P. 1
Kajian Sistem Endomembran, Retikulum Endoplasma, Vesikula, Badan Golgi Dan Lisosom

Kajian Sistem Endomembran, Retikulum Endoplasma, Vesikula, Badan Golgi Dan Lisosom

|Views: 2,561|Likes:
Published by Mariana Ade Cahaya

More info:

Published by: Mariana Ade Cahaya on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2015

pdf

text

original

Banyak membran sel eukariotik yang berbeda merupakan bagian dari sistem

endomembran. Membran ini dihubungkan melalui sambungan fisik langsung atau melalui

transfer segmen-segmen membran sebagai vesikula (gelembung terbungkus membran) kecil.

Akan tetapi hubungan ini tidak berarti bahwa membran yang berbeda-beda itu sama struktur dan

fungsinya. Ketebalan, komposisi molekuler, dan perilaku metabolisme membran tidak tetap, tapi

dapat dimodifikasi beberapa kali selama masa hidup membran tersebut. Sistem endomembran

mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, berbagai jenis

vakuola, dan membran plasma.

Pengamatan terhadap retikulum endoplasma baru dapat dilakukan setelah ada mikroskop

elektron pada tahun 1950. Beberapa tahun kemudian baru diketahui bahwa retikulum

endoplasma mempunyai berbagai bentuk. Retikulum endoplasma merupakan organel sel yang

tidak statis dan dapat dianggap sebagai salah satu komponen dari suatu sistem membran didalam

sel yang terdiri atas berbagai organel. Jaringan sistem membran ini dalam bahasa inggris disebut

cytocavitary network yang didalamnya termasuk mitokondria, lisosom, badan golgi, badan

mikro, dan membran inti.

Dengan adanya sistem tadi sitoplasma dibagi dalam dua kopartemen yaitu sitoplasma

ekstra organel (sitosol) dan rongga-rongga intra membran (lumen). Jadi membran yang

membangun sistem itu satu permukaan menghadap sitoplasma ekstra organel (sitosol) dan

permukaan lain menghadap lumen dari sistem membran. Hal ini penting untuk diketahui sebagai

dasar untuk membicarakan sifat-sifat membran. Telah ditemukan bahwa reticulum endoplasma

mempunyai hubungan dengan membran plasma dan membran luar dari selaput inti, sedangkan

organel-organel lain tidak mempunyai hubungan langsung tetapi dapat terjadi interaksi secara

langsung atau tidak. Jadi meskipun retikulum endoplasma merupakan organel tersendiri tapi

struktur dan fungsinya memiliki hubungan dan tergantung pada bagian-bagian lain dari jaringan

cytocavitary. Dengan demikian pada pembicaraan organel yang lain akan selalu memyangkut

pembahasan materi ini sifat umum retikulum endoplasma. Sistem membran yang dinamik

membantu transpor di dalam sel eukariotik. Jaringan cytocavitary khususnya retikulum

endoplasma mencegah stagnasi penyebaran enzim untuk aktifitas katabolik dan anabolik.

Substrat yang vital dapat mencapai bagian dalam sel dengan cepat dengan cara fusi dan gerakan

dari membran. Demikian juga dengan bahan yang disintesa di dalam sel dengan cara yang sama

dapat cepat diangkut ke permukaan sel. Bentuk mikroskopis reticulum endoplasma.

Retikulum endoplasma memiliki fungsi yang bervariasi, hal ini menyebabkan adanya

variasi secara morfologis. Dari pengamatan dengan mikroskop elektron pada sel hati terlihat

adanya dua macam membran yang menyebabkan ada dua macam retikulum endoplasma.

Membran yang mempunyai partikel-partikel ribosom dipermukaannya terlihat kasar dan

membentuk retikulum endoplasma kasar (REK) dan membran yang tidak mempunyai ribosom

terlihat halus disebut retikulum endoplasma halus (REH). REK biasa juga disebut sebagai

retikulum endoplasma granular dan REH disebut reticulum endplasma agranular. Retikulum

endoplasma kasar dan halus. REK mempunyai fungsi dalam sintesa protein didalam sel terutama

sintesa protein sekresi dan protein untuk komponen retikulum endoplasma itu sendiri. REH

mempunyai fungsi sebagai tempat reaksi sintesis maupun untuk modifikasi bahan-bahan yang

mempunyai berat molekul rendah. Adanya REK dan REH pada sel hati menunjukkan bahwa hati

mempunyai berbagai peran dalam metabolisme. Memang telah diketahui bahwa reaksi-reaksi

metabolisme antara (intermediary metabolism) terjadi didalam hati. Beberapa reaksi terjadi

dalam dua tahap yaitu REK kemudian REH. Tipe sel yang berbeda mempunyai rasio REK dan

REH yang berbeda. Sel yang mempunyai peran dalam sintesis protein untuk bahan sekresi

(secretory), REK merupakan bagian utama dari retikulum endoplasma pada sel tersebut. Sel yang

mempunyai fungsi untuk sekresi steroid seperti pada sel-sel adrenal bagian korteks mempunyai

retikulum endoplasma yang sebagian besar terdiri dari REH. Sintesis kolesterol dan reaksi-reaksi

kimia untuk memodifikasi steroid menjadi progesteron dan deoksikortikosteron terjadi pada

membran REH. Sel lain yang berisi banyak REH ialah sel-sel pigmen pada retina, Sel-sel pada

kelenjar sebaseus, sel-sel interestial, pada testes dan korpus luteum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->