AKUNTANSI KEUANGAN 1

POLITEKNIK TELKOM BANDUNG 2009

Penulis : Nelsi Wisama Sendi Gusnandar A Indra Firmansyah

Dilarang menerbitkan kembali, menyebarluaskan, atau menyimpan baik sebagian maupun seluruh isi buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari Politeknik Telkom Hak cipta dilindungi undang-undang @ Politeknik Telkom 2009 No part of this document may be copied, reproduced, printed, distributed, modified, removed and amended in any form by any means without prior written authorization of Telkom Polytechnic. Copyright @ 2009 Telkom Polytechnic. All rights reserved

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah SWT karena dengan karunia-Nya courseware ini dapat diselesaikan. Atas nama Politeknik Telkom, kami sangat menghargai dan ingin menyampaikan terima kasih kepada penulis, penerjemah dan penyunting yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan waktu sehingga courseware ini dapat tersusun. Tak ada gading yang tak retak, di dunia ini tidak ada yang sempurna, oleh karena itu kami harapkan para pengguna buku ini dapat memberikan masukan perbaikan demi pengembangan selanjutnya. Semoga courseware ini dapat memberikan manfaat dan membantu seluruh Sivitas Akademika Politeknik Telkom dalam memahami dan mengikuti materi perkuliahan di Politeknik Telkom. Amin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Bandung , Juli 2009

Christanto Triwibisono Wakil Direktur I Bidang Akademik & Pengembangan

iii

................................................ 48 5 PIUTANG WESEL.. 19 2............................ 4 1.............................. 4 1............................2 Metode Pencatatan Atas Persediaan ...................................................1 Pengertian Persediaan Barang .............................................................. 2 1..............1 Piutang (Account Receivable) .................................................................................2................Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...........................................................................................................2 Perolehan Aktiva Tetap ..........1 Laporan laba rugi ..............................2 Bentuk Laporan Laba Rugi ...... 48 4..........3 Tujuan Laporan Keuangan ............. 2 1................................................... 47 4...................................................4 Masalah Pemilikan Persediaan Barang .......................... iv 1 LAPORAN KEUANGAN ..................... 56 6 PERSEDIAAN BARANG ...4 Neraca ...................................................... 83 7... 30 4 PIUTANG USAHA ..................................................................................... 67 6...............................................................................................1 Fungsi laporan keuangan .......................2....................2...... 6 1..4 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan .......... 70 6..................................................................... 22 3 REKONSILIASI LAPORAN BANK...2 Kas Kecil ............1 Pengertian Aktiva Tetap Berwujud .............................................................................. iii DAFTAR ISI ............................................. 11 2 KAS KECIL .........1....3 Laporan perubahan ekuitas : ........................................................... 82 7.........................1 Pengertian laporan keuangan .......................... 4 1.... 1 1....1 Metode Fisik / Periodik .................................................... 2 1.2 Piutang Tak Tertagih (Kerugian Piutang) : ............................2............................................................................................................2................. 64 6............................................................................2 Jenis laporan keuangan .............5 Laporan Arus Kas......... 84 iv ..... 68 6.. 65 6..1.........3 Arus Harga Pokok (AHP) ........................................................... 4 1........................................................................ 7 1.............................................................................................................2 Klasifikasi perkiraan (classification of account)....................................................................................................................................................2...........2....1 Pemahaman Kas ..................... 73 7 AKTIVA TETAP BERWUJUD ..................................1......................... 67 6..........1............2 Metode Buku / Perpetual ........... 7 1......................................................... 20 2.............................

......2.............................................................................................. 100 Merek Dagang ....... 112 Metode Perhitungan Penyusutan (Depresiasi) ...................4 9............Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 7......... 100 Hak Menggunakan Fasilitas (Franchise) ............ 97 Pengertian Aktiva Tidak Berwujud ...................................................1 9..................................... 111 Penyusutan (Depresiasi) ......... 91 AKTIVA TIDAK BERWUJUD .............................................................................2........ 120 v ..................................................................2....... 101 Goodwill........................................... 89 Pemberhentian Aktiva ............. 119 Metode Perhitungan Deplesi .........................2 8.......1 8............................................................ 98 Hak Cipta .......2....... 113 Deplesi ...3 9................5 Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap ..........1 8........................................................................................................................2 8..................3 7.........................................2.....4 8 8.........................6 8... 98 Penilaian Aktiva Tidak Berwujud ......................................2 9....................................................2..................................................................................3 8......................................................................................... 102 Penyajian Aktiva Tidak Berwujud ...............4 8... 112 Faktor-faktor dalam menentukan biaya penyusutan .................5 8................. 100 Hak Menyewa ......................................... 106 PENYUSUTAN DAN DEPLESI ............3 9 9................................. 98 Hak Paten ...................

.

Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam laporan seperti neraca. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan keseluruhan proses laporan keuangan perusahaan. terdiri dari ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas yang telah direncanakan dan pencapaian hasilnya. 2. laporan rugi laba dan laporan perubahan modal. 1 Laporan Keuangan . Tujuan 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I LAPORAN KEUANGAN Overview Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan.

Bangunan dan Tanah. Biasanya No.1. Mesin. Disamping uang Kas. Sewa yang dibayar dimuka. kewajiban dan ekuitas. akunnya diawali dengan angka 1 2 Laporan Keuangan . 1. melalui operasi normal perusahaan. dan lain sebagainya. 1. Piutang.1. yaitu : Aktiva (Assets) Setiap barang fisik (berwujud) atau hak (tidak berwujud) yang mempunyai nilai uang adalah aktiva. Menyediakan informasi mengenai kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai informasi akutansi dalam pengambilan keputusan. Persediaan Barang Dagang. biasanya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun atau kurang. Aktiva Lancar (current assets) merupakan akun-akun yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang kas atau dijual atau dihabiskan. Kecuali tanah. 2. Penyajiannya dalam neraca. Kendaraan. yang termasuk aktiva lancar adalah Bank.1 Pengertian laporan keuangan Merupakan laporan mengenai posisi kemampuan dan kinerja keuangan perusahaan serta informasi lainnya yang diperlukan oleh pemakai informasi akuntansi. b. Aktiva Tetap (plant assets atau fixed assets) adalah aktiva berwujud yang digunakan dalam perusahaan yang sifatnya permanen atau relatif tetap yang meliputi Peralatan. aktiva tetap lain secara bertahap mengalami penyusutan atau kehilangan kegunaannya dengan berlalunya waktu.1 a.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1.2 Klasifikasi perkiraan (classification of account) Perkiraan-perkiraan yang ada dalam laporan keuangannya harus diklasifikasikan menurut karakteristik umum. Fungsi laporan keuangan Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan (aktiva. Aktiva dapat dibedakan menjadi : 1.

Pengambilan Pribadi (Prive / Drawing) merupakan jumlah pengambilan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan perseorangan. Dividen (dividens) merupakan pembagian laba kepada pemegang saham untuk perusahaan perseroan. Biasanya No. Laba Yang Ditahan (Retained Earning) merupakan laba bersih yang ditahan dalam perusahaan. Biasanya No. pelaksanaan jasa dari para langanan atau klien. wesel bayar. Pendapatan Komisi. hendaknya setiap jenis pendapatan dicatat dalam perkiraan terpisah. penyewaan harta. Untuk perusahaan perseroan Modal saham (capital stock) merupakan investasi pemegang saham. 2.. Honorarium Profesi. Sedangkan untuk perseorangan Modal (capital) adalah modal pemilik dalam perusahaan perseorangan. Kewajiban Jangka Pendek (current payable) merupakan kewajiban yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu dekat biasanya dalam 1 (satu) tahun atau kurang. Biasanya No akun diawali dengan angka : 4 Laporan Keuangan 3 . hutang gaji. contoh : Hutang usaha. Untuk perseroan disebut modal pemegang saham (stockholders’ equity). akunnya diawali dengan angka : 2 Modal Pemilik (Owner’s Equity) Modal pemilik merupakan klaim residu terhadap aktiva perusahaan setelah total kewajiban dikurangkan. hutang bunga dan hutang pajak. Hasil Penjualan Karcis dan Pendapatan Bunga. peminjaman uang dan semua kegiatan usaha serta profesi yang bertujuan umtuk memeproleh penghasilan. contoh hutang hipotik dan hutang obligasi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Kewajiban (Liabilities) Kewajiban merupakan hutang kepada pihak luar (kreditor) dan biasanya dalam neraca ditambahkan kata “Payable”. Dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu 1. Kewajiban Jangka Panjang (long-term liabilities) merupakan kewajiban yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu yang relatif lama biasanya lebih dari satu tahun. Istilah lainnya : Penjualan. akunnya diawali dengan angka : 3 Pendapatan (Revenue) Pendapatan merupakan kenaikan kotor (Gross) dalam modal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan. Bila suatu perusahaan mempunyai beberapa jenis pendapatan.

menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu. 4 Laporan Keuangan .1. Selisih antara pendapatan-pendapatan dengan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Dapat Diperbandingkan. artinya informasi memiliki kualitas yang andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan. seperti beban gaji. 2. akun diawali dengan angka : 5 1.4 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan 1. artinya dapat informasi dalam laporan keuangan dapat membantu pemakai laporan keuangan dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu. 3.1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Beban (Expense) Beban merupakan biaya yang telah dipakai dalam proses untuk menghasilkan pendapatan. sehingga diharapkan dapat disajikan wajar. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan. disebut juga biaya yang talah dipakai (expired cost).3 Tujuan Laporan Keuangan Adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan.2. Keandalan.1 Jenis laporan keuangan Laporan laba rugi Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Beban sangat bervariasi.2 1. artinya pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengevaluasi posisi keuangan. 1. kesalahan material. kinerja serta perubahan posisis keuangan secara relatif. beban iklan. Dapat Dipahami. artinya kualitas informasi yang ditampung dalam laporan keuangan mudah dipahami oleh pemakai. 1. kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengembilan keputusan ekonomi. 4. beban penyusutan dan sebagainya. Relevan. masa kini atau masa depan. Biasanya No.

3. 4. selisihnya sering disebut rugi. Laporan Keuangan 5 . 5. 2. bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang. Penghasilan (Income) Adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biayabiaya. seperti pada laba yang timbul dari penjualan aktiva tetap. laba (profit) Adalah kenaikan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali kenaikan modal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. penyerahan jasa. Istilah istilah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendapatan (Revenue) Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Peran dari laporan laba rugi adalah sebagai sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan serta mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode. Bila pendapatan lebih kecil daripada biaya. Biaya (Expense) Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang. atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. penyerahan jasa. bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang. seperti pada rugi penjualan surat berharga. Dalam laporan rugi laba terdapat beberapa istilah yang sering digunakan. atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. Rugi (Loss) Adalah penurunan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali yang timbul dari biaya atau distribusi pada pemilik.

Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva. yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan/atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa.  Penghasilan bersih sesudah pajak.  Penghasilan bersih dari elemen-elemen luar biasa.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6. 6 Laporan Keuangan . Single Step Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokkan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha.2. yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan.  Penghasilan bersih sebelum pajak. yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha. tetapi hanya dipisahkan antara:   Pendapatan-pendapatan dan laba-laba Biaya-biaya dan kerugian-kerugian.  Penghasilan usaha bersih. dan pembayaran uang muka sewa. Harga Perolehan (Cost) Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. 2. 1. seperti pada pembelian mesin. yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan. yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha.2 1. Dalam akuntansi biaya harga perolehan juga dapat berarti harga pokok atau biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang. Bentuk Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua model sebagai berikut: Bertahap (Multiple Step) Bentuk multiple step adalah bentuk laporan laba rugi di mana dilakukan beberapa pengelompokkan terhadap pendapatan pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urut-urutan tertentu sehingga bisa dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut:  Laba bruto.

Perusahaan dengan bentuk perseroan. 1. Apabila laporan perhitungan laba rugi disusun dengan cara current operating performance maka elemen-elemen luar biasa akan nampak dalam laporan laba ditahan. Karena laporan laba rugi dapat disusun dengan cara all inclusive atau current operating performance. atau dengan kata lain.2. pada akhir periode akuntansi biasanya juga disusun laporan yang menunjukkan sebab sebab perubahan modal perusahaan. perubahan modalnya ditunjukkan di dalam laporan laba ditahan (retained earnings).Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1. Apabila laporan perhitungan laba rugi disusun dengan cara all inclusive maka di dalam laporan laba ditahan hanya menunjukkan:     saldo laba tidak dibagi awal periode ditambah laba neto dan elemen-elemen luar biasa ditambah atau dikurangi koreksi kesalahan dikurangi dividen yang diumumkan.4 Neraca Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. Untuk lebih memberikan pemahaman berikut ini diberikan contoh-contoh laporan laba ditahan untuk melengkapi laporan perhitungan laba rugi dengan cara all inclusive maupun current operating performance. tergantung kepada laporan perhitungan laba rugi. Di dalam laporan ini ditunjukkan laba ditahan awal periode. ditambah dengan laba seperti yang tercantum di dalam laporan perhitungan laba rugi dan dikurangi dengan dividen yang diumumkan selama periode yang bersangkutan. aktiva adalah investasi di dalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber sumber yang digunakan untuk investasi tersebut. dapat dilihat dalam neraca bahwa jumlah aktiva akan sama besar dengan jumlah pasiva. Oleh karena itu. maka susunan laporan laba tidak dibagi juga akan berbeda. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva. di mana pasiva itu terdiri dari dua bagian kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik Laporan Keuangan 7 .3 Laporan perubahan ekuitas : Di samping penyusunan neraca dan laporan laba rugi.2.

Modal ini bukan merupakan jumlah yang harus dilunasi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perusahaan yang disebut modal. Susunan aktiva dan pasiva di dalam neraca adalah sebagai berikut: 8 Laporan Keuangan . Modal menunjukkan jumlah milik para pemilik yang ditanamkan dalam perusahaan. Oleh karena itu. tagihan-tagihan. Utang merupakan milik kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan dan jumlah-jumlah ini merupakan kewajiban perusahaan yang harus dilunasi. Bila disusun dalam bentuk persamaan maka akan nampak bahwa: Aktiva = Utang + Modal Dalam pengertian aktiva selain dari barang-barang dan hak-hak yang dimiliki. surat-surat berharga yang merupakan sumber uang dan pengeluaran-pengeluaran yang akan memberi manfaat di masa yang akan datang. Cara pelunasan utang ini bermacam-macam dapat dilakukan dengan mengembalikan dengan uang atau dengan cara yang lain. di dalamnya termasuk juga biaya-biaya yang belum dibebankan dalam periode yang bersangkutan dan masih akan dibebankan pada periode-periode yang akan datang. Pengelompokkan seperti ini akan memungkinkan dihitungnya modal kerja perusahaan yaitu selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar. sehingga pembebanannya juga ditunda seperti aktiva tetap. Pengelompokkan seperti itu hanyalah merupakan suatu kelompok besar yang akan dirinci lebih lanjut. di dalam judul aktiva akan termasuk juga pos-pos kas. Jumlah ini timbul dari setoran para pemilik dan perubahan-perubahan nilai aktiva yang terjadi karena hasil usaha perusahaan. tetapi dalam hal likuidasi. Biasanya aktiva dan utang akan dikelompokkan dalam kelompok lancar atau jangka pendek dan tidak lancar atau jangka panjang dalam bentuk aktiva tetap. Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya aktiva dan utang dikelompokkan dalam kelompok lancar dan tidak lancar. para pemilik baru menerima pelunasan sesudah para kreditur dilunasi. hak paten dan persekot-persekot biaya. utang dan modal. Elemen-elemen dalam neraca biasanya dikelompokkan dalam suatu cara yang tujuannya adalah untuk memudahkan analisa. Selanjutnya adalah penggolongan aktiva dalam golongan aktiva.

Dalam perusahaan perseorangan ekuitas ditunjukkan dalam satu rekening yang diberi nama ekuitas. Xx 9 Laporan Keuangan . Modal Disetor Modal disetor adalah jumlah uang yang disetorkan oleh pemegang saham dan biasanya dibagi dalam 2 kelompok yaitu:  Modal saham. Elemen ekuitas dalam perusahaan yang berbentuk persero adalah sebagai berikut: a. xx (-) Saham dalam portepel Rp. yaitu jumlah nominal saham yang beredar.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I   Golongan Harta-harta/Aktiva Aktiva lancar Investasi jangka panjang Aktiva tetap berwujud Aktiva tidak berwujud Aktiva/harta lainnya Golongan Utang-utang dan Modal Sendiri Utang-utang: Utang-utang lancar Pendapatan yang diterima di muka Utang-utang jangka panjang Utang-utang lain Modal sendiri: Modal saham yang disetor Agio/disagio saham Cadangan-cadangan Laba tidak dibagi Ekuitas adalah perbedaan antara aktiva dengan utang dan merupakan kewajiban perusahaan kepada pemilik dan dalam suatu badan usaha ekuitas adalah hak dari pemilik. Dalam perusahaan yang berbentuk firma ekuitas ditunjukkan dalam rekening ekuitas masing-masing anggota. Di dalam neraca cara mencantumkan modal saham beredar adalah sebagai berikut: Modal statuter Rp. Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan ekuitas ditunjukkan dengan rekening ekuitas yang terdiri dari beberapa elemen. xx Modal saham beredar Rp.

sedang disagio adalah selisih di bawah nominal. Modal Penilaian Kembali Apabila diadakan penilaian kembali terhadap aktiva-aktiva perusahaan. Di dalam neraca agio akan ditambahkan pada modal saham beredar sedangkan disagio dikurangkan. Rp. Laba ditahan Merupakan kumpulan laba tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai dividen. 10 . b. Di dalam neraca laba ditahan akan dicantumkan sebagai berikut: Laba ditahan: Untuk ekspansi Untuk pelunasan obligasi Sisa laba ditahan Rp. Rp. Di dalam neraca. Laba yang ditahan merupakan elemen modal yang berasal dari dalam perusahaan. cadangan penurunan harga persediaan dan Iain sebagainya. Rp. Di dalam Laporan Keuangan d. Agio adalah selisih di atas nominal.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I  Agio/disagio saham. untuk membatasi agar laba yang ditahan tidak diminta sebagai dividen seluruhnya. maka bisa dibuat cadangan-cadangan dari laba ditahan. modal penilaian kembali dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain. Jumlah laba ditahan yang sudah dicadangkan tidak dapat diminta sebagai dividen. cadangan pelunasan obligasi. Modal Sumbangan Modal sumbangan ini timbul apabila perusahaan memperoleh aktiva yang berasal dari sumbangan. Saldo rekening laba ditahan sewaktu-waktu dapat diminta sebagai dividen oleh pemegang saham. Apabila laba ditahan saldonya debit akan disebut defisit. maka selisih antara nilai buku lama dengan nilai buku yang baru dicatat sebagai modal penilaian kembali. xx xx xx xx c. Cadangan laba ditahan dapat digunakan untuk ekspansi. yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan nilai nominal saham. Aktiva yang diterima dicatat dalam rekening aktiva dengan cara yang biasa dan diimbangi dengan pencatatan dalam rekening modal sumbangan.

Kas adalah adalah investasi yang sifatnya sangat likuid. 1. berjangka pendek. aliran kas diklasifikasikan dalam tiga kelompok yang berbeda yaitu penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan investasi. dan kegiatan usaha. Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode.2.5 Laporan Arus Kas Perusahaan wajib menyusun laporan arus kas dan menjadikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan atau integral dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. pembelanjaan atau financing. Kegiatan investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jas : Laporan Keuangan 11 . Kegiatan usaha adalah kegiatan penghasil utama pendapatan perusahaan dan kegiatan lain yang bukan merupakan kegiatan investasi dan pembelanjaan. Kegiatan pembelanjaan adalah kegiatan yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Kas meliputi uang tunai (cash on hand) dan rekening giro setara kas (cash equivalent). dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Untuk mencapai tujuan itu.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I neraca modal sumbangan dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pendapatan Beban Operasi : Beban Upah Beban Sewa Beban Perlengkapan Beban Utilitas Beban Rupa-rupa Total Beban Operasi Laba / Rugi Bersih Perusahaan “X” Laporan Laba Rugi Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX Perusahaan “X” Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… Modal awal Investasi awal Laba / Rugi Bersih Dikurangi Penarikan Kenaikan/penurunan Ekuitas pemilik Modal akhir XXX XXX XXX (+/-) XXX XXX XXX (+/-) XXX Assets/aktiva Kas Perlengkapan Peralatan Total Aktiva Perusahaan “X” Neraca Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… Pasiva/kewajiban XXX Utang Usaha XXX Ekuitas Pemilik : XXX Modal XXX Total Kewajiban + Ekuitas XXX XXX XXX 12 Laporan Keuangan .

Arus kas dari aktivitas operasi : Kas yang diterima dari pelanggan XXX Dikurangi pembayaran kas untuk beban dan XXX pembayaran kepada kreditor Arus kas bersih dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi : Pembayaran kas untuk pembelian/penjualan aktiva tetap Arus kas dari aktivitas pendanaan : Kas yang diterima sebagai investasi pemilik XXX Dikurangi penarikan kas oleh pemilik XXX Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Arus kas bersih dan saldo kas Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang : Majesty Komputer Laporan Laba-Rugi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember Pendapatan dari Penjualan Penjualan Dikurangi : Retur & potongan penjualan Diskon Penjualan Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban operasi : Beban penjualan : Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutanPeralatan toko Beban penjualan rupa2 Laporan Keuangan XXX XXX (+/-) XXX XXX 720. 20…….140 5.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perusahaan “X” Laporan Arus Kas Untuk Bulan yang Berakhir …….930 708..100 630 13 .185 6.790 11.305 182.030 10.860 3.950 60.255 525.

000 57.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Total beban penjualan Beban Administrasi Beban gaji kantor Beban sewa Beban penyusutanPeralatan kantor Beban Asuransi Beban perlengkapan kantor Beban administrasi rupa2 Total beban administrasi Total beban operasi Laba dari operasi Pendapatan lain-lain Pendapatan bunga Pendapatan sewa Total pendapatan lain-lain Beban lain-lain : Beban bunga Laba bersih 74. 31 Desember 153.200 14 Laporan Keuangan .100 2.490 1.620 21.440 1.400 211.890 109.020 8.800 75. 1 Januari Laba bersih selama setahun Dikurangi penarikan Kenaikan ekuitas pemilik Modal Mayesty.800 600 4.440 3.910 610 760 34.400 2.960 75.510 73.400 18.400 Majesty Komputer Laporan Ekuitas Pemilik Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember Modal Pat King.

