P. 1
ALAT REPRODUKSI WANITA

ALAT REPRODUKSI WANITA

|Views: 261|Likes:
Published by V'threeyach Thee

More info:

Published by: V'threeyach Thee on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2015

pdf

text

original

ALAT REPRODUKSI WANITA

Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran. Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium. Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.

GENITALIA EKSTERNA Vulva Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjarkelenjar pada dinding vagina. Mons pubis / mons veneris Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis. Labia mayora Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena. Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior). Labia minora Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf. Clitoris Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan penis pada pria. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif. Vestibulum Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis. Introitus / orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous. Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para.

Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna. Vagina Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid. Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan). Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal. Perineum Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur. GENITALIA INTERNA Uterus Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus. Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. Serviks uteri Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.

Corpus uteri Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar). Ligamenta penyangga uterus Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina. Vaskularisasi uterus Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis. Salping / Tuba Falopii Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri. Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia. Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar). Pars isthmica (proksimal/isthmus) Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. Pars ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini. Pars infundibulum (distal) Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi “menangkap” ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba. Mesosalping Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus). Ovarium Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.

Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis. CATATAN : Letak / hubungan anatomik antara organ2 reproduksi (uterus, adneksa, dsb) dengan organ2 sekitarnya di dalam rongga panggul (rektum, vesika urinaria, uretra, ureter, peritoneum dsb), vaskularisasi dan persarafannya, silakan baca sendiri. ORGAN REPRODUKSI / ORGAN SEKSUAL EKSTRAGONADAL Payudara Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan. Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ. Kulit Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam. Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai „parfum‟ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur. POROS HORMONAL SISTEM REPRODUKSI Badan pineal Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf. Menurut kepercayaan kuno, dipercaya sebagai “tempat roh”. Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas.

Hipotalamus Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah talamus. Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis). Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), TRH (Thyrotropin Releasing Hormone), CRH (Corticotropin Releasing Hormone) , GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone), PRF (Prolactin Releasing Factor). Menghasilkan juga hormonhormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor). Pituitari / hipofisis Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid. Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH – Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH – luteinizing hormone). Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain. (detail2, cari / baca sendiri yaaa…) Ovarium Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum). Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin. Endometrium Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi. Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid. Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi. Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium. (gambar) Histological appearance of endometrial tissues during the menstrual cycle. A. Normal proliferative (postmenstrual) endometrium, showing small, tube-like pattern of glands. B. Early secretory (postovulatory) endometrium, with prominent subnuclear vacuoles, alignment of nuclei, and active secretions by the endometrial glands. C. Late secretory (premenstrual) endometrium, with predecidual stromal changes. D. Menstrual endometrium, with disintegration of stroma / glands structures and stromal hemorrhage. HORMON-HORMON REPRODUKSI GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone) Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).

FSH (Follicle Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis). Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat. (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis). Estrogen Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti. Progesteron Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-

hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb). LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.

Makalah Anatomi fisiologi sistem reproduksi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, maka perlulah kiranya disusun sebuah makalah yang berisi materi tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, khususnya anatomi dan fisiologi organ reproduksi pria dan wanita.

B. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Memenuhi tugas kelompok dari mata kuliah Anatomi dan Fisiologi. 2. Untuk menjelaskan Anatomi dan fisiologi sistem reproduksi. 3. Untuk mengetahui tahap-tahap spermatogenesis dan oogenesis. 4. Mengetahui aktifitas seksual pria dan pengaturan fungsi seksual pria.

C.Ruang lingkup Dalam penulisan makalah ini ,penulis memberikan pembatasan yaitu hanya tentang anatomi organ reproduksi pria dan wanita serta spermatogenesis dan oogenesis, aktifitas seksual pria dan pengaturan fungsi seksual pria

D.Metode Penulisan Adapun metode yang yang kami lakukan dalam penulisan makalah ini yaitu: 1. Pengumpulan sumber data melalui studi di perpustakaan 2. Mencari literature di internet 3. Diskusi kelompok

E. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan kelompok ini adalah sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan yang meliputi Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan, Ruang Lingkup, Dan Sistematika Penulisan

BAB II

: Pembahasan yang terdiri dari Organ reproduksi laki-laki dan organ reproduksi perempuan. BAB II : Penutup terdiri dari kesimpulan.

BAB II PEMBAHASAN

A. ORGAN REPRODUKSI PRIA
1. ANATOMI DAN FISIOLOGI GENETALIA EKSTERNA PADA ORGAN PRIA REPRODUKSI

a. Penis Penis terdiri dari 3 bagian akar, badan dan glans penis yang membesar yang banyak mengandung ujung-ujung saraf sensorik. Organ ini berfungsi untuk tempat keluar urine dan semen serta sebagai organ korpulasi. Kulit penis tipis dan tidak berambut kecuali di dekat akar organ. Prepusium (kulup) adalah lipatan sirkular kulit longgar yang merentang menutupi glans penis kecuali diangkat melalui sirkumsisi. Korona adalah ujung proksimal glans penis.Badan penis dibentuk dari tiga massa jaringan erektil silindris, dua korpus kavernosum dan satu korpus spongiosum ventral di sekitar uretra. Jaringan erektil adalah jaring-jaring ruang darah irregular (venosa sinusoid) yang diperdarahi oleh arteriol aferen dan kapiler, didrainase oleh venula dan dikelilingi jaringan ikat rapat yang disebut tunika albugenia.Korpus kavernosum dikelilingi oleh jaringan ikat rapat yang disebut tunika albugenia.

b. Skrotum Adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit, fasia dan otot polos yang membungkus dan menopang testis di luar tubuh pada suhu optimum untuk prosuksi spermatozoa.Dua kantong scrotal, setiap scrotal berisi satu testis tunggal, dipisahkan oleh septum internal.Otot Dartos adalah lapisan serabut dalam fasia dasar yang berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit scrotal sebagai respon terhadap udara dingin atau eksitasi seksual.

2. ANATOMI DAN FISIOLOGI GENETALIA INTERNA PADA ORGAN REPRODUKSI PRIA

a. Testis Adalah organ lunak, berbetnuk oval, dengan panjang 4 – 5 cm (1,5 – 2 inci) dan berdiameter 2,5 cm (1 inci).Tunika albugenia adalah kapsul jaringan ikat yang membungkus testis dan merentang ke arah dalam untuk membaginya menjadi sekitar 250 lobulus.Tubulus seminiferus , tempat berlangsungnya spermatogenesis, terlilit dalam lobulus. Epithelium germinal khusus melapisi tubulus seminiferus mengandung sel-sel batang (spermatogonia) yang kemudian mengandung sperma ; sel sertoli yang menopang dan memberi nutrisi speerma yang sedang berkembang dan sel-sel interstisial (leydig) yang memiliki fungsi endokrin.

b. Epididimis Adalah tuba terlilit yang panjangnya mencapai 20 kaki (4–6 M) yang terletak di sepanjang sisi posterior testis. Bagian ini memerima sperma dari duktus eferen. Epididimis menyimpan sperma dan mampu mempertahankannya sampai 6 minggu. Selama 6 minggu tersebut, sperma akan menjadi motil, matur sempurna dan mampu melakukan fertilisasi. Selama eksitasi seksual, lapisan otot polos dalam dinding epididimal berkontraksi untuk mendorong sperma kedalam duktus deferen.

c. Duktus Deferen Adalah kelanjutan epididimis. Duktus ini adalah tuba lurus terletak dalam korda spermatic yang juga mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfatik, saraf SSO, otot-otot kremaster dan jaringan ikat. Masing duktus deferen meninggalkan skrotum , menanjak menuju

dinding abdominal kanal inguinal. Duktus ini mengalir di balik kandung kemih bagian bawah untuk bergabung dengan duktus ejaculator.

d. Duktus Ejakulator Pada kedua sisi terbentuk dari pertemuan pembesaran (ampula) di bagian ujung dektus deferen dan duktus dari vesikel seminalis. Setiap duktus ejaculator panjangnya mencapai sekitar 2 cm dan menembus kelenjar prostat untuk bergabung dengan uretra yang berasal dari kandung kemih.

e. Uretra Uretra merentang dari kandung kemih sampai ujung penis dan terdiri dari tiga bagian : 1. Uretra prostatik merentang mulai dari bagian dasar kandung kemih, menerima sekresi kelenjar tersebut. 2. Uretra membranosa panjangnya mencapai 1 – 2 cm. bagian ini dikelilingi eksternal. 3. Uretra penis (cavernous, berspons) dikelilingi oleh jaringan erektil berspons (kospus sfingter uretra menembus prostat dan

spongiosum). Bagian ini membesar ke dalam fosa navicularis sebelum berakhir pada mulut uretra eksternal dalam glans penis.

f. Vesika Seminalis Sepasang vesikel seminalis adalah kantong terkonvolusi (berkelok-kelok) yang bermuara ke dalam duktus ejaculator. Sekretnya adalah cairan kental dan basa yang kaya akan fruktosa, berfungsi untuk memberi nutrisi dan melindungi sperma. Setengah lebih sekresi vesikel seminalis adalah semen (cairan sperma yang meninggalkan tubuh).

g. Kelenjar Prostat Kelenjar prostat menyelubungi uretra saat keluar dari kandung kemih. Sekresi prostat bermuara ke dalam uretra prostatik setelah melalui 15 sampai 30 duktus prostatik. Prostat mengeluarkan cairan basa menyerupai susu yang menetralisir asiditas vagina selama senggama dan meningkatkan motilitas sperma yang akan optimum pada pH 6,0 – 6,5. Kelenjar prostat membesar pada saat remaja dan mencapai ukuran optimalnya pada laki-laki yang berusia

20-an. Pada banyak laki-laki, ukurannya terus bertambah seiring pertambahan usia. Saat berusia 70 tahun, dua pertiga dari semua laki-laki mengalami pembesaran prostat yang mengganggu perkemihan.

h. Kelenjar Bulbouretral Sepasang kelenjar bulbouretral (Cowper) adalah kelenjar kecil yang ukuran dan bentuknya menyerupai kacang polong. Kelenjar ini mensekresi cairan basa yang mengandung mucus ke dalam uretral penis untuk melumasi dan melindungi serta ditambahkan pada semen.

3. SPERMATOGENESIS

Spermatogenesis adalah proses pembentukan atau pemasakan spermatozoa. Proses pembentukan spermatozoa ( sel kelamin jantan ) berlangsung didalam testis yang terdapat didalam skrotum ( kantong pelir ). Didalam testis terdapat banyak saluran seminiferus ( tubulus seminiferus ) yang berdinding jaringan epitelium dan jaringan ikat. Pada jaringan epitelium terdapat sel induk spermatozoa (spermatogenium) dan sel sertoli yang berfungsi member makanan spermatozoa. Pada jaringan ikat terdapat sel leydig yang berfungsi dalam proses spermatogenesis membentuk testosteron.

Spermatogenesis bermula dari sel spermatogonia yang terdapat pada dinding tubulus seminiferus. Setiap spermatogenia yang mengandung 23 pasang kromosom, melakukan pembelahan mitosis membentuk spermatosit primer yang juga mengandung 23 pasang kromosom. Spermatosit primer melakukan pembelahan miosis pertama membentuk 2 (dua) spermatosit sekunder yang haploid. Tiap spermatosit sekunder membelah secara meosis (

meosis kedua ) menghasilkan 2(dua) spermatid yang haploid. Sperma yang telah masak akan menuju epididimis. Keempat spermatid berkembang menjadi sperma masak yang bersifat

haploid. Setiap proses spermatogenesis memerlukan waktu 65-75 hari. Pada orang dewasa normal setiap 1 ml semen ( air mani ) mengadung lebih kurang 20 juta spermatozoa. Sperma yang matang mempunyai tiga bagian, yaitu bagian kepala(head), bagian tengah (mid piece ), dan bagian ekor ( tail ). 1. Bagian kepala ( head ) Bagian kepala mengandung inti sel ( nukleus ) yang haploid dan bagian ujungnya mengandung akrosom yang berisi enzim hialuronidase dan proteinase yang berperan membantu menembus lapisan yang melindungi sel telur. 2. Bagian tengah ( mid piece ) Bagian tengah mengandung mitokondria yang berperan dalam pembentukan energi yang digunakan untuk pergerakan ekor sperma. 3. Bagian ekor ( tail ) Bagian ekor sebagai alat gerak sperma agar dapat sampai ke ovum. 4. AKTIFITAS SEKSUAL PRIA Rangsangan akhir organ sensorik dan sensasi seksual menjalar melalui saraf pudendu. Melalui pleksus sakralis dari medulla spinalis membantu rangsangan aksi seksual yang berasal dari dalam. Akibat dari dorongan seksual akan mengisi organ seksual dengan mukosa uretra. unsur psikis rangsangan seksual sesuai dengan meningkatnya kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan seksual dengan memikirkan atau berkhayal menyebabkan terjadinya aksi seksual sehingga menimbulkan ejakulasi atau pengeluaran sperma pada saat bermimpi terutama usia remaja. Aksi seksual pada medulla spinalis, fungsi otak tidak terlalu penting, karena rangsangan genital menyebabkan ejakulasi yang dihasilkan dari mekanisme refleks yang sudah terintegrasi pada medulla spinalis lumbalis. Mekanisme ini dapat dirangsang secara psikis dan seksual yang nyata dan banyak kombinasi dari keduanya.

5. PENGATURAN FUNGSI SEKSUAL PRIA

Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon seperti : testosterone, LH, FSH, estrogen dan hormon pertumbuhan. Pelepasan hormon gonadotropin ( GnRH ) oleh hippotalamus merangsang kelenjar hipofisis anterior untuk meyekresi LH, hormon, perangsang LH dan FSH. Hipotalamus melepaskan GnRH yang diangkut ke kelenjar hipotalamus anterior dalam merangsang pelepasan LH dan FSH darah porta. Perangsangan hormon ini ditentukan oleh frekuensi dari siklus sekresi dan jumlah GnRH yang dilepaskan setiap siklus. Sekresi LH mengikuti pelepasn GnRH dan sekresi FSH berubah lebih lambat sebagai respon perubahan jangka panjang GnRH.

Hormon reprodusi laki-laki
Kelenjar Endokrin dan Hormon-hormon yang dihasilkan Jaringan tujuan Fungsi

a. Hipotalamus Hormon Gonadotropin b. Hipofisis anterior FSH
Testis Merangsang sel-sel sertoli pada tubulus seminiferus pada testis untuk mngubah sel-sel spermatid menjadi sperma ( proses spermatogenesis ). Hipofisis anterior Merangsang pengeluaran FSH dan LH dan hormon tumbuh ( Growth hormone )

-

LH

Testis

Merangsang sel-sel leydig untuk menghasilkan testosterone.

-

Hormon tumbuh

Testis

Memacu agar memulai pembelahan spermatogenia.

c. Testis Hormon Testosteron
Seluruh tubuh Pada janin merangsang perkembangan organ seks primer. Masa pubertas memengaruhi pertumbuhan alat reproduksi dan cirri-ciri kelamin sekunder ( suara, kejantanan, pertumbuhan rambut, dan kematangan seksual ) Dewasa berperan dalam memelihara ciri-ciri kelamin sekunder dan mendorong spermatogenesis.

B . ORGAN REPRODUKSI WANITA
1. ANATOMI DAN FISIOLOGI GENETALIA EKSTERNA PADA ORGAN REPRODUKSI WANITA

a. Mons Pubis Adalah bantalan lemak yang jaringan dan terletak kulit di

atas simfisis pubis. Bagian ini tertutup rambut pubis

setelah pubertas.

b. Labia Mayora Adalah dua lipatan kulit longitudinal yang merentang ke bawah dari mons pubis dan menyatu di sisi posterior perineum, yaitu kulit antara pertemuan dua lipatan ini dan anus. Labia mayora homolog (serupa dalam struktur dan asalnya) dengan skrotum pada laki-laki.

c. Labia Minora Adalah dua lipatan kulit di antara labia mayora. Lipatan ini tidak berambut, tetapi mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat.Prepusium klitoris adalah pertemuan lipatan-lipatan labia minora di bawah klitoris. Frenulum adalah area lipatan di bawah klitoris.

d. Klitoris Homolog dengan penis pada laki-laki, tetapi lebih kecil dan tidak memiliki mulut uretra.Klitoris terdiri dari dua krura (akar), satu batang dan satu glans klitoris bundar yang banyak mengandung ujung saraf dan sangat sensitive.Batang klitoris mengandung dua korpora kavernosum yang tersusun dari jaringan erektil. Saat menggembung dengan darah selama eksitasi seksual, bagian ini bertanggung jawab untuk ereksi klitoris.

e. Vestibula Adalah area yang dikelilingi labia minora. Vestibula menutupi mulut uretra, mulut vagina dan duktus kelenjar bartolini (vestibular besar).Kelenjar bartolini homolog dengan kelenjar bulbouretral pada laki-laki. Kelenjar ini memproduksi beberapa tetes sekresi mucus untuk membantu melumasi orifisium vaginal saat eksitasi seksual.Bulba vestibular adalah massa jaringan erektil dalam di substansi jaringan labial. Bagian ini sebanding dengan korpora spongiosum penis.

f. Himen ( Selaput dara ) Himen Adalah selaput tipis selaput lendir yang menutupi sebagian lubang vagina. Selaput dara mempunyai lubang yang berlainan besarnya pada setiap perempuan. Pada perempuang yang masih perawan selput dara itu jelas kelihatan.Pada orang yang telah bersetubh dan lebih lebih pada orang yang telah melahirkan selaput dara itu, telah putus-putus, sehingga kesudahannya hamper tidak kelihatan lagi ada kalanya pada orang perawan selaput itu tertutup betul sehingga bisa memisahkan pada waktu haid.

g. Mulut Vagina Terletak di bawah orifisium uretra. Hymen (selaput dara), suatu membran yang bentuk dan ukurannya bervariasi, melingkari mulut vagina.

2. ANATOMI DAN FISIOLOGI GENETALIA INTERNA PADA ORGAN REPRODUKSI WANITA

a. Ovarium Panjang 3 – 5 cm, lebar 2 – 3 cm, dan tebal 1 cm. berbentuk seperti kacang kenari.Masingmasing ovarium terletak pada dinding samping rongga pelvis posterior dalam sebuah ceruk dangkal, yaitu fosa ovarian dan ditahan dalam posisi tersebut oleh mesenterium pelvis (lipatan peritoneum antara peritoneum viseral dan peritoneum parietal). Ovarium adalah satu-satunya organ dalam rongga pelvis yang retroperitoneal (terletak di belakang peritoneum). Ovarium dilapisi epithelium germinal (permukaan). Jaringan ikat ovarium disebut stroma dan tersusun dari korteks pada bagian luar dan medulla pada bagian dalam. Medulla ovarium adalah area terdalam. Medulla mengandung pembuluh darah dan limfatik , serabut saraf, sel otot polos, dan sel-sel jaringan ikat. Korteks adalah lapisan stroma luar yang rapat. Korteks mengandung folikel ovarian, yaitu unit fungsionalpada ovarium. b. Tuba Fallopi ( Oviduk ) Dua tuba uterine / tuba fallopi menerima dan mentransport oosit ke uterus setelah ovulasi.Setiap tuba uterin, dengan panjang 10 cm dan diameter 0,7 cm, ditopang oleh ligament besar uterus. Salah satu ujungnya melekat pada uterus dan ujung lainnya membuka ke dalam

rongga pelvis.Infundibulum adalah ujung terbuka menyerupai corong (ostium) pada tuba uterin. Bagian ini memiliki prosesus motil menyerupai jaring (fimbrae) yang merentang di atas permukaan ovarium untuk membantu menyapu oosit terovulasi ke dalam tuba.Ampula adalah bagian tengah segmen tuba.Ismus adalah segmen terdekat dari uterus.Dinding tuba uterin terdiri dari serabut otot polos, jaringan ikat dan sebuah lapisan epitel bersilia yang sirkular, tersusun secara longitudinal.Fertilisasi biasanya terjadi di 1/3 bagian atas tuba fallopi.

c. Uterus Merupakan organ tunggal muscular dan berongga. Uterus berbentuk seperti buah pear terbalik dan dalam keadaan tidak hamil memiliki panjang 7 cm, lebar 5 cm dan diameter 2,3 cm ( 3 inci X 2 inci X 1 inci). Organ ini terletak di dalam rongga pelvis di antara rectum dan kandung kemih.Uterus pada dasarnya ditopang oleh lipatan peritoneal, ligament besar yang melekatkan uterus pada dinding pelvis. Dinding uterus terdiri dari bagian terluar serosa (perimetrium); bagian tengah miometrium (lapisan otot polos) dan bagian terdalam lapisan endometrium. Endometrium menjalani perubahan siklus selama menstruasi dan membentuk lokasi omplantasi untuk ovum yang dibuahi. Endometrium tersusun oleh dua lapisan :  Lapisan superficial (stratum fungsionalis) endometrium berukuran lebih tebal. Lapisan ini mengandung kelenjar yang merespons hormon steroid dan biasanya hampir secara keseluruhan runtuh saat menstruasi.  Lapisan basal (stratum basalis) tidak berubah selama siklus berlangsung. Fundus uterus adalah bagian bundar yang letaknya superior terhadap mulut tuba uterin. Badan uterus adalah bagian luas berdinding tebal yang membungkus rongga uterus.Serviks adalah bagian leher bawah uterus yang terkonstriksi. Os eksternal adalah mulut serviks ke dalam vagina; os internal adalah mulut uterus dalam rongga uterus. Kanal endoservikal melapisi jalur di antara dua mulut. Portio vaginalis adalah bagian serviks yang menonjol ke dalam ujung bagian atas vagina. Resesus sirkular yang terbentuk pada area pertemuan adalah forniks anterior, posterior dan lateral (forniks singular).

d. Vagina Adalah tuba fibromuskular yang dapat berdistensi. Organ ini merupakan jalan lahir bayi dan aliran menstrual, fungsinya adalah organ kopulasi perempuan.Vagina panjangnya sekitar 8 – 10 cm. organ ini menghadap uterus pada sudut sekitar 45 dari vestibula genitalia eksternal dan terletak antara kandung kemih dan uretra di sisi anterior dan rectum di sisi posterior.Dinding vagina tersusun dari atventisia terluar , satu lapisan otot polos dan epithelium skuamosa bertingkat nonkeratinisasi yang dikenal sebagai lapisan vaginal. Sel-sel pada lapisan vaginal memiliki reseptor yang terikat pada membran untuk estrogen.Sebelum pubertas dan setelah menopause , jika konsentrasi estrogen darah rendah, lapisan vagina menjadi tipis dan hampir seluruhnya terdiri dari sel-sel basal.Vagina dilembabkan dan dilumasi oleh cairan yang berasal dari kapilar pada dinding vaginal dan sekresi dari kelenjar-kelenjar serviks. pH cairan vaginal tergantung pada kadar estrogen.

e. Perineum Pada laki-laki atau perempuan adalah area berbentuk seperti iritan yang terbentang dari simfisis pubis di sisi anterior sampai ke koksiks di sisi posterior dan ke tuberositas iskial di sisi lateral.

3. OOGENESIS Proses pembentukan gamet betina ( sel telur ) pada wanita disebut oogeniesis dan terjadi di ovarium. Pada masa Fetus, ovarium mengandung sel pemula atau oogonium sejak bayi lahir oogonium berkembang menjadi oosit primer hingga pubertas, melalui fase profase pada pembelahan meiosis. Pada masa pubertas, dibawah pengaruh FSH ( folikel stimulating hormone ) oosit primer membelah secara meiosis menghasilkan dua sel yang berukuran besar dan kecil. Sel yang lebih kecil disebut badan polar dan sel yang besar disebut oosit sekunder.

Oosit sekunder dikelilingi oleh folikel. Folikel-folikel ini dibawah pengaruh FSH membelah berkali-kali dan membentuk folikel graaf ( folikel yang sudah masak ) yang diantaranya mempunyai rongga. Sel-sel folikel ini kemudian memproduksi estrogen yang merangsang hipofisis untuk menyekresikan LH ( luteinizing hormone ) yang berfungsi mendorong ovulasi ( pelepasan sel telur ) bila pada saat ovulasi terjadi pembuahan maka oosit sekunder meneruskan pembelahan menjadi ootid ( haploid ) dan polar kedua. Ootid berdiferensiasi menjadi ovum. Jadi, dalam oogenesis ini dihasilkan oosit sekunder yang akan dibuahi sperma, dan setelah pembuahan, oosit sekunder membelah lagi secara meiosis hingga dihasilkan ovum.

4. SIKLUS MENSTRUASI PADA WANITA Siklus menstruasi berkaitan dengan pelepasan sel telur ( ovulasi ) dan terjadi pad hari ke-28 dari siklus. Setiap orang mempunyai siklus yang beraneka, dengan periode antara 21 hari ( 3 minggu ) sampai 30 hari. Menstruasi atau haid dialami oleh wanita normal, sehat, sejak akil balig. Kira-kira sejak usia 11 tahun atau 13 tahun. Siklus menstruasi pada wanita terdiri dari empat fase sebagai berikut :

1. Fase Proliferasi Fase ini dikendalikan oleh hormon estrogen sehingga disebut juga fase estrogenic. Fase ini dimulai pada hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. Setiap bulan setelah haid terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer karena hormon FSH. Pada masa ini sel oogenium membelah secara meiosis dan menghasilkan satu sel telur haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel graaf yang masak, folikel menghasilkan hormone estrogen yang merangsang sekresi LH. Fase ini disebut fase folikel. Estrogen berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus ( endometrium ) yang terkelupas saat menstruasi sehingga endometrium ( dinding rahim ) menebal hingga 5-7 cm. selain itui, estrogen juga berfungsi untuk menghambat pembentukan FSH dan memacu pengeluaran LH yang dikeluarkan oleh lobus anteriorhipofisis. Estrogen juga memengaruhi kelenjar serviks yang menghasilkan cairan encer.

2. Fase Sekresi Fase ini terjadi pada hari ke-14 sampai hari ke-28 dari siklus. Folikel graaf yang pecah pada saat ovulasi berubah menjadi korpus rubrum yang mengandung banyak darah. Adanya LH menyebabkan korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum ( badan kuning ) untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempersiapkan endometrium menerima embrio. Pada saat endometrium menjadi tebal dan lembut, serta dilengkapi banyak pembuluh darah. Periode ini disebut fase luteal. Jika tidak ada kehamilan, korpus luteum berdegenerasi sehingga progesteron dan estrogen menurun bahkan sampai hilang. 3. Fase Menstruasi Karena estrogen dan progesteron berhenti dikeluarkan maka endometrium mengalami degenerasi. Darah, mucus dan sel-sel epitel dikeluarkan sebagai darah haid dari rongga uterus ke vagina. Tahap ini berlangsung pada hari ke-1 hingga ke-4 dari siklus.

4. Fase Reparasi Terjadi penyembuhan luka akibat pecahnya pembuluh darah. Luka itu tertutup epitel kembali. Fase ini terjadi pada hari ke-4 hingga ke-6 dari siklus. Siklus menstruasi akan terhenti jika terjadi kehamilan.

Hormon reproduksi wanita
Kelenjar Endokrin dan Hormon-hormon yang dihasilkan Jaringan tujuan Fungsi

d. Hipotalamus Hormon Gonadotropin e. Hipofisi anterior FSH
Ovarium Merangsang perkembangan folikel dan bersama LH. Merangsang sekresi, estrogen dan ovulasi. Hipofisis anterior Merangsang pengeluaran FSH dan LH

-

LH

Ovarium

Merangsang korpus luteum.

ovulasi

dan

perkembangan

-

Hormon oksitosin

Ovarium

Memengaruhi kontraksi otot rahim dan memengaruhi kelancaran air susu.

Merangsang produksi air susu.

-

Hormon Ptolaktin

Payudara

f. Ovarium Hormon Estrogen
Seluruh tubuh Pertumbuhan organ kelamin dan pubertas, serta perkembangan ciri-ciri kelamin

sekunder.

-

Hormon Progesteron

Alat reproduksi

Pendewasaan,

persiapan

bulanan

endometrium dalam kehamilan. Uterus Menyempurnakan penyiapan endometrium dalam kehamilan. Payudara Merangsang produksi air susu.

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan Dari uraian tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, maka kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Organ reproduksi pria terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian eksterna dan bagian interna. Bagian eksterna terdiri dari penis yang merupakan organ yang banyak mengandung darah dan skrotum yang merupakan organ yang membungkus dan menopang testis diluar tubuh. Sedangkan bagian interna terdiri dari testis, epididimis, duktus deferens, duktus ejakulator, uretra, vesika seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar bulbouretral. 2. Organ reproduksi wanita terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian eksterna dan bagian interna. Bagian eksterna terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, vestibula, himen dan mulut vagina. Sedangkan pada bagian interna terdiri dari ovarium, tuba fallopi ( oviduk ), uterus, vagina dan pireneum.

3. Spermatogenesis adalah proses pembentukan atau pematangan spermatozoa yang terjadi didalam testis serta melibatkan pembelahan sel secara mitosis dan meiosis. 4. Oogenesis adalah proses pembentukan ovum ( sel telur ) yang terjadi didalam ovarium. Hasil dari oogenesis yaitu ovum dan tiga badan polar.

B. SARAN - Diharapkan setiap perawat dapat mengenal dan memahami secara utuh tentang anatomi dan fisiologi system reproduksi dan menerapkannya dalm pemberian pelayanan terhadap pasien - Mengetahui dam memahami secara rinci tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pada pria dan wanita.

DAFTAR PUSTAKA
Syaifuddin,1997, Anatomi Fisiologi untuk siswa perawat.jakarta:EGC Dewi, Rosana & dkk, 2003,biologi 2B, Klaten: Intan pariwara. Http//rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/system-reproduksi-pada-manusia/ Http//info.medis.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->