Komite validasi

Tablet salut gula

DISUSUN OLEH

Adam Dzulfaqih Amri Bayyinah Endah Purnamasari Hesty Priska Aprina Maria Ulfa Ogy Andhika Putra Farmasi VII A

1081020000 108102000026 108102000002 108102000009 108102000008 108102000033

Pembimbing: Ibu Ova Suzanti Beta, M.Si, Apt

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Desember 2011

Pendahuluan Tablet salut adalah tablet yang disalut dengan satu atau lebih lapisan dari campuran berbagai zat seperti damar atau sintetik, gom, gelatin, pengisi yang tidak larut dan tidak aktif, gula, pemlastis, poliol, malam, zat pewarna yang diperbolehkan oleh peraturan, dan kadang-kadang penambah rasa serta zat aktif. Zat-zat yang digunakan sebagai penyalut biasanya diterapkan sebagai suatu larutan atau suspensi dalam kondisi dengan pembawa yang mudah menguap. Alasan penyalutan berkisar dari estetika juga untuk mengendalikan ketersediaan hayati zat aktif, meliputi: o Melindungi zat aktif dari lingkungan sekelilingnya (terutama udara, kelembapan, dan cahaya) untuk meningkatkan stabilitas. o o o Menutupi cita rasa dan aroma yang tidak menyenangkan. Meningkatkan kemudahan pasien untuk menelan produk. Menyempurnakan identitas produk dari pabrik manufaktur melalui perantara dan kepada pasien. o Mempermudah penanganan, terutama dalam jalur pengemasan / pengisian kecepatan tinggi dan perhitungan otomatis dalam apotek dan rumah sakit. o o Meniadakan debu sehingga meminimalkan kontaminasi silang. Mengurangi risiko interaksi antara komponen yang tak tercampurkan. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan zat (terutama zat aktif) yang disalut. o Menyempurnakan keutuhan mekanik produk karena produk yang disalut pada umumnya lebih tahan terhadap penanganan yang kasar, seperti goresan dan erosi. o o Memodifikasi pelepasan zat aktif, seperti salut enterik, kerja berulang dan lepas lambat. Melindungi zat aktif dari lingkungan cairan lambung dengan suatu salut enterik yang tahan asam. o Meningkatkan mutu penampilan tablet dengan penggunaan warna khusus dan mengkontraskan pencetakan logo. Proses penyalutan farmaseutik Salut gula dianggap sebagai suatu metode tertua untuk salut tablet, yang meiputi pengendapan larutan salut gula dalam air pada butir-butir tablet terutama menggunakan gula sebagai bahan mentah. Proses ini memakan waktu lama. Untuk melakukannya dibutuhkan gabungan dari bahan penyalut dalam jumlah yang besar an keterampilan operator. Akan tetapi, perbaikan formulasi dan

teknik pemprosesan telah mengurangi waktu produksi secara signifikan dalam waktu pemprosesan, dari beberapa hari menjadi kurang dari sehari. Komponen tablet salut  Tablet inti Tablet yang akan disalut disebut talet inti. Tablet inti harus memilikikarakteristik fisik yang baik. Dalam proses penyalutan, tablet berguling-guling didalam panci atau mengalir terjun dalam arus udara dari penyalut suspensi udara ketika konposisi salut diterapkan. Guna menahan erosi tablet yang kuat dari tabrakan dengan tablet lain atau dinding penyalut (panci salut), tablet harus mempunyai daya tahan terhadap goresan dan sumbing. Salut gula dengan kandungan zat padat yang tinggi lebih lambat kering dan dapat mengisi permukaan tablet yang sedikit tidak sempurna yang mungkin terjadi dalam fase dini proses penyalutan. Sebagai tambahan pada permukaan yang licin, bentuk fisik tablet juga penting. Apabila komposisi salut diterapkan pada suatu bets tablet dalam panci salut, permukaan tablet akan ditutup oleh penyalut selaput polimerik yang melekat. Sebelum permukaan tablet kering, penyalut yang diterapkan berubah dari suatu cairan lengket menjadi setengah padat yang sangat lekat, dan akhirnya menjadi permukaan kering yang tidak menempel. Tablet harus dalam gerakan yang konstan selama fase pengeringan dini sehingga tidak terjadi aglomerasi tablet. Bentuk tablet ini yang ideal untuk penyalutan adalah sferis (bulat), atau bulat cembung. Bentuk ini memungkinkan tablet berguling-guling bebas dalam panci penyalut dengan sentuhan tablet ke tablet yang minimal. Bentuk yang paling buruk adalah tablet segi empat permukaan datar karena bahan penyalut akan terkumpul diantara permukaan dan merekatkan tablet-tablet itu menjadi satu seperti tumpukan domino. Untuk alasan ini, jika tablet yang tablet yang disalut mempunyai permukaan yang semakin bulat atau semakin cembung masalah aglomerasi tablet yang dihadapi akan semakin berkurang. Formulasi tablet kempa meliputi banyak ingredien selain zat aktif untuk membuat suatu bentuk sediaan yang mudah dikempa, ulet dan cepat terdisolusi. Sifat permukaan tablet bergantung pada sifat kimia ingredien yang digunakan dalam formulasi. Agar penyalut melekat pada tablet, kompisis penyalut harus membasahi permukaan. Permukaan tablet yang hidrofob sulit disalut dengan penyalut berbasis air karena tidak membasahi permukaan. Komposisi formula penyalut dapat disesuaikan dengan cara menambahkan permukaan penyalut dan memperbaiki adhesi penyalut. Tablet inti harus sefera terdisintegrasi dalam saluran cernasetelah penyalut terlepas atau terlarut. Tablet inti yang disalut umumnya lebih lama terdisintegrasi jika dibandingkan

Meskipun popularitas salut gula semakin berkurang. Hal ini terjadi karena pori-pori tablet tertutup oleh penyalut sehingga menyulitkan cairan untuk berpenetrasi ke dalam tablet [ada waktu proses disintegrasi tablet. Penyalutan tablet merupakan penerapan suatu komposisi penyalut pada butir-butir tablet yang bergerak dengan menggunakan udara yang dipanaskan secara bersamaan guna mempermudah penguapan pelarut. salut gula terurtama menggunakan sukrosa (gula pasir) karena sukrosa merupakan satu dari sedikit bahan yang dapat menghasilkan penyalut yang licin. Produk salut gula menyenangkan secara estetik dan dapat diterima oleh konsumen yang luas. proses ini masih digunakan oleh berbagai industri farmasi yang telah berinvestasi dalam memoderenisasi proses secara lengkap karena banyak keuntungan dapat dicapai. Akan tetapi. Akan tetapi. SALUT GULA Pendahuluan Istilah “gula” merupakan istilah generik yang dapat memberi kemungkinan memerikan berbagai bahan mentah.  Penyalut Prinsip penyalutan tablet relatif sederhana. proses salut gula yang relatif sederhana proses ini mempunyai beberapa kekurangan. Proses tidak mahal. proses tidak sekritis proses salut selaput dan prosedur perolehan kembali lebih mudah dilakuakan. alat sederhana dapat digunakan. pada dasarnya kering. bermutu tinggi. Pada umumnya. misalnya  Ukuran dan bobot produk jadi mengakibatkan peningkatan biaya pengemasan dan pengiriman . dan bebas lekat pada akhir proses.dengan tablet yang tidak disalut. Distribusi penyalut dapat dicapai baik oleh gerakan tablet dengan cara tegak lurus (panci salut) atau vertikal (penyalut suspensi udara) pada penerapan komposisi penyalut. mencanakup      Bahan mentah tidak mahal dan mudah tersedia Bahan mentah mudah diterima secara langsung dengan sedikit masalah peraturan (mungkin dengan perkecualian zat pewarna).

Contoh bahan tambahan yang digunakan adalah 1. Untuk alasan ini.    Kerapuhan penyalut yang membuat tablet yang disalut rentan terhadap kerusakan yang mungkin terjadi jika salah ditangani. waktu pemrosesan telah dikurangi secara bertahap dengan mengadopsi teknik modern. Pencapaian mutu estetik yang tinggi sering memerlukan jasa operator penyalut yang dengan keterampilan menyalut yang tinggi. Pembentuk salut selaput (gom arab. Pengkilapan akhir yang dicapai dengan suatu tahap pemolesan dapat membuat pencetakan menjadi sulit. dan proses membuat otomatissai lebih sulit. bermacam-macam bahan tambahan dapat dimasukkan ke dalam tiap tipe formulasi. Kerumitan prosedur. Proses salut gula terdiri atas berbagai tahap dan dirancang untuk tercapai fungsi tertentu. senyawa selulosa) 4. Pewarna (pewarna yang larut air. titanium dioksida) 3. Karena penyalutan gula merupakan suatu proses dengan banyak tahap dan nilai estetika dari produk jadi yang disalut merupakan sasaran penting. lak aluminium. Akibatnya. termasuk dekumentasi. besi oksida. titanium dioksida) 2. produk yang telah disalut gula dengan keahlian dan keterampilan ini masih tetep merupakan sediaan paling elok diantara sediaan yang tersedia. Akan tetapi. talk. Selain itu. Pengisi (kalsium karbonat. gelatin. formulasi. Formulasi penyalut gula dalam air merupakan formulasi yang paling banyak digunakan. bahan utama yang digunakan dalam saut gula adalah sukrosa walaupun sukrosa ini dapat diganti dengan bahan lain seperti sorbitol untuk produk berkalori rendah ataupun produk diabetik. Antiadhesi (talk) . proses penyalutan juga telah dikembangkan dari seni menjadi proses yang lebih maju secara teknologi (termasuk otomatisai) dan dikendalikan agar mengikuti CPOB. Proses seperti ini telah mudah dicapai dengan reprodusibilitas tingkat tinggi dalam mutu dan daya guna produk jadi. proses salut gula sering berlarut-larut dan menjemukan. makin banyak industri farmasi sangat bergantung pada penggunaan tenaga kerja terampil. Bahan Mentah yang Digunakan dalam Salut Gula Sebagaimana diketahui. Walaupun proses salut gula berkaitan dengan kesulitan-kesulitan hakiki tertentu.

Penyegelan (sealing) Kebanyakan formulasi salut yang digunakan dalam proses salut dalam proses gula adalah akuosa. Salut segel diterapkan langsung pada inti tablet untuk maksud memisahkan ingredien tablet (terutama zat aktif) dan air (yang merupakan konsisten utama dari formulasi penyalut) untuk memastikan stabilitas produk yang baik. dan akhirnya merusak penampilan produk jadi. Kuantitas bahan yang diterapkan sebagai suatu salut segel akan bergantung terutama pada tablet dan ukuran bets. sedangkan inti tablet yang berpori dan merupakan absorben kuat diformulasikan untuk berdisintegrasi dengan cepat jika berkontak dengan air. Pemolesan (polishing) 7. Jika permukaan inti tidak dilindungi dengan baik. semua proses ini mengisyaratkan penerapan berulang cairan penyalut. Pelicinan permukaan (smoothing) 5. misalnya serbuk tabur. Pencetakan cap (printing) Walaupun tiap tahap ini beragam. Penyegelan dilakukan dengan menerapkan salut berbasis polimer dengan menggunakan sendok tuang besar (ladle) dalam panci atau teknik semprot pada permukaan inti tablet. Penyalutan dasar (subcoating) 3. Akhirnya.5. Surfaktan (sebagai zat pembasah dan zat pembantu dispersi) Walaupun kebanyakan formulasi salut yang digunakan dalam proses salut gula diaplikasikan dalam keadaan cair. Proses Penyalutan Gula Proses penyalutan gula yang khas meliputi tujuh tahap utama meliputi 1. .diterapkan dalam keadaan kering. Maksud penyegelan adalah memberikan perlindungan awal dan mencegah ingredien tablet inti berimigrasi kedalam penyalut. Pembesaran (grossing) 4. Penyalutan warna (color coating) 6. periode pengeringan dilakukan untuk menghilangkan lembap dari penyalut sebelum penerapan (pemberian) lapisan berikutnya. Penyegelan (sealing) 2. beberapa diantaranya. stabilitas produk jadi (fisika dan kimia) dapat rusak. Penambah rasa 6. Fungsi penyegelan yang kedua adalah memperkuat isi tablet. Tiap penerapan diikuti oleh suatu periode yang membiarkan tablet berguling-guling bebas guna memungkinkan kesempurnaan distribusi bahan penyalut.

penggunaan talk berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah. Dewasa ini. sebaiknya salah satu dari produk etanol denaturasi. penggunaan talk berlebihan hendaknya dihindari karena akan menyulitkan penyalut gula berikutnya untuk terikat pada permukaan salau segel. Apabila salut segel diterapkan dengan teknik sendok tuang. yaitu :   Membuat tablet lebih mudah tergelincir sehingga mencegahnya menggelinding sebagaimana mestinya dalam panci. Akan tetapi. Apabila menggunakan polimer yang tidak larut air sebagai dasar untuk formulasi penyalut segel. Walaupun selak telah digunakan secara universal. karakteristik pelepasan zat aktif dapat terpengaruh.Faktor penting lainnya adalah porositas tablet. Tablet yang sangat berpori akan cenderung mengisap larutan penyalut yang pertama diterapkan dan dengan demikian mencegah penyebaran larutan secara seragam pada permukaan tiap tablet dalam bets. Biasanya penerapan salut segel berpolimer satu lapis sudah cukup untuk memastikan bahwa ini tablet disegel secara efektif. Masalah ini dapat diminimalkan dengan penambahan PVP kedalam formulasi selak atau menggunakan salah satu dari polimer lain seperti PVAP. Jika ada kecenderungan terjadi salah satu masalah ini. Ada beberapa polimer yang dapat digunakan sebagai penyalut segel. hal ini biasanya dicapai dengan menggunakan salah satu dari polimer enterik (seperti PVAP atau CAP) sebagai dasar untuk salut segel dan dipastikan agar penyalutan tiap tablet dilakukan dengan sempurna. Kalau tidak. Jika produk jadi harus bersifat enterik. Salah satu masalah yang nyata adalah bahwa selak dapat berpolimerisasi pada penyimpanan sehingga karakteristik kelarutan penyalutan berubah. gunakan penyalut yang diperlukan dalam jumlah minimal guna memberi perlindungan yang sesuai. polivinil asetat ftalat (PVAP). Selain yang disebut diatas. misalnya selak. salah satu cara mengatasinya ialah mengganti sebagian atau semua talk dengan bahan lain seperti terra alba yang akan membentuk suatu permukaan yang sedikit lebih kasar.zein. penggunaan talk kurang disetujui karena kemungkinan bersifat karsinogenik. polimer ini dapat menyebabkan masalah. . dan selulosa ftalat asetat (CAP). terutama pada pinggirnya. dan Membuat permukaan tablet sulit dibasahi pada awal tahap penyalutan dasar (subcoating) sehingga pembentukan salaut (subcoat) pendukung tidak memadai sempurna. zat anti lengket seperti talk bebas asbes sering digunakan untuk meminimalkan risiko menempel (twinning) atau menggumpal. Polimer tersebut dilarutkan pada konsentrasi 15-30% b/b dalam suatu pelarut organik yang sesuai. hidriksipropilmetil selulosa (HPMC).

2). selain itu. Oleh karena itu. kaolin. Untuk mempermudah pembangunan ini. seperti talk. jelas dapat membantu penutupan yang efektif (gambar 10. Jika tidak teblet lebih sering menempel dan kemungkinan besar dapat dapat terjadi penutupan pinggiran yang tidak sempurna oleh subsalut (gambar 10. yakni proses laminasi dan formulasi suspensi salut dasar. Untuk mencapai hasil yang bermutu.1 di bawah ini . Walaupun bahan dan formulasi untuk larutan pengikat dan serbuk tabur beragam. Ada dua pendekatan utama pada proses penyalutan dasar yang sering dipraktikan. seperti tablet yang dikempa pada pons yang sangat cembung atau pons radius dwi rangkap. meliputi penerapan larutan pengikat dan serbuk tabur berselang-seling sampai lapis salut yang diperlukan tercapai. dan titanium dioksida. selama penyalutan dasar bahan penyalut harus menutup sudut tablet dan pinggir tablet secara efektif. kalsium karbonat. kalsium sulfat. atau salah satu turtunan selulosa juga dapat dimasukkan guna menyempurnakan keutuhan struktur salut. seleksi bentuk tablet yang sesuai harus dilakukan. formulasi salut dasar hampir selalu mengandung pengisi dalam konsentrasi tinggi. mungkin yang paling tua dari kedua teknik yang digunakan.Penyalut Dasar (Subcoating) Penyalutan dasar adalah tahap inti pertama dari proses gula yang membuatkan pinggiran tablet dan menambah bobot inti. ketebalan pinggiran tablet perlu perlu diminimalkan.1). gelatin. beberapa formula khas ditunjukkan dalam tabel 10. masing-masing pendekatan mempunyai keistimewaan dan keuntungan yang jelas. Selain itu. Setiap kelemahan dalam salut gula akhir sering disebabkan oleh kelemahan dalam salut dasar. Proses Laminasi Proses laminasi. Bentuk tablet dengan sudut minimal. Salut dasar juga membuat pondasi untuk proses salut gula yang masih akan dilakukan. pembentuk film pembantu seperti akasia.

Kekurangan serbuk tabur dapat meningkatkan resiko terjadinya pelekatan dan penempelan tablet.08 8.0 45.0 25.Tabel 10. Untuk mencapai mutu penyalutan yang baik dengan proses laminasi. Sebaliknya. pemberian serbuk tabur yang berlebihan dapat menciptakan salut tablet yang rapuh. penyalut dasar dapat bergumpal. Hal ini merupakan faktor yang menyebabkan kekasaran akhir yang berlebihan. tetapi debu juga akan berkumpul dibagian belakang panci.3 8.7 55.0 28. proses laminasi lebih sulit digunakan oleh operator yang kurang terampil dan lebih sulit diotomatiskan. Namun jika tidak berhati-hati. Pendekatan proses laminasi telah terbukti efektif. . terutama apabila terdapat kesulitan dalam menutup pinggiran tablet.0 - Apabila menggunakan teknik laminasi.2.0 2.0 1. contoh formulasi yang digunakan dalam proses salut dasar laminasi.0 38.0 Ad 100 I % b/b II % b/b Serbuk tabur Kalsium karbonat Titanium dioksida Talk (bebas asbes) Sukrosa serbuk Gom acacia 40. kita harus memastikan bahwa keseimbanagn yang teliti antara jumlah relatif larutan pengikat dan serbuk tabur yang digunakan telah tercapai. tidak saja salut akhir akan sangat rapuh.1. Selain itu.3 Ad 100 6. jika jumlah serbuk tabur yang digunakan tidak sepadan dengan kapasitas pengikat larutan gom.0 61. Sementara itu. Tipe proses ini dapat mempercepat pembangunan salut. Contoh formula yang khas ditunjukkan dalam tabel 10. secara khusus diperlukan pekerjaan operator terampil.0 5. Proses suspensi salut dasar Formulasi suspensi salut dasar dihasilkan dengan menggabungkan formulasi pengikat dan serbuk yang digunakan dalam proses laminasi yang lebih tradisional. Bahan-bahan Larutan pengikat Gelatin Gom acacia Sukrosa Air suling ad 3.

0 25. Selut pelicin sederhana terdiri atas sirop sukrosa 70% dan sering mengandung titanium dioksida (1%-5%) sebagai suatu bahan pemburam (opacifier) atau zat pemutih dan mungkiin juga diwarnai dengan pewarna lain guna memberikan suatu dasar yang baik untuk penerapan salut warna berikutnya. Hasilnya. Oleh karena itu. adalah penerapan formulasi suspensi salut dasar (tabel 10. permukaan yang disalut harus licin dan bebas dari ketidakteraturan sebelum penerapan salut warna. Formulasi pelicin bergantung pada derajat kelicinan yang diperlukan.2. proses ini mungkin digunakan secara efektif oleh operator yang kurang berpengalaman dan mudah diotomatisasi. Tabel 10. bahan yang diserbuk yang berfungsi untuk membangun salut.0 2. contoh formulasi suspensi salut dasr.01 22. Karena persyaratan kelicinan dapat dicapai selama penerapan salut dasar (sub-coat). . Pendekatan ini memungkinkan kandungan padat untuk mendekati kapasitas pengikat dari larutan dasar.0 12. dalam formulasi ini.0 20. proses pelicinan lanjut (sebelum salut warna) biasanya tidak dilakukan lagi. didispersikan dalam larutan dalam larutan berbasis gom. warna akhir akan lebih bersih dan lebih cemerlang. Pembesaran dan pelicinan Untuk membuat suatu produk salut gula bermutu. Proses ini terutama berguna apabila formulasi salut warna berikutnya menggunakan zat pewarna larut air karena dapat membuat permukaan dibawah salut berwarna lebih memantulkan cahaya (reflective). Bahan-bahan Sukrosa Kalsium karbonat Talk (bebas asbes) Titanium dioksida Gom akasia Gelatin Air suling I % b/b 40. Proses ini sering kali memungkinkan operator yang kurang berpengalaman memberikan hasil yang memuaskan.2).0 II % b/b 58.29 Pendekatan pilihan yang terbukti populer.0 1.00 0.25 18. terutama apabila digunakan bersama dengan sistem dosis diotomatiskan .Proses ini menggunakan pendekatan suspensi salut dasr yang mengurangi kerumitan proses.45 1.

tablet bercak jarang terjadi. Jadi penggunaan warna pigmen konsentrat (pekat) yang tersedia secara komersial biasanya lebih menguntungkan. Perlu dipastikan agar pigmen dibasahi sempurna dan terdispersi secara seragam. Pewarna yang sesuai dilarutkan atau didispersikan dalam sirop penyalut untuk mendapatkan warna yang diinginkan. reprodusibilitas warna dari bets ke bets tidak dapat dikeringkan. Walaupun lak tidak larut. kalsium karbonat. Teknik ini ditangani oleh operator berpengalaman. Penggunaan lak bersertifikat yang tidak larut air sebenarnya dapat menggantikan zat pewarna larut air dalam salut tablet farmaseutik. dan waktu penyalutan jauh lebih singkat. Kedua pendekatan ini meliputi penggunaan zat pewarna larut air atau pigmen tidak larut air. dan pati jagung) dapat digunakan dalam konsentrasi rendah untuk mempercepat proses pelicinan. masing-masing dengan teknik penyalutan yang berbeda. Banyak dari penyalutan warna memerlukan waktu selama 2 atau 3 hari dan jika tidak ditangani sebagaimana mestinya. Penggunaan zat pewarna dapat menimbulkan masalah pemudaran karena kepekaan zat warna terhadap cahaya. yang memperoleh keterampilannya beberapa tahun pengalaman kerja. penambahan pigmen ke dalam larutan sirop tidak semudah seperti zat pewarna larut air. zat pewarna larut air digunakan secara luas untuk memperoleh warna yang diinginkan. Salut warna Semua akan setuju bahwa penyalutan warna merupakan salah satu tahap paling penting dalam proses salut gula karena dampak visual yang segera berkaitan dengan mutu menyeluruh. Ada dua pendekatan dasar untuk mewarnai sirop salut gula. berbagai corak warna dapat dihasilkan. pewarna ini tidak seluruhnya buram. Akibatnya sifat-sifat pewarnaan dapat dioptimalkan dengan ling efisien untuk penyalutan warna meliputi penggunaan suspensi lak yang dipradispersikan dan diburamkan.Jika dilakukan pelicinan dalam jumlah besar. Proses penyalutan zat warna Ciri-ciri . Dengan mengubah-ubah perbandingan lak atau zat pemburam. Akan tetapi. yaitu tidak ada migrasi pewarna pada waktu pengeringan (karena lak tidak larut). warna tablet bisa tidak seragam atau bercak-bercak karena zat pewarna larut air dapat bermigrasi ke permukaan selama pengeringan. sebagaimana halnya pada tablet salet dasar yang mempunyai permukaan berlubang-lubang. Sebelum tahun 1950. Selain itu. stabilitas cahaya yang lebih baik. zat tambahan lain (seperti talk. Lak mempunyai beberapa keuntungan.

dapat mencapai kira-kira 25 jam Kesulitan-kesulitan Tidak diragukan bahwa dalam penanganan oleh operator yang terampil. Masalah migrasi warna (akibat dari pengeringan yang kurang atau pengeringan yang terlalu cepat) 2. kelembapan dapat terjerat dalam salut dan dapat menyebabkan tablet berkeringat jika didiamkan. . yaitu 1. Sangat penting bahwa pada tiap pemberian sirop berwarna.  Penggunaan konsentrasi pewarna yang relatif rendah (diperlukan untuk mencapai keseragaman warna akhir) mengakibatkan perlunya pemberian kira-kira 50 hingga 60 kali sirop berwarna individu (terutama untuk warna gelap) secara terpisah. 4. Proses menghabiskan waktu karena memerlukan pengeringan lambat dan kebutuhan melakukan begitu banyak kali tahap pemberian larutan warna terpisah secara individu. Konsentrasi zat pewarna dalam sirop dapat ditingkatkan hingga warna sasaran dicapai. Jika faktor ini digabung dengan pengeringan tiap penerapan.Ciri-ciri proses penyalutan gula menggunakan zat pewarna larut air meliputi  Pemberian (penerapan) berurutan sirop penyalut yang mengandung zat pewarna dalam konsentrasi tertentu (khususnya. Kalau tidak. Warna yang berubah-ubah pada pada permukaan tablet individu. Akan tetapi proses ini juga memiliki beberapa kesulitan. yang terjadi akibat lapisan salut dasar dan transparasi salut warna tidak sama rata. 3. diikuti dengan pengeringan di udara terbuka dapat mencapai kehalusan yang dipersyaratkan dan mencegah migrasi warna. Variasi warna (perbedaan) dari bets ke bets yang mungkin terjadi karena keragaman kuantitas total warna yang dibuat atau sebagai akibat perbedaan-perbedaan kecil dalam jumlah pewarna yang ditimbang untuk tiap bets (zat pewarna larut air menghasilkan warna yang kuat) 5. mutu tablet bersalut gula yang menggunakan metode salut warna sulit ditandingi. terutama sari sudut kebersihan dan kecemerlangan warna akhir.  Penambahan tiap tahap sirop berwarna dalam jumlah yang cukup untuk membasahi permukaan tablet secara keseluruhan. tablet dibiarkan sering menyeluruh sebelum penerapan berikutnya dilakukan. saat penyalutan sedang berjalan). Warna tablet ke tablet yang berubah-ubah yang terjadi karena sistem pewarnaan yang transparan tidak secara seragam didistribusikan. Warna akhir yang diperolehmerupakan hasil dari 60 kali pemberian sirop berwarna individual. keseluruhan proses memakan waktu yang lama.

Keterbatasan Ada beberapa hal yang dikatakan sebagai keterbatasan sistem pewarnaan pigmen dan proses salut yaitu. 3. Sering kali pengembangan warna selesai setelah delapan sampai sepuluh tahap pemberian dan lima sampai tujuh tahap sisa pemberian lagi digunakan untuk melicinkan permukaan tablet. yakni. konsentrat dispersi pigmen yang tersedia secara komersial menjadi populer Karakteristik utama Beberapa karakteristik utama formulasi salut gula yang menggunakan sistem pewarna pigmen meliputi 1.Proses salut pigmen Pigmen telah menunjukkan dua kelebihan penting atas pewarna larut air. Proses penyalutan warna pigmen yang terburu-buru relatif mudah menghasilkan tablet kasar yang sulit dipoles . Untuk memperoleh warna berbeda. karena pigmen merupakan partikel diskret yang tidak larut. perbandingan pigmen lak perlu diubah. Kelarutan yang kurang dalam media berair sehingga meniadakan migrasi warna selama pengeringan 2. 2. Warna lebih stabil terhadap cahaya Akan tetapi. 1. Keseragaman warna bets dapat dicapai setelah sedikit tahap pemberian sirop berwarna. Penggunaan suatu konsentrasi tunggal pewarna diseluruh proses penyalutan warna sehingga lebih mudah untuk mencapai warna sasaran akhir. terutama zat pemburam (titanium dioksida) 2. keproses dispersi pigmen harus harus dilakukan secara teliti. Proses penyalutan warna secara menyeluruh dipersingkat sebagai akibat dari jumlah kali tahap pemberian warna yang dikurangi dalam waktu pengeringan yang dipersingkat. Pewarna yang diperoleh dari pigmen (terutama apabila lak digunakan dalam gabungan dengan titanium dioksida) pada umumnya tidak secemerlang atau sebersih salut yang diperoleh dengan pewarna larut air. 1. Waktu pengeringan dikurangi karena zat pewarna tidak larut air tidak bermigrasi selama pengeringan sehingga dapat dikeringkan lebih cepat 4. Oleh sebab itu.

Kalau tidak bintik-bintik warna mungkin dapat merupakan suatu masalah. Kemampuan untuk memperoleh warna yang seragam pada permukaan tiap tablet lebih besar 2. 4. seperti alumunium hidroksida Lak bersertifikat. Perlu dipastikan bahwa pigmen didispersi dengan efektif dalam sirop salut (jelas konsentrasi warna pigmen meniadakan masalah ini).3. Pemolesan Permukaan tablet yang baru saja disalut warna biasanya masih pudar. Oleh karena itu tablet perlu dipoles menggunakan beberapa cara untuk mendapatkan permukaan tablet salut gula yang halus. Karena kebanyakan sistem pewarna pigmen mengandung lak (yang khas asam). Akan tetapi. memberikan salut gula berwarna yang unggul dan memungkinkan suatu rentang corak warna yang luas untuk dapat dicapai. Oleh karena itu. perlu dipastikan bahwa pigmen terbasahi dengan sempurna dan terdispersi dengan seragam. semua masalah lainnya dapat dengan mudah dihindari. dispersi pigmen kedalam larutan sirop tidak semudah dispersi zat pewarna larut air. Jadi keuntungan proses penyalutan pigmen cenderung lebih baik sehingga proses sehingga proses itu menjadi pilihan Keuntungan Keuntungan proses salut warna pigmen antara lain. seperti titanium dioksida. Metode untuk memperoleh suatu permukaan yang halus cenderung sangat beragam. tidak dianjurkan membiarkan sistem salut panas untuk jangka waktu yang lama setelah pewarna ditambahkan. Konsentrasi lembap yang sangat berlebihan dalam tablet dapat mengakibatkan. 1. . penggunaan konsentrat warna pigmen komersial biasanya bermanfaat. Kalau tidak. Jadi. jumlah gula invert berlebihan akan dibentuk. namun pada umumnya dianjurkan agar tablet hendaknya dibiarkan semalam diatas nampan sebelum pemolesan guna memastikan bahwa tablet sudah cukup kering. Pengurangan ketebalan salut warna yang signifikan 4. terutama apabila digunakan bersama dengan zat pemburama. Dengan perkecualian poin pertama dari masalah di atas. Keseragaman warna bets ke bets lebih besar 3. yaitu proses mengabsorpsikan molekul pewarna larut air. Pengurangan waktu pemrosesan yang signifikan Lak bersertifikat dihasilkan dari zat pewarna larut air dengan suatu proses yang dikenal sebagai laking.

tetapi tinta tidak akan melekat dengan baik pada permukaan tablet yang dilapisi malam. Campuran berbagai malam kering yang diserbuk halus 4. Tablet salut gula dapat di stempel sebelum atau setelah pemolesan. Secara khas. Pemberian suatu volume cairan penyalut yang tepat pada lapisan tablet yang mengalir (cukup menutup secara menyeluruh permukaan setiap tablet dalam bets) 2. Meningkatnya resiko “berbunga” dan “berkeringat” pada periode yang lebih lama Sistem pemolesan Pengilapan atau pemolesan yang dapat digunakan meliputi. Sulit mencapai permukaan halus yang baik 2. Prosedur Penerapan dasar meliputi tiga tahapan berurutan: 1. sering mengandung malam tambahan). 1. Faktor utama untuk mengendalikan distribusi cairan penyalut adalah persentuhan antar . Penstempelas sebelum pemolesan memungkinkan tinta dapat melekat lebih kuat pada permukaan tablet. tetapi tulisan dapat hilang karena karena sentuhan atau gesekan pelarut organik selma proses pemolesan. malam candelilla dan malam parafin keras) 2. hal ini harus dilakukan dengan suatu proses penstempelan. Pernis farmaseutik (secara khas merupakan larutan alkohol dari berbagai bentuk selak. Bubur malam dalam alkohol 3. Teknik penerapan penyalutan gula Proses penyalutan ini mensyaratan keterampilan tinggi dari operator.1. Pencetakan cap (penstempelan) Jika tablet yang disalut gula selanjutnya diberi identitas dengan suatu nama produk. penstempelan demikian meliputi penerapan tinta bercap farmaseutik pada permukaan tablet yang disalut dengan suatu proses penstempelan yang dikenal sebagai offset rotoggravure. Adhesi tinta stempel dapat ditingkatkan dengan penerapan larutan dasar pencetak dari selak yang di modifikasi sebelum penstempelan. kekuatan dosis atau logo perusahaan. Distribusi cairan penyalut secara seragam melintasi permukaan tiap tablet dalam bets. Larutan malam berbasis pelarut organik (malam tawon lebah. Tiap pendekatan itu mempunyai keuntungan dan keterbatasan. Penstempelan setelah pemolesan dapat dihindari masalah penggosokan cap selama pemolesan. malam carnauba.

 Keretakan salut . gom. Volume cairan dapat diubah setelah proses berkembang untuk mempertimbangkan perubahan ukuran tablet dan kondisi pengeringan. Penggunaan berlebih dan pigmen yang tidak larut cenderung meningkatkan kerapuhan salut gula maka hendaknya sedapat mungkin dihindari. Masalah dalam salut gula  Masalah dengan ketahanan inti tablet. 3. Pentingnya sifat fisk inti tablet. friabilitas dan kecendrungan laminasi. terutama titik mati dihindari. Faktor yang mempengaruhi keseragaman salut dalam proses penyalutan gula adalah:   Bahan penyalut tetap cair sampai cairan itu menyebar melintasi permukaan tiap tablet dalam bets. Inti tablet harus cukup kuat untuk menahan efek erosi dari setiap proses penyalutan. Atomisasi yang berlebihan dapat menyebabkan kabut yang mengakibatkan sebagian cairan penyalut menempel pada dinding panci. Bila tidak memperhatikan hal tersebut mengakibatkan terjadinya fragmentasi tablet selama proses penyalutan. Fragmentasi tablet dapat menimbulkan beberapa masalah. Jadi apabila menggunakan alat semprot. seperti tablet yang pecah tidak dapat dijual.tablet mengalir dan pemindahan cairan dari tablet ke tablet lainsebagai akibat persentuhan tesebut. bukan di atas tablet. Fragmen dari tablet yang pecah dapat melekat pada permukaan tablet yang utuh karena sifat adhesif cairan penyalut. seperti kekerasan (kekuatan remuk diametral). atau gelatin pada berbagai formula dapat membantu meningkatkan keutuhan struktur sehingga mengurangi sumbing pada tablet. cairan penyalut tidak perlu diatomisasi secara halus untuk memastikan bahwa distribusi cairan itu efektif. Volume cairan penyalut yang dimasukkan harus cukup untuk memastikan agar setiap tablet dalam bets dapat dibasahi.  Panci penyalut menunjukkan karakteristik pencampuran yang baik.  Masalah mutu tablet jadi  Salut sumbing Penambahan polimer seperti selulosa. polivinil piroidon. tablet yang pecah harus diperiksa dan dikeluarkan. Pengeringan cairan penyalut setelah distribusi yang seragam dicapai.

Inti tablet yang memuai selama atau setelah penyalutan mungkin menyebabkan salut retak. Tablet kembar atau multitablet merupakan suatu masalah apabila tablet yang akan disalut mempunyai permukaan datar. Kondisi demikian terjadi apabila larutan salut gula mengandung lak alumunium yang dibiarkan panas terlalu lama. dapat disebabkan oleh absorpsi lembap oleh inti tablet. yaitu lebih besar dari 5%. Pemilihan desain pons tablet yang tepat dapat secara selektif digunakan untuk meminimalkan masalah. Migrasi pewarna larut air sewaktu salut dikeringkan. Terutama jika mulai mengering. Distribusi warna yang tidak merata sering terlihat jelas terutama pada warna yang lebih gelap. atau mungkin disebabkan oleh relaksasi tekanan dari inti setelah pengempaan. Banyak faktor yang berkontribusi dalam masalah ini.  Salut yang tidak kering Ketidaksanggupan untuk mengeringkan salut gula dengan baik. yaitu: Distribusi cairan penyalut yang buruk selama penerapan (pemberian). dan merupakan penyebab utama penolakan bets. Hal ini dapat disebabkan oleh pencampuran tablet yang buruk dalam proses penyalutan atau penambahan cairan yang tidak cukup untuk menyalut sempurna permukaan tiap tablet dalam bets. terutama salut berbasis sukrosa. sedangkan pemuaian karena relaksasi tegangan pascakempa dapat diatasi dengan memperpanjang waktu antara pengempaan dan permulaan penyalutan gula. Absorpsi lembap dapat diminimalkan oleh penggunaan salut segel yang tepat.  Tablet kembar Formulasi salut gula bersifat sangat lengket. Pemuaian seperti itu.  Warna yang tidak merata Tahap penyalutan warna pada proses penylutan gula merupakan tahap kritis pada mutu tablet jadi. Penginversian sukrosa meningkat dengan membiarkan sirop sukrosa pada suhu yang ditinggikan dibawah kondisi asam selama periode waktu yang diperpanjang. . atau formulasi salut gula ini dipanaskan lagi untuk melarutkan kembali gula yang mulai mengkristal. sering merupakan suatu indikator adanya konsentrasi gula invert yang berlebihan. yang dapat dengan mudah bersentuhan satu sama lain. Hal in tertutama masalah pada tablet yang berbentuk kapsul (kaplet) dosis tinggi yang mempunyai dinding pinggiran yang tinggi. dan memungkinkan tablet yang berdekatan menempel.

Selain itu.  Menyerupai marmer Untuk mencapai produk salut gula yang bermutu tinggi yaitu memastikan bahwa warna terdistribusi seragam dalam lapisan warna. Jadi ketelitian yang tinggi harus diterapkan dalam tahapan pengeringan pada penerapan cairan salut.Permukaan salut dasar yang tidak sama rata ketika menggunakan salut yang diberi warna. fenomena ini sering disebut sebagai “berbunga”. Hal ini dapat menyebabkan erosi lapisan warna dan berkontribusi pada ketidaksamarataan warna. Keluarnya konsentrasi kelembapan yang lebih tinggi dapat menyebabkan munculnya butir-butir seperti keringat pada permukaan tablet. Konsentrasi lembap yang tepat dalam salut gula dapat menghasilkan karakteristik pemolesan yang baik karena pemolesan yang baik sulit dilakukan jika tablet terlalu kering. ada kecenderungan pada lapisan warna yang sebelumnya diterapkan (dan dikeringkan) untuk terlarut kembali dan terdistribusi secara tidak seragam. seperti titanium dioksid yaitu warna gelap. jika kuantitas cairan penyalut yang berlebihan diterapkan selama proses pewarnaan. Pencucian kembali (washing back) salut warna yang diberi warna pigmen. fenomena in disebut “berkeringat” dan dapat lebih serius jika tablet disimpan dalam wadah tertutup. Pada akhirnya tablet akan melekat satu sama lain. dan juga dapat menghindari “berbunga” atau “berkeringat”. Pengeringan berlebihan antara masing-masing pemberian warna. Konsentrasi sedang kelembapan yang keluar menyebabkan polesan produk mulai berkabut. Walaupun pigmen tidak bermigrasi pada waktu pengeringan. Masalah ini khususnya terlihat jelas pada formulasi yang diberi warna lak alumunium yang mengandung konsentrasi renadah pigmen pemburam. demikian juga pada pemilihan rak pengeringan tablet yang tepat sebelum pemolesan. Ketidaksamarataan ini menyebabkan keragaman dan ketebalan lapisan warna transparan yang terlihat sebagai intensitas warna yang berbeda. Sepanjang suatu periode waktu. kelembapan dapat berdifusi keluar dan merusak mutu produk.  “Berbunga” dan “berkeringat” Residu kelembapan (dalam tablet gula yang telah jadi) sering menyebabkan suatu masalah. pastikan juga bahwa pada waktu yang sama pada akhir penerapan salut warna diperoleh permukaan .

Fenomene ini lebih jelas pada warna yang lebih gelap. Satu prosedur perolehan kembali yang mungkin digunakan adalah mencuci salut gula. tablet dapat dikeringkan dengan mengguling-gulingkannya dalam suatu panci salut dibawah aliran udara panas (500C). Tablet bersalut diatas kasa dicelupkan dengan hati-hati ke dalam penangas air sampai salut cukup dihilangkan sedemikian rupa sehingga mutu yang dikehendaki dapat dicapai. Prosedur demikian harus jelas divalidasi guna memastikan bahwa mutu produk secara menyeluruh tidak dirusak demi perbaikan mutu visual. Setelah kuantitas salut yang diwajibkan dihilangkan. Masalah ini terjadi sebagai akibat pengumpulan malam dalam lekukan permukaan kecil dari salut kasar. . Perolehan kembali tablet dari tablet salut gula yang ditolak Tablet salut gula yang ditolak tidak boleh digerus untuk dikempa kembali karena pada tablet gula telah diterapkan sejumlah bahan sebagai penyalut. Kegagalan mencapai kehalusan yang dipersyaratkan sering mengakibatkan penampilan seperti marmer pada pemolesan.salut yang halus (sebelum pemolesan).

suatu formula percontohan mungkin dikembangkan apabila karakter mutu produk sangat peka terhadap kondisi pembuatan dan variabel yang lazim ditemu-kan dalam praktik atau apabila karakter mutu melibatkan begitu banyak variabel yang berdampak pada berbagai karakter mutu yang menyebabkan validasi sulit atau tidak mungkin dilakukan. validasi fase pengembangan dianjurkan ebiK banyak dilakukan daripada validase proses produksi sebenarnya. tetapi juga dalam pemrosesan farmasetik dan pembuatan. Menurut definisi FDA. Dalam hal ini :idak cukup hanya memikirkan validasi ketika suatu formulasi dikembalikan ke rencana percontohan (pilot plan) atau kelompok produksi. Selanjutnya. Oleh karena itu. FDA memberikan definisi sebagai berikut:Proses validasi adalah suatu program terdokumentasi yang menyajikan tingkat jaminan mutu yang tinggi agar suatu proses khusus (misalnya. validasi tidak terlepas dari formulasi produk. khususnya tabletkempa.VALIDASI PENDAHULUAN Dewasa ini. seperti ketersediaanhayati. konsep validasi perlu dipertimbangkan apabila produk tabletdan metode pembuatan baru didesain atau apabila desain proses pembuatan tabletdiperbaiki dan dievaluasi. Hal ini nemang perlu dilakukan pada sebagian besar produk tablet. bukan hanya untuk produk steril. Meskipun PDA memberikan definisi untuk proses pembuatan yang divalidasi. pembuatan sediaan solid padat farmasetik) secara konsisten menghasilkan spesifikasi dan acuan mutu yang telah ditetapkan. Bukti yang lebih baik akan diperoleh apabila proses ini dilakukan mulai dari fase pengern bangan dan dilanjutkan hingga fase produksi. Oleh karena itu. Pengakuan bahwa proses yang memadai untuk pembuatanproduk farmasi adalah proses yang divalidasi semakin meningkat. konsep validasi telah diakui manfaatnya dalam membantu menjaminkarakter mutu berbagai golongan produk obat. .Prosedur validasi telah diterapkan pada bentuk sediaan padat oral. Sebalik-nya. Apoteker pengembang atau ilmuwan farmasetik perlu memiliki pengetahuan tidak hanya dalam formulasi dan farmasi fisika. proses pembuatan yang divalidasi adalah proses yang telah dibuktikan melakukan apa yang diakui atau dinyatakan harus dilakukan. Dalam setiap diskusi validasi selalu diasumsikan bahwa produk yang dilibat-<an dalam validasi benar-benar dimengerti dan bahwa parameter desain yang diperlukan telah dikendalikan. Validasi produk tablet terutama harus dilakukan apabila proses pembuatandiketahui dapat memengaruhi karakter mutu yang penting. Bukti validasi diperoleh melalui proses pengumpulan atau evaluasi data.

malam. Sebagai contoh. Selain itu. Dalam sistem seperti ini. derajat polimerisasi. atau kondisi pemrosesan sudah memadai sehingga tidak perlu dilakukan validasi. malam. Validasi sistem seperti ini akan menjadi suatu pengalaman yang mengerikan. Parameter desain lain yang harus diteliti dalam pengembangan produk adalah penetapan spesifikasi bahan mentah. Apabila dispersi pengikat dan pelambat (faktor formulasi) dalam tiap bets bervariasi hingga ke tingkat hidrasi/solvasi polimer. lemak. Produk yang termasuk dalam kelompok ini adalah beberapa produk lepas lambat. pengendalian kecepatan penambahan serbuk. kondisi alat semprot (spray-gun). Jika spesifikasi bahan mentah tidak memadai. Oleh karena itu. apabila menggunakan polimer. pengaruh meningkat secara eksponensial. ukuran partikel atau distribusi ukuran partikel tertentu untuk zat aktif ang dikempa langsung)? Apakah mempunyai masalah disolusi atau ketersediaan Hayati? Apakah diperlukan tindakan pencegahan khusus untuk suatu zat aktif yang ? tidak stabil atau sangat reaktif (misalnya. kecuali formulasi atau variabel-variabel zat aktif terkait (yang tentu saja akan memengaruhi karakter mutu produk atau memengaruhi melalui interaksi dengan variabel pemrosesan) telah diidentifikasi dan batas spesifikasi yahg tepat telah ditentukan.apakah bobot molekul. yang dicampur dengan serbuk hidrofilik dan hidrofobik lain. dan polimer dalam tahapan yang berselang antara larutan dan dispersi. sejumlah interaksi mampu menghasilkan pengaruh lebih lanjut (pengaruh ini sering kali sulit diperkirakan). derajat substitusi gugus kimia. penambahan pengikat cair. lemak. tidak ada validasi proses yang dapat menjamin bahwa suatu produk akan memuas-kan. . apabila jumlah variabel yang dapat memengaruhi peningkatan mutu produk bertambah (baik variabel proses maupun formulasi). dan kemurnian telah ditetapkan secara memadai? Apakah karakteristik produk atau metodepembuatan memerlukan zat aktif atau eksipien yang memiliki spesifikasi khusus misalnya. Pembuatan produk lepas lambat melibatkan suatu tahapan. batas kandungan lembap yang lebih rendah untuk eksipien yang akan dicampur dengan zat aktif yang dapat terhidrolisis)? Pengendalian proses dan validasi tidak akan menghasilkan produk yang repro-idusibel. tidak ada tahap pengendalian proses pembuatan yang dapat menghasilkan produk terkendali. Campuran serbuk ini kemudian diikat dengan pengikat polimer. malam dan tidak dapat dikendalikan. dan kemungkinan selak dalam pelarut campuran (kadangkadang termasuk air dan pelarut organik) dan diikuti dengan penambahan salut pelambat yang juga menggunakan lemak. Serbuk zat aktif ditaburkan pada butir-butir gula. salah satu tanggung jawab penting kelompok pengembang adalah menetapkan bahwa spesifikasi fisika dan kimia semua zat aktif dan eksipien telah dipenuhi dengan memadai.Berbagai produk farmasetik yang kini dipasarkan tidak dapat divalidasi karena desainnya. geometri bagian dajam panci salut.

Personel yang berpengalaman dalam bidang pengembangan dan produksi di sebagian besar perusahaan farmasi melaporkan studi kasus tentang produk bar yang dapatdibuat dengan skala kecil dalam laboratorium. Apabila standar yang tepat untuk spesifikasi bahan mentah belum ditetapkan. Data eksperimen dikaji ulang dan ditentukan apakah diperlukan spesifikasi yang paling kaku atau apakah spesifikasi intermediet sudah cukup atau apakah spesifikasi yang paling tidak kaku sudah memadai.Dua pendekatan dapat digunakan untuk penetapan spesifikasi bahan mentah secara memadai setelah keburuhan akan spesifikasi kritis diidentifikasi. sedangkan variasi spesifikasi bahan mentah menunjukkan pengaruh sigrufika'n pada karaktermutu produk. tetapi tidak dapat diandal kan dalam produksi skala besar. Keterbatasannya. mengendurkan spesifikasi untuk sampel lain dari bahan itu ke suatu nilai yang diharapkan dapat menjadi garis batas. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan antara lain mengubah-ubah spesifikasi yang dipertimbangkan untuk bahan mentah. Pendekatan kedua melibatkan pelaksanaan eksperimen yang didesain dengan baik untuk menetapkan spesifikasi kritis yang perlu ditentukan. Pendekatan ini paling berguna jika apoteker pengembang mempunyai penger-tian yang. dapat dilakukan pembuatan produk dari tiap bahan mentah menggunakan tiap kondisi pembuatan yang diharapkan akan berdampak menguntungkansetidaknya pada karakter mutu kritis produk yang sedang diperiksa. dan percobaan yang diperlukan sedikit. menggunakan nilai yang paling kaku yang dapat dicapai secara wajar sebagai satu spesifikasi. Tipe kegagalan lain juga telah dinyatakan. Idealnya. Keuntungan pendekatan ini adalah langsung. selain itu. biasanya sederhana. yaitubergantung pada laporan yang dibicarakan oleh personel pengembang atau personel produksi. dapat merancang rentang variabel pemrosesan produk yang mungkin sesuai dengan sasaran. akurat tentang sistem produk yang dibicarakan dan metode pembuatan akhir yang tepat. upaya mencapai validasi proses melalui pengendalian pelaksanaan pembuatan akan menjadi pekerjaan yang sia-sia. Pendekatan pertama adalah menetapkan spesifikasi paling ketat untuk sifat yang dapat dicapai secara wajar. dan memahami pengaruh arah variasi proses demi-kian pada karakter mutu yang dibicarakan. dan menggunakan suatu spesifikasi intermediet kemungkinan untuk sampel ketiga dari bahan itu. Personel produksi mempunyai alasan kuat mengenai keputusan mereka atas penerimaan produk dan/atau prosedur pembuatan yang kemungkinan her tentangan atau tidak . spesifikasi bahan mentah untuk validasi proses ditetapkan secara tepat sebelum suatu produk diproduksi. pendekatan ihi memakan biaya besar yang tidak perlu atau keterbatasan yang tidak layak dari pemasok.

Berbagai alasan mengapa validasi produk dan/atau proses penting untuk dilakukan: • Sesuai dengan undang-undang. kelarutan rendah. Pendekatan lain untuk menetapkan prioritas validasi adalah mengkaji ulang dokumentasi dan data mutakhir yang tersedia tentang produk yang diajukan dan mulai memvalidasi produk- . yang sering kali hampir tidak dapat diterima. PRIORITAS VALIDASI Tahap awal validasi adalah mempertimbangkan produk yang paling memerlukan validasi penuh dan produk yang paling sedikit memerlukan validasi. yang dapat menimbulkan masalah keseragaman kandungan. keterulangan. validasi dapat didefinisikan sebagai pendekatan sistematik untuk menjamin mutu produk. lambat yang prosesnya tidak terkendali. stabilitas. tanpa diketahui alasannya. upaya validasi awal difokuskan pada produk yang akan mendapatkan manfaat terbesar. Dengan kata lain. pabrik (industri farmasi) dipersyaratkan untuk memenuhi aturan CGMP/CPOB • Bisnis yang baik mengharuskan suatu fabrik menghindari kemungkinan penolakan dan penarikan bets • Validasi membantu memastikan keseragaman. atau ketersediaan hayati. Apabila konsep validasi diterapkan pada produk farmasetik yang memiliki kerumitan desain dan manufaktur yang meningkat. tidak saja pada orientasi proses tradisional. tidak stabil secara kimia. tetapi juga pada orientasi produk. sangat jelas bahwa validasi harus dimulai pada tahap sangat dini dalam setiap desain produk. Sesuai dengan filosofi ini. dan mutu produk.layak divalidasi. atau memilikisifat pembasahan yang buruk. Prioritas validasi yang tinggi sebaiknya diberikan. yang apabila diikuti akan menjamin pemenuhan semua spesifikasi mutu produk dengan menganggap bahwa formulas! bersifat wajar dan spesifikasi bahan mentah memadai.pada produk-produk berikut: (a) produk yang mengandung zat aktif berdosis sangat rendah. dan (c) produk pelepasan terkendali atau lepas. atau yang terkadang menghasilkan lot yang tidak dapat diterima atau hampir tidak dapat diterima. Kelompok riset dan pengembangan dan kelompok produksi harus bekerja sama untuk memperlimbangkan apakah validasi dapat dicapai. (b) produk yang me-miliki riwayat masalah produksi. Upaya validasi dapat dipusatkan pada pemrosesan produk perusahaan yang menghasilkan penjualan terbesar dan produk yang paling penting secara komersial. yang dilakukan dengan mengidentifikasi variabel proses yang memengaruhi karakter mutu produk untuk menetapkan metode pemrosesan dan pengen-dalian yang diperlukan untuk metode tersebut.

spesifikasi-spesifikasi ini . beragam spesifikasi dapat ditetapkan untuk campuran serbuk atau granulasi. Tahap keenam Tahap Pertama Tahap pertama adalah mengidentifikasi semua karakter mutu dan spesifikasi atau menetapkan mutu dan akseptabilitas produk jadi dan menetapkan spes jfikasi produk dalam proses (in-process). Contoh spesifikasi produk dalam proses dan parameter pe-hgendalian proses dapat dilihat pada Tabel 15. sangat larut. Sebagai contoh. Daftar spesifikasi harus dipenuhi secara keseluruhan dan lengkap untuk memastikan kelengkapan stahdar farmakope. TAHAPAN VALIDASI Validasi memiliki beberapa tahapan. Tahap pertama b. Pendekatan ini dapat menguntungkan apabila konsep validasi dipelajari terlebih dulu dengan menggunakan rancangan yang lebih sederhana sebelum validasi yang lebih rumit dilakukan. mudah dikempa. a. Tahap kedua c. Spesifikasi dapat ditentukari baik pada pro-duk-antara maupun pada produk jadi. Validasi ini dapat dilakukan dengan cara 6 fercepat dan termudah. Tujuan tahap pertama validasi adalah memastikan bahwa spesifikasi telah di-tentukan dengan tepat untuk menetapkan karakter utarrta mutu produk dan untuk menetapkan batas akseptabilitas produk. selain spesifikasi yang ditetap-kan untuk tablet jadi.produk ini. Tahap keempat e. Tahap ketiga d. 25 sampai 150 atau 200 mg).1. standar pengajuan obat baru. yaitu sebagai berikut. Tidak semua spesifikasi produk divalidasi. stabil. tidak memiliki masalah ketersediaan hayati dan masalah lain. telah dibuat selama bertahun-tahun dengan kempa langsung tanpa ada riwayat bets yang cacat. produk yang dapat dengan mudah divalidasi berdasarkan data riwayat adalah produk yang mengandung zat aktif berdosis sedang (misalnya. dan memenuhi semua spesifikasi produk. Tahap kelima f. atau standar perusahaan farmasi itu sendiri. Sebagai contoh. Beberapa spesifikasi produk mehekankan pada kemurnian produk dan umumnya tidak dipengaruhi oleh pemrosesan.

Perhatian terhadap mutu produk yang mengandung zat aktif amin berdosis rendah. memiliki kelarutan sangat kecil. mempunyai dosis sedang sampai besar. Sebagian besar produk tablet nyatanya tidak mempunyai masalah friabilitas. Dalam kasus lain. Karakter mutu lain yang tidak peka terhadap variasi kondisi pemrosesan tidak perlu divalidasi atau hanya menjadi pertimbangan kecil dalam validasi. metode granulasi yang digunakan. kecepatan pengempaan. sama sekali tidak diperlukan atau menjadi perhatian minimal. perhatian besar harus diberikan terhadap faktor-faktor berikut: metode pembuatan massa basah. apabila dibandingkan dengan sediaan zat aktif dosis tinggi bereaksi asam yang telah diuraikan terdahulu. dan diabsorbsi disepanjang saluran cerna sangat berbeda dari yang dijelaskan sebelumnya. tablet yang diformulasi dengan gaya kempa di bawah rentang beban kempa yang difencanakan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada waktu disintegrasi atau laju disolusi. ukuran partikel dan pengendalian ukuran partikel. metode penambahan bahan penghancur. Dalam kasus seperti ini. validasi yang memiliki . Sebagai contoh. Sebagai contoh. Akan tetapi. Karakter mutu tablet telah dibicarakan di seluruh bab dalam buku ini da tidak akan diulang di sini. tidak semua produk tablet mem punyai masalah kerapuhan (friabilitas). Laju disolusi zat aktif beberapa produk tablet sangat penting diperhatikan apabila memengaruhi laju dan kesernpurnaan ketersediaan hayati dan jaminan konsistensi ketersediaan hayati dari lot ke lot. waktu pembasahan massa. Identifikasi karakter mutu kritis tiap produk tablet harus diperlakukansebagai suatu pelaksanaan tersendiri untuk masing-masing produk. Dalam kasus ini.berkaitan dengan mutu dan spesifikasi bahan mentah. konsistensi pengisian granul ke dalam lubang kempa. Friabilitas bahkan dapat menjadi karakter mutu yang dapat diabaikan dalam program validasi. memiliki kelarutan tinggi. Disolusi kemungkinan layak diberi perhatian besar apabila memengaruhi ketersediaan hayati. Akan tetapi. Tidak ada standar atau pendekatan induk (master approach). dan hanye terabsorbsi dengan baik pada saluran cerna bagian atas. karakter mutu ini hanya menjadi per-hatian kecil. gaya kempa. keseragaman kandungan produk ini dapat menjadi perhatian utama dan difokuskan pada upaya validasi. cara me-nambahkan pengikat dalam produk. misalnya untuk zat aktif yang bereaksi asam. jaminan ketersediaan hayati inelalui validasi mungkin sama sekali tidak peflu dan tidak berarti. dan faktor-faktor lain bergantung pada metode pembuatan tablet. untuk beberapa produk lain. Sebaliknya. memastikan pencapaian keseragaman kandungan dalam produk dosis besar melalui program validasi yang ekstensif kemungkinan.

Volume ruah partikel bahan mentah Pencampuran Memperoleh campuran 1. Tabel 15.sasaran ketersediaan hayati dan keseragaman kandungan kemungkinan -diperlukan. Waktu pencampuran mempunyai sifat aliran serbuk dan kompresi yang baik . sifat fisikokimia zat aktif.Titikakhirbets 4. Situasi yang diuraikan di atas dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa karakter mutu kritis harus diidentifikasi masing-masing untuk setiap produk. Karakter mutu kritis dapat bergantung pada sifat farmakokinetik zat aktif (meliputi tempatdan cara zat aktif diabsorbsi.1. dosis zat aktif. dan stabilitas kimia zat aktif. Rekonsiliasi hasil Cranulasi Mengubah menjadi granul serbuk 1. tidak satu pun validasi ini diperlukan dan berbagai karakter mutu ini tidak menjadi perhatian besar karena karakter-karakter tersebut telah dicapai pada semua permutasi yang masuk akal dan pada kombinasi kondisi pemrosesan yang dapat dibayangkan untuk produk. Analisis mesh 2. Unit Operas! dan Kemungkinan Uji Pengendalian untuk Tablet Kempa yang Dibuat dengan CaraGranulasi Basah. Jumlah zat penggranulasi per subbagian 3. Bobot per subbagian yang 2. dalam beberapa situasi lain. Analisis mesh homogen 2. Analisis keseragaman kandungan kimia 3. Akan tetapi. Variabel proses tujuan Parameter uji Penapisan Memastikan ukuran 1. tetapi tidak hanya terbatas pada hal itu).

Kecepatan udara 5. Susut pengeringan Pengempaan Mencetak tablet 1. Aliran 3. Disintegrasi 6. Ketebalan per penampan 3. Susut pengeringan 7. Disolusi 7.5. Kekerasan 3. Tampilan 5. Bobot per 10 tablet 2. Rekonsiliasi hasil 5. Analisis mesh 4. Rekonsiliasi hasil pengempaan Pengecilan ukuran Memperkecil ukuran 1. Kelembapan relatif udara 4. Keseragaman sediaan . Bobot per penampan lembap sampai tingkat yang tepat untuk 2. Ketebalan 4. Waktu 6. Volume ruah 2. Ukuran granul (basah) Pengeringan (Oven) Mengurangi kandungan 1 .

Rekonsiliasi hasil 12. keseragaman kandungan 8. Setiap langkah yang di-ambil untuk mempermudah pengempaan dengan meningkatkan konsolidasi partikel diperkirakan dapat mengurangi kerja antasida. Setelah menguraikan karakter mutu yang harus dicapai dalam produk dan nilai minimum yang dapat diterima untuk setiap karakter tersebut spesifikasi yang dikembangkan untuk produk hendaknya dikaji ulang dan disetujui setelafc spesifikasi dinyatakan tepat dan wajar oleh orang yang berpengetahuan dalam risel dan pengembangan. . Friabilitas 9. Sebagai contoh. Tablet per menit 11.a. keragaman bobot b. Keefektifan antasida dihubungkan dengan ukuran partikel yang halus dan luas permukaan partikel. tidak rapuh (nonfriabel) dan tidak berdebu karakter mutu disintegrasi tablet yang cepat dan laju disolusi pelepasan zat aktif diperkirakan akan menurun dan bahkan menjadi tidak dapat diterima. yang secara langsung berkaitan dengan kemampuan antasida menetralkan asam lambung. Hal lain yang dapat dikaji ulang dalam tahap ini adalah apakah spesifikas produk yang dibicarakan yang kemungkinan akan menjadi "objek persaingan" kriti! telah ditetapkan atau belum. Caya kempa 10.KarlFischer/susut pengeringan Tahap Kedua Tahap kedua adalah mengkaji ulang daya guna produk terhadap spesifikasi yang diusulkan. produksi dan jaminan mutu. jika karakter mutu tablet ditingkatkan pada pembuatan tablet tidak bersalut untuk memperoleh tablet yang keras. Sebagian besar antasida yang tidak larut terdiri atas serbuk sangat halus yang mempunyai ke-termampatan yang sangat buruk. Bentuk objek persaingan lain terlihat pada antasida yang tidak larut. Hampir semua produk tablet mempunyai objek persaingan.

Setelah standar mutu dan akseptabilitas produk ditetapkan dalam tahap per-tama dan kedua. apabila zat aktif memiliki sifat-sifat berikut secara bersamaan: dosis besar. identifikasi proses pembuatan harus meliputi sistem-sistem yang mendukung proses (artinya. pem-basahan buruk."'          Pemanasan. prosedur pemrosesan seperti prapengempaan. dengan formulas! yang tepat. Secara kebetulan.2.™ Tabel 15. nyata bahwa objek persaingan tidak dapat diabaikan dan desain protokol validasi hendaknya dipertimbangkan secara teliti.Jadi. proses pembuatan produk harus sepenuhnya diidentifikasi. tiap faktor yang mempunyai dampak tidak langsung pada proses). Tabel 15.2 menunjukkan beberapa sistem pendukung yang berkaitan dengan produksi tablet dan mempunyai dampak pada pertimbangan validasi tablet. objek persaingan yang demi-kian tidak sulit ditangani untuk kebanyakan zat aktif. kelarutan rendah. dan bagian-bagian alat yang akan digunakan dalam pembuatan produk. ventilasi. Tahap Ketiga Tahap ketiga adalah mengidentifikasi metodologi. pengatur udara (air conditioning) Sistem pemeliharaan berkala Sistem air Sistem gas yang dimampatkan (udara) Sistem pembersihan Sistem hampa udara Listrik Sistem pembuangan (air) (Drainage) Peracikan bahan mentah . Sistem Pendukung dalam Pembuatan Bentuk Sediaan Padat Farmasetik. upaya peningkatan waktu huni pons. Selain proses-proses yang berdampak langsung pada pembuatan produk. Proses dalam unit operas! yang terlibat dalam pembuatan tablet kempa langsung akan sangat berbeda dari proses yang terlibat dalam granulasi basah. Akan tetapi. dan sifat pengempaan buruk. Hal ini dikarenakan pengaruh prosedur pemrosesan tersebut akan menghasilkan efek persaingan di antara kedua rangkaian karakter mutu. dan upaya peningkatan tekanan atau prosedur untuk meningkatkan ikatan granul tidak dapat bermanfaat pada kedua karakter mutu secara bersamaan. ketersediaan hayati pada garis batas. bagaimanapun cara pengendalian efek pemrosesan. proses.

    Sistem kertas kerja Pelatihan personel Pengendalian proses computer Sistem perlindungan lingkungan khusus Tahap Keempat Tahap keempat adalah mengidentifikasi variabel proses yang kemungkinan besar relevan dan kritis. dengan sistem yang benar-benar sesuai dengan model. seperti ketersediaan hayati atau laju disolusi zat aktif. sampai ke penetapan yang relative sedikit untuk zat aktif yang tidak mempunyai masalah ketersediaan hayati atau masalah pembuatan. Tahap berikutnya adalah. melakukan percobaan yang telah didesain dengan baik dan terkendali untuk menetapkan pengaruh variabel proses dan gabungan variabel pada karakter mutu produk. wattmeter. Tahap Kelima Tahap kelima adalah mengadakan percobaan validasi proses. alat bantu instmmen pemantau operasi (misalnya.desainnya. untuk produk. dan penunjuk suhu) harus berada dalam kondisi kerja dan telah dikalibrasi. Apoteker yang memiliki pengetahuan pengembangan produk biasanya dapat mengkaji spesifikasi dan metode pembuatan serta memperkirakan variabel proses dan tahap proses yang paling berpotensi merne-f ngaruhi spesifikasi tertentu yang dimiliki produk. Tahap pemrosesan dan pengendalian tahap pemrosesan yang diperkirakan akan berdampak paling langsung pada tujuan utama produk. Validasi proses pembuatan secara sederhana melibatkan doku-mentasi . inulai dari pengoptimalan metpde matematik atau statistik secara penuh. Dalam validasi produk secara menyeluruh. proses pembuatan dasar. Sebelum percobaan . hendaknya memperoleh perhatian terbesar. ammeter. Contoh variabel proses yang hendaknya dipertimbangkan untuk spesifikasi produk antara lain konsentrasi pengikat. indikatof KPM. waktu pencampuran yang optimal. semua orang yang dilibatkan dalam perencanan validasi harus yakin bahwa sertifikasi telah dilakukan untuk menjamin bahwa . kepadatan granul. mentah yang sebelumnya telah ditetapkan. Berbagai macam pendekatan dapat dilakukan. dan perlengkapan penggilingan.peralatan yang digunakan dalam studi validasi berfungsi dan dapat dipercaya. dan formulasi. perekam grafik. dasar informasi untuk : tahap ini adalah daftar spesifikasi dan batas tiap karakter mutu yang telah ditetapkan . berbagai bagian peralatan yang digunakan dalam proses di unit operasi yang berbeda harus disertifikasi untuk dioperasikan sesuai dengan . Selain itu. Walaupun sertifikasi peralatan merupakan tang-gung jawab bagian teknik perusahaan. serta spesifikasi bahan. validasi dapat dilakukan.

pelaksanaan produksi yang akan da-tang harus berada di dalam rentang tersebut atau produk dikatakan berada "di luar validasi'"). Rentang hendaknya digunakan apabila kondisi yang persis tidak dapat dicapai. produk. memantau. bobot salut. (Ingat. misalnya. atau kecepatan aliran udara. Peralatan harus dirawat secara berkala agar daya gunanya tidak ber-ubah. Pilih variabel proses dan kombinasi variabel proses beserta batas masing-masing variabel yang diperkirakan akan memberikan dampak menguntungkan setidaknya pada karakter mutu produk dan membuat produk berada di dalam batas tersebut. Tetapkan batas awal untuk tiap prosedur pemrosesan yang diperkirakan tidak pernah sama dalam praktik (batas atas dan batas bawah). parameter-parameter yang mengendalikan proses perlu dipantau secara kontinu. suhu. misalnya. rancangan atau penetapan rentang maksimum yang mungkin dan wajar diha-rapkah ditemukan dalam praktik. Tahap Keenam Tahap keenam adalah mengkaji ulang.pengendalian proses mutakhir dan pengkajian ulang riwayat dari rekaman pengujian penerimaan produk. dalam kasus lain. Perubahan proses perbaikan atau proses lain harus divalidasi ulang. waktu pencampuran yang ditetapkan. Instrumen yang digunakan harus dikalibrasi secara rutin. Periksa daf tar batas yang diperoleh dari tahap sebelumnya sehubungan dengan karakter mutu produk yang paling kritis yang dapat dicapai.™ ' 2. Akan tetapi. Perhatian yang saksama juga harus diberikan agar tidak ada bagian proses yang diubah. Setelah proses divalidasi. Lakukan pemeriksaan untukmengetahui apakah ada kondisi pemrosesan atau kombinasi kondisi pemrosesan yang ekstrem sehingga menempatkan produk di luar spesifikasi penerimaan untuk setiap parameter. 1. Apabila rancangan validasi semakin rumit atau apabila terdapat objek persaingan atau hubungan sebab-akibat yang tidak jelas. suatu rentang akan diperlukan dan hendaknya disebutkan seperti diuraikan sebelumnya. dan proses secara tetap juga . Dalam beberapa kasus. waktu pembuatan massa basah. pendekatan umum berikut sebaiknya dilakukan dalam mengembangkan suatu protokol validasi. kecepatan mesin tablet dan panci salut. penetapan batas spesifikasi tunggal yang persis untuk prosedur pemrosesan mungkin dilakukan. dan memvalidasi ulang (revalidasi) jika diperlukan. volume zat peng-granulasi yang digunakan. Apabila kondisi-kondisi pemrosesan tersebut diperkirakan memengaruhi karakter mutu dan apabila pengendalian yang saksama tidak mungkin dilakukan. Pengkajian ulang semua spesifikasi.

hal yang sangat penting diperhatikan adalah ukuran partikel. jadi. JENIS VALIDASI Ada 2 jenis validasi yang perlu dilakukan. agar . warna. luas permukaan yang luas (5000-10. Sintesis zat aktif yang baru sering tidak dapat ditetapkan sama sekali pada tahap awal. dan karakteristik fisik atau kimia lain. Jika. Karakteristik tertentu. Sebagai contoh. proses penggilingan atau . tetapi merupakan salah satu tahap yang lebih kritis dalam siklus pengembangan. sifat-sifat fisika penting. Hal ihi sangat penting karena memungkinkan ingredien terdistribus: acak di dalam campuran sebelum pengempaan. dan efisiensi lubrikan. larutan.penting dilakukan agar spesifikasi dapat diketatkan atau diperluas untuk meningkatkan sistem yang tervalidasi secara menyeluruh. bobot jenis. baik campuran yang selanjutnya akan.baik zat aktif maupun eksipien Keberagaman kondisi bahan mentah merupakan salah satu penyebab utamaperbedaan atau penyimpangan produk dari spesifikasi.zal aktif yang tidak larut dalam air memiliki disolusi cepat dan mencapai ketersediaar in vitro. yaitu validasi bahan mentah dan validasi metode analisis. misalnya.diproses dengan granulasi basah atau kempa langsung.000 cm2/g) akan diperoleh jika dilakukan proses pengurangan ukuran partikel. yang sama sekali tidak dapat ditetapkan secara dini dalam urutan proses. dan bentui ihgredien lain. Zat aktif dapat menjadiingredien yang paling tidak dapat dikendalikan dalam skema validasi produk atauproses lengkap. keseragaman campuran. Ukuran partikel sal ing berhubungan langsung dengan berbagai variabel pemrosesan penting. dar bentuk zat aktif harus kompatibel dengan ukuran partikel. ketermampatan. Untuk memperoleh campuran zat aktif dan ingredien lain dalam formula. bpbot jenis. zat aktif itu biasanya digiling atau dimikronisasi untuk mencapai rentang ukuran partikel yang diinginkan. Program praformulasi yang dimulai di tahap penyelidikan awal fase pengembangan produk jarang dianggap sebagai bagian dari validasi. ukuran dan luas permukaan partikel. Validasi Bahan Mentah proses validasi bentuk sediaan solid dimulai dengan memvalidasi bahan mentah.seperti morfologi zat aktif. Beberapa variabel yang paling dipengaruhi adalah aliran. penting diperhatikan dalam menilai ketersediaan zal aktif dan reprodusibilitas proses pembuatan berikutnya. atau bahan pengikat granulasi yang digunakan. Ukuran partikel biasanya berbanding terbalik dengan luas permukaan. seperti ukuran partikel dan luas permukaan.

lubrikan demikian akan lebih efisien menyalut permukaan partikel sehingga terbentuk partikel-partikel yang lebih hidrofobi. telah sangat diketahui bahwa apabila magnesium stearat digunakan berlebihan. tetapi dapat juga mencapai 99%. massa akan terlalu kering dan tidak dapat membentuk agregat partikel sebagaimana seharusnya sehingga mengakibatkan aliran granul buruk. Validasi karakteristik ukuran partikel atau luas permukaan magnesium stearat yang memiliki mutu. Selain itu. Konsep pengendalian dan validasi partikel juga sangat penting untuk eksipien yang digunakan dalam sediaan oral padat. lubrikan menciptakan kerja gelincir yang mengurangi tekanan yarvg diberikan. Magnesium stearat digunakan sebagai lubrikan untuk mengurangi gesekan ketika bentuk sediaan padat dikeluarkan dari proses pengempaan. Jumlah eksipien yang digunakan dalam suatu formula tablet dapat kurang dari 1%. Apabila terjadi hal sebaliknya. Kerja salut juga dapat diperoleh bila menggunakan lubrikan yang memiliki ukuran partikel kecil atau luas permukaan lebih besar. dan masalah keseragaman kandungan dalam bentuk sediaan jadi. jadi. Perhatikan contoh berikut. Dalam beberapa kasus. 1. Kerja magnesium stearat diketahui sangat bergantung pada ukuran partikel dan kemampuan magnesium stearat menghilangkan lapis di antara susunan apabila diberi tekanan. ketermampatan tablet buruk. Validasi karakteristik kritis eksipien sekecil 1% sama pentingnya dengan validasi eksipien yang digunakan dalam kuantitas yang lebih besar. akibatnya.mikronisasi tidak dikendalikan dan divalidasi dengan tepat untuk mencapai distribusi ukuran partikel yang reprodusibel. karakteristik disintegrasi dan disolusi produk jadi biasanya menjadi buruk karena ingredien formula membentuk salut hidrofobik. massa basah akan lewat basah sehingga mengakibat-kan karakter pengeringan yang tidak inenentu (terjadi pengerasan atau pengeringan produk yang tidak memadai). Pemasok sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa keseragaman magnesium stearat lot demi lot relatif baik. ketidakteraturan distribusi campuran akar mengakibatkan masalah keseragaman kandungan pada bentuk sediaan jadi. jika perbandingan ukuran partikel terhadap luas permukaan tidak dikendalikan dan jumlah khusus larutan penggranulasi tidak dinyatakan dalam petunjuk pembuatan produk. Selain . Karakteristik lain dalam pembuatan yang dapat memberikan pengariih negatil apabila distribusi ukuran partikel zat aktif tidak divalidasi adalah volume larutar atau pengikat granulasi yang diperlukan untuk menghasilkan massa yang dapai diaglomerasi dengan tepat Volume zat penggranulasi yang diperlukan untuk mem-basahi massa serbuk yang terdiri atas partikel-patikel halus lebih besar dibanding-kan volume yang diperlukan untuk partikel zat sama yang lebih kasar. dapat terjadi masalah pelepasan zat aktif. Apabila digunakan dalam konsentrasi yang sama dengan lubrikan yang memiliki luas permukaan lebih kecil.

harus dipastikan bahwa perbedaan kriteria ukuran partikel atau luas permukaan bahan dari sumber pengganti dengan bahan dari sumber utama tidak signifikan. . ke mbapan. dan pengendalian. Pentingnya validasi bahan mentah dapat ditunjukkan dalam kasus zat pewarna yang digunakan untuk memberi warna pada tablet. atau personel pengendalian mutu. Bayangkan penggunaan zat pewarna lak aluminium yang langsung dicampur kering di dalam suatu formulasi tablet. pabrik pembuat tablet hendaknya mengecek prosedur analisis pemaso sebagai bagian dari program validasinya. dan lain-lain yang telah disebt lahulu. Perbedaan kondisi bahan mentah merupakan salah satu sumber masalal itama yang dihadapi oleh ilmuwan pengembang farmasetik. Validasi bahan mentah zat pewarna meng gunakan teknik analisis ukuran partikel dan pengukuran luas permukaar sangat penting dilakukan untuk menjamin bahwa semua lot zat pewarna yanj diterima menunjukkan reprodusibilitas yang berhasil apabila dimasukkan ke dalam bentuk sediaan farmasetik. pemajanan bahan terhadap kondisi yang tidak diinginkan (panas. Selain karakteristik fisik yan iting. luas permukaan. zat pewarna harus ditambahkan secara geometri (menggunakan metode penambahan geometris) atau pendekatan prapencampuran. dan sejauh mana masingmasin lasok memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan tentang fasilita fpersonel. apabila mencoba meng-gunakan stearat dari sumber pengganti. dan mempunyai tekstur yang halus tidak terdistribusi merata tablet yang dihasilkan akan tampak berbercak atau mempunyai area yang mengandung pewarna dalam konsentrasi tinggi sehingga menghasilkar tampilan tablet yang berbintik. uji disolusi me-rupakan uji penyerta yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa stearat yang baru tidak menimbulkan masalah pelepasan in uitro. Jika kriteria ini berbeda. seperti kar dungan air. Selain itu. Jika zat pewarna yang tersedia sebagai serbuk terbagi halus yang memiliki luas permukaan yang luas. penyelia produksi. dll). keterandalan pemasok. Karakteristik kimia yang lain. kemungkinan menggunakan mesin tablet yang dilengkapi dengan instrumen yang dapat memastikan dengan tepat bahwa sumber stearat. Program yang komprehensif untuk menetapkan prosedur validasi dan pengen lalian bahan mentah sangat penting dirniliki jika ingin mendapatkan produk yanj lemenuhi semua kriteria produk jadi bets demi bets. prosedur operasional. Perbedaan kondisi bahan untuk produk sama yang berasal dari pemasok yang berbeda bergantung pada metode transportasi yang di Ipilih. seperti ukuran partikel. dingin. Untuk mencapai distribusi warna yang merata. cahaya. 2.itu. Pengganti tidak menyebabkan masajah pengempaan dan pengeluaran dari lubang kempa. lebih banyak studi mendalam harus dilakukan. residu pemijaran. dan residu logam berat hendaknya juga dipantau. bebas dari aglomerat.

lebih baik tiga bets. . Dalam hal ini. Keterandalan tiap penjual dan seberapa baik masing masing penjual memenuhi persyaratan peraturan perundang undangan juga harus ditetapkan. bahan mentah tersebut hendaknya digunakan untuk membuat suatu bets bentuk sediaan jadi. 3. baik batas spesifikasi atas maupunbawah. ini terutama harus-dilakukan pada ingredien cair atau semisolidyang berinteraksi dengan wadah atau apabila permeabilitas wadah terhadapudara dan lembap dapat menyebabkan bahan mentah rusak. Setelah memilih sampel bahan mentah yang berada dalam rentang spesifikasi dan stabilitas yang dapat diterima sesuai dengan rentang spesifikasi dan stabilitas yang ditetapkan sebelumnya.Tahapan validasi bahan mentah atau eksipien sama dengan tahap-tahap yan {dicantumkam dalam CGMP/CPOB. DEFINISI DAN PENGENDALIAN VARIABEL PROSES Validasi proses dapat didefinisikan sebagai tindakan pembuktian yang dilakukan dengan menantang suatu proses selama pengembangan untuk menetapkan variabel yang harus dikendalikan agar dapat dipastikan bahwa proses produksi suatu produk jadi atau produk intermediate tidak berubah ubah. Tahap akhir validasi bahan mentah hendaknya meliputi inspeksi tempat pemasok untuk mengkaji ulang prosedur operasi dan pengendalian pada pabrik penjual. cara yang lebih tepat adalah membuat sejumlah lot produk jadi dengan menggunakanbahan mentah yang memiliki spesifikasi dalam rentang batas bawah dan batas atas. Validasi metode analisis Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis bahan mentah dan produk oral padat harus divalidasi. 2. Bets yang dipilihhendaknya diseleksi untuk mewaki rentang spesifikasi yang dapat diterima. Tiap bahan mentah hendaknya divalidasi dengan melakukan pengecekan pi da sejumlah bets. atau mikrobiblogi hendaknya dilakukan bergantung pada kerentanan bahan mentah selama pemrosesan dan penyimpanan. termasuk dokumentasi resmi tertulis dari prc sedur tersebut Metode yang digunakan adalah sebagai berikut. Pengujian demikian berguna apabila diketahui bahwa produk kemungkinan rentan terhadap perubahan kecil pada karakteristik eksipien atau zat aktif. Salah satu uji stabilitas fisik. yang diambil dari pemasok utama da juga pemasok pengganti. 1. kimia. Hal. 4.

Kegiatan validasi dimulai ketika bagian pengembangan farmasetik memulai pekerjaannya. Menetapkan batas spesifikasi data uji yang diperoleh untuk parameter yang ditetapkan. suhu dan penggunaan daya) berada dalam batas spesifikasi walaupun jumlah beban (muatan ) produk berbeda beda. Menentukan seberapa baik batas spesifikasi memperlihatkan bahwa proses yang sedang dikendalikan menantang proses dengan membuat produk yang memiliki perbedaan besar dari batas spesifikasi. Dalam proses validasi. Validasi didasarkan pada konsep bahwa proses yang digunakan telah dioptimalkan sehingga data yang diperoleh melalui program pengujian dapat dipercaya dan dievaluasi dalam hal konsistensi dan relevansi. Setelah ini dilakukan. personel pengembang dapat meneruskan pengujian produk sebenarnya menngunakan parameter parameter dan spesifikasi tersebut untuk memvalidasi bahwa proses akan menghasilkan produk yang dapat diterima. dan selama pembuatan skala penuh. tiap produk kemungkinan mempunyai keistimewaan tersendiri yang memerlukan pengujian khusus. misalnya menilai kekerasan tablet atas serangkaian bets yang dapat memenuhi persyaratan friabilitas. pengembangan proses. Pastikan bahwa kondisi pengoprasian peralatan (misalnya rotasi permenit. Data atau informasi terkait dikumpulkan selama tahap praformulasi dan masukan masukan lain diperoleh selama pengembangan dan evaluasi formulasi. disintegrasi dan disolusi akan dipenuhi.ini dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik statistik untuk menetapkan perbedaan yang besar dari kekerasan yang memenuhi syarat (tinggi dan rendah )yang memberikan jaminan 95% bahwa spesifikasi friabilitas. beberapa tahap utama lain dalam pengembangan program validasi diringkas sebagai berikut : Memperoleh data uji untuk menetapkan tentang numerik parameter. Informasi yang dikumpulkan dalam keempat tahap tersebut dievaluasi untuk menetapkan parameter proses yang kemungkinan dapat digunakan sebagai alat untuk menunjukkan bahwa produk terkendali. Ini dilakukan untuk memastikan semua spesifikasi produk telah dipenuhi Mengecek peralatan yang digunakan untuk memperoleh data dan mengendalikan proses. tetapi semua bentuk sediaan padat umumnya memerlukan pengujian berikut : .Validasi proses juga meliputi cara mengaudit mutu proses secara kontinu selama fase pemasaran produk untuk memastikan bahwa proses memenuhi spesifikasi ini. Setelah hal ini selesai dilakukan. disintegrasi dan disolusi tablet.

waktu. Desintegrasi dan disolusi yang sesuai . atau berdebu selama proses pengemasan 6. Pengujian dalam validasi ulang hanya dilakukan apabilabterjadi perubahan yang signifikan.parameter ini hendaknya dipantau sepanjang proses validasi tablet. Kandungan lembab (total bahan menguap) dalam granulasi kering. kecepatan penambahan pelarut dalam granulator. Distribusi ukuran partikel granul. ketebalan. 3.yaitu karakteristik pelepasan zat aktif yang baik (kesediaan in vitro ) dan keseragaman bets demi bets penting dipastikan 5. yaitu karakteristik penting yang saling berhubungan yang menunjukkan apakah tablet akan menjadi sumbing. dan keseragaman kandungan tablet.ukuran penapis dan kecepatan pengisian dalam alat penggiling. disolusi.apakah keseragaman kandungan memenuhi standar farmakope atau standar internasional lainnya. Upaya tertentu biasanya dilakukan untuk memperoleh variasi bobot kurang dari 5% dari rata-rata. Variasi bobot disepanjang pengambilan sampel bets. 7. dan karakteristik pelepasan harus ditetapkan secara jelas. Friabilitas. Faktor tak tetap (variabel) ini juga mencakup waktu dan kecepatan pencampuran (rpm alat pencampur dan granulator ). Apakah pelarut penggranulasi telah dikeluarkan sampai tingkat (biasanya lembap kurang dari 1% ) 2. yaitu jarak lintas pencampuran atau propil sampling bets pada berbagai titik. variasi bobot dicurigai disebabkan oleh aliran granul yang buruk dan terdapat masalah peralatan.pengujian dalam validasi proses umumnya dilakukan pada tiga bets pertama dari produk yang dibuat dalam alat berukuran produksi. friabilitas. ketebalan. dan kecepatan mesin dan volume isi dalam enkapsulator .1. Ketujuh parameter uji kunci ini. variasi bobot. Jika nilai ini tidak dicapai. suhu dan aliran udara dalam alat pengering dan alat penyalut. Perubahan yang signifikan adalah perubahan yang akan mengubah spesifikasi dalam proses (in process) atau spesifikasi produk jadi yang telah yang memadai selama pengeringan . retak. disintegrasi.ini merupakan parameter yang sangat penting yang mempengaruhi letermampatan. kecepatan mesin tablet dan gaya kempa dalam mesin tablet. merupakan ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi variabel proses utama untuk bentuk sediaan padat. kekerasan. Kekerasan yaitu hubungan antara kekerasan. 4.apakah terjadi pemisahan campuran selama granul mengalir dari corong ke lubang kempa. kondisi. Keseragaman kandungan campuran dan bentuk sediaan jadi.

Tipe alat pencampur (blender). Komposisi tablet Berikan alasan keberadaan tiap ingredien dalam formula. PETUNJUK VALIDASI PROSES BENTUK SEDIAAN PADAT Sejumlah faktor hendaknya dipertimbangkan ketika mengembangkan dan memvalidasi bentuk sediaan padat. Kandungan lembap 9. Apakah sifat-sifat ini digunakan atau diubah dalam formula yang sedang dikaji? 3. atau peralatan. Apa sifat normal tiap ingrediaent? 2. Pengujian dilakukan untuk menilai keseragaman produk jadi. Kelarutan zat aktif pada berbagai pH dalam sistem air atau sistem hidroalkohol Evaluasi dan seleksi proses 1. Bobot jenis dalam keadaan “longgar (sebelum diketuk-ketuk)” dan “dalam keadaan rapat (setelah diketuk-ketuk/tapping)” 5.ditetapkan selama program validasi atau apabilaterjadi perubahan formulasi. . seperi: 1. Petunjuk atau daftar pengecekan berikut dapat dimasukkan dalam program validasi bentuk sediaan padat tablet kempa dan tablet salut. 2. Luas permukaan 7. Distribusi ukuran partikel 6. proses. Sifat aliran. misalnya formulasi kempa langsung atau hanya penambahan lubrikan pada tahap akhir. lama proses pencampuran akan berbeda bergantung pada tujuan. Pelaksanaan pencampuran Penetapan waktu pencampuran yang optimal didasarkan pada a. Apakah pencampuran granul dilakukan dengan benar untuk mencapai distribusi zat aktif yang dikehendaki dalam keseluruhan campuran. dan campuran akhir? 4. Apakah pencampuran yang ekstensif menyebabkan pemisahan ingredien ? b. Bagaimana karakteristik campuran serbuk awal. granulasi basah dan/ granulasi kering. misalnya sudut kontak 8.

Bobot jenis b. distribusi zat aktif atau lubrikan. friabilitas. 50%. Selain itu.3. dan lain-lain. Peningkatan waktu huni umumnya akibat tablet lebih keras akan tetapi. Kelembaban 6. tablet dapat menjadi buruk. Misalnya. intensitas. Cek interaksi yang mungkin terjadi antara proses dan efek interaksi itu pada pengempaan tablet (inti). udara kemungkinan akan terjerat didalam tablet ehingga mengakibatkan caping. Cam adalah bagian mesin tablet yang memindahkan gerakan. jika sistem cam mesin tablet tidak memungkinkan pengempaan bersinambungan. Sebagai contoh. Evaluasi pengikat bergantung pada hal hal berikut : a) konsentrasi pengikat aglomerasi partikel partikel memerlukan pengikat yang cukup untuk memperoleh aliran dan kemampatan granul yang baik. disolusi. yaitu 30%. Distribusi ukuran partikel c. 8. Apakah ingredien tertentu dalam formulasi memberikan pengaruh lebih besar pada bobot jenis campuran akhir daripada satu atau beberapa ingredien lain? Jika ini terjadi. Keseragaman warna. dan keseragaman warna. Menguji berbagai ukuran muatan alat pencampur. 5. dan 70% dari volume kerja – jika muatan alat pencampur kurang atau lebih. spesifikasi bobot jenis ingredien tersebut perlu benar benar dikendalikan 7. Waktu huni adalah waktu selama massa serbuk berada dalam proses pengempaan oleh pons tablet. rpm panggung mesin tablet akan mempengaruhi waktu huni. Konsentrasi dan volume . Sebagai contoh. formula kempa langsung yang mengadung zat aktif yang dimikronisasi (5 mikron ) dan eksipien berupa granul (500-1000 mikron ) 4. GRANULASI BASAH 1. hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi kekerasan. waktu hilangnya keseragaman campuran serbuk. pada pencampuran granul dapat terpisah akibat perbedaan ukuran partikel atau bobot jenis. Tetapkan waktu pemisahan campuran. Cek karakteristik campuran: a. Warna campuran serbuk atau tablet kempa dapat berubah ubah sesuai dengan tekanan yang diberikan karena tekanan dapat merusak bentuk atau menyebabkan deagregasi zat aktif atau zat pewarna dan memengaruhi corak.

b) Kelarutan dalam larutan penggranulasi.peningkatan volume ruah dapat terjadi selama fase granulasi basah sebelum masa itu mulai menggumpal (aglomerasi). b) Tetapkan bobot jenis optimum serbuk mengalir dan formulasi tablet c) Tentukan jumlah larutan penggranulasi yang diperlukan untuk granulasi optimum. tablet sumbing atau melekat pada permukaan pons tablet dan stabilitas buruk akibat terjadi hidrolisis. Aliran granul yang baik dan keseragaman kandungan yang baik dalam tablet yang dihasilkan sangat penting dipastikan.ini perlu dilakukan untuk memperoleh distribusi maksimum cairan dan bahan bahan lain 3. Hal ini akan mengakibatkan volume ruah granul melebihi kapasitas volume alat pencampur. Kandungan lembab yang tinggi dapat mengakibatkan. pengikat hendaknya dalam bentuk larutan untuk memberikan aktivitas aglomerasi yang maksimal. Evaluasi tahap pengeringan dan granulasi kering a) Tetapkan kandungan lebab optimal granul kering. gunakan instrumentasi penunjuk titik akhir granulasi d) Tentukan kompaktibilitas granul basah . b) Evaluasi distribusi ukuran partikel granul kering. e) Tentukan waktu pencampuran optimum.granulasi yang lewat kering dapat mengakibatkan kekerasan dan friabilitas tablet buruk. .pengikat sangat memengaruhi sejumlah karakteristik formulasi dan proses yang digunakan untuk membuat produk. c) Sifat pengikat selama tahap pengeringan. 2.pemadatan selama proses granulasi basah dikaitkan dengan derajat agregasi partikel dan saling berkaitan dengan ukuran partikel granul dan karakteristik aliran. Pengukuran bobot jenis dapat dilakukan dengan mengukur sejumlah tertentu granul yang ditimbang dalam gelas ukur. Evaluasi campuran granul a) Bandingkan bobot jenis granul basah dan serbuk kering asal.

Laju disolusi berbanding lurus dengan luas permukaan partikel terlarut c) Disintegrasi granul. ukuran partikel yang besar dapat menyebabkan lajunya disolusi yang diperlama. suhu udara yang masuk ke alat pengering merupakan faktor penting untuk menetapkan efisien pengeringan  Efisiensi alat pengering.c) Evaluasi bobot jenis granul kering . Granul berukuran lebih besar umumnya terdisentegrasi dengan kecepatan lebih lambat daripada granul berukuran lebih kecil. Bobot jenis dapat berubah ubah jika distribusi ukuran partikel berubah d) Tentukan kondisi alat atau kondisi instrumen yang diperlukan untuk meningkatkan pengeringan optimum?  Aliran udara. dan kecepatan pengisian produk kedalam alat penggiling sangat memengaruhi distribusi ukuran partikel yang dikehendaki b) Disolusi (jika diperlukan). Efisiensi alat pengering dan pengaruh efisiensi alat pada produk sedang dikaji. mesh kawat atau lempeng penapis padatan. Tipe penggilingan. Lihat penjelasan tentang suhu masuk. Aliran udara yang sesuai diperlukan untuk menghilangkan udara lembab dari granul basah  Suhu masuk. kecepatan penggilingan dan penapis alat penggiling merupakan parameter kunci dalam menghasilkan distribusi ukuran partikel yang dikehendaki. Semakin besar jumlah yang ingin dikeringkan. Pelaksanaan penggilingan untuk granulasi kering a) Distribusi ukuran partikel.bobot jenis granul kering berhubungan dengan ketebalan tablet. semakin banyak lembab yang akan dihilangkan pada pengeringan  Suhu keluar 4.granul yang higroskopis kemungkinan memiliki aliran granul yang buruk sehingga dapat menimbulkan masalah keseragaman kandungan dan keseragaman bobot tablet . Jika zat aktif tidak larut dalam air. Metode seperti pisau atau kipas tubrukan. d) Penyerapan lembab versus pesen kelembaban relative selama periode 24 jam memengaruhi sifat aliran serbuk.  Berat granul yang dikeringkan.

g) Daftar persyaratan khusus yang diperlukan h) Kecepatan optimal mesin tablet i) Bandingkan pengoperasian mesin yang memiliki rotasi berkecepatan tinggi dengan mesin yang memiliki rotasi berkecepatan rendah 6. peningkatan friabilitas.karakteristik produk atau proses berikut hendaknya dievaluasi : a) Tampilan tablet b) Mutu warna c) Stabilitas d) Penyerapan lembab versus persen kelembaban relatif dalam periode 24 jam dan 1 minggu. Jika penyerapan lembab lebih dari 2-5%.e) Ketermampatan tablet tanpa lubrikan dan pengisi lain yang direkomendasikan. Pengempaan tablet (inti ) Selain berbagai karakteristik yang dibicarakan terdahulu . bercak bercak. efek negatif yang dapat terjadi antara lain pelunakan tablet. monogram terkikis dan dapat berakibat penurunan stabilitas e) Aliran serbuk dari corong dipengaruhi oleh ukuran granul dan kandungan lembab f) Pemisahan atau keseragaman dalam bingkai pengisi pada mesin tablet. 5. Kempa langsung a) Pelaksanaan pencampuran sama dengan penjelasan evaluasi dan seleksi proses poin 1 b) Karakteristik serbuk sama dengan penjelasan evaluasi dan seleksi proses poin 5 c) Pengempaan tablet sama dengan penjelasan poin 5 diatas d) Penyalutan tablet dapat dilihat pada poin 7 berikut .

Penyalutan tablet (jika diperlukan ) a) Kaji ulang prosedur yang direkomendasikan oleh grup formulasi b) Tegaskan apakah prosedur dengan alat skala penuh sudah memadai . misalnya panci 24 inci dan 48 inci d) Bandingkan kedua pelaksanaan penyalutan tersebut dan tetapkan apakah prosedur memadai.kecepatan dan baffle (pengaduk) untuk memperoleh agitasi tablet yang baik c) Evaluasi prosedur penyalutan setidaknya didalam dua panci yang memiliki ukuran berbeda. h) Tetapkan pengaruh larutan subsalut inti yang disalut pada kekasaran permukaan tablet.7. Jika salut penutup tidak halus.apakah rpm panci sudah tepat? e) Pikirkan tujuan penyalutan tablet. i) Tetapkan kecepatan penyalutan bahan subsalut (larutan dan serbuk tabur). menghasilkan sistem lepas lambat atau identifikasi produk f) Tentukan pengaruh laruan salut penutup inti tablet pada kekasaran permukaan tablet. ketidaksempurnaan akan terbawa terus sampai ke produk jadi g) Tentukan keutuhan salut yang dihasilkan oleh salut penutup atau impermeabilitas salut penutup terhadap lembab. . Pengeringan pada suhu terlalu tinggi dapat menyebabkan kristalisasi ingredien selama tahap subsalut dan tahap pengkilatan. penjelasan sama dengan poin f. Berapa kali proses penyalutan perlu dilakukan? l) Tentukan kondisi pengeringan yang optimum.yaitu penanganan bahan ke dan dari panci penyalutan.meningkatkan stabilitas. j) Tentukan jumlah bahan subsalut optimum yang diperlukan dalam tiap penyalutan. k) Tentukan jumlah bahan subsalut yang akan berlebihan. Hal ini penting untuk memastikan salut yang dihasilkan licin dan merata. muatan panci yang tepat . apakah untuk menutupi rasa .keretakan salut penutup akan memungkinkan penetrasi lembab kedalam inti tablet pada tahap penyalutan berikutnya sehingga dapat mengakibatkan penurunan stabilitas.

Apakah alat beroperasi lebih efisien bila serbuk berbobot jenis kecil. Bagaimana kondisi pengeringan optimum? p) Pemolesan tablet     Ukuran tablet bersalut Residu pelarut q) Apabila digunakan salut selaput. Bagaimana kisaran beban kerja. Jika waktu disintegrasi atau waktu hancur tinggi. Bagaimana kapasitas kerja alat? . pengisian. Alat pencampur (Blending equipment) a. Apa ciri atau keistimewaan yang dimiliki oleh alat-alat yang memudahkan penanganan serbuk. Pengujian ini dapat berfungsi sebagai salah satu cara cepat menilai keutuhan salut. dan jumlah agitasi dalam panci? Berapa banyak residu pelarut dalam tablet? Evaluasi peralatan 1. Alat granulasi a. kecepatan pengeringan. Berapa kecepatan penyalutan. Gemco Valvess? e. Pemberian subsalut memungkinkan lembap berpenetrasi ke dalam inti. Satu efek negatif dari keadaan ini adalah tablet dapat memiliki friabilitas lebih tinggi daripada yang seharusnya. jumlah agitasi. Hal ini dapat mengakibatkan tablet menjadi sumbing pada tahap penyalutan berikutnya. Apakah alat itu mempunyai kapasitas membasahi campuran serbuk? 2. o) Tentukan kecepatan penyalutan bahan untuk penyelesaian akhir (finishing). Dapatkah vakum dipasangkan pada alat itu? g.m) Uji waktu hancur tablet yang tersalut sebagian. d. yaitu muatan alat pencampur yang tepat untuk memastikan keseragaman campuran yang baik. perlu dipertanyakan apakah terlalu banyak salut penutup diberikan? n) Friabilitas tablet yang tersalut sebagian. dan pengeluaran otomatis seperti Vac-U-Max. Apakah alat dapat memanaskan campuran serbuk jika diperlukan berfungsi sebagai pengering dan sebagai granulator?apakah metode pemanasan menggunakan listrik atau uap? f. c. Bagaimana kapasitas kerja alat? b. kecepatan rotasi panci.

Ini kemungkinan diperlukan untuk memperoleh penyalutan tablet yang baik dalam panci sehingga menghasilkan lapisan larutan salut yang seragam pada semua tablet.b. pemberian gaya dibawah alat pengisi (force below feeder). Apakah sudut kemiringan (pitch) panci dapat diubah-ubah? d. bingkai pengisian terbuka (open feed frame). 4. Alat tablet a. Bagaimana metode pencampuran?Sebagai contoh. Berapa lama peralatan e. terutama tablet besar atau bongkah (slug). . plow. atau chopper? c. Apakah jenis kemampuan pengisian serbuk yang dimiliki alat?Dapatkah kemampuan ini diubah atau diatur?Misalnya. Apakah alat-alat itu g. Apakah alat itu memerlukan h. Berapa banyak tablet yang dibuat untuk memenuhi perkiraan penjualan (sales forecast)? b. Berapakah kisaran kapasitas beban kerja panci? b. Apakah alat dapat melakukan i. Berapa kisaran gaya kempa alat?Beberapa produk. teknik lapisan mengalir (fluid bed)? 3. Bagaimana kondisi udara masuk (volume dan suhu) dan vakum yang diperlukan untuk mengoperasikan panci salut secara optimum?Persyaratan untuk kebutuhan ini dapat melebihi kapasitas yang tersedia dalam pabrik. Apakah alat itu dapat mengeringkan granul setelah proses granulasi selesai?Bagaimana efisiensi pengeringan dibandingkan teknik yang lebih konvensional (teknik penampan. d. Apakah panci salut mempunyai kapasitas penggerak yang berubah-ubah (variabel drive). c. Apakah alat hanya membasahi serbuk dengan menggunakan gaya geser minimal untuk menyatukan zat penggranulasi dan lapisan serbuk atau apakah alat itu mempunyai gaya geser yang tinggi untuk “menambahkan” larutan granulasi ke dalam campuran serbuk? e. apakah dengan metode planetary. Berapa lama waktu tak kerja f. Berapa jumlah stasiun kempa yang diperlukan untuk menghasilkan kuantitas tablet yang dikehendaki? c. memerlukan gaya kempa yang signifikan (lebih besar dari 5-25kg). Penyalutan tablet a. Apakah alat itu memadatkan serbuk selama granulasi?Apakah proses memerlukan alat yang demikian? d.

termasuk pemilihan komponen dan bahan bermutu.e. serta pengendalian proses secara statistic melalui pengujian selama proses dan pengujian produk jadi.system proses dan pengendalian pada desain dan validasi diteliti agar derajat kepercayaan yang tinggi dapat ditetapkan sehingga semua unit yang dibuat secara individual dari suatu bets atau bets berturut-turut memenuhi spesifikasi yang dapat diterima. pengeluaran modal tentu saja akan berkurang. f. jaminan muti diperoleh dari perhatian (dan sistemik) yang teliti pada sejumlah factor penting. Susunan atau bentuk pipa semprot harus didesain sedemikian rupa untuk memastikan cakupan semprotan yang memadai pada lapisan tablet. Menurut praktik pembuatan yang baik dan mutakhir dari FDA (FDA’s Current Good Manufacturing Prctices) bahwa prosedur pengendalian harus ditetapkan untuk memantau keluaran dan untuk memvalidasi daya guna dari proses pembuatan yang mungkin bertanggung jawab . Jadi . POKOK-POKOK PENTING VALIDASI PROSES KONSEP DASAR PROSES VALIDASI Menurut FDA (Food and Drug Administrasion) Amerika Serikat. Jika panci tidak dapat dipasangi pelat penahan. desain produk dan proses yang memadai. g. cendawan atau bulat?Karakteristik bentuk panci akan mempengaruhi tingkat agitasi dan arah aliran tablet dalam panci. Apakah mungkin memodifikasi panci dengan memasang pelat penahan (buffle)?pelat penahan pasti diperlukan untuk memastikan tablet teragitasi dengan baik di dalam panci. Apakah alat salut untuk penyalutan gula dapat digunakan juga untuk penyalutan selaput?jika alat bisa digunakan untuk kedua proses ini. Bagaimana bentuk panci salut?Apakah oval. desain yang lain harus dipertimbangkan.

Penetapan karakteristik spesifikasi dan karakteristik daya guna. Rekualifikasi dan revalidasi jika terdapat suatu perubahan yang signifikan dalam sediaan atau proses pmbuatan. peralatan dan instrumental yang sesuai. tetapi tidak terbatas oleh hal-hal berikut. Kualifikasi dan validasi fasilitas pemrosesan dan peralatannya. Kualitikasi dan validasi proses pembuatan melalui cara yang tepat. 3. 6. 4.terhadap perubahan-perubahan (variabilitas) dalam karakteristik bahan dan produk (sediaan) obat dalam proses. Pengujian sediaan obat jadi meggunakan metode analisis dan pengujan yang divalidasi untuk menjamin bahwa sediaan obat jadi memenuhi spesifikasi. PENDEKATAN TOTAL VALIDASI PROSES FARMASETIK . Mengaudit. Prosedur pengendalian harus mencakup. Waktu desintegrasi 3. Keragaman bobot tablet atau kapsul 2. kecukupan pencampuran untuk menjamin keseragaman dan homogenitas dianggap merupakan pertimbangan perhatian prioritas tinggi. 2. apabila sesuai 1. mengambil sampel atau menantang tahap penting dalam proses untuk kesesuaian dengan spesifikasi. 1. kesempurnaan atau pH larutan Empat butir pertama di atas secara langsung dihubungkan pada pembuatan dan validasi bentuk sediaan solid. Kecukupan pencampuran untuk memastikan keseragaman dan homogenitas 4. memantau. sedangkan butir (ii) dan (iV)biasanya dipengaruhi oleh pemilihan seleksi bahan dalam formulasi produk. Butir (i) dan (iii) biasanya dikaitkan dengn perubahan variabilitas dalam proses pembuatan. untuk memastikan agar pengujian produk memenuhi spesifikasi. Berkenaan dngan keseragaman kandungan dan pengendalian potensi unit (butir iii). Laju dan waktu disolusi 5. empat tahap tambahan berikut ini telah dimasukan. Pemilihan metodologi. Dengan munculnya konsep validasi proses farmasetik. 7. Kejernihan. 5. Prosedur pengendalian mutu konvensional untuk pengujian produk jadi meliputi tiga tahap dasar.

validasi. Suatu daftar pengecekan validasi dan dokumentasi pengendalian dan berkenaan dengan CGMP disajikan dalam tabel. Seluruh sub bagian B sampai sub bagian M dokumen CGMP dapat dianggap sebgai suatu kumpulan prinsip yang dapat diterapkan kepada proses pembuatan secara keseluruhan. instalasi fasilitas. bahan /  produk selama proses  F Pengendalian produksi dan proses System pengendalian proses (instrumentasi dan computer) G Pengendalian pelabelan pengemasan dan Depirogenasi.Dasar khusus untuk mensyaratkan suatu kumpulan pedoman validasi proses yang terpisah belum tersedian karena dasar validasi proses telah diwujudkan didalam tujuan dan lingkup CGMP. pengisian dan penutupan H Penyimpanan distribusi (penahanan) dan Fasilitas I Pengendalian laboratorium Metode analitik . yaitu bentuk sediaan solid atau prduk (sediaan) obat lain sehingga dapat menjadi sasaran subbagian terhadap subbagian lain pada penerapan prinsip kualifikasi. Selain subbagian M (sterilisasi). Daftar Pengecekan Validasi dan dokumentasi Pengendalian Subbagian A Seksi dari CGMP Pendahuluan Dokumentasi VAlidasi dan Pengendalian Ketetapan fugsi-fungsi jaminan dan validasi proses B Organisasi dan personel Ketetapan kualifikasi C Gedung dan fasilitas    D E Peralatan Instalasi kualifikasi Pemeliharaan dan sanitasi Pengendalian mikroba dan hama pabrik. Tabel 1. subbagian lain dari dalam CGMP dapat diterapkan secara langsung pada pembuatan bentuk sediaan solid. pengendalian dan juga rekualifikasi dan revalidasi. dan fasilitas instalasi dan Metode instalasi kualifikasi pembersihan Komponen yang masuk Pembuatan produk nonsteril Pengendalian bahan mentah. kemasan steril. pendekatan validasi yang komprehensif berkenaan dengan tiap subbagian dokumen CGMP telah diadopsi oleh banyak perusahaan farmasi. Walaupun bukan suatu persyaratan khusus dari peraturan mutakhir.

panas. jadi) Proses (mesin. Matriks Validasi Proses dan Daftar Pengecekan Kegiatan untuk Dipertimbangkan Kualifikasi Instalasi Kalibrasi Sertifikasi Validasi pembuktian Pengendalian Monitor Sampel Audit Pengujian Personel (tenaga kerja) Rekualifikasi dan Revalidasi (system manusia) Bagian (komponen dalam proses. system pendukung) Prosedur (metode) (pembuatan dan gedung. dan vakum       M Sterilisasi LPVS Otoklaf dan proses Parametric Fasilitas aseptic Peralatan Filter sterilisasi Tabel 2. peralatan. produk .J K Catatan dan laporan System computer Sediaan obat yang dikembalikan dan Pemrosesan ulang bets diselamatkan L Mutu udara dan air System perlakuan air dan uap. fasilitas. penanganan udara.

empat usur CGMP yag tertera di atas dapat dikombinasikan dengan empat unsure validasi proses farasetik (yaitu kualifikasi. fasilitas. pengendalian. Jaminan mutu pada awalnya diorganisasikan sebagai tanggapan yang logis pada kebutuhan untuk menjamin agar CGMP dipenuhi. instrumentasi dan system pendukung (panas. tidak mengherankan bahwa validasi proses menjadi suatu cara untuk jaminan mutu terkini dalam melaksanakan tanggung jawabnya pada CGMP. dan revalidasi) ke bentuk suatu matriks 4x4 berkenaan dengan semua kegiatan yang dapat dianggapberkaitan dengan pembuatan dan pengendalian tiap sediaan obat. vakum. penerangan) yang digukan berkaitan dengan proses pembuatan dan pengendaliannya. Jadi. Prosedur Lembar kerja. 3. meliputi: 1. Bagian Bahan mentah dan komponen yang digunakan berhubungan dengan pembuatan dan pengemasan produk sediaan obat. 2. validasi. udara.pengendalian dokumentasi. PENGORGANISASIAN VALIDASI Misi jaminan mutu dalam kebanyakan perusahaan farmasi dewasa ini telah tumbuh secara cepat dengan munculnya validasi proses. yang berasal dari kata benda (validasi) pada tahun 1970. peralatan. catatan) CGMP juga dapat dipandang terdiri dari empat unsure pokok. dan juga bahan yang digunakan berkaitan dengan pengendaliannya. 4. Personel System manusia dan tenaga kerja yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai tugas dalam fungsi pembuatan dan pengendalian. dan catatan yng berkaitan dengan pembuatan dan pengendaliannya. Contoh matriks validasi proses tersebut menyajikan suatu daftar pengecekan kegiatan sederhana untuk dipertimbangkan berkaitan dengan prinsip umum validasi proses. Oleh karena itu. Konsep validasi proses. Proses Gedung. air. dokumentasi. telah berubah mejadi kata kerjatindakan (action verb) (memfalidasi) oleh fungsi jaminan mutu dari banyak perusahaan farmasi. .

fasilitas dan peralatan merupakan tanggung jawab fungsi pengembangan produk dan prosesung jawab fungsi pengembangan produk dan proses. peralatan. . Konsultan Individu atau kelompok orang yang digaji oleh perusahaan farmasi berbasis kontraktual Tugas konsultan antara lain: a. dan mengkualifikasi proses pembuatan di dalam desain. Jaminan mutu Menetapkan penetapan protocol validasi yang disetujui dan melaksanakan validasi proses dengan pemantauan. spesifikasi dan/atau persyaratan. Pengembangan Desain. pengujian. Dengan kata lain. fasilitas. peralatan. dan system pendukung. Tabel 3. Mampu segera mengkaji ulang proses dan mengajukan protocol untuk validasi. dan/atau persyaratan. fasilitas. menoptimasi. Suatu industri farmasi dalam pelasanakan validasi proses kadang-kadang mengangkat atau menunjuk: 1. sedangkan proses dan produk merupakan tang Fungsi teknik dan pengembangannya bersama dengan jaminan mutu digunakan untuk penyiapan protocol validasi selama tahap kualifikasi pengembangan produk dan proses. Tanggung Jawab Khusus Masing-masing Struktur Organisasi di dalam Ruang Lingkup Validasi Proses Teknik Instalasi. Peta ini sama dengan peta Gantt yang disusun oleh Chapman. untuk kesesuaian dengan batas desain. mengualifikasi dan mengecek pabrik.Konsep pemisahan tanggung jawab validasi dapat digunakan untuk membangun suatu peta waktu kemajuan validasi (tabel 3). dan/ atau persyaratan. pengambilan sampel. spesifikasi. menantang dan/atau mengaudit proses pembuatan khusus. agian teknik dan pembuatan. penetapan informasi kemampuan proses. Pembuatan Mengoperasikan dan memelihara pabik. Pea tersebut mampu memeriksa urutan logis kejadian utama atau kejadian penting (keduanya pararel dan serangkaian) yang terjadi sepanjang waktu pengenalan produk baru. system pendukung dan prosess pembuatan khusus di dalam desainnya. Dalam tabel 4. menetapkan spesifikasi.

b. Menerapkan pengalaman mereka yang diperolehnya dari perusahaan lain dan bidangbidang prmasalahan yang tidak diantisipasi oleh industri itu sendiri. 2. Satuan tugas Satuan tugas terdiri dari personel perusahaan farmasi itu sendiri, yang ditugasi dalam upaya validasi. Individu ini ditunjuk / diambil dari berbagai divisi dan dalam perusahaan itu sendiri. Apabila pekerjaan validasi dilakukan oleh kelompok personel, kelompok tersebut berlaku sebagai komite yang terdiri dari anggota tiap produksi, teknik, jaminan mutu serta bagian penelitian dan pengembangan. Jadi, suatu pemikiran luas dapat dikumulkan berkenaan dengan persyaratan validasi dan keberterimaan data yang diperoleh oleh ketua komite bertugas mendelegasikan pekerjaan kepada anggota komite lainnya, Keuntungan dengan adanya satuan tugas, antara lain: a. Anggota satuan tugas membawa pengalaman dari suatu jajaran rentang bagia atau departemen yang menetapkan topik yang berkaitan. Dengan cara ini, keperluan mengkaji seorang profesional purnawaktu yang hanya untuk pekerjaan validasi dapat dihindari. Jika pekerjaan mereka telah selesai, mereka dapat kembali ke pekerjaan semula. b. Anggota satuan tugas dapat diganti tergantung pada pekerjaan yang dilakukan. Hal ini penting, jika misalnya produk parenteral dan bentuk sediaan solid diinvestigasi oleh satuan tugas yang sama. Pada umumnya, persyaratan untuk validasi produk steril secara signifikan berbeda dari persyarayan validasi untuk produk nonsteril. 3. Kelompok pengabdi (The Dedicated Group) Kelompok ini terdiri dari serangkaian orang yang tugas pokokny adalah validai. Bagian atau divisi validasimerupakan subkelompok di dalam departemen lain yang lebih besar, tetapi biasanya subkelompok ini bersifat otonom. Keuntungan tipe organisasi ini adalah bahwa personel dalam kelompok tersebut benar-benar mengabdi pada validasi dan bertanggung jawab terhadap upaya validasi tersebut. Hal ini berpengaruh untuk menghasilkan cara yang baik untuk mengkaji ulang system pembuatan dan pengembangan produk pada permulaan upaya validasi. Perencanaan (penjadwalan) interaksi dengan produksi dan jaminan mutu sangat penting dan menjadi bahan pertimbangan. Penggunaan kelompok pengabdi inimemberi kesempatan untuk suatu kaji ulang situasi yang lebih baik dan mengeliminasi system pelaporan ganda yang dapat menimbulkan kepentingan yang berlawanan.

VALIDASI PROSES-URUTAN PRIORITAS Karena keterbatasan sumber, validasi seluruh jalur produk perusahaan secara serentaak tidak selalu mungkin dilakukan. Dengan perkecualian yang jelas, produk perusahaan yang paling menguntungkan harus diberikan prioritas yang lebih tinggi dan dianjurkan menyusun suatu daftar kategori produk yang akan divalidasi. Berikut ini rekomendasi urutan kepentingan atau prioritas yang berkenaan dengan validasi. 1. Produk steril dan prosesnya a. Parenteral volume besar (PVB) b. Parenteral volume kecil (PVK) c. Produk untuk mata dan produk steril lainnya (termasuk solid) 2. Produk nonsteril dan prosesnya a. Sediaan oral solid (tablet dan kapsul) berdosis rendah atau berpotensi tinggi b. Zat aktif dengan masalah stabilitas c. Tablet dan kapsul lain d. Cairan oral dan topical Dalam beberapa sediaan farmasi, pekerjaan validasi meliputi semua segi fasilitas pembuatan. Hal ini tercakup dalam tabel 5 Tabel 5. Lingkup Pekerjaan Validasi Pekerjaan validasi Personel Kualifikasi, tanggung jawab Diuji untuk

Gedung

Desain, konstruksi

Servis

Air {kota (PAM), air,deionisasi, suling, air untuk injeksi, penerangan, pemanasan/pendinginan pembersihan, pembuangan sampah, sanitasi}.

Peralatan

Desain, ukuran, lokasi, bahan konstruksi, gambar pabrik, penggantian suku cadang, pemelihaaan, parameter operasional, pemberishan

Bahan mentah dan komponen

Pengendalian, pengujian, penyimpan, audit penjual

Prosedur

Prosedur operasional baku, petunjuk pembuatan pengambilan

sampel, perhitungan hasil, pembuatan waktu pemrosesan, kontaminasi ukuran mikroba, pemrosesan ulang

Kemasan/ pemberian label

Bahan, penerbitan/pemberian label, tanggal kadaluarsa

Gudang/distribusi

Prosedur umum

Pengendalian laboratorium

Pengujian, pelepasan, uji stabilitas, pengujian khusus, sampel cadangan, dll

Catatan dan laporan

Pembersihan dan penggunaan peralatan, wadah komponen, tutup, label, pengendalian produksi bets dan bets induk, kaji ulang catatan produksi, laboratorium, catatan distribusi dari keluhan, pengembalian produk.

PERCOBAAN (PILOT), PENINGKATAN SKALA (SCALE-UP), dan VALIDASI PROSES Pelaksanaan ini biasanya dilakukan oleh fungsi pengembangan sebelum pembuatan betsproduksi percobaan pertama. Aktivitas kegiatannya antara lain 1. Desain, seleksi, dan optimasi formulasi 2. Pembuatan bets percobaan laboratorium pertama 3. Pelaksanaan pengujian awal stabilitas yang dipercepat 4. Jika formulasi dianggap stabil, pembuata bets percobaan laboratorium tambahan dari sediaan obat untuk penggunaan nonklinis dan/atau klinis yang diperluas\ Program percobaan didefinisikan sbagai pelaksanaan peningkatan skala yang dilakukan selanjutnya pada produk dan prosesny, menunda pengembangan di laboratorium dan sebelum penerimaannya olh unit pembuatan produksi penuh. Agar program percobaan berhasil, unsure-unsur validasi proses, yaitu studi kualifikasi proses dan produk, harus dicakup dan dislesaikan selama fase pengembangan atau fase pekerjaan percobaan laboratorium. Jadi, proses, peningkatan skala produkdan validasi prosesdarus diteruskan dalam tahap-thap terbagi (graduated step) dengan unssur-unsur validasi proses (seprti kualifikasi) dimasukan pada tiap tahapprogram percobaan, antara lain 1. Bets laboratorium

2. Ketersediaan zat aktif obat c. Pekerjaan dilakukan dalam laboratorium pengembangan. Ketersediaan peralatan b.Tahap pertamadalam proses peningkatan skala adalah seleksi formula pendahuluan yang sesuai untuk studi dan pengujian yang lebih kritis didasarkan pada criteria dsain. Biaya bahan mentah d. Peralatan percobaan biasanya dibuat dalam ukuran kecil pada suatu area laboratorium pengembangan sesuai CGMP. suhu ditinggikan (yaitu 1 bulanpada 45oC atau 3 bulan pada 38oC atau 80 % lembap relative).000-50. 3. tahap berikutnya dalam proses peningkatan skala adalah pembuatan bets percobaan laboratorium (sepuluh kali). Persyaratan inventaris untuk studi klinis dan nonklinis Studi kualifikasi proses atau kemampuan proses biasanya dimulai dalam tahap kedua program percobaan yang penting ini. didasarkan pada pengujian dicepat. Dua pilihan organisasi percobaan ditunjukkan terpisah dalam gambar berikut: yang . Jumlah dan ukuran bets percobaan laboratorium sebenarnya dapat beragam berhubungan dengan satu atau lebih factor berikut ini a. Ukuran beerts percobaan biasanya 30-50 kg. Produksi percobaan Fase produksi percobaan dapat dilakukan dengan baik sebagai suatu tanggung jawab bersama antara laboratorium pengembangan dan rekan sejawat pembuatan yang sesuai atau sebagi suatu pembuktian proses dari pabrik percobaan atau fungsi pengembangan proses terpisah yang ditetapkan. Bets percobaan laboratorium (sepuluh kali) merupakan peningkatan skala penggandaan pertama (firs replicated) dari formula yang telah ditetapkan. Studi kualifikasi atau studi kemampuan tersebut terdiri dari lingkup proses. Bets percobaan laboratorium Setelah bets laboratorium (satu kali) diketahui stabil secara fisik dan secara kimia. dan/atau spesifikasi awal tertentu yang telah disetujui.000 unit. Formula yang diseleksi ditandai dengan bets laboratorium (satu kali) biasanya 3-5 kg solid atau semisolid. 3-5 liter cairan atau 3000-5000 unit tablet atau kapsul. dan optimalisasi proses sebagai suatu prasyarat untuk program validasi yang lebih formal dan kemudian menyusul dalam urutan percobaan. persyaratan. karakteriasi proses. 30-50 liter atau 30.

Tujuan berts percobaan produksi adalah untuk meningkatkan skala produk dan proses berdasarkan urutan besaran yang lain (seratus kali). sampai.000 unit berbentuk sediaan (tablet atau kapsul). Studi validasi tambahan akan diperlukan jika dibutuhkan produksi farmasetik yang mampu meningkatkan produk dan proses sampai ukurah bets yang lebih besar atau produk memerlukan keluaran produksi yang luas atau ukuran bets berubah secara signifkan (misalnya limaratus aau seribu kali). 300-500 liter.000-500. hal ini menunjukkan suatu bets produksi penuh dalam peralatan produksi standar. misalnya dalam ukuran 300-500 kg. (a) Konsep teknik pada fungsipabrik percobaan terpisah dan (b) Plaksanaan percobaan bersama (joint pilot operation). atau 30. ukuran bets percobaan produksi (seratus kali) yang sebenarnya dapat berubah-ubah . pemeliharaan pelaksanaan percobaan bersama mengadakan komunikasi langsung antara laboratorium pengembangan dan produksi farmasetik.Laboratorium pengembangan Pabrik percobaan (a) Produksi Permintaan bets percobaan Laoratorium pengembangan Laporan penyelesaian bets percobaan Produksi (b) Gambar: Pilihan percobaan utama. Untuk kebanyak produk sediaan obat. Tambahan lagi. Peningkatan skala produksi besar biasanya dilakukan hanya setelah pengenalah produk. Dipihak lain. Pembentukan pabrik percobaan terpisah atau unit pengembangan proses terpisah lebih dipilih dalam tahun-tahun terakhir ini karena sangat cocok untuk melakukan kualifikasi proses dan/atau tugas validsi dalam waktu yang tepat.

Sebagai rigkasan. Akhirnya. staudi kemampuan proses dimulai ndalam laboratorium pengembangan dan/atau selama pengembangan produk dan proses berlanjut dalam tahap-tahap yang benar-benar ditetapkan sampai proses divalidasi dalam pabrik perbobaan dan/atau produksi farmasetik. bets percobaan pertama dan program validasi prosesnya. Suatu perkiraan jadwal waktu untuk pengembangan produk barudan program percobaan peningkatan skalanya disarankan dalam tabel berikut Tabel . Tiga bets percobaan produksi yang berhasilbiasanya dipersyaratkan untuk tujuan validasi.dikarenakan ketersediaan peralatan dan bahan mentah. Perkiraan Jadwal Waktu Untuk Pengembangan Produk Baru Dan Percobaan Peningkatan Skala Peristiwa       Seleksi dan pengembanga formula Pengembangan metode analisis dan optimasi formula Pemeriksaan stabilitas dalam kemasan standar 3 bulan (satu kali ukuran) Bets laboratorium percobaan (sepuluh kali ukuran) Pembuatan dan pelepasan suplai klinis (sepuluh kali ukuran) dan penetapan kualifikasi proses Uji stabilitas tambahan dalam kemasan yang disetujui: 6-8 bulan periksa (satu kali ukuran) 3 bulan periksa (sepuluh kalai ukuran)    Protokol validasi dan permintaan bets percoban Bets produksi percobaan (seratus kali ukuran) Uji stabilitas pecobaan dalam kemasan yang disetujui 9-12 bulan periksa (satu kali ukuran) 6-8 bulan periksa (sepuluh kali ukuran) 3 bulan periksa (seratus kali ukuran)  Panduan (manual) teknis produk sementara yang disetujui dengan perkiraan stabilitas 12 bulan (satu kali ukuran) Total 18-36 1-3 1-3 1-3 3-4 3-4 Bulan kaalender 2-4 2-4 3-4 1-3 1-4 . penambahan bets percobaan produksi yang diperlukan tergantung pada keberhasilan penyelesaian.

Oleh karena itu. dapat dibuktikan dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya melalui dokumentasi yang benar. proses harus secara konsisten di dalam batas yang ditetapkan dari parameter proses kritis dan karakteristik produk. subsistem atau operasi unit proses pembuatan berlaku seperti myang dimaksudkan. tujuan desain dan pengujian kemampua proses adalah sebagai berikut: 1. semua personel. yang membentuk dasar desain dan pengujian kemampuan proses. Untuk menunjukan bahwa data numerik yang dhasilkan untuk tiap parameter kritis berada didalam paling sedikit pada batas kendali mutu secara statistik (±3 simpangan baku dan tidak ad penyimpangan atau penyebab variasi yang dapat diusut (assignable cause)dalam data proses) Jika kemampuan suatu proses digambaran dengan benar/tepa. dan system pendukung yang diperlukan agar mengoperasikan proses dalam suatu cara yang direncanakan dan dikelola secara efektif. Untuk menetapkan jumlah dan kepentingan relatif parameter kritis dalam suatu proses yag mempengaruhi mutu keluaran proses. Lagipula. kegagaln validasi proses sering disebabkan oleh gambaran yang tidak lengkap dari proses pembuatan yang dievaluasi.7. Dipihak lain. penggunaan pross dasar untuk pembuatan bentuk . fasilitas. 2.DESAIN DAN PENGUJIAN KEMAMPUAN PROSES Uji coba validasi proses tidak pernah didesain untu gagal. Tahapan dan uruutan peristiwa yang diperlukan untuk melaksanakan desain dan pengujian kemampuan proses ditunjukkan dalam tabel 16. Jalan dan pembuatan meliputi personel. Pada pemeriksaan masalah yang lebih teliti. semua parameter proses kritis yang beroperasi berada di dalam batas kendali yang ditetapkan dan studi dan uji coba tersebut. kegagalan sering muncul secara langsung berkaitan dengan pengertian yang tidak lengkappada kemampuan proses uji coba kulaifikasi proses tidak secara tepat didefinisikn untuk pekerjaan yang dilakukan. Akan tetapi. Kualifikasi proses sering dihubungkan dengan kualifikasi operasional atau kualifikasi kinerja. peralatan dan fasilitas dan system pndukung diperlukan untuk melaksanakan uji coba kualifikasi proses oleh mereka sendiri yang sebelumnya telah memenuhi syarat dan divalidasi. kualifikasi proses menunjukan studi atau uji coba yang sebenarnya dilakukan untuk menunjukkan bahwa semua system. Kemampuan proses didefinisikan sebagai studi yang dilakukan untuk menetapkan parameter proses yang kritis atau perubahan-perubahan (variabel) pelaksanaan yang mempengaruhi keluaran proses dan ruang lingkup data numrik untuk tiap parameter proses yang kritis yang mengakibatkan keluaran proses yang dapat diterima. Proses pembuatan secara singkat didefinisikan sebagai jalan dan cara yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. Jadi. peralatan.

Variabel proses 2-5 untuk tiap unit operasi memiliki satu parameter uji utama untuk tiap pemrosesan. Protokol untuk Desain dan pengujian Kemampuan Proses Protokol Tujuan program percobaan Keterangan Desain dan pengujian kemampuan proses . b. Pembuatan diagram alur proses sederhana harus ada. bagian utama alat yang digunakan. 2. menurut data yang ditunjukkan dalam tabel 16. dikalibrasi terpisah secara rutin seperti dipersyaratkan pedoman CGMP. 3.8. ada enam unit operasi atau tahaptahap pemrosesan. Diagram alur yang baik menunjukkan semua unit (unit operation) dalam suatu urutan yang logis. Timbangan dan alat ukur harus memenuhi syarat. Parameter kendali (yakni variabel proses ditambah parameter uji) untuk membuat tablet kempa dengan metode granulasi basah ditunjukkan dalam tabel 16. Diagram alur yang ditunjukka dalam gambar 16.8. kemudian disusun untuk tiap operasi unit aau langkah dalam proses. Pada alur (gambar 16. c. Informasi dasar diperoleh dari ukuran bets laboratorium (satu kali) a.7. Pelaksanaan penimbangan adalah pertimbangan umum dalam semua proses pembuatan.2. Hal yang harus diperhatikan dalam unit operasi pertama adalah penimbangan zat aktif dan bahan inert yang tidak tertera dalam tabel 16.8. Laporan stablitas sementara tentang bets laboratorium ukuran (satu kali) dibuat. Instruksi operasional rinci untuk pembuatan bers ukuran (sepuluh kali) dibuat. metode uji dan kriteria pemerimaan untuk tiap bahan mentah yang digunakan dalam formula yang ditetapkan. memberikan garis besar urutan unit operasi yang digunakan untuk membuat suatu bentuk sediaan tablet khas dengan metode granulasi basah. Daftar spesifikasi. terkecuali pengempaan tablet (analisis tablet jadi). Tabel 16. antara lain: 1. dan tahap-tahap pelaksanaan ketika berbagai bahan ditambahkan. Formula kuantitatif diskalakan sampai bets ukuran sepuluh kali dan alas an untuk mengadakan seleksi bhan yang inert. e.sediaan tablet sederhana akan menyoroti beberapa unsur penting dari kemampuan proses dan urutan kualifikasi. metode uji dan criteria penerimaan yang diusulkan untuk bentuk sediaan jadi dibuat.2) digunakan sebagai petunjuk suatu daftar proses atau variabel berkendali. d. Spesifikasi kritis. Suatu parameter uji atau respons diukur secara objektif. kemudian ditentukan pada tiap variabel proses.

presisi akurasi Definisi variabel proses. Parameter Pengendali untuk Pembuatan Bentuk Sediaan Tablet Metode Granulasi Basah Unit operasi Serbuk (pencampuran) Variabel proses prabaur Waktu pencampuran Kecepatan pencampuran Ukuran beban Pembaur granulat Waktu granulasi Kecepatan granulasi Ukuran beban Kecepatan penambahan cairan Jumlah cairan Granulasi kering Lama pengeringan Suhu masuk (inlet temperature) Kandungan lembab Titik akhir “watt meter” Analisis campuran Parameter uji untuk keseragaman . peta kendali). pengemasan Diagram aliran.Tipe proses Proses khas Definisi proses Bets. batas ekonomi dan proses Prosedur operasional baku yang direkomendasikan. bahan yang berbeda. matriks yang berpengaruh. penetapan sampel dan pengujian. farmasetik.8. penghilangan sumber variasi Replikasi bets percobaan Pergeseran kerja (shift) dan hari yang berbda. modifikasi matriks yang berpengaruh reklasifikasi variabel kemampuan proses Kemampuan proses dari proses Stabilitas keluaran proses. batas pada penyesuaian proses. histogram. fisik Metode. produk jadi Definisi keluaran proses Definisi metode pengujian Analisis proses Parameter. peralatan atau bahan selama proses. analisis factorial fraksional Kaji ulang dan analisis data Plot data (plot X-Y. hasil. spesifikasi yang direkomendasikan Tabel 16. kontinu Kimia. pengisian. urutan waktu. potensi. kesesuaiaan terhadap spesifikasi yang dievaluasi Laporan akhir dan rekomendasi yang ditetapkan. peralatan. ketelusuran kalibrasi. sumber variasi Uji coba bets percobaan Penetapan pelaksanaan yang stabil/ diperpanjang. selang-seling. fasilitas dan peralatan yang berbeda Kebutuhan untuk redefinisi Analisis data.

Ukuran beban Penghalusan granulasi Kecepatan pemberian masukan (kecepatan pemasukan granul kasar) Kecepatan menggiling Ukuran kaca pengayak Pencampuran (blend mix) Lama pembauran Kecepatan blender (mesi baur) Ukuran beban Pengempaan tablet Gaya kompresi Kecepatan tekanan Waktu disolusi Keseragaman dosis Keseragaman bobot Waktu disolusi Waktu hancur Kekerasan Analisis keseragaman bauran (blend) Distribusi ukuran granul .

Dengan kata lain..Timbangan zat aktif + pengisi dalam drum Rm3 Serbuk prabaur (preblend) dalam mesin pencampur vertical Rm10 Bauran granulasi dengan mixergranulator Rm6 Tambahkan cairan dalam tangki Sm Pengeringan Rm8 dengan pengering lapis mengalir Rm8 Penghalusan granul dengan kominutor Rm8 Pencampurbauran dengan blender – V Rm5 Tambahkan lubrikan di dalam drum Tablet kempa dengan mesin rotary Rm4 Gambar 16.2. penerimaan (acceptability) hasil harus ditetapkan. Jika perlu. metode . Selanjutnya.. Diagram alur proses untuk pembuatn bentuk sediaan tablet dengan metode granulasi basah ...... hasil dibandingkan dengan ukuran yang telah dinyatakan sebelum pengujian dimulai. peralatan...nnnn Hasil parameter yang dicatat harus dibandingkan dengan angka/bilangan (figures) yang telah dinyatakan dalam protokol pengujian dan informasi yang tersedia dari pekerjaan peningkatan skala.

6. Prosedur operasional baku (SOP). . 3. Ketiga tipe tersebut didefinisikan secara singkat di bawah ini: 1. jika perlu. 3. Kebanyakan upaya validasi memerlukan beberapa tingkat eksperimentasi prospektif untuk menghasilkan data pendukung validasi. DOKUMENTASI Dokumentasi yang diperlukan selama pengorganisasian validasi merupakan bagianpokok pekerjaan. Laporan ke pabrik percobaan (pilot plant) (RPP) mencakup pengalaman riset dan pengembangan dari departemen formulasi 2. 8. Hal ini menunjukkan bahwa proses telah berada dalam suatu keadaan terkendali sebelum permintaan untuk bukti tersebut. Laporan teknis umum (GTR) memerinci pekerjaan validasi selama peningkatan skala. Petunjuk pernbuatan yang digunakan oleh departemen produksi. Validasi Proses Konkuren Validasi ini menetapkan bukti terdokumentasi bahwa proses berada dalam suatu keadaan terkendaliselama penerapan proses sebenarnya. Validasi Proses Prospektif Validasi ini dilakukan jika suatu rencana eksperimental meminta protokol validasi dilaksanakan (mengikuti penyelesaian uji coba kualifikasi) sebelum proses dibawa ke penggunaan komersial. 5. Validasi Proses Retrospektif Data riwayat yang digunakan diambil dari Catalan bets produksi yang telah selesai untuk mengadakan bukti terdokumentasi. dan latar belakang alasan perubahan harus didokumentasikan. VALIDASI PROSES Ada tiga kemungkinan melakukan tiga tipe program validasi yang berbeda. contohnya: 1. Revisi laporan untuk spesifikasi (RPS) produk. Hal ini biasanya dilakukanolehpelaksanaan pengujianselamaprosesdan/ataupemantauan pelaksanaan kritis selama pembuatan tiap bets produksi. Berbagai tipe dokumentasi diperlukan. 2. Laporan teknis umum (GTR) meliputi pengalaman pabrik percobaan selama peningkatan skala. 4. Laporan untuk spesifikasi produk (RPS).pernbuatan dan tek-nik pengukuran dapat diubah untuk mengikuti tujuan yang dimaksud. Laporan teknis umum (GTR) meliputi produksi bets awal dan pekerjaan validasi yang dilakukan pada skala penuh 7.

kecuali sampai operasional dan prosedur berikutnya 'telah diselesaikan dengan memuaskan. Fasilitas dan peralatan memenuhi persyaran CGMP (penyelesaian dari kualifikasi instalasi) ketika validasi proses dilakukan.9. . 5. Res-pons keluaran harus benarbenar berada dalam spesifikasi produk jadi. 4. 3. Penggunaan bahan mentah dari lot berbeda harus dicakup. mema-hami tentang proses dan persyaratannya. Tahap-tahap dan urutan peristiwa yang diperlukan dalam melakukan tugas validasi proses. termasuk bukti terdokumentasi statilitas produk. Informasi teknik yang memerinci tentang produk dan proses pembuatan telah diadakan. yang akan melaksanakan bets validasi. tertera sebagai garis besar dalam Tabel 16. Uji coba kualifikasi yang menggunakan bets percobaan laboratorium (sepuluh kali ukuran) telah diselesaikan. Bets-bets harus dibuat dalam urutan dan pada hari yang berbeda dan peng-gantian pekerja (kondisi terakhir jika mungkin). Validasi ini meliputi: 1. Akhimya. yaitu zat aktif obat dan eksipien.STRATEGI UNTUK VALIDASI PROSES Strategi yang dipilih untuk Validasi proses harus sederhana dan jelas. Validasi Proses Prospektif Validasi proses tipe khusus ini biasanya dilakukan dalam hubungari dengan penge-nalan produk obat baru dan proses pembuatannya. dan optimalisasi formula telah dilengkapi/diselesaikan. 2. 4. seleksi. Program validasi proses yang diformalkan tidak boleh dilakukan. Desain. Berikut inilima strategi yang diajukan pada validasi-proses untuk dipertimbangkan 1. Masukan dan keluaran harus mengalami rekualifikasi proses dan revalidasi berikutnya mengikuti suatu analisis yang teliti dari data proses dan diskusi formal oleh tim validasi. dan tahap-tahap pemrosesan kritis dan varia-bel proses telah diidentifikasi dan batas kendali operasional sementara untuk tiap parameter uji yang kritis telah diadakan. 6. Kegagalan dalam memenuhi persyaratan protokol validasi berkenaan dengan pengendalian proses. 2. 3. Best-bets harus dibuat dalam peralatan dan fasilitas yang diperuntukkan bagi produksi komersial akhir. Variabel proses kritis harus berada dalam lingkup operasionalnya dan tidak boleh melewati batas kendali atas dan bawah selama pelaksanaan proses. paling sedikit satu uji coba kualifikasi dari bets produksi percobaan (seratus kali ukuran) pada peningkatan skala telah dibuat dan menunjukkan bahwa tidak ada penyimpangan signifikan pada daya guna proses yang di-harapkan. 5. Personel operator dan penyelia.

9. retrospektif Kimia. kesimpulan dan Proses yang divalidasi. Garis besar Tujuan program Tipe validasi Proses khas Definisi proses Definisi keluaran proses Definisi metode uji Analisis proses Keterangan Suatu bukti atau peragaan memperlihatkan bahwa proses bekerja Prospektif. biasanya dua atau tiga bets percobaan produksi (seratus kali ukuran) dibuat untuk tujuan validasi. peralatan. ketersediaan. fabrikasi. otoricas Uji coba validasi Temuan validasi Laporan akhir Penyeliaan/administrasi. produk jadi Parameter. uji coba validasi dari sejumlah produk dan tipe frekuensi pengambilan sampel. peralatan. fisik Metode. peralatan/bahan dalam proses. tambahan bahan. metode. potensi. Tujuan validasi prospektif adalah untuk membuktikan atau memperlihatkan bahwa proses akan bekerja sesuai dengan protokol validasi yang disiapkan untuk uji coba produksi percobaan (seratus kali ukuran). dokumentasi proses Ringkasan data. kemampuan proses Batas kendali dari Ditetapkan oleh kemampuan proses desain dan program pengujian variabel kritis Pembuatan validasi protokol Fasilitas. ketertelusuran presisi. pengemasan. hasil. sterilisasi Diagram alur.Tabel 16. Pengorganisasian uji coba validasi Merencanakan uji coba jadwal waktu dan peta PERT. uji coba lanjutan memerlukan lebih banyak desain dan pengujian kemampuan proses rekomendasi Tujuh prosedur yang pertama serupa dengan yang dikembangkan untuk desain dan pengujian kemampuan proses yang telah ditujukkan dalam Tabel 16. analisis data.'definisi kriteria validasi yang berhasil. dan validasi pembuangan untuk Tanggung jawab. tipe pengujian ukuran yang dilakukan. proses.7 sebeluntnya. Bets pertama yang dicakup dalan urutan muhgkin telah dapat disimpulkan secara berhasil dalam uji coba kualifikasi pertama pada seratus kali ukuran. tipe pengujian pengambilan sampel. yang disiapkan di bawah petunjuk fungsi organisasi yang secara langsung bertanggung jawab untuk aktivitas percobaan . konkuren. dan akurasi Modul dan variabel kritis ditetapkan oleh program desain dan pengujian. farmasetik. kalibrasi. Dalam praktik. Garis Besar Program Validasi Proses.

peningkatan skala. Selanjutnya, pembuatan bets replikat dapat dilakukan oleh fungsi produksi farmasetik.

Validasi Konkuren Pemantauan selama proses tahap pemrosesan kritis dan pengujian produk jadi yang diproduksi mutakhir dapat memberikan bukti terdokumentasi untuk menunjukkan bahwa proses pembuatan berada dalam keadaan terkendali. Dokumentasi validasi ini dapat disiapkan dari data parameter pengujian dan sumber-sumber data dalam Tabel 16.10.

Tabel 16.10. Parameter Pengujian dart Sumber Data. Parameter uji Potensi unit rata-rata Keseragaman kandungan Waktu disolusi Keseragaman campuran serbuk Kandungan lembap Distribusi partikel atau distribusi ukuran partikel Keragaman bobot unit Kekerasan tablet Waktu hancur (disintegrasi) Sumber data Pengujan produk jadi Pengujian produk jadi Pengujian produk jadi Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses

Tidak semua pengujian selama proses yang disebut satu per satu di atas di-persyaratkan untuk menunjukkan bahwa proses berada dalam keadaan terkendali. Pemilihan pengujian harus dibuat berdasarkan pada variabel pemrosesan kritis untuk dievaluasi. Contoh berikut ini diambil dari suatu penelitian dalam pencampurbauran solid dan digunakan untuk menggambarkan suatu metode dalam memperoleh data validasi konkuren. Investigator dari regulator (misalriya di Indonesia Badan POM) selama inspeksi pabrik farmasi akan sering meminta untuk melihat informasi validasi berkenaan dengan operasional pencampurbanaran solid dan operasional pen-campuran yang berhubungan dengan pembuatan bentuk sediaan solid.Suatu protokol validasi sederhana yang didesain di sini guna menyuplai dokumentasi validasi untuk campuran 40% serbuk penisilin G dan pengencer (pengisi) 60% laktosa dalam I suatu alat pencampurbaur produksi bentuk V 50 ft3. Protokol validasi untuk pencam-fe purbauran solid diberikan dalam Tabel 16.11. Jika pencampurbauran penisilin G dan J laktosa ditetapkan sebagai suatu tahap pemrosesan kritis dalam pembuatan kapsul f keras penisilin, protokpl yang disajikan

dalam Tabel 16.11 dapat digunakan untuk

memantau keseragaman pembauran berdasarkan salah

satu secara tetap atau berselang-seling. Dalam salah satu kasus metode pengujian selama proses yarig dibuat dari protokol tersebut dapat dianggap menjadi suatu contoh validasi konkuren. Tabel 16.11. Protokol untuk Validasi Konkuren dari Suatu Pelaksanaan Pencampuran dalam Suatu Blender Bentuk V 50 ft. Tindakan •Bagian  Rasio zat aktif/pengencer  40% aktif (dianalisis berdasarkan potensi 100% pada label • Proses      Sifatserbuk      Evaluasi lot zat aktif dan zat pengencer yang berbeda Pilihan prapencampurbauran Tipe blender Ukuran blender Ukuran beban Bentuk V 50 ft'setara dengan 1400 liter kapasitas kerja Kapasitas 65% setara dengan 450 kg campuran serbuk (bobot jenis ruah sama dengan 0,6 g/cm3)     Kecepatan pencampurbauran Pola pemuatan (loading pattern) Penguat (intensifier) Waktu campurbaur (blend time)   Agitasi tambahan tidak diperlukan Uji coba kualifikasi ditunjukkan bahwa campuran terkait dari serbuk-serbuk dicapai 15 menit  Dilapis (melalui lubang keluar yang dibalik)  8 rpm Tidak diperlukan untuk zat aktif

 Prosdur

    

Metode analisis Bobot sampel untuk dianalisis Jumlah sampel untuk analisis Pengambilan sampel Cara pengambilan sampel

   

KCKT untuk kandungan penisilin 350 mg, sama untuk kapsul jadi

30

Setelah serbuk dituang ke dalam drum 5 x 90 Kg

6 sampel diambil dari tiap drum untuk analisis (bagian atas, tengah, dan dasar)

Kriteria

Persyaratan dipenuhi jika potensi dan semua 30 sampel berada dalam batas 75,0%

penerimaan sampai 1 25% dari potensi yang tertera pada label dan analisis (assay) tidak kurang dari bets 27 sampel berada dalam batas 85,0% sampai 1 15,0% dari potensi yang tertera pada label.

Validasi Retrospektif Validasi retrospektif dipilih untuk produk yang telah mapan, yang proses pembuat-annya dianggap stabil (misalnya, pelaksanaan keadaan terkendali sudah merupakan riwayat yang lama) dan jika pertimbangan didasarkan pada ekonomi dan keterbatasan sumber saja, kualifikasi prospektif dan eksperimentasi validasi tidak dapat dibenar-kan. Sebelpm melakukan validasi retrospektif ketika nilai dalam proses dan/atau data pengujian dari bets produksi historis menjadi target analisis statistik, penggu-naan peralatan, fasilitas, dan subsistem yang berkaitan dengan proses pembuatan harus memenuhi persyaratan dan divalidasi untuk memenuhi persyaratan CGMP. Konsep penggunaan produk jadi yang terakumulasi (accumulated), dan juga data pengujian numerik angka dalam proses dan catatan bets untuk menyajikan bukti terdokumentasi produk dan/atau validasi proses pada awalnya diajukan oleh Meyers dan Simms dari Eli Lilly and Company pada tahun 1980. Konsep tersebut juga telah diakui dalam "PDA'S Guideline On General Principle of Process Validation". Dengan menggunakan data berdasarkan sis tern komputer atau metode manual, validasi retrospektif dapat dilakukan dengan cara berikut: 1. Pengumpulan nilai numerik dari catatan bets yang sudah lengkap (selesai) danmencakup nilai analisis hasil pengujian produk jadi, dan data dalam proses. 2. Data ini diorganisasi dalam urutan kronologis, sesuai dengan data pembuatan bets menggunakan suatu format lembaran-sebar. 3. Data dikumpulkan dari paling sedikit 20-30 bets yang dibuat terakhir untuk analisis. Jika jumlah bets yang dibuat kurang dari 20, semua bets yang dibuat dalam analisis dapat tercakup. 4. Pemotongandatadenganmengeliminasihasilpengujian dari tahap pemrosesan yang honkritis dan penghilangan semua informasi numerik yang tidak beralasan 5. Pemeriksaan data yang dihasilkan dari analisis dan evaluasi statistik.

atau dalam tahap kualifikasi dan validasi peningkatan skala untuk mengembangkan variabel proses yang paling stabil dan paling sedikit. Analisis regresi (regression analysis) 4. Penarikan kesimpulan tentang keadaan kendali dari proses pembuatan didasarkan pada analisis data validasi retrospektif. Penerbitan laporan umum (bukti terdokumentasi). 2. yang biasanya digunakan untuk mengoptimisasi. Data keluaran berikut (respons yang diukur) dari proses pembuatan biasanya diseleksi unfuk analisis statistik. simpangah baku dan batas toleransi) (basic statistic) (mean. Peta kendali (rata-rata dan lingkup = averages and range) Peta kendali. standar deviation and tolerance limit) . kepekaan paling kecil. TEKNIK OPTIMISASI Teknik optimisasi digunakan untuk menemukan formula kuantitatif yang paling mungkin baik untuk suatu produk atau kondisi serangkaian eksperimental yang mungkin paling baik (nilai . Teknik optimisasi dapat dilakukan dalam laboratorium untuk mengembangkan formula yang paling stabil. Metode Statistik Parametrik Metode Statistik Parametrik. 1.6. adalah desain faktorial penuh. Analisis varian (ANOVA) (analysis of variance) 3.masukan) yang diperlukan untuk melaksanakan proses. Statistik dasar (pukul rata. dan analisis "Lagrangian multiple-regression . Analisis perbedaan kumulatif (Cumulative difference analysis) 6. merupakan teknik statistik yang paling berguna untuk analisis data retrospektif dan data proses konkuren. desain setengah faktorial. Analisis jumlah kumulatif (Gusum) (Cumulative Sum Analysis) 5. desain sederhana. dengan perkecualian analisis statistik dasar. Teknik optimisasi dapat digolongkan sebagai Metode Statistik Parametrik dan Metode Penyelusuran (penelitian) Nonparametrik. Dalam bab ini hanya diuraikan Metode Statistik Parametrik. Hasil analisis individual dari pengujian keseragaman kandungan 2. Nilai kekerasan tiap tablet 3. Waktu disolusi pada Metode statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis data keluaran numerik dari proses pembuatan didaftarkan sebagai berikut: 1. di dalam lingkup pelaksanaan yang terbukti dapat diterima.

1 7. 5.3 7. Menurut Bolton. Tabel 16.2 . Teknik optimisasi terdiri dari operasional (pelaksanaan) dasar berikut ini: 1.5 Proporsi yang Diubah X1 1 0 0 0. Misalnya.25 X3 10 10 10 10 32. Serangkaian performa eksperimen yang didesain secara Statistik (yakni faktorial 23 atau 32). 3. Seleksi variabel (tidak tergantung pada Xfdan tergantung pada YJ untuk diuji. persamaan polinomial didasarkan pada analisis Statistik dan analisis regresi dari data eksperimental yang dihasilkan.33 0.5 0.12. Garis besar singkat mengenai teknik sederhana. formulas! dapat dikonstruksi dengan menggunakan analisis hambatan (constraint analysis) sehingga jumlah total eksipien (XJ yang ditambahkan pada campuran serbuk tidak boleh lebih dari 75 mg dari bobot tablet total 300 mg.25 0.6 6.5 0. 6.5 0. Pengukuran respons (variabel tidak bebas/dependent variables).4 6.analysis". Metode Statistik Parametrik adalah satu metode yang paling berguna untuk menetapkan bagian yang optimal dari karakteristik formulasi yang didasarkan pada penerapan desain matrik sederhana (simplex matrix design).9 7.3 6. Penerapan analisis hambatan (constraint analysis) yang telah diuraikan terdahulu digunakan untuk me-nyederhanakan protokol pengujian dan analisis hasil eksperimental.5 10 25 32.12: : Hasil Desain Sederhana Tiga Komponen untuk Tablet.5 25 21.5 X2 0 1 0 0. yang digunakan berkaitan dengan contoh ini ditunjukkan pada Tabel 16. 2.5 5. Pengembangan dari suatu rangkaian persyaratan yang dioptimisasi untuk formula yang didasarkan pada analisis matematik dan analisis grafik dari data yang dihasikan.5 10 32.5 32.5 0 0.25 X3 0 0 1 0 0.33 0.5 25 21.25 Kekerasan tablet rata-rata (SCU) 6. Tahap-tahap yang dicakup dalam prosedur optimisasi parametrik untuk sistem farmasetik telah secara lengkap diuraikan oleh Schwartz.5 32.5 0. Pelaksanaan nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen Eksipien X1 55 10 10 32. Pengembangan prediktor. Seleksi desain eksperimental yang sesuai.5 0 0. Metode Parametrik paling cocok untuk mengoptimisasi formula dalam tahap awal pengembangan produk. 4.5 X2 10 55 10 32.

Validasi proses farmasetik untuk produk obat steril atau nonsteril (cairan.35 + 0.0625) +15 (0.4 SCU) mengandung semua ketiga eksipien diperoleh pada: X1 = 0. dan X. Sehubungan ini. yang ditunjukkan dalam Tabel 16.5 dan X3 = 0.5 mg dan X3 = 78. kesesuaian dengan CGMP juga dapat digunakan untuk menetapkan kesesuaian dengan persyaratan validasi proses. Persamaan yang sederhana untuk menghitung koefisien untuk istilah berikut: X.25 Dengan X1 = 18. Sesuai dengan tahap-tahap kunci atau tahaptahap dalam pengembangan produk atau proses.325 .1 + 0.25.1 Kekerasan tablet terbaik (nilai 7. dan 3.5 (0.hasil yang diinginkan. 2nd Edition.0X2 X3+ 15 X1 X2 X3 Contoh pelaksanaan nomor 8 Y = 6. Dengan: Y = 6.0. 1990).5 X2+ 5.3 X3.12.13 di bawah ini.03125) Y = 3. Karena validasi proses merupakan persyaratan peraturan CGMP untuk produk jadi dan alat medis.5) + 7.0.75 mg.2.XjXj terdapat dalam buku acuan dari Bolton (Pharmaceutical Statistics. dan X.0.8 (0.75 mg KESIMPULAN Validasi proses merupakan suatu konsep teknik penting yang lebih mendasar. validasi proses farmasetik hanya dilaku-kan pada akhir urutan ini sebagai bukti dan prosedur terdokumentasi sederhana untuk menunjukkan proses pembuatan beberapa obat. X.125) + 2 (0.875 + 1. Marcel Dekker.1 (0.8 X1 X3+2.Dalam perubahan yang ditunjukkan dalam Tabel 16.X1 XjXj. Tahap akhir yang lebih luas disebut "pengendalian mutu proses" atau pengendalian mutu secara Statistik. menyamai nol ditetapkan sebagai satu nilai noL Koefisien untuk X.47 = 7.25) .05 +1. X2= 37. teknik dan juga prinsip dan 'praktis secara Statistik digunakan dengan jefektif supaya merhperoleh .Xj. X2.125) + 2. dasar atau kunci atau tahap suatu program pengembangan produk dan proses disajikan dalam Tabel 16.25) + 5. Keberhasilan pada tahap.125 + 0.3 (0. dalam persamaan polinomial berikut adalah nilai kekerasan dari nilai pelaksanaan 1. Practical and Clinical Application. . dan ditetapkan suatu nilai konsentrasi eksipien terendah 10 mg. konsentrasi eksipien tertinggi 55 mg. semisolid..8 (0.8 X1X2+ 2.13 di bawah ini. X2 = 0.1 X1 + 7. atau solid) tidak pernah berhasil secara keseluruhan kecuali se-belum tahap-tahap dalam pengembangan produk dan proses juga telah berhasil. yaitu proses secara konsisten memproduksi suatu produk yang mempunyai karakteristik yang berada dalam batas yang telah ditetapkan dan dapat diterima.

Pilihan prosedur dan metode yang digunakan untuft menetapkan dokumentasi validasi diserahkan pada pabrik. Tahap Kunci datem Pengembangan Produk dan Proses. Dasar-dasar validasi proses ditulis secara sederhana untuk membantu pem-buatan bentuk sediaan solid fannasetik berkenaan dengan seleksi prosedur dan pen-dekatan yang dapat digunakam agar mencapai suatu "outcome" yang berhasil sehu-bungan dengan daya guna dan validasi proses produk. konkuren atau retrospektif dan/atau iafoannasi mutu dan data produksi. Tabel 16.Jika suatu pabrik dipastikan bahwa produk dan prosesnya berada di bawah pengendalian secara Statistik dan memenuhi peraturan CGMP. hal tersebut merupakan suatu persoalan yang relatif sederhana untuk menetapkan bukti terdokumentasidari validasi proses melalui peitggunaan salah satu percobaan prospektif.13. Tahap pengembangan Fase peningkatan skala percobaan (pilot scalephase) Desain produk Karakteristik produk Seleksi produk Desain produk Optimasi produk Araktrisasi proses Optimasi proses Kualifikasi proses Validasi proses Sertifikasi produk Seratus kali ukuran Sepuluh kali ukuran Satu kali ukuran .

bukan ketentuan produsen atau pemasok. kebutuhan konsumen. Hal tersebut juga berlaku untuk sediaan obat. sampai distribusi. Bahkan. bentuk. ukuran. Hampir semua zat aktif yang diformulasi dalam bentuk sediaan solid oral bersifat stabil dalam kondisi normal. Definisi Mutu Mutu adalah keseluruhan ciri dan karakteristik suatu produk atau layanan yang mendukung kemampuan produk atau layanan itu untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau kebutuhan yang tersirat. Untuk tujuan . Semua mutu tersebut didesain untuk memastikan suatu bentuk sediaan solid oral yang aman dan efektif secara terapi. Spesifikasi yang lain yang belum disebut di sini digunakan untuk memastikan bahwa tablet tidak berubah dari batas yang diperbolehkan di dalam lot yang sama atau dari satu lot ke lot yang lain dalam satu produksi. waktu disolusi. kekerasan. Produk dapat berupa barang nyata (tangible). penerapan standar mutu wajib.JAMINAN MUTU SEDIAAN TABLET PENDAHULUAN Pengendalian mutu total merupakan upaya yang terorganisasi dan menyeluruh dari suatu perusahaan untuk menjamin mutu yang ditetapkan dalam tiap lot sediaan obat yang dibuat. pelaksanaan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). atau keduanya. ketebalan. dan waktu disintegrasi. operasional secara teknis atau menurut pandangan sendiri (subjektif) secara keseluruhan oleh konsumen. barang tidak nyata atau tidak dapat diraba (intangible). pengujian. stabilitas. Mutu merupakan ketentuan konsumen. penyimpanan. ukuran. yang mencakup tampilan. dinyatakan atau tidak dinyatakan. anda harus mengerti kata-kata kunci seperti produk (sediaan). dan selalu menyajikan suatu sasaran atau target yang terus bergerak di dalam pasar yang bersaing. dan ketebalan umumnya digunakan untuk membedakan dan mengidentifikasi zat aktif yang terkandung dalam tablet. dan kepuasan produk yang terkandung dalam definisi tersebut. diukur dan diadakan menurut persyaratan konsumen. bentuk. pembelian bahan. Produk (Sediaan) Produk adalah hasil dari berbagai kegiatan atau proses. sadar atau hanya dirasakan. Sebagai contoh. Mutu dasar suatu tablet kempa yang baik dikarakterisasi oleh sejumlah spesifikasi. inspeksi. Mutu harus didasarkan pada pengalaman nyata konsumen dengan suatu produk dan layanan. bobot. Hal ini berarti bahwa pengujian sediaan jadi saja tidak dapat memastikan mutu sediaan. Kata-kata Kunci Untuk mengerti definisi mutu. persyaratan mutu sediaan obat diatur oleh badan pengawas. homogenitas. ciri produk. penelitian dan pengembangan produk. pemberian label. Mutu bentuk sediaan solid oral (juga setiap bentuk sediaan obat) harus dibangun mulai dari konstruksi pabrik. produksi. dan pelaksanaan GMP (Good Manufacturing Practice). Tampilan.

dan bahan pengemas dengan metode fisik. Kepuasan Produk Ciri-ciri produk yang tanggap terhadap kebutuhan konsumen disebut kepuasan produk. Untuk konsumen internal. Pengendalian mutu mempunyai peranan sebagai berikut: . gas. mutu. Pengendalian mutu adalah suatu fungsi analisis yang mengendalikan produk. Sebagai contoh. sediaan obat dan produk makanan. kimia. Kebutuhan Konsumen Semua konsumen mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi dan ciri produk hendaknya tanggap pada kebutuhan itu.praktis. Untuk konsumen eksternal. atau keduanya. lembaga. tanggapan pada kebutuhan menentukan kepuasan produk. dan lain-lain. atau produk obat. ini dibuktikan oleh daya jual produk. tanggapan pada kebutuhan menentukan persaingan perusahaan dalam produktivitas. dan bahan yang diproses (sediaan obat). seperti mobil. produk digolongkan dalam 4 kategori umum: perangkat keras. ingredien. layanan. Ciri atau Keunggulan Produk Keunggulan produk adalah sifat khusus yang dimiliki oleh produk dan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari konsumen. terdiri atas solid. Semua hal yang telah diuraikan berlaku untuk semua sediaan obat termasuk sediaan tablet. Konsumen Konsumen adalah seseorang yang dipengaruhi oleh produk. dan metoda lain. baik konsumen eksternal milik perusahaan luar ataupun konsumen internal milik perusahaan itu sendiri. ini menentukan daya jual produk. Layanan Layanan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan layanan untuk diberikan pada konsumen. Perangkat Keras Produk perangkat keras adalah bahan atau barang fisik. cairan. Hal ini mencakup pengendalian kertas kerja dan memastikan kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Sebagai contoh. Bahan yang Diproses Bahan yang diproses adalah produk (sediaan) yang dibuat dengan mengubah bentuk. PERBEDAAN JAMINAN MUTU DAN PENGENDALIAN MUTU Kedua frasa ini sering membingungkan. atau kombinasi. perangkat lunak. konsultasi teknis.

Akan tetapi. Dengan kata lain. Jadi. jaminan mutu adalah pencegahan masalah mutu secara luas melalui aktivitas sistematik yang direncanakan (termasuk dokumentasi). dan stimulator dalam menciptakan mutu dan mengaudit kriteria kinerja mutu (quality performance). Selain mencakup pemantauan. Peranan pemantauan. Kebingungan yang muncul dikarenakan kedua fungsi ini secara organisasi ditanggungjawabi oleh satu pimpinan fungsional. Jaminan mutu mempunyai peran pencegahan dan semua peran yang lebih luas. Jaminan mutu menyetujui dan mengamati metode dan standar. kegiatan jaminan mutu meliputi : . Peranan penilaian ketika semua bukti berdasarkan suatu bets diperiksa atau diuji. Pengendalian mutu dapat dan harus menghentikan suatu bets yang salah jika dapat ditemukannya. aktivitas ini juga berkaitan dengan penyelidikan dan penghilangan penyebab masalah mutu yang dilakukan secara terus menerus. jaminan mutu meliputi pengendalian mutu dalam cara yang sama dengan fungsi pembuatan atau penyimpanan. atau layanan. Jaminan mutu mempunyai peran sebagai berikut :     Peranan konseptual. pada dasarnya. pengendalian mutu bertujuan untuk memastikan bahwa produk atau proses memenuhi spesifikasi atau persyaratan yang telah ditetapkan. dan pengkajian ulang sistem itu sendiri. Peranan motivasi. Peranan pendidikan. Peranan pembuatan keputusan untuk suatu bets (ingredien atau bahan pengemas). penyegar. serta mengamati bahwa Praktik Laboratorium yang Baik (GLP) telah dilaksanakan. yaitu apakah meluluskan bets itu atau tidak. pengauditan operasi sistem. Dalam pembuatan sediaan farmasetik. Aktivitas ini mencakup pengadaan sistem manajemen mutu yang baik dan penilaian kecukupan sistem tersebut. Sebagai besar aktivitas jaminan mutu melibatkan administrasi audit. Jadi. Campur tangan umumnya dilakukan setelah suatu peristiwa terjadi. Artinya. aktivitas atau teknik ini digunakan untuk mencapai dan memelihara mutu produk. proses. pengendalian mutu mencegah barang yang rusak diluluskan keluar dari pabrik. sedangkan jaminan mutu bertujuan memberi semangat. Pengendalian mutu tidak mencegah kesalahan atau cara pembuatan yang buruk.   Peranan verifikasi. JAMINAN MUTU Definisi Jaminan mutu adalah semua tindakan yang sistematik dan terencana yang diperlukan untuk memberikan kepercayaan yang memadai bahwa suatu produk atau layanan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

Pelatihan. ingredien. Sistem jaminan mutu digambarkan secara skematis pada gambar berikut. dan kalibrasi. dan penentu/pemberi kepercayaan. Semua kegiatan ini harus dilaksanakan secara sistematis. label. Hal ini mencakup pemantauan bahan baku. Dengan kata lain. titik-titik pengendalian ini ditetapkan pada titik kritis dalam aliran proses.               Pembelian bahan awal atau bahan baku. dan prosedur telah disistematiskan dan disetujui sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Sistem ini dapat memiliki perincian yang beragam. dan penyimpanannya telah memenuhi peraturan yang disistematiskan. pemantauan untuk memastikan bahwa sistem memenuhi persyaratan atau tetap mutakhir dan bahwa semua modifikasi proses. Kualifikasi. Pengendalian dan pengendalian selama proses. Pengiriman. Prinsip bergantung pada sifat dan ukuran fasilitas serta tipe bentuk sediaan solid oral yang produksi. Kedua. Audit. pembuktian. mesin. metode. jaminan mutu harus menetapkan titik-titik pengendalian untuk memantau mutu produk selama proses dan produk jadi. Oleh karena itu. . Dokumentasi. pengolahan secara keseluruhan. Peralatan. Pertama. tetapi menganut prinsip yang mirip dari satu industri farmasi ke industri farmasi yang lain. Pengendalian mutu. Berdasarkan pengalaman. pengolahan. dan pemantauan stabilitas. ada dua tingkat. pengendalian selama proses. Karena pembuatan merupakan proses yang memproduksi tablet. Pembuatan. Sistem diuraikan secara terperinci dan dipantau selama dan setelah kegiatan. atau produksi. Pemindahan tanggung jawab pembuatan produk yang bermutu mengakibatkan mutu produk yang dihasilkan suram. produk jadi. Pengemasan. jaminan mutu adalah jaminan. Dengan demikian. Penyimpanan atau pergudangan. jalur pengemasan. Prosedur. Validasi.bagian produksi di pabrik obat hendaknya mempunyai tanggung jawab utama menghasilkan produk yang bermutu. Hal ini memastikan bahwa catatan tentang apa yang sedang dikerjakan dan apa yang telah dilakukan merupakan refleksi yang benar dari realitas dan memberikan pemastian yang sama untuk catatan yang akan datang. Kaji ulang manajemen. pemastian bahwa produk.

analisis untuk pemantauan stabilitas Penyimpanan produk jadi dalam daerah pelulusan produk jadi Pemasaran .Pembelian atau pembuatan bahan baku sesuai spesifikasi Lab analisa Penyimpanan bahan baku dalam daerah karantina Pemindahan bahan baku ke daerah pelulusan Perhitungan kuantitas dan bobot bahan mentah yang diperlukan untuk pembuatan Pengecekan prosedur formula kerja dan dokumen bets Pengecekan peralatan dan ingredien Audit prosedur formula kerja Pengecekan peralatan. label. dan wadah Lab analisa Pengendalian selama proses Lab analisa Penyelesaian pengolahan Pengemasan Lab. produk jadi. Analisis Produk jadi dalam daerah karantina Audit bets Lab.

bertanggung jawab atas pengadaan inspeksi resmi. Inspeksi Resmi Secara organisasi. memastikan bahwa semua dokumen selalu mutakhir. g. d. f. Partisipasi dalam inspeksi diri dan pekerjaan audit. Penerimaan barang. Distribusi. digunakan dengan baik. Pemindahan barang. c. badan POM dan lain-lain. d. b. terutama lembar kerja (work sheet). c. Pengendalian analisis. Dokumen Pengendalian Bets Memverifikasi bahwa semua dokumen yang berkaitan dengan tiap bets produk telah lengkap dan ditandatangani (disahkan oleh manajer mutu). Pesanan pembelian. f. . b. a. c. Dokumentasi Menyetujui (atau memahami) dan memastikan bahwa semua dokumentasi berikut memenuhi persyaratan GMP/CPOB. semua dokumen yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan tersebut. e. Pengemasan. Tindak lanjut. Spesifikasi pembelian. e. h. Juga. ditandatangani. Pengendalian selama proses. b. Perencanaan dan penetapan frekuensi dan metode. Lembar hasil analisis. Selain itu. Pembuatan.Model untuk Peranan Jaminan Mutu Umum Persetujuan Prosedur Operasional Baku Persetujuan ini diperlukan untuk proses-proses berikut : a. Pengendalian selama proses. Lembar kerja. Pembersihan dan kebersihan. Misalnya. Audit a. dan disahkan oleh Unit Jaminan Mutu (manajer mutu) dan diarsip. Penentuan proses.

Mengkaji ulang dan menyelesaikan semua keluhan. Penarikan a. Manajer utama. manajer teknis. Memastikan bahwa standar dipenuhi (misalnya standar analisis. Standar a. b. dan lain-lain). Penilaian Mutu Memastikan bahwa prosedur pelulusan diadakan dan ditaati.Catatan Memastikan bahwa semua catatan produksi dan pengendalian diarsip dan disimpan dengan baik selama waktu yang dipersyaratkan dan dapat diakses oleh petugas yang berwenang (ditelusuri dengan cepat). standar selama proses. Keluhan a. Memastikan bahwa perusahaan memiliki prosedur penanganan keluhan. Bertanggung jawab untuk mengaktifkan penarikan produk. Peranan Pengendalian Mutu Departermen Pengendalian Mutu Memastikan bahwa Departemen Pengendalian Mutu bekerja sesuai dengan GMP atau CPOB dan praktik Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Pengujian yang Baik. b. Berpartisipasi dalam merumuskan Standar Internal. manajer mutu. dan personel yang terkait harus berpartisipasi dalam kaji ulang yang sebenarnya. Kaji Ulang Mutu Memastikan bahwa program kaji ulang diadakan dan dilaksanakan oleh pimpinan pabrik. . b. Memastikan bahwa pabrik memiliki prosedur penarikan produk. Stabilitas Memprakarsai program stabilitas apabila diperlukan dan memastikan ketaatan pada program itu. Agen Jaminan Mutu Mengorganisasikan dan melakukan penyeliaan (supervisi) staf jaminan mutu (jika ada). Pelulusan Memastikan bahwa prosedur pelulusan diadakan dan ditaati.

Validasi a. disetujui. Karantina Memastikan bahwa pabrik memiliki sistem karantina yang sangat mudah dan aman. Memastikan bahwa prosedur pengambilan sampel telah ditetapkan. Berpartisipasi dalam menetapkan program revalidasi. Memastikan bahwa prosedur kualifikasi tersebut diikuti. Pengambilan Sampel a. dan ditaati. c. Memastikan bahwa pabrik memiliki prosedur yang berkaitan dengan produk yang dikembalikan. terutama bahwa catatan bets disimpan dan dapat ditelusuri. b. Berpartisipasi dalam melaksanakan prosedur validasi. Pengembalian Produk. Pembelian Dalam pembelian. Berpartisipasi dalam mengadakan prosedur kualifikasi untuk tempat dan peralatan baru. b. b. Mengaudit pemasok. b. Penerimaan dan Pergudangan Memastikan bahwa prosedur penerimaan ditaati dan bahwa penyimpanan dan kondisi gudang memenuhi GMP/CPOB. Titik Temu Produksi Pengendalian Selama Proses Memastikan bahwa pengendalian selama proses diadakan dan diikuti. Memastikan bahwa pabrik memiliki suatu sistem sampel pertinggal (retention sample) yang memadat. baik fisik maupun administratif. Menyetujui dan memverifikasi pelaksanaan prosedur validasi. jaminan mutu berperan untuk : a. Menyetujui pemasok dan spesifikasi pembelian.Hubungan dengan Penyimpanan dan Pergudangan Distribusi Memastikan bahwa prosedur distribusi memenuhi GMP/CPOB. Pemantauan Lingkungan a. .

c. f. Berpartisipasi dalam penetapan prosedur teknik yang berhubungan langsung dan tidak langsung dengan mutu. c. yaitu setiap orang yang bersentuhan dengan jaminan mutu. Pembersihan. Perencanaan atau penyusunan. . Memotivasi semua staf baik secara langsung maupun tidak langsung. Instrumentasi a. b. Personel Penetapan Staf a. Motivasi Staf a. Rancangan mesin. Pelatian a. Memastikan pemilihan instrumen dan kalibrasi instrumen. Peralatan Berpartisipasi dalam penentuan spesifikasi dan pelaksanaan pembelian peralatan. b. Teknik a. d. Instalasi mesin. b. Perencanaan Produksi Memastikan bahwa prosedur perencanaan produksi memenuhi GMP/CPOB. b. Prosedur teknik. e. b. Berpartisipasi dalam pelatihan. Menentukan kriteria perekrutan staf dan menaati kriteria itu. Sistem Komputer a. Menetapkan dan/atau menyetujui program pelatihan. Memastikan bahwa semua sistem terkomputerisasi sesuai dengan GMP/CPOB. mulai dari personel kebersihan sampai direktur. Memverifikasi tingkat dan kualifikasi staf.Titik Temu Lain Bahan Menentukan dan memperbarui spesifikasi. Memvalidasi semua sistem komputer. Memverifikasi semua database dan kesesuaian data dengan spesifikasi. Memastikan prosedur pengendalian instrumen secara sistematik. Pemeliharaan dan pencegahan.

tindak lanjut. Penetapan kondisi pekerjaan :  Jam. Pelaporan Menulis laporan mutu. Memastikan koordinasi antara laboratorium teknik. Memantau anggaran semua sektor tempat mutu dibuat dan diuji. b. 5.  Higiene. Ini berarti keterlibatan dalam setiap keputusan investasi penting. 2. Pengangkatan atau perekrutan staf. pergudangan. Menentukan struktur fungsi yang berbeda untuk menghasilkan efisiensi dan mutu. Pemberian upah/gaji. Pengorganisasian. Hal ini mencakup: 1. produksi. Kebijakan Menetapkan kebijakan mutu tentang pembelian. Struktur dan Koordinasi a. perencanaan. b.  Keamanan. dan peralatan. Memantau tingkat kehilangan dan efisiensi penggunaan bahan. dan indeks mutu. pengaturan staf. 3. Pengendalian Anggaran Belanja dan Biaya a. dan perencanaan produksi. mengambil keputusan teknis dengan mempertimbangkan finansial dan mutu. serta memantau perkembangan. Promosi. . serta tindakan untuk menangani akibat kedua faktor ini. Teknis Menilai semua. Biaya dan Anggaran Mutu Menetapkan dan mengendalikan biaya dan anggaran mutu. dan dalam banyak kasus. Peranan Lain Indeks Mutu Menetapkan indeks mutu. Motivasi staf selama berada dalam lingkungan jaminan mutu.b. Informasi Mengatur aliran informasi internal dan eksternal perusahaan tentang mutu dan penyebaran informasi di dalam perusahaan. produksi. 4.

e. Berdasarkan CPOB. Pengendalian lingkungan. Berpartisipasi dalam konferensi. inspeksi diri. b. pengemasan. dan lain-lain. sanitasi dan higiene. Indonesia. Ketentuan umum. c. Lingkaran Mutu Berpartisipasi dalam lingkaran mutu atau mengaktifkan lingkaran mutu jika ada. yang berarti menganalisis dan menyelesaikan masalah (troubleshooting). kuliah. produksi. Pengujian ulang bahan atau produk yang telah disetujui. d. Departemen Kesehatan RI bersikeras bahwa semua pabrik obat harus membuat obat dengan cara yang baik. Pengendalian pada pengemasan. peralatan. b. c. Sebagian besar pemerintahan menyebarluaskan peraturan tentang pembuatan. dan pengendalian ruangan dan peralatan. f. b. perundang-undangan. . Penimbangan dan Persyaratan Pengolahan a. Cara Pembuatan Obat yang Baik a. Dokumentasi a. pengendalian mutu. Laboratorium pengujian. Akan tetapi. tiap negara lebih menginginkan penyebarluasan peraturan yang sesuai dengan kebutuhan sendiri. dan distribusi obat jadi. Berikut dikutip sebagian isi CPOB yang relevan : a. pembersihan. dan penarikan kembali obat dan obat kembalian. bangunan.Kontak Luar a. b. dan pemikiran baru. Dokumen pemeliharaan. melalui Departemen Kesehatan RI. Penelitian stabilitas. g. pertama kali menerbitkan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada tahun 1988. Bahan dan produk kering. Pengendalian selama proses. serta dokumentasi. Masalah Khusus Menghadapi setiap masalah mutu khusus yang timbul. pengolahan. Persyaratan dalam CPOB diperluas ke dalam area personalia. Ketentuan umum. penanganan. World Health Organization (WHO) juga telah menerbitkan standar internasional. Dokumen spesifikasi. CPOB harus dipatuhi oleh seluruh pabrik obat di Indonesia. keluhan terhadap obat. Mengikuti perkembangan masalah mutu eksternal.

Rasa keterikatan dan tanggung jawab semua unsur yang terlibat dalam rangkaian pembuatan bersifat mutlak untuk menghasilkan obat yang bermutu. c) Menyusun rencana dan prosedur tertulis mengenai pengambilan contoh untuk pemeriksaan. dan pengujian suatu bets obat jadi sebelum meluluskan bets tersebut untuk didistribusikan. a) Menyusun dan merevisi prosedur pengendalian dan spesifikasi. produk antara.b. Sistem pengendalian mutu hendaklah dirancang dengan tepat untuk menjamin bahwa tiap obat mengandung bahan yang benar dan memiliki mutu dan jumlah yang sesuai dengan yang telah ditetapkan. Bagian pengendalian mutu melaksanakan tugas-tugas pokok berikut. 4. e. pemantauan lingkungan kerja. 2. c. 3. Pengendalian mutu perlu dilakukan agar tiap obat yang dibuat memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan obat. mutu. d) Menyimpan contoh pertanggal untuk rujukan di masa mendatang. mulai dari obat dibuat sampai obat jadi didistribusikan. kadar. Dengan demikian. pengemasan. validasi. Sistem ini hendaklah juga menjamin pelaksanaan hal-hal lain yang memerlukan persetujuan bagian pengendalian mutu. b) Menyiapkan instruksi tertulis yang terperinci untuk tiap pemeriksaan dan pengujian . produk antara. Penyalutan. program penyimpanan contoh. Pengendalian mutu juga meliputi program uji stabilitas. Sistem dokumentasi dan prosedur pelulusan oleh bagian pengendalian mutu hendaklah menjamin bahwa pemeriksaan dan pengujian yang diperlukan telah dilaksanakan dengan tepat dan bahwa bahan awal. Ketentuan Umum 1. produk antara. Pencampuran dan granulasi. dan keamanan. f) Meneliti catatan yang berhubungan dengan pengelolaan. d. dan obat jadi. . serta penyusunan dan penyimpanan spesifikasi yang berlaku untuk tiap bahan dan produk. produk ruahan. bagian pengendalian mutu yang berdiri sendiri harus ada. produk ruahan. termasuk metode pengujian tiap bahan dan produk. Pengendalian mutu meliputi semua fungsi analisis yang dilakukan di laboratorium termasuk pengambilan contoh. g) Mengevaluasi stabilitas semua obat jadi secara berlanjut (juga bahan awal jika diperlukan) dan menyiapkan instruksi tentang cara penyimpanan bahan awal dan obat jadi di pabrik berdasarkan data stabilitas yang ada. pemeriksaan dan pengujian bahan awal. dokumentasi bets. PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu merupakan bagian yang esensial dari cara pembuatan obat yang baik. Pemberian tanda tablet bersalut. dan dibuat pada kondisi yang tepat dan mengikuti prosedur standar. Untuk keperluan tersebut. dan obat jadi serta hal-hal lain yang telah ditentukan. e) Meluluskan atau menolak tiap bets bahan awal. kemurnian. obat tersebut senantiasa memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan mengenai identitas. Pencetakan tablet. dan produk ruahan tidak digunakan dan obat jadi tidak didistribusikan atau dijual sebelum hasil pemeriksaan dan pengujian mutu dinilai telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

hendaknya dilakukan. Laboratorium pengujian hendaknya memenuhi persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian berdasarkan persyaratan internasional ISO/IEC 17025:2000 2. Pengendalian Selama Proses . baik dalam hal organisasi. q) Memberikan rekomendasi tentang pembuatan obat oleh pihak lain atas dasar kontrak setelah kontraktor yang bersangkutan dievaluasi dan dinilai mampu membuat obat yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Jumlah contoh dan metode pengendalian hendaklah mampu mendeteksi adanya organisme penunjuk dalam konsentrasi kecil (misalnya Pseudomonas). 3. terutama dalam ilmu dan teknologi pengujian laboratorium. bekerjasama dengan bagian lain dan mengambil tindakan yang dibutuhkan. Laboratorium Pengujian 1. kompetensi manajemen mutu. Penyempurnaan atau peningkatan berkelanjutan. Pemantauan rutin mutu air yang digunakan dalam pengolahan obat secara kimia dan mikrobiologi. i) Mengevaluasi dan menyetujui prosedur pengelolaan ulang suatu produk. Pengujian berkala terhadap lingkungan sekitar ruang produksi untuk mendeteksi adanya obat lain yang akan mencemarkan produk yang sedang diolah. Bila diperlukan. k) Mengambil bagian atau memberikan bantuan dalam pelaksanaan program validasi. System Manajemen Laboratorium Pengujian yang Baik hendaknya diterapkan didalam laboratorium pengujian. Pemantauan lingkungan produksi secara mikrobiologi dan berkala. 3. p) Ikut serta dalam program inspeksi-diri bersama bagian lain dalam perusahaan. Pengendalian pencemaran yang terjadi diudara sekitar. maupun kompetensi ilmiah. 4. Staf laboratorium pengujian hendaknya diberikan pelatihan secara teratur dan tetap. l) Mengevaluasi semua keluhan yang diterima atau kekurangan yang ditemukan mengenai suatu bets. j) Menyetujui penunjukkan pemasok bahan baku dan bahan pengemas yang diketahui dan dipercayai mampu atau dapat diandalkan untuk memasok bahan awal yang memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditetapkan. 1. 2. n) Menyimpan catatan pemeriksaan dan pengujian semua contoh yang diambil. Pengendalian Lingkungan Pengendalian lingkungan kerja yang dilakukan dilakukan adalah sebagai berikut. 4. m) Menyediakan baku pembanding sekunder sesuai spesifikasi yang terdapat pada prosedur pengujian yang berlaku dan menyimpan baku pembading ini pada kondisi yang tepat. o) Mengevaluasi obat yang dikembalikan dan menetapkan apakah obat tersebut dapat digunakan langsung atau diproses ulang atau harus dimusnahkan.h) Menetapkan tanggal kadaluwarsa dan batas waktu penggunaan bahan awal dan obat jadi berdasarkan data stabilitas dan kondisi penyimpanan. terutama air yang akan langsung digunakan dari tempat keluar air.

3. Spesifikasi pengendalian selama proses hendklah konsisten dengan spesifikasi obat jadi. kekuatan. Pengujian stabilitas obat jadi untuk rekonstitusi dilakukan sebelum dan sesudah rekonstitusi. bahan tersebut hendaklah diuji ulang dan disetujui oleh bagian pengendalian mutu sebelum digunakan. 3. Jumlah contoh dan jadwal pengujian berdasarkan criteria statistic tiap sifat yang diuji. pertengahan. Spesifikasi ini hendaklah dijabarkan berdasarkan rata-rata proses yang diterima sebelumnya dan. Penelitian Stabilitas 1. bahan atau produk tersebut harus diuji ulang oleh bagian pengendalian mutu. Hal ini diperlukan untuk menjamin kebenaran perkiraan stabilitas. b. 2. Selama pengemasan berlangsung. c. produk antara. dan produk jadi hendaklah ditetapkan. kekuatan. Pengujian Ulang Bahan atau Produk yang Telah Disetujui 1. kualitas. Produk selama proses hendaklah diuji identitas. Kondisi penyimpanan. bahan atau produk dinyatakan diluluskan kembali untuk dipakai atau ditolak. contoh produk yang dikemas pada awal. prosedur tertulis mengenai pengambilan sampel. Metode pengujian yang spesifik. produk ruahan. Produk akhir yang sudah dikemas hendaklah dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengendalian mutu. Produk baru (umumnya dilakukan pada bets percobaan). 2. Untuk menjamin keseragaman bets dan keutuhan obat jadi. yaitu identitas. 2.1. Pengujian obat dalam kemasan yang sama dengan kemasan yang dipasarkan. dan telah divalidasi penuh. d. e. Prosedur pengendalian ditetapkan untuk memantau hasil produksi dan melakukan validasi terhadap kemampuan proses produksi yang mungkin menjadi penyebab ketidakseragaman sifat produk dalam proses. dan akhir pengemasan hendaklah diambil. dan kemurniannya pada tahap yang tepat dan dinyatakan diluluskan atau ditolak oleh bagian pengendalian mutu selama proses produksi. Program pengujian hendaklah dirancang untuk mengetahui sifat stabilitas produk jadi dan menentukan tanggal kadaluwarsa dan kondisi penyimpanan yang cocok. Pengendalian pada Pengemasan 1. Penelitian stabilitas hendaklah dilakukan untuk produk berikut. Setelah batas waktu ini. dapat diandalkan. Batas waktu penyimpanan yang sesuai untuk setiap bahan awal. Jalur pengemasan hendaklah diperiksa oleh bagian pengendalian mutu sebelum kegiatan pengemasan berjalan. pengendalian dan pengujian atau pemeriksaan terhadap produk selama proses dari tiap bets hendaklah ditetapkan dan diikuti. bila ditetapkan dengan metode statistic yang tepat jika diperlukan. 2. dan kemurnian bahan produk itu. Bila suatu bahan disimpan pada kondisi yang tidak tepat. a. 3. kualitas. Program pengujian stabilitas hendaklah dipatuhi dan mencakup: a. . Berdasarkan hasil uji ulang tersebut.

pengendalian mutu. perlengkapan. 5. Dokumentasi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap petugas mendapat instruksi yang terperinci dan jelas mengenai bidang tugas yang harus dilaksanakan sehingga memperkecil resiko salah paham dan kekeliruan yang sering timbul karena hanya mengandalkan komunikasi lisan. Ketentuan Umum 1. . Dokumen hendaklah dirancang dan dibuat dengan teliti agar dapat digunakan dengan mudah. 6. pelaksanaan. d. kemudian di paraf dan diberi tanggal. Produk yang berasal dari bets yang diluluskan dengan pengecualian. Bagian atau orang yang menerima turunan dokumen hendaklah dituliskan setidak-tidaknya pada dokumen asli. Produk yang dikemas dalam kemasan baru yang berbeda dengan standar yang telah ditetapkan. Dokumen hendaklah memuat kegiatan dibidang produksi. tetapi tidak perlu berlebihan dan dijaga agar selalu actual. 8. Setiap perubahan hendaklah disahkan secara resmi. Instruksi hendaklah jelas. Suatu system yang akan mencegah penggunaan dokumen yag sudah tidak berlaku hendaklah dibuang. dan disahka oleh manajer produksi dan manajer pengendalian mutu. kekeliruan itu hendaklah dikoreksi dengan cara yang tepat sehingga tulisan atau catatan semula tidak hilang dan koreksi ditulis atau dicantumkan disamping tulisan semula. dan ditulis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pemakai. catatan dan laporan. distribusi. Peninjauan berkala dan perbaikan bila diperlukan hendaklah dimungkinkan. tidak bermakna ganda. 3. dokumen hendaklah ditulis dalam nada perintah dan disusun sebagai langkah-langkah yang diberi nomor urut. pemeliharaan peralatan. atau sumber bahan baku. 4. dan hal-hal spesifik lain yang berkaitan dengan CPOB. ditandatangani. metode dan instruksi. pengendalian. yaitu bets yang memiliki sifat yang berbeda dengan standar atau bets yang diolah ulang. prosedur. Dokumen hendaklah mencakup semua data penting. c. serta jenis dokumentasi lain yang diperlukan dalam perencanaan. benar . Setiap dokumen produksi hendaklah diberi tanggal. Jika memuat instruksi. 7. dan evaluasi seluruh rangkaian kegiatan pembuatan obat. dan efektif. Produk yang mengalami perubahan fomula. 2. Apabila terjadi atau ditemukan suatu kekeliruan pada dokumen. Sistem dokumentasi hendaklah menggambarkan riwayat lengkap setiap bets ata lot produk sehingga memungkinkan penyelidikan dan penelusuran bets atau lot produk yang bersangkutan. Sistem dokumentasi juga digunakan untuk memantau dan mengendalikan kondisi lingkungan.b. Dokumentasi Dokumentasi pembuatan obat merupakan bagian dari manajemen sistem informasi yang meliputi spesifikasi. pergudangan. dan personalia. tepat. Dokumentasi hendaklah tersedia bagi semua pihak yang terlibat. metode pengolahan.

dan obat jadi. 6. Nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan Nama dan kode produk yang diberikan pemasok Pemerian. 3. 5. 8. 3. 2. 4. ketebalan. 5. kekuatan. 9. sebagaimana contoh rujukan obat jadi dan baha awal. 6. produk ruahan. bahan pengemas. Spesifikasi Produk Antara. antara lain jenis bahan. karakteristik fisika dan kimia. 10. dan Obat Jadi . Spesifikaasi Bahan Baku Spesifikasi bahan baku hendaklah memuat: 1. produk antara. 7. serta standar mikrobiologi jika ada Rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan Frekuensi pengujian ulang untuk bahan yang disimpan jika diperlukan Jenis pengujian spesifik yang diperlukan dalam penilaian ulang bahan yang sudah kadaluwarsa untuk menentukan kemungkinan perpanjangan masa kadaluwarsa Kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan lain yang diperlukan Masa pakai jika diperlukan Nama pemasok yang disetujui Tanggal spesifikasi diterbitkan Spesifikasi bahan baku dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk Spesifikasi Bahan Pengemas Spesifikasi bahan pengemas hendaklah memuat: 1. Nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan Nama dank ode produk yang diberikan oleh pemasok Pemerian. Dokumen Spesifikasi Dokumen spesifikasi meliputi bahan baku. Produk Ruahan. warna. hendaklah disimpan oleh perusahaan untuk jagka waktu tertentu sesuai dengan keperluan dan atau dalam jangka waktu yang ditentukan oleh departemen kesehatan. 9. Dokumen dan catatan yang berkaitan dengan suatu bets. dimensi. 7. 4. 2. 10. dan teks Gambar teknis bila diperlukan Rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untu pemeriksaan da pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pegujian spesifik atau farmakope yang digunakan Frekuensi pemeriksaan ulang untuk bahan yang disimpan jika diperlukan Kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan lain yang diperlukan Masa pakai jika diperlukan Nama pemasok yang disetujui Tanggal spesifikasi diterbitkan Spesifikasi bahan pengemas dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk.9. 8.

serta standar mikrobiologi jika ada Rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan Sifat fisika. Prosedur pembersihan hendaklah mencakup metode. metode. Dokumen Pemeliharaan. 2. Prosedur pembersihan peralatan yang digunakan dalam proses produksi hendaklah dibuat. peralatan. pembasmian hama. Prosedur dan Catatan Pemeliharaan dan Pembersihan Peralatan 1. kekerasan. 6. seperti bobot standar atau volume pengisian (termasuk nilai batas). Pelaksanaan pembersihan hendaklah dicatat dan dilampirkan pada catatan bets yang bersangkutan. atau obat jadi dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk. waktu hancur. produk ruahan. yang mencakup ruangan yang harus dibersihkan. dan Pengendalian Ruangan dan Peralatan Dokumen pemeliharaan. pembersihan. Pelaksanaan pemeliharaan dan pembersihan hendaklah dicatat. perkakas dan bahan pembersih yang digunakan. Pembersihan. yang mencakup jenis pekerjaan yang harus dilakukan dan jadwal pemeliharaan. daerah yang harus dicakup. 9. Pelaksanaan pembersihan hendaklah dicatat. karakteristik fisika dan kimia. pH. dan pengendalian ruangan dan peralatan yang terpenting adalah prosedur dan catatan pemeliharaan dan pembersihan peralatan pembersiha ruang produksi. 2. peralatan. yaitu yang menjelaskan cara pembersihan pada tiap pergantian produk atau pergantian bets. yang meliputi jangkauan dan jadwal pembasmian. dan bahan pembersih yang digunakan. dan pemantauan partikel diudara sekitar dan jasad renik. spesifikasi produk antara. . densitas. Prosedur pemeliharaan dan pembersihan hendaklah dibuat untuk tiap peralatan. dan bahan yang digunakan. dan kemanfaatan hayati in-vitro bila diperlukan Spesifikasi obat jadi hendaklah juga mencakup jenis dan spesifikasi bahan pengemas yang digunakan Masa pakai atau batas kadaluwarsa Kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan lain yang diperlukan Spesifikasi kemasan dan label Spesifikasi produk antara. kekentalan. produk ruahan. atau obat jadi hendaklah memuat: 1. 7.Sesuai dengan bentuk sediaan dan tahap pembuatan. 5. termasuk perbaikan atau penggantian suku cadang. Prosedur dan Catatan Pembasmian Hama Prosedur pembasmian hama hendaklah dibuat. 3. Nama dan kode produk yang digunakan perusahaan Bentuk dan kekuatan sediaan Pemerian. 4. keregasan. serta waktu dan jadwal pembersihan. cara pembersihan. 8. Prosedur dan Catatan Pembersihan Ruangan Produksi Prosedur pembersihan untuk tiap ruangan produksi hendaklah dibuat.

produk antara. dan kehilangan identitas. Pengendalian pengeluaran bahan dan produkproduk tersebut diproduksi sangat penting. bahan pengemas. penyerahan. hendaklah dilakukan. termasuk tingkat siaga dan tingkat pengambilan tindakan. 2. Bahan baku steril hendaklah ditimbang dan diserahkan dalam keadaan steril. dan produk ruahan yang boleh ditempatkan dalam daerah penyerahan hanyalah yang diperlukan untuk suatu bets tertentu. produk ruahan. Penimbangan dan penyerahan hendaklah menggunakan peralatan yang cocok dan bersih. 3. Kapasitas. atau penghitungan. termasuk bahan di luar yang telah diserahkan semula. 11. produk antara. 4. Setelah penimbangan. produk antara. 5. Sebelum dilakukan penimbangan. Semua pengeluaran bahan baku. dan penyerahan bahan baku. produk antara hendaklah diangkut dan disimpan secara tepat agar keutuhannya tetap terjaga sampai tahap pengolahan berikutnya. Hasil pemantauan hendaklah dicatat. produk antara. Sekat pemisah yang memadai hendaklah dibuat diantara tempat-tempat penandaan. pemeriksaan kebenaran penandaan bahan baku. 12. dan ketelitian alat timbang dan alat ukur yang digunakan hendaklah sesuai dengan jumlah baha yang ditimbang atau diukur. hendaklah didokumentasikan. bahan pengemas. termasuk label pelulusan dari bagian pengendalian mutu. PENIMBAGAN DAN PENYERAHAN 1. dan produk ruahan yang diserahkan hendaklah diperiksa ulang kebenarannya dan ditandatangani oleh supervisor produksi sebelum diserahkan ke bagian produksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari pencampurbauran. pembuktian kebenaran dan ketepatan identitas dan jumlah bahan yang ditimbang dan diukur hendaklah dilakukan oleh dua petugas secara terpisah. Untuk setiap penimbangan atau pengukuran. dan produk ruahan yang boleh diserahkan hanya yang telah diluluskan oleh bagian pengendalian mutu. Bahan baku. bahan baku. produk antara. yang mencakup metode pemantauan dan daerah yang dipantau. 8. dan produk ruahan dianggap sebagai bagian dari siklus produksi dn memerlukan dokumentasi dan rekonsiliasi yang lengkap. produk ruahan hendaklah tercakup dalam prosedur tertulis. Bahan baku. penghitungan. Bahan baku.tindakan pengamanan. bahan pengemas. dan penyerahan bahan baku. 10. 7. Pelaksanaan pembamian hama hendaklah dicatat. penimbangan. Prosedur dan Catatan Pemantauan Partikel di Udara Sekitar dan Jasad Renik Prosedur pemantauan partikel udara dan jasad renik didaerah tertentu hendaklah dibuat. pencemaran silang. . 9. dan penandaan. ketepatan. Kebersihan tempat penimbangan dan penyerahan hendaklah dijaga. dan produk ruahan. spesifikasi. hanya satu jenis cetakan yang diperbolehkan ditempat penandaan pada saat yang sama. produk antara. Metode penanganan. 6. dan bagian atau orang yang terlibat dalam pelaksanaan pembasmian hama. Untuk menghindari pencampurbauran. Penimbangan. bahan pengemas.

Peralatan hendaklah dinyatakan bersih secara tertulis sebelum digunakan. atau kayu. Bila terjadi penyimpangan yang berarti. 10. Sebelum label ini dipasang. hendaklah dilakukan langkah-langkah yang menjamin bahwa daerah pengolahan dan peralatan bebas dari bahan. Dalam seluruh tahap pengolahan. Semua wadah dan peralatan yang berisi produk antara hendaklah diberi label yang tepat yang menyatakan tahap pengolahan produk antara itu. pemeliharaan. seluruh label atau penanda sebelumnya yang tidak sesuai hendaklah disingkirkan atau dihapus dengan sempurna. Penanganan bahan dan produk kering menimbulkan masalah pengendalian debu dan pencemaran silang. hendaklah dilakukan tindakan untuk mencegah pelulusan atau pengolahan lanjutan bets tersebut sampai diperoleh penjelasan memadai yang dapat mengizinkan pelulusan pengolahan selanjutnya. 3. produk atau dokumen yag tidak diperlukan untuk pengolahan yang bersangkutan. Untuk mengatasi masalah ini. 9. gelas. Semua peralatan yang digunakan hendaklah diperiksa sebelum digunakan. Semua kegiatan pengolahan hendaklah dilaksanakan mengikuti prosedur tertulis yang telah ditentukan. 2. 2. harus dicatat dengan teliti pada saat pengolahan dilakukan. diperlukan perhatian khusus pada rancangan bangunan. Semua bahan yang dipakai dalam pengolahan hendaklah diperiksa lebih dahulu sebelum digunakan. seperti yang dipersyaratkan. Wadah dan penutup yang dipakai untuk bahan yang akan diolah (untuk produk antara dan produk ruahan) hendaklah bersih dan memiliki sifat dan jenis yang tepat untuk melindungi produk dan bahan terhadap pencemaran atau kerusakan. 4. 3. Perhatian khusus hendaklah diberikan untuk melindungi produk terhadap pencemaran oleh serpihan logam. Bahan dan Produk Kering 1. Semua produk antara atau produk ruahan harus diberi label yang tepat dan dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengendalian mutu. Pemakaian alat penghilang debu pada tablet dan kapsul sangat dianjurkan. 8. System penyaringan atau system lain yang sesuai hendaklah dipasang untuk menahan debu. System penghisap udara yang efektif hendaklah dipasang dengan letak lubang pembuangan yang tepat untuk mencegah pencemaran terhadap produk atau proses lain. . Hasil nyata dan hasil antara setiap bets yang dibuat hendaklah dicatat dan dicocokkan terhadap hasil teoritis bets tersebut.PENGOLAHAN 1. 5. 7. Pemakaian peralatan gelas sedapat mungkin dihindarkan. Tiap penyimpangan hendaklah dilaporkan dengan menyertakan alasan dan penjelasan. Suatu system pembuatan tertutup yang mencegah penyebaran debu atau metode lain yang sesuai sedapat mungkin diterapkan untuk bahan yang berdebu. dan penggunaan sarana dan peralatan. perhatian utama hendaklah diberikan pada masalah pencemaran silang. 6. Sebelum pengolahan dimulai. Kondisi daerah pengolahan hendaklah dipantau dan dikendalikan sampai tingkat yang dipersyaratkan untuk kegiatan yang dilakukan. Seluruh pengendalian selama proses.

dan lesung tablet hendaklah diperiksa sebelum dan setelah pemakaian. atau wadah produk ruahan. 4. maupun penandaan. Pencampuran dan Granulasi 1. Mesin pencampur. dan pengaduk hendaklah dilengkapi dengan system pengendalian debu. Alat timbang yang teliti dan telah ditera hendaklah selalu tersedia untuk dipakai dalam pemantauan berat tablet yang sedang dalam proses. Tablet yang ditolak atau disingkirkan hendaklah ditempatkan didalam wadah yang diberi tanda yang jelas mengenai status dan jumlah tablet serta dicatat pada Catatan Pengolahan Bets. Tablet yang telah diambil dari ruang pencetakan tablet untuk keperluan pengujian atau keperluan lain tidak boleh dikembalikan ke dalam bets yang bersangkutan. Mesin yang dilengkapi dengan system pengendalian udara yang tertutup boleh ditempatkan dalam ruangan tanpa pemisah. hendaklah dicantumkan dalam Dokumen Produksi Induk. 4. baik pencampuran. 3. 5. Udara yang masuk kedalam alat pengering hendaklah disaring. Pencetakan Tablet 1. procedural. Catatan mengenai pemakaian alu dan lesung tablet hendaklah disimpan. 4. dipantau selama proses berlangsung. pengadukan. Mesin pencetak tablet hendaklah dilengkapi dengan fasilitas pengendalian debu yang efektif dan ditempatkan sedemikian rupa untukmenghindari campur aduk antarproduk. maupun pengeringan. kecepatan dan suhu) untuk setiap proses. alat penghitung. 3. Kantong penyaringan yang dipasang pada mesin pengering pusar-beliung tidak boleh dipakai untuk produk yang berlainan tanpa pencucian terlebih dahulu. Pembuatan dan penggunaan larutan suspensi hendaklah dilaksanakan sedemikian rupa sehingga risiko pencemaran atau pertumbuhan jasad renik dapat dicegah. Tindaka pengamanan hendaklah dilakukan untuk mencegah pencemaran silang oleh debu yang keluar dari alat pengering. Pada beberapa produk yang berisiko tinggi atau produk yang dapat menimbulkan kepekaan.Keausan dan kerusakan ayakan. 2. Tiap mesin hendaklah ditempatkan dalam ruangan ruangan terpisah kecuali apabila mesin tersebut membuat produk yang sama. kantong penyaring khusus hendaklah digunakan untuk masing-masing produk. Udara yang dialirkan kedalam panci penyalut untuk pengeringan hendaklah disaring da memiliki mutu yang tepat. pengayak. alu. saringan. Parameter operasional yang kritis (misalnya. Penyalutan 1. Adanya keausan dan kesesuaian semua alu dan lesung tablet terhadap spesifikasi harus diperiksa setiap kali sebelum dipakai. suatu pengendalian mutu perlu dilakukan baik secara fisik. dan dicatat dalam catatan bets. . Untuk mencegah terjadinya campur aduk antargranul maupun antar tablet. Hendaklah diperhatikan jangan sampai ada tablet atau kapsul yang tertinggal didalam peralatan. 2. kecuali bila bekerja dengan system tertutup. waktu. 6.

IV. 3. . sedangkan dalam masingmasing monografi. bahan aktif. Tindakan khusus hendaklah diberikan untuk menghindari campur-baur produk selama proses pemberian tanda pada tablet bersalut. baha pengemas. Uji disolusi zat aktif dari sediaan tablet 3.2. Uji kebenaran identitas zat aktif yang dikandung sediaan tablet 2. Uji waktu hancur tablet jika tertera dalam monografi Uji Disolusi Zat Aktif dari Sediaan Tablet Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet.I Ed. pengerjaannya hendaklah dipisahkan. Tinta yang digunakan hendaklah tinta yang memenuhi persyaratan untuk bahan makanan. uji disolusi atau uji waktu hancur tidak secara khusus dinyatakan untuk sediaan bersalut enterik. IV) atau persaratan lain yang ditetapkan oleh regulator (pemerintah). pemilahan. 1. Dokumentasi mengenai pembuatan dan pemakaian larutan penyalut hendaklah dibuat . bahan baku. 2. Analisis kadar zat aktif dalam sediaan tablet 5. dan obat jadi harus memenuhi standar atau monografi yang tertera dalam Farmakope Indonesia (yang berlaku sekarang adalah FI. Ed. PERSYARATAN FARMAKOPE INDONESIA Semua bahan awal. IV tentang uji pelepasan obat <961> halaman 1024. Larutan penyalut dibuat dan digunakan dengan cara yang dapat menekan seminimal mungkin risiko pertumbuhan jasad renik. Pemberian Tanda Tablet Bersalut 1. Parameter mutu sediaan tablet yang perlu diuji menurut FI. Hal ini juga berlaku untuk sediaan tablet. Uji keseragaman sediaan  Keseragaman kandungan  Keseragaman bobot 4. digunakan cara pengujian untuk sediaan lepas lambat seperti yang tertera dalam F. dan pengkilapan tablet bersalut. Bila pada etiket dinyatakan bahwa sediaan bersalut enterik. Perhatia khusus hendaklah diberikan untuk menghindarkan terjadi campur-baur selama proses pemeriksaan. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. Ed. Apabila pada saat yang sama dilakukan pemberian tanda produk yang berbeda atau pada bets yang berbeda.

FORMULASI Tablet Inti (Core) Vitamin C Avicel pH 102 Maltodekstrin Mg stearat Talkum 100 mg q.5) mg = 15 mg Salient Features: Planetary mixers are used for dry mixing and dough mixing. All contact parts are made from S.s 5% 1% 2% zat aktif pengisi dan penghancur pengikat lubrikan antiadheren Perhitungan bobot per tablet Dibuat tablet dengan bobot 125 mg Vitamin C = 100 mg Maltodekstrin = 5% x 125 mg = 6. Sigma Mixer = 1% x 125 mg = 1.25 mg Mg stearat Talkum Avicel Cara kerja Semua bahan dicampur dalam sigma mixer.25 mg = 2% x 125 mg = 2. dengan bobot akhir 125 mg yang dicetak dengan menggunakan tableting machine.25+1. liquid/solid and liquid/liquid is achieved effectively by the use of planetary mixer. The homogenous mixing at various ingredients of different densities in different proportions for solid/solid.S. 304/316 steel. .25+2.5 mg = 125 mg – (100+6.

5 1.Technical Specifications: Model Gross Capacity Ltrs Bowl ID mm Bowl Ht mm Main Motor HP Lift Motor HP Emulsifier Overall Dimensions mm Net Wt.0 1100 x 1900 x 2100 1500 2100 GPM350 380 900 600 10. easy maintenance and low noise. these machines are acknowledged for trouble free operation.5 2.5 1. Technical Specifications Machine Type Number of Stations Type of Tooling SB-MINI-10 B 10 B SB-MINI-8 D 8 D SB-MINI-10 D 10 D . these are also stringently tested as per the international industrial standards.0 1400 x 2750 x 2500 2600 3200 Rotary Tablet Press Machine. Kgs GPM200 220 750 500 7. Tableting machine We have with us an assortment of mini tablet presses.5 1100 x 2200 x 2450 1800 2400 GPM500 520 1050 600 15. Kgs Gross Wt. Engineered with precision. Available in different technical specifications. that are specifically designed for pharmaceutical application and are ideal for small scale productions.

China (Mainland) . 22 mm 20.5 mm 2 to 6 mm 30. of Die mm Length of Die mm Dia of Punch mm Length of Punch mm Power Overall H X W X D (cm) Net Weight (Approx) 6. 22 mm 20.5 mm 2 to 6 mm 38.5 mm 2 to 6 mm 38.1 mm 23. Turet RPM (Min.Tablets/Hr.349 mm 133.71 mm 25.: Place of Origin: FT-2B Friability tester FT-2B Beijing.1 mm 22.0 HP X 1440 RPM X 415 V.71 mm 25.000 TO 18.000 10/30/09 6 Tons. X 50 Hz Evaluasi tablet inti  Keseragaman bobot dengan electronic balance  Kerapuhan dengan friabilator Friability tester Product Name: Model No.000 10/30/09 6 Tons.000 TO 18.Output .99 mm 133. Tablet Dia. 16 mm 17.000 10/30/09 6 Tons.22 mm 18. Maximum Depth of fill Upper Punch Penetration Dia.800 TO 14.65 mm 4.6 mm 2.1 mm 23.349 mm 133.6 mm 48 x 67 x 105 H 350 kgs 6. Operating Pressure Max. / Max) Max.

synchronous operation. used to test physical property such as mechanical stability. autostop Presetting circle number parameter. is widely used on the area of pharmaceutical factory. synchronous operation.Brand Name: Friability tester: friability test: Supply Capacity: snagletech Tablet Friability tester Drug Friability tester Friability tester is on the basis of <>. This friability tester is strictly according to JB/T20105. abrasion resistance and crashworthiness in the process of producing. drug testing department and hospital. split charging and storage of coating tablet. time-share display preset value and real time Intelligent control drum rotation speed. autostop Double barrel. FT-3 FT-2B Single barrel. rotation circle LCD display Model Barrel number Rotation speed Rotation accuracy Counting method Barrel inner diameter Barrel depth Slide height Power supply Power FT-3 1 pc 25R/M ±1R/M 10-100circle setting freely 286mm 39mm 156mm 220V/50HZ 40W FT-2B 2pcs 25R/M ±1R/M 10-900circle setting freely 286mm 39mm 156mm 220V/50HZ 40W . It also uses to test friability condition of coating tablet and capsule.

Dimension Gross Weight 400mm*430mm*410mm 13KG 490mm*430mm*410mm 19KG  Kekerasan dengan Hardness tester ST-4 Tablet Hardness Tester Product Name: Model No.China (Mainland) snagletech tablet Hardness Tester Testing Method: Constant speed automatic loading Testing Range: 2-200N Resolution: 0.1N Accuracy: ±0. High accurate sensor to make sure the test accuracy and repeatability .5% Tablet diameter: 2-40mm Repeatability error: ±1% Each group: ≤100 Pcs Linear Module: N. Kg 1.: Place of Origin: Brand Name: China tablet Hardness Tester: Supply Capacity: ST-4 Tablet Hardness Tester ST-4 Beijing.

com/product-838547-Tablet-Disintegration-Tester. 6. Adopting singlechip computer control technology with automatic display. With linear-module one key conversion (N-Kg) With delect function key Available to calibrate it conveniently using weights at fixed period  Waktu hancur dengan disintegration time http://snagletech. Excellent data-handling capacity is able to analyze. High definition LCD for comfortable operation. 7. Minimum.html Tablet Disintegration Tester Product Name: Model No.China (Mainland) . 9. automatic reset.en. Testing method: Manual loading/Automatic loading 4. 8. 5. calculate and print each group test result.hisupplier. automatic lock and save. displaying the Maximum.2.: Place of Origin: Tablet Disintegration Tester DT-4 Beijing. automatic loop test. automatic linearity error calibration. automatic trouble diagnosis. Average data and standard deviation and testing report for each group of specimen. Automatic calculate testing travel and save testing time. 3.

Brand Name: Tablet hardness tester: friability tester: snagletech dissolution tester disintegration tester Disintegration Tester is basis of <> to test time limit of tablet. It complys with USP-23.5℃ DT-1 DT-2 Room temperature-45℃ ±0.5℃ DT-4 2mm(standard configuration). capsule and pill in the process of disintegration.425mm and 1mm (optional configuration) 220V/50HZ 800W 480*380*540mm 15KG 500W 480*380*540mm 19KG 800W 750*380*540mm 26KG Power supply Power Dimension Gross weight . also accords to YY0132 <>.5 4sets ±0.3℃ 1min-999min ±0. BP-1988 and JP-11 that rule disintegration time limit. Model Temperature presetting range Temperature control accuracy Timing range Time control accuracy Number of up and down basket Up and down frequency of basket Up and down distance of basket Minimum distance between mesh and the bottom of cup Mesh size 1 set 2 sets (30-31)times/min (55±1)mm (25±2)mm ±0. 0.

Udara Proses .5 K. Technical Specifications: Model Loading capacity Drive Motor HP 3 PH 50 C S 415 V AC line RPM of Pan (empty) CP-24 25 0.5 line Blower capacity Maximum CFM Heater K. 100 1. Variabel Panci .5 12/24/09 Hot air blower motor HP 3 PH 50 C/S 415 V AC 0. Fungsi penyegelan yang kedua adalah memperkuat isi tablet. .W panci penyemprot adalah: 1. memisahkan ingredien tablet (terutama zat aktif) dan air (yang merupakan konsisten utama dari formulasi penyalut) untuk memastikan stabilitas produk yang baik. . Corak penyemprot dipilih untuk memberikan suatu pita kontinu melintasi permukaan tumpukan tablet. 2. these are widely demanded in pharmaceutical industry for their efficiency and optimum performance.kecepatan.W Variabel-variabel yang perlu dikendalikan dalam proses penyalutan lapisan tipis menggunakan cara . that are fabricated using graded raw material such as stainless steel or mild steel to ensure corrosion resistance and long life. Available in various sizes and dimensions. .kecepatan aliran udara/volume/keseimbangan.muatan panci. Suitable for coating tablets.kualitas udara.Tahapan Penyalutan 1. Coating Pan Coating pan with hot air blower R & D unit.rancangan panci/pengaturan pergerakan cairan.temperature. our range can also be customized to suit the specific requirements of clients. Penyegelan (Sealing) Tujuan : untuk menghalangi penetrasi air ke dlm core. . Tebal lapisan yg diperlukan berkisar 2-6 lapis Alat : Alat penyemprot.

Salut dasar juga membuat pondasi untuk proses salut gula yang masih akan dilakukan. membuatkan pinggiran tablet dan menambah bobot inti.S. which are electrically heated and wellsuited to dry 5 Kgs of wet material at a time with contact parts in S. 316 along with S. 1994).S. . . Bahan : Selulosa ftalat asetat (CAP) 0.5-9.0 % dari berat tablet inti. All process contact parts are manufactured from SS-316.. (Lachman. Recommended Spares : • Extra Product container made from S. dicampur dengan Rheometer Hakke dengan dialiri udara panas 400C.S.S. 304 in single piece welded.laju penyemprotan. aquades Cara : CAP dilarutkan dalam etanol 95% dan aquades sampai viskositas meningkat. . 304 Trolley • Filter bags made from special PP cloth (2 nos) Highlighting Features: 1) Process Unit • The process unit is single pieces welded design made from stainless steel of SS.304 with perforated bottom & intermediate dutch weave with S. Alat : Fluidized Bed / rotating coating pans Fluid Bed Dryer 1 fluid bed dryers. Variabel Penyemprot . et. Penyalutan dasar (Sub coating) yaitu proses pemberian larutan dasar dan pemberian serbuk salut apabila sebagian tablet kering Tujuan : Berfungsi untuk menutup permukaan sisi tablet sehingga berbentuk elips. 316 & non contact parts in S.3.jarak mulut pipa penyemprot ke permukaan tumpukan tablet.al. etanol 95%. 304 Trolley with fiber wheels • Product container made out of S.S.derajat atomisasi. 2.S. .pola penyemprotan. These stainless steel fluid bed dryers are also used for conducting various research activities in the pharmaceutical industries. • The finish employed externally will be all welds ground back & polished into the surrounding materials.

Penambahan dirasa cukup apabila sisi tablet sudah tidak kelihatan menyudut. 3. talk bebas asbes 12%. Pembesaran (Grossing) Pelicinan (Smoothing) . Penambahan volume bahan penyalut yang berlebih akan menyebabkan tablet saling menempel. • The entire product contact surface is mirror finished • A central drain is provided in the base to release wash water • Meticulous attention is paid to reduce any source of material Entrapment by mirror polishing flush all welds to create crevice free profiles both internally & externally. 4. Below that is the retarding chamber made out of S. Pengatasan dilakukan secara manual.S. They can also be housed the services zone to avoid sound pollution and interference of maintenance people in the production zone. titanium dioksida 1% Larutan penyalut: sukrosa 40%. 316 Retarding chamber is locked with the explosion chamber by means of clamps. Setelah itu. which exposes each and every particle or the charged batch in the Fluidized air resulting in instant drying • Specially designed base is provided for air vortex effect and for giving added strength 2) Bowl/ Product Container • Conical shaped bowl/ product container is made form SS-316 grade stainless steel having stainless steel mesh support along with fine finish air mesh.• All of the external surfaces of the Dryer & all non contact/sight parts will be prepared with a uniform fine texture Matt finish. gom acacia 2% Cara / Sistem penambahan bahan penyalutan: a. campurkan ad homogen. serbuk tabur didispersikan dalam larutan berbasis gom acacia. • The expansion chamber containing the filter finger bags & dished end are made of single piece construction from SS 316 quality steel. Shaking period vary depending on the nature of products • Product container Trolley is available in tubular construction made form SS-304 pipe mounted on polypropylene caster wheel 3) Rubber Gasket • A solid ‘D’ shaped food type silicon rubber gasket is incorporated in the groove of flanged joint between the product container & retarding chamber to prevent any leakage of air with fines during processing 4) Air Handling Unit • Blower & filter with heating arrangement are housed in the rear chamber. The length of retarding chamber is designed to provide extra large heat exchange. Sukrosa dilarutkan dalam aquades yang panas. Ditambahkan dlm bentuk suspensi penyalut b. Bahan : Serbuk tabur: kalsium karbonat 20%. aquades 25%. • The batch loading capacity is always higher in case of Bhagwati Fluid Bed dryer owing to better fluidization by varying frequent shaking of finger bags. kemudian ditambahkan gom acacia.

Pengeringan (Finishing) yaitu proses pengeringan salut sirop yang terakhir dengan cara perlahan-lahan sehingga memperoleh hasil akhir yang licin. Tujuan : Berfungsi untuk menghaluskan permukaan tablet setelah subcoating. Tujuan : Berfungsi untuk mewarnai permukaan tablet dengan bahan pewarna yang terpilih Bahan : Salut pigmen Cara : Proses penyalutan warna secara menyeluruh dipersingkat sebagai akibat dari jumlah kali tahap pemberian warna yang dikurangi dalam waktu pengeringan yang dipersingkat. penguapan air pada temperatur kamar 5. 7. dan apabila perlu.yaitu proses pembasahan bergantian dengan sirop pelicin dan pengeringan dari salut tablet menjadi bulat dan licin. 6. Bertujuan untuk memudahkan pemerataan warna disaat coloring Bahan : Sirop sukrosa 70% ditambahkan titanium dioksida 1-5% sebagai suatu bahan pemburam (opacifier) Cara : Penambahan larutan sedikit demi sedikit. Penyalutan warna (Color coating) dilakukan dengan memberi zat warna yang dicampurkan pada sirop pelicin. Pemolesan (Polishing) dilakukan dengan menggunakan lapis tipis lilin yang licin Tujuan : Berfungsi untuk mengkilapkan permukaan tablet setelah coloring. Penambahan bahan pengkilap bisa dalam bentuk serbuk halus atau dalam bentuk larutan atau suspensi Alat : Polishing pan Bahan : Larutan Cera carnauba dalam aseton .

net/products/waterproof_balances. Secara khas. hal ini harus dilakukan dengan suatu proses penstempelan.60 kg) Manufacturers. Cara : Penstempelan sebelum pemolesan memungkinkan tinta dapat melekat lebih kuat pada permukaan tablet.Cara : Penambahan larutan sedikit demi sedikit.weighing-scale. tetapi tinta tidak akan melekat dengan baik pada permukaan tablet yang dilapisi malam. Adhesi tinta stempel dapat ditingkatkan dengan penerapan larutan dasar pencetak dari selak yang di modifikasi sebelum penstempelan. Optional IP 67 / IP68 SS Loadcell. SS 202.kuantifikasi kekasaran permukaan film dan keseragaman warna.htm Waterproof Scaless (0. Optional IP 67 indicator. Pencetakan cap (Printing) Tablet yang disalut gula selanjutnya diberi identitas dengan suatu nama produk. Stainless steel construction Optional SS 304 & SS 316 materials Complete scale washable. . massa varians dari tablet dilapisi In process Control  Keseragaman bobot dengan Single pan electronic balance http://www. penguapan solven pada temperatur kamar 8. tetapi tulisan dapat hilang karena karena sentuhan atau gesekan pelarut organik selma proses pemolesan. penstempelan demikian meliputi penerapan tinta bercap farmaseutik pada permukaan tablet yang disalut Alat : offset rotoggravure. dan apabila perlu. kekuatan dosis atau logo perusahaan.1 g . Suppliers and Exporters       Available in tabletop and platform type. Evaluasi tablet salut  permeabilitas Uap air  tes Adhesi dengan tester strength-tesile  diametral kekuatan tablet salut: suhu dan kelembaban juga dapat menyebabkan cacat Film. Penstempelan setelah pemolesan dapat dihindari masalah penggosokan cap selama pemolesan.

Models Capacity Readability Linearity (+/-) Platform Size CT-1001 1kg 0. fisheries.  Electronics and loadcell totally protected from ingress of water. meat. etc.2g 220mm x 280mm CT-6K1 6kg 1g 2g 225mm x 280mm CT-15K5 15kg 5g 5g 220mm x 280mm CP-30K5 30kg 5g 10g 400mm x 400mm CP-60K10 60kg 10g 10g 400mmx400mm Taring Range : Up to full capacity Response time : 3 secs Power Req : 90-250V. 10 Watt Operating Temperature : 10 to 45 deg C  Kerapuhan dengan friabilator  Ketebalan tablet – tablet yang sangat tebal akan berpengaruh pada pengemasan kedalam blister Waktu hancur dengan disintegration time Tablet disimpan pada suhu 300C dengan kelembapan relatif 70% . 50/60Hz.1g 0. Ideal for super market.

DAFTAR PUSTAKA Charles J.Chaudhari. Roostyan Effendi. Apt. Tugas Khusus Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri Lembaga Farmasi Angkatan Udara Drs. 2010. international in tablet coating technology: A review http://www.Prafa Citereup-Bogor.ac. Kshirsagar. Bandung.id/bitstream/123456789/14428/1/09E02316.id/bitstream/123456789/14359/1/08E00391. 2008.com/pdf/27036-IIJSPM-Neelam%20Kamble%5B1%5D. http://repository. 2009. Plant Jakarta. Rishikesh V Antre.usu.pdf .ac.P Siregar. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-dasar Praktis. Kamble.ijabpt.pdf diakses pada tanggal 10 Nopember 2011 pukul 23:50 Zulfikar.usu. Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri PT. Rajesh J.04 .59 Neelam D. Prafulla S. diakses pada tanggal 18 Nopember 2011 pukul 09.usu.pdf diakses pada tanggal 10 Nopember 2011 pukul 23:50 Ainul Mardiah.Kimia Farma (Tbk). Oswal. Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri PT.id/bitstream/123456789/14307/1/08E00018. Dr. http://repository. 2008.pdf diakses pada tanggal 18 Nopember 2011 pukul 08. Sandip S.ac. Jakarta: EGC Rima Elfitra. 2011. http://repository.