P. 1
Proposal PTK Bhs Indonesia

Proposal PTK Bhs Indonesia

|Views: 1,543|Likes:
Published by Luluk Thesecretgirl

More info:

Published by: Luluk Thesecretgirl on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

Rumusan Judul Penelitian

:

“ Peningkatan keterampilan membaca Nyaring pada siswa kelas 3 MI Wali Songo Sawohan Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan media buku KKPK”

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu Bangsa Indonesia, dimana seluruh warga negara harus mampu berbahasa Indonesia dengan benar. Dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah mempunyai peranan penting dibandingkan dengan pelajaran yang lain. Tak heran apabila mata pelajaran ini kemudian diberikan sejak masih di bangku SD hingga lulus SMA.1 Dari situ diharapkan siswa mampu menguasai, memahami dan dapat mengimplementasikan keterampilan berbahasa. Seperti membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Keempat aspek ini sangat berpengaruh pada kemajuan kemampuan membaca anak. Selain itu keempatnya ini juga saling berkaitan erat satu dengan yang lain yang bersifat hierarki yang mempunyai arti bahwa keterampilan yang satu mendasari keterampilan yang lainnya.

1

http:/// re-searchengines.com/0106achmad.html Artikel Pendidikan Network - PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI INDONESIA

Dari keempat aspek berbahasa Indonesia, aspek yang paling penting adalah membaca. Membaca pada hakekatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik dan metakognitif. 2 Pembelajaran bahasa Indonesia pada pendidikan sekolah dasar khususnya pada aspek membaca peserta didik dituntut untuk mampu dan fasih membaca dengan baik dan sesuai dengan intonasi yang benar. Menurut Farida Rahim, Darmiyati Zuchdi dan Budiasih mengatakan dalam

bukunya mengatakan bahwa “Dalam pembelajaran membaca, guru dapat memilih wacana yang berkaitan dengan tokoh nasional, kepahlawanan, kenusantaraan dan kepariwisataan. Selain itu, melalui pembelajaran membaca, guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar dan kreativitas anak didik”.3 Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar kelas 3, ada salah satu yang membahas keterampilan membaca yaitu membaca nyaring. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan lafal dan intonasi yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis. 4 Dengan membaca nyaring siswa dapat membaca dengan intonasi yang tepat, tanda baca yang benar, serta melatih keberanian siswa. Menurut Gruber (1993) , manfaat membaca nyaring untuk anak-anak dijelaskan sebagai berikut: 1. Memberikan contoh kepada siswa proses membaca secara positif. 2. Mengekspos siswa untuk memperkaya kosakata.

2 3

Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, ( Jakarta:Bumi Aksara, 2005), hlm.2 Ibid hlm 2 4 guruit07.blogspot.com/2009/01/jenis-jenis-membaca-dan.html

3. Memberi siswa Informasi baru. 4. Mengenalkan siswa dari aliran sastra yang berbeda-beda. 5. Memberi siswa kesempatan menyimak dan menggunakan daya imajinasinya. 5 Kemampuan membaca nyaring di MI Wali Songo Sawohan belum bisa dikatakan berhasil atau sesuai. Masih banyak siswa yang membaca dengan intonasi yang datar dan lamban, tidak sesuai dengan tanda baca, pelafalannya juga ada yang belum maksimal. Berdasarkan pengamatan, ternyata yang menyebabkan itu semua faktornya adalah kurang tertariknya siswa untuk membaca ditambah dengan keadaan guru yang pada saat menyampaikan materi masih menggunakan metode ceramah. Guru tidak mengkombinasikan dengan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam belajar sehingga pada saat pembelajaran suasananya kurang menarik atau tingkat kebosanannya sangat tinggi. Atau sudah menggunakan metode membaca nyaring dengan format ruond robin, yaitu setiap siswa membaca secara random mendapat giliran untuk membaca nyaring satu paragaraf.6 Hal tersebut diatas juga menyebabkan siswa hanya mendapatkan pemahaman secara abstrak. Dan siswa hanya berfokus pada bacaan yang akan di baca saja. Untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring tersebut, saya menggunakan media buku KKPK yang berjudul.....karangan...... Pembelajaran bahasa Indonesia dengan media ini siswa akan memperoleh pengalaman kongkrit, meningkatakan motivasi belajar siswa dan mempertinggi daya serap siswa serta siswa dapat memusatkan perhatiannya dalam belajar khususnya membaca. Melalui penggunaan media buku KKPK yang berjudul....karangan......

5 6

Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, ( Jakarta:Bumi Aksara, 2005), hlm. 125. Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, ( Jakarta:Bumi Aksara, 2005), hlm. 123.

diharapkan taraf kesukaran dan kompleksitas dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang memberi pengaruh yang cukup besar dalam proses belajar sehingga hasilnya akan lebih baik. 7 B. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah 1. Rumusan Masalah  Bagaimana keterampilan membaca dalam mata pelajaran Bahasa

Indonesia pada siswa kelas 3 di MI Wali Songo Sawohan Sidoarjo ?  Bagaimana peningkatan keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui media buku KKPK yang

berjudul.....karangan......pada siswa kelas 3 MI Wali Songo Sawohan Buduran Sidoarjo? C. Tindakan yang Dipilih Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikam, peneliti menentukan tindakan yang akan dilaksanakan untuk menangani permasalahan tersebut, yaitu dengan penerapan media buku KKPK yang berjudul......karangan.....pada peningkatan keterampilan membaca mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Wali Songo Sawohan Sidoarjo. Penerapan media ini memfokuskan pada ketepatan siswa dalam membaca teks bacaan. Selain itu media ini akan dapat mendorong siswa untuk mengaplikasikan pada kegiatan sehari-hari saat menggunakan bahasa Indonesia. D. Tujuan Penelitian 1. Mendeskripsikan proses keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas 3 di MI Wali Songo Sawohan Sidoarjo
7

GuruIT.com ,2009 , dilihat 08 November 2011 (http:// guruit07.blogspot.com/2009/01/jenis-jenis-membaca-dan.htm)

2. Mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui media buku KKPK yang berjudul....karya.... di MI Wali Songo Sawohan Sidoarjo. E. Lingkup Penelitian 1. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 MI Wali Songo Sawohan Sidoarjo 2. Keterampilan membaca nyaring yang merupakan siatu kegiatan atau aktivitas yang merupakan alat bagi guru, murid ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.8 3. Media buku KKPK yaitu buku cerita atau novel yang ditulis oleh anak-anak. F. Signifikasi Penelitian 1. Mahasiswa Pribadi a. Sebagai dasar penelitian lebih lanjut terhadap keterampilan membaca nyaring. b. Sebagai acuan pembanding dalam penelitian keterampilan berbahsa khususnya keterampilan membaca nyaring. c. Sebagai informasi lebih lanjut untuk memperluas wawasan tentang keterampilan membaca nyaring. 2. Guru Bidang Studi a. Sebagai sumber informasi bagi guru untuk memantau sejauh mana kemampuan dan keterampilan yang dimiliki siswa dalam pelajaran membaca nyaring. b. Sebagai bahan acuan masukan dalam mengajarkan keterampilan membaca nyaring.

8

Tim Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bina Insan Mandiri, materi pokok keterampilan membaca, hal 45

c. Sebagai sumber informasi bagi guru sejauh mana kemampuan siswa menguasai tata bahasa dalam membaca nyaring. 3. Siswa a. Siswa dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka miliki dalam keterampilan membaca nyaring. b. Siswa dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring dalam pelajaran bahasa Indonesia. G. Definisi Operasional Judul penelitian tindakan ini yaitu “Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring Pada Siswa kelas 3 MI Wali Songo Sawohan Buduran Sidoarjo Dengan Menggunakan Media Buku KKPK Yang Berjudul......Karangan...... Adapun arti dari istilah judul tersebut adalah sebagai berikut : Peningkatan : menurut Adi D (2001), dalam kamus bahasanya istilah peningkatan berasal dari kata dasar tingkat yang berarti lapis dari sesuatu yang bersusun dan peningkatan berarti kemajuan Keterampilan : adalah usaha untuk memperoleh kompetensi sekat, cepat dan tepat dalam menghadapi permasalahan belajar. Dalam hal ini, pembelajaran keterampilan dirancang sebagai proses

komunikasi belajar untuk mengubah perilaku siswa menjadi cekat, cepat dan tepat. Membaca nyaring : Suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seorang penulis.

Media

: alat atau benda yang digunakan untuk menunjang kegiatan dalam pembelajaran.

Buku KKPK

: novel atau cerita yang dikarang oleh anak usia dini 7 hingga 14 tahun.

H. Sistematika Pembahasan BAB I : Pendahuluan, meliputi: a. Latar Belakang Masalah, b. Rumusan Masalah, c. Tindakan yang Dipilih, d. Tujuan Penelitian, e. Lingkup Penelitian, f. Signifikasi Penelitian g. Definisi Operasional, h. Sistematika Pembahasan. BAB II : Kajian Teori meliputi, : a. Hakekat Pembelajaran Bahasa, b. Keterampilan Membaca (1) Pengertian Membaca (2) Tujuan Membaca (3) Aspek-aspek Membaca, c. Keterampilan

membaca nyaring, d. Kecil-kecil Punya Karya (1) Pengertian (2) Tujuan (3) Kelebihan dan Kelemahan BAB III : Metode dan Rencana Penelitian, meliputi: a. Jenis Penelitian, b. Setting Penelitian dan Subjek Penelitian, c. Variabel Penelitian, d. Rencana Penelitian (1) Rencana Penelitian (2) Pelaksanaan penelitian, e. Data dan cara pengumpulannya (1) sumber Data (2) Teknk Pengumpulan Data, f. Analisis Data, h. Indikator Kinerja, i. Tim Peneliti.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Hakekat Pembelajaran Bahasa Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan peserta didik. Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan peserta didik dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajarn. Dengan demikian, memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran diharapkan pencapaian tujuan belajar dapat terpenuhi. Peran seorang guru sangat erat kaitannya dengan keberhasilan pebelajar, terutama berkenaan dengan kemampuan pengajar dalam menetapkan strategi pembelajaran, jadi, ketepatan pengajar dalam memilih strategi dalam proses belajar mengajar akan berdampak pada keberhasilan tujuan pengajaran. Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis ( Depdikbud, 1995). Kompetensi pebelajar bahasa diarahkan ke dalam empat sub aspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak dan menulis. B. Keterampilan Membaca

1. Pengertian membaca Pada hakikatnya, membaca adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis (huruf) ke dalam katakata lisan. Sebagai suatu proses berpikir, membaca mencakup aktifitas pengenalan kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis , dan pemahaman kreatif. 9 Membaca juga disebut sebagai suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kat-kata atau bahasa tulis. 10 Finochiaro dan Bonomo 1973: 119 dalam bukunya mengatakan bahwa “reading” adalah “bringing meaning to and getting meaning from printed or written material”, memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tertulis. 11 Menurut Samsu Somadayo, Gillet dan Temple (dalam Syafi’i 1999:6) menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan visual berupa serangkaian gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata, melihat ulang ucap kata-kata dan kemompok kata untuk memperoleh pemahaman terhadap bacaan. Membaca juga merupakan proses pengembangan keterampilan, mulai dari keterampilan memahami kat-kata, kalimat-kalimat, paragrafparagraf dalam bacaan sampai dengan memahami secara kritis dan evaluatif keseluruhan isi bacaan12.

9

Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, ( Jakarta:Bumi Aksara, 2005), hlm. 2. TIM STKIP Bina Insan Mandiri, Materi Pokok Keterampilan Membaca, ( Surabaya: STKIP-BIM 2006 ), hlm 6 11 TIM STKIP Bina Insan Mandiri, Materi Pokok Keterampilan Membaca, ( Surabaya: STKIP-BIM 2006 ), hlm 7 12 Samsu Somadayo, Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011), hlm 5
10

Secara linguistik, membaca merupakan proses pembacaan sandi (decoding record). Artinya dalam kegiatan membaca ada upaya untuk menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaningI). Dengan kata lain membaca merupakan kegiatan mengubah tulisan menjadi bunyi-bunyi yang bermakna. Di samping keterampilan decoding, pembaca juga harus memiliki

keterampilan memahami makna (meaning). Pemahaman makna berlangsung melalui berbagai tingkat, mulai dari tingkat pemahaman literal sampai kepada pemahaman interpretative, kreatif, dan evaluatif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa membaca merupakan gabungan proses perseptual dan kognitif13. 2. Tujuan membaca Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena seseorang yang membaca dengan tujuan, cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai tujuan. Tujuan utama membaca adalah untuk mencari dan memperoleh informasi dari sumber tertulis. Informasi ini diperoleh melalui proses pemaknaan terhadap bentuk-bentuk yang ditampilkan. Dengan demikian kegiatan membaca bukan berhenti pada pengenalan bentuk, melainkan harus sampai pada tahap pengenalan makna dari bentuk-bentuk yang dibaca. Makna atau arti bacaan berhubungan erat dengan maksud, tujuan ataun keintensifan dalam. Berdasarkan maksud, tujuan atau keintensifan serta cara dalam membaca, Anderson mengemukakan beberapa tujuan membaca antara lain : 14 1. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts). Membaca tersebut bertujuan untuk menemukan atau
13 14

Farida Rahim, Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar, ( Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006), hlm 2-3 Samsu Samadayo, Strategi dan Teknik........................................., 12

mengetahui penemuan-penemuan telah dilakukan oleh sang tokoh untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh. 2. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas). Membaca untuk mengetahui topik atau masalah dalam bacaan. Untuk menemukan ide pokok bacaan dengan membaca halaman demi halaman. 3. Membaca untuk mengetahui ukuran atau susunan, organisasi cerita (reading for sequenceor). Membaca tersebut bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian cerita dan hubungan antar bagian-bagian cerita. 4. Membaca untuk menyimpulkkan atau membaca inferensi (reading for inference). Pembaca diharapkan dapat merasakan sesuatu yang dirasakan penulis. 5. Membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan (reading for classify). Membaca jeniis ini bertujuan untuk menemukan hal-hal yang tidak wajar mengenai suatu hal. 6. Membaca untuk menilai atau mengevaluasi (reading for evaluate). Jenis mebaca tersebut bertujuan menemukan suatu keberhasilan berdasarkan ukuran-ukuran tertentu. 7. Membaca untuk membandingkan atau mempertentangkan (reading for compare or contrast). Tujuan membaca tersebut adalah untuk menemukan begaimana cara, perbedaan atau persamaan dua hal atau lebih. Dalam kegiatan dikelas, guru seharusnya menyusun tujuan membaca dengan menyediakan tujuan khusus yang sesuai, atau dengan membantu mereka menyusun tujuan membaca dengan menyediakan tujuan membaca bagi siswa itu sendiri15.

15

Farida Rahim, Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar, ( Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006), hlm 11

Tujuan membaca mencakup : 1. Kesenangan. 2. Menyempurnakan membaca nyaring. 3. Menggunakan strategi tertentu. 4. Memperbarui pengetahuannya tentang suatu topik. 5. Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya. 6. Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis. 7. Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi. 8. Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks. 9. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik 16. Tujuan membaca akan mempengaruhi pemerolehan pemahaman bacaan. Artinya, semakin kuat tujuan seorang dalam membaca maka semakin tinggi pula kemampuan orang itu dalam memahami bacaannya. 3. Aspek-aspek membaca Secara garis besar terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu : a. Keterampilan yang bersifat mekanis (mechanical skill) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order). Aspek ini mencakup : 1) Pengenalan bentuk huruf. 2) Pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, kata, frase, pola, klausa, kalimat, dll)

16

Farida Rahim, Pengajaran Membaca..................................................,11

3) Pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan tertulis) 4) Kecepatan membaca bertaraf lambat. b. Keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi (higher order). Aspek ini mencakup : 1) Memahami pengertian sederhanan (leksikal, gramatikal, retorikal) 2) Memahami signifikansi atau makna (maksud dan tujuan pengarang, relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca) 3) Evaluasi atau penilaian (isi, bentuk) 4) Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan. Untuk mencapai tujuan yang terkandung dalam keterampilan mekanis (mechanical skills) tersebut maka aktivitas yang paling sesuai adalah membaca nyaring, membaca bersuara (reading aloud: oral reading). Sedangkan untuk keterampilan pemahaman (comprehension skills) maka yang paling tepat adalah dengan membaca dalam hati (silent reading). C. Keterampilan Membaca Nyaring 1. Membaca nyaring Membaca nyaring adalah membaca bersuara dengan lafal dan intonasi yang tepat. Intonasi adalah lagu dalam mengucapkan kalimat. Selain lafal dan intonasi, kamu juga perlu memperhatikan jeda. Jeda adalah penghentian sementara dalammembaca. Jeda ada dua macam. Jeda pendek

dipakai saat bertemu tanda koma. Jeda panjang dipakai saat bertemu tanda titik, tanya, atau seru 17. Membaca nyaring (oral reading ) adalah : suatu kegiatan membaca yang merupakan alat bagi pembaca bersama orang lain untuk menanggap isi yang berupa informasi, pikiran, dan perasaan seorang pengarang (Tarigan1978:23). Dengan kata lain , membaca nyaring adalah proses melisankan dengan menggunakan suara, intonasi, tekanan secara tepat serta pemahaman makna bacaan oleh pembaca. Membaca nyaring memiliki beberapa aspek, diantaranya Membaca dengan pikiran dan perasaan pengarang. Keterampilan membaca nyaring antara lain : a. Penggunaan ucapan yang tepat. b. Pemenggalan frase yang tepat. c. Penggunaan lagu kalimat yang tepat. d. Penguasaan tanda baca yang baik. e. Penggunaan suara yang jelas. f. Penggunaan ekspresi yang tepat. g. Pengaturan kecepatan membaca. h. Pengaturan ketepatan membaca. i. Pemahaman bacaan. j. Kepercayaan diri. Manfaat membaca nyaring antara lain : 1) Bisa memperoleh kesenangan dan memupuk keyakinan dan percaya diri, 2) Bisa menanamkan disiplin, 3) Bisa memperkaya daya khayal apabila dilakukan dalam membaca fiksi, dan 4) Bisa mempertinggi pemahaman mengenai makna bacaan18.

17 18

www.scribd.com/doc/28125722/5/B-Membaca-Nyaring http://ervamadiyudhistira.wordpress.com/2011/04/20/teori-membaca/

Dalam membaca nyaring, pembaca harus memahami aksara di atas kertas seta memproduksikan suara yang tepat dan bermakna. Membaca nyaring pada hakikatnya merupakan suatu masalah lisan atau oral matter. Oleh karena itu, dalam pengajaran bahasa asing aktivitas membaca nyaring lebih ditujukan pada pengucapan (pronounciation) daripada pemahaman (comprehension). Mengingat hal tersebut, maka bahan bacaan haruslah dipilih yang mengandung isi dan bahasa yang relatif mudah dipahami.(Broughton(et al) 1978:91).

D. Kecil-kecil punya karya 1. Pengertian Kecil-kecil punya karya adalah sejenis novel yang ditulis oleh anak usia 9 tahun sampai 4 tahun. Novel KKPK berbeda dengan novel yang biasa kita kenal selama ini. Dalam novel KKPK, cerita uang dimuat adalah cerita yang sesuai dengan kriteria anak karena yang mengarang adalah anak-anak. 2. Tujuan Dengan adanya buku KKPK, anak-anak yang hobi atau suka menulis dari kecil bisa meluangkan disitu. Hal itu juga bisa membangun dan mengembangkan bakat anak dalam menulis. Selain itu, dengan adanya buku KKPK anak-anak tidak saja disuguhi dengan cerita novel-novel dewasa saja karena dalam buku. 3. Kelebihan dan kelemahan a. Kelebihan  Ceritanya sangat menarik sehingga anak dapat lebih tertarik dalam proses pembelajaran.

Dalam cerita buku KKPK unsur-unsur bacaan seperti tanda baca tekandung di dalamnya sehingga anak dapat belajar meningkatkan kemampuannya dalam membaca nyaring dengan mudah.

b. Kelemahan  Membutuhkan waktu yang lama karena untuk penerapannya perlu diulangulang.  Untuk guru harus selektif memilih buku yang sesuai dengan karakteristik siswa dikelas karena buku KKPK masih jarang dikenal oleh anak.

BAB III METODOLOGI DAN RENCANA PENELITAN

A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam bahasa Inggris Penelitian Tindakan Kelas (PTK) disebut dengan istilah Classroom Action Research (CAR). Dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Maka ada tiga pengertian yang dapat di terangkan, yaitu : 1) Penelitian : penelitian menunjukkan pada suatu kegiatan mencermati sebuah objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2) Tindakan : tindakan menunjukkan pada suatu gerak kegiatanyang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam peneltian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa. 3) Kelas : kelas dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud istilah kelas adalah sekelompok siswa yang sama pula.19 Penelitian tindakan kelas dapat didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan ( action research ) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti dikelasnya atau bersama-sama dengan orang lain ( kolaborator ) dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus secara kolaboratif dan partisipatif yang tujuannya adalah untuk memperbaiki tau meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dikelasnya melalui tindakan (treatment) tertentu. Melalui PTK guru dapat mengembangkan model-model mengajar yang bervariasi , pengelolaan kelas yang dinamis dan kondusif, serta penggunaan media dan sumber belajar yang tepat dan memadai. Dengan penerapan hasil-hasil PTK secara berkesinambungan diharapkan proses belajar mengajar di sekolah tidak kering dan membosankan serta menyenangkan bagi siswa, atau dengan istilah yang lebih populer disebut PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif

Menyenangkan).20 Berdasarkan uaraian diatas, tujuan PTK adalah agar guru bersedia untuk mengintrospeksi, bercermin dan mengevaluasi dirinya sendiri sehingga

kemampuannya sebagai seorang pengajar diharapkan dapat lebih profesional dan
19 20

Suharsini Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, ( Jakarta: Bumi Aksara 2010) hlm. 2. Kusnandar, Langkah Muda Penelitian Tindakan kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm 46.

dapat meningkatkan kemampuan diri guru tersebut, sehingga dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas siswanya, baik dalam aspek penalaran, keterampilan, pengetahuan, hubungan sosial maupun aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi siswa untuk menjadi lebih dewasa. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan) dan reflektion (refleksi). 21

B. Setting atau Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian Setting dalam penelitian ini meliputi : tempat penelitian, waktu penelitian dan siklus PTK a. Tempat Penelitian Tempat penelitian atau lokasi PTK ini dilakukan di MI Wali Songo Sawohan Sidoarjo pada kelas III untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setting tempat ini diambil di MI Wali Songo dikarenakan kemampuan siswa pada sekolah ini perlu dikembangkan terutama pada kelas III. Antusias belajar pada kelas ini cukup tinggi, akan tetapi pengembangan strategi pembelajaran yang dilakukan guru masih perlu dikembangkan. b. Waktu Penelitian

21

Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta : Bumi Aksara, 2009) hlm 16.

Penelitian ini dilaksanakan pada Juli semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik madrasa, karena dalam PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan prosesbelajar mengajar yang efektif di kelas. c. Siklus PTK PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat peningkatan keterampilan membaca nyaring dengan penerapan media buku KKPK siswa kelas III pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada siklus I dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan ( planning ), tindakan ( action) , pengamatan ( observation), dan refleksi ( reflection ). Apabila dari hasil tindakan yang dilakukan pada siklus I belum memenuhi kriteria ketuntasan yang diharapkan peneliti, maka penelitian ini akan dilanjutkan pada siklus II untuk melihat peningkatan dari siklus I. 2. Subjek Penelitian Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah sebanyak 35 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Pemilihan kelas ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa keterampilan siswa dalam membaca nyaring pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih perlu ditingkatkan. C. Variabel Penelitian Secara umum terdapat dua variabel dalam penelitian ini yakni variabel input dan output , dan variabel proses. 1. Variabel Input 2. Variabel proses : Siswa kelas III MI Wali Songo Sawohan Sidoarjo : Media buku KKPK judul 2 of Me karangan Izzati

3. Variabel output D. Rencana Tindakan

: Keterampilam membaca nyaring.

Penelitian ini dilakukan dengan memberikan tindakan berupa : 1. Rencana Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan memberikan tindakan dengan menggunakan media buku KKPK judul 2 of Me karangan Izzati , mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada aspek pengajaran keterampilan membaca nyaring, dengan harapan adanya peningkatan dalam keterampilan membaca nyaring pada siswa. Dalam perencanaan penelitian dilakukan kegiatan antara lain : a. Persiapan pelaksanaan PTK. b. Persiapan partisipan : 1) Memberikan simulasi kepada guru tentang penyelenggaraan. 2) Melakukan konsolidasi dengan guru tentang tata cara melakukan penelitian dan job discription : a) Penyusunan instrumen dan skenario penelitian Menyusun RPP Menyusun instrumen observasi Menentukan pelaku tindakan Menentukan pelaku observasi

b) Menyiapkan alat peraga yang digunakan dalam penelitian. c. Menyusun rencana tindakan Tindakan yang diberikan adalah menggunakan media buku KKPK , dan bidang pengembangan yang diharapkan dapat meningkatkan adalah aspek afektif, kognitif dan psikomotorik, diantara aspeknya meliputi

keterampilan dalam membaca nyaring.

2. Pelaksanaan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian Kurt Lewin, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus berikutnya. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus, pada masing-masing siklus terdiri dari kegiatan sebagai berikut : a. Perencanaan. b. Pelaksanaan Tindakan. c. Pengamatan/Observasi. d. Refleksi. Tindakan siklus I a. Tahap Perencanaan Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah : 1. Menentukan pokok bahasan. 2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) pada siklus I yang difokuskan pada perencanaan langkah-langkah perbaikan atau skenario tindakan yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca nyaring. Dalam rencana perbaikan

pembelajaran ini peneliti menggunakan media buku KKPK judul 2 of Me karangan Izzati 3. Mengembangkan skenario pembelajaran. 4. Menyiapkan sumber belajar. 5. Menyiapkan fasilitas dan sarana pendukung. 6. Menyiapkan instrumemn pengumpulan data yaitu : a) Lembar pengamatan aktivitas siswa. b) Lembar pengamatan aktivitas guru.

c) Lembar tes sebelum tindakan (pretes). d) Lembar tes akhir pembelajaran sesudah tindakan (post tes). 7. Merencanakan kriteria keberhasilan perbaikan pembelajaran : Hasil observasi aktivitas siswa dan guru selam prose pembelajaran mencapai prosentase 85%. Hasil belajar siswa tuntas secara perorangan maupun secara klasikal. b. Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan siklus 1 peneliti dibantu guru ( kolaborator ) melaksanakan skenario pembelajaran seperti yang telah direncanakan di dalam RPP yaitu sebagai berikut :  Kegiatan awal 1. Berdoa 2. Apersepsi o Bernyanyi o Bertanya tentang bacaaan apa yang disukai o Menyampaikan tujuan materi yang akan diajarkan. 3. Motivasi o Apabila mereka menguasai materi ini maka akan berguna bagi kehidupan mereka. o Banyak hikmah yang dapat diambi dari bacaan yang akan mereka baca.  Kegiatan Inti 1. Guru menuliskan judul sebuah bacaan di papan tulis.

2. Siwa memprediksi bacaan yang akan mereka baca dari judul yang telah ditulis di papan tulis. 3. Guru menampung semua prediksi siswa 4. siswa membaca paragraf pertama pada bacaan yang telah disediakan 5. guru menjelaskan dan memberi penguatan dari bacaan. 6. Begitulah seterusnya dilakukan sampai paragraf terakhir. 7. Siswa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan.  Kegiatan Akhir 1. Siswa menyampaikan pelajaran yang dapat diambil dari bacaan tersebut 2. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran 3. Menutup dengan doa

c. Tahap Observasi Pada tahap ini peneliti barsama kolaborator (guru) melakukan pengumpulan data proses yang berupa lembar onservasi guru dan siswa selama proses pembelajaran dan hasil balajar siswa dengan memberikan tes diakhir pembelajaran, untuk selanjutnya diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah :

1) Tes evaluasi akhir pembelajaran Instrumen ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebagai patokan untuk mengukur kemampuan siswa dan ketuntasan belajar siswa dalam menguasai materi. Instrumen ini dibuat oleh peneliti kemudian dikonsultasikan kepada kolaborator yang bersangkutan. Tes evaluasi digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran. Tes ini dilakukan di akhir pembelajaran. 2) Lembar Pengamatan saat Pembelajaran Instrumen ini digunakan untuk mengukur kemampuan guru dalam mengelola pembelajarn. Serta digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Lembar pengamatan ini diisi oleh peneliti dan dilaksanakan saat pembelajaran berlangsung. d. Tahap Refleksi Hasil yang didapatkan dalam proses observasi dikumoulkan serta dianalisis. Dari analisis tersebut, tim peneliti melakukan refleksi diri apakah penerapan media buku KKPK dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas III di MI Wali Sngo Sawohan. Dari hasil tersebut guru merancang tindakan untuk siklus kedua. 3. Diskusi hasil tindakan siklus I Setelah tindakan yang sudah dilakukan pada siklus I guru dan observer melakukan diskusi untuk membahs kendala-kendala maupun hasil dari tindakan secara keseluruhan mulai dari awal proses perencanaan sampai refleksi.

Tindakan siklus II a. Tahap perencanaan langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap in adalah : 1. Identifikasi masalah pada siklus I dan penetapan alternatif pemecahan masalah. 2. Menentukan pokok bahasan 3. Membuat ulang RPP dengan media buku KKPK 4. Mengembangkan skenario pembelajaran 5. Menyiapkan sumber belajar 6. Menyiapkan fasilitas dan sarana pendukung 7. Mengembangkan format evaluasi pembelajaran b. Tahap Pelaksanaan  Kegiatan awal

1. Memperbaiki tindakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disempurnakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I 2. Guru menerapkan pembelajaran dengan media buku KKPK 3. Siswa belajar dalam situasi pembelajaran dengan menggunakan media buku KKPK 4. Memantau perkembangan keterampilan membaca nyaring dengan media buku KKPK

c. Tahap Observasi Tahap observasi dilakukan dengan menggant proses pembelajaran yang berlangsung. Observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman yang disiapkan peneliti. Pedoman dalam observasi ini telah dibuat dalam lembar aktivitas siswa dan aktivitas selama proses pembelajaran. d. Tahap refleksi Hasil yang diperoleh dari tindakan siklus II melalui pengamatan dan openelitian hasil keterampilan membaca nyaring siswa kemudian dianalisis. 4. Diskusi hasil tindakan siklus II Setelah tindakan yang sudah dilakukan pada siklus II guru dan observer melakukan diskusi untuk membahas kendala-kendala maupun hasil dari tindakan secara keseluruhan mulai dari awal proses perencanaan sampai refleksi.

E. Data dan Cara Pengumpulannya 1. Sumber Data a. Siswa Untuk mendapatkan data tentang keterampilan siswa selama proses kegiatan belajar mengajar ketika diterapkan media buku KKPK b. Guru

Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi media buku KKPK dalam peningkatan keterampilan membaca nyaring siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. 2. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diupayakan semaksimal mungkin agar bisa mendapatkan data yang benar-benar valid, maka peneliti melakukaan pengumpulan data dengan cara sebagai berikut : 1) Wawancara Dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak terkait dan membawa instrument penelitian sebagai pedoman pertanyaan tentang hal-hal yang akan

ditanyakandengan cara menanyakan beberapa pertanyaan kemudian satu persatu diperdalam dan mengoreknya lebih lanjut. 2) Observasi Observasi adalah proses pengamatan dan pengindraan secara langsung terhadap kondisi, situasi, proses, dan perilaku disaat proses pembelajaran berlangsung. Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dalam PBM dan penerapan media buku KKPK yang dilaksanakan guru dan peneliti. Hal-hal yang diamati meliputi : a) Aktivitas guru pada proses pembelajaran dengan menggunakan media buku KKPK.

b) Aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan media buku KKPK. 3) Tes Hasil Belajar Dalam menggunakan tes, peneliti menggunakan instrumen berupa seperangkat soal-soal tes. Tes tulis dapat dibagi dua, yaitu : a. Pretes Pretes dilakukan sebelum siswa melakukan pembelajaran dengan menggunakan media buku KKPK. Tujuan pretes ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan disampaikan. b. Post tes Post tes diberikan setelah siswa melakukan pembelajaran dengan menggunakan media buku KKPK, yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan siswa tentang materi yang disampaikan 4) Dokumentasi Dokumen adalah laporan tertulis tentang suatu peristiwa yang isinya terdiri dari penjelasan dan pemikiran terhadap peristiwa tersebut. Dokumentasi terdiri dari surat-surat, dokumen resmi, dan foto. Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang ada pada lembaga sekolah sebagai data penunjang. F. Analisis data

Analisis data merupakan cara yang digunakan dalam pengelolahan data yang berhubungan erat dengan perumusan masalah yang telah diajukan sehingga dapat digunakan untuk menarik kesimpulan. Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif yaitu : 1. Data kuantitatif (nilai hasil belajar siswa) dapat dianalisa secara deskriptif. Misanya mencari nilai rata-rata, presentase keberhasilan belajar dll. 2. Data kualitatif, yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberikan gambaran atau faajta sesuai data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa juga untuk mengetahui respon siswa terhadap kegiatan serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk analisis tingkat keberhasilan atau prosentase ketuntasan belajar siswa setelah prose belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tulis pada setiap akhir siklus. Analisi ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yang berupa rumus sederhana sebagai berikut: a. Penilaian hasil belajar ( tes ) Peneliti menjumlahkan nilai yang diperoleh siswa selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa kelas tersebut sehingga diperoleh nilai rata-rata. Nilai rata-rata ini didapat dengan menggunakan rumus :

b. Ketuntasan belajar Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. 1. Ketuntasan secara perorangan Seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila telah mencapai skor minimal atau telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Untuk KKM pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Wali Songo yaitu sebesar 75. Seorang siswa dikatakan memenuhi kroteria ketuntasan minimal apabila : a. Siswa mendapat skor ≥ 75 maka belajar siswa dikatakan tuntas. b. Siswa mendapat skor ≤ 75 maka belajar siswa dikatakan belum tuntas. 2. Ketuntasan secara klasikal Kelas dikatakan tuntas apabila 85% dar siswanya telah mencapai skor ≥ KKM. Untuk menghitung prosentase ketuntasan klasikal digunakan rumus sebagai berikut :
P = F × 100 % N

Keterangan : P = prosentase yang akan dicari. f = Jumlah siswa yang tuntas.

N = Jumlah seluruh siswa. Hasil penelitian yang telah diperoleh tersebut kemudian

diklasifikasikan ke dalam bentuk penskoran nilai siswa dengan menggunakan kriteria standar penilaian madrasah ibtida’iyah sebagai berikut : 90 – 100 70 – 89 50 – 69 0 – 49 G. Indikator Kinerja Indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki proses belajar mengajar di kelas. Indikator kinerja harus realistik dan dapat diukur (jelas cara mengukurnya). Melihat latar belakang permaslahan dan untuk meningkatkan yang ada, peningkatan prestasi belajar siswa , maka dipergunakan indikator sebagai beriku: 1. Siswa a. Tes b. Observasi c. Dokumentasi 2. Guru : Nilai tes siswa (prestes dan post test). : Aktivitas siswa selama proses pembelajaran. : Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. : Sangat baik. : Baik. : Cukup baik. : Tidak baik.

a. Dokumentasi b. Observasi H. Tim peneliti

: Daftar kehadiran siswa. : Aktivitas guru selama proses pembelajaran.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan secara kolaboratif. Dalam hal ini yang menjadi kolaborator adlah guru mata pelajaran Bahsa Indonesia kelas III. Selain menjadi kolaborator, guru juga berperan sebagai observer bersama-sama dengan peneliti dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas. Guru dan kolaborator terlibat secara penuh dalam perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi pada tiap-tiap siklusnya. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus yang sudah dianggap mampu memenuhi hasil yang diinginkan dan mengatasi persoalan yang ada. REFERENSI  GuruIT.com,2009, dilihat 08 November 2011 (http:// guruit07.blogspot.com/2009/01/jenis-jenis-membaca-dan.htm)  Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta. Bumi Aksara  Somadayo, Samsu. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Menbaca. Yogyakarta. Graha Ilmu.  re-searchengines.com, dilihat 20 Desember 2011 (http:/// re-searchengines.com/0106achmad.html Artikel Pendidikan Network - PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI INDONESIA  Tim Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bina Insan Mandiri, materi
pokok keterampilan membaca.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->