AKUNTANSI KEUANGAN 1

POLITEKNIK TELKOM BANDUNG 2009

Penulis : Nelsi Wisama Sendi Gusnandar A Indra Firmansyah

Dilarang menerbitkan kembali, menyebarluaskan, atau menyimpan baik sebagian maupun seluruh isi buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari Politeknik Telkom Hak cipta dilindungi undang-undang @ Politeknik Telkom 2009 No part of this document may be copied, reproduced, printed, distributed, modified, removed and amended in any form by any means without prior written authorization of Telkom Polytechnic. Copyright @ 2009 Telkom Polytechnic. All rights reserved

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah SWT karena dengan karunia-Nya courseware ini dapat diselesaikan. Atas nama Politeknik Telkom, kami sangat menghargai dan ingin menyampaikan terima kasih kepada penulis, penerjemah dan penyunting yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan waktu sehingga courseware ini dapat tersusun. Tak ada gading yang tak retak, di dunia ini tidak ada yang sempurna, oleh karena itu kami harapkan para pengguna buku ini dapat memberikan masukan perbaikan demi pengembangan selanjutnya. Semoga courseware ini dapat memberikan manfaat dan membantu seluruh Sivitas Akademika Politeknik Telkom dalam memahami dan mengikuti materi perkuliahan di Politeknik Telkom. Amin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Bandung , Juli 2009

Christanto Triwibisono Wakil Direktur I Bidang Akademik & Pengembangan

iii

...........................................Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...... 2 1............................................. 70 6.........2. 2 1........... iii DAFTAR ISI ................................ 83 7............... iv 1 LAPORAN KEUANGAN .......1........................... 68 6............................... 84 iv .......... 67 6.......................................................... 22 3 REKONSILIASI LAPORAN BANK............................1 Pengertian Persediaan Barang ...............................................................1 Fungsi laporan keuangan .......... 67 6........................2............ 73 7 AKTIVA TETAP BERWUJUD ...................................................2 Klasifikasi perkiraan (classification of account)...... 30 4 PIUTANG USAHA ................................................2 Bentuk Laporan Laba Rugi ..........................................4 Neraca ...........................................1 Piutang (Account Receivable) .............. 48 5 PIUTANG WESEL......... 1 1..................................................2...2 Metode Buku / Perpetual ........ 11 2 KAS KECIL ....................................................2 Kas Kecil ................................................................ 2 1...................................................................... 48 4................................2...................................................3 Tujuan Laporan Keuangan .1 Metode Fisik / Periodik ............................1..2........................................................ 4 1..........5 Laporan Arus Kas...................... 65 6...... 20 2..............................................2......................2 Jenis laporan keuangan ...................... 82 7...........................................................1 Pengertian laporan keuangan ........................................................2.....3 Arus Harga Pokok (AHP) ..4 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan .................................. 7 1.........3 Laporan perubahan ekuitas : ................................... 6 1................1.......................................................................1................. 19 2....................................................................................................... 56 6 PERSEDIAAN BARANG .......................... 4 1..............................................1 Pengertian Aktiva Tetap Berwujud ...................1 Pemahaman Kas ................ 64 6...........................................4 Masalah Pemilikan Persediaan Barang ...................................................... 4 1................................................2 Metode Pencatatan Atas Persediaan ....2 Piutang Tak Tertagih (Kerugian Piutang) : ................................................................. 7 1............................................................................................................................. 47 4....................................1 Laporan laba rugi .......2 Perolehan Aktiva Tetap .......................................................... 4 1........................................................................................................

...............................................................................................................................................Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 7............2...............................2........................................... 97 Pengertian Aktiva Tidak Berwujud ......................2. 111 Penyusutan (Depresiasi) ......4 8...............6 8..............5 8......................................................... 98 Hak Paten ....................................3 9 9............................. 98 Penilaian Aktiva Tidak Berwujud ..................................................................2 8.................... 101 Goodwill............................................................................................3 8.. 120 v ....................................................2 8..............4 9....... 112 Metode Perhitungan Penyusutan (Depresiasi) ..2 9.......................1 8......2....................5 Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap ........................ 106 PENYUSUTAN DAN DEPLESI ...2............................................................. 91 AKTIVA TIDAK BERWUJUD ................................1 8.............................. 100 Hak Menyewa ............................... 98 Hak Cipta ....................................................2............4 8 8.............................................3 7............................... 100 Hak Menggunakan Fasilitas (Franchise) ................... 100 Merek Dagang ............... 113 Deplesi .............................3 9................. 102 Penyajian Aktiva Tidak Berwujud ................................... 119 Metode Perhitungan Deplesi ...... 89 Pemberhentian Aktiva .....................1 9.......................... 112 Faktor-faktor dalam menentukan biaya penyusutan .................................

.

1 Laporan Keuangan . Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam laporan seperti neraca. Tujuan 1. terdiri dari ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas yang telah direncanakan dan pencapaian hasilnya. 2. laporan rugi laba dan laporan perubahan modal. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan keseluruhan proses laporan keuangan perusahaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I LAPORAN KEUANGAN Overview Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan.

1. dan lain sebagainya. Disamping uang Kas. Aktiva Tetap (plant assets atau fixed assets) adalah aktiva berwujud yang digunakan dalam perusahaan yang sifatnya permanen atau relatif tetap yang meliputi Peralatan. Persediaan Barang Dagang.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1. Sewa yang dibayar dimuka. kewajiban dan ekuitas. Penyajiannya dalam neraca. Kendaraan. melalui operasi normal perusahaan. Aktiva dapat dibedakan menjadi : 1. Kecuali tanah. yang termasuk aktiva lancar adalah Bank.2 Klasifikasi perkiraan (classification of account) Perkiraan-perkiraan yang ada dalam laporan keuangannya harus diklasifikasikan menurut karakteristik umum. Biasanya No. b. Piutang.1. Menyediakan informasi mengenai kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai informasi akutansi dalam pengambilan keputusan. aktiva tetap lain secara bertahap mengalami penyusutan atau kehilangan kegunaannya dengan berlalunya waktu. 2. Bangunan dan Tanah. Fungsi laporan keuangan Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan (aktiva.1 a. Mesin. Aktiva Lancar (current assets) merupakan akun-akun yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang kas atau dijual atau dihabiskan. akunnya diawali dengan angka 1 2 Laporan Keuangan . biasanya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun atau kurang.1 Pengertian laporan keuangan Merupakan laporan mengenai posisi kemampuan dan kinerja keuangan perusahaan serta informasi lainnya yang diperlukan oleh pemakai informasi akuntansi.1. yaitu : Aktiva (Assets) Setiap barang fisik (berwujud) atau hak (tidak berwujud) yang mempunyai nilai uang adalah aktiva. 1.

Pengambilan Pribadi (Prive / Drawing) merupakan jumlah pengambilan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan perseorangan. Pendapatan Komisi. akunnya diawali dengan angka : 3 Pendapatan (Revenue) Pendapatan merupakan kenaikan kotor (Gross) dalam modal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan. Dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu 1. akunnya diawali dengan angka : 2 Modal Pemilik (Owner’s Equity) Modal pemilik merupakan klaim residu terhadap aktiva perusahaan setelah total kewajiban dikurangkan. Bila suatu perusahaan mempunyai beberapa jenis pendapatan. wesel bayar. Biasanya No akun diawali dengan angka : 4 Laporan Keuangan 3 . Untuk perseroan disebut modal pemegang saham (stockholders’ equity).. Istilah lainnya : Penjualan. hutang gaji. pelaksanaan jasa dari para langanan atau klien. Dividen (dividens) merupakan pembagian laba kepada pemegang saham untuk perusahaan perseroan. Sedangkan untuk perseorangan Modal (capital) adalah modal pemilik dalam perusahaan perseorangan. Honorarium Profesi. Kewajiban Jangka Panjang (long-term liabilities) merupakan kewajiban yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu yang relatif lama biasanya lebih dari satu tahun. Biasanya No. Hasil Penjualan Karcis dan Pendapatan Bunga. contoh : Hutang usaha. peminjaman uang dan semua kegiatan usaha serta profesi yang bertujuan umtuk memeproleh penghasilan. hendaknya setiap jenis pendapatan dicatat dalam perkiraan terpisah. penyewaan harta. hutang bunga dan hutang pajak.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Kewajiban (Liabilities) Kewajiban merupakan hutang kepada pihak luar (kreditor) dan biasanya dalam neraca ditambahkan kata “Payable”. Untuk perusahaan perseroan Modal saham (capital stock) merupakan investasi pemegang saham. Laba Yang Ditahan (Retained Earning) merupakan laba bersih yang ditahan dalam perusahaan. 2. contoh hutang hipotik dan hutang obligasi. Kewajiban Jangka Pendek (current payable) merupakan kewajiban yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu dekat biasanya dalam 1 (satu) tahun atau kurang. Biasanya No.

4 Laporan Keuangan . Selisih antara pendapatan-pendapatan dengan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. 3. Dapat Dipahami. Keandalan. Beban sangat bervariasi. artinya pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengevaluasi posisi keuangan. disebut juga biaya yang talah dipakai (expired cost). beban iklan.3 Tujuan Laporan Keuangan Adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan.2 1. 1. artinya kualitas informasi yang ditampung dalam laporan keuangan mudah dipahami oleh pemakai. Relevan. seperti beban gaji. masa kini atau masa depan. 4. kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengembilan keputusan ekonomi. sehingga diharapkan dapat disajikan wajar. 2. artinya informasi memiliki kualitas yang andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan. 1. akun diawali dengan angka : 5 1. Biasanya No. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan. Dapat Diperbandingkan.2. artinya dapat informasi dalam laporan keuangan dapat membantu pemakai laporan keuangan dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu. beban penyusutan dan sebagainya.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Beban (Expense) Beban merupakan biaya yang telah dipakai dalam proses untuk menghasilkan pendapatan.4 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan 1.1 Jenis laporan keuangan Laporan laba rugi Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu.1.1. menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu. kesalahan material. kinerja serta perubahan posisis keuangan secara relatif.

atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. seperti pada rugi penjualan surat berharga. bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang. Penghasilan (Income) Adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biayabiaya. Rugi (Loss) Adalah penurunan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali yang timbul dari biaya atau distribusi pada pemilik. 4. penyerahan jasa. laba (profit) Adalah kenaikan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali kenaikan modal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. selisihnya sering disebut rugi. 3. 2. bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Peran dari laporan laba rugi adalah sebagai sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan serta mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode. Bila pendapatan lebih kecil daripada biaya. seperti pada laba yang timbul dari penjualan aktiva tetap. penyerahan jasa. Istilah istilah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Laporan Keuangan 5 . Pendapatan (Revenue) Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya. 5. Dalam laporan rugi laba terdapat beberapa istilah yang sering digunakan. Biaya (Expense) Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang.

yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha.2 1. Bentuk Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua model sebagai berikut: Bertahap (Multiple Step) Bentuk multiple step adalah bentuk laporan laba rugi di mana dilakukan beberapa pengelompokkan terhadap pendapatan pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urut-urutan tertentu sehingga bisa dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut:  Laba bruto.  Penghasilan bersih sesudah pajak.  Penghasilan bersih dari elemen-elemen luar biasa. Dalam akuntansi biaya harga perolehan juga dapat berarti harga pokok atau biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang. yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6.  Penghasilan usaha bersih. 1. yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan. yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan/atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa. dan pembayaran uang muka sewa. seperti pada pembelian mesin. yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan. Harga Perolehan (Cost) Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. tetapi hanya dipisahkan antara:   Pendapatan-pendapatan dan laba-laba Biaya-biaya dan kerugian-kerugian.2. 2.  Penghasilan bersih sebelum pajak. Single Step Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokkan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha. 6 Laporan Keuangan . Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva.

Oleh karena itu.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1. Perusahaan dengan bentuk perseroan. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva. perubahan modalnya ditunjukkan di dalam laporan laba ditahan (retained earnings). atau dengan kata lain. 1. Karena laporan laba rugi dapat disusun dengan cara all inclusive atau current operating performance. Untuk lebih memberikan pemahaman berikut ini diberikan contoh-contoh laporan laba ditahan untuk melengkapi laporan perhitungan laba rugi dengan cara all inclusive maupun current operating performance. pada akhir periode akuntansi biasanya juga disusun laporan yang menunjukkan sebab sebab perubahan modal perusahaan.3 Laporan perubahan ekuitas : Di samping penyusunan neraca dan laporan laba rugi.4 Neraca Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu.2. tergantung kepada laporan perhitungan laba rugi.2. Apabila laporan perhitungan laba rugi disusun dengan cara current operating performance maka elemen-elemen luar biasa akan nampak dalam laporan laba ditahan. dapat dilihat dalam neraca bahwa jumlah aktiva akan sama besar dengan jumlah pasiva. di mana pasiva itu terdiri dari dua bagian kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik Laporan Keuangan 7 . Di dalam laporan ini ditunjukkan laba ditahan awal periode. ditambah dengan laba seperti yang tercantum di dalam laporan perhitungan laba rugi dan dikurangi dengan dividen yang diumumkan selama periode yang bersangkutan. maka susunan laporan laba tidak dibagi juga akan berbeda. Apabila laporan perhitungan laba rugi disusun dengan cara all inclusive maka di dalam laporan laba ditahan hanya menunjukkan:     saldo laba tidak dibagi awal periode ditambah laba neto dan elemen-elemen luar biasa ditambah atau dikurangi koreksi kesalahan dikurangi dividen yang diumumkan. aktiva adalah investasi di dalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber sumber yang digunakan untuk investasi tersebut.

Cara pelunasan utang ini bermacam-macam dapat dilakukan dengan mengembalikan dengan uang atau dengan cara yang lain. Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya aktiva dan utang dikelompokkan dalam kelompok lancar dan tidak lancar. utang dan modal.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perusahaan yang disebut modal. Oleh karena itu. Jumlah ini timbul dari setoran para pemilik dan perubahan-perubahan nilai aktiva yang terjadi karena hasil usaha perusahaan. tetapi dalam hal likuidasi. sehingga pembebanannya juga ditunda seperti aktiva tetap. Biasanya aktiva dan utang akan dikelompokkan dalam kelompok lancar atau jangka pendek dan tidak lancar atau jangka panjang dalam bentuk aktiva tetap. Pengelompokkan seperti ini akan memungkinkan dihitungnya modal kerja perusahaan yaitu selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar. Elemen-elemen dalam neraca biasanya dikelompokkan dalam suatu cara yang tujuannya adalah untuk memudahkan analisa. surat-surat berharga yang merupakan sumber uang dan pengeluaran-pengeluaran yang akan memberi manfaat di masa yang akan datang. hak paten dan persekot-persekot biaya. Pengelompokkan seperti itu hanyalah merupakan suatu kelompok besar yang akan dirinci lebih lanjut. tagihan-tagihan. Bila disusun dalam bentuk persamaan maka akan nampak bahwa: Aktiva = Utang + Modal Dalam pengertian aktiva selain dari barang-barang dan hak-hak yang dimiliki. di dalamnya termasuk juga biaya-biaya yang belum dibebankan dalam periode yang bersangkutan dan masih akan dibebankan pada periode-periode yang akan datang. Modal menunjukkan jumlah milik para pemilik yang ditanamkan dalam perusahaan. para pemilik baru menerima pelunasan sesudah para kreditur dilunasi. Modal ini bukan merupakan jumlah yang harus dilunasi. Utang merupakan milik kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan dan jumlah-jumlah ini merupakan kewajiban perusahaan yang harus dilunasi. di dalam judul aktiva akan termasuk juga pos-pos kas. Selanjutnya adalah penggolongan aktiva dalam golongan aktiva. Susunan aktiva dan pasiva di dalam neraca adalah sebagai berikut: 8 Laporan Keuangan .

Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan ekuitas ditunjukkan dengan rekening ekuitas yang terdiri dari beberapa elemen.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I   Golongan Harta-harta/Aktiva Aktiva lancar Investasi jangka panjang Aktiva tetap berwujud Aktiva tidak berwujud Aktiva/harta lainnya Golongan Utang-utang dan Modal Sendiri Utang-utang: Utang-utang lancar Pendapatan yang diterima di muka Utang-utang jangka panjang Utang-utang lain Modal sendiri: Modal saham yang disetor Agio/disagio saham Cadangan-cadangan Laba tidak dibagi Ekuitas adalah perbedaan antara aktiva dengan utang dan merupakan kewajiban perusahaan kepada pemilik dan dalam suatu badan usaha ekuitas adalah hak dari pemilik. xx Modal saham beredar Rp. Dalam perusahaan perseorangan ekuitas ditunjukkan dalam satu rekening yang diberi nama ekuitas. Dalam perusahaan yang berbentuk firma ekuitas ditunjukkan dalam rekening ekuitas masing-masing anggota. yaitu jumlah nominal saham yang beredar. Elemen ekuitas dalam perusahaan yang berbentuk persero adalah sebagai berikut: a. Modal Disetor Modal disetor adalah jumlah uang yang disetorkan oleh pemegang saham dan biasanya dibagi dalam 2 kelompok yaitu:  Modal saham. Di dalam neraca cara mencantumkan modal saham beredar adalah sebagai berikut: Modal statuter Rp. xx (-) Saham dalam portepel Rp. Xx 9 Laporan Keuangan .

Modal Penilaian Kembali Apabila diadakan penilaian kembali terhadap aktiva-aktiva perusahaan. xx xx xx xx c. sedang disagio adalah selisih di bawah nominal. Di dalam neraca. Di dalam neraca agio akan ditambahkan pada modal saham beredar sedangkan disagio dikurangkan. 10 . Jumlah laba ditahan yang sudah dicadangkan tidak dapat diminta sebagai dividen. Laba ditahan Merupakan kumpulan laba tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai dividen. Saldo rekening laba ditahan sewaktu-waktu dapat diminta sebagai dividen oleh pemegang saham. Apabila laba ditahan saldonya debit akan disebut defisit. Laba yang ditahan merupakan elemen modal yang berasal dari dalam perusahaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I  Agio/disagio saham. Agio adalah selisih di atas nominal. Rp. Modal Sumbangan Modal sumbangan ini timbul apabila perusahaan memperoleh aktiva yang berasal dari sumbangan. Di dalam Laporan Keuangan d. untuk membatasi agar laba yang ditahan tidak diminta sebagai dividen seluruhnya. Di dalam neraca laba ditahan akan dicantumkan sebagai berikut: Laba ditahan: Untuk ekspansi Untuk pelunasan obligasi Sisa laba ditahan Rp. Rp. cadangan penurunan harga persediaan dan Iain sebagainya. b. Cadangan laba ditahan dapat digunakan untuk ekspansi. yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan nilai nominal saham. Rp. maka bisa dibuat cadangan-cadangan dari laba ditahan. Aktiva yang diterima dicatat dalam rekening aktiva dengan cara yang biasa dan diimbangi dengan pencatatan dalam rekening modal sumbangan. modal penilaian kembali dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain. cadangan pelunasan obligasi. maka selisih antara nilai buku lama dengan nilai buku yang baru dicatat sebagai modal penilaian kembali.

Kegiatan usaha adalah kegiatan penghasil utama pendapatan perusahaan dan kegiatan lain yang bukan merupakan kegiatan investasi dan pembelanjaan. pembelanjaan atau financing. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jas : Laporan Keuangan 11 . dan kegiatan usaha.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I neraca modal sumbangan dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain. Kas adalah adalah investasi yang sifatnya sangat likuid. berjangka pendek. Kegiatan pembelanjaan adalah kegiatan yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas. 1.5 Laporan Arus Kas Perusahaan wajib menyusun laporan arus kas dan menjadikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan atau integral dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Kegiatan investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. aliran kas diklasifikasikan dalam tiga kelompok yang berbeda yaitu penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan investasi. Kas meliputi uang tunai (cash on hand) dan rekening giro setara kas (cash equivalent).2. Untuk mencapai tujuan itu.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pendapatan Beban Operasi : Beban Upah Beban Sewa Beban Perlengkapan Beban Utilitas Beban Rupa-rupa Total Beban Operasi Laba / Rugi Bersih Perusahaan “X” Laporan Laba Rugi Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX Perusahaan “X” Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… Modal awal Investasi awal Laba / Rugi Bersih Dikurangi Penarikan Kenaikan/penurunan Ekuitas pemilik Modal akhir XXX XXX XXX (+/-) XXX XXX XXX (+/-) XXX Assets/aktiva Kas Perlengkapan Peralatan Total Aktiva Perusahaan “X” Neraca Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… Pasiva/kewajiban XXX Utang Usaha XXX Ekuitas Pemilik : XXX Modal XXX Total Kewajiban + Ekuitas XXX XXX XXX 12 Laporan Keuangan .

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perusahaan “X” Laporan Arus Kas Untuk Bulan yang Berakhir …….305 182.790 11.950 60..860 3.030 10.140 5.255 525.930 708. Arus kas dari aktivitas operasi : Kas yang diterima dari pelanggan XXX Dikurangi pembayaran kas untuk beban dan XXX pembayaran kepada kreditor Arus kas bersih dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi : Pembayaran kas untuk pembelian/penjualan aktiva tetap Arus kas dari aktivitas pendanaan : Kas yang diterima sebagai investasi pemilik XXX Dikurangi penarikan kas oleh pemilik XXX Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Arus kas bersih dan saldo kas Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang : Majesty Komputer Laporan Laba-Rugi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember Pendapatan dari Penjualan Penjualan Dikurangi : Retur & potongan penjualan Diskon Penjualan Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban operasi : Beban penjualan : Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutanPeralatan toko Beban penjualan rupa2 Laporan Keuangan XXX XXX (+/-) XXX XXX 720.100 630 13 . 20…….185 6.

910 610 760 34.960 75.620 21.490 1.200 14 Laporan Keuangan .800 75. 1 Januari Laba bersih selama setahun Dikurangi penarikan Kenaikan ekuitas pemilik Modal Mayesty. 31 Desember 153.000 57.400 Majesty Komputer Laporan Ekuitas Pemilik Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember Modal Pat King.890 109.020 8.400 2.440 1.510 73.100 2.400 211.800 600 4.400 18.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Total beban penjualan Beban Administrasi Beban gaji kantor Beban sewa Beban penyusutanPeralatan kantor Beban Asuransi Beban perlengkapan kantor Beban administrasi rupa2 Total beban administrasi Total beban operasi Laba dari operasi Pendapatan lain-lain Pendapatan bunga Pendapatan sewa Total pendapatan lain-lain Beban lain-lain : Beban bunga Laba bersih 74.440 3.

250 261.360 211. bangunan dan peralatan : Tanah Peralatan toko 27.150 480 2.880 200 62.560 22.420 5.570 Dikurangi akumulasi penyusutan 4.200 261.000 21.950 40.800 30.310 10.700 Peralatan Kantor 15.000 50.720 Total Properti.140 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Mayesty Komputer Neraca Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember AKTIVA Aktiva Lancar : Kas Wesel tagih Piutang usaha Piutang bunga Persediaan barang dagang Perlengkapan kantor Asuransi dibayar dimuka Total Aktiva Lancar Properti.560 15 .000 1. bangunan dan peralatan Total Aktiva KEWAJIBAN Kewajiban lancar : Utang usaha Wesel bayar (bagian lancar) Utang gaji Sewa diterima di muka Total kewajiban lancar Kewajiban jangka panjang : Wesel bayar (jatuh tempo th.400 10.360 20. Depan) Total Kewajiban EKUITAS PEMILIK Modal Pat King Total Kewajiban dan ekuitas pemilik Laporan Keuangan 52.100 Dikurangi akumulasi penyusutan 5.000 60.850 42.650 219.

3. Laporan arus kas dapat disusun dengan dua pendekatan yang berbeda. 2. 7. Apakah elemen laporan keuangan tahunan suatu perusahaan? Jelaskan maksud aktiva! Aktiva dikelompokkan dalam beberapa golongan. sebutkan! Apakah beda pendapatan (revenue) dan laba (profit)? Apakah perbedaan konsep all inclusive dan current operating performance! Apakah perbedaan laporan laba rugi multiple step dan single step? Jelaskan masing-masing pendekatan itu! 10. 5. sebutkan! Apakah perbedaan investasi jangka pendek yang berbentuk saham dengan investasi jangka panjang dalam bentuk yang sama? Mengapa pendapatan diterima di muka dikelompokkan dalam utang jangka pendek? Dalam praktek neraca dapat disusun dalam dua bentuk. 4. 9.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 16 Laporan Keuangan . 8. 6.

000 568. Mayesty NERACA SALDO Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Perkiraan Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagang Assuransi Dibayar Dimuka Perlengkapan Peralatan Ak.351.000 5.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi PT.000 125.250.369.000 12.000 113.000.000 36. Penyusutan Gedung Utang Dagang Sewa Diterima Dimuka Modal Penjualan Retur Penjualan Potongan Penjualan Pembelian Retur Pembelian Potongan Pembelian Beban Transport Laporan Keuangan Nomor 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 22 31 41 42 43 51 52 53 54 Saldo 92.500.000 187.000.354.800.000 6.000 25.000 32.000 343.000 5.500.000 190.580.500.000 12.000 26.260.000 89.000. Penyusutan Peralatan Gedung Ak.000 250.450.000 3.366.350.925.000 17 .650.000.

681.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Beban Gaji Beban Iklan Beban Sewa Beban Administrasi 55 56 57 58 25.580.000 2.000 5.000 Diminta : Buatlah laporan keuangan dari data diatas : Neraca.000 10. Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Modal 18 Laporan Keuangan .987.897.

2. Kas adalah bentuk aktiva yang tidak produktif oleh karena itu harus dijaga agar jumlah kas tidak terlalu besar sehingga tidak ada idle cash. Tujuan 1. 19 Kas Kecil . Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami konsep kas dalam akuntansi. Mahasiswa mampu menjelaskan penyusunan laporan kas.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I KAS KECIL Overview Kas merupakan suatu alat pertukaran dan dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi.

uang logam. tidak dimasukkan dalam kas tetapi dilaporkan terpisah sebagai dana. simpanan dalam bentuk giro atau bilyet. surat berharga tetap dilaporkan sebagai investasi jangka pendek.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2. biasanya dalam bentuk dana. Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya serta simpanan dalam bank yang dapat diambil sewaktu-waktu. Kas terdiri dari uang kertas. Selanjutnya kas adalah aktiva yang tidak produktif oleh karena itu harus dijaga supaya jumlah kas yang ada tidak terlalu besar sehingga tidak terjadi kas atau uang yang diam (idle cash). bank draft dan money order. Surat-surat berharga seperti saham-saham dan obligasi mungkin dapat segera dijual dan menjadi uang tunai. Sebelum dijual. sehingga elemen-elemen yang tidak diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai nominal tidak dikelompokkan dalam kas. Oleh karena itu simpanan di bank luar negeri harus dikurskan dalam rupiah terlebih dahului dalam pelaporannya dan seringkali simpanan-simpanan di bank luar negeri tidak dapat diambil sewaktu-waktu oleh karenanya akan dilaporkan terpisah dalam neraca. cashier's checks. tetapi sebelum dijual surat-surat berharga tersebut tidak termasuk kelompok kas. Cek mundur (post dated checks) tetap dicatat sebagai piutang sampai tanggal di mana cek tadi dapat diuangkan. cek yang belum disetorkan. Di Indonesia sering ditemui cek mundur yang diterima dipakai untuk membayar pada pihak lain. sedangkan dalam neraca kas merupakan aktiva yang terlancar dalam arti paling sering berubah serta kas dipengaruhi oleh hampir setiap transaksi dengan pihak eksternal. Pada simpanan dalam bank di luar negeri menimbulkan perbedaan karena menggunakan mata uang yang berbeda. Uang kas yang dibatasi penggunaannya. Untuk dapat digolongkan sebagai kas biasanya dibatasi dengan pernyataan diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai nominal. traveller's checks. Jika 20 Kas Kecil .1 Pemahaman Kas Kas merupakan suatu alat pertukaran dan dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. Pada konsep ekonomi daya beli uang bisa berubah-rubah yaitu naik atau turun tetapi kenaikan atau penurunan daya beli ini uang tetap tidak akan mengakibatkan penilaian kembali terhadap kas. maka wesel tagih ini tetap dicatat sebagai piutang wesel sampai dilunasi oleh yang membuat wesel. Dalam keadaan seperti ini cek mundur dicatat dalam rekening cek mundur yang termasuk dalam kelompok piutang. Jika ada wesel tagih yang diserahkan ke bank untuk ditagihkan.

tetapi jika tidak dapat digunakan untuk pengeluaranpengeluaran dalam waktu satu tahun. Selain itu setiap hari harus dibuat laporan kas. Pada umumnya suatu sistem pengawasan intern terhadap kas akan memisahkan fungsi-fungsi penyimpanan. Apabila pengawasan tidak dijalankan dengan ketat seringkali jumlah pengeluaran diperbesar dan selisihya digelapkan untuk itu prosedur pengawasan yang digunakan adalah:  Semua pengeluaran uang menggunakan cek. Dilakukan pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan pencatatan kas. 2. Dasar-dasar pengawasan tersebut antara lain adalah: 1. pelaksanaan dan pencatatan karena tanpa adanya pemisahan fungsi seperti di atas. Tetapi ada dasar-dasar tertentu yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk mengadakan pengawasan terhadap kas. Apabila pada waktu menulis cek sudah dikreditkan ke rekening kas maka pada akhir periode jika ceknya belum diserahkan dibuat jurnal untuk mendebit kembali rekening kas. maka termasuk dalam kelompok aktiva lancar. Dilakukan pemisahan fungsi antara pengurusan kas dengan fungsi pencatatan kas. kecuali pengeluaran-pengeluaran kecil dibayar dari kas kecil. Oleh karena itu perlu diadakan pengawasan yang ketat terhadap kas. Karena sifatnya yang sangat mudah untuk dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan pemiliknya maka kas mudah digelapkan. Cek-cek yang sudah ditulis tetapi belum diserahkan kepada orang yang dibayar tidak dikeluarkan dari kas. maka dilaporkan dalam kelompok aktiva tidak lancar. maka sistem pengawasan intern suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. Penerimaan uang dalam suatu perusahaan bisa berasal dari beberapa sumber yaitu dari penjualan tunai. untuk 21 Kas Kecil . pelunasan piutang atau dari pinjaman maka prosedur pengawasan yang digunakan adalah:    Menunjukkan dengan jelas fungsi-fungsi dalam penerimaan kas dan setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetor ke bank. Karena bentuk dan jenis perusahaan ada bermacam-macam.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I penggunaannya masih dalam waktu satu tahun. akan mudah menggelapkan uang kas. Kas kecil dan kas yang ada di cabang-cabang perusahan atau unit usaha termasuk dalam kas karena memenuhi batasan-batasan kas. Pengeluaran uang dalam suatu perusahaan itu adalah untuk membayar bermacam-macam transaksi.

kasir kas kecil akan minta pengisian kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dibayar dari kas kecil. yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil.   Proses pengawasan intern terhadap kas akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti perlunya dibentuk kas kecil dan karena terdapat rekening giro bank maka perlu dilakukan rekonsiliasi antara saldo kas dengan saldo menurut laporan bank.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I    Dibentuk kas kecil yang diawasi dengan ketat. Dilakukan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tentu. yang menulis cek yang menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran kas. Penambahan kas kecil kadangkadang dilakukan setiap periode tertentu misalnya mingguan. Pengisian kembali pada akhir periode perlu dilakukan agar biaya-biaya yang sudah dibayar dari kas kecil bisa 22 Kas Kecil . Jika jumlah kas kecil tinggal sedikit maka kasir kas kecil akan meminta agar dananya ditambah. Oleh kasir kas kecil. Dengan cara ini jumlah uang dalam kas kecil kembali lagi seperti semula. 2. Dana ini diserahkan kepada kasir kas kecil yang bertanggung jawab terhadap pembayaran-pembayaran dari dana ini dan terhadap jumlah dana kas kecil. cek tadi diuangkan ke bank dan uangnya digunakan untuk membayar pengeluaranpengeluaran kecil.2 Kas Kecil Dana kas kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. Apabila jumlah kas kecil tinggal sedikit dan juga pada akhir periode. Metode Imprest Di dalam metode ini jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap. Dalam pelaksanaannya kas kecil mengenal dua metode yaitu: 1. Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti yang lengkap atau menggunakan sistem voucher. Dilakukan pemisahan antara orang-orang yang mengumpulkan buktibukti pengeluaran. Diharuskan membuat laporan kas harian. Setiap kali melakukan pembayaran kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran.

000.17.000. Mulai tanggal 20 Desember sampai dengan 31 Desember 2008 pengeluaran kas kecil sebesar Rp80.000.30. kasir kas kecil akan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran dan menerima cek sebesar pengeluaran yang sudah dibayar.000. Apabila sebagian dari kas kecil sudah digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran maka bukti pengeluaran harus disimpan bersama dengan sisa uang yang ada dalam peti kas (cash box).28.-. Kasir kas kecil bertanggung jawab atas uang yang diserahkan kepadanya. Dengan cara ini saldo rekening kas kecil tidak akan berubah Yang membuat jurnal adalah bagian akuntansi.000.000.- Pada tanggal 19 Desember 2007dilakukan pengisian kembali sebesar Rp90.. Untuk menjaga agar dana kas kecil bisa memenuhi tujuannya.dengan rincian sebagai berikut: Biaya angkut Listrik Telepon Bahan pembantu kantor Rp15.. maka kas kecil tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai tempat penukaran cek-cek dari pegawai.dengan rincian sebagai berikut: Kas Kecil 23 . kasir kas kecil bisa membuat catatan kas kecil.00.000. Apabila diperbolehkan maka kas kecil akan berubah fungsinya sebagai tempat meminjam uang. Pada waktu meminta pengisian kembali. Untuk mengetahui sisa uang yang ada dalam kas kecil. Pengisian kembali ini dicatat dengan mendebit rekening yang sesuai untuk masing-masing pengeluaran yang dasarnya. Pengeluaran kas kecil sampai tanggal 19 Desember 2008 sebesar Rp90.000. Prosedur akuntansi untuk dana kas kecil dengan sistem imprest dijelaskan adalah dalam ilustrasi sebagai berikut: PT Venni Jaya pada tanggal 1 Desember 2008 membentuk dana kas kecil sebesar Rp100.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I dicatat karena dalam sistem imprest pengeluaran-pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali. adalah bukti-bukti pengeluaran dan kreditnya kas. Tetapi perlu diketahui bahwa catatan kasir kas kecil tadi bukannya buku jurnal tetapi merupakan catatan intern untuk kasir kas kecil.

850.sudah dikeluarkan untuk membayar biaya-biaya.Rp100.Rp80.000.750. majalah dan lain-lain Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Kas kecil Rp25.19.000.000.000.750.17. Karena tidak dilakukan pengisian kembali maka biaya-biaya sejumlah Rp 80.19.000.000.Rp15.Rp90.000. maka jurnalnya sebagai berikut: Biaya kirim penjualan Surat kabar.28.- 31 Desember apabila dilakukan pengisian kembali kas kecil.30.4.30. Oleh karena itu pada tanggal 31 Desember 2008 dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut: 24 Kas Kecil .000.000..400.4.850.000.tersebut belum dicatat.000.30.- Transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam buku jurnal sebagai berikut: 2008 01 Desember 19 Desember Dana kas kecil Kas Biaya angkut Biaya listrik Biaya telepon Biaya supplies kantor Kas Rp100.Apabila pada tanggal 31 Desember 2008 tidak dilakukan pengisian kembali maka kas kecil jumlahnya tinggal Rp20.dan yang Rp80.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Biaya kirim penjualan Langganan surat kabar Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak formulir Rp25..000.000..000.

000.Rp80. dll Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Rp80.Atau sebaliknya jika jumlah kas kecil Rp100.00 maka jurnalnya sebagai berikut: Kas kecil Kas Kas Kecil Rp50.4. Jurnal penyesuaian kembali ini dibuat agar saldo rekening kas kecil kembali seperti semula dan pengisian kembali kas kecil berikutnya bisa dicatat dengan cara yang sama seperti jurnal pengisian kembali sebelumnya.4.19.000.Rp50.- Pada hari kerja pertama tahun berikutnya yaitu tanggal 2 Januari dibuat jurnal penyesuaian kembali..Rp25. majalah dan lain-lain Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Kas kecil Rp25.25 .850.dirasakan terlalu besar dan diputuskan untuk menurunkan jumlahnya menjadi Rp75.000.400.000.000..Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Biaya kirim penjualan Surat kabar.30.Rp25.dirasakan terlalu kecil dan diputuskan untuk menambahnya menjadi Rp150.000.000.000.750.Penurunan jumlah kas kecil ini dijurnal sebagai berikut: Kas Kas kecil Rp25.850.000. Contoh pada ilustrasi sebelumnya kas kecil Rp100.19..750.000.000.000.- Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 mengakibatkan saldo rekening kas kecil berubah. Perubahan saldo rekening kas kecil dapat juga terjadi jika ada penambahan atau pengurangan jumlah kas kecil. Jurnal penyesuaian kembali yang dibuat tanggal 2 Januari 2009 sebagai berikut: Kas kecil Biaya kirim penjualan Surat kabar.30. majalah.400. tetapi perubahan ini dikembalikan lagi pada tanggal 2 Januari 2009 dengan pembuatan jurnal penyesuaian kembali.

maka rekening kas kecil akan dikredit sebesar jumlah yang dikeluarkan. pada tanggal 1 Desember 2008.000. Perbedaannya dengan metode imprest adalah dalam metode fluktuasi saldo rekening kas kecil tidak tetap. Metode Fluktuasi Dalam metode fluktuasi pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam metode imprest. Jadi buku pengeluaran kas kecil mempunyai fungsi sebagai buku jurnal dan menjadi dasar untuk pembukuan ke rekening-rekening buku besar.45.Rp100. Untuk memudahkan pemahaman dilustasikan sebagai berikut: PT Unggul Selalu membentuk dana kas kecil sebesar Rp100. Kalau dalam metode imprest pencatatan terhadap pengeluaranpengeluaran kas kecil baru dilakukan pada saat pengisian kembali. 2.75. tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil.000.000.Kas Kecil .000.14.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Sesudah jurnal untuk menambah atau mengurangi kas kecil di atas dibukukan ke dalam rekening kas kecil maka rekening kas kecil akan menunjukkan saldonya yang baru. tinta dll untuk administrasi sebesar 7 Desember: Membayar rekening listrik sebesar 10 Desember: Dana kas kecil diisi kembali sebesar Rp 7. dalam metode fluktuasi setiap terjadi pengeluaran uang dari kas kecil langsung dicatat.000.200.800.17. Transaksi-transaksi pengeluaran kas kecil sebagai berikut: 2008 2 Desember: Membayar langganan harian Kedaulatan Rakyat 3 Desember: Membayar biaya angkut pembelian bahan 4 Desember: Membeli buku-buku. Karena pencatatan dilakukan setiap kali terjadi pengeluaran. Pada saat pengisian kembali rekening kas kecil didebit sebesar uang yang diterima.000.- Dengan menggunakan metode fluktuasi transaksi-transaksi di atas dicatat dengan jurnal-jurnal sebagai berikut: 1 Des: Kas kecil Kas 26 Rp100.

75.000.- 2 3 7 9 Rp7.000.200.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2 Des: Surat kabar.000.000.- Rp 45.000.000. Pada tanggal 31 Desember tidak diperlukan pembuatan jurnal penyesuaian karena setiap terjadi pengeluaran kas kecil sudah tercatat.800.Rp 45. majalah dll Kas kecil 3 Des: Biaya angkut pembelian Kas kecil 7 Des: Biaya supplies Kas kecil 9 Des: Biaya listrik Kas kecil 10 Des: Kas kecil Kas Rp 7.45.200.800.Rp 17.800.Rp 7.Rp 14.- Dari rekening kas kecil tampak bahwa saldonya berfluktuasi sesuai dengan penerimaan dan pengeluaran kas kecil.Rp 17.Rp 75.Rp 14.17.Rp 75.000.200.000.000. Kas Kecil 27 .- Adapun rekening kas kecil akan tampak sebagai berikut: KAS KECIL 2008 Desember 1 10 2008 Desember Rp100.14.

350. . 65. 350. 177. 15. 225.000 30Dibayar biaya rekening PAM untuk kantor Rp. 60.000 19Dibayar biaya perbaikan mobil pimpinan Rp.000 6Dibeli kertas karbon untuk keperluan kantor Rp.000 29Dibayar biaya membersihkan ruangan kantor Rp.000 18Dibayar pembelian perlengkapan kantor Rp. 125. 50.000 25Dibayar biaya kirim untuk barang dagangan kepada pembeli Rp. 50.000 6Dibayar biaya kirim untuk barang dagangan kepada pembeli Rp. 75.000 (Administrasi & umum) 23Dibayar biaya tagihan kepada salah seorang langganan Rp.500. 300.000 (administrasi & umum) 5Dibayar biaya reparasi kursi kantor Rp. Pada 3 November 3 tahun berjalan.000. 10.000 pembayaran sebagai biaya administrasi umum 4Dibeli perangko dan materai Rp. 7.25. 250.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi 1.000 ( Biaya administrasi umum) 30Dibayar biaya perbaikan mobil kantor Rp. Perusahaan menggunakan metode periodic untuk akuntansi persediaannya 12Dibeli kue dan minuman untuk menjamu tamu pimpinan Rp. 150.000 5Dibeli perangko dan materai Rp. PT BUNGA memutuskan untuk menggunakan dana kas kecil untuk pengeluaran yang relative kecil dan perusahaan menunjuk Paulina sebagai kasir kas kecil.500 30Dana kecil diisi lagi sebesar pengeluaran yang ada Diminta : Catatlah transaksi tersebut dengan menggunakan Kas Kecil 28 .000 28Dibayar pembelian perlengkapan kantor Rp.000 10Dibayar biaya angkut pembelian barang dagangan Rp.000 4 Dibayar biaya kirim untuk pembelian perlengkapan kantor Rp.. 500. 250.000 19Dana kecil diisi lagi sebesar pengeluaran yang ada 21Dibayar biaya perbaikan telepon Rp.000 untuk disimpan di kas kecil 3Dibeli penjepit kertas untuk keperluan kantor Rp. 250.000 4Dibayar biaya membersihkan jendela kaca Rp. sedangkan selama bulan November tahun berjalan telah terjadi transaksi seperti dibawah ini: 3 Diterima selembar check No. 852 sebesar 7.000 9Dibeli perlengkapan toko Rp.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a) Imprest System b) Fluctuating system Kas Kecil 29 .

30 Rekonsiliasi Laporan Bank . tujuan dan prosedur rekonsiliasi bank. Tujuan 1. Catatan kas akan menjadi pembanding dengan pencatatan bank pada proses rekonsiliasi bank. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pengertian.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I REKONSILIASI LAPORAN BANK Overview Rekonsiliasi bertujuan untuk memeriksa ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank dan berguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran-pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan proses penyusunan rekonsiliasi bank.

Biasanya laporan bank diterima bulanan dan akan direkonsiliasikan dengan catatan kas. sehingga harus dibuat perbandingan antara keduanya agar dapat diketahui perbedaanperbedaan yang ada. Hal-hal yang menimbulkan perbedaan pencatatan adalah sebagai berikut: 1. Pada umumnya mengapa rekonsiliasi bank harus dilakukan karena biasanya terdapat perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan saldo menurut laporan bank. maksudnya agar penyusunan rekonsiliasi bank ini dapat digunakan untuk mengecek catatan-catatan kas dan bank. Rekonsiliasi laporan bank ini berguna untuk memeriksa ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank. Rekonsiliasi Laporan Bank 31 . Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank. Selain itu rekonsiliasi juga berguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran-pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. seperti: a) Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan). b) c) 2. Rekonsiliasi laporan bank sebaiknya dibuat oleh staf yang tidak mempunyai kepentingan terhadap kas. karena laporan bank sudah terlanjur dibuat (setoran dalam perjalanan). Bagian-bagian yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh bank. tetapi belum dicatat dalam buku perusahaan (jasa giro). tetapi dilaporkan sebagai setoran bulan berikutnya. dan kredit rekening kas dibandingkan dengan debit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom pengeluaran. Pembandingan ini dilakukan dengan cara debit rekening kas dibandingkan dengan kredit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom penerimaan. seperti: a) Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan. Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan. Dalam membuat rekonsiliasi laporan bank perlu diketahui bahwa yang direkonsiliasikan itu adalah catatan perusahaan dan bank.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dalam perusaahan apabila setiap penerimaan uang disetor ke bank dan setiap pengeluaran uang kecuali yang jumlahnya relatif kecil menggunakan cek maka rekening kas akan dapat dibandingkan dengan laporan bank. Bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi perusahaan belum mencatatnya. Pada tanggal 32 Rekonsiliasi Laporan Bank b) Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas. Kesalahan-kesalahan ini bisa timbul dalam catatan perusahaan maupun dalam catatan bank.. Bagian-bagian yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya seperti: a) Cek-cek yang beredar (outstanding checks) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas tetapi oleh yang menerima belum diuangkan ke bank sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran. Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan bank kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi. b) Bunga yang diperhitungkan atas saldo kredit kas (overdraft) tetapi belum dicatat oleh perusahaan. .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I b) 3. Penagihan wesel oleh bank.340.000. b) Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar maka cek tersebut belum merupakan pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode. Bagian-bagian yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan seperti: a) Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Disamping beberapa hal tersebut diatas perbedaan antara saldo kas dengan saldo menurut laporan bank bisa juga terjadi akibat kesalahan-kesalahan.. Contoh penyusunan laporan rekonsiliasi saldo akhir adalah sebagai berikut: PT MULIA telah menerima rekening Koran dari BANK PELITA per 31 Agustus 2008 yang menunjukkan saldo sebesar Rp 1. Rekonsiliasi saldo akhir yang bisa dibuat dalam bentuk: a) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. c) Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan. Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam dua cara sebagai berikut: 1. 4.

Setoran check sebesar Rp 1. perkiraan Kas di buku besar PT MULIA menunjukkan saldo sebesar Rp 691.350.000 dibukukan sebesar Rp 24. g.600.check yang masih beredar berjumlah Rp 2.b.000 pada tanggal 31 Agustus 2002 belum tercatat dalam rekening Koran bank. Buatlah Bank rekonsiliasi per 31 Agustus 2008 2.000 dicatat dalam buku pengeluaran sebesar Rp 175. Telah dikredit oleh Bank. Biaya Administrasi bank bulan Juli 2002 sebesar Rp 10. Bank telah mengkredit rekening PT MULIA atas kiriman uang sebesar Rp 257. Setoran check yang diterima dari Firma Makmur sebesar Rp 560. 9003 sebesar Rp 157. Check No.c. d. 9022 sebesar Rp 240. Diminta: 1. Sedangkan check No. e.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Agustus 2008.000 tanggal 28 Agustus 2002 telah ditolak karena saldo tidak mencukupi. Semuanya untuk pembelian barang dagangan.000.500. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan Rekonsiliasi Laporan Bank 33 . jasa giro bulan Agustus 2002 sebesar Rp 8.200. Data yang berhubungan dengan rekonsiliasi bank adalah sbb: a.000 f.000. Check.900 yang diterima dari langganan untuk melunasi hutangnya.

500 18.000 786.000 216.400 976.000 257.000 10.000 0 1.350.000 2.200.500 18.000 560.900 8.500 18.000 Correct book balance Out standing Checks Error 2.900 560.600 bank Deposits transit Error 284.540.000 190.900 257.000 Kredit 8.000 10.000 0 in 1.000 216.340.200.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Saldo Catatan Perusahaan Direct collection by bank Interest Income Error Non Sufficient fund Bank Service Charges Error Correct book balance Jurnal Koreksi Date 31-8-2002 PT MULIA Rekonsiliasi bank Per 31 Agustus 2008 Saldo Laporan 691.350.000 1.000 216.000 description Cash Intererest Income Cash Purchases Purchases Cash Miscellaneous Administration Cash Cash Account Receivable Account Receivable Cash Debit 8.000 257.000 10.000 2.000 Rekonsiliasi Laporan Bank 34 .000 560.000 190.

000 Rekonsiliasi saldo awal.000 691.340.000 0 .350.900 8. Susunan kolom-kolomnya adalah saldo awal. Dalam mengerjakan rekonsiliasi bentuk ini diperlukan Rekonsiliasi Laporan Bank 35 .000 1.000 216. penerimaan.350.000 2.000 10.200. pengeluaran dan saldo akhir.2.000 786.000 257. Rekonsiliasi seperti ini biasanya dilakukan oleh akuntan pemeriksa auditor sebagai alat pengujian yang menyeluruh terhadap transaksi-transaksi kas. penerimaan. pengeluaran dan saldo akhir yang bisa dibuat dalam bentuk: a) Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas 4 kolom.400 560.500 18.000 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PT MULIA Rekonsiliasi Bank Per 31 Agustus 2002 Saldo Laporan Bank Ditambah: Deposits in transit Error Dikurangi: Out standing Checks Error Jumlah Dikurangi: Direct collection by bank Interest Income Error pengeluaran Over Jumlah Ditambah: Non Sufficient fund Bank Service Charges Error pengeluaran Under Jumlah Saldo kas perusahaan 2. Dalam bentuk ini selain saldo awal dan saldo akhir akan dapat diketahui perbedaan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara bank dengan catatan kas.284. 1. b) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar 8 kolom.200.000 0 1.

700. Perbedaan prosedur seperti ini akan mempengaruhi rekonsiliasinya Rekonsiliasi saldo awal. Karena yang direkonsiliasikan dalam bentuk-bentuk berkolom ini adalah saldo akhir suatu periode yang menjadi saldo awal periode berikutnya. seperti setoran dalam perjalanan bulan Desember akan menambah saldo 31 Desember dan mengurangi penerimaan bulan Januari. penerimaan.500. penerimaan dan pengeluaran Januari serta saldo akhir Januari maka setiap elemen dalam rekonsiliasi ini akan mempengaruhi dua kolom. pengeluaran dan saldo akhir bisa dibuat dalam dua bentuk yaitu 4 kolom dan 8 kolom.500.1.614.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I pengetahuan mengenai prosedur pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank. Jika dibandingkan dengan rekonsiliasi saldo akhir maka rekonsiliasi 4 kolom adalah perluasan dari rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas.Rp1. Hal ini bisa terjadi karena bank mencatat setoran tadi dalam bulan Januari yang seharusnya merupakan setoran bulan Desember. sedang rekonsiliasi 8 kolom merupakan perluasan dari rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar.800.857. hanya yang terakhir ini lebih komplek.480.- 36 Rekonsiliasi Laporan Bank . Oleh karena itu prosedur dalam membuat rekonsiliasi saldo akhir juga berlaku dalam rekonsiliasi saldo awal. pengeluaran dan saldo akhir.000. misalnya Desember dan Januari. Contoh prosesnya adalah sebagai berikut: Dari catatan kas: Saldo 31 Desember 2008 Penerimaan dlm bulan Januari 2009 Pengeluaran dlm bulan Januari 2009 Saldo 31 Januari 2009 Rp 376. Apabila diperlakukan sebagai pengurang jurnal penerimaan kas maka jumlah penerimaan menurut jurnal ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan jurnal penerimaan kas di mana cek kosong diperlakukan sebagai pengeluaran.1.243. Seperti dalam prosedur penerimaan kas dinyatakan bahwa cek-cek yang ditolak oleh bank dapat diperlakukan sebagai pengurang dalam jurnal penerimaan kas atau sebagai pengeluaran kas. penerimaan. karena prosedur yang digunakan akan mempengaruhi jumlah-jumlah yang akan direkonsiliasikan.

14.400.408.Rp 546.Dicatat sebesar Rp102.172.200. Penerimaan. Saldo 31 Jan 2009 Rp546.789. (172.700.) 161.) Rekonsiliasi Laporan Bank .31 Des 2008 Rp160.1.000.- 31 Jan 2009 Rp180.000. (161. Pengeluaran Jan 2009 Rp1.800.408.000.100.000. 160. 37 Penerimaan Jan 2009 Rp1.100.000.12.600.6. 31 Desember 2008 Penerimaan selama bulan Januari 2009 Pengeluaran selama bulan Januari 2009 Saldo 31 Januari 2009 Dari perbandingan laporan bank dan catatan kas Setoran dalam perjalanan Cek yang bereda Jasa giro Biaya bank Uang kas yang tidak disetor Cek kosong (disetor kembali bulan Berikutnya) Koreksi penerimaan piutang Rp101.200. Penerimaan dan Saldo Bank 31 Januari 2009 Keterangan Per laporan bank Setoran dalam perjalanan 31 Des 2008 31 Jan 2009 Cek yang beredar 31 Des 2008 31 Jan 2009 Jasa giro 31 Des 2008 Saldo 31 Des 2008 Rp381.000.Rp1.700.1.1.900.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dari laporan bank: Saldo.- Laporan rekonsiliasi yang disusun dari data di atas adalah sebagai berikut: Rekonsiliasi Saldo Awal. (160.000.200.40.400.243. 180.161.100.000.000.) 6.200.200.) 180.700.1.8.000.700.) (6.100.400. Pengeluaran dan Saldo Akhir (4 Kolom) Rekonsiliasi Saldo Awal.243.- Rp 381.000. (172.100.000.000.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Jan 2009 Biaya bank 31 Des 2008 31 Jan 2009 Kas yang tidak disetor: 31 Jan 2009 Cek kosong 31 Des 2008 31 Jan 2009 Koreksi penerimaan 31 Des 2008 Saldo kas (8. 900.agar sesuai dengan catatan kas.000. 31-1-09 38 Rekonsiliasi Laporan Bank .800.200.600.agar sesuai dengan catatan kas. maka tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 2008. (8. 12. 40.000. 614. Karena masih belum diterima oleh bank sampai dengan tanggal 31 Desember 2008.480.) 40. 14.480.000. 12.243. 900.700.000. Rp1.) 1.. Di sini saldo bank tanggal 31 Desember 2008 ditambah dan penerimaan bank bulan Januari dikurangi sebesar Rp160. Sudah dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009. 1.ini dicatat sebagai penerimaan bank bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam jumlah penerimaan Rp1.000..500.200.600. 14.000.000.700.000.700.) 1. Jumlah Rp180. (1. Karena sampai tanggal 31 Januari 2009 masih belum diterima oleh bank maka tidak termasuk dalam jumlah penerimaan Rp1.000. Keterangan: Setoran dalam perjalanan 31-12-08 Sudah dicatat sebagai penerimaan kas bulan Desember sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.000..ini dicatat sebagai penerimaan oleh bank pada bulan Februari. Rp1.-..000. Oleh karena itu dalam rekonsiliasi ini penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp180. Jumlah Rpl60. Rp376..000.480.000.

000. Sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari. Cek-cek ini baru diuangkan ke bank pada bulan Februari. Oleh bank biaya ini dibebankan sebagai pengeluaran bulan Desember. Cek-cek ini akan diuangkan ke bank pada bulan Januari sehingga termasuk dalam jumlah pengeluaran bank bulan Januari sebesar Rp1.agar sesuai dengan catatan kas.000. sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. 31-1-09 Jasa giro 31-12-08 Dicatat sebagai penerimaan kas pada bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008. Oleh bank jasa giro ini ditambahkan sebagai penerimaan pada bulan Januari sehingga termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Januari 2009.. Jasa giro ini ditambahkan oleh bank pada bulan Desember..-.agar sesuai dengan catatan kas. sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 39 Rekonsiliasi Laporan Bank .000. Oleh karena itu saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank Januari dikurangi sebesar Rp172. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka penerimaan bank Januari dan saldo bank 31 Januari 2009 dikurangi sebesar Rp8. oleh karena itu termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 2008. sehingga tidak termasuk dalam pengeluaran bank bulan Januari. 31-1-09 Biaya bank 31-12-08 Dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari 2009 sehingga masih termasuk dalam saldo tanggal 31 Desember 2008.243.400.200. Jasa giro ini belum dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.-. Oleh karena itu pengeluaran bank ditambah dan saldo bank 31 Januari 2009 dikurangi sebesar Rp161. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dikurangi dan penerimaan bank bulan Januari ditambah sebesar Rp6.-. sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Cek yang beredar 31-12-08 Sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Desember.

Cek kosong 31-12-08 Dicatat sebagai penerimaan kas bulan Desember 2008 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.-. Oleh bank biaya ini dibebankan sebagai pengeluaran pada bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Januari 2009. Karena tidak disetor maka tidak termasuk dalam penerimaan bank Januari dan saldo bank 31 Januari 2009. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank Januari ditambah sebesar Rp1. Karena cek ini kosong oleh bank tidak diterima sebagai setoran dan dikembalikan ke perusahaan.-. Agar catatan bank sesuai dengan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank bulan Januari ditambah sebesar Rp12. Sehingga perbedaan antara kas dan bank terletak pada saldo 31 Desember 2008 dan pengeluaran Januari 2009. Apabila cek kosong yang dikembalikan oleh bank dicatat sebagai pengurangan dalam jurnal penerimaan kas bulan Januari maka perbedaan antara bank dengan kas terletak pada saldo 31 Desember 2008 dan penerimaan bulan Januari 2009 Untuk menyesuaikan catatan bank dan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 ditambah dan penerimaan bank di bulan Januari dikurangi sebesar Rp12. 31-1-09 Dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Februari 2009 sehingga masih termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.000. Kas yang tidak disetor 31-1-09 Dicatat sebagai penerimaan kas pada bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.200.600. maka pengeluaran bank bulan Januari dikurangi dan saldo bank 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp1.. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas. Rekonsiliasi Laporan Bank 40 .000.-. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas.000. Oleh perusahaan cek kosong ini dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari. maka penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp40.-.-.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2008.

Sesudah menyusun rekonsiliasi laporan bank. Karena cek ini kosong oleh bank tidak diterima sebagai setoran dan dikembalikan ke perusahaan pada tanggal 31 Januari 2009.600. Jurnal koreksi yang dibuat pada tanggal 31 Januari 2009 adalah sebagai berikut:: Kas Pendapatan jasa giro Biaya bank Pendapatan jasa giro Piutang Kas Rekonsiliasi Laporan Bank Rp8. Apabila cek kosong yang dikembalikan oleh bank dicatat sebagai pengurangan dalam jurnal penerimaan kas bulan Februari maka perbedaan antara bank dengan kas terletak pada penerimaan Januari dan saldo 31 Januari 2009.000.41 .Rp1. Kesalahan ini berakibat pada saldo kas tanggal 31 Januari 2008 yang juga terlalu besar Rp900. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp14.00. perlu dibuat jurnal untuk membetulkan catatan kas. Oleh perusahaan cek kosong ini dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Februari.-.600.-. Dari rekonsiliasi di atas yang dibuat koreksinya hanya elemen-elemen yang mempengaruhi saldo kas tanggal 31 Januari 2009. maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp900.-. Penyesuaiannya sama dengan di atas. Oleh karena itu perbedaan antara kas dan bank terletak pada penerimaan Januari dan saldo 31 Januari 2009.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31-1-08 Dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. sehingga saldo kas tanggal 31 Desember 2008 terlalu besar Rp900.Rp14.000.00.000. Koreksi penerimaan 31-12-08 Penerimaan kas bulan Desember 2008 dicatat terlalu besar Rp900.000. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas.Rp14.Rp8.000.Rp1.

sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Desember 2005 sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008. Misalnya dari data rekonsiliasi di muka. Data di atas akan nampak dalam rekonsiliasi sebagai berikut: Saldo 31 Des 2008 Rp381..400.masih beredar sampai dengan tanggal 31 Januari 2009. perbedaan antara pengeluaran bank dengan pengeluaran kas hanya sebesar cek yang belum diuangkan tadi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Piutang Kas Rp9..sedang cek sebesar Rp30.700.400..408.200..dibanding dengan pengeluaran kas pada bulan yang sama. (172. Saldo 31 Jan 2009 Rp546.Perbedaan antara bank dengan kas sebagai berikut: Saldo bank tanggal 31 Desember 2008 lebih besar Rp172.400.900.) Penerimaan Jan 2009 Rp1.- Apabila cek yang beredar tidak semuanya diuangkan ke bank pada bulan berikutnya.. (30. Perbedaan ini juga mempengaruhi saldo bank dengan saldo kas.500.400.dibanding dengan saldo kas pada tanggal yang sama.) (161.000.100.000.. dari cek yang beredar tanggal 31 Desember 2008 yang diuangkan ke bank pada bulan Januari hanya sebesar Rpl42.100.diuangkan ke bank pada bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam jumlah pengeluaran bank sebesar Rp1. Cek-cek sebesar Rp142.) Keterangan Per laporan bank Cek yang beredar 31 Desember 08 31 Januari 2009 Keterangan: Cek-cek sebesar Rp172.000.- Jurnal koreksi tersebut dapat dibuat menjadi satu jurnal gabungan sebagai berikut: Biaya bank Piutang Pendapatan jasa giro Kas Rp1. (142.000.000.400.Rp9.243.8.400..400.42 Rekonsiliasi Laporan Bank .100.600.200. Pengeluaran Jan 2009 Rp1.Rp8.) 161.700. Pengeluaran bank bulan Januari 2006 lebih besar Rp142.000.14. sehingga saldo bank tanggal 31 Januari 2009 lebih besar Rp30.243.

000.400....000.dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 dikurangi Rp30. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dikurangi sebesar Rp172. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa saldo cek yang beredar tanggal 31 Januari 2006 sebesar Rp191.- Rekonsiliasi Laporan Bank 43 .terdiri dari cek yang dikeluarkan pada bulan Desember 2005 sebesar Rp30.200.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I dibandingkan dengan saldo kas pada tanggal yang sama.00.400..dan cek-cek yang dikeluarkan pada bulan Januari 2006 sebesar Rp161.pengeluaran bank bulan Januari dikurangi sebesar Rp142.200.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 2. tetapi belum dicatat oleh perusahaan! Jelaskan! 44 Rekonsiliasi Laporan Bank . Sebutkan bagaian-bagian yang sudah dicatat sebagai pengeluaran oleh bank. Sebutkan bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan! Jelaskan! 4. Jelaskan tujuan dan kegunaan penyusunan rekonsiliasi laporan bank! Sebutkan bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan kas oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank! Jelaskan! 3. Sebutkan bagian-baian yang sudah dicatat sebagai pengeluaran kas oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank! Jelaskan! 5.

JAYA dengan cek sebesar Rp.000 Diminta : a.000. 20. perbedaan tersebut dikarenakan :  Perusahaan telah menyetorkan uang sebesar Rp.012.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi 1.880. 62. 8.50 $28. Mitra pada tanggal 30 Juni menunjukan saldo sebesar $9. Laporan bank untuk PT.85 45 .000  Bank membuat kesalahan dalam membuat cek yang dibayarkan pada perusahaan.143.943. Catatan akuntansi menunjukkan ikhtisar data berikut untuk penerimaan dan pembayaran kas selama bulan Juni : Saldo kas 1 Juni Total penerimaan kas bulan Juni Total jumlah cek yang diterbitkan selama bulan Juni Rekonsiliasi Laporan Bank $3.000 tetapi dalam pembukuan salah dicatat sebesar Rp.200.60 $28.971. Ayat jurnal penyesuaian 2.000. 5. 7. 4.000  Biaya jasa bank Rp. 44. 1.388. 40. 2. tetapi menurut catatan bank saldo tersebut berjumlah Rp. 200.000 cek tersebut ternyata kosong  Perusahaan mendapatkan bunga bank Rp.875 sebesar Rp.11.100.000.000 tetapi jumlah ini belum diuangkan oleh pemegangnya  Perusahaan telah mengeluarkan cek pada PT Wijaya untuk melunasi hutangnya sebesar Rp. Menurut catatan perusahaan “MAJU TERUS” saldo simpanannya ]di bank tanggal 31 Desember 2008 Rp. Buatlah rekonsiliasi Bank b.000.000.000 tetapi jumlah ini belum tercatat dalam catatan bank  Perusahaan telah menyerahkan cek No. 3. Semua penerimaan kas disetorkan ke bank setiap sore hari setelah bank tutup dengan memasukkannya ke dalam kotak setoran malam.500.000  Perusahaan telah menerima pelunasan dari PT. cek bernilai Rp.000  Bank telah menerima pembayaran dari langganan Rp.500.000 dibukukan hanya Rp.

030 Setoran sebesar $1. b. c. f. Cek tersebut adalah untuk pembayaran peralatan yang dibeli secara kredit Beban administrasi bank untuk bulan Juni berjumlah $18. e. maka ditemukan hal-hal berikut untuk keperluan rekonsiliasi a.27 Cek yang ditarik sebesar $139 ternyata oleh bank dibayarkan $157 Cek sebesar $30 yang dilampirkan pada laporan bank ternyata oleh perusahaan dibukukan sebesar $240. Buatlah rekonsiliasi Bank b.21 yang berasal dari penerimaan kas tanggal 30 Juni belum tercantum dalam laporan bank Cek yang beredar berjumlah $5. d.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Setelah laporan bank dan cek-cek yang dibatalkan beserta memorandumnya dibandingkan dengan catatan pembukuan. Bank telah menerima transfer dari nasabah perusahaan $1.852. Ayat jurnal penyesuaian 46 Rekonsiliasi Laporan Bank .20 Diminta : a.265.

Tujuan 1. 2. 47 Piutang Usaha . Mahaiswa mampu memahami dan menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PIUTANG USAHA Overview Penjualan barang-barang dan jasa-jasa dari perusahaan pada saat ini banyak dilakukan dengan kredit sehingga ada tenggang waktu sejak penyerahan barang atau jasa sampai saat diterimanya uang. Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang wesel. Dalam tenggang waktu tersebut penjual mempunyai tagihan kepada pembeliatau disebut dengan piutang.

