Menaksir Tinggi

Tehnik Menaksir Tinggi Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacammacam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut : 1. Metode Setigiga

Keterangan : X = Tinggi yang ditaksir C = Tinggi tongkat A = Jarak tongkat dan tinggi yang diukur B = Jarak tongkat dan pengamat

Rumus perhitungan

X = C (A+B) B Dapat pula dilakukan dengan metode segitiga berikut :

Rumus : X=A Keterangan : X = Tinggi yang ditaksir A = Jarak dengan pengamat 2. Keterangan : A = Tinggi tongkat B = Tinggi yang ditaksir A’= Bayangan tongkat B’= Bayangan tinggi yang ditaksir . Metode bayangan Dapat dilakukan apabila ada sinar matahari dan keadaan memungkinkan.

Rumus : B= D A xA Menaksir Berat Tehnis Menaksir Berat Untuk mengetahui berat diperlukan salah satu barang yang telah kita ketahui beratnya misalkan botol berisi air. Gambar penaksiran beratnya sebagai .

berikut : dimana : X = berat yang ditaksir Y = berat yang diketahui Rumus : X=Yx Penulis : Kakak Drs. M. Ringsung Suratno.Pd Menaksir lebar .

Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya. 2. Melempar Tali Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk melemparkan tali ke seberang. Cara Segitiga Cara ini digambarkan sebagai berikut : Rumus : .Menaksir Lebar Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain : 1.

Ringsung Suratno. Tehnik Menaksir Tinggi Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada.Pd Menaksir Tinggi 1. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut : Metode kesebandingan Setigiga . M.Jika A = B maka C=D dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang D atau cara segitiga berikut : Penulis : Kakak Drs.

Metode Segitiga pada bayangan Kelebihan Mudah di terapkan dilapangan 3.Kelebihan Tidak Bergantung cuaca Bisa d terapkan dimanapun kapanpun Kekurangan Susah membuat kondisi agar kondisi di lapangan sama dengang kondisi d sesuai gambar segitiga tersebut 2. Metode Trigonometri Kekurangan Hanya berlaku pada cuaca cerah or ada matahari Kelebihan Mudah di terapkan dilapangan Tidak bergantung cuaca Hasil paling akurat d banding yg laen Kekurangan Kudu membuat kinometer Butuh matematika yg agak rumit dikit buat ukuran anak SMP .

Lanjutkan melangkah ke D sebanyak ½ X langkah e. dgn memperkirakan rata2 kecepatan berjalan kita adalah 0.Menaksir tinggi 3.Buat sudut 900 dan bergerak ke C sebanyak X langkah d. bisa menggunakan alat apapun yg usdah d ketahui kecepatanya.Dengan pandangan melalui ujung topi. just punya alat yg udah bisa bergerak dgn kecepatan konstan. pake persamaan kecepatan sederhana buat ngitung jaraknya. Menaksir Menaksir adalah meng-agak-agak/mengira-ngira.Berhenti setelah A : C dan E berada di satu garis lurus (dengan demikian lebar sungai AB=2DE) 2.MENAKSIR LEBAR 1.5 m/s maka b. Dengan demikian maka dalam segitiga ABC di atas.Menaksir lebar 2.Tetapkan check point di seberang sungai b.Menghadap ke kiri dengan sudut 900 kemudian berjalan mundur d. Jarak yang ditempuh = kecepatan x waktu (dalam detik) a.jika diproyeksikan ke titik A e. a.Jadikan tempat tegak pada point B c.Menaksir arah/mata angin 1. Oleh karena itu apabila hasilnya berselisih beberapa sentimeter (dalam pengukuran besar) maka hasil penaksiran dianggap baik.Berhentilah apabila telah dapat membuat sudut 450. Dibawah ini akan kita bicarakan 1. Jarak pendek Alat yg d gunian adalah “langkah kita sendiri”.Dari titik D buat sudut 900 dan bergeraklah mundur sambil mengintai ke point A dan C f.Menaksir Jarak Metode yg digunain buat naksir jarak tuch sederhana. a. Jarak Panjang Cara diatas hanya untuk mengetahui jarak pendek.Jadikan tempat berdiri pada titik B c. sudut A juga = 450 karena itu sisi AB = BC jadi lebar sungai AB = BC 3.Titik tersebut dinyatakan sebagai titik C. untuk bisa mengetahui kecepatan alat tersebut . tentukan sebuah check point A di seberang sungai . sedangkan untuk jarak yg lumayan panjang.Tetapkan check point A b. a.

Jadi perbandingannya = 5 cm : 250 cm = 1 : 50 c. Keterangan : Pohon diganti dengan orang yang ketinggiannya dianggap sama =2.Suruh seorang teman menuju ke titik di hujung pandangan melalui topi tersebut d.MENAKSI ARAH/MATA ANGIN Arah/mata angin dapat ditetapkan dengan bantuan gugusan bintang.Menaksir Tinggi Tiang Listrik a.5 m.Lanjutkan 1 unit lagi ke titik C d.orang dll) yang berdiri tegak pada suatu jarak dari bukit untuk ditaksir tingginya dengan tangan direntangkan ke depan b. Jika digambar ada itu suatu hayalan hanya untuk menghubungkan satu dengan yang lain. 2.b.langkah dan lain-lain) dari A ke satu titik yang datar b.sedangkan tinggi pohon diketahui 2. Bagian tersebut adalah E.Tinggi tongkat AB = 160 cm b.Pada alat pengukur.Melalui pengamatan tinggi pohon AB dialat pengukur terlihat 5 cm. Keterangan : Titik-titik yang menghubungkan bintang-bintang sebenarnya tidak ada.Titik tersebut dinyatakan D. Di hutan lebat.MENAKSIR TINGGI 1.Berputarlah ke tepi yang lain dengan sikap tubuh dan topi yang sama c. Menaksir Tinggi Bukit a. 3.Tetapkan 11 unit (meter.Panjang bayangannya = 20 cm Jadi perbandingannya = 20 : 160 = 1: 8 Panjang bayang-bayang tiang listrik = 1. Jadi tinggi bukit AC = 35 x 50 = 1.750 cm = 17. seorang teman mengintai kepuncak pohon (b) melalui tongkat yang ditegakkan pada D e.tongkat. maka BA = BC = radius 2.Tentukan suatu benda (pohon. Dengan demikian tinggi pohon tersebut AB = 12 DE. suruh teman memegang /menegakkan tongkat Pramuka pada titik D c.Menaksir Tinggi Pohon a. tinggi bukit AC terlihat 35 mm.5 meter yang pada rol terwakili xy. Salib Selatan.5 meter. Orion dan lain-lain.Titik tersebut kita anggap C. 3. bukit AC pada rol adalah xz.Dari titik C.Tandai bagian tongkat yang dilalui garis CB. Demikian juga batang-batang kayu yang jarang terkena sinar berlumut. Garis lurus yang ditarik dari bintang ke kaki langit juga dimaksudkan sebagai garis proyeksi untuk menetapkan titik potong yang tepat di kaki langit. .6 m. misalnya: pucuk daun megarah ke timur. maka arah lainnya tentu dapat ditentukan.antara lain: Biduk Besar.20 m = 120 cm Jadi panjang tiang listrik = 120 x 8 = 960 cm = 9. Apaila salah satu rasi bintang terlihat dan arah dapat diketahui.

ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN 1. maka peta-pita berbentuk panjang dan gulungan. anda sebaiknya menggunakan senter. 2.Penggunaan peta-pita lebih baik kita cantumkan peta rutenya seperti contoh.Rasi-rasi bintang. lagi pula mengerti hanya dengan melihat peta-pita yang anda buat dan cara menulisnya dari bawah ke atas. Pilihlih malam-malam di bulan kemarau karena pada saat itu langit terang dan bintang-bintang akan tampak jelas. GAMBAR PETA-PITA CARA CARA MENAKSIR . KETENTUAN-KETENTUAN 1. masing-masing kolom diisi dengan : Kolom I : Nomor Kolom II : Waktu Kolom III : Arah Kolom IV : Jarak Kolom V : Rute kiri Kolom VI : Rute kanan Kolom VII : Keterangan/catatan KETERANGAN No : ditulis sejak tikungan pertama Waktu : ditulis mulai berangkat Arah : selalu dihitung dari arah utara menuju berapa derajat ke titik sasaran Jarak : dihitung dari tikungan yang satu ke tikungan berikutnya Rute kiri : digambar tanda-tanda topografi menurut benda yang ada di pinggir jalan Rute kanan : SDA Catatan : diisi dengan keadaan cuaca atau tempat atau pemandangan sekelilingnya dan titik sasarannya sehingga pemeriksa tahu. Sehingga permasalahannya cukup jelas dan terjamin.Kertas atau buku tulis 3. ORION Di sepanjang lintasan Matahar Salib selatan disebut juga GUBUK PANCENG dan bahasa asinnya adalah SOUTHERN CROSS. Untuk menjelaskan sambil menunjuk jumlah bintang dalam satu rasi yang sama. sedang yang satu sangat kecil. 3.Pedoman atau kompas 2.Table cheese atau papan dada B.kertas atau buku tulis diagi dalam tujuh kolom.seperti yang tertera pada gambar tidak selalu tampak pada saat yang bersamaan.Pembuatan pita dimulai dari bawah dan digunakan pada suatu perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain yang dituju. Peta-Pita A. Berhati-hatilah dalam meneptapkan bintang tersebut. karena di sekitarnya banyak yang mirip.Pensil dan penghapusnya 4. Perhatikan jumlah 5 (lima). 2.

berapa l/detik debit air yang mengalir dari keran tersebut? .Menaksir itu adalah mengira-ngira. Tinggi tiang listrik dimisalkan CD 3. tidak banyak rintangan) c. Lalu di titik A kita hanyutkan benda yang ringan dan mengapung. Jika setelah 20 menit bak mandi tersebut penuh. Dari titik D tersebut kita jalan menjauhi sungai kearah E.dengan pandangan melihat ke samping. Rumus tingginya AE = 12 BD Menaksir Tinggi Tiang Listrik / bendera a. Tinggi Tongkat (AB) missal adalah 160cm 2. dan tinggi 80 cm.4m Menaksir Kecepatan Arus Sungai a. Maka tinggi pohon (AE) adalah 12 x BD. 5. Berjalanlah ke kiri/sisi sungai sejauh 10m. Hitung waktu dari mulai titik A sampai benda itu sampai ke titik B. atau 10m (usahakan mencari lintasan air yang lurus. RUMUS Kecepatan Arus adalah V = Jarak / waktu jarak 10m. 1. Lalu kita maju 1m ke titik C. Banyangan tongkat misalkan 20cm. Tetapkan titik A diseberang sungai (pohon/batu) 2. Perhatikan tinggi pohon terletak dimana pada Tongkat. 1. Jadikan tempat kita berdiri (titk B) 3. 2m.5detik = 22m/dtk 3.5m. 3. Di titik C.5 detik. kita bertiarap dan intai ujung atas pohon melalui Sisi tongkat. d. Oleh karena itu jika hasil penaksiran berbeda sedikit dengan kenyataan sebenarnya (dengan batas tertentu. Sebut itu titik D tinggi pohon adalah titik E 4. Bak mandi tersebut diisi dengan air dari sebuah keran.menaksir tinggi tiang dengan cara mengalikanya dengan skala perbandingan tongkat Tinggi Tiang = 80cm x 8 = 640cm = 6. 2. Jika panjang bayangan tiang listrik di tanah 80cm. Menyelesaikan Soal Cerita Sebuah bak mandi berbentuk kotak memiliki ukuran panjang 120 cm. 5. 6. Menaksir Lebar Sungai Dengan cara perbandingan 1. Kemudian disebut toleransi) sudah dianggap baik/benar. Jaraknya jangan terlalu jauh. sebut saja titik B Di titik B. berdiri seorang temanmu (diam) dengan sebatang Tongkat. waktu tempuhnya 4. Dengan demikian jarak lebar sungai adalah 2XDE Menaksir Tinggi Menaksir Tinggi Pohon Kita berjalan dari pohon sejauh 11m. Kita tentukan 2 titik di tepi sungai / selokan. Dari titik C jalan terus sejauh 5m (setengah dari jarak BC) dan itu adalah titik D. Kecepatan arus adalah = 10m : 4. jadi perbandingan 20 : 160 = 1: 8 4. b. lebar 50 cm. benda akan terbawa arus ke B. sebut saja titik A dan B b. itu titik C 4. Berhentilah jika sudah melihat titik C dan titik A tepat satu garis.

p = 120 cm = 12 dm. kita ubah terlebih dahulu satuan cm ke dm. t = 80 cm = 8 dm. Ditanyakan: Berapa debit air yang mengalir dari keran? Penyelesaian: Agar lebih mudah.Jawab: Diketahui: Bak mandi berbentuk kotak dengan panjang p Bak mandi terisi penuh air setelah 20 menit. .Satuan Volume dan Debit t = 80 cm.

Debit air = Volume yang diperoleh Waktu yang diperlukan = 480 20 menit l = 24 l/menit = 24 1 menit l = 24 60 detik l = 25 l/detik = 0.4 l/detik Jadi.Volume bak mandi = p t = 12 dm × 5 dm × 8 dm = (12 × 5 × 8) dm3 = 480 dm3 = 480 l.4 . debit air yang mengalir dari keran adalah 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful