PELAKSANAAN KEGIATAN AKADEMIK DI JURUSAN FISIKA

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

JURUSAN FISIKA FAK. MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2009
i

KATA PENGANTAR Sistem pengelolaan yang dikembangkan pada sebuah program studi haruslah dapat menjamin berkembangnya kebebasan akademis dan otonomi keilmuan pada program studi, serta mendorong kemandirian dalam pengelolaan akademik, operasional, personalia, dan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk meraih keunggulan mutu yang diharapkan. Untuk itu program studi harus memiliki perencanaan yang matang, struktur organisasi dengan organ, tugas pokok dan fungsi serta personil yang sesuai, program pengembangan staf yang operasional, dilengkapi dengan berbagai pedoman dan standar prosedur yang dapat mengarahkan dan mengatur program studi, serta sistem pengawasan, monitoring dan evaluasi yang kuat dan transparan. Pedoman ini disiapkan untuk membantu para pejabat dan unsusr-unsur pelaksana dibawahnya seta seluruh civitas akademika dalam mempersiapkan, melaksanakan, seluruh kegiatan di Jurusan/Program Studi Fisika. Pedoman ini disampaikan dengan maksud agar para pengasuh program studi pada semua tingkatan program yang melakukan kegiatan akademik dan non akademik pada program studi mempunyai panduan, acuan yang jelas sehingga semua kegiatan dapat terselenggara dengan lancar, sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan prosedur yang diharapkan. Semoga pedoman ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Bukit Jimbaran, Januari 2009

ii

Team Penyusun

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI A PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN TATA PAMONG 1.......................................................................... Pemilihan Ketua dan Sekretaris Program Studi 2.......................................................................... Pelayanan Kerja Sama dengan Pihak Luar PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN KEMAHASISWAAN 1. Pelayanan Akademik 2. Pelayanan Beasiswa 3. Pelayanan Kegiatan Kemahasiswaan PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) 1..................................................................... Pelayanan Pengajuan dan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) 2..................................................................... Pelayanan Ujian Praktek Kerja Lapangan (PKL) PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN TUGAS AKHIR 1. Pelayanan Pengajuan Proposal Tugas Akhir 2. Pelayanan Ujian Proposal Tugas Akhir 3. Pelayanan Ujian Tugas Akhir PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN
iii

i ii 1 1 5 6 6 8 9 10 10 12

B

C

D

12 13 13 14

E

RUANG KULIAH, LABORATORIUM DAN RUANG BACA JURUSAN FISIKA 1. Penggunaan Ruang Kuliah 2. Penggunaan Laboratorium Komputer 3. Pelayanan Pelaksanaan Perkuliahan 4. Pelayanan Pelaksanaan Praktikum 5. Pelayanan Ruang Baca Jurusan Fisika F PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN WISUDA DAN ALUMNI 1. Pelayanan Yudisium dan Wisuda 2. Pelayanan Pengelolaan Data Alumni PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN DOSEN 1. Penerimaan Dosen 2. Pelaksanaan Kegiatan Akademik 3. Pelayanan Kenaikan Pangkat dan Jabatan Fungsional 4. Pelayanan Sertifikasi Dosen 5. Pelayanan Penelitian Dosen 6. Pelayanan Pengabdian Masyarakat Dosen PEDOMAN DAN PROSEDUR MONITORING DAN EVALUASI KINERJA DOSEN PEDOMAN DAN PROSEDUR MONITORING DAN EVALUASI KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN PEDOMAN DAN PROSEDUR PENJAMINAN MUTU

15 16 16 18 20 21 22

G

22 22 23 24 24 24 24 26 27 27 28 28 29

H

I J K

Lampiran I PEDOMAN SISTEM MONITORING DAN EVALUASI, KINERJA DOSEN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan II STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

32 32 32 33
iv

2.1. STANDAR PERAN DOSEN A. Bidang Pengajaran B. Bidang Penelitian C. Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penunjang 2.2. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN A. Bidang Pengajaran B. Bidang Penelitian C. Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penunjang III METODE PELAKSANAAN MONITORING DAN EVALUASI PEMBELAJARAN 3.1. Monitoring dan Evaluasi 3.2. Kreteria Capaian 3.3. Kuesioner yang Ditujukan dan Diisi oleh Dosen Jurusan Fisika 3.4. Kuesioner yang Ditujukan dan Diisi oleh Mahasiswa 3.5. Check List KUESIONER DAN CHECK LIST A.Contoh Kuesioner 1. KUESIONEREVALUASI PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI (DIISI OLEH DOSEN) 2. KUESIONER EVALUASI PERKULIAHAN OLEH MAHASISWA B. Check list Evaluasi TABEL CHECK LIST DOSEN JURUSAN FISIKA

33 33 33 33 34 34 35 35

36 36 36 37 37 37 38 38 39 41 42

IV

v

vi .

7 .

PihakTerkait a. Untuk itu perlu dibuat sebuah system operasi yang standar bagi setiap unit kerja. Berpendidikan serendah-rendahnya magister. 2. Dosen c.Untuk mencapai kinerja yang optimal diperlukan budaya kerja yang terkoordinatif antara unit kerja. Tenaga Kependidikan A. Mahasiswa b. dimana setiap unit bekerja sebagaimana tugas. Pemilihan Ketua dan Sekretaris Program Studi Pemilihan Ketua dan Sekretaris Pogram Studi dilaksanakan oleh staf dosen di PS selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan. Tujuan Memberikan pedoman prosedur pelaksanaan dan meningkatkan efisiensi penyelenggaraan kegiatan akademik di Program Studi (PS) Fisika. tanggung jawab dan kewajibannya masing masing secara professional. 1. 5. Memiliki integritas moral. Berusia setinggi-tingginya 66 (enam puluh enam) tahun bagi Profesor. Sehat rohani dan jasmani berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah. 3. Pedoman Seorang dosen dapat dicalonkan menjadi Ketua/Sekretaris PS jika memenuhi persyaratan sebagai berikut: Persyaratan Umum 1. setinggi-tingginya 61 (enam puluh satu) tahun bagi yang tidak berjabatan Profesor pada saat diusulkan kepada Rektor. a. 4. 1 . 2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN TATA PAMONG 1.

Persyaratan yang 2 . maka yang bersangkutan wajib mengajukan surat pengunduran diri sebagai panitia yang ditujukan kepada Ketua PS dan ditembuskan kepada ketua panitia pemilihan bakal calon Ketua/Sekretaris PS. Prosedur 1. Pengunduran diri ini harus sudah diterima ketua PS serta ketua panitia pemilihan bakal calon Ketua/Sekretaris PS selambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum mengajukan diri menjadi bakal calon Ketua/Sekretaris PS. Bakal calon Ketua PS mendaftarkan diri ke Panitia Pemilihan Calon Ketua PS di sekretariat pemilihan sesuai batas waktu yang ditentukan. Bersedia dicalonkan sebagai Ketua PS atau Sekretaris PS. 5. wakil sekretaris maupun anggota panitia pemilihan bakal calon Ketua/Sekretaris PS yang ingin maju sebagai bakal calon Ketua/Sekretaris PS. Untuk ketua. serta blanko pendaftaran yang harus diisi. yang dinyatakan secara tertulis dan bermaterai secukupnya. 3. 4. Panitia Pemilihan Ketua/Sekretaris PS diusulkan oleh Ketua PS kepada Dekan untuk ditetapkan dalam Surat Ketetapan Dekan. Menandatangani surat pernyataan bermeterai yang cukup bahwa tidak akan merangkap jabatan jika terpilih baik di dalam maupun di luar UNUD tanpa persetujuan atasan. 2.Persyaratan Khusus 1. usia dan pendidikan. b. 3. sekretaris. wakil ketua. Menandatangani surat pernyataan di atas meterai yang cukup sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. bahwa bersedia dicalonkan dalam bentuk paket calon pimpinan PS. Panitia mengirimi surat informasi peluang menjadi calon Ketua/Sekretaris PS kepada para dosen yang memenuhi persyaratan dari segi jabatan. Menduduki jabatan fungsional serendah-rendahnya Lektor Kepala. 2. Tidak berada dalam status tugas belajar atau ijin belajar. 6.

4. 3 . 6. maka dia membuat surat pernyataan kesediaan pada lembar untuk masing-masing bakal calon yang mana yang bersangkutan bersedia (terpisah). Sosialisasi paket bakal calon Ketua/Sekretaris PS. bersedia dicalonkan dalam bentuk paket calon pimpinan PS dan tidak akan mengundurkan diri setelah penetapan paket calon pimpinan PS di tingkat PS. 7. bahwa tidak akan merangkap jabatan jika terpilih baik di dalam maupun di luar UNUD tanpa persetujuan atasan. 9. 5. 8. harus diserahkan saat pendaftaran adalah sebagai berikut: a. Verifikasi calon Ketua PS dilanjutkan dengan penetapan calon Ketua PS oleh Panitia. Mengisi formulir pendaftaran bersedia dicalonkan menjadi calon Ketua PS yang disediakan oleh Panitia Pemilihan Calon Ketua PS. • Surat keterangan sehat rohani dan jasmani dari dokter pemerintah. • Surat pernyataan bermeterai yang cukup. • Pas foto berwarna terbaru ukuran 4x6 cm sebanyak 2 lembar. Verifikasi calon Sekretaris PS dilanjutkan dengan penetapan paket bakal calon Ketua/Sekretaris PS oleh Panitia. • Salinan SK fungsional dan SK pangkat terakhir. Pemilihan dapat dilakukan bila sekurang-kurangnya ada 2 (dua) paket bakal calon Ketua/Sekretaris PS. Jika bakal calon Sekretaris PS akan menjadi pasangan paket bakal calon Ketua PS lebih dari 1. b. Melampirkan : • Surat pernyataan bermeterai yang cukup. Bakal calon Ketua PS yang lolos verifikasi mengusulkan paket bakal calon Sekretaris PS yang akan menjadi pasangannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan disertai surat pernyataan kesediaan dari para calon Sekretaris PS yang akan menjadi pasangan calon Ketua PS masing-masing. Pendaftar bakal calon Ketua PS akan mendapatkan tanda terima pendaftaran dari panitia.

maka dilakukan pemilihan ulang bagi peringkat yang memperoleh suara sama. Rapat staf dosen untuk pemilihan paket calon pimpinan PS dapat dilaksanakan bila dihadiri oleh sekurangkurangnya dua per tiga dari jumlah staf dosen di PS.10. 16. Untuk penundaan dan perpanjangan penjaringan/ pendaftaran Tahap I. 2. menyampaikan program kerja secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pemilihan kepada panitia pemilihan dan disebarkan kepada pemilih. Apabila dalam hasil pemilihan belum diperoleh peringkat suara satu dan dua. Setiap paket bakal calon Ketua/Sekretaris PS wajib 11. 15. Paket calon pimpinan PS yang memperoleh suara peringkat pertama dan kedua. untuk terpenuhi jumlah sekurang-kurangnya 2 bakal calon yang akan dipilih. Rapat pemilihan paket calon pimpinan PS dipimpin oleh Ketua Panitia Pemilihan dengan disaksikan oleh Dekan. 17. waktu pendaftaran diperpanjang selama 2 minggu. 14. 12. Masa jabatan pimpinan PS adalah 4 (empat) tahun dan sesudahnya dapat dipilih dan diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan pada jabatan yang sama. Ketua/Sekretaris PS diangkat dan ditetapkan oleh Rektor. Catatan tentang prosedur pemilihan calon Ketua/Sekretaris Jurusan/Program Studi 1. Jika jumlah bakal calon Ketua PS yang diajukan kepada panitia kurang dari 2 maka dilakukan penundaan pemilihan selama 14 hari kerja sejak batas akhir pendaftaran bakal calon. dan syarat bakal calon Sekretaris PS diturunkan dari Lektor Kepala menjadi Lektor. diajukan kepada Rektor oleh Dekan dilampiri dengan berita acara pemilihan dan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak terpilih untuk mendapatkan pengangkatan satu diantaranya. Staf dosen yang minta ijin tidak mengikuti rapat dinyatakan tidak hadir dan tidak punya hak suara memilih. 4 . 13.

Pelaksanaan kerja sama PS dengan pihak luar harus memberikan keuntungan bagi PS dan tidak merugikan pihak luar. 2. 4. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN KEMAHASISWAAN 5 . 2.3. Seorang bakal calon Sekretaris PS diijinkan menjadi bakal calon Sekretaris PS pada bakal calon Ketua PS lainnya (lebih dari 1). Prosedur 1. Jika hal ini sudah dilakukan namun belum juga terpenuhi minimal 2 bakal calon Ketua PS. bakal calon Sekretaris PS tidak boleh sekaligus menjadi bakal calon Ketua PS. harus diberitahukan kepada PS tentang besarnya dana yang digunakan dan memberikan bagi hasil kepada PS sesuai dengan aturan yang telah disepakati di PS. Kerjasama yang mempunyai nilai finansial. atau sebaliknya. Pelayanan Kerja Sama dengan Pihak Luar a. maka dilakukan penundaan dan perpanjangan penjaringan /pendaftaran Tahap II selama 2 minggu lagi dengan menurunkan syarat bakal calon Ketua PS dari Lektor Kepala menjadi Lektor. B. 3. 2. Pelaksanaan kerja sama dengan pihak luar harus menjaga kredibilitas PS. Setiap kerja sama yang dilakukan dengan pihak luar harus melibatkan dan atas seijin Ketua PS. 3. Setiap rencana kerja sama yang dilakukan dengan pihak luar harus dibuatkan proposal dan diajukan kepada Ketua PS untuk dirapatkan pada rapat dosen PS. b. Proposal kerja sama yang telah disetujui dibuatkan dokumen bukti kerja sama dan diarsipkan. 4. Namun bakal calon Ketua PS tidak boleh menjadi bakal calon Sekretaris PS. Pedoman 1. Setiap kerja sama yang dilakukan dengan pihak luar harus memiliki laporan/dokumentasi berkala mengenai perkembangan dan hasil dari kerja sama yang telah dilakukan untuk diarsipkan.

S yang telah ditetapkan. Mahasiswa menyerahkan form pembatalan/perubahan mata kuliah lembar ke-1 ke bagian akademik di fakultas. Pembatalan/perubahan mata kuliah dilakukan pada waktu perubahan KR. terdapat mata kuliah tertentu yang telah diprogramkan dalam KRS tidak dapat diikuti oleh mahasiswa. lembar ke-2 ke dosen PA dan lembar ke-3 untuk arsip mahasiswa bersangkutan. Prosedur 1. mahasiswa mengisi form pembatalan/perubahan mata kuliah (rangkap 3) dan meminta tanda tangan persetujuan dosen PA. 3. Mahasiswa mengisi blanko KRS sesuai dengan mata kuliah yang diijinkan oleh dosen PA. 1. 8. Mahasiswa meminta tanda tangan persetujuan KRS kepada dosen PA. b. maka mahasiswa dapat membatalkan atau mengganti mata kuliah tersebut dengan mata kuliah lain atas persetujuan PA. Mahasiswa membawa bukti pembayaran SPP ke fakultas dan menukarkan dengan blanko KRS (rangkap 3) dan KHS semester sebelumnya Mahasiswa berdiskusi dengan dosen PA mengenai mata kuliah yang bisa diambil sesuai dengan jumlah SKS yang di ijinkan dalam KHS dan prasyarat suatu mata kuliah yang ditawarkan. Bimbingan Akade4mik Pelayanan Pengisian dan Perubahan KRS a. 2. 4. 2. Mahasiswa sudah membayar SPP untuk semester tersebut. 7. Waktu pengisian dan perubahan KRS ditetapkan oleh bagian akademik di fakultas yang telah disesuaikan dengan kalender akademik universitas.1. 6 . Mahasiswa menyerahkan form KRS lembar ke-1 ke bagian akademik di fakultas. 5. Jika pembatalan/perubahan mata kuliah disetujui oleh dosen PA.1. Apabila karena sesuatu hal. Pedoman Seorang mahasiswa dapat dilayani secara administratif dalam pengurusan KRS apabila : 1. 6.

7. Universitas maupun instansi lainnya. 4. Fakultas membuatkan Surat Keterangan Masih Aktif Kuliah sesuai dengan peruntukan yang dimaksud. PS memanggil mahasiswa tersebut dan menyerahkan Surat Keterangan Masih Aktif Kuliah yang dimohon oleh mahasiswa tersebut. 3. PS membuatkan surat pengantar permohonan Surat Keterangan Masih Aktif Kuliah ke Fakultas. Pelayanan Transkrip Akademik Sementara a. Mahasiswa tersebut tidak sedang terkena sanksi administratif pada semester tersebut. 7 .Lembar ke-2 ke dosen PA dan lembar ke-3 untuk arsip mahasiswa bersangkutan. 6. Pedoman Seorang mahasiswa dapat dilayani secara administratif dalam pengurusan Surat Keterangan Aktif Kuliah apabila : 1. Mahasiswa menyampaikan permohonan lisan pada PS dengan memperlihatkan bukti pembayaran SPP dan KRS 2. Mahasiswa tersebut tercatat sebagai mahasiswa aktif dalam semester berjalan. Mahasiswa menyerahkan Form yang telah diisi kepada pihak PS. Prosedur 1. Mahasiswa mengisi Form yang disediakan di PS secara lengkap. Pelayanan Surat Keterangan Aktif Kuliah a. 5. 1. Peruntukan surat yang dimaksud untuk keperluan administrasi lebih lanjut baik itu dari pihak PS. Mahasiswa tersebut tercatat sebagai maliasiswa aktif dalam semester berjalan. 2. 1. Pedoman Seorang mahasiswa dapat dilayani secara administratif dalam pengurusan Transkrip Akademik Sementara apabila : 1. Fakultas.3.2. b. 3. Fakultas mengirimkan Surat Keterangan Masih Aktif Kuliah mahasiswa tersebut ke PS.

Universitas maupun instansi lainnya. Mahasiswa tersebut tercatat sebagai mahasiswa aktif dalam semester berjalan. 6. b. Prosedur 1. 3. Mahasiswa menyerahkan Form yang telah diisi kepada pihak PS. 3. 2.2. 3. 4. Peruntukan surat yang dimaksud untuk keperluan administrasi lebih lanjut baik itu dari pihak PS. Untuk Mahasiswa PMDK diperbolehkan mengajukan beasiswa dari semester 1 2. Fakultas. 7. Mahasiswa tersebut tidak sedang terkena sanksi administratif pada semester tersebut. Fakultas mengirimkan Transkrip Akademik Sementara mahasiswa tersebut ke PS. Prosedur 8 . Pedoman Seorang mahasiswa dapat dilayani secara administratif dalam pengurusan Beasiswa apabila: 1. Mahasiswa menyampaikan permohonan lisan pada PS dengan memperlihatkan bukti pembayaran SPP dan KRS 2. PS memanggil mahasiswa tersebut dan menyerahkan Transkrip Akademik Sementara yang dimohon oleh mahasiswa tersebut. b. Mahasiswa mengisi Form yang disediakan di PS secara lengkap. 4. Program Studi membuatkan surat pengantar permohonanpengambilan transkrip akademik sementara ke Fakultas. Mahasiswa tersebut tidak sedang terkena sanksi administratif pada semester tersebut. 5. Pelayanan Beasiswa a. Untuk mahasiswa yang non PMDK mengajukan beasiswa mulai dari semester 3 dan mengumpulkan Satuan Kredit Partisipasi (SKP) minimal 10. Fakultas membuatkan Surat Transkrip Akademik Sementara sesuai dengan peruntukan yang dimaksud.

Setiap kegiatan kemahasiswaan harus memiliki dokumentasi berkala mengenai perkembangan kegiatan dan laporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk diarsipkan. Pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang telah disetujui Ketua PS harus dihadiri/dipantau oleh satu atau lebih dosen PS. Pedoman 1. adaptasi) serta ikut mendukung pengembangan PS sesuai visi dan misi PS. 2. 9 . kepekaan sosial. Setiap rencana kegiatan kemahasiswaan harus dibuatkan proposal dan diajukan kepada Ketua PS. peningkatan skill (pengelolaan diri. 4. PS menyerahkan hasil seleksi serta kelengkapan persyaratan beasiswa ke fakultas. 3. Mahasiswa mengajukan permohonan kepada pihak PS dengan melampirkan transkrip akademik sementara dan surat keterangan kurang mampu dari lurah. PS mengumumkan kepada mahasiswa prihal tawaran 2. Pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan tidak boleh mengganggu atau menghalangi kegiatan akademik/ kurikuler. 6. b. Mahasiswa penerima beasiswa membuat rekening bank sesuai dengan ketentuan dari jenis beasiswa. Setiap kegiatan kemahasiswaan harus atas seijin Ketua PS. Pelaksanaan kerja sama dengan pihak luar harus menjaga kredibilitas PS. 5. Pelayanan Kegiatan Kemahasiswaan a. 4. 2. 3. Fakultas mengumumkan kepada mahasiswa nama-nama mahasiswa penerima beasiswa. 3. beasiswa. Kegiatan kemahasiswaan diarahkan untuk peningkatan kemampuan akademik. Pihak PS melakukan seleksi terhadap prestasi akademik calon penerima beasiswa.1. Prosedur 1. 3.

Mahasiswa menentukan/mencari atau disalurkan oleh program studi ke tempat PKL. Mahasiswa melakukan observasi ke tempat akan melakukan PKL. 10 . Telah berhasil menyelesaikan (lulus) minimal 110 SKS dengan nilai minimal D. 1. menguji dan mengimplementasikan keilmuannya pada persoalan riil di lapangan. Pedoman Mahasiswa diijinkan mengikuti Mata Kuliah PKL jika telah memenuhi persyaratan berikut: 1. 2. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu mata kuliah bagian dari kurikulum institusional yang harus ditempuh oleh mahasiswa PS Fisika FMIPA UNUD. 2. Mengajukan permohonan melaksanakan PKL 3. Pelayanan Pengajuan dan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) a. Melalui PKL mahasiswa diharapkan dapat memvalidasi. PKL dilaksanakan secara perorangan. Prosedur 1. b. 4. 5. Dalam satu perusahaan atau instansi tidak diperkenankan lebih dari 1 mahasiswa melakukan PKL dengan topik yang sama. Panduan PKL diatur secara lebih rinci dalam Buku Panduan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dapat diakses melalui Komisi PKL dan Ruang Baca PS. Mahasiswa menghubungi calon dosen pembimbing yang dipilih sendiri oleh mahasiswa. Memiliki surat penerimaan/ijin pelaksanaan dari tempat PKL.PKL disesuai dengan bidang minat pada program studi yang bersangkutan. PKL dilaksanakan pada tiap semester dengan bobot 3 SKS. PKL bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memadukan teori teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. 3.C.

6. Melihat. 9. c. Mengisi Form Pendaftaran PKL. Jika mahasiswa selesai melaksanakan PKL. e. f. Surat pernvataan telah memenuhi syarat mengikuti PKL. mempelajari dan membantu kerja berkaitan dengan rencana mahasiswa PKL. b. Membayar administrasi PKL. d. Dekan melalui komisi PKL menerbitkan SK. Selama PKL. mengisi Form Aktivitas harian dan memberikan Form Penilaian kepada Pembimbing Lapangan. Berkonsultasi dengan pembimbing lapangan dan Dosen Pembimbing terhadap aktivitas yang akan dilakukan maupun yang telah dilakukan. menghubungi Komisi PKL untuk mengetahui apakah pembimbing yang dipilih masih memungkinkan untuk membimbing. b. hal yang harus dilakukan antara lain: a. Setelah mendapatkan surat ijin melaksanakan PKL di tempat PKL. Melakukan analisis terhadap sistem yang sedang berjalan atau perangkat keras maupun perangkat lunak yang ada. Mahasiswa 5. dosen pembimbing. Pembuatan Laporan PKL 11 . Membuat perencanaan kegiatan selama PKL. 7. mempelajari dan mencatat struktur organisasi tempat PKL serta tugas dan kewajiban masing-masing bagian.4. 10. Melihat. Mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk laporan PKL. mahasiswa mendaftar pelaksanaan PKL kepada Komisi PKL dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut: a. 8. c. Surat Keterangan/Ijin melaksanakan PKL dari institusi Tempat PKL. Orientasi tempat PKL. Mahasiswa meminta surat permohonan tempat PKL kepada PS Fisika FMIPA UNUD melalui Komisi PKL. g. mahasiswa membuat laporan PKL. d. Mahasiswa melaksanakan PKL.

berkonsultasi dengan Pembimbing Lapangan kemudian dilanjutkan dengan dosen pembimbing. mahasiswa wajib menyerahkan Laporan PKL yang telah disahkan oleh Ketua PS dan dosen pembimbing sebanyak 3 (tiga) eksemplar dengan rincian 1 (satu) eksemplar untuk dosen pembimbing. D. Mahasiswa diijinkan mengikuti Ujian PKL jika Laporan b. 4. Proposal ini merupakan Cetak Biru 12 . Proposal tugas akhir merupakan suatu tulisan yang harus dipersiapkan sebagai syarat untuk dapat melakukan kegiatan dan penyusunan laporan Tugas Akhir. Tugas Akhir (TA) adalah karya tulis mahasiswa mengenai basil penelitian yang dilakukan secara teoritis. Pelayanan Ujian Praktek Kerja Lapangan (PKL) a. Prosedur 1. mahasiswa Program Studi Fisika. Jika laporan PKL telah disetujui oleh pembimbing lapangan dan dosen pembimbing kemudian mahasiswa menyerahkan draft laporan PKL sebanyak 2 (dua) eksemplar kepada Komisi PKL untuk dibuatkan jadwal ujian PKL. deskriptif. 1 (satu) eksemplar untuk tempat PKL dan 1 (satu) eksemplar untuk Ruang Baca Jurusan Fisika / Komisi PKL PS Fisika FMIPA UNUD. eksploratif. Laporan PKL yang telah disahkan harus telah diterima Komisi PKL paling lambat 1 (satu) bulan terhitung sejak selesai ujian PKL. 2. 3. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN TUGAS AKHIR Sebagai syarat untuk lulus menjadi Sarjana Komputer. Pedoman 1. PKL telah disetujui oleh pembimbing lapangan dan dosen pembimbing. 2. Jadwal pelaksanaan dan penguji ujian PKL ditetapkan oleh Komisi PKL. Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam ujian PKL. FMIPA UNUD diwajibkan membuat sebuah Tugas Akhir (skripsi). observasi dan atau eksperimental yang dilaksanakan sesuai dengan Proposal Tugas Akhir yang telah dinilai dan disetujui.

Prosedur Mahasiswa mengajukan topik/rencana TA dengan menyertakan dua calon dosen pembimbing yang sesuai dengan bidang minat/kompetensinya kepada Komisi Seminar dan Tugas Akhir (KSTA). b. 1. Komisi Seminar dan Tugas Akhir (KSTA) menentukan dua nama dosen sebagai calon pembimbing. Mahasiswa dengan diarahkan oleh calon dosen pembimbingnya bekerja menyelesaikan proposal TA-nya. Pelayanan Ujian Proposal Tugas Akhir a. Proposal TA telah disetujui untuk diseminarkan dan disahkan oleh calon dosen pembimbing. minimal 123 SKS 2. 2. 1. melaksanakan dan menyelesaikan TA-nya. 2. Telah mendapatkan persetujuan dari dosen Pembimbing Akademik.Perencanaan TA yang menjadi kerangka acuan bagi mahasiswa dalam merencanakan. 2. Telah berhasil menyelesaikan (lulus minimum c) mata kuliah semester I – VI. b. Pelayanan Pengajuan Proposal Tugas Akhir a. Pedoman Mahasiswa diijinkan memprogram Mata Kuliah Tugas Akhir jika telah memenuhi persyaratan berikut: 1. Telah melakukan proses bimbingan / tatap muka penyusunan proposal TA kepada calon dosen Prosedur pembimbing masing-masing sekurang-kurangnya 5 (lima) kali serta mencatatnya pada formulir Bimbingan Proposal Tugas Akhir. Pedoman Mahasiswa diijinkan mengikuti Ujian Proposal Tugas Akhir jika telah memenuhi persyaratan berikut: 1. Panduan Tugas Akhir diatur secara lebih rinci dalam buku Panduan Tugas Akhir yang dapat diakses melalui Komisi Seminar dan Tugas Akhir dan Ruang Baca PS. Prosedur 13 .

4. Jika proposal TA sudah dianggap layak untuk diseminarkan. maka mahasiswa yang bersangkutan harus mengulang Seminar Proposal TA dengan topik yang baru. 3. 2. KSTA wajib menyampaikan laporan kepada program studi agar dapat dibuatkan surat pengantar untuk permohonan Surat Keputusan Pembimbing Tugas Akhir dari Dekan Fakultas MIPA. Jika Pembimbing menyatakan TA yang ditulis mahasiswa sudah layak untuk diujikan. Laporan TA telah disetujui untuk diujikan dan disahkan oleh dosen pembimbing b. Menyerahkan transkrip akademik 3. 3. Setelah melalui proses seminar. 4. maka 14 . Pelayanan Ujian Tugas Akhir a. Telah melakukan proses bimbingan / tatap muka penyusunan laporan TA kepada dosen pembimbing sekurang-kurangnya tujuh (tujuh) kali serta mencatatnya pada formulir Bimbingan Tugas Akhir. Pedoman Mahasiswa diijinkan mengikuti Ujian Tugas Akhir jika telah memenuhi persyaratan berikut: 1. jika proposal TA dianggap belum layak untuk diteruskan ke dalam bentuk penelitian. Untuk setiap proposal TA yang dianggap sudah layak untuk ditemskan ke dalam bentuk penelitian. Mahasiswa menyerahkan makalah seminar sebanyak 5 (lima) eksemplar kepada KSTA selambat-lambatnya tiga hari sebelum waktu seminar yang ditetapkan oleh KSTA. Prosedur Mahasiswa mengajukan topik TA dengan 1. Telah menyelesaikan semua perkuliahan sesuai dengan persyaratan untuk lulus sarjana Fisika 2.1. calon pembimbing wajib menyampaikan kepada KSTA sehingga nama-nama dosen penguji dan jadwal presentasi proposal TA dalam bentuk Seminar Proposal TA dapat ditentukan.

LABORATORIUM DAN RUANG BACA JURUSAN FISIKA 1. Mahasiswa yang dianggap telah lulus Ujian TA wajib menyerahkan Laporan TA yang telah direvisis dan disahkan oleh Ketua PS. Hanya mahasiswa dan dosen dengan status aktif yang dapat menggunakan ruang kuliah. Penggunaan Ruang Kuliah Program studi Fisika menyediakan fasilitas ruang kuliah untuk mendukung proses belajar mengajar. 5. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN RUANG KULIAH. 4. 3. Pedoman 1. 2. (2) melakukan pembimbingan intensif. E. atau (3) mengganti topik sebagai usaha terakhir. dosen pembimbing dan dosen penguji sebanyak 4 (empat) eksemplar dengan rincian 2 (dua) eksemplar untuk dosen pembimbing. Mahasiswa yang dianggap telah lulus Ujian TA dapat menyelesaikan persyaratan administrasi untuk mengikuti yudisium dan atau wisuda. b. Apabila mahasiswa telah memprogramkan TA lebih dari dua semester tetapi belum rampung. 1 (satu) eksemplar untuk Ruang Baca Jurusan Fisika PS Fisika FMIPA UNUD dan 1 (satu) eksemplar untuk Ruang Baca Jurusan Fisika pusat UNUD. Seluruh civitas akademika wajib memelihara dan menggunakan sarana prasarana ruang kuliah sesuai peraturan dan prosedur yang ada. maka Dosen Pembimbing dan Ketua PS perlu membuat evaluasi untuk mempertimbangkan rekomendasi: (1) mengingatkan mahasiswa.pembimbing berkewajiban memberitahukan KSTA sehinga penguji dan tanggal ujian TA untuk mahasiswa tersebut dapat ditentukan. 2. Prosedur 15 . a. Mahasiswa menyerahkan laporan TA sebanyak 5 (lima) eksemplar kepada KSTA selambat-lambatnya tujuh hari sebelum waktu ujian yang ditetapkan oleh KSTA.

Matikan AC setelah perkuliahan terakhir selesai. 2. Pastikan kabal power LCD sudah tertancap dan lampu saklar sudah menyala. lampu indikator LCD akan berkedip-kedip. 3. Pastikan suhu berada pada suhu minimum (16°). Hidupkan AC sebelum jam perkuliahan dimulai. c. Prosedur penggunaan LCD: Menghidupkan: a.1. Tekan tombol power sekali pada LCD untuk mengaktifkan LCD. dan Penggunaan Laboratorium hilangnya fasilitas tersebut. Pegawai mengunci ruang kuliah pada saat jam perkuliahan terakhir selesai. Laboratorium Komputer adalah fasilitas. dan tekan sakjar untuk mematikan LCD. 5. Pegawai mempersiapkan sarana prasarana ruang kuliah a. Tunggu kira-kira 3 menit. b. b. Prosedur penggunaan AC. 4. harus berkoordinasi dengan pegawai dan dengan seijin ketua program studi. c. Pedoman 16 . Penggunaan ruang kuliah untuk kegiatan lain diluar proses belajar mengajar. Pasang Kabel VGA LCD pada laptop atau komputer yang akan digunakan. dan pelanggaran terhadap Peraturan Komputer dapat menyebabkan bukan hak. bukan hak. 2. Mematikan: Lepaskan kabel VGA dari komputer atau laptop. d. b. Tekan tombol power dua kali pada LCD untuk mematikan LCD. Penggunaan Laboratorium Komputer Program studi Fisika menyediakan fasilitas laboratorium komputer untuk mendukung proses belajar mengajar dan penelitian. c. a. setiap hari sesuai jam perkuliahan. Tunggu hingga lampu indicator LCD tidak berkedip-kedip lagi atau mati. a. sampai ada tampilan pada layar.

Prosedur 1. Lakukan login dengan menggunakan username dan password masing-masing civitas akademika. c. 17 . 5. mempersiapkan SOP dan Intruksi Kerja Laboratorium 2. b. b. Tekan tombol power pada komputer. d. Pilih system operasi yang ingin digunakan (Linux atau Windows).1. Kepala Lab. Hanya mahasiswa dengan status aktif yang dapat menggunakan Laboratorium Komputer. Laboran mempersiapkan sarana prasarana Laboratorium Komputer bagi civitas akademika setiap hari sesuai jam kerja. Seluruh civitas akademika wajib menaati peraturan penggunaan laboratorium dalam menggunakan dan memelihara fasilitas Laboratorium Komputer sesuai prosedur yang ada. Hidupkan monitor. Laboran mendokumentasikan dan mengadministrasikan kegiatan di laboratorium yang bersangkutan serta memberikan bahan laporan kegiatan dan melaporkannya kepada kepala laboratorium. Laboran bertanggung jawab kepada kepala laboratorium dan kepala laboratorium bertanggung jawab kepada ketua program studi. 3. Laboran berkoordinasi dengan kepala laboratorium melakukan pengelolaan pelayanan pemanfaatan dan memelihara sarana prasarana laboratorium bagi civitas akademika untuk keperluan pengembangan kemampuan di bidang komputer dan serta program-program lain yang terkait sesuai dengan SOP dan Intruksi Kerja Laboratorium 2. 3. Mematikan: a. Prosedur penggunaan komputer: Menghidupkan: a. Lakukan proses shutdown pada sistem operasi. e. Hidupkan Stavolt yang menghubungkan listrik dari sumber listrik ke komputer (jika belum hidup). 4.

2. Pada setiap pertemuan mahasiswa wajib mengisi form daftar hadir (absensi) sedangkan Dosen Pengampu wajib menuliskan materi yang sudah diberikan dan jumlah 18 . b. d. Jumlah tatap muka perkuliahan disesuaikan jumlah pertemuan dalam kontrak mata kuliah yang telah disiapkan oleh Dosen Pengampu. d. Hidupkan AC sebelum jam kerja dimulai. 4. 4. Dosen Pengampu hadir 15 menit sebelum perkuliahan dimulai. Prosedur penggunaan AC: a. Matikan monitor. Matikan AC pada saat jam kerja berakhir. a. SAP dan draft Kontak Kuliah sebelum masa perkuliahan dimulai. 3. Pastikan suhu berada pada suhu minimum (16°). b. c. Tunggu hingga proses shutdown berhasil dilakukan. Tidak membawa makanan dan minuman ke dalam laboratorium. Pada awal masa perkuliahan Dosen Pengampu menjelaskan Silabus dan SAP mata kuliah serta menetapkan kontrak kuliah yang diatur dan disepakati bersama oleh mahasiswa dan Dosen Pengampu. Dosen Pengampu telah menyiapkan Silabus. 2. Pelayanan Pelaksanaan Perkuliahan Penjadwalan penggunaan ruang kuliah untuk perkuliahan diatur dan dikoordinasikan oleh Sekretaris PS. 3. Proses perkuliahan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pada kontrak kuliah yang telah diatur dan disepakati oleh mahasiswa dan Dosen Pengampu di awal perkuliahan. c. Pedoman 1. Lama perkuliahan untuk setiap tatap muka disesuaikan dengan jumlah SKS dari mata kuliah tersebut. Dosen Pengampu dan mahasiswa yang melakukan perkuliahan harus mengikuti pedoman dan prosedur penggunaan ruang kuliah. Stavolt akan dimatikan oleh laboran. 3.4. b. Prosedur Perkuliahan 1.

Dosen Pengampu memberikan tes/ujian yang harus diikuti oleh semua mahasiswa. Tekan tombol power sekali pada LCD untuk mengaktifkan LCD. Mematikan: Lepaskan kabel VGA dan komputer atau laptop. Tekan tombol power dua kali pada LCD untuk mematikan LCD.Prosedur penggunaan LCD: Menghidupkan: a. Dosen Pengampu memberikan dan mengembalikan seluruh tugas-tugas yang diberikan (tugas. Tunggu hingga lampu indicator LCD tidak berkedip-kedip lagi atau mati. c. Dosen Pengampu memberikan Ujian Akhir Semester (UAS) kepada mahasiswa yang berhak mengikuti UAS (kehadiran tidak kurang dari 75%) yang jadwal pelaksanaannya diatur oleh Sekretaris PS. quiz dan UTS) dengan memberikan feedback atau nilai. 9. c. 7. lampu indikator LCD akan berkedip-kedip. 6. 8. Tunggu kira-kira 3 menit. d.total mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan tersebut pada form kendali perkuliahan 5. sampai ada tampilan pada layar. Pada awal dan akhir pertemuan. Pasang Kabel VGA LCD pada laptop atau komputer yang akan digunakan e. Pada akhir masa perkuliahan. Dosen Pengampu memeriksa dan mengembalikan hasil UAS mahasiswa dengan memberikan feedback atau nilai. dan tekan saklar untuk mematikan LCD 19 . Pastikan kabel power LCD sudah tertancap dan lampu saklar sudah menyala. b. Dosen Pengampu merekap nilai mata kuliah dan menyerahkan nilai akhir ke Sekretaris PS paling lambat 2 minggu setelah pelaksanaan UAS mata kuliah yang bersangkutan.

Semua mata kuliah praktikum pada Program Studi Fisika dilaksanakan di laboratorium yang penjadwalannya diatur dan dikoordinasikan oleh koordinator asisten dan laboran serta disetujui oleh Kepala Laboratorium. SAP dan draft kontak mata kuliah praktikum sebelum masa praktikum dimulai. Untuk setiap pertemuan/tatap muka Asisten menyiapkan materi praktikum berupa modul praktikum sesuai dengan kontrak mata kuliah praktikum. 6. 2. 3. Mahasiswa melaksanakan praktikum didampingi asisten 5. Asisten memeriksa dan menilai laporan mahasiswa. Dosen Pengampu telah menyiapkan Silabus. Asisten memberikan tes/ujian yang harus diikuti oleh semua mahasiswa. Prosedur 1. 4. Lama praktikum untuk setiap tatap muka disesuaikan dengan jumlah SKS dari mata kuliah praktikum tersebut. b.4. Semua kegiatan di laboratorium sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (SOP) dan Instruksi Kerja (IK) Laboratorium 2. 20 . SAP serta menetapkan kontrak kuliah yang diatur dan disepakati bersama oleh mahasiswa dan asisten mewakili Dosen Pengampu. Mahasiswa membuat laporan dan diserahkan kepada asisten pada pertemuan berikutnya. 4. Pelayanan Laboratorium Laboratorium pada dasarnya berfungsi sebagai laboratorium untuk penunjang pendidikan (mata kuliah praktikum) dan penelitian mahasiswa dan dosen. Pada awal praktikum asisten menyampaikan Silabus. 5. Pedoman 1. Pada awal dan akhir pertemuan. 3. a. Asisten dan mahasiswa yang melakukan praktikum harus mengikuti pedoman dan prosedur penggunaan laboratorium. Jumlah tatap muka praktikum disesuaikan jumlah pertemuan dalam kontrak mata kuliah praktikum yang telah disiapkan oleh Dosen Pengampu.

Pelayanan Ruang Baca Jurusan Fisika Pelayanan Ruang Baca Jurusan Fisika ditangani oleh tenaga kependidikan bagian Ruang Baca Jurusan Fisika. Denda bagi keterlambatan sebesar Rp.7. 5. 3. 3. Koleksi Ruang Baca Jurusan Fisika yang dapat dipinjam adalah pustaka yang termasuk buku sirkulasi 2. Perawatan dan pengaturan pustaka merupakan tanggung jawab tenaga kependidikan bagiam Ruang Baca Jurusan Fisika. 9.14. b. Peminjaman buku maksimal sebanyak 2 buah 5. SOP yang diterbitkan BPMU 2. Pelayanan monitoring dan evaluasi perkuliahan dilakukan di akhir semester oleh TPPM 21 . Pedoman 1. Prosedur 1. a. a. mahasiswa Pada akhir praktikum.00 . dosen dan tenaga kependidikan secara langsung menjadi anggota Ruang Baca Jurusan Fisika. Pedoman 1. 4. 500. Asisten merekap nilai akhir praktikum dan menyerahkan nilai akhir ke Dosen Pengampu mata kuliah praktikum. Setiap mahasiswa. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN Setiap perkuliahan yang berlangsung akan dilakukan monitoring dan evaluasi pada akhir semester. Asisten memberikan tes/ujian yang harus diikuti oleh semua mahasiswa. Ruang Baca Jurusan Fisika dibuka setiap hari senin jumat dan pukul 08. Laporan yang telah dinilai diserahkan kembali kepada 8. Peminjaman dapat dilakukan selama 2 x 7 hari dengan perpanjangan 1 kali. Koleksi pustaka yang termasuk buku tandon hanya dapat dipinjam dan dibaca di ruang Ruang Baca Jurusan Fisika. 2.00.-/hari/buku F.

Menyerahkan form nilai ujian TA. TPPM menerbitkan laporan hasil monitoring dan evaluasi dan menyerahkan ke Ketua PS. 5. 22 .3. 6. mengkaji proses pembelajaran dari mahasiswa dan mengkaji proses pelaksanaan SAP dan silabus. b. mahasiswa dan Ketua PS menandatangani kontrak kuliah. Pedoman Mahasiswa yang dapat menyelesaikan administrasi untuk mengikuti yudisium dan atau wisuda jika mahasiswa tersebut telah lulus Ujian TA. Prosedur 1. 4. 8. 4. Prosedur Persyaratan administrasi pada program studi yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk dapat mengikuti yudisium dan wisuda adalah: 1. Pada awal perkuliahan dosen pengampu. Mengurus surat bebas akademik. b. Di akhir semester mahasiswa wajib mengisi kuesioner untuk mengkaji proses pembelajaran dari dosen. 7. Pelayanan Yudisium dan Wisuda a. 2. Dosen mengisi form kendali perkuliahan. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN WISUDA DAN ALUMNI 1. 3. Di akhir semester dosen wajib mengisi kuesioner untuk menilai mutu soal ujian akhir. Menyumbangkan sebuah buku text book untuk Ruang Baca Jurusan Fisika PS. Mengurus surat bebas laboratorium 3. surat bebas akademik dan surat bebas laboratorium ke fakultas. Hasil monitoring dan evaluasi perkuliahan dilaporkan ke Ketua PS. Dosen dan mahasiswa mengisi daftar hadir perkuliahan. G. form kendali dan hasil kuesioner mahasiswa dan dosen. 2. TPPM mengevaluasi daftar hadir. Ketua PS akan menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi pada rapat program studi.

Pedoman SDM berkualifikasi minimum S-2 Bidang yang sesuai dengan kebutuhan Jurusan/PS Fisika dengan mempertimbangkan pengembangan PS.2. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus oleh PS Fisika sebelum diwisuda wajib mengisi form Biodata Alumni yang telah disiapkan oleh TPPM. Prosedur Mengacu kepada Bab VI SOP oleh BAUK Univ. 3. Biodata Alumni yang telah diserahkan ke PS paling lambat satu hari sebelum diwisuda. perbandingan jumlah mhs : dosen b. TPPM PS mengirimkan kuesioner Tracer Study kepada alumni yang telah mendapatkan pekerjaan. Pengelolaan alumni PS dilakukan oleh Tim Pelaksana Penjaminan Mutu (TPPM) PS. 2. TPPM PS secara periodik memperbarui data alumni dengan cara menyampaikan surat dan kuesioner serta informasi lainnya bila perlu kepada alumni. PEDOMAN DAN PROSEDUR PELAYANAN DOSEN 1. b. TPPM PS mengirimkan kuesioner Kepuasan Pengguna Lulusan kepada pimpinan institusi/perusahaan tempat alumni bekerja. TPPM PS menyimpah file Biodata Alumni dan menghubungi alumni yang bersangkutan tiga bulan setelah tanggal kelulusan untuk mendata ulang apakah alumni sudah/belum mendapatkan pekerjaan. H. 5. Pelaksanaan Kegiatan Akademik 23 . 2009 2. 6. 4. Pedoman Alumni adalah mahasiswa yang telah dinyatakan lulus oleh PS Fisika dan telah diwisuda. Udayana. Pelayanan Pengelolaan Data Alumni a. Prosedur 1. Penerimaan Dosen a.

24 . Mengacu pada Manual Prosedur : Spesifikasi PS. 3. 5. Mengacu pada pasal 8 Peraturan Akademik Univ. Prosedur 1. 2. Mengacu pada Bab I. DP3 tahunan Dosen dalam setiap kriteria penilaiaan minimal bernilai baik dan ada peningkatan nilai untuk setiap tahunnya. Kontrak Perkuliahan. V SOP oleh BAUK Univ. Pelayanan Kenaikan Pangkat dan Jabatan Fungsional a. SAP. Dosen mengisi berkas kumulatif penilaian Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari form pendidikan dan pengajaran. Dosen tidak sedang mengikuti tugas belajar. 4. Prosedur 1. Dosen tidak sedang terkena sanksi penundaan kenaikan pangkat dan jabatan yang diterbitkan oleh Rektor.a. dan form penunjang tri dharma perguruan tinggi. Silabus. form penelitian. SOP Dosen dan Penilaian Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi 3. form pengabdian masyarakat. Dosen sudah menjalankan tugas tri dharma perguruan tinggi minimal dalam jangka waktu 1 tahun 1 bulan dapat dilayani secara administratif dalam kenaikan jabatan fungsional. b. Pedoman Seorang Dosen dapat dilayani secara administratif dalam pengurusan kenaikan pangkat dan Jabatan Fungsional apabila : 1. Pedoman Salah satu tugas pokok dosen adalah melasanakan proses belajar mengajar b. Udayana. Udayana 2. IV. 2009 2. Dosen sudah menjalankan tugas tri dharma perguruan tinggi minimal dalam jangka waktu 2 tahun dapat dilayani secara administratif dalam kenaikan pangkat.

maka pihak Universitas akan membuatkan surat pengantar kenaikan pangkat dan jabatan fungsional Dosen tersebut untuk diajukan ke rapat Senat Universitas. Setelah mendapatkan persetujuan rapat Senat Fakultas maka pihak Fakultas membuatkan surat pengantar kenaikan jabatan Dosen tersebut ke tingkat Universitas. akan dibuatkan surat pengantar Rektor untuk menaikan pangkat dan jabatan Dosen tersebut kepada Menteri Pendidikan Nasional. maka pihak Universitas langsung menyerahkan berkas kenaikan pangkat dan jabatan dosen tersebut kepada penilai pangkat Universitas dan apabila sudah selesai dan memenuhi syarat. Setelah mendapatkan persetujuan rapat Senat Universitas. 4. Untuk kenaikan pangkat sampai Penata Tingkat