Piutang lain-lain (other Receivable) : jika piutang ini diharapkan akan tertagih dalam satu tahun maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aktiva lancer. pendekatan ini disebut metode penghapusan langsung (direct write – 48 Piutang Usaha . Piutang Wesel (Notes Receivable) : piutang yang dibuktikan oleh janji tertulis formal untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu atau jumlah yang terutang bagi pelanggan dimana pelanggan dimaksud telah menerbitkan surat utang formal kepada perusahaan. Piutang dibagi atas : 1. Mendebitkan beban seperti beban kerugian piutang (Doubtful Accounts Expense). Jika penagihannya lebih dari satu tahun maka piutang ini diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar dan dilaporkan didalam investasi. Piutang Dagang (Trade Receivable) : piutang yang dihubungkan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis. Metode paling sederhana untuk mengakui kerugian dari piutang yang tidak dapat ditagih adalah : 1. yaitu penjualan kredit barang atau jasa untuk pelanggan. 3.1 Piutang (Account Receivable) Pengertian Piutang : hak perusahaan untuk menerima sejumlah kas dimasa datang akibat kejadian masa lalu atau semua klaim dalam bentuk uang terhadap entitas lainnya termasuk individu. 4. 2. Piutang usaha semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relative pendek seperti 30 atau 60 hari. perusahaan atau organisasi lainnya.2 Piutang Tak Tertagih (Kerugian Piutang) : Dalam realisasinya beberapa piutang tidak dapat ditagih. Piutang lain-lain meliputi meliputi piutang bunga. piutang pajak dan piutang karyawan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 4. Piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar. Beban Piutang Tak Tertagih (Bad Debt Expense) atau beban piutang ragu-ragu (Uncollectible Acounts Expense).

maka pencatatan akan dilihat berdasarkan situasi : Piutang Usaha 49 . Date Metode Cadangan Allowance For Bad Debt Account Receivable Xxx Xxx Tetapi apabila piutang yang telah dihapuskan dapat diterima kembali. maka pencatatan akan dilihat berdasarkan situasi : a. Penerimaan piutang dalam periode yang sama. Sehingga pada saat benar-benar piutang tidak tertagih dibebankan kepada Allowance For Bad Debt bukan lagi kepada Bad Debt Expense. Penerimaan Piutang dalam periode yang tidak sama. Date Metode Langsung Bad Debt Expense Xxx Account Receivable xxx Tetapi apabila piutang yang telah dihapuskan dapat diterima kembali. maka jurnal : Date Metode Langsung Cash Xxx Bad Debt Expense xxx b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I off method) dan sering digunakan oleh usaha kecil karena kesederhanaannya. walaupun piutang tersebut belum tentu tidak tertagih. Metode cadangan : metode pengakuan kerugian yang diperkirakan dari piutang yang tidak dapat ditagih atau metode yang akan mencatat kerugian piutang pada saat akhir periode. maka jurnal : Date Metode Langsung Cash Xxx Retained Earning Xxx 2.

000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a. yang diperlihatkan dalam laporan laba rugi 2. Penerimaan piutang dalam periode yang sama.000 240.000 50 Piutang Usaha . Dalam menentukan jumlah piutang yang tak tertagih / kerugian piutang atau untuk mengestimasi piutang tak tertagih biasanya disasarkan pada : 1. diestimasi 3% dari total penjualan kredit merupakan piutang tak tertagih maka jurnalnya : Date Date Metode Langsung Bad Debt Expense Account Receivable Metode Cadangan Allowance For Bad Debt Account Receivable 240. yang diperlihatkan dalam neraca akhir periode dan umur piutang Estimasi berdasarkan penjualan : Piutang diperoleh dari penjualan kredit oleh karenanya jumlah penjualan kredit selama suatu periode bisa digunakan untuk mengestimasi jumlah piutang tak tertagih.000 240. Jumlah penjualan. Jumlah piutang.000. maka jurnal : Date Metode Cadangan Cash Xxx Allowance For Bad Debt Penerimaan Piutang dalam periode yang tidak sama. 8. maka jurnal : Date Metode Cadangan Cash Xxx Allowance For Bad Debt Xxx Xxx b. Contoh : Penjualan kredit sebesar Rp.000 240.

000 4. PT Kautsar. PT Saldo 150 610 470 Belum Jatuh Tempo 470 1-30 Telah Jatuh Tempo (dalam hari) 31-60 61-90 91181180 365 150 350 260 Di atas 365 Pelangi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pelanggan Mazaya.000 4.300 Estimasi Piutang Tak Tertagih Persen Jumlah 2 5 10 20 30 50 80 1.900 1.000 3.300 75.000 Cadangan kerugian piutang (Cr) Rp 200.200 800 160 300 Interval Umur Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo dalam 1-30 hari Telah Jatuh Tempo dalam 31-60 hari Telah Jatuh Tempo dalam 61-90 hari Telah Jatuh Tempo dalam 91-180 hari Telah Jatuh Tempo dalam 181-365 hari Di atas 365 hari Total Saldo 75.200 800 300 86.500 200 310 380 360 400 240 3. PT Fadhlan. Pelangi pada tanggal 31 Desember 2007 menunjukkan sebagai berikut : Piutang Dagang Rp 3.900 1.000 Piutang Usaha 51 .390 Masalah piutang menyeluruh Saldo rekening PT.000. PT Total 160 86.00 0 3.100 1.100 1.

000.800.000. Penjualan Tunai Rp 4.800.000. Berapa Saldo piutang dagang tanggal 31 Desember 2008 3. Berapa Saldo Cadangan kerugian piutang 31 Desember 2008 1.000 b.000 9. Buatlah Jurnal Penyesuaian (untuk cadangan piutang) per 31 Desember 2008 bila dihitung : a.000 4.000 a Cash Sales 4.000 9.000. Jurnal Transaksi Metode Langsung 4.000 9. 1% dari penjualan kredit bersih b.000 200.000 g.000.000 200. Retur Penjualan kredit Rp 500.000 e.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Berikut ini transaksi selama tahun 2008 a.000.000.000 c.000 b Account Receivable Sales Cash Sales discount Account Receivable 52 c Piutang Usaha .000 4. 1% dari saldo piutang akhir 4.000 d.000 Berdasarkan data diatas diminta : 1. Buatlah Jurnal transaksi tahun 2008 bila menggunakan metode penghapusan a.000. Langsung b.000 3. Penjualan kredit Rp 9. Piutang dagang yang dihapus tahun 2008 Rp 400.000 4. Cadangan 2.000 4. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapus Rp 250. Retur Penjualan tunai Rp 300.000 f.000. Penerimaan uang dari piutang dagang Rp 3.800.000 c b Metode Cadangan a Cash Mey Account Receivable Sales Cash Sales discount Account Receivable 9.000 3.000.000 sudah termasuk potongan penjualan sebesar Rp 200.000.

000 300.000 – Rp 500.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I d Sales Return Account Receivable 500.000.000 = Rp 8.000.000 Bad Debt Expense = 1% x Rp 8.000 500.000 400.000 3.000 500.000 Rp 3.000 Rp 500.000 400. a.000 300.000.000 250.000 Rp 400.100.000 g 250.000 250.000 Piutang Usaha 53 .000 Penerimaan piutang Retur Penjualan kredit Penghapusan piutang Rp 4.000 e 300.000 = Rp 83.000 Rp 9.000 d Sales Return Account Receivable Sales Return Cash Allowance for bad debt Account Receivable Cash Allowance for bad debt 500.000 400.300.000. Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2008 NET CREDIT SALES = Rp 9.000 400.000 e Sales Return Cash 300.000 – Rp 200.000 f Bad Debt Expense Account Receivable f g Cash Bad Debt Expense 250. Saldo Piutang dagang per 31 Desember 2008 Saldo awal Penjualan Kredit Saldo Akhir Rp 7.300.000 2.

000 Cadangan kerugian 3112-08 = = = = Rp Rp Rp 50.100. Taksiran cadangan kerugian = 1% x Rp 7.000 4.000 Debt Expense = Rp 71.000 Rp (400.000 = Rp 21.000) Rp 250.000 = Rp 71. = = = Piutang dagang akhir Rp 200. Saldo awal Penghapusan piutang Cadangan kerugian = = = Penjualan kredit Rp 200.000 31 Desember Bad Debt Expense Rp 2008 21.000 Rp 133.000 Rp (400.000 54 Piutang Usaha .000 b.000 – Rp 50.000 Rp 50.000) Rp 250.000 Allowance Rp for bad debt 21. Saldo Cadangan Kerugian piutang per 31 Desember 2008 bila cadangan dihitung dari a.000 71.000 21.000 Rp 83.000 Rp 83.000 b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Desember 2008 Bad Debt Expense Allowance for bad debt Rp 83.

Jelaskan bagaimana cara melaporkan saldo piutang dalam neraca yang anda ketahui! Jelaskan dua pendekatan untuk menghitung jumlah kerugian piutang! Dalam kondisi apa suatu perusahaan diperkenankan menggunakan metode penghapusan langsung? Jelaskan! Jelaskan dua cara yang dapat digunakan untuk mencatat potongan penjualan! Apakah yang dimaksud dengan factoring atau anjak piutang? Jelaskan! Piutang Usaha 55 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 3. 4. 2. 5.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

PIUTANG WESEL

Overview

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel dapat dipindahtangankan dan kelak dapat menimbulkan piutang wesel.

Tujuan

1. 2.
56

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan piutang wesel. Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang wesel.
Piutang Wesel

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel dapat dipindahtangankan, jika wesel dipindahtangankan berarti yang membuat wesel akan membayar pada orang atau badan yang memegang wesel tersebut pada saat jatuh tempo. Wesel yang dapat dipindahtangankan dapat didiskontokan ke bank sebelum jatuh temponya. Seperti halnya piutang maka piutang wesel harus dipisahkan untuk wesel dagang, wesel dari pegawai dan Iain-lain. Wesel yang sudah jatuh tempo tetapi belum dilunasi harus dicatat terpisah dari wesel yang belum jatuh tempo, lazimnya dicatat dalam rekening piutang wesel menunggak. Piutang wesel dapat dipisahkan menjadi dua yaitu: 1. 2. Piutang wesel tidak berbunga. Piutang wesel berbunga.

Diskonto wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagai jaminan. Bank akan memberikan pinjaman tetapi dikurangi dengan bunga yang diperhitungkan selama jangka waktu diskonto. Bunga yang diperhitungkan ini disebut juga diskonto. Pendiskontoan wesel ini biasanya dilakukan dengan syarat jika pembuat wesel tidak melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo, maka pihak yang mendiskontokan bertanggung jawab untuk melunasi wesel tersebut. Kewajiban melunasi wesel bagi pihak yang mendiskontokan merupakan utang yang belum pasti (contingent liabilities) sehingga harus nampak dalam catatan. Bunga diskonto wesel dihitung dengan cara sebagai berikut: Bunga (diskonto) = nilai jatuh tempo x tarif diskonto x periode diskonto Piutang Wesel Sebab-sebab terjadinya wesel : 1. Mengganti piutang yang sudah jatuh tempo tapi belum dibayar 2. Ditetapkan dalam syarat jual beli 3. Pinjaman dalam bentuk uang tunai

Piutang Wesel

57

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Jenis-jenis piutang wesel : 1. Wesel tidak berbunga : wesel yang pada saat jatuh tempo dibayar sebesar nilai nominalnya 2. Wesel berbunga : wesl yang pada saat jatuh tempo dibayar sebesar nilai nominalnya dan ditambah dengan bunga . Masalah pendiskontoan wesel : a. Menentukan nilai jatuh tempo dari wesel = nilai nominal + bunga b. Bunga wesel = Nilai nominal x Tarif bunga x Jangka waktu wesel c. Jangka waktu wesel = dari tanggal wesel ke tanggal jatuh tempo d. Jumlah diskon = Nilai jatuh tempo x tariff dskon x jangka waktu diskon e. Jangka waktu diskon = dari tanggal penjualan ke tanggal jatuh tempo f. Hasil penjualan/pendiskontoan = Nilai jatuh dikurangi diskon Saat jatuh tempo wesel : bila wesel sudah jatuh tempo dapat terjadi hal-hal sbb : a. Dilunasi b. Tidak dilunasi c. Diperpanjang Contoh : Wesel Tidak Berbunga a. Pada tanggal 15 Maret 2009 PT. Mentari menjual barang dagangan sebesar Rp. 16.000.000 kepada PT. Rembulan dengan utang piutang biasa. b. Tanggal 25 Maret 2009 disepakati oleh PT. Mentari dan PT. Rembulan bahwa utang piutang biasa dari jual-beli barang dagangan pada 15 Maret 2009 dirubah menjadi utang-piutang wesel yang berdiskon. Tanggal jatuh tempo ditetapkan 25 September 2009. c. Tanggal 25 Juli 2009 PT. Rembulan menjual wesel kepada PT. Bintang dengan diskon sebesar 2% sebulan. d. Tanggal 25 September PT. Rembulan melunasi utangnya sebesar Rp. 16.000.000 kepada PT. Mentari dengan tepat. Diminta : Buatlah ayat jurnal yang diperlukan oleh PT. Mentari
58 Piutang Wesel

520.000.000.000 = 7.000 Credit 8. Mentari Date Description Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Account Receivable Cash Penghapusan rekening piutang wesel Piutang Wesel Debit 8.000 8.Maret 25-Maret 25-Juli Description Account Receivable Sales Penjualan kredit Notes Receivable Account Receivable Perubahan menjadi piutang wesel Cash Interest Expense Notes Receivable Discounted Pendiskontoan piutang wesel Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Debit 8.000.000 Perhitunngan : Discount : Rp 8.000 480.000 59 .000 8.000 x 3% x 2 = Rp 480.000.000 – Rp 480.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Date 15 .000.000 8.000 8.000.000.000 Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel tidak berbunga) Jurnal yang dibuat oleh PT.000.000.000 7.000 Hasil pendiskontoan wesel = Rp 8.000.000 8.000 8.000.000 8.000.520.000 Credit 8.000.

Mentari Contoh : WESEL BERBUNGA a.000 8.000. dirubah menjadi utang-piutang wesel yang berbunga 4% per bulan.000. Dara Jurnal yang dibuat oleh PT.000 kepada PT. Tanggal 1 Juni 2008 PT. Dara.000. d. PT.000 kepada PT. Ria Date Description Account Receivable Sales Penjualan kredit Notes Receivable Account Receivable Perubahan menjadi piutang wesel Cash Interest Expense Notes Receivable Discounted Pendiskontoan piutang wesel Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Debit 8. Tanggal 1 Pebruari 2008 disepakati oleh PT.000 8. Mentari menjual notes receviablenya kepada PT.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel diperpanjang.000 8. dengan diskon sebesar 3% sebulan.000. c. dan PT.000.000. Nusa. Mentari menjual barang dagangan sebesar Rp 8. Diminta : Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk PT. Mentari. Nusa melunasi utangnya sebesar Rp 8.000 8.000 60 Piutang Wesel .000. Dara dengan tepat. Pada tanggal 24 Januari 2008 PT.000 9. Mentari dan PT. Tanggal 1 Agusutus PT. Tanggal jatuh tempo ditetapkan tanggal 1 Agustus 2008. maka tidak dilakukan jurnal oleh PT.000.324. Nusa bahwa utang piutang biasa dari jual-beli barang dagangan pada 24 Januari 2008 yang lalu.000 Credit 8.800 1.324.000. Nusa dengan utang-piutang biasa b.800 8.

920.000 x 4% x 6 = Rp 1.920.200 = Rp 9.000 Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel berbunga) Jurnal yang dibuat oleh PT.000 Discount : Rp 9920.000.920.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perhitungan : Bunga wesel saat jatuh tempo = Rp 8.000 Penghapusan rekening piutang wesel *)Account receivable menjadi sebesar Rp 9.000. Piutang Wesel 61 .000 + 1.324.Rp 595.000. Mentari Date Description Debit Credit Notes Receivable 8.000 Discounted Notes Receivable 8.000 = Rp 9.324.920.000 Nilai jatuh tempo = Rp 8.000 Penghapusan rekening piutang wesel Account Receivable *) 9.920.000 yaitu sebesar nilai jatuh tempo dengan asumsi tidak ada protes fee.200 Hasil pendiskontoan wesel = Rp 9.920.000.000 .000 Cash 9.000.000 .920.800 Pendapatan bunga saat pendiskontoan = Rp 9.Rp 8.000 x 3% x 2 = Rp 595.

2. 4. Apakah perbedaan antara piutang dagang dengan piutang wesel yang anda ketahui? Jelaskan! Diskonto dari piutang wesel berbunga yang didiskontokan dihitung atas dasar apa? Jelaskan! Sebutkan dua cara menggunakan piutang untuk memenuhi kebutuhan uang yang segera! Mengapa diperlukan rekening cadangan retur penjualan? Jelaskan! Sebutkan contoh-contoh piutang bukan usaha! 62 Piutang Wesel . 3. 5.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1.

-. PT Hasna Utama mengendorse wesel ini yang artinya akan melunasinya bila Tuan Tamma tidak membayar. Wesel ini berjangka waktu 6 bulan akan jatuh tempo tanggal 31 Januari 2008. dan bank Ekuiti dengan beberapa asumsi: a.000.-. bank Ekuiti menagih PT Hasna Utama ditambah biaya penagihan Rp l. Pada tanggal 31 Oktober 2007. PT Hasna Utama mendiskontokan wesel ini ke bank Ekuiti dan dikenai diskonto 10% per tahun. Piutang Wesel 63 .000. Tuan Tamma melunasi weselnya pada PT Hasna Utama tanggal 31 Maret 2008 ditambah denda tunggakan sebesar 12% per tahun. bunga 12% per tahun. Pertanyaan: Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi di atas dalam buku Tuan Tamma. Tuan Tamma tidak membayar. Tuan Tamma melunasi weselnya.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi PT Hasna Utama pada tanggal 31 Juli 2007 menerima wesel dari Tuan Tamma untuk menggantikan utangnya sebesar Rp750. PT Hasna Utama. b. Pada tanggal jatuh tempo. Pada tanggal jatuh tempo.

Dalam perusahaan dagang barang-barang yang dibeli dengan tujuan akan dijual kembali diberi nama persediaan barang. Tujuan 1. 3.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PERSEDIAAN BARANG Overview Persediaan adalah barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual. 64 Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan & pengukuran persediaan Mahasiswa mampu menjelaskan & menerapakan berbagai menerapkan metode penilaian dan pengukuran persediaan. 2. Dalam perusahaan manufaktur persediaan barang yang dimiliki terdiri dari jenis yang berbeda yang digunakan untuk memproduksi barang jadi. serta pengungkapannya di neraca. Mahasiswa Mampu menjelaskan masalah khusus persediaan Persediaan Barang .

Barang dalam proses (work in process/goods in process) Barang dalam proses adalah barang-barang yang pada tanggal penyusunan neraca belum selesai dikerjakan dan perlu pengerjaan lebih lanjut. Barang jadi (finished goods) Bahan Baku (Raw Materials) Bahan Baku/mentah adalah barang-barang yang dimiliki untuk dipergunakan dalam aktivitas proses produksi yang merupakan bagian terbesar yang terkandung dalam produksi tersebut. Misalnya pada perusahaan Tekstil. benang merupakan bagian terbesar dalam pembuatan kain yang terdapat pada pabrik tekstil. Persediaan Barang 65 . Biaya barang selesai ini terdiri dari unsur bahan mentah/baku langsung. Tenaga kerja langsung. Dalam perusahaan industri terdapat 3 (tiga) jenis persediaan yaitu: a. Perusahaan dagang membeli barang kemudian dijual tanpa merubah bentuk. Dalam perusahaan dagang hanya ada satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Barang dalam proses (work in process inventory) c. dan biaya produksi tidak lanngsung.1 Pengertian Persediaan Barang Persedian adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam aktivitas normal perusahaan atau untuk diproses terlebih dahulu kemudian dijual. tenaga kerja langsung dan biaya produksi tidak langsung. Istilah persediaan digunakan untuk menyatakan suatu jumlah barang yang berwujud. Persediaan ini biasanya terdiri dari 3 unsur yaitu : Bahan langsung.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6. Bahan Baku (raw material inventory) b. sedangkan perusahaan industri membeli bahan-bahan mentah yang selanjutnya diproses menjadi barang jadi. Barang Selesai (finished goods) Barang Selesai adalah hasil produksi yang siap untuk dijual.

Maka digunakan metode taksiran yaitu metode harga eceran dan metode laba kotor. Rata-rata bergerak (moving average) b. metode rata-rata tertimbang.  Arus harga pokok dengan metode taksiran. jika digunakan metode ini maka pada akhir periode Menentukan besarnya nilai persediaan barang yang akan dicantumkan Persediaan Barang 66 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Metode yang perlu diketahui sehubungan dengan masalah persediaan : No Penjelasan Penekanan Untuk 1 Metode Pencatatan persediaan :  Metode Phisik/periodik  11 Metode buku/perpetual Mencatat persediaan barang pada saat dibeli dan dijual Metode Arus Harga Pokok:  Arus harga pokok sesuai dengan arus fisik barang  metode tanda pengenal khusus (special identified system)  Arus harga anggapan: a. Metode Perpetual : FIFO LIFO. III Metode Penilaian persediaan . apabila perhitungan persediaan secara fisik tidak mungkin dilakukan seperti karena musibah kebakaran. pokok berdasarkan Metode periodik : metode ratarata sederhana. FIFO. Metode persediaan dasar. LIFO.  Metode Harga Pokok. Menentukan Harga Pokok penjualan (Cost of goods sold/cost of merchandise sold) dan harga pokok persediaan barang.

.  Metode Harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar (Cost of market whichever is lower/COMWIL. Karena tidak ada catatan mutasi persediaan barang maka harga pokok penjualan juga tidak dapat diketahui sewaktu-waktu. atau lower of cost of market/LCM) dalam neraca 6. Dalam metode ini mutasi persediaan barang tidak diikuti dalam buku-buku... setiap pembelian barang dicatat dalam rekening pembelian..…….2. karena dari sejak awal pembelian barang dicatat sebesar harga perolehannya... Perhitungan persediaan (stock opname) ini diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang masih ada dan kemudian diperhitungkan harga pokoknya.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I tidak diperlukan jurnal penyesuaian. Perhitungan harga pokok penjualan dilakukan dengan cara sebagai berikut : Persediaan barang awal Rp xxx ……………1) Pembelian (neto) xxx (+) Barang tersedia untuk dijual Rp xxx Persediaan barang akhir xxx (-) .2) Harga pokok penjualan Rp xxx Catatan :1) Data diambil dari saldo buku besar rekening yang bersangkutan 2) Data diambil dari hasil stock opname Persediaan Barang 67 .2 Metode Pencatatan Atas Persediaan Terdapat dua metode yang dapat digunakan pada pencatatan persediaan yaitu : 6...1 Metode Fisik / Periodik Penggunaan metode fisik mengharuskan adanya perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan.. Harga pokok penjualan baru dapat dihitung apa-bila persediaan akhir sudah dihitung.

penjualan dan saldo persediaan.000 Cr. Retur Penjualan 36. Piutang 36.000 dengan harga pokok Rp 400. Retur pembelian 75. Pembelian 600.000 Cr.000 Apabila menggunakan metode fisik akan timbul masalah yaitu jika diinginkan menyusun laporan keuangan jangka pendek atau interim (bulanan) maka setiap bulan harus mengadakan penghitungan fisik atas persediaan barang. maka perhitungan fisik akan memakan waktu yang cukup lama dan akibatnya laporan keuangan juga akan terlambat. Penjualan 450.000 Dr.000 Dr. Retur Pembelian sebesar Rp 75.000 dengan harga pokok Rp 32.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Untuk lebih jelasnya kita lihat ilustrasi di bawah ini: 1. karena tidak perlu lagi mengadakan 68 Persediaan Barang . Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 600.000 4.000 Dr.000 Dr.000 3. Masing-masing kolom dirinci lagi untuk kuantitas dan harga perolehannya. Piutang 450.000 Cr. Hutang 75.000 2. Rekening yang digunakan untuk mencatat persediaan ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat dipakai untuk mencatat pembelian. Hutang Dagang 600. Penjualan Kredit Rp 450. Setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktuwaktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo dalam rekening persediaan.000 Cr. Penggunaan metode buku akan memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba rugi jangka pendek.2. Tidak diikutinya mutasi persediaan dalam buku menjadikan metode ini sangat sederhana baik pada saat pencatatan pembelian maupun pada waktu melakukan pencatatan penjualan 6. Retur penjualan Rp 36.2 Metode Buku / Perpetual Dalam metode ini setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendirisendiri yang merupakan buku pembantu persediaan. Rincian dalam buku pembantu bisa diawasi dari rekening kontrol persediaan barang dalam buku besar. Bila barang yang dimiliki jenisnya dan jumlahnya banyak.

Persediaan Barang Dagangan 600. ataukah tidak normal.000 Penjualan Kredit Rp 450. Pengecekan ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil perhitungan fisik dengan jumlah dalam rekening persediaan. Contoh penggunaan metode buku / perpetual : 1. Piutang 36.000 Mencatat Harga Pokok penjualan dan pengeluaran persediaan : Dr. 3.000 dengan harga pokok Rp 400. Walaupun neraca dan laporan laba rugi dapat segera disusun tanpa mengadakan perhitungan fisik atas barang. Persediaan Barang Dagangan 75. Hutang 75.000 Cr.000 Cr. Persediaan Barang 69 .000 dengan harga pokok Rp 32.000 Cr. Retur Pembelian sebesar Rp 75. Bila terdapat selisih jumlah persediaan antara hasil perhitungan fisik dengan saldo rekening persediaan. setidak-tidaknya setahun sekali perlu diadakan pengecekan apakah jumlah barang dalam gudang sesuai dengan jumlah dalam rekening persediaan.000 Cr. Apakah selisih itu normal dalam arti susut atau rusak.000 Mencatat retur penjualan : Dr. Hutang Dagang 600.000 Mencatat masuknya kembali persediaan barang : Dr. Penjualan 450.000 Retur penjualan Rp 36. Selisih yang terjadi akan dicatat dalam rekening selisih persediaan dan rekening lawannya adalah rekening persediaan barang. dan sebaliknya. Harga Pokok Penjualan 400. Persediaan Barang dagangan 32. yaitu diselewengkan.000 Dr.000 Cr.000 2. Bila jumlah dalam gudang lebih kecil dibanding dengan saldo rekening persediaan maka rekening persediaan dikurangi.000 Mencatat penjualan Kredit : Dr.000 4. Harga Pokok Penjualan 32.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perhitungan fisik untuk mengetahui jumlah persediaan akhir.000 Cr. dapat diadakan penelitian terhadap sebab-sebab terjadinya perbedaan itu. Retur Penjualan 36.000 Dr. Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 600. Persediaan Barang dagangan 400. Piutang 450.

apakah FIFO. yaitu didebet rekening “harga pokok penjualan dan kredit “Persediaan barang dagangan”. Sedangkan dalam metode fisik karena harga pokok dihitung dengan metode selisih persediaan maka kekurangan/kelebihan persediaan akan tercampur dalam harga pokok penjualan. Contoh : Transaksi-transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan selama bulan desember 2008 di PT Aneka. Pada jurnal penjualan terdapat satu jurnal lagi yang mencatat pembebanan harga pokok barang yang dijual. Selisih persediaan tidak termasuk dalam harga pokok penjualan tetapi dicatat sendiri.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dari hal tersebut diatas dapatlah disebutkan bahwa pada metode perpetual : 1. LIFO atau AVERAGE.3 Arus Harga Pokok (AHP) Pembelian Barang dagangan dalam satu periode dapat dilakukan berkali-kali. sehingga ada kemungkinan untuk pembelian barang dagangan yang sama tetapi harga belinya berbeda. Pada Jurnal pembelian rekening yang didebet adalah rekening “persediaan barang dagangan”. Tgl 5 : Persediaan barang dagangan 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Tgl 16 : Pembelian barang dagangan 75 Unit @ Rp 12 = Rp 900 Tgl 20 : Pembelian barang dagangan 20 Unit @ Rp 15 = Rp 300 Tgl 25 : Penjualan 80 Unit dengan harga jual @ Rp 30 = Rp 2400 Tgl 31 : Persediaan Barang dagangan akhir 25 unit Masalahnya adalah : 1. 6. Berapa Harga pokok persediaan barang dagangan akhir sebanyak 25 unit ? Untuk menjawab kasus diatas perlu diketahui bahwa metode AHP yang dianut perusahaan. Berapa Harga pokok penjualan tanggal 25 Desember ? 2. Dengan demikian rekening harga pokok penjualan hanya menunjukkan harga pokok barang-barang yang dijual. 70 Persediaan Barang . 2.

FIFO Maka HPP dari 80 Unit Penjualan Penjualan 80 Unit Tanggal 5 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Tanggal 16 70 Unit @ Rp 12 = Rp 840 HPP 80 Unit = Rp 940 Harga Pokok Persediaan Barang dagangan akhir : Tanggal 16 5 unit @ Rp 12 = Rp 60 Tanggal 20 20Unit @ Rp 15 = Rp 300 Persd. akhir 25 Unit = Rp 360 Laba Kotor : Penjualan – HPP 2.020 = 1.020 Harga Pokok Persediaan Barang dagangan akhir : Tanggal 16 15 Unit @ Rp 12 = Rp 180 Tanggal 5 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Persd Akhir 25 Unit = Rp 280 Laba Kotor = 2.410 Persediaan Barang 71 .400 – 1. LIFO Penjualan 80 Unit Tanggal 20 20 Unit @ Rp 15 Tanggal 16 60 Unit @ Rp 12 HPP 80 Unit = Rp 300 = Rp 720 = Rp 1. Metode Fisik / Periodik a.380 c.460 b.400 . Average HPP 80 Unit x Rp 1.300 105 Unit = Rp 960 Persediaan Akhir 25 Unit x (1300:105)= Rp 300 Laba Kotor : 2400 – 990 = 1.940 Laba Kotor = Rp 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1.

Tgl 5 16 20 940 360 2400 – 940 = 1.380 Persediaan Barang . FIFO Tgl 5 16 20 Pembelian Unit Harga Jumlah Penjualan Unit Harga Jumlah Persediaan Unit Harg Jumlah a 10 10 100 10 10 100 75 12 900 10 10 100 75 12 900 20 15 300 5 20 25 12 15 60 300 360 75 20 12 15 900 300 25 10 70 95 1200 80 10 12 100 2100 2400 Jml HPP Persediaan akhir Laba Kotor b.020 = 1. Metode Buku / Perpetual a.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2.460 Persediaan Unit 10 10 75 10 75 20 Harg a 10 10 12 10 12 15 10 12 Jumlah 100 100 900 100 900 300 100 180 280 LIFO Pembelian Unit Harga Jumlah Unit Penjualan Harga Jumlah 75 20 12 15 900 300 25 20 60 95 1200 80 15 12 300 720 1020 Jml 10 15 25 HPP Persediaan akhir Laba Kotor 72 1020 280 2.400 – 1.

400 – 960 80 80 12 12 960 960 = 1. Barang-barang dalam Perjalanan (Goods in Transit) Barang-barang yang pada tanggal neraca masih dalam perjalanan menimbulkan masalah apakah masih menjadi milik penjual atau sudah berpindah haknya pada pembeli. Terdapat dua syarat pengiriman yaitu : 1. Untuk mengetahui pemilik dari barangbarang tersebut.4 Masalah Pemilikan Persediaan Barang Untuk menentukan apakah barang itu sudah dapat dicatat sebagai persediaan dasar yang digunakan adalah hak pemilikan. sehingga perubahan catatan persediaan akan didasarkan pada perpindahan hak pemilikan barang. Free on board shipping point.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I c. Tgl Average Pembelian Unit Harg Jumla a h 900 300 Unit Penjualan Harg Jumla a h 5 16 75 12 20 20 15 25 Jml 95 HPP Persediaan akhir Laba Kotor 1200 960 300 2. Kesulitan menentukan perpindahan hak atas barang antara lain timbul dalam keadaan seperti berikut ini: A. Kadang-kadang terdapat keadaan di mana sulit untuk menentukan hak pemilikan barang sehingga dalam praktek akan ditemui adanya penyimpangan-penyimpangan. apabila barang-barang dikirim dengan syarat free on board shipping point maka hak atas barang yang dikirim berpindah pada pembeli ketika barang-barang tersebut diserahkan pada pihak pengangkut. harus diketahui syarat pengiriman barang-barang tersebut. 2. Barang-barang akan dicatat sebagai persediaan pihak yang memiliki barang-barang tersebut. Syarat pengiriman free on board destination berarti bahwa hak atas barang baru berpindah pada pembeli jika barang-barang yang dikirim Persediaan Barang 73 .440 Persediaan Harg Jumla a h 10 10 100 85 12 1000 105 12 1300 25 12 300 25 12 300 Unit 6.

Barang-barang yang Dipisahkan (Segregated Goods) Seringkali terjadi suatu kontrak penjualan barang dalam jumlah besar se-hingga pengirimannya tidak dapat dilakukan sekaligus. pihak yang menitipkan (consignor) mencatat penjualan dan mengurangi persediaan barangnya. sedangkan pembeli mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya. Jadi perpindahan hak atas barang terjadi pada tanggal penerimaan barang oleh pembeli. Pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang-barang tersebut sehingga tidak mencatat barang-barang tersebut sebagai persediaannya. haknya sudah berpindah pada pembeli.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I sudah diterima oleh pembeli. Barang-barang Konsinyasi (Consignment Goods) Dalam cara penjualan titipan. Pembeli akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya 74 Persediaan Barang . barang-barang yang dititipkan untuk dijualkan atau dikonsinyasikan. Penjual akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya dikurangi dengan jumlah yang sudah dibayar. Barang-barang yang dipisahkan tersendiri dengan maksud untuk memenuhi kontrak-kontrak atau pesanan-pesanan walaupun belum dikirim. Pada saat tersebut penjual mengurangi persediaan barangnya dan mencatat penjualan. C. Penjualan Angsuran (Installment Sales) Dalam penjualan angsuran hak atas barang tetap pada penjual sampai seluruh harga jualnya dilunasi. harus dikeluarkan dari jumlah persediaan penjual dan dicatat sebagai penjualan. Pada waktu menerima laporan. Sebelum barangbarang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan (consignor). Apabila barang-barang itu sudah dijual maka yang menerima titipan membuat laporan pada yang menitipkan. B. D. hak barang tersebut masih tetap pada yang menitipkan sampai saat barang-barang tersebut dijual. Begitu pula pembeli dapat mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya. Oleh karena itu pada tanggal penyusunan laporan keuangan jika ada barang-barang yang dipisahkan.

00 yang pembayarannya akan diangsur selama 5 tahun.000. Beban bunga 1.000.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I sejumlah yang sudah dibayarkannya.600. Kas Rp 5. Apabila dianggap bahwa kemungkinan pembatalan penjualan tersebut adalah kecil maka penjual dapat mengakuinya sebagai penjualan biasa yang diangsur dan pembeli dapat mencatatnya sebagai pembelian biasa yang pembayarannya diangsur.00 tanpa bunga. Akhir tahun kedua: Dr.000. Jika dibeli tunai maka harga mesin itu Rp 20.00 Dr.000.00.000.00 Cr.000.00 = Rpl.000. (b) Mesin dibeli dengan harga Rp 30.000.000.00 Cr.000.000.000. setiap tahun sebesar Rp 4. Utang Rp 4.00 Bunga: 10% x Rp 20. Harga perolehan (cost) mesin adalah sebesar harga tunainya dan selisihnya dicatat sebagai biaya bunga.000.00.000.000.000.00 Akhir tahun pertama: Dr.00 Dr.000.000. Utang Rp 20. Beban bunga 2.000.600.600.000.00 dan seterusnya.000. Mesin Rp 20.000. Jurnal yang dibuat oleh pembeli untuk mencatat pembelian mesin dan angsuran setiap tahun sebagai berikut : Persediaan Barang 75 . Dalam cara penjualan seperti ini bunga selama masa angsuran inklusif dalam harga mesin.00 = Rp 7.000.000. Kas Rp 6.00 ditambah bunga 10% per tahun.00 Cr. Jurnal yang dibuat oleh pembeli untuk mencatat pembelian mesin dan pembayaran angsuran adalah sebagai berikut : Pembelian mesin: Dr.000.000. Ada beberapa cara penjualan angsuran di mana masing-masing cara akan ditentukan pencatatannya yaitu : (a) Dibeli mesin dengan harga Rp20.000.000.00 Bunga: 10% x Rpl6.000. Utang Rp 4.00 diangsur lima tahun setiap tahunnya Rp 6.

Beban bunga Cr. Beban bunga Rp 8.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pembelian mesin : Dr.Biaya bunga Rp 6. Cadangan bunga Rp 6.000.000.000.000.000.00 Akhir tahun kedua: Dr. Cadangan bunga Cr. Potongan seperti ini disebut potongan tunai yang dalam akuntansi dicatat dalam rekening Potongan Pembelian. apabila dibayar dalam jangka waktu tertentu akan diberi potongan.000. Cadangan bunga Rp 8.000.000.000.000.000.000.000. Biaya bunga Rp 6.00 Rp 30.00 Rp 8.00 Cr. E. Tetapi kadangkadang ditemui adanya perlakuan terhadap potongan pembelian sebagai 76 Persediaan Barang . Kas Jurnal penyesuaian: Dr.000. Utang Cr.000.00 Cr.00 Rp 6. Utang Akhir tahun pertama: Dr.00 Jurnal penyesuaian: Dr. Kas Rp 6.00 dan seterusnya.000.000.000.000.000. Cadangan bunga Rp 6.00 Rp 8. Pada prinsipnya potongan yang diterima adalah pengurang terhadap harga pokok persediaan. Pada awal tahun berikutnya dibuat jurnal penyesuaian kembali sebagai berikut : Dr.000. Utang Rp 6.000.000.000.00 Rp 6.000.000.00 Cr. Biaya bunga Rp 20. Mesin Dr.000.00 10.00 Jurnal penyesuaian kembali: Dr.00 Cr. Potongan Pembelian Dalam pembelian barang sering ada ketentuan mengenai cara pembayaran.000.00 Cadangan bunga dalam neraca dikurangkan pada jumlah utang pembelian mesin sehingga dapat menunjukkan nilai tunai utang pada tanggal neraca.000.

00 dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Dr. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut : a.00. Pembayaran utang dilakukan pada tanggal 10 Desember 2005 sehingga diperoleh potongan pembelian sebesar 2%. Pembelian dicatat dengan harga bruto Tanggal 1 Desember 2005 : Dr.00 Cr.00 Cr.00 Tanggal 10 Desember 2005 : Dr. Pembelian dicatat dengan harga neto Dalam cara ini ada dua cara mencatat utang yaitu dengan jumlah neto atau dengan jumlah bruto.000. Kas Rp 490. cara ini sebetulnya tidak tepat karena mengakui pendapatan pada saat pembelian.000. Penerapan metode ini dapat diilustrasikan sebagai berikut : Pada tanggal 1 Desember 2005 dibeli barang dagangan dengan harga faktur Rp500.000.000. Syarat pembayaran 2/10. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat potongan pembelian sebagai pengurangan terhadap harga pokok yaitu  Pembelian dicatat dengan harga bruto  Pembelian dicatat dengan harga neto dalam metode ini utang dapat dicatat neto atau bruto.00 Cr.000. Masing-masing cara adalah sebagai berikut : Persediaan Barang 77 . Potongan pembelian Rp 10. Utang Rp 500. sedangkan dalam akuntansi laba hanya timbul dari penjualan barang atau jasa dan bukannya timbul dari pembelian. Utang Rp 500. Kas Rp 500.000.000.000. Pembelian (persediaan barang) Rp 500.00 Cr. n/30.00 b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I pendapatan Iain-lain.00 Apabila pembayaran utang dilakukan sesudah tanggal 10 Desember 2005 berarti tidak diperoleh potongan.000. Utang Rp 500. pembayaran sebesar Rp 500.

000.00 Potongan pembelian yang hilang Kas Rp Rp10.00 Utang Rp 500.00 500.000.00 dicatat sebagai berikut : Utang Rp 490.000.000.00 78 Persediaan Barang .000. Jumlah pembayaran utang sebesar Rp 500.00 10.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Utang Dicatat Neto 1 Desember 2005 Pembelian (persediaan barang) Rp 490.00 Apabila pembayaran utang dilakukan sesudah tanggal 10 Desember 2005 berarti tidak mendapat potongan.000.00 potongan Rp 10.000.00 potongan pembelian 10 Desember 2005 Utang Kas 490.00 Potongan pembelian yang hilang Kas Rp 500.00 Rp 490.00 Utang Rp 500.000.000.000.000.00 Cadangan 10.000.00 Utang 490.000.00 Cadangan potongan pembelian Rp10.000.000.00 Rp Utang Dicatat Bruto Pembelian (persediaan barang) Rp 490.000.00 Rp Utang Cadangan pembelian Kas 490.00 Rp 500.000.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Rangkuman

1.

2. 3. 4.

Persedian adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam aktivitas normal perusahaan atau untuk diproses terlebih dahulu kemudian dijual. Istilah persediaan digunakan untuk menyatakan suatu jumlah barang yang berwujud. Dalam perusahaan dagang hanya ada satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Terdapat dua metode yang dapat digunakan pada pencatatan persediaan yaitu : Metode Fisik atau Periodik dan Metode Buku atau Perpetual Dalam Menghitung Arus Harga Pokok dapat diakukan dengan tiga cara yakni : FIFO, LIFO, dan AVERAGE. Masalah Pemilikan Persediaan Barang dagangan : a. Barang-barang dalam Perjalanan (Goods in Transit) b. Barang-barang yang Dipisahkan (Segregated Goods) c. Barang-barang Konsinyasi (Consignment Goods) d. Penjualan Angsuran (Installment Sales) e. Potongan Pembelian

Persediaan Barang

79

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pilihan Ganda

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! Desember, 1 Jumlah persediaan 300 Unit @ Rp 3.000,11 Pembelian 200 Unit @ Rp 3.600,16 Penjualan 380 Unit 20 Pembelian 400 Unit @ Rp 3.300,25 Penjualan 370 Unit 29 Pembelian 100 Unit @ Rp 3.600,Berdasarkan data diatas, berapakah Unit persediaan Akhir barang (FIFO) tersebut: A. 100 Unit B. 150 Unit C. 250 Unit D. 120 Unit E. 30 Unit Bila Menggunakan metode Periodik – FIFO berapakah Harga pokok penjualan barang tersebut: A. 3.300.000 B. 2.445.000 C. 2.475.000 D. 2.421.000 E. 2.650.000 Bila Menggunakan metode Periodik – Average berapakah Harga pokok penjualan barang tersebut: A. 3.300.000 B. 2.445.000 C. 2.475.000 D. 2.421.000 E. 2.650.000
Persediaan Barang

1.

2.

3.

80

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Latihan

Dibawah ini adalah informasi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2009 : Jan Jan Jan Jan 1 8 26 28 : Persediaan 40 Unit @ Rp 327.200 : Pembelian 30 Unit @ Rp 341.100 : Pembelian 20 Unit @ Rp 341.400 : Pembelian 40 Unit @ Rp 320.200 : 30 Unit @ Rp 360.500 : 25 Unit @ Rp 359.400 : 60 Unit @ Rp 345.500

Penjualan : Jan 4 Jan 15 Jan 30

Hitunglah : Persediaan Akhir Barang Dagangan, Harga Pokok Penjualan, dan Laba(Rugi) Bersih. Dengan menggunakan metode LIFO, FIFO & Average Perpetual dan LIFO, FIFO & Average periodic

Persediaan Barang

81

Tanah. Gedung. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang mempunyai bentuk fisik sifatnya relatif permanen dan digunakan dalam aktivitas normal perusahaan yang normal. Meja.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I AKTIVA TETAP BERWUJUD Overview Kendaraan. Aktiva tetap berwujud dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama. Tujuan 1. 2. komputer merupakan salah satu contoh dari aktiva tetap. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep aktiva tetap berwujud Mahasiswa mampu menjelaskan konsep penilaian dan perolehan aktiva tetap berwujud 82 Aktiva Tetap Berwujud .

hutan dan Iain-lain. Aktiva tetap yang dapat diganti dengan aktiva yang sejenis penyusutannya disebut depresiasi sedang penyusutan sumber alam disebut deplesi. yaitu: (a) Pengeluaran modal (capital expenditures). mesin-mesin dan alat-alat.1 Pengertian Aktiva Tetap Berwujud Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam aktivitas normal perusahaan. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas seperti tanah untuk usaha Aktiva tetap yang umumnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis. Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua. Aktiva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempunyai macam-macam bentuk seperti tanah. Oleh karena itu pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening biaya.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 7. adalah pengeluaranpengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bisa diganti dengan aktiva yang sejenis. kendaraan. c. misalnya sumber-sumber alam seperti tambang. Aktiva tetap yang umumnya tidak terbatas tidak dilakukan penyusutan terhadap harga perolehannya. bangunan. peralatan. (b) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures). adalah pengeluaranpengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Dari bermacam-macam aktiva tetap berwujud akuntansi mengelompokannya sebagai berikut: a. Pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening aktiva (dikapitalisasi). kendaraan dan Iain-lain. Istilah relatif permanen menunjukkan sifat di mana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama tetapi untuk tujuan akuntansi jangka waktu penggunaan ini dibatasi menjadi lebih dari satu periode akuntansi sehingga aktiva berwujud yang umumnya lebih dari satu periode akuntansi dikelompokkan sebagai aktiva tetap berwujud. b. misalnya bangunan. mebelair dan Iain-lain. sedangkan aktiva tetap yang terbatas umumnya dilakukan penyusutan harga perolehannya. mesin. Aktiva Tetap Berwujud 83 .

Pembelian Tunai. Sedang untuk aktiva yang umumnya terbatas dicantumkan dalam neraca sebesar harga perolehannya dikurangi dengan akumulasi depresiasi/deplesi. Sesudah aktiva tetap itu diperoleh dan dalam masa penggunaan maka aktiva yang umumnya tidak terbatas seperti tanah. tidak memandang apakah potongan itu didapat atau tidak. Yang dimaksud dengan biaya perolehan aktiva tetap adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan. Harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi/deplesi disebut nilai buku. Semua biaya-biaya di atas dikapitalisasi sebagai harga perolehan aktiva tetap. dilaporkan dalam neraca sebesar harga perolehannya. Adapun cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut : 1. seperti biaya angkut. hanya satu periode atau lebih dari satu periode akuntansi. premi asuransi dalam perjalanan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Jadi dasar pertimbangan dalam pencatatan pengeluaran-pengeluaran untuk aktiva tetap adalah berapa lama manfaat pengeluaran tersebut dapat dirasakan. biaya pemasangan dan biaya percobaan. di mana masingmasing cara perolehan akan mempengaruhi penentuan harga perolehan. Dalam jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap termasuk harga faktur dan semua biaya yang dikeluarkan agar aktiva tetap tersebut siap untuk dipakai. Apabila dalam pembelian aktiva tetap ada potongan tunai. 7.2 Perolehan Aktiva Tetap Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara. Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam buku-buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan. biaya balik nama. Jurnal untuk membeli aktiva tetap adalah: Dr Tanah Cr Kas Rp xx Rp xx 2. Pembelian secara gabungan / Lumpsum Harga perolehan dari setiap aktiva yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan 84 Aktiva Tetap Berwujud . maka potongan tunai tersebut merupakan pengurangan terhadap harga faktur.

Contoh jurnalnya adalah : PT. Harga pasar setiap aktiva tetap itu diketahui sebagai berikut: Gedung Tanah Mesin : : : Rp35.000. Pembelian dilakukan secara paket (lumpsum) dengan harga Rp.000.000.000.00 Rp100.00 Mesin Rp20.00 Harga perolehan setiap aktiva dihitung dengan cara sebagai berikut: Gedung Rp35.00  Rp26.000.250. Perolehan Melalui Pertukaran a.00 Rp75.000.000.00 45.000.00  Rp33.000.750.000.00 3.000. Kadang-kadang harga pasar surat berharga dan aktiva tetap yang ditukar kedua-duanya tidak diketahui.000.750. Gedung dan mesinmesin.000.000.00 20.000.000.000.00  Rp75.000.000.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perbandingan nilai wajar setiap aktiva yang bersangkutan. dicatat dalam buku sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar.000.00 Tanah Rp45.000.00 Rp100.000. dalam keadaan seperti ini nilai pertukaran ditentukan oleh keputusan pimpinan perusahaan.000.000.000.00.000.000.00 Rp33.000. Aktiva Tetap Berwujud 85 .000.00 Rp15. JAVA membeli aktiva tetap yang terdiri dari tanah.00  Rp75.000. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui. 75.00  Rp75.00 Gedung Tanah Mesin Kas Rp26.000. harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut.000. Ditukar dengan Surat-surat Berharga Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan.250.000.00 Rp100.00  Rp15.000.

Ada masalah yang timbul bila harga pasar aktiva lama maupun baru tidak dapat ditentukan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat-surat berharga yang dikeluarkan.000. baik seluruhnya atau sebagian dan kekurangannya dibayar tunai. Pada saat pertukaran. Mesin Cr. Agio saham 11. mana yang lebih andal. Harga perolehan aktiva tetap yang diperoleh dinilai sebesar nilai wajar aktiva tetap yang dilepas atau diperoleh. masalah lainnya adalah pengakuan rugi atau laba yang timbul karena adanya pertukaran aktiva tetap tersebut. Selain masalah di atas.00. selisih Nilai pertukaran dengan nilai nominal dicatat dalam rekening agio/disagio. atau sering disebut tukar tambah. untuk pertukaran aktiva tetap yang sejenis. Dalam hal ini nilai buku aktiva lama akan digunakan sebagai dasar pencatatan pertukaran tersebut. Pertukaran aktiva tetap dengan saham atau obligasi perusahaan akan dicatat dalam rekening modal saham atau utang obligasi sebesar nilai nominalnya. Yang dimaksudkan dengan harga pasar surat berharga adalah harga yang terjadi dalam bursa surat-surat berharga atau dalam transaksi dengan pihak lain yang bebas.000.00 Apabila dalam pertukaran ini perusahaan menambah dengan uang maka harga perolehan mesin adalah jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan harga pasar surat berharga yang dijadikan penukar. Ditukar dengan Aktiva Tetap yang Lain Banyak pembelian aktiva tetap dilakukan dengan cara tukarmenukar. ekuivalen dengan nilai wajar aktiva tetap yang dilepaskan setelah disesuaikan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer. di mana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru.000.000.00 l0. Pertukaran aktiva tetap sejenis diatur untuk tidak mengakui adanya 86 Aktiva Tetap Berwujud . b. Modal saham biasa Cr.00 1. contohnya : PT PERKASA bermaksud menukarkan sebuah mesin dengan 1.000. harga pasar saham sebesar Rp11. Pembicaraan mengenai masalah rugi atau laba pertukaran akan dipisahkan menjadi dua yaitu pertama untuk pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis dan kedua. nominal @ Rp10.000.00 per lembar.000 lembar saham biasa.000.000. Pertukaran mesin dengan saham ini dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Dr.

500.500. Misalkan 1 bulan = 50 Rb Perhitungan : Harga beli Mesin Lama Akumulasi Penyusutan Nilai Buku mesin Lama Nilai mesin Lama Rugi Penukaran Mesin Jurnal : Dr. o Pertukaran Aktiva Tetap Sejenis Yang dimaksud dengan pertukaran aktiva tetap yang sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang sifat dan fungsinya sama.000.500. Akumulasi Penyusutan Dr.000. Kekurangan diselesaikan dengan uang tunai.300.000 87 6. Rugi Penukaran Aktiva Cr.200.000 1.400. 4.000 1. Mesin Tersebut diterima dengan harga Rp 1. dan biaya (harga) perolehan aktiva tetap baru adalah jumlah tercatat dari aktiva tetap yang dilepaskan.000.400.000 6.900.000 600. Contoh : Pada Awal Tahun (4 Januari 2007) PT TEKUN menukarkan mesin lama dengan mesin baru.500.000 Aktiva Tetap Berwujud . Harga Perolehan mesin lama Rp 6.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I keuntungan atau kerugian. o Pertukaran Aktiva Tetap yang Tidak Sejenis Yang dimaksud dengan pertukaran aktiva tetap tidak sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang sifat dan fungsinya tidak sama seperti misalnya pertukaran tanah dengan mesin-mesin.000 6.400. Cr Mesin Kas 7.000 4.000 4.000 600.Mesin Dr. tanah dengan gedung dan Iain-lain.000 dan harga faktur mesin yang baru Rp 7.300. Akumulasi Penyusutan sampai tanggal penukaran sebesar Rp.500.

mungkin dikeluarkan biaya-biaya.000.00 Rp6. Bila hak atas aktiva tersebut sudah diterima maka barulah contingent assets tadi dicatat sebagai harta atau aktiva. harus dikeluarkan dari harga perolehan dan dibebankan sebagai biaya bunga. Apabila donasi yang diterima itu belum pasti akan menjadi milik perusahaan (karena tergantung pada terlaksananya perjanjian) maka aktiva dan modal dicatat sebagai elemen yang belum pasti (contingent). Untuk mengatasi keadaan ini maka aktiva yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya. Diperoleh dari hadiah atau donasi Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi. tetapi biaya-biaya tersebut jauh lebih kecil dari nilai aktiva tetap yang diterima.500. 5. Apabila aktiva dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan. Modal Hadiah/Donasi Rp2.000.500.000.500.000.000. Bunga selama masa angsuran baik jelas-jelas dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan tersendiri. Pembelian Angsuran Apabila aktiva tetap diperoleh dari pembelian angsuran.000.00 Rp6. Contoh sebuah perusahaan menerima hadiah berupa tanah dan gedung yang dinilai sebagai berikut: Tanah Gedung Rp2.00 Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: Dr. 88 Aktiva Tetap Berwujud .000. Untuk menerima hadiah. pencatatannya bisa dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan.00 4. Tanah Dr Gedung Cr.00 4.00 Depresiasi aktiva yang diterima dari hadiah dilakukan dengan cara yang sama dengan aktiva tetap yang lain.500.000. juga beban depresiasi menjadi terlalu kecil. maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga. maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva dan modal terlalu kecil.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 4.

semua biaya yang dapat dibebankan langsung seperti bahan. Pembuatan aktiva ini biasanya dengan tujuan untuk mengisi kapasitas atau pegawai yang masih idle. upah langsung dan factory overhead langsung. sekering mesin merupakan biaya yang sering terjadi. pembersihan. Dalam pembuatan aktiva.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6. Apabila digunakan cara pertama maka harga pokok aktiva yang dibuat adalah semua biaya-biaya langsung untuk membuat aktiva itu ditambah dengan kenaikan biaya factory overhead.Pada biaya reparasi besar dikapitalisasi dan pembebanannya sebagai biaya dilakukan dalam periode-periode yang menerima manfaat. Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk membebankan biaya factory overhead yaitu: (a) kenaikan biaya factory overhead yang dibebankan pada aktiva yang dibuat dan (b) biaya factory overhead dialokasikan dengan tarif kepada pembuatan aktiva dan produksi. sehingga dicatat sebagai biaya pengeluaran pendapatan.3 Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap Aktiva tetap yang dimiliki dan digunakan dalam usaha perusahaan akan memerlukan pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Reparasi dan Pemeliharaan Biaya reparasi dapat merupakan biaya yang jumlahnya kecil jika reparasinya biasa. Terdapat dua cara untuk mencatat biaya reparasi besar yaitu: Aktiva Tetap Berwujud 89 . biaya seperti ini adalah biaya penggantian oli. alat-alat dan perabot. Karena biaya reparasi dan pemeliharaan terjadi berulang-ulang maka manfaat biaya-biaya tersebut hanya dalam periode terjadinya. Aktiva yang dibuat sendiri Perusahaan mungkin membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan seperti gedung. Biaya pemeliharaan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memelihara aktiva agar tetap dalam kondisi yang baik. pengecatan. Sedang dengan cara yang kedua harga pokok aktiva merupakan jumlah semua biaya langsung ditambah dengan tarif yang menjadi beban aktiva yang dibuat 7. Biaya reparasi kecil seperti penggantian baut. mur. dan jumlahnya cukup besar jika reparasinya besar. dan biaya lain yang serupa. Pengeluaran atau biaya-biaya tersebut adalah : 1.

Biaya-biaya yang timbul dalam penambahan dikapitalisasi menambah harga perolehan aktiva dan didepresiasi selama umur ekonomisnya. Karena jumlah akumulasi depresiasi berkurang berarti nilai bukunya menjadi bertambah besar. 90 Aktiva Tetap Berwujud . misalnya penggantian dinamo mesin. Perbaikan yang biayanya kecil dapat diperlakukan seperti reparasi biasa. Apabila bagian-bagian yang diganti itu biayanya cukup besar. b. Perhitungan depresiasi untuk tahun-tahun berikutnya harus direvisi sesuai dengan perubahan nilai buku aktiva dan umur ekonomis yang baru. Penggantian bagian-bagian aktiva yang biayanya kecil diperlakukan dengan cara yang sama seperti reparasi kecil. Aktiva lama yang diganti dan akumulasi depresiasinya dihapuskan dari rekening-rekeningnya. apabila biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan aktiva dan tidak menambah umumnya. Penambahan (Addition) Penambahan adalah memperbesar atau memperluas fasilitas suatu aktiva seperti penambahan ruang dalam bangunan. Menambah harga perolehan aktiva tetap. Akhir-akhir ini sering terdapat tambahan mesin yang dipasang dalam pabrik untuk mengurangi pencemaran. Penggantian seperti ini biasanya terjadi karena aktiva lama sudah tidak berfungsi lagi (rusak). ruang parkir dan Iain-lain. apabila biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur aktiva tetap dan mungkin juga nilai residunya. Penggantian Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama. 2. Perbaikan (Improvement) Adalah penggantian suatu aktiva dengan aktiva baru untuk memperoleh kegunaan yang lebih besar. tetapi perbaikan yang memakan biaya yang besar dicatat sebagai aktiva baru. maka harga perolehan bagian itu dihapuskan dari rekening aktiva dan diganti dengan harga perolehan yang baru. Mengurangi akumulasi depresiasi. 3. Begitu juga akumulasi depresiasi untuk bagian yang diganti dihapuskan. Apabila alat tambahan itu dipasang menjadi satu dengan mesin maka biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan memasang alat itu merupakan suatu penambahan. 4.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a.

perubahan route produksi dan untuk mengurangi biaya produksi. 7. Depresiasi mesin Cr.00) = Rp300.00 2.000.000. Apabila aktiva itu dijual maka selisih antara harga jual dengan nilai buku atau nilai residu dicatat sebagai laba atau rugi.000.4 Pemberhentian Aktiva Aktiva tetap bisa dihentikan pemakaiannya dengan cara dijual.000. Penjualan mesin pada.00 100. Mesin tersebut ditaksir umurnya 5 tahun dan depresiasinya dengan cara garis lurus.00 3.000. Mesin Cr. Laba penjualan mesin 650. Dr. pada tanggal 1 Juli 2009 dijual dengan harga Rp650.00 300. Akumulasi depresiasi mesin Depresiasi 6 bulan: 6/12 x 1/5 x Rp(3. Penyusunan Kembali Aktiva Tetap (Rearrangement) Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penyusunan kembali aktiva. Apabila jumlahnya cukup berarti dan manfaat penyusunan kembali itu akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi maka harus dikapitalisasi.650.00.00 300.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 5.000.200. tanggal 1 Juli 2009 dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Dr.00 .200. Akumulasi depresiasi mesin Cr.000.000.00. ditukarkan. ataupun karena rusak. Biaya-biaya semacam itu dikapitalisasi sebagai biaya dibayar di muka atau beban yang ditangguhkan dan akan diamortisasikan ke periode-periode yang memperoleh manfaat dari penyusunan kembali tersebut.000.000.200. Contoh pada pembelian dan penjualan setelah umur ekonomisnya berakhir seperti : Mesin yang dibeli pada tanggal 1 Februari 2005 dengan harga Rp3.200. Kas Dr.000.000.00. Pada waktu aktiva tetap dihentikan dari pemakaian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tersebut dihapuskan.00 Aktiva Tetap Berwujud 91 . taksiran nilai residu Rp200.00.

000.00 600.000.00 Rp550.00 92 Aktiva Tetap Berwujud .00 600.00 2.00 550.000.000.00 Rp100.000.000.000.200.650.000.00 300.000.000.00 600.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perhitungan: Harga Jual Nilai buku mesin Harga perolehan Akumulasi depresiasi 2005 : 11 bulan = 2006 : 12 bulan = 2007 : 12 bulan = 2008 : 12 bulan = 2009 : 6 bulan = Laba penjualan tetap aktiva Rp3.00 Rp 650.

Aktiva yang dibuat sendiri Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap a. Pembelian Tunai. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam aktivitas normal perusahaan. Penggantian c. Perbaikan (Improvement) d. Perolehan Melalui Pertukaran a) Ditukar dengan Surat-surat Berharga b) Ditukar dengan Aktiva Tetap yang Lain d. Pembelian secara gabungan / Lumpsum c. Adapun cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut : a. Penyusunan Kembali Aktiva Tetap (Rearrangement) Aktiva Tetap Berwujud 93 . Istilah relatif permanen menunjukkan sifat di mana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama tetapi untuk tujuan akuntansi jangka waktu penggunaan ini dibatasi menjadi lebih dari satu periode akuntansi sehingga aktiva berwujud yang umumnya lebih dari satu periode akuntansi dikelompokkan sebagai aktiva tetap berwujud. Penambahan (Addition) e. Diperoleh dari hadiah atau donasi f. 2. Reparasi dan Pemeliharaan b. b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. Pembelian Angsuran e. 3.

Store Supplies D.000 2.000 E. B. Rp 30. Rp 100.000. Pajak C. Rp 95.000 dibeli melalui tukar tambah dengan aktiva sejenis yang memiliki nilai buku Rp 25.000.dan kas yang dibayarkan untuk memperoleh aktiva baru itu adalah Rp 70. Cash B. Rp 20. berapa harga perolehan aktiva baru itu untuk tujuan pelaporan keuangan ? A.. Office Equipment E. A. Rp 70. Biaya Pengangkutan B. Goodwill Manakah dari pengeluaran berikut yang timbul sehubungan dengan pembelian mesin. 3. Yang termasuk Golongan Aktiva Tetap adalah: A. dengan asumsi nilai tukar tambah adalah Rp 30. A dan C betul Suatu Aktiva tetap yang berharga Rp 100. Merchandise Inventory C. yang merupakan pembebanan ke akun aktiva ? A. C.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1.000 D. 94 Aktiva Tetap Berwujud . Biaya pemasangan D. Betul E.000 B.000 C.000.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pertanyaan

1. 2. 3.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan aktiva tetap berwujud yang anda ketahui ? Jelaskan bagaimana perlakuan atas bunga yang timbul selama masa kontruksi ? Permasalahan apa yang timbul dalam menghitung perolehan aktiva tetap bila dibeli secara tunai dan dibeli secara mengangsur ? jelaskan

Latihan

1.

Perusahaan Dagang Sido Munculdalam tahun 2007 telah mengeluarkan biaya–biaya untuk bangunan kantornya yang diperoleh pada tanggal 2 januari 2007 yang merupakan awal tahun Fiskalnya sebagai berikut ; Harga Tanah 18.000.000 Harga bangunan kantor 102.000.000 Biaya Renovasi 16.200.000 Bea balik Nama 900.000 Pembuatan Taman 6.000.000 Komisi Real Estate 3.600.000 Biaya Lain-lain 100.000 Untuk mendapatkan harta ini perusahaan telah menandatangani selembar Obligasi tanpa bunga sebesar 120.000.000. suku bunga diperhitungkan 8 %. Pembayaran angsuran tengah tahunan sebesar Rp 6.600.000,- harus dilakukan terhitung tanggal 1 juli 2008 untuk jangka waktu 10 Tahun.

Aktiva Tetap Berwujud

95

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pertanyaan : Buatlah jurnal untuk membukukan : a. Perolehan tanah dan bangunan tersebut (asumsi bahwa uang yang dibayar sama dengan harga dari aktiva tersebut dan nilai konstan obligasi) b. Pembayaran angsuran pertama dan kedua termasuk agio pinjaman obligasi. 2. PT KURNIA telah memperoleh tanah, bangunan dan peralatan dengan harga keseluruhan sebesar Rp 100.000.000,- yang dibayar tunai. Penilaian aktiva pada saat memperolehnya tergambar sebagai berikut : Tanah Bangunan Peralatan 64.000.000 56.000.000 40.000.000

Pertanyaan : Berapa harga perolehan masing-masing aktiva tersebut.

96

Aktiva Tetap Berwujud

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

AKTIVA TIDAK BERWUJUD

Overview

Paten, hak cipta, merek dagang, franchise dan goodwill merupakan aktiva jangka panjangyang bermanfaat bagi perusahaan dan tidak untuk dijual. Aktiva-aktiva ini dinamakan Aktiva tidak berwujud, karena tidak terlihat secara fisik. Tujuan

1. 2.

Mahasiswa mampu menjelaskan aktiva tidak berwujud Mahasiswa mampu menyusun neraca yang mencantumkan aktiva tidak berwujud

Aktiva Tidak Berwujud

97

c) Biaya-biaya percobaan dan pengembangan d) Biaya untuk penyerahan hak seperti royalti dan lisensi e) Biaya-biaya lain yang berkenaan dalam hal gugatan Selama umurnya.2 Penilaian Aktiva Tidak Berwujud Pencatatan Aktiva tidak berwujud dalam rekening akan disajikan sebesar harga perolehannya (cost). tergantung pada umur aktiva tersebut. Aktiva ini dapat berbentuk hak-hak khusus yang diharapkan menyumbang pendapatan yangh diperoleh perusahaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 8. Aktiva Tak berwujud yang dikembangkan sendisri secara teratur oleh perusahaan.2. merek dagang. Khusus mengenai aktiva tidak berwujud yang umurnya tidak terbatas kadang-kadang dihapuskan dari neraca. dan Biaya administrasi. Pada umumnya aktiva tidak berwujud mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun. b. Aktiva Tak berwujud yang didapat dengan cara membeli hak itu. Hak cipta. 8. Jika Paten tersebut tidak dapat diperpanjang.1 Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Aktiva tidak Berwujud adalah aktiva yang tidak mempunyai bentuk fisik. 8. mungkin juga tidak. penghapusan bisa dilakukan sekaligus atau beberapa tahun seperti amortisasi. Nilai yang terkandung dalam harga perolehan antara lain : 98 Aktiva Tidak Berwujud . harga perolehan aktiva tidak berwujud mungkin diamortisasikan.1 Hak Paten Paten adalah suatu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak yang menemukan (inventor) sehingga si penemu dapat mengendalikan pembuatan. Amortisasi dilakukan dengan mendebet rekening beban dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan atau akumulais amortisasi. Yang termasuk dalam harga perolehan aktiva tidak berwujud adalah : a) Harga yang dibayar kepada penjual b) Biaya-biaya tambahan untuk mendapatkannya seperti biaya kepada pemerintah. biaya notaris. Memperoleh Aktiva tidak berwujud dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : a. Dalam akuntansi yang termasuk aktiva tidak berwujud antara lain Hak Paten. penjualan atau mengawasi penemuannya. kontrak sewa dan goodwill. maka penemuan tadi dapat diperbaharui atau direvisi guna memperoleh hak paten yang baru. franchise.

Paten diberikan untuk jangka waktu selama dua puluh tahun terhitung sejak tanggal penerimaan permintaan paten. Metode garis lurus biasanya digunakan untuk menentukan amortisasi periodik. Pemilik dari suatu paten dapat memberikan hak penggunaannya kepada pihak lain atau dapat dijual.000. Ayat jurnal untuk mengamortisasi paten pada akhir tahun fiskal adalah : Aktiva Tidak Berwujud 99 .000. Biaya pembuatan model dan gambar Biaya-biaya yang dikeluarkan guna melakukan percobaan-percobaan dan pengembangan.. Suatu paten dapat berakhir bila : a) Selama tiga tahun berturut-turut pemegang paten tidak membayar biaya tahunan. maka paten dianggap berakhir pada akhir batas waktu kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun yang kedelapan belas tersebut Sebagai ilustrasi. b) Tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya tahunan berkaitan dengan kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun kedelapan belas dan tahun-tahun berikutnya. sebuah perusahaan membeli hak paten seharga Rp 100. Walaupun paten tersebut tidak akan jatuh tempo sampai 14 tahun yang akan datang. Amortisasi paten dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Dr. Paten Rp xxx Rp xxx Amortisasi paten akan dikelompokkan dalam biaya produksi jika dikaitkan dengan proses produksi dan dikelompokkan dalam biaya penjualan jika ada korelasinya dengan kegiatan penjualan.paten tersebut telah diberikan 6 tahun sebelumnya oleh Kantor Paten Federal. Dari sudut pembeli paten tersebut akan dicatat sebesar harga belinya. maka paten dinyatakan batal demi hukum terhitung sejak tanggal yang menjadi akhir batas waktu kewajiban pembayaran untuk tahun yang ketiga tersebut. Beban Amortisasi Paten Cr. namun umur manfaat yang tersisa diestimasi tinggal 5 tahun.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a. asumsikan bahwa pada awal tahun fiskal. b. Tanggal mulai dan berakhirnya jangka waktu paten dicatat dalam Daftar Umum Paten dan diumumkan dalam Berita Resmi Paten.

maka harga perolehannya tergantung dari jumlah uang yang dibayarkan.00 Hak Cipta Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasikan perusahaan dan produknya. Hak cipta ini dapat diberikan atau dijual kepada pihak lain berdasarkan perjanjian.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dr Beban amortisasi – Paten Cr. diamortisasi dengan prinsip dasar garis lurus masingmasing selama 16 tahun dan 21 tahun. Sebaliknya bila umurnya tidak terbatas. Untuk memperoleh frnachise kadang-kadang dilakukan pembayaran berkala.2 Rp 20. 8. Bila umur franchise ini terbatas. maka harga perolehannya akan diamortisasikan selama umur aktiva tersebut. Sebagai contoh.000. diperpanjang atau dicabut. Paten 8.2. penggunaan fasilitas atau lainnya yang dialokasikan didalam periode yang bersangkutan atau dibebankan sebagai penghasilan berkala. Sebagai 100 Aktiva Tidak Berwujud .2.3 Hak Menggunakan Fasilitas (Franchise) Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemerintah suatu hak istimewa untuk menggunakan fasilitas tertentu. Pembayaran ini mungkin jumlahnya tetap atau berubah-ubah dikaitkan dengan penghasilan.000.4 Merek Dagang Suatu Merek dagang adalah nama. Hak ini dapat diberikan untuk beberapa tahun.” 8. maka harga perolehan aktiva tersebut akan tetap disajikan dalam neraca.2. Harga perolehan hak cipta dapat dihapuskan sekaligus dengan pertimbangan konsevatif atau dibebankan menurut taksiran umur hak cipta tersebut. pengertian hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. istilah. Sony Corporation menyatakan kebijakan amortisasinya yang berkaitan dengan aktiva seni artistik dan aktiva tidak berwujud musik : “Aktiva Tidak Berwujud yang terutama terdiri atas kontrak artis dan katalohg musik. Jika hak cipta tersebut dibeli. Hak ini diberikan untuk beberapa tahun dan ada kemungkina dapat diperpanjang.000 Rp 20.

Aktiva Tidak Berwujud 101 . Dicatat sebagai aktiva tidak berwujud bila sewa tersebut dibayar untuk periode yang cukup lama. Pembayaran dimuka untuk jangka waktu beberapa tahun dapat dibukukan dengan dua cara yaitu : a. biaya pembeliannya harus dicatat sebagai aktiva. Namun. Perusahaan bisa melindungi merek dagang mereka dengan mendaftarkannya untuk jangka waktu 10 tahun kemudian memperbaharuinya lagi untuk jangka waktu 10 tahun setelah masa yang pertama berakhir. biaya hukum yang muncul dalam kaitannya dengan pendaftaran merek dagang ke pemerintah federal harus dicatat sebagai aktiva. sehingga tidak diamortisasi selama umur manfaat tidak seperti halnya pada aktiva tidak berwujud. logo Cocacola yang berwarna merah dan putih adalah sebuah contoh merek dagang. Jika Merek dagang dibeli dari perusahaan lain. Biaya merek dagang dalam banyak kasus biasanya mempunyai umur manfaat yang tak terbatas. maka nilainya harus turun dan kerugian harus diakui.5 Hak Menyewa Yang dimaksu dengan hak menyewa (leasehold) adalah hak menyewa suatu aktiva dalam jangka panjang menurut perjanjian sewa menyewa. Ketika merek dagang mengalami penurunan nilai akibat persaingan atau situasi lain. Oleh karena itu. Biaya sewa yang dibayar dimuka atau dicatat kedalam aktiva tidak berwujud secara berkala harus mengalokasikan jumlah beban sewa periodik. pos ini tidak disajikan di neraca sebab biayabiaya hukum yang terkait jumlahnya tidak material. Dicatat sebagai sewa dibayar dimuka yang penyajiannya didlam neraca termasuk kelompok aktiva lancar b. Sama seperti hak cipta. Berdasarkan undang-undang-undang federal. Sebagian besar perusahaan menandai merak dagang mereka dengan tanda ® pada iklan-iklan dan produk-produk mereka. Bila pembayaran sewa dilakukan setiap periode.2. 8. sekalipun merek cocacola memiliki nilai yang sangat tinggi. Amortisasi dapat dilakukan dengan metode garis lurus .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I contoh. merek dagang harus selalu diuji secara berkala untuk penurunan nilainya. maka biaya sewa ini akan dibebankan kedalam periode yang bersangkutan.

2. Pembelian suatu perusahaan yang berjalan merupakan hasil penawaran untuk menetapkan harga yang sebenarnya untuk goodwill. Dalam menerapkan taksiran pendapatan yang akan datang guna menentukan nilai goodwill ada beberapa cara yang dapat ditempuh : 1. Tetapi untuk laba atau rugi yang bersifat luar biasa atau yang jarang terjadi. Dasar untuk mencapai suatu harga goodwill antara lain : 1. nama baik. Dasar yang umumnya dipakai sebagai dasar penetapan adalah harga pasar atau jumlah yang diperkirakan dapat direalisasikan dari aktiva tersebut. Pembelian b.6 Goodwill Goodwil atau muhibah adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu perusahaan akibat letak perusahaan yang sangat strategis. Menurut akuntansi yang dimaksud dengan goodwill adalah kemampuan untuk memperoleh laba diatas normal dikarenakan pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. Selisih antara jumlah uang yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva merupakan nilai goodwill. maka jumlah-jumlah ini harus dikeluarkan dari pendapatan yang lalu. nama yang sudah terkenal. pimpinan yang cakap. Taksiran pendapatan pada masa yang akan datang 2. Transaksi-transaksi perusahaan seperti penggabungan (merger). Timbulnya goodwill diakibatkan oleh : a. Yang ditinjau adalah taksiran pada masa yang akan datang yang bagaimanapun tidak akan terlepas dari kegiatankegiatan dari periode yang lalu. Kapitalisasi kelebihan pendapatan rata-rata 102 Aktiva Tidak Berwujud . Penetapan tingkat pendapatan yang normal 3. Penggunaan pendapatan yang akan datang untuk menentukan suatu nilai goodwill.2. perubahan bentuk perusahaan (reorganisasi). Penilai aktiva perusahaan di luar goodwill 4. Kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata. organisasi yang baik. Kelebihan laba ini merupakan daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya kedalam perusahaan yang bersangkutan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 8. pembelian sebagian perusahaan atau perubahan pemilikan firma. dan lain-lain. reorganisasi. Pendapatan yang lalu merupakan patokan yang cukup baik guna menentukan nilai suatu goodwill.

000 5 Misalnya pendapatan untuk tahun yang akan datang ditaksir sejumlah Rp 30.000.000.000 – (30.000 Tahun 2006 Rp 27. Selanjutnya bila terjadi selisih antara jumlah yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva perusahaan yang dibeli. Misalnya dari investasi yang diharapkan jumlah pendapatan sebesar 10%. Tarif ini menunjukkan hasil yang akan diharapkan dari jumlah yang diinvestasikan.000.000.000 dan jumlah hutang berjumlah Rp 30.000.000 : 0.000 Taksiran nilai aktiva : 240. Kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata Jumlah yang dibayarkan untuk suatu perusahaan dapat ditetapkan dengan mengkapitalisasi pendapatan yang diharapkan pada masa mendatang dengan jumlah investasi yang dibutuhkan.600.000 x 100/10 = 300.000 berarti perusahaan tersebut dinilai sebesar Rp 240. Dari perhitungan ini.000.000 Pendapatan rata-rata Rp 153. Kapitalisasi taksiran pendapatan yang akan datang ditung dengan menerapkan tarif tertentu.000 Jika dalam contoh ini pendapatan yang diharapkan sebesar 12.000.000.000 Tahun 2007 Rp 36. maka jumlah yang dibayarkan serta goodwill perhitungannya tergambar sebagai berikut : Jumlah yang dibayarkan : 30.000 Tahun 2005 Rp 27.000.000.000. 103 Aktiva Tidak Berwujud .000.000.000.000 Jumlah Rp 153.000 Goodwill = 60. jumlah aktiva bersih (net assets) tanpa memasukkan nilai goodwill dinilai sebesar Rp 270.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Misalnya : Perseoran Terbatas “KURNIA JAYA” telah memperoleh laba bersih selama 5 tahun (tidak termasuk pos-pos yang bersifat luar biasa) sebagai berikut : Tahun 2004 Rp 30.000 = Rp 30.000.000 Tahun 2008 Rp 33.000. maka selisih tersebut merupakan goodwill.000 1.125) = 0. Pada tanggal 1 januari 2009.5% dan pendapatan ditaksir Rp 30.000. maka perusahaan tersebut tidak mempunyai goodwill.

000 goodwill Ilustrasi diatas mengabaikan bahwa nilai taksiran aktiva neto yang ditetapkan perusahaan oleh perusahaan X jauh melebihi nilai aktiva perusahaan Y. Kebutuhan pendapatan yang layak dari aktiva netto b.000 Taksiran aktiva neto 15.000.000 45.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2.000.000. Angka ini berasal dari perhitungan : Perusahaan X Perusahaan Y 75.000.000 dan perusahaan Y sebesar Rp 45. maka goodwill untuk perusahaan X adalah sama yaitu sebesar Rp 15.000 Taksiran aktiva netto Taksiran pendapatan netto Jika taksiran pendapatan tersebut dihitung pada tingkat 8% baik untuk perusahaan X atau perusahaan Y.000.000.000. maka nilai masing-masing perusahaan akan menjadi Rp 75.000.000 30.000.000.000 6. maka aktiva dari perusahaan yang dibeli harus dilakukan penilaian dan selisih dengan jumlah uang yang dibayarkan dicatat sebagai goodwill. Kapitalisasi kelebihan pendapatan rata-rata Perhitungan goodwill dengan metode ini didasarkan pada pendapatan bersih rata-rata dan nilai aktiva yang dibeli. Hal ini cukup beralasan dikarenakan pengharapan suatu tingkat pendapatan dari investasi bila dibandingkan dengan pendapatan yang diharapkan dari jumlah lain yang diperoleh.000.000.000 6.000. Sebagai 104 Aktiva Tidak Berwujud .000 75.000. Untuk jelasnya. Setiap kelebihan dianggap berasal dari goodwill Jika suatu perusahaan dibeli tanpa perhitungan goodwill secara tegas. Perusahan X 60. Besarnya pendapatan dari nilai bersih aktiva dan besarnya pendapatan dari goodwill diabaikan.000 Jumlah taksiran aktiva neto 8% 60.000. Cara penetapan yang lebih baik seharusnya memperhatikan faktorfaktor berikut : a.000 Perusahaan Y 30. dibawah ini diberikan dua perusahaan sebagai bahan ilustrasi.

500 Nilai harta yang diperoleh Jumlah goodwill Jurnal : Dr.000.per lembar.000.000 Goodwill yang umurnya diperkirakan tidak terbatas akan dibukukan sebesar harga perolehannya.000. Amortisasi atas goodwill dilakukan dengan alasan.000.000 x 26.000 = 18. Dengan sebuah perusahaan yang nilai aktivanya ditaksir Rp 512.000.000 = 512. Goodwill dapat mengalami kegoncangan yang cukup berarti sehingga sering tidak mempunyai hubungan secara kontinyu dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada saat pembentukannya. antara lain : a.000 Perhitungan : Nilai saham 20. Goodwill merupakan hasil menurut harapan atas pendapatan pada masa yang akan datang sehingga amortisasinya akan dilakukan menurut prosedural normal.000. Berarti bila umurnya terbatas secara periodik akan dilakukan amortisasi.000 lembar saham biasa nominal Rp 25. suatu perusahaan menukarkan 20. Dibebankan sebagai biaya dengan anggapan berkaitan dengan penghasilan secara periodik.000 500. c. Aktiva 512.000.000 30. Nilai goodwill yang dibeli tidak mempunyai eksistensi secara kontinyu yang dapat diukur secara terpisah setelah diadakan penggabungan dengan perusahaan yang membelinya. yang harga pasarnya Rp 26. d. Aktiva Tidak Berwujud 105 .000.000. Berkurangnya nilai goodwill dapat dianggap sebagai : a. Goodwill dianggap suatu aktiva yang tidak searah dari sudut penanam modal.500 per lembar.000 Cr Saham Cr Laba penjualan saham = 530.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I contoh.000 Dr Goodwill 18. akan tetapi bila keadaan tersebut menuju kearah yang mengurang maka akan diadakan penyesuaian terhadap jumlah goodwill tersebut.. Elemen-elemen yang bersifat tidak biasa (extra ordinary) b. b.

000.000. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah : Dr.000 30.500 (1. Aktiva tidak berwujud biasanya dilaporkan dalam bagian terpisah pada neraca setelah bagian aktiva tetap.3 Penyajian Aktiva Tidak Berwujud Bagaimana aktiva tidak berwujud harus dilaporkan dalam laporan keuangan? Jumlah beban penyusutan dan amortisasi dalam suatu periode harus dilaporkan secara terpisah dalam laporan laba rugi atau diungkapkan pada catatan kaki.120 25. Saldo setiap kelas aktiva tidak berwujud yang utama harus diungkapkan dengan jumlah setelah amortisasi hingga tanggal laporan keuangan. 40.750) 24.000 8.000) untuk menurunkan nilai goodwill yang berhubungan dengan penggabungan usaha (merger) antar AOL dan Time Warner. Aktiva Lancar Kas Perlengkapan kantor Jml Aktiva lancar II. PT MERAH MAROON Neraca Per 31 Desember 2008 Aktiva I.000. Berikut ditampilka sebagian neraca yang mencantumkan aktiva tidak berwujud. Kerugian Penurunan nilai Goodwill 54.750 35.000.820 300 41.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Contoh : Time Warner mencatat kerugian terbesar dalam sejarah perusahaan (hampir 54.000.000 106 Aktiva Tidak Berwujud . Penjelasan umum mengenai metode yang digunakan dalam menghitung penyusutan juga harus dilaporkan.000. Aktiva Tetap Peralatan kantor (AK peny peralatan) Nilai buku Peralatan Kantor III. Aktiva Tidak berwujud Paten Goodwill Jumlah Aktiva Tidak berwujud Kewajiban & Modal Rp.000 Cr Goodwill 54.000 65.

penjualan atau mengawasi penemuannya Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. pengertian hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemerintah suatu hak istimewa untuk menggunakan fasilitas tertentu Suatu Merek dagang adalah nama. Aktiva tidak Berwujud adalah aktiva yang tidak mempunyai bentuk fisik. Amortisasi dilakukan dengan mendebet rekening beban dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan atau akumulais amortisasi. nama baik. tergantung pada umur aktiva tersebut. Goodwil atau muhibah adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu perusahaan akibat letak perusahaan yang sangat strategis. organisasi yang baik. 6. Paten adalah suatu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak yang menemukan (inventor) sehingga si penemu dapat mengendalikan pembuatan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasikan perusahaan dan produknya. 4. Aktiva Tidak Berwujud 107 . dan lain-lain. 2. pimpinan yang cakap. 5. Selama umurnya. 7. nama yang sudah terkenal. Aktiva ini dapat berbentuk hak-hak khusus yang diharapkan menyumbang pendapatan yangh diperoleh perusahaan. istilah. harga perolehan aktiva tidak berwujud mungkin diamortisasikan. Menurut akuntansi yang dimaksud dengan goodwill adalah kemampuan untuk memperoleh laba diatas normal dikarenakan pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. mungkin juga tidak. 3.

Uang Tunai E. Semua betul Yang termasuk Golongan Aktiva Tak Berwujud adalah: A. Berapa Lama biaya paten yang dipreoleh melalui pembelian diamortisasi ? Secara umum bagaimana perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan ? Bagaimanakah goodwill dianortisasi ? Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Manakah dari berikut ini yang merupakan Aktiva Tidak Berwujud: A. Goodwill C. Peralatan kantor D. Tagihan Aktiva Tidak Berwujud 2. Persediaan Barang C.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. Franchise E. 108 . 2. Patent B. Patent B. 3. Copyright D.

000 guna menyelesaikan secara resmi pendirian perseroan ini. Biayabiaya pendirian perseroan ini akan diamortisasikan selama jangka waktu maksimum yang diijinkan.000 board feet. Diminta : a.120. Hak pengolahan hasil hutan dibeli seharga $820.Honorarium pelawak inni sebesar Rp 500. Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban amortisasi atau deplesi bagi masing-masing pos. Kandungan kayu diperkirakan berjumlah 4. Amortisasi dilakukan untuk setengah tahun.500.000 dan biaya sertifikat saham sebesar Rp 1.000. Tentukan Jumlah beban amortisasi atau deplesi untuk tahun berjalan bagi masing-masing pos diatas.000 pada tanggal 10 April.000 dibeli tanggal 18 Januari b.000 dan biaya pamflet serta hadiah-hadiah gratis yang diberikan berjumlah Rp 350.600 dikeluarkan pada tanggal 5 juli dalam upaya mendapatkan paten yang memiliki estimasi umur manfaat 8 tahun.000.000 board feet kayu telah dipotong. Data-data yang berkaitan dengan perolehan hak pengolahan hasil hutan dan aktiva tidak berwujud selama tahun berjalan yang berakhir 31 Desember adalah sebagai berikut : a. Perseroan Terbatas “Mahabarata” yang baru saja berdiri telah melakukan transaksi yang tergambar sebagai berikut : Jan 10. Selama tahun berjalan. Telah dibayar biaya menurut hukum sebesar Rp 3. b. Aktiva Tidak Berwujud 109 . Goodwill yang bernilai $29.500. Tindakan ini guna menciptakan goodwill atas perusahaan. Biaya administrasi dan legal sebesar $ 225. 550. Jan 24 Telah dibayar beberapa pelawak guna menarik pengunjung.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Latihan Kasus 1. 2. c.

Biaya pendaftaran paten Rp 7. Buatlah jurnal transaksi tersebut.000 Diperkirakan dalam lima tahun mendatang telah timbul pengembangan proses yang lebih baik oleh perusahaan lain.Biaya penggunaan dan lisensi Rp 250. Sajikan rekening aktiva tidak berwujud dalam neraca secara baik per 31 Desember.800.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Mar 7 Telah didaftarkan paten untuk produk yang telah dikembangkan dengan perincian sebagai berikut : . Biaya pembangunan berjumlah Rp 32. Penemuan ini akan menimbulkan usangnya penemuan paten dari perusahaan. Juli 2 Dibuat satu bangunan untuk tempat membuat modelmodel percobaan untuk pengembangan penelitian pada masa yang akan datang.000.000.000 selama 1 tahun. Diminta : 1. Des 31 Gaji seorang insinyur dan seorang ahli kimia untuk pengembangan produk berjumlah Rp 24. 110 Aktiva Tidak Berwujud . Perusahaan memperhitungkan amortisasi untuk satu tahun penuh dalam tahun perolehannya. Des 31 seluruh aktiva tidak berwujud diamortisasikan. 2.000 .000 yang akan disusutkan untuk 10 tahun dengan metode penyusutan garis lurus.

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan proses depresiasi aktiva tetap Mahsiswa mampu menjelaskan proses deplesi Penyusutan dan Deplesi 111 . 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PENYUSUTAN DAN DEPLESI Overview Depresiasi adalah sebagian dari harga peolehan aktiva tetap secara sistematis akan dialokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi sedangkan deplesi adalah berkurangnya harga perolehan sumber-sumber alam yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam tersebut menjadi persediaan Tujuan 1.

Istilah ini tidak pula dapat diterapkan untuk berkurangnya nilai aktiva akibat ketinggalan mode atau usang. suatu saat harus disingkirkan karena tidak dapat dipergunakan. 112 . Harga Pokok Aktiva Harga Pokok aktiva yaitu semua pengeluaran untuk memperoleh aktiva sampai aktiva tersebut siap dipakai. Istilah depresiasi khusus digunakan untuk menunjukkan alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti. Karena itu harga perolehan dari aktiva tersebut secara sistematis dialokasikan menjadi biaya untuk setiap periode akuntansi. Taksiran umur ekonomis Taksiran umur ekonomis suatu aktiva dipengaruhi oleh pola pemakaian dan kebijakan yang dianut oleh perusahaan dalam perbaikan. Taksiran ini bisa dijabarkan dalam satuan periode Penyusutan dan Deplesi 3. Penetapan nilai sisa ini tergantung pada kebijaksanaan perusahaan. dan lain-lain. Kenyataannya nilai sisa ini diabaikan dengan alasan nilainya relatif kecil dan sulit untuk mengadakan penaksiran secara tepat.2 Faktor-faktor dalam menentukan biaya penyusutan Dalam menentukan biaya penyusutan secara berkala perlu diperhatikan beberapa faktor antara lain : 1. Nilai Sisa Nilai sisa adalah suatu nilai yang ditaksir dan diharapkan dapat direalisir pada saat aktiva tersebut tidak dapat dipergunakan lagi. Demikian pula kapitalisasi yang dilakukan setelah aktiva tersebut dipakai.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 9. 2. sepert gedung. dan kegugusan. penurunan/kemerosotan. Pengalokasian ini ditetapkan menurut umur dari aktiva tersebut. Penyusutan (depresiasi) menyatakan taksiran mengenai penurunan jasa-jasa potesial dari aktiva selama umurnya.1 Penyusutan (Depresiasi) Secara berangsur-angsur aktiva yang dipakai walaupun telah dilakukan perbaikan nanti. peralatan. Jelaslah bahwa penyusutan tidak dipakai untuk menyatakan penurunan nilai pasar dan juga tidak pula menyatakan perubahan fisik. Istilah ini tidak dapat dipergunakan untuk menyatakan biaya untuk pemakaian aktiva-aktiva yang aus yang disebut deplesi dan juga tidak untuk aktiva tak berwujud yang disebut amortisasi. 9. mesin.

Metode garis lurus b. Metode Jam jasa b. Metode Berdasarkan Faktor Waktu a. 3. Metode saldo menurun 3. ketelitiannya ditentukan oleh ketiga faktor tersebut diatas. kerusakan dan kehancuran) dan keausan fungsionil (ketidakmampuan memenuhi kebutuhan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I waktu. 9. Metode Penyusutan Garis Lurus Metode penyusutan garis lurus ini sangat sederhana dan paling banyak diterapkan. perubahan permintaan dan kemajuan teknologi) Biaya penyusutan yang merupakan suatu taksiran. Metode unit Produksi Metode tarif kelompok dan tarif gabungan : a. Penyusutan dan Deplesi 113 . Ketelitian penetapan biaya penyusutan dengan sendirinya akan dipengaruhi perhitungan besarnya laba rugi perusahaan untuk setiap periode.3 Metode Perhitungan Penyusutan (Depresiasi) Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban depresiasi secara periodic. Metode beban menurun 1. Penerapan metode ini didasarkan anggapan yaitu : a) Biaya tidak dipengaruhi oleh produktivitas atau penyimpangan efisiensi. Penyusutan kelompok b. Metode saldo menurun dua kali Metode berdasarkan faktor pemakaian : a. Metode-metode tersebut adalah : 1. Metode jumlah angka tahun 2. atau satuan jam kerja. 1. Metode berdasarkan Faktor Waktu : a. Metode dana yang dialihkan 2. Dalam menaksir umur perlu dipertimbangkan penyebab keausan fisik (gugus. Metode anuitas b. Penyusutan Gabungan Metode berdasarkan faktor lainnya : a. keausan. kemunduran. 4. unit.

000 114 Penyusutan dan Deplesi .000 9.000 5 9.000 36.000 45.000 1 9.000 41.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I b) Biaya pemeliharaan dan perbaikan untuk setiap periode jumlahnya relatif stabil c) Kegunaan ekonomis dari aktiva menurun proporsional setiap peiode.000 27. Penyusutan per tahun : = = HP – NS N 50.000.000.000.000 Jumlah Penyusutan dan akumulasi penyusutan mesin disusun dalam bentuk tabel tergambar sebagai berikut : Akhir Biaya Penyusutan Akumulasi Nilai Buku Tahun Ke (debet) Penyusutan (kredit) 50.000 – 5.000.000 5.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000.000.000.000 32.000.000..000 2 9.000.000.000 23. Jumlah penyusutan tahunan: Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran umur kegunaan Sebagai contoh: Satu unit mesin telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000 14.000.000.dengan nilai sisa Rp 5.000.000..000 5 9.000.000.000.000 45.000.000 18.000.000 3 9.000.000 4 9.000.000.000.

000.000= 15. Selanjutnya perhitungan penyusutan dimulai dari angka tertinggi dari umur aktiva yang bersangkutan dan selanjutnya menurun secara berurutan. Nilai buku setiap akhir tahun menurun sehingga akibatnya menimbulkan beban penurunan beban penyusutan. b.000 42.000..000 4 2/15 x 45. dan untuk aktiva tetap yang dipengaruhi oleh perjalanan waktu dan bukan oleh tingkat pemakaian.000. Tarif ini dihitung dengan rumus : N ( N  1) 2 15  5(5  1) 2 Penyusutan dan Deplesi 115 . Metode garis lurus sebaiknya digunakan untuk menghitung penyusutan gedung.000 36.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dalam penerapan metode garis lurus.000.000 27.000 1 5/15 x 45.000.000.000.000.000 8.000. Jumlah penyebut dilakukan dengan menjumlahkan angka tahun : 5+4+3+2+1 = 15 Atau dengan rumus S Perhitungan biaya penyusutan tersebut dapat diikhtisarkan kedalam daftar seperti berikut : Akhir Biaya Penyusutan (debet) Akumulasi Nilai Tahun Penyusutan Buku Ke (kredit) 50. perhitungan biaya penyusutan dengan cara mengalikan persentase (tarif) tertentu dengan nilai buku aktiva.000 b) Metode saldo menurun Dalam penerapan metode ini.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000= 9.000.000 5.000.000 5 1/15 x 45.000 23.000.000 15. Metode Penyusutan dengan Beban Menurun a) Metode Jumlah Angka Tahun Metode ini diterapkan dengan menjumlahkan angka-angka dari taksiran umur ekonomis.000.000.000. penyusutan merupakan biaya yang tetap setiap periode.000.000 45.000 45.000.000 35.000 14.dengan nilai sisa Rp 5.000 3 3/15 x 45.000= 12.000.000.000= 3.000.000. alat-alat kantor.000.000= 6.000.000. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000.000 2 4/15 x 45.

dengan nilai sisa Rp 5. sedangkan selisih yang terjadi menjadi tidak berarti atau tidak penting.9% x 50.346.001.926.310 Nilai Buku 50.950 7.370 2.050= 36.550.908.979 7.000.9% x 7.000.391 44.369 atau 36.908.9% x 12. 116 Penyusutan dan Deplesi .000. Karena nilai buku selalu menurun maka beban depresiasi juga selalu menurun.073.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Tarif = 1 n Dimana : NS HP n = umur ekonomis NS= Nilai sisa HP= Harga Perolehan Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000= 36.021 42.000 11.000. Selanjutnya persentase ini dikalikan dua dan setiap tahunnya dikalikan dengan nilai buku aktiva tetap.071 4.9% x 19.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.050 12.979= 36.dengan nilai sisa Rp 5.690 Akhir Tahun Ke 1 2 3 4 5 Biaya Penyusutan (debet) 36.000.000.000 30.9% x 31.000= 36.450.091.000.635.000.561..450.998.561.000 19.000..dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.550.924. c) Metode saldo menurun dua kali Beban depresiasi yang setiap tahunnya menurun akan dihitung dengan dasar persentase depresiasi metode garis lurus. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.9 % 50.609 5.000.000 31. Tarif = 1 5 5 = 0.609 = 18.438.919 44. tarif diatas dapat dibulatkan sehingga diperoleh kepraktisan dalam perhitungannya.000.998.926.310 Karena Penyusutan merupakan taksiran beban.641.000 Akumulasi Penyusuta n (kredit) 18.950 37.

ada perbedaan selisih sebesar 1.000.000= 12.800.000.000= 20.000. sehingga penyusutan setiap tahun mengalami perubahan.000.000 46.000 3 40% x 18.000 6.000.000= 4. Harga perolehan akan disusutkan sebesar jumlah jam jasa yang terjadi dalam periode tertentu.320. Beban penyusutan per unit dihitung dengan rumus Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran Jumlah Jam Jasa Penyusutan dan Deplesi 117 . a. dan taksiran jam jasa selama 5 tahun tersebut sebesar 10.000 3.000.480.112.000).000 20.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000.000= 7.000.000.000 1 40% x 50.000.000 30.000 = 2.000 – 3.888.592.000 45.800.000.112.000 10.000.dengan nilai sisa Rp 5.000 32. Metode Berdasarkan Faktor Pemakaian Penerapan metode ini ditaksir dalam satuan jumlah jam jasa dan unit produksi.000 43..000 4 40% x 10.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Penyelesaian : Tarif Penyusutan tiap tahun : 100% : 5 = 20%. 2. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000 2 40% x 30.000. Metode Jam Jasa Syarat penerapan metode ini yaitu harus dihitung jumlah tahun pemakaian dalam jam-jam jasa.000 (5.320. 20% x 2 = 40% Akhir Biaya Penyusutan (debet) Akumulasi Nilai Buku Tahun Penyusuta Ke n (kredit) 50.480.000 jam.000 39.912. lalu dikalikan dengan tarif penyusutan guna memperoleh beban penyusutan.000.200.888.000 5 40% x 6.000 Berdasarkan hasil perhitungan diatas.000000 18.000.

000 18.000 5.000 8.000.dan taksiran kapasita produksi 200.000 41.000 = Rp 450.900.000 10.000.000 30..000.000.000 25.dengan nilai sisa Rp 5.000 15.000 Nilai Buku 50.600.000 46.500.000 x 3.000 x 13.000.000 10. Metode Unit Produksi Cara penerapan metode ini hampir sama dengan metode jam jasa. Beban penyusutan per unit dihitung dengan rumus Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran unit produksi 118 Penyusutan dan Deplesi .000 37.000.000. hanya perbedaannya penaksiran dilakukan untuk jumlah unit dari aktiva tersebut selama masa hidupnya.500.000.000 unit.000 8.000 31. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.750.000 24.750.000.000 450 450 450 450 450 = = = = = 45..000 x 16.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Depresiasi  50.000.500.000 30.650.000 15.000 b.000 jam Biaya (debet) Penyusutan Akumulasi Penyusutan (kredit) 3.100.000 45.000 100.000 x 4.per jam Akh Thn 1 2 3 4 5 Jml jam jasa 8.000 x 6.250.400.000 37.600.000  5.500.

000.000 20.000 30.000 47.450.050. Perbedaan antara deplesi dan depresiasi adalah sebagai berikut: Penyusutan dan Deplesi 119 .000 x 9.000 40.250. 9.000 30.500.000 20.750.000  5.000 41.750.000.000 13.per unit Akh Thn 1 2 3 4 5 6 Unit Produksi 38.375..000 x 8.000 jam Biaya Penyusutan (debet) 38.4 Deplesi Deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) atau nilai sumber-sumber alam seperti tambang dan hutan kayu yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam menjadi persediaan.000 26.000 5. Untuk itu perlu dilakukan depresiasi dikreditkan ke rekening akumulasi depresiasi yang merupakan lawan dari rekening aktiva yang bersangkutan.000 200.000.000 40.000 14.000 36.000 Nilai Buku 50.000 225 225 225 225 225 225 = = = = = = Akumulasi Penyusutan (kredit) 8.000 36.550.000 47.000.000 = Rp 225.000 25.000 45.625.000.000.000 29.950.000 x 5.000 23.000 25.000 x 10.625.575.000 Pencatatan depresiasi dilakukan dengan mendebit rekening biaya dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan walaupun cara ini tidak akan memberikan gambaran yang jelas tentang harga perolehan aktiva dan jumlah depresiasi sampai periode tersebut.000.000.000 45.000 20.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Depresiasi  50. Dengan demikian maka di dalam neraca akan diketahui jumlah harga perolehan dan jumlah yang didepresiasikan.000 x 6.000 x 4.000.550.

00.000. sedangkan depresiasi merupakan pengakuan terhadap pengurangan manfaat ekonomi yang terjadi pada aktiva tetap. maka deplesi untuk tahun tersebut = 40.000.000 ton.000 x Rpl20.00. Deplesi digunakan untuk aktiva tetap yang tidak dapat diganti langsung dengan aktiva yang sama jika sudah habis. - - 9.00 = Rp4.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I - Deplesi merupakan pengakuan terhadap pengurangan kuantitatif yang terjadi dalam sumber-sumber alam.Rp2. Deplesi adalah pengakuan terhadap perubahan langsung dari suatu sumber alam menjadi barang yang dapat dijual. Deplesi per ton dihitung sebagai berikut: Deplesi   Rp120. Tanah tersebut sesudah dieksploitasi ditaksir bernilai Rp2. Jika kumpulan pengeluaran itu terlalu kecil maka dilakukan penilaian terhadap sumber alam tersebut. Untuk memudahkan pemahaman berikut disajikan ilustrasinya : Sebidang tanah yang mengandung hasil tambang dibeli dengan harga Rp20.00 120 Penyusutan dan Deplesi Rp20. barrel. Jika sumber-sumber alam maka harga perolehannya adalah pengeluaran sejak memperoleh izin sampai sumber alam itu dapat diambil hasilnya. sedangkan depresiasi adalah alokasi harga perolehan ke pendapatan periode yang bersangkutan untuk suatu service yang dihasilkan kecuali dalam perusahaan di mana depresiasi dihitung berdasar hasil produksi.000.800.000.000.000 ton. sedangkan depresiasi digunakan untuk aktiva tetap yang pada umumnya dapat diganti jika sudah habis. (c) Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi.00 per ton 150.000 Jika pada tahun pertama bisa dieksploitasi sebanyak 40. (b) Taksiran nilai sisa apabila sumber alam sudah selesai dieksploitasi.000.00 .5 Metode Perhitungan Deplesi Dalam perhitungan deplesi terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu : (a) Harga perolehan aktiva. Deplesi dihitung untuk tiap unit hasil sumber alam seperti tonase dan . Taksiran isinya sebesar 150.000.000 .000.

Akumulasi deplesi Cr. begitu juga untuk deplesi yang akan datang. Dari contoh sebelumnya biaya pembangunan bertambah sebesar Rpl. Demikian pula jika taksiran isi tambangnya berbeda dengan taksiran isi tambang yang dipakai dalam menghitung deplesi maka perhitungan deplesi perlu direvisi.000.800. Sesudah dieksploitasi dalam tahun kedua sebanyak 30.000 6. Akumulasi deplesi Rp4. dihitung lagi deplesi per unit kemudian dilakukan koreksi.000.000. Deplesi Cr.00.800. Dalam cara ini koreksi dilakukan seperti halnya dalam aktiva tetap. Pada saat diketahui adanya perubahan. Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) - Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat tidak dikoreksi.000 4.00 Rp4. tambang ditaksir masih mengandung 90. Contohnya deplesi yang lalu terlalu besar maka jurnal koreksinya sebagai berikut: Rpxx Rpxx Dr. tetapi deplesi untuk tahun berjalan dan tahun-tahun yang akan datang direvisi. Perhitungan deplesi tahun kedua sebagai berikut: Harga perolehan pertama ( . sedangkan biayanya ditaksir di muka pada waktu akan menghitung beban deplesidan pada kenyataannya biaya pembangunan berbeda dengan yang sudah ditaksir maka perhitungan deplesi perlu direvisi. Koreksi terhadap deplesi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat dikoreksi.000 ton. Deplesi tahun-tahun lalu tidak dikoreksi.000 ton.000 Rp2.000.800.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Jurnal untuk mencatat deplesi adalah : Dr.) Nila sisa Deplesi tahun pertama Rp20. tetapi deplesi tahun-tahun yang akan datang dilakukan dengan data yang terakhir.000 Penyusutan dan Deplesi 121 .000.800.800.00 Jika pembangunan sumber alam itu juga terjadi dalam masa eksploitasi.

000 90.00. Pada aktiva-aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan yang mengolah sumber-sumber alam.200.00 = Rp3.000.000 Deplesi per ton dalam tahun kedua = Rpl5. maka depresiasi aktiva tetap dapat dihitung dengan dasar taksiran hasil sumber alam.000 120.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I (+) Biaya pembangunan tahun kedua Jumlah yang akan dideplesi Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua Hasil eksploitasi tahun kedua (ton) Taksiran isi tambang pada akhir tahun kedua (ton) Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua (ton) Rp13. dan kegunaan aktiva itu terbatas sampai selesainya eksploitasi sumber-sumber alam. 122 Penyusutan dan Deplesi .800.00 :120. Deplesi tahun kedua = 30.00.000 Rp15.000.000 ton x Rp125.000.000 = Rp125.000 1.750.000.000 30.

perubahan permintaan dan kemajuan teknologi Sedangkan biaya depresiasi akan dipengaruhi oleh beberapa aspek sebagai berikut : 1. Faktor-faktor fungsional yaitu ketidakmampuan memenuhi kebutuhan. Jelaslah bahwa penyusutan tidak dipakai untuk menyatakan penurunan nilai pasar dan juga tidak pula menyatakan perubahan fisik. Faktor-faktor fisik yaitu usang karena dipakai dan umur serta kerusakan b. 2. Harga perolehan (cost) 2. 4. Masa manfaat Terdapat beberapa metode yang sering digunakan untuk menghitung beban depresiasi secara periodic. Metode-metode tersebut adalah : 1) 2) 3) 4) 5) Metode garis lurus Metode jumlah angka tahun Metode saldo menurun dua kali Metode Jam jasa Metode unit Produksi 3. Nilai sisa atau residu 3. Deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) atau nilai sumbersumber alam seperti tambang dan hutan kayu yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam menjadi persediaan. sepert gedung. Penyusutan dan Deplesi 123 . mesin. Istilah depresiasi khusus digunakan untuk menunjukkan alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. peralatan. dan lain-lain. Penyusutan (depresiasi) menyatakan taksiran mengenai penurunan jasajasa potesial dari aktiva selama umurnya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan depresiasi diantaranya adalah : a.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. Jelaskan cara-cara yang anda ketahui ? 124 Penyusutan dan Deplesi . 3. Jelaskan perbedaan antara depresiasi dengan deplesi yang anda ketahui ? 2. 5. 4. jelaskan ? Metode depresiasi yang menghasilkan jumlah depresiasi yang selalu menurun dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi depresiasi ? Sebutkan pertimbangan apa yang digunakan dalam memilih metode depresiasi? jelaskan jawaban anda ? Mengapa perlu dilakukan depresiasi terhadap aktiva tetap berwujud?.

000.000 B. 6.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! Tanggal 18 Desember 2008 dibeli Mesin Rp 55. 5.850.250.700.000.000 E.000 C. 1.250.000 C. 15. biaya angkut Rp 100.850.000 B. 30. 15.000. 9.000. PPn 10% dari Harga Beli.000. Penyusutan dan Deplesi .000.000 D.000 3. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Garis Lurus adalah sebesar : A. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Jumlah Angka Tahun adalah sebesar : A.000.500.000.000 D.000 D.000 E. 5.000 E. 30. 15.000 dan Biaya Asuransi 2% dari Harga beli mesin.000 B. dengan menggunakan metode saldo menurun (dua kali tarif garis lurus) untuk tahun kedua pemakaian 125 4. 30. 12.000.000 C. 6. 6. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Double Declining Balance adalah sebesar : A.330. 24.000 Berapa Jumlah penyusutan.850.255.330.000 2. Umur Ekonomis mesin selama 4 Tahun dengan nilai sisa sebesar Rp 1. 24.

Metode garis lurus untuk tahun 2006.00 pada tanggal 1 April 2006. 126 Penyusutan dan Deplesi .400 jam dan dapat menghasilkan 4.000 jam. PT Aura Abadi membeli mesin seharga Rp3.000 unit produk dan diperkirakan akan dapat digunakan untuk berproduksi selama 30. $ 4. $ 6. Diperkirakan mesin tersebut akan berumur 10 tahun. Metode jumlah angka tahun untuk tahun 2006. c. dan mempunyai nilai residu sebesar Rp400.000 D.400. Metode hasil produksi untuk tahun 2006. $ 3.000. Dalam tahun 2006 PT Aura Abadi menggunakan mesin itu selama 2. d.00. Pertanyaan : Hitunglah biaya depresiasi dengan menggunakan setiap metode seperti di bawah ini dan PT Aura Abadi memberlakukan tahun kalender sebagai tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember. e. dengan estimasi nilai sisa $ 600 dan estimasi umur manfaat 3 tahun: A. $ 2. $ 400 Latihan 1.000.000 unit produk. a. Mesin ini diperkirakan akan dapat digunakan untuk memproduksi 60.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I peralatan yang berharga $ 9. b.000 C.000.000 B. Metode jam jasa untuk tahun 2006. Metode double declining balance untuk tahun 2007.000 E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful