P. 1
Sejarah Perkembangan Hotel

Sejarah Perkembangan Hotel

|Views: 5,462|Likes:
Published by nusantara knowledge

More info:

Published by: nusantara knowledge on Nov 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2013

pdf

text

original

HOTEL

PENGERTIAN HOTEL Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu. Pengertian hotel ini dapat disimpulkan dari beberapa definisi hotel seperti tersebut di bawah ini : a. Salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi masyarakat umum yang dikelola secara komersil (Keputusan Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987) b. Bangunan yang dikelola secara komersil dengan memberikan fasilitas penginapan untuk masyarakat umum dengan fasilitas sebagai berikut : 1) Jasa penginapan 2) Pelayanan makanan dan minuman 3) Pelayanan barang bawaan 4) Pencucian pakaian 5) Penggunaan fasilitas perabot dan hiasan-hiasan yang ada di dalamnya. (Endar Sri,1996:8) c. Sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan dengan memberikan pelayanan jasa kamar, penyedia makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat pembayaran (Lawson, 1976:27)

SEJARAH PERKEMBANGAN HOTEL Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa Perancis kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17. Maknanya kira-kira, "tempat penampungan buat pendatang" atau bisa juga "bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum". Jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat. Tak aneh kalau di Inggris dan Amerika, yang namanya pegawai hotel dulunya mirip pegawai negeri alias abdi masyarakat. Tapi, seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan hotel tak banyak berubah. Sampai pada tahun 1793, saat City Hotel dibangun di cikal bakal wilayah kota New York. City Hotel itulah pelopor pembangunan penginapan gaya baru yang lebih fashionable. Sebab, dasar pembangunannya tak hanya mementingkan letak yang strategis. Tapi juga pemikiran bahwa hotel juga tempat istirahat yang mumpuni. Jadi, tak ada salahnya didirikan di pinggir kota. Setelah itu, muncul hotel-hotel legendaris seperti Tremont House (Boston, 1829) yang selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu tempat paling top di Amerika Serikat (AS). Tremont bersaing ketat dengan Astor House, yang dibangun di New York, 1836. Saat itu, hotel modern identik dengan perkembangan lalu lintas dan tempat beristirahat. Saat pembangunan jaringan kereta api sedang gencar-gencarnya, hampir di tiap perhentian (stasiun) ada hotel. Maksudnya jelas, untuk mengakomodasi orang-orang yang baru saja bepergian dengan kereta api. Karena masa itu naik kereta api sangat melelahkan, hotel-hotel pun "dipersenjatai" berbagai hiburan pelepas penat. Hotel jenis ini, diembeli-embeli dengan kata "transit", karena memang ditujukan buat para musafir. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan makin luasnya jangkauan angkutan darat (terlebih setelah ditemukannya kendaraan bermotor), kawasan sekitar rel kereta api tak lagi menarik minat para investor. Orang kemudian lebih suka jalan-jalan pakai mobil ketimbang kereta. Kepopuleran hotel transit pun tersaingi oleh kehadiran "motel", gabungan kata "motor hotel" yang sama dengan tempat istirahat para pengendara kendaraan bermotor. Kejayaan motel tak berlangsung lama. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, berakhir pula era motel. Terutama karena letaknya yang agak di pinggir kota dan fasilitasnya yang kalah bagus dengan hotel di pusat kota. Kalaupun terpaksa bermalam di kawasan pinggiran, motel harus bersaing dengan hotel resort, yang banyak tumbuh di tempat-tempat peristirahatan. Selain hotel, resort, anak-anak kandung hotel yang lahir di era 1990-an tak kalah hebatnya. Sebut saja berbagai extended-stay hotel, khusus buat tamu yang membutuhkan tempat menginap minimal lima malam. Sedangkan pelaku bisnis yang harus bernegosiasi di kampung atau negeri orang, bisa mencari hotel apartment. Di Amerika, dua jenis hotel ini berkembang sangat pesat. Di Indonesia, kata hotel selalu dikonotasikan sebagai bangunan penginapan yang cukup mahal. Umumnya di Indonesia dikenal hotel berbintang, hotel melati yang tarifnya cukup
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

terjangkau namun hanya menyediakan tempat menginap dan sarapan pagi, serta guest house baik yang dikelola sebagai usaha swasta (seperti halnya hotel melati) ataupun mess yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ada kaitannya dengan kegiatan atau urusan perusahaan. Pasted from <http://id.wikipedia.org/wiki/Hotel> Secara umum perkembangan hotel dibagi menjadi 3 tahap : 1. Perkembangan Sebelum Abad Pertengahan Perjalanan untuk kegiatan rekreasi (wisata) pertama kali dilakukan oleh Bangsa Romawi sekitar abad I sampai abad V, dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, cara hidup, ekonomi, dan politik. Pada saat itu orang – orang Romasi mulai menemukan dan memiliki beberapa jenis akomodasi atau diversovia. Di samping itu dibangun pula “tavern” yaitu tempat menjual makanan dan minuman di pinggir jalan karena pada waktu itu beberapa jenis akomodasi yang disewakan tidak menyediakan makanan dan minuman. Bagi kaum bangsaan dan Raja yang ingin melakukan perjalanan ke tempat lain, biasanya menginap di puri (Castle), sedangkan para rohaniwan biasanya menginap di biara atau kuil. Tetapi orang – orang biasa yang melakukan perjalanan ke suatu tempat, biasanya menginap di tempat – tempat penginapan yang tersedia. 2. Perkembangan Dalam Abad Pertengahan Pada masa ini banyak tempat – tempat suci digunakan oleh orang – orang yang berziarah dan pengunjung untuk tempat menginap. Demikian juga rumah – rumah pribadi kaum bangsawan dan orang – orang terkemuka digunakan sebgai tempat pengiapan bagi para wisatawan. Dari sinilah timbul istilah “inn” yaitu rumah – rumah pribadi yang disewakan kepada para tamu yang ingin menginap. Para pedagang dan para pemilik tanah lebih banyak dan lebih senang tinggal di rumah penginapan ini (inn) karena pelayanan yang diberikan cukup memuaskan yaitu mencakup makanan di ruangan yang cukup besar, ruangan tidur, dan kandang kuda bagi wisatawan yang melakukan perjalanan dengan membawa kuda. Demikianlah pada abad ke XIV semakin banyak tumbuh dan berkembang rumah penginapan (inn) dan istilah ini dikenal sampai sekarang. 3. Perkembangan Dari Abad Pertengahan Sampai Abad Keduapuluh Salah satu jenis akomodasi yang berbentuk rumah besar dimana setiap apartemennya dapat disewakan per hari, perminggu, atau bulan adalah „Hotel Garni” di Paris, Prancis. Demikian selanjutnya usaha – usaha jenis baru makin
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

berkembang dengan mejadikan fasilitas dan pelayanan yang lebih lengkap dan baik. Ada permulaan abad XIX mulailah tumbuh dan berkembang hotel – hotel dengan struktur dan organisasi yang lebih mapan dengan struktur organisasi yang lebih modern. Hotel tidak hanya merupakan pusat komersialisasi penerimaan tamu bagi para wisatawan, tetapi juga sangat penting peranannya sebagai pusat – pusat kegiatan sosial baik kota maupun pusat kota. Sekarang hotel – hotel modern merupakan suatu tempat tidak saja menyediakan sarana penginapan, tempat pertunjukan, tempat rekreasi, dan fasilitas lainnya disamping penyediaan makanan dan minuman dengan manajmen yang lebih profesional. Pasted from <http://madebayu.blogspot.com/2010/02/sejarah-perkembangan-hotel.html>

KARAKTERISTIK HOTEL Perbedaan antara hotel dengan industri lainnya adalah : a. Industri hotel tergolong industri yang padat modal serta padat karya yang artinya dalam pengelolaannya memerlukan modal usaha yang besar dengan tenaga pekerja yang banyak pula. b. Dipengaruhi oleh keadaan dan perubahan yang terjadi pada sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan dimana hotel tersebut berada. c. Menghasilkan dan memasarkan produknya bersamaan dengan tempat dimana jasa pelayanannya dihasilkan. d. Beroperasi selama 24 jam sehari, tanpa adanya hari libur dalam pelayanan jasa terhadap pelanggan hotel dan masyarakat pada umumnya. e. Memperlakukan pelanggan seperti raja selain juga memperlakukan pelanggan sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat tergantung pada banyaknya pelanggan yang menggunakan fasilitas hotel tersebut.

JENIS HOTEL Penentuan jenis hotel tidak terlepas dari kebutuhan pelanggan dan ciri atau sifat khas yang dimiliki wisatawan (Tarmoezi, 2000:5) Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat dari lokasi dimana hotel tersebut dibangun, sehingga dikelompokkan menjadi: a. City Hotel Hotel yang berlokasi di perkotaan, biasanya diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud untuk tinggal sementara (dalam jangka waktu pendek). City Hotel disebut juga

Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

sebagai transit hotel karena biasanya dihuni oleh para pelaku bisnis yang memanfaatkan fasilitas dan pelayanan bisnis yang disediakan oleh hotel tersebut. b. Residential Hotel Hotel yang berlokasi di daerah pinngiran kota besar yang jauh dari keramaian kota, tetapi mudah mencapai tempat-tempat kegiatan usaha. Hotel ini berlokasi di daerah-daerah tenang, terutama karena diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin tinggal dalam jangka waktu lama. Dengan sendirinya hotel ini diperlengkapi dengan fasilitas tempat tinggal yang lengkap untuk seluruh anggota keluarga. c. Resort Hotel Hotel yang berlokasi di daerah pengunungan (mountain hotel) atau di tepi pantai (beach hotel), di tepi danau atau di tepi aliran sungai. Hotel seperti ini terutama diperuntukkan bagi keluarga yang ingin beristirahat pada hari-hari libur atau bagi mereka yang ingin berekreasi. Kota yang memiliki resort atau dimana pariwisata atau liburan adalah bagian dari aktivitas lokal sering disebut kota resort. Kota seperti Sochi di Rusia, Sharm el Sheikh di Mesir, newport, Rhode Island atau St. Moritz, Swiss, atau daerah besar, seperti Pegunungan Adirondack atau Riviera Italia merupakan resort-resort terkenal. Walt Disney World Resort adalah contoh resor komersial sendiri. Resort berdiri di seluruh dunia, menarik pengunjung dari seluruh dunia. Thailand, contohnya, telah menjadi negara tujuan populer. Resort umumnya berdiri di Amerika Tengah dan Karibia. Resort di suatu daerah Sebuah bangunan komersial di kota resort seperti wilayah rekreasi, situs bersejarah, taman tema, fasilitas permainan atau atraksi turis lainnya bersaing dengan bisnis lain di kota itu. Contohnya hotel di dan sekitar Walt Disney World, berbagai resort di St. Martin di Karibia, dan bangunan-bangunan di Aspen, Colorado di AS. Resort tujuan Sebuah resort tujuan merupakan resort yang berisi, di dalam dan luar, kemampuan atraksi tamu yang memungkinkan-dikatakan bahwa sebuah resort tujuan tidak harus dekat dengan sebuah tempat (kota, situs bersejarah, taman tema, atau lainnya) untuk menarik publik. Karakteristik lain dari sebuah resort tujuan adalah menawarkan makanan, minuman, penginapan, olahraga, hiburan, dan perbelanjaan di dalam bangunan sehingga tamu tidak perlu meninggalkan bangunan selama menetap di sana. Fasilitas tersebut memiliki kualitas yang lebih tinggi bila seseorang menetap di hotel atau makan di restoran kota. Contohnya

Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

Atlantis di Bahama, Costa do Sauípe di Brazil Timurlaut, Laguna Phuket di Thailand dan Sun City dekat Johannesburg di Afrika Selatan. Resort lengkap Resort lengkap adalah sebuah resort yang, disamping menyediakan ameniti dari suatu resort, memberi harga terjangkau yang meliputi kebanyakan atau semua item. Pada tingkat rendah, banyak resort lengkap meliputi penginapan, makanan dan minuman tak terbatas, aktivitas olahraga, dan hiburan dengan harga terjangkau. Resort bersejarah Sebuah resort terkenal dari zaman kuno adalah Baiae, Italia, terkenal 2.000 tahun yang lalu. Capri, sebuah pulau dekat Naples, Italia, telah menarik pengunjung sejak masa Romawi. Resort bersejarah terkenal lainnya adalah Monte Ne, Arkansas, yang aktif di awal abad ke20. Di puncaknya lebih dari 10.000 orang per tahun menginap di hotel-hotelnya. Resort ini ditutup tahun 1930-an dan banjir pada 1960-an dan yang yang tersisa hanya reruntuhan. Resort mewah Resort mewah disebut pula sebagai sebuah resort yang eksklusif bertarifkan sangat mahal dengan fasilitas dan perlayanan liburan berbintang lima yang lengkap, Resort mewah sering dapat mendatangkan banyak pengunjung melalui kegiatan wisata seperti golf, olahraga air, fasilitas spa dan kecantikan, ski, ekologi alam atau ketenangan Pasted from <http://id.wikipedia.org/wiki/Resort>

d. Motel (Motor Hotel) Hotel yang berlokasi di pinggiran atau di sepanjang jalan raya yang menghubungan satu kota dengan kota besar lainnya, atau di pinggiran jalan raya dekat dengan pintu gerbang atau batas kota besar. Hotel ini diperuntukkan sebagai tempat istirahat sementara bagi mereka yang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum atau mobil sendiri. Oleh karena itu hotel ini menyediakan fasilitas garasi untuk mobil. Motel berasal dari kata motor hotel. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir Perang Dunia II. Kejayaan motel tak berlangsung lama. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, berakhir pula era motel. Terutama karena letaknya yang agak di pinggir kota dan fasilitasnya yang kalah bagus dengan hotel di pusat kota. Kalaupun terpaksa bermalam di kawasan pinggiran, motel harus bersaing dengan hotel resort, yang banyak tumbuh di tempat-tempat peristirahatan. Pasted from <http://id.wikipedia.org/wiki/Motel>
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

SEGI JUMLAH KAMAR HOTEL Menurut Tarmoezi (Tarmoezi,2000:3), dari banyaknya kamar yang disediakan, hotel dapat dibedakan menjadi : a. Small Hotel Jumlah kamar yang tersedia maksimal sebanyak 28 kamar. b. Medium Hotel Jumlah kamar yang disediakan antara 28- 299 kamar. c. Large Hotel Jumlah kamar yang disediakan sebanyak lebih dari 300 kamar.

KLASIFIKASI HOTEL Menurut keputusan direktorat Jendral Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi no 22/U/VI/1978 tanggal 12 Juni 1978 (Endar Sri, 1996 : 9), klasifikasi hotel dibedakan dengan menggunakan simbol bintang antara 1-5. Semakin banyak bintang yang dimiliki suatu hotel, semakin berkualitas hotel tersebut. Penilaian dilakukan selama 3 tahun sekali dengan tatacara serta penetapannya dilakukan oleh Direktorat Jendral Pariwisata. Pasted hotel.html> from <http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/pengantar-perhotelan-definisi-

CONTOH HOTEL BERBINTANG DI DUNIA Luxury/First Class/ Full Service  Hyatt  Westin  Stouffer  Ritz Carlton  Four Season  Marriott  Omni  St. Regis  Regent  Mandarin Oriental  Shangrilla, dll All Suites
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

 Embassy Suites  Lexington Hotel Suites  Park Suites Hotels  Residence Inns  Inn Suites International,dll Major Multi – Product Chains (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)  Hilton  Holiday Inn  Radisson  Ramada  Quality  Best Western  Howard Johnson  Hotel Ibis  Mercure  Novotel,dll Inns/Motels/Budget  Days Inns  Motel 6  Best Value Inns  Super 8 Motels, dll Pasted from <http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/>

Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

RESORT HOTEL
PENGERTIAN RESORT  Resort adalah suatu perubahan tempat tinggal untuk sementara bagi seseorang di luar tempat tinggalnya dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga serta hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga dikaitkan dengan kepentingan yang berhubungan dengan kegiata olah raga, kesehatan, konvensi, keagamaan serta keperluan usaha lainnya (Dirjen Pariwisata , Pariwisata Tanah air Indonesia, hal. 13, November, 1988).  Resort adalah tempat peristirahatan di musim panas, di tepi pantai/di pegunungan yang banyak dikunjungi (John M. Echols, Kamus Inggris-Indonesia, Gramedia, Jakarta, 1987).  Resort adalah tempat wisata atau rekreasi yang sering dikunjungi orang dimana pengunjung datang untuk menikmati potensi alamnya (A.S. Hornby, Oxford Leaner’s Dictionary of Current English, Oxford University Press, 1974).  Resort adalah sebuah tempat menginap dimana mempunyai fasilitas khusus untuk kegiatan bersantai dan berolah raga seperti tennis, golf, spa, tracking, dan jogging, bagian concierge berpengalaman dan mengetahui betul lingkungan resor, bila ada tamu yang mau hitch-hiking berkeliling sambil menikmati keindahan alam sekitar resort ini (Nyoman.S. Pendit. Ilmu Pariwisata, Jakarta : Akademi Pariwisata Trisakti, 1999)  Resort adalah sebuah kawasan yang terencana yang tidak hanya sekedar untuk menginap tetapi juga untuk istirahat dan rekreasi. (Chuck Y. Gee, Resort Development and Management, Watson-Guptil Publication 1988)  Sebuah hotel resort sebaiknya mempunyai lahan yang ada kaitannya dengan obyek wisata, oleh sebab itu sebuah hotel resort berada pada perbukitan, pegunungan, lembah, pulung kecil dan juga pinggiran pantai. (Nyoman S. Pendit. Ilmu Pariwata. Jakarta : Akademi Pariwisata Trisakti, 1999)

PENGERTIAN HOTEL RESORT Hotel Resort didefinisikan sebagai hotel yang terletak dikawasan wisata, dimana sebagian pengunjung yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha. Umumnya terletak cukup jauh dari pusat kota sekaligus difungsikan sebagai tempat peristirahatan.
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hotel resort secara total menyediakan fasilitas untuk berlibur, rekreasi dan olah raga. Juga umumnya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menginap bagi pengunjung yang berlibur dan menginginkan perubahan dari kegiatan seharihari.

FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA HOTEL RESORT Sesuai dengan tujuan dari keberadaan Hotel Resort yaitu selain untuk menginap juga sebagai sarana rekreasi. Oleh sebab itu timbulnya hotel resort disebabkan oleh faktor-faktor berikut : a. Berkurangnya waktu untuk beristirahat Bagi masyarakat kota khususnya kesibukan mereka akan pekerjaan selalu menyita waktu mereka untuk dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman. b. Kebutuhan Manusia akan rekreasi Manusia pada umumnya cenderung membutuhkan rekreasi untuk dapat bersantai dan menghilangkan kejenuhan yang diakibatkan oleh aktivitas mereka. c. Kesehatan Gejala-gejala stress dapat timbul akibat pekerjaan yang melelahkan sehingga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh manusia. Untuk dapat memulihkan kesehatan baik para pekerja maupun para manula membutuhkan kesegaran jiwa dan raga yang dapat diperoleh di tempat berhawa sejuk dan berpemandangan indah yang disertai dengan akomodasi penginapan sebagai sarana peristirahatan. d. Keinginan Menikmati Potensi Alam Keberadaan potensi alam yang indah dan sejuk sangat sulit didapatkan di daerah perkotaan yang penuh sesak dan polusi udara. Dengan demikian keinginan masyarakat perkotaan untuk menikmati potensi alam menjadi permasalahan, oleh sebab itu hotel resort menawarkan pemandangan alam yang indah dan sejuk sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung ataupun pengguna hotel tersebut.

KARAKTERISTIK HOTEL RESORT Ada 4 (empat) karakteristik hotel resort sehingga dapat dibedakan menurut jenis hotel lainnya, yaitu : a. Lokasi Umumnya berlokasi di tempat-tempat berpemandangan indah, pegunungan, tepi pantai dan sebagainya, yang tidak dirusak oleh keramaian kota, lalu lintas yang padat dan bising, “Hutan Beton” dan polusi perkotaan. Pada Hotel Resort, kedekatan
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

dengan atraksi utama dan berhubungan dengan kegiatan rekreasi merupakan tuntutan utama pasar dan akan berpengaruh pada harganya (Fred Lawson, Hotel and Resort, Planning, Design and Refubishment, Watson-Guptil, 1995). b. Fasilitas Motivasi pengunjung untuk bersenang-senang dengan mengisi waktu luang menuntut ketersedianya fasilitas pokok serta fasilitas rekreatif indoor dan outdoor. Fasilitas pokok adalah ruang tidur sebagai area privasi. Fasilitas rekreasi outdoor meliputi kolam renang, lapangan tennis dan penataan landscape. (Manuel-Bory Boid and Fred Lawson, Tourism and Recreation Development, The Achithectur Ltd, London, 1977) c. Arsitektur dan Suasana Wisatawan yang berkunjung ke Hotel Resort cenderung mencari akomodasi dengan arsitektur dan suasana yang khusus dan berbeda dengan jenis hotel lainnya. Wisatawan pengguna hotel resort cenderung memilih suasana yang nyaman dengan arsitektur yang mendukung tingkat kenyamanan dengan tidak meninggalkan citra yang bernuansa etnik. d. Segmen Pasar Sasaran yang ingin dijangkau adalah wisatawan / pengunjung yang ingin berlibur, bersenang-senang, menikmati pemandangan alam, pantai, gunung dan tempat-tempat lainnya yang memiliki panorama yang indah.

KLASIFIKASI HOTEL Yang dimaksud dengan klasifikasi atau penggolongan hotel ialah suatu sistem pengelompokkan hotel-hotel ke dalam berbagai kelas atau tingkatan, berdasarkan ukuran penilaian tertentu. Hotel dapat dikelompokkan ke dalam berbagai kriteria menurut kebutuhannya, namun ada beberapa kriteria yang dianggap paling lazim digunakan. Sistem klasifikasi atau penggolongan hotel di dunia berbeda antara negara yang satu dengan negara yang lainnya. Sebagai contoh, klasifikasi hotel di negara tertentu antara lain :  Republik Rakyat Cina (RRC) mempergunakan klasifikasi : Tourist Class, Standard dan Superclass Hotel  Bulgaria, Columbia, Equador, Syria, Quait, mempergunakan klasifikasi : Hotel kelas 3, 2, 1 dan Deluxe  Yunani menggunakan klasifikasi : Hotel kelas A, B, C, D, E

Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

Di Indonesia pada tahun 1970 oleh pemerintah menentukan klasifikasi hotel berdasarkan penilaian-penilaian tertentu sebagai berikut :  Luas Bangunan  Bentuk Bangunan  Perlengkapan (fasilitas)  Mutu Pelayanan Namun pada tahun 1977 ternyata sistem klasifikasi yang telah ditetapkan tersebut dianggap tidak sesuai lagi. Maka dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. PM.10/PW. 301/Pdb – 77 tentang usaha dan klasifikasi hotel, ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada :  Jumlah Kamar  Fasilitas  Peralatan yang tersedia  Mutu Pelayanan Berdasarkan pada penilaian tersebut, hotel-hotel di Indonesia kemudian digolongkan ke dalam 5 (lima) kelas hotel, yaitu :  Hotel Bintang 1  Hotel Bintang 2  Hotel Bintang 3  Hotel Bintang 4  Hotel Bintang 5 Hotel-hotel yang tidak bisa memenuhi standar kelima kelas tersebut, ataupun yang berada di bawah standar minimum yang ditentukan oleh Menteri Perhubungan disebut Hotel Non Bintang. Tujuan umum daripada penggolongan kelas hotel adalah :  Untuk menjadi pedoman teknis bagi calon investor (penanam modal) di bidang usaha perhotelan.  Agar calon penghuni hotel dapat mengetahui fasilitas dan pelayanan yang akan diperoleh di suatu hotel, sesuai dengangolongan kelasnya.  Agar tercipta persaingan (kompetisi) yang sehat antarapengusahaan hotel.  Agar tercipta keseimbangan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) dalam usaha akomodasi hotel. Pada tahun 1970-an sampai dengan tahun 2001, penggolongan kelas hotel bintang 1 sampai dengan bintang 5 lebih mengarah ke aspek bangunannya seperti luas bangunan,
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

jumlah kamar dan fasilitas penunjang hotel dengan bobot penilaian yang tinggi. Tetapi sejak tahun 2002 berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan danPariwisata No. KM 3/HK 001/MKP 02 tentang penggolongan kelas hotel, bobot penilaian aspek mutu pelayanan lebih tinggi dibandingkan dengan aspek fasilitas bangunannya. Walaupun demikian seorang perencana dan perancang bangunan yang ingin membuat sebuah Hotel khususnya Hotel Ressort dapat mengacu pada Ketentuan dan Kriteria Klasifikasi Hotel yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata tahun 1995. Akan tetapi untuk jumlah kamar tidak diharuskan sesuai dengan golongan kelas hotel asalkan seimbang dengan fasilitas penunjang serta seimbang antara pendapatan dan pengeluaran dari hotel tersebut. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor. KM 3/HK 001/MKP/02.

PERSYARATAN DAN KRITERIA HOTEL RESORT BINTANG 5 Untuk membangun sebuah Hotel Ressort khususnya Bintang 5 harus memperhatikan persyaratan dan kriteria bangunan sebagai berikut : 1) Lokasi dan Lingkungan  Lokasi hotel mudah dicapai kendaraan umum/pribadi roda empat langsung ke area hotel dan dekat dengan tempat wisata.  Hotel harus menghindari pencemaran yang diakibatkan gangguan luar yang berasal dari suara bising, bau tidakenak, debu, asap, serangga dan binatang mengerat. 2) Hotel harus memiliki taman baik di dalam maupun di luar bangunan. 3) Hotel harus memiliki tempat parkir kendaraan tamu hotel. 4) Tersedianya fasilitas Olah Raga dan Rekreasi  Hotel harus mempunyai sarana kolam renang dewasa dananak-anak.  Tersedianya area permainan anak.  Tersedianya Diskotik atau Night Club.  Hotel pantai menyediakan fasilitas untuk olah raga air.  Hotel gunung menyediakan fasilitas untuk olah ragagunung seperti mendaki gunung, menunggang kuda atauberburu.  Hotel harus menyediakan satu jenis sarana olah raga danrekreasi lainnya merupakan pilihan dari tennis, bowling,golf, fitness center, sauna, billiard, jogging. 5) Bangunan hotel memenuhi persyaratan perizinan sesuaidengan Undang-Undang yang berlaku.  Ruang hotel memperhatikan arus tamu, arus karyawan,arus barang/produksi hotel.
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

 Unsur dekorasi Indonesia harus tercermin dalam : o Ruang Lobby o Restoran o Kamar Tidur o Function Room 6) Banyak kamar tidur standar berjumlah 100 buah termasuk 4kamar suite (sekarang ketentuan jumlah kamar sudah tidakberlaku, maka dalam perencanaan dan perancangan skripsi inijumlah kamar tidak harus sebanyak 100 kamar).  Semua kamar dilengkapi dengan kamar mandi di dalam.  Luas Minimal : o Kamar Standar = 26 m2 o Kamar Suite = 52 m2  Tinggi Kamar Minimal = 2, 60 m  Kamar tidur kedap suara (noise 40 dB)  Pintu dilengkapi dengan alat pengaman berupa kunci double lock.  Untuk Hotel Pantai : o Lantai dari teraso/ubin/marmer/kayu. o Lantai tidak licin, kualitas tinggi.  Untuk Hotel Gunung : o Seluruh lantai dilapisi karpet o Komposisi vynil 20%, wool atau jenis bahan lain yangtidak mudah terbakar 80%.  Jendela dengan tirai yang tidak tembus sinar dari luar.  Tersedia alat pengatur suhu kamar tidur danventilasi/exhaust di kamar mandi  Interior kamar mencerminkan suasana Indonesia.  Dinding kamar mandi harus dengan bahan kedap air.  Tersedia instalasi air panas dan air dingin  Perlengkapan Kamar Tidur : o Tersedia tempat tidur dengan perlengkapan untuk 1(satu) orang atau untuk 2 (dua) orang sesuai denganukuran kamar standar : Ukuran tempat tidur 1 (satu) orang2, 00 m x 1, 00 m Ukuran tempat tidur 2 (dua) orang2, 00 m x 1, 60 m

 Perlengkapan Kamar Mandi : o Tersedia Bathup anti slip, Shower, Grabbar dan tempat sabun o Wastafel
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

o dan lain-lain 7) Hotel harus menyediakan restoran minimal 3 buah yangberbeda jenisnya, salah satunya Coffe Shop.  Jumlah tempat duduk sebanding dengan luas restorandengan ketentuan 1,5 m2 per tempat duduk.  Tinggi restoran tidak boleh rendah dari tinggi ruang tamu(2, 60 m). 8) Hotel harus menyediakan satu bar yang terpisah dari restoran.  Jumlah tempat duduk sebanding dengan luas bar denganketentuan 1,1 m2 per tempat duduk.  Lebar ruang kerja bar tender minimal 1 m.  Bar dilengkapi dengan tempat untuk mencuci peralatandan perlengkapan yang terdiri dari atas : o Wastafel dengan dua buah keran air panas dan airdingin. o Mesin pencuci gelas. o Saluran pembuangan air. 9) Tersedianya Function Room yaitu ruang untuk acara-acaratertentu (ruang serba guna). 10) Tersedianya Lobby dengan luas minimal 100 m2. 11) Hotel harus menyediakan Lounge. 12) Hotel menyediakan telepon umum di lobby. 13) Hotel menyediakan toilet umum di lobby.  Toilet Pria : o Urinoir 4 (empat) buah o WC 2 (dua) buah o Wastafel  Toilet Wanita : o WC 3 (tiga) buah o Wastafel o Ruang Rias dengan kaca rias 14) Hotel menyediakan ruangan yang disewakan untuk keperluanlain di luar kegiatan usaha hotel minimal 3 ruangan untukkegiatan yang berbeda. 15) Hotel harus menyediakan ruangan poliklinik. 16) Tersedianya Dapur dengan luas sekurang-kurangnya 40 % dariluas restoran.  Ruang dapur terdiri dari : o Ruang Persiapan
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

o Ruang Pengolahan o Ruang Penyimpanan Bahan Makanan o Ruang administrasi (Chef) o Ruang Pencucian dan penyimpanan peralatan/perlengkapan o Ruang Penyimpanan bahan bakar gas/elpiji untu kdapur  Lantai dapur tidak licin.  Dinding dapur dilapisi dengan tegel kedap air setinggilangit-langit.  Penerangan dapur minimal 200 lux. 17) Tersedianya area Administrasi yang terdiri dari Kantor Depan(Front Office) dan Kantor Pengelola Hotel 18) Tersedianya area Tata Graha.  Ruang Seragam (Uniform Room)  Ruang Lena dengan luas minimal 50 m2 beserta rak.  Ruang Jahit Menjahit  Room boy o Tersedia ruang pelayanan kamar tamu minimal 1 (satu)buah untuk setiap 40 kamar  Ruang Binatu dengan luas minimal 100 m2 19) Tersedianya area dan ruang Operator  Tersedianya Gudang yang terdiri dari : o Gudang bahan makanan dan minuman o Gudang peralatan dan perlengkapan o Gudang untuk engineering o Gudang Botol Kosong o Gudang barang-barang bekas  Ruang penerimaan barang/bahan yang dapatmenampung minimal 1 (satu) truk..  Ruang Karyawan o Ruang Loker dan kamar mandi/WC yang terpisahuntuk pria dan wanita. o Ruang Makan Karyawan. o Dapur Karyawan. o Ruang Ibadah Karyawan.

PRINSIP DESAIN HOTEL RESORT Penekanan perencanaan hotel yang diklasifikasikan sebagai hotel resort dengan tujuan pleasure dan rekreasi adalah adanya kesatuan antara bangunan dengan lingkungan sekitarnya,
Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

sehingga dapat diciptakan harmonisasi yang selaras. (Fred Lawson, Hotel and Resort, Planning, Desgn and Refubishment, Watson-Guptil Publication Ltd) Disamping itu perlu diperhatikan pula bahwa suatu tempat yang sifatnya rekreatif akan banyak dikunjungi wisatawan pada waktu ke waktu tertentu, yaitu pada hari libur. Oleh karena itu untuk mempertahankan occupancy rate tetap tinggi, maka sangat perlu disediakan pula fasilitas yang dapat dipergunakan untuk fungsi nonrekreatif seperti, function room dan banguet (Manuel-Bovy Boid dan Fred Lawson, Tourism and Recreation Development, The Architecture Ltd, London, 1977) Setiap lokasi yang akan dikembangkan sebagai suatu tempat wisata memiliki karakter yang berbeda, yang memerlukan pemecahan yang khusus. Dalam merencanakan sebuah hotel resort perlu diperhatikan prinsip-prinsip desain sebagai berikut. (Fred Lawson, Hotel and Resort, Planning, Desgn and Refubishment, Watson-Guptil Publication Ltd) a. Kebutuhan dan persyaratan individu dalam melakukan kegiatan wisata.  Suasana yang tenang dan mendukung untuk istirahat,selain fasilitas olah raga dan hiburan.  Aloneness (kesendirian) dan privasi, tetapi juga adanya kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain berpartisipasi dalam aktivitas kelompok.  Berinteraksi dengan lingkungan, dengan budaya baru,dengan Negara baru dengan standar kenyamanan rumah sendiri. b. Pengalaman unik bagi wisatawan.  Ketenangan, perubahan gaya hidup dan kesempatan untuk relaksasi.  Kedekatan dengan alam, matahari, laut, hutan, gunung,danau, dan sebagainya.  Memiliki skala yang manusiawi.  Dapat melakukan aktivitas yang berbeda seperti olah raga dan rekreasi.  Keakraban dalam hubungan dengan orang lain diluar lingkungan kerja.  Pengenalan terhadap budaya dan cara hidup yang berbeda. c. Menciptakan suatu citra wisata yang menarik  Memanfaatkan sumber daya alam dan kekhasan suatu tempat sebaik mungkin.  Menyesuaikan fisik bangunan terhadap karakter lingkungan setempat.  Pengolahan terhadap fasilitas yang sesuai dengan tapak dan iklim setempat. http://jurnal.budiluhur.ac.id/wp-content/uploads/2007/01/skets-v2-n1-maret2006-artikel3.pdf

Hospitality Design – Bunga Mulia (0704205028)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->