Depan) Total Kewajiban EKUITAS PEMILIK Modal Pat King Total Kewajiban dan ekuitas pemilik Laporan Keuangan 52.140 1.360 20.150 480 2.570 Dikurangi akumulasi penyusutan 4.000 60.800 30.880 200 62.650 219.720 Total Properti.310 10.000 1.250 261.200 261.000 50.560 15 .360 211.700 Peralatan Kantor 15. bangunan dan peralatan : Tanah Peralatan toko 27.100 Dikurangi akumulasi penyusutan 5.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Mayesty Komputer Neraca Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember AKTIVA Aktiva Lancar : Kas Wesel tagih Piutang usaha Piutang bunga Persediaan barang dagang Perlengkapan kantor Asuransi dibayar dimuka Total Aktiva Lancar Properti. bangunan dan peralatan Total Aktiva KEWAJIBAN Kewajiban lancar : Utang usaha Wesel bayar (bagian lancar) Utang gaji Sewa diterima di muka Total kewajiban lancar Kewajiban jangka panjang : Wesel bayar (jatuh tempo th.560 22.850 42.950 40.420 5.400 10.000 21.

8. 9. 3. 5. sebutkan! Apakah perbedaan investasi jangka pendek yang berbentuk saham dengan investasi jangka panjang dalam bentuk yang sama? Mengapa pendapatan diterima di muka dikelompokkan dalam utang jangka pendek? Dalam praktek neraca dapat disusun dalam dua bentuk. 16 Laporan Keuangan . sebutkan! Apakah beda pendapatan (revenue) dan laba (profit)? Apakah perbedaan konsep all inclusive dan current operating performance! Apakah perbedaan laporan laba rugi multiple step dan single step? Jelaskan masing-masing pendekatan itu! 10. 7. 4. Laporan arus kas dapat disusun dengan dua pendekatan yang berbeda. 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 6. Apakah elemen laporan keuangan tahunan suatu perusahaan? Jelaskan maksud aktiva! Aktiva dikelompokkan dalam beberapa golongan.

580. Mayesty NERACA SALDO Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Perkiraan Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagang Assuransi Dibayar Dimuka Perlengkapan Peralatan Ak.366.000.000. Penyusutan Gedung Utang Dagang Sewa Diterima Dimuka Modal Penjualan Retur Penjualan Potongan Penjualan Pembelian Retur Pembelian Potongan Pembelian Beban Transport Laporan Keuangan Nomor 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 22 31 41 42 43 51 52 53 54 Saldo 92.925.000 12.000.000 113.000 125.500.000 17 .650.000.450.354.000 250.500. Penyusutan Peralatan Gedung Ak.000 190.000 5.000 187.000 12.000 6.000 36.000 568.260.800.000 25.250.000 89.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi PT.000 5.369.000 343.000 26.000 32.350.000 3.500.351.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Beban Gaji Beban Iklan Beban Sewa Beban Administrasi 55 56 57 58 25.000 2.000 10.000 5.897.580. Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Modal 18 Laporan Keuangan .681.987.000 Diminta : Buatlah laporan keuangan dari data diatas : Neraca.

19 Kas Kecil . Mahasiswa mampu menjelaskan penyusunan laporan kas. Kas adalah bentuk aktiva yang tidak produktif oleh karena itu harus dijaga agar jumlah kas tidak terlalu besar sehingga tidak ada idle cash.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I KAS KECIL Overview Kas merupakan suatu alat pertukaran dan dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. Tujuan 1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami konsep kas dalam akuntansi. 2.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2. Uang kas yang dibatasi penggunaannya. Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya serta simpanan dalam bank yang dapat diambil sewaktu-waktu. Cek mundur (post dated checks) tetap dicatat sebagai piutang sampai tanggal di mana cek tadi dapat diuangkan. traveller's checks. surat berharga tetap dilaporkan sebagai investasi jangka pendek. uang logam. Jika 20 Kas Kecil . Dalam keadaan seperti ini cek mundur dicatat dalam rekening cek mundur yang termasuk dalam kelompok piutang.1 Pemahaman Kas Kas merupakan suatu alat pertukaran dan dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. cek yang belum disetorkan. tetapi sebelum dijual surat-surat berharga tersebut tidak termasuk kelompok kas. Selanjutnya kas adalah aktiva yang tidak produktif oleh karena itu harus dijaga supaya jumlah kas yang ada tidak terlalu besar sehingga tidak terjadi kas atau uang yang diam (idle cash). simpanan dalam bentuk giro atau bilyet. Pada simpanan dalam bank di luar negeri menimbulkan perbedaan karena menggunakan mata uang yang berbeda. biasanya dalam bentuk dana. sehingga elemen-elemen yang tidak diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai nominal tidak dikelompokkan dalam kas. cashier's checks. Surat-surat berharga seperti saham-saham dan obligasi mungkin dapat segera dijual dan menjadi uang tunai. Kas terdiri dari uang kertas. Untuk dapat digolongkan sebagai kas biasanya dibatasi dengan pernyataan diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai nominal. Di Indonesia sering ditemui cek mundur yang diterima dipakai untuk membayar pada pihak lain. tidak dimasukkan dalam kas tetapi dilaporkan terpisah sebagai dana. sedangkan dalam neraca kas merupakan aktiva yang terlancar dalam arti paling sering berubah serta kas dipengaruhi oleh hampir setiap transaksi dengan pihak eksternal. bank draft dan money order. Pada konsep ekonomi daya beli uang bisa berubah-rubah yaitu naik atau turun tetapi kenaikan atau penurunan daya beli ini uang tetap tidak akan mengakibatkan penilaian kembali terhadap kas. Oleh karena itu simpanan di bank luar negeri harus dikurskan dalam rupiah terlebih dahului dalam pelaporannya dan seringkali simpanan-simpanan di bank luar negeri tidak dapat diambil sewaktu-waktu oleh karenanya akan dilaporkan terpisah dalam neraca. maka wesel tagih ini tetap dicatat sebagai piutang wesel sampai dilunasi oleh yang membuat wesel. Sebelum dijual. Jika ada wesel tagih yang diserahkan ke bank untuk ditagihkan.

maka termasuk dalam kelompok aktiva lancar. Cek-cek yang sudah ditulis tetapi belum diserahkan kepada orang yang dibayar tidak dikeluarkan dari kas. Apabila pengawasan tidak dijalankan dengan ketat seringkali jumlah pengeluaran diperbesar dan selisihya digelapkan untuk itu prosedur pengawasan yang digunakan adalah:  Semua pengeluaran uang menggunakan cek. maka sistem pengawasan intern suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. untuk 21 Kas Kecil . Oleh karena itu perlu diadakan pengawasan yang ketat terhadap kas.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I penggunaannya masih dalam waktu satu tahun. Dilakukan pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan pencatatan kas. Selain itu setiap hari harus dibuat laporan kas. akan mudah menggelapkan uang kas. Pada umumnya suatu sistem pengawasan intern terhadap kas akan memisahkan fungsi-fungsi penyimpanan. Kas kecil dan kas yang ada di cabang-cabang perusahan atau unit usaha termasuk dalam kas karena memenuhi batasan-batasan kas. Dilakukan pemisahan fungsi antara pengurusan kas dengan fungsi pencatatan kas. Pengeluaran uang dalam suatu perusahaan itu adalah untuk membayar bermacam-macam transaksi. kecuali pengeluaran-pengeluaran kecil dibayar dari kas kecil. Karena bentuk dan jenis perusahaan ada bermacam-macam. tetapi jika tidak dapat digunakan untuk pengeluaranpengeluaran dalam waktu satu tahun. Karena sifatnya yang sangat mudah untuk dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan pemiliknya maka kas mudah digelapkan. Dasar-dasar pengawasan tersebut antara lain adalah: 1. pelunasan piutang atau dari pinjaman maka prosedur pengawasan yang digunakan adalah:    Menunjukkan dengan jelas fungsi-fungsi dalam penerimaan kas dan setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetor ke bank. Penerimaan uang dalam suatu perusahaan bisa berasal dari beberapa sumber yaitu dari penjualan tunai. 2. Apabila pada waktu menulis cek sudah dikreditkan ke rekening kas maka pada akhir periode jika ceknya belum diserahkan dibuat jurnal untuk mendebit kembali rekening kas. maka dilaporkan dalam kelompok aktiva tidak lancar. Tetapi ada dasar-dasar tertentu yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk mengadakan pengawasan terhadap kas. pelaksanaan dan pencatatan karena tanpa adanya pemisahan fungsi seperti di atas.

yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Metode Imprest Di dalam metode ini jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap. Oleh kasir kas kecil.   Proses pengawasan intern terhadap kas akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti perlunya dibentuk kas kecil dan karena terdapat rekening giro bank maka perlu dilakukan rekonsiliasi antara saldo kas dengan saldo menurut laporan bank. Dalam pelaksanaannya kas kecil mengenal dua metode yaitu: 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I    Dibentuk kas kecil yang diawasi dengan ketat. Setiap kali melakukan pembayaran kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran. 2. cek tadi diuangkan ke bank dan uangnya digunakan untuk membayar pengeluaranpengeluaran kecil. Diharuskan membuat laporan kas harian.2 Kas Kecil Dana kas kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. Dana ini diserahkan kepada kasir kas kecil yang bertanggung jawab terhadap pembayaran-pembayaran dari dana ini dan terhadap jumlah dana kas kecil. yang menulis cek yang menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran kas. kasir kas kecil akan minta pengisian kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dibayar dari kas kecil. Dengan cara ini jumlah uang dalam kas kecil kembali lagi seperti semula. Dilakukan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tentu. Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti yang lengkap atau menggunakan sistem voucher. Penambahan kas kecil kadangkadang dilakukan setiap periode tertentu misalnya mingguan. Pengisian kembali pada akhir periode perlu dilakukan agar biaya-biaya yang sudah dibayar dari kas kecil bisa 22 Kas Kecil . Apabila jumlah kas kecil tinggal sedikit dan juga pada akhir periode. Jika jumlah kas kecil tinggal sedikit maka kasir kas kecil akan meminta agar dananya ditambah. Dilakukan pemisahan antara orang-orang yang mengumpulkan buktibukti pengeluaran.

- Pada tanggal 19 Desember 2007dilakukan pengisian kembali sebesar Rp90. adalah bukti-bukti pengeluaran dan kreditnya kas. kasir kas kecil bisa membuat catatan kas kecil.30.dengan rincian sebagai berikut: Biaya angkut Listrik Telepon Bahan pembantu kantor Rp15. Apabila diperbolehkan maka kas kecil akan berubah fungsinya sebagai tempat meminjam uang. Untuk menjaga agar dana kas kecil bisa memenuhi tujuannya. Tetapi perlu diketahui bahwa catatan kasir kas kecil tadi bukannya buku jurnal tetapi merupakan catatan intern untuk kasir kas kecil.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I dicatat karena dalam sistem imprest pengeluaran-pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali.000.. Untuk mengetahui sisa uang yang ada dalam kas kecil. Kasir kas kecil bertanggung jawab atas uang yang diserahkan kepadanya.000.17.28.00.dengan rincian sebagai berikut: Kas Kecil 23 .-. Pengeluaran kas kecil sampai tanggal 19 Desember 2008 sebesar Rp90. Pengisian kembali ini dicatat dengan mendebit rekening yang sesuai untuk masing-masing pengeluaran yang dasarnya.000. maka kas kecil tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai tempat penukaran cek-cek dari pegawai.000. Prosedur akuntansi untuk dana kas kecil dengan sistem imprest dijelaskan adalah dalam ilustrasi sebagai berikut: PT Venni Jaya pada tanggal 1 Desember 2008 membentuk dana kas kecil sebesar Rp100. Apabila sebagian dari kas kecil sudah digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran maka bukti pengeluaran harus disimpan bersama dengan sisa uang yang ada dalam peti kas (cash box).. Dengan cara ini saldo rekening kas kecil tidak akan berubah Yang membuat jurnal adalah bagian akuntansi.000. Mulai tanggal 20 Desember sampai dengan 31 Desember 2008 pengeluaran kas kecil sebesar Rp80. kasir kas kecil akan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran dan menerima cek sebesar pengeluaran yang sudah dibayar. Pada waktu meminta pengisian kembali.000.

sudah dikeluarkan untuk membayar biaya-biaya.400.000.4.19.Rp100.Apabila pada tanggal 31 Desember 2008 tidak dilakukan pengisian kembali maka kas kecil jumlahnya tinggal Rp20.- 31 Desember apabila dilakukan pengisian kembali kas kecil..000.19.000.000.000.Rp80.000..Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Biaya kirim penjualan Langganan surat kabar Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak formulir Rp25.850.000.30.30.750. maka jurnalnya sebagai berikut: Biaya kirim penjualan Surat kabar. majalah dan lain-lain Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Kas kecil Rp25.000.000.tersebut belum dicatat.000.- Transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam buku jurnal sebagai berikut: 2008 01 Desember 19 Desember Dana kas kecil Kas Biaya angkut Biaya listrik Biaya telepon Biaya supplies kantor Kas Rp100.000. Oleh karena itu pada tanggal 31 Desember 2008 dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut: 24 Kas Kecil .28.000.850.000.4.30.dan yang Rp80. Karena tidak dilakukan pengisian kembali maka biaya-biaya sejumlah Rp 80.Rp90.Rp15.17..000.750.

.19.000. Contoh pada ilustrasi sebelumnya kas kecil Rp100.Rp25.000.30.000.750. Jurnal penyesuaian kembali ini dibuat agar saldo rekening kas kecil kembali seperti semula dan pengisian kembali kas kecil berikutnya bisa dicatat dengan cara yang sama seperti jurnal pengisian kembali sebelumnya.25 ..dirasakan terlalu kecil dan diputuskan untuk menambahnya menjadi Rp150.000.400.Rp50.dirasakan terlalu besar dan diputuskan untuk menurunkan jumlahnya menjadi Rp75.- Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 mengakibatkan saldo rekening kas kecil berubah.000. Perubahan saldo rekening kas kecil dapat juga terjadi jika ada penambahan atau pengurangan jumlah kas kecil.400.Atau sebaliknya jika jumlah kas kecil Rp100.000.19.000.- Pada hari kerja pertama tahun berikutnya yaitu tanggal 2 Januari dibuat jurnal penyesuaian kembali.30.Penurunan jumlah kas kecil ini dijurnal sebagai berikut: Kas Kas kecil Rp25. Jurnal penyesuaian kembali yang dibuat tanggal 2 Januari 2009 sebagai berikut: Kas kecil Biaya kirim penjualan Surat kabar.000.000.Rp25. majalah dan lain-lain Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Kas kecil Rp25.4.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Biaya kirim penjualan Surat kabar.4.850.Rp80. tetapi perubahan ini dikembalikan lagi pada tanggal 2 Januari 2009 dengan pembuatan jurnal penyesuaian kembali. majalah..000.000. dll Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Rp80.850.750.00 maka jurnalnya sebagai berikut: Kas kecil Kas Kas Kecil Rp50.000.

maka rekening kas kecil akan dikredit sebesar jumlah yang dikeluarkan.000.75. Untuk memudahkan pemahaman dilustasikan sebagai berikut: PT Unggul Selalu membentuk dana kas kecil sebesar Rp100.000.- Dengan menggunakan metode fluktuasi transaksi-transaksi di atas dicatat dengan jurnal-jurnal sebagai berikut: 1 Des: Kas kecil Kas 26 Rp100. pada tanggal 1 Desember 2008.Kas Kecil . Jadi buku pengeluaran kas kecil mempunyai fungsi sebagai buku jurnal dan menjadi dasar untuk pembukuan ke rekening-rekening buku besar.Rp100. Metode Fluktuasi Dalam metode fluktuasi pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam metode imprest.200.800. Perbedaannya dengan metode imprest adalah dalam metode fluktuasi saldo rekening kas kecil tidak tetap. 2.000.000. Transaksi-transaksi pengeluaran kas kecil sebagai berikut: 2008 2 Desember: Membayar langganan harian Kedaulatan Rakyat 3 Desember: Membayar biaya angkut pembelian bahan 4 Desember: Membeli buku-buku.000. tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil. Pada saat pengisian kembali rekening kas kecil didebit sebesar uang yang diterima.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Sesudah jurnal untuk menambah atau mengurangi kas kecil di atas dibukukan ke dalam rekening kas kecil maka rekening kas kecil akan menunjukkan saldonya yang baru.17. Kalau dalam metode imprest pencatatan terhadap pengeluaranpengeluaran kas kecil baru dilakukan pada saat pengisian kembali.14.45. Karena pencatatan dilakukan setiap kali terjadi pengeluaran.000. tinta dll untuk administrasi sebesar 7 Desember: Membayar rekening listrik sebesar 10 Desember: Dana kas kecil diisi kembali sebesar Rp 7. dalam metode fluktuasi setiap terjadi pengeluaran uang dari kas kecil langsung dicatat.

Rp 14.000.- 2 3 7 9 Rp7.Rp 75.Rp 14.000.Rp 17.Rp 17.200.200.Rp 75.Rp 7.Rp 45.000. Pada tanggal 31 Desember tidak diperlukan pembuatan jurnal penyesuaian karena setiap terjadi pengeluaran kas kecil sudah tercatat.200.17.- Adapun rekening kas kecil akan tampak sebagai berikut: KAS KECIL 2008 Desember 1 10 2008 Desember Rp100.800.800.000.45.- Dari rekening kas kecil tampak bahwa saldonya berfluktuasi sesuai dengan penerimaan dan pengeluaran kas kecil.000. Kas Kecil 27 .800.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2 Des: Surat kabar.000.000.75.000. majalah dll Kas kecil 3 Des: Biaya angkut pembelian Kas kecil 7 Des: Biaya supplies Kas kecil 9 Des: Biaya listrik Kas kecil 10 Des: Kas kecil Kas Rp 7.- Rp 45.000.14.000.

000 25Dibayar biaya kirim untuk barang dagangan kepada pembeli Rp. Pada 3 November 3 tahun berjalan.500 30Dana kecil diisi lagi sebesar pengeluaran yang ada Diminta : Catatlah transaksi tersebut dengan menggunakan Kas Kecil 28 .000 30Dibayar biaya rekening PAM untuk kantor Rp.000 5Dibeli perangko dan materai Rp. .000 29Dibayar biaya membersihkan ruangan kantor Rp.000 9Dibeli perlengkapan toko Rp. 250.000 (administrasi & umum) 5Dibayar biaya reparasi kursi kantor Rp.000 19Dana kecil diisi lagi sebesar pengeluaran yang ada 21Dibayar biaya perbaikan telepon Rp. 350. 10. 177.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi 1. 7. 250. 15. 75. 500. sedangkan selama bulan November tahun berjalan telah terjadi transaksi seperti dibawah ini: 3 Diterima selembar check No. 300. 65.000 10Dibayar biaya angkut pembelian barang dagangan Rp. PT BUNGA memutuskan untuk menggunakan dana kas kecil untuk pengeluaran yang relative kecil dan perusahaan menunjuk Paulina sebagai kasir kas kecil.500. 852 sebesar 7. 50. 225.000 19Dibayar biaya perbaikan mobil pimpinan Rp.000 untuk disimpan di kas kecil 3Dibeli penjepit kertas untuk keperluan kantor Rp. 60.000 4Dibayar biaya membersihkan jendela kaca Rp.000 pembayaran sebagai biaya administrasi umum 4Dibeli perangko dan materai Rp. 50.000 18Dibayar pembelian perlengkapan kantor Rp.000 28Dibayar pembelian perlengkapan kantor Rp.000.. 350. 150.000 6Dibayar biaya kirim untuk barang dagangan kepada pembeli Rp. 250.000 (Administrasi & umum) 23Dibayar biaya tagihan kepada salah seorang langganan Rp.000 6Dibeli kertas karbon untuk keperluan kantor Rp.000 4 Dibayar biaya kirim untuk pembelian perlengkapan kantor Rp.25. Perusahaan menggunakan metode periodic untuk akuntansi persediaannya 12Dibeli kue dan minuman untuk menjamu tamu pimpinan Rp.000 ( Biaya administrasi umum) 30Dibayar biaya perbaikan mobil kantor Rp. 125.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a) Imprest System b) Fluctuating system Kas Kecil 29 .

30 Rekonsiliasi Laporan Bank . Tujuan 1. Catatan kas akan menjadi pembanding dengan pencatatan bank pada proses rekonsiliasi bank. tujuan dan prosedur rekonsiliasi bank. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan proses penyusunan rekonsiliasi bank. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pengertian.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I REKONSILIASI LAPORAN BANK Overview Rekonsiliasi bertujuan untuk memeriksa ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank dan berguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran-pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

Selain itu rekonsiliasi juga berguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran-pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan. maksudnya agar penyusunan rekonsiliasi bank ini dapat digunakan untuk mengecek catatan-catatan kas dan bank. karena laporan bank sudah terlanjur dibuat (setoran dalam perjalanan).Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dalam perusaahan apabila setiap penerimaan uang disetor ke bank dan setiap pengeluaran uang kecuali yang jumlahnya relatif kecil menggunakan cek maka rekening kas akan dapat dibandingkan dengan laporan bank. Bagian-bagian yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh bank. tetapi belum dicatat dalam buku perusahaan (jasa giro). Biasanya laporan bank diterima bulanan dan akan direkonsiliasikan dengan catatan kas. Pembandingan ini dilakukan dengan cara debit rekening kas dibandingkan dengan kredit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom penerimaan. Bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Rekonsiliasi laporan bank ini berguna untuk memeriksa ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank. b) c) 2. tetapi dilaporkan sebagai setoran bulan berikutnya. seperti: a) Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan). Pada umumnya mengapa rekonsiliasi bank harus dilakukan karena biasanya terdapat perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan saldo menurut laporan bank. sehingga harus dibuat perbandingan antara keduanya agar dapat diketahui perbedaanperbedaan yang ada. dan kredit rekening kas dibandingkan dengan debit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom pengeluaran. Rekonsiliasi laporan bank sebaiknya dibuat oleh staf yang tidak mempunyai kepentingan terhadap kas. Hal-hal yang menimbulkan perbedaan pencatatan adalah sebagai berikut: 1. Rekonsiliasi Laporan Bank 31 . seperti: a) Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan. Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank. Dalam membuat rekonsiliasi laporan bank perlu diketahui bahwa yang direkonsiliasikan itu adalah catatan perusahaan dan bank.

b) Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar maka cek tersebut belum merupakan pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode.. Bagian-bagian yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya seperti: a) Cek-cek yang beredar (outstanding checks) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas tetapi oleh yang menerima belum diuangkan ke bank sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran. Disamping beberapa hal tersebut diatas perbedaan antara saldo kas dengan saldo menurut laporan bank bisa juga terjadi akibat kesalahan-kesalahan. Contoh penyusunan laporan rekonsiliasi saldo akhir adalah sebagai berikut: PT MULIA telah menerima rekening Koran dari BANK PELITA per 31 Agustus 2008 yang menunjukkan saldo sebesar Rp 1. Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam dua cara sebagai berikut: 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I b) 3.000. sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi perusahaan belum mencatatnya.. Pada tanggal 32 Rekonsiliasi Laporan Bank b) Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas. Penagihan wesel oleh bank.340. Bagian-bagian yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan seperti: a) Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum dicatat oleh perusahaan. c) Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan. Kesalahan-kesalahan ini bisa timbul dalam catatan perusahaan maupun dalam catatan bank. . Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan bank kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi. b) Bunga yang diperhitungkan atas saldo kredit kas (overdraft) tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Rekonsiliasi saldo akhir yang bisa dibuat dalam bentuk: a) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. 4.

jasa giro bulan Agustus 2002 sebesar Rp 8. e. Setoran check yang diterima dari Firma Makmur sebesar Rp 560. Sedangkan check No.350. Biaya Administrasi bank bulan Juli 2002 sebesar Rp 10. Setoran check sebesar Rp 1.000. d.000 f.000 dibukukan sebesar Rp 24. Check No.c. Check.check yang masih beredar berjumlah Rp 2. Bank telah mengkredit rekening PT MULIA atas kiriman uang sebesar Rp 257.000. Data yang berhubungan dengan rekonsiliasi bank adalah sbb: a. Diminta: 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Agustus 2008. Telah dikredit oleh Bank. 9022 sebesar Rp 240.b. Semuanya untuk pembelian barang dagangan.900 yang diterima dari langganan untuk melunasi hutangnya. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan Rekonsiliasi Laporan Bank 33 .600.000 dicatat dalam buku pengeluaran sebesar Rp 175. Buatlah Bank rekonsiliasi per 31 Agustus 2008 2.000 tanggal 28 Agustus 2002 telah ditolak karena saldo tidak mencukupi.200. perkiraan Kas di buku besar PT MULIA menunjukkan saldo sebesar Rp 691.000 pada tanggal 31 Agustus 2002 belum tercatat dalam rekening Koran bank.500. g. 9003 sebesar Rp 157.000.

350.600 bank Deposits transit Error 284.000 2.000 257.000 description Cash Intererest Income Cash Purchases Purchases Cash Miscellaneous Administration Cash Cash Account Receivable Account Receivable Cash Debit 8.200.000 786.900 560.000 190.000 257.000 10.200.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Saldo Catatan Perusahaan Direct collection by bank Interest Income Error Non Sufficient fund Bank Service Charges Error Correct book balance Jurnal Koreksi Date 31-8-2002 PT MULIA Rekonsiliasi bank Per 31 Agustus 2008 Saldo Laporan 691.000 1.900 8.000 Rekonsiliasi Laporan Bank 34 .000 Kredit 8.340.900 257.500 18.000 190.000 560.000 216.350.500 18.400 976.000 10.000 Correct book balance Out standing Checks Error 2.000 216.000 10.000 216.540.000 2.000 0 in 1.500 18.000 560.000 0 1.

400 560.000 10.000 257.000 .000 786. Susunan kolom-kolomnya adalah saldo awal. 1.200. Dalam bentuk ini selain saldo awal dan saldo akhir akan dapat diketahui perbedaan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara bank dengan catatan kas.500 18.200.900 8. Dalam mengerjakan rekonsiliasi bentuk ini diperlukan Rekonsiliasi Laporan Bank 35 .000 216.284.000 691. pengeluaran dan saldo akhir yang bisa dibuat dalam bentuk: a) Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas 4 kolom.000 Rekonsiliasi saldo awal.000 0 1. penerimaan. b) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar 8 kolom. penerimaan. pengeluaran dan saldo akhir.350. Rekonsiliasi seperti ini biasanya dilakukan oleh akuntan pemeriksa auditor sebagai alat pengujian yang menyeluruh terhadap transaksi-transaksi kas.000 2.000 1.2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PT MULIA Rekonsiliasi Bank Per 31 Agustus 2002 Saldo Laporan Bank Ditambah: Deposits in transit Error Dikurangi: Out standing Checks Error Jumlah Dikurangi: Direct collection by bank Interest Income Error pengeluaran Over Jumlah Ditambah: Non Sufficient fund Bank Service Charges Error pengeluaran Under Jumlah Saldo kas perusahaan 2.000 0 .340.350.

pengeluaran dan saldo akhir bisa dibuat dalam dua bentuk yaitu 4 kolom dan 8 kolom. penerimaan. pengeluaran dan saldo akhir.500. Seperti dalam prosedur penerimaan kas dinyatakan bahwa cek-cek yang ditolak oleh bank dapat diperlakukan sebagai pengurang dalam jurnal penerimaan kas atau sebagai pengeluaran kas.700. sedang rekonsiliasi 8 kolom merupakan perluasan dari rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. penerimaan.1.000.1. Hal ini bisa terjadi karena bank mencatat setoran tadi dalam bulan Januari yang seharusnya merupakan setoran bulan Desember.500. Jika dibandingkan dengan rekonsiliasi saldo akhir maka rekonsiliasi 4 kolom adalah perluasan dari rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas. hanya yang terakhir ini lebih komplek. Perbedaan prosedur seperti ini akan mempengaruhi rekonsiliasinya Rekonsiliasi saldo awal. misalnya Desember dan Januari.614. Apabila diperlakukan sebagai pengurang jurnal penerimaan kas maka jumlah penerimaan menurut jurnal ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan jurnal penerimaan kas di mana cek kosong diperlakukan sebagai pengeluaran.800.Rp1. karena prosedur yang digunakan akan mempengaruhi jumlah-jumlah yang akan direkonsiliasikan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I pengetahuan mengenai prosedur pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.857.243. seperti setoran dalam perjalanan bulan Desember akan menambah saldo 31 Desember dan mengurangi penerimaan bulan Januari. Karena yang direkonsiliasikan dalam bentuk-bentuk berkolom ini adalah saldo akhir suatu periode yang menjadi saldo awal periode berikutnya. penerimaan dan pengeluaran Januari serta saldo akhir Januari maka setiap elemen dalam rekonsiliasi ini akan mempengaruhi dua kolom. Oleh karena itu prosedur dalam membuat rekonsiliasi saldo akhir juga berlaku dalam rekonsiliasi saldo awal.480. Contoh prosesnya adalah sebagai berikut: Dari catatan kas: Saldo 31 Desember 2008 Penerimaan dlm bulan Januari 2009 Pengeluaran dlm bulan Januari 2009 Saldo 31 Januari 2009 Rp 376.- 36 Rekonsiliasi Laporan Bank .

161.000.8.Rp 546.800.000.400.700.1.Dicatat sebesar Rp102. (160. Penerimaan dan Saldo Bank 31 Januari 2009 Keterangan Per laporan bank Setoran dalam perjalanan 31 Des 2008 31 Jan 2009 Cek yang beredar 31 Des 2008 31 Jan 2009 Jasa giro 31 Des 2008 Saldo 31 Des 2008 Rp381.100.243.400.100. (172.1. Penerimaan. 37 Penerimaan Jan 2009 Rp1.400.200.000.000.12.000.) 161.200.40.Rp1.) (6. Pengeluaran Jan 2009 Rp1.- Rp 381.700. Saldo 31 Jan 2009 Rp546.000.408.) 180.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dari laporan bank: Saldo.172.000.000.700.000.100.100.000.600.14.31 Des 2008 Rp160. (172.100.) Rekonsiliasi Laporan Bank . 180.) 6. 31 Desember 2008 Penerimaan selama bulan Januari 2009 Pengeluaran selama bulan Januari 2009 Saldo 31 Januari 2009 Dari perbandingan laporan bank dan catatan kas Setoran dalam perjalanan Cek yang bereda Jasa giro Biaya bank Uang kas yang tidak disetor Cek kosong (disetor kembali bulan Berikutnya) Koreksi penerimaan piutang Rp101.789.000.1.000.6.700.200.900. 160.- Laporan rekonsiliasi yang disusun dari data di atas adalah sebagai berikut: Rekonsiliasi Saldo Awal. Pengeluaran dan Saldo Akhir (4 Kolom) Rekonsiliasi Saldo Awal.200.000.200.408.1.- 31 Jan 2009 Rp180. (161.243.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Jan 2009 Biaya bank 31 Des 2008 31 Jan 2009 Kas yang tidak disetor: 31 Jan 2009 Cek kosong 31 Des 2008 31 Jan 2009 Koreksi penerimaan 31 Des 2008 Saldo kas (8. Oleh karena itu dalam rekonsiliasi ini penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp180. 614.000.agar sesuai dengan catatan kas. maka tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 2008. 12. (8. 40.700.-. 12.) 1.200.600.000. Rp1.800. Karena masih belum diterima oleh bank sampai dengan tanggal 31 Desember 2008.000.000..000.000. 900. 14. Rp376...ini dicatat sebagai penerimaan bank bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam jumlah penerimaan Rp1.. 1. Di sini saldo bank tanggal 31 Desember 2008 ditambah dan penerimaan bank bulan Januari dikurangi sebesar Rp160.200.600. Rp1.) 40.000.243.000.dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009..480. Jumlah Rpl60.480.480. 31-1-09 38 Rekonsiliasi Laporan Bank . Keterangan: Setoran dalam perjalanan 31-12-08 Sudah dicatat sebagai penerimaan kas bulan Desember sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.000. Sudah dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. 14.000.) 1.000.000.700. 900.ini dicatat sebagai penerimaan oleh bank pada bulan Februari.500.700. (1.agar sesuai dengan catatan kas. Jumlah Rp180. Karena sampai tanggal 31 Januari 2009 masih belum diterima oleh bank maka tidak termasuk dalam jumlah penerimaan Rp1.000.

sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.. Jasa giro ini belum dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.400.agar sesuai dengan catatan kas.000. sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.-. Cek-cek ini akan diuangkan ke bank pada bulan Januari sehingga termasuk dalam jumlah pengeluaran bank bulan Januari sebesar Rp1.000.agar sesuai dengan catatan kas.. sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 39 Rekonsiliasi Laporan Bank .200.000. Sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka penerimaan bank Januari dan saldo bank 31 Januari 2009 dikurangi sebesar Rp8. sehingga tidak termasuk dalam pengeluaran bank bulan Januari. Cek-cek ini baru diuangkan ke bank pada bulan Februari. 31-1-09 Biaya bank 31-12-08 Dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari 2009 sehingga masih termasuk dalam saldo tanggal 31 Desember 2008. Oleh bank biaya ini dibebankan sebagai pengeluaran bulan Desember. Jasa giro ini ditambahkan oleh bank pada bulan Desember. Oleh karena itu pengeluaran bank ditambah dan saldo bank 31 Januari 2009 dikurangi sebesar Rp161. Oleh bank jasa giro ini ditambahkan sebagai penerimaan pada bulan Januari sehingga termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Januari 2009. Oleh karena itu saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank Januari dikurangi sebesar Rp172.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Cek yang beredar 31-12-08 Sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Desember.-. oleh karena itu termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 2008. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dikurangi dan penerimaan bank bulan Januari ditambah sebesar Rp6.-.243. 31-1-09 Jasa giro 31-12-08 Dicatat sebagai penerimaan kas pada bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.

Oleh perusahaan cek kosong ini dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari. Rekonsiliasi Laporan Bank 40 . Apabila cek kosong yang dikembalikan oleh bank dicatat sebagai pengurangan dalam jurnal penerimaan kas bulan Januari maka perbedaan antara bank dengan kas terletak pada saldo 31 Desember 2008 dan penerimaan bulan Januari 2009 Untuk menyesuaikan catatan bank dan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 ditambah dan penerimaan bank di bulan Januari dikurangi sebesar Rp12. maka pengeluaran bank bulan Januari dikurangi dan saldo bank 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp1.000.-. Kas yang tidak disetor 31-1-09 Dicatat sebagai penerimaan kas pada bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas.-.-. Sehingga perbedaan antara kas dan bank terletak pada saldo 31 Desember 2008 dan pengeluaran Januari 2009.-. Oleh bank biaya ini dibebankan sebagai pengeluaran pada bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Januari 2009.000.. 31-1-09 Dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Februari 2009 sehingga masih termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. Karena cek ini kosong oleh bank tidak diterima sebagai setoran dan dikembalikan ke perusahaan. maka penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp40. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas.600. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank Januari ditambah sebesar Rp1.-. Karena tidak disetor maka tidak termasuk dalam penerimaan bank Januari dan saldo bank 31 Januari 2009. Agar catatan bank sesuai dengan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank bulan Januari ditambah sebesar Rp12.200.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2008. Cek kosong 31-12-08 Dicatat sebagai penerimaan kas bulan Desember 2008 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.000.

Oleh karena itu perbedaan antara kas dan bank terletak pada penerimaan Januari dan saldo 31 Januari 2009.000.Rp8.41 .Rp1.000.000. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp14.00. Dari rekonsiliasi di atas yang dibuat koreksinya hanya elemen-elemen yang mempengaruhi saldo kas tanggal 31 Januari 2009. maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp900.Rp1. Sesudah menyusun rekonsiliasi laporan bank. perlu dibuat jurnal untuk membetulkan catatan kas.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31-1-08 Dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas.00. Koreksi penerimaan 31-12-08 Penerimaan kas bulan Desember 2008 dicatat terlalu besar Rp900. Penyesuaiannya sama dengan di atas.-.600.Rp14.-.600. Kesalahan ini berakibat pada saldo kas tanggal 31 Januari 2008 yang juga terlalu besar Rp900. Karena cek ini kosong oleh bank tidak diterima sebagai setoran dan dikembalikan ke perusahaan pada tanggal 31 Januari 2009.000.Rp14.-. Jurnal koreksi yang dibuat pada tanggal 31 Januari 2009 adalah sebagai berikut:: Kas Pendapatan jasa giro Biaya bank Pendapatan jasa giro Piutang Kas Rekonsiliasi Laporan Bank Rp8. Apabila cek kosong yang dikembalikan oleh bank dicatat sebagai pengurangan dalam jurnal penerimaan kas bulan Februari maka perbedaan antara bank dengan kas terletak pada penerimaan Januari dan saldo 31 Januari 2009.000. Oleh perusahaan cek kosong ini dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Februari. sehingga saldo kas tanggal 31 Desember 2008 terlalu besar Rp900.

Perbedaan antara bank dengan kas sebagai berikut: Saldo bank tanggal 31 Desember 2008 lebih besar Rp172. perbedaan antara pengeluaran bank dengan pengeluaran kas hanya sebesar cek yang belum diuangkan tadi.. (142.42 Rekonsiliasi Laporan Bank .100.Rp8. Saldo 31 Jan 2009 Rp546.700.masih beredar sampai dengan tanggal 31 Januari 2009. (172..- Apabila cek yang beredar tidak semuanya diuangkan ke bank pada bulan berikutnya. Misalnya dari data rekonsiliasi di muka. sehingga saldo bank tanggal 31 Januari 2009 lebih besar Rp30.. Pengeluaran Jan 2009 Rp1.400.400.000..sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Desember 2005 sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.000. Data di atas akan nampak dalam rekonsiliasi sebagai berikut: Saldo 31 Des 2008 Rp381.8.243.diuangkan ke bank pada bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam jumlah pengeluaran bank sebesar Rp1. Cek-cek sebesar Rp142.400.000.408.400. Perbedaan ini juga mempengaruhi saldo bank dengan saldo kas..) 161.dibanding dengan saldo kas pada tanggal yang sama.000.600.sedang cek sebesar Rp30.400. (30..400.200.dibanding dengan pengeluaran kas pada bulan yang sama.400.Rp9. dari cek yang beredar tanggal 31 Desember 2008 yang diuangkan ke bank pada bulan Januari hanya sebesar Rpl42.500.243.) Keterangan Per laporan bank Cek yang beredar 31 Desember 08 31 Januari 2009 Keterangan: Cek-cek sebesar Rp172.100.000.100.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Piutang Kas Rp9.000.900.- Jurnal koreksi tersebut dapat dibuat menjadi satu jurnal gabungan sebagai berikut: Biaya bank Piutang Pendapatan jasa giro Kas Rp1.) (161.14.. Pengeluaran bank bulan Januari 2006 lebih besar Rp142.) Penerimaan Jan 2009 Rp1.700.200.

- Rekonsiliasi Laporan Bank 43 .000.200.400.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I dibandingkan dengan saldo kas pada tanggal yang sama. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dikurangi sebesar Rp172..000.00.pengeluaran bank bulan Januari dikurangi sebesar Rp142..dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 dikurangi Rp30.400.dan cek-cek yang dikeluarkan pada bulan Januari 2006 sebesar Rp161. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa saldo cek yang beredar tanggal 31 Januari 2006 sebesar Rp191.200.terdiri dari cek yang dikeluarkan pada bulan Desember 2005 sebesar Rp30...

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. Sebutkan bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan! Jelaskan! 4. Jelaskan tujuan dan kegunaan penyusunan rekonsiliasi laporan bank! Sebutkan bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan kas oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank! Jelaskan! 3. Sebutkan bagaian-bagian yang sudah dicatat sebagai pengeluaran oleh bank. tetapi belum dicatat oleh perusahaan! Jelaskan! 44 Rekonsiliasi Laporan Bank . Sebutkan bagian-baian yang sudah dicatat sebagai pengeluaran kas oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank! Jelaskan! 5. 2.

000  Bank telah menerima pembayaran dari langganan Rp.000  Biaya jasa bank Rp. Mitra pada tanggal 30 Juni menunjukan saldo sebesar $9. 2. Semua penerimaan kas disetorkan ke bank setiap sore hari setelah bank tutup dengan memasukkannya ke dalam kotak setoran malam.000.971.880.000 tetapi dalam pembukuan salah dicatat sebesar Rp.50 $28. 44. Catatan akuntansi menunjukkan ikhtisar data berikut untuk penerimaan dan pembayaran kas selama bulan Juni : Saldo kas 1 Juni Total penerimaan kas bulan Juni Total jumlah cek yang diterbitkan selama bulan Juni Rekonsiliasi Laporan Bank $3. perbedaan tersebut dikarenakan :  Perusahaan telah menyetorkan uang sebesar Rp. 5.875 sebesar Rp.000 tetapi jumlah ini belum tercatat dalam catatan bank  Perusahaan telah menyerahkan cek No.000.000. 7.85 45 . Menurut catatan perusahaan “MAJU TERUS” saldo simpanannya ]di bank tanggal 31 Desember 2008 Rp. 40. 3. 8. JAYA dengan cek sebesar Rp.388.60 $28.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi 1.012.200.000.000 dibukukan hanya Rp.000  Bank membuat kesalahan dalam membuat cek yang dibayarkan pada perusahaan.500. 4.000 cek tersebut ternyata kosong  Perusahaan mendapatkan bunga bank Rp.100.000.000  Perusahaan telah menerima pelunasan dari PT. Buatlah rekonsiliasi Bank b.000 Diminta : a. Ayat jurnal penyesuaian 2.000 tetapi jumlah ini belum diuangkan oleh pemegangnya  Perusahaan telah mengeluarkan cek pada PT Wijaya untuk melunasi hutangnya sebesar Rp.500.11. 1. 62.143.943. tetapi menurut catatan bank saldo tersebut berjumlah Rp. 200. 20. cek bernilai Rp. Laporan bank untuk PT.

852.20 Diminta : a. maka ditemukan hal-hal berikut untuk keperluan rekonsiliasi a.030 Setoran sebesar $1. b. d.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Setelah laporan bank dan cek-cek yang dibatalkan beserta memorandumnya dibandingkan dengan catatan pembukuan. Buatlah rekonsiliasi Bank b. Ayat jurnal penyesuaian 46 Rekonsiliasi Laporan Bank . Bank telah menerima transfer dari nasabah perusahaan $1. e.27 Cek yang ditarik sebesar $139 ternyata oleh bank dibayarkan $157 Cek sebesar $30 yang dilampirkan pada laporan bank ternyata oleh perusahaan dibukukan sebesar $240.265. f.21 yang berasal dari penerimaan kas tanggal 30 Juni belum tercantum dalam laporan bank Cek yang beredar berjumlah $5. c. Cek tersebut adalah untuk pembayaran peralatan yang dibeli secara kredit Beban administrasi bank untuk bulan Juni berjumlah $18.

47 Piutang Usaha .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PIUTANG USAHA Overview Penjualan barang-barang dan jasa-jasa dari perusahaan pada saat ini banyak dilakukan dengan kredit sehingga ada tenggang waktu sejak penyerahan barang atau jasa sampai saat diterimanya uang. Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang wesel. Mahaiswa mampu memahami dan menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang. Tujuan 1. Dalam tenggang waktu tersebut penjual mempunyai tagihan kepada pembeliatau disebut dengan piutang. 2.

Beban Piutang Tak Tertagih (Bad Debt Expense) atau beban piutang ragu-ragu (Uncollectible Acounts Expense).2 Piutang Tak Tertagih (Kerugian Piutang) : Dalam realisasinya beberapa piutang tidak dapat ditagih. Piutang lain-lain (other Receivable) : jika piutang ini diharapkan akan tertagih dalam satu tahun maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aktiva lancer.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 4. Mendebitkan beban seperti beban kerugian piutang (Doubtful Accounts Expense). Piutang dibagi atas : 1. 4. pendekatan ini disebut metode penghapusan langsung (direct write – 48 Piutang Usaha . Piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar. Jika penagihannya lebih dari satu tahun maka piutang ini diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar dan dilaporkan didalam investasi. perusahaan atau organisasi lainnya. piutang pajak dan piutang karyawan. Piutang Dagang (Trade Receivable) : piutang yang dihubungkan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis. Piutang Wesel (Notes Receivable) : piutang yang dibuktikan oleh janji tertulis formal untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu atau jumlah yang terutang bagi pelanggan dimana pelanggan dimaksud telah menerbitkan surat utang formal kepada perusahaan. 3. 2. Metode paling sederhana untuk mengakui kerugian dari piutang yang tidak dapat ditagih adalah : 1. Piutang usaha semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relative pendek seperti 30 atau 60 hari. Piutang lain-lain meliputi meliputi piutang bunga. yaitu penjualan kredit barang atau jasa untuk pelanggan.1 Piutang (Account Receivable) Pengertian Piutang : hak perusahaan untuk menerima sejumlah kas dimasa datang akibat kejadian masa lalu atau semua klaim dalam bentuk uang terhadap entitas lainnya termasuk individu.

Penerimaan Piutang dalam periode yang tidak sama. Date Metode Cadangan Allowance For Bad Debt Account Receivable Xxx Xxx Tetapi apabila piutang yang telah dihapuskan dapat diterima kembali. Penerimaan piutang dalam periode yang sama. maka pencatatan akan dilihat berdasarkan situasi : a. maka pencatatan akan dilihat berdasarkan situasi : Piutang Usaha 49 . maka jurnal : Date Metode Langsung Cash Xxx Bad Debt Expense xxx b. Date Metode Langsung Bad Debt Expense Xxx Account Receivable xxx Tetapi apabila piutang yang telah dihapuskan dapat diterima kembali. maka jurnal : Date Metode Langsung Cash Xxx Retained Earning Xxx 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I off method) dan sering digunakan oleh usaha kecil karena kesederhanaannya. Metode cadangan : metode pengakuan kerugian yang diperkirakan dari piutang yang tidak dapat ditagih atau metode yang akan mencatat kerugian piutang pada saat akhir periode. walaupun piutang tersebut belum tentu tidak tertagih. Sehingga pada saat benar-benar piutang tidak tertagih dibebankan kepada Allowance For Bad Debt bukan lagi kepada Bad Debt Expense.

maka jurnal : Date Metode Cadangan Cash Xxx Allowance For Bad Debt Penerimaan Piutang dalam periode yang tidak sama. Jumlah penjualan. diestimasi 3% dari total penjualan kredit merupakan piutang tak tertagih maka jurnalnya : Date Date Metode Langsung Bad Debt Expense Account Receivable Metode Cadangan Allowance For Bad Debt Account Receivable 240.000. yang diperlihatkan dalam neraca akhir periode dan umur piutang Estimasi berdasarkan penjualan : Piutang diperoleh dari penjualan kredit oleh karenanya jumlah penjualan kredit selama suatu periode bisa digunakan untuk mengestimasi jumlah piutang tak tertagih. maka jurnal : Date Metode Cadangan Cash Xxx Allowance For Bad Debt Xxx Xxx b. yang diperlihatkan dalam laporan laba rugi 2. Contoh : Penjualan kredit sebesar Rp. 8.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a.000.000 50 Piutang Usaha . Penerimaan piutang dalam periode yang sama. Dalam menentukan jumlah piutang yang tak tertagih / kerugian piutang atau untuk mengestimasi piutang tak tertagih biasanya disasarkan pada : 1.000 240.000 240.000 240. Jumlah piutang.

PT Fadhlan. PT Saldo 150 610 470 Belum Jatuh Tempo 470 1-30 Telah Jatuh Tempo (dalam hari) 31-60 61-90 91181180 365 150 350 260 Di atas 365 Pelangi.000 4.300 Estimasi Piutang Tak Tertagih Persen Jumlah 2 5 10 20 30 50 80 1.390 Masalah piutang menyeluruh Saldo rekening PT.100 1.300 75. PT Kautsar.200 800 160 300 Interval Umur Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo dalam 1-30 hari Telah Jatuh Tempo dalam 31-60 hari Telah Jatuh Tempo dalam 61-90 hari Telah Jatuh Tempo dalam 91-180 hari Telah Jatuh Tempo dalam 181-365 hari Di atas 365 hari Total Saldo 75.900 1. Pelangi pada tanggal 31 Desember 2007 menunjukkan sebagai berikut : Piutang Dagang Rp 3.500 200 310 380 360 400 240 3.900 1.000 3.000 4. PT Total 160 86.000.200 800 300 86.100 1.000 Cadangan kerugian piutang (Cr) Rp 200.000 Piutang Usaha 51 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pelanggan Mazaya.00 0 3.

Penerimaan uang dari piutang dagang Rp 3. Piutang dagang yang dihapus tahun 2008 Rp 400. Berapa Saldo Cadangan kerugian piutang 31 Desember 2008 1.000 b.000. Berapa Saldo piutang dagang tanggal 31 Desember 2008 3.000 b Account Receivable Sales Cash Sales discount Account Receivable 52 c Piutang Usaha .000. Retur Penjualan tunai Rp 300.000.000.000 200. Retur Penjualan kredit Rp 500.800.000 g.000.000 200.000 4. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapus Rp 250.000.000.000 3.000.000 4.000.000 e. Penjualan Tunai Rp 4. Buatlah Jurnal Penyesuaian (untuk cadangan piutang) per 31 Desember 2008 bila dihitung : a.000 c. 1% dari saldo piutang akhir 4.000 9. Langsung b.000.000 Berdasarkan data diatas diminta : 1.000 a Cash Sales 4.000 c b Metode Cadangan a Cash Mey Account Receivable Sales Cash Sales discount Account Receivable 9.000 d.800.000 sudah termasuk potongan penjualan sebesar Rp 200.000 9.000 4.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Berikut ini transaksi selama tahun 2008 a. Buatlah Jurnal transaksi tahun 2008 bila menggunakan metode penghapusan a. Penjualan kredit Rp 9.000 f. Jurnal Transaksi Metode Langsung 4.000 9. Cadangan 2.800.000. 1% dari penjualan kredit bersih b.000 3.000.000 4.

a.000 d Sales Return Account Receivable Sales Return Cash Allowance for bad debt Account Receivable Cash Allowance for bad debt 500.000 Piutang Usaha 53 .000 = Rp 8.000 400.000 e Sales Return Cash 300.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I d Sales Return Account Receivable 500.000 3.000 e 300.000 f Bad Debt Expense Account Receivable f g Cash Bad Debt Expense 250.000 500. Saldo Piutang dagang per 31 Desember 2008 Saldo awal Penjualan Kredit Saldo Akhir Rp 7.000 300.000 – Rp 200.000 400.000 Penerimaan piutang Retur Penjualan kredit Penghapusan piutang Rp 4.000 500.000 Rp 3.000.000 250.000 Rp 500.000 Rp 400.000.000 400.300.100.000.000 400.000 Bad Debt Expense = 1% x Rp 8.000 2.000 300.300.000 = Rp 83.000 Rp 9.000 – Rp 500.000 g 250.000. Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2008 NET CREDIT SALES = Rp 9.000 250.

000 Debt Expense = Rp 71.000 = Rp 71.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Desember 2008 Bad Debt Expense Allowance for bad debt Rp 83.000 b. = = = Piutang dagang akhir Rp 200.000 54 Piutang Usaha .000 21.000) Rp 250.000 31 Desember Bad Debt Expense Rp 2008 21.000 Cadangan kerugian 3112-08 = = = = Rp Rp Rp 50.000 Allowance Rp for bad debt 21.000 – Rp 50.000 b.000 Rp 133.000 71. Saldo awal Penghapusan piutang Cadangan kerugian = = = Penjualan kredit Rp 200.000 Rp (400.000 Rp 83.000 4.000) Rp 250. Saldo Cadangan Kerugian piutang per 31 Desember 2008 bila cadangan dihitung dari a.000 Rp (400.000 Rp 50. Taksiran cadangan kerugian = 1% x Rp 7.100.000 Rp 83.000 = Rp 21.

Jelaskan bagaimana cara melaporkan saldo piutang dalam neraca yang anda ketahui! Jelaskan dua pendekatan untuk menghitung jumlah kerugian piutang! Dalam kondisi apa suatu perusahaan diperkenankan menggunakan metode penghapusan langsung? Jelaskan! Jelaskan dua cara yang dapat digunakan untuk mencatat potongan penjualan! Apakah yang dimaksud dengan factoring atau anjak piutang? Jelaskan! Piutang Usaha 55 . 3.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 2. 5. 4.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

PIUTANG WESEL

Overview

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel dapat dipindahtangankan dan kelak dapat menimbulkan piutang wesel.

Tujuan

1. 2.
56

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan piutang wesel. Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang wesel.
Piutang Wesel

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel dapat dipindahtangankan, jika wesel dipindahtangankan berarti yang membuat wesel akan membayar pada orang atau badan yang memegang wesel tersebut pada saat jatuh tempo. Wesel yang dapat dipindahtangankan dapat didiskontokan ke bank sebelum jatuh temponya. Seperti halnya piutang maka piutang wesel harus dipisahkan untuk wesel dagang, wesel dari pegawai dan Iain-lain. Wesel yang sudah jatuh tempo tetapi belum dilunasi harus dicatat terpisah dari wesel yang belum jatuh tempo, lazimnya dicatat dalam rekening piutang wesel menunggak. Piutang wesel dapat dipisahkan menjadi dua yaitu: 1. 2. Piutang wesel tidak berbunga. Piutang wesel berbunga.

Diskonto wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagai jaminan. Bank akan memberikan pinjaman tetapi dikurangi dengan bunga yang diperhitungkan selama jangka waktu diskonto. Bunga yang diperhitungkan ini disebut juga diskonto. Pendiskontoan wesel ini biasanya dilakukan dengan syarat jika pembuat wesel tidak melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo, maka pihak yang mendiskontokan bertanggung jawab untuk melunasi wesel tersebut. Kewajiban melunasi wesel bagi pihak yang mendiskontokan merupakan utang yang belum pasti (contingent liabilities) sehingga harus nampak dalam catatan. Bunga diskonto wesel dihitung dengan cara sebagai berikut: Bunga (diskonto) = nilai jatuh tempo x tarif diskonto x periode diskonto Piutang Wesel Sebab-sebab terjadinya wesel : 1. Mengganti piutang yang sudah jatuh tempo tapi belum dibayar 2. Ditetapkan dalam syarat jual beli 3. Pinjaman dalam bentuk uang tunai

Piutang Wesel

57

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Jenis-jenis piutang wesel : 1. Wesel tidak berbunga : wesel yang pada saat jatuh tempo dibayar sebesar nilai nominalnya 2. Wesel berbunga : wesl yang pada saat jatuh tempo dibayar sebesar nilai nominalnya dan ditambah dengan bunga . Masalah pendiskontoan wesel : a. Menentukan nilai jatuh tempo dari wesel = nilai nominal + bunga b. Bunga wesel = Nilai nominal x Tarif bunga x Jangka waktu wesel c. Jangka waktu wesel = dari tanggal wesel ke tanggal jatuh tempo d. Jumlah diskon = Nilai jatuh tempo x tariff dskon x jangka waktu diskon e. Jangka waktu diskon = dari tanggal penjualan ke tanggal jatuh tempo f. Hasil penjualan/pendiskontoan = Nilai jatuh dikurangi diskon Saat jatuh tempo wesel : bila wesel sudah jatuh tempo dapat terjadi hal-hal sbb : a. Dilunasi b. Tidak dilunasi c. Diperpanjang Contoh : Wesel Tidak Berbunga a. Pada tanggal 15 Maret 2009 PT. Mentari menjual barang dagangan sebesar Rp. 16.000.000 kepada PT. Rembulan dengan utang piutang biasa. b. Tanggal 25 Maret 2009 disepakati oleh PT. Mentari dan PT. Rembulan bahwa utang piutang biasa dari jual-beli barang dagangan pada 15 Maret 2009 dirubah menjadi utang-piutang wesel yang berdiskon. Tanggal jatuh tempo ditetapkan 25 September 2009. c. Tanggal 25 Juli 2009 PT. Rembulan menjual wesel kepada PT. Bintang dengan diskon sebesar 2% sebulan. d. Tanggal 25 September PT. Rembulan melunasi utangnya sebesar Rp. 16.000.000 kepada PT. Mentari dengan tepat. Diminta : Buatlah ayat jurnal yang diperlukan oleh PT. Mentari
58 Piutang Wesel

000.000 8.000 Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel tidak berbunga) Jurnal yang dibuat oleh PT.000.000.000.000 8.000 Credit 8.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Date 15 .000 8.000.000.000 480.520.000 Credit 8.000 8.000 8.000.000 8.000 x 3% x 2 = Rp 480.000.000 7. Mentari Date Description Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Account Receivable Cash Penghapusan rekening piutang wesel Piutang Wesel Debit 8.000.Maret 25-Maret 25-Juli Description Account Receivable Sales Penjualan kredit Notes Receivable Account Receivable Perubahan menjadi piutang wesel Cash Interest Expense Notes Receivable Discounted Pendiskontoan piutang wesel Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Debit 8.000 = 7.000.000 – Rp 480.000 59 .000 8.000.000 Hasil pendiskontoan wesel = Rp 8.000.520.000 Perhitunngan : Discount : Rp 8.000.

Pada tanggal 24 Januari 2008 PT. Mentari menjual notes receviablenya kepada PT.000 8.000 8. Mentari. Tanggal 1 Agusutus PT.324.800 8.000 8. Tanggal 1 Juni 2008 PT. d.000. Mentari Contoh : WESEL BERBUNGA a.000 60 Piutang Wesel .000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel diperpanjang. maka tidak dilakukan jurnal oleh PT. Dara. Tanggal 1 Pebruari 2008 disepakati oleh PT. Dara Jurnal yang dibuat oleh PT.000 8.324.000 Credit 8. Diminta : Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk PT. dengan diskon sebesar 3% sebulan. dirubah menjadi utang-piutang wesel yang berbunga 4% per bulan. Nusa bahwa utang piutang biasa dari jual-beli barang dagangan pada 24 Januari 2008 yang lalu. Mentari dan PT. Ria Date Description Account Receivable Sales Penjualan kredit Notes Receivable Account Receivable Perubahan menjadi piutang wesel Cash Interest Expense Notes Receivable Discounted Pendiskontoan piutang wesel Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Debit 8.000. Nusa dengan utang-piutang biasa b. PT. Dara dengan tepat.800 1.000. dan PT.000. Nusa.000 9.000.000 kepada PT.000. Nusa melunasi utangnya sebesar Rp 8.000 kepada PT.000. Mentari menjual barang dagangan sebesar Rp 8.000. Tanggal jatuh tempo ditetapkan tanggal 1 Agustus 2008. c.

920.000 + 1.000.200 Hasil pendiskontoan wesel = Rp 9.000 Discount : Rp 9920.920.Rp 8.324.000.000 .000 x 3% x 2 = Rp 595.000.000 Penghapusan rekening piutang wesel *)Account receivable menjadi sebesar Rp 9.000 x 4% x 6 = Rp 1.920.000 Penghapusan rekening piutang wesel Account Receivable *) 9.000 yaitu sebesar nilai jatuh tempo dengan asumsi tidak ada protes fee. Mentari Date Description Debit Credit Notes Receivable 8.000.920.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perhitungan : Bunga wesel saat jatuh tempo = Rp 8.000 Nilai jatuh tempo = Rp 8.000 Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel berbunga) Jurnal yang dibuat oleh PT.920.000 = Rp 9.324.200 = Rp 9. Piutang Wesel 61 .800 Pendapatan bunga saat pendiskontoan = Rp 9.Rp 595.920.000.000 Discounted Notes Receivable 8.000 Cash 9.000 .920.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 5. 2. 4. Apakah perbedaan antara piutang dagang dengan piutang wesel yang anda ketahui? Jelaskan! Diskonto dari piutang wesel berbunga yang didiskontokan dihitung atas dasar apa? Jelaskan! Sebutkan dua cara menggunakan piutang untuk memenuhi kebutuhan uang yang segera! Mengapa diperlukan rekening cadangan retur penjualan? Jelaskan! Sebutkan contoh-contoh piutang bukan usaha! 62 Piutang Wesel . 3.

Pertanyaan: Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi di atas dalam buku Tuan Tamma. PT Hasna Utama mengendorse wesel ini yang artinya akan melunasinya bila Tuan Tamma tidak membayar. bunga 12% per tahun.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi PT Hasna Utama pada tanggal 31 Juli 2007 menerima wesel dari Tuan Tamma untuk menggantikan utangnya sebesar Rp750.-. Pada tanggal jatuh tempo. bank Ekuiti menagih PT Hasna Utama ditambah biaya penagihan Rp l. b. Tuan Tamma melunasi weselnya pada PT Hasna Utama tanggal 31 Maret 2008 ditambah denda tunggakan sebesar 12% per tahun. Tuan Tamma tidak membayar. dan bank Ekuiti dengan beberapa asumsi: a. Pada tanggal jatuh tempo. Pada tanggal 31 Oktober 2007. PT Hasna Utama mendiskontokan wesel ini ke bank Ekuiti dan dikenai diskonto 10% per tahun. Tuan Tamma melunasi weselnya. PT Hasna Utama. Wesel ini berjangka waktu 6 bulan akan jatuh tempo tanggal 31 Januari 2008. Piutang Wesel 63 .-.000.

3. serta pengungkapannya di neraca. Mahasiswa Mampu menjelaskan masalah khusus persediaan Persediaan Barang . Dalam perusahaan dagang barang-barang yang dibeli dengan tujuan akan dijual kembali diberi nama persediaan barang. 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PERSEDIAAN BARANG Overview Persediaan adalah barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual. Tujuan 1. 64 Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan & pengukuran persediaan Mahasiswa mampu menjelaskan & menerapakan berbagai menerapkan metode penilaian dan pengukuran persediaan. Dalam perusahaan manufaktur persediaan barang yang dimiliki terdiri dari jenis yang berbeda yang digunakan untuk memproduksi barang jadi.

Biaya barang selesai ini terdiri dari unsur bahan mentah/baku langsung. Barang jadi (finished goods) Bahan Baku (Raw Materials) Bahan Baku/mentah adalah barang-barang yang dimiliki untuk dipergunakan dalam aktivitas proses produksi yang merupakan bagian terbesar yang terkandung dalam produksi tersebut. tenaga kerja langsung dan biaya produksi tidak langsung.1 Pengertian Persediaan Barang Persedian adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam aktivitas normal perusahaan atau untuk diproses terlebih dahulu kemudian dijual. Barang Selesai (finished goods) Barang Selesai adalah hasil produksi yang siap untuk dijual. Barang dalam proses (work in process inventory) c. Misalnya pada perusahaan Tekstil. Tenaga kerja langsung. Perusahaan dagang membeli barang kemudian dijual tanpa merubah bentuk. Bahan Baku (raw material inventory) b. Persediaan ini biasanya terdiri dari 3 unsur yaitu : Bahan langsung. Persediaan Barang 65 . Dalam perusahaan dagang hanya ada satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Dalam perusahaan industri terdapat 3 (tiga) jenis persediaan yaitu: a. sedangkan perusahaan industri membeli bahan-bahan mentah yang selanjutnya diproses menjadi barang jadi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6. dan biaya produksi tidak lanngsung. benang merupakan bagian terbesar dalam pembuatan kain yang terdapat pada pabrik tekstil. Barang dalam proses (work in process/goods in process) Barang dalam proses adalah barang-barang yang pada tanggal penyusunan neraca belum selesai dikerjakan dan perlu pengerjaan lebih lanjut. Istilah persediaan digunakan untuk menyatakan suatu jumlah barang yang berwujud.

jika digunakan metode ini maka pada akhir periode Menentukan besarnya nilai persediaan barang yang akan dicantumkan Persediaan Barang 66 . metode rata-rata tertimbang. III Metode Penilaian persediaan . Metode persediaan dasar. apabila perhitungan persediaan secara fisik tidak mungkin dilakukan seperti karena musibah kebakaran. Maka digunakan metode taksiran yaitu metode harga eceran dan metode laba kotor. Menentukan Harga Pokok penjualan (Cost of goods sold/cost of merchandise sold) dan harga pokok persediaan barang. Metode Perpetual : FIFO LIFO.  Arus harga pokok dengan metode taksiran. LIFO.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Metode yang perlu diketahui sehubungan dengan masalah persediaan : No Penjelasan Penekanan Untuk 1 Metode Pencatatan persediaan :  Metode Phisik/periodik  11 Metode buku/perpetual Mencatat persediaan barang pada saat dibeli dan dijual Metode Arus Harga Pokok:  Arus harga pokok sesuai dengan arus fisik barang  metode tanda pengenal khusus (special identified system)  Arus harga anggapan: a.  Metode Harga Pokok. pokok berdasarkan Metode periodik : metode ratarata sederhana. Rata-rata bergerak (moving average) b. FIFO.

Perhitungan persediaan (stock opname) ini diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang masih ada dan kemudian diperhitungkan harga pokoknya. Dalam metode ini mutasi persediaan barang tidak diikuti dalam buku-buku. Perhitungan harga pokok penjualan dilakukan dengan cara sebagai berikut : Persediaan barang awal Rp xxx ……………1) Pembelian (neto) xxx (+) Barang tersedia untuk dijual Rp xxx Persediaan barang akhir xxx (-) .2) Harga pokok penjualan Rp xxx Catatan :1) Data diambil dari saldo buku besar rekening yang bersangkutan 2) Data diambil dari hasil stock opname Persediaan Barang 67 . atau lower of cost of market/LCM) dalam neraca 6...  Metode Harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar (Cost of market whichever is lower/COMWIL.... Karena tidak ada catatan mutasi persediaan barang maka harga pokok penjualan juga tidak dapat diketahui sewaktu-waktu.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I tidak diperlukan jurnal penyesuaian. Harga pokok penjualan baru dapat dihitung apa-bila persediaan akhir sudah dihitung... setiap pembelian barang dicatat dalam rekening pembelian. karena dari sejak awal pembelian barang dicatat sebesar harga perolehannya..2.2 Metode Pencatatan Atas Persediaan Terdapat dua metode yang dapat digunakan pada pencatatan persediaan yaitu : 6.1 Metode Fisik / Periodik Penggunaan metode fisik mengharuskan adanya perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan..…….

karena tidak perlu lagi mengadakan 68 Persediaan Barang .000 Cr.000 dengan harga pokok Rp 32. Setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktuwaktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo dalam rekening persediaan. Rekening yang digunakan untuk mencatat persediaan ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat dipakai untuk mencatat pembelian.2. Piutang 450. Retur Pembelian sebesar Rp 75.000 Cr.000 dengan harga pokok Rp 400. Masing-masing kolom dirinci lagi untuk kuantitas dan harga perolehannya. Rincian dalam buku pembantu bisa diawasi dari rekening kontrol persediaan barang dalam buku besar.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Untuk lebih jelasnya kita lihat ilustrasi di bawah ini: 1.000 Dr. Penggunaan metode buku akan memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba rugi jangka pendek. Pembelian 600.000 3. Piutang 36.000 Cr. Hutang Dagang 600.000 4. Retur pembelian 75.000 Apabila menggunakan metode fisik akan timbul masalah yaitu jika diinginkan menyusun laporan keuangan jangka pendek atau interim (bulanan) maka setiap bulan harus mengadakan penghitungan fisik atas persediaan barang.000 Cr. penjualan dan saldo persediaan.000 Dr.000 Dr. Hutang 75. Tidak diikutinya mutasi persediaan dalam buku menjadikan metode ini sangat sederhana baik pada saat pencatatan pembelian maupun pada waktu melakukan pencatatan penjualan 6. Retur penjualan Rp 36. Penjualan 450. Penjualan Kredit Rp 450. Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 600.2 Metode Buku / Perpetual Dalam metode ini setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendirisendiri yang merupakan buku pembantu persediaan.000 2. maka perhitungan fisik akan memakan waktu yang cukup lama dan akibatnya laporan keuangan juga akan terlambat. Bila barang yang dimiliki jenisnya dan jumlahnya banyak. Retur Penjualan 36.000 Dr.

000 Cr. Hutang 75. Apakah selisih itu normal dalam arti susut atau rusak. setidak-tidaknya setahun sekali perlu diadakan pengecekan apakah jumlah barang dalam gudang sesuai dengan jumlah dalam rekening persediaan.000 2. Pengecekan ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil perhitungan fisik dengan jumlah dalam rekening persediaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perhitungan fisik untuk mengetahui jumlah persediaan akhir. Persediaan Barang dagangan 400. Piutang 36. Contoh penggunaan metode buku / perpetual : 1. Persediaan Barang dagangan 32.000 Mencatat penjualan Kredit : Dr.000 Mencatat retur penjualan : Dr.000 dengan harga pokok Rp 400. dapat diadakan penelitian terhadap sebab-sebab terjadinya perbedaan itu. yaitu diselewengkan.000 Mencatat masuknya kembali persediaan barang : Dr.000 Mencatat Harga Pokok penjualan dan pengeluaran persediaan : Dr.000 Cr. dan sebaliknya.000 Cr. 3. Bila jumlah dalam gudang lebih kecil dibanding dengan saldo rekening persediaan maka rekening persediaan dikurangi.000 Dr. Harga Pokok Penjualan 400. Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 600. Retur Penjualan 36. Walaupun neraca dan laporan laba rugi dapat segera disusun tanpa mengadakan perhitungan fisik atas barang. Bila terdapat selisih jumlah persediaan antara hasil perhitungan fisik dengan saldo rekening persediaan. Piutang 450.000 4.000 Cr. Selisih yang terjadi akan dicatat dalam rekening selisih persediaan dan rekening lawannya adalah rekening persediaan barang.000 Penjualan Kredit Rp 450. Penjualan 450. Hutang Dagang 600. Retur Pembelian sebesar Rp 75.000 Dr. Persediaan Barang Dagangan 75. Harga Pokok Penjualan 32.000 Cr. Persediaan Barang 69 . Persediaan Barang Dagangan 600.000 dengan harga pokok Rp 32.000 Cr.000 Retur penjualan Rp 36. ataukah tidak normal.

Berapa Harga pokok persediaan barang dagangan akhir sebanyak 25 unit ? Untuk menjawab kasus diatas perlu diketahui bahwa metode AHP yang dianut perusahaan. Contoh : Transaksi-transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan selama bulan desember 2008 di PT Aneka. 2. Selisih persediaan tidak termasuk dalam harga pokok penjualan tetapi dicatat sendiri. LIFO atau AVERAGE. Sedangkan dalam metode fisik karena harga pokok dihitung dengan metode selisih persediaan maka kekurangan/kelebihan persediaan akan tercampur dalam harga pokok penjualan. 6. 70 Persediaan Barang . Tgl 5 : Persediaan barang dagangan 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Tgl 16 : Pembelian barang dagangan 75 Unit @ Rp 12 = Rp 900 Tgl 20 : Pembelian barang dagangan 20 Unit @ Rp 15 = Rp 300 Tgl 25 : Penjualan 80 Unit dengan harga jual @ Rp 30 = Rp 2400 Tgl 31 : Persediaan Barang dagangan akhir 25 unit Masalahnya adalah : 1. Dengan demikian rekening harga pokok penjualan hanya menunjukkan harga pokok barang-barang yang dijual. yaitu didebet rekening “harga pokok penjualan dan kredit “Persediaan barang dagangan”. Pada jurnal penjualan terdapat satu jurnal lagi yang mencatat pembebanan harga pokok barang yang dijual. Pada Jurnal pembelian rekening yang didebet adalah rekening “persediaan barang dagangan”. apakah FIFO.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dari hal tersebut diatas dapatlah disebutkan bahwa pada metode perpetual : 1. sehingga ada kemungkinan untuk pembelian barang dagangan yang sama tetapi harga belinya berbeda. Berapa Harga pokok penjualan tanggal 25 Desember ? 2.3 Arus Harga Pokok (AHP) Pembelian Barang dagangan dalam satu periode dapat dilakukan berkali-kali.

akhir 25 Unit = Rp 360 Laba Kotor : Penjualan – HPP 2.300 105 Unit = Rp 960 Persediaan Akhir 25 Unit x (1300:105)= Rp 300 Laba Kotor : 2400 – 990 = 1.400 – 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1.400 . Average HPP 80 Unit x Rp 1.020 Harga Pokok Persediaan Barang dagangan akhir : Tanggal 16 15 Unit @ Rp 12 = Rp 180 Tanggal 5 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Persd Akhir 25 Unit = Rp 280 Laba Kotor = 2.410 Persediaan Barang 71 .380 c.020 = 1. Metode Fisik / Periodik a. FIFO Maka HPP dari 80 Unit Penjualan Penjualan 80 Unit Tanggal 5 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Tanggal 16 70 Unit @ Rp 12 = Rp 840 HPP 80 Unit = Rp 940 Harga Pokok Persediaan Barang dagangan akhir : Tanggal 16 5 unit @ Rp 12 = Rp 60 Tanggal 20 20Unit @ Rp 15 = Rp 300 Persd.460 b.940 Laba Kotor = Rp 1. LIFO Penjualan 80 Unit Tanggal 20 20 Unit @ Rp 15 Tanggal 16 60 Unit @ Rp 12 HPP 80 Unit = Rp 300 = Rp 720 = Rp 1.

FIFO Tgl 5 16 20 Pembelian Unit Harga Jumlah Penjualan Unit Harga Jumlah Persediaan Unit Harg Jumlah a 10 10 100 10 10 100 75 12 900 10 10 100 75 12 900 20 15 300 5 20 25 12 15 60 300 360 75 20 12 15 900 300 25 10 70 95 1200 80 10 12 100 2100 2400 Jml HPP Persediaan akhir Laba Kotor b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2.460 Persediaan Unit 10 10 75 10 75 20 Harg a 10 10 12 10 12 15 10 12 Jumlah 100 100 900 100 900 300 100 180 280 LIFO Pembelian Unit Harga Jumlah Unit Penjualan Harga Jumlah 75 20 12 15 900 300 25 20 60 95 1200 80 15 12 300 720 1020 Jml 10 15 25 HPP Persediaan akhir Laba Kotor 72 1020 280 2.020 = 1. Tgl 5 16 20 940 360 2400 – 940 = 1.380 Persediaan Barang . Metode Buku / Perpetual a.400 – 1.

Syarat pengiriman free on board destination berarti bahwa hak atas barang baru berpindah pada pembeli jika barang-barang yang dikirim Persediaan Barang 73 .440 Persediaan Harg Jumla a h 10 10 100 85 12 1000 105 12 1300 25 12 300 25 12 300 Unit 6.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I c. sehingga perubahan catatan persediaan akan didasarkan pada perpindahan hak pemilikan barang. harus diketahui syarat pengiriman barang-barang tersebut.4 Masalah Pemilikan Persediaan Barang Untuk menentukan apakah barang itu sudah dapat dicatat sebagai persediaan dasar yang digunakan adalah hak pemilikan. Tgl Average Pembelian Unit Harg Jumla a h 900 300 Unit Penjualan Harg Jumla a h 5 16 75 12 20 20 15 25 Jml 95 HPP Persediaan akhir Laba Kotor 1200 960 300 2. Terdapat dua syarat pengiriman yaitu : 1. Kadang-kadang terdapat keadaan di mana sulit untuk menentukan hak pemilikan barang sehingga dalam praktek akan ditemui adanya penyimpangan-penyimpangan.400 – 960 80 80 12 12 960 960 = 1. 2. Free on board shipping point. Barang-barang akan dicatat sebagai persediaan pihak yang memiliki barang-barang tersebut. Untuk mengetahui pemilik dari barangbarang tersebut. Kesulitan menentukan perpindahan hak atas barang antara lain timbul dalam keadaan seperti berikut ini: A. apabila barang-barang dikirim dengan syarat free on board shipping point maka hak atas barang yang dikirim berpindah pada pembeli ketika barang-barang tersebut diserahkan pada pihak pengangkut. Barang-barang dalam Perjalanan (Goods in Transit) Barang-barang yang pada tanggal neraca masih dalam perjalanan menimbulkan masalah apakah masih menjadi milik penjual atau sudah berpindah haknya pada pembeli.

Oleh karena itu pada tanggal penyusunan laporan keuangan jika ada barang-barang yang dipisahkan. Apabila barang-barang itu sudah dijual maka yang menerima titipan membuat laporan pada yang menitipkan. sedangkan pembeli mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya. Penjual akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya dikurangi dengan jumlah yang sudah dibayar. Barang-barang yang Dipisahkan (Segregated Goods) Seringkali terjadi suatu kontrak penjualan barang dalam jumlah besar se-hingga pengirimannya tidak dapat dilakukan sekaligus. harus dikeluarkan dari jumlah persediaan penjual dan dicatat sebagai penjualan. Jadi perpindahan hak atas barang terjadi pada tanggal penerimaan barang oleh pembeli. Pada waktu menerima laporan. pihak yang menitipkan (consignor) mencatat penjualan dan mengurangi persediaan barangnya. barang-barang yang dititipkan untuk dijualkan atau dikonsinyasikan. D. Pada saat tersebut penjual mengurangi persediaan barangnya dan mencatat penjualan. Pembeli akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya 74 Persediaan Barang . Sebelum barangbarang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan (consignor). Pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang-barang tersebut sehingga tidak mencatat barang-barang tersebut sebagai persediaannya. C. Barang-barang yang dipisahkan tersendiri dengan maksud untuk memenuhi kontrak-kontrak atau pesanan-pesanan walaupun belum dikirim. Barang-barang Konsinyasi (Consignment Goods) Dalam cara penjualan titipan. Begitu pula pembeli dapat mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya. hak barang tersebut masih tetap pada yang menitipkan sampai saat barang-barang tersebut dijual. B. haknya sudah berpindah pada pembeli. Penjualan Angsuran (Installment Sales) Dalam penjualan angsuran hak atas barang tetap pada penjual sampai seluruh harga jualnya dilunasi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I sudah diterima oleh pembeli.

600.00 tanpa bunga. Harga perolehan (cost) mesin adalah sebesar harga tunainya dan selisihnya dicatat sebagai biaya bunga.00 Bunga: 10% x Rp 20. Utang Rp 4.00 dan seterusnya. Utang Rp 4.00 ditambah bunga 10% per tahun.000.000.000.000.00 Dr.000.000.00 diangsur lima tahun setiap tahunnya Rp 6.000.600.00 = Rpl.000. Jurnal yang dibuat oleh pembeli untuk mencatat pembelian mesin dan pembayaran angsuran adalah sebagai berikut : Pembelian mesin: Dr.000.000.000. Kas Rp 6.000. Kas Rp 5.00 Cr. Apabila dianggap bahwa kemungkinan pembatalan penjualan tersebut adalah kecil maka penjual dapat mengakuinya sebagai penjualan biasa yang diangsur dan pembeli dapat mencatatnya sebagai pembelian biasa yang pembayarannya diangsur.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I sejumlah yang sudah dibayarkannya.000.000. Ada beberapa cara penjualan angsuran di mana masing-masing cara akan ditentukan pencatatannya yaitu : (a) Dibeli mesin dengan harga Rp20.000. Jika dibeli tunai maka harga mesin itu Rp 20.000.00 yang pembayarannya akan diangsur selama 5 tahun.600. (b) Mesin dibeli dengan harga Rp 30.000.00 Bunga: 10% x Rpl6.000. Dalam cara penjualan seperti ini bunga selama masa angsuran inklusif dalam harga mesin. setiap tahun sebesar Rp 4. Mesin Rp 20. Utang Rp 20. Akhir tahun kedua: Dr.00 Akhir tahun pertama: Dr.000.00 = Rp 7.00 Cr.00 Cr.00.000.000.000.000. Beban bunga 1. Beban bunga 2.000.000.00.00 Dr. Jurnal yang dibuat oleh pembeli untuk mencatat pembelian mesin dan angsuran setiap tahun sebagai berikut : Persediaan Barang 75 .000.000.000.000.000.

00 Jurnal penyesuaian: Dr. Pada prinsipnya potongan yang diterima adalah pengurang terhadap harga pokok persediaan.000.00 Cr.000.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pembelian mesin : Dr.00 Rp 6.00 Cr.00 Rp 8.000.00 Akhir tahun kedua: Dr.00 Cadangan bunga dalam neraca dikurangkan pada jumlah utang pembelian mesin sehingga dapat menunjukkan nilai tunai utang pada tanggal neraca.000. apabila dibayar dalam jangka waktu tertentu akan diberi potongan. Kas Jurnal penyesuaian: Dr. Cadangan bunga Rp 6.000.00 Jurnal penyesuaian kembali: Dr. Tetapi kadangkadang ditemui adanya perlakuan terhadap potongan pembelian sebagai 76 Persediaan Barang .000.Biaya bunga Rp 6.00 Rp 30. Cadangan bunga Cr.000. Biaya bunga Rp 6.00 Rp 6.000.000.000.000.00 dan seterusnya.00 Rp 8.000. Cadangan bunga Rp 8.000.000. Beban bunga Rp 8.000.000.000.000. Potongan seperti ini disebut potongan tunai yang dalam akuntansi dicatat dalam rekening Potongan Pembelian. Utang Rp 6. Kas Rp 6.00 10.000. Beban bunga Cr.00 Cr.000. Mesin Dr. Biaya bunga Rp 20. E. Potongan Pembelian Dalam pembelian barang sering ada ketentuan mengenai cara pembayaran. Utang Cr.000.000. Cadangan bunga Rp 6.00 Cr.000.000. Utang Akhir tahun pertama: Dr.000.000. Pada awal tahun berikutnya dibuat jurnal penyesuaian kembali sebagai berikut : Dr.000.000.

00 Tanggal 10 Desember 2005 : Dr. n/30. cara ini sebetulnya tidak tepat karena mengakui pendapatan pada saat pembelian. Potongan pembelian Rp 10.000. Pembelian dicatat dengan harga neto Dalam cara ini ada dua cara mencatat utang yaitu dengan jumlah neto atau dengan jumlah bruto. Pembelian (persediaan barang) Rp 500.00 Cr. Utang Rp 500. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut : a. Kas Rp 490.000. Kas Rp 500.000.00 Cr. Pembelian dicatat dengan harga bruto Tanggal 1 Desember 2005 : Dr.00 dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Dr.000. Pembayaran utang dilakukan pada tanggal 10 Desember 2005 sehingga diperoleh potongan pembelian sebesar 2%.000. sedangkan dalam akuntansi laba hanya timbul dari penjualan barang atau jasa dan bukannya timbul dari pembelian.000.000. Penerapan metode ini dapat diilustrasikan sebagai berikut : Pada tanggal 1 Desember 2005 dibeli barang dagangan dengan harga faktur Rp500. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat potongan pembelian sebagai pengurangan terhadap harga pokok yaitu  Pembelian dicatat dengan harga bruto  Pembelian dicatat dengan harga neto dalam metode ini utang dapat dicatat neto atau bruto.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I pendapatan Iain-lain. Utang Rp 500. pembayaran sebesar Rp 500.00 Cr.00 b. Utang Rp 500.000.000. Masing-masing cara adalah sebagai berikut : Persediaan Barang 77 .00 Cr.00 Apabila pembayaran utang dilakukan sesudah tanggal 10 Desember 2005 berarti tidak diperoleh potongan.00. Syarat pembayaran 2/10.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Utang Dicatat Neto 1 Desember 2005 Pembelian (persediaan barang) Rp 490.00 potongan pembelian 10 Desember 2005 Utang Kas 490.000.00 Rp Utang Dicatat Bruto Pembelian (persediaan barang) Rp 490.000. Jumlah pembayaran utang sebesar Rp 500.000.00 Utang Rp 500.000.000.000.000.00 Cadangan potongan pembelian Rp10.000.000.00 Rp 500.00 Cadangan 10.000.000.00 Potongan pembelian yang hilang Kas Rp 500.000.00 potongan Rp 10.00 78 Persediaan Barang .00 10.00 500.00 Rp Utang Cadangan pembelian Kas 490.000.000.000.00 Potongan pembelian yang hilang Kas Rp Rp10.000.00 Rp 490.00 dicatat sebagai berikut : Utang Rp 490.00 Utang Rp 500.000.00 Apabila pembayaran utang dilakukan sesudah tanggal 10 Desember 2005 berarti tidak mendapat potongan.000.00 Utang 490.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Rangkuman

1.

2. 3. 4.

Persedian adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam aktivitas normal perusahaan atau untuk diproses terlebih dahulu kemudian dijual. Istilah persediaan digunakan untuk menyatakan suatu jumlah barang yang berwujud. Dalam perusahaan dagang hanya ada satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Terdapat dua metode yang dapat digunakan pada pencatatan persediaan yaitu : Metode Fisik atau Periodik dan Metode Buku atau Perpetual Dalam Menghitung Arus Harga Pokok dapat diakukan dengan tiga cara yakni : FIFO, LIFO, dan AVERAGE. Masalah Pemilikan Persediaan Barang dagangan : a. Barang-barang dalam Perjalanan (Goods in Transit) b. Barang-barang yang Dipisahkan (Segregated Goods) c. Barang-barang Konsinyasi (Consignment Goods) d. Penjualan Angsuran (Installment Sales) e. Potongan Pembelian

Persediaan Barang

79

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pilihan Ganda

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! Desember, 1 Jumlah persediaan 300 Unit @ Rp 3.000,11 Pembelian 200 Unit @ Rp 3.600,16 Penjualan 380 Unit 20 Pembelian 400 Unit @ Rp 3.300,25 Penjualan 370 Unit 29 Pembelian 100 Unit @ Rp 3.600,Berdasarkan data diatas, berapakah Unit persediaan Akhir barang (FIFO) tersebut: A. 100 Unit B. 150 Unit C. 250 Unit D. 120 Unit E. 30 Unit Bila Menggunakan metode Periodik – FIFO berapakah Harga pokok penjualan barang tersebut: A. 3.300.000 B. 2.445.000 C. 2.475.000 D. 2.421.000 E. 2.650.000 Bila Menggunakan metode Periodik – Average berapakah Harga pokok penjualan barang tersebut: A. 3.300.000 B. 2.445.000 C. 2.475.000 D. 2.421.000 E. 2.650.000
Persediaan Barang

1.

2.

3.

80

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Latihan

Dibawah ini adalah informasi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2009 : Jan Jan Jan Jan 1 8 26 28 : Persediaan 40 Unit @ Rp 327.200 : Pembelian 30 Unit @ Rp 341.100 : Pembelian 20 Unit @ Rp 341.400 : Pembelian 40 Unit @ Rp 320.200 : 30 Unit @ Rp 360.500 : 25 Unit @ Rp 359.400 : 60 Unit @ Rp 345.500

Penjualan : Jan 4 Jan 15 Jan 30

Hitunglah : Persediaan Akhir Barang Dagangan, Harga Pokok Penjualan, dan Laba(Rugi) Bersih. Dengan menggunakan metode LIFO, FIFO & Average Perpetual dan LIFO, FIFO & Average periodic

Persediaan Barang

81

Tujuan 1. Meja. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep aktiva tetap berwujud Mahasiswa mampu menjelaskan konsep penilaian dan perolehan aktiva tetap berwujud 82 Aktiva Tetap Berwujud . Aktiva tetap berwujud dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama. 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I AKTIVA TETAP BERWUJUD Overview Kendaraan. Gedung. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang mempunyai bentuk fisik sifatnya relatif permanen dan digunakan dalam aktivitas normal perusahaan yang normal. komputer merupakan salah satu contoh dari aktiva tetap. Tanah.

Dari bermacam-macam aktiva tetap berwujud akuntansi mengelompokannya sebagai berikut: a. kendaraan dan Iain-lain. yaitu: (a) Pengeluaran modal (capital expenditures). mebelair dan Iain-lain. hutan dan Iain-lain.1 Pengertian Aktiva Tetap Berwujud Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam aktivitas normal perusahaan. peralatan. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas seperti tanah untuk usaha Aktiva tetap yang umumnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis. misalnya bangunan. Aktiva Tetap Berwujud 83 . adalah pengeluaranpengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi. b. Istilah relatif permanen menunjukkan sifat di mana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama tetapi untuk tujuan akuntansi jangka waktu penggunaan ini dibatasi menjadi lebih dari satu periode akuntansi sehingga aktiva berwujud yang umumnya lebih dari satu periode akuntansi dikelompokkan sebagai aktiva tetap berwujud. Pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening aktiva (dikapitalisasi). misalnya sumber-sumber alam seperti tambang. bangunan. Aktiva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempunyai macam-macam bentuk seperti tanah. Aktiva tetap yang umumnya tidak terbatas tidak dilakukan penyusutan terhadap harga perolehannya. sedangkan aktiva tetap yang terbatas umumnya dilakukan penyusutan harga perolehannya. c. (b) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures). Oleh karena itu pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening biaya. kendaraan. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bisa diganti dengan aktiva yang sejenis.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 7. mesin. mesin-mesin dan alat-alat. Aktiva tetap yang dapat diganti dengan aktiva yang sejenis penyusutannya disebut depresiasi sedang penyusutan sumber alam disebut deplesi. Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua. adalah pengeluaranpengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan.

7. biaya balik nama. maka potongan tunai tersebut merupakan pengurangan terhadap harga faktur. Sedang untuk aktiva yang umumnya terbatas dicantumkan dalam neraca sebesar harga perolehannya dikurangi dengan akumulasi depresiasi/deplesi. Pembelian secara gabungan / Lumpsum Harga perolehan dari setiap aktiva yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan 84 Aktiva Tetap Berwujud . Jurnal untuk membeli aktiva tetap adalah: Dr Tanah Cr Kas Rp xx Rp xx 2. Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam buku-buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan. Yang dimaksud dengan biaya perolehan aktiva tetap adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan. hanya satu periode atau lebih dari satu periode akuntansi. Sesudah aktiva tetap itu diperoleh dan dalam masa penggunaan maka aktiva yang umumnya tidak terbatas seperti tanah. Semua biaya-biaya di atas dikapitalisasi sebagai harga perolehan aktiva tetap. Adapun cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut : 1. Pembelian Tunai. tidak memandang apakah potongan itu didapat atau tidak. Apabila dalam pembelian aktiva tetap ada potongan tunai. dilaporkan dalam neraca sebesar harga perolehannya. Harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi/deplesi disebut nilai buku. Dalam jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap termasuk harga faktur dan semua biaya yang dikeluarkan agar aktiva tetap tersebut siap untuk dipakai. di mana masingmasing cara perolehan akan mempengaruhi penentuan harga perolehan. seperti biaya angkut.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Jadi dasar pertimbangan dalam pencatatan pengeluaran-pengeluaran untuk aktiva tetap adalah berapa lama manfaat pengeluaran tersebut dapat dirasakan.2 Perolehan Aktiva Tetap Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara. premi asuransi dalam perjalanan. biaya pemasangan dan biaya percobaan.

000.00 Mesin Rp20.750.00 Tanah Rp45. dicatat dalam buku sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar.000.00  Rp15.000.000.00 Rp15.000.00 Rp100.000.00  Rp75.000.00 Gedung Tanah Mesin Kas Rp26.000.000.00 Harga perolehan setiap aktiva dihitung dengan cara sebagai berikut: Gedung Rp35.000. harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut.00 Rp100. dalam keadaan seperti ini nilai pertukaran ditentukan oleh keputusan pimpinan perusahaan.00  Rp26.000. Contoh jurnalnya adalah : PT.000.00  Rp33.000.750.00  Rp75.000.250.000.000. Ditukar dengan Surat-surat Berharga Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan.000.000. 75.00 Rp100. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui.00 45. Harga pasar setiap aktiva tetap itu diketahui sebagai berikut: Gedung Tanah Mesin : : : Rp35.000.000.000. Aktiva Tetap Berwujud 85 .00 Rp33.000.000. Pembelian dilakukan secara paket (lumpsum) dengan harga Rp.000.00  Rp75.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perbandingan nilai wajar setiap aktiva yang bersangkutan.250.000.00 20.00.000. Gedung dan mesinmesin.000.000.000. Kadang-kadang harga pasar surat berharga dan aktiva tetap yang ditukar kedua-duanya tidak diketahui.000. Perolehan Melalui Pertukaran a.00 Rp75.000.000.000.000. JAVA membeli aktiva tetap yang terdiri dari tanah.000.00 3.

000 lembar saham biasa. Dalam hal ini nilai buku aktiva lama akan digunakan sebagai dasar pencatatan pertukaran tersebut.000. atau sering disebut tukar tambah. selisih Nilai pertukaran dengan nilai nominal dicatat dalam rekening agio/disagio. Selain masalah di atas.00 per lembar. Harga perolehan aktiva tetap yang diperoleh dinilai sebesar nilai wajar aktiva tetap yang dilepas atau diperoleh.000.00 1. untuk pertukaran aktiva tetap yang sejenis. masalah lainnya adalah pengakuan rugi atau laba yang timbul karena adanya pertukaran aktiva tetap tersebut.000. Pertukaran mesin dengan saham ini dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Dr. Yang dimaksudkan dengan harga pasar surat berharga adalah harga yang terjadi dalam bursa surat-surat berharga atau dalam transaksi dengan pihak lain yang bebas.000.00 l0. Modal saham biasa Cr.000. Ada masalah yang timbul bila harga pasar aktiva lama maupun baru tidak dapat ditentukan. Pertukaran aktiva tetap dengan saham atau obligasi perusahaan akan dicatat dalam rekening modal saham atau utang obligasi sebesar nilai nominalnya.000. Pembicaraan mengenai masalah rugi atau laba pertukaran akan dipisahkan menjadi dua yaitu pertama untuk pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis dan kedua. mana yang lebih andal. nominal @ Rp10. Mesin Cr. baik seluruhnya atau sebagian dan kekurangannya dibayar tunai. Pada saat pertukaran. ekuivalen dengan nilai wajar aktiva tetap yang dilepaskan setelah disesuaikan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer. contohnya : PT PERKASA bermaksud menukarkan sebuah mesin dengan 1. Ditukar dengan Aktiva Tetap yang Lain Banyak pembelian aktiva tetap dilakukan dengan cara tukarmenukar. Agio saham 11.00.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat-surat berharga yang dikeluarkan. harga pasar saham sebesar Rp11.000. di mana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru.000.00 Apabila dalam pertukaran ini perusahaan menambah dengan uang maka harga perolehan mesin adalah jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan harga pasar surat berharga yang dijadikan penukar. Pertukaran aktiva tetap sejenis diatur untuk tidak mengakui adanya 86 Aktiva Tetap Berwujud . b.

dan biaya (harga) perolehan aktiva tetap baru adalah jumlah tercatat dari aktiva tetap yang dilepaskan.000. Mesin Tersebut diterima dengan harga Rp 1.000 1. 4.500. o Pertukaran Aktiva Tetap yang Tidak Sejenis Yang dimaksud dengan pertukaran aktiva tetap tidak sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang sifat dan fungsinya tidak sama seperti misalnya pertukaran tanah dengan mesin-mesin.000 87 6. Rugi Penukaran Aktiva Cr. Contoh : Pada Awal Tahun (4 Januari 2007) PT TEKUN menukarkan mesin lama dengan mesin baru. Akumulasi Penyusutan Dr.500.300. Cr Mesin Kas 7.000 600.900. Harga Perolehan mesin lama Rp 6. Misalkan 1 bulan = 50 Rb Perhitungan : Harga beli Mesin Lama Akumulasi Penyusutan Nilai Buku mesin Lama Nilai mesin Lama Rugi Penukaran Mesin Jurnal : Dr.500.000 600. o Pertukaran Aktiva Tetap Sejenis Yang dimaksud dengan pertukaran aktiva tetap yang sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang sifat dan fungsinya sama. Akumulasi Penyusutan sampai tanggal penukaran sebesar Rp.000 1.000 4.400.000 dan harga faktur mesin yang baru Rp 7.400.500.300.000 Aktiva Tetap Berwujud .000.000 6. tanah dengan gedung dan Iain-lain.Mesin Dr.000.400.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I keuntungan atau kerugian. Kekurangan diselesaikan dengan uang tunai.000 6.200.000 4.500.

00 Rp6.000. Diperoleh dari hadiah atau donasi Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi. mungkin dikeluarkan biaya-biaya. 5. juga beban depresiasi menjadi terlalu kecil.000.00 4.000. Pembelian Angsuran Apabila aktiva tetap diperoleh dari pembelian angsuran. Bunga selama masa angsuran baik jelas-jelas dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan tersendiri.00 Rp6. Contoh sebuah perusahaan menerima hadiah berupa tanah dan gedung yang dinilai sebagai berikut: Tanah Gedung Rp2.00 4.500. Modal Hadiah/Donasi Rp2. maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga. tetapi biaya-biaya tersebut jauh lebih kecil dari nilai aktiva tetap yang diterima.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 4.500.000. pencatatannya bisa dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan.000. Apabila aktiva dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan. Untuk mengatasi keadaan ini maka aktiva yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya.500.500. Untuk menerima hadiah. 88 Aktiva Tetap Berwujud . Apabila donasi yang diterima itu belum pasti akan menjadi milik perusahaan (karena tergantung pada terlaksananya perjanjian) maka aktiva dan modal dicatat sebagai elemen yang belum pasti (contingent). harus dikeluarkan dari harga perolehan dan dibebankan sebagai biaya bunga.00 Depresiasi aktiva yang diterima dari hadiah dilakukan dengan cara yang sama dengan aktiva tetap yang lain.000.00 Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: Dr. maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva dan modal terlalu kecil. Bila hak atas aktiva tersebut sudah diterima maka barulah contingent assets tadi dicatat sebagai harta atau aktiva.000.000. Tanah Dr Gedung Cr.

Pengeluaran atau biaya-biaya tersebut adalah : 1. alat-alat dan perabot. upah langsung dan factory overhead langsung. mur. dan biaya lain yang serupa. Pembuatan aktiva ini biasanya dengan tujuan untuk mengisi kapasitas atau pegawai yang masih idle. dan jumlahnya cukup besar jika reparasinya besar. sekering mesin merupakan biaya yang sering terjadi.3 Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap Aktiva tetap yang dimiliki dan digunakan dalam usaha perusahaan akan memerlukan pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Biaya reparasi kecil seperti penggantian baut. sehingga dicatat sebagai biaya pengeluaran pendapatan. Reparasi dan Pemeliharaan Biaya reparasi dapat merupakan biaya yang jumlahnya kecil jika reparasinya biasa. Sedang dengan cara yang kedua harga pokok aktiva merupakan jumlah semua biaya langsung ditambah dengan tarif yang menjadi beban aktiva yang dibuat 7. Apabila digunakan cara pertama maka harga pokok aktiva yang dibuat adalah semua biaya-biaya langsung untuk membuat aktiva itu ditambah dengan kenaikan biaya factory overhead. Aktiva yang dibuat sendiri Perusahaan mungkin membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan seperti gedung. pengecatan. semua biaya yang dapat dibebankan langsung seperti bahan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6. Karena biaya reparasi dan pemeliharaan terjadi berulang-ulang maka manfaat biaya-biaya tersebut hanya dalam periode terjadinya.Pada biaya reparasi besar dikapitalisasi dan pembebanannya sebagai biaya dilakukan dalam periode-periode yang menerima manfaat. Terdapat dua cara untuk mencatat biaya reparasi besar yaitu: Aktiva Tetap Berwujud 89 . Dalam pembuatan aktiva. Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk membebankan biaya factory overhead yaitu: (a) kenaikan biaya factory overhead yang dibebankan pada aktiva yang dibuat dan (b) biaya factory overhead dialokasikan dengan tarif kepada pembuatan aktiva dan produksi. pembersihan. biaya seperti ini adalah biaya penggantian oli. Biaya pemeliharaan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memelihara aktiva agar tetap dalam kondisi yang baik.

Menambah harga perolehan aktiva tetap. apabila biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan aktiva dan tidak menambah umumnya. 4. b. 90 Aktiva Tetap Berwujud . Begitu juga akumulasi depresiasi untuk bagian yang diganti dihapuskan. 2. Penggantian bagian-bagian aktiva yang biayanya kecil diperlakukan dengan cara yang sama seperti reparasi kecil. 3. Biaya-biaya yang timbul dalam penambahan dikapitalisasi menambah harga perolehan aktiva dan didepresiasi selama umur ekonomisnya. Aktiva lama yang diganti dan akumulasi depresiasinya dihapuskan dari rekening-rekeningnya. Penggantian Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama. ruang parkir dan Iain-lain. Perhitungan depresiasi untuk tahun-tahun berikutnya harus direvisi sesuai dengan perubahan nilai buku aktiva dan umur ekonomis yang baru. misalnya penggantian dinamo mesin. Penggantian seperti ini biasanya terjadi karena aktiva lama sudah tidak berfungsi lagi (rusak). Akhir-akhir ini sering terdapat tambahan mesin yang dipasang dalam pabrik untuk mengurangi pencemaran. Perbaikan (Improvement) Adalah penggantian suatu aktiva dengan aktiva baru untuk memperoleh kegunaan yang lebih besar. Mengurangi akumulasi depresiasi. tetapi perbaikan yang memakan biaya yang besar dicatat sebagai aktiva baru. apabila biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur aktiva tetap dan mungkin juga nilai residunya. Apabila alat tambahan itu dipasang menjadi satu dengan mesin maka biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan memasang alat itu merupakan suatu penambahan. Perbaikan yang biayanya kecil dapat diperlakukan seperti reparasi biasa.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a. Penambahan (Addition) Penambahan adalah memperbesar atau memperluas fasilitas suatu aktiva seperti penambahan ruang dalam bangunan. maka harga perolehan bagian itu dihapuskan dari rekening aktiva dan diganti dengan harga perolehan yang baru. Karena jumlah akumulasi depresiasi berkurang berarti nilai bukunya menjadi bertambah besar. Apabila bagian-bagian yang diganti itu biayanya cukup besar.

Dr. Pada waktu aktiva tetap dihentikan dari pemakaian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tersebut dihapuskan. Contoh pada pembelian dan penjualan setelah umur ekonomisnya berakhir seperti : Mesin yang dibeli pada tanggal 1 Februari 2005 dengan harga Rp3. Akumulasi depresiasi mesin Cr.000.00 . ditukarkan. Mesin tersebut ditaksir umurnya 5 tahun dan depresiasinya dengan cara garis lurus. perubahan route produksi dan untuk mengurangi biaya produksi. Depresiasi mesin Cr.00 300. ataupun karena rusak. 7. Akumulasi depresiasi mesin Depresiasi 6 bulan: 6/12 x 1/5 x Rp(3.000.000.000. Laba penjualan mesin 650.200. pada tanggal 1 Juli 2009 dijual dengan harga Rp650.200. Apabila jumlahnya cukup berarti dan manfaat penyusunan kembali itu akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi maka harus dikapitalisasi.00) = Rp300.00 100.000. Biaya-biaya semacam itu dikapitalisasi sebagai biaya dibayar di muka atau beban yang ditangguhkan dan akan diamortisasikan ke periode-periode yang memperoleh manfaat dari penyusunan kembali tersebut.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 5. taksiran nilai residu Rp200.00.4 Pemberhentian Aktiva Aktiva tetap bisa dihentikan pemakaiannya dengan cara dijual.200.00 300. Apabila aktiva itu dijual maka selisih antara harga jual dengan nilai buku atau nilai residu dicatat sebagai laba atau rugi.00.00.000.00.00 3.000.000.200. tanggal 1 Juli 2009 dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Dr. Penyusunan Kembali Aktiva Tetap (Rearrangement) Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penyusunan kembali aktiva.00 Aktiva Tetap Berwujud 91 .650. Mesin Cr.000.000.00 2. Kas Dr.000. Penjualan mesin pada.000.

00 2.00 300.00 600.000.00 600.000.00 92 Aktiva Tetap Berwujud .000.00 550.000.00 Rp 650.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perhitungan: Harga Jual Nilai buku mesin Harga perolehan Akumulasi depresiasi 2005 : 11 bulan = 2006 : 12 bulan = 2007 : 12 bulan = 2008 : 12 bulan = 2009 : 6 bulan = Laba penjualan tetap aktiva Rp3.000.200.000.00 Rp550.00 Rp100.00 600.000.000.650.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. Pembelian secara gabungan / Lumpsum c. Reparasi dan Pemeliharaan b. Penyusunan Kembali Aktiva Tetap (Rearrangement) Aktiva Tetap Berwujud 93 . Pembelian Angsuran e. Aktiva yang dibuat sendiri Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap a. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam aktivitas normal perusahaan. b. Perolehan Melalui Pertukaran a) Ditukar dengan Surat-surat Berharga b) Ditukar dengan Aktiva Tetap yang Lain d. Penambahan (Addition) e. Perbaikan (Improvement) d. Pembelian Tunai. Penggantian c. Diperoleh dari hadiah atau donasi f. 2. Adapun cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut : a. 3. Istilah relatif permanen menunjukkan sifat di mana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama tetapi untuk tujuan akuntansi jangka waktu penggunaan ini dibatasi menjadi lebih dari satu periode akuntansi sehingga aktiva berwujud yang umumnya lebih dari satu periode akuntansi dikelompokkan sebagai aktiva tetap berwujud.

3. Rp 95.000 B. Rp 70. yang merupakan pembebanan ke akun aktiva ? A. C. dengan asumsi nilai tukar tambah adalah Rp 30.000 dibeli melalui tukar tambah dengan aktiva sejenis yang memiliki nilai buku Rp 25. Store Supplies D. B.000. Rp 20. Rp 30. A.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Cash B.000 2. A dan C betul Suatu Aktiva tetap yang berharga Rp 100.000.000 C. Rp 100. Biaya Pengangkutan B. Merchandise Inventory C.000 D. Pajak C.dan kas yang dibayarkan untuk memperoleh aktiva baru itu adalah Rp 70. berapa harga perolehan aktiva baru itu untuk tujuan pelaporan keuangan ? A. Yang termasuk Golongan Aktiva Tetap adalah: A. Betul E. Biaya pemasangan D. 94 Aktiva Tetap Berwujud ..000 E. Goodwill Manakah dari pengeluaran berikut yang timbul sehubungan dengan pembelian mesin.000. Office Equipment E.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pertanyaan

1. 2. 3.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan aktiva tetap berwujud yang anda ketahui ? Jelaskan bagaimana perlakuan atas bunga yang timbul selama masa kontruksi ? Permasalahan apa yang timbul dalam menghitung perolehan aktiva tetap bila dibeli secara tunai dan dibeli secara mengangsur ? jelaskan

Latihan

1.

Perusahaan Dagang Sido Munculdalam tahun 2007 telah mengeluarkan biaya–biaya untuk bangunan kantornya yang diperoleh pada tanggal 2 januari 2007 yang merupakan awal tahun Fiskalnya sebagai berikut ; Harga Tanah 18.000.000 Harga bangunan kantor 102.000.000 Biaya Renovasi 16.200.000 Bea balik Nama 900.000 Pembuatan Taman 6.000.000 Komisi Real Estate 3.600.000 Biaya Lain-lain 100.000 Untuk mendapatkan harta ini perusahaan telah menandatangani selembar Obligasi tanpa bunga sebesar 120.000.000. suku bunga diperhitungkan 8 %. Pembayaran angsuran tengah tahunan sebesar Rp 6.600.000,- harus dilakukan terhitung tanggal 1 juli 2008 untuk jangka waktu 10 Tahun.

Aktiva Tetap Berwujud

95

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pertanyaan : Buatlah jurnal untuk membukukan : a. Perolehan tanah dan bangunan tersebut (asumsi bahwa uang yang dibayar sama dengan harga dari aktiva tersebut dan nilai konstan obligasi) b. Pembayaran angsuran pertama dan kedua termasuk agio pinjaman obligasi. 2. PT KURNIA telah memperoleh tanah, bangunan dan peralatan dengan harga keseluruhan sebesar Rp 100.000.000,- yang dibayar tunai. Penilaian aktiva pada saat memperolehnya tergambar sebagai berikut : Tanah Bangunan Peralatan 64.000.000 56.000.000 40.000.000

Pertanyaan : Berapa harga perolehan masing-masing aktiva tersebut.

96

Aktiva Tetap Berwujud

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

AKTIVA TIDAK BERWUJUD

Overview

Paten, hak cipta, merek dagang, franchise dan goodwill merupakan aktiva jangka panjangyang bermanfaat bagi perusahaan dan tidak untuk dijual. Aktiva-aktiva ini dinamakan Aktiva tidak berwujud, karena tidak terlihat secara fisik. Tujuan

1. 2.

Mahasiswa mampu menjelaskan aktiva tidak berwujud Mahasiswa mampu menyusun neraca yang mencantumkan aktiva tidak berwujud

Aktiva Tidak Berwujud

97

biaya notaris. tergantung pada umur aktiva tersebut. 8.2 Penilaian Aktiva Tidak Berwujud Pencatatan Aktiva tidak berwujud dalam rekening akan disajikan sebesar harga perolehannya (cost). 8.2. penghapusan bisa dilakukan sekaligus atau beberapa tahun seperti amortisasi. Jika Paten tersebut tidak dapat diperpanjang. Amortisasi dilakukan dengan mendebet rekening beban dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan atau akumulais amortisasi. Hak cipta.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 8. Pada umumnya aktiva tidak berwujud mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun. b. Nilai yang terkandung dalam harga perolehan antara lain : 98 Aktiva Tidak Berwujud . kontrak sewa dan goodwill. maka penemuan tadi dapat diperbaharui atau direvisi guna memperoleh hak paten yang baru. penjualan atau mengawasi penemuannya. c) Biaya-biaya percobaan dan pengembangan d) Biaya untuk penyerahan hak seperti royalti dan lisensi e) Biaya-biaya lain yang berkenaan dalam hal gugatan Selama umurnya. Aktiva Tak berwujud yang dikembangkan sendisri secara teratur oleh perusahaan. Memperoleh Aktiva tidak berwujud dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : a. Khusus mengenai aktiva tidak berwujud yang umurnya tidak terbatas kadang-kadang dihapuskan dari neraca. Aktiva ini dapat berbentuk hak-hak khusus yang diharapkan menyumbang pendapatan yangh diperoleh perusahaan. dan Biaya administrasi. harga perolehan aktiva tidak berwujud mungkin diamortisasikan.1 Hak Paten Paten adalah suatu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak yang menemukan (inventor) sehingga si penemu dapat mengendalikan pembuatan.1 Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Aktiva tidak Berwujud adalah aktiva yang tidak mempunyai bentuk fisik. merek dagang. mungkin juga tidak. Aktiva Tak berwujud yang didapat dengan cara membeli hak itu. franchise. Yang termasuk dalam harga perolehan aktiva tidak berwujud adalah : a) Harga yang dibayar kepada penjual b) Biaya-biaya tambahan untuk mendapatkannya seperti biaya kepada pemerintah. Dalam akuntansi yang termasuk aktiva tidak berwujud antara lain Hak Paten.

Paten diberikan untuk jangka waktu selama dua puluh tahun terhitung sejak tanggal penerimaan permintaan paten. namun umur manfaat yang tersisa diestimasi tinggal 5 tahun. Paten Rp xxx Rp xxx Amortisasi paten akan dikelompokkan dalam biaya produksi jika dikaitkan dengan proses produksi dan dikelompokkan dalam biaya penjualan jika ada korelasinya dengan kegiatan penjualan. Metode garis lurus biasanya digunakan untuk menentukan amortisasi periodik.paten tersebut telah diberikan 6 tahun sebelumnya oleh Kantor Paten Federal.. Dari sudut pembeli paten tersebut akan dicatat sebesar harga belinya. b) Tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya tahunan berkaitan dengan kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun kedelapan belas dan tahun-tahun berikutnya. Suatu paten dapat berakhir bila : a) Selama tiga tahun berturut-turut pemegang paten tidak membayar biaya tahunan. maka paten dianggap berakhir pada akhir batas waktu kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun yang kedelapan belas tersebut Sebagai ilustrasi.000. sebuah perusahaan membeli hak paten seharga Rp 100. Tanggal mulai dan berakhirnya jangka waktu paten dicatat dalam Daftar Umum Paten dan diumumkan dalam Berita Resmi Paten. b. maka paten dinyatakan batal demi hukum terhitung sejak tanggal yang menjadi akhir batas waktu kewajiban pembayaran untuk tahun yang ketiga tersebut. Pemilik dari suatu paten dapat memberikan hak penggunaannya kepada pihak lain atau dapat dijual.000. Biaya pembuatan model dan gambar Biaya-biaya yang dikeluarkan guna melakukan percobaan-percobaan dan pengembangan. Amortisasi paten dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Dr. asumsikan bahwa pada awal tahun fiskal. Beban Amortisasi Paten Cr.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a. Walaupun paten tersebut tidak akan jatuh tempo sampai 14 tahun yang akan datang. Ayat jurnal untuk mengamortisasi paten pada akhir tahun fiskal adalah : Aktiva Tidak Berwujud 99 .

000. penggunaan fasilitas atau lainnya yang dialokasikan didalam periode yang bersangkutan atau dibebankan sebagai penghasilan berkala. istilah. Harga perolehan hak cipta dapat dihapuskan sekaligus dengan pertimbangan konsevatif atau dibebankan menurut taksiran umur hak cipta tersebut.000 Rp 20. Paten 8. Pembayaran ini mungkin jumlahnya tetap atau berubah-ubah dikaitkan dengan penghasilan. Sebaliknya bila umurnya tidak terbatas.000.2.” 8. 8. maka harga perolehannya akan diamortisasikan selama umur aktiva tersebut. Sebagai 100 Aktiva Tidak Berwujud .2.4 Merek Dagang Suatu Merek dagang adalah nama.2 Rp 20. Hak ini diberikan untuk beberapa tahun dan ada kemungkina dapat diperpanjang.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dr Beban amortisasi – Paten Cr. atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasikan perusahaan dan produknya. diperpanjang atau dicabut. Untuk memperoleh frnachise kadang-kadang dilakukan pembayaran berkala. diamortisasi dengan prinsip dasar garis lurus masingmasing selama 16 tahun dan 21 tahun.00 Hak Cipta Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. Jika hak cipta tersebut dibeli. Bila umur franchise ini terbatas. maka harga perolehan aktiva tersebut akan tetap disajikan dalam neraca. Hak ini dapat diberikan untuk beberapa tahun. pengertian hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sony Corporation menyatakan kebijakan amortisasinya yang berkaitan dengan aktiva seni artistik dan aktiva tidak berwujud musik : “Aktiva Tidak Berwujud yang terutama terdiri atas kontrak artis dan katalohg musik. maka harga perolehannya tergantung dari jumlah uang yang dibayarkan.2. Hak cipta ini dapat diberikan atau dijual kepada pihak lain berdasarkan perjanjian. Sebagai contoh.3 Hak Menggunakan Fasilitas (Franchise) Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemerintah suatu hak istimewa untuk menggunakan fasilitas tertentu.

Biaya merek dagang dalam banyak kasus biasanya mempunyai umur manfaat yang tak terbatas.2. sekalipun merek cocacola memiliki nilai yang sangat tinggi. pos ini tidak disajikan di neraca sebab biayabiaya hukum yang terkait jumlahnya tidak material.5 Hak Menyewa Yang dimaksu dengan hak menyewa (leasehold) adalah hak menyewa suatu aktiva dalam jangka panjang menurut perjanjian sewa menyewa. Dicatat sebagai aktiva tidak berwujud bila sewa tersebut dibayar untuk periode yang cukup lama. Namun. merek dagang harus selalu diuji secara berkala untuk penurunan nilainya. Jika Merek dagang dibeli dari perusahaan lain. Amortisasi dapat dilakukan dengan metode garis lurus . Bila pembayaran sewa dilakukan setiap periode. Pembayaran dimuka untuk jangka waktu beberapa tahun dapat dibukukan dengan dua cara yaitu : a. biaya hukum yang muncul dalam kaitannya dengan pendaftaran merek dagang ke pemerintah federal harus dicatat sebagai aktiva. Sebagian besar perusahaan menandai merak dagang mereka dengan tanda ® pada iklan-iklan dan produk-produk mereka. Perusahaan bisa melindungi merek dagang mereka dengan mendaftarkannya untuk jangka waktu 10 tahun kemudian memperbaharuinya lagi untuk jangka waktu 10 tahun setelah masa yang pertama berakhir. Dicatat sebagai sewa dibayar dimuka yang penyajiannya didlam neraca termasuk kelompok aktiva lancar b. maka nilainya harus turun dan kerugian harus diakui. Biaya sewa yang dibayar dimuka atau dicatat kedalam aktiva tidak berwujud secara berkala harus mengalokasikan jumlah beban sewa periodik. Ketika merek dagang mengalami penurunan nilai akibat persaingan atau situasi lain. Berdasarkan undang-undang-undang federal. maka biaya sewa ini akan dibebankan kedalam periode yang bersangkutan. Oleh karena itu. sehingga tidak diamortisasi selama umur manfaat tidak seperti halnya pada aktiva tidak berwujud. logo Cocacola yang berwarna merah dan putih adalah sebuah contoh merek dagang. Sama seperti hak cipta. Aktiva Tidak Berwujud 101 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I contoh. biaya pembeliannya harus dicatat sebagai aktiva. 8.

dan lain-lain. maka jumlah-jumlah ini harus dikeluarkan dari pendapatan yang lalu. Yang ditinjau adalah taksiran pada masa yang akan datang yang bagaimanapun tidak akan terlepas dari kegiatankegiatan dari periode yang lalu. Penilai aktiva perusahaan di luar goodwill 4. Kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata. 2. Penggunaan pendapatan yang akan datang untuk menentukan suatu nilai goodwill.6 Goodwill Goodwil atau muhibah adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu perusahaan akibat letak perusahaan yang sangat strategis.2. Selisih antara jumlah uang yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva merupakan nilai goodwill. perubahan bentuk perusahaan (reorganisasi). Kelebihan laba ini merupakan daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya kedalam perusahaan yang bersangkutan. nama yang sudah terkenal. Kapitalisasi kelebihan pendapatan rata-rata 102 Aktiva Tidak Berwujud . Menurut akuntansi yang dimaksud dengan goodwill adalah kemampuan untuk memperoleh laba diatas normal dikarenakan pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. Timbulnya goodwill diakibatkan oleh : a. Transaksi-transaksi perusahaan seperti penggabungan (merger). nama baik. Penetapan tingkat pendapatan yang normal 3. Tetapi untuk laba atau rugi yang bersifat luar biasa atau yang jarang terjadi. reorganisasi. Dasar yang umumnya dipakai sebagai dasar penetapan adalah harga pasar atau jumlah yang diperkirakan dapat direalisasikan dari aktiva tersebut. organisasi yang baik. pimpinan yang cakap. Pendapatan yang lalu merupakan patokan yang cukup baik guna menentukan nilai suatu goodwill. Dasar untuk mencapai suatu harga goodwill antara lain : 1. Pembelian suatu perusahaan yang berjalan merupakan hasil penawaran untuk menetapkan harga yang sebenarnya untuk goodwill. Dalam menerapkan taksiran pendapatan yang akan datang guna menentukan nilai goodwill ada beberapa cara yang dapat ditempuh : 1. Taksiran pendapatan pada masa yang akan datang 2. Pembelian b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 8. pembelian sebagian perusahaan atau perubahan pemilikan firma.

Misalnya dari investasi yang diharapkan jumlah pendapatan sebesar 10%.5% dan pendapatan ditaksir Rp 30.000.000. 103 Aktiva Tidak Berwujud .000 Tahun 2005 Rp 27.000 berarti perusahaan tersebut dinilai sebesar Rp 240.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Misalnya : Perseoran Terbatas “KURNIA JAYA” telah memperoleh laba bersih selama 5 tahun (tidak termasuk pos-pos yang bersifat luar biasa) sebagai berikut : Tahun 2004 Rp 30.000 5 Misalnya pendapatan untuk tahun yang akan datang ditaksir sejumlah Rp 30.000 Tahun 2006 Rp 27.000.000 Jika dalam contoh ini pendapatan yang diharapkan sebesar 12. Selanjutnya bila terjadi selisih antara jumlah yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva perusahaan yang dibeli.000 Jumlah Rp 153.000 Tahun 2008 Rp 33.000 Pendapatan rata-rata Rp 153. Dari perhitungan ini.000.000 Taksiran nilai aktiva : 240.000.000.000 x 100/10 = 300.000. Kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata Jumlah yang dibayarkan untuk suatu perusahaan dapat ditetapkan dengan mengkapitalisasi pendapatan yang diharapkan pada masa mendatang dengan jumlah investasi yang dibutuhkan.000.125) = 0.000.000.000 Goodwill = 60. jumlah aktiva bersih (net assets) tanpa memasukkan nilai goodwill dinilai sebesar Rp 270.000. Kapitalisasi taksiran pendapatan yang akan datang ditung dengan menerapkan tarif tertentu.000 Tahun 2007 Rp 36.000 – (30.000.000.000.000.000. maka perusahaan tersebut tidak mempunyai goodwill.000.600.000 1.000 = Rp 30. maka jumlah yang dibayarkan serta goodwill perhitungannya tergambar sebagai berikut : Jumlah yang dibayarkan : 30. maka selisih tersebut merupakan goodwill. Pada tanggal 1 januari 2009. Tarif ini menunjukkan hasil yang akan diharapkan dari jumlah yang diinvestasikan.000.000 dan jumlah hutang berjumlah Rp 30.000 : 0.

Angka ini berasal dari perhitungan : Perusahaan X Perusahaan Y 75.000.000. Untuk jelasnya. Besarnya pendapatan dari nilai bersih aktiva dan besarnya pendapatan dari goodwill diabaikan.000.000 6. maka aktiva dari perusahaan yang dibeli harus dilakukan penilaian dan selisih dengan jumlah uang yang dibayarkan dicatat sebagai goodwill. maka goodwill untuk perusahaan X adalah sama yaitu sebesar Rp 15.000.000. dibawah ini diberikan dua perusahaan sebagai bahan ilustrasi. Perusahan X 60.000 Taksiran aktiva netto Taksiran pendapatan netto Jika taksiran pendapatan tersebut dihitung pada tingkat 8% baik untuk perusahaan X atau perusahaan Y.000.000 dan perusahaan Y sebesar Rp 45.000.000 goodwill Ilustrasi diatas mengabaikan bahwa nilai taksiran aktiva neto yang ditetapkan perusahaan oleh perusahaan X jauh melebihi nilai aktiva perusahaan Y. Sebagai 104 Aktiva Tidak Berwujud .000 75.000 Taksiran aktiva neto 15.000. Kapitalisasi kelebihan pendapatan rata-rata Perhitungan goodwill dengan metode ini didasarkan pada pendapatan bersih rata-rata dan nilai aktiva yang dibeli.000.000 Perusahaan Y 30. Setiap kelebihan dianggap berasal dari goodwill Jika suatu perusahaan dibeli tanpa perhitungan goodwill secara tegas.000.000 6.000.000 30.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2. maka nilai masing-masing perusahaan akan menjadi Rp 75.000.000 45.000 Jumlah taksiran aktiva neto 8% 60.000.000.000. Kebutuhan pendapatan yang layak dari aktiva netto b. Hal ini cukup beralasan dikarenakan pengharapan suatu tingkat pendapatan dari investasi bila dibandingkan dengan pendapatan yang diharapkan dari jumlah lain yang diperoleh. Cara penetapan yang lebih baik seharusnya memperhatikan faktorfaktor berikut : a.

Amortisasi atas goodwill dilakukan dengan alasan. c.000 30. Dengan sebuah perusahaan yang nilai aktivanya ditaksir Rp 512. Nilai goodwill yang dibeli tidak mempunyai eksistensi secara kontinyu yang dapat diukur secara terpisah setelah diadakan penggabungan dengan perusahaan yang membelinya.500 per lembar. Berkurangnya nilai goodwill dapat dianggap sebagai : a. Aktiva 512.000 lembar saham biasa nominal Rp 25.000. Elemen-elemen yang bersifat tidak biasa (extra ordinary) b. Goodwill dianggap suatu aktiva yang tidak searah dari sudut penanam modal.000 = 512.000 Perhitungan : Nilai saham 20. yang harga pasarnya Rp 26. antara lain : a.000 Cr Saham Cr Laba penjualan saham = 530.. d.per lembar.000.000. Goodwill merupakan hasil menurut harapan atas pendapatan pada masa yang akan datang sehingga amortisasinya akan dilakukan menurut prosedural normal.000 Goodwill yang umurnya diperkirakan tidak terbatas akan dibukukan sebesar harga perolehannya.500 Nilai harta yang diperoleh Jumlah goodwill Jurnal : Dr.000. suatu perusahaan menukarkan 20.000 x 26. Dibebankan sebagai biaya dengan anggapan berkaitan dengan penghasilan secara periodik.000 500.000. Berarti bila umurnya terbatas secara periodik akan dilakukan amortisasi.000. akan tetapi bila keadaan tersebut menuju kearah yang mengurang maka akan diadakan penyesuaian terhadap jumlah goodwill tersebut.000.000 = 18.000. Aktiva Tidak Berwujud 105 . Goodwill dapat mengalami kegoncangan yang cukup berarti sehingga sering tidak mempunyai hubungan secara kontinyu dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada saat pembentukannya.000.000 Dr Goodwill 18.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I contoh. b.

000.820 300 41. Kerugian Penurunan nilai Goodwill 54.000.750 35.000. Aktiva Tidak berwujud Paten Goodwill Jumlah Aktiva Tidak berwujud Kewajiban & Modal Rp. PT MERAH MAROON Neraca Per 31 Desember 2008 Aktiva I.000 8.500 (1. Aktiva Lancar Kas Perlengkapan kantor Jml Aktiva lancar II.120 25. Saldo setiap kelas aktiva tidak berwujud yang utama harus diungkapkan dengan jumlah setelah amortisasi hingga tanggal laporan keuangan. Penjelasan umum mengenai metode yang digunakan dalam menghitung penyusutan juga harus dilaporkan.000 106 Aktiva Tidak Berwujud .000) untuk menurunkan nilai goodwill yang berhubungan dengan penggabungan usaha (merger) antar AOL dan Time Warner.000.000 65.000 Cr Goodwill 54.000 30. Aktiva tidak berwujud biasanya dilaporkan dalam bagian terpisah pada neraca setelah bagian aktiva tetap.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Contoh : Time Warner mencatat kerugian terbesar dalam sejarah perusahaan (hampir 54.3 Penyajian Aktiva Tidak Berwujud Bagaimana aktiva tidak berwujud harus dilaporkan dalam laporan keuangan? Jumlah beban penyusutan dan amortisasi dalam suatu periode harus dilaporkan secara terpisah dalam laporan laba rugi atau diungkapkan pada catatan kaki. 40.000. Aktiva Tetap Peralatan kantor (AK peny peralatan) Nilai buku Peralatan Kantor III. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah : Dr.000. Berikut ditampilka sebagian neraca yang mencantumkan aktiva tidak berwujud.750) 24.

Amortisasi dilakukan dengan mendebet rekening beban dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan atau akumulais amortisasi. Aktiva Tidak Berwujud 107 . 2. Aktiva tidak Berwujud adalah aktiva yang tidak mempunyai bentuk fisik. Menurut akuntansi yang dimaksud dengan goodwill adalah kemampuan untuk memperoleh laba diatas normal dikarenakan pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. 4. Paten adalah suatu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak yang menemukan (inventor) sehingga si penemu dapat mengendalikan pembuatan. Aktiva ini dapat berbentuk hak-hak khusus yang diharapkan menyumbang pendapatan yangh diperoleh perusahaan. mungkin juga tidak. harga perolehan aktiva tidak berwujud mungkin diamortisasikan. 5. tergantung pada umur aktiva tersebut. pengertian hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemerintah suatu hak istimewa untuk menggunakan fasilitas tertentu Suatu Merek dagang adalah nama. 6. atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasikan perusahaan dan produknya. nama yang sudah terkenal. 7. Goodwil atau muhibah adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu perusahaan akibat letak perusahaan yang sangat strategis. istilah. organisasi yang baik. Selama umurnya.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. pimpinan yang cakap. penjualan atau mengawasi penemuannya Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. 3. dan lain-lain. nama baik.

Goodwill C. Peralatan kantor D. Franchise E. Tagihan Aktiva Tidak Berwujud 2. Berapa Lama biaya paten yang dipreoleh melalui pembelian diamortisasi ? Secara umum bagaimana perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan ? Bagaimanakah goodwill dianortisasi ? Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. 3. Persediaan Barang C. Manakah dari berikut ini yang merupakan Aktiva Tidak Berwujud: A. Patent B. Patent B. 2. Copyright D. Semua betul Yang termasuk Golongan Aktiva Tak Berwujud adalah: A. Uang Tunai E. 108 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1.

Telah dibayar biaya menurut hukum sebesar Rp 3. Tindakan ini guna menciptakan goodwill atas perusahaan. Data-data yang berkaitan dengan perolehan hak pengolahan hasil hutan dan aktiva tidak berwujud selama tahun berjalan yang berakhir 31 Desember adalah sebagai berikut : a.500. 550.Honorarium pelawak inni sebesar Rp 500. Diminta : a.500.000 board feet kayu telah dipotong. Aktiva Tidak Berwujud 109 .000 dan biaya sertifikat saham sebesar Rp 1.600 dikeluarkan pada tanggal 5 juli dalam upaya mendapatkan paten yang memiliki estimasi umur manfaat 8 tahun.000 dibeli tanggal 18 Januari b. Kandungan kayu diperkirakan berjumlah 4.000 dan biaya pamflet serta hadiah-hadiah gratis yang diberikan berjumlah Rp 350. Biayabiaya pendirian perseroan ini akan diamortisasikan selama jangka waktu maksimum yang diijinkan.000 guna menyelesaikan secara resmi pendirian perseroan ini. c. Tentukan Jumlah beban amortisasi atau deplesi untuk tahun berjalan bagi masing-masing pos diatas.000. b.120. Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban amortisasi atau deplesi bagi masing-masing pos. Jan 24 Telah dibayar beberapa pelawak guna menarik pengunjung. Goodwill yang bernilai $29.000 board feet.000 pada tanggal 10 April.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Latihan Kasus 1. Hak pengolahan hasil hutan dibeli seharga $820.000. Biaya administrasi dan legal sebesar $ 225. Perseroan Terbatas “Mahabarata” yang baru saja berdiri telah melakukan transaksi yang tergambar sebagai berikut : Jan 10. 2. Amortisasi dilakukan untuk setengah tahun. Selama tahun berjalan.

Biaya penggunaan dan lisensi Rp 250. Des 31 Gaji seorang insinyur dan seorang ahli kimia untuk pengembangan produk berjumlah Rp 24. Biaya pembangunan berjumlah Rp 32. Diminta : 1. Buatlah jurnal transaksi tersebut.000 Diperkirakan dalam lima tahun mendatang telah timbul pengembangan proses yang lebih baik oleh perusahaan lain.800. Juli 2 Dibuat satu bangunan untuk tempat membuat modelmodel percobaan untuk pengembangan penelitian pada masa yang akan datang.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Mar 7 Telah didaftarkan paten untuk produk yang telah dikembangkan dengan perincian sebagai berikut : .000. 110 Aktiva Tidak Berwujud . Des 31 seluruh aktiva tidak berwujud diamortisasikan. Sajikan rekening aktiva tidak berwujud dalam neraca secara baik per 31 Desember.000 yang akan disusutkan untuk 10 tahun dengan metode penyusutan garis lurus. Penemuan ini akan menimbulkan usangnya penemuan paten dari perusahaan.000 selama 1 tahun.Biaya pendaftaran paten Rp 7.000 . 2.000. Perusahaan memperhitungkan amortisasi untuk satu tahun penuh dalam tahun perolehannya.

2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PENYUSUTAN DAN DEPLESI Overview Depresiasi adalah sebagian dari harga peolehan aktiva tetap secara sistematis akan dialokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi sedangkan deplesi adalah berkurangnya harga perolehan sumber-sumber alam yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam tersebut menjadi persediaan Tujuan 1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan proses depresiasi aktiva tetap Mahsiswa mampu menjelaskan proses deplesi Penyusutan dan Deplesi 111 .

Taksiran ini bisa dijabarkan dalam satuan periode Penyusutan dan Deplesi 3. Kenyataannya nilai sisa ini diabaikan dengan alasan nilainya relatif kecil dan sulit untuk mengadakan penaksiran secara tepat. dan kegugusan. Harga Pokok Aktiva Harga Pokok aktiva yaitu semua pengeluaran untuk memperoleh aktiva sampai aktiva tersebut siap dipakai. mesin. Istilah depresiasi khusus digunakan untuk menunjukkan alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti.2 Faktor-faktor dalam menentukan biaya penyusutan Dalam menentukan biaya penyusutan secara berkala perlu diperhatikan beberapa faktor antara lain : 1. suatu saat harus disingkirkan karena tidak dapat dipergunakan. 112 . Penetapan nilai sisa ini tergantung pada kebijaksanaan perusahaan.1 Penyusutan (Depresiasi) Secara berangsur-angsur aktiva yang dipakai walaupun telah dilakukan perbaikan nanti. peralatan. Demikian pula kapitalisasi yang dilakukan setelah aktiva tersebut dipakai. Karena itu harga perolehan dari aktiva tersebut secara sistematis dialokasikan menjadi biaya untuk setiap periode akuntansi. Istilah ini tidak pula dapat diterapkan untuk berkurangnya nilai aktiva akibat ketinggalan mode atau usang. Istilah ini tidak dapat dipergunakan untuk menyatakan biaya untuk pemakaian aktiva-aktiva yang aus yang disebut deplesi dan juga tidak untuk aktiva tak berwujud yang disebut amortisasi. 2. 9. Jelaslah bahwa penyusutan tidak dipakai untuk menyatakan penurunan nilai pasar dan juga tidak pula menyatakan perubahan fisik. dan lain-lain.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 9. Nilai Sisa Nilai sisa adalah suatu nilai yang ditaksir dan diharapkan dapat direalisir pada saat aktiva tersebut tidak dapat dipergunakan lagi. Pengalokasian ini ditetapkan menurut umur dari aktiva tersebut. sepert gedung. Taksiran umur ekonomis Taksiran umur ekonomis suatu aktiva dipengaruhi oleh pola pemakaian dan kebijakan yang dianut oleh perusahaan dalam perbaikan. penurunan/kemerosotan. Penyusutan (depresiasi) menyatakan taksiran mengenai penurunan jasa-jasa potesial dari aktiva selama umurnya.

Metode berdasarkan Faktor Waktu : a. Metode Jam jasa b. kerusakan dan kehancuran) dan keausan fungsionil (ketidakmampuan memenuhi kebutuhan. Penerapan metode ini didasarkan anggapan yaitu : a) Biaya tidak dipengaruhi oleh produktivitas atau penyimpangan efisiensi. Penyusutan Gabungan Metode berdasarkan faktor lainnya : a. Penyusutan kelompok b. 4. Metode saldo menurun 3. Metode-metode tersebut adalah : 1. unit. Metode garis lurus b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I waktu. Metode saldo menurun dua kali Metode berdasarkan faktor pemakaian : a. Penyusutan dan Deplesi 113 . atau satuan jam kerja.3 Metode Perhitungan Penyusutan (Depresiasi) Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban depresiasi secara periodic. Metode Berdasarkan Faktor Waktu a. perubahan permintaan dan kemajuan teknologi) Biaya penyusutan yang merupakan suatu taksiran. 9. Metode dana yang dialihkan 2. keausan. 1. kemunduran. Ketelitian penetapan biaya penyusutan dengan sendirinya akan dipengaruhi perhitungan besarnya laba rugi perusahaan untuk setiap periode. Metode Penyusutan Garis Lurus Metode penyusutan garis lurus ini sangat sederhana dan paling banyak diterapkan. Dalam menaksir umur perlu dipertimbangkan penyebab keausan fisik (gugus. ketelitiannya ditentukan oleh ketiga faktor tersebut diatas. Metode anuitas b. Metode unit Produksi Metode tarif kelompok dan tarif gabungan : a. Metode jumlah angka tahun 2. Metode beban menurun 1. 3.

000 114 Penyusutan dan Deplesi .dengan nilai sisa Rp 5.000 23.000 1 9. Jumlah penyusutan tahunan: Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran umur kegunaan Sebagai contoh: Satu unit mesin telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50. Penyusutan per tahun : = = HP – NS N 50.000 14.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I b) Biaya pemeliharaan dan perbaikan untuk setiap periode jumlahnya relatif stabil c) Kegunaan ekonomis dari aktiva menurun proporsional setiap peiode.000.000 5 9.000 5 9.000 45.000 Jumlah Penyusutan dan akumulasi penyusutan mesin disusun dalam bentuk tabel tergambar sebagai berikut : Akhir Biaya Penyusutan Akumulasi Nilai Buku Tahun Ke (debet) Penyusutan (kredit) 50.000.000..000 27.000.000 9.000.000.000.000 36.000.000..000.000 2 9.000.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000.000.000 5.000 – 5.000.000 32.000 41.000.000 4 9.000.000.000.000 18.000.000.000 3 9.000 45.000.000.

000.000 8.000 27.000 35.000.000. Tarif ini dihitung dengan rumus : N ( N  1) 2 15  5(5  1) 2 Penyusutan dan Deplesi 115 . penyusutan merupakan biaya yang tetap setiap periode.000.000. alat-alat kantor.000.000.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000.000.000.000.000..000 b) Metode saldo menurun Dalam penerapan metode ini.000 3 3/15 x 45.000= 9.000 36.000 4 2/15 x 45.000. Metode garis lurus sebaiknya digunakan untuk menghitung penyusutan gedung.000.000. Jumlah penyebut dilakukan dengan menjumlahkan angka tahun : 5+4+3+2+1 = 15 Atau dengan rumus S Perhitungan biaya penyusutan tersebut dapat diikhtisarkan kedalam daftar seperti berikut : Akhir Biaya Penyusutan (debet) Akumulasi Nilai Tahun Penyusutan Buku Ke (kredit) 50.000. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000.dengan nilai sisa Rp 5. dan untuk aktiva tetap yang dipengaruhi oleh perjalanan waktu dan bukan oleh tingkat pemakaian.000 42.000.000. perhitungan biaya penyusutan dengan cara mengalikan persentase (tarif) tertentu dengan nilai buku aktiva.000= 12.000 14.000 45. Metode Penyusutan dengan Beban Menurun a) Metode Jumlah Angka Tahun Metode ini diterapkan dengan menjumlahkan angka-angka dari taksiran umur ekonomis.000.000 15. b.000 45.000= 3.000.000 1 5/15 x 45.000 5.000= 6.000 23. Selanjutnya perhitungan penyusutan dimulai dari angka tertinggi dari umur aktiva yang bersangkutan dan selanjutnya menurun secara berurutan. Nilai buku setiap akhir tahun menurun sehingga akibatnya menimbulkan beban penurunan beban penyusutan.000.000.000.000 2 4/15 x 45.000.000.000= 15.000 5 1/15 x 45.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dalam penerapan metode garis lurus.

091.000 31.000.000. tarif diatas dapat dibulatkan sehingga diperoleh kepraktisan dalam perhitungannya.9% x 31.950 37.000.9% x 7..9% x 50.9% x 12.979 7.021 42.dengan nilai sisa Rp 5.998.050= 36.000.000 19.450.071 4.635.310 Karena Penyusutan merupakan taksiran beban.000.550.908.998.000= 36.346.370 2.924.450.926.000.001. sedangkan selisih yang terjadi menjadi tidak berarti atau tidak penting.000.000.dengan nilai sisa Rp 5. c) Metode saldo menurun dua kali Beban depresiasi yang setiap tahunnya menurun akan dihitung dengan dasar persentase depresiasi metode garis lurus.609 = 18. Selanjutnya persentase ini dikalikan dua dan setiap tahunnya dikalikan dengan nilai buku aktiva tetap.000 30.050 12.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun. Karena nilai buku selalu menurun maka beban depresiasi juga selalu menurun..919 44.000.561.000= 36.000 Akumulasi Penyusuta n (kredit) 18.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Tarif = 1 n Dimana : NS HP n = umur ekonomis NS= Nilai sisa HP= Harga Perolehan Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.641.073.550.908.561.000.9 % 50.000.9% x 19. Tarif = 1 5 5 = 0.950 7.438.369 atau 36.609 5.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.979= 36. 116 Penyusutan dan Deplesi .391 44.310 Nilai Buku 50. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.690 Akhir Tahun Ke 1 2 3 4 5 Biaya Penyusutan (debet) 36.000 11.926.

000 – 3.000).000 3.000= 4.000. ada perbedaan selisih sebesar 1. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000 (5.000.000 4 40% x 10.000 43.888.000 3 40% x 18.000= 12.320.000.888.200.000 10.000 = 2.000 6.480.112.000.000 5 40% x 6. 20% x 2 = 40% Akhir Biaya Penyusutan (debet) Akumulasi Nilai Buku Tahun Penyusuta Ke n (kredit) 50.000 1 40% x 50. Metode Jam Jasa Syarat penerapan metode ini yaitu harus dihitung jumlah tahun pemakaian dalam jam-jam jasa.000 30.000.000.800..800.000= 7. dan taksiran jam jasa selama 5 tahun tersebut sebesar 10.000000 18.000.000.000 Berdasarkan hasil perhitungan diatas.000 2 40% x 30. a. 2.000.000= 20. Harga perolehan akan disusutkan sebesar jumlah jam jasa yang terjadi dalam periode tertentu.000.000 39.592.000 20.912. lalu dikalikan dengan tarif penyusutan guna memperoleh beban penyusutan.000 46.000 45.000 jam.112.000.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Penyelesaian : Tarif Penyusutan tiap tahun : 100% : 5 = 20%.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.480.dengan nilai sisa Rp 5.000. sehingga penyusutan setiap tahun mengalami perubahan.000 32.000.320. Beban penyusutan per unit dihitung dengan rumus Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran Jumlah Jam Jasa Penyusutan dan Deplesi 117 . Metode Berdasarkan Faktor Pemakaian Penerapan metode ini ditaksir dalam satuan jumlah jam jasa dan unit produksi.

000.100..000.600.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Depresiasi  50. Metode Unit Produksi Cara penerapan metode ini hampir sama dengan metode jam jasa.000.000.000.500.000 = Rp 450.000 8.000 unit.000 30.000  5.500.000 Nilai Buku 50.000 15.000 8.650.000 x 13.000 b.000 5.000 18.000 x 3.500.000 37.750.000 25.000 30.600.400.000.000.000 jam Biaya (debet) Penyusutan Akumulasi Penyusutan (kredit) 3.000 x 16.000 24.000 15.000 10.000 37.000. Beban penyusutan per unit dihitung dengan rumus Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran unit produksi 118 Penyusutan dan Deplesi .900.000 x 6.000 46.000 31. hanya perbedaannya penaksiran dilakukan untuk jumlah unit dari aktiva tersebut selama masa hidupnya.000 100.000.500.000 45.000 10.000 x 4.dengan nilai sisa Rp 5.250.dan taksiran kapasita produksi 200..per jam Akh Thn 1 2 3 4 5 Jml jam jasa 8.750. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000.000 41.000 450 450 450 450 450 = = = = = 45.

375.000 x 5.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Depresiasi  50.per unit Akh Thn 1 2 3 4 5 6 Unit Produksi 38.000.450.250.000 20.000 30.000 41.000 47.000 26.000 Pencatatan depresiasi dilakukan dengan mendebit rekening biaya dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan walaupun cara ini tidak akan memberikan gambaran yang jelas tentang harga perolehan aktiva dan jumlah depresiasi sampai periode tersebut.000.000 25.000 14. 9.000 20.000..000 x 8.000.000 13.000 40.750.625.000 45.950.000 Nilai Buku 50.500.000 x 10.000 x 4.750.050.000.550.000 30.000 = Rp 225.000 29.000 x 6. Perbedaan antara deplesi dan depresiasi adalah sebagai berikut: Penyusutan dan Deplesi 119 .000 36.000 jam Biaya Penyusutan (debet) 38.550.000 47.000 23.000  5.000.625.000 45. Untuk itu perlu dilakukan depresiasi dikreditkan ke rekening akumulasi depresiasi yang merupakan lawan dari rekening aktiva yang bersangkutan.000 200.000 225 225 225 225 225 225 = = = = = = Akumulasi Penyusutan (kredit) 8.000 20.000. Dengan demikian maka di dalam neraca akan diketahui jumlah harga perolehan dan jumlah yang didepresiasikan.4 Deplesi Deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) atau nilai sumber-sumber alam seperti tambang dan hutan kayu yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam menjadi persediaan.000 25.000.000 5.000.575.000 40.000 x 9.000 36.

00 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I - Deplesi merupakan pengakuan terhadap pengurangan kuantitatif yang terjadi dalam sumber-sumber alam.800.00 per ton 150.00.00 = Rp4. - - 9.Rp2.000.000. Deplesi digunakan untuk aktiva tetap yang tidak dapat diganti langsung dengan aktiva yang sama jika sudah habis. (c) Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi. barrel.000 ton. sedangkan depresiasi adalah alokasi harga perolehan ke pendapatan periode yang bersangkutan untuk suatu service yang dihasilkan kecuali dalam perusahaan di mana depresiasi dihitung berdasar hasil produksi.00.000 ton. Jika kumpulan pengeluaran itu terlalu kecil maka dilakukan penilaian terhadap sumber alam tersebut.000. Tanah tersebut sesudah dieksploitasi ditaksir bernilai Rp2.000. sedangkan depresiasi digunakan untuk aktiva tetap yang pada umumnya dapat diganti jika sudah habis. (b) Taksiran nilai sisa apabila sumber alam sudah selesai dieksploitasi.5 Metode Perhitungan Deplesi Dalam perhitungan deplesi terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu : (a) Harga perolehan aktiva.000.000. Deplesi adalah pengakuan terhadap perubahan langsung dari suatu sumber alam menjadi barang yang dapat dijual. Jika sumber-sumber alam maka harga perolehannya adalah pengeluaran sejak memperoleh izin sampai sumber alam itu dapat diambil hasilnya. Taksiran isinya sebesar 150. Untuk memudahkan pemahaman berikut disajikan ilustrasinya : Sebidang tanah yang mengandung hasil tambang dibeli dengan harga Rp20.000 x Rpl20. Deplesi per ton dihitung sebagai berikut: Deplesi   Rp120. maka deplesi untuk tahun tersebut = 40.00 120 Penyusutan dan Deplesi Rp20.000 .000 Jika pada tahun pertama bisa dieksploitasi sebanyak 40. sedangkan depresiasi merupakan pengakuan terhadap pengurangan manfaat ekonomi yang terjadi pada aktiva tetap.000. Deplesi dihitung untuk tiap unit hasil sumber alam seperti tonase dan .000.

00 Rp4. dihitung lagi deplesi per unit kemudian dilakukan koreksi.800.000. tetapi deplesi tahun-tahun yang akan datang dilakukan dengan data yang terakhir. Akumulasi deplesi Rp4.000. sedangkan biayanya ditaksir di muka pada waktu akan menghitung beban deplesidan pada kenyataannya biaya pembangunan berbeda dengan yang sudah ditaksir maka perhitungan deplesi perlu direvisi. Pada saat diketahui adanya perubahan. Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) - Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat tidak dikoreksi.00. Dari contoh sebelumnya biaya pembangunan bertambah sebesar Rpl. Demikian pula jika taksiran isi tambangnya berbeda dengan taksiran isi tambang yang dipakai dalam menghitung deplesi maka perhitungan deplesi perlu direvisi.800.800.000 Rp2.800. Deplesi Cr.000 6.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Jurnal untuk mencatat deplesi adalah : Dr. Koreksi terhadap deplesi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat dikoreksi. tetapi deplesi untuk tahun berjalan dan tahun-tahun yang akan datang direvisi. Sesudah dieksploitasi dalam tahun kedua sebanyak 30. Deplesi tahun-tahun lalu tidak dikoreksi. tambang ditaksir masih mengandung 90.000. Dalam cara ini koreksi dilakukan seperti halnya dalam aktiva tetap.000. Akumulasi deplesi Cr.000 4.800.00 Jika pembangunan sumber alam itu juga terjadi dalam masa eksploitasi.000 ton. begitu juga untuk deplesi yang akan datang.000. Contohnya deplesi yang lalu terlalu besar maka jurnal koreksinya sebagai berikut: Rpxx Rpxx Dr.000 ton.) Nila sisa Deplesi tahun pertama Rp20. Perhitungan deplesi tahun kedua sebagai berikut: Harga perolehan pertama ( .000 Penyusutan dan Deplesi 121 .

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I (+) Biaya pembangunan tahun kedua Jumlah yang akan dideplesi Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua Hasil eksploitasi tahun kedua (ton) Taksiran isi tambang pada akhir tahun kedua (ton) Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua (ton) Rp13. Pada aktiva-aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan yang mengolah sumber-sumber alam. 122 Penyusutan dan Deplesi . Deplesi tahun kedua = 30.000.000 = Rp125.800.00.000.000 30. maka depresiasi aktiva tetap dapat dihitung dengan dasar taksiran hasil sumber alam.000 120.750.000 Deplesi per ton dalam tahun kedua = Rpl5.000.000 90. dan kegunaan aktiva itu terbatas sampai selesainya eksploitasi sumber-sumber alam.000 Rp15.000 ton x Rp125.00 :120.000.00.000 1.200.00 = Rp3.

Faktor-faktor fungsional yaitu ketidakmampuan memenuhi kebutuhan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan depresiasi diantaranya adalah : a. Penyusutan (depresiasi) menyatakan taksiran mengenai penurunan jasajasa potesial dari aktiva selama umurnya. Masa manfaat Terdapat beberapa metode yang sering digunakan untuk menghitung beban depresiasi secara periodic. Istilah depresiasi khusus digunakan untuk menunjukkan alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti. Faktor-faktor fisik yaitu usang karena dipakai dan umur serta kerusakan b. Penyusutan dan Deplesi 123 . 4. Nilai sisa atau residu 3. perubahan permintaan dan kemajuan teknologi Sedangkan biaya depresiasi akan dipengaruhi oleh beberapa aspek sebagai berikut : 1. peralatan. mesin. 2. Jelaslah bahwa penyusutan tidak dipakai untuk menyatakan penurunan nilai pasar dan juga tidak pula menyatakan perubahan fisik. dan lain-lain. Deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) atau nilai sumbersumber alam seperti tambang dan hutan kayu yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam menjadi persediaan. sepert gedung. Harga perolehan (cost) 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. Metode-metode tersebut adalah : 1) 2) 3) 4) 5) Metode garis lurus Metode jumlah angka tahun Metode saldo menurun dua kali Metode Jam jasa Metode unit Produksi 3.

3. Jelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi depresiasi ? Sebutkan pertimbangan apa yang digunakan dalam memilih metode depresiasi? jelaskan jawaban anda ? Mengapa perlu dilakukan depresiasi terhadap aktiva tetap berwujud?.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 5. jelaskan ? Metode depresiasi yang menghasilkan jumlah depresiasi yang selalu menurun dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jelaskan perbedaan antara depresiasi dengan deplesi yang anda ketahui ? 2. 4. Jelaskan cara-cara yang anda ketahui ? 124 Penyusutan dan Deplesi .

700.000 B. 12.000 E.850.000 Berapa Jumlah penyusutan.250. 6. 15.330.255. 24.000.000.850. 30.000. 6.000 C. 9.000 D.000. 24.000 C. 5. 30.500. dengan menggunakan metode saldo menurun (dua kali tarif garis lurus) untuk tahun kedua pemakaian 125 4. 15.000 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! Tanggal 18 Desember 2008 dibeli Mesin Rp 55. biaya angkut Rp 100.000 3.000 D.000 C. 6. 15. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Jumlah Angka Tahun adalah sebesar : A.000 D.000.250.000.000.000 dan Biaya Asuransi 2% dari Harga beli mesin.330. 5.000. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Garis Lurus adalah sebesar : A. 30. 1. Penyusutan dan Deplesi .000 E.000 E. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Double Declining Balance adalah sebesar : A.000 B. Umur Ekonomis mesin selama 4 Tahun dengan nilai sisa sebesar Rp 1. PPn 10% dari Harga Beli.850.000.000 B.

400 jam dan dapat menghasilkan 4. Pertanyaan : Hitunglah biaya depresiasi dengan menggunakan setiap metode seperti di bawah ini dan PT Aura Abadi memberlakukan tahun kalender sebagai tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember. Mesin ini diperkirakan akan dapat digunakan untuk memproduksi 60. $ 4.400. $ 400 Latihan 1.000 unit produk. d. Dalam tahun 2006 PT Aura Abadi menggunakan mesin itu selama 2.000. dengan estimasi nilai sisa $ 600 dan estimasi umur manfaat 3 tahun: A. Metode garis lurus untuk tahun 2006. $ 2. Diperkirakan mesin tersebut akan berumur 10 tahun.000. Metode jam jasa untuk tahun 2006. 126 Penyusutan dan Deplesi . dan mempunyai nilai residu sebesar Rp400. Metode jumlah angka tahun untuk tahun 2006. Metode double declining balance untuk tahun 2007.000. PT Aura Abadi membeli mesin seharga Rp3.000 E.00 pada tanggal 1 April 2006.00. c.000 D.000 C. a.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I peralatan yang berharga $ 9. b.000 jam.000 unit produk dan diperkirakan akan dapat digunakan untuk berproduksi selama 30. e. $ 3.000 B. $ 6. Metode hasil produksi untuk tahun 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful