Ringkasan Jodoh yang sempurna Aku masuk ke dalam kantor dan bersalaman dengan seorang lakilaki yang tersenyum

-senyum yang bernama Pak Blaucher. Pakaiannya lebih rapi ketimbang aku. Selanjutnya ia membuka-buka tumpukan kertas seperti menata kue serabi. ”Saya yakin kamu akan puas dengannya,” katanya. ”Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihinya dari seratus puluh juta wanita yang memenuhi syarat di Amerika Serikat. Kami memilah berdasarkan suku, agama, etnik, dan latar belakang regional ....” Kulanjutkan memeriksa bersamanya. Ia suka buku, sepak bola, duduk dekat bagian bioskop, tidur dengan jendela-jendela tertutup, anjing, kucing, ikan mas, ikan tuna, sandwich, ikan salami, pakaian sederhana, memberikan es kepada anak-anak (anak kami nyatanya), tinggal di pinggiran kota, museum seni, …. Ia menunjukkan, ”Rupanya kesukaan kita banyak yang sama.” ”Persis sama,” tegasku. Aku membaca tulisan yang berjudul ”Psychology”. Ia tampak malu, menghindari pertanyaan, tanpa kata terucap, tipe seorang ibu yang baik. ”Aku suka kau tidak merokok atau tidak minum,” ujarnya. ”Tidak. Aku tidak menyukainya. Hanya sesekali aku minum bir.” ”Itu tidak bisa dikatakan jelek.” ”Yah, mungkin aku lupa menghentikannya.” Aku berharap aku tidak memikirkan hal itu Kami membaca catatan habis satu sama lain. ”Kita banyak kesamaan,” katanya. Sembilan tahun sudah kini, aku dan Alice menikah. Tiga anak telah kami miliki, dua laki-laki dan seorang perempuan. Kami tinggal di pinggiran kota, dan banyak mendengarkan musik klasik dan PH-nya Frankie Laine. Penghabisan kali kami mempertengkarkan, bahwa terlalu jauh untuk mengingat-ingat. Kami sepakat hampir dalam setiap hal. Dia adalah seorang istri yang baik dan jika aku boleh mengatakannya juga, aku pun seorang suami yang baik. Perkawinan kami begitu sempurna. Kami akan bercerai bulan depan. Aku tak kuasa menahannya.

Bahasa memakai bahasa Indoneia tetapi tidak menggunakan EYD yang tepat, kalimatnya kurang efektif.

.” kataku tanpa pikir. Itu satu di antaranya.) Setting Tempat Waktu Suasana :kantor Rumah aku :siang Malam :Senang Bahagia Sedih Terharu :Orang pertama serba tahu :Maju :Jangan sampai kita berpisah dalam perkawinan. Sudut Pandang Alur Amanat Unsur Ekstrinsik Nilai :Moral (perasaan cinta seseorang) Sosial(Kehidupan seseorang di dalam lingkungan) Hubungan cerpen dengan kehidupan sehari-hari: Kejadian tersebut sering terjadi dalam kehidupan sekarang ini.) Pak Bleaucher :Baik (menyukai.Karena dalam membina rumah tangga sangatlah susah jadi kita harus berusaha untuk mempertahankan dengan sebaik-baiknya.contohnya banyak yang bahagia dalam kehidupan rumah tangga dan akhirnya bercerai/berpisah.) Suami yang baik (aku pun seorang suami yang baik) Perhatian(”Rancangan Masa Depan”.Identitas buku Judul : Jodoh yang Sempurna Pengarang : Stephen Makler Judul asli : The Perfect Match Penerjemah : Sumarsono Unsur-unsur Intrinsik Tema :Kisah Cinta Judul :Jodoh Yang Sempurna Tokoh :Aku Pak Bleaucher Alice Watak Aku :Terbuka(”Saya tiga puluh satu.”) Alice :Istri yang baik (Dia adalah seorang istri yang baik) Perhatian (tipe seorang ibu yang baik. dan kami bisa omong-omong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful