P. 1
Contoh Laporan PKP

Contoh Laporan PKP

|Views: 229|Likes:

More info:

Published by: Satria Putra Bangsawan on Nov 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2014

pdf

text

original

Contoh Laporan PKP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua orang dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tempat didunia. Dengan demikian setiap orang perlu memiliki kemampuan m,emperoleh, memilih dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan penuh persaingan. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif dan kemampuan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir seperti ini dapat dikembangkan melalui belajar Matematika karena matematika memilikiu struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya sehingga memungkinkan kita terampil berpikir rasional. Kehidupan sehari-hari tidak pernah lepas dari Matematika, hal ini dikarenakan kegiatan yang dilakukan sehari-hari memerlukan perhitungan yang matang dan rasional. Dengan adanya pembelajaran Matematika, siswa diharapkan mampu memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mermpelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Untuk mengetahui tercapai tiudaknya tujuan pembelajaran yang diharapkan maka dilakukan penilaian terhadap proses hasil belajar siswa. Hasil penilaian harus dapat menggambarkan apakah pembelajaran yang dilakukan guru telah menunjukan keberhasilan permbelajaran atau belum. Dalam buku petunjuk Pelaksanaan Penilaian di Sekolah Dasar dikatakan bahwa, pembelajaran berhasil apabila 85 % dari jumlah siswa telah memperoleh nilai ≥ 75 % ( Dekdikbud, 1995 ) . Berdasarkan dari hasil pengamatan terhadap proses terhadap proses belajar mengajar Mata Pelajaran Matematika siswa kelas V SDN Kasai Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim 53 % dapat mencapai tingkat penguasan materi. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari dan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran , maka peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ( PTK )

.Kegiatan PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus . Setiap siklus masing-masing terdiri dari empat tahap , yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. B. Rumusan Masalah Apakah Metode Demontrasi dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V SDN Kasai Kecamatan Sungai Rotan ? C. Tujuan Perbaikan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kasai Kecamatan Sungai Rotan melalui metode Demontrasi. D. Manfaat Perbaikan Penelitian ini diharapkan dapat bermanfat bagi : 1. Guru 2. Siswa : Dapat memperbaiki dan mengetahui kelemahan dalam menyampaikan materi pelajaran. : - Dapat terlibat aktif dalam pembelajaran - Dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode Demontrasi. - Dapat menumbuhkan bakat minat dalam pembelajaran Matematika 3. Sekolah : Dapat mencerdaskan dan menambah wawasan anak didik sesuai dengan visi, yaitu terwujudnya akhlaq, prestasi, berwawasan global yang dilandasi nilai-nilai budaya luhur sesuai dengan ajaran agama.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KTSP Matematika

. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah Pokok bahasan materi pembelajaran matematika yang dijadikan perbaikan pembelajaran yaitu : luas bangun datar trapezium dan laying-layang dengan sub pokok bahasan luas trapesium. merancang model matematika. Menurut Eva Syarifah Nurhayati ( 2008 ) metode adalah alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan . tabel diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan masalah. akurat . menjelaskan ketkaitan agar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes.Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : » Memahami konsep matematika . dalam pemecahan masalah. perhatian dan minat dalam mempelajari matermatika . B. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu . atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. » Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah . » Menggunakan penalaran pada pola dan sifat . maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan . » » Mengomunikasikan gagasan dengan simbol . maka diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengiplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sehubungan dengan upaya ilmiah. Fuingsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Metode berasal dari bahasa yunani “ Methodos “ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. efisien dan tepat. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi menyusun bukti. menjelaskan ket Memahami konsep matematika . menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

Tahap Persiapan. 2000 metode demontrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang. Menurut Akhmad Sudrajat metode pembelajaran adalah sebagai cara yang digunakan untuk mengiplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. memiliki langkah-langkah dalam menggunakan metode demontrasi yaitu : 1.Dalam UU No. Demontrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator ( orang luar yang sengaja diminta ) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatu proses. peneliti menyimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara atau alat untuk mempermudah pembelajaran yang telah dilakukan dan disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran. situasi atau benda tertentu. Berdasarkan pendapat-pendapat diatas berdasarkan para ahli maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa metode demontrasi adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan jalan mendemontrasikan terlebih dahulu kepada siswa. Bab I pasal ayat 10 pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Metode Demontrasi Metode Demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Dalam penerapan metode demontrasi. Menurut Syaifudin Bahri Djamarah . Baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli diatas . C. Menurut Muhibbin Syah. metode demontrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. 20/2003. Metode Demontrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukan kepada siswa tentang suatu proses . Hal yang harus dipersiapkan yaitu : Merumuskan tujuan yang akan dicapai oleh siswa setelah proses demontrasi . aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.. kejadian.

Perhatian anak didik dapat dipusatkan . . maka siswa akan memperoleh pangalaman praktek untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan . 2.terakhir.2 Langkah pelaksanan demontrasi sebagai berikut : .Yakin bahwa semua siswa mengikuti jalanya demontrasi dengan memperhatikan reaksi dari semua siswa. Tahap Pelaksanaan 2.Bisa membantubsiswa ingat lebih lama tentang materi yang disampaikan . . Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demontrasi itu atau tidak. . sikap atau keterampilan tertentu. . yang meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan . 2.Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demontrasi itu.Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan keterangan guru karena siswa memperoleh persepsi yang jelas dari pengamatanya. .Ciptakan suasana yang menyenangkan dan hindari suasana yang menegangkan . dan titik berat yang dianggap penting oleh guru dapat diamati.1 Langkah pembukaan Hal yang perlu diperhatikan .3 Langkah Mengakhiri Demontrasi Apabila proses demontrasi selesai dilakukan proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas terterntu yanga ada kaitanya dengan pelaksanan demontrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. antara lain mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemontrasikan. Keuntungan Metode Demontrasi sebagai berikut : . .Memulai demontrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir.Bila siswa turut aktif melakukan demontrasi . 2.

4. Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa 2. Posisi demonstrator sedemikian sehingga seluruh siswa dapat mengamati secara jelas. hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan sisi guru . Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Dari sisi siswa . metode demontrasi menjadi kurang efisien . . terutama untuk membeli bahanbahanya.hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar.Apabvila terjadi kekurangan media . 3. .Memerlukan biaya yang cukup mahal .Dapat merangsang siswa untuk lebih efektif dalam mengikuti proses belajar. Hasil Belajar Hasil belajar ialah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.Memerlukan tenagha yang tidak sedikit. Disarankan kepada siswa untuk membuat catatan seperlunya.1985 ) D..Apabila siswa tidak aktif maka metode demontrasi menjadi tidak efektif. . Manfaat Psikologis dari metode Demontrasi adalah : » » » Perhatian siswa dapat dipusatkan Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari Pengalaman dan kesan sebagai hasil permbelajaran lebih melekat dalam diri siswa ( Daradjat. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Metode Demontrasi sebagai berikut : 1. Menurut Dimyati dan Mudjiono. Adapun kelemahan-kelemahan dalam melakukan metode demontrasi sebagai beriklut : . .Memerlukan waktu yang cukup lama. Alat-alat yang akan digunakan ditempatkan pada posisi yang tepat sehingga memudahkan demonstrator sat akan menggunakanya.

Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli diatas . Adapun factor yang mempengaruhi kegiatan tersebut adalah factor psikologis. Faktor – faktor yang mempengaruh hasil belajar yaitu : » Faktor Internal Faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukan hasil perubahan dari semua proses belajar. penanaman dan keterampilan. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. hasil belajar adalah bila seorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut . factor yang mempengaruhi adalah mendapatkan pengetahuan . tanggapan dan lain sebagainya.antara lain yaitu motivasi. pengamatan. » Faktor Eksternal ( dari luar individu yang belajar ) Hal ini akan berkaitan dengan faktor dari luar siswa . perhatian. maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang untuk membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dari kehidupan siswa tersebut.Menurut Oemar Hamalik.dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. .

dengan kemampuan yang berbeda-beda berdasarkan tes awal. B.Jumlah siswa yang akan diteliti terdiri dari 10 laki-laki dan 7 perempuan . Pelaksanaan . Siklus 1 a.Pada tahap ini peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran I. pelaksanaan.penelitian ini dilkukan mulai tanggal 5 Oktober 2010 sampai 9 Oktober 2010 . Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kasai Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan : b.BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN A. Perencanaan Pada tahap ini peneliti menyiapkan Rencana Perbaikan Pembelajaran ( RPP 1 ) Lembar Observasi Lembar Penilaian ( APKG 1 dan APKG 11 ) Alat peraga berupa kotak yang berbentuk kubus Lembar pengamatan Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2010 .Siswa dikelas V sudah dikelompokan secara heterogen. Deskripsi Persiklus Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan.Adapun mata pelajaran yang akan diteliti adalah mata pelajaran Matematika Kelas V SDN Kasai. pengamatan dan refleksi.

Pengamatan ini dilakukan oleh teman sejawat yaitu Harisna.Peneliti mengadakan Tanya jawab Pada kegiatan akhir : .Persiapan .Ma.Memotivasi siswa Pada kegiatan inti : . Siklus II a.A.Peneliti menyampaikan materi pembelajaran . Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan siklus I .Peneliti meminta siswa menghitung luas trapezium pada contoh .Peneliti meminta siswa berdiskusi dengan teman sebangkunya .Kegiatan ini berguna untuk memperbaiki pelajaran pada siklus berikutnya.Siwa diberi tindak lanjut berupa PR c.Pd d.Kegiatan awal : . maka peneliti merumuskan tindak lanjut yang akan dilakukan pada siklus berikutnya.Siswa dibimbing peneliti untuk menyimpulkan pelajaran .Siswa diberikan latihan / evaluasi akhir .Apersepsi .Peneliti menunjukan alat peraga berupa model trapezium . Perencanaan .dan kelebihan pada siklus pertama . serta temuan-temuan lainya . kekurangan . Pengamatan Tahap ini bertujuan untuk mengetahui kelemahan.

Peneliti meminta siswa membuat gambar trapezium .Siswa diberikan latihan evaluasi akhir . Pengamatan .Menyiapkan penilaian ( APKG I dan APKG II ) .Peneliti menyiapkan materi pembelajaran .Siswa diberi tindak lanjut berupa PR B.Memotivasi siswa Pada kegiatan intinya yaitu : .Menyiapkan lembar observasi .Siswa dibimbing peneliti untuk menyimpulkan pelajaran .Pada tahap ini peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran sesuai dengan perbaikan dua kegiatan pembelajaran dimulai dengan. Kegiatan awal : .Persiapan .Membuat rencana perbaikan pembelajaran dua dengan kompetensi dasar mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat atau unsurnya .Peneliti mengadakan Tanya jawab Pada kegiatan akhir : . Pelaksanaan Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dua pada siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2010 .Peneliti membimbing siswa menghitung luas trapezium .Alat peraga berupa kotakyang berbentuk balok dan kubus A.Peneliti meminta siswa menuliskan rumus untuk menghitung luas trapezium .Lembar pengamatan .Apersepsi .Pada tahap ini peneliti menyiapkan .

1 Hasil evaluasi sebelum tindakan ( SO ) . C. 4.Ma.Pd seorang guru kelas VI SDN Kasai Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim. Pengamatan ini dilakukan oleh teman sejawat yaitu Harisna. kekurangan dan kelebihan pada siklus pertama. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan ( Observasi ) dan siklus I ternyata pada siklus kedua diperoleh temuan bahwa dengan melakukan diskusi dan persentasi.Tahap ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan.A. Deskripsi per siklus Pada bagian ini memuat deskripsi data dan pengolahan data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap aktifitas belajar siswa dan hasil evaluasi yang dilakukan dalam proses pembelajaran Matematika di Kelas VI SDN Kasai Kecamatan Sungai Rotan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. siswa dengan mudah memahami materi pembelajaran dan dapat menarik minat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.dengan jumlah siswa 17 orang yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 7 orang siswa perempuan.

76 % Diagram 1 Hasil evaluasi sebelum tindakan ( SO ) .89 % 23.53 % 35.Hasil evaluasi sebelum tindakan pada materi mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang ( kubus dan balok ) seperti tertera pada table 1 dibawah ini.53 % 23.29 % 11. Tabel 1 Hasil evaluasi sebelum tindakan ( SO ) Skor 85 – 100 75 – 84 65 – 74 55 – 64 0 – 54 Frekuensi 1 4 4 6 2 Prosentase 5.

Pada kegiatan akhir siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran .Jika dilihat dari table diatas hasil evaluasi sebelum tindakan perbaikan prosentase siswa yang mencapai nilai ≥ 7.2 Siklus I 4. untuk menunjukan cara menggunakan rumus luas trapezium. menyampaikan tujuan pembelajaran . siswa diminta untuk berdiskusi sesame dengan teman sebangkunya untuk memperkenalkan dan menyebutkan rumus luas trapezium.2. siswa diminta maju kedepan. serta menjelaskan langkahlangkah pembelajaran. memperhatikan guru dalam menggunakan alat peraga/media untuk memperkenalkan kepada siswa sifat-sifat bangun datar ( trapesium ).siswa mengadakan Tanya jawab . yang berbentuk essay .Siklus ini dilaksanakan dalam waktu 2 x 35 menit dan satu jam untuk evaluasi akhir.Pada pelaksanaan perbaikan siklus I.1 Pengamatan Pemberian evaluasi dilakukan pada akhir pembelajaran . memperlihatkan media/alat peraga berupa bangun trapesium.siswa mendengarkan penjelasan guru siswa. pada apersepsi guru memberikan pertanyan yang berhubungan dengan pemahaman siswa dengan pembelajaran matematika untuk mengenal sifat-sifat bangun datar memberikan motivasi dengan menuliskan materi dipapan tulis. kegiatan pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam.ateri yang diajarkan mengenal sifat-sifat bangun ruang .dan guru memberikan tindak lanjut berupa PR. menanyakan kehadiran siswa.41 % 4.1 Data tentang rencana Siklus I Siklus I dilaksanakan dari tanggal 5 Oktober sampai 7 Oktober 2010 . 4.siswa menyelesaikan evaluasi yang diberikan oleh guru . Adapun m. Pada kegiatan inti .5 hanya 5 orang yang tuntas baru mencapai 29.Berikut ini table distribusi frekuensi/evaluasi siklus I Tabel 2 .jumlah soal sebanyak 2 soal.2. Dilanjutkan dengan. Setelah itu .

prosentase siswa yang mencapai nilai ≥ 75 baru mencapai 52. 4.41 % 11.Distribusi frekuensi – Hasil evaluasi akhir siklus I ( SI ) Skor 85 – 100 75 – 84 65 – 74 55 – 64 0 – 54 Frekuensi 2 7 5 2 1 Prosentase 11.18 % 29. Sebagian siswa banyak mengobrol dan bermain ketika salah satu temanya maju kedepan kelas untuk mendemontrasikan cara menemukan rumus luas trapezium.berikut ini : 1. 4. Sebagian siswa kurang semangat dalam pelajaran matematika dikarenakan siswa belum paham dan mengerti materi yang telah dijelaskan 2. Pengalokasian waktunya kurang tepat.Didapat nilai dari evaluasi matematika di siklus I ( SI ) hanya 9 orang siswa .76 % 5.76 % 41. Siswa merasa bosan dikarenakan media/alat peraga yang dipakai tidak menarik.88 % Diagram 2 Distribusi Frekuensi – Hasil evaluasi akhir siklus I Dari hasil evaluasi matematika yang didapatkan siswa di siklus I pada table diatas.2 Refleksi Dari hasil evaluasi akhir siklus I dapat disimpulkan bahwa tidak tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal disebabkan oleh beberapa hambatan .2. 3.94 % .Hal ini terjadi karena siswa kurang memahami dan mengerti konsep matematika dalam menyebutkan dan menggunakan rumus luas trapesium . .

6. untuk melihat sekaligus memberikan bimbingan secara maksimal kepada siswa sehingga siswa lebih berani untuk memberikan pertanyaan . 4. Dari hasil belajar siswa hanya 9 orang siswa saja yang dapat manjawab semua soal dengan benar sedangkan jawaban siswa lainya masih kurang tepat. memberikan dan melihatkan media/alat peraga semenarik mungkian agar dalam proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan .3 Perencanaan tindak lanjut Dari hambatan-hambatan yang terjadi pada siklus I maka pada siklus II peneliti akan melakukan perbaikan-perbaikan . pada waktu akhir penjelasan.Siswa yang bertanya kebanyakan hanya siswa yang selama ini kemampuanya diatas rata-rata sedangkan siswa yang kurang kemampuanya . memberikan nasehat untuk tidak rendah diri dan harus percaya diri . peneliti terlalu banyak didepan kelas . Pada proses pembelajaran sebagian siswa kurang aktif dan masih malu-malu ketika mendemontrasikan cara menghitung luas trapezium dengan menggunakan rumus.disiklus II ini guru harus banyak berkeliling mendekati meja siswa. pada sat proses pembelajaran siklus I guru kurang maksimal dalam memberikan bimbingan kepada siswa yang kurang kemampuanya . yakin akan kemampuan diri sendiri pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan asalkan kita mau berusaha sekuat tenaga . 7. Masih terlihat siswa belum berani bertanya secara langsung kepada guru khususnya siswa yang kemampuanya kurang . yaitu memberikan motivasi kepada siswa yang kurang bersemangat dan kurang berusaha secara maksimaluntuk terus balajar matematika. serta memberikan contoh-contoh yang lebih banyak lagi kepada siswa yang kurang serius pada sat proses .5. sehingga siswa yang melaporkan hasil diskusinya didepan kelas lebih banyak dan lebih maksimal dalam diskusi. peneliti akan berusaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep dengan memberikan penjelasan materi-materi yang lebih mudah dipahami siswa.serta diadakan Tanya jawab sehingga peneliti tahu siapa saja siswa yang belum paham atas materi pembelajaran matematika yang telah dijelaskan.hanya bertanya kepada teman-temanya.2. peneliti seharusnya menanyakan kembali kepada siswa apakah ada yang belum mengerti dari penjelasan tadi . Hal ini dikarenakan siswa tidak memahami materi yang diajarkan. yang suka bermain dan mengobrol khususnya siswa yang kemampuanya kurang agar siswa tersebut lebih terfokuskan danm tidak mengganggu berjalanya proses pembelajaran dan teman yang lain untuk belajar. mengalokasikan waktu dengan tepat.

A. 4.40 Wib. diberi nasihat untuk terus belajar selagi ada kesempatan untuk bertanya kepada guru atau teman yang lebih pandai. Selengkapnya hasil evaluasi akhir yang dicapai siklus II disajikan dalam table berikut : Tabel 3 Distribusi Frekuensi – Hasil Evaluasi Siklus II ( SII ) Skor 85 – 100 Frekuensi 13 Prosentase 76.30 .Pd .3. dengan waktu 2 x 35 menit . siswa mendengarkan penjelasan guru.menanyakan kehadiran siswa .pada setiap pertemuan ( tatap muka ) pada siklus I .47 % .Ma.10. serta menjelaskan langkah-lkangkah pembelajaran. menyampaikan tujuan pembelajaran . Pada kegiatan inti.3. memperlihatkan media/alat peraga berupa bangun datar trapezium. pada apersepsi guru memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan pemahaman siswa dengan pelajaran matematika untuk mengenal sifat-sifat bangun ruang . dan jumlah soal sebanyak 2 dalam bentuk essay. memberikan motivasi dengan menuliskan materi dipapan tulis . Kegiatan pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam . Hambatan-hambatan diatas merupakan hasil dari pengamatan yaitu peneliti ( guru ) dan dibantu oleh teman ( obsever ) yaitu Harisna. 4. didakan pengamatan dengan teliti .1 Pengamatan ( SII ) Hasil evaluasi belajar siklus II dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2010 .1 Data tentang rencana siklus II Siklus II dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2010 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit .Pada pukul 09.data terlampir pada lampiran. siswa memperhatikan guru dalam menggunakan alat peraga / media untuk memperkenalkan kepada siswa trapesium dan cara menghitung luasnya.Hasil evaluasi siswa diperiksa sesuai dengan kunci dan jumlah skor tiap soal jawaban memiliki bobot nilai 5 dan apabila benar semua maka didapatkan skor 10 ( 2 soal x 10 bobot nilai dalam tiap soal ). Adapun materi yang diajarkan pada siklus I yaitu sifat-sifat bangun datar dan pada siklus II ini materi yang diberikan adalah menyebutkan dan menggambarkan bangun sesuai sifat-sifat bangun ruang yang diberikan.pembelajaran berlangsung maupun untuk belajar dirumah.3 SIKLUS II 4.

23 % ). .76 % - Dari tabel evaluasi diatas dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang telah mencapai ≥ 75 berjumlah 15 orang atau 88. Pengalokasian waktu lebih tepat. Siswa lebih berani bertanya. jadi guru tidak ha rus duduk dimeja tetapi dengan memberikan bimbingan disetiap kelompok diskusi khususnya siswa yang berada dalam kelompok diskusi yang kurang kemampuanya. Ini berarti ketuntasan secara klasikal sudah berhasil karena batas ketuntasan ≥ 85 % saja.94 % ) menjadi 15 orang ( 88. dipacu untuk lebih percaya diri akan kemampuanya.76 % 11.Pada siklus II ini jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan 15 orang . sehingga siswa yang melaporkan hasil diskusinya didepan kelas lebih banyak dan lebih maksimal dalam berdiskusi.75 – 84 65 – 74 55 – 64 0 – 54 2 2 - 11. secara klasikal adalah ( 88.23 % ) . Pada saat mengerjakan soal evaluasi siswa sudah terlihat ada keinginan untuk mengisi jawaban pada lembar evaluasinya karena pada siklus II siswa diberi motivasi . 2.2 Refleksi Dari proses pembelajaran dan hasil belajar siswa siklus II. 4. 4. jika ada kesulitan karena peneliti ( guru ) selalu berusaha mendekati siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.3. Hal-hal yang sudah dicapai adalah : 1.23 % . 3. serta menyeleksi pada siklus I .Hasil evaluasi siklus I dari 9 orang ( 52. Pada saat salah satu siswa mendemontrasikan media / alat peraga ke depan kelas siswa yang lain meny imak penjelasan temanya dan siswa lebih aktif untuk bersama-sama mengadakan Tanya jawab.

Dilihat dari hasil evaluasi meningkat walaupun tidak terlalu tinggi kenaikanya dari 52.88 % F 13 2 2 SII % 76.76 % 41.29 %.18 % 29. peneliti ( guru ) akan berusaha memberikan motivasi dan bimbingan secara maksimal.Pada siklus II ini berarti untuk ketuntasan belajar siswa sudah tercapai peningkatanya mencapai 35. Siklus I ( SI ).3 Perencanaan Tindak Lanjut Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II hasil belajar siswa dan ketuntasan siswa meningkat dari siklus I. Siklus II ( SII ) Skor Siswa 85 – 100 75 – 84 65 – 74 55 – 64 0 – 54 F 1 4 4 6 2 SO % 5.5. dan Siklus II ( SII ). Pembahasan per siklus Peningkatan hasil belajar siswa terlihat meningkat dari sebelum tindakan ( SO ) .3.94 % menjadi ( 88. Agar prestasi siswa dapat dipertahankan .53 % 23.76 % 11.29 % 11. 4. berikut ini : Tabel 4 Distribusi Frekuensi Evaluasi sebelum tindakan ( SO ) . Siklus I ( SI ). B.23 % ) .47 % 11.53 % 35.76 % F 2 7 5 2 1 SI % 11.76 % 5.41 % 11.76 % - .89 % 23. Hal ini dapat dilihat pada table 4.

diluar jam pelajaran atau diluar kegiatan belajar mengajar. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan evaluasi lebih banyak lagi. Hal ini terlihat dari siklus I ketuntasan siswa mencapai 52. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat dan melakukan evaluasi sendiri.23 % ) . Siklus I : 9 orang ( 52. Adapun upaya peneliti terhadap satu orang siswa tersebut adalah memberikan bimbingan dari penguasaan materi pelajaran maupun moral ( tingkah laku ). SARAN Bagi Guru : a. . Bagi Siswa : a. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B. Perlu meningkatkan keterampilan proses dalam pembelajaran Matematika.41 % ) .94 % dan siklus II ketuntasan siswa mencapai 88. Siklus II : 15 orang ( 88. Bagi Kepala Sekolah/sekolah : Hendaknya meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran agar siswa dapat mengekpresikan kemampuan yang mereka miliki.Dari tabel diatas . b.94 % ) . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V SDN Kasai Kecamatan Sungai Rotan . Kemudian diberikan evaluasi perbaikan . jumlah siswa yang telah mencapai nilai ≥ 75 sebelum tindakan ( SO ) : 5 orang ( 29. pada Siklus II.23 %. b. Hendaknya membimbing dan memberikan motivasi kepada siswa untuk mengeluarkan kemampuanya dalam mendemontrasikan materi pembelajaran. jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 2 orang.

Hal.(1999).30.Bandung:Bumi Aksara Daryanto(2007).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika SD dan MI.(2004).Hal.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.wordpress. Sudjana.111 Bandung:PT Remaja Rosdikarya Mudjiono.dkk.Bogor:Regina.com http://kuliahme.250-251.Hal 102-124. Depdiknas.Kurikulum Pendidikan Dasar.Jakarta:Rineka Cipta.Jakarta:Rineka Cipta.blogspot. Dahar.Jakarta:CV Timur Putra Mandiri Hamalik.Daftar Pustaka Yuniarto.blogspot.Ditjen Diknas.Jakarta:Depdikbud.com http://Indramunawar.(2006).Belajar dan Pembelajaran. http://techonlyb.Hal.Jakarta:Erlangga.com .dkk.Oemar(2006).Cerdas Matematika. Teori-teori Belajar.Ratna Willis.(1995). Depdikbud.Evaluasi Pendidikan.Nana(1989).(1996).Proses Belajar Mengajar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->