan Bangkok mengandung tiga hal pokok. Vietnam diterima menjadi anggota ASEAN ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. antara lain: 1) meletakkan dasar yang kukuh bagi usaha bersama secara regional dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sementara itu. Laos dan Myanmar bergabung dengan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997 dan menjadi anggota kedelapan dan kesembilan.

di tengah-tengah organisasi-organisasi regional dan internasional lainnya dengan maksud dan tujuan yang sama dan menjajaki semua bidang untuk kerja sama yang lebih erat di antara anggota. dan identitas semua bangsa. dan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). b) Badan keuangan dunia baik internasional maupun regional. ilmu pengetahuan. Australia. Prancis. 17 . Belgia. 5) tidak menggunakan ancaman dan penggunaan kekuatan. dan administrasi. dan konversi dari luar. Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI) didirikan pada tahun 1967. kedaulatan. Jepang. memberi bantuan kredit jangka panjang dengan bunga ringan kepada Indonesia untuk biaya pembangunan. 7) memajukan kerja sama yang erat dan bermanfaat. Anggota IGGI terdiri atas dua kelompok yaitu: a) Negara-negara kreditor. Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Keikutsertaan Indonesia dalam Berbagai Organisasi Internasional Pemerintahan Indonesia masa Orde Baru juga aktif dalam beberapa lembaga internasional. Swiss. sosial. Dasar kerja sama ASEAN adalah sebagai berikut: 1) saling menghormati kemerdekaan. Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund). integritas teritorial. subversi. teknik. Italia. seperti Bank Dunia (World Bank). dan Kanada.5) memajukan kerja sama aktif dan tukar-menukar bantuan untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi. seperti Inggris. 2) mengakui hak setiap bangsa untuk penghidupan nasional yang bebas dari ikut campur tangan. Jerman Barat. persamaan. 3) tidak saling mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. kebudayaan. 6) memajukan pelajaran-pelajaran (studies) tentang Asia Tenggara. 6) menjalankan kerja sama secara efektif. d. Amerika Serikat. Belanda. 4) menyelesaikan pertengkaran dan persengketaan secara damai. Tujuannya. Selandia Baru. seperti berikut ini: 1) Consultative Group on Indonesia (CGI) Sebelum pemerintah Indonesia mendapat bantuan dana pembangunan dari Consultative Group on Indonesia (CGI) terlebih dahulu mendapat bantuan dana pembangunan dari InterGovernmental Group on Indonesia (IGGI).

IGGI berpusat di Den Haag (Belanda). Bantuan IGGI kepada Indonesia. IGGI bubar sebab Indonesia menolak bantuan Belanda yang dianggap terlalu banyak mengaitkan pinjaman luar negerinya dengan masalah politik di Indonesia. Pada tanggal 25 Maret 1992. misalnya untuk membeli kapal angkutan laut. antara lain sebagai berikut. pendidikan. Ketua IGGI dijabat oleh Menteri Kerja Sama Pembangunan Kerajaan Belanda. c) bantuan pangan. dan prasarana lainnya. antara lain berbentuk: a) bantuan proyek. dan bahan makanan. tetapi dalam bentuk bantuan tenaga ahli. a) Bantuan teknik. bahan baku. peralatan laboratorium. c) Devisa kredit dan bantuan pangan digunakan untuk biaya impor barang modal. d) bantuan teknik. pemerintah Indonesia meminta pada Bank Dunia membentuk Consultative Group on Indonesia (CGI). Bantuan dari IGGI yang digunakan untuk pembangunan proyekproyek produktif dan kesejahteraan sosial itu. CGI mengadakan sidang pertama kali di Paris. b) bantuan program. pengairan. Bantuan IGGI kepada Indonesia ini diberikan setiap tahun. b) Grant digunakan untuk biaya berbagai macam keperluan pembangunan. Bantuan yang berbentuk pinjaman (devisa kredit) bersyarat lunak denganbunga berkisar 0– 3% setahun dengan jangka waktu angsuran berkisar 7–10 tahun. e) Bantuan program digunakan untuk biaya penyusunan program pembangunan. Setiap tahun diselenggarakan sidang IGGI untuk membahas dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan Indonesia sebagai dasar pemberian bantuan tahun berikutnya. dan penelitian. e) devisa kredit (devisa yang diperoleh dari pinjaman). Prancis tanggal 16 Juli 1992. umumnya tidak diterima dalam bentuk uang. Sidang dihadiri oleh 18 negara dan 10 lembaga 18 . kesehatan (program KB). dan f) grant (sumbangan atau hadiah). pembangunan telekomunikasi. Sebagai penggantinya. d) Bantuan proyek digunakan untuk biaya pembangunan proyek listrik.

APEC terbentuk pada bulan Desember 1989 di Canberra. Latar belakang terbentuknya APEC adalah perkembangan situasi politik dan ekonomi dunia pada waktu itu yang berubah dengan cepat. d) Kanada. m) FAO. b) Austria. q) Denmark. j) IFAD. k) Inggris. i) UNFPA. n) UNICEF. f) Italia. Negara anggota CGI itu. h) Spanyol. p) Kuwait Fund. p) Selandia Baru. g) WFP. Gagasan APEC muncul dari Robert Hawke. o) Belgia. Anggota CGI terdiri atas negara-negara bekas anggota IGGI (kecuali Belanda) dan lembaga-lembaga internasional. n) Norwegia. Indonesia. d) UNHCR. g) Prancis. diduga akan memicu sikap proteksi dari negaranegara maju. Australia. e) Amerika Serikat. Indonesia ditunjuk sebagai Ketua 19 . b) UNESCO. e) UNDP. l) Swedia. dan Invesment Bank. o) UNIDO. antara lain: a) Jepang. 2) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) APEC merupakan forum kerja sama ekonomi negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik. sebagai anggota APEC. Apabila perdagangan bebas gagal disepakati. k) WHO. antara lain: a) World Bank. h) Mordic q) ILO. r) Saudi Fund. m) Swiss.internasional yang dipimpin oleh Bank Dunia. c) ADB. dan i) Jerman. Perdana Menteri Australia saat itu. j) Finlandia. l) IDB. Amerika Serikat (1993). f) IAEA. mempunyai peranan yang cukup penting. Lembaga internasional yang ikut dalam CGI. Dalam pertemuan di Seattle. Hal ini diikuti dengan kekhawatiran gagalnya perundingan Putaran Uruguay (masalah perdagangan bebas). c) Korea Selatan.

yaitu sektor militer. Penguatan sektor budaya dilakukan dengan cara menyebarkan organisasiorganisasi membantu GolKar ke pelosok. PDI gabungan dari PNI. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).kinerja dan peran negara menjadi sangat kuat karena didukung oleh pemusatan dan penguatan 3 sektor utama. memutuskan bahwa era perdagangan bebas akan mulai diberlakukan tahun 2003 bagi negara maju dan 2010 bagi negara berkembang. dilakukan dengan cara menambah jumlah dana bantuan luar negeri.3. seperti Organisasi Buruh. Menurut Pak Harto penguatan negara merupakan langkah yang jitu dalam mendukung kelancaran pembangunan. 3. PARKINDO. Organisasi Petani dan Nelayan. 2.APEC untuk periode 1994–1995. PPP. dan Organisasi Masyarakat. Hal ini sangat membantu karena GolKar yang sejak tahun 1964 sudah muncul itu memiliki posisi yang sangat penting. Indonesia berhasil menyelenggarakan pertemuan APEC di Bogor pada tanggal 14–15 November 1994 yang dihadiri oleh 18 kepala negara dan kepala pemerintahan negara anggota. Organisasi Pemuda. ekonomi dan budaya. MENGUATNYA PERAN NEGARA PADA MASA ORDE BARU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL-POLITIK MASYARAKAT Pada pemerintahan Orde Baru struktur. dan P. 2. gabungan dari NU. Pada waktu itu tidak boleh ada organisasi masyarakat selain yang bernaung dibawah organisasi GolKar. Latar Belakang karir pak Harto sebagai Mayor Jenderal membuat beliau mendapat dukungan dari basis militer yang cukup kuat 2. Dampak menguatnya peran negara dimasa Orde Baru adalah terjadi penggabungan partai-partai politik dalam 3 organisasi berikut : 1. dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Indonesia. Organisasi Seniman. Murba. Partai Muslim Indonesia. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). adapun cara yang dilakukan meliputi : 1. Penguatan sektor militer. Sebagai Ketua APEC. Partai Golkar. 20 . Penguatan sektor ekonomi. P Katolik. dilakukan dengan cara memperbaiki kinerja 'Angkatan Darat'. gabungan dari berbagai organisasi profesi. karena sistem ekonomi gagas adalah ekonomi liberal maka mendapat dukungan dari dunia internasional 3. Sidang APEC di Tokyo tahun 1995.

Golkar sudah memperoleh kemenangan mutlak pada Pemilu 1971 dengan perolehan 236 suara dikursi DPR. Kemenangan itu menghasilkan 2 hal utama : 1. Sjahrir. dan Muhammad Aini Chalid. merupakan pemberendelan yang kedua bagi Tempo. Menguatnya peran negara di masa Orde Baru juga tidak terlepas dari strategi agresi yang diterapkan oleh Soeharto.Sebelum terjadinya fusi partai-partai tersebut. Segala jenis pergerakan nasional tidak boleh melenceng dari garis-garis besar Pancasila. 3 orang mahasiswa ditangkap oleh aparat dan diadili pada 2 Agustus 1947. Kekuatan Golkar telah mengakar kuat dihati masyarakat karena Sekber Golkar bersama militer dan masyarakat berhasil menumpas PKI diawal 1960an.4. Diberedelnya harian Tempo. Pada Peristiwa Malari. Sejak tahun 1978. Adanya monoloyalitas PNS yang menjadi penyumbang suara terbesar pada waktu itu. Dan kepemimpinan dalam Golkar sendiri terpusat pada figur Soeharto. 2. Pancasila menjadi satu-satunya asas yang boleh digunakan oleh seluruh pergerakan nasional baik dalam parpol. Sebelumnya. gerakan mahasiswa maupun Lembaga Swadaya Masyarakat. media ini pernah diberedel oleh pemerintah Orde Baru pada 1982. semua PNS harus memilih Golkar. Mereka adalah Hariman Siregar. Menguatnya posisi Golkar di masa pemerintahan Orde Baru menunjukkan kuatnya peran pemerintah dalam menentukan perkembangan kehidupan masyarakat. dan Editor pada Juni 1994. Prinsip itu di politisir bahwa tidak boleh ada bentuk kegiatan lain selain yang berada dibawah kekuasaan organisasi Golkar. Pemberedelan pada 1994 itu. Seiring dengan itu. Salah satu rekaman kelam sejarah Indonesia pada masa Orde Baru adalah terjadinya Peristiwa Malari pada 15 Januari 1974. Detik. menjadi contoh nyata hadirnya sikap otoritarianisme Orde Baru. sistem Normalisasi Kehidupan Kampus dan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) membatasi hak-hak warga negara untuk berserikat dan berkumpul dalam rangka mengeluarkan dan menyatakan pendapat. DAMPAK REVOLUSI HIJAU TERHADAP PEMERINTAHAN ORDE BARU Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sektor pertanian di Indonesia tidak lepas dari perkembangan sektor industri pertanian itu sendiri. 21 . 2. yakni pemberian 'hadiah' bagi orang-orang yang pro terhadap pak Harto dan hukuman bagi pihak-pihak yang kontra terhadap pak Harto. Salah satu strateginy adalah sistem reward and punishment.

64. Kemiskinan terjadi karena pertumbuhan penduduk dan peningkatan produksi pangan yang tidak seimbang. Sejumlah varietas padi-padian baru yang unggul. Hasil penelitian Malthus itu menimbulkan kegemparan di Eropa dan Amerika. 16. 15. perikanan. Malthus berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur (1. 2. Usaha ini ada yang cepat dan lambat. dan perubahan sistem pengairan. Revolusi Hijau merupakan bagian dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem pertanian pada abad sekarang ini. dan kehutanan. 11. yaitu perubahansecara cepat menyangkut masalah pembaruan teknologi pertanian dan peningkatan produksi pertanian. Revolusi Hijau pada dasarnya adalah suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional ke cara modern. dan seterusnya). Hal ini disebabkan perbedaan antara efisiensi teknologi pertanian dan kenaikan jumlah penduduk. Usaha yang cepat inilah disebut revolusi. 22 . 31. 9. Munculnya beberapa teknik pertanian pada abad ke-17 dan abad ke-18 dapat dilacak dari jenis tanaman baru dan beberapa perubahan ekonomi. digantikan dengan peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya meningkatkan produksi pangan. Pada masa sekarang ini di negara yang maju dan sedang berkembang terjadi perbedaan makin besar dalam taraf hidup masyarakatnya. perubahan rotasi tanaman. 3. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 5. 8. Malthus menyatakan bahwa kemiskinan adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh manusia. peternakan. Perubahan-perubahan di bidang pertanian sebenarnya telah berkali-kali terjadi dalam sejarah kehidupan manusia yang biasa dikenal dengan istilah revolusi. Revolusi Hijau ditandai dengan makin berkurangnya ketergantungan petani pada cuaca dan alam. Pertumbuhan penduduk lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan hasil pertanian (pangan). Revolusi Hijau sering disebut juga Revolusi Agraria. Akibatnya. Revolusi Hijau menjadi proyek penelitian untuk meningkatkan produksi pangan di berbagai negara di dunia. sedangkan hasil pertanian mengikuti deret hitung (1. perkebunan. 13. Revolusi Hijau mulai mendapat perhatian setelah Thomas Robert Malthus (1766–1834) mulai melakukan penelitian dan memaparkan hasilnya. muncul berbagai gerakan pengendalian pertumbuhan penduduk dan usaha penelitian pencarian bibit unggul dalam bidang pertanian. 4. dan seterusnya). Pengertian agraria meliputi bidang pertanian. Lahirnya Revolusi Hijau melalui proses panjang dan akhirnya meluas ke wilayah Asia dan Afrika. 7.Perubahan dalam bidang pertanian itu dapat berupa peralatan pertanian.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian di dunia ditandai dengan munculnya Revolusi Hijau.

Pusat penelitian ini mendapat bimbingan langsung dari Rockefeller Foundation. para peneliti di lembaga tersebut berhasil menemukan beberapa varietas baru yang hasilnya jauh di atas rata-rata hasil varietas lokal Meksiko. padi. Sri Lanka. disusul oleh penemuan varietas-varietas baru yang lain. Pakistan. Filipina. India. 23 . dan Pakistan. Pada tahun 1966. Taiwan. Jenis-jenis bibit dari IRRI ini di Indonesia disebut padi unggul baru (PUB). Malaysia. Setelah penemuan padi PB-8. dan jagung dikembangkan dalam upaya melipatgandakan hasil pertanian. antara lain: a. Pusat penelitian ini ternyata juga menghasilkan suatu varietas padi baru yang hasilnya jauh melebihi rata-rata hasil varietas lokal di Asia. Filipina. pada tahun 1962 Rockefeller Foundation bekerja sama dengan Ford Foundation mendirikan sebuah badan penelitian untuk tanaman padi di Filipina. b. tersedia cukup air. Penelitian itu dilakukan di negara Meksiko. Badan penelitian ini dinamakan International Rice Research Institute (IRRI) yang bertempat di Los Banos.khususnya gandum. pemupukan teratur. Pada tahun 1968 di India. tersedia bahan kimia pemberantas hama dan penyakit. c. asal memenuhi syarat. Vietnam. Jenis tanaman unggul itu mempunyai ciri berumur pendek. memberikan hasil produksi berlipat ganda (dibandingkan dengan jenis tradisional) dan mudah beradaptasi dalam lingkungan apapun. Di Meksiko pada tahun 1944 didirikan sebuah pusat penelitian benih jagung dan gandum. Pada tahun 1976 areal sawah di Asia yang ditanami PUB sudah mencapai 24 juta hektar. tersedia bahan kimia pemberantas rerumputan pengganggu.Varietas baru tersebut merupakan hasil persilangan genetik antara varietas padi kerdil dari Taiwan yang bernama Dee-Geowoogen dan varietas padi jangkung dari Indonesia yang bernama Peta. Pelaksanaan penelitian pertanian disponsori oleh lembaga Ford and Rockefeller Foundation. d. Filipina. dan Indonesia telah dilaksanakan penanaman padi jenis IR atau PUB secara luas di masyarakat. Revolusi Hijau adalah proses keberhasilan para teknologi pertanian dalam melakukan persilangan (breeding) antarjenis tanaman tertentu sehingga menghasilkan jenis tanaman unggul untuk meningkatkan produksi bahan pangan. Hasil dari persilangan tersebut diberi nama IR 8-288-3 atau biasa dikenal dengan IR-8 dan di Indonesia dikenal dengan sebutan padi PB-8. Diilhami oleh kesuksesan hasil penelitian di Meksiko. IR-8 mulai disebarkan ke Asia diikuti oleh penyebaran IR-5 pada tahun 1967. Hanya dalam beberapa tahun.

d. a. Revolusi Hijau menyebabkan munculnya tanaman jenis unggul berumur pendek sehingga intensitas penanaman per tahun menjadi bertambah (dari satu kali menjadi dua kali atau tiga kali per dua tahun). Demikian juga keharusan pemupukan. Untuk meningkatkan produksi pangan dan produksi pertanian umumnya dilakukan dengan empat usaha pokok. b. Namun. 4) pemberantasan hama secara intensif. 24 . Keuntungan Revolusi Hijau bagi umat manusia. yaitu sebagai berikut. Akibatnya. Ekstensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan produksi pertanian dengan membuka lahan baru termasuk usaha penangkapan ikan dan penanaman rumput untuk makanan ternak. terkandung pandangan atau harapan bahwa dengan masuknya petani ke dalam arus utama kehidupan ekonomi. 3) pengairan yang cukup. c. Revolusi Hijau dapat meningkatkan pendapatan petani. tingkat produksi yang dihasilkannya akan memberikan sisa keuntungan jauh lebih besar daripada usaha pertanian tradisional. 5) teknik penanaman yang lebih teratur. Dengan paket teknologi. tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak. dan masyarakat pada umumnya akan menjadi sejahtera. Dalam hal ini. 2) pemupukan yang teratur. Revolusi Hijau di Indonesia diformulasikan dalam konsep „Pancausaha Tani‟ yaitu: 1) pemilihan dan penggunaan bibit unggul atau varitas unggul. misalnya di Indonesia. tetapi juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan umat manusia. b. Intensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan produksi pertanian dengan menerapkan pancausaha tani.Revolusi Hijau dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan umat manusia. pemberantasan hama dan penyakit akan menambah kebutuhan tenaga kerja. Revolusi Hijau dapat merangsang kesadaran petani dan masyarakat pada umumnya akan pentingnya teknologi. Diversifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan produksi pertanian dengan keanekaragaman usaha tani. petani. Hal ini sudah terjadi di beberapa negara. biaya produksi memang bertambah. c. antara lain sebagai berikut. a. Revolusi Hijau merangsang dinamika ekonomi masyarakat karena dengan hasil melimpah akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat pula di masyarakat.

25 . Sistem bagi hasil mengalami perubahan. antara lain sebagai berikut: a. Akibatnya. b. Sistem panen secara bersama-sama pada masa sebelumnya mulai digeser oleh sistem upah.d. kesempatan kerja di pedesaan menjadi berkurang. Peningkatan produksi pangan tidak diikuti oleh pendapatan petani secara keseluruhan karena penggunaan teknologi modern hanya dirasakan oleh petani kaya. Rehabilitasi pertanian adalah usaha meningkatkan produksi pertanian dengan pemulihan kemampuan daya produkstivitas sumber daya pertanian yang sudah kritis. Pembeli memborong seluruh hasil dan biasanya menggunakan sedikit tenaga kerja. c. d. Dampak negatif munculnya Revolusi Hijau bagi para petani Indonesia. Pengaruh ekonomi uang di dalam berbagai hubungan sosial di daerah pedesaan makin kuat. Ketergantungan pada pupuk kimia dan zat kimia pembasmi hama juga berdampak pada tingginya biaya produksi yang harus ditanggung petani.

1. Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Hal itu terjadi karena Pancasila dan UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. KESIMPULAN Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia.2. baik itu sebagai suatu penelitian maupun pengenalan lebih mendalam lagi. Di semua bidang ini banyak terjadi korupsi. pemerintahan Orde Baru runtuh yang dilatar belakangi oleh adanya ketidak adilan dan penyelewengan dalam pelaksanaan pemerintahan pada masa orde baru. olehnya itu kami sangat mengharapkan kritikan dari berbagai kalangan yang sifatnya membangun dan juga kami mengharapkan agar semua rekan-rekan terus berkarya untuk mengembangkan ilmu yang dimilikinya. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno. yang menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk mencapai hidup yang lebih baik dibandingkan yang sebelumnya. Pada tahun 1998. Selain itu. SARAN Hendaknya pelajaran sejarah dapat semakin ditingkatkan dan dikembangkan atau lebih dikenal lagi. ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. ketidak adilan dan penyelewengan itu terjadi di bidang politik.BAB III PENUTUP 3. Dalam jangka waktu tersebut. Setelah runtuhnya Orde baru munculah Reformasi. 3. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. ekonomi. serta hukum. 26 . kolusi dan nepotisme.

dkk. Magdalia.DAFTAR PUSTAKA Alfian. SEJARAH untuk SMA dan MA Kelas XII Program Ilmu Pengetahuan Alam.com 27 . Jakarta: ESIS http://okayana.com http://Sahabatrhysayku.com http://ekoharitiarto.blogspot.blogspot. 2007.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->