P. 1
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Aparat Di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Aparat Di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo

|Views: 504|Likes:

More info:

Published by: Eka Putri Handayani Botutihe on Nov 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2014

pdf

text

original

“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Aparat Di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo”

,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pembangunan suatu Negara bersifat kompleks dan multidimensional, sehingga setiap bangsa dan Negara memerlukan perencanaan pembangunan yang efektif dan efisien sesuai dengan kondisi bangsa, Negara, dan masyarakat. Kedudukan aparatur pemerintah dalam pembangunan nasional pada lingkup pemerintahan pusat maupun daerah yang merupakan ujung tombak pembangunan nasional dimana lebih dekat dan langsung berhubungan dengan partisipasi masyarakat, tentunya semakin strategis kedudukannya. Adapun yang turut mempengaruhi efektifnya penyelenggaraan pemerintahan dari tingkat pusat sampai tingkat daerah dan kecamatan menuntut kinerja dari aparatur yang turut terlibat di dalam penyelenggaraan pemerintahan tersebut. Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2008, sebagai perwujudan revisi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah, mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan diarahkan pada upaya mendorong pemberdayaan serta meningkatkan peran serta masyarakat terutama dalam penegakan demokrasi, penyelanggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Kecamatan Batudaa Pantai sebagai salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program pembangunan adalah peningkatan kualitas sumber daya serta peningkatan kinerja aparat pemerintah yang di implementasikan dalam bentuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan tugas pemerintahan. Dalam hal ini adalah kinerja para aparat yang ada pada beberapa dinas dan instansi dilingkungan pemerintah Kabupaten Gorontalo, termasuk didalamnya aparatur pemerintah Kecamatan. Kinerja aparat dalam suatu instansi sangat mempengaruhi adanya tujuan dari organisasi, mulai dari pengelolaan sampai pada tujuan yang ingin dicapai, itu semua tergantung dari pelaksanaan yang ada dalam instansi tersebut. Untuk itu aparat dituntut agar bertanggung jawab dalam berbagai usaha yang dilakukan oleh organisasi demi mencapai keberhasilan suatu organisasi. Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur Negara, abdi Negara, dan abdi masyarakat yang penuh kesetiaan dan ketaatan kepada pancasila, Undang-undang Dasar 45, Negara dan pemerintah serta bersatu padu, bermental baik, berwibawa, berdaya guna, bersih bermutu baik dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan. Efektivitas aparat yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas yang diberikan. Demikian halnya, efektivitas yang baik, tentunya mendorong gairah kerja, semangat kerja, dan terwujudnya tujuan instansi, serta aparat dan masyarakat. Selain itu pula, efektivitas yang diartikan sebagai keberhasilan melakukan suatu pekerjaan, dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tentunya dapat menentukan efektivitas kerja aparat berhasil dilakukan dengan baik atau tidak. Tugas bawahan dapat berjalan dengan baik apabila dilakukan pemberitahuan (komunikasi) tentang pendelegasian tugas dan tanggung jawab, motivasi serta adanya evaluasi kerja dari pimpinan.

Kantor Camat Batudaa Pantai sebagai instansi pemerintah yang merupakan bagian unit kerja dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan didaerah, tentunya memerlukan aparat yang bisa mewujudkan tujuan organisasi dan menjalankan tugas dan pekerjaannya. Dengan demikian output dari pelaksanaan tugas aparat adalah berupa jasa pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan dikatakan efektif, apabila aparat berhasil dalam melaksanakan tugasnya. Sejalan dengan hal tersebut diatas, aparat kecamatan, sebagai birokrat di tingkat kecamatan dituntut untuk mampu menangani kendala-kendala yang dihadapi dalam usaha-usaha pembangunan yang digalakkan pemerintah. Aparat Kecamatan harus mampu melaksanakan fungsi utamanya yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik, cekatan, efektif dan efisien. Pada fakta yang ada, efektivitas kerja aparat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo sampai saat ini masih dirasakan kurang efektif, hal ini diindikasikan dengan pelayanan pengurusan surat-surat kepada masyarakat seperti surat keterangan jual beli, surat rekomendasi perkawinan, surat keterangan tidak mampu, surat pernyataan hak atas tanah, serta surat pernyataan penyerahan atas tanah yang tidak optimal dikarenakan oleh masih kurangnya pemahaman aparat akan uraian pekerjaan masing-masing, lingkungan kerja, sarana dan prasarana yang kurang memadai, disiplin pegawai, motivasi kerja, serta masih kurangnya pengawasan serta evaluasi kerja oleh pimpinan sehingga dapat mempengaruhi kelancaran pegawai dalam menyelenggarakan kegiatan dibidang Pemerintahan, Pembangunan dan Pelayanan Kemasyarakatan. Berdasarkan uraian pokok pikiran tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan kajian mendalam melalui penelitian ilmiah dengan judul; “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Aparat Di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo”,

Identifikasi Masalah Masalah yang teridentifikasi adalah efektivitas kerja aparat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo sampai saat ini masih dirasakan kurang, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang antara lain adalah; Masih kurangnya pemahaman aparat akan job description berdasarkan struktur organisasi yang telah disusun. Lingkungan kerja serta sarana dan prasarana yang kurang memadai, sehingga dapat mempengaruhi kelancaran aparat dalam bekerja. Masih kurangnya rasa keterikatan akan pekerjaan, serta masih kurangnya motivasi kerja, guna peningkatan prestasi kerja Masih kurangnya kebijakan dan praktek manajemen yang dapat berupa pengawasan serta evaluasi kerja sebagai alat oleh pimpinan guna mencapai tujuan organisasi. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar Belakang dan Identifikasi masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu; “Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo”,

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor apakah yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut; Teoritis ; Sebagai bahan kajian untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya terhadap ilmu administrasi Negara. Praktis : Sebagai bahan masukan dan informasi bagi aparatur pemerintahan khususnya aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo dalam meningkatkan efektifitas kerja.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Pengertian Efektivitas Salah satu ciri manusia modern adalah keanggotaannya dalam berbagai organisasi yang kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan pribadinya, baik dalam arti peningkatan taraf hidupnya dibidang materil maupun kesejahteraannya dibidang mental spiritualnya. Sebagai anggota organisasi, maka setiap individu (aparat) dituntut untuk menyesuaikan diri dengan organisasi tersebut. Konsekwensi dari penyesuaian diri dengan lingkungan organisasi mengakibatkan setiap individu (aparat) berusaha melaksanakan kewajibannya sebaik mungkin dalam rangka pencapaian tujuan. Hal yang sangat penting dan berhubungan dengan pencapaian tujuan yaitu masalah efektivitas kerja dari aparat (anggota organisasi) yang bersangkutan. Konsep efektivitas sesungguhnya merupakan suatu konsep yang luas, mencakup berbagai faktor didalam maupun diluar organisasi. Konsep efektivitas ini oleh para ahli belum ada keseragaman pandangan, dan hal tersebut dikarenakan sudut pandang yang dilakukan dengan pendekatan disiplin ilmu yang berbeda, sehingga melahirkan konsep yang berbeda pula didalam pengukurannya. Namun demikian, banyak juga ahli dan peneliti yang telah mengungkapkan apa dan bagaimana mengukur efektivitas itu. Konsep efektivitas berkenaan dengan tingkat / derajat pencapaian tugas dan misi dalam organisasi. Dalam pengertian itu tercakup hasil yang dapat diukur dan yang tidak dapat diukur secara matematika, misalnya kepuasan pelayanan. Dengan kata lain, efektivitas berkenaan dengan tingkat atau keberhasilan sebuah organisasi dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Tingkat keberhasilan sebuah organisasi dapat diklasifikasikan sebagai kurang efektif, cukup efektif, efektif, dan sangat efektif. Aparat Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo, dalam melaksanakan tugasnya dituntut untuk bekerja seefektif mungkin. Menurut Liang Gie dkk, (1982;108) efektivitas diartikan sebagai berikut; Suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikendaki. Kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu yang memang dikehendakinya maka orang itu dikatakan efektif kalau menimbulkan akibat atau mempunyai maksud sebaimana dikehendaki. Menurut Handayaningrat (1986;38) Efektifitas adalah kemampuan seseorang atau kelompok yang sedang melakukan sesuatu untuk melahirkan hasil dari pekerjaan itu. Selanjutnya Manulang (1989 ; 6) mengemukakan bahwa efektifitas adalah suatu ukuran yang dapat memberikan gambaran seberapa jauh target yang tercapai, baik secara kualitas maupun waktu. Sementara itu Wahdjosumidja (1994;31) memberikan penjelasannya mengenai efektifitas yaitu dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan organisasi mencapai tujuan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Oleh sebab itu efektifitas sebagai subsistem manajemen personalia yang mengandung arti keberhasilan personil dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang mampu menggerakan sumber daya manusia baik secara perorangan maupun secara kelompok dalam mencapai tujuan organisasi. Natawijaya (dalam Anoraga 1995; 55) mengemukakan bahwa efektifitas adalah keadaan dimana kemampuan berhasilnya suatu kerja yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yang diharapkan. Hal senada yang dikemukakan oleh Etzoni (1997;55) Efektifitas adalah tingkat

Untuk melihat efektivitas kerja pada umumnya dipakai empat macam pertimbangan yakni pertimbangan ekonomi. Pertimbangan-pertimbangan psikologi misalnya pengaruh kerja terhadap rasa letih. Pertimbangan-pertimbangan sosial misalnya kedudukan dalam masyarakat atau kebahagiaan dan penyesuaian diri dalam kehidupan keluarga. efektivitas yang diartikan sebagai keberhasilan melakukan program dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor yang dapat menentukan efektivitas kerja pegawai berhasil dilakukan dengan baik atau tidak dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. kesenadaan atau kepuasan karyawan terhadap kerja itu. dapat diketahui bahwa efektivitas merupakan suatu konsep yang sangat penting karena mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasarannya atau dapat dikatakan bahwa efektivitas merupakan tingkat .28) mengemukakan bahwa “Efektivitas adalah konteks perilaku organisasi merupakan hubungan antar produksi.keberhasilan organisasi untuk mencai tujuan dan sasaran. Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. maka Liang Gie. Lebih lanjut dikatakan apabila suatu kerja menimbulkan gangguan pada bidang yang dijadikan bahan pertimbangan itu. Efektivitas pula merupakan keadaan dan kemampuan berhasilnya suatu kerja yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yang diharapkan. Pertimbangan-pertimbangan fisiologi misalnya akibat kerja terhadap kesehatan atau banyaknya kecelakaan-kecelakaan jasmani. yang membantu memenuhi misi suatu perusahaan atau pencapaian tujuan. efisiensi. misalnya seorang pejabat walaupun gajinya sangat besar dan kedudukannya tinggi tapi apabila terus menerus bertugas keluar kota sehingga kehidupan keluarganya tidak bahagia maka dapat dikatakan tidak tercapainya efektivitas kerja.” Selain itu pula. Selain itu. Apabila efektivitas ini dihubungkan dengan kerja manusia (pegawai). fleksibilitas. Pertimbangan-pertimbangan ekonomi. Berdasarkan pendapat para ahli diatas.” Sedangkan menurut pendapat Gibson (1984. psikologi serta pertimbangan sosial. misalnya mengenai pembayaran gaji serta tunjangan bagi para karyawan. untuk menilai apakah tercapainya efektivitas kerja pada umumnya dipakai 4 pertimbangan yaitu. Efektivitas adalah hasil membuat keputusan untuk menunjukkan pengarahan tenaga kerja bawahan atau disebut juga manajemen efektifitas kepemimpinan. tercantum beberapa pengertian efektivitas yakni. sifat keunggulan dan pengembangan . Mustafa (2007. 108) mengemukakan sebagai berikut. Menurut Rury (2009. kepuasan. 3). mengemukakan bahwa. 30). Efektivitas kerja adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat dan peralatan-peralatan untuk pencapaian yang telah ditetapkan. dkk (1982. Efektivitas kerja manusia adalah keadaan atau kemampuan berhasilnya suatu kerja yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yang diharapkan. Dalam psikologi industri. Efisien ialah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. kualitas. fisiologi.

dan dibutuhkan serta untuk mencapai status sosial yang dikehendaki. Pengertian Kerja Kerja merupakan aktivitas dasar dan aktivitas sosial dari kehidupan manusia. bagi kelompok ilmuan yang mengerjakan proyek-proyek individual. 94) mengemukakan bahwa “Kerja adalah pengorbanan jasa. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut. Dalam kenyataannya individu biasanya bekerja bersama-sama dengan kelompok kerja. jasmani. Menurut Hasibuan (2002. 25 ) sebagai berikut: Tingkat yang paling dasar terletak pada efektivitas individu Efektivitas kelompok Efektivitas organisasi. efektivitas kelompok adalah besar dari jumlah kontribusi tiap-tiap individu. karena itu efektivitas organisasi terdiri dari efektivitas individu dan kelompok. Jarang sekali individu bekerja sendirian atau terpisah dari orang-orang lain didalam organisasi. dan pikiran untuk menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa dengan memperoleh imbalan prestasi tertentu”. 50) “kerja adalah sejumlah aktivitas fisik dan mental yang dilakukan seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan”. Efektivitas Kelompok. Hasibuan (2010. memproduksi barang/benda dan jasa-jasa bagi diri sendiri dan orang lain Meningkatkan individu pada pola interaksi manusiawi dengan individu lain. Kerja memberikan kesenangan bagi yang suka bekerja dan arti tersendiri dalam kehidupan. diinginkan. Demikian pula. Karena kerja memberikan status sosial pada seseorang dan bisa memenuhi apa yang diinginkan seseorang. Orang bekerja untuk mempertahankan eksistensi hidupnya.ketercapaian tujuan dari aktivasi-aktivasi yang telah dilaksanakan dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Pandangan Mengenai Efektivitas Pada dasarnya ada tiga pandangan yang menunjukkan pada tingkatan efektivitas kerja seperti yang dikemukakan oleh Gibson Ivncevich Donnely (dalam Wahid. Kartono (1991. Contoh semacam ini adalah lini perakitan yang menghasilkan produk jadi sebagai hasil sumbangan khusus tetapi komulatif dari kontribusi tiap-tiap individu. Prestasi kerja individu dinilai secara rutin lewat kenaikan gaji. promosi dan imbalan lain yang tersedia didalam organisasi. Dalam beberapa hal lain.13) menyebutkan pokok kerja yaitu. Efektivitas Individu. Kerja penting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tugas yang harus dilaksanakan biasanya ditetapkan sebagai bagian dari pekerjaan atau posisi dalam organisasi. Serta efektivitas organisasi dapat dinyatakan pula sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran. 1986. Selain itu dengan kerja orang merasa berguna. yang tidak saling berhubungan maka besarnya efektivitas dari tiap-tiap individu. Organisasi terdiri dari individu dan kelompok. Efektivitas Organisasi. jadi pandangan kedua ini menitik beratkan pada masalah dari segi efektivitas kelompok. Misalnya. karena orang harus selalu bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam beberapa hal efektivitas kelompok adalah jumlah kontribusi dari semua anggotanya. Pandangan dari segi individu menekankan hasil karya karyawan / pegawai atau anggota tertentu dari organisasi. Mereka yang benar-benar mencintai dan menyadari .

Kepuasan kerja bawahan banyak dipengaruhi sikap pimpinan dalam kepemimpinannya.5) Menurut Siagian. Kepemimpinan berpartisipasi memberikan kepuasan kerja serta meningkatkan keefektivitasan kerja bagi bawahan karena bawahan ikut aktif dalam memberikan pendapatnya untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang diambil dalam pencapaian tujuan organisasi. prestasi. dan keterkaitan diantara sesama karyawan. artinya. 45) mengatakan kepuasan kerja bawahan dipengaruhi beberapa faktor berikut.152) efektivitas kerja berarti penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. Konsep efektivitas kerja ini oleh para ahli belum ada keseragaman pandangan dan hal tersebut dikarenakan sudut pandang yang dilakukan dengan pendekatan disiplin ilmu yang berbeda. dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja merupakan segala tindakan manusia dalam menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Oleh karena itu. mencakup berbagai faktor didalam maupun diluar organisasi. Konsep Efektivitas Kerja Konsep efektivitas kerja sesungguhnya merupakan suatu konsep yang luas. komunikasi sosial yang terbuka. Efektivitas kerja merupakan suatu ukuran tentang pencapaian suatu tugas ataupun tujuan (Schermerhorn. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Aparat Seorang pimpinan mengakui dan menyadari bahwa tujuan organisasi akan tercapai jika terbina kerjasama yang harmonis antara sesama karyawan. penghargaan dan persahabatan dengan individu lainnya. Kepemimpinan yang otoriter dan kurang menerapkan disiplin. Sebaliknya juga kepuasan kerja kurang tercapai dari pekerjaanya maka kedisiplinan bawahan akan rendah. menurut Handoko (1997. Kerja semata-mata bukan hanya karena uang. motivasi. tetapi karena ingin mendapatkan pengakuan atas status sosial. dapat mengakibatkan efektivitas kerja aparat rendah.7) Efektivitas kerja merupakan kemampuan memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan. Namun demikian. interaksi. Pemikiran ini didasarkan pada adanya saling ketergantungan. Sementara itu. sehingga melahirkan konsep yang berbeda pula dalam pengukurannya. evaluasi. Balas jasa yang adil dan layak Penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian Berat ringannya pekerjaan Suasana dan lingkungan pekerjaan Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan Kepuasan kerja mempengaruhi tingkat kedisiplinan bawahan. penempatan. perlakuan dalam pekerjaan dengan memperoleh pujian hasil kerja yang baik. serta mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasarannya.arti dan pentingnya kerja akan mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya. dan atasan serta terjadi interaksi yang baik diantara semua aparat. bawahan. jika kepuasan diperoleh dari pekerjaan maka kedisiplinan bawahan baik. Menurut Sutarto (1978. Kepuasan kerja dalam pekerjaan adalah kepuasan yang dinikmati dalam pekerjaan dengan memperoleh pujian hasil kerja. Menurut Wirawan (2002. 1998. (1986. . 95) Efektivitas Kerja adalah suatu keadaan dimana aktifitas jasmaniah dan rohaniah yang dilakukan oleh manusia dapat mencapai hasil akibat sesuai yang dikehendaki. banyak juga ahli dan peneliti yang telah mengemukakan apa dan bagaimana mengukur efektivitas kerja itu. serta faktorfaktor lainnya.

dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Hasibuan (2010. Pengendalian Pengendalian ialah kegiatan mengendalikan semua karyawan. pelaksanaan pekerjaan serta menjaga situasi lingkungan pekerjaan. Kedisiplinan Kedisiplinan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik. . Pengembangan Pengembangan adalah proses peningkatan keterampilan tekhnis. Karakteristik Lingkungan. serta menguraikan hal-hal sebagai berikut.209) menyebutkan ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi efektivitas yaitu. Pengendalian pegawai meliputi kehadiran. Steers (1985. organiasasi akan berjalan terarah jika memilki tujuan yang jelas. dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal. agar menaati peraturan dan bekerja sesuai dengan rencana. perilaku dan kerja sama. Selanjutnya tujuan organisasi mencakup beberapa fungsi diantaranya yaitu memberikan pengarahan dengan cara menggambarkan keadaan yang akan datang yang senantiasa dikejar dan diwujudkan oleh organisasi. 33) mengemukakan bahwa uraian pekerjaan atau jabatan harus jelas dan persepsinya mudah dipahami. Karakteristik Pekerja. integrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi. Karakteristik organisasi Karakteristik organisasi terdiri dari struktur dan tehnologi organisasi yang dapat mempengaruhi segi-segi tertentu dari efektivitas dengan berbagai cara. Dengan organisasi yang baik akan membantu terwujudnya tujuan secara efektif Pengarahan Pengarahan adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan organisasi. delegasi wewenang. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat menurut Richard Steers (1985.Demikan halnya.31) mengemukakan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran efektivitas sebuah organisasi diantaranya. (2010. agar sesuai dengan kebutuhan organisasi. Perencanaan Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif serta efisien. kedisiplinan. Kebijakan dan praktek manajemen. hubungan kerja. Hasibuan. seperti dijumpai dalam organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi harus mendapat perhatian yang serius apabila ingin mewujudkan suatu efektivitas. dapat dijabarkan sebagai berikut. Yang dimaksud struktur adalah hubungan yang relatif tetap sifatnya. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja. Karakteristik Organisasi. mental dan loyalitas karyawan agar mereka tetap mau bekerjasama dengan baik. Richard M. struktur meliputi bagaimana cara organisasi menyusun orang-orang dalam menyelesaikan pekerjaan. karyawan dan masyarakat.209) tersebut. Adanya tujuan akan memberikan motivasi untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. konseptual. atau dapat dikatakan bahwa struktur organisasi menggambarkan bagaimana tugas pekerjaan dibagi. teoritis. Sehubungan dengan susunan sumber daya manusia.

Yang dimaksud dengan tehnologi adalah mekanisme suatu organisasi untuk mengubah masukan mentah menjadi keluaran. yakni perincian tugas dan tanggung jawab secara nyata diuraikan secara terpisah agar jelas diketahui. kestabilan dan ketidaktentuan. supaya pegawai dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Syarat kerja harus diuraikan dengan jelas. seperti peralatan dan fasilitas yang digunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut Ringkasan pekerjaan atau jabatan. Sekcam. Semakin baik sarana yang disediakan oleh organisasi akan mempengaruhi semakin baiknya kinerja seseorang dalam mencapai tujuan atau hasil yang diharapkan. perlengkapan dan fasilitas adalah suatu sarana dan peralatan yang merupakan faktor yang berorientasi pada karya yang akan dihasilkan oleh aparat. berarti membahas mengenai sifat-sifat organisasi atau ciri-ciri yang melekat dan dirasakan dalam lingkungan kerja . Dengan tehnologi yang tepat akan menunjang kelancaran organisasi didalam mencapai sasaran. terutama dalam pembuatan keputusan dan pengambilan tindakan. sedangkan kestabilan dan ketidaktentuan ini merupakan pengaruh global bila keadaan aman dan tidak ada gejolak mengakibatkan kestabilan selanjutnya bila keadaan sebaliknya maka yang terjadi ketidaktentuan. Standar wewenang dan pekerjaan. karena fasilitas yang kurang lengkap akan mempengaruhi kelancaran aparat dalam bekerja. yaitu harus dijelaskan jabatan dari mana sipegawai mengawali jabatannya. Karakteristik Lingkungan Karakteristik lingkungan mencakup dua aspek. Dengan demikian. pencahayaan maupun pengaruh suara harus diperhatikan oleh seorang pimpinan guna terciptanya rasa nyaman bagi para aparat dalam pencapaian keefektivitasan kerja aparat. Lingkungan kerja atau yang sering disebut dengan iklim organisasi adalah menyangkut tata ruang. Hubungan tugas dan tanggung jawab. dan kejabatan mana si-pegawai akan melanjutkan jabatannya. Faktor ekstern ini dapat berupa hubungan dengan Masyarakat sekitar.Identifikasi pekerjaan atau jabatan yakni memberikan nama jabatan. yang dikenal sebagai iklim organisasi yaitu lingkungan yang secara keseluruhan dalam lingkungan organisasi. uraian pekerjaan (job description) dan uraian jabatan (job position) harus ditetapkan secara jelas untuk setiap jabatan. hendaknya menguraikan bentuk umum pekerjaan dengan hanya mencantumkan fungsi-fungsi dan aktivitas utamanya Penjelasan tentang jabatan dibawah dan diatasnya. Indikator kedua pada karakteristik organisasi adalah tehnologi. Tata ruang. Aspek ke-dua adalah lingkungan interen. yakni kewenangan dan prestasi yang harus dicapai oleh setiap pejabat/pegawai harus jelas. yaitu lingkungan yang berada diluar batas organisasi dan sangat berpengaruh terhadap organisasi. Aspek pertama adalah lingkungan ekstern. Dan pengaruh iklim dari luar (ekstern) dari masyarakat yaitu kekompleks-an. Kekompleksan artinya bahwa lingkungan itu sangat kompleks dari berbagai aspek. (1985:120) berbicara mengenai iklim organisasi berarti berbicara mengenai sifat atau ciri yang dirasakan dalam lingkungan kerja dan timbul karena adanya kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar atau yang dianggap mempengaruhi perilaku kemudian. cahaya alam dan pengaruh suara yang mempengaruhi konsentrasi aparat sewaktu bekerja. seperti. Staf. Pembahasan pada konsep karakteristik lingkungan (Iklim) sebenarnya. dengan perkataan lain iklim organisasi dapat dipandang sebagai kepribadian organisasi seperti yang terlihat oleh para anggota. Steers. Camat. Oleh karenanya.

Tekanan pada latihan dan pengembangan . Hasibuan (2010. 1985) Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Campbell dan Beaty. mengembangkan metode baru. yaitu Tingkat batas organisasi mengetahui apa tujuannya dan mengejarnya secara luwes dan kreatif termasuk juga batas organisasi mengantisipasi masalah. Kebutuhan egoistik. 1971 (dalam Steers. karena manusia tergantung satu sama lain maka terdapat berbagai kebutuhan yang hanya bisa dipuaskan apabila masing-masing individu ditolong atau diakui oleh orang lain. favoritisme. yaitu Tingkat batas tekanan dalam organisasi menimbulkan perasaan kurang aman dan kecemasan pada para anggotanya. yaitu batasan keputusan-keputusan penting yang harus diambil oleh pucuk pimpinan atau manajemen atas. yaitu keinginan pihak pekerja organisasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan memberikan sumbangannya bagi sasaran karya organisasi. Sentralisasi keputusan. yaitu tingkat batas pemberian imbalan tambahan seperti promosi dan kenaikan gaji berdasarkan pada prestasi kerja dan jasa bukan pada pertimbanganpertimbangan senioritas. Kebutuhan sosial. untuk mengerjakan sesuatu sendiri dan untuk puas karena berhasil menyelesaikan pekerjaannya.120) mengemukakan bahwa terdapat beberapa kebutuhan yang dipuaskan dengan bekerja antara lain sebagai berikut.tingkat pada organisasi berusaha meningkatkan prestasi individu melalui kegiatan latihan dan pengembangan yang tepat.organisasi yang timbul karena kegiatan organisasi yang dianggap mempengaruhi terhadap perilaku aparat. Tekanan pada prestasi. menyangkut kepuasan kebutuhan fisik atau biologis seperti makan. Keterbukaan versus ketertutupaan yaitu tingkat batas-batas orang-orang lebih suka berusaha menutupi kesalahan mereka dan menampilkan diri dengan secara baik dari pada berkomunikasi secara bebas dan bekerjasama. Pengakuan dan umpan balik yaitu tingkat batas seorang individu mengetahui apa pendapat atasanya dan manajemen menenai pekerjaannya serta tingkat batas dukungan mereka atas dirinya Kompentasi dan keluwesan organisasi secara umum. berhubungan dengan keinginan orang untuk bebas. Hubungan imbalan-hukuman. tempat tinggal dan semacamnya. . dan mengembangkan ketrampilan baru pada karyawan sebelum masalahnya menjadi rawan Kompensasi juga merupakan faktor intern yang dapat mempengaruhi tingkat ke-efektivan kerja aparat. disamping kebutuhan akan rasa aman dalam menikmatinya. Kebutuhan fisik dan keamanan. yaitu tingkat perincian dan metode yang dipergunakan dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi. Pemberian kompensasi diharapkan dapat memberikan kepuasan dari hasil pekerjaannya. Pembahasan pada konsep Iklim organisasi sebenarnya. Dengan demikian iklim merupakan dasar bagi para individu atau aparat untuk menafsirkan dan memahami keadaan sekitar mereka dan menentukan hubungan antara imbalan dan hukuman Forehand & Gilmer (dalam Steers. minum. Status dan semangat kerja yaitu Perasaan umum diantara para individu bahwa organisasi merupakan tempat bekerja yang baik. Keamanan versus resiko. like dan dislikes dan seterusnya. 1985) dengan mengembangkan ukuran-ukuran iklim organisasi yang telah teridentifikasi menjadi 10 (sepuluh) dimensi antara lain: Struktur tugas. berarti membahas mengenai sifat-sifat organisasi atau ciri-ciri yang melekat dan dirasakan dalam lingkungan kerja organisasi yang timbul karena kegiatan organisasi yang dianggap mempengaruhi terhadap perilaku aparat.

Pada kenyataannya. Karakteristik Pekerja / Prestasi Kerja Karakteristik pekerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap efektivitas. sebab dengan adanya kedisiplinan waktu. usia. Menurut Hasibuan (2010. uang. pikiran.Iklim organisasi dalam suatu organisasi mempunyai peranan penting karena iklim yang serasi atau kondusif akan dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan sebaliknya iklim yang bertentangan dengan kebutuhan anggota akan berimplikasi pada rendahnya kualitas pelayanan. Didalam diri setiap individu akan ditemukan banyak perbedaan. Masalah kedisiplinan waktu merupakan masalah yang perlu diperhatikan. dan masyarakat. Mereka mempunyai perasaan. Dalam hal ini diperlukan adanya rasa Keterkaitan pada organisasi. para anggota organisasi / aparat merupakan faktor yang paling penting karena perilaku merekalah yang dalam jangka panjang akan memperlancar atau merintangi tercapainya tujuan organisasi. karyawan. Hasibuan (2010. Aparat adalah aset utama dalam suatu organisasi.193) mengemukakan bahwa Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.70) dengan pengembangan. Kualitas dan kuantitas aparat harus sesuai dengan kebutuhan organisasi. Tujuan dan kemampuan Teladan pimpinan Balas jasa . organisasi tersebut harus dapat mengintegrasikan tujuan individu dengan tujuan organisasi. keinginan. Kemantapan Kerja. Sejalan dengan hal ini. Guna tercapainya produktivitas serta prestasi kerja. atau perlengkapan dan fasilitas yang sifatnya pasif dan dapat dikuasai serta diatur sepenuhnya dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi. Aparatur pemerintah. Pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai yang diantaranya adalah. sulit. serasi. dan Keikatan. karena technical skill. akan tetapi kesadaran individu akan perbedaan itu sangat penting dalam upaya mencapai tujuan organisasi. serta efektif tidaklah semudah membeli mesin atau peralatan serta fasilitas kantor. dan latar belakang pendidikan. Apabila seorang aparat mempunyai produktivitas kerja yang tinggi dalam bekerja tentunya akan dapat menghasilkan efektivitas kerja yang baik demikian pula sebaliknya kalau produktifitas kerjanya buruk serta sedikit maka akan menghasilkan efektifitas kerja yang buruk. dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan organisasi. maka perlu adanya rasa keterikatan terhadap organisasi melalui disiplin kerja serta adanya motivasi dari pimpinan. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Ketertarikan. semangat kerja. human skill. Jadi apabila suatu organisasi menginginkan keberhasilan. dan managerial skill karyawan semakin baik. guna efektif dan efisien menunjang tercapainya tujuan. dan kompleks karena untuk mendapatkan dan menempatkan orang-orang yang kompeten. Pengadaan aparat merupakan masalah penting. yang menjadi perencana dan pelaku aktif dari setiap aktivitas organisasi. dan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa dalam organisasi. produktifitas kerja karyawan akan meningkat. dan terwujudnya tujuan perusahaan. Hal ini mendorong gairah kerja. bukan mesin. kualitas produksi dan kuantitas produksi semakin baik. status.

147) mengemukakan tujuan motivasi antara lain sebagai berikut. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja pegawai Meningkatkan produktifitas kerja pegawai Mempertahankan kestabilan pegawai. bekerja efektif. Maka dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan merupakan karakteristik pekerja yang juga merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi efektivitas kerja aparat. (2004. Maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mau bekerja sama. 2010. Demikian pula halnya Hasibuan. Semakin lama tugas yang dibebankan itu dikerjakan. (dalam Hasibuan. 2010. mengungkapkan bahwa hukuman diperlukan dalam meningkatkan kedisiplinan dan mendidik pegawai supaya menaati semua peraturan perusahaan. Menurut Moskowist (dalam Hasibuan.Keadilan Waskat (Pengawasan melekat) Sanksi hukuman Ketegasan. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku. karena motivasi adalah hal yang menyebabkan. 106) menyatakan bahwa Motivasi dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efektif. Pemberian hukuman harus adil dan tegas terhadap semua pegawai. motivasi secara umum didefenisikan sebagai inisiasi dan pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan pelajaran tingkah laku. 143). (2010. maka semakin banyak tugas lain menyusul dan hal ini akan memperkecil tingkat efektivitas kerja. Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya. efisien dan ekonomis. Siagian. dan partisipasi karyawan/pegawai Meningkatkan tingkat kesejahteraan pegawai Mempertinggi rasa tanggung jawab pegawai terhadap tugas-tugasnya. . sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai. dan terintegrasi dengan segala daya dan upayanya untuk mencapai kepuasan. Meningkatkan kedisiplinan pegawai Mengefektifkan pengadaan pegawai Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik Meningkatkan loyalitas. dan diberlakukan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Menurut Filipino. Dimana Hasibuan. dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil. menyalurkan dan mendukung perilaku manusia. karena memakan waktu yang tidak sedikit. maka perlu adanya motivasi. kreativitas. motivasi adalah suatu keahlian. 143). dan Hubungan kemanusiaan Disiplin kerja pada dasarnya dapat diartikan sebagai bentuk ketaatan dari perilaku seseorang dalam mematuhi ketentuan-ketentuan ataupun peraturan-peraturan tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan. supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal maka motivasi sangatlah penting sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja selain disiplin kerja. guna peningkatan prestasi kerja. Peraturan tanpa dibarengi pemberian hukuman yang tegas bagi pelanggarnya bukan menjadi alat pendidik bagi pegawai.

Siagian. Hasibuan. para bawahan mempunyai kecenderungan hanya melaporkan hal-hal yang diduganya akan menyenangkan atasannya. Karakteristik Manajemen / Kebijakan dan Praktek Manajemen. besar atau kecil resiko pekerjaan dan memberikan nama. Pengawasan Tidak Langsung Pengawasan tidak langsung ialah pengawasan dari jarak jauh. .Dengan demikian atasan/pimpinan dapat mendorong bawahannya melalui perhatian pada kebutuhan dan tujuan para aparat yang sensitif. Laporan tersebut dapat berupa lisan dan tulisan. (2004. penciptaan lingkungan prestasi melalui evaluasi aparat. Mekanisme ini meliputi penyusunan tujuan strategis. proses komunikasi serta pengawasan. semakin baik pula kinerja / prestasi kerja yang dihasilkan. 35) mengemukakan bahwa evaluasi pekerjaan adalah menilai berat atau ringan. kepemimpinan dan pengambilan keputusan. (2010. Diharapkan dengan adanya pengawasan ini. serta harga atau gaji suatu jabatan. pencarian dan pemanfaatan atas sumber daya. 117) berpendapat bahwa evaluasi kerja atau penilaian dapat didefenisikan sebagai proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil –hasil yang seharusnya dicapai. Dimana proses pengawasan pada dasarnya dilaksanakan oleh administrasi dan manajemen dengan mempergunakan dua macam teknik yaitu. 112) berpendapat bahwa pengawasan itu sendiri ialah Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Siagian. rangking/peringkat. Pengawasan Langsung Pengawasan langsung ialah apabila pimpinan organisasi melakukan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan oleh para bawahan. pengawasan ini biasanya dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan. (2004. Karakteristik manajemen adalah strategi dan mekanisme kerja yang dirancang untuk mengkondisikan semua hal didalam organisasi sehingga efektivitas tercapai. mudah atau sukar. Semakin termotivasi aparat untuk bekerja secara positif. Dengan kata lain. Demikian halnya. inspeksi langsung. Dalam melaksanakan kebijakan dan praktek manajemen harus memperhatikan manusia tidak hanya mementingkan strategi dan mekanisme kerja saja. Pengawasan langsung ini dapat berbentuk. karena seperti yang telah di jabarkan oleh penulis sebelumnya bahwa kebijakan dan praktek manajemen merupakan alat bagi pimpinan untuk mengarahkan setiap kegiatan guna mencapai tujuan organisasi. maka kinerja aparat dapat terus terpantau dan hal ini dapat memperkecil resiko kesalahan dalam pelaksanaan tugas dan tentunya dapat meningkatkan keefektivitasan kerja aparat. Telah diketahui bahwa salah satu sasaran pokok administrasi dan manajemen dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi adalah untuk mencapai efisiensi dan keefektivitasan kerja aparat yang semaksimal mungkin. Tentunya pengawasan ini perlu dibarengi dengan adanya evaluasi hasil kerja. Kelemahan dari pengawasan tidak langsung ini ialah bahwa sering para bawahan hanya melaporkan hal-hal positif saja. Kebijakan dan praktek manajemen merupakan alat bagi pimpinan untuk mengarahkan setiap kegiatan guna mencapai tujuan organisasi. serta adaptasi terhadap perubahan lingkungan inovasi organisasi.

Kantor Camat Batudaa Pantai sangat berperan aktif dan berkaitan erat dengan pelayanan terhadap masyarakat. maka dalam penelitian ini peneliti mengukur efektivitas kerja aparat. Jenis Penelitian Berdasarkan data yang telah diamati. Dalam survey tersebut dirancang untuk informasi tentang keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian dengan harapan agar penelitian tersebut dapat menggambarkan keadaan atau kondisi yang terdapat dalam satu masalah. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (1989. bantuan. Sebagai tempat kerja dari penulis. Gambar 1. guna pencapaian keefektivitasan kerja aparat.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hakikat dari penilaian ini. Kerangka Berfikir Dari uraian latar belakang masalah dan kajian pustaka yang telah dikemukakan penulis sebelumnya.3) mengemukakan bahwa metode survey merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. maka jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan survey. Sebaliknya bawahan harus melaksanakan tugas dengan baik dan menyelesaikannya untuk dievaluasi apakah tugas terlaksana dengan baik atau tidak. hanya terdapat satu variabel yakni faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat sebagai variabel independent (variabel bebas). sehingga biaya operasional dari penelitian dapat diperkecil. Berdasarkan bentuk permasalahannya. atasan memberikan dorongan. maka penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif Kuantitatif. Kerangka Berfikir BAB III METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. untuk itu penulis mencoba mengemukakan suatu kerangka berfikir tentang faktorfaktor yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo yang dapat digambarkan dalam suatu bagan sebagai berikut. . Operasionalisasi Penelitian (Indikator) Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai. menggunakan beberapa indikator sebagai berikut: Karakteristik Organisasi. Variabel Penelitian Pada penelitian ini. pertimbangan memilih Kantor Camat Batudaa Pantai adalah. dan informasi kepada bawahan.

terutama untuk mendapatkan klasifikasi mengenai hal-hal tertentu yang masih kurang jelas atau meragukan. P : Persentase F : Frekuensi . menegaskan pula bahwa “melalui observasi berperan serta. 145). dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak”. Tahap-tahap yang dilakukan penulis dalam pengumpulan data ini. Wawancara Wawancara adalah teknik yang digunakan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Dimana. Pembagian angket/ kuisioner Pembagian angket / kuisioner merupakan daftar pertanyaan tertulis yang disampaikan kepada responden untuk dijawab secara tertulis pula. Produktivitas / Prestasi Kerja serta adanya Motivasi dari pimpinan Keterikatan pada Organisasi (adanya rasa keterikatan pegawai melalui disiplin waktu) Kebijakan dan praktek manajemen. Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengawasan Evaluasi Kerja.286) sebagai berikut. Ekstern (Hubungan dengan masyarakat) Intern (Lingkungan kerja/Iklim Kerja dalam organisasi) Karakteristik Pekerja. tajam. Sugiono (2010.Struktur (Pembagian Tugas) Tehnologi (Perlengkapan dan Fasilitas) Karakteristik Lingkungan. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan dengan cara mendiskripsikan semua data dalam bilangan persentase dan tabel frekuensi. Teknik Pengumpulan Data Kegiatan yang dilakukan pada pengumpulan data dimaksudkan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah dari objek yang diteliti. Populasi Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo berjumlah 30 orang. . menggunakan rumus oleh (Soerjono Soekanto.. data yang diperoleh akan lebih lengkap. Dokumentasi Dokumentasi ialah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen. Dari keseluruhan responden semuanya dijadikan populasi dalam penelitian (sensus). Dimana hasilnya akan menjadi data pembanding terhadap data yang diperoleh melalui observasi. Dimana untuk memperoleh persentase pada tabel frekuensi. yaitu: Observasi Observasi adalah kegiatan dimana penulis/ peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.2001.

dkk pada Pusat Penelitian Kebijakan Publik dan Pengembangan Wilayah Universitas Padjadjaran dengan menggunakan metode perhitungan dalam KepmenPAN tentang IKM No. Pembangunan dan Pelayanan Kemasyarakatan. sebagai hasil dari pemekaran Kecamatan Batudaa. Dengan demikian. data diinterpretasikan dalam skor rata-rata.49 dalam kriteria kurang baik Skor rata – rata mencapai 0. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Batudaa Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Tomini Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Gorontalo Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Biluhu.00 dalam kriteria sangat baik Skor rata – rata mencapai 2. Organisasi dan Tata Kerja Kantor Camat Batudaa Pantai.50 – 2. Dimana daftar skor rata – rata menurut Tjipto Atmoko.N : Jumlah Responden Selain mendiskripsikan semua data dalam bilangan persentase dan tabel frekuensi. dimana kewenangan tersebut meliputi bidang. dan batas-batas wilayah terdiri dari.49 dalam kriteria tidak baik BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Lokasi Penilitian Sejarah Singkat Kantor Camat Batudaa Pantai.00〗^0LS dan 〖121〗^0BT – 〖123. Kabupaten Gorontalo.PAN/2/2004. Kabupaten Gorontalo Kecamatan Batudaa Pantai merupakan salah satu kecamatan yang berada diwilayah hukum Kabupaten Gorontalo yang secara definitif terbentuk berdasarkan Perda Nomor 43 Tahun 1995. Kantor Camat Batudaa Pantai dipimpin oleh seorang Camat dengan Eselon III/A dan dibantu seorang Sekretaris Camat dengan Eselon IV/A serta lima orang Kepala Seksi dengan eselon IV/A. dikonsultasikan dengan kriteria nilai capaian yang di disusun sebagai berikut. Skor rata – rata mencapai 3. 48 〖KM〗^2.50 – 4. beroleh kewenangan untuk menyelenggarakan kegiatan dibidang Pemerintahan.49 dalam kriteria baik Skor rata – rata mencapai 1.50 – 3.50 – 1. Secara geografis Kecamatan Batudaa Pantai terletak pada 〖0. Skor rata-rata adalah skala yang digunakan untuk mengklasifikasikan data-data berdasarkan kategorinya. Kep/25/M. . Bidang Pemerintahan.30〗^0LU– 〖1. Pemerintahan Kecamatan Batudaa Pantai yang membawahi Sembilan desa tersebut.30〗^0 BB dengan luas wilayah keseluruhan 6.

Tugas Kepala Kantor Kepala Kantor Camat Batudaa Pantai. Struktur organisasi dan tata kerja Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo adalah berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Gorontalo Nomor 38 Tahun 2000 tanggal 30 Desember 2000. Seperti yang telah dijabarkan terlebih dahulu. dapat digambarkan sebagai berikut BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR CAMAT BATUDAA PANTAI KABUPATEN GORONTALO Gambar 2. Informasi atasan dan bawahan. sebagai Top Leader memegang peranan penting. Struktur dan bagan organisasi (organization chart) memberikan manfaat dan informasi penting tentang hal-hal berikut: Pembagian kerja. Kabupaten Gorontalo. merupakan suatu organisasi yang menjalankan tugas dan wewenang serta tanggung jawab pemerintahan dalam bidang Kemiskinan. Kabupaten Gorontalo ( dalam Laporan Keadaan Pegawai Kantor Pemerintahan Kantor Camat Batudaa Pantai. Bidang Pelayanan Umum. 2010. Kesehatan.Bidang Ketentraman dan Ketertiban Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa. 8) Tugas dan Fungsi Aparatur Kantor Camat Batudaa Pantai. dan Pengembangan usaha ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya uintuk mewujudkan kehidupan masyarakat sejahtera. . Bagan Struktur Organisasi Kantor Camat Batudaa Pantai. Kantor Camat Batudaa Pantai. Kabupaten Gorontalo. tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Kabupaten Gorontalo. Pimpinan organisasi. Jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Pengelompokan bagian-bagian kerja. mandiri dan berkeadilan sosial sesuai visi misi Kabupaten Gorontalo. Pendidikan. Bidang Kesejahteraan Sosial. Tingkat manajer. Sosial Budaya.

Sekertariat Tugas. pembinaan sosial politik dalam negeri.Seksi. kepegawaian. Pembinaan pemerintahan desa Pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah. Pembangunan dan Pembinaan kehidupan kemasyarakatan dalam wilayah kecamatan”. Penyelenggara tugas-tugas pemerintahan umum dan pembinaan keagrarian dan pembinaan sosial politik dalam negeri.38 tahun 2000 dan Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2002. Melaksanakan penyelenggraaan tugas-tugas pemerintahan umum. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan administrasi kependudukan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaannya serta penyusunan laporan. Pembinaan pembangunan yang meliputi pembinaan sarana dan prasarana. keuangan. Pelaksanaan umum ketatausahaan. Perincian Tugas dan Fungsi Sekretariat serta Seksi . Fungsi. Membantu Camat dalam melaksanakan pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi kantor kecamatan.mengingat tanggung jawabnya untuk mengkoordinasikan segala kegiatan yang berhubungan dengan tugas dan fungsi organisasi pemerintahan yang dipimpinnya. Untuk itulah dalam melaksanakan kewajibannya maka sesuai Perda No. produksi dan distribusi serta pembinaan lingkungan hidup Pembinaan kesejahteraan sosial Pembinaan pelayanan umum Penyusunan rencana dan program. kearsipan. Camat mempunyai kewenangan sebagai berikut. Penyusunan anggaran dan penata usahaan serta penyusunan pertanggungjawaban keuangan. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan pemerintahan umum dan pemerintahan desa. pembinaan administrasi. perekonomian. perlengkapan dan rumah tangga. Fungsi. Tugas Camat “Membantu Kepala Daerah dalam penyelanggaraan Pemerintahan. Penyusunan rencana. Fungsi Camat Pelaksana pelimpahan sebagai kewenangan pemerintahan daerah Pelayanan penyelenggaraan pemerintahan Kecamatan Untuk menyelenggarakan fungsi Camat tersebut diatas. pembinaan keagrariaan. administrasi kependudukan serta pembinaan pemerintahan desa. . ketatausahaan dan rumah tangga. Seksi Pemerintahan Tugas. tugas dan fungsi pokok seorang Camat dijabarkan sebagai berikut.

peranan wanita dan olah raga. idiologi Negara. Pengolahan data dan evaluasi data dibidang pemberdayaan masyarakat Penyelenggaraan kegiatan administrasi pemberdayaan masyarakat. pembinaan kepemudaan. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan pelayanan dan bantuan sosial. dan distribusi serta pembinaan lingkungan hidup. Mengkoordinasikan penyusunan program dan melaksanakan pembinaan kesejahteraan sosial. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta pembinaan penyelenggaraan pembinaan pembangunan sarana dan prasarana fisik. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta pembinaan penyelenggaraan pembinaan perekonomian meliputi perbankan. dan kebutuhan serta peningkatan kelancaran distribusi hasil produksi.Penyiapan bahan dan penyusunan program serta pembinaan penyelenggaraan kegiatan sosial politik. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan lingkungan hidup. Pelayanan masyarakat dibidang pemerintahan Seksi Ketentraman dan Ketertiban Tugas. Pelayanan masyarakat dibidang ketentraman dan ketertiban Penyelenggaraan kegiatan administrasi perlindungan masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan administrasi kesejahteraan sosial. Pengolahan data dan evaluasi data dibidang kesejahteraan sosial. . perindustrian dan perdagangan. Penyelenggaraan masyarakat dibidang kesejahteraan sosial. kebudayaan dan kesehatan masyarakat. usaha informal. perekonomian. Seksi Kesejahteraan Sosial Tugas. produksi dan distribusi. Melakukan pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah serta pembinaan polisi pamong praja Fungsi. Fungsi. perkoperasian. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta pembinaan penyelenggaraan keagrariaan. Pengolahan data dan evaluasi data dibidang ketentraman dan ketertiban. Melakukan pembinaan masyarakat dibidang sarana dan prasarana. Fungsi. Seksi Pemberdayaan Masyarakat Tugas. pendidikan. pertanian. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan kehidupan keagamaan. Pengolahan data dan evaluasi data dibidang pemerintahan. perkreditan rakyat. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta pembinaan penyelenggaraan pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah Penyiapan bahan dan penyusunan program serta pembinaan penyelenggaraan pembinaan aparat ketertiban dan polisi pamong praja. dan kesatuan bangsa.

II / c 3 12 II / b 4 16 II / a 7 28 I/c14 Jumlah 25 100 Tenaga Honorer/Kontrak (5 orang) TENAGA KONTRAK JUMLAH % . GOLONGAN JUMLAH % IV / a . Aparat pemerintahan dalam setiap organisasi pemerintahan sangat menunjang keberhasilan organisasi tersebut dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan pelayanan kebersihan. Demikian pula. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan pelayanan perizinan. kebersihan.Kabupaten Gorontalo memegang peran yang sama dengan aparat yang lain. Pada saat ini aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai. aparat yang ada pada Kantor Camat Batudaa Pantai. dan sanitasi lingkungan. pertanaman.III / d 3 12 III / c 1 4 III / b 1 4 III / a 5 20 II / d . Kepangkatan dan Golongan. keindahan. Penyiapan bahan dan penyelenggaraan rapat-rapat dinas dan upacara. Susunan Kepegawaian. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan pelayanan kekayaan dan inventaris desa. Penyiapan bahan dan penyusunan program serta penyelenggaraan pembinaan sarana dan prasarana fisik pelayanan umum. hanya saja perbedaannya terletak pada ruang lingkup kegiatan yang berbeda-beda. Keadaan Aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Kabupaten Gorontalo. Untuk lebih jelasnya keadaan aparat pada Kantor Kecamatan Batudaa Pantai dapat dilihat pada Tabel berikut.Seksi Pelayanan Umum Tugas. Fungsi. Pegawai Negeri Sipil (25 orang). sarana dan prasarana umum serta perizinan. Melakukan urusan pelayanan umum yang meliputi pelayanan kekayaan dan inventaris desa. sebab aparat merupakan tulang punggung pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional. Kabupaten Gorontalo berjumlah 30 orang.

Kabupaten Gorontalo diperoleh hasil-hasil yang penulis uraikan dalam bentuk tabel dengan menggunakan Tabel Frekuensi berdasarkan pada masing-masing faktor serta indikator yang mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut: TABEL 1 “Tanggapan responden tentang perlunya uraian pekerjaan” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.SARJANA (S1) 6 24 DIPLOMA (D-III) 2 8 DIPLOMA (D-II) 1 4 DIPLOMA (D-1) 1 4 SMU /SEDERAJAT 14 56 SMP / SEDERAJAT 1 4 Jumlah 25 100 Tenaga Honorer/ Abdi TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH % SARJANA (S1) 1 20 DIPLOMA (D-III) 1 20 SMU /SEDERAJAT 3 60 Jumlah 5 100 Deskripsi Hasil Penelitian Dari hasil penelitian yang penulis lakukan pada Kantor Camat Batudaa Pantai. Karakteristik Organisasi.SOPIR 1 20 WAKER 1 20 TENAGA ABDI 3 60 Jumlah 5 100 Jenjang Pendidikan Pegawai Negeri Sipil TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH % PASCA SARJANA (S2) .1 F⁄N x 100% 1 Sangat Perlu 4 17 68 57 2 Perlu 3 9 27 30 3 Kurang Perlu 2 4 8 13 . Pada faktor pertama ini terdapat dua indikator yakni Struktur dan Tehnologi. Struktur Organisasi (Pembagian Tugas/ Job Descprition). Indikator Pertama.

JUMLAH (N) 30 103 100 Skor Rata-Rata 3. dimana penerapan uraian pekerjaan di Kantor Camat Batudaa Pantai dikategorikan baik. diperoleh skor rata-rata 3.5 yang dikategorikan sangat baik.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 10 40 33 2 Sering 3 12 36 40 3 Kadang-Kadang 2 8 16 27 4 Tidak Pernah 1 . terdapat 11 orang (37% dari jumlah responden) yang menjawab sangat mengetahui tugas serta tanggung jawab yang harus dilakukan. dimana penguasaan akan tugas yang harus dilakukan dapat dikategorikan baik. Hasil Penelitian Melalui tabel tersebut. Dimana pada tabel frekuensi .1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mengetahui 4 11 44 37 2 Mengetahui 3 16 48 53 3 Kurang Mengetahui 2 3 6 10 4 Tidak Mengetahui 1 . 10% dari jumlah responden yang menyatakan bahwa kurang mengetahui tugas serta tanggung jawab yang harus dilakukan..JUMLAH (N) 30 92 100 Skor Rata-Rata 3. Hasil Penelitian Melalui tabel 2 tersebut. TABEL 3 “Tanggapan responden tentang penerapan job description dalam menyelesaikan tugas” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.3 Sumber data. terdapat 17 orang responden (57%) yang menjawab job description/ uraian pekerjaan sangat perlu guna peningkatan ke-efektivitasan kerja pegawai. 4 orang responden (13%) yang menjawab kurang perlunya uraian pekerjaan bagi para aparat dan tidak ada seorang responden-pun yang menjawab tidak perlu... 9 orang responden (30%) yang menjawab perlu.JUMLAH (N) 30 98 100 Skor Rata-Rata 3.1 Sumber data.1. diperoleh skor rata-rata 3. TABEL 2 “Tanggapan responden tentang penguasaan tugas serta tanggung jawab mereka” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. serta tidak ada yang menjawab tidak mengetahui tugas dan tanggung jawab mereka. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket. diperoleh skor rata-rata 3.3. Berdasarkan tanggapan responden akan perlunya job description pula.5 Sumber data. Sejalan dengan deskripsi penelitian pada tabel 2.4 Tidak Perlu 1 . dan 16 orang responden (53%) yang menjawab mengetahui tugasnya.

diperoleh skor rata-rata sebesar 3. dan 12 orang responden (40%) yang menjawab sering menerapkannya dalam menyelasaikan tugas. . Sejalan dengan deskripsi penelitian pada tabel frekuensi. 8 orang responden (27% dari jumlah responden) yang menyatakan bahwa kadang-kadang saja menerapkannya.5 Sumber data. terhadap efektivitas kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.7. Hasil Penelitian Dari analisis data pada tabel frekuensi tersebut terdapat 21 orang responden yang menjawab bahwa perlengkapan serta fasilitas Kantor yang memadai dapat mempengaruhi tingkat keefektivitasan kerja mereka. Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut. Hasil Penelitian Dari tabel tersebut. Kabupaten Gorontalo” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. dikategorikan sangat baik.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mengetahui 4 21 84 70 2 Mengetahui 3 9 27 30 3 Kurang Mengetahui 2 .terdapat 10 orang (33% dari jumlah responden) yang menjawab selalu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan job description/ uraian pekerjaan masing-masing.JUMLAH (N) 30 111 100 Skor Rata-Rata 3...JUMLAH (N) 30 76 100 Skor Rata-Rata 2. Indikator Kedua pada karakteristik organisasi adalah Tehnologi (Perlengkapan dan Fasilitas).1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mendukung 4 5 20 17 2 Mendukung 3 6 18 20 3 Kurang Mendukung 2 19 38 63 4 Tidak Mendukung 1 .4 Tidak Mengetahui 1 . TABEL 4 “Tanggapan responden tentang pengaruh perlengkapan serta fasilitas Kantor. serta 19 orang responden lainnya (63% dari jumlah responden) menjawab bahwa perlengkapan serta fasilitas Kantor masih kurang mendukung serta belum memberikan rasa nyaman dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab mereka.7 Sumber data.. maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman aparat akan pengaruh fasilitas dan perlengkapan kantor terhadap efektivitas kerja. serta 9 orang responden lainnya menjawab bahwa perlengkapan serta fasilitas Kantor yang memadai cukup mempengaruhi ke-efektivitasan kerja para pegawai. 6 orang responden menjawab sudah mendukung. 5 orang responden menjawab perlengkapan dan fasilitas Kantor sudah sangat mendukung serta memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. TABEL 5 “Tanggapan responden tentang Fasilitas dan Peralatan Kantor yang telah tersedia di Kantor Camat Batudaa Pantai.

1 F⁄N x 100% 1 Sangat Memuaskan 4 9 36 30 2 Memuaskan 3 16 48 53 3 Kurang Memuaskan 2 5 10 17 4 Tidak Memuaskan 1 . diperoleh skor rata-rata sebesar 2. Hal ini mengindikasikan bahwa fasilitas Kantor di Kantor Camat Batudaa Pantai dikategorikan “kurang baik”.. 33% dari jumlah responden menjawab bahwa fasilitas serta perlengkapan yang disediakan oleh Kantor telah dimanfaatkan dengan sangat tepat. TABEL 6 “Tanggapan responden tentang pemanfaatan fasilitas Kantor guna pemenuhan kebutuhan yang mendukung aktivitas kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. Karakteristik Lingkungan. Indikator Pertama. Ekstern (Pelayanan terhadap Masyarakat). Hasil Penelitian Melalui tabel tersebut.JUMLAH (N) 30 89 100 Skor Rata-Rata 2.Melalui perolehan skor rata-rata.JUMLAH (N) 30 94 100 Skor Rata-Rata 3. Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut : TABEL 7 “Tanggapan responden tentang kualitas serta kuantitas hasil pekerjaan dalam pelayanan terhadap masyarakat?” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Tepat 4 10 40 33 2 Tepat 3 9 27 30 3 Kurang Tepat 2 11 22 37 4 Tidak Tepat 1 . dengan perolehan skor rata-rata sebesar 2. Hasil Penelitian .9 Sumber data.. 9 orang responden lainnya. serta 11 orang responden (37% dari jumlah responden) menjawab fasilitas serta perlengkapan kantor dimanfaatkan kurang tepat serta kurang mendukung aktivitas kerja aparat.9. yakni ekstern lingkungan organisasi serta lingkungan intern/ iklim organisasi. pemanfaatan akan fasilitas kantor di Kantor Camat Batudaa Pantai dapat dikategorikan “cukup baik”.5. Melalui skor rata-rata pula.2 Sumber data. Pada faktor kedua ini terdapat dua indikator yang berpengaruh terhadap efektivitas kerja aparat. menjawab bahwa fasilitas yang disediakan telah dimanfaatkan secara tepat.

Indikator Kedua. dikategorikan “sangat baik” dengan perolehan skor rata-rata sebesar 3. Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut: TABEL 8 “Tanggapan responden tentang pengaruh lingkungan kerja terhadap efektivitas kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. 16 orang (53% dari responden) menjawab bahwa pelayanan terhadap masyarakat sudah cukup memuaskan.4 Sumber data.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mempengaruhi 4 18 72 60 2 Mempengaruhi 3 12 36 40 3 Kurang Mempengaruhi 2 . maka pelayanan terhadap masyarakat ini dikategorikan “Baik”.6.6 Sumber data.4 Tidak Mempengaruhi 1 . dan 5 orang (17%) yang menyatakan kurang memuaskan. Demikian halnya. terdapat 9 orang responden (30% dari jumlah responden) menyatakan bahwa kualitas serta kuantitas hasil pekerjaan dalam pelayanan terhadap masyarakat sudah sangat memuaskan.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mendukung 4 5 20 17 2 Mendukung 3 4 12 13 3 Kurang Mendukung 2 21 42 70 4 Tidak Mendukung 1 .. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket. 4 orang responden yang menjawab lingkungan . Sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi.Melalui tabel tersebut diatas. 18 orang responden menjawab bahwa lingkungan pekerjaan sangat mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat. melalui tabel tersebut.. Intern (Lingkungan Kerja/ Iklim Kerja). Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket. TABEL 9 “Tanggapan responden tentang iklim organisasi di Kantor Camat Batudaa Pantai” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.JUMLAH (N) 30 108 100 Skor Rata-Rata 3. melalui tabel tersebut. dengan skor 3. serta terdapat 12 orang responden yang menjawab bahwa lingkungan kerja cukup mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat. pemahaman akan pentingnya lingkungan kerja terhadap efektivitas kerja.JUMLAH (N) 30 74 100 Skor Rata-Rata 2.. 17% dari jumlah responden menjawab bahwa lingkungan kerja sangat mendukung serta memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka.2.

serta terdapat sebanyak 70% dari jumlah responden yang menjawab bahwa lingkungan kerja mereka masih kurang mendukung serta kurang memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut: TABEL 11 “Tanggapan responden tentang pengaruh produktivitas kerja terhadap efektivitas kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.kerja cukup mendukung dalam pelaksanaan tugas. Terdapat pula 67% dari jumlah responden yaitu sebanyak 20 orang responden yang menjawab cukup mempengaruhi konsentrasi kerja mereka. Pada faktor ketiga ini. masih dikategorikan “kurang baik”. Hasil Penelitian Melalui tabel tersebut diatas. Iklim organisasi pada Kantor Camat Batudaa Pantai ini.1 Sumber data. TABEL 10 “Tanggapan responden tentang aparat lain yang suka bergosip atau melakukan aktivitas lain yang tidak termasuk dalam uraian pekerjaannya pada jam kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. Karakteristik Pekerja. dengan skor 3. serta ada 1 orang responden yang menjawab hal tersebut tidak mempengaruhi konsentrasi kerjanya.JUMLAH (N) 30 102 100 .. serta 2 orang responden yang menjawab hal tersebut kurang mempengaruhi. Produktivitas / Prestasi Kerja serta adanya Motivasi dari pimpinan).1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mempengaruhi 4 12 48 40 2 Mempengaruhi 3 18 54 60 3 Kurang Mempengaruhi 2 . Melalui skor rata-rata. Indikator Pertama. yakni produktivitas/ prestasi kerja. dan adanya keterikatan pada organisasi melalui disiplin waktu. 7 orang responden menjawab bahwa pegawai lain yang suka bergosip atau melakukan aktivitas lain yang tidak termasuk dalam uraian pekerjaannya pada jam kerja dapat sangat mempengaruhi konsentrasi kerja mereka.. pemahaman aparat akan gangguan yang ditimbulkan oleh aktivitas lain yang tidak termasuk dalam uraian pekerjaan dikategorikan “baik”.1. serta adanya motivasi dari pimpinan.4. hal ini dapat dilihat melalui perolehan skor rata-rata sebesar 2. terdapat dua indikator yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mempengaruhi 4 7 28 23 2 Mempengaruhi 3 20 60 67 3 Kurang Mempengaruhi 2 2 4 7 4 Tidak Mempengaruhi 1 1 1 3 JUMLAH (N) 30 93 100 Skor Rata-Rata 3.4 Tidak Mempengaruhi 1 .

Skor Rata-Rata 3. 15 orang responden (30% dari jumlah responden) menyatakan kadang-kadang menerima penghargaan dari pimpinan.9. 3 orang responden (10%) menjawab sering menerima penghargaan.4. serta tidak ada seorang-pun yang menjawab produktivitas kerja kurang mempengaruhi atau tidak mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat.JUMLAH (N) 30 103 100 Skor Rata-Rata 3. dan 18 orang responden (60%) menyatakan bahwa produktivitas kerja cukup mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat. terdapat 2 orang (7% dari jumlah responden) yang menyatakan bahwa selalu menerima penghargaan terhadap hasil kerja yang telah dicapai. terdapat 15 orang (50% dari jumlah responden) yang menjawab bahwa .9 Sumber data. TABEL 13 “Tanggapan responden tentang perlunya motivasi kerja guna peningkatan efektivitas kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. Hasil Penelitian Dari tabel frekuensi. Demikian halnya dengan deskripsi tabel frekuensi. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket..1 F⁄N x 100% 1 Sangat Perlu 4 15 60 50 2 Perlu 3 13 39 43 3 Kurang Perlu 2 2 4 7 4 Tidak Perlu 1 . serta ada 10 orang (33% dari jumlah responden) yang menyatakan bahwa tidak pernah menerima penghargaan dari pimpinannya atas produktivitas kerja yang telah dilaksanakan.4 Sumber data. TABEL 12 “Tanggapan responden tentang pemberian penghargaan oleh Camat selaku pimpinan terhadap “Hasil” / produktivitas kerja yang telah dicapai” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. terdapat 12 orang ( 40% dari jumlah responden) yang menyatakan bahwa produktivitas kerja aparat akan mempengaruhi tingkat ke-efektifan kerja mereka. Kemudian pada tabel frekuensi. dikategorikan dengan “tidak baik”. menunjukkan bahwa masih kurangnya pemberian penghargaan oleh pimpinan kepada aparat. dapat disimpulkan bahwa pemahaman akan pentingnya produktivitas kerja terhadap efektivitas kerja. melalui tabel tersebut. Hasil Penelitian Melalui skor rata-rata yang diperoleh sebesar 1.5 Sumber data. dikategorikan “baik” dengan perolehan skor rata-rata sebesar 3.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 2 8 7 2 Sering 3 3 9 10 3 Kadang-Kadang 2 15 30 50 4 Tidak Pernah 1 10 10 33 JUMLAH (N) 30 57 100 Skor Rata-Rata 1.

perolehan skor rata-rata sebesar 3. terdapat 17% dari jumlah responden (5 orang responden) yang menjawab selalu memperoleh dorongan bekerja/ motivasi kerja dari pimpinan sehingga tercapainya tujuan organisasi dengan efektif. 13 orang responden yang menjawab cukup perlunya motivasi bagi aparat. efisien dan ekonomis. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya peran aktif pimpinan dalam memberikan motivasi kerja terhadap aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. skor rata-rata 2. terdapat 23% dari jumlah responden (7 orang responden) yang menjawab . dikategorikan “Sangat baik”.2 Sumber data. melalui tabel tersebut. Sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 5 20 17 2 Sering 3 6 18 20 3 Kadang-Kadang 2 16 32 53 4 Tidak Pernah 1 3 3 10 JUMLAH (N) 30 73 100 Skor Rata-Rata 2. Kemudian. dan 2 orang responden (7%) yang menjawab bahwa motivasi itu kurang diperlukan bagi peningkatan ke-efektivitasan kerja aparat. Hasil Penelitian Melalui tabel tersebut.4 Sumber data. 6 orang responden menjawab sering mendapat dorongan bekerja.JUMLAH (N) 30 95 100 Skor Rata-Rata 3.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Sesuai 4 7 28 23 2 Sesuai 3 21 63 70 3 Kurang Sesuai 2 2 4 7 4 Tidak Sesuai 1 . menunjukkan pemahaman aparat Kantor Camat Batudaa Pantai akan perlunya motivasi guna peningkatan efektivitas kerja. TABEL 14 “Tanggapan responden tentang dukungan Camat selaku pimpinan dalam memotivasi para aparat dalam bekerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. bahkan ada 10% dari jumlah responden (3 orang) menyatakan bahwa tidak pernah memperoleh dorongan bekerja/ motivasi kerja dari pimpinannya. TABEL 15 “Tanggapan responden tentang kompensasi dalam bentuk financial (upah/gaji) diberikan” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.4 yang diperoleh dikategorikan “kurang baik”.5. dan 16 orang responden lainnya menjawab kadang-kadang mendapatkan dorongan bekerja. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket..motivasi itu sangat perlu guna peningkatan ke-efektivitasan kerja aparat.

3 Sumber data. TABEL 17 “Tanggapan responden tentang penerapan disiplin waktu sebagai bentuk ketaatan aparat pada ketentuan jam kerja?” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. dan 1 orang responden (3%) yang menjawab disiplin waktu tidak mempengaruhi tingkat ke-efektivan kerja pegawai.kompensasi dalam bentuk financial (gaji/upah) yang diterima selama ini sudah sangat sesuai dengan beban kerja / tugas serta tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.3.JUMLAH (N) 30 67 100 Skor Rata-Rata 2.. skor rata-rata 3. terdapat 2 orang responden (7%) yang menjawab selalu menerapkan disiplin waktu sebagai bentuk ketaatan aparat pada ketentuan jam kerja. 21 orang responden atau sebanyak 70% dari jumlah responden yang menjawab bahwa kompensasi yang diberikan sudah sesuai dengan beban pekerjaannya. dan 2 orang responden yang menjawab bahwa upah yang diberikan masih kurang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. menunjukkan bahwa pemahaman responden akan pengaruh disiplin waktu dikategorikan “baik”.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Mempengaruhi 4 13 52 43 2 Mempengaruhi 3 14 42 47 3 Kurang Mempengaruhi 2 2 4 7 4 Tidak Mempengaruhi 1 1 1 3 JUMLAH (N) 30 99 100 Skor Rata-Rata 3. Sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi.2. Indikator Kedua adalah Keterikatan pada Organisasi (adanya rasa keterikatan aparat melalui disiplin waktu). Hasil Penelitian Dari jawaban pertanyaan atas angket. Kemudian perolehan skor rata-rata sebesar 3.2 Sumber data.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 2 8 7 2 Sering 3 3 9 10 3 Kadang-Kadang 2 25 50 83 4 Tidak Pernah 1 . 3 orang responden (10%) yang . melalui tabel tersebut terdapat 13 orang (43% dari jumlah responden) yang menjawab disiplin waktu sangat Mempengaruhi tingkat ke-efektivan kerja pegawai. Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut: TABEL 16 “Tanggapan responden akan pengaruh disiplin waktu terhadap efektivitas kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan dalam bentuk financial dikategorikan “baik”. 14 Orang responden (47%) yang menjawab Mempengaruhi. 2 Orang responden (7%) yang menjawab Kurang mempengaruhi. Hasil Penelitian Dari tabel tersebut.

2 yang menunjukkan bahwa penerapan disiplin waktu pada jam kerja oleh Aparat Kantor Camat Batudaa Pantai.3 Sumber data. Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut : TABEL 19 “Tanggapan responden tentang perlunya pengawasan oleh pimpinan guna peningkatan hasil kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. Indikator Pertama. diperoleh skor rata-rata 2.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 5 20 17 2 Sering 3 10 30 33 3 Kadang-Kadang 2 14 28 47 4 Tidak Pernah 1 1 1 3 JUMLAH (N) 30 69 100 Skor Rata-Rata 2. Maka sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi. 14 orang responden (47%) yang menjawab kadang-kadang dan 1 orang (3% dari jumlah responden) yang menjawab tidak pernah menyelesaikannya tepat waktu.menjawab sering. 10 orang responden (33%) yang menjawab sering tepat waktu. melalui tabel tersebut.3 yang menunjukkan bahwa penerapan disiplin waktu aparat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan di Kantor Camat Batudaa Pantai. TABEL 18 “Tanggapan responden tentang disiplin waktu aparat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. Pada faktor keempat ini terdapat dua indikator yang mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat yakni pengawasan dan evaluasi.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Perlu 4 16 64 53 2 Perlu 3 12 36 40 3 Kurang Perlu 2 2 4 7 . diperoleh skor rata-rata 2. dikategorikan “Kurang Baik”. 25 orang responden (50%) yang menjawab kadang-kadang menerapkan disiplin waktu pada jam kerja dan tidak ada yang menjawab tidak pernah menerapkan disiplin waktu. Kebijakan dan Praktek Manajemen. Pengawasan. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket. Maka sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi. terdapat 5 orang responden (17%) yang menjawab selalu menyelesaikan suatu pekerjaan tepat pada waktunya. dikategorikan “Kurang Baik”.

pengawasan oleh pimpinan Kantor Camat Batudaa pantai dikategorikan “Cukup Baik”. dan 2 orang responden (7%) yang menjawab bahwa pengawasan itu kurang diperlukan bagi peningkatan hasil kerja pegawai. dapat dikategorikan “Sangat Baik”.9 Sumber data. 12 orang responden menjawab guna memperkecil resiko kesalahan . Maka sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi.5 Sumber data. melalui tabel tersebut. diperoleh skor rata-rata 3.4 Tidak Perlu 1 .JUMLAH (N) 30 104 100 Skor Rata-Rata 3. terdapat 16 orang (53% dari jumlah responden) yang menjawab bahwa pengawasan oleh pimpinan itu sangat perlu guna peningkatan ke-efektivitasan kerja pegawai. diperoleh skor rata-rata 2. 13 orang (43% dari jumlah responden) yang menjawab bahwa selalu ada pengawasan oleh pimpinan. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket.9 yang menunjukkan bahwa dalam penerapannya. menjawab tidak pernah ada pengawasan oleh pimpinan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi. Hasil Penelitian Dari tabel tersebut. 12 orang responden yang menjawab cukup. TABEL 20 “Tanggapan responden tentang penerapan pengawasan oleh pimpinan sebagai alat dalam pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. Maka sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi.5 yang menunjukkan bahwa pemahaman aparat Kantor Camat Batudaa pantai akan perlunya pengawasan oleh pimpinan. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket.. Terdapat 8 orang responden (27% dari jumlah responden) menyatakan bahwa sering ada pengawasan oleh pimpinan.9 Sumber data. TABEL 21 “Tanggapan responden tentang perlu-tidaknya terus diawasi oleh pimpinan guna memperkecil resiko kesalahan dalam pelaksanaan tugas” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.1 F⁄N x 100% 1 Sangat Perlu 4 12 48 40 2 Perlu 3 9 27 30 3 Kurang Perlu 2 3 6 10 4 Tidak Perlu 1 6 6 20 JUMLAH (N) 30 87 100 Skor Rata-Rata 2.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 13 52 43 2 Sering 3 8 24 27 3 Kadang-Kadang 2 4 8 13 4 Tidak Pernah 1 5 5 17 JUMLAH (N) 30 89 100 Skor Rata-Rata 2. serta masingmasing 13% dari responden yang menjawab bahwa kadang-kadang memperoleh pengawasan dan sebanyak 5 orang responden.

diperoleh skor rata-rata 2..1 F⁄N x 100% 1 Sangat Perlu 4 16 64 53 2 Perlu 3 14 42 47 3 Kurang Perlu 2 . serta terdapat 6 orang responden yang menjawab pimpinan tidak perlu terus mengawasi selama proses bekerja.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 2 8 7 2 Sering 3 3 9 10 3 Kadang-Kadang 2 18 36 60 4 Tidak Pernah 1 7 7 23 JUMLAH (N) 30 60 100 . Maka sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi.JUMLAH (N) 30 106 100 Skor Rata-Rata 3. sebagai proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang harus dicapai” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.. serta 14 orang responden menjawab bahwa evaluasi itu perlu dilakukan.6 yang menunjukkan bahwa pemahaman aparat Kantor Camat Batudaa pantai akan perlunya evaluasi kerja guna peningkatan efektivitas kerja dikategorikan “Sangat Baik”. TABEL 23 “Tanggapan responden tentang peran serta pimpinan dalam mengevaluasi hasil pekerjaan.pelaksanaan tugas. 9 orang responden lainnya (30% dari jumlah responden) menyatakan bahwa perlu adanya pengawasan oleh pimpinan terhadap para pegawainya. diperoleh skor rata-rata 3. Hasil Penelitian Dari jawaban atas pertanyaan pada angket. Demikian halnya.9 yang menunjukkan bahwa pemahaman aparat Kantor Camat Batudaa pantai akan perlunya pengawasan oleh pimpinan dikategorikan “Baik”. Indikator Kedua adalah Evaluasi.4 Tidak Perlu 1 . Pada proses penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut : TABEL 22 “Tanggapan responden tentang perlunya evaluasi kerja guna peningkatan hasil kerja” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F. terdapat 53% dari jumlah responden (16 orang responden) yang menjawab bahwa evaluasi kerja perlu dilakukan oleh pimpinan guna peningkatan hasil kerja pegawai. maka sangat perlu adanya pengawasan oleh pimpinan.6 Sumber data. Maka sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi. ada 3 orang (10% dari jumlah responden menyatakan bahwa kurang perlunya pengawasan guna memperkecil resiko kesalahan.

terdapat 7% dari jumlah responden (2 orang responden) yang menjawab bahwa dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. diperoleh skor rata-rata 2.1 F⁄N x 100% 1 Selalu 4 13 52 43 2 Sering 3 5 15 17 3 Kadang-Kadang 2 11 22 37 4 Tidak Pernah 1 1 1 3 JUMLAH (N) 30 90 100 Skor Rata-Rata 3. ada 3 orang responden (10%) yang menjawab sering di evaluasi oleh pimpinan dan 18 orang responden menjawab bahwa pimpinan kadang-kadang mengevaluasi hasil kerjanya.0 yang menunjukkan bahwa peran serta Camat selaku pimpinan Kantor Camat Batudaa pantai. Kemudian. Hasil Penelitian Dari tabel tersebut. selalu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang harus dicapai. 11 orang (37% dari responden) menjawab bahwa kadangkadang saja. bahkan masih ada 7 orang yang menjawab bahwa pimpinan tidak pernah melakukan pembandingan atas hasil-hasil pekerjaan yang harus dicapai.0 Sumber data. Terdapat 17% dari jumlah responden. sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi. sebagai proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang telah mereka capai. terdapat 13 orang responden (43% dari jumlah responden) menjawab bahwa setelah dievaluasi oleh pimpinan. serta ada satu orang responden yang menjawab bahwa tidak pernah melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar yang harus dicapai. Hasil Penelitian Melalui tabel tersebut. sejalan dengan deskripsi tabel frekuensi. dikategorikan “Kurang Baik” TABEL 24 “Tanggapan responden tentang penyelesaian tugas sesuai dengan standar yang harus dicapai setelah dievaluasi oleh pimpinan” NO JAWABAN RESPONDEN 1 F F.0 yang menunjukkan bahwa aparat Kantor Camat Batudaa Pantai dikategorikan “Baik” dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar yang harus dicapai setelah memperoleh evaluasi dari pimpinan. pimpinan selalu mengevaluasi hasil pekerjaannya.0 Sumber data. diperoleh skor rata-rata 3. Pembahasan Hasil Penelitian TABEL 25 REKAPITULASI SKOR TOTAL RATA-RATA TIAP INDIKATOR No Faktor dan Indikator Tabel Skor Rata-rata Kriteria 1 Karakteristik Organisasi Struktur (Pembagian Tugas / Job Description) 1 3. Kemudian. dalam memotivasi aparat.5 Sangat Baik 2 3.3 Baik .Skor Rata-Rata 2. menjawab cukup sering menyelesaikan tugas sesuai dengan standar yang harus dicapai.

5 Kurang Baik 6 2.2.1 Baik Skor rata-rata Indikator Ke-empat 3.3 SKOR RATA-RATA (TOTAL) 3.9 Baik Skor rata-rata Indikator Kedua 3.4 Kurang Baik 15 3.0 Baik Skor rata-rata Indikator Ke-sembilan 2.0 Kurang Baik 24 3.2 Kurang Baik 18 2.2 Baik Lingkungan Intern (Iklim Kerja) 8 3. .0 Baik 2 Karakteristik Lingkungan Lingkungan Ekstern (Masyarakat) 7 3.2 Baik Skor rata-rata Indikator Ke-enam 3.3 3. dapat dikategorikan “Baik” dengan perolehan skor rata-rata total 3.7 Sangat Baik 5 2. Karakteristik Organisasi Karakteristik organisasi adalah hubungan yang sifatnya relatif tetap seperti susunan sumber daya manusia yang terdapat dalam organisasi.1 Baik Skor rata-rata Indikator pertama 3.3 Baik Tehnologi (Perlengkapan dan Fasilitas) 4 3. maka efektivitas kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai.7 Baik Motivasi 13 3.3 Baik 17 2.9 Tidak Baik Skor rata-rata Indikator Ke-lima 2.6 Sangat Baik 23 2.4 Baik 12 1. untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai.6 Baik 4 Kebijakan dan Praktek Manajemen Pengawasan 19 3. Karakteristik organisasi terdiri dari struktur dan tehnologi organisasi. melalui penerapan disiplin kerja 16 3.5 Sangat Baik 14 2.0 Baik 3 Karakteristik Pekerja Produktivitas 11 3.2 Baik Tabel tersebut diatas merupakan rekapitulasi skor rata-rata setiap indikator berdasarkan deskripsi hasil penelitian sebelumnya.9 Baik Skor rata-rata Indikator Ke-delapan 3. Kabupaten Gorontalo.0 Baik Adanya rasa keterikatan terhadap Organisasi.1 Baik Evaluasi 22 3.9 Baik 21 2.9 Baik JUMLAH 76.5 Sangat Baik 20 2.6 Sangat Baik 9 2.3 Kurang Baik Skor rata-rata Indikator Ke-tujuh 2.4 Kurang Baik 10 3. Melalui tabel rekapitulasi diatas pula.

tentang tugas (Uraian Pekerjaan). tugas dan tangggung jawab mereka serta penerapannya dalam organisasi yang dikategorikan Sangat Baik dan Baik. Tapi pada fakta yang di peroleh melalui data dan wawancara terungkap bahwa perlengkapan serta fasilitas Kantor masih kurang mendukung serta belum memberikan rasa nyaman dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab mereka. Semakin baik sarana yang disediakan oleh organisasi. maka dapat disimpulkan sebagian besar aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai telah mengetahui tugas dan tanggung jawab mereka. Tentunya penguasaan akan uraian pekerjaan. Pada tabel 2.3. akan mempengaruhi kelancaran aparat dalam bekerja. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian pada Tabel 4. dapat memperkecil tingkat ke-efektivitasan kerja aparat. yang dibuktikan dengan capaian skor rata-rata sebesar 3. menunjukkan skor 3.7. menunjukkan 81% dari jumlah responden yang menjawab bahwa perlengkapan serta fasilitas Kantor yang memadai sangat mempengaruhi efektivitas kerja mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa besarnya pemahaman akan pentingnya tehnologi dalam suatu organisasi. Fasilitas yang kurang lengkap pula. Demikian halnya. berdasarkan pemaparan penulis pada Tabel 1. . Kesadaran akan perlunya job description bagi para pegawai Kantor Camat Batudaa Pantai dikategorikan Sangat Baik. Perlengkapan dan fasilitas ini merupakan suatu sarana dan peralatan yang disediakan oleh pimpinan guna mendukung aparat dalam bekerja.5. sehingga dapat disimpulkan bahwa Pegawai Kantor Camat Batudaa Pantai. 37% dari jumlah responden menjawab fasilitas serta perlengkapan Kantor masih belum dimanfaatkan dengan tepat serta kurang mendukung aktivitas kerja aparat dalam pemenuhan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. dengan kategori Baik. maka akan menghambat pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. memahami akan pentingnya job description guna peningkatkan ke-efektivitasan kerja aparat itu sendiri. hanya 10 orang responden saja yang menjawab selalu menerapkan job description dalam menyelasaikan tugas. Dalam struktur. hal ini didukung oleh perolehan skor rata-rata 3. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran aparat akan pentingnya perlengkapan serta fasilitas Kantor guna menunjang serta memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka sangat baik. Oleh karenanya pula maka job description/ uraian pekerjaan sangat perlu guna peningkatan efektivitas kerja aparat.Struktur / Pembagian Tugas (Uraian Pekerjaan) Struktur merupakan cara yang unik menempatkan manusia dalam rangka menciptakan sebuah organisasi. Pada Tabel 6. belum dibarengi dengan pengadaan serta belum tepatnya penggunaan fasilitas serta perlengkapan Kantor di Kantor Camat Batudaa Pantai. apabila fasilitas serta perlengkapan yang disediakan oleh Kantor belum dimanfaatkan secara tepat oleh para aparat. manusia ditempatkan sebagai bagian dari suatu hubungan yang relatif tetap yang akan menentukan pola interaksi dan tingkah laku yang berorientasi pada tugas. Tehnologi (Perlengkapan dan Fasilitas) Tehnologi adalah mekanisme suatu organisasi untuk menunjang kelancaran organisasi dalam menghasilkan output berupa jasa pelayanan terhadap masyarakat. maka dapat disimpulkan bahwa uraian pekerjaan cukup mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. tentunya hal ini dikategorikan dengan kriteria cukup baik. Kemudian pada penerapannya berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 3. akan mempengaruhi semakin baiknya kerja seseorang dalam mencapai tujuan atau hasil yang diharapkan.

ini dapat diinterpretasikan bahwa lingkungan kerja mereka (di Kantor Camat Batudaa Pantai) masih belum mendukung serta kurang memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Karakteristik Pekerja Pada kenyataannya. dengan kategori kurang baik. maka semakin kecil tingkat ke-efektifan kerja aparat tersebut. diperoleh skor rata-rata 2. para pegawai atau pekerja merupakan faktor pengaruh yang paling penting atas tingkat ke-efektivitasan kerja. Intern (Lingkungan Kerja / Iklim Kerja) Indikator kedua ialah lingkungan intern organisasi atau iklim kerja organisasi. Indikator pertama adalah lingkungan ekstern dan indikator yang kedua adalah lingkungan intern dalam organisasi. yang menyadari bahwa lingkungan kerja merupakan faktor yang sangat berperan aktif dalam pelaksanaan tugas. tidak sejalan dengan hasil wawancara terhadap beberapa warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari aparat Kantor Camat. Berdasarkan fakta yang diperoleh melalui hasil penelitian pada Tabel 9. Pada Tabel 7. Ini berarti bahwa menurut para aparat. pemahaman sebagian responden di Kantor Camat Batudaa Pantai. pelayanan terhadap masyarakat telah dilaksanakan semaksimal mungkin. dalam pelayanannya terhadap masyarakat “Belum Efektif”. tidak dapat meningkatkan ke-efetivitasan kerja aparat. Dalam hal ini lingkungan ekstern adalah masyarakat. faktor suara seperti aparat lain yang suka bergosip atau melakukan aktivitas lain yang tidak termasuk dalam uraian pekerjaannya pada jam kerja ternyata sangat mempengaruhi konsentrasi kerja mereka. Namun ada salah seorang responden yang menjawab hal tersebut tidak mempengaruhi konsentrasi kerjanya. Dalam hal ini diperlukan adanya rasa Keterkaitan pada . dikategorikan sangat baik dengan skor rata-rata 3. ternyata masih banyak keluhan yang muncul dari masyarakat seperti adanya pegawai yang sering datang terlambat. maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai. menyatakan bahwa kualitas serta kuantitas dalam pelayanan terhadap masyarakat dikategorikan baik. Pada pemaparan hasil penelitian pada Tabel 8. pencahayaan maupun pengaruh suara harus diperhatikan guna terciptanya rasa nyaman bagi para pegawai dalam pencapaian keefektivitasan kerja aparat. Lingkungan Ekstern (Masyarakat) Lingkungan ekstern.6. apabila tidak didukung dengan pemenuhan akan kebutuhan pegawai akan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya. padahal semakin tidak mendukungnya lingkungan kerja. maka hal ini dapat mengakibatkan ke-tidak efektifan kerja aparat. Tentunya dari hal tersebut.Karakteristik Lingkungan Karakteristik lingkungan mencakup dua indikator. bahkan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab mereka sangat lambat. Maka dapat disimpulkan bahwa kesadaran akan pengaruh yang diakibatkan oleh iklim organisasi yang sangat baik.4. Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mendukung serta dapat mempengaruhi ke-efektifan kerja aparat. Selain tata ruang yang kurang memadai. tidak jarang aparat yang melayani warga dengan wajah yang tidak bersahabat. Tetapi. Tata ruang. karena melaksanakan tugas dijalani sambil “ngobrol” dengan aparat lainnya. terutama dalam pembuatan keputuasan dan pengambilan tindakan. yaitu lingkungan yang berada diluar batas organisasi dan sangat berpengaruh terhadap organisasi.

serta diperlukannya motivasi dari pimpinan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesadaran pimpinan dan aparatur akan pentingnya hasil yang dicapai guna peningkatan ke-efektivitasan kerja aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai masih dikategorikan tidak baik. Karena berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 14. Semakin termotivasi pegawai untuk bekerja secara positif. sehingga dapat tecapainya tujuan organisasi dengan efektif dan efisien serta ekonomis. bekerja efektif. semakin baik pula kinerja yang dihasilkan. Demikian halnya dengan motivasi atau kompensasi yang diberikan oleh pemerintah kepada aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Pada Tabel 13. diperoleh skor rata-rata 3. maka dapat disimpulkan bahwa aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Berbanding tebalik dengan hasli yang diperoleh pada Tabel 12. Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa aparat Kantor Camat Batudaa Pantai sangat menyadari perlunya motivasi dari pimpinan guna peningkatan ke-efektifan kerja aparat. guna peningkatan produktivitas kerja atau prestasi kerja aparat.4. . dan terintegrasi dengan segala daya dan upayanya untuk mencapai kepuasan. dimana skor rata-rata yang diperoleh dikategorikan tidak baik. Seorang karyawan mempunyai produktivitas kerja yang tinggi dalam bekerja tentunya akan dapat menghasilkan efektivitas kerja yang baik demikian pula sebaliknya kalau produktifitas kerjanya (pelayanan terhadap masyarakat) buruk maka akan menghasilkan efektifitas kerja yang buruk.organisasi melalui adanya rasa disiplin. dimana sebagian besar responden yang menjawab bahwa kompensasi dalam bentuk financial (gaji/upah) yang diterima selama ini sudah sesuai dengan beban pekerjaannya. skor rata-rata yang diperoleh hanya 2. Hal ini diindikasikan oleh hasil pengolahan data kuisioner oleh para responden yang menyatakan sangat jarang menerima penghargaan dari pimpinannya atas produktivitas kerja yang telah dilaksanakan. Produktivitas Berdasarkan pemaparan hasil penelitian pada Tabel 11. Hal ini tentunya dapat memotivasi aparat Kantor Camat Batudaa Pantai agar menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi. tentang peran aktif pimpinan dalam pemberian motivasi. Motivasi Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mau bekerja sama dalam kegiatan organisasi. dalam bentuk financial dirasakan sudah sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Sejalan dengan kesadaran aparat akan pentingnya motivasi dalam peningkatan ke-efektifan kerja pegawai. Hal ini didukung pula oleh belum adanya peran aktif pimpinan dalam pemberian penghargaan terhadap hasil kerja mereka.5. Hal ini sejalan dengan pemaparan penulis pada Tabel 15. skor rata-rata yang diperoleh melalui pengolahan data kuisioner terhadap 30 orang responden sebesar 3. Dengan demikian Camat selaku pimpinan di Kantor Camat Batudaa Pantai harus selalu memberikan dorongan kerja bagi para aparatnya. memahami akan pentingnya produktivitas kerja aparat terhadap tingkat ke-efektifan kerja mereka. Camat selaku pimpinan pada Kantor Camat Batudaa Pantai telah cukup memotivasi bawahannya melalui perhatian pada kebutuhan dan tujuan aparat yang sensitif. motivasi yang diberikan oleh pimpinan Kantor Camat Batudaa Pantai masih dirasakan belum maksimal.4 dengan kategori baik.

Berdasarkan pada penjabaran pada tabel 17 dan 18. Hal ini tentunya sangat disesalkan.diperoleh hasil bahwa Camat selaku Pimpinan pada Kantor Camat Batudaa Pantai. dimana skor yang diperoleh dikategorikan kurang baik dengan skor rata-rata 2. untuk menjamin apakah semua pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai sudah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. karena memakan waktu yang tidak sedikit. Hasibuan mengemukakan bahwa Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan/ organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku. skor rata-rata yang diperoleh 3.3. Dimana semakin baik disiplin aparat. Kabupaten Gorontalo. Hal ini mendorong gairah kerja. menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan suatu pekerjaan belum menyelesaikannya tepat waktu.2 dan 2. Tentunya proses pengawasan langsung ini dapat membantu terlaksananya seluruh kegiatan organisasi.Disiplin Waktu Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. karyawan.5. dan masyarakat. Kemudian pada Tabel 17. Seorang pimpinan layaknya melakukan Inspeksi langsung. yang tentunya dapat mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. dengan kategori baik. Dalam melaksanakan kebijakan dan praktek manajemen harus memperhatikan manusia tidak hanya mementingkan strategi dan mekanisme kerja saja. pengawasan yang ditujukan guna memperkecil resiko kesalahan ini. maka semakin banyak tugas lain menyusul dan hal ini akan memperkecil tingkat efektivitas kerja. menunjukkan bahwa skor rata-rata yang diperoleh 3. Maka Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran responden / aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai terhadap disiplin waktu sangat baik. (Hasibuan. Dan berdasarkan kuisioner terhadap 30 orang responden. Pengawasan Telah diketahui bahwa salah satu sasaran pokok administrasi dan manajemen dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi adalah untuk mencapai efisiensi dan ke-efektivitasan kerja aparat yang semaksimal-maksimalnya. semangat kerja. Kebijakan dan praktek manajemen merupakan alat bagi pimpinan untuk mengarahkan setiap kegiatan guna mencapai tujuan organisasi. Pengawasan langsung seringkali dilaksanakan apabila pimpinan organisasi melakukan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan oleh para bawahan.3.193) Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan pada Tabel 16. semakin lama tugas yang dibebankan itu dikerjakan. Hal ini menandakan bahwa aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai sadar akan pentingnya suatu proses pengawasan oleh Camat selaku pimpinannya. karena pada fakta yang ada. Berdasarkan pemaparan sebelumnya oleh penulis pada Tabel 19. Kebijakan dan Praktek Manajemen Karakteristik manajemen adalah strategi dan mekanisme kerja yang dirancang untuk mengkondisikan semua hal didalam organisasi sehingga efektivitas tercapai . melaksanakan sendiri pengawasan langsung pada aparat guna pencapaian tujuan organisasi. dan terwujudnya tujuan perusahaan. Oleh karena itu. 2010. dirasakan . maka semakin tinggi pula tingkat ke-efektivan kerja aparat tersebut. Mekanisme yang dimaksud pada penelitian ini meliputi evaluasi serta pengawasan oleh pimpinan guna pencapaian tujuan organisasi.

dimana atasan memberikan dorongan. menjawab cukup sering. sebagai proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai. Sebaliknya bawahan harus melaksanakan tugas dengan baik dan menyelesaikannya untuk dievaluasi apakah tugas terlaksana dengan baik atau tidak. terdapat 13 orang responden menjawab selalu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang harus dicapai. pimpinan selalu mengevaluasi hasil pekerjaannya sebagai proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang telah mereka capai. 5 responden lainnya. sebagian besar pegawai Kantor Camat Batudaa Pantai. karena masih kurangnya evaluasi yang dilakukan oleh pimpinan. di Kantor Camat Batudaa Pantai. dan informasi kepada bawahan. Pada Tabel 24.0 dengan kategori kurang baik. Walaupun masih kurangnya evaluasi kerja yang dilakukan oleh pimpinan. Evaluasi Kerja Siagian. bahkan ada satu orang responden yang menjawab bahwa tidak pernah melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar. selalu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan padanya sesuai dengan standar yang harus dicapai. Camat selaku pimpinan masih kurang melaksanakan evaluasi terhadap aparatnya. guna pencapaian keefektivitasan kerja aparat. bantuan. 117) berpendapat bahwa evaluasi kerja atau penilaian dapat didefenisikan sebagai proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil–hasil yang seharusnya dicapai. berdampak pada sebagian pegawai Kantor Camat Batudaa Pantai. bahkan masih ada 7 orang yang menjawab bahwa pimpinan tidak pernah melakukan pembandingan atas hasil-hasil pekerjaan yang telah dikerjakan. dimana hanya 2 orang responden yang menjawab bahwa dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Oleh karena itu. Pada Kantor Camat Batudaa Pantai. maka dapat disimpulkan bahwa indikator penelitian ini cukup mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Hakikat dari penilaian/ evaluasi ini. sebagaimana perolehan skor rata-rata. dengan kategori baik pada Tabel 21. Tentunya didukung pula oleh perolehan skor rata-rata yang hanya 2. 3 orang responden yang menjawab sering di evaluasi oleh pimpinan dan 18 orang responden menjawab kadangkadang. aparat telah secara sadar menyatakan bahwa evaluasi kerja oleh pimpinan itu sangat diperlukan. Namun disayangkan pula. hal ini sejalan dengan pemaparan yang telah dikemukakan oleh peneliti sebelumnya pada Tabel 22.perlu oleh sebagian besar pegawai. BAB V PENUTUP Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis kemukakan pada Bab sebelumnya dapat . dimana masih ada 11 orang responden lainnya menjawab kadang-kadang saja menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar. Hal ini nampak pada Tabel 23. Bertimbal balik dengan kesadaran pegawai akan pentingnya evaluasi kerja oleh pimpinan. (2004.

4). yang bukan termasuk dalam job description.9. Lingkungan kerja yang tidak mendukung aktivitas kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. akan memperkecil efektivitas kerja aparat itu sendiri serta tidak jarang akan memperkecil produktivitas kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai.5. dikategorikan “Sangat Baik” (skor rata-rata 3. Hal ini mengindikasikan bahwa masing-masing indikator pada masing-masing faktor memiliki pengaruh yang beragam terhadap efektivitas kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. dapat disimpulkan pemanfaatan fasilitas serta peralatan kantor dikategorikan “Cukup Baik” dengan skor rata-rata 2. dikarenakan terdapat beberapa pegawai yang suka melakukan aktivitas lain. dimana hal ini mengindikasikan bahwa fasilitas Kantor di Kantor Camat Batudaa Pantai dikategorikan “Kurang Baik”. Namun dengan masih adanya keluhan masyarakat terhdap pelayanan yang diberikan (berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa masyarakat).1. Apabila seorang aparat mempunyai produktivitas kerja yang tinggi dalam bekerja tentunya akan dapat menghasilkan efektivitas kerja yang baik demikian pula sebaliknya kalau produktifitas kerjanya buruk serta sedikit maka akan . Berdasarkan pada deskripsi hasil penelitian. Demikian halnya dengan penerapan job description dalam organisasi. Lingkungan intern organisasi juga masih dikategorikan “Kurang Baik” (tabel9. Berdasarkan tabel 5. pemahaman akan gangguan yang ditimbulkan oleh aktivitas lain yang tidak termasuk dalam uraian pekerjaan dikategorikan “Baik”. aparat Kantor Camat Batudaa Pantai dapat dikategorikan “Baik” dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan job description masing-masing. tehnologi juga merupakan salah satu indikator pada faktor karakteristik organisasi yang dapat mempengaruhi efektivitas kerja aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai. Indikator berikut yang mempengaruhi efektivitas kerja adalah Lingkungan ekstern organisasi. Padahal. hal ini didukung dengan perolehan skor rata-rata 3. Berdasarkan tanggapan responden tentang kualitas serta kuantitas hasil pekerjaan dalam pelayanan terhadap masyarakat dikategorikan “Baik” dengan skor rata-rata sebesar 3. dapat disimpulkan bahwa pemahaman aparat akan pengaruh fasilitas dan perlengkapan kantor terhadap efektivitas kerja aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai. Sejalan dengan uraian pekerjaan / job description.1 pada tabel 3. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan pemahaman responden akan perlunya job description guna peningkatan efektivitas kerja dikategorikan “Sangat Baik” dengan skor rata-rata 3. menunjukkan bahwa penguasaaan aparat Kantor Camat Batudaa Pantai terhadap tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan struktur organisasi di kategorikan “Baik” dimana diperoleh skor rata-rata 3.5. namun belum dibarengi dengan pengadaan serta belum tepatnya penggunaan fasilitas serta perlengkapan Kantor di Kantor Camat Batudaa Pantai.disimpulkan bahwa skor rata-rata yang diperoleh melalui kuisioner yang dibagikan kepada responden terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja berbeda.3. Uraian pekerjaan melalui struktur organisasi sangat mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. pemahaman akan pentingnya tehnologi belum didukung dengan pengadaan fasilitas itu sendiri. dengan skor 3. diperoleh skor rata-rata sebesar 2. dapat memperkecil tingkat keefektivitasan kerja pegawai.7).beda. Namun pada fakta yang ada. dengan perolehan skor rata-rata 2. maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja aparat pada Kantor Camat Batudaa Pantai. dalam pelayanannya terhadap masyarakat “Belum Efektif”. Kemudian pada tabel6. Besarnya pemahaman akan pentingnya tehnologi dalam suatu organisasi.2. Demikian halnya lingkungan intern organisasi. Kemudian pada tabel 2.

Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pemberian penghargaan oleh pimpinan kepada aparat.3. dikategorikan “baik” dengan perolehan skor ratarata sebesar 3. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Padahal salah satu tujuan dari pemberian motivasi adalah meningkatkan produktivitas kerja serta efektivitas kerja. pada tabel 18. berdasarkan pada deskripsi hasil penelitian. Berbicara tentang produktivitas serta prestasi kerja aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Pada faktor keempat ini terdapat dua indikator yang mempengaruhi tingkat ke-efektivitasan kerja aparat yakni pengawasan dan evaluasi.1.2. sejalan dengan deskripsi tabel 17. juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pemberian penghargaan. Pengawasan merupakan proses pengamatan yang dilakukan oleh pimpinan dalam mengamati pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. dapat dikategorikan “Baik”. Namun sejalan dengan pemberian penghargaan. dengan skor rata-rata 3. peran aktif pimpinan dalam memberikan motivasi terhadap aparat. Kurangnya peran serta pimpinan dalam pemberian penghargaan atas pencapaian prestasi kerja pegawai. dikategorikan dengan “tidak baik”. Faktor terakhir yang mempengaruhi efektivitas kerja adalah Karakteristik manajemen dan praktek manajemen. dapat memperkecil efektivitas kerja aparat selaku bawahannya. Diharapkan dengan adanya pengawasan ini. pemahaman akan pentingnya produktivitas kerja terhadap efektivitas kerja. dikategorikan “Kurang Baik”. Namun Camat selaku pimpinan di Kantor Camat Batudaa Pantai. selaku bawahan di Kantor Camat Batudaa Pantai dikategorikan “Kurang Baik” dengan skor rata-rata 2. Pemahaman aparat Kantor Camat Batudaa Pantai akan perlunya motivasi guna peningkatan efektivitas kerja. Selain pemberian motivasi.4.3 yang menunjukkan bahwa penerapan disiplin waktu aparat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan di Kantor Camat Batudaa Pantai. diperoleh skor rata-rata 2. Pemahaman akan konsep. diperoleh skor rata-rata 3. dikategorikan “Baik” dengan perolehan skor rata-rata sebesar 3. bekerja efektif.menghasilkan efektifitas kerja yang buruk. guna tercapainya produktivitas serta prestasi kerja. berdasarkan pada rekapitulasi perolehan skor rata-rata. . dikategorikan “Kurang Baik”. aparat Kantor Camat Batudaa Pantai dalam penerapannya. dikategorikan “Sangat baik”. maka perlu adanya rasa keterikatan terhadap organisasi melalui disiplin kerja. demikan halnya. Penghargaan yang dapat diberikan oleh pimpinan juga dapat berupa motivasi kerja.9 pada tabel 12. Namun bertolak dari pemahaman akan pentingnya disiplin kerja. yang menunjukkan bahwa pemahaman responden akan konsep disiplin waktu dikategorikan “Baik”.4.2 yang menunjukkan bahwa penerapan disiplin waktu pada jam kerja oleh Aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Pada tabel 16. dengan skor 3. Motivasi kerja adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mau bekerja sama.5. dan terintegrasi dengan segala daya dan upayanya untuk mencapai kepuasan. diperoleh skor rata-rata 2. maka kinerja aparat dapat terus terpantau dan hal ini dapat memperkecil resiko kesalahan dalam pelaksanaan tugas dan tentunya dapat meningkatkan keefektivitasan kerja aparat. pada tabel11. Melalui skor rata-rata yang diperoleh sebesar 1. Kemudian dukungan pemerintah dalam pemberian motivasi melalui kompensasi financial. serta peran serta pimpinan dalam pengawasan yang dilakukan di Kantor Camat Batudaa Pantai.

serta menerapkannya pula dalam menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Jakarta. Organisasi-Organisasi Modern. sebagian besar aparat menjawab akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh organisasi dengan perolehan skor rata-rata 3. dikategorikan “Kurang Baik”. pemberian motivasi. 1984. dikategorikan “Kurang Baik”. Nunuk Ardiani. diperoleh skor rata-rata 2. Berdasarkan pada hasil wawancara terhadap beberapa masyarakat. Organisasi. dapat menerapkan disiplin waktu sebagai ketentuan jam kerja. tenaga. .. Saran Melalui perolehan skor rata-rata. berdasarkan deskripsi tabel 24. Gibson. pada indikator pemberian penghargaan atas pencapaian prestasi kerja. Jr. Maka diharapkan adanya kerja sama yang baik antara pimpinan dan bawahan dalam pemberian fasilitas dan peralatan sehingga dapat digunakan dengan sebaik-baiknya guna mendukung kelancaran kegiatan organisasi. MM.5 pada tabel 5. DAFTAR PUSTAKA Etzoni. alih bahasa Ir. Iklim organisasi pada Kantor Camat Batudaa Pantai ini. dalam mengevaluasi pekerjaan aparat dikategorikan “Kurang Baik” dimana pada deskripsi tabel 23. James L. serta disiplin waktu aparat dalam menyelesaikan pekerjaannya. karena seperti yang telah di jabarkan oleh penulis sebelumnya bahwa kebijakan dan praktek manajemen merupakan alat bagi pimpinan untuk mengarahkan setiap kegiatan guna mencapai tujuan organisasi. 1998. John M. 1997. setelah memperoleh evaluasi kerja. terindikasi bahwa peran serta Camat selaku pimpinan di Kantor Camat Batudaa Pantai. Bumi Aksara. Dharmo Agus Jakarta.. Donnelly. bawahan dengan bawahan serta bawahan dan masyarakat agar sama-sama dapat menjaga lingkungan kerja guna terciptanya suasana yang nyaman dan harmonis saat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. serta hasil yang akan dicapai dalam sebuah organisasi dapat berjalan secara efektif. diperoleh skor rata-rata sebesar 2. dan serta evaluasi kerja. Maka diharapkan agar pegawai pada Kantor Camat Batudaa Pantai dapat melaksanakan tugas-tugas serta tanggung jawab dengan penuh kesungguhan dan rasa tangggung jawab.0 Kemudian. Peranan Camat selaku pimpinan di Kantor Camat Batudaa Pantai. Lingkungan intern organisasi dirasakan masih kurang memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab aparat. dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa aparat Kantor Camat Batudaa Pantai belum efektif dalam pemberian pelayanan terhadap masyarakat. Agar setiap waktu. masih dikategorikan “Kurang Baik”. Maka diharapkan Camat selaku Pimpinan pada Kantor Camat Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo hendaknya mampu memberdayakan bawahannya dengan memberikan penghargaanpenghargaan serta pengarahan-pengarahan dalam pelaksanaan tugas. Invancevich. Organization Terjemahan. Jame H. Maka diharapkan agar aparat Kantor Camat Batudaa Pantai. Hal ini dapat dilihat melalui perolehan skor ratarata sebesar 2. Jakarta. Gibson Ivancervich dan Donelly. tentang penerapan disiplin waktu aparat pada ketentuan jam kerja. Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan. Maka diharapkan adanya kerja sama antara pimpinan serta bawahan.Tentunya pengawasan ini perlu dibarengi dengan adanya evaluasi hasil kerja. keseluruhan indikator tersebut merupakan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi ke-efektivitasan kerja aparat di Kantor Camat Batudaa Pantai. dengan kategori “Baik” Melalui keseluruhan indikator yang telah dikemukakan oleh penulis.0. Pada tabel 17 dan 18. Hal ini mengindikasikan bahwa fasilitas Kantor di Kantor Camat Batudaa Pantai dikategorikan “Kurang Baik”.4. Kabupaten Gorontalo.

Erlangga Sugiono. Manulang Marihut. 1986. Jakarta . Hasibuan Malayu. 1989 Pengantar Manajemen Keuangan. 2007. Dasar-Dasar Kepemimpinan.doc 16 Maret 2009 (14:02:12). Azas-Azas Manajemen Kolektor (Modul Bagian 2). Manajemen Sumber Daya Manusia. Kartini.12 tahun 2008. Sugiono. Ensiklopedia Admnistrasi. Alfabeta.google. P. Kartono. Indonesia Mustafa A. 2002. Jakarta. Pengantar Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: Gunung Agung.P. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Raja Grafindo Persada. Whadjosumidjo. Andi. www. Teori Kepemimpinan.pdf Ubahan Modul 1.T. 2003. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta. Siagian S. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Revisi).No. Steers Richard. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. 2001. Tentang Pemerintahan Daerah. Gorontalo. Hasibuan Malayu. Bandung. Daya Penggerak Tingkah Laku. 2002.com. (cetakan pertama) Jakarta. 1985 Efektivitas Organisasi. Kanisius. Bandung. Gorontalo Internet Center . Rury. Jakarta. Efektivitas Kerja. Jumat. 1997 MOTIVASI. Natawijaya. The Liang Gie dkk.Jakarta: Bumi Aksara.Handayani Soewarno. 1994. Uhamka Press. Jakarta: Raja Gravindo Persada. Statistika Untuk Penelitian. UU. Jakarta. Wirawan.Pengembangan Sumber Daya Manusia. Soekanto Soerjono. Efektifitas.: Alfabeta. 2010. 10 Desember 2010. Handoko Martin. 1986. Pemimpin dan Kepemimpinan. 1991. Filsafat Administrasi. 2010. Jakarta: Bumi Aksara. 2004.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->