makalah periklanan dan etika dalam bisnis Masalah Periklanan dan Etika dalam Bisnis BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Pemasaran merupakan salah satu urat nadi dalam proses bisnis. Segala macam produksi, output dengan hasil terbaik pun tidak akan optimal diserap oleh konsumen jika tidak melakukan kegiatan pemasaran atau memiliki pemasaran yang bagus. Berbagai macam cara dapat dilakukan dalam memasarkan suatu produk sehingga sampai di tangan konsumen. Salah satu yang memiliki peranan penting saat ini adalah penggunaan iklan. Iklan atau periklanan merupakan bagian tak terpisahkan dari bisnis modern. Iklan dianggap sebagai metode yang ampuh untuk menyebarluaskan informasi kepada khalayak mengenai suatu produk yang dihasilkan dalam bisnis. Aneka ragam iklan mulai dari yang ditayangkan secara tradisional melalui media-media cetak maupun melalui media yang lebih modern seperti radio, televisi dan internet. Kesemuanya itu sedikit banyak telah meningkatkan penjualan dari produk yang telah ditawarkan oleh suatu unit usaha. Dibalik keberhasilan iklan dalam mendongkrak penjualan produk dalam bisnis, terselip beberapa permasalahan yang bermuara pada persoalan etika. Etika yang dimaksud disini adalah dari content serta visualisasi iklan tersebut yang dianggap sebagai pembodohan serta penipuan terhadap konsumen. B. MASALAH Beberapa permasalahan terkait dengan iklan dan etika dalam berbisnis dapat penulis ungkapkan beberapa permasalahan sebagai berikut :  Iklan yang ditampilkan tidak mendidik  Iklan yang ditampilkan cenderung menyerang produk lain BAB II ANALISA A. LANDASAN TEORI Beberapa landasan teori yang digunakan oleh penulis dalam menulis makalah ini adalah sebagai berikut : Menurut Phillip Kotler (1997), Pemasaran adalah : “Suatu proses sosial dan manajerial yang mana di dalamnya terdapat individu dan kelompok untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dan butuhkan dengan cara menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.

namun demikian pesan tersebut akan diingat oleh . maka jenis iklan seperti ini adalah iklan yang tidak etis. Iklan-iklan yang tayangkan secara massal dan intensif kepada masyarakat pada umumnya tidak mendidik. sehingga penonton tidak melihatnya dengan sadar pada layar. Penayangan suatu iklan pada ruang publik seharusnya menyandarkan diri pada prinsip utama serta fungsi utama sebuah iklan. Teknik ini dipakai dibidang visual maupun audio. Contoh riil pada kasus ini adalah apa yang dinamakan subliminal advertising. selain itu periklanan memamerkan suatu suasana hedonis dan meterialistis yang pada akhirnya menumbuhkan ideologi konsumerisme. Iklan yang sesuai dengan etika binis adalah iklan yang penyampaiannya kepada masyarakat sesuai dengan kebenaran. sehingga tidak dipersepsikan dengan sadar. Dalam dunia visual. (Kamus Besar Bahasa Indonesia.Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual. Etika bisnis merupakan penjabaran etika dalam artian seseorang/individu atau kelompok organisasi bertindak secara benar sesuai dengan moral yang dimilikinya. Pemasaran adalah proses sosial yang memberikan kepada individu dan kelompok apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk-produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya. (Philip Kotler) Secara sederhana pemasaran dapat diartikan sebagai pelaksanaan kegiatan perusahaan yang menyarankan atau mengendalikan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen atau pemakai. Jika suatu produk memiliki kelemahan-kelemahan tertentu. Subliminal advertising adalah teknik periklanan yang secara sekilas menyampaikan suatu pesan dengan begitu cepat. Tentunya kita telah mafhum bahwa iklan berfungsi sebagai alat informatif dan persuasif. tapi tinggal dibawah ambang kesadaran. manipulasi dalam periklanan juga merupakan hal yang cukup merugikan bagi konsumen. namun dalam pengiklanan kepada masyarakat di manipulasi sehinga seolah terlihat sempurna. dipasang di dalam media massa (surat kabar atau majalah) atau ditempat umum. suatu pesan dimasukkan sebentar saja dalam film. Selain itu. iklan merupakan salah satu alat komunikasi interaktif antara konsumen dan produsen. artinya apa-apa yang diinformasikan melalui iklan tersebut memang pada kenyataannya adalah benar. yaitu kegiatan ekonomi dan bisnis. Balai Pustaka : 2000) Etika Bisnis adalah penerapan prinsip-prinsip etika yang umum pada suatu wilayah prilaku manusia yang khusus. B. PEMBAHASAN Dunia periklanan memang merupakan dunia glamour dalam bisnis modern saat ini. selain sebagai alat promosi kepada konsumen. Manipulasi disini diartikan sebagi tindakan yang dilakukan oleh si pengiklan terhadap si konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan tanpa si konsumen itu hendak membelinya.

Karena sama saja mengajarkan untuk menghina orang lain. taruhlah iklan tersebut secara isi adalah benar. Karena mereka masih polos. gengsi. namun dalam visualisasi terhadap konsumen dapat tidak mendidik. tentunya ini secara etis merupakan suatu bentuk persaingan yang tidak dibenarkan. Dalam iklan tersebut. Menurut kelompok kita. Seperti contohnya. “saya kapok dibohongi anak kecil”. Mungkin maksud XL disini ingin mencerminkan kejujuran. Menurut saya. tidak sepantasnya berkata seperti itu. terdapat pula seberapa iklam yang dalam pengiklanannya saling menjatuhkan produk yang lain. walau tidak dipungkiri bahwa fungsi sebuah iklan adalah untuk mengajak sebanyak mungkin konsumen untuk membeli suatu produk. Dengan kata-kata dalam iklannya. Belum lama Sule menjadi icon dari provider XL. Jika boleh penulis merekomendasikan iklan “internet masuk desa” sera “telepon masuk desa” sebagai contoh iklan yang mendidik baik secara content maupun visualisasi terhadap masyarakat. Iklan-iklan yang tidak logis seperti seorang anak dapat tumbuh besar serta pintar karena mengkonsumsi produk-produk tertentu dan sebagainya. Subliminal advertise yang lain adalah mempengaruhi konsumen melalui iklan dengan memanfaatkan faktor-faktor psikologis seperti status. Belum. suatu iklan terkadang malah sering menampilkan sisi-sisi yang sama sekali tidak mendidik terhadap konsumen. lagi iklan-iklan yang menonjolkan kekerasan serta sensualitas dalam penayangannya. anak kecil tidak pernah berbohong. seks dan lainnya.penonton. Mungkin provider AS ingin agar konsumen men-cap provider XL . Sama seperti tarif yang ditawarkan XL yang jujur murahnya. tidak seharusnya ada dialog seperti itu. Tentu saja dalam iklan yang dibuat menggunakan Sule.  Iklan yang ditampilkan cenderung menyerang produk lain Selain beberapa iklan yang kurang atau bahkan tidak mendidik. anak kecil tidak pernah berbohong jika ditanya. Dipasangkan dengan Baim dan Putri Titian. secara etis iklan-iklan seperti ini tidak layak untuk ditampilkan. Kita dapat melihat beberapa tayangan iklan ditelevisi seperti iklan mobil kijang yang menggunakan anakanak sebagai model. Karena kita tahu. karena tindakan tersebut merugikan pihak lain. iklan provider kartu as menyidir kartu xl dengan menyerang Awalnya Sule digunakan sebagai model dalam iklan XL. provider AS membuat “perang” semakin meruncing dengan menggunakan Sule sebagai icon providernya. dapat kita perinci sebagai berikut :  Iklan yang ditampilkan tidak mendidik Dari sisi content. Kedua jenis advertise subliminal tersebut secara etis telah mempengaruhi keindependenan konsumen. sekilas penulis tangkap sebagai didikan kepada anak untuk bergaya hidup konsumeris. Padahal maksud dalam iklan itu. provider AS menyindir provider XL. ketika Baim ditanya oleh Sule apakah dia ganteng? Lalu Baim menjawab bahwa Sule jelek. Beberapa permasalahan yang telah disebutkan dimuka terkait periklanan oleh dunia bisnis yang bersinggungan dengan nilai-nilai dan etika.

yaitu kegiatan ekonomi dan bisnis 4. Sebaiknya pemerintah menerapkan peraturan atau perundangan yang secara tegas mengatur segala yang berkaitan dengan etika dan periklanan 2. Etika Bisnis adalah penerapan prinsip-prinsip etika yang umum pada suatu wilayah prilaku manusia yang khusus. 3. 3. dipasang di dalam media massa (surat kabar atau majalah) atau ditempat umum. menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain 2. . Pemerintah serta masyarakat berperan aktif dalam menyaring serta sebagai kontrol sosial bagi pengiklanan produk-produk yang telah keluar dari jalur etika. dapat penulis kemukakan bebreapa kesimpulan yakni : 1. Produsen seharusnya tidak hanya memikirkan untuk mendapat keuntungan yang maksimal tanpa melihat dari kepentingan produsen untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar produk yang diiklankan. iklan yang cenderung menjelek-jelekan produk lain. KESIMPULAN Berdasarkan uraian mengenai masalah periklanan dan etika bisnis. di Indonesia khususnya terdapat permasalahan-permasalahan dalam dunia periklanan terutama menyangkut iklan yang tidak mendidik. SARAN Berdasarkan uraian mengenai periklanan dan etika bisnis dapat penulis kemukakan beberapa saran antara lain sebagai berikut : 1. BAB III PENUTUP A.sebagai pembohong. Sehingga konsumen akan beralih pada provider AS. B. pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang mana di dalamnya terdapat individu dan kelompok untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dan butuhkan dengan cara menciptakan. Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual. dalam arti tarif yang ditawarkan tidak sesuai dengan kenyataannya.

Pengantar Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis Kecil.com) .kompas. K. PT. Kanisius. 1986 Kompas Cyber Media. online diakses 2 oktober 2011 (http://www.DAFTAR PUSTAKA Bertens. Indeks Jakarta. Pengantar Etika Bisnis. Jakarta. 2000 Zimmerrer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful