ABSTRAK

Telah di lakukan percobaan dengan judul “ keseragaman bobot kapsul “ yang bertujuan untuk memeriksa penyimpanan bobot dalam sediaan obat tradisional bentuk kapsul dengan prinsip memeriksa penyimpanan bobot dalam sediaan obat tradisional bentuk kapsul.kapsul merupakan bentuk sediaan obat yang terbungkus oleh cangkang lunak dank keras.dalam percobaan ini banyak terjadi penyimpangan yang terjadi juga pada saat penimbangan, Alat yang di gunakan dalam percobaan ini adalah pipet tetes, hanskun, kain lap, tissue, objek glass, khopper glass, masker, mikroskop, dan bahan yang di gunakan dalam percobaan ini adalah kapsul furol, kami bahas bahwa penyimpangan bobot keseragaman kapsul furol menghasilkan nilai yang kurang memuaskan,tidak memenuhi syarat berat seluruh kapsul adalah 2,749 gr .berat cawan 39,9 gr, berat isi kapsul seluruhnya 6,3 gr dan berat cangkang kosongnya 0,3957 gr .banyak terjadi kesalahan dalam penimbangan karena tidak hati – hati.faktor yang mempengaruhinya hanya pda saat penimbangan kurang teliti oleh para praktikan.

ABSTRAK

Experiments have been done with the title "capsule weight uniformity" that aims to examine the weight storage in capsule dosage forms of traditional medicine with the principle of checking the weight of storage in the form of traditional medicine preparations kapsul.kapsul a drug dosage form is covered by a shell of soft dank keras.dalam trial many also deviations that occur during weighing, tools used in these experiments is the pipette drops, hanskun, cloth, tissue, glass objects, khopper glass, masks, microscopes, and materials used in this experiment is a capsule furol we discuss the deviations furol capsule weight uniformity value less than satisfactory, does not qualify the entire weight of the capsule is 2.749 gr. weight of 39.9 grams of the cup, the weight of the contents of the capsule whole weight of 6.3 grams and 0.3957 grams of empty shells. many errors in judgment because they do not care affecting only the pda hati.faktor while weighing less thoroughly by the praktikan.

BAB I PENDAHULUAN 1. Dengan peraturan tersebut ilmu obat – obatan ( farmasi ) sekalian menjadi propesi resmi dan mencapai tinggi etik yang lebih dah terpisah dari propesi kedokteran ( pengobatan ).obatan ini di pegang oleh orang – orang yang di anggap mampu dan ada hubunganny dengan dewa dan makhluk alam lain.menyembuhan penyakit dan gejala-gejala penyakit. salah satu dari masalah farmasis yang muncul pada abad itu adalah rasa dan bau yang tidak enak dari herbal sediaan pelayanan yang kurang baik bagi pasien dan kini telah di ciptakan agar lebih gampang di kosumsi yaitu kapsul glatin yang pertama kali diciptakan yang di patenkan oleh FHB 1. setelah betul pasien akan menerima obatnya dalam wadah yang di sertai etiket dimana tertulis nama pasien serta aturan memakainya dan juga menyerahkan resep itu ke tempat lain.menghilangkan. mencegah mengurangi.2 Tujuan Percobaan Untuk memeriksa penyimpangan bobot dalam sediaan obat tradisional bentuk kapsul . Oleh karena itu pasien harus membawa resep ke apotik. cangkang kapsul di buat dari gelatin atau tanpa zat tambahan lain. Kapsul merupakan bentuk sediaan obat terbungkus cangkang. Kapsul di buat ada yang keras dan ada yang lunak. agar apoteker menyediakan serta turut mengontrol dosis dan obatnya.obat adalah panduan bahan.bahan yang dimasukan kedalam yang digunakan untuk menetapkan diagnosa. Dahulu ilmu obat .meringankan atau menyembuhkan penyakit.luka atau untuk memperelok tubuh bagi manusia.1 Latar Belakang Obat secara umum adalah obat semua bahan-bahan tunggal atau campuran yang dipergunakan oleh semua makhluk hidup untuk bagian dalam maupun bagian luar guna mencegah. Kapsul telah digunakan sejak abad 19.

Bisa menutupi rasa dan bau bahan obat yang tidak enak. untuk mencegah rasa dan bau yg kurang enak rusaknya dinding kapsul ( Suteja B. tertutup rapat dan diberi bahan pengering (cth: silika gel). bentuknya menarik dan praktis. tidak dapat di gunakanuntuk zat – zat yang tidak bereaksi dengan cangkang kapsul dan juga tidak dapat diberikan pada balita. Kapsul di bagi 2 yaitu kapsul cangkang keras yang terdiri atas bagian wadah dan tutup.2000 ). cangkang kapsul di buat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain cangkang dapat pula di buat dari metal selulosa / bahan lain yang cocok.Terbuat dari botol gelas. Dengan kain kasa / tisu kering . dapat mempercepat penyerapan ( dibanding sediaan tablet ). Kerugian sediaan kapsul tidak dapat di gunakan untuk zat – zat yang mudah menguap karena pori – pori kapsul dapat digunakan untuk zat – zat yang hidroskopis ( menyerap lembab ).1 Dasar Teori Kapsul adalah bentuk sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.(Anief. Kapsul sebaiknya disimpan di dalam tempat atau ruangan yang .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. tertutup rapat dan di juga diberi bahan pengering. gula. bahan dasarnya terbuat dari gelatin.air10 -15 %.Tujuan membersihkan:Agar penampilan bagus Menghilangkan sisa bahan obat di luar dinding kapsul. 1995 ). kapsul dapat di isi dengan cepat karena tidak memerlukan bahan tambahan seperti pembuatan tablet ( Marston. Keuntungan sediaan kapsul itu. Tidak terlalu lembab atau dingin dan kering.R.2001) Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul keras dan kapsul lunak.Moh. Dokter dapat mengombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda – beda sesuai kebutuhan pasien. Terbuat dari wadah botol plastik.Terbuat dari aluminium foil dalam blister atau strip. .

1.2 Cara Kerja a. Dibandingkan bobot isi tiap kapsul terhadap bobot ini rata – rata kapsul tidak boleh lebih dari 2 bobot isi tiap kapsul yang mempunyai penyimpangan bobot lebih besarr dari tablet A dan tidak boleh satu pun yang mempunyai penyimpangan bobot lebih besar dari tablet B.2 Bahan-bahan yang digunakan adalah kapsul 3.BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3. Dihitung berat rata – rata cangkang e.1. khopper glass.1 Alat-alat yang digunakan adalah pipet tetes. objek glass. masker. Ditimbang 20 kapsul b. Dibandingkan bobot isi kapsul terhadap bobot isi rata – rata kapsul tidak boleh lebih dari dua bobot g. ditimbang seluruh cangkang d. tissue.1 Alat Dan Bahan 3. Dikeluarkan isi kapsul. mikroskop. Ditimbang lagi satu per Satu c. hanskun. . kain lap. Dihitung berat rata-rata isi kapsul dan bobot isi tiap kapsul tanpa cangkang f. 3.

3 0.3 18 0.3 14 0.4 7 0.3 0.3 gram Isi Kapsul 1 0.4 10 0.3 0.2 0.2 0.4 12 0.3 0.3 15 0.4 16 0.3 0.4 19 0.2 gram .3 0.1 N0 Data Hasil Pengamatan Kapsul Dan Cangkang 0.3 2 0.2 0.4 0.BAB IV DATA HASIL PENGAMATAN dan PEMBAHASAN 4.3 4 0.4 Jmlh = 6.3 0.2 0.3 0.4 11 0.3 0.3 20 0.3 0.3 13 0.2 0.3 0.3 17 0.8 gram Jumlah Cangkang = 1.3 9 0.4 5 0.2 6.3 6 0.3 3 0.2 0.3 8 0.3 0.

.000 ialah ukuran terbesar dan ukuran terkecil umumnya nomer 00 adalah ukuran terbesar dapat diberikan kepada pasien. Kapsul di buat ada yang keras dan ada yang lunak. Kapsul dapat diisi dengan cepat tidak memerlukan bahan penolong seperti pada pembuatan pil/tablet yang mungkin mempengaruhi bahan obatnya. Tidak bisa untuk zat-zat yang mudah menguap sebab pori-pori cangkang tidak menahan penguapan. Dokter dapat memberi resep dengan kombinasi dari bermacam-macam bahan dan dengan dosisi yang berbeda-beda menurut kebutuhan seorang pasien. 4. Mudah ditelan dan cepat hancur. Dahulu ilmu obat . Keutungan bentuk sedian kapsul yaitu : 1. Adapun kapsul galatin keras ukuran 0 dengan bentuk memanjang ( dikenal dengan ukuran oe ) Yang memberi kapasitas yang lebih besar tanpa peningkatan diameter. Bentuk menarik dan praktis 2. Bentuk kapsul dan ia dapat prinsip sama dengan tujuan keseragaman bobot kapsul. Ukuran kapsul menunjukan ukuran volume dari kapsul dan dikenal 8 macam ukuran yang dinyatakan dalam nomer kode . 5.4. Kapsul merupakan bentuk sediaan obat terbungkus cangkang.2 Pembahasan Pada percobaan ini dengan judul keseragaman bobot kapsul dan bertujuan untuk memeriksa penyimpangan bobot dalam sediaan obat tradisional.cangkang umumnya terbuat dari galatin tetapi juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. 2. cangkang kapsul di buat dari gelatin atau tanpa zat tambahan lain. Tidak berasa sehingga dapat menutup rasa dan bau kurang enak. Tidak untuk zat-zat yang bereaksi dengan cangkang kapsul.Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.obatan ini di pegang oleh orang – orang yang di anggap mampu dan ada hubunganny dengan dewa dan makhluk alam lain. 3. Kerugian bentuk sediaan kapsul yaitu : 1. 3. Tidak untuk obat yang hidroskopis.

kapsul keras dan kapsul lunak 3. 2. 4. Pkapsul menunjukan ukuran volume dari kapsul dan dikenal 8 macam ukuran yang dinyatakan dalam nomer kode. 5 ialah ukuran terkecil kapsul. Kapsul adalah sediaan padat keras/lunak dan mudah larut. yang terdiri dari obat dalam cangkang . Bentuk kapsul di dalam farmasi dibedakan menjadi 2 yaitu. 000 adalah ukuran terbesar kapsul.BAB V KESIMPULAN Dari hasil data pengamatan dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. 5.

2000. Ilmu Meracik Obat.cetakan ke – 2. fakultas farmasi UGM. Fakultas. Ilmu Farmasi .A. Yogyakarta Marston.DARTAR PUSTAKA Anief. 2001. farmasi UGM.R. Farmacetika. Yogyakarta . Jakarta Suteja B. Moh.1995.