MAKALAH PANCASILA

EKSISTENSI PANCASILA DALAM KONTEKS MODERN DAN GLOBAL PASCA REFORMASI

DI SUSUN OLEH NAMA ANGGOTA : 1. ISMI WAHYU 2. LEGIA ANANDIKA 3. LINA AYUNINGSIH 4. MULIATI 5. PUTRI ANIESATUN ALIFAH 6. RESTI LISTIA DEWI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM TAHUN AJARAN 2012/2013

ABSTRAK

Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia pada zaman modernisasi dan globalisasi mendapat tantangan yang lebih sulit lagi. Pengaruh buruk dari globalisasi dan modernisasi mengakibatkan nilai – nilai yang terkandung

dalam Pancasila banyak yang terabaikan oleh masyarakat Indonesia . Namun tantangan ini bisa dihadapi bila bangsa Indonesia bisa mempertahankan identitasnya dalam ikatan persatuan nasional, agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain . Globalisasi dan modernisasi sedikit banyak mempengaruhi keberadaaan Pancasila di Indonesia pasca reformasi. Di era global dengan ciri dunia tanpa batas, secara langsung maupun tidak langsung banyak ideologi asing yang gencar menerpa dan mempengaruhi masyarakat Indonesia. Yang membuat Pancasila semakin pudar dan tergeser kedudukannya sebagai ideologi negara Indonesia. Pancasila sebagai ideologi atau dasar negara Indonesia di era globalisasi dan modernisasi ini semakin memudar. Akibat dari globalisasi dan modernisasi ini menimbulkan banyaknya pengaruh dari luar yang mempengaruhi ideologi Pancasila dengan ideologi – ideologi asing yang bisa menyesatkan masyarakat Indonesia.

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan karunianya kepada saya, sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Di dalam makalah ini, saya mencoba menyajikan permasalahan tentang “Pancasila Pasca Reformasi”. Makalah ini disusun dengan maksud untuk menambah pengetahuan kepada pembaca. Makalah yang memuat pengertian globalisasi, modernisasi dan reformasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Makalah ini sepenuhnya belum sempurna, dan untuk menjadi lebih sempurna saya sangat membutuhkan dan mengharapkan masukan dari pihak lain, yang dapat berupa kritik, saran maupun pesan. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini , saya ucapkan banyak terima kasih.

Mataram,

Oktober 2012

Penyusun

iii

................................................... 25 A............................................................................................... Istilah Reformasi ................ i ABSTRAK ... ii KATA PENGANTAR .............................. Definisi Sistem ............................. iii DAFTAR ISI ..... 21 H...... Saran ......... Bagaimana Pancasila Seharusnya ? .............. iv BAB I PENDAHULUAN .......... 24 BAB III PENUTUP .................. Tujuan Pendidikan Pancasila .................................................................... Latar Belakang......................................................... 5 E....... 25 iv ...................................... Keberadaan Pancasila setelah Reformasi ............................................ 22 I................... 1 A...................... 2 BAB II PEMBAHASAN ........................ 1 B................ Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Amandemen .................. 8 F....... 3 C........................................... 3 A.......... 25 B........................................ 20 G.................... 4 D........... 3 B................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................... Rumusan Masalah ................................................................................................................................ Pendekatan Masalah secara Sosiologis .......................... Pengertian Pancasila ......................... 2 C.................................. Kesimpulan ............................................................. Istilah Globalisasi ................................................................................................ Landasan Pendidikan Pancasila .........................................................................................................

Fungsi Pancasila untuk memberikan orientasi kedepan mengharuskan bangsa Indonesia selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapinya. agar mampu bersaing dengan bangsabangsa lain . 1 . artinya Pancasila mempunyai kepekaan terhadap perkembangan zaman. Pancasila adalah sebuah ideologi yang fleksibel. Pengaruh . Sehingga nilai . Latar Belakang Masalah Populeritas Pancasila di Indonesia setelah reformasi hingga saat ini semakin memudar. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia.nilai Pancasila tidak akan berubah dari zaman ke zaman. Tantangan itu hanya bisa dihadapi bila bangsa Indonesia bisa mempertahankan identitasnya dalam ikatan persatuan nasional. termasuk pada zaman globalisasi seperti pada saat ini. Pancasila menghadapi tantangan yang lebih sulit di era modern seperti sekarang ini. Bangsa Indonesia dihadapkan dengan tantangan untuk survival. Penerapan Pancasila hanya sebatas pada menghafalkan kalimat semata tanpa menerapkan dan menjiwai nilai-nilai yang terkandung didalamnya. akan tetapi secara perlahan maupun secara cepat dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang bahkan hilang.BAB I PENDAHULUAN A. Dampak negatif globalisasi terjadi dikarenakan manusia itu sendiri yang kurang bisa memfilter dampak dari globalisasi sehingga lebih banyak mengambil hal-hal negatif daripada hal-hal positif yang sebenarnya bisa lebih banyak kita dapatkan.pengaruh globalisasi memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. yaitu tantangan untuk memiliki cara hidup dan tingkat kehidupan wajar secara manusiawi dan adil.

P. maka akhirnya dapat dimengerti bagaimana kelompok dan bagaimana mentata kelompok. Bagaimana Pancasila seharusnya ? C. bagaimana cara berpikirnya. Bagaimana keberadaaan pancasila setelah reformasi ? 5. Menurut H. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya (Pidarta. Pengertian istilah modernisasi ? 2. Pengertian istilah reformasi ? 4. kemauannya. perbuatannya. sedangkan faktor ekstern mencakup faktorfaktor lingkungan fisik dan lingkungan sosial . Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah : 1. Fairchild dalam Ahmadi (2000:1) Sosiologi Pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. termasuk perubahan-perubahan sosial. mentalitasnya dan seterusnya. 2000:145) 2. Apabila kita dapat memahami tingkah laku individu satu persatu. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam Gunawan (2000:3) sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial. Pendekatan sosiologis melingkupi juga Pendekatan individu. 2 . Pendekatan Sosiologis 1. 3. Individu merupakan bagian dari kelompok atau masyarakat dengan kata lain bahwa individu merupakan pembentuk kelompok. Pengertian istilah globalisasi ? 3. perasaannya. Individu dipengaruhi oleh faktor intern meliputi faktorfaktor biologis dan psikologis.B.

Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang MahaEsa. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan. 2 Tahun 1989 tentang system Pendidikan Nasional dan juga termuat dalam SK Dirjen Dikti. dijelaskan bahwa tujuan Pendidikan Pancasilamengarahkanperhatian pada moral yang diharapkan terwujud dalam kehidupans ehari-hari. dengan sikap dan perilaku: 1.38/DIKTI/Kep/2003. dan beranekaragam kepentingan. 3 . Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. 3. teknologi dan seni. panca yang berartil ima “lima” dan sila yang berarti “dasar”. B. 2. Dengan demikian pancasila artinya lima dasar. Pengertian Pancasila Secara arti kata pancasila mengandung arti.BAB II PEMBAHASAN A. Tujuan Pendidikan Pancasila Dalam UU No. No. perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan dang olongans ehingga perbedaan pemikiran diarahkan pada perilaku yang mendukung upaya terwujudnya keadilan sosialbagi seluruh rakyat Indonesia. kebudayaan. yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai golongan agama.

warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu memahami. menghormati hak dan kewajiban 2. berakar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia b. a. Sikap tolong menolong. nilai-nilai Pancasila telah dimiliki dan dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sejak dahulu kala. musyawarah mufakat. Melalui Pendidikan Pancasila. menganilisis dan menjawab masalahmasalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya secara berkesinambungan dan konsisten berdasarkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Gotong Royong. Pengakuan terhadap adanyaTuhan b. Nilai – nilai Pancasila digali dari budaya dan peradapan bangsa Indonesia yang telah berurat. Memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. menghormati c. 5. Persatuan dan kesatuan adanya beberapa kerajaan besar (Sriwijaya. Landasan Kultural a. d. Tata nilai kehidupan sosial dan tata nilai kehidupan kerohanian sebagai budaya dan peradapan bangsa yang memberi corak. Landasan Historis Secara historis. C. Majapahit). e. Nilai-nilai itu sebagai buah pikiran dan gagasan dasar bangsa Indonesia tentang kehidupan yang dianggap baik c. Mengakui.4. Landasan Pendidikan Pancasila 1. watak dan ciri masyarakat dan bangsa Indonesia yang membedakandenganbangsa lain 4 .

maka filsafat itu adalah filsafat bangsa jadi. Pancasila itu adalah filsafat bangsa Indonesia.38/Dikti/Kep/2002 tentang Ramburambu pelaksanaan mata kuliah pengembangan kepribadian di PerguruanTinggi 4. Landasan Filosofis Ir. Pancasila sebagai suatu sistem Pancasila terdiri dari lima sila yang isinya saling berhubungan. Pancasila memberi petunjuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku atau ras. Dirjen Depdiknas No. Kep.3. Kalau filsafat itu adalah “isi jiwa (sesuatu) bangsa”. Definisi Sistem Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Landasan Yuridis a.” D. Pengertian sistem Terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan baik relasi inter-relasi maupun interdepensi à shg merupakan satu kesatuan à untuk mencapai tujuan tertentu 2. Soekarno( 1Juni 1945). Pembukaan UUD 1945 alinea IV b. Filsafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang merupakan kenyataan objektif yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. 1. UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan 3 (Amandemen) c. Pancasila itu adalah isi jiwa bangsa Indonesia. dan tidak dapat diputarbalikkan urut- 5 . “Pancasila adalah hasil perenungan jiwa yang mendalam. saling menyempurnakan.

4. dan selalu bekerja sama dg unsur-unsur lain yang relevan (komphrehensif). dimaksudkan sbg kumpulan / kesatuan pemikiran/ajaran yang saling berhubungan dan komphrehensif untuk mencapai tujuan tertentu.urutannya. Majemuk tunggal b. Satu kesatuan organis d. Jadi secara sederhana filsafat dapat dipahami sbg pemikiran dan usaha manusia untuk menemukan kebijaksanaan. mencari berbagai pertimbangan Di dalam diri persoalan itu (integral). Saling mengkualifikasi c. parsial atau keseluruhan pasti juga terdapat pada akibatnya.rasa. Pengertian filsafat Secara etimologis kata filsafat berasal dr bhs yunani philosophya. Jadi apa yang ada (sifat) manusia pasti juga terdapat pada pancasila sbg akibat dari berfikirnya manusia. digunakan sbg dasar negara. Dalam hub. Upaya yang dilakukan adalah dg mengerjasamakan ketiga unsur jiwa scr proporsional (cipta. yang berarti cinta pada kebijaksanaan. 6 . Sebab akibat dinyatakan bahwa apa yang ada dlm sebab. Pengertian sistem filsafat Sistem filsafat. padahal manusia memiliki hakikat sbg makhluk monopluralis. Kesatuan kelima nilai dasar pancasila dijelaskan dg istilah berikut : a. maka mengusahakannya. Dlm mengerjasamakan ketiga unsur ini jelas manusia akan berfikir dengan cara menemukan sebab terpokok dr suatu masalah (radikal). 3.karsa). yang terdiri dari dua akar kata philein dan sophos. Hierarkhis piramidal Dasar kesatuan kelima nilai dasar pancasila : pancasila sbg hasil pemikiran manusia.

Sebagai pandangan hidup bangsa. alam. untuk mencapai tujuan tertentu. Tentang keberadaan sesuatu hal à dimensi ontologis b. Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila merupakan kesatuan ajaran / pemikiran ttg kenyataan yang saling berhubungan. dan manusia (antropologis) . dan hakikat ilmu pengetahuan (teori ilmu pengetahuan). Validitas. Masalah keberadaan Masalah keberadaan ini membahas ttg keberadaan tuhan (ontologis). Pancasila menunjukan terjadinya proses ilmu pengetahuan. Dengan demikian. Terdapat tiga kelompok hal yang dipikirkan : a. Pancasila harus dijadikan pedoman dalam kelakuan dan pergaulan sehari-hari. mencakup pemikiran teoritis tentang ttg realitas adanya tuhan. alam (kosmologis). Dengan pancasila sebagai filsafat Negara dan Bangsa Indonesia. 7 .Komphrehensif yang dimaksudkan harus mampu menjangkau seluruh realitas yang ada. komphrehensif. kita dapat mencapai tujuan bangsa dan Negara kita. pengetahuan/ kebenaran dr segi isinya à epistemologi. yang diakui dan diterima oleh Bangsa Indonesia sebagai pandangan hidup. 6. dan manusia. maka sewajarnyalah asas-asas pancasila disampaikan kepada generasi baru melaluai pengajaran dan pendidikan. Tentang nilai-nilaià dimensi aksiologis 5.Masalah pengetahuan (knowledge) dan kebenaran (truth). Tentang pengetahuan à dimensi epistemologis c. pengetahuan/ kebenaran dari segi bentuk logika Filsafat Negara kita adalah Pancasila.

Undang-Undang Dasar 1945 memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada pemegang kekuasaan eksekutif (Presiden). mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. b. UUD 1945 mengandung pasal-pasal yang terlalu “luwes” dan “fleksibel” sehingga dapat menimbulkan lebih dari satu penafsiran (multitafsir). Kekuasaan Kehakiman yang merdeka. Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia. tindakan dan kebijakannya harus berdasarkan ketentuan hukum (due process of law ). UUD 1945 –> Sistem Penyelenggaraan Kekuasaan Kehakiman –> Lembaga Negara dan Organ yang Menyelenggarakan Kekuasaan Negara. c. amnesti. misalnya Pasal 7 UUD 1945 (sebelum di amandemen). b. Dasar Pemikiran Dan Latar Belakang Perubahan UUD 1945 a. abolisi dan rehabilitasi) dan kekuasaan legislatif karena memiliki kekuasan membentuk Undang-undang. Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Amandemen 1. Hal ini berakibat pada tidak terjadinya checks and balances pada institusi-institusi ketatanegaraan.E. 8 . Penyelenggaraan negara berdasar Konstitusi. Pendahuluan Konsep Negara Hukum (Rechtsstaat). Sistem yang dianut UUD 1945 adalah executive heavy yakni kekuasaan dominan berada di tangan Presiden dilengkapi dengan berbagai hak konstitusional yang lazim disebut hak prerogatif (antara lain: memberi grasi. Undang-Undang Dasar 1945 membentuk struktur ketatanegaraan yang bertumpu pada kekuasaan tertinggi di tangan MPR yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat. 2. c. Kekuasaan yang dijalankan berdasarkan atas prinsip bahwa pemerintahan. d.

e. antara lain partai politik dan organisasi masyarakat. 2) Infra struktur yang dibentuk. penghormatan hak asasi manusia dan otonomi daerah. UU/PERPU d. Keputusan Presiden 9 . Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Menurut TAP MPRS XX Tahun 1966: a. supremasi hukum. 4) Kesejahteraan sosial berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 tidak tercapai. Hal ini membuka peluang bagi berkembangnya praktek penyelengaraan negara yang tidak sesuai dengan Pembukaan UUD 1945.d. UUD 1945 b. UUD 1945 terlalu banyak memberi kewenangan kepada kekuasaan Presiden untuk mengatur hal-hal penting dengan Undang-undang. Peraturan Pemerintah e. pemberdayaan rakyat. Presiden juga memegang kekuasaan legislatif sehingga Presiden dapat merumuskan hal-hal penting sesuai kehendaknya dalam Undang-undang. justru yang berkembang adalah sistem monopoli dan oligopoli. 3. 3) Pemilihan Umum (Pemilu) diselenggarakan untuk memenuhi persyaratan demokrasi formal karena seluruh proses tahapan pelaksanaannya dikuasai oleh pemerintah. antara lain sebagai berikut: 1) Tidak adanya check and balances antar lembaga negara dan kekuasaan terpusat pada presiden. TAP MPR c. Rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggaraan negara belum cukup didukung ketentuan konstitusi yang memuat aturan dasar tentang kehidupan yang demokratis.

Peraturan Menteri g. Peraturan Presiden e. aspek kesejarahan dan orisinalitasnya. Perubahan dilakukan dengan cara “adendum”. 10 . UU/PERPU c. Keputusan Presiden g. Instruksi Menteri Menurut TAP MPR III Tahun 2000: a. UU d. e. Tidak mengubah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kesepakatan Panitia AD HOC Tentang Perubahan UUD 1945 a. Peraturan Daerah 4. Peraturan Daerah Menurut UU No.f. Penjelasan UUD 1945 ditiadakan serta hal-hal normatif dalam penjelasan dimasukkan dalam pasal-pasal. UUD 1945 b. b. UUD 1945 b. sistematika. c. 10 Tahun 2004: a. Peraturan Pemerintah d. PERPU e. Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). d. Mempertegas Sistem Pemerintahan Presidensial. PP f. TAP MPR c.

c. Lembaga Negara Dan Sistem Penyelenggaraan Kekuasaan Negara Sebelum Perubahan UUD 1945 Deskripsi Singkat Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum Amandemen UUD 1945: Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi. Presiden. b. MPR pernah menetapkan antara lain: a. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Memberhentikan sebagai pejabat presiden. Lembaga Negara yang paling mungkin menandingi MPR adalah Presiden.5. MPR mendistribusikan kekuasaannya (distribution of power) kepada 5 Lembaga Tinggi yang sejajar kedudukannya. d. f. Presiden yang dipilih secara terus menerus sampai 7 (tujuh) kali berturut turut. yaitu dengan memanfaatkan kekuatan partai politik yang paling banyak menduduki kursi di MPR. yaitu Mahkamah Agung (MA). Susunan keanggotaannya terdiri dari anggota DPR dan utusan daerah serta utusan golongan yang diangkat. MPR a. b. Tidak memperpanjang masa jabatan sebagai presiden. kemudian kedaulatan rakyat diberikan seluruhnya kepada MPR (Lembaga Tertinggi). 11 . sebagai presiden seumur hidup. e. Dalam praktek ketatanegaraan. Meminta presiden untuk mundur dari jabatannya. Presiden. GBHN. Sebagai Lembaga Tertinggi Negara diberi kekuasaan tak terbatas (super power) karena “kekuasaan ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR” dan MPR adalah “penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia” yang berwenang menetapkan UUD. mengangkat presiden dan wakil presiden. Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Presiden menjalankan kekuasaan pemerintahan negara tertinggi (consentration of power and responsiblity upon the president). c. d. Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat menjabat sebagai presiden serta mekanisme pemberhentian presiden dalam masa jabatannya. juga memegang kekuasaan legislative (legislative power) dan kekuasaan yudikatif (judicative power). meskipun kedudukannya tidak “neben” akan tetapi “untergeordnet”. DPA DAN BPK Di samping itu. b.PRESIDEN a. UUD 1945 tidak banyak mengintrodusir lembagalembaga negara lain seperti DPA dan BPK dengan memberikan kewenangan yang sangat minim. Memberikan persetujuan atas Anggaran. Presiden memegang posisi sentral dan dominan sebagai mandataris MPR. Memberikan persetujuan atas PERPU. b. Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif (executive power). Presiden mempunyai hak prerogatif yang sangat besar. Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban presiden. c. DPR a. e. 12 . Memberikan persetujuan atas RUU yang diusulkan presiden. d.

Lembaga Negara Dan Sistem Penyelenggaraan Kekuasaan Negara Sesudah Perubahan UUD 1945 Deskripsi Struktur Ketatanegaraan RI “Setelah” Amandemen UUD 1945: Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. d.6. Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maing- masing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undang-undang berdasarkan fungsi masing-masing. dan Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah Agung (MA). Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara. b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. yaitu Presiden. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). seperti Hakim. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 13 . Perubahan (Amandemen) UUD 1945: a. Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. f. e. c.

fungsi anggaran. BPK. c. MK. Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). DPD.MPR a. b. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. e. Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. b. Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. b. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. f. MA. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. DPR. Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. Posisi dan kewenangannya diperkuat. 14 . c. d. Mempertegas fungsi DPR. Menghilangkan supremasi kewenangannya. DPD a. c. d. yaitu: fungsi legislasi. Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. DPR a. Susunan keanggotaanya berubah.

Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. e. Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. f. c. Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. BPK a. Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. b. Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.d. b. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. hubungan pusat dan daerah. Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat 15 . d. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. d. PRESIDEN a. Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. c. Kewenangan pemberian grasi.

c. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. MAHKAMAH AGUNG a. 16 . memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. MAHKAMAH KONSTITUSI a. lingkungan Peradilan Agama. legislatif. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. memutus pembubaran partai politik. dan eksekutif. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. d. Kepolisian. Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. c. Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. b. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). b. Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. Advokat/Pengacara dan lain-lain.melui pemilu.

Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Suharto. Berdasarkan tujuh kunci pokok tersebut. f) Menteri Negara adalah pembantu presiden. dan tidak bertanggung jawab terhadap DPR. c) Kekuasaan tertinggi di tangan MPR d) Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi di bawah MPR. Yaitu : a) Indonesia adalah Negara yang berdasar atas hukum (rechtsstaat) b) Sistem Konstitusional. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. c) Pemegang kekuasaan sebagai kepala Negara. di 00:06 e. 17 . S. b) Pemegang kekuasaan sebagai kepala pemerintahan.H. d) Panglima tertinggi dalam kemiliteran.d. Sistem Pemerintahan Indonesia Sebelum dan Sesudah Amandemen Dengan segala kerendahan hati diunggah oleh Fernandes Raja Saor. kekuasaan presiden berdasar UUD 1945 adalah sebagai berikut : a) Pemegang kekuasaan legislative. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasar UUD 1945 sebelum Diamandemen 1) Sistem pemerintahan ini tertuang dalam penjelasan UUD 1945 tentang 7 kunci pokok sistem pemerintahan. e) Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Ciri dari sistem pemerintahan presidensial ini adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. g) Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. Pada saat sistem pemerintahan ini.

i) Berhak memberi gelaran. dan lain – lain tanda kehormatan. b) Presiden mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Dampak negative yang terjadi dari sistem pemerintahan yang bersifat presidensial ini adalah sebagai berikut : a) Terjadi pemusatan kekuasaan Negara pada satu lembaga. e) Menciptakan perilaku KKN.e) Berhak mengangkat & melantik para anggota MPR dari utusan daerah atau golongan. g) Berhak menyatakan perang. j) Berhak memberi grasi. membuat perdamaian. dan perjanjian dengan Negara lain. f) Berhak mengangkat para menteri dan pejabat Negara. Dampak positif yang terjadi dari sistem pemerintahan yang bersifat presidensial ini adalah sebagai berikut : a) Presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan. dan tunduk pada presiden. tanda jasa. h) Berhak mengangkat duta dan menerima duta dari Negara lain. b) Peran pengawasan & perwakilan DPR semakin lemah. d) Kebijakan yang dibuat cenderung menguntungkan orang – orang yang dekat presiden. f) Terjadi personifikasi bahwa presiden dianggap Negara. c) Pejabat – pejabat Negara yang diangkat cenderung dimanfaat untuk loyal dan mendukung kelangsungan kekuasaan presiden. yaitu presiden. amnesty. dan rehabilitasi. g) Rakyat dibuat makin tidak berdaya. abolisi. 18 .

d) Presiden adalah kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. 2) Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasar UUD 1945 setelah Diamandemen. tidak mudah jatuh atau berganti. g) Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh mahkamah agung dan badan peradilan di bawahnya. Dimana bangsa Indonesia ingin dan bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. yaitu DPR dan DPD. f) Parlemen terdiri atas dua (bikameral). Presiden juga berada di 19 . b) Jaminan atas hak – hak asasi manusia dan warga Negara. c) Sistem pemerintahan adalah presidensial. b) Bentuk pemerintahan adalah Republik. Hal ini terbukti dengan presiden sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan. Sistem pemerintahan ini pada dasarnya masih menganut sitem presidensial.c) Sistem pemerintahan lebih stabil. Indonesia memasuki era reformasi. Wilayah Negara terbagi menjadi beberapa provinsi. e) Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. d) Konflik dan pertentangan antar pejabat Negara dapat dihindari. Pokok – pokok sistem pemerintahan ini adalah sebagai berikut : a) Bentuk Negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas. Yang bercirikan sebagai berikut : a) Adanya pembatasan kekuasaan ekskutif. Oleh karena itu perlu disusun pemerintahan berdasarkan konstitusi (konstitusional).

ada perubahan – perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. ke arah pola-pola ekonomis dan politis. F. sistem bicameral. Widjojo Nitisastro.luar pengawasan langsung DPR dan tidak bertanggung jawab terhadap parlemen. d) Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang – undang dan hak budget (anggaran). Hal itu diperuntukkan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. c) Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. mekanisme check and balance. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut : a) Presiden sewaktu – waktu dapat diberhentikan MPR atas usul dan pertimbangan dari DPR. 20 . Dengan demikian. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Pengertian modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut. 1. antara lain adanya pemilihan presiden secara langsung. modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial. Istilah modernisasi Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Perubahan baru tersebut. b) Presiden dalam mengangkat pejabat Negara perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR.

Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. 2. 4. Dunia 21 .2. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat. 1. 1. 2. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu. (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar) Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian sebagai berikut. Marshall McLuhans menyebut dunia yang diliputi kesadaran globalisasi in global village (desa buana). Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata. sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan. modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. Kata ini melibatkan kesadaran baru bahwa dunia adalah sebuah kontinitas lingkungan yang terkonstruksi sebagai kesatuan utuh. yang benar-benar mewujudkan birokrasi. G. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat. Istilah globalisasi Kata „globalisasi‟ diambil dari kata global. 3. Sistem administrasi negara yang baik. 6. 5. Soerjono Soekanto. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin. yaitu sebagai berikut.

bidang-bidang di atas terjalin secara luas. Batas-batas geografis suatau Negara menjadi kabur. sosial. hukum.menjadi sangat transparan. 2005). H. Globalisasi juga merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses multilapis dan multidimensi dalam realitas kehidupan yang sebagian besar dikonstruksi Barat. Substansi globalisasi adalah ideologi yang menggambarkan proses interaksi yang sangat luas dalam berbagai bidang: ekonomi. politik. teknologi dan budaya. Arus globalisasi lambat laun semakin meningkat dan menyentuh hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari. Globalisasi membuat dunia menjadi transparan akibat perkembangan pesat lmu pengetahuan dan teknologi serta adanya sistem informasi satelit. yaitu sosial. erat. Hubungan ini ditandai dengan karakteristik hubungan antara penduduk bumi yang melampaui batas-batas konvensional. dan dengan proses yang cepat. ekonomi. Di Indonesia. Didalam dunia global. Istilah Reformasi Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. Keadaan demikian ini menunjukkan bahwa relasi antara kekuatan bangsa-bangsa di dunia akan mewarnai berbagai hal. dan agama. khususnya oleh kapitalisme dengan nilai-nilai dan pelaksanaannya. seperti bangsa dan Negara. sehingga seolah tanpa batas administrasi suatu Negara. Globalisasi memunculkan gaya hidup kosmopolitan yang ditandai oleh berbagai kemudahan hubungan dan terbukanya aneka ragam informasi yang memungkinkan individu dalam masyarakat mengikuti gaya-gaya hidup baru yang disenangi (Muctarom. Istilah globalisasi yang dipopulerkan Theodore Lavitte pada 1985 ini telah menjadi slogan magis di dalam setiap topik pembahasan. kata Reformasi umumnya 22 .

Hal ini terkadang tidak disadari oleh masyarakat Indonesia. I. Pada saat ini Pancasila juga banyak dihadapkan pada tantangan berbagai varian kapitalisme. Fungsi Pancasila ialah memberi orientasi untuk terbentuknya struktur kehidupan sosial-politik dan ekonomi yang manusiawi. Berbagai perubahan dilakukan untuk memperbaiki sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dibawah payung ideologi Pancasila. dll. 23 . Di era global ini dengan ciri dunia tanpa batas.merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru. demokratis dan adil bagi seluruh rakyat . Pengertian lain Reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial. Yohanes Calvin. Namun ternyata masih banyak warga negara Indonesia yang mengesampingkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. maka semakin diperlukan adanya sebuah kajian kritis terhadap Pancasila sebagai sumber nilai bagi kehidupan masyarakat Indonesia. dan konsumerisme. secara langsung maupun tidak langsung banyak ideologi asing yang gencar menerpa masyarakat Indonesia. Ulrich Zwingli. hedonisme. politik atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Keberadaan Pancasila setelah Reformasi Keberadaan Pancasila setelah reformasi menghadapi tantangan yang cukup berat. Kendati demikian. Ini disebabkan oleh perkembangan kapitalisme yang bersifat global. bahkan mereka banyak yang menganggap bahwa nilai-nilai dan ideologi asing justru menjadi pandangan hidupnya seperti materialistis. dari pada komunisme atau sosialisme. yang dipimpin oleh Martin Luther. Dengan adanya gejala-gejala tersebut. kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16.

idealitas. 24 . namun Pancasila harus terealisasikan dalam perilaku dan perbuatan. J.Pengembangan Pancasila sebagai ideologi yang memiliki dimensi realitas. maka kekacauan tidak akan pernah muncul karena Pancasila adalah bentuk pengakuan seluruh elemen terhadap keberagaman dan perbedaan. Dengan jiwa Pancasila seharusnya gerakan reformasi mampu menggalang persatuan demi pembenahan krisis multidimensiomnal dewasa ini. Bagaimana Pancasila seharusnya ? Pancasila setelah reformasi seharusnya melaksanakan atau mengamalkan nilai-nilai Pancasila untuk kehidupan bermasyarakat. dan fleksibilitas menghendaki adanya dialog yang tiada henti dengan tantangan-tantangan masa kini dan masa depan mengacu kepada pencapaian tujuan nasional dan cita-cita nasional Indonesia. berbangsa. Jika nilai-nilai Pancasila selalu menjadi pijakan aktivitas segala elemen di bangsa ini. Pancasila bukan hanya untuk dihafal. dan bernegara. Pancasila juga diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbaharui tatanan sosial-budaya.

karena masih banyak penduduk Indonesia yang tidak mengetahui makna dari Pancasila itu sendiri. dan lain-lain. Tetapi kita bisa mencegah masuknya pengaruh buruk globalisasi dan modernisasi ini dengan cara memfilter setiap pengaruh pengaruh yang datang dari luar. kolusi. nepotisme. Ciri umum globalisasi adalah tidak adanya atau tidak terlihatnya batas fisik suatu negara. terorisme. Saran Pada era globalisasi dan modernisasi dewasa ini kita sebagai penerus bangsa sebaiknya menanamkan nilai Pancasila sejak dini. yaitu proses perubahan masyarakat dari tradisonal menjadi lebih maju dan mendunia. B. Akibat dari globalisasi dan modernisasi ini menimbulkan banyaknya pengaruh dari luar yang mempengaruhi ideologi Pancasila dengan ideologi – ideologi asing yang bisa menyesatkan masyarakat Indonesia. seperti korupsi. Sehingga banyaknya pelanggaran-pelangaran yang terjadi di negara kita ini.BAB III PENUTUP A. dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai ideologi atau dasar negara Indonesia di era globalisasi dan modernisasi ini semakin memudar. seperti komunisme. Sedangkan modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat dari yang tradisional menjadi masyarakat yang modern. Kesimpulan Globalisasi dan modernisasi pada dasarnya mempunyai konsep yang agak mirip. Globalisasi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses multilapis dan multidimensi dalam realitas kehidupan. hedonisme dan lain sebagainya. 25 . Kita harus bisa membedakan mana pengaruh yang baik dan mana yang buruk .

Pancasila sebagai ideologi atau dasar negara Indonesia di era globalisasi dan modernisasi ini semakin memudar. hedonisme dan lain sebagainya. Globalisasi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses multilapis dan multidimensi dalam realitas kehidupan. Akibat dari globalisasi dan modernisasi ini menimbulkan banyaknya pengaruh dari luar yang mempengaruhi ideologi Pancasila dengan ideologi – ideologi asing yang bisa menyesatkan masyarakat Indonesia. Tetapi kita bisa mencegah masuknya pengaruh buruk globalisasi dan modernisasi ini dengan cara memfilter setiap pengaruh pengaruh yang datang dari luar. 26 . yaitu proses perubahan masyarakat dari tradisonal menjadi lebih maju dan mendunia.Globalisasi dan modernisasi pada dasarnya mempunyai konsep yang agak mirip. Sedangkan modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat dari yang tradisional menjadi masyarakat yang modern. Kita harus bisa membedakan mana pengaruh yang baik dan mana yang buruk. Ciri umum globalisasi adalah tidak adanya atau tidak terlihatnya batas fisik suatu negara. seperti komunisme.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful