Komite validasi

Tablet salut gula

DISUSUN OLEH

Adam Dzulfaqih Amri Bayyinah Endah Purnamasari Hesty Priska Aprina Maria Ulfa Ogy Andhika Putra Farmasi VII A

1081020000 108102000026 108102000002 108102000009 108102000008 108102000033

Pembimbing: Ibu Ova Suzanti Beta, M.Si, Apt

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Desember 2011

Pendahuluan Tablet salut adalah tablet yang disalut dengan satu atau lebih lapisan dari campuran berbagai zat seperti damar atau sintetik, gom, gelatin, pengisi yang tidak larut dan tidak aktif, gula, pemlastis, poliol, malam, zat pewarna yang diperbolehkan oleh peraturan, dan kadang-kadang penambah rasa serta zat aktif. Zat-zat yang digunakan sebagai penyalut biasanya diterapkan sebagai suatu larutan atau suspensi dalam kondisi dengan pembawa yang mudah menguap. Alasan penyalutan berkisar dari estetika juga untuk mengendalikan ketersediaan hayati zat aktif, meliputi: o Melindungi zat aktif dari lingkungan sekelilingnya (terutama udara, kelembapan, dan cahaya) untuk meningkatkan stabilitas. o o o Menutupi cita rasa dan aroma yang tidak menyenangkan. Meningkatkan kemudahan pasien untuk menelan produk. Menyempurnakan identitas produk dari pabrik manufaktur melalui perantara dan kepada pasien. o Mempermudah penanganan, terutama dalam jalur pengemasan / pengisian kecepatan tinggi dan perhitungan otomatis dalam apotek dan rumah sakit. o o Meniadakan debu sehingga meminimalkan kontaminasi silang. Mengurangi risiko interaksi antara komponen yang tak tercampurkan. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan zat (terutama zat aktif) yang disalut. o Menyempurnakan keutuhan mekanik produk karena produk yang disalut pada umumnya lebih tahan terhadap penanganan yang kasar, seperti goresan dan erosi. o o Memodifikasi pelepasan zat aktif, seperti salut enterik, kerja berulang dan lepas lambat. Melindungi zat aktif dari lingkungan cairan lambung dengan suatu salut enterik yang tahan asam. o Meningkatkan mutu penampilan tablet dengan penggunaan warna khusus dan mengkontraskan pencetakan logo. Proses penyalutan farmaseutik Salut gula dianggap sebagai suatu metode tertua untuk salut tablet, yang meiputi pengendapan larutan salut gula dalam air pada butir-butir tablet terutama menggunakan gula sebagai bahan mentah. Proses ini memakan waktu lama. Untuk melakukannya dibutuhkan gabungan dari bahan penyalut dalam jumlah yang besar an keterampilan operator. Akan tetapi, perbaikan formulasi dan

teknik pemprosesan telah mengurangi waktu produksi secara signifikan dalam waktu pemprosesan, dari beberapa hari menjadi kurang dari sehari. Komponen tablet salut  Tablet inti Tablet yang akan disalut disebut talet inti. Tablet inti harus memilikikarakteristik fisik yang baik. Dalam proses penyalutan, tablet berguling-guling didalam panci atau mengalir terjun dalam arus udara dari penyalut suspensi udara ketika konposisi salut diterapkan. Guna menahan erosi tablet yang kuat dari tabrakan dengan tablet lain atau dinding penyalut (panci salut), tablet harus mempunyai daya tahan terhadap goresan dan sumbing. Salut gula dengan kandungan zat padat yang tinggi lebih lambat kering dan dapat mengisi permukaan tablet yang sedikit tidak sempurna yang mungkin terjadi dalam fase dini proses penyalutan. Sebagai tambahan pada permukaan yang licin, bentuk fisik tablet juga penting. Apabila komposisi salut diterapkan pada suatu bets tablet dalam panci salut, permukaan tablet akan ditutup oleh penyalut selaput polimerik yang melekat. Sebelum permukaan tablet kering, penyalut yang diterapkan berubah dari suatu cairan lengket menjadi setengah padat yang sangat lekat, dan akhirnya menjadi permukaan kering yang tidak menempel. Tablet harus dalam gerakan yang konstan selama fase pengeringan dini sehingga tidak terjadi aglomerasi tablet. Bentuk tablet ini yang ideal untuk penyalutan adalah sferis (bulat), atau bulat cembung. Bentuk ini memungkinkan tablet berguling-guling bebas dalam panci penyalut dengan sentuhan tablet ke tablet yang minimal. Bentuk yang paling buruk adalah tablet segi empat permukaan datar karena bahan penyalut akan terkumpul diantara permukaan dan merekatkan tablet-tablet itu menjadi satu seperti tumpukan domino. Untuk alasan ini, jika tablet yang tablet yang disalut mempunyai permukaan yang semakin bulat atau semakin cembung masalah aglomerasi tablet yang dihadapi akan semakin berkurang. Formulasi tablet kempa meliputi banyak ingredien selain zat aktif untuk membuat suatu bentuk sediaan yang mudah dikempa, ulet dan cepat terdisolusi. Sifat permukaan tablet bergantung pada sifat kimia ingredien yang digunakan dalam formulasi. Agar penyalut melekat pada tablet, kompisis penyalut harus membasahi permukaan. Permukaan tablet yang hidrofob sulit disalut dengan penyalut berbasis air karena tidak membasahi permukaan. Komposisi formula penyalut dapat disesuaikan dengan cara menambahkan permukaan penyalut dan memperbaiki adhesi penyalut. Tablet inti harus sefera terdisintegrasi dalam saluran cernasetelah penyalut terlepas atau terlarut. Tablet inti yang disalut umumnya lebih lama terdisintegrasi jika dibandingkan

alat sederhana dapat digunakan.  Penyalut Prinsip penyalutan tablet relatif sederhana. Proses tidak mahal. Distribusi penyalut dapat dicapai baik oleh gerakan tablet dengan cara tegak lurus (panci salut) atau vertikal (penyalut suspensi udara) pada penerapan komposisi penyalut. mencanakup      Bahan mentah tidak mahal dan mudah tersedia Bahan mentah mudah diterima secara langsung dengan sedikit masalah peraturan (mungkin dengan perkecualian zat pewarna). Akan tetapi. Meskipun popularitas salut gula semakin berkurang. bermutu tinggi. pada dasarnya kering. Produk salut gula menyenangkan secara estetik dan dapat diterima oleh konsumen yang luas. Hal ini terjadi karena pori-pori tablet tertutup oleh penyalut sehingga menyulitkan cairan untuk berpenetrasi ke dalam tablet [ada waktu proses disintegrasi tablet. proses tidak sekritis proses salut selaput dan prosedur perolehan kembali lebih mudah dilakuakan. Penyalutan tablet merupakan penerapan suatu komposisi penyalut pada butir-butir tablet yang bergerak dengan menggunakan udara yang dipanaskan secara bersamaan guna mempermudah penguapan pelarut. Pada umumnya. Akan tetapi. misalnya  Ukuran dan bobot produk jadi mengakibatkan peningkatan biaya pengemasan dan pengiriman . SALUT GULA Pendahuluan Istilah “gula” merupakan istilah generik yang dapat memberi kemungkinan memerikan berbagai bahan mentah. dan bebas lekat pada akhir proses. salut gula terurtama menggunakan sukrosa (gula pasir) karena sukrosa merupakan satu dari sedikit bahan yang dapat menghasilkan penyalut yang licin.dengan tablet yang tidak disalut. proses salut gula yang relatif sederhana proses ini mempunyai beberapa kekurangan. proses ini masih digunakan oleh berbagai industri farmasi yang telah berinvestasi dalam memoderenisasi proses secara lengkap karena banyak keuntungan dapat dicapai.

Walaupun proses salut gula berkaitan dengan kesulitan-kesulitan hakiki tertentu. lak aluminium. bermacam-macam bahan tambahan dapat dimasukkan ke dalam tiap tipe formulasi. Proses salut gula terdiri atas berbagai tahap dan dirancang untuk tercapai fungsi tertentu. Untuk alasan ini. senyawa selulosa) 4. Kerumitan prosedur. Pengkilapan akhir yang dicapai dengan suatu tahap pemolesan dapat membuat pencetakan menjadi sulit. titanium dioksida) 3. Pencapaian mutu estetik yang tinggi sering memerlukan jasa operator penyalut yang dengan keterampilan menyalut yang tinggi. termasuk dekumentasi. proses penyalutan juga telah dikembangkan dari seni menjadi proses yang lebih maju secara teknologi (termasuk otomatisai) dan dikendalikan agar mengikuti CPOB. waktu pemrosesan telah dikurangi secara bertahap dengan mengadopsi teknik modern.    Kerapuhan penyalut yang membuat tablet yang disalut rentan terhadap kerusakan yang mungkin terjadi jika salah ditangani. Bahan Mentah yang Digunakan dalam Salut Gula Sebagaimana diketahui. produk yang telah disalut gula dengan keahlian dan keterampilan ini masih tetep merupakan sediaan paling elok diantara sediaan yang tersedia. Akibatnya. bahan utama yang digunakan dalam saut gula adalah sukrosa walaupun sukrosa ini dapat diganti dengan bahan lain seperti sorbitol untuk produk berkalori rendah ataupun produk diabetik. Pembentuk salut selaput (gom arab. talk. dan proses membuat otomatissai lebih sulit. besi oksida. Antiadhesi (talk) . Karena penyalutan gula merupakan suatu proses dengan banyak tahap dan nilai estetika dari produk jadi yang disalut merupakan sasaran penting. proses salut gula sering berlarut-larut dan menjemukan. Akan tetapi. Contoh bahan tambahan yang digunakan adalah 1. Proses seperti ini telah mudah dicapai dengan reprodusibilitas tingkat tinggi dalam mutu dan daya guna produk jadi. titanium dioksida) 2. Selain itu. Formulasi penyalut gula dalam air merupakan formulasi yang paling banyak digunakan. gelatin. makin banyak industri farmasi sangat bergantung pada penggunaan tenaga kerja terampil. Pewarna (pewarna yang larut air. Pengisi (kalsium karbonat. formulasi.

Akhirnya. Fungsi penyegelan yang kedua adalah memperkuat isi tablet. sedangkan inti tablet yang berpori dan merupakan absorben kuat diformulasikan untuk berdisintegrasi dengan cepat jika berkontak dengan air. Penyalutan dasar (subcoating) 3. stabilitas produk jadi (fisika dan kimia) dapat rusak. beberapa diantaranya. Salut segel diterapkan langsung pada inti tablet untuk maksud memisahkan ingredien tablet (terutama zat aktif) dan air (yang merupakan konsisten utama dari formulasi penyalut) untuk memastikan stabilitas produk yang baik. Pelicinan permukaan (smoothing) 5. dan akhirnya merusak penampilan produk jadi. Pemolesan (polishing) 7. Penyalutan warna (color coating) 6. Maksud penyegelan adalah memberikan perlindungan awal dan mencegah ingredien tablet inti berimigrasi kedalam penyalut. Surfaktan (sebagai zat pembasah dan zat pembantu dispersi) Walaupun kebanyakan formulasi salut yang digunakan dalam proses salut gula diaplikasikan dalam keadaan cair. Pembesaran (grossing) 4. Penyegelan (sealing) 2. misalnya serbuk tabur. Proses Penyalutan Gula Proses penyalutan gula yang khas meliputi tujuh tahap utama meliputi 1. semua proses ini mengisyaratkan penerapan berulang cairan penyalut. periode pengeringan dilakukan untuk menghilangkan lembap dari penyalut sebelum penerapan (pemberian) lapisan berikutnya. Tiap penerapan diikuti oleh suatu periode yang membiarkan tablet berguling-guling bebas guna memungkinkan kesempurnaan distribusi bahan penyalut. Penyegelan (sealing) Kebanyakan formulasi salut yang digunakan dalam proses salut dalam proses gula adalah akuosa. Pencetakan cap (printing) Walaupun tiap tahap ini beragam. Kuantitas bahan yang diterapkan sebagai suatu salut segel akan bergantung terutama pada tablet dan ukuran bets. Penyegelan dilakukan dengan menerapkan salut berbasis polimer dengan menggunakan sendok tuang besar (ladle) dalam panci atau teknik semprot pada permukaan inti tablet.diterapkan dalam keadaan kering.5. Penambah rasa 6. . Jika permukaan inti tidak dilindungi dengan baik.

gunakan penyalut yang diperlukan dalam jumlah minimal guna memberi perlindungan yang sesuai. Ada beberapa polimer yang dapat digunakan sebagai penyalut segel. sebaiknya salah satu dari produk etanol denaturasi. misalnya selak. Jika produk jadi harus bersifat enterik. Dewasa ini. terutama pada pinggirnya. Walaupun selak telah digunakan secara universal. penggunaan talk berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah. Akan tetapi. dan selulosa ftalat asetat (CAP). penggunaan talk berlebihan hendaknya dihindari karena akan menyulitkan penyalut gula berikutnya untuk terikat pada permukaan salau segel. polimer ini dapat menyebabkan masalah. karakteristik pelepasan zat aktif dapat terpengaruh. salah satu cara mengatasinya ialah mengganti sebagian atau semua talk dengan bahan lain seperti terra alba yang akan membentuk suatu permukaan yang sedikit lebih kasar.zein. Kalau tidak. Masalah ini dapat diminimalkan dengan penambahan PVP kedalam formulasi selak atau menggunakan salah satu dari polimer lain seperti PVAP. hidriksipropilmetil selulosa (HPMC). hal ini biasanya dicapai dengan menggunakan salah satu dari polimer enterik (seperti PVAP atau CAP) sebagai dasar untuk salut segel dan dipastikan agar penyalutan tiap tablet dilakukan dengan sempurna. Tablet yang sangat berpori akan cenderung mengisap larutan penyalut yang pertama diterapkan dan dengan demikian mencegah penyebaran larutan secara seragam pada permukaan tiap tablet dalam bets. Polimer tersebut dilarutkan pada konsentrasi 15-30% b/b dalam suatu pelarut organik yang sesuai. Biasanya penerapan salut segel berpolimer satu lapis sudah cukup untuk memastikan bahwa ini tablet disegel secara efektif. Salah satu masalah yang nyata adalah bahwa selak dapat berpolimerisasi pada penyimpanan sehingga karakteristik kelarutan penyalutan berubah. zat anti lengket seperti talk bebas asbes sering digunakan untuk meminimalkan risiko menempel (twinning) atau menggumpal. Jika ada kecenderungan terjadi salah satu masalah ini. yaitu :   Membuat tablet lebih mudah tergelincir sehingga mencegahnya menggelinding sebagaimana mestinya dalam panci. Selain yang disebut diatas. Apabila menggunakan polimer yang tidak larut air sebagai dasar untuk formulasi penyalut segel. dan Membuat permukaan tablet sulit dibasahi pada awal tahap penyalutan dasar (subcoating) sehingga pembentukan salaut (subcoat) pendukung tidak memadai sempurna. . penggunaan talk kurang disetujui karena kemungkinan bersifat karsinogenik. Apabila salut segel diterapkan dengan teknik sendok tuang. polivinil asetat ftalat (PVAP).Faktor penting lainnya adalah porositas tablet.

dan titanium dioksida. kaolin. pembentuk film pembantu seperti akasia. Proses Laminasi Proses laminasi. Salut dasar juga membuat pondasi untuk proses salut gula yang masih akan dilakukan. seperti tablet yang dikempa pada pons yang sangat cembung atau pons radius dwi rangkap. atau salah satu turtunan selulosa juga dapat dimasukkan guna menyempurnakan keutuhan struktur salut. Walaupun bahan dan formulasi untuk larutan pengikat dan serbuk tabur beragam. seleksi bentuk tablet yang sesuai harus dilakukan.Penyalut Dasar (Subcoating) Penyalutan dasar adalah tahap inti pertama dari proses gula yang membuatkan pinggiran tablet dan menambah bobot inti. Setiap kelemahan dalam salut gula akhir sering disebabkan oleh kelemahan dalam salut dasar. masing-masing pendekatan mempunyai keistimewaan dan keuntungan yang jelas. beberapa formula khas ditunjukkan dalam tabel 10.1 di bawah ini . meliputi penerapan larutan pengikat dan serbuk tabur berselang-seling sampai lapis salut yang diperlukan tercapai. selama penyalutan dasar bahan penyalut harus menutup sudut tablet dan pinggir tablet secara efektif. seperti talk. Untuk mencapai hasil yang bermutu. Ada dua pendekatan utama pada proses penyalutan dasar yang sering dipraktikan. mungkin yang paling tua dari kedua teknik yang digunakan. Untuk mempermudah pembangunan ini. jelas dapat membantu penutupan yang efektif (gambar 10. yakni proses laminasi dan formulasi suspensi salut dasar.1). ketebalan pinggiran tablet perlu perlu diminimalkan. Oleh karena itu. formulasi salut dasar hampir selalu mengandung pengisi dalam konsentrasi tinggi. selain itu. Bentuk tablet dengan sudut minimal. Jika tidak teblet lebih sering menempel dan kemungkinan besar dapat dapat terjadi penutupan pinggiran yang tidak sempurna oleh subsalut (gambar 10.2). kalsium sulfat. Selain itu. gelatin. kalsium karbonat.

0 - Apabila menggunakan teknik laminasi. jika jumlah serbuk tabur yang digunakan tidak sepadan dengan kapasitas pengikat larutan gom.0 Ad 100 I % b/b II % b/b Serbuk tabur Kalsium karbonat Titanium dioksida Talk (bebas asbes) Sukrosa serbuk Gom acacia 40.Tabel 10.0 61.0 5. Namun jika tidak berhati-hati. Contoh formula yang khas ditunjukkan dalam tabel 10.0 28.0 45. Tipe proses ini dapat mempercepat pembangunan salut. Pendekatan proses laminasi telah terbukti efektif.3 Ad 100 6. contoh formulasi yang digunakan dalam proses salut dasar laminasi.0 2. Hal ini merupakan faktor yang menyebabkan kekasaran akhir yang berlebihan. terutama apabila terdapat kesulitan dalam menutup pinggiran tablet. secara khusus diperlukan pekerjaan operator terampil. Sementara itu.0 38. tetapi debu juga akan berkumpul dibagian belakang panci. Selain itu.0 1. .1. Sebaliknya.2. penyalut dasar dapat bergumpal. Proses suspensi salut dasar Formulasi suspensi salut dasar dihasilkan dengan menggabungkan formulasi pengikat dan serbuk yang digunakan dalam proses laminasi yang lebih tradisional. Untuk mencapai mutu penyalutan yang baik dengan proses laminasi. Bahan-bahan Larutan pengikat Gelatin Gom acacia Sukrosa Air suling ad 3. kita harus memastikan bahwa keseimbanagn yang teliti antara jumlah relatif larutan pengikat dan serbuk tabur yang digunakan telah tercapai. pemberian serbuk tabur yang berlebihan dapat menciptakan salut tablet yang rapuh.0 25. Kekurangan serbuk tabur dapat meningkatkan resiko terjadinya pelekatan dan penempelan tablet. proses laminasi lebih sulit digunakan oleh operator yang kurang terampil dan lebih sulit diotomatiskan.08 8. tidak saja salut akhir akan sangat rapuh.7 55.3 8.

Selut pelicin sederhana terdiri atas sirop sukrosa 70% dan sering mengandung titanium dioksida (1%-5%) sebagai suatu bahan pemburam (opacifier) atau zat pemutih dan mungkiin juga diwarnai dengan pewarna lain guna memberikan suatu dasar yang baik untuk penerapan salut warna berikutnya. permukaan yang disalut harus licin dan bebas dari ketidakteraturan sebelum penerapan salut warna.0 2. Formulasi pelicin bergantung pada derajat kelicinan yang diperlukan. bahan yang diserbuk yang berfungsi untuk membangun salut.29 Pendekatan pilihan yang terbukti populer.0 20.0 12.45 1. warna akhir akan lebih bersih dan lebih cemerlang. Hasilnya.Proses ini menggunakan pendekatan suspensi salut dasr yang mengurangi kerumitan proses.25 18. Tabel 10. Oleh karena itu.00 0. dalam formulasi ini.01 22. contoh formulasi suspensi salut dasr.0 25.2. proses pelicinan lanjut (sebelum salut warna) biasanya tidak dilakukan lagi.2). Pembesaran dan pelicinan Untuk membuat suatu produk salut gula bermutu.0 II % b/b 58.0 1. Pendekatan ini memungkinkan kandungan padat untuk mendekati kapasitas pengikat dari larutan dasar. Proses ini terutama berguna apabila formulasi salut warna berikutnya menggunakan zat pewarna larut air karena dapat membuat permukaan dibawah salut berwarna lebih memantulkan cahaya (reflective). Proses ini sering kali memungkinkan operator yang kurang berpengalaman memberikan hasil yang memuaskan. terutama apabila digunakan bersama dengan sistem dosis diotomatiskan . Bahan-bahan Sukrosa Kalsium karbonat Talk (bebas asbes) Titanium dioksida Gom akasia Gelatin Air suling I % b/b 40. adalah penerapan formulasi suspensi salut dasar (tabel 10. proses ini mungkin digunakan secara efektif oleh operator yang kurang berpengalaman dan mudah diotomatisasi. didispersikan dalam larutan dalam larutan berbasis gom. Karena persyaratan kelicinan dapat dicapai selama penerapan salut dasar (sub-coat). .

Penggunaan lak bersertifikat yang tidak larut air sebenarnya dapat menggantikan zat pewarna larut air dalam salut tablet farmaseutik. stabilitas cahaya yang lebih baik. yaitu tidak ada migrasi pewarna pada waktu pengeringan (karena lak tidak larut). Walaupun lak tidak larut. Perlu dipastikan agar pigmen dibasahi sempurna dan terdispersi secara seragam. Akibatnya sifat-sifat pewarnaan dapat dioptimalkan dengan ling efisien untuk penyalutan warna meliputi penggunaan suspensi lak yang dipradispersikan dan diburamkan. Lak mempunyai beberapa keuntungan. Kedua pendekatan ini meliputi penggunaan zat pewarna larut air atau pigmen tidak larut air. Sebelum tahun 1950.Jika dilakukan pelicinan dalam jumlah besar. yang memperoleh keterampilannya beberapa tahun pengalaman kerja. Banyak dari penyalutan warna memerlukan waktu selama 2 atau 3 hari dan jika tidak ditangani sebagaimana mestinya. berbagai corak warna dapat dihasilkan. dan waktu penyalutan jauh lebih singkat. Selain itu. Ada dua pendekatan dasar untuk mewarnai sirop salut gula. dan pati jagung) dapat digunakan dalam konsentrasi rendah untuk mempercepat proses pelicinan. tablet bercak jarang terjadi. masing-masing dengan teknik penyalutan yang berbeda. zat tambahan lain (seperti talk. Salut warna Semua akan setuju bahwa penyalutan warna merupakan salah satu tahap paling penting dalam proses salut gula karena dampak visual yang segera berkaitan dengan mutu menyeluruh. Teknik ini ditangani oleh operator berpengalaman. Proses penyalutan zat warna Ciri-ciri . pewarna ini tidak seluruhnya buram. Pewarna yang sesuai dilarutkan atau didispersikan dalam sirop penyalut untuk mendapatkan warna yang diinginkan. kalsium karbonat. penambahan pigmen ke dalam larutan sirop tidak semudah seperti zat pewarna larut air. Jadi penggunaan warna pigmen konsentrat (pekat) yang tersedia secara komersial biasanya lebih menguntungkan. warna tablet bisa tidak seragam atau bercak-bercak karena zat pewarna larut air dapat bermigrasi ke permukaan selama pengeringan. zat pewarna larut air digunakan secara luas untuk memperoleh warna yang diinginkan. reprodusibilitas warna dari bets ke bets tidak dapat dikeringkan. sebagaimana halnya pada tablet salet dasar yang mempunyai permukaan berlubang-lubang. Akan tetapi. Dengan mengubah-ubah perbandingan lak atau zat pemburam. Penggunaan zat pewarna dapat menimbulkan masalah pemudaran karena kepekaan zat warna terhadap cahaya.

.  Penambahan tiap tahap sirop berwarna dalam jumlah yang cukup untuk membasahi permukaan tablet secara keseluruhan. Jika faktor ini digabung dengan pengeringan tiap penerapan. Konsentrasi zat pewarna dalam sirop dapat ditingkatkan hingga warna sasaran dicapai. tablet dibiarkan sering menyeluruh sebelum penerapan berikutnya dilakukan. Warna akhir yang diperolehmerupakan hasil dari 60 kali pemberian sirop berwarna individual. kelembapan dapat terjerat dalam salut dan dapat menyebabkan tablet berkeringat jika didiamkan.Ciri-ciri proses penyalutan gula menggunakan zat pewarna larut air meliputi  Pemberian (penerapan) berurutan sirop penyalut yang mengandung zat pewarna dalam konsentrasi tertentu (khususnya. Sangat penting bahwa pada tiap pemberian sirop berwarna. yang terjadi akibat lapisan salut dasar dan transparasi salut warna tidak sama rata. 3.  Penggunaan konsentrasi pewarna yang relatif rendah (diperlukan untuk mencapai keseragaman warna akhir) mengakibatkan perlunya pemberian kira-kira 50 hingga 60 kali sirop berwarna individu (terutama untuk warna gelap) secara terpisah. saat penyalutan sedang berjalan). terutama sari sudut kebersihan dan kecemerlangan warna akhir. Proses menghabiskan waktu karena memerlukan pengeringan lambat dan kebutuhan melakukan begitu banyak kali tahap pemberian larutan warna terpisah secara individu. Warna yang berubah-ubah pada pada permukaan tablet individu. diikuti dengan pengeringan di udara terbuka dapat mencapai kehalusan yang dipersyaratkan dan mencegah migrasi warna. Variasi warna (perbedaan) dari bets ke bets yang mungkin terjadi karena keragaman kuantitas total warna yang dibuat atau sebagai akibat perbedaan-perbedaan kecil dalam jumlah pewarna yang ditimbang untuk tiap bets (zat pewarna larut air menghasilkan warna yang kuat) 5. yaitu 1. Masalah migrasi warna (akibat dari pengeringan yang kurang atau pengeringan yang terlalu cepat) 2. 4. mutu tablet bersalut gula yang menggunakan metode salut warna sulit ditandingi. Akan tetapi proses ini juga memiliki beberapa kesulitan. Warna tablet ke tablet yang berubah-ubah yang terjadi karena sistem pewarnaan yang transparan tidak secara seragam didistribusikan. keseluruhan proses memakan waktu yang lama. dapat mencapai kira-kira 25 jam Kesulitan-kesulitan Tidak diragukan bahwa dalam penanganan oleh operator yang terampil. Kalau tidak.

Keterbatasan Ada beberapa hal yang dikatakan sebagai keterbatasan sistem pewarnaan pigmen dan proses salut yaitu. Untuk memperoleh warna berbeda. Oleh sebab itu. Sering kali pengembangan warna selesai setelah delapan sampai sepuluh tahap pemberian dan lima sampai tujuh tahap sisa pemberian lagi digunakan untuk melicinkan permukaan tablet.Proses salut pigmen Pigmen telah menunjukkan dua kelebihan penting atas pewarna larut air. Penggunaan suatu konsentrasi tunggal pewarna diseluruh proses penyalutan warna sehingga lebih mudah untuk mencapai warna sasaran akhir. Keseragaman warna bets dapat dicapai setelah sedikit tahap pemberian sirop berwarna. 2. karena pigmen merupakan partikel diskret yang tidak larut. keproses dispersi pigmen harus harus dilakukan secara teliti. Warna lebih stabil terhadap cahaya Akan tetapi. Proses penyalutan warna pigmen yang terburu-buru relatif mudah menghasilkan tablet kasar yang sulit dipoles . yakni. Waktu pengeringan dikurangi karena zat pewarna tidak larut air tidak bermigrasi selama pengeringan sehingga dapat dikeringkan lebih cepat 4. Pewarna yang diperoleh dari pigmen (terutama apabila lak digunakan dalam gabungan dengan titanium dioksida) pada umumnya tidak secemerlang atau sebersih salut yang diperoleh dengan pewarna larut air. Proses penyalutan warna secara menyeluruh dipersingkat sebagai akibat dari jumlah kali tahap pemberian warna yang dikurangi dalam waktu pengeringan yang dipersingkat. 1. terutama zat pemburam (titanium dioksida) 2. 1. Kelarutan yang kurang dalam media berair sehingga meniadakan migrasi warna selama pengeringan 2. 3. konsentrat dispersi pigmen yang tersedia secara komersial menjadi populer Karakteristik utama Beberapa karakteristik utama formulasi salut gula yang menggunakan sistem pewarna pigmen meliputi 1. perbandingan pigmen lak perlu diubah.

Oleh karena itu tablet perlu dipoles menggunakan beberapa cara untuk mendapatkan permukaan tablet salut gula yang halus. Keseragaman warna bets ke bets lebih besar 3. Perlu dipastikan bahwa pigmen didispersi dengan efektif dalam sirop salut (jelas konsentrasi warna pigmen meniadakan masalah ini). Konsentrasi lembap yang sangat berlebihan dalam tablet dapat mengakibatkan. perlu dipastikan bahwa pigmen terbasahi dengan sempurna dan terdispersi dengan seragam. Pengurangan waktu pemrosesan yang signifikan Lak bersertifikat dihasilkan dari zat pewarna larut air dengan suatu proses yang dikenal sebagai laking. Karena kebanyakan sistem pewarna pigmen mengandung lak (yang khas asam). jumlah gula invert berlebihan akan dibentuk. 4. Kemampuan untuk memperoleh warna yang seragam pada permukaan tiap tablet lebih besar 2. memberikan salut gula berwarna yang unggul dan memungkinkan suatu rentang corak warna yang luas untuk dapat dicapai. Metode untuk memperoleh suatu permukaan yang halus cenderung sangat beragam. semua masalah lainnya dapat dengan mudah dihindari. Kalau tidak. dispersi pigmen kedalam larutan sirop tidak semudah dispersi zat pewarna larut air. Jadi. tidak dianjurkan membiarkan sistem salut panas untuk jangka waktu yang lama setelah pewarna ditambahkan. yaitu proses mengabsorpsikan molekul pewarna larut air. namun pada umumnya dianjurkan agar tablet hendaknya dibiarkan semalam diatas nampan sebelum pemolesan guna memastikan bahwa tablet sudah cukup kering. 1. Oleh karena itu. Dengan perkecualian poin pertama dari masalah di atas. seperti alumunium hidroksida Lak bersertifikat. Jadi keuntungan proses penyalutan pigmen cenderung lebih baik sehingga proses sehingga proses itu menjadi pilihan Keuntungan Keuntungan proses salut warna pigmen antara lain. Pemolesan Permukaan tablet yang baru saja disalut warna biasanya masih pudar. Pengurangan ketebalan salut warna yang signifikan 4. Akan tetapi. seperti titanium dioksida. terutama apabila digunakan bersama dengan zat pemburama.3. . Kalau tidak bintik-bintik warna mungkin dapat merupakan suatu masalah. penggunaan konsentrat warna pigmen komersial biasanya bermanfaat.

Teknik penerapan penyalutan gula Proses penyalutan ini mensyaratan keterampilan tinggi dari operator. malam carnauba. Bubur malam dalam alkohol 3. tetapi tulisan dapat hilang karena karena sentuhan atau gesekan pelarut organik selma proses pemolesan. Distribusi cairan penyalut secara seragam melintasi permukaan tiap tablet dalam bets. Larutan malam berbasis pelarut organik (malam tawon lebah. Prosedur Penerapan dasar meliputi tiga tahapan berurutan: 1. Pencetakan cap (penstempelan) Jika tablet yang disalut gula selanjutnya diberi identitas dengan suatu nama produk. Penstempelan setelah pemolesan dapat dihindari masalah penggosokan cap selama pemolesan. sering mengandung malam tambahan). tetapi tinta tidak akan melekat dengan baik pada permukaan tablet yang dilapisi malam.1. Secara khas. Faktor utama untuk mengendalikan distribusi cairan penyalut adalah persentuhan antar . penstempelan demikian meliputi penerapan tinta bercap farmaseutik pada permukaan tablet yang disalut dengan suatu proses penstempelan yang dikenal sebagai offset rotoggravure. malam candelilla dan malam parafin keras) 2. Penstempelas sebelum pemolesan memungkinkan tinta dapat melekat lebih kuat pada permukaan tablet. Adhesi tinta stempel dapat ditingkatkan dengan penerapan larutan dasar pencetak dari selak yang di modifikasi sebelum penstempelan. Pemberian suatu volume cairan penyalut yang tepat pada lapisan tablet yang mengalir (cukup menutup secara menyeluruh permukaan setiap tablet dalam bets) 2. Meningkatnya resiko “berbunga” dan “berkeringat” pada periode yang lebih lama Sistem pemolesan Pengilapan atau pemolesan yang dapat digunakan meliputi. 1. Tiap pendekatan itu mempunyai keuntungan dan keterbatasan. Pernis farmaseutik (secara khas merupakan larutan alkohol dari berbagai bentuk selak. Tablet salut gula dapat di stempel sebelum atau setelah pemolesan. hal ini harus dilakukan dengan suatu proses penstempelan. kekuatan dosis atau logo perusahaan. Sulit mencapai permukaan halus yang baik 2. Campuran berbagai malam kering yang diserbuk halus 4.

atau gelatin pada berbagai formula dapat membantu meningkatkan keutuhan struktur sehingga mengurangi sumbing pada tablet. Volume cairan dapat diubah setelah proses berkembang untuk mempertimbangkan perubahan ukuran tablet dan kondisi pengeringan.  Masalah mutu tablet jadi  Salut sumbing Penambahan polimer seperti selulosa. seperti tablet yang pecah tidak dapat dijual. Fragmen dari tablet yang pecah dapat melekat pada permukaan tablet yang utuh karena sifat adhesif cairan penyalut. gom. Pengeringan cairan penyalut setelah distribusi yang seragam dicapai. bukan di atas tablet. Penggunaan berlebih dan pigmen yang tidak larut cenderung meningkatkan kerapuhan salut gula maka hendaknya sedapat mungkin dihindari. Atomisasi yang berlebihan dapat menyebabkan kabut yang mengakibatkan sebagian cairan penyalut menempel pada dinding panci. Masalah dalam salut gula  Masalah dengan ketahanan inti tablet. seperti kekerasan (kekuatan remuk diametral). polivinil piroidon. Pentingnya sifat fisk inti tablet. tablet yang pecah harus diperiksa dan dikeluarkan. Volume cairan penyalut yang dimasukkan harus cukup untuk memastikan agar setiap tablet dalam bets dapat dibasahi.  Panci penyalut menunjukkan karakteristik pencampuran yang baik. Faktor yang mempengaruhi keseragaman salut dalam proses penyalutan gula adalah:   Bahan penyalut tetap cair sampai cairan itu menyebar melintasi permukaan tiap tablet dalam bets.tablet mengalir dan pemindahan cairan dari tablet ke tablet lainsebagai akibat persentuhan tesebut. 3. Bila tidak memperhatikan hal tersebut mengakibatkan terjadinya fragmentasi tablet selama proses penyalutan. Fragmentasi tablet dapat menimbulkan beberapa masalah. friabilitas dan kecendrungan laminasi. cairan penyalut tidak perlu diatomisasi secara halus untuk memastikan bahwa distribusi cairan itu efektif. terutama titik mati dihindari. Inti tablet harus cukup kuat untuk menahan efek erosi dari setiap proses penyalutan. Jadi apabila menggunakan alat semprot.  Keretakan salut .

atau formulasi salut gula ini dipanaskan lagi untuk melarutkan kembali gula yang mulai mengkristal. Kondisi demikian terjadi apabila larutan salut gula mengandung lak alumunium yang dibiarkan panas terlalu lama. Pemuaian seperti itu.Inti tablet yang memuai selama atau setelah penyalutan mungkin menyebabkan salut retak. Distribusi warna yang tidak merata sering terlihat jelas terutama pada warna yang lebih gelap.  Warna yang tidak merata Tahap penyalutan warna pada proses penylutan gula merupakan tahap kritis pada mutu tablet jadi. Terutama jika mulai mengering. . yaitu lebih besar dari 5%. dan merupakan penyebab utama penolakan bets. yang dapat dengan mudah bersentuhan satu sama lain. sedangkan pemuaian karena relaksasi tegangan pascakempa dapat diatasi dengan memperpanjang waktu antara pengempaan dan permulaan penyalutan gula. Hal ini dapat disebabkan oleh pencampuran tablet yang buruk dalam proses penyalutan atau penambahan cairan yang tidak cukup untuk menyalut sempurna permukaan tiap tablet dalam bets. dan memungkinkan tablet yang berdekatan menempel. dapat disebabkan oleh absorpsi lembap oleh inti tablet. yaitu: Distribusi cairan penyalut yang buruk selama penerapan (pemberian). atau mungkin disebabkan oleh relaksasi tekanan dari inti setelah pengempaan. Penginversian sukrosa meningkat dengan membiarkan sirop sukrosa pada suhu yang ditinggikan dibawah kondisi asam selama periode waktu yang diperpanjang. Absorpsi lembap dapat diminimalkan oleh penggunaan salut segel yang tepat. sering merupakan suatu indikator adanya konsentrasi gula invert yang berlebihan.  Salut yang tidak kering Ketidaksanggupan untuk mengeringkan salut gula dengan baik. Banyak faktor yang berkontribusi dalam masalah ini. Pemilihan desain pons tablet yang tepat dapat secara selektif digunakan untuk meminimalkan masalah. Tablet kembar atau multitablet merupakan suatu masalah apabila tablet yang akan disalut mempunyai permukaan datar. Hal in tertutama masalah pada tablet yang berbentuk kapsul (kaplet) dosis tinggi yang mempunyai dinding pinggiran yang tinggi.  Tablet kembar Formulasi salut gula bersifat sangat lengket. Migrasi pewarna larut air sewaktu salut dikeringkan. terutama salut berbasis sukrosa.

Masalah ini khususnya terlihat jelas pada formulasi yang diberi warna lak alumunium yang mengandung konsentrasi renadah pigmen pemburam. Pengeringan berlebihan antara masing-masing pemberian warna. Konsentrasi lembap yang tepat dalam salut gula dapat menghasilkan karakteristik pemolesan yang baik karena pemolesan yang baik sulit dilakukan jika tablet terlalu kering. demikian juga pada pemilihan rak pengeringan tablet yang tepat sebelum pemolesan. Walaupun pigmen tidak bermigrasi pada waktu pengeringan. dan juga dapat menghindari “berbunga” atau “berkeringat”.Permukaan salut dasar yang tidak sama rata ketika menggunakan salut yang diberi warna. Keluarnya konsentrasi kelembapan yang lebih tinggi dapat menyebabkan munculnya butir-butir seperti keringat pada permukaan tablet. seperti titanium dioksid yaitu warna gelap. jika kuantitas cairan penyalut yang berlebihan diterapkan selama proses pewarnaan. Ketidaksamarataan ini menyebabkan keragaman dan ketebalan lapisan warna transparan yang terlihat sebagai intensitas warna yang berbeda. fenomena in disebut “berkeringat” dan dapat lebih serius jika tablet disimpan dalam wadah tertutup.  Menyerupai marmer Untuk mencapai produk salut gula yang bermutu tinggi yaitu memastikan bahwa warna terdistribusi seragam dalam lapisan warna. Jadi ketelitian yang tinggi harus diterapkan dalam tahapan pengeringan pada penerapan cairan salut. pastikan juga bahwa pada waktu yang sama pada akhir penerapan salut warna diperoleh permukaan . fenomena ini sering disebut sebagai “berbunga”. Pencucian kembali (washing back) salut warna yang diberi warna pigmen. Sepanjang suatu periode waktu. Hal ini dapat menyebabkan erosi lapisan warna dan berkontribusi pada ketidaksamarataan warna. kelembapan dapat berdifusi keluar dan merusak mutu produk. Konsentrasi sedang kelembapan yang keluar menyebabkan polesan produk mulai berkabut. Pada akhirnya tablet akan melekat satu sama lain.  “Berbunga” dan “berkeringat” Residu kelembapan (dalam tablet gula yang telah jadi) sering menyebabkan suatu masalah. Selain itu. ada kecenderungan pada lapisan warna yang sebelumnya diterapkan (dan dikeringkan) untuk terlarut kembali dan terdistribusi secara tidak seragam.

salut yang halus (sebelum pemolesan). Masalah ini terjadi sebagai akibat pengumpulan malam dalam lekukan permukaan kecil dari salut kasar. Setelah kuantitas salut yang diwajibkan dihilangkan. Satu prosedur perolehan kembali yang mungkin digunakan adalah mencuci salut gula. . tablet dapat dikeringkan dengan mengguling-gulingkannya dalam suatu panci salut dibawah aliran udara panas (500C). Perolehan kembali tablet dari tablet salut gula yang ditolak Tablet salut gula yang ditolak tidak boleh digerus untuk dikempa kembali karena pada tablet gula telah diterapkan sejumlah bahan sebagai penyalut. Prosedur demikian harus jelas divalidasi guna memastikan bahwa mutu produk secara menyeluruh tidak dirusak demi perbaikan mutu visual. Tablet bersalut diatas kasa dicelupkan dengan hati-hati ke dalam penangas air sampai salut cukup dihilangkan sedemikian rupa sehingga mutu yang dikehendaki dapat dicapai. Fenomene ini lebih jelas pada warna yang lebih gelap. Kegagalan mencapai kehalusan yang dipersyaratkan sering mengakibatkan penampilan seperti marmer pada pemolesan.

proses pembuatan yang divalidasi adalah proses yang telah dibuktikan melakukan apa yang diakui atau dinyatakan harus dilakukan. pembuatan sediaan solid padat farmasetik) secara konsisten menghasilkan spesifikasi dan acuan mutu yang telah ditetapkan. konsep validasi perlu dipertimbangkan apabila produk tabletdan metode pembuatan baru didesain atau apabila desain proses pembuatan tabletdiperbaiki dan dievaluasi. validasi tidak terlepas dari formulasi produk. validasi fase pengembangan dianjurkan ebiK banyak dilakukan daripada validase proses produksi sebenarnya. suatu formula percontohan mungkin dikembangkan apabila karakter mutu produk sangat peka terhadap kondisi pembuatan dan variabel yang lazim ditemu-kan dalam praktik atau apabila karakter mutu melibatkan begitu banyak variabel yang berdampak pada berbagai karakter mutu yang menyebabkan validasi sulit atau tidak mungkin dilakukan. Menurut definisi FDA. FDA memberikan definisi sebagai berikut:Proses validasi adalah suatu program terdokumentasi yang menyajikan tingkat jaminan mutu yang tinggi agar suatu proses khusus (misalnya. Oleh karena itu. Dalam hal ini :idak cukup hanya memikirkan validasi ketika suatu formulasi dikembalikan ke rencana percontohan (pilot plan) atau kelompok produksi. Dalam setiap diskusi validasi selalu diasumsikan bahwa produk yang dilibat-<an dalam validasi benar-benar dimengerti dan bahwa parameter desain yang diperlukan telah dikendalikan.Prosedur validasi telah diterapkan pada bentuk sediaan padat oral. tetapi juga dalam pemrosesan farmasetik dan pembuatan. bukan hanya untuk produk steril. Validasi produk tablet terutama harus dilakukan apabila proses pembuatandiketahui dapat memengaruhi karakter mutu yang penting. Apoteker pengembang atau ilmuwan farmasetik perlu memiliki pengetahuan tidak hanya dalam formulasi dan farmasi fisika. khususnya tabletkempa. seperti ketersediaanhayati. Sebalik-nya. . konsep validasi telah diakui manfaatnya dalam membantu menjaminkarakter mutu berbagai golongan produk obat.VALIDASI PENDAHULUAN Dewasa ini. Bukti yang lebih baik akan diperoleh apabila proses ini dilakukan mulai dari fase pengern bangan dan dilanjutkan hingga fase produksi. Bukti validasi diperoleh melalui proses pengumpulan atau evaluasi data. Hal ini nemang perlu dilakukan pada sebagian besar produk tablet. Selanjutnya. Pengakuan bahwa proses yang memadai untuk pembuatanproduk farmasi adalah proses yang divalidasi semakin meningkat. Meskipun PDA memberikan definisi untuk proses pembuatan yang divalidasi. Oleh karena itu.

Apabila dispersi pengikat dan pelambat (faktor formulasi) dalam tiap bets bervariasi hingga ke tingkat hidrasi/solvasi polimer. atau kondisi pemrosesan sudah memadai sehingga tidak perlu dilakukan validasi. lemak. Pembuatan produk lepas lambat melibatkan suatu tahapan. dan kemungkinan selak dalam pelarut campuran (kadangkadang termasuk air dan pelarut organik) dan diikuti dengan penambahan salut pelambat yang juga menggunakan lemak. malam. Serbuk zat aktif ditaburkan pada butir-butir gula. Produk yang termasuk dalam kelompok ini adalah beberapa produk lepas lambat. pengaruh meningkat secara eksponensial. Validasi sistem seperti ini akan menjadi suatu pengalaman yang mengerikan. pengendalian kecepatan penambahan serbuk. kecuali formulasi atau variabel-variabel zat aktif terkait (yang tentu saja akan memengaruhi karakter mutu produk atau memengaruhi melalui interaksi dengan variabel pemrosesan) telah diidentifikasi dan batas spesifikasi yahg tepat telah ditentukan. salah satu tanggung jawab penting kelompok pengembang adalah menetapkan bahwa spesifikasi fisika dan kimia semua zat aktif dan eksipien telah dipenuhi dengan memadai.Berbagai produk farmasetik yang kini dipasarkan tidak dapat divalidasi karena desainnya. yang dicampur dengan serbuk hidrofilik dan hidrofobik lain. Campuran serbuk ini kemudian diikat dengan pengikat polimer. derajat substitusi gugus kimia. kondisi alat semprot (spray-gun). lemak. Jika spesifikasi bahan mentah tidak memadai. geometri bagian dajam panci salut. apabila jumlah variabel yang dapat memengaruhi peningkatan mutu produk bertambah (baik variabel proses maupun formulasi). Sebagai contoh. batas kandungan lembap yang lebih rendah untuk eksipien yang akan dicampur dengan zat aktif yang dapat terhidrolisis)? Pengendalian proses dan validasi tidak akan menghasilkan produk yang repro-idusibel. penambahan pengikat cair. tidak ada validasi proses yang dapat menjamin bahwa suatu produk akan memuas-kan. Selain itu. Dalam sistem seperti ini.apakah bobot molekul. apabila menggunakan polimer. dan polimer dalam tahapan yang berselang antara larutan dan dispersi. malam dan tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu. malam. ukuran partikel atau distribusi ukuran partikel tertentu untuk zat aktif ang dikempa langsung)? Apakah mempunyai masalah disolusi atau ketersediaan Hayati? Apakah diperlukan tindakan pencegahan khusus untuk suatu zat aktif yang ? tidak stabil atau sangat reaktif (misalnya. tidak ada tahap pengendalian proses pembuatan yang dapat menghasilkan produk terkendali. Parameter desain lain yang harus diteliti dalam pengembangan produk adalah penetapan spesifikasi bahan mentah. dan kemurnian telah ditetapkan secara memadai? Apakah karakteristik produk atau metodepembuatan memerlukan zat aktif atau eksipien yang memiliki spesifikasi khusus misalnya. sejumlah interaksi mampu menghasilkan pengaruh lebih lanjut (pengaruh ini sering kali sulit diperkirakan). derajat polimerisasi. .

tetapi tidak dapat diandal kan dalam produksi skala besar. Idealnya. akurat tentang sistem produk yang dibicarakan dan metode pembuatan akhir yang tepat. Keterbatasannya. pendekatan ihi memakan biaya besar yang tidak perlu atau keterbatasan yang tidak layak dari pemasok. Data eksperimen dikaji ulang dan ditentukan apakah diperlukan spesifikasi yang paling kaku atau apakah spesifikasi intermediet sudah cukup atau apakah spesifikasi yang paling tidak kaku sudah memadai.Dua pendekatan dapat digunakan untuk penetapan spesifikasi bahan mentah secara memadai setelah keburuhan akan spesifikasi kritis diidentifikasi. Pendekatan ini paling berguna jika apoteker pengembang mempunyai penger-tian yang. dapat dilakukan pembuatan produk dari tiap bahan mentah menggunakan tiap kondisi pembuatan yang diharapkan akan berdampak menguntungkansetidaknya pada karakter mutu kritis produk yang sedang diperiksa. dan memahami pengaruh arah variasi proses demi-kian pada karakter mutu yang dibicarakan. yaitubergantung pada laporan yang dibicarakan oleh personel pengembang atau personel produksi. dan percobaan yang diperlukan sedikit. Pendekatan kedua melibatkan pelaksanaan eksperimen yang didesain dengan baik untuk menetapkan spesifikasi kritis yang perlu ditentukan. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan antara lain mengubah-ubah spesifikasi yang dipertimbangkan untuk bahan mentah. menggunakan nilai yang paling kaku yang dapat dicapai secara wajar sebagai satu spesifikasi. Keuntungan pendekatan ini adalah langsung. Apabila standar yang tepat untuk spesifikasi bahan mentah belum ditetapkan. Pendekatan pertama adalah menetapkan spesifikasi paling ketat untuk sifat yang dapat dicapai secara wajar. spesifikasi bahan mentah untuk validasi proses ditetapkan secara tepat sebelum suatu produk diproduksi. selain itu. sedangkan variasi spesifikasi bahan mentah menunjukkan pengaruh sigrufika'n pada karaktermutu produk. dapat merancang rentang variabel pemrosesan produk yang mungkin sesuai dengan sasaran. upaya mencapai validasi proses melalui pengendalian pelaksanaan pembuatan akan menjadi pekerjaan yang sia-sia. biasanya sederhana. dan menggunakan suatu spesifikasi intermediet kemungkinan untuk sampel ketiga dari bahan itu. Personel yang berpengalaman dalam bidang pengembangan dan produksi di sebagian besar perusahaan farmasi melaporkan studi kasus tentang produk bar yang dapatdibuat dengan skala kecil dalam laboratorium. Tipe kegagalan lain juga telah dinyatakan. Personel produksi mempunyai alasan kuat mengenai keputusan mereka atas penerimaan produk dan/atau prosedur pembuatan yang kemungkinan her tentangan atau tidak . mengendurkan spesifikasi untuk sampel lain dari bahan itu ke suatu nilai yang diharapkan dapat menjadi garis batas.

lambat yang prosesnya tidak terkendali. Prioritas validasi yang tinggi sebaiknya diberikan. atau yang terkadang menghasilkan lot yang tidak dapat diterima atau hampir tidak dapat diterima. PRIORITAS VALIDASI Tahap awal validasi adalah mempertimbangkan produk yang paling memerlukan validasi penuh dan produk yang paling sedikit memerlukan validasi.layak divalidasi. pabrik (industri farmasi) dipersyaratkan untuk memenuhi aturan CGMP/CPOB • Bisnis yang baik mengharuskan suatu fabrik menghindari kemungkinan penolakan dan penarikan bets • Validasi membantu memastikan keseragaman. tidak stabil secara kimia. yang apabila diikuti akan menjamin pemenuhan semua spesifikasi mutu produk dengan menganggap bahwa formulas! bersifat wajar dan spesifikasi bahan mentah memadai. yang dilakukan dengan mengidentifikasi variabel proses yang memengaruhi karakter mutu produk untuk menetapkan metode pemrosesan dan pengen-dalian yang diperlukan untuk metode tersebut. Pendekatan lain untuk menetapkan prioritas validasi adalah mengkaji ulang dokumentasi dan data mutakhir yang tersedia tentang produk yang diajukan dan mulai memvalidasi produk- . validasi dapat didefinisikan sebagai pendekatan sistematik untuk menjamin mutu produk. Dengan kata lain. atau ketersediaan hayati. Upaya validasi dapat dipusatkan pada pemrosesan produk perusahaan yang menghasilkan penjualan terbesar dan produk yang paling penting secara komersial. yang dapat menimbulkan masalah keseragaman kandungan. sangat jelas bahwa validasi harus dimulai pada tahap sangat dini dalam setiap desain produk.pada produk-produk berikut: (a) produk yang mengandung zat aktif berdosis sangat rendah. dan mutu produk. Kelompok riset dan pengembangan dan kelompok produksi harus bekerja sama untuk memperlimbangkan apakah validasi dapat dicapai. dan (c) produk pelepasan terkendali atau lepas. tetapi juga pada orientasi produk. tidak saja pada orientasi proses tradisional. Sesuai dengan filosofi ini. Berbagai alasan mengapa validasi produk dan/atau proses penting untuk dilakukan: • Sesuai dengan undang-undang. Apabila konsep validasi diterapkan pada produk farmasetik yang memiliki kerumitan desain dan manufaktur yang meningkat. keterulangan. atau memilikisifat pembasahan yang buruk. (b) produk yang me-miliki riwayat masalah produksi. tanpa diketahui alasannya. upaya validasi awal difokuskan pada produk yang akan mendapatkan manfaat terbesar. stabilitas. kelarutan rendah. yang sering kali hampir tidak dapat diterima.

produk ini. dan memenuhi semua spesifikasi produk. Sebagai contoh. standar pengajuan obat baru. sangat larut. Spesifikasi dapat ditentukari baik pada pro-duk-antara maupun pada produk jadi. mudah dikempa. Tahap keenam Tahap Pertama Tahap pertama adalah mengidentifikasi semua karakter mutu dan spesifikasi atau menetapkan mutu dan akseptabilitas produk jadi dan menetapkan spes jfikasi produk dalam proses (in-process). tidak memiliki masalah ketersediaan hayati dan masalah lain. Beberapa spesifikasi produk mehekankan pada kemurnian produk dan umumnya tidak dipengaruhi oleh pemrosesan. spesifikasi-spesifikasi ini . yaitu sebagai berikut. beragam spesifikasi dapat ditetapkan untuk campuran serbuk atau granulasi. Tahap keempat e. produk yang dapat dengan mudah divalidasi berdasarkan data riwayat adalah produk yang mengandung zat aktif berdosis sedang (misalnya. Pendekatan ini dapat menguntungkan apabila konsep validasi dipelajari terlebih dulu dengan menggunakan rancangan yang lebih sederhana sebelum validasi yang lebih rumit dilakukan. Tujuan tahap pertama validasi adalah memastikan bahwa spesifikasi telah di-tentukan dengan tepat untuk menetapkan karakter utarrta mutu produk dan untuk menetapkan batas akseptabilitas produk. 25 sampai 150 atau 200 mg). Contoh spesifikasi produk dalam proses dan parameter pe-hgendalian proses dapat dilihat pada Tabel 15. Tahap kedua c. Tahap pertama b. selain spesifikasi yang ditetap-kan untuk tablet jadi.1. a. stabil. telah dibuat selama bertahun-tahun dengan kempa langsung tanpa ada riwayat bets yang cacat. Tahap kelima f. Daftar spesifikasi harus dipenuhi secara keseluruhan dan lengkap untuk memastikan kelengkapan stahdar farmakope. TAHAPAN VALIDASI Validasi memiliki beberapa tahapan. Validasi ini dapat dilakukan dengan cara 6 fercepat dan termudah. Sebagai contoh. Tidak semua spesifikasi produk divalidasi. Tahap ketiga d. atau standar perusahaan farmasi itu sendiri.

Karakter mutu tablet telah dibicarakan di seluruh bab dalam buku ini da tidak akan diulang di sini. apabila dibandingkan dengan sediaan zat aktif dosis tinggi bereaksi asam yang telah diuraikan terdahulu. metode penambahan bahan penghancur. ukuran partikel dan pengendalian ukuran partikel. misalnya untuk zat aktif yang bereaksi asam. waktu pembasahan massa. mempunyai dosis sedang sampai besar. Sebaliknya. jaminan ketersediaan hayati inelalui validasi mungkin sama sekali tidak peflu dan tidak berarti. sama sekali tidak diperlukan atau menjadi perhatian minimal. kecepatan pengempaan. gaya kempa. Laju disolusi zat aktif beberapa produk tablet sangat penting diperhatikan apabila memengaruhi laju dan kesernpurnaan ketersediaan hayati dan jaminan konsistensi ketersediaan hayati dari lot ke lot. memastikan pencapaian keseragaman kandungan dalam produk dosis besar melalui program validasi yang ekstensif kemungkinan. Perhatian terhadap mutu produk yang mengandung zat aktif amin berdosis rendah. konsistensi pengisian granul ke dalam lubang kempa. karakter mutu ini hanya menjadi per-hatian kecil. Karakter mutu lain yang tidak peka terhadap variasi kondisi pemrosesan tidak perlu divalidasi atau hanya menjadi pertimbangan kecil dalam validasi. Dalam kasus lain. tablet yang diformulasi dengan gaya kempa di bawah rentang beban kempa yang difencanakan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada waktu disintegrasi atau laju disolusi.berkaitan dengan mutu dan spesifikasi bahan mentah. Dalam kasus ini. metode granulasi yang digunakan. perhatian besar harus diberikan terhadap faktor-faktor berikut: metode pembuatan massa basah. dan diabsorbsi disepanjang saluran cerna sangat berbeda dari yang dijelaskan sebelumnya. keseragaman kandungan produk ini dapat menjadi perhatian utama dan difokuskan pada upaya validasi. Friabilitas bahkan dapat menjadi karakter mutu yang dapat diabaikan dalam program validasi. Sebagian besar produk tablet nyatanya tidak mempunyai masalah friabilitas. memiliki kelarutan sangat kecil. memiliki kelarutan tinggi. Tidak ada standar atau pendekatan induk (master approach). Sebagai contoh. validasi yang memiliki . cara me-nambahkan pengikat dalam produk. Identifikasi karakter mutu kritis tiap produk tablet harus diperlakukansebagai suatu pelaksanaan tersendiri untuk masing-masing produk. Dalam kasus seperti ini. dan hanye terabsorbsi dengan baik pada saluran cerna bagian atas. Disolusi kemungkinan layak diberi perhatian besar apabila memengaruhi ketersediaan hayati. Akan tetapi. tidak semua produk tablet mem punyai masalah kerapuhan (friabilitas). Sebagai contoh. dan faktor-faktor lain bergantung pada metode pembuatan tablet. Akan tetapi. untuk beberapa produk lain.

Analisis mesh homogen 2. Rekonsiliasi hasil Cranulasi Mengubah menjadi granul serbuk 1. Tabel 15.sasaran ketersediaan hayati dan keseragaman kandungan kemungkinan -diperlukan. Waktu pencampuran mempunyai sifat aliran serbuk dan kompresi yang baik . Akan tetapi.Titikakhirbets 4. Karakter mutu kritis dapat bergantung pada sifat farmakokinetik zat aktif (meliputi tempatdan cara zat aktif diabsorbsi. dan stabilitas kimia zat aktif.1. Volume ruah partikel bahan mentah Pencampuran Memperoleh campuran 1. Analisis keseragaman kandungan kimia 3. Bobot per subbagian yang 2. tetapi tidak hanya terbatas pada hal itu). dalam beberapa situasi lain. dosis zat aktif. Analisis mesh 2. Situasi yang diuraikan di atas dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa karakter mutu kritis harus diidentifikasi masing-masing untuk setiap produk. Variabel proses tujuan Parameter uji Penapisan Memastikan ukuran 1. sifat fisikokimia zat aktif. Jumlah zat penggranulasi per subbagian 3. Unit Operas! dan Kemungkinan Uji Pengendalian untuk Tablet Kempa yang Dibuat dengan CaraGranulasi Basah. tidak satu pun validasi ini diperlukan dan berbagai karakter mutu ini tidak menjadi perhatian besar karena karakter-karakter tersebut telah dicapai pada semua permutasi yang masuk akal dan pada kombinasi kondisi pemrosesan yang dapat dibayangkan untuk produk.

5. Disintegrasi 6. Tampilan 5. Susut pengeringan 7. Keseragaman sediaan . Bobot per 10 tablet 2. Bobot per penampan lembap sampai tingkat yang tepat untuk 2. Kelembapan relatif udara 4. Aliran 3. Kecepatan udara 5. Disolusi 7. Ukuran granul (basah) Pengeringan (Oven) Mengurangi kandungan 1 . Ketebalan per penampan 3. Rekonsiliasi hasil pengempaan Pengecilan ukuran Memperkecil ukuran 1. Analisis mesh 4. Rekonsiliasi hasil 5. Volume ruah 2. Waktu 6. Ketebalan 4. Susut pengeringan Pengempaan Mencetak tablet 1. Kekerasan 3.

Setiap langkah yang di-ambil untuk mempermudah pengempaan dengan meningkatkan konsolidasi partikel diperkirakan dapat mengurangi kerja antasida. tidak rapuh (nonfriabel) dan tidak berdebu karakter mutu disintegrasi tablet yang cepat dan laju disolusi pelepasan zat aktif diperkirakan akan menurun dan bahkan menjadi tidak dapat diterima. Tablet per menit 11. yang secara langsung berkaitan dengan kemampuan antasida menetralkan asam lambung.KarlFischer/susut pengeringan Tahap Kedua Tahap kedua adalah mengkaji ulang daya guna produk terhadap spesifikasi yang diusulkan. Hal lain yang dapat dikaji ulang dalam tahap ini adalah apakah spesifikas produk yang dibicarakan yang kemungkinan akan menjadi "objek persaingan" kriti! telah ditetapkan atau belum. Setelah menguraikan karakter mutu yang harus dicapai dalam produk dan nilai minimum yang dapat diterima untuk setiap karakter tersebut spesifikasi yang dikembangkan untuk produk hendaknya dikaji ulang dan disetujui setelafc spesifikasi dinyatakan tepat dan wajar oleh orang yang berpengetahuan dalam risel dan pengembangan. Hampir semua produk tablet mempunyai objek persaingan. Bentuk objek persaingan lain terlihat pada antasida yang tidak larut. Sebagian besar antasida yang tidak larut terdiri atas serbuk sangat halus yang mempunyai ke-termampatan yang sangat buruk. produksi dan jaminan mutu. Caya kempa 10. keseragaman kandungan 8. jika karakter mutu tablet ditingkatkan pada pembuatan tablet tidak bersalut untuk memperoleh tablet yang keras. Keefektifan antasida dihubungkan dengan ukuran partikel yang halus dan luas permukaan partikel. . Rekonsiliasi hasil 12.a. Friabilitas 9. keragaman bobot b. Sebagai contoh.

pem-basahan buruk. identifikasi proses pembuatan harus meliputi sistem-sistem yang mendukung proses (artinya. kelarutan rendah. Secara kebetulan.Jadi. tiap faktor yang mempunyai dampak tidak langsung pada proses). prosedur pemrosesan seperti prapengempaan. Sistem Pendukung dalam Pembuatan Bentuk Sediaan Padat Farmasetik. dan bagian-bagian alat yang akan digunakan dalam pembuatan produk. proses pembuatan produk harus sepenuhnya diidentifikasi. pengatur udara (air conditioning) Sistem pemeliharaan berkala Sistem air Sistem gas yang dimampatkan (udara) Sistem pembersihan Sistem hampa udara Listrik Sistem pembuangan (air) (Drainage) Peracikan bahan mentah . Setelah standar mutu dan akseptabilitas produk ditetapkan dalam tahap per-tama dan kedua. Proses dalam unit operas! yang terlibat dalam pembuatan tablet kempa langsung akan sangat berbeda dari proses yang terlibat dalam granulasi basah."'          Pemanasan. Tahap Ketiga Tahap ketiga adalah mengidentifikasi metodologi. ketersediaan hayati pada garis batas. apabila zat aktif memiliki sifat-sifat berikut secara bersamaan: dosis besar. upaya peningkatan waktu huni pons. Akan tetapi. proses. dan sifat pengempaan buruk.™ Tabel 15. dengan formulas! yang tepat. objek persaingan yang demi-kian tidak sulit ditangani untuk kebanyakan zat aktif. Tabel 15. dan upaya peningkatan tekanan atau prosedur untuk meningkatkan ikatan granul tidak dapat bermanfaat pada kedua karakter mutu secara bersamaan. bagaimanapun cara pengendalian efek pemrosesan. ventilasi. nyata bahwa objek persaingan tidak dapat diabaikan dan desain protokol validasi hendaknya dipertimbangkan secara teliti.2. Selain proses-proses yang berdampak langsung pada pembuatan produk. Hal ini dikarenakan pengaruh prosedur pemrosesan tersebut akan menghasilkan efek persaingan di antara kedua rangkaian karakter mutu.2 menunjukkan beberapa sistem pendukung yang berkaitan dengan produksi tablet dan mempunyai dampak pada pertimbangan validasi tablet.

wattmeter. validasi dapat dilakukan. melakukan percobaan yang telah didesain dengan baik dan terkendali untuk menetapkan pengaruh variabel proses dan gabungan variabel pada karakter mutu produk. Tahap pemrosesan dan pengendalian tahap pemrosesan yang diperkirakan akan berdampak paling langsung pada tujuan utama produk. indikatof KPM. Apoteker yang memiliki pengetahuan pengembangan produk biasanya dapat mengkaji spesifikasi dan metode pembuatan serta memperkirakan variabel proses dan tahap proses yang paling berpotensi merne-f ngaruhi spesifikasi tertentu yang dimiliki produk.desainnya. Validasi proses pembuatan secara sederhana melibatkan doku-mentasi . proses pembuatan dasar. Sebelum percobaan . kepadatan granul. dengan sistem yang benar-benar sesuai dengan model. sampai ke penetapan yang relative sedikit untuk zat aktif yang tidak mempunyai masalah ketersediaan hayati atau masalah pembuatan. semua orang yang dilibatkan dalam perencanan validasi harus yakin bahwa sertifikasi telah dilakukan untuk menjamin bahwa . perekam grafik. dasar informasi untuk : tahap ini adalah daftar spesifikasi dan batas tiap karakter mutu yang telah ditetapkan . inulai dari pengoptimalan metpde matematik atau statistik secara penuh. untuk produk. dan perlengkapan penggilingan. dan penunjuk suhu) harus berada dalam kondisi kerja dan telah dikalibrasi. dan formulasi. Tahap Kelima Tahap kelima adalah mengadakan percobaan validasi proses. mentah yang sebelumnya telah ditetapkan. waktu pencampuran yang optimal. Selain itu.peralatan yang digunakan dalam studi validasi berfungsi dan dapat dipercaya. serta spesifikasi bahan. alat bantu instmmen pemantau operasi (misalnya. Berbagai macam pendekatan dapat dilakukan. Tahap berikutnya adalah. ammeter. hendaknya memperoleh perhatian terbesar. berbagai bagian peralatan yang digunakan dalam proses di unit operasi yang berbeda harus disertifikasi untuk dioperasikan sesuai dengan . Walaupun sertifikasi peralatan merupakan tang-gung jawab bagian teknik perusahaan. Dalam validasi produk secara menyeluruh. seperti ketersediaan hayati atau laju disolusi zat aktif.    Sistem kertas kerja Pelatihan personel Pengendalian proses computer Sistem perlindungan lingkungan khusus Tahap Keempat Tahap keempat adalah mengidentifikasi variabel proses yang kemungkinan besar relevan dan kritis. Contoh variabel proses yang hendaknya dipertimbangkan untuk spesifikasi produk antara lain konsentrasi pengikat.

Lakukan pemeriksaan untukmengetahui apakah ada kondisi pemrosesan atau kombinasi kondisi pemrosesan yang ekstrem sehingga menempatkan produk di luar spesifikasi penerimaan untuk setiap parameter.™ ' 2. Apabila rancangan validasi semakin rumit atau apabila terdapat objek persaingan atau hubungan sebab-akibat yang tidak jelas. 1. produk. Apabila kondisi-kondisi pemrosesan tersebut diperkirakan memengaruhi karakter mutu dan apabila pengendalian yang saksama tidak mungkin dilakukan. Perubahan proses perbaikan atau proses lain harus divalidasi ulang. Pengkajian ulang semua spesifikasi. dalam kasus lain. Dalam beberapa kasus. (Ingat. waktu pembuatan massa basah. suhu. pendekatan umum berikut sebaiknya dilakukan dalam mengembangkan suatu protokol validasi. Setelah proses divalidasi. Instrumen yang digunakan harus dikalibrasi secara rutin. dan memvalidasi ulang (revalidasi) jika diperlukan. Periksa daf tar batas yang diperoleh dari tahap sebelumnya sehubungan dengan karakter mutu produk yang paling kritis yang dapat dicapai. suatu rentang akan diperlukan dan hendaknya disebutkan seperti diuraikan sebelumnya. memantau. bobot salut. pelaksanaan produksi yang akan da-tang harus berada di dalam rentang tersebut atau produk dikatakan berada "di luar validasi'"). Tahap Keenam Tahap keenam adalah mengkaji ulang. atau kecepatan aliran udara. parameter-parameter yang mengendalikan proses perlu dipantau secara kontinu. volume zat peng-granulasi yang digunakan.pengendalian proses mutakhir dan pengkajian ulang riwayat dari rekaman pengujian penerimaan produk. rancangan atau penetapan rentang maksimum yang mungkin dan wajar diha-rapkah ditemukan dalam praktik. penetapan batas spesifikasi tunggal yang persis untuk prosedur pemrosesan mungkin dilakukan. kecepatan mesin tablet dan panci salut. Perhatian yang saksama juga harus diberikan agar tidak ada bagian proses yang diubah. waktu pencampuran yang ditetapkan. Peralatan harus dirawat secara berkala agar daya gunanya tidak ber-ubah. Pilih variabel proses dan kombinasi variabel proses beserta batas masing-masing variabel yang diperkirakan akan memberikan dampak menguntungkan setidaknya pada karakter mutu produk dan membuat produk berada di dalam batas tersebut. Tetapkan batas awal untuk tiap prosedur pemrosesan yang diperkirakan tidak pernah sama dalam praktik (batas atas dan batas bawah). misalnya. dan proses secara tetap juga . Rentang hendaknya digunakan apabila kondisi yang persis tidak dapat dicapai. misalnya. Akan tetapi.

larutan. atau bahan pengikat granulasi yang digunakan.seperti morfologi zat aktif.penting dilakukan agar spesifikasi dapat diketatkan atau diperluas untuk meningkatkan sistem yang tervalidasi secara menyeluruh. dan bentui ihgredien lain. ukuran dan luas permukaan partikel. jadi.diproses dengan granulasi basah atau kempa langsung. dan karakteristik fisik atau kimia lain. dan efisiensi lubrikan. misalnya. Karakteristik tertentu. warna. Beberapa variabel yang paling dipengaruhi adalah aliran. proses penggilingan atau . seperti ukuran partikel dan luas permukaan. ketermampatan. sifat-sifat fisika penting. hal yang sangat penting diperhatikan adalah ukuran partikel. dar bentuk zat aktif harus kompatibel dengan ukuran partikel. yang sama sekali tidak dapat ditetapkan secara dini dalam urutan proses. agar . luas permukaan yang luas (5000-10. Hal ihi sangat penting karena memungkinkan ingredien terdistribus: acak di dalam campuran sebelum pengempaan. Jika. tetapi merupakan salah satu tahap yang lebih kritis dalam siklus pengembangan. bobot jenis. baik campuran yang selanjutnya akan. Zat aktif dapat menjadiingredien yang paling tidak dapat dikendalikan dalam skema validasi produk atauproses lengkap. yaitu validasi bahan mentah dan validasi metode analisis. bpbot jenis. keseragaman campuran. Untuk memperoleh campuran zat aktif dan ingredien lain dalam formula. Sebagai contoh. Ukuran partikel sal ing berhubungan langsung dengan berbagai variabel pemrosesan penting. Program praformulasi yang dimulai di tahap penyelidikan awal fase pengembangan produk jarang dianggap sebagai bagian dari validasi. Sintesis zat aktif yang baru sering tidak dapat ditetapkan sama sekali pada tahap awal. zat aktif itu biasanya digiling atau dimikronisasi untuk mencapai rentang ukuran partikel yang diinginkan.000 cm2/g) akan diperoleh jika dilakukan proses pengurangan ukuran partikel. JENIS VALIDASI Ada 2 jenis validasi yang perlu dilakukan.zal aktif yang tidak larut dalam air memiliki disolusi cepat dan mencapai ketersediaar in vitro.baik zat aktif maupun eksipien Keberagaman kondisi bahan mentah merupakan salah satu penyebab utamaperbedaan atau penyimpangan produk dari spesifikasi. penting diperhatikan dalam menilai ketersediaan zal aktif dan reprodusibilitas proses pembuatan berikutnya. Ukuran partikel biasanya berbanding terbalik dengan luas permukaan. Validasi Bahan Mentah proses validasi bentuk sediaan solid dimulai dengan memvalidasi bahan mentah.

Apabila terjadi hal sebaliknya. ketidakteraturan distribusi campuran akar mengakibatkan masalah keseragaman kandungan pada bentuk sediaan jadi. Apabila digunakan dalam konsentrasi yang sama dengan lubrikan yang memiliki luas permukaan lebih kecil. Dalam beberapa kasus. Selain itu. jika perbandingan ukuran partikel terhadap luas permukaan tidak dikendalikan dan jumlah khusus larutan penggranulasi tidak dinyatakan dalam petunjuk pembuatan produk. Validasi karakteristik ukuran partikel atau luas permukaan magnesium stearat yang memiliki mutu. telah sangat diketahui bahwa apabila magnesium stearat digunakan berlebihan.mikronisasi tidak dikendalikan dan divalidasi dengan tepat untuk mencapai distribusi ukuran partikel yang reprodusibel. Perhatikan contoh berikut. tetapi dapat juga mencapai 99%. 1. akibatnya. dapat terjadi masalah pelepasan zat aktif. massa akan terlalu kering dan tidak dapat membentuk agregat partikel sebagaimana seharusnya sehingga mengakibatkan aliran granul buruk. lubrikan menciptakan kerja gelincir yang mengurangi tekanan yarvg diberikan. Jumlah eksipien yang digunakan dalam suatu formula tablet dapat kurang dari 1%. ketermampatan tablet buruk. Pemasok sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa keseragaman magnesium stearat lot demi lot relatif baik. jadi. dan masalah keseragaman kandungan dalam bentuk sediaan jadi. karakteristik disintegrasi dan disolusi produk jadi biasanya menjadi buruk karena ingredien formula membentuk salut hidrofobik. Karakteristik lain dalam pembuatan yang dapat memberikan pengariih negatil apabila distribusi ukuran partikel zat aktif tidak divalidasi adalah volume larutar atau pengikat granulasi yang diperlukan untuk menghasilkan massa yang dapai diaglomerasi dengan tepat Volume zat penggranulasi yang diperlukan untuk mem-basahi massa serbuk yang terdiri atas partikel-patikel halus lebih besar dibanding-kan volume yang diperlukan untuk partikel zat sama yang lebih kasar. Validasi karakteristik kritis eksipien sekecil 1% sama pentingnya dengan validasi eksipien yang digunakan dalam kuantitas yang lebih besar. Kerja salut juga dapat diperoleh bila menggunakan lubrikan yang memiliki ukuran partikel kecil atau luas permukaan lebih besar. massa basah akan lewat basah sehingga mengakibat-kan karakter pengeringan yang tidak inenentu (terjadi pengerasan atau pengeringan produk yang tidak memadai). Konsep pengendalian dan validasi partikel juga sangat penting untuk eksipien yang digunakan dalam sediaan oral padat. Kerja magnesium stearat diketahui sangat bergantung pada ukuran partikel dan kemampuan magnesium stearat menghilangkan lapis di antara susunan apabila diberi tekanan. Magnesium stearat digunakan sebagai lubrikan untuk mengurangi gesekan ketika bentuk sediaan padat dikeluarkan dari proses pengempaan. Selain . lubrikan demikian akan lebih efisien menyalut permukaan partikel sehingga terbentuk partikel-partikel yang lebih hidrofobi.

zat pewarna harus ditambahkan secara geometri (menggunakan metode penambahan geometris) atau pendekatan prapencampuran. bebas dari aglomerat. pemajanan bahan terhadap kondisi yang tidak diinginkan (panas. dll). Selain karakteristik fisik yan iting. Bayangkan penggunaan zat pewarna lak aluminium yang langsung dicampur kering di dalam suatu formulasi tablet. Program yang komprehensif untuk menetapkan prosedur validasi dan pengen lalian bahan mentah sangat penting dirniliki jika ingin mendapatkan produk yanj lemenuhi semua kriteria produk jadi bets demi bets. Untuk mencapai distribusi warna yang merata. ke mbapan. pabrik pembuat tablet hendaknya mengecek prosedur analisis pemaso sebagai bagian dari program validasinya. dan lain-lain yang telah disebt lahulu. penyelia produksi. Jika zat pewarna yang tersedia sebagai serbuk terbagi halus yang memiliki luas permukaan yang luas. dan sejauh mana masingmasin lasok memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan tentang fasilita fpersonel. uji disolusi me-rupakan uji penyerta yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa stearat yang baru tidak menimbulkan masalah pelepasan in uitro. luas permukaan. Jika kriteria ini berbeda. cahaya. lebih banyak studi mendalam harus dilakukan. dan pengendalian. Pentingnya validasi bahan mentah dapat ditunjukkan dalam kasus zat pewarna yang digunakan untuk memberi warna pada tablet.itu. dan mempunyai tekstur yang halus tidak terdistribusi merata tablet yang dihasilkan akan tampak berbercak atau mempunyai area yang mengandung pewarna dalam konsentrasi tinggi sehingga menghasilkar tampilan tablet yang berbintik. seperti kar dungan air. Validasi bahan mentah zat pewarna meng gunakan teknik analisis ukuran partikel dan pengukuran luas permukaar sangat penting dilakukan untuk menjamin bahwa semua lot zat pewarna yanj diterima menunjukkan reprodusibilitas yang berhasil apabila dimasukkan ke dalam bentuk sediaan farmasetik. residu pemijaran. harus dipastikan bahwa perbedaan kriteria ukuran partikel atau luas permukaan bahan dari sumber pengganti dengan bahan dari sumber utama tidak signifikan. dan residu logam berat hendaknya juga dipantau. Karakteristik kimia yang lain. dingin. Perbedaan kondisi bahan mentah merupakan salah satu sumber masalal itama yang dihadapi oleh ilmuwan pengembang farmasetik. seperti ukuran partikel. atau personel pengendalian mutu. . Selain itu. keterandalan pemasok. 2. kemungkinan menggunakan mesin tablet yang dilengkapi dengan instrumen yang dapat memastikan dengan tepat bahwa sumber stearat. Pengganti tidak menyebabkan masajah pengempaan dan pengeluaran dari lubang kempa. Perbedaan kondisi bahan untuk produk sama yang berasal dari pemasok yang berbeda bergantung pada metode transportasi yang di Ipilih. prosedur operasional. apabila mencoba meng-gunakan stearat dari sumber pengganti.

3. Hal. baik batas spesifikasi atas maupunbawah. cara yang lebih tepat adalah membuat sejumlah lot produk jadi dengan menggunakanbahan mentah yang memiliki spesifikasi dalam rentang batas bawah dan batas atas. termasuk dokumentasi resmi tertulis dari prc sedur tersebut Metode yang digunakan adalah sebagai berikut. Salah satu uji stabilitas fisik. lebih baik tiga bets. Validasi metode analisis Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis bahan mentah dan produk oral padat harus divalidasi. . yang diambil dari pemasok utama da juga pemasok pengganti. ini terutama harus-dilakukan pada ingredien cair atau semisolidyang berinteraksi dengan wadah atau apabila permeabilitas wadah terhadapudara dan lembap dapat menyebabkan bahan mentah rusak. Bets yang dipilihhendaknya diseleksi untuk mewaki rentang spesifikasi yang dapat diterima. Pengujian demikian berguna apabila diketahui bahwa produk kemungkinan rentan terhadap perubahan kecil pada karakteristik eksipien atau zat aktif. Dalam hal ini. DEFINISI DAN PENGENDALIAN VARIABEL PROSES Validasi proses dapat didefinisikan sebagai tindakan pembuktian yang dilakukan dengan menantang suatu proses selama pengembangan untuk menetapkan variabel yang harus dikendalikan agar dapat dipastikan bahwa proses produksi suatu produk jadi atau produk intermediate tidak berubah ubah. 1. 2. kimia. Setelah memilih sampel bahan mentah yang berada dalam rentang spesifikasi dan stabilitas yang dapat diterima sesuai dengan rentang spesifikasi dan stabilitas yang ditetapkan sebelumnya. 4. bahan mentah tersebut hendaknya digunakan untuk membuat suatu bets bentuk sediaan jadi. Tiap bahan mentah hendaknya divalidasi dengan melakukan pengecekan pi da sejumlah bets. Keterandalan tiap penjual dan seberapa baik masing masing penjual memenuhi persyaratan peraturan perundang undangan juga harus ditetapkan. Tahap akhir validasi bahan mentah hendaknya meliputi inspeksi tempat pemasok untuk mengkaji ulang prosedur operasi dan pengendalian pada pabrik penjual. atau mikrobiblogi hendaknya dilakukan bergantung pada kerentanan bahan mentah selama pemrosesan dan penyimpanan.Tahapan validasi bahan mentah atau eksipien sama dengan tahap-tahap yan {dicantumkam dalam CGMP/CPOB.

Setelah hal ini selesai dilakukan. Menetapkan batas spesifikasi data uji yang diperoleh untuk parameter yang ditetapkan. Pastikan bahwa kondisi pengoprasian peralatan (misalnya rotasi permenit. Informasi yang dikumpulkan dalam keempat tahap tersebut dievaluasi untuk menetapkan parameter proses yang kemungkinan dapat digunakan sebagai alat untuk menunjukkan bahwa produk terkendali. Ini dilakukan untuk memastikan semua spesifikasi produk telah dipenuhi Mengecek peralatan yang digunakan untuk memperoleh data dan mengendalikan proses. Validasi didasarkan pada konsep bahwa proses yang digunakan telah dioptimalkan sehingga data yang diperoleh melalui program pengujian dapat dipercaya dan dievaluasi dalam hal konsistensi dan relevansi. pengembangan proses. misalnya menilai kekerasan tablet atas serangkaian bets yang dapat memenuhi persyaratan friabilitas. Data atau informasi terkait dikumpulkan selama tahap praformulasi dan masukan masukan lain diperoleh selama pengembangan dan evaluasi formulasi. tetapi semua bentuk sediaan padat umumnya memerlukan pengujian berikut : . dan selama pembuatan skala penuh. personel pengembang dapat meneruskan pengujian produk sebenarnya menngunakan parameter parameter dan spesifikasi tersebut untuk memvalidasi bahwa proses akan menghasilkan produk yang dapat diterima. disintegrasi dan disolusi akan dipenuhi. suhu dan penggunaan daya) berada dalam batas spesifikasi walaupun jumlah beban (muatan ) produk berbeda beda. Menentukan seberapa baik batas spesifikasi memperlihatkan bahwa proses yang sedang dikendalikan menantang proses dengan membuat produk yang memiliki perbedaan besar dari batas spesifikasi. tiap produk kemungkinan mempunyai keistimewaan tersendiri yang memerlukan pengujian khusus. disintegrasi dan disolusi tablet. Dalam proses validasi.Validasi proses juga meliputi cara mengaudit mutu proses secara kontinu selama fase pemasaran produk untuk memastikan bahwa proses memenuhi spesifikasi ini. Kegiatan validasi dimulai ketika bagian pengembangan farmasetik memulai pekerjaannya. beberapa tahap utama lain dalam pengembangan program validasi diringkas sebagai berikut : Memperoleh data uji untuk menetapkan tentang numerik parameter.ini dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik statistik untuk menetapkan perbedaan yang besar dari kekerasan yang memenuhi syarat (tinggi dan rendah )yang memberikan jaminan 95% bahwa spesifikasi friabilitas. Setelah ini dilakukan.

Perubahan yang signifikan adalah perubahan yang akan mengubah spesifikasi dalam proses (in process) atau spesifikasi produk jadi yang telah yang memadai selama pengeringan . 7. 4.apakah keseragaman kandungan memenuhi standar farmakope atau standar internasional lainnya. Ketujuh parameter uji kunci ini. disolusi. merupakan ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi variabel proses utama untuk bentuk sediaan padat.pengujian dalam validasi proses umumnya dilakukan pada tiga bets pertama dari produk yang dibuat dalam alat berukuran produksi. ketebalan. yaitu karakteristik penting yang saling berhubungan yang menunjukkan apakah tablet akan menjadi sumbing. Upaya tertentu biasanya dilakukan untuk memperoleh variasi bobot kurang dari 5% dari rata-rata. Distribusi ukuran partikel granul. kekerasan. Variasi bobot disepanjang pengambilan sampel bets. dan kecepatan mesin dan volume isi dalam enkapsulator . atau berdebu selama proses pengemasan 6. dan karakteristik pelepasan harus ditetapkan secara jelas. Kekerasan yaitu hubungan antara kekerasan. Faktor tak tetap (variabel) ini juga mencakup waktu dan kecepatan pencampuran (rpm alat pencampur dan granulator ). 3. kondisi. dan keseragaman kandungan tablet. kecepatan penambahan pelarut dalam granulator. Desintegrasi dan disolusi yang sesuai . friabilitas. variasi bobot dicurigai disebabkan oleh aliran granul yang buruk dan terdapat masalah peralatan. suhu dan aliran udara dalam alat pengering dan alat penyalut. variasi bobot.apakah terjadi pemisahan campuran selama granul mengalir dari corong ke lubang kempa. ketebalan. yaitu jarak lintas pencampuran atau propil sampling bets pada berbagai titik.yaitu karakteristik pelepasan zat aktif yang baik (kesediaan in vitro ) dan keseragaman bets demi bets penting dipastikan 5. Friabilitas. Apakah pelarut penggranulasi telah dikeluarkan sampai tingkat (biasanya lembap kurang dari 1% ) 2.ukuran penapis dan kecepatan pengisian dalam alat penggiling. Keseragaman kandungan campuran dan bentuk sediaan jadi.1. kecepatan mesin tablet dan gaya kempa dalam mesin tablet. Jika nilai ini tidak dicapai. retak. disintegrasi. waktu. Pengujian dalam validasi ulang hanya dilakukan apabilabterjadi perubahan yang signifikan.ini merupakan parameter yang sangat penting yang mempengaruhi letermampatan. Kandungan lembab (total bahan menguap) dalam granulasi kering.parameter ini hendaknya dipantau sepanjang proses validasi tablet.

Kandungan lembap 9. Bobot jenis dalam keadaan “longgar (sebelum diketuk-ketuk)” dan “dalam keadaan rapat (setelah diketuk-ketuk/tapping)” 5. PETUNJUK VALIDASI PROSES BENTUK SEDIAAN PADAT Sejumlah faktor hendaknya dipertimbangkan ketika mengembangkan dan memvalidasi bentuk sediaan padat. Sifat aliran. . dan campuran akhir? 4. Luas permukaan 7. Pelaksanaan pencampuran Penetapan waktu pencampuran yang optimal didasarkan pada a. Apakah pencampuran granul dilakukan dengan benar untuk mencapai distribusi zat aktif yang dikehendaki dalam keseluruhan campuran. granulasi basah dan/ granulasi kering. proses. Bagaimana karakteristik campuran serbuk awal. Tipe alat pencampur (blender). Apa sifat normal tiap ingrediaent? 2. Apakah sifat-sifat ini digunakan atau diubah dalam formula yang sedang dikaji? 3. Apakah pencampuran yang ekstensif menyebabkan pemisahan ingredien ? b. Distribusi ukuran partikel 6. lama proses pencampuran akan berbeda bergantung pada tujuan. misalnya formulasi kempa langsung atau hanya penambahan lubrikan pada tahap akhir.ditetapkan selama program validasi atau apabilaterjadi perubahan formulasi. seperi: 1. atau peralatan. Komposisi tablet Berikan alasan keberadaan tiap ingredien dalam formula. Petunjuk atau daftar pengecekan berikut dapat dimasukkan dalam program validasi bentuk sediaan padat tablet kempa dan tablet salut. Kelarutan zat aktif pada berbagai pH dalam sistem air atau sistem hidroalkohol Evaluasi dan seleksi proses 1. Pengujian dilakukan untuk menilai keseragaman produk jadi. misalnya sudut kontak 8. 2.

spesifikasi bobot jenis ingredien tersebut perlu benar benar dikendalikan 7. Evaluasi pengikat bergantung pada hal hal berikut : a) konsentrasi pengikat aglomerasi partikel partikel memerlukan pengikat yang cukup untuk memperoleh aliran dan kemampatan granul yang baik. Keseragaman warna. GRANULASI BASAH 1. Selain itu. Warna campuran serbuk atau tablet kempa dapat berubah ubah sesuai dengan tekanan yang diberikan karena tekanan dapat merusak bentuk atau menyebabkan deagregasi zat aktif atau zat pewarna dan memengaruhi corak. tablet dapat menjadi buruk. Waktu huni adalah waktu selama massa serbuk berada dalam proses pengempaan oleh pons tablet. Apakah ingredien tertentu dalam formulasi memberikan pengaruh lebih besar pada bobot jenis campuran akhir daripada satu atau beberapa ingredien lain? Jika ini terjadi. Cam adalah bagian mesin tablet yang memindahkan gerakan. yaitu 30%. Cek interaksi yang mungkin terjadi antara proses dan efek interaksi itu pada pengempaan tablet (inti). dan keseragaman warna. Bobot jenis b. Cek karakteristik campuran: a. 50%. Misalnya. hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi kekerasan. formula kempa langsung yang mengadung zat aktif yang dimikronisasi (5 mikron ) dan eksipien berupa granul (500-1000 mikron ) 4. Kelembaban 6. jika sistem cam mesin tablet tidak memungkinkan pengempaan bersinambungan. Konsentrasi dan volume . distribusi zat aktif atau lubrikan. Menguji berbagai ukuran muatan alat pencampur. udara kemungkinan akan terjerat didalam tablet ehingga mengakibatkan caping. friabilitas. pada pencampuran granul dapat terpisah akibat perbedaan ukuran partikel atau bobot jenis. Tetapkan waktu pemisahan campuran. 8. Sebagai contoh. waktu hilangnya keseragaman campuran serbuk. rpm panggung mesin tablet akan mempengaruhi waktu huni. Distribusi ukuran partikel c. dan lain-lain. Peningkatan waktu huni umumnya akibat tablet lebih keras akan tetapi.3. intensitas. Sebagai contoh. disolusi. dan 70% dari volume kerja – jika muatan alat pencampur kurang atau lebih. 5.

ini perlu dilakukan untuk memperoleh distribusi maksimum cairan dan bahan bahan lain 3. tablet sumbing atau melekat pada permukaan pons tablet dan stabilitas buruk akibat terjadi hidrolisis.granulasi yang lewat kering dapat mengakibatkan kekerasan dan friabilitas tablet buruk. 2. b) Tetapkan bobot jenis optimum serbuk mengalir dan formulasi tablet c) Tentukan jumlah larutan penggranulasi yang diperlukan untuk granulasi optimum. b) Evaluasi distribusi ukuran partikel granul kering. pengikat hendaknya dalam bentuk larutan untuk memberikan aktivitas aglomerasi yang maksimal. Hal ini akan mengakibatkan volume ruah granul melebihi kapasitas volume alat pencampur. Evaluasi campuran granul a) Bandingkan bobot jenis granul basah dan serbuk kering asal. c) Sifat pengikat selama tahap pengeringan. Kandungan lembab yang tinggi dapat mengakibatkan. Aliran granul yang baik dan keseragaman kandungan yang baik dalam tablet yang dihasilkan sangat penting dipastikan. .pemadatan selama proses granulasi basah dikaitkan dengan derajat agregasi partikel dan saling berkaitan dengan ukuran partikel granul dan karakteristik aliran. e) Tentukan waktu pencampuran optimum. Pengukuran bobot jenis dapat dilakukan dengan mengukur sejumlah tertentu granul yang ditimbang dalam gelas ukur. b) Kelarutan dalam larutan penggranulasi. gunakan instrumentasi penunjuk titik akhir granulasi d) Tentukan kompaktibilitas granul basah .pengikat sangat memengaruhi sejumlah karakteristik formulasi dan proses yang digunakan untuk membuat produk.peningkatan volume ruah dapat terjadi selama fase granulasi basah sebelum masa itu mulai menggumpal (aglomerasi). Evaluasi tahap pengeringan dan granulasi kering a) Tetapkan kandungan lebab optimal granul kering.

Metode seperti pisau atau kipas tubrukan. Tipe penggilingan.c) Evaluasi bobot jenis granul kering . Semakin besar jumlah yang ingin dikeringkan. Granul berukuran lebih besar umumnya terdisentegrasi dengan kecepatan lebih lambat daripada granul berukuran lebih kecil. kecepatan penggilingan dan penapis alat penggiling merupakan parameter kunci dalam menghasilkan distribusi ukuran partikel yang dikehendaki. Aliran udara yang sesuai diperlukan untuk menghilangkan udara lembab dari granul basah  Suhu masuk. suhu udara yang masuk ke alat pengering merupakan faktor penting untuk menetapkan efisien pengeringan  Efisiensi alat pengering.bobot jenis granul kering berhubungan dengan ketebalan tablet. Laju disolusi berbanding lurus dengan luas permukaan partikel terlarut c) Disintegrasi granul. semakin banyak lembab yang akan dihilangkan pada pengeringan  Suhu keluar 4. Efisiensi alat pengering dan pengaruh efisiensi alat pada produk sedang dikaji. Jika zat aktif tidak larut dalam air. Lihat penjelasan tentang suhu masuk.granul yang higroskopis kemungkinan memiliki aliran granul yang buruk sehingga dapat menimbulkan masalah keseragaman kandungan dan keseragaman bobot tablet . mesh kawat atau lempeng penapis padatan. Bobot jenis dapat berubah ubah jika distribusi ukuran partikel berubah d) Tentukan kondisi alat atau kondisi instrumen yang diperlukan untuk meningkatkan pengeringan optimum?  Aliran udara. dan kecepatan pengisian produk kedalam alat penggiling sangat memengaruhi distribusi ukuran partikel yang dikehendaki b) Disolusi (jika diperlukan). d) Penyerapan lembab versus pesen kelembaban relative selama periode 24 jam memengaruhi sifat aliran serbuk. Pelaksanaan penggilingan untuk granulasi kering a) Distribusi ukuran partikel.  Berat granul yang dikeringkan. ukuran partikel yang besar dapat menyebabkan lajunya disolusi yang diperlama.

Kempa langsung a) Pelaksanaan pencampuran sama dengan penjelasan evaluasi dan seleksi proses poin 1 b) Karakteristik serbuk sama dengan penjelasan evaluasi dan seleksi proses poin 5 c) Pengempaan tablet sama dengan penjelasan poin 5 diatas d) Penyalutan tablet dapat dilihat pada poin 7 berikut .karakteristik produk atau proses berikut hendaknya dievaluasi : a) Tampilan tablet b) Mutu warna c) Stabilitas d) Penyerapan lembab versus persen kelembaban relatif dalam periode 24 jam dan 1 minggu. Pengempaan tablet (inti ) Selain berbagai karakteristik yang dibicarakan terdahulu . peningkatan friabilitas. efek negatif yang dapat terjadi antara lain pelunakan tablet. g) Daftar persyaratan khusus yang diperlukan h) Kecepatan optimal mesin tablet i) Bandingkan pengoperasian mesin yang memiliki rotasi berkecepatan tinggi dengan mesin yang memiliki rotasi berkecepatan rendah 6. Jika penyerapan lembab lebih dari 2-5%. bercak bercak. 5.e) Ketermampatan tablet tanpa lubrikan dan pengisi lain yang direkomendasikan. monogram terkikis dan dapat berakibat penurunan stabilitas e) Aliran serbuk dari corong dipengaruhi oleh ukuran granul dan kandungan lembab f) Pemisahan atau keseragaman dalam bingkai pengisi pada mesin tablet.

j) Tentukan jumlah bahan subsalut optimum yang diperlukan dalam tiap penyalutan. Pengeringan pada suhu terlalu tinggi dapat menyebabkan kristalisasi ingredien selama tahap subsalut dan tahap pengkilatan. menghasilkan sistem lepas lambat atau identifikasi produk f) Tentukan pengaruh laruan salut penutup inti tablet pada kekasaran permukaan tablet. k) Tentukan jumlah bahan subsalut yang akan berlebihan.7.yaitu penanganan bahan ke dan dari panci penyalutan.meningkatkan stabilitas. misalnya panci 24 inci dan 48 inci d) Bandingkan kedua pelaksanaan penyalutan tersebut dan tetapkan apakah prosedur memadai. apakah untuk menutupi rasa .apakah rpm panci sudah tepat? e) Pikirkan tujuan penyalutan tablet. Hal ini penting untuk memastikan salut yang dihasilkan licin dan merata. muatan panci yang tepat . penjelasan sama dengan poin f. Jika salut penutup tidak halus. . Berapa kali proses penyalutan perlu dilakukan? l) Tentukan kondisi pengeringan yang optimum.kecepatan dan baffle (pengaduk) untuk memperoleh agitasi tablet yang baik c) Evaluasi prosedur penyalutan setidaknya didalam dua panci yang memiliki ukuran berbeda. h) Tetapkan pengaruh larutan subsalut inti yang disalut pada kekasaran permukaan tablet. i) Tetapkan kecepatan penyalutan bahan subsalut (larutan dan serbuk tabur).keretakan salut penutup akan memungkinkan penetrasi lembab kedalam inti tablet pada tahap penyalutan berikutnya sehingga dapat mengakibatkan penurunan stabilitas. Penyalutan tablet (jika diperlukan ) a) Kaji ulang prosedur yang direkomendasikan oleh grup formulasi b) Tegaskan apakah prosedur dengan alat skala penuh sudah memadai . ketidaksempurnaan akan terbawa terus sampai ke produk jadi g) Tentukan keutuhan salut yang dihasilkan oleh salut penutup atau impermeabilitas salut penutup terhadap lembab.

Jika waktu disintegrasi atau waktu hancur tinggi. Bagaimana kisaran beban kerja. Alat pencampur (Blending equipment) a. Bagaimana kapasitas kerja alat? b. kecepatan pengeringan. Alat granulasi a. perlu dipertanyakan apakah terlalu banyak salut penutup diberikan? n) Friabilitas tablet yang tersalut sebagian. Apa ciri atau keistimewaan yang dimiliki oleh alat-alat yang memudahkan penanganan serbuk. kecepatan rotasi panci. Satu efek negatif dari keadaan ini adalah tablet dapat memiliki friabilitas lebih tinggi daripada yang seharusnya. o) Tentukan kecepatan penyalutan bahan untuk penyelesaian akhir (finishing). dan pengeluaran otomatis seperti Vac-U-Max. Pemberian subsalut memungkinkan lembap berpenetrasi ke dalam inti. dan jumlah agitasi dalam panci? Berapa banyak residu pelarut dalam tablet? Evaluasi peralatan 1. Hal ini dapat mengakibatkan tablet menjadi sumbing pada tahap penyalutan berikutnya. Berapa kecepatan penyalutan. Dapatkah vakum dipasangkan pada alat itu? g. c. Gemco Valvess? e. Bagaimana kapasitas kerja alat? . Bagaimana kondisi pengeringan optimum? p) Pemolesan tablet     Ukuran tablet bersalut Residu pelarut q) Apabila digunakan salut selaput. jumlah agitasi.m) Uji waktu hancur tablet yang tersalut sebagian. Pengujian ini dapat berfungsi sebagai salah satu cara cepat menilai keutuhan salut. pengisian. Apakah alat beroperasi lebih efisien bila serbuk berbobot jenis kecil. yaitu muatan alat pencampur yang tepat untuk memastikan keseragaman campuran yang baik. Apakah alat dapat memanaskan campuran serbuk jika diperlukan berfungsi sebagai pengering dan sebagai granulator?apakah metode pemanasan menggunakan listrik atau uap? f. d. Apakah alat itu mempunyai kapasitas membasahi campuran serbuk? 2.

memerlukan gaya kempa yang signifikan (lebih besar dari 5-25kg). apakah dengan metode planetary. Apakah jenis kemampuan pengisian serbuk yang dimiliki alat?Dapatkah kemampuan ini diubah atau diatur?Misalnya. teknik lapisan mengalir (fluid bed)? 3. plow. Berapa banyak tablet yang dibuat untuk memenuhi perkiraan penjualan (sales forecast)? b. 4.b. Berapa kisaran gaya kempa alat?Beberapa produk. Berapa lama waktu tak kerja f. Apakah sudut kemiringan (pitch) panci dapat diubah-ubah? d. Ini kemungkinan diperlukan untuk memperoleh penyalutan tablet yang baik dalam panci sehingga menghasilkan lapisan larutan salut yang seragam pada semua tablet. . Apakah alat itu dapat mengeringkan granul setelah proses granulasi selesai?Bagaimana efisiensi pengeringan dibandingkan teknik yang lebih konvensional (teknik penampan. Alat tablet a. pemberian gaya dibawah alat pengisi (force below feeder). bingkai pengisian terbuka (open feed frame). Berapa lama peralatan e. Apakah alat hanya membasahi serbuk dengan menggunakan gaya geser minimal untuk menyatukan zat penggranulasi dan lapisan serbuk atau apakah alat itu mempunyai gaya geser yang tinggi untuk “menambahkan” larutan granulasi ke dalam campuran serbuk? e. Berapakah kisaran kapasitas beban kerja panci? b. Bagaimana metode pencampuran?Sebagai contoh. Penyalutan tablet a. Apakah alat itu memerlukan h. Bagaimana kondisi udara masuk (volume dan suhu) dan vakum yang diperlukan untuk mengoperasikan panci salut secara optimum?Persyaratan untuk kebutuhan ini dapat melebihi kapasitas yang tersedia dalam pabrik. atau chopper? c. d. Apakah alat dapat melakukan i. terutama tablet besar atau bongkah (slug). Apakah panci salut mempunyai kapasitas penggerak yang berubah-ubah (variabel drive). Apakah alat-alat itu g. Berapa jumlah stasiun kempa yang diperlukan untuk menghasilkan kuantitas tablet yang dikehendaki? c. c. Apakah alat itu memadatkan serbuk selama granulasi?Apakah proses memerlukan alat yang demikian? d.

serta pengendalian proses secara statistic melalui pengujian selama proses dan pengujian produk jadi. Apakah alat salut untuk penyalutan gula dapat digunakan juga untuk penyalutan selaput?jika alat bisa digunakan untuk kedua proses ini. f.system proses dan pengendalian pada desain dan validasi diteliti agar derajat kepercayaan yang tinggi dapat ditetapkan sehingga semua unit yang dibuat secara individual dari suatu bets atau bets berturut-turut memenuhi spesifikasi yang dapat diterima. cendawan atau bulat?Karakteristik bentuk panci akan mempengaruhi tingkat agitasi dan arah aliran tablet dalam panci. termasuk pemilihan komponen dan bahan bermutu. POKOK-POKOK PENTING VALIDASI PROSES KONSEP DASAR PROSES VALIDASI Menurut FDA (Food and Drug Administrasion) Amerika Serikat.e. Jadi . desain produk dan proses yang memadai. pengeluaran modal tentu saja akan berkurang. desain yang lain harus dipertimbangkan. Menurut praktik pembuatan yang baik dan mutakhir dari FDA (FDA’s Current Good Manufacturing Prctices) bahwa prosedur pengendalian harus ditetapkan untuk memantau keluaran dan untuk memvalidasi daya guna dari proses pembuatan yang mungkin bertanggung jawab . g. Jika panci tidak dapat dipasangi pelat penahan. Susunan atau bentuk pipa semprot harus didesain sedemikian rupa untuk memastikan cakupan semprotan yang memadai pada lapisan tablet. Apakah mungkin memodifikasi panci dengan memasang pelat penahan (buffle)?pelat penahan pasti diperlukan untuk memastikan tablet teragitasi dengan baik di dalam panci. Bagaimana bentuk panci salut?Apakah oval. jaminan muti diperoleh dari perhatian (dan sistemik) yang teliti pada sejumlah factor penting.

memantau. 6. 3. Butir (i) dan (iii) biasanya dikaitkan dengn perubahan variabilitas dalam proses pembuatan. Penetapan karakteristik spesifikasi dan karakteristik daya guna. Laju dan waktu disolusi 5. Prosedur pengendalian mutu konvensional untuk pengujian produk jadi meliputi tiga tahap dasar. Kualifikasi dan validasi fasilitas pemrosesan dan peralatannya. Mengaudit. Prosedur pengendalian harus mencakup. empat tahap tambahan berikut ini telah dimasukan. 1. kecukupan pencampuran untuk menjamin keseragaman dan homogenitas dianggap merupakan pertimbangan perhatian prioritas tinggi. 2. untuk memastikan agar pengujian produk memenuhi spesifikasi. Pemilihan metodologi. Berkenaan dngan keseragaman kandungan dan pengendalian potensi unit (butir iii). Waktu desintegrasi 3.terhadap perubahan-perubahan (variabilitas) dalam karakteristik bahan dan produk (sediaan) obat dalam proses. Pengujian sediaan obat jadi meggunakan metode analisis dan pengujan yang divalidasi untuk menjamin bahwa sediaan obat jadi memenuhi spesifikasi. kesempurnaan atau pH larutan Empat butir pertama di atas secara langsung dihubungkan pada pembuatan dan validasi bentuk sediaan solid. PENDEKATAN TOTAL VALIDASI PROSES FARMASETIK . sedangkan butir (ii) dan (iV)biasanya dipengaruhi oleh pemilihan seleksi bahan dalam formulasi produk. tetapi tidak terbatas oleh hal-hal berikut. Rekualifikasi dan revalidasi jika terdapat suatu perubahan yang signifikan dalam sediaan atau proses pmbuatan. 4. Kualitikasi dan validasi proses pembuatan melalui cara yang tepat. 5. Kecukupan pencampuran untuk memastikan keseragaman dan homogenitas 4. mengambil sampel atau menantang tahap penting dalam proses untuk kesesuaian dengan spesifikasi. apabila sesuai 1. peralatan dan instrumental yang sesuai. Dengan munculnya konsep validasi proses farmasetik. 7. Keragaman bobot tablet atau kapsul 2. Kejernihan.

Suatu daftar pengecekan validasi dan dokumentasi pengendalian dan berkenaan dengan CGMP disajikan dalam tabel. subbagian lain dari dalam CGMP dapat diterapkan secara langsung pada pembuatan bentuk sediaan solid. instalasi fasilitas. pengisian dan penutupan H Penyimpanan distribusi (penahanan) dan Fasilitas I Pengendalian laboratorium Metode analitik . pendekatan validasi yang komprehensif berkenaan dengan tiap subbagian dokumen CGMP telah diadopsi oleh banyak perusahaan farmasi. kemasan steril. validasi. Walaupun bukan suatu persyaratan khusus dari peraturan mutakhir. bahan /  produk selama proses  F Pengendalian produksi dan proses System pengendalian proses (instrumentasi dan computer) G Pengendalian pelabelan pengemasan dan Depirogenasi. Tabel 1. Daftar Pengecekan Validasi dan dokumentasi Pengendalian Subbagian A Seksi dari CGMP Pendahuluan Dokumentasi VAlidasi dan Pengendalian Ketetapan fugsi-fungsi jaminan dan validasi proses B Organisasi dan personel Ketetapan kualifikasi C Gedung dan fasilitas    D E Peralatan Instalasi kualifikasi Pemeliharaan dan sanitasi Pengendalian mikroba dan hama pabrik. Selain subbagian M (sterilisasi). Seluruh sub bagian B sampai sub bagian M dokumen CGMP dapat dianggap sebgai suatu kumpulan prinsip yang dapat diterapkan kepada proses pembuatan secara keseluruhan.Dasar khusus untuk mensyaratkan suatu kumpulan pedoman validasi proses yang terpisah belum tersedian karena dasar validasi proses telah diwujudkan didalam tujuan dan lingkup CGMP. pengendalian dan juga rekualifikasi dan revalidasi. dan fasilitas instalasi dan Metode instalasi kualifikasi pembersihan Komponen yang masuk Pembuatan produk nonsteril Pengendalian bahan mentah. yaitu bentuk sediaan solid atau prduk (sediaan) obat lain sehingga dapat menjadi sasaran subbagian terhadap subbagian lain pada penerapan prinsip kualifikasi.

dan vakum       M Sterilisasi LPVS Otoklaf dan proses Parametric Fasilitas aseptic Peralatan Filter sterilisasi Tabel 2. fasilitas. produk . panas. penanganan udara. system pendukung) Prosedur (metode) (pembuatan dan gedung. Matriks Validasi Proses dan Daftar Pengecekan Kegiatan untuk Dipertimbangkan Kualifikasi Instalasi Kalibrasi Sertifikasi Validasi pembuktian Pengendalian Monitor Sampel Audit Pengujian Personel (tenaga kerja) Rekualifikasi dan Revalidasi (system manusia) Bagian (komponen dalam proses. peralatan. jadi) Proses (mesin.J K Catatan dan laporan System computer Sediaan obat yang dikembalikan dan Pemrosesan ulang bets diselamatkan L Mutu udara dan air System perlakuan air dan uap.

dan catatan yng berkaitan dengan pembuatan dan pengendaliannya. dan juga bahan yang digunakan berkaitan dengan pengendaliannya. 3. Oleh karena itu. vakum. meliputi: 1. catatan) CGMP juga dapat dipandang terdiri dari empat unsure pokok. Proses Gedung. empat usur CGMP yag tertera di atas dapat dikombinasikan dengan empat unsure validasi proses farasetik (yaitu kualifikasi. telah berubah mejadi kata kerjatindakan (action verb) (memfalidasi) oleh fungsi jaminan mutu dari banyak perusahaan farmasi. air. instrumentasi dan system pendukung (panas. pengendalian. Jadi. tidak mengherankan bahwa validasi proses menjadi suatu cara untuk jaminan mutu terkini dalam melaksanakan tanggung jawabnya pada CGMP.pengendalian dokumentasi. dokumentasi. penerangan) yang digukan berkaitan dengan proses pembuatan dan pengendaliannya. Konsep validasi proses. PENGORGANISASIAN VALIDASI Misi jaminan mutu dalam kebanyakan perusahaan farmasi dewasa ini telah tumbuh secara cepat dengan munculnya validasi proses. 2. yang berasal dari kata benda (validasi) pada tahun 1970. dan revalidasi) ke bentuk suatu matriks 4x4 berkenaan dengan semua kegiatan yang dapat dianggapberkaitan dengan pembuatan dan pengendalian tiap sediaan obat. Bagian Bahan mentah dan komponen yang digunakan berhubungan dengan pembuatan dan pengemasan produk sediaan obat. Prosedur Lembar kerja. Personel System manusia dan tenaga kerja yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai tugas dalam fungsi pembuatan dan pengendalian. . udara. fasilitas. Jaminan mutu pada awalnya diorganisasikan sebagai tanggapan yang logis pada kebutuhan untuk menjamin agar CGMP dipenuhi. peralatan. Contoh matriks validasi proses tersebut menyajikan suatu daftar pengecekan kegiatan sederhana untuk dipertimbangkan berkaitan dengan prinsip umum validasi proses. 4. validasi.

fasilitas dan peralatan merupakan tanggung jawab fungsi pengembangan produk dan prosesung jawab fungsi pengembangan produk dan proses. Pea tersebut mampu memeriksa urutan logis kejadian utama atau kejadian penting (keduanya pararel dan serangkaian) yang terjadi sepanjang waktu pengenalan produk baru.Konsep pemisahan tanggung jawab validasi dapat digunakan untuk membangun suatu peta waktu kemajuan validasi (tabel 3). Jaminan mutu Menetapkan penetapan protocol validasi yang disetujui dan melaksanakan validasi proses dengan pemantauan. fasilitas. Peta ini sama dengan peta Gantt yang disusun oleh Chapman. pengujian. Dalam tabel 4. Dengan kata lain. Mampu segera mengkaji ulang proses dan mengajukan protocol untuk validasi. menetapkan spesifikasi. dan system pendukung. . Tabel 3. untuk kesesuaian dengan batas desain. Konsultan Individu atau kelompok orang yang digaji oleh perusahaan farmasi berbasis kontraktual Tugas konsultan antara lain: a. Pengembangan Desain. penetapan informasi kemampuan proses. system pendukung dan prosess pembuatan khusus di dalam desainnya. agian teknik dan pembuatan. dan mengkualifikasi proses pembuatan di dalam desain. spesifikasi dan/atau persyaratan. peralatan. sedangkan proses dan produk merupakan tang Fungsi teknik dan pengembangannya bersama dengan jaminan mutu digunakan untuk penyiapan protocol validasi selama tahap kualifikasi pengembangan produk dan proses. Tanggung Jawab Khusus Masing-masing Struktur Organisasi di dalam Ruang Lingkup Validasi Proses Teknik Instalasi. Suatu industri farmasi dalam pelasanakan validasi proses kadang-kadang mengangkat atau menunjuk: 1. mengualifikasi dan mengecek pabrik. fasilitas. dan/atau persyaratan. spesifikasi. peralatan. dan/ atau persyaratan. pengambilan sampel. menoptimasi. Pembuatan Mengoperasikan dan memelihara pabik. menantang dan/atau mengaudit proses pembuatan khusus.

b. Menerapkan pengalaman mereka yang diperolehnya dari perusahaan lain dan bidangbidang prmasalahan yang tidak diantisipasi oleh industri itu sendiri. 2. Satuan tugas Satuan tugas terdiri dari personel perusahaan farmasi itu sendiri, yang ditugasi dalam upaya validasi. Individu ini ditunjuk / diambil dari berbagai divisi dan dalam perusahaan itu sendiri. Apabila pekerjaan validasi dilakukan oleh kelompok personel, kelompok tersebut berlaku sebagai komite yang terdiri dari anggota tiap produksi, teknik, jaminan mutu serta bagian penelitian dan pengembangan. Jadi, suatu pemikiran luas dapat dikumulkan berkenaan dengan persyaratan validasi dan keberterimaan data yang diperoleh oleh ketua komite bertugas mendelegasikan pekerjaan kepada anggota komite lainnya, Keuntungan dengan adanya satuan tugas, antara lain: a. Anggota satuan tugas membawa pengalaman dari suatu jajaran rentang bagia atau departemen yang menetapkan topik yang berkaitan. Dengan cara ini, keperluan mengkaji seorang profesional purnawaktu yang hanya untuk pekerjaan validasi dapat dihindari. Jika pekerjaan mereka telah selesai, mereka dapat kembali ke pekerjaan semula. b. Anggota satuan tugas dapat diganti tergantung pada pekerjaan yang dilakukan. Hal ini penting, jika misalnya produk parenteral dan bentuk sediaan solid diinvestigasi oleh satuan tugas yang sama. Pada umumnya, persyaratan untuk validasi produk steril secara signifikan berbeda dari persyarayan validasi untuk produk nonsteril. 3. Kelompok pengabdi (The Dedicated Group) Kelompok ini terdiri dari serangkaian orang yang tugas pokokny adalah validai. Bagian atau divisi validasimerupakan subkelompok di dalam departemen lain yang lebih besar, tetapi biasanya subkelompok ini bersifat otonom. Keuntungan tipe organisasi ini adalah bahwa personel dalam kelompok tersebut benar-benar mengabdi pada validasi dan bertanggung jawab terhadap upaya validasi tersebut. Hal ini berpengaruh untuk menghasilkan cara yang baik untuk mengkaji ulang system pembuatan dan pengembangan produk pada permulaan upaya validasi. Perencanaan (penjadwalan) interaksi dengan produksi dan jaminan mutu sangat penting dan menjadi bahan pertimbangan. Penggunaan kelompok pengabdi inimemberi kesempatan untuk suatu kaji ulang situasi yang lebih baik dan mengeliminasi system pelaporan ganda yang dapat menimbulkan kepentingan yang berlawanan.

VALIDASI PROSES-URUTAN PRIORITAS Karena keterbatasan sumber, validasi seluruh jalur produk perusahaan secara serentaak tidak selalu mungkin dilakukan. Dengan perkecualian yang jelas, produk perusahaan yang paling menguntungkan harus diberikan prioritas yang lebih tinggi dan dianjurkan menyusun suatu daftar kategori produk yang akan divalidasi. Berikut ini rekomendasi urutan kepentingan atau prioritas yang berkenaan dengan validasi. 1. Produk steril dan prosesnya a. Parenteral volume besar (PVB) b. Parenteral volume kecil (PVK) c. Produk untuk mata dan produk steril lainnya (termasuk solid) 2. Produk nonsteril dan prosesnya a. Sediaan oral solid (tablet dan kapsul) berdosis rendah atau berpotensi tinggi b. Zat aktif dengan masalah stabilitas c. Tablet dan kapsul lain d. Cairan oral dan topical Dalam beberapa sediaan farmasi, pekerjaan validasi meliputi semua segi fasilitas pembuatan. Hal ini tercakup dalam tabel 5 Tabel 5. Lingkup Pekerjaan Validasi Pekerjaan validasi Personel Kualifikasi, tanggung jawab Diuji untuk

Gedung

Desain, konstruksi

Servis

Air {kota (PAM), air,deionisasi, suling, air untuk injeksi, penerangan, pemanasan/pendinginan pembersihan, pembuangan sampah, sanitasi}.

Peralatan

Desain, ukuran, lokasi, bahan konstruksi, gambar pabrik, penggantian suku cadang, pemelihaaan, parameter operasional, pemberishan

Bahan mentah dan komponen

Pengendalian, pengujian, penyimpan, audit penjual

Prosedur

Prosedur operasional baku, petunjuk pembuatan pengambilan

sampel, perhitungan hasil, pembuatan waktu pemrosesan, kontaminasi ukuran mikroba, pemrosesan ulang

Kemasan/ pemberian label

Bahan, penerbitan/pemberian label, tanggal kadaluarsa

Gudang/distribusi

Prosedur umum

Pengendalian laboratorium

Pengujian, pelepasan, uji stabilitas, pengujian khusus, sampel cadangan, dll

Catatan dan laporan

Pembersihan dan penggunaan peralatan, wadah komponen, tutup, label, pengendalian produksi bets dan bets induk, kaji ulang catatan produksi, laboratorium, catatan distribusi dari keluhan, pengembalian produk.

PERCOBAAN (PILOT), PENINGKATAN SKALA (SCALE-UP), dan VALIDASI PROSES Pelaksanaan ini biasanya dilakukan oleh fungsi pengembangan sebelum pembuatan betsproduksi percobaan pertama. Aktivitas kegiatannya antara lain 1. Desain, seleksi, dan optimasi formulasi 2. Pembuatan bets percobaan laboratorium pertama 3. Pelaksanaan pengujian awal stabilitas yang dipercepat 4. Jika formulasi dianggap stabil, pembuata bets percobaan laboratorium tambahan dari sediaan obat untuk penggunaan nonklinis dan/atau klinis yang diperluas\ Program percobaan didefinisikan sbagai pelaksanaan peningkatan skala yang dilakukan selanjutnya pada produk dan prosesny, menunda pengembangan di laboratorium dan sebelum penerimaannya olh unit pembuatan produksi penuh. Agar program percobaan berhasil, unsure-unsur validasi proses, yaitu studi kualifikasi proses dan produk, harus dicakup dan dislesaikan selama fase pengembangan atau fase pekerjaan percobaan laboratorium. Jadi, proses, peningkatan skala produkdan validasi prosesdarus diteruskan dalam tahap-thap terbagi (graduated step) dengan unssur-unsur validasi proses (seprti kualifikasi) dimasukan pada tiap tahapprogram percobaan, antara lain 1. Bets laboratorium

Persyaratan inventaris untuk studi klinis dan nonklinis Studi kualifikasi proses atau kemampuan proses biasanya dimulai dalam tahap kedua program percobaan yang penting ini. Pekerjaan dilakukan dalam laboratorium pengembangan. persyaratan. Studi kualifikasi atau studi kemampuan tersebut terdiri dari lingkup proses. 2. Jumlah dan ukuran bets percobaan laboratorium sebenarnya dapat beragam berhubungan dengan satu atau lebih factor berikut ini a.000-50. Formula yang diseleksi ditandai dengan bets laboratorium (satu kali) biasanya 3-5 kg solid atau semisolid. 30-50 liter atau 30. 3-5 liter cairan atau 3000-5000 unit tablet atau kapsul.000 unit. Peralatan percobaan biasanya dibuat dalam ukuran kecil pada suatu area laboratorium pengembangan sesuai CGMP. Dua pilihan organisasi percobaan ditunjukkan terpisah dalam gambar berikut: yang . Bets percobaan laboratorium (sepuluh kali) merupakan peningkatan skala penggandaan pertama (firs replicated) dari formula yang telah ditetapkan. Ukuran beerts percobaan biasanya 30-50 kg. Produksi percobaan Fase produksi percobaan dapat dilakukan dengan baik sebagai suatu tanggung jawab bersama antara laboratorium pengembangan dan rekan sejawat pembuatan yang sesuai atau sebagi suatu pembuktian proses dari pabrik percobaan atau fungsi pengembangan proses terpisah yang ditetapkan. didasarkan pada pengujian dicepat. Ketersediaan peralatan b. Biaya bahan mentah d. tahap berikutnya dalam proses peningkatan skala adalah pembuatan bets percobaan laboratorium (sepuluh kali). Ketersediaan zat aktif obat c. dan/atau spesifikasi awal tertentu yang telah disetujui. Bets percobaan laboratorium Setelah bets laboratorium (satu kali) diketahui stabil secara fisik dan secara kimia. suhu ditinggikan (yaitu 1 bulanpada 45oC atau 3 bulan pada 38oC atau 80 % lembap relative).Tahap pertamadalam proses peningkatan skala adalah seleksi formula pendahuluan yang sesuai untuk studi dan pengujian yang lebih kritis didasarkan pada criteria dsain. dan optimalisasi proses sebagai suatu prasyarat untuk program validasi yang lebih formal dan kemudian menyusul dalam urutan percobaan. 3. karakteriasi proses.

Pembentukan pabrik percobaan terpisah atau unit pengembangan proses terpisah lebih dipilih dalam tahun-tahun terakhir ini karena sangat cocok untuk melakukan kualifikasi proses dan/atau tugas validsi dalam waktu yang tepat. misalnya dalam ukuran 300-500 kg. Studi validasi tambahan akan diperlukan jika dibutuhkan produksi farmasetik yang mampu meningkatkan produk dan proses sampai ukurah bets yang lebih besar atau produk memerlukan keluaran produksi yang luas atau ukuran bets berubah secara signifkan (misalnya limaratus aau seribu kali). sampai. Untuk kebanyak produk sediaan obat.Laboratorium pengembangan Pabrik percobaan (a) Produksi Permintaan bets percobaan Laoratorium pengembangan Laporan penyelesaian bets percobaan Produksi (b) Gambar: Pilihan percobaan utama. hal ini menunjukkan suatu bets produksi penuh dalam peralatan produksi standar. Dipihak lain. Tambahan lagi. Peningkatan skala produksi besar biasanya dilakukan hanya setelah pengenalah produk. pemeliharaan pelaksanaan percobaan bersama mengadakan komunikasi langsung antara laboratorium pengembangan dan produksi farmasetik. 300-500 liter.000-500. (a) Konsep teknik pada fungsipabrik percobaan terpisah dan (b) Plaksanaan percobaan bersama (joint pilot operation). atau 30.000 unit berbentuk sediaan (tablet atau kapsul). Tujuan berts percobaan produksi adalah untuk meningkatkan skala produk dan proses berdasarkan urutan besaran yang lain (seratus kali). ukuran bets percobaan produksi (seratus kali) yang sebenarnya dapat berubah-ubah .

Tiga bets percobaan produksi yang berhasilbiasanya dipersyaratkan untuk tujuan validasi. Suatu perkiraan jadwal waktu untuk pengembangan produk barudan program percobaan peningkatan skalanya disarankan dalam tabel berikut Tabel . bets percobaan pertama dan program validasi prosesnya. penambahan bets percobaan produksi yang diperlukan tergantung pada keberhasilan penyelesaian. Akhirnya. Sebagai rigkasan. staudi kemampuan proses dimulai ndalam laboratorium pengembangan dan/atau selama pengembangan produk dan proses berlanjut dalam tahap-tahap yang benar-benar ditetapkan sampai proses divalidasi dalam pabrik perbobaan dan/atau produksi farmasetik.dikarenakan ketersediaan peralatan dan bahan mentah. Perkiraan Jadwal Waktu Untuk Pengembangan Produk Baru Dan Percobaan Peningkatan Skala Peristiwa       Seleksi dan pengembanga formula Pengembangan metode analisis dan optimasi formula Pemeriksaan stabilitas dalam kemasan standar 3 bulan (satu kali ukuran) Bets laboratorium percobaan (sepuluh kali ukuran) Pembuatan dan pelepasan suplai klinis (sepuluh kali ukuran) dan penetapan kualifikasi proses Uji stabilitas tambahan dalam kemasan yang disetujui: 6-8 bulan periksa (satu kali ukuran) 3 bulan periksa (sepuluh kalai ukuran)    Protokol validasi dan permintaan bets percoban Bets produksi percobaan (seratus kali ukuran) Uji stabilitas pecobaan dalam kemasan yang disetujui 9-12 bulan periksa (satu kali ukuran) 6-8 bulan periksa (sepuluh kali ukuran) 3 bulan periksa (seratus kali ukuran)  Panduan (manual) teknis produk sementara yang disetujui dengan perkiraan stabilitas 12 bulan (satu kali ukuran) Total 18-36 1-3 1-3 1-3 3-4 3-4 Bulan kaalender 2-4 2-4 3-4 1-3 1-4 .

Proses pembuatan secara singkat didefinisikan sebagai jalan dan cara yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. subsistem atau operasi unit proses pembuatan berlaku seperti myang dimaksudkan. Kemampuan proses didefinisikan sebagai studi yang dilakukan untuk menetapkan parameter proses yang kritis atau perubahan-perubahan (variabel) pelaksanaan yang mempengaruhi keluaran proses dan ruang lingkup data numrik untuk tiap parameter proses yang kritis yang mengakibatkan keluaran proses yang dapat diterima. penggunaan pross dasar untuk pembuatan bentuk . peralatan dan fasilitas dan system pndukung diperlukan untuk melaksanakan uji coba kualifikasi proses oleh mereka sendiri yang sebelumnya telah memenuhi syarat dan divalidasi. Pada pemeriksaan masalah yang lebih teliti. kualifikasi proses menunjukan studi atau uji coba yang sebenarnya dilakukan untuk menunjukkan bahwa semua system. proses harus secara konsisten di dalam batas yang ditetapkan dari parameter proses kritis dan karakteristik produk. Kualifikasi proses sering dihubungkan dengan kualifikasi operasional atau kualifikasi kinerja. tujuan desain dan pengujian kemampua proses adalah sebagai berikut: 1.DESAIN DAN PENGUJIAN KEMAMPUAN PROSES Uji coba validasi proses tidak pernah didesain untu gagal. Untuk menunjukan bahwa data numerik yang dhasilkan untuk tiap parameter kritis berada didalam paling sedikit pada batas kendali mutu secara statistik (±3 simpangan baku dan tidak ad penyimpangan atau penyebab variasi yang dapat diusut (assignable cause)dalam data proses) Jika kemampuan suatu proses digambaran dengan benar/tepa. peralatan. Dipihak lain. semua parameter proses kritis yang beroperasi berada di dalam batas kendali yang ditetapkan dan studi dan uji coba tersebut. fasilitas. Untuk menetapkan jumlah dan kepentingan relatif parameter kritis dalam suatu proses yag mempengaruhi mutu keluaran proses. Jalan dan pembuatan meliputi personel. Lagipula. dapat dibuktikan dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya melalui dokumentasi yang benar. Jadi. 2. kegagalan sering muncul secara langsung berkaitan dengan pengertian yang tidak lengkappada kemampuan proses uji coba kulaifikasi proses tidak secara tepat didefinisikn untuk pekerjaan yang dilakukan. Akan tetapi. Tahapan dan uruutan peristiwa yang diperlukan untuk melaksanakan desain dan pengujian kemampuan proses ditunjukkan dalam tabel 16. dan system pendukung yang diperlukan agar mengoperasikan proses dalam suatu cara yang direncanakan dan dikelola secara efektif. semua personel. kegagaln validasi proses sering disebabkan oleh gambaran yang tidak lengkap dari proses pembuatan yang dievaluasi. Oleh karena itu. yang membentuk dasar desain dan pengujian kemampuan proses.7.

ada enam unit operasi atau tahaptahap pemrosesan. Tabel 16. e.8.sediaan tablet sederhana akan menyoroti beberapa unsur penting dari kemampuan proses dan urutan kualifikasi. Variabel proses 2-5 untuk tiap unit operasi memiliki satu parameter uji utama untuk tiap pemrosesan. kemudian disusun untuk tiap operasi unit aau langkah dalam proses. c. menurut data yang ditunjukkan dalam tabel 16. Suatu parameter uji atau respons diukur secara objektif. Diagram alur yang ditunjukka dalam gambar 16. antara lain: 1. Protokol untuk Desain dan pengujian Kemampuan Proses Protokol Tujuan program percobaan Keterangan Desain dan pengujian kemampuan proses . Hal yang harus diperhatikan dalam unit operasi pertama adalah penimbangan zat aktif dan bahan inert yang tidak tertera dalam tabel 16.7. Parameter kendali (yakni variabel proses ditambah parameter uji) untuk membuat tablet kempa dengan metode granulasi basah ditunjukkan dalam tabel 16. bagian utama alat yang digunakan. metode uji dan criteria penerimaan yang diusulkan untuk bentuk sediaan jadi dibuat. memberikan garis besar urutan unit operasi yang digunakan untuk membuat suatu bentuk sediaan tablet khas dengan metode granulasi basah. Informasi dasar diperoleh dari ukuran bets laboratorium (satu kali) a. Pembuatan diagram alur proses sederhana harus ada.2. Laporan stablitas sementara tentang bets laboratorium ukuran (satu kali) dibuat. Pelaksanaan penimbangan adalah pertimbangan umum dalam semua proses pembuatan. b.2) digunakan sebagai petunjuk suatu daftar proses atau variabel berkendali. d.8. dikalibrasi terpisah secara rutin seperti dipersyaratkan pedoman CGMP. kemudian ditentukan pada tiap variabel proses. Timbangan dan alat ukur harus memenuhi syarat.8. 2. metode uji dan kriteria pemerimaan untuk tiap bahan mentah yang digunakan dalam formula yang ditetapkan. Spesifikasi kritis. Instruksi operasional rinci untuk pembuatan bers ukuran (sepuluh kali) dibuat. 3. Diagram alur yang baik menunjukkan semua unit (unit operation) dalam suatu urutan yang logis. Pada alur (gambar 16. dan tahap-tahap pelaksanaan ketika berbagai bahan ditambahkan. terkecuali pengempaan tablet (analisis tablet jadi). Daftar spesifikasi. Formula kuantitatif diskalakan sampai bets ukuran sepuluh kali dan alas an untuk mengadakan seleksi bhan yang inert.

matriks yang berpengaruh. pengemasan Diagram aliran. presisi akurasi Definisi variabel proses. peralatan atau bahan selama proses. selang-seling. penghilangan sumber variasi Replikasi bets percobaan Pergeseran kerja (shift) dan hari yang berbda. penetapan sampel dan pengujian. batas ekonomi dan proses Prosedur operasional baku yang direkomendasikan. fasilitas dan peralatan yang berbeda Kebutuhan untuk redefinisi Analisis data. pengisian. peralatan.Tipe proses Proses khas Definisi proses Bets. modifikasi matriks yang berpengaruh reklasifikasi variabel kemampuan proses Kemampuan proses dari proses Stabilitas keluaran proses. sumber variasi Uji coba bets percobaan Penetapan pelaksanaan yang stabil/ diperpanjang. histogram. fisik Metode. kesesuaiaan terhadap spesifikasi yang dievaluasi Laporan akhir dan rekomendasi yang ditetapkan. urutan waktu. peta kendali). kontinu Kimia.8. potensi. batas pada penyesuaian proses. bahan yang berbeda. Parameter Pengendali untuk Pembuatan Bentuk Sediaan Tablet Metode Granulasi Basah Unit operasi Serbuk (pencampuran) Variabel proses prabaur Waktu pencampuran Kecepatan pencampuran Ukuran beban Pembaur granulat Waktu granulasi Kecepatan granulasi Ukuran beban Kecepatan penambahan cairan Jumlah cairan Granulasi kering Lama pengeringan Suhu masuk (inlet temperature) Kandungan lembab Titik akhir “watt meter” Analisis campuran Parameter uji untuk keseragaman . analisis factorial fraksional Kaji ulang dan analisis data Plot data (plot X-Y. produk jadi Definisi keluaran proses Definisi metode pengujian Analisis proses Parameter. spesifikasi yang direkomendasikan Tabel 16. farmasetik. ketelusuran kalibrasi. hasil.

Ukuran beban Penghalusan granulasi Kecepatan pemberian masukan (kecepatan pemasukan granul kasar) Kecepatan menggiling Ukuran kaca pengayak Pencampuran (blend mix) Lama pembauran Kecepatan blender (mesi baur) Ukuran beban Pengempaan tablet Gaya kompresi Kecepatan tekanan Waktu disolusi Keseragaman dosis Keseragaman bobot Waktu disolusi Waktu hancur Kekerasan Analisis keseragaman bauran (blend) Distribusi ukuran granul .

.nnnn Hasil parameter yang dicatat harus dibandingkan dengan angka/bilangan (figures) yang telah dinyatakan dalam protokol pengujian dan informasi yang tersedia dari pekerjaan peningkatan skala. Selanjutnya. Dengan kata lain... Diagram alur proses untuk pembuatn bentuk sediaan tablet dengan metode granulasi basah . penerimaan (acceptability) hasil harus ditetapkan. metode ...Timbangan zat aktif + pengisi dalam drum Rm3 Serbuk prabaur (preblend) dalam mesin pencampur vertical Rm10 Bauran granulasi dengan mixergranulator Rm6 Tambahkan cairan dalam tangki Sm Pengeringan Rm8 dengan pengering lapis mengalir Rm8 Penghalusan granul dengan kominutor Rm8 Pencampurbauran dengan blender – V Rm5 Tambahkan lubrikan di dalam drum Tablet kempa dengan mesin rotary Rm4 Gambar 16.2. Jika perlu..... peralatan. hasil dibandingkan dengan ukuran yang telah dinyatakan sebelum pengujian dimulai.

5. 3. 8. Validasi Proses Konkuren Validasi ini menetapkan bukti terdokumentasi bahwa proses berada dalam suatu keadaan terkendaliselama penerapan proses sebenarnya. VALIDASI PROSES Ada tiga kemungkinan melakukan tiga tipe program validasi yang berbeda. . 6. Laporan ke pabrik percobaan (pilot plant) (RPP) mencakup pengalaman riset dan pengembangan dari departemen formulasi 2. jika perlu. Laporan untuk spesifikasi produk (RPS). DOKUMENTASI Dokumentasi yang diperlukan selama pengorganisasian validasi merupakan bagianpokok pekerjaan. Ketiga tipe tersebut didefinisikan secara singkat di bawah ini: 1. Laporan teknis umum (GTR) memerinci pekerjaan validasi selama peningkatan skala. 2. Kebanyakan upaya validasi memerlukan beberapa tingkat eksperimentasi prospektif untuk menghasilkan data pendukung validasi. 4. Berbagai tipe dokumentasi diperlukan. Petunjuk pernbuatan yang digunakan oleh departemen produksi. dan latar belakang alasan perubahan harus didokumentasikan. contohnya: 1. Prosedur operasional baku (SOP). Validasi Proses Retrospektif Data riwayat yang digunakan diambil dari Catalan bets produksi yang telah selesai untuk mengadakan bukti terdokumentasi. Validasi Proses Prospektif Validasi ini dilakukan jika suatu rencana eksperimental meminta protokol validasi dilaksanakan (mengikuti penyelesaian uji coba kualifikasi) sebelum proses dibawa ke penggunaan komersial. Laporan teknis umum (GTR) meliputi pengalaman pabrik percobaan selama peningkatan skala.pernbuatan dan tek-nik pengukuran dapat diubah untuk mengikuti tujuan yang dimaksud. Revisi laporan untuk spesifikasi (RPS) produk. 3. Hal ini biasanya dilakukanolehpelaksanaan pengujianselamaprosesdan/ataupemantauan pelaksanaan kritis selama pembuatan tiap bets produksi. Laporan teknis umum (GTR) meliputi produksi bets awal dan pekerjaan validasi yang dilakukan pada skala penuh 7. Hal ini menunjukkan bahwa proses telah berada dalam suatu keadaan terkendali sebelum permintaan untuk bukti tersebut.

5. yang akan melaksanakan bets validasi. Kegagalan dalam memenuhi persyaratan protokol validasi berkenaan dengan pengendalian proses. Res-pons keluaran harus benarbenar berada dalam spesifikasi produk jadi. Penggunaan bahan mentah dari lot berbeda harus dicakup.STRATEGI UNTUK VALIDASI PROSES Strategi yang dipilih untuk Validasi proses harus sederhana dan jelas. 2. tertera sebagai garis besar dalam Tabel 16. kecuali sampai operasional dan prosedur berikutnya 'telah diselesaikan dengan memuaskan. 4. Program validasi proses yang diformalkan tidak boleh dilakukan. yaitu zat aktif obat dan eksipien. Tahap-tahap dan urutan peristiwa yang diperlukan dalam melakukan tugas validasi proses. seleksi. 2. dan optimalisasi formula telah dilengkapi/diselesaikan. 6.9. termasuk bukti terdokumentasi statilitas produk. dan tahap-tahap pemrosesan kritis dan varia-bel proses telah diidentifikasi dan batas kendali operasional sementara untuk tiap parameter uji yang kritis telah diadakan. Informasi teknik yang memerinci tentang produk dan proses pembuatan telah diadakan. Validasi Proses Prospektif Validasi proses tipe khusus ini biasanya dilakukan dalam hubungari dengan penge-nalan produk obat baru dan proses pembuatannya. Personel operator dan penyelia. . mema-hami tentang proses dan persyaratannya. 3. Uji coba kualifikasi yang menggunakan bets percobaan laboratorium (sepuluh kali ukuran) telah diselesaikan. 3. Akhimya. 5. Desain. 4. Bets-bets harus dibuat dalam urutan dan pada hari yang berbeda dan peng-gantian pekerja (kondisi terakhir jika mungkin). Fasilitas dan peralatan memenuhi persyaran CGMP (penyelesaian dari kualifikasi instalasi) ketika validasi proses dilakukan. Masukan dan keluaran harus mengalami rekualifikasi proses dan revalidasi berikutnya mengikuti suatu analisis yang teliti dari data proses dan diskusi formal oleh tim validasi. Berikut inilima strategi yang diajukan pada validasi-proses untuk dipertimbangkan 1. Best-bets harus dibuat dalam peralatan dan fasilitas yang diperuntukkan bagi produksi komersial akhir. Validasi ini meliputi: 1. paling sedikit satu uji coba kualifikasi dari bets produksi percobaan (seratus kali ukuran) pada peningkatan skala telah dibuat dan menunjukkan bahwa tidak ada penyimpangan signifikan pada daya guna proses yang di-harapkan. Variabel proses kritis harus berada dalam lingkup operasionalnya dan tidak boleh melewati batas kendali atas dan bawah selama pelaksanaan proses.

tipe pengujian ukuran yang dilakukan. tambahan bahan. proses. Bets pertama yang dicakup dalan urutan muhgkin telah dapat disimpulkan secara berhasil dalam uji coba kualifikasi pertama pada seratus kali ukuran.Tabel 16. pengemasan. sterilisasi Diagram alur. Garis besar Tujuan program Tipe validasi Proses khas Definisi proses Definisi keluaran proses Definisi metode uji Analisis proses Keterangan Suatu bukti atau peragaan memperlihatkan bahwa proses bekerja Prospektif. konkuren. kalibrasi. produk jadi Parameter. peralatan. Garis Besar Program Validasi Proses. peralatan/bahan dalam proses. dan validasi pembuangan untuk Tanggung jawab. fisik Metode. metode. fabrikasi. tipe pengujian pengambilan sampel. ketertelusuran presisi. analisis data.7 sebeluntnya. uji coba lanjutan memerlukan lebih banyak desain dan pengujian kemampuan proses rekomendasi Tujuh prosedur yang pertama serupa dengan yang dikembangkan untuk desain dan pengujian kemampuan proses yang telah ditujukkan dalam Tabel 16. uji coba validasi dari sejumlah produk dan tipe frekuensi pengambilan sampel. potensi. otoricas Uji coba validasi Temuan validasi Laporan akhir Penyeliaan/administrasi. Tujuan validasi prospektif adalah untuk membuktikan atau memperlihatkan bahwa proses akan bekerja sesuai dengan protokol validasi yang disiapkan untuk uji coba produksi percobaan (seratus kali ukuran). peralatan. dokumentasi proses Ringkasan data.9. Dalam praktik. yang disiapkan di bawah petunjuk fungsi organisasi yang secara langsung bertanggung jawab untuk aktivitas percobaan .'definisi kriteria validasi yang berhasil. ketersediaan. kemampuan proses Batas kendali dari Ditetapkan oleh kemampuan proses desain dan program pengujian variabel kritis Pembuatan validasi protokol Fasilitas. Pengorganisasian uji coba validasi Merencanakan uji coba jadwal waktu dan peta PERT. biasanya dua atau tiga bets percobaan produksi (seratus kali ukuran) dibuat untuk tujuan validasi. dan akurasi Modul dan variabel kritis ditetapkan oleh program desain dan pengujian. retrospektif Kimia. hasil. kesimpulan dan Proses yang divalidasi. farmasetik.

peningkatan skala. Selanjutnya, pembuatan bets replikat dapat dilakukan oleh fungsi produksi farmasetik.

Validasi Konkuren Pemantauan selama proses tahap pemrosesan kritis dan pengujian produk jadi yang diproduksi mutakhir dapat memberikan bukti terdokumentasi untuk menunjukkan bahwa proses pembuatan berada dalam keadaan terkendali. Dokumentasi validasi ini dapat disiapkan dari data parameter pengujian dan sumber-sumber data dalam Tabel 16.10.

Tabel 16.10. Parameter Pengujian dart Sumber Data. Parameter uji Potensi unit rata-rata Keseragaman kandungan Waktu disolusi Keseragaman campuran serbuk Kandungan lembap Distribusi partikel atau distribusi ukuran partikel Keragaman bobot unit Kekerasan tablet Waktu hancur (disintegrasi) Sumber data Pengujan produk jadi Pengujian produk jadi Pengujian produk jadi Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses Pengujian selama proses

Tidak semua pengujian selama proses yang disebut satu per satu di atas di-persyaratkan untuk menunjukkan bahwa proses berada dalam keadaan terkendali. Pemilihan pengujian harus dibuat berdasarkan pada variabel pemrosesan kritis untuk dievaluasi. Contoh berikut ini diambil dari suatu penelitian dalam pencampurbauran solid dan digunakan untuk menggambarkan suatu metode dalam memperoleh data validasi konkuren. Investigator dari regulator (misalriya di Indonesia Badan POM) selama inspeksi pabrik farmasi akan sering meminta untuk melihat informasi validasi berkenaan dengan operasional pencampurbanaran solid dan operasional pen-campuran yang berhubungan dengan pembuatan bentuk sediaan solid.Suatu protokol validasi sederhana yang didesain di sini guna menyuplai dokumentasi validasi untuk campuran 40% serbuk penisilin G dan pengencer (pengisi) 60% laktosa dalam I suatu alat pencampurbaur produksi bentuk V 50 ft3. Protokol validasi untuk pencam-fe purbauran solid diberikan dalam Tabel 16.11. Jika pencampurbauran penisilin G dan J laktosa ditetapkan sebagai suatu tahap pemrosesan kritis dalam pembuatan kapsul f keras penisilin, protokpl yang disajikan

dalam Tabel 16.11 dapat digunakan untuk

memantau keseragaman pembauran berdasarkan salah

satu secara tetap atau berselang-seling. Dalam salah satu kasus metode pengujian selama proses yarig dibuat dari protokol tersebut dapat dianggap menjadi suatu contoh validasi konkuren. Tabel 16.11. Protokol untuk Validasi Konkuren dari Suatu Pelaksanaan Pencampuran dalam Suatu Blender Bentuk V 50 ft. Tindakan •Bagian  Rasio zat aktif/pengencer  40% aktif (dianalisis berdasarkan potensi 100% pada label • Proses      Sifatserbuk      Evaluasi lot zat aktif dan zat pengencer yang berbeda Pilihan prapencampurbauran Tipe blender Ukuran blender Ukuran beban Bentuk V 50 ft'setara dengan 1400 liter kapasitas kerja Kapasitas 65% setara dengan 450 kg campuran serbuk (bobot jenis ruah sama dengan 0,6 g/cm3)     Kecepatan pencampurbauran Pola pemuatan (loading pattern) Penguat (intensifier) Waktu campurbaur (blend time)   Agitasi tambahan tidak diperlukan Uji coba kualifikasi ditunjukkan bahwa campuran terkait dari serbuk-serbuk dicapai 15 menit  Dilapis (melalui lubang keluar yang dibalik)  8 rpm Tidak diperlukan untuk zat aktif

 Prosdur

    

Metode analisis Bobot sampel untuk dianalisis Jumlah sampel untuk analisis Pengambilan sampel Cara pengambilan sampel

   

KCKT untuk kandungan penisilin 350 mg, sama untuk kapsul jadi

30

Setelah serbuk dituang ke dalam drum 5 x 90 Kg

6 sampel diambil dari tiap drum untuk analisis (bagian atas, tengah, dan dasar)

Kriteria

Persyaratan dipenuhi jika potensi dan semua 30 sampel berada dalam batas 75,0%

penerimaan sampai 1 25% dari potensi yang tertera pada label dan analisis (assay) tidak kurang dari bets 27 sampel berada dalam batas 85,0% sampai 1 15,0% dari potensi yang tertera pada label.

Validasi Retrospektif Validasi retrospektif dipilih untuk produk yang telah mapan, yang proses pembuat-annya dianggap stabil (misalnya, pelaksanaan keadaan terkendali sudah merupakan riwayat yang lama) dan jika pertimbangan didasarkan pada ekonomi dan keterbatasan sumber saja, kualifikasi prospektif dan eksperimentasi validasi tidak dapat dibenar-kan. Sebelpm melakukan validasi retrospektif ketika nilai dalam proses dan/atau data pengujian dari bets produksi historis menjadi target analisis statistik, penggu-naan peralatan, fasilitas, dan subsistem yang berkaitan dengan proses pembuatan harus memenuhi persyaratan dan divalidasi untuk memenuhi persyaratan CGMP. Konsep penggunaan produk jadi yang terakumulasi (accumulated), dan juga data pengujian numerik angka dalam proses dan catatan bets untuk menyajikan bukti terdokumentasi produk dan/atau validasi proses pada awalnya diajukan oleh Meyers dan Simms dari Eli Lilly and Company pada tahun 1980. Konsep tersebut juga telah diakui dalam "PDA'S Guideline On General Principle of Process Validation". Dengan menggunakan data berdasarkan sis tern komputer atau metode manual, validasi retrospektif dapat dilakukan dengan cara berikut: 1. Pengumpulan nilai numerik dari catatan bets yang sudah lengkap (selesai) danmencakup nilai analisis hasil pengujian produk jadi, dan data dalam proses. 2. Data ini diorganisasi dalam urutan kronologis, sesuai dengan data pembuatan bets menggunakan suatu format lembaran-sebar. 3. Data dikumpulkan dari paling sedikit 20-30 bets yang dibuat terakhir untuk analisis. Jika jumlah bets yang dibuat kurang dari 20, semua bets yang dibuat dalam analisis dapat tercakup. 4. Pemotongandatadenganmengeliminasihasilpengujian dari tahap pemrosesan yang honkritis dan penghilangan semua informasi numerik yang tidak beralasan 5. Pemeriksaan data yang dihasilkan dari analisis dan evaluasi statistik.

2. atau dalam tahap kualifikasi dan validasi peningkatan skala untuk mengembangkan variabel proses yang paling stabil dan paling sedikit. di dalam lingkup pelaksanaan yang terbukti dapat diterima. TEKNIK OPTIMISASI Teknik optimisasi digunakan untuk menemukan formula kuantitatif yang paling mungkin baik untuk suatu produk atau kondisi serangkaian eksperimental yang mungkin paling baik (nilai . Penerbitan laporan umum (bukti terdokumentasi). Statistik dasar (pukul rata. dan analisis "Lagrangian multiple-regression . desain setengah faktorial. simpangah baku dan batas toleransi) (basic statistic) (mean. yang biasanya digunakan untuk mengoptimisasi. Teknik optimisasi dapat digolongkan sebagai Metode Statistik Parametrik dan Metode Penyelusuran (penelitian) Nonparametrik. dengan perkecualian analisis statistik dasar. standar deviation and tolerance limit) . 1. Analisis jumlah kumulatif (Gusum) (Cumulative Sum Analysis) 5. Metode Statistik Parametrik Metode Statistik Parametrik. merupakan teknik statistik yang paling berguna untuk analisis data retrospektif dan data proses konkuren. Nilai kekerasan tiap tablet 3. Dalam bab ini hanya diuraikan Metode Statistik Parametrik. Penarikan kesimpulan tentang keadaan kendali dari proses pembuatan didasarkan pada analisis data validasi retrospektif. Analisis varian (ANOVA) (analysis of variance) 3.masukan) yang diperlukan untuk melaksanakan proses. adalah desain faktorial penuh. Data keluaran berikut (respons yang diukur) dari proses pembuatan biasanya diseleksi unfuk analisis statistik. Hasil analisis individual dari pengujian keseragaman kandungan 2. Waktu disolusi pada Metode statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis data keluaran numerik dari proses pembuatan didaftarkan sebagai berikut: 1. Analisis regresi (regression analysis) 4. Analisis perbedaan kumulatif (Cumulative difference analysis) 6. desain sederhana. Teknik optimisasi dapat dilakukan dalam laboratorium untuk mengembangkan formula yang paling stabil. Peta kendali (rata-rata dan lingkup = averages and range) Peta kendali.6. kepekaan paling kecil.

5. Misalnya. 4.25 X3 10 10 10 10 32. 2. Seleksi variabel (tidak tergantung pada Xfdan tergantung pada YJ untuk diuji. Serangkaian performa eksperimen yang didesain secara Statistik (yakni faktorial 23 atau 32).5 32.25 Kekerasan tablet rata-rata (SCU) 6.5 0. persamaan polinomial didasarkan pada analisis Statistik dan analisis regresi dari data eksperimental yang dihasilkan.25 X3 0 0 1 0 0.1 7.5 25 21.25 0. Menurut Bolton.5 X2 10 55 10 32.12. Tabel 16. Seleksi desain eksperimental yang sesuai.5 X2 0 1 0 0.5 0. 6. yang digunakan berkaitan dengan contoh ini ditunjukkan pada Tabel 16. Pengembangan prediktor. Metode Parametrik paling cocok untuk mengoptimisasi formula dalam tahap awal pengembangan produk.5 Proporsi yang Diubah X1 1 0 0 0.5 25 21. 3. Pengembangan dari suatu rangkaian persyaratan yang dioptimisasi untuk formula yang didasarkan pada analisis matematik dan analisis grafik dari data yang dihasikan.5 10 32.12: : Hasil Desain Sederhana Tiga Komponen untuk Tablet.5 5.5 0.5 32.33 0.9 7.5 0 0. Pengukuran respons (variabel tidak bebas/dependent variables). Metode Statistik Parametrik adalah satu metode yang paling berguna untuk menetapkan bagian yang optimal dari karakteristik formulasi yang didasarkan pada penerapan desain matrik sederhana (simplex matrix design). Pelaksanaan nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen Eksipien X1 55 10 10 32.5 0. Garis besar singkat mengenai teknik sederhana.5 10 25 32.2 .6 6.5 0 0. formulas! dapat dikonstruksi dengan menggunakan analisis hambatan (constraint analysis) sehingga jumlah total eksipien (XJ yang ditambahkan pada campuran serbuk tidak boleh lebih dari 75 mg dari bobot tablet total 300 mg.3 6. Penerapan analisis hambatan (constraint analysis) yang telah diuraikan terdahulu digunakan untuk me-nyederhanakan protokol pengujian dan analisis hasil eksperimental.33 0.analysis".4 6. Tahap-tahap yang dicakup dalam prosedur optimisasi parametrik untuk sistem farmasetik telah secara lengkap diuraikan oleh Schwartz.3 7. Teknik optimisasi terdiri dari operasional (pelaksanaan) dasar berikut ini: 1.

konsentrasi eksipien tertinggi 55 mg.1 (0.125 + 0.03125) Y = 3. Sehubungan ini.47 = 7. validasi proses farmasetik hanya dilaku-kan pada akhir urutan ini sebagai bukti dan prosedur terdokumentasi sederhana untuk menunjukkan proses pembuatan beberapa obat.1 Kekerasan tablet terbaik (nilai 7. Practical and Clinical Application.1 X1 + 7.12.hasil yang diinginkan. Validasi proses farmasetik untuk produk obat steril atau nonsteril (cairan.8 X1X2+ 2.125) + 2.25 Dengan X1 = 18.8 (0.25) + 5. Dengan: Y = 6.1 + 0.3 X3. yang ditunjukkan dalam Tabel 16.0. X. menyamai nol ditetapkan sebagai satu nilai noL Koefisien untuk X.25.0625) +15 (0. dan 3..0.75 mg KESIMPULAN Validasi proses merupakan suatu konsep teknik penting yang lebih mendasar. kesesuaian dengan CGMP juga dapat digunakan untuk menetapkan kesesuaian dengan persyaratan validasi proses.05 +1.Xj. dalam persamaan polinomial berikut adalah nilai kekerasan dari nilai pelaksanaan 1. dan ditetapkan suatu nilai konsentrasi eksipien terendah 10 mg.Dalam perubahan yang ditunjukkan dalam Tabel 16. Marcel Dekker. 1990).0X2 X3+ 15 X1 X2 X3 Contoh pelaksanaan nomor 8 Y = 6.X1 XjXj.8 (0.125) + 2 (0. teknik dan juga prinsip dan 'praktis secara Statistik digunakan dengan jefektif supaya merhperoleh . dasar atau kunci atau tahap suatu program pengembangan produk dan proses disajikan dalam Tabel 16.75 mg.8 X1 X3+2.5 (0.875 + 1.25) . semisolid.XjXj terdapat dalam buku acuan dari Bolton (Pharmaceutical Statistics. dan X. yaitu proses secara konsisten memproduksi suatu produk yang mempunyai karakteristik yang berada dalam batas yang telah ditetapkan dan dapat diterima.3 (0. atau solid) tidak pernah berhasil secara keseluruhan kecuali se-belum tahap-tahap dalam pengembangan produk dan proses juga telah berhasil.2.13 di bawah ini. X2 = 0. 2nd Edition. . Tahap akhir yang lebih luas disebut "pengendalian mutu proses" atau pengendalian mutu secara Statistik.13 di bawah ini.5 mg dan X3 = 78.5) + 7.0.5 X2+ 5. Karena validasi proses merupakan persyaratan peraturan CGMP untuk produk jadi dan alat medis. Keberhasilan pada tahap. Persamaan yang sederhana untuk menghitung koefisien untuk istilah berikut: X.5 dan X3 = 0. Sesuai dengan tahap-tahap kunci atau tahaptahap dalam pengembangan produk atau proses. dan X. X2= 37.325 . X2.35 + 0.4 SCU) mengandung semua ketiga eksipien diperoleh pada: X1 = 0.

Tahap pengembangan Fase peningkatan skala percobaan (pilot scalephase) Desain produk Karakteristik produk Seleksi produk Desain produk Optimasi produk Araktrisasi proses Optimasi proses Kualifikasi proses Validasi proses Sertifikasi produk Seratus kali ukuran Sepuluh kali ukuran Satu kali ukuran .13. Tahap Kunci datem Pengembangan Produk dan Proses. Tabel 16.Jika suatu pabrik dipastikan bahwa produk dan prosesnya berada di bawah pengendalian secara Statistik dan memenuhi peraturan CGMP. hal tersebut merupakan suatu persoalan yang relatif sederhana untuk menetapkan bukti terdokumentasidari validasi proses melalui peitggunaan salah satu percobaan prospektif. Pilihan prosedur dan metode yang digunakan untuft menetapkan dokumentasi validasi diserahkan pada pabrik. konkuren atau retrospektif dan/atau iafoannasi mutu dan data produksi. Dasar-dasar validasi proses ditulis secara sederhana untuk membantu pem-buatan bentuk sediaan solid fannasetik berkenaan dengan seleksi prosedur dan pen-dekatan yang dapat digunakam agar mencapai suatu "outcome" yang berhasil sehu-bungan dengan daya guna dan validasi proses produk.

produksi. penerapan standar mutu wajib. Produk (Sediaan) Produk adalah hasil dari berbagai kegiatan atau proses. bentuk. sadar atau hanya dirasakan. dan ketebalan umumnya digunakan untuk membedakan dan mengidentifikasi zat aktif yang terkandung dalam tablet. kebutuhan konsumen. Spesifikasi yang lain yang belum disebut di sini digunakan untuk memastikan bahwa tablet tidak berubah dari batas yang diperbolehkan di dalam lot yang sama atau dari satu lot ke lot yang lain dalam satu produksi. dan kepuasan produk yang terkandung dalam definisi tersebut. diukur dan diadakan menurut persyaratan konsumen. Untuk tujuan . dan pelaksanaan GMP (Good Manufacturing Practice). Definisi Mutu Mutu adalah keseluruhan ciri dan karakteristik suatu produk atau layanan yang mendukung kemampuan produk atau layanan itu untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau kebutuhan yang tersirat. Mutu harus didasarkan pada pengalaman nyata konsumen dengan suatu produk dan layanan. pembelian bahan. Produk dapat berupa barang nyata (tangible). operasional secara teknis atau menurut pandangan sendiri (subjektif) secara keseluruhan oleh konsumen. Semua mutu tersebut didesain untuk memastikan suatu bentuk sediaan solid oral yang aman dan efektif secara terapi. stabilitas. atau keduanya. homogenitas. ketebalan.JAMINAN MUTU SEDIAAN TABLET PENDAHULUAN Pengendalian mutu total merupakan upaya yang terorganisasi dan menyeluruh dari suatu perusahaan untuk menjamin mutu yang ditetapkan dalam tiap lot sediaan obat yang dibuat. Bahkan. ukuran. anda harus mengerti kata-kata kunci seperti produk (sediaan). Tampilan. penyimpanan. bukan ketentuan produsen atau pemasok. dan selalu menyajikan suatu sasaran atau target yang terus bergerak di dalam pasar yang bersaing. inspeksi. penelitian dan pengembangan produk. sampai distribusi. ukuran. Mutu dasar suatu tablet kempa yang baik dikarakterisasi oleh sejumlah spesifikasi. kekerasan. Hampir semua zat aktif yang diformulasi dalam bentuk sediaan solid oral bersifat stabil dalam kondisi normal. Mutu bentuk sediaan solid oral (juga setiap bentuk sediaan obat) harus dibangun mulai dari konstruksi pabrik. pengujian. Hal ini berarti bahwa pengujian sediaan jadi saja tidak dapat memastikan mutu sediaan. bobot. Hal tersebut juga berlaku untuk sediaan obat. Mutu merupakan ketentuan konsumen. pemberian label. Sebagai contoh. Kata-kata Kunci Untuk mengerti definisi mutu. pelaksanaan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). dinyatakan atau tidak dinyatakan. yang mencakup tampilan. barang tidak nyata atau tidak dapat diraba (intangible). persyaratan mutu sediaan obat diatur oleh badan pengawas. dan waktu disintegrasi. bentuk. waktu disolusi. ciri produk.

Kepuasan Produk Ciri-ciri produk yang tanggap terhadap kebutuhan konsumen disebut kepuasan produk. Untuk konsumen internal.praktis. gas. seperti mobil. baik konsumen eksternal milik perusahaan luar ataupun konsumen internal milik perusahaan itu sendiri. Perangkat Keras Produk perangkat keras adalah bahan atau barang fisik. atau kombinasi. dan metoda lain. Sebagai contoh. tanggapan pada kebutuhan menentukan kepuasan produk. layanan. dan bahan pengemas dengan metode fisik. kimia. ini dibuktikan oleh daya jual produk. perangkat lunak. mutu. cairan. atau keduanya. Untuk konsumen eksternal. dan bahan yang diproses (sediaan obat). konsultasi teknis. Ciri atau Keunggulan Produk Keunggulan produk adalah sifat khusus yang dimiliki oleh produk dan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari konsumen. atau produk obat. Kebutuhan Konsumen Semua konsumen mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi dan ciri produk hendaknya tanggap pada kebutuhan itu. PERBEDAAN JAMINAN MUTU DAN PENGENDALIAN MUTU Kedua frasa ini sering membingungkan. Konsumen Konsumen adalah seseorang yang dipengaruhi oleh produk. ingredien. Pengendalian mutu adalah suatu fungsi analisis yang mengendalikan produk. Layanan Layanan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan layanan untuk diberikan pada konsumen. terdiri atas solid. Pengendalian mutu mempunyai peranan sebagai berikut: . Semua hal yang telah diuraikan berlaku untuk semua sediaan obat termasuk sediaan tablet. produk digolongkan dalam 4 kategori umum: perangkat keras. Sebagai contoh. dan lain-lain. tanggapan pada kebutuhan menentukan persaingan perusahaan dalam produktivitas. sediaan obat dan produk makanan. lembaga. Bahan yang Diproses Bahan yang diproses adalah produk (sediaan) yang dibuat dengan mengubah bentuk. Hal ini mencakup pengendalian kertas kerja dan memastikan kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. ini menentukan daya jual produk.

jaminan mutu adalah pencegahan masalah mutu secara luas melalui aktivitas sistematik yang direncanakan (termasuk dokumentasi). Akan tetapi. Jadi. atau layanan. Peranan penilaian ketika semua bukti berdasarkan suatu bets diperiksa atau diuji. pengendalian mutu mencegah barang yang rusak diluluskan keluar dari pabrik. Aktivitas ini mencakup pengadaan sistem manajemen mutu yang baik dan penilaian kecukupan sistem tersebut. JAMINAN MUTU Definisi Jaminan mutu adalah semua tindakan yang sistematik dan terencana yang diperlukan untuk memberikan kepercayaan yang memadai bahwa suatu produk atau layanan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Kebingungan yang muncul dikarenakan kedua fungsi ini secara organisasi ditanggungjawabi oleh satu pimpinan fungsional. aktivitas ini juga berkaitan dengan penyelidikan dan penghilangan penyebab masalah mutu yang dilakukan secara terus menerus. jaminan mutu meliputi pengendalian mutu dalam cara yang sama dengan fungsi pembuatan atau penyimpanan. Jaminan mutu mempunyai peran pencegahan dan semua peran yang lebih luas. sedangkan jaminan mutu bertujuan memberi semangat. Jadi. Artinya. Pengendalian mutu dapat dan harus menghentikan suatu bets yang salah jika dapat ditemukannya.   Peranan verifikasi. pada dasarnya. Jaminan mutu mempunyai peran sebagai berikut :     Peranan konseptual. Jaminan mutu menyetujui dan mengamati metode dan standar. Selain mencakup pemantauan. serta mengamati bahwa Praktik Laboratorium yang Baik (GLP) telah dilaksanakan. kegiatan jaminan mutu meliputi : . Peranan pembuatan keputusan untuk suatu bets (ingredien atau bahan pengemas). Peranan pendidikan. dan stimulator dalam menciptakan mutu dan mengaudit kriteria kinerja mutu (quality performance). proses. penyegar. pengendalian mutu bertujuan untuk memastikan bahwa produk atau proses memenuhi spesifikasi atau persyaratan yang telah ditetapkan. Peranan pemantauan. aktivitas atau teknik ini digunakan untuk mencapai dan memelihara mutu produk. yaitu apakah meluluskan bets itu atau tidak. pengauditan operasi sistem. dan pengkajian ulang sistem itu sendiri. Dengan kata lain. Campur tangan umumnya dilakukan setelah suatu peristiwa terjadi. Pengendalian mutu tidak mencegah kesalahan atau cara pembuatan yang buruk. Peranan motivasi. Dalam pembuatan sediaan farmasetik. Sebagai besar aktivitas jaminan mutu melibatkan administrasi audit.

label. Sistem diuraikan secara terperinci dan dipantau selama dan setelah kegiatan. Sistem ini dapat memiliki perincian yang beragam. pengendalian selama proses. Kedua. Hal ini mencakup pemantauan bahan baku. ingredien. ada dua tingkat. atau produksi. Kaji ulang manajemen. pemastian bahwa produk. pengolahan. Karena pembuatan merupakan proses yang memproduksi tablet. Prosedur. Audit. jalur pengemasan. Validasi. Hal ini memastikan bahwa catatan tentang apa yang sedang dikerjakan dan apa yang telah dilakukan merupakan refleksi yang benar dari realitas dan memberikan pemastian yang sama untuk catatan yang akan datang. dan pemantauan stabilitas. Pemindahan tanggung jawab pembuatan produk yang bermutu mengakibatkan mutu produk yang dihasilkan suram. Dokumentasi. Pelatihan. metode. Berdasarkan pengalaman. Pertama. Pembuatan. produk jadi. Sistem jaminan mutu digambarkan secara skematis pada gambar berikut. Kualifikasi. . Peralatan. pembuktian. dan penyimpanannya telah memenuhi peraturan yang disistematiskan. jaminan mutu harus menetapkan titik-titik pengendalian untuk memantau mutu produk selama proses dan produk jadi. tetapi menganut prinsip yang mirip dari satu industri farmasi ke industri farmasi yang lain.               Pembelian bahan awal atau bahan baku. dan penentu/pemberi kepercayaan. Pengendalian mutu. dan kalibrasi. Pengemasan. mesin. pengolahan secara keseluruhan. jaminan mutu adalah jaminan. pemantauan untuk memastikan bahwa sistem memenuhi persyaratan atau tetap mutakhir dan bahwa semua modifikasi proses. Pengiriman. Prinsip bergantung pada sifat dan ukuran fasilitas serta tipe bentuk sediaan solid oral yang produksi. titik-titik pengendalian ini ditetapkan pada titik kritis dalam aliran proses. Oleh karena itu. dan prosedur telah disistematiskan dan disetujui sesuai dengan aturan yang ditetapkan.bagian produksi di pabrik obat hendaknya mempunyai tanggung jawab utama menghasilkan produk yang bermutu. Dengan kata lain. Semua kegiatan ini harus dilaksanakan secara sistematis. Pengendalian dan pengendalian selama proses. Dengan demikian. Penyimpanan atau pergudangan.

Pembelian atau pembuatan bahan baku sesuai spesifikasi Lab analisa Penyimpanan bahan baku dalam daerah karantina Pemindahan bahan baku ke daerah pelulusan Perhitungan kuantitas dan bobot bahan mentah yang diperlukan untuk pembuatan Pengecekan prosedur formula kerja dan dokumen bets Pengecekan peralatan dan ingredien Audit prosedur formula kerja Pengecekan peralatan. produk jadi. Analisis Produk jadi dalam daerah karantina Audit bets Lab. label. dan wadah Lab analisa Pengendalian selama proses Lab analisa Penyelesaian pengolahan Pengemasan Lab. analisis untuk pemantauan stabilitas Penyimpanan produk jadi dalam daerah pelulusan produk jadi Pemasaran .

a. Pengemasan. Lembar kerja. Penerimaan barang. Audit a. Selain itu. memastikan bahwa semua dokumen selalu mutakhir. Juga. Perencanaan dan penetapan frekuensi dan metode. c. badan POM dan lain-lain. Pengendalian selama proses. f. Pemindahan barang. Dokumentasi Menyetujui (atau memahami) dan memastikan bahwa semua dokumentasi berikut memenuhi persyaratan GMP/CPOB. terutama lembar kerja (work sheet). Spesifikasi pembelian. g. b. d. e. semua dokumen yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Pengendalian analisis. b. bertanggung jawab atas pengadaan inspeksi resmi. d. Dokumen Pengendalian Bets Memverifikasi bahwa semua dokumen yang berkaitan dengan tiap bets produk telah lengkap dan ditandatangani (disahkan oleh manajer mutu). Pesanan pembelian. c. e. Misalnya. dan disahkan oleh Unit Jaminan Mutu (manajer mutu) dan diarsip. Inspeksi Resmi Secara organisasi. Partisipasi dalam inspeksi diri dan pekerjaan audit. ditandatangani. h. Penentuan proses. Pengendalian selama proses. Distribusi. Pembuatan. Lembar hasil analisis. digunakan dengan baik. Tindak lanjut.Model untuk Peranan Jaminan Mutu Umum Persetujuan Prosedur Operasional Baku Persetujuan ini diperlukan untuk proses-proses berikut : a. Pembersihan dan kebersihan. . f. c. b.

dan personel yang terkait harus berpartisipasi dalam kaji ulang yang sebenarnya. b. Kaji Ulang Mutu Memastikan bahwa program kaji ulang diadakan dan dilaksanakan oleh pimpinan pabrik. Berpartisipasi dalam merumuskan Standar Internal. Memastikan bahwa standar dipenuhi (misalnya standar analisis. Penarikan a. manajer teknis. Memastikan bahwa perusahaan memiliki prosedur penanganan keluhan. manajer mutu. Mengkaji ulang dan menyelesaikan semua keluhan. Penilaian Mutu Memastikan bahwa prosedur pelulusan diadakan dan ditaati. standar selama proses. dan lain-lain). Bertanggung jawab untuk mengaktifkan penarikan produk. Manajer utama. Agen Jaminan Mutu Mengorganisasikan dan melakukan penyeliaan (supervisi) staf jaminan mutu (jika ada).Catatan Memastikan bahwa semua catatan produksi dan pengendalian diarsip dan disimpan dengan baik selama waktu yang dipersyaratkan dan dapat diakses oleh petugas yang berwenang (ditelusuri dengan cepat). b. Keluhan a. . Memastikan bahwa pabrik memiliki prosedur penarikan produk. b. Peranan Pengendalian Mutu Departermen Pengendalian Mutu Memastikan bahwa Departemen Pengendalian Mutu bekerja sesuai dengan GMP atau CPOB dan praktik Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Pengujian yang Baik. Standar a. Stabilitas Memprakarsai program stabilitas apabila diperlukan dan memastikan ketaatan pada program itu. Pelulusan Memastikan bahwa prosedur pelulusan diadakan dan ditaati.

b. Memastikan bahwa pabrik memiliki suatu sistem sampel pertinggal (retention sample) yang memadat. Pemantauan Lingkungan a. b. Titik Temu Produksi Pengendalian Selama Proses Memastikan bahwa pengendalian selama proses diadakan dan diikuti. Menyetujui pemasok dan spesifikasi pembelian.Hubungan dengan Penyimpanan dan Pergudangan Distribusi Memastikan bahwa prosedur distribusi memenuhi GMP/CPOB. . Pembelian Dalam pembelian. Pengembalian Produk. Validasi a. disetujui. Menyetujui dan memverifikasi pelaksanaan prosedur validasi. Memastikan bahwa pabrik memiliki prosedur yang berkaitan dengan produk yang dikembalikan. Berpartisipasi dalam melaksanakan prosedur validasi. b. baik fisik maupun administratif. Penerimaan dan Pergudangan Memastikan bahwa prosedur penerimaan ditaati dan bahwa penyimpanan dan kondisi gudang memenuhi GMP/CPOB. Memastikan bahwa prosedur kualifikasi tersebut diikuti. terutama bahwa catatan bets disimpan dan dapat ditelusuri. Berpartisipasi dalam menetapkan program revalidasi. Memastikan bahwa prosedur pengambilan sampel telah ditetapkan. Berpartisipasi dalam mengadakan prosedur kualifikasi untuk tempat dan peralatan baru. Mengaudit pemasok. b. Pengambilan Sampel a. c. Karantina Memastikan bahwa pabrik memiliki sistem karantina yang sangat mudah dan aman. dan ditaati. jaminan mutu berperan untuk : a.

Pelatian a. Sistem Komputer a. . Memvalidasi semua sistem komputer. mulai dari personel kebersihan sampai direktur. Teknik a. Perencanaan Produksi Memastikan bahwa prosedur perencanaan produksi memenuhi GMP/CPOB. Rancangan mesin. Memverifikasi tingkat dan kualifikasi staf. f. b. b.Titik Temu Lain Bahan Menentukan dan memperbarui spesifikasi. Pembersihan. Menentukan kriteria perekrutan staf dan menaati kriteria itu. Prosedur teknik. yaitu setiap orang yang bersentuhan dengan jaminan mutu. c. Perencanaan atau penyusunan. Motivasi Staf a. Memotivasi semua staf baik secara langsung maupun tidak langsung. Berpartisipasi dalam penetapan prosedur teknik yang berhubungan langsung dan tidak langsung dengan mutu. Memastikan pemilihan instrumen dan kalibrasi instrumen. Personel Penetapan Staf a. Pemeliharaan dan pencegahan. Berpartisipasi dalam pelatihan. Memverifikasi semua database dan kesesuaian data dengan spesifikasi. Memastikan bahwa semua sistem terkomputerisasi sesuai dengan GMP/CPOB. Menetapkan dan/atau menyetujui program pelatihan. d. Instalasi mesin. Instrumentasi a. e. Memastikan prosedur pengendalian instrumen secara sistematik. b. b. c. b. Peralatan Berpartisipasi dalam penentuan spesifikasi dan pelaksanaan pembelian peralatan.

Biaya dan Anggaran Mutu Menetapkan dan mengendalikan biaya dan anggaran mutu.  Keamanan. mengambil keputusan teknis dengan mempertimbangkan finansial dan mutu. Memastikan koordinasi antara laboratorium teknik. b. Motivasi staf selama berada dalam lingkungan jaminan mutu. Memantau anggaran semua sektor tempat mutu dibuat dan diuji. Menentukan struktur fungsi yang berbeda untuk menghasilkan efisiensi dan mutu. Kebijakan Menetapkan kebijakan mutu tentang pembelian. dan perencanaan produksi. dan indeks mutu. pengaturan staf. serta memantau perkembangan. Ini berarti keterlibatan dalam setiap keputusan investasi penting. perencanaan. Memantau tingkat kehilangan dan efisiensi penggunaan bahan. Pengendalian Anggaran Belanja dan Biaya a.b. Promosi. Hal ini mencakup: 1. pergudangan. 5. 2.  Higiene. b. Peranan Lain Indeks Mutu Menetapkan indeks mutu. serta tindakan untuk menangani akibat kedua faktor ini. Teknis Menilai semua. produksi. produksi. Pemberian upah/gaji. Penetapan kondisi pekerjaan :  Jam. . 4. Pengangkatan atau perekrutan staf. tindak lanjut. Pelaporan Menulis laporan mutu. Struktur dan Koordinasi a. 3. dan peralatan. Pengorganisasian. Informasi Mengatur aliran informasi internal dan eksternal perusahaan tentang mutu dan penyebaran informasi di dalam perusahaan. dan dalam banyak kasus.

CPOB harus dipatuhi oleh seluruh pabrik obat di Indonesia. perundang-undangan. serta dokumentasi. inspeksi diri. Cara Pembuatan Obat yang Baik a. f. Mengikuti perkembangan masalah mutu eksternal. Dokumen spesifikasi. c. penanganan. Ketentuan umum. Akan tetapi. melalui Departemen Kesehatan RI. Bahan dan produk kering. Sebagian besar pemerintahan menyebarluaskan peraturan tentang pembuatan. Dokumentasi a. kuliah. peralatan. Lingkaran Mutu Berpartisipasi dalam lingkaran mutu atau mengaktifkan lingkaran mutu jika ada. . b. pengolahan. Ketentuan umum. tiap negara lebih menginginkan penyebarluasan peraturan yang sesuai dengan kebutuhan sendiri. dan penarikan kembali obat dan obat kembalian. b. World Health Organization (WHO) juga telah menerbitkan standar internasional. d. Pengendalian lingkungan. Persyaratan dalam CPOB diperluas ke dalam area personalia. yang berarti menganalisis dan menyelesaikan masalah (troubleshooting). g. keluhan terhadap obat. bangunan. b. e. pertama kali menerbitkan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada tahun 1988. Pengendalian selama proses.Kontak Luar a. sanitasi dan higiene. c. Pengujian ulang bahan atau produk yang telah disetujui. Pengendalian pada pengemasan. pengendalian mutu. Berikut dikutip sebagian isi CPOB yang relevan : a. dan pemikiran baru. Penelitian stabilitas. Berdasarkan CPOB. Laboratorium pengujian. dan distribusi obat jadi. b. Masalah Khusus Menghadapi setiap masalah mutu khusus yang timbul. Dokumen pemeliharaan. produksi. pengemasan. dan lain-lain. Indonesia. Penimbangan dan Persyaratan Pengolahan a. pembersihan. Departemen Kesehatan RI bersikeras bahwa semua pabrik obat harus membuat obat dengan cara yang baik. Berpartisipasi dalam konferensi. dan pengendalian ruangan dan peralatan.

b. kemurnian. g) Mengevaluasi stabilitas semua obat jadi secara berlanjut (juga bahan awal jika diperlukan) dan menyiapkan instruksi tentang cara penyimpanan bahan awal dan obat jadi di pabrik berdasarkan data stabilitas yang ada. mutu. Bagian pengendalian mutu melaksanakan tugas-tugas pokok berikut. serta penyusunan dan penyimpanan spesifikasi yang berlaku untuk tiap bahan dan produk. produk ruahan. c) Menyusun rencana dan prosedur tertulis mengenai pengambilan contoh untuk pemeriksaan. termasuk metode pengujian tiap bahan dan produk. c. Ketentuan Umum 1. bagian pengendalian mutu yang berdiri sendiri harus ada. d) Menyimpan contoh pertanggal untuk rujukan di masa mendatang. mulai dari obat dibuat sampai obat jadi didistribusikan. Pengendalian mutu juga meliputi program uji stabilitas. produk ruahan. dan obat jadi serta hal-hal lain yang telah ditentukan. produk antara. Pengendalian mutu perlu dilakukan agar tiap obat yang dibuat memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan obat. a) Menyusun dan merevisi prosedur pengendalian dan spesifikasi. Pencetakan tablet. Dengan demikian. produk antara. kadar. e) Meluluskan atau menolak tiap bets bahan awal. f) Meneliti catatan yang berhubungan dengan pengelolaan. Penyalutan. b) Menyiapkan instruksi tertulis yang terperinci untuk tiap pemeriksaan dan pengujian . pemeriksaan dan pengujian bahan awal. Untuk keperluan tersebut. Pencampuran dan granulasi. validasi. dan keamanan. Sistem ini hendaklah juga menjamin pelaksanaan hal-hal lain yang memerlukan persetujuan bagian pengendalian mutu. program penyimpanan contoh. 3. PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu merupakan bagian yang esensial dari cara pembuatan obat yang baik. d. dokumentasi bets. Pengendalian mutu meliputi semua fungsi analisis yang dilakukan di laboratorium termasuk pengambilan contoh. pemantauan lingkungan kerja. dan pengujian suatu bets obat jadi sebelum meluluskan bets tersebut untuk didistribusikan. Sistem dokumentasi dan prosedur pelulusan oleh bagian pengendalian mutu hendaklah menjamin bahwa pemeriksaan dan pengujian yang diperlukan telah dilaksanakan dengan tepat dan bahwa bahan awal. Sistem pengendalian mutu hendaklah dirancang dengan tepat untuk menjamin bahwa tiap obat mengandung bahan yang benar dan memiliki mutu dan jumlah yang sesuai dengan yang telah ditetapkan. 2. produk antara. dan dibuat pada kondisi yang tepat dan mengikuti prosedur standar. dan produk ruahan tidak digunakan dan obat jadi tidak didistribusikan atau dijual sebelum hasil pemeriksaan dan pengujian mutu dinilai telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. 4. Pemberian tanda tablet bersalut. dan obat jadi. pengemasan. . Rasa keterikatan dan tanggung jawab semua unsur yang terlibat dalam rangkaian pembuatan bersifat mutlak untuk menghasilkan obat yang bermutu. obat tersebut senantiasa memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan mengenai identitas. e.

4. j) Menyetujui penunjukkan pemasok bahan baku dan bahan pengemas yang diketahui dan dipercayai mampu atau dapat diandalkan untuk memasok bahan awal yang memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditetapkan. Pemantauan lingkungan produksi secara mikrobiologi dan berkala. Bila diperlukan. Staf laboratorium pengujian hendaknya diberikan pelatihan secara teratur dan tetap. terutama dalam ilmu dan teknologi pengujian laboratorium. Penyempurnaan atau peningkatan berkelanjutan. 3. 4. l) Mengevaluasi semua keluhan yang diterima atau kekurangan yang ditemukan mengenai suatu bets. 3. Laboratorium pengujian hendaknya memenuhi persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian berdasarkan persyaratan internasional ISO/IEC 17025:2000 2. terutama air yang akan langsung digunakan dari tempat keluar air. n) Menyimpan catatan pemeriksaan dan pengujian semua contoh yang diambil. Pengendalian Lingkungan Pengendalian lingkungan kerja yang dilakukan dilakukan adalah sebagai berikut. baik dalam hal organisasi. o) Mengevaluasi obat yang dikembalikan dan menetapkan apakah obat tersebut dapat digunakan langsung atau diproses ulang atau harus dimusnahkan. Pengendalian pencemaran yang terjadi diudara sekitar. k) Mengambil bagian atau memberikan bantuan dalam pelaksanaan program validasi. Pengendalian Selama Proses . bekerjasama dengan bagian lain dan mengambil tindakan yang dibutuhkan. m) Menyediakan baku pembanding sekunder sesuai spesifikasi yang terdapat pada prosedur pengujian yang berlaku dan menyimpan baku pembading ini pada kondisi yang tepat. System Manajemen Laboratorium Pengujian yang Baik hendaknya diterapkan didalam laboratorium pengujian. kompetensi manajemen mutu. q) Memberikan rekomendasi tentang pembuatan obat oleh pihak lain atas dasar kontrak setelah kontraktor yang bersangkutan dievaluasi dan dinilai mampu membuat obat yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan. 1. p) Ikut serta dalam program inspeksi-diri bersama bagian lain dalam perusahaan. Pengujian berkala terhadap lingkungan sekitar ruang produksi untuk mendeteksi adanya obat lain yang akan mencemarkan produk yang sedang diolah. Pemantauan rutin mutu air yang digunakan dalam pengolahan obat secara kimia dan mikrobiologi.h) Menetapkan tanggal kadaluwarsa dan batas waktu penggunaan bahan awal dan obat jadi berdasarkan data stabilitas dan kondisi penyimpanan. Jumlah contoh dan metode pengendalian hendaklah mampu mendeteksi adanya organisme penunjuk dalam konsentrasi kecil (misalnya Pseudomonas). maupun kompetensi ilmiah. hendaknya dilakukan. i) Mengevaluasi dan menyetujui prosedur pengelolaan ulang suatu produk. 2. Laboratorium Pengujian 1.

Spesifikasi pengendalian selama proses hendklah konsisten dengan spesifikasi obat jadi. 2. dapat diandalkan. Pengujian stabilitas obat jadi untuk rekonstitusi dilakukan sebelum dan sesudah rekonstitusi. Program pengujian stabilitas hendaklah dipatuhi dan mencakup: a. Setelah batas waktu ini. e. pertengahan. kekuatan. Bila suatu bahan disimpan pada kondisi yang tidak tepat. b. bahan atau produk tersebut harus diuji ulang oleh bagian pengendalian mutu. Hal ini diperlukan untuk menjamin kebenaran perkiraan stabilitas. Jalur pengemasan hendaklah diperiksa oleh bagian pengendalian mutu sebelum kegiatan pengemasan berjalan. prosedur tertulis mengenai pengambilan sampel. bahan tersebut hendaklah diuji ulang dan disetujui oleh bagian pengendalian mutu sebelum digunakan. bahan atau produk dinyatakan diluluskan kembali untuk dipakai atau ditolak. Prosedur pengendalian ditetapkan untuk memantau hasil produksi dan melakukan validasi terhadap kemampuan proses produksi yang mungkin menjadi penyebab ketidakseragaman sifat produk dalam proses. a. dan telah divalidasi penuh. 3. Kondisi penyimpanan. 2. Produk selama proses hendaklah diuji identitas. contoh produk yang dikemas pada awal. kekuatan. dan kemurniannya pada tahap yang tepat dan dinyatakan diluluskan atau ditolak oleh bagian pengendalian mutu selama proses produksi. Metode pengujian yang spesifik. d. Batas waktu penyimpanan yang sesuai untuk setiap bahan awal. Spesifikasi ini hendaklah dijabarkan berdasarkan rata-rata proses yang diterima sebelumnya dan. dan kemurnian bahan produk itu. 2. kualitas. dan akhir pengemasan hendaklah diambil. bila ditetapkan dengan metode statistic yang tepat jika diperlukan. Pengendalian pada Pengemasan 1. Jumlah contoh dan jadwal pengujian berdasarkan criteria statistic tiap sifat yang diuji.1. produk ruahan. Pengujian Ulang Bahan atau Produk yang Telah Disetujui 1. Pengujian obat dalam kemasan yang sama dengan kemasan yang dipasarkan. produk antara. 3. Berdasarkan hasil uji ulang tersebut. pengendalian dan pengujian atau pemeriksaan terhadap produk selama proses dari tiap bets hendaklah ditetapkan dan diikuti. dan produk jadi hendaklah ditetapkan. Penelitian Stabilitas 1. Penelitian stabilitas hendaklah dilakukan untuk produk berikut. . 2. 3. Produk baru (umumnya dilakukan pada bets percobaan). yaitu identitas. Program pengujian hendaklah dirancang untuk mengetahui sifat stabilitas produk jadi dan menentukan tanggal kadaluwarsa dan kondisi penyimpanan yang cocok. Produk akhir yang sudah dikemas hendaklah dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengendalian mutu. c. Untuk menjamin keseragaman bets dan keutuhan obat jadi. Selama pengemasan berlangsung. kualitas.

6. Sistem dokumentasi juga digunakan untuk memantau dan mengendalikan kondisi lingkungan. metode pengolahan. 3. Dokumen hendaklah memuat kegiatan dibidang produksi. Produk yang dikemas dalam kemasan baru yang berbeda dengan standar yang telah ditetapkan. kemudian di paraf dan diberi tanggal. Dokumentasi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap petugas mendapat instruksi yang terperinci dan jelas mengenai bidang tugas yang harus dilaksanakan sehingga memperkecil resiko salah paham dan kekeliruan yang sering timbul karena hanya mengandalkan komunikasi lisan. dan personalia. pelaksanaan. Ketentuan Umum 1. dokumen hendaklah ditulis dalam nada perintah dan disusun sebagai langkah-langkah yang diberi nomor urut. benar . Produk yang berasal dari bets yang diluluskan dengan pengecualian. pengendalian. yaitu bets yang memiliki sifat yang berbeda dengan standar atau bets yang diolah ulang. c. Bagian atau orang yang menerima turunan dokumen hendaklah dituliskan setidak-tidaknya pada dokumen asli. 5. d. 4. pemeliharaan peralatan. atau sumber bahan baku. Dokumentasi hendaklah tersedia bagi semua pihak yang terlibat. catatan dan laporan. tidak bermakna ganda. Dokumen hendaklah mencakup semua data penting. . Sistem dokumentasi hendaklah menggambarkan riwayat lengkap setiap bets ata lot produk sehingga memungkinkan penyelidikan dan penelusuran bets atau lot produk yang bersangkutan. Dokumen hendaklah dirancang dan dibuat dengan teliti agar dapat digunakan dengan mudah. dan efektif. perlengkapan. tetapi tidak perlu berlebihan dan dijaga agar selalu actual. 8. ditandatangani. pengendalian mutu. dan disahka oleh manajer produksi dan manajer pengendalian mutu. dan hal-hal spesifik lain yang berkaitan dengan CPOB. Suatu system yang akan mencegah penggunaan dokumen yag sudah tidak berlaku hendaklah dibuang. Setiap perubahan hendaklah disahkan secara resmi. Apabila terjadi atau ditemukan suatu kekeliruan pada dokumen. Peninjauan berkala dan perbaikan bila diperlukan hendaklah dimungkinkan. serta jenis dokumentasi lain yang diperlukan dalam perencanaan. kekeliruan itu hendaklah dikoreksi dengan cara yang tepat sehingga tulisan atau catatan semula tidak hilang dan koreksi ditulis atau dicantumkan disamping tulisan semula. Produk yang mengalami perubahan fomula. tepat. Setiap dokumen produksi hendaklah diberi tanggal. Instruksi hendaklah jelas. pergudangan.b. Dokumentasi Dokumentasi pembuatan obat merupakan bagian dari manajemen sistem informasi yang meliputi spesifikasi. 7. 2. prosedur. dan ditulis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pemakai. dan evaluasi seluruh rangkaian kegiatan pembuatan obat. Jika memuat instruksi. distribusi. metode dan instruksi.

Produk Ruahan. 2. 2. produk antara. 10. 4. 7. 7. Spesifikaasi Bahan Baku Spesifikasi bahan baku hendaklah memuat: 1. Dokumen dan catatan yang berkaitan dengan suatu bets. Dokumen Spesifikasi Dokumen spesifikasi meliputi bahan baku. produk ruahan. dan Obat Jadi . karakteristik fisika dan kimia. 6. dimensi. sebagaimana contoh rujukan obat jadi dan baha awal. bahan pengemas. 10. warna. ketebalan. dan teks Gambar teknis bila diperlukan Rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untu pemeriksaan da pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pegujian spesifik atau farmakope yang digunakan Frekuensi pemeriksaan ulang untuk bahan yang disimpan jika diperlukan Kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan lain yang diperlukan Masa pakai jika diperlukan Nama pemasok yang disetujui Tanggal spesifikasi diterbitkan Spesifikasi bahan pengemas dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk. 8. 9. 5. 8. 3. 5. 9. 4. dan obat jadi. hendaklah disimpan oleh perusahaan untuk jagka waktu tertentu sesuai dengan keperluan dan atau dalam jangka waktu yang ditentukan oleh departemen kesehatan. Nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan Nama dank ode produk yang diberikan oleh pemasok Pemerian.9. antara lain jenis bahan. serta standar mikrobiologi jika ada Rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan Frekuensi pengujian ulang untuk bahan yang disimpan jika diperlukan Jenis pengujian spesifik yang diperlukan dalam penilaian ulang bahan yang sudah kadaluwarsa untuk menentukan kemungkinan perpanjangan masa kadaluwarsa Kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan lain yang diperlukan Masa pakai jika diperlukan Nama pemasok yang disetujui Tanggal spesifikasi diterbitkan Spesifikasi bahan baku dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk Spesifikasi Bahan Pengemas Spesifikasi bahan pengemas hendaklah memuat: 1. 6. 3. Nama dan kode produk yang ditentukan dan digunakan oleh perusahaan Nama dan kode produk yang diberikan pemasok Pemerian. kekuatan. Spesifikasi Produk Antara.

7. yaitu yang menjelaskan cara pembersihan pada tiap pergantian produk atau pergantian bets. dan bahan pembersih yang digunakan. Prosedur dan Catatan Pembasmian Hama Prosedur pembasmian hama hendaklah dibuat. serta waktu dan jadwal pembersihan. metode. cara pembersihan. serta standar mikrobiologi jika ada Rujukan monograf atau metode pengujian yang digunakan untuk pemeriksaan dan pengujian spesifikasi atau farmakope yang digunakan Sifat fisika. Prosedur dan Catatan Pemeliharaan dan Pembersihan Peralatan 1. daerah yang harus dicakup. peralatan. 5. 2. . pembersihan. termasuk perbaikan atau penggantian suku cadang. 8. dan pemantauan partikel diudara sekitar dan jasad renik. 9. 2. keregasan. Nama dan kode produk yang digunakan perusahaan Bentuk dan kekuatan sediaan Pemerian. Prosedur dan Catatan Pembersihan Ruangan Produksi Prosedur pembersihan untuk tiap ruangan produksi hendaklah dibuat. Prosedur pembersihan hendaklah mencakup metode. dan kemanfaatan hayati in-vitro bila diperlukan Spesifikasi obat jadi hendaklah juga mencakup jenis dan spesifikasi bahan pengemas yang digunakan Masa pakai atau batas kadaluwarsa Kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan lain yang diperlukan Spesifikasi kemasan dan label Spesifikasi produk antara. 3. Pelaksanaan pembersihan hendaklah dicatat. kekentalan. kekerasan. 6. Pelaksanaan pembersihan hendaklah dicatat dan dilampirkan pada catatan bets yang bersangkutan. Pembersihan. yang meliputi jangkauan dan jadwal pembasmian. Dokumen Pemeliharaan. densitas. yang mencakup ruangan yang harus dibersihkan. dan pengendalian ruangan dan peralatan yang terpenting adalah prosedur dan catatan pemeliharaan dan pembersihan peralatan pembersiha ruang produksi. Prosedur pembersihan peralatan yang digunakan dalam proses produksi hendaklah dibuat. yang mencakup jenis pekerjaan yang harus dilakukan dan jadwal pemeliharaan. Pelaksanaan pemeliharaan dan pembersihan hendaklah dicatat. Prosedur pemeliharaan dan pembersihan hendaklah dibuat untuk tiap peralatan. atau obat jadi hendaklah memuat: 1. spesifikasi produk antara. dan bahan yang digunakan. karakteristik fisika dan kimia. pH. 4. dan Pengendalian Ruangan dan Peralatan Dokumen pemeliharaan. peralatan. pembasmian hama. perkakas dan bahan pembersih yang digunakan. seperti bobot standar atau volume pengisian (termasuk nilai batas). produk ruahan.Sesuai dengan bentuk sediaan dan tahap pembuatan. produk ruahan. waktu hancur. atau obat jadi dapat terpisah atau termasuk dalam Dokumen Produksi Induk.

ketepatan. dan kehilangan identitas. dan produk ruahan. dan penyerahan bahan baku. Bahan baku steril hendaklah ditimbang dan diserahkan dalam keadaan steril. 6. dan produk ruahan yang boleh diserahkan hanya yang telah diluluskan oleh bagian pengendalian mutu.tindakan pengamanan. penimbangan. bahan pengemas. produk ruahan. . spesifikasi. Penimbangan. produk antara. produk antara. dan ketelitian alat timbang dan alat ukur yang digunakan hendaklah sesuai dengan jumlah baha yang ditimbang atau diukur. Semua pengeluaran bahan baku. Bahan baku. dan produk ruahan yang diserahkan hendaklah diperiksa ulang kebenarannya dan ditandatangani oleh supervisor produksi sebelum diserahkan ke bagian produksi. 7. Untuk setiap penimbangan atau pengukuran. Kapasitas. hendaklah didokumentasikan. produk antara. produk antara hendaklah diangkut dan disimpan secara tepat agar keutuhannya tetap terjaga sampai tahap pengolahan berikutnya. hanya satu jenis cetakan yang diperbolehkan ditempat penandaan pada saat yang sama. penghitungan. pembuktian kebenaran dan ketepatan identitas dan jumlah bahan yang ditimbang dan diukur hendaklah dilakukan oleh dua petugas secara terpisah. Pengendalian pengeluaran bahan dan produkproduk tersebut diproduksi sangat penting. Untuk menghindari pencampurbauran. pemeriksaan kebenaran penandaan bahan baku. PENIMBAGAN DAN PENYERAHAN 1. Sekat pemisah yang memadai hendaklah dibuat diantara tempat-tempat penandaan. Pelaksanaan pembamian hama hendaklah dicatat. Hasil pemantauan hendaklah dicatat. 2. 4. bahan pengemas. produk antara. 10. 5. termasuk tingkat siaga dan tingkat pengambilan tindakan. Bahan baku. penyerahan. Kebersihan tempat penimbangan dan penyerahan hendaklah dijaga. Prosedur dan Catatan Pemantauan Partikel di Udara Sekitar dan Jasad Renik Prosedur pemantauan partikel udara dan jasad renik didaerah tertentu hendaklah dibuat. Penimbangan dan penyerahan hendaklah menggunakan peralatan yang cocok dan bersih. 11. dan penyerahan bahan baku. dan produk ruahan yang boleh ditempatkan dalam daerah penyerahan hanyalah yang diperlukan untuk suatu bets tertentu. produk antara. Setelah penimbangan. 9. bahan baku. dan penandaan. bahan pengemas. Hal ini dilakukan untuk menghindari pencampurbauran. termasuk label pelulusan dari bagian pengendalian mutu. produk antara. yang mencakup metode pemantauan dan daerah yang dipantau. dan produk ruahan dianggap sebagai bagian dari siklus produksi dn memerlukan dokumentasi dan rekonsiliasi yang lengkap. Metode penanganan. 8. 12. produk ruahan hendaklah tercakup dalam prosedur tertulis. atau penghitungan. Sebelum dilakukan penimbangan. pencemaran silang. dan bagian atau orang yang terlibat dalam pelaksanaan pembasmian hama. termasuk bahan di luar yang telah diserahkan semula. bahan pengemas. hendaklah dilakukan. 3. Bahan baku.

Peralatan hendaklah dinyatakan bersih secara tertulis sebelum digunakan. 2. Bila terjadi penyimpangan yang berarti. Sebelum pengolahan dimulai. dan penggunaan sarana dan peralatan. seluruh label atau penanda sebelumnya yang tidak sesuai hendaklah disingkirkan atau dihapus dengan sempurna. Seluruh pengendalian selama proses.PENGOLAHAN 1. Kondisi daerah pengolahan hendaklah dipantau dan dikendalikan sampai tingkat yang dipersyaratkan untuk kegiatan yang dilakukan. 3. Semua kegiatan pengolahan hendaklah dilaksanakan mengikuti prosedur tertulis yang telah ditentukan. Suatu system pembuatan tertutup yang mencegah penyebaran debu atau metode lain yang sesuai sedapat mungkin diterapkan untuk bahan yang berdebu. perhatian utama hendaklah diberikan pada masalah pencemaran silang. 6. Semua wadah dan peralatan yang berisi produk antara hendaklah diberi label yang tepat yang menyatakan tahap pengolahan produk antara itu. produk atau dokumen yag tidak diperlukan untuk pengolahan yang bersangkutan. 5. Semua bahan yang dipakai dalam pengolahan hendaklah diperiksa lebih dahulu sebelum digunakan. Penanganan bahan dan produk kering menimbulkan masalah pengendalian debu dan pencemaran silang. pemeliharaan. 8. 2. diperlukan perhatian khusus pada rancangan bangunan. hendaklah dilakukan langkah-langkah yang menjamin bahwa daerah pengolahan dan peralatan bebas dari bahan. 7. System penghisap udara yang efektif hendaklah dipasang dengan letak lubang pembuangan yang tepat untuk mencegah pencemaran terhadap produk atau proses lain. gelas. Dalam seluruh tahap pengolahan. System penyaringan atau system lain yang sesuai hendaklah dipasang untuk menahan debu. 10. atau kayu. Pemakaian peralatan gelas sedapat mungkin dihindarkan. harus dicatat dengan teliti pada saat pengolahan dilakukan. Perhatian khusus hendaklah diberikan untuk melindungi produk terhadap pencemaran oleh serpihan logam. seperti yang dipersyaratkan. Hasil nyata dan hasil antara setiap bets yang dibuat hendaklah dicatat dan dicocokkan terhadap hasil teoritis bets tersebut. . Semua produk antara atau produk ruahan harus diberi label yang tepat dan dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengendalian mutu. Sebelum label ini dipasang. hendaklah dilakukan tindakan untuk mencegah pelulusan atau pengolahan lanjutan bets tersebut sampai diperoleh penjelasan memadai yang dapat mengizinkan pelulusan pengolahan selanjutnya. Untuk mengatasi masalah ini. Semua peralatan yang digunakan hendaklah diperiksa sebelum digunakan. Pemakaian alat penghilang debu pada tablet dan kapsul sangat dianjurkan. 3. Wadah dan penutup yang dipakai untuk bahan yang akan diolah (untuk produk antara dan produk ruahan) hendaklah bersih dan memiliki sifat dan jenis yang tepat untuk melindungi produk dan bahan terhadap pencemaran atau kerusakan. 9. Tiap penyimpangan hendaklah dilaporkan dengan menyertakan alasan dan penjelasan. Bahan dan Produk Kering 1. 4.

dan pengaduk hendaklah dilengkapi dengan system pengendalian debu. Pencampuran dan Granulasi 1. Udara yang dialirkan kedalam panci penyalut untuk pengeringan hendaklah disaring da memiliki mutu yang tepat. Udara yang masuk kedalam alat pengering hendaklah disaring. dan dicatat dalam catatan bets. pengadukan. alat penghitung. pengayak. Untuk mencegah terjadinya campur aduk antargranul maupun antar tablet. kecepatan dan suhu) untuk setiap proses. Mesin pencampur. 5. kecuali bila bekerja dengan system tertutup. dan lesung tablet hendaklah diperiksa sebelum dan setelah pemakaian. Adanya keausan dan kesesuaian semua alu dan lesung tablet terhadap spesifikasi harus diperiksa setiap kali sebelum dipakai. Pada beberapa produk yang berisiko tinggi atau produk yang dapat menimbulkan kepekaan. 2. 4. 3. 4. dipantau selama proses berlangsung.Keausan dan kerusakan ayakan. procedural. 4. 6. Tindaka pengamanan hendaklah dilakukan untuk mencegah pencemaran silang oleh debu yang keluar dari alat pengering. atau wadah produk ruahan. Tablet yang ditolak atau disingkirkan hendaklah ditempatkan didalam wadah yang diberi tanda yang jelas mengenai status dan jumlah tablet serta dicatat pada Catatan Pengolahan Bets. Tiap mesin hendaklah ditempatkan dalam ruangan ruangan terpisah kecuali apabila mesin tersebut membuat produk yang sama. 3. Tablet yang telah diambil dari ruang pencetakan tablet untuk keperluan pengujian atau keperluan lain tidak boleh dikembalikan ke dalam bets yang bersangkutan. Hendaklah diperhatikan jangan sampai ada tablet atau kapsul yang tertinggal didalam peralatan. Parameter operasional yang kritis (misalnya. Pembuatan dan penggunaan larutan suspensi hendaklah dilaksanakan sedemikian rupa sehingga risiko pencemaran atau pertumbuhan jasad renik dapat dicegah. Pencetakan Tablet 1. Mesin pencetak tablet hendaklah dilengkapi dengan fasilitas pengendalian debu yang efektif dan ditempatkan sedemikian rupa untukmenghindari campur aduk antarproduk. maupun penandaan. alu. waktu. kantong penyaring khusus hendaklah digunakan untuk masing-masing produk. maupun pengeringan. hendaklah dicantumkan dalam Dokumen Produksi Induk. Mesin yang dilengkapi dengan system pengendalian udara yang tertutup boleh ditempatkan dalam ruangan tanpa pemisah. Alat timbang yang teliti dan telah ditera hendaklah selalu tersedia untuk dipakai dalam pemantauan berat tablet yang sedang dalam proses. baik pencampuran. Penyalutan 1. suatu pengendalian mutu perlu dilakukan baik secara fisik. Catatan mengenai pemakaian alu dan lesung tablet hendaklah disimpan. . 2. Kantong penyaringan yang dipasang pada mesin pengering pusar-beliung tidak boleh dipakai untuk produk yang berlainan tanpa pencucian terlebih dahulu. saringan.

IV) atau persaratan lain yang ditetapkan oleh regulator (pemerintah). Analisis kadar zat aktif dalam sediaan tablet 5. Perhatia khusus hendaklah diberikan untuk menghindarkan terjadi campur-baur selama proses pemeriksaan. Uji waktu hancur tablet jika tertera dalam monografi Uji Disolusi Zat Aktif dari Sediaan Tablet Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet. Larutan penyalut dibuat dan digunakan dengan cara yang dapat menekan seminimal mungkin risiko pertumbuhan jasad renik.I Ed. Uji keseragaman sediaan  Keseragaman kandungan  Keseragaman bobot 4. Ed. uji disolusi atau uji waktu hancur tidak secara khusus dinyatakan untuk sediaan bersalut enterik. Bila pada etiket dinyatakan bahwa sediaan bersalut enterik. PERSYARATAN FARMAKOPE INDONESIA Semua bahan awal. pengerjaannya hendaklah dipisahkan. bahan baku.2. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. digunakan cara pengujian untuk sediaan lepas lambat seperti yang tertera dalam F. Pemberian Tanda Tablet Bersalut 1. Ed. Uji kebenaran identitas zat aktif yang dikandung sediaan tablet 2. 2. 1. Parameter mutu sediaan tablet yang perlu diuji menurut FI. Tinta yang digunakan hendaklah tinta yang memenuhi persyaratan untuk bahan makanan. dan pengkilapan tablet bersalut. IV. Tindakan khusus hendaklah diberikan untuk menghindari campur-baur produk selama proses pemberian tanda pada tablet bersalut. Dokumentasi mengenai pembuatan dan pemakaian larutan penyalut hendaklah dibuat . IV tentang uji pelepasan obat <961> halaman 1024. Apabila pada saat yang sama dilakukan pemberian tanda produk yang berbeda atau pada bets yang berbeda. dan obat jadi harus memenuhi standar atau monografi yang tertera dalam Farmakope Indonesia (yang berlaku sekarang adalah FI. 3. Uji disolusi zat aktif dari sediaan tablet 3. bahan aktif. pemilahan. Hal ini juga berlaku untuk sediaan tablet. baha pengemas. . sedangkan dalam masingmasing monografi.

5) mg = 15 mg Salient Features: Planetary mixers are used for dry mixing and dough mixing. The homogenous mixing at various ingredients of different densities in different proportions for solid/solid. All contact parts are made from S. .25+1.25 mg = 2% x 125 mg = 2. Sigma Mixer = 1% x 125 mg = 1.FORMULASI Tablet Inti (Core) Vitamin C Avicel pH 102 Maltodekstrin Mg stearat Talkum 100 mg q.5 mg = 125 mg – (100+6.S. dengan bobot akhir 125 mg yang dicetak dengan menggunakan tableting machine.25+2.s 5% 1% 2% zat aktif pengisi dan penghancur pengikat lubrikan antiadheren Perhitungan bobot per tablet Dibuat tablet dengan bobot 125 mg Vitamin C = 100 mg Maltodekstrin = 5% x 125 mg = 6. 304/316 steel. liquid/solid and liquid/liquid is achieved effectively by the use of planetary mixer.25 mg Mg stearat Talkum Avicel Cara kerja Semua bahan dicampur dalam sigma mixer.

5 1100 x 2200 x 2450 1800 2400 GPM500 520 1050 600 15. easy maintenance and low noise. Kgs Gross Wt.5 1. Available in different technical specifications. Tableting machine We have with us an assortment of mini tablet presses. that are specifically designed for pharmaceutical application and are ideal for small scale productions. these are also stringently tested as per the international industrial standards.0 1400 x 2750 x 2500 2600 3200 Rotary Tablet Press Machine. Kgs GPM200 220 750 500 7. Technical Specifications Machine Type Number of Stations Type of Tooling SB-MINI-10 B 10 B SB-MINI-8 D 8 D SB-MINI-10 D 10 D .5 2.5 1. Engineered with precision.Technical Specifications: Model Gross Capacity Ltrs Bowl ID mm Bowl Ht mm Main Motor HP Lift Motor HP Emulsifier Overall Dimensions mm Net Wt. these machines are acknowledged for trouble free operation.0 1100 x 1900 x 2100 1500 2100 GPM350 380 900 600 10.

000 10/30/09 6 Tons.000 TO 18. of Die mm Length of Die mm Dia of Punch mm Length of Punch mm Power Overall H X W X D (cm) Net Weight (Approx) 6. Tablet Dia.Output .5 mm 2 to 6 mm 38.1 mm 22.71 mm 25. 22 mm 20.6 mm 48 x 67 x 105 H 350 kgs 6.22 mm 18. / Max) Max.: Place of Origin: FT-2B Friability tester FT-2B Beijing.99 mm 133.0 HP X 1440 RPM X 415 V.5 mm 2 to 6 mm 38.Tablets/Hr. 16 mm 17. Turet RPM (Min.5 mm 2 to 6 mm 30.1 mm 23.800 TO 14. Operating Pressure Max.000 TO 18. X 50 Hz Evaluasi tablet inti  Keseragaman bobot dengan electronic balance  Kerapuhan dengan friabilator Friability tester Product Name: Model No.000 10/30/09 6 Tons.349 mm 133.349 mm 133.China (Mainland) .6 mm 2. 22 mm 20.1 mm 23.71 mm 25.65 mm 4.000 10/30/09 6 Tons. Maximum Depth of fill Upper Punch Penetration Dia.

synchronous operation. autostop Double barrel. used to test physical property such as mechanical stability. It also uses to test friability condition of coating tablet and capsule. rotation circle LCD display Model Barrel number Rotation speed Rotation accuracy Counting method Barrel inner diameter Barrel depth Slide height Power supply Power FT-3 1 pc 25R/M ±1R/M 10-100circle setting freely 286mm 39mm 156mm 220V/50HZ 40W FT-2B 2pcs 25R/M ±1R/M 10-900circle setting freely 286mm 39mm 156mm 220V/50HZ 40W . autostop Presetting circle number parameter. time-share display preset value and real time Intelligent control drum rotation speed. split charging and storage of coating tablet. abrasion resistance and crashworthiness in the process of producing. is widely used on the area of pharmaceutical factory. This friability tester is strictly according to JB/T20105. FT-3 FT-2B Single barrel. synchronous operation.Brand Name: Friability tester: friability test: Supply Capacity: snagletech Tablet Friability tester Drug Friability tester Friability tester is on the basis of <>. drug testing department and hospital.

1N Accuracy: ±0.China (Mainland) snagletech tablet Hardness Tester Testing Method: Constant speed automatic loading Testing Range: 2-200N Resolution: 0.Dimension Gross Weight 400mm*430mm*410mm 13KG 490mm*430mm*410mm 19KG  Kekerasan dengan Hardness tester ST-4 Tablet Hardness Tester Product Name: Model No.: Place of Origin: Brand Name: China tablet Hardness Tester: Supply Capacity: ST-4 Tablet Hardness Tester ST-4 Beijing. Kg 1.5% Tablet diameter: 2-40mm Repeatability error: ±1% Each group: ≤100 Pcs Linear Module: N. High accurate sensor to make sure the test accuracy and repeatability .

automatic loop test. 8. automatic linearity error calibration. Testing method: Manual loading/Automatic loading 4. 5. 9. Excellent data-handling capacity is able to analyze.html Tablet Disintegration Tester Product Name: Model No. Average data and standard deviation and testing report for each group of specimen. High definition LCD for comfortable operation.com/product-838547-Tablet-Disintegration-Tester.hisupplier. displaying the Maximum. calculate and print each group test result. Minimum.: Place of Origin: Tablet Disintegration Tester DT-4 Beijing. automatic reset. automatic trouble diagnosis. 7. 6.China (Mainland) . Automatic calculate testing travel and save testing time. automatic lock and save. 3.2. Adopting singlechip computer control technology with automatic display.en. With linear-module one key conversion (N-Kg) With delect function key Available to calibrate it conveniently using weights at fixed period  Waktu hancur dengan disintegration time http://snagletech.

3℃ 1min-999min ±0. It complys with USP-23. capsule and pill in the process of disintegration. Model Temperature presetting range Temperature control accuracy Timing range Time control accuracy Number of up and down basket Up and down frequency of basket Up and down distance of basket Minimum distance between mesh and the bottom of cup Mesh size 1 set 2 sets (30-31)times/min (55±1)mm (25±2)mm ±0. also accords to YY0132 <>.425mm and 1mm (optional configuration) 220V/50HZ 800W 480*380*540mm 15KG 500W 480*380*540mm 19KG 800W 750*380*540mm 26KG Power supply Power Dimension Gross weight . 0.5 4sets ±0.Brand Name: Tablet hardness tester: friability tester: snagletech dissolution tester disintegration tester Disintegration Tester is basis of <> to test time limit of tablet. BP-1988 and JP-11 that rule disintegration time limit.5℃ DT-4 2mm(standard configuration).5℃ DT-1 DT-2 Room temperature-45℃ ±0.

. that are fabricated using graded raw material such as stainless steel or mild steel to ensure corrosion resistance and long life. Available in various sizes and dimensions.5 12/24/09 Hot air blower motor HP 3 PH 50 C/S 415 V AC 0. .5 K. Technical Specifications: Model Loading capacity Drive Motor HP 3 PH 50 C S 415 V AC line RPM of Pan (empty) CP-24 25 0. Tebal lapisan yg diperlukan berkisar 2-6 lapis Alat : Alat penyemprot. 100 1.kualitas udara. Corak penyemprot dipilih untuk memberikan suatu pita kontinu melintasi permukaan tumpukan tablet. our range can also be customized to suit the specific requirements of clients.temperature. Udara Proses .W Variabel-variabel yang perlu dikendalikan dalam proses penyalutan lapisan tipis menggunakan cara . Fungsi penyegelan yang kedua adalah memperkuat isi tablet.kecepatan. . Suitable for coating tablets. these are widely demanded in pharmaceutical industry for their efficiency and optimum performance. . memisahkan ingredien tablet (terutama zat aktif) dan air (yang merupakan konsisten utama dari formulasi penyalut) untuk memastikan stabilitas produk yang baik.kecepatan aliran udara/volume/keseimbangan.5 line Blower capacity Maximum CFM Heater K.Tahapan Penyalutan 1.rancangan panci/pengaturan pergerakan cairan. 2.muatan panci. Penyegelan (Sealing) Tujuan : untuk menghalangi penetrasi air ke dlm core. Coating Pan Coating pan with hot air blower R & D unit.W panci penyemprot adalah: 1. Variabel Panci .

0 % dari berat tablet inti. etanol 95%. These stainless steel fluid bed dryers are also used for conducting various research activities in the pharmaceutical industries. Bahan : Selulosa ftalat asetat (CAP) 0. Variabel Penyemprot . Penyalutan dasar (Sub coating) yaitu proses pemberian larutan dasar dan pemberian serbuk salut apabila sebagian tablet kering Tujuan : Berfungsi untuk menutup permukaan sisi tablet sehingga berbentuk elips. membuatkan pinggiran tablet dan menambah bobot inti. 304 Trolley • Filter bags made from special PP cloth (2 nos) Highlighting Features: 1) Process Unit • The process unit is single pieces welded design made from stainless steel of SS. 2.jarak mulut pipa penyemprot ke permukaan tumpukan tablet. dicampur dengan Rheometer Hakke dengan dialiri udara panas 400C.3. Recommended Spares : • Extra Product container made from S. All process contact parts are manufactured from SS-316..S. (Lachman. aquades Cara : CAP dilarutkan dalam etanol 95% dan aquades sampai viskositas meningkat. • The finish employed externally will be all welds ground back & polished into the surrounding materials. et.S.laju penyemprotan. . 316 along with S. .S. 304 in single piece welded. which are electrically heated and wellsuited to dry 5 Kgs of wet material at a time with contact parts in S.S. Alat : Fluidized Bed / rotating coating pans Fluid Bed Dryer 1 fluid bed dryers.al. . . 304 Trolley with fiber wheels • Product container made out of S.304 with perforated bottom & intermediate dutch weave with S. Salut dasar juga membuat pondasi untuk proses salut gula yang masih akan dilakukan. 1994).derajat atomisasi.S.5-9.pola penyemprotan.S. 316 & non contact parts in S.

They can also be housed the services zone to avoid sound pollution and interference of maintenance people in the production zone. Penambahan volume bahan penyalut yang berlebih akan menyebabkan tablet saling menempel. campurkan ad homogen. serbuk tabur didispersikan dalam larutan berbasis gom acacia. The length of retarding chamber is designed to provide extra large heat exchange. Ditambahkan dlm bentuk suspensi penyalut b. Pengatasan dilakukan secara manual. Penambahan dirasa cukup apabila sisi tablet sudah tidak kelihatan menyudut. Setelah itu. aquades 25%. talk bebas asbes 12%. • The expansion chamber containing the filter finger bags & dished end are made of single piece construction from SS 316 quality steel. 316 Retarding chamber is locked with the explosion chamber by means of clamps. which exposes each and every particle or the charged batch in the Fluidized air resulting in instant drying • Specially designed base is provided for air vortex effect and for giving added strength 2) Bowl/ Product Container • Conical shaped bowl/ product container is made form SS-316 grade stainless steel having stainless steel mesh support along with fine finish air mesh. Bahan : Serbuk tabur: kalsium karbonat 20%. Shaking period vary depending on the nature of products • Product container Trolley is available in tubular construction made form SS-304 pipe mounted on polypropylene caster wheel 3) Rubber Gasket • A solid ‘D’ shaped food type silicon rubber gasket is incorporated in the groove of flanged joint between the product container & retarding chamber to prevent any leakage of air with fines during processing 4) Air Handling Unit • Blower & filter with heating arrangement are housed in the rear chamber. • The batch loading capacity is always higher in case of Bhagwati Fluid Bed dryer owing to better fluidization by varying frequent shaking of finger bags. Below that is the retarding chamber made out of S. 3. Sukrosa dilarutkan dalam aquades yang panas. 4. • The entire product contact surface is mirror finished • A central drain is provided in the base to release wash water • Meticulous attention is paid to reduce any source of material Entrapment by mirror polishing flush all welds to create crevice free profiles both internally & externally. titanium dioksida 1% Larutan penyalut: sukrosa 40%. kemudian ditambahkan gom acacia. gom acacia 2% Cara / Sistem penambahan bahan penyalutan: a.S.• All of the external surfaces of the Dryer & all non contact/sight parts will be prepared with a uniform fine texture Matt finish. Pembesaran (Grossing) Pelicinan (Smoothing) .

dan apabila perlu. Tujuan : Berfungsi untuk menghaluskan permukaan tablet setelah subcoating.yaitu proses pembasahan bergantian dengan sirop pelicin dan pengeringan dari salut tablet menjadi bulat dan licin. 7. Penyalutan warna (Color coating) dilakukan dengan memberi zat warna yang dicampurkan pada sirop pelicin. Pemolesan (Polishing) dilakukan dengan menggunakan lapis tipis lilin yang licin Tujuan : Berfungsi untuk mengkilapkan permukaan tablet setelah coloring. Bertujuan untuk memudahkan pemerataan warna disaat coloring Bahan : Sirop sukrosa 70% ditambahkan titanium dioksida 1-5% sebagai suatu bahan pemburam (opacifier) Cara : Penambahan larutan sedikit demi sedikit. Pengeringan (Finishing) yaitu proses pengeringan salut sirop yang terakhir dengan cara perlahan-lahan sehingga memperoleh hasil akhir yang licin. Tujuan : Berfungsi untuk mewarnai permukaan tablet dengan bahan pewarna yang terpilih Bahan : Salut pigmen Cara : Proses penyalutan warna secara menyeluruh dipersingkat sebagai akibat dari jumlah kali tahap pemberian warna yang dikurangi dalam waktu pengeringan yang dipersingkat. Penambahan bahan pengkilap bisa dalam bentuk serbuk halus atau dalam bentuk larutan atau suspensi Alat : Polishing pan Bahan : Larutan Cera carnauba dalam aseton . 6. penguapan air pada temperatur kamar 5.

Adhesi tinta stempel dapat ditingkatkan dengan penerapan larutan dasar pencetak dari selak yang di modifikasi sebelum penstempelan. Suppliers and Exporters       Available in tabletop and platform type. SS 202. tetapi tinta tidak akan melekat dengan baik pada permukaan tablet yang dilapisi malam. penstempelan demikian meliputi penerapan tinta bercap farmaseutik pada permukaan tablet yang disalut Alat : offset rotoggravure.weighing-scale.1 g . tetapi tulisan dapat hilang karena karena sentuhan atau gesekan pelarut organik selma proses pemolesan. Optional IP 67 / IP68 SS Loadcell. penguapan solven pada temperatur kamar 8.net/products/waterproof_balances. Stainless steel construction Optional SS 304 & SS 316 materials Complete scale washable.htm Waterproof Scaless (0. Optional IP 67 indicator. massa varians dari tablet dilapisi In process Control  Keseragaman bobot dengan Single pan electronic balance http://www. hal ini harus dilakukan dengan suatu proses penstempelan. dan apabila perlu. Pencetakan cap (Printing) Tablet yang disalut gula selanjutnya diberi identitas dengan suatu nama produk.Cara : Penambahan larutan sedikit demi sedikit. Cara : Penstempelan sebelum pemolesan memungkinkan tinta dapat melekat lebih kuat pada permukaan tablet. Secara khas. . Evaluasi tablet salut  permeabilitas Uap air  tes Adhesi dengan tester strength-tesile  diametral kekuatan tablet salut: suhu dan kelembaban juga dapat menyebabkan cacat Film.60 kg) Manufacturers. Penstempelan setelah pemolesan dapat dihindari masalah penggosokan cap selama pemolesan.kuantifikasi kekasaran permukaan film dan keseragaman warna. kekuatan dosis atau logo perusahaan.

fisheries. Ideal for super market. etc.1g 0. 50/60Hz.  Electronics and loadcell totally protected from ingress of water. Models Capacity Readability Linearity (+/-) Platform Size CT-1001 1kg 0. 10 Watt Operating Temperature : 10 to 45 deg C  Kerapuhan dengan friabilator  Ketebalan tablet – tablet yang sangat tebal akan berpengaruh pada pengemasan kedalam blister Waktu hancur dengan disintegration time Tablet disimpan pada suhu 300C dengan kelembapan relatif 70% .2g 220mm x 280mm CT-6K1 6kg 1g 2g 225mm x 280mm CT-15K5 15kg 5g 5g 220mm x 280mm CP-30K5 30kg 5g 10g 400mm x 400mm CP-60K10 60kg 10g 10g 400mmx400mm Taring Range : Up to full capacity Response time : 3 secs Power Req : 90-250V. meat.

http://repository. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-dasar Praktis.id/bitstream/123456789/14307/1/08E00018. Kshirsagar. Tugas Khusus Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri Lembaga Farmasi Angkatan Udara Drs. Oswal. 2011.ijabpt.usu.Kimia Farma (Tbk).com/pdf/27036-IIJSPM-Neelam%20Kamble%5B1%5D. diakses pada tanggal 18 Nopember 2011 pukul 09.Prafa Citereup-Bogor. Sandip S. 2008.usu. Roostyan Effendi.04 . Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri PT.pdf diakses pada tanggal 18 Nopember 2011 pukul 08.usu.ac.Chaudhari.ac. Rajesh J.pdf diakses pada tanggal 10 Nopember 2011 pukul 23:50 Ainul Mardiah.DAFTAR PUSTAKA Charles J. 2008. Apt.pdf diakses pada tanggal 10 Nopember 2011 pukul 23:50 Zulfikar. http://repository. international in tablet coating technology: A review http://www.59 Neelam D. Kamble.pdf . Bandung.P Siregar. Jakarta: EGC Rima Elfitra. Plant Jakarta. http://repository. Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri PT.ac. 2010. Rishikesh V Antre. Dr.id/bitstream/123456789/14359/1/08E00391.id/bitstream/123456789/14428/1/09E02316. Prafulla S. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful