P. 1
Peta

Peta

|Views: 33|Likes:
Published by Fatwa Dhiauddin

More info:

Published by: Fatwa Dhiauddin on Nov 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2013

pdf

text

original

FATWA DHIAUDDIN 1005106010066 Ilmu Ukur Wilayah

STANDAR PEMETAAN

Pengertian Peta Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebutatlas. Syarat-Syarat Pembuatan Peta
a.

Konform, yaitu bentuk dari sebuah peta yang digambar serta harus sebangun dengan keadaan asli atau sebenarnya di wilayah asal atau di lapangan.

b.

Ekuidistan, yaitu jarak di peta jika dikalikan dengan skala yang telah di tentukan sesuai dengan jarak di lapangan.

c.

Ekuivalen, yaitu daerah atau bidang yang digambar di peta setalah dihitung dengan skalanya, akan sama dengan keadaan yang ada di lapangan.

Unsur-Unsur Standar Pada Peta Peta merupakan alat bantu dalam menyampaikan suatu informasi keruangan. Berdasarkan fungsi tersebut maka sebuah peta hendaknya dilengkapi dengan

b. Legenda Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta. Skala ditulis di bawah judul peta.berbagai macam komponen/unsur dalam kelengkapan yang bertujuan peta.000 satuan jarak dalam di lapangan. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah. d. 2. Skala dibagi menjadi 3. yaitu: 1. atau bawah. Letaknya di tempat yang sesuai jika ada garis lintang dan bujur. Skala Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. sedapat mungkin diletakkan di kanan atas.500. Orientasi/tanda arah Pada umumnya. koordinat dapat sebagai petunjuk arah. yakni skala yang ditulis dengan kata-kata. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta. atas kanan. atau di bawah legenda. Misalnya 1:2.500. . 3. Walaupun demikian. arah utara ditunjukkan oleh tanda panah ke arah atas peta. Skala angka. Skala verbal. di luar garis tepi. untuk mempermudah pengguna membaca/menggunakan Beberapa komponen kelengkapan peta yang secara umum banyak ditemukan pada peta misalnya adalah: a.000. c. Judul Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. artinya setiap 1 satuan jarak dalam peta sama dengan 2. Skala garis.

digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya. Simbol lingkaran. 6. Simbol batang. 5. Simbol area. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini berupa daerah yang landai dengan disertai bentuk-bentuk muka bumi bergelombang dan bukit. dan untuk keperluan estetika peta. Simbol titik. Dataran rendah di Jawa terdapat di sepanjang pantai utara dan pantai selatan. Simbol Peta Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya. f. Warna simbol dalam peta terdiri dari 8 warna. 7. digunakan untuk menyatakan alur atau gerak. Simbol bola. Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m. memberi kualitas atau kuantitas simbol di peta. jenis-jenis simbol peta antara lain: 1. yaitu: 1. Penyebaran bentuk muka ini hampir menyeluruh di atas dataran rendah . Warna hijau muda. digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional 2. Warna Peta Warna peta digunakan untuk membedakan kenampakan atau objek di permukaan bumi. Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200-400 m di atas permukaan laut. Warna hijau. 2. digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk prosentase. digunakan untuk menyatakan volume. Biasanya bentuk muka bumi yang terdapat pada ketinggian < 200 m didominasi olah dataran rendah. Simbol garis. Simbol aliran.e. digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu 4. digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak 3. makin besar simbol bola menunjukkan volume semakin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti volume semakin kecil.

seperti di sekitar Bumiayu. Warna cokelat muda menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian antara 1000-1500 m di atas permukaan air laut. Warna kuning menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 500-1000 m di atas permukaan laut. Zona di wilayah ini disebut dengan zona neritik. Di Wonogiri terdapat Waduk Gajahmungkur. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan dan pegunungan rendah. Warna biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m.3. Warna kuning. Bentuk muka bumi yang dominan di daerah ini berupa pegunungan sedang disertai gunung-gunung yang rendah. Penyebaran dari bentuk muka bumi ini berada di bagian tepi-tengah dari Provinsi Jawa Tengah dan paling luas di sebelah tenggara Kabupaten Sukoharjo. Banjarnegara. Warna biru keputihan. Salatiga dan Tawangmangu. Warna cokelat muda. di Bawen terdapat Rawapening. 7. Temanggung. Di wilayah perairan darat warna ini menunjukkan danau atau rawa. 5. 6. Warna cokelat. Bentuk muka bumi di daerah ini didominasi oleh gunung-gunung yang relatif tinggi. di sekitar Kebumen terdapat waduk Wadaslinang dan Sempor dan masih ada beberapa waduk kecil lainnya. Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Penyebaran dari zona ini ada di sekitar pantai. Warna cokelat menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentukan lereng yang relatif terjal. Wilayah ini merupakan kelanjutan dari zona neritik. Warna biru muda menunjukkan wilayah perairan laut yang mempunyai kedalaman antara 200-2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentuk lereng yang relatif landai. Namun wilayah ini tidak tergambar dalam peta umum. Penyebaran dari bentuk muka ini berada di bagian tengah dari Jawa Tengah. Wonosobo. . Penyebaran dari gunung-gunung tersebut sebagian besar di bagian tengah dari Jawa Tengah. 4. Warna biru muda.

drempel dan palung laut. berfungsi menunjukkan letak daerah yang belum dikenali 2. contoh: Surakarta 2. Tipe Huruf (Lettering) Lettering berfungsi untuk mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada. Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak. Bentuk muka bumi dasar laut di sekitar Pulau Bali pada kedalaman > 2000 m sulit untuk diketahui dan tidak bisa diinterprestasikan dari peta. Inset penyambung. g.8. i. Obyek Hidrografi ditulis dengan huruf miring. Inset penunjuk lokasi. Macam-macam inset antara lain: 1. Inset Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. secara beraturan dan benar pada peta. lubuk laut. Macam penggunaan letering: 1. Garis Astronomis Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara berlawanan arah satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukan letak astronomis. . Bentuk muka bumi seperti ini juga tidak tergambar dalam peta umum. Namun biasanya bentuk muka bumi pada laut dalam dapat berupa dataran. Warna biru tua. Garis Tepi Peta Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomis. Inset penjelas. berfungsi untuk memperbesar daerah yang dianggap penting 3. Warna biru tua menunjukkan wilayah perairan laut dengan kedalaman lebih dari 2000 m. contoh: Laut Jawa h. berfungsi untuk menyambung daerah yang terpotong di peta utama j.

navigasi. Mengumpulkan dan menyeleksi data-data dari suatu daerah dan menyajikan di atas peta. media pembelajaran. melalui media simbol. Langkah Standar Pembuatan Peta Pemetaan adalah kegiatan pemrosesan data survai sampai menyajikannya menjadi geo-informasi. misal: perhitungan volume. b. Tujuan pembuatan peta Untuk komunikasi informasi ruang Untuk menyimpan informasi Untuk membantu pekerjaan: konstruksi jalan. dll). 1. Untuk membantu dalam suatu desain. perencanaan. Untuk analisis data spatial. Memperlihatkan bentuk (benua. Sumber dan Tahun Pembuatan Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh.k. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta a. negara. Fungsi: Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain di permukaan bumi). gunung. dll. misal: desain tata ruang wilayah. Pemetaan dapat dilakukan dengan: Pengukuran (measurement) atau pengamatan (observation). Artinya bahwa pemetaan dapat dibuat di laboratorium/ studio atau di lapangan. dll. lembah. Pembuatan Peta Dasar Untuk Peta Apabila kita ingin membuat peta tematik. evaluasi lahan. maka sebelumnya kita perlu menyiapkan peta dasar. Peta dasar merupakan peta kerangka letak/lokasi yang . Memperlihatkan ukuran (dari peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi). jalan. provinsi. Penginderaan (sensing) dari udara (airbone) atau antariksa (spaceborne).

Selain itu pula perlu diperhatikan bahwa utara yang dipakai dalam peta ada tiga arah utara yaitu: utara geografis. utara magnitis. Bahkan untuk peta tematik. tetapi juga dapat diambil salah satu dari padanya. Simbol yang baik adalah yang mudah dikenal sekalipun tanpa menggunakan suatu keterangan/legenda. dengan demikian informasi yang ditampilkan dalam peta berupa simbol-simbol. antara lain: menentukan jenis simbol. Sebab jika suatu tempat satu sudah diketahui arahnya. Kadang ada pula peta berorientasi selatan. maka arah yang lain dapat diketahui pula. atau timur. Selain itu simbol hendaknya kecil. 2. warna simbol. 3. Utara magnitis (magnetic north/MN/UM) adalah utara yang melalui kutub magnit bumi.nanti akan dilengkapi atau diisi dengan data-data sesuai dengan isi/tema peta yang akan digambar. simbol merupakan informasi pokok. barat. Dalam implementasinya di dalam pembuatan peta kita dapat menggunakan ketiga-tiganya (Peta RBI). besaran/ukuran simbol. sesuai dengan kepentingannya. Perlu diketahui bahwa peta adalah suatu media komunikasi grafis. Penetuan Arah / Orientasi Peta Perlu kita ketahui bahwa orientasi atau penunjukkan arah pada peta. Hal-hal yang penting dalam merancang simbol peta tematik. Utara geografis (true north/TN/US) adalah utara yang melalui kutub utara dan kutub selatan bumi. Merancang Simbol Peta Tematik Setelah kerangka letak/lokasi tersedia. tidak selamanya peta berorientasi utara (utara di sebelah atas). dan utara meridian. karena untuk menunjukkan tema suatu peta. Sedangkan Utara Meridian (Grid North/Meridian North/GN/UTM) adalah utara yang sejajar dengan meridian sentral dan tegak lurus standar paralel setempat. jumlah simbol dan posisi simbol akan diletakkan. . maka langkah selanjutnya adalah melakukan perancangan simbol-simbol yang akan digunakan untuk penggambaran peta tematik.

koodinat lintang dan bujur. skala peta. Tata letak Merancang tata letak peta merupakan tahapan kerja yang penting diperhatikan bagi setiap orang yang akan menggambar peta. keterangan/legenda. abu-abu. atau volume sebuah bukit dalam ribuan meter kubik. Data yang harus divisualisasikan akan selalu mengacu kepada obyek atau fenomena nyata. . Sebagian besar symbol yang digunakan dalam peta RBI atau topografi telah diwariskan kepada kita semenjak abad 18. Simbol peta tematik lebih sederhana dan dibolehkan untuk merancang simbol sendiri sepanjang simbol tersebut memiliki relevansi dengan unsur atau obyek yang digambarkan. wilayah dan volume obyek. dan mudah digambar. 4. inset peta. dan informasi-informasi lain. Sedangkan symbol untuk peta umum (RBI atau Topografi) sudah ada pembakuan secara khusus (seragam berdasarkan konvensi asosiasi kartografi Internasional). symbol garis (dash) dan simbol bidang (patches) untuk mempresentasikan lokasi dan atributatribut data titik.Adapun unsur-unsur peta yang perlu ditata posisinya adalah: judul peta. mudah dibaca dan ditafsirkan. Konvensi memegang peranan penting terutama dalam pemetaan topografis. sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna peta. Ia dapat dalam bentuk ketinggian yang diukur sepanjang jaringan lalu lintas. Dalam pemetaan tematik penggambaran simbolnya tidaklah seketat pada simbol peta-peta umum atau peta Rupabumi (RBI). Dalam kartografi kita menggunakan simbol titik (dot). hutan dengan hijau tua.terang. garis. sumber data. jumlah penduduk yang tinggal di daerah tersebut. atau warna merah jambu. daerah permukiman dan perkotaan disimbolkan dengan warna merah. Di antara konvensi tersebut adalah bahwa perairan digambarkan dengan warna biru. Hal itu dimaksudkan agar peta benar-benar komunikatif. Telah kita ketahui bersama bahwa peta merupakan citra geospasial yang dapat mempengaruhi konsepsi orang tentang ruang Pengaruh peta ini sebagian karena adanya kesepakatan konvensi dan sebagian lain karena adanya karakteristik umum grafik yang digunakan.

Batasan antara peta berskala besar. Daerah atau wilayah tersebut memiliki variasi bentuk kerangka letak yang berma-cam-macam. tipe huruf (style) perlu dipertimbangkan besar-kecilnya. kabupaten. Sebagai contoh. suatu negara atau dapat pula kawasan hutan. Namun ada sesuatu pemahaman terhadap skala yang lebih dari sekedar perbandingan jarak. menengah dan kecil tidak dijelaskan secara baku. yakni bahwa skala peta juga dapat memberikan makna pada tingkat kedetilan peta. tetapi sebaliknya bagi seseorang ahli ekonomi regional peta skala tersebut sudah dianggap sangat besar. dengan tetap berpedoman pada prinsip keseimbangan.Unsur-unsur tersebut sedapat mungkin ditempatkan pada komposisi yang seimbang (balance) dalam tata letak informasi tepi. Selain itu ukuran huruf (text). Oleh karena itu penyu sunan tataletak informasi tepi peta harus menyesesuaikan. kecama-tan. desa. 5. propinsi. peta skala 1 : 100. Dalam arti. maka tingkat ketetilan peta akan semakin tinggi. maka tingkat kedetilannya juga semakin rendah. . sebaliknya semakin kecil skala peta.Pada umumnya peta tematik meng-gambarkan daerah yang berbentuk pulau. bahwa semakin besar skala peta. Hal itu mengingat bahwa pemahaman seseorang terhadap besaran skala peta sangat bergantung pada peran dan fungsi peta yang bersangkutan dalam konteks kepentingan apa. seorang ahli perencanaan tata ruang kota. Skala Secara sederhana skala peta merupakan perbandingan jarak horizontal kedua titik sembarang di peta dengan jarak horizontal kedua titik itu dipermukaan bumi (dengan satuan ukuran yang sama). daerah aliran sungai.000 dianggap skala kecil. dan lain-lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->