P. 1
Fixx

Fixx

|Views: 141|Likes:
Published by Made Widya Pramesti

More info:

Published by: Made Widya Pramesti on Nov 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2015

pdf

text

original

LEARNING TASK

TREND BENTUK DAN JENIS PELAYANAN HOMECARE

OLEH : SGD 3 Ni Wayan Noviyanti Ni Koming Kusuma Antari Putu Rudi Mahardika I Gusti Ayu Meila Satria Dewi Ni Made Sintha Pratiwi Made Widya Pramesti Nyoman Diah Somawardani Kadek Laras Prasanti Dewi Yunita Debi N. Komang Udiyana Sariartha Putu Wira Pramana (0902105020) (0902105021) (0902105023) (0902105025) (0902105027) (0902105030) (0902105033) (0902105035) (0902105037) (0902105039) (0902105069)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2012

Learning Task TREND BENTUK DAN JENIS PELAYANAN HOMECARE 1. Sebutkan 5 jenis terapi komplementer yang ada di Indonesia yang berupa : a. biological base practice b. mind-body techniques c. manipulative and body-based practice d. energy therapies e. ancient medical system 2. Jelaskan apa keuntungan telehealth dan telecare bagi perawat dan pasien 3. Berikan 2 contoh kasus atau kondisi yang ditangani dengan program telehealth dan telecare 4. Apa saja jenis pelayanan yang dapat diberikan dengan telehealth dan telecare

1. Sebutkan 5 jenis terapi komplementer yang ada di Indonesia Jawaban : Terapi komplementer merupakan terapi tambahan di luar terapi utama (medis) dan berfungsi sebagai terapi pendukung untuk mengontrol gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan berkontribusi terhadap penatalaksanaan pasien secara keseluruhan. a. Biological Base Practice Biologically based practice atau terapi biologis merupakan salah satu kategori utama dari terapi komplementer dan alternatif. Secara umum Biologically based practice adalah penggunaan bahan-bahan yang berasal dari alam untuk mempengaruhi proses fisiologis tubuh dan meningkatkan kesehatan. Menurut Cancer Council Biologically based practice merupakan penggunaan makanan, obat-obatan, dan suplemen untuk mempengaruhi fungsi tubuh. Menurut National Institutes of Health (NIH) terapi biologis melibatkan terapi untuk melengkapi diet normal seseorang dengan pemberian ekstrak tambahan, nutrien, tanaman herbal, dan atau makanan tertentu. Terapi biologis lebih sering digunakan sebagai terapi komplementer. Terapi biologi berdasarkan pemberian suplemen seperti tumbuh-tumbuhan, vitamin, mineral, asam lemak, protein, dan probiotik (bakteri hidup yang sering ditemui pada biji-bijian, yogurt, dan makanan fungsional. Penggunaan paling umum terapi biologis adalah untuk obesitas, meningkatkan pembentukan otot dan kinerja, meningkatkan kesehatan secara menyeluruh dan kesejahteraan, mengobati dan mencegah penyakit (contohnya flu dan demam), dan mengurangi depresi. Sedangkan perawatan utama yang menggunakan teori biologis antara lain : 1. Bio Feedback 2. Terapi herbal 3. Hidroterapi 4. Konseling Nutrisi

Terapi biologis yang ada di Indonesia yaitu : 1. Biofeedback Biofeedback menggunakan tampilan visual dari tingkat stress individu untuk membimbing individu tersebut melakukan teknik pernafasan yang teratur dan memberi efek relaksasi sehingga dapat mengurangi respon stress. Biofeedback juga memungkinkan individu menggunakan pikiran untuk mengendalikan respon fisiologis

tubuh secara otomatis seperti ketegangan otot, denyut jantung, suhu kulit, dan tekanan darah. Biofeedback dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan, meningkatkan kinerja, dan mengatur fungsi tubuh. Beberapa manfaat biofeedback antara lain : 1. Rehabilitasi otot pasca terjadinya cedera otot 2. Pengaturan nafas secara teratur sehingga dapat memperoleh denyut jantung yang teratur dan mengurangi stress dan kecemasan 3. Memperlancar aliran darah sehingga mengurangi keluhan sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan gangguan tidur. 4. Membantu mengendalikan nyeri kronis 5. Mengatasi keluhan inkontinensia urin dan fekal Serta masih banyak manfaat lainnya bagi kesehatan. Tiga bentuk paling umum digunakan dalam terapi biofeedback yaitu : 1. Elektromiografi (mengukur ketegangan otot) 2. Thermal Biofeedback (mengukur suhu kulit) 3. Neurofeedback atau electroencephalography (EEG) yang mengukur aktivitas gelombang otak

2. Terapi Herbal Terapi herbal medik, yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal ini akan diatur lebih lanjut oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu: a. Sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah memiliki kompetensi. b. Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk sediaan farmasi. c. Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah mendapat izin dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan akan dilakukan pemantauan terus – menerus. Keputusan Menkes RI No 1076/Menkes/SK/VII/2003 mengatur tentang

penyelenggaraan Pengobatan Tradisional. Di dalam peraturan tersebut diuraikan cara-

cara mendapatkan izin praktek pengobatan tradisional beserta syarat- syaratnya. Khusus untuk obat herbal, pemerintah mengeluarkan Keputusan Menkes RI Nomor 121 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Medik Herbal.

3. Hidroterapi Hidroterapi adalah teknik/cara perawatan tubuh dengan menggunakan bantuan air (hangat, panas, dingin, uap air, air es) baik diam maupun bergerak (berupa arus/semburan air yang ditimbulkan secara elektronik/alamiah) dapat memberikan efek pijatan dan stimulasi jaringan kulit dan otot dengan berbagai keuntungan, antara lain: melancarkan sirkulasi di seluruh tubuh melalui efek tekanan hidrostatik pada pembuluh darah dan limfe, relaksasi otot, merangsang pembuangan sampah metabolik/racun (toxin) dari dalam sel ke aliran darah dan melalui kulit, mengurangi ketegangan saraf, serta memberikan relaksasi dan istirahat. Hidroterapi akan memberi manfaat yang optimal jika suhu air diganti-ganti tanpa memicu munculnya perlindungan dan pertahanan tubuh yang bersifat negatif. Untuk terapi SPA (Solus Per Aqua) atau dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai terapi Sehat Pakai Air, diatur dalam Permenkes RI No. 1205/ Menkes/Per/X/2004 tentang pedoman persyaratan kesehatan pelayanan Sehat Pakai Air (SPA). Manfaat hidroterapi antara lain : menggunakan dan merelaksasikan otot, memperbaiki pola jalan dan postur tubuh, mengurangi nyeri, bengkak, kaku otot dan sendi, meningkatkan fungsi jantung, sirkulasi darah dan pernafasan, meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup, memperbaiki keseimbangan dan koordinasi, memperbaiki lingkup gerak sendi, stroke, nyeri sendi lutut dan penyakit rematik, scoliosis, gangguan perkembangan anak, paska cedera kepala dan tulang belakang, paska cedera olah raga, paska operasi patah tulang, paska melahirkan. Beberapa model terapi air, antara lain: mandi Kneipp, sauna dan uap, jacuzzi dan rendam air panas, irigasi kolon, berjalan di pantai, watsu, berenang bersama lumbalumba, mandi rendam, dan mandi siram air dingin.

4. Konseling Nutrisi Konseling nutrisi/gizi adalah suatu proses komunikasi interpersonal/dua arah antara konselor dan klien untuk membantu klien mengenali, mengatasi dan membuat keputusan yang benar dalam mengatasi masalah gizi yang dihadapi (Dep.kes, 2000). Tujuan konseling gizi adalah menyelenggarakan pendidikan gizi melalui pendekatan

konseling adalah terjadinya pemecahan masalah yang dihadapi oleh seseorang yang akan diatasi sendiri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya setelah melalui konseling yang diberikan oleh tenaga gizi. Jenis-jenis nutrisi yang dapat digunakan untuk terapi biologis antara lain : 1. Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk proses metabolisme. Mineral dibagi dalam 2 kelompok yaitu mineral mikro (boron, kromium, kobalt, copper, flourida, iodin, besi, mangan, molybdenum, selenium, silikon, vanadium, seng) dan mineral makro (kalsium, fosfor, kalium, natrium klorida, magnesium, sulfur).  Kalsium Membantu pembentukan gigi dan tulang, pembekuan darah pada luka, dan mempertahankan kesehatan fungsi saraf dan otot. Dosis RDA 1000 mg sehari.   Magnesium Menjaga kesehatan jantung. Dosis 400 mg sehari. Fosfor Menjaga kondisi tulang dari kehilangan kalsium, membentuk otot, dan membantu sintesa hormon testosteron. Dosis RDA 2 – 5 mg sehari.  Zat besi Membantu pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah dan mencegah anemia. Dosis RDA 18 mg sehari.  Kalium Mempertahankan keseimbangan garam dan air dalam tubuh dan kesehatan fungsi saraf dan otot. Dosis RDA 800 mg sehari. Dan berbagai mineral lainnya. 2. Asam Lemak (omega-3) Lemak yang terdapat pada makanan terdiri dari beberapa jenis asam lemak yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Saat ini banyak diteliti tentang asam lemak tidak jenuh omega-3 yang banyak terdapat dalam minyak ikan. Manfaat omega-3 antara laindapat menurunkan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida) dan dapat mencegah pembekuan darah yang disebabkan pembekuan butir-butir pembekuan darah (trombosit) yang merupakan hal yang penting dalam mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah arteri. 3. Asam Amino

Asam amino dapat didefinisikan sebagai kumpulan besar satuan organik, yang mewakili produk akhir dari mata rantai protein. Pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi semuanya bergantung pada protein, dan protein sangat bergantung pada tersedianya asam amino. 4. Probiotik dan Prebiotik Prebiotik adalah suatu unsur makanan yang non-digestible, yang mempunyai pengaruh menguntungkan bagi hospes oleh secara selektif menstimulasi pertumbuhan dan/atau aktivitas metabolic dari satu atau sejumlah terbatas bakteri dalam kolon, sehingga memperbaiki kesehatan hospes. Sedangkan pada manusia, Lactobacillus (L. acidophilus, L. casei, L. delbruekii, subsp. bulgaricus, L. johnsonii), umum digunakan sebagai probiotik. Fungsi probiotik dan prebiotik adalah Probiotik mengusir mikroorganisme jahat dari usus secara langsung dengan cara mendominasi perebutan nutrisi di tempat itu. Prebiotik mengusir dengan cara menciptakan kondisi keasaman tertentu yang tidak disukai oleh mikroorganisme jahat.

b. Mind-Body Techniques Didasarkan pada teori bahwa faktor mental dan emosional dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Metode perilaku, psikologis, sosial, dan spiritual yang digunakan untuk menjaga kesehatan dan mencegah atau menyembuhkan penyakit.  Meditasi Meditasi (semadi) adalah pemusatan pikiran dan perasaan. Meditasi umumnya mengacu pada keadaan dimana tubuh secara sadar menjadi rileks dan pikiran dibiarkan menjadi tenang dan terpusat. Beberapa agama mengembangkan pula meditasi ritual, meskipun meditasi itu sendiri tidak harus merupakan aktivitas religius atau spiritual. Meditasi atau semadi ini sendiri merupakan praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari, yang pada gilirannya memiliki manfaat bagi kesehatan fisik, emosional, psikis, dan fungsi otak. Naranjo and Ornstein mengklasifikasikan meditasi menjadi 3 jenis yaitu meditasi konservatif, meditasi pembukaan dan meditasi ekspresif.  Guide Imagery

merupakan teknik relaksasi yang berfokus dan mengarahkan imajinasi seseorang. Latihan guided imagery relaxtion merupakan intervensi perilaku untuk mengatasi kecemasan, stress dan nyeri (Yung et al, 2001). Guided imagery relaxation dapat mengurangi tekanan dan berpengaruh terhadap proses fisiologi seperti menurunkan tekanan darah, nadi dan respirasi dan meningkatkan suhu tubu h. Hal itu karena guided imagery relaxtion dapat mengaktivasi sistem saraf parasimpatis (Ackerman dan turkoski, 200, Tusek and Cwynar, 2000) Tujuan dari guided imagery relaxtion adalah mengalihkan perhatian dari stimulus nyeri atau kecemasan kepada hal – hal yang menyenangkan dan relaksasi.

(Ackerman and Turkoski,2000). Selama latihan relaksasi seseorangn dipandu untuk rileks dengan situasi yang tenang dan sunyi (Tusek and Cwynar, 2000) Guided imagery relaxtion dimulai dengan pasien diminta untuk menutup matanya secata perlahan dan konsentari pada pernafasannya. Kemudian diminta untuk fokus kehidupan yang tenang dan damai sampai dapat merasakan, mendengar. Mereka diminta melawan ketakutan, keragu – raguan atau hambatan yang mereka rasakan. Guided imagery relaxation dapat memberikan mengobati, ketakutan , keragu – raguan dan hambatan (Tusek and Cwynar, 2000)  Hypnotherphy Hypnotherapy adalah Salah satu cara untuk mengatasi berbagai macam permasalahan psikilogis (Psikoterapi) dengan mengaplikasikan teknik hypnosis. Hypnotherapy juga merupakan teknik yang sangat efektif untuk menjangkau pikiran bawah sadar seseorang, karena pada umumnya permasalahan psikologis disebabkan oleh memori, pengalaman atau pemahaman yang tertanam dalam pikiran bawah sadar. Menurut James Brais (1843), hipnosis adalah neurohypnotism atau saraf yang tertidur yang memungkinkan seseorang masuk kedalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/unconcious) dan biasanya dilakukan pada orang yang mudah disugesti. Secara umum, mekanisme kerja hipnoterapi berhubungan dengan sistem kerja otak manusia yang dapat menstimulir otak untuk meningkatkan mood.  Terapi Musik Terapi musik adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang menggunakan musik dan aktivitas musik untuk mengatasi berbagai masalah dalam aspek fisik,

psikologis, kognitif dan kebutuhan sosial individu yang mengalami cacat fisik (AMTA, 1997) Manfaat terapi musik :  Membantu mengekspresikan perasaan  Membantu rehabilitasi fisik,  Memberi pengaruh positif terhadap kondisi suasana hati dan emosi,  Mengingatkan memori, serta menyediakan kesempatan yang unik untuk berinteraksi  Membangun kedekatan emosional  Teknik Relaksasi Nafas Dalam Teknik relaksasi nafas dalam merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan, yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan napas dalam, napas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan intensitas napas secara perlahan, napas dalam Selain juga dapat dapat

menurunkan

nyeri, teknik

relaksasi

meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah (Smeltzer & Bare, 2002)

c. Manipulative And Body-Based Practice Manipulative and body-based practices (Praktek manipulatif dan berbasis tubuh) berfokus terutama pada struktur dan sistem tubuh, termasuk tulang dan sendi, jaringan lunak, dan peredaran darah dan sistem limfatik. Beberapa praktek yang berasal dari sistem tradisional obat, seperti dari China, India, atau Mesir, sementara yang lain dikembangkan dalam 150 tahun terakhir (misalnya, manipulasi chiropractic dan lain-lain). Meskipun banyak provider memiliki pelatihan formal dalam anatomi dan fisiologi manusia, ada cukup banyak variasi dalam pelatihan dan pendekatan dari penyedia baik di dalam dan modalitas. Meskipun heterogenitas ini, praktek-praktek manipulatif dan berbasis tubuh memiliki beberapa karakteristik umum, seperti prinsip bahwa tubuh manusia adalah mengatur diri sendiri dan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri dan bahwa bagian-bagian dari tubuh manusia saling bergantung. Praktisi di semua terapi ini juga

cenderung untuk menyesuaikan pengobatan mereka dengan kebutuhan khusus dari setiap pasien. Jenis – jenis pengobatan yang menggunakan praktek manipulative and body-based di Indonesia antara lain: 1. Chiropractic Ilmu pengetahuan chiropractic menangani hubungan antara artikulasi kerangka dan sistem syaraf dan peran dari hubungan ini dalam pemulihan dan pemeliharaan kesehatan.Permasalahan utama dari chiropractic adalah tidak normalnya struktur atau fungsi dari kolom vertebra (vertebral column) yang secara klinis dikenal sebagai kompleks subluksasi vertebra (vertebral subluxation complex).Kompleks subluksasi mencakup setiap perubahan struktur tulang belakang yang berdekatan yang bersifat dinamis secara biokimia dan fisiologi (biochemical and physiological dynamics contigous spinal structures) yang dapat menyebabkan gangguan neurologi. Praktik chiropractic terdiri dari analisa dari gangguan pada transmisi dan ekspresi syaraf normal yang disebabkan oleh tidak normalnya satu atau lebih unit motor vertebra atau struktur skeletal lainnya dan perbaikannya dengan penyesuaian dari struktur-struktur ini untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan, tanpa menggunakan obat atau pembedahan. Aplikasi klinis dari chiropractic mencakup penyesuaian vertebra tulang belakang dan artikulasi skeletal lainnya; penggunaan x-ray analitis dan diagnostik dari sistem skeletal dan jaringan-jaringan di sekitarnya; prosedur ini diperlukan untuk mengetahui gangguan pada sistem skeletal neuromuskular dan kondisi-kondisi yang terkait dengannya; dan penggunaan prosedur diagnostik fisik, klinis dan laboratorium untuk memastikan sifat masalah pasien dan menanggapi dengan benar sehingga dapat memberikan perawatan yang optimal terhadap pasien. Sejalan dengan konsep ini adalah kewajiban untuk berkonsultasi dengan, atau merujuk kepada penyedia perawatan kesehatan sebelum, selama atau setelah memberikan perawatan chiropractic, apabila menurut pendapat profesionalnya, hal tersebut diperlukan dan dilakukan untuk kepentingan terbaik dari pasien. 2. Refleksi Refleksi bisa dilakukan dengan menekan titik-titik refleksi di daerah kaki dengan menggunakan tangan ataupun alat bantu. Caranya dengan menekan buku jari telunjuk yang ditekuk di titik-titik tersebut. Alat bantu yang digunakan semacam tongkat kecil untuk menekan. Untuk mempermudah biasanya bagian kaki yang akan dipijat dilumuri

dulu dengan lotion atau minyak. Mula-mula kaki akan dipijat biasanya seperti gerakan pijat ( massage) lain. Sesuadah kaki dipijat, barulah terapis refleksologi mulai menekan titik-titik refleks yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang dirasakan. Mulamula kaki kiri dulu yang dipijat, baru kemudian kaki yang kanan, dengan arah ke atas menuju jantung, mengikuti aliran darah. Semua itu membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit lamanya, dengan frekuensi seminggu sekali di awal-awal terapi. Terapi pijat refleksi dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti sakit kepala, depresi, sindrom pra-haid, asma, gangguan pencernaan, penyakit kulit, dan arthritis.Titik-titik tertentu di daerah telapak kaki yang berjumlah 70 itu menurut teori refleksologi berhubungan erat dengan seluruh organ tubuh, seperti usus, lambung, hati, ginjal, limpa, pankreas, dan jantung.Pijatan di kaki kanan berhubungan dengan tubuh bagian kanan, sedangkan kaki kiri berhubungan dengan tubuh bagian kiri. 3. Terapi Pijat a. Back Massage Back massage adalah tindakan masase punggung dengan usapan yang perlahan selama 3-10 menit (Potter & Perry, 2005). Masase punggung ini dapat menyebabkan timbulnya mekanisme penutupan terhadap impuls nyeri saat melakukan gosokan penggung pasien dengan lembut. Pesan yang dihasilkan akan menstimulasi mekanoreseptor. Apabila masukan yang dominan berasal dari serabut delta-A dan serabut C, maka akan membuka sistem pertahanan disepanjang urat saraf dan klien mempersepsikan nyeri. Alur saraf desenden melepaskan opiat endogen yaitu pembunuh nyeri alami yang berasal dari tubuh. Neuromedulator ini menutup mekanisme pertahanan dengan menghambat substansi P. Tehnik distraksi, konseling dan pemberian stimulus kutaneus merupakan upaya untuk melepaskan endrofin (Potter & Perry, 2005). Manfaat Back Massage:  Pelebaran pembuluh darah dan memperbaiki peredaran darah di dalam jaringan tersebut. Dengan cara ini penyaluran zat asam dan bahan makanan ke sel-sel diperbesar dan pembuangan dari zat-zat yang tidak terpakai akan diperbaiki. Jadi akan timbul proses pertukaran zat yang lebih baik. Aktifitas sel yang meningkat akan mengurangi rasa sakit dan akan menunjang proses penyembuhan luka, radang setempat seperti abses, bisul-bisul yang besar dan bernanah, radang empedu, dan juga beberapa radang persendian.

   

Pada otot-otot, memiliki efek mengurangi ketegangan. Meningkatkan relaksasi fisik dan psikologis. Penggunaan stimulus kutaneus yang benar dapat mengurangi persepsi nyeri dan membantu mengurangi ketegangan otot yang dapat meningkatkan nyeri. Penurunan intensitas nyeri, kecemasan, tekanan darah, dan denyut jantung secara bermakna.

b. Shiatsu Shiatsu adalah bentuk dari terapi Jepang yang memanfaatkan jari dan telapak tangan untuk menerapkan tekanan pada titik-titik tertentu dari tubuh. Shiatsu didisain untuk mengatur aliran energi di dalam tubuh. Jenis pijat ini membantu menenangkan, meningkatkan energi, serta menyeimbangkan tubuh. c. Acupressure Akupresur merupakan pengembangan dari teknik akupuntur. Pada prinsipnya, tujuan kedua perawatan ini tidak berbeda, tergantung dan jenis keluhan. Keduanya dipakai untuk merangsang titik-titik yang ada di tubuh, menekan hingga masuk ke sistem saraf. Jika dalam penerapan akupuntur harus memakai jarum, maka dengan hanya memakai gerakan dan tekanan jari yaitu jenis tekan putar, tekan titik, dan tekan lurus akupresur dapat dilakukan (Harper, 2006). Prinsip dari akupresur ini dikenal sebagai adanya aliran energi vital di tubuh ( dikenal dengan nama Chi atau Qi ( Cina ) dan Ki ( Jepang). Aliran energi ini sangat mempengaruhi kesehatan. Teknik acupressure dilakukan dengan menekan titik tertentu ( yang dikenal dengan nama acupoint ) dengan menggunakan telunjuk maupun ibu jari untuk menstimulasi aliran energi di meridian. Daerah atau lokasi yang dilakukan penekanan ini disebut acupoint. Acupoint terletak di seluruh tubuh, dekat dengan permukaan kulit dan terhubung satu sama lain melalui jaringan yang komplek dari meridian. (Turana, 2004). 4. Gerakan Tubuh a. Yoga Asana (fokus: gerakan) Program Yoga Asana ini diperkenalkan sebagai latihan untuk membangun kebugaran alamiah-menjaga stamina tubuh serta sebagai therapy pengobatan. Bentuk latihannya terdiri dari beberapa rangkaian asanas yoga yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh,menjaga vitalitas,mencegah dan mengobati berbagai penyakit (jerawat berlebihan, lemah/kurang gairah/mudah terkena penyakit,gangguan

pencernaan,sulit tidur,otot kaku/ketegangan pada bagian tengkuk,pegel pegel pada bagian pinggang dan punggung,rematik/encok, dan lain –lain. b. Senam Pilates Senam pilates merupakan sebuah program yang melatih tubuh kita dari dalam ke luar dengan cara memfokuskan pada otot-otot inti kita, seperti pada bagian perut dan punggung. Seperti halnya yoga, senam pilates merupakan sebuah bentuk latihan olah tubuh dan pikiran dimana senam pilates lebih berfokus pada pentingnya pernafasan yang dilakukan secara benar pada saat melakukan gerakan tubuh yang sangat detail. Perbedaan senam pilates dengan yoga adalah bila yoga pada dasarnya merupakan bentuk latihan spiritual dengan mendapatkan manfaat kesehatan fisik. Sedangkan senam pilates lebih fokus ke olagraga. Senam pilates sangat bagus untuk memperbaiki postur tubuh. Karena gerakan senam pilates dapat memperkuat punggung bagian bawah serta perut (abdomen). Jadi dengan melakukan senam pilates, kita akan mendapatkan perut yang rata serta otot yang lebih panjang sehingga memberikan efek langsing pada tubuh kita. 5. Terapi Lain a. Cupping (Bekam) Tenkik bekam ini menggunakan metode terapi yang didasarkan pada kulit di daerah titik tertentu kemudian dipompa oleh suatu alat, sehingga terjadi penggelembungan kulit. Ada 3 jenis bekam yang dipergunakan:  Bekam Basah. Disini permukaan kulit disedot terlebih dahulu, lalu dilukai atau disayat dengan menggunakan lancet (jarum yang tajam) atau pisau bedah kemudian disekitarnya disedot kembali untuk mengeluarkan darah yang berisi sisa-sisa toksid dari dalam tubuh. Setiap sedotan dibiarkan selama 2-3 menit kemudian dibuang kotorannya dengan cara ditempatkan pada cawan atau tempat sampah khusus. Maksimal sedotan tidak lebih dari 7 kali. Darah yang mengandung toksid berwarna hitam pekat seperti jeli atau berbuih. Jarak waktu pengulangan bekam di tempat yang sama adalah 2-3 minggu. (Sahlan, 2010)  Bekam Kering Bekam jenis ini adalah pengembangan dari bekam basah. Disini bekam hanya dilakukan satu kali selama 15-20 menit. Setelah selesai baru dioleskan lagi

minyak untuk mempercepat menghilangkan lebam bekas bekam kering tersebut. (Sahlan, 2010) Manfaat bekam kering pada tubuh yaitu meringankan rasa sakit dan mengurangi penumpukan darah, penyakit paru-paru yang kronis, mengobati nephritis, mengatasi radang pada organ bagian dalam (selaput, jantung, urat syaraf atau daerah punggung bawah yang mulai sejajar dari pusar ke bawah dan di sela tulang-tulang dada), menahan derasnya haid dan hidung mimisan, mengatasi masuk angin. (Rachmadila, 2009)  Bekam dengan pemanasan cup Teknik ini menggunakan pemanasan udara di dalam cup, dan sering menggunakan bola kapas direndam dalam alkohol, kemudian dinyalakan. Cup dipanaskan langsung terbalik dan ditempatkan pada kulit. Vakum yang dihasilkan mengisap partway kulit ke dalam cup, yang dapat dibiarkan di tempat selama beberapa menit. Bekam telah digunakan untuk mengobati bronkitis, asma, gangguan pencernaan, dan beberapa jenis nyeri. b. Scrapping (Kerokan) Terapi ini diterapkan dengan menggosokan alat yang di kulit dilumasi (diminyaki atau basah), biasanya di bagian belakang, leher, dan bahu, atau di Indonesia biasa disebut kerokan. Scraping (kerokan) dapat menyebabkan kenaikan kadar Beta-endorfin yang bermakna sehingga akan mengurangi rasa nyeri otot (mialgia), menimbulkan rasa nyaman, segar, eforia. Scraping (kerokan) ini ada dua jenis, yaitu: Coining menggunakan koin, spooning menggunakan sendok. Terapi ini digunakan untuk mengobati flu, influenza umum, nyeri otot dan kekakuan, dan gangguan lainnya.

d. Energy Therapies Terapi energi adalah terapi berfokus pada lapangan energi spt magnetik, dan biofield yg diyakini melingkungi tubuh dan menembus tubuh. Macam-macam terapi energi : 1. Terapi magnet Magnet dapat digunakan sebagai pengobatan.Magnet tidak hanya digunakan untuk manufacture dan kompas saja,para ilmuwan dan fisikawan meneliti kegunaan Magnet sebagai sifat penyembuhan serta pengobatan dalam berbagai macam penyakit. Selama berpuluh-puluh tahun Terapi Magnet banyak digunakan pada beberapa kebudayaan di antaranya China,Yunani,Mesir,dan negara-negara di Timur tengah lainnya,sebagai

Elemen pencegahan dan pengobatan suatu penyakit,juga sebagai penghilang rasa sakit,dan gejala-gejala lainnya. Berbagai penelitian Klinis di Amerika serikat,menyatakan Magnet sebagai salah satu metode penyembuhan, untuk menghilangkan rasa sakit, nyeri serta gejala-gejala lain yang menimbulkan masalah dalam kesehatan tubuh. Jepang dan negara-negara eropa lainnya melakukan analisa pengkajian klinis kemudian menemukan manfaat-manfaat medis dari Terapi Medan Magnetic yang menjanjikan cara untuk mengatasi kondisikondisi medis,baik ringan,menengah maupun kronis,berikut beberapa ulasan medis para ilmuwan. Sebuah Penelitian di Italia, penggunaan Medan Magnetic Menemukan bahwa pengobatan Magnetik dapat membantu meningkatkan aktivitas kortikal otak pasien dan membantu memahami dunia di sekitarnya dengan lebih baik. Laporan yang dimuat dalam Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry ini menemukan bahwa stimulasi Magnetik yang berulang-ulang dapat bermanfaat bagi pasien penyakit saraf seperti Alzheimer. Penelitian lain menemukan bahwa Magnet bisa meredakan rasa sakit akibat radang sendi di lutut dan pinggul. Sebuah penelitian oleh University of Virginia,penggunaan Medan Magnetic membuktikan bahwa Magnet dapat mengurangi pembengkakan.Ilmuwan menemukan bahwa Magnet statis mampu mengurangi pembengkakan kaki belakang pada tikus hingga 50%. Teorinya adalah daerah yang terkena kalsium dalam sel otot menyebabkan pelebaran pembuluh darah arteri.Dengan memaparkan Magnet,pelebaran tersebut dapat dikurangi. 2. Terapi Sentuhan. Sentuhan-Quantum adalah sebuah penyembuhan dengan sentuhan tangan yang efeknya akan terasa secara langsung. Tubuh yang mengalami gangguan akan merespons secara langsung energi yang keluar dari Praktisi Terapi Energi SentuhanQuantum. Efek yang ditimbulkan Sentuhan-Quantum dapat mengembalikan posisi tulang yang tidak tepat, mengurangi rasa sakit dan peradangan, dan menyeimbangkan semua organ tubuh. 3. Terapi Reike Dalam bahasa Jepang “Rei” berarti alam semesta dan “Ki” berarti energi vital. Terapi Reiki merupakan teknik untuk mengakses energi alam semesta untuk digunakan bagi kesehatan fisik, emosi serta mental. Energi reiki masuk melalui cakra mahkota. Cakra ini terletak di atas kepala dan merupakan cakra tertinggi manusia dan sering disebut cakra spiritual. Semua energi yang masuk melalui cakra mahkota diyakini mempunyai sifat positif, getaran tinggi dan mempunyai kekuatan penyembuhan fisik, emosi,

mental dan spiritual. Penyembuhan energi lainnya seperti prana dll energy tidak masuk melalui cakra mahkota tetapi melalui cakra lainnya seperti cakra dasar, pusar (tenaga dalam), tangan dan jantung. Terapi Reiki banyak membantu dalam kesembuhan baik fisik maupun mental. Beberapa penyakit fisik ringan : asma, migrain, sakit gigi dll. Penyakit fisik berat : kanker, jantung, paru – paru, batu ginjal dll. Penyakit mental : stress, gugup, trauma dll. 4. Terapi TENS Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) merupakan salah satu teknik analgesik non-invasif yang sekarang telah digunakan secara luas di berbagai tempat praktek ahli fisioterapi, perawat dan bidan. Teknik ini dapat dilakukan di klinik oleh profesional medis atau dapat dilakukan di rumah oleh si pasien yang telah membeli peralatan TENS. Indikasi utama TENS adalah untuk manajemen nyeri akut dan nyeri kronik non-keganasan. Tetapi, TENS juga digunakan sebagai terapi paliatif untuk mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh penyakit tulang metastase dan neoplasma. Untuk pengobatan, TENS merupakan elektroterapi yang paling luas penggunaannya dalam meredakan rasa nyeri. Metode ini menjadi populer karena tidak invasif, mudah untuk dilakukan dan memiliki efek samping yang minimal atau interaksi obat. Karena tidak ada kemungkinan untuk terjadi overdosis atau keracunan, pasien dapat melakukan TENS secara mandiri dan mengatur sendiri dosis yang mereka perlukan. Efek TENS dapat segera dirasakan, jadi cara ini efektif untuk mengurangi rasa nyeri dengan segera. 5. Terapi Akupressur Akupresur adalah salah satu bentuk terapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Layanan terapi ini bertujuan untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan, kelelahan dan penyakit. Layanan akupresur dapat menyembuhkan sakit dan nyeri yang sukar disembuhkan seperti nyeri punggung, spondilitis, kram perut, gangguan neurologis, artritis, serta gangguan dalam kesulitan tidur, hiperaktifitas, kesulitan makan, obesitas, dst.

e. Ancient Medical System Ancient medical systems adalah perawatan medis secara kuno. Tampaknya terapi secara tradisional kembali diminati di masyarakat. Mungkin masyarakat berpikir bahwa cara-cara

tradisional lemih sederhana, lebih alami dan mengeluarkan biaya yang sedikit. Bagian-bagian dari Ancient Medical Systems adalah : 1. Obat tradisional Chinese Dalam istilah yang sangat luas, pengobatan Cina kuno dibagi ke dalam dua kategori: kedokteran internal dan eksternal. Obat internal meliputi obat herbal dan perubahan pola makan untuk mencegah dan mengobati penyakit. Pengobatan Cina eksternal meliputi terapi seperti akupunktur dan pijat Cina. 2. Aryuvedic Ayurveda adalah konsep atau ilmu kesehatan yang tercatat di dalam “veda”, kitab sastra tertua di dunia, pada 4000 tahun yang lalu. Dalam bahasa sansekertaa, Ayur berarti kehidupan sedangkan Veda berarti pengetahuan, sehingga "Ayurveda" secara harfiah bermakna Ilmu Kehidupan. Prinsip dasar dari Ayurveda adalah mencegah timbulnya penyakit dengan menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, jiwa dan lingkungan. Konsep kesehatan Ayurveda telah mencakup seluruh sistem kehidupan manusia sehingga menjadikan Ayurveda sebagai sistem pengobatan dan perawatan kesehatan terlengkap di dunia. Ayurveda berasal dari India dan telah tersebar luas ke Mesir, Yunani, Timur Tengah dan Roma. Pada 700 tahun sebelum masehi, para ilmuwan dari daratan Cina telah mempelajari Ayurveda di India. Para biksu-biksu budha juga turut memperkenalkan obat-obatan Ayurveda ke berbagai negara seperti Tibet, Birma, Cina dan Jepang. Obat-obatan dan herbal yang berasal dari daratan Cina dan begitu terkenal saat ini, juga merupakan bagian dari konsep kesehatan Ayurveda. Prinsip dasar dari Ayurveda adalah mencegah timbulnya penyakit dengan menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, jiwa dan lingkungan. Konsep kesehatan Ayurveda telah mencakup seluruh sistem kehidupan manusia sehingga menjadikan Ayurveda sebagai sistem pengobatan dan perawatan kesehatan terlengkap di dunia saat ini. Ayurveda secara khusus menggunakan tumbuhan untuk membenahi

ketidakseimbangan yang terjadi pada tubuh manusia sebelum berkembang menjadi penyakit. Dengan menggabungkan beberapa jenis tumbuhan/herbal, Ayurveda telah terbukti mampu mengatasi berbagai gangguan kesehatan yang tejadi pada tubuh manusia. Saat ini, Ayurveda telah banyak dipergunakan dalam sistem pengobatan

modern. Hal ini dipicu oleh banyaknya penelitian-penelitiah ilmiah yang dilakukan dan telah membuktikan betapa efektifnya peran tumbuh-tumbuhan/herbal pada kesehatan manusia. 3. Akupuntur Akupuntur atau Acupunture berasal dari kata Latin yaitu ACUS berarti jarum dan PUNGERE berarti tusuk. Akupuntur atau Acupunture adalah sejenis terapi yang menggunakan teknik penusukan jarum-jarum halus pada titik tertentu di badan yang lebih dikenal sebagai „ acupunture point. Terapi Akupuntur telah digunakan oleh berbagai masyarakat kuno pada awal jaman seperti orang-orang Bunti Afrika, Arab Tigris, Mesir kuno, India dan China. Namun begitu, ahli-ahli terapi memberikan penghormatan mereka lebih kepada China. Hal ini kerana terapan Akupuntur ini telah lama dilakukan oleh penduduk di negeri China yaitu sejak 4000 tahun yang lalu hingga hari ini. Sejarah juga ada membuktikan bahwa bangsa China merupakan bangsa pertama di dunia yang mencatatkan sejarah dalam perubatan Akupuntur. Praktisi pengobatan Akupuntur menyatakan bahwa terdapat 365 titik Akupuntur / Akupunture atau Acupuntre yang utama dan lebih 1000 titik Akupuntur istimewa pada tubuh manusia. Titik Akupuntur merefleksikan susuatu gangguan apabila sesuatu penyakit pada organ badan kita mewujudkan rasa sakit dan bengkak di tempat yang jauh daripada organ kita. Sebagai contoh, rasa sakit pada diafragma bisa menyebabkan rasa sakit di hujung bahu. Seorang peneliti terkemuka, menyatakan bahwa tekanan pada titik – titik tertentu adalah berkaitan dengan pola rasa nyeri dan apabila diberi sesuatu rangsangan yang singkat tetapi berpresisi tinggi pada titik itu melalui jarum halus hal ini dapat meredakan suatupenyakit. Selain itu, para ilmuan peneliti tentang Akupuntur atau Akupunktur atau Acupunture di Amerika Serikat menemukan bahwa otak kita mengeluarkan „ endorfin „ yang bisa meredakan suatu gangguan penyakit sewaktu menjalani terapi Akupuntur. Di kebanyakkan negara seperti Amerika Serikat, United Kingdom, dan Hong Kong di mana terdapat banyak pecandu narkoba jenis Heroin,mereka menggunakan cara terapi Akupuntur untuk meningkatkan kadar endorfin dalam badan. Hal ini karena kebanyakkan pecandu narkoba mempunyai kadar endorfin lebih rendah dalam tulang spinal mereka.

4. Produk natural Sesuai namanya, terapi ini menggunakan bahan – bahan alam. Meskipun demikian, pengobatan tidak hanya terbatas pada tumbuhan herbal, tetapi juga mencakup penggunaan vitamin dan mineral alam lainnya. Salah satu contoh CAM tipe alami yang terkenal adalah probiotik, suatu mikroorganisme hidup yang memiliki kemiripan dengan mikroorganisme normal dalam saluran cerna manusia. Probiotik kaya akan manfaat, misalnya membantu pertumbuhan mikroorganisme normal pelindung saluran cerna.

5. Homeopati Homeopati adalah sistem pengobatan yang melibatkan terapi individu dengan zat yang sangat diencerkan, diberikan terutama dalam bentuk tablet, dengan tujuan memicu sistem alami tubuh untuk penyembuhan. Setiap pasien diberi obat yang paling sesuai menurut gejala spesifik yang dikeluhkan. Homeopati didasarkan pada prinsip mengobati penyakit dengan yang sejenis. Zat yang menyebabkan gejala-gejala bila diambil dalam dosis besar dapat digunakan dalam jumlah kecil untuk mengobati gejala-gejala tersebut. Misalnya, minum kopi terlalu banyak dapat menyebabkan sulit tidur dan agitasi. Pengobatan homeopati adalah menggunakan kopi dalam dosis kecil untuk mengobati orang dengan gejalanya. Konsep ini kadang-kadang juga digunakan dalam pengobatan

konvensional. Misalnya dosis kecil alergen seperti serbuk sari kadang-kadang digunakan untuk mengurangi kepekaan pasien alergi. Namun, perbedaan utama dengan obat-obatan homeopati adalah bahwa zat yang digunakan sangat diencerkan sehingga tidak beracun.

2. Jelaskan apa keuntungan telehealth dan telecare bagi perawat dan pasien Jawaban : Telecare, sebagai salah satu bentuk inovasi kesehatan, merupakan salah satu alternatif untuk dapat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan maupun keperawatan yang terjangkau terutama bagi masyarakat terpencil . Telecare memiliki fungsi preventif bagi masyarakat terhadap penurunan tingkat kesehatan.Telecare menggunakan sensor dan alarm sebagai perangkat utama untuk mendeteksi adanya resiko jatuh, serta perubahan lingkungan di rumah, seperti banjir, kebakaran dan kebocoran gas. Reaksi telecare terhadap bahaya ataupun

peristiwa yang tak diinginkan mampu meningkatkan respon bantuan cepat. Telehealth atau telemedicine, digunakan secara bergantian untuk merujuk pada pelayanan menggunakan tehnologi elektronik pada pasien dalam keterbatasan jarak. Keuntungan bagi pasien :
1.

Telecare memiliki fungsi preventif bagi masyarakat terhadap penurunan tingkat kesehatan

2.

Pada pasien yang memiliki keterbatasan fisik, terutama usia lanjut akan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dengan tetap berada di rumah

3.

Memberikan kemudahan bagi individu untuk mempertahankan privasi dan control atas gaya hidup masing-masing

4.

Dapat membantu mengembangkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masing-masing, hal ini sesuai dengan inti visi Indonesia Sehat 2025, yaitu pemberdayaan masyarakat

5.

Mengurangi kebutuhan untuk kunjungan ke pelayanan kesehatan, sehingga lebih efektif dan efisien dalam segi pembiayaan kesehatan

6.

Meningkatkan pilihan dan kebebasan bagi pengguna jasa pelayanan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, keamanan dan kenyamanan.

7.

Mengurangi terjadinya kecelakaan dan jatuh di rumah.

Keuntungan bagi perawat: 1. Mengurangi beban kerja perawat dalam memantau aktivitas ataupun kebutuhan klien. 2. Memberikan kontribusi dalam hal perawatan dan dukungan kesehatan jangka panjang. 3. Mengurangi penerimaan rumah sakit terhadap kasus-kasus akut. 4. Meningkatkan pelayanan rumah sakit dalam hal perawatan menengah (intermediate care). 5. Dapat dimanfaatkan sebagai bidang keperawatan berbasis informatika kesehatan

Pada dunia keperawatan dikenal telehealth dalam keperawatan atau telenursing. Telenursing menggunakan tehnologi komunikasi dalam keperawatan untuk memenuhi asuhan keperawatan kepada klien. Teknologi berupa saluran elektromagnetik (gelombang magnetik, radio dan optik) dalam menstransmisikan signal komunikasi suara, data dan video. Atau dapat pula di definisikan sebagai komunikasi jarak jauh, menggunakan transmisi elektrik dan optik, antar manusia dan atau computer. Keuntungan:

1. Efektif dan efisiensi dari sisi biaya kesehatan, pasien dan keluarga dapat mengurangi kunjungan ke pelayanan kesehatan (dokter praktek, ruang gawat darurat, RS dan nursing home). 2. Dengan sumber daya minimal dapat meningkatkan cakupan dan jangkauan pelayanan keperawatan tanpa batas geografis. 3. Telenursing dapat mengurangi jumlah kunjungan tenaga kesehatan dan masa hari rawat di RS 4. Dapat meningkatkan pelayanan untuk pasien kronis, tanpa memerlukan biaya dan meningkatkan pemanfaatan tehnologi. 5. Dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan keperawatan (model distance learning) dan perkembangan riset keperawatan berbasis informatika kesehatan.

3. Berikan 2 contoh kasus atau kondisi yang ditangani dengan program telehealth dan telecare Jawaban: Kasus atau kondisi yang dapat ditangani dengan program telehealth dan telecare adalah a. Telemonitoring Pada Cedera Medula Spinalis Telemonitoring merupakan salah satu teknologi informasi jarak jauh yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan keperawatan pada kondisi kronis, seperti cedera medula spinalis. Berbagai komplikasi yang terjadi dan disabilitas akibat cedera medula spinalis menyebabkan pasien sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Cedera medula spinalis merupakan salah satu penyebab utama disabilitas neurologis akibat trauma. Pusat Data Nasional Cedera Medula Spinalis (The National Spinal Cord Injury Data Research Centre) memperkirakan ada 10.000 kasus baru cedera medula spinalis setiap tahunnya di Amerika Serikat. Angka insidensi paralisis komplet akibat kecelakaan diperkirakan 20 per 100.000 penduduk, dengan angka tetraplegia 200.000 per tahunnya. Kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab utama cedera medula spinalis (York, 2000 dalam Pinzon, 2007). Wyndaele dan Wyndaele (2006) melaporkan bahwa insiden cedera medula spinalis secara global bervariasi dengan kisaran 10.4–83 kasus per juta populasi setiap tahun.

Rehabilitasi pada pasien cedera medula spinalis biasanya dilakukan di unit perawatan neurologi dengan lama hari rawat/length of stay (LOS) yang panjang akibat disabilitas dan berbagai komplikasi yang terjadi. Salah satu upaya untuk mengurangi hal tersebut dengan tetap mempertahankan kualitas pelayanan, cost effective, dan untuk mendukung perawatan berkelanjutan di rumah adalah dengan pendekatan telemonitoring. Telemonitoring sebagai bagian telemedicine berperan penting dalam memperbaiki kontinuitas pelayanan keperawatan mulai dari unit perawatan neurologi hingga di rumah pasien. Stachura (2010) menyatakan bahwa telemonitoring bertujuan mendukung manajemen tepat waktu pada perawatan pasien di rumah melalui berbagai transmisi fisiologis, klinik, dan data perilaku yang dievaluasi secara professional, dimana hal itu sebagai umpan balik yang dapat segera diterima sebelum terjadi komplikasi. Peralatan tipikal pada telehomecare meliputi telfon, komputer dilengkapi nirkabel (wireless), videocamera atau videoconference, dan alat monitoring fisiologis, seperti untuk glukosa darah, tekanan darah, stetoskop, dan termometer (Bowles and Baugh, 2007). Teknologi yang digunakan tersebut memungkinkan pasien meningkatkan pemahaman mengenai kondisi sakitnya dan terpantau oleh tenaga kesehatan walaupun jarak jauh, sehingga pasien tidak perlu berkunjung ke rumah sakit. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, telehomecare dapat sebagai cara efektif dan inovatif untuk memberikan pelayanan kesehatan pada pasien cedera medula spinalis dan memberikan kontribusi terhadap industri home care yang mengintegrasikan teknologi ini. Telemonitoring merupakan pilihan tambahan untuk mendukung pasien yang membutuhkan perawatan lama, dimana mampu merekam, menyimpan, dan jika perlu melanjutkan informasi detil tentang tanda–tanda vital pasien pada saat yang bersamaan. Tanda–tanda vital dimaksudkan untuk mengukur variasi data fisiologis, yang secara tradisional diukur oleh tenaga kesehatan atau staf penunjang untuk mengkaji fungsi dasar tubuh pasien (Rice, 2011). Tipe – tipe telemonitoring dapat dibagi menjadi 4 yaitu: 1. Home Hub : suatu rumah dengan telemonitoring hub dikoneksikan dengan rumah pasien melalui penghubung telfon yang mengirim data ke sistem pusat pengendali melalui internet. Alat tersebut (hub) dapat mengumpul data dari alatalat seperti spirometri, monitor tekanan darah, glucometer, timbangan berat badan, dan lain-lain. Selain itu juga dapat menyimpulkan kondisi pasien melalui pertanyaan–pertanyaan dalam layar monitor, seperti pertanyaan : “Bagaimana

perasaanmu?”, Sistem pusat pengendali membaca dan memantau, memberikan peringatan (alert) pada tenaga kesehatan profesional jika kondisi pasien berada pada parameter–parameter yang memerlukan intervensi/bantuan tenaga

kesehatan. 2. Home Hub with Supplementary Communications : selain kemampuan alat yang sudah dijelaskan pada nomer 1, telemonitoring dengan teknologi ini juga menyediakan fasilitas konsultasi melalui suara atau video pada professional klinik atau telecoach yang dilatih yang dapat memberikan saran tambahan. 3. Smartphone Based Remote Telemonitoring : pasien dapat memasukkan pengukuran–pengukuran yang mereka lakukan ke dalam smart phone yang menyimpan data mereka dalam waktu lama dan mampu dibaca kembali oleh pasien untuk mereview dan menginformasikan pada perawat. Sistem jarak jauh tersebut dapat memonitor pengukuran klinikal pasien terhadap parameter yang ditentukan dan memberikan saran kepada pasien atau mengirimkan peringatan (alert) pada tenaga kesehatan profesionalnya. 4. Personal Telemonitoring : hal yang lebih utama dari penggunaan smartphone ini adalah individu yang memasukkan data tentang kondisinya, seperti tekanan darah dan kadar glukosa darah. Hasil pengukuran akan ditampilkan dalam bentuk grafik dan informasi ini dapat digunakan untuk mengatur kondisi pasien sendiri atau untuk bahan diskusi dengan tenaga kesehatan profesional.

Unsur–unsur Telemonitoring Unsur utama dalam operasionalisasi service telemonitoring tergambar pada diagram di bawah ini :

Penjelasan diagram : 1. Identifikasi pasien yang akan memperoleh manfaat atau membutuhkan pelayanan telemonitoring yang perlu dirujuk atau melalui analisis seperti tingkatan resiko. 2. Pengkajian kebutuhan setiap pasien melalui pengkajian formal kondisi pasien dan menghasilkan rencana asuhan keperawatan 3. Menyesuaikan teknologi yang tepat sesuai kebutuhan pasien dan tipe telemonitoring, seperti home hub atau mobile application. 4. Mencapai kesepakatan dari pasien untuk menggunakan telemonitoring dan pemasangan peralatannya 5. Instalasi peralatan telemonitoring dan pelatihan pasien dalam penggunaan alat. 6. Memberikan penjelasan pada pasien mengenai hal–hal atau parameter yang muncul dari alat telemonitoring, misal gambaran kondisi normal 7. Membaca hasil monitoring oleh tenaga kesehatan profesional melalui portal klinikal. 8. Membuat suatu peringatan yang otomatis melalui software monitoring yang dapat membaca indikasi-indikasi suatu masalah. 9. Pemilihan (triage) respon secara tepat untuk memberi peringatan (alert) dari sistem telemonitoring atau dari pasien. 10. Berespon terhadap peringatan tersebut dan memberikan pelayanan pada pasien sesuai prioritas, mana yang perlu dikunjungi dan mana yang diberi saran melalui telfon untuk mengatur kondisi pasien atau menyesuaikan pengobatan yang diberikan.

Implementasi Telemonitoring Pada Pasien Cedera Medula Spinalis Secara umum metoda dan teknologi telemonitoring untuk pasien cedera medula spinalis tidak berbeda dengan pasien kondisi kronis lainnya, seperti DM, COPD, CHF. Pengukuran dan pemantauan secara khusus pada pasien cedera medula spinalis meliputi: 1. Tanda–tanda luka baring (pressure ulcer) 2. Episode peningkatan suhu tubuh (fever) 3. Fungsi eliminasi urine dan feses 4. Tanda–tanda infeksi saluran kemih 5. Komplikasi paru dan autonomic dysreflexia 6. Gejala depresi atau kecemasan

Telemonitoring sangat efektif digunakan pada situasi wilayah atau daerah yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan dan pada kondisi kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang, seperti pada cedera medula spinalis. Penerapan penggunaan telemonitoring pada awalnya tentu membutuhkan biaya peralatan yang besar, teknologi yang canggih dan sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari beberapa pihak, antara lain pihak pemerintah dan swasta untuk mengintegrasikan teknologi telemonitoring dalam pelayanan kesehatan tradisional. Dampak dan evaluasi dari pemanfaatan telemonitoring perlu dikaji lebih lanjut, terutama untuk pasien dengan kondisi kronis dan yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

b. Telecare: Upaya Preventif Bidang Kesehatan Berbasis Teknologi Dan Sosial Telecare adalah peralatan dan jasa yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, keamanan dan kenyamanan masing-masing idividu tanpa meninggalkan rumah. Telecare merupakan istilah yang diberikan untuk menawarkan perawatan pada masyarakat di daerah terpencil, memiliki ketidakmampuan fisik, terutama orang tua, sesuai dengan kebutuhan individu tanpa meninggalkan rumah masingmasing 3 (Miskelly & Mickel, 2009). Dalam bentuk sederhana, telecare dapat merujuk ke telepon rumah atau genggam (handphone) dengan koneksi ke pusat pemantauan berdasarkan alarm yang berespon terhadap sumber bahaya. Berdasarkan kebutuhan layanan kesehatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat, telecare memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Telecare bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membantu orang yang rentan mengelola risiko dengan tetap tinggal di rumah. Hal ini memungkinkan terjaganya privasi dan kontrol atas gaya hidup masing-masing. Penggunaan telecare disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Berbagai macam sensor dan detektor yang dirancang untuk meningkatkan keamanan di rumah, seperti detector asap (mendeteksi asap yang berpotensi terjadinya kebakaran), detektor banjir (memberikan peringatan dini terhadap potensi banjir di rumah), detektor karbon monoksida (mendeteksi adanya peningkatan tekanan karbon monoksida), sensor suhu ekstrim (mendeteksi rendah, tinggi atau cepat laju kenaikan suhu dalam properti, serta meningkatkan kewaspadaan), detektor gas alam (mendeteksi adanya kebocoran gas), maupun detektor jatuh (mendeteksi jatuh serius,

dan

menimbulkan

peringatan

jatuh).

Peralatan

tersebut

terus

mengalami

perkembangan sehingga mudah untuk digunakan oleh masyarakat. Selain itu, telecare dapat meningkatkan respon pelayanan yang cepat dari para petugas kesehatan ataupun keamanan terhadap indikasi adanya bahaya. Jenis respon dari pusat pemantauan berupa: a. Jaminan jika tidak keadaan darurat – telecare memiliki speaker yang bisa terdengar dari kejauhan sehingga operator dapat mendengar suara klien. b. Menghubungi keluarga atau teman untuk memeriksa bahwa klien aman. c. Menghubungi manajer perumahan klien atau satpam. d. Menghubungi ambulans, pemadam kebakaran atau polisi. Telecare sebagai sarana tindakan preventif dapat meningkatkan kemandirian individu yang selanjutnya membantu upaya pemberdayaan masyarakat.

4. Apa saja jenis pelayanan yang dapat diberikan dengan telehealth dan telecare? Jawaban : TELEHEALTH Telehealth mencakup pengertian terpisahnya jarak dan/atau waktu antara pasien dan dokter yang mendiagnosis atau mengobati. Teknologi telehealth secara umum dimanfaatkan untuk beberapa kepentingan, antara lain:    Mengirim pelayan kesehatan ke pasien yang berjarak jauh Mendidik provider, admisnistrator, pasien, dan keluarganya Untuk mengakumulasi data atau memonitor insidensi penyakit sebagai bagian dari kesehatan masyarakat, epidemiologik, atau biodefense network.

Selain pemanfaatan telehealth secara umum diatas, ada beberapa contoh penggunaan teknologi telehealth klinis dan nonklinis diantaranya : 1. Menggunakan Teknologi Telehealth Klinis :

Transmisi gambar medis untuk diagnosis (sering disebut sebagai store and forward telehealth).

Kelompok atau individu bertukar pelayanan kesehatan atau pendidikan melalui konferensi video langsung (real-time telehealth)

Transmisi data medis untuk diagnosis atau manajemen penyakit (kadang-kadang disebut sebagai pemantauan jarak jauh).

2. Menggunakan Teknologi Telehealth Nonklinis :

Pendidikan jarak jauh termasuk pendidikan kedokteran berkelanjutan, putaran besar, dan pendidikan pasien

Administrasi menggunakan telehealth termasuk pertemuan antara jaringan telehealth, pengawasan, dan presentasi.

Penelitian tentang telehealth

Aplikasi telehealth bisa dilakukan di Rumah sakit , klinik, rumah dan mobile center. Aplikasi telehealth berupa telepon triage dan home care adalah yang paling banyak dikembangkan secara luas untuk saat ini (Russo, 2001). a. Tekhnologi dalam Telehealth Pada telehealth secara umum ada dua tekhnologi yang dalam pelayanan: store forward dan real time tekhnologi. Tekhnologi simpan dan sampaikan (store and forward) misalnya : gambar yang didapatkan dari elektonik seperi tekhnologi x ray, dapat dikirimkan pada spesialis untuk diinterpretasi. Gambar tersebut saja yang berpindah pindah. Radiologi, dermatologi, patologi adalah contoh spesialisasi yang sangat kelihatan menggunakan tekhnologi ini. b. Tekhnologi real time Real time adalah tekhnologi yang membuat pasien dan provider berinteraksi dalam waktu yang sama. Banyak alat telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi dua arah menggunakan tekhnologi real time dalam telehealth. Tekhnologi realtime juga dapat membuat alat untuk menstransimisikan gambar dari tempat yang berbeda. Misalnya kamera untuk mengobservasi keadaan klien. Tekhnologi realtime memfasilitasi komunikasi dua arah baik audio maupun video, yang bisa digunakan dalam telehealth. Sebagai kombinasi realtime dan robotik, seorang dokter bedah dapat melakukan operasi dengan alat operasi khusus dari jarak tertentu. Prosedur ini disebut dengan telepresence. Telepresence menjadi salah satu sub bagian dari telehealth. Saat ini masih sedang dikembangkan karena membutuhkan sistem yang 100 % reliable dan bandwith yang sangat tinggi.

Contoh Telehealth dalam Keperawatan Pelayanan kesehatan semakin bergeser dari Rumah sakit menuju Rumah dan komunitas. Banyak rentang petugas kesehatan (ahli gizi, pekerja social, perawat) sebagai bagian dalam pelayanan kesehatan yang menggunakan pelayanan terapeutik dengan telehealth. Salah satu contoh program telehealth adalah homecare. Sistem ini menyediakan audio dan video interaktif untuk hubungan antara lanjut usia di rumah dan telehealth perawat. Perawat memasukkan data data pasien secara elektronik dan menganalisanya, kalau perlu untuk dilakukan kunjungan, perawat akan melakukan kunjungan ke pasien. Telenursing adalah bagian dari telehealth. Telenursing menawarkan program kolabortif dan mengurangi biaya pasien. Sebagai contoh : konsultasi dengan perawat akan mengurangi angka kejadian masuknnya pasien dengan keadaan emergency ke Rumah Sakit. Telenursing dapat pula digunakan dalam pembelajaran di kampus, video conference, pembelajaran online dan multimedia distance learning. Ketrampilan klinik keperawatan dapat dipelajari dan dipraktekkan melalui model simulasi secara interaktif.

TELECARE Telecare berbeda dengan telemedicine dan telehealth. Telecare mengutamakan kemandirian individu untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, keamanan dan kenyamanan, tanpa meninggalkan rumah masing-masing. Telecare dapat diterapkan di rumah, instansi pelayanan kesehatan (rumah sakit, layanan gawat darurat) dan instansi pelayanan keamanan (kantor polisi, kantor pemadam kebakaran) melalui pusat telecare dan melalui unit mobil. Sistem telecare menggunakan teknologi untuk menyediakan komunikasi langsung dengan pusat pemantauan. Sensor yang terhubung ke sisem pemantauan menggunakan saluran telepon dan unit lifeline. Sensor ini mendeteksi bahaya, seperti asap atau banjir, dan situasi bahaya lainnya. Selain itu, telecare juga dapat memberikan dukungan terhadap individu yang rentan jatuh, maupun individu yang mengalami kesulitan/gangguan memori. Pusat pemantauan (Monitoring Centre) dijaga oleh operator terlatih penuh 24 jam/ 7 hari yang akan merespon dengan segera. Jenis respon dari pusat pemantauan berupa:   Jaminan jika tidak keadaan darurat – telecare memiliki speaker yang bisa terdengar dari kejauhan sehingga operator dapat mendengar suara klien. Menghubungi keluarga atau teman untuk memeriksa bahwa klien aman.

 

Menghubungi manajer perumahan klien atau satpam. Menghubungi ambulans, pemadam kebakaran atau polisi.

Gambar 1. Alur telecare

Penggunaan telecare disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Berbagai macam sensor dan detektor yang dirancang untuk meningkatkan keamanan di rumah, seperti detektor asap (mendeteksi asap yang berpotensi terjadinya kebakaran), detektor banjir (memberikan peringatan dini terhadap potensi banjir di rumah), detektor karbon monoksida (mendeteksi adanya peningkatan tekanan karbon monoksida), sensor suhu ekstrim (mendeteksi rendah, tinggi atau cepat laju kenaikan suhu dalam properti, serta meningkatkan kewaspadaan), detektor gas alam (mendeteksi adanya kebocoran gas), 6 maupun detektor jatuh (mendeteksi jatuh serius, dan menimbulkan peringatan jatuh). Peralatan tersebut terus mengalami perkembangan sehingga mudah untuk digunakan oleh masyarakat. Selain itu, telecare dapat meningkatkan respon pelayanan yang cepat dari para petugas kesehatan ataupun keamanan terhadap indikasi adanya bahaya.

DAFTAR PUSTAKA

Sudaryanto, Agus. Et al. 2008. Pemanfaatan Tekhnologi Dalam Pelayanan Kesehatan. Berita Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697, Vol . 1 No.1, Maret 2008 :47-50 Sudaryanto, Agus. Et al. 2008. Telehealth Dalam Pelayanan Keperawatan. Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) UPN ”Veteran” Yogyakarta ISSN: 1979-2328 Suardi, Dradjat Ryanto. 2011. Peran dan Dampak Terapi Komplementer/Alternatif bagi Pasien Kanker. www.kalbemed.com (online, diakses pada tanggal 21 oktober 2012) Reiki Alternatif Terapi Energi, 2010. http://spiritofacupuncture.wordpress.com Johnson M. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) Low Frequency Currents, 2003;259-82 Rahayu, Urip. 2010. Pengaruh Guide Imagery Relaxation Terhadap Nyeri Kepala Pada Pasien Cedera Kepala Ringan. www.pustaka.unpad.ac.id. (online, diakses pada tanggal 21 oktober 2012) Prabowo, Hendra. 2007. Beberapa Manfaat dan Pengalaman Altered Stated Consciousness. Jurnal Penelitian Psikologi No 2 Volume 12 Desember 2007. BEC Indonesia. 2009. Exploring Biofeedback. (online) http://www.becindonesia.com/terapineurofeedback/biofeedback/ (Akses : 20 Oktober 2012) Saptiningsih, Monica. 2011. Telemonitoring Pada Cedera Medula Spinalis, (Online),

(www.fik.ui.ac.id, diakses 21 Oktober 2012) Mukaromah, Siti. 2010. Telecare: Upaya Preventif Bidang Kesehatan Berbasis Teknologi

Dan Sosial, (Online), (www.fik.ui.ac.id, diakses 21 Oktober 2012) Arinata, A. dkk. 2011. Resume Keperawatan Komplementer. (online) http://www.scribd.com/doc/87053238/keperawatan-komplementer (akses : 20 Oktober 2012) Wijayani, C. dan Pramasanti, T.A. 2011. Hidroterapi. http://www.scribd.com/doc/100368664/Hidroterapi-cek (akses : 20 Oktober 2012) (online)

Ohio Academy of Family Physicians. 2008. Biologically Based Therapies as Form of Alternative Medicine. (online) http://www.ohioafp.org/wpcontent/uploads/BiologicallyBasedTherapiesasFormofAlternativeMedicine.pdf (akses : 20 Oktober 2012) Putro, A. dan Romli, L.Y. 2011. Terapi Bio Feedback. (online) http://www.scribd.com/doc/79660815/Makalah-Biofeedback (akses : 21 Oktober 2012) NCCAM. 2004. Biologically Based Practices: An Overview (online) http://www.mhcinc.org (akses : 20 Oktober 2012) Anonim. 2011. Ilmu Pengetahuan dan Praktik Chiropractic. http://id.kingkoilindonesia.com/ company/ica/chiropractic-overview/ (akses: 20 Oktober 2011)

Harper., (2006). Kulit Cantik Berkat Akupresur dan Akupunctur : Artikel. http://www.kingfoto.com. (akses: 20 Oktober 2011) Potter, P.A, Perry, A.G.2005 . Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, Dan Praktik.Edisi 4.Volume 1. Jakarta : EGC Rachmadila, Indri, 2009. Metode Pengobatan Bekam. http://www.lontar.ui.ac.id/file ?file=digital/125488-SK-Sos%20005%202009%20Rac%20b%20%20Bekam%20sebagai% 20-%20Analisis.pdf (akses: 20 Oktober 2011) Rosenzweig, Steven. 2010. Manipulative and Body-Based Practices. http://www.merckmanuals.com/professional/special_subjects/complementary_and_altern ative_medicine/manipulative_and_body-based_practices.html (akses: 20 Oktober 2011) Sahlan, Ahlan. 2010. Cara Terapi Bekam, Jenis-Jenis Bekam Dan Teknik Bekam http://evialfadhl.wordpress.com/2010/02/04/cara-bekam-jenis-jenis-bekam-dan-teknikbekam/ (akses: 20 Oktober 2011) Turana, Yuda,. (2004). Akupresur. From hptt://www.medikaholistik.com. (akses: 21 Oktober 2011) Zulfikar, Wanadry. 2012. Titik Refleksi pada Kaki. http://referensidunia.blogspot.com/2012/04/ titik-refleksi-telapak-kaki.html (akses: 21 Oktober 2011) Natural Health Clinik. 2009. Ancient Medical Systems http://www.backonyourfeet.com.au/ancient-medical.htm. (diakses tanggal,20 Oktober 2012) Kurniajaya,Moga. 2006. Oktober 2012) Ayurweda. http://www.moga-online.com/ (diakses tanggal,20

NCAM.2009. Ayurvedic Medicine. http://nccam.nih.gov/health/ayurveda/introduction.htm (diakses tanggal,20 Oktober 2012) Mukaromah, Siti. 2010. TELECARE: UPAYA PREVENTIF BIDANG KESEHATAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN SOSIAL. (online), (http://www.fik.ui.ac.id/pkko/files/Tugas%20TELECARE.pdf, diakses 21 Oktober 2012) Sudaryanto, Agus dkk. 2008. TELEHEALTH DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN. (online), (http://repository.upnyk.ac.id/151/1/2_Telehealth_Dalam_Pelayanan_Keperawatan.pdf, diakses 21 Oktober 2012)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->