P. 1
IPS 8

IPS 8

|Views: 302|Likes:
Published by Missy Olin

More info:

Published by: Missy Olin on Nov 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

1) Letak astronomis adalah letak suatu negara berdasarkan garis lintang dan

bujur.

2) Garis bujur adalah garis khayal pada peta, globe, dan atlas yang membujur
dari Utara ke Selatan, untuk menentukan pebedaan waktu.
a) Garis bujur 0o

digunakan sebagai standar waktu dunia.

b) Garis bujur 180o

berimpit di Samudera Pasifik sebagai garis tanggal

internasional.
3) Garis lintang adalah garis khayal pada peta, globe, dan atlas yang melintang
dari Barat ke Timur, untuk menentukan perbedaan iklim.
4) Letak astronomis Indonesia adalah 94o

BT- 141o

BT dan 6o

LU-11o

LS.

5) Akibat letak astronomisnya, Indonesia beriklim tropis dan memiliki tiga
daerah waktu yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah
(WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).
6) Letak geografis Indonesia adalah berada di antara dua benua yaitu Benua
Asia dan Australia, dan dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Hindia.
7) Akibat letak geografis Indonesia, bertiup angin musim yang menyebabkan
Indonesia mengalami dua musim yaitu musim kemarau dan penghujan.
8) Akibat pengaruh letak geografis Indonesia adalah:
a) Kepulauan Indonesia sangat dipengaruhi oleh laut
b) Kepulauan Indonesia berada pada posisi silang
9) Ada dua macam angin musim di Indonesia:
a) Angin musim barat laut
Terjadi pada bulan Oktober- Maret.
Membawa uap air dari samudera Hindia.
Menyebabkan musim hujan.
b) Angin musim tenggara.
Terjadi pada bulan April-September.
Menyebabkan musim kemarau.

2- 11/12-St. Laurensia

10) Keadaan dimana terjadi pergantian musim disebut musim pancaroba.
11) Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora di Indonesia adalah:
a) Iklim
b) Keadaan tanah
c) Relief tanah
12) Jenis-jenis flora di Indonesia adalah:
a) Hutan hujan tropis di Sumatera, Kalimantan, Irian.
b) Hutan musimdi wilayah Indonesia Bagian Tengah
c) Hutan bakau di daerah timur Sumatera, pantai Riau, dan pantai Pulau

Jawa.
d) Stepa di Sumba, Sumbawa, Flores, Timor.
e) Sabana di Nusa Tenggara, Madura, dan Aceh.
f) Padang lumut di puncak Jaya Wijaya (Papua).
13) Hutan hujan tropis sering disebut hutan heterogen, karena ada berbagai
jenis pohon.
14) Jenis-jenis flora yang dilindungi adalah:
a) Hutan gambut
b) Vegetasi hutan musim
c) Vegetasi rawa
d) Hutan pantai
e) Hutan payau
f) Hutan cadangan di daerah basah
g) Hutan pegunungan.
15) Fauna di Indonesia menurut Alfred Weber and Wallace:
a) Fauna Asiatis di wilayah Indonesia bagian Barat
Harimau, gajah, badak, kera, beruang, tapir.
b) Fauna Australiatis di wilayah Indonesia bagian Timur.
Burung cendrawasih, kasuari, kangguru.
c) Fauna peralihan
Burung kakatua, maleo, kus-kus, babi, rusa, anoa, dan komodo.
16) Jenis fauna dan persebarannya:
a) Fauna Indonesia bagian Barat.
Mawas (orang utan) di Kalimantan dan Sumatera.

3- 11/12-St. Laurensia

Kijang di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Lombok.
Gajah di Pulau Sumatera.
Banteng di Pulau Jawa dan Kalimantan.
Siamang (kera berwarna hitam dan berekor) di Sumatera dan
kalimantan.
Trenggiling di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Kancil di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Kepulauan Karimata.
Burung Jalak Bali di Bali
Burung Merak di Pulau Jawa
Buaya di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Lumba-lumba (pesut) di Sungai Mahakam, kalimantan Timur.
b) Indonesia Bagian Tengah
Burung Maleo di Kepulauan Sangihe dan Sulawesi.
Anoa di Pulau Sulawesi.
Biawak dan Komod di Pulau Komoda dan NTT.
Babi rusa di Maluku bagian barat dan Pulau Sulawesi.
c) Indonesia bagian Timur
Burung kasuari di Pulau Seram, Pulau Irian, dan Kepulauan Aru.
Burung kakaktua berjambul merah dan putih di Pulau Irian dan
Kepulauan Aru.
Kus-kus di Pulau Irian.
Tikus dan Musang berkantung di Pulau Irian dan Maluku bagian Timur.
17) Jenis fauna yang dilindungi
a) Binatang menyusui
Siamang
mawas
rusa
menjangan
harimau

badak
babi
gajah
kambing
hutan

tapir
trenggiling
banteng

b) jenis burung
ayam hutan
jalak bali

kuntul
merak

4- 11/12-St. Laurensia

pelatuk besi

alap-alap putih

18) Upaya pelestarian flora adalah dengan membuat cagar alam.
a) Cagar alam di Kalimantan Timur melindungi berbagai jenis anggrek
seperti anggrek hitam.
b) Cagar alam di Sumatera melindungi bunga Rafflesia Arnoldi dan bunga

bangkai.

c) Cagar alam Baluran, Jawa Timur, melindungi kerbau liar dan banteng.
d) Cagar alam Panunjang Pangandaran, Jawa Barat, melindungi rusa, babi
hutan, dan banteng.
e) Cagar Alam ujung Kulon, Banten, melindungi badak bercula satu,
banteng, buaya, rusa, dan burung merak.
f) Kebun Raya Bogor.
19) Upaya pelestarian fauna adalah dengan membuat suaka margasatwa.
a) Suaka margasatwa Gunung Gede, Bogor, melindungi kijang.
b) Suaka margasatwa Pulau Komodo, melindungi komodo, kuda, dan kerbau

liar.

c) Suaka margasatwa Gunung Leuser, NAD, melindungi harimau Sumatera,
badak Sumatera, dan orang utan.
20) Tanah adalah bagian teratas permukaan bumi tempat tumbuhnya
tumbuhan dan tempat pemukiman penduduk.
21) Pelapukan yang terjadi pada batuan/ sisa-sisa jasad kehidupan dibedakan
menjadi:
a) Organik/ biologis, pelapukan yang disebabkan oleh adanya tumbuhan
yang hidup di atas batuan misalnya lumut.
b) Kimiawi, pelapukan disebabkan oleh pengaruh bahan kimia yang larut
dalam air.
c) Fisik/ mekanis, pelapukan disebabkan oleh faktor cuaca.
22) Jenis-jenis tanah:
a) Tanah vulkanis/ andosol
Terbentuk dari abu vulkanis yang mengalami proses pelapukan.
Ciri-ciri:
Berbutir halus
Tidak mudah tertiup angin

5-11/12-St. Laurensia

Tidak mudah tererosi
Sangat subur
Digunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan.
b) Tanah aluvial/ tanah endapan
Ciri-ciri:

Berupa lumpur/ pasir halus yang terbawa arus sungai.
Kandungan unsur haranya berbeda-beda tergantung bahan induk
penyusunnya.
Digunakan untuk lahan pertanian.
c) Tanah laterit
Ciri-ciri:

Berwarna merah/ kekuning-kuningan.
Tidak subur
Digunakan untuk bahan aku industri gerabah/ keramik.
d) Tanah litosol/ tanah berbatu
Terbentuk karena proses pelapukan batuan yang belum sempurna.
Dimanfaatkan untuk tanaman keras, tegalan, palawija, dan padang
rumput untuk makanan ternak.
e) Tanah gambut/ organosol.
Berasal dari bahan organik dan genangan air.
Dimanfaatkan untuk persawahan pasang surut.
f) Tanah mergel
Terdiri dari batu kapur, pasir, dan tanah liat.
Ciri-ciri
Tanah subur
Ada di ketinggian 200-500 meter di atas permukaan laut.
Cocok untuk ditanami pohon jati.
g) Tanah regosol

Berasal dari endapan abu vulkanis baru dengan butiran kasar.
Cocok untuk ditanami padi, palawija, tebu, dan kelapa.
h) Tanah kapur/ mediteran.

6-11/12-St. Laurensia

Batu induknya berasal dari batu gamping, abu gunung berapi, dan
batuan endapan yang mengalami pelapukan.
Baik untuk ditanami pohon jati, palawija.
i) Tanah grumosol/ margalit.
Terbentuk dari batuan kapur dan batuan gunung api.
Ciri-ciri:
Tekstur halus
Berwarna kelabu kehitam-hitaman
Mudah tererosi dan longsor.
Dimanfaatkan untuk ditanami kapas, jagung, kedelai, tebu, padi.
23) Penduduk Indonesia adalah semua orang yang bertempat tinggal di wilayah
geografis Republik Indonesia selama 6 bulan/ bertujuan menetap.
24) Penduduk Indonesia secara kualitas merupakan yang terbesar di Asia
Tenggara, nomor 3 di Benua Asia, nomor 4 di dunia.
25) Penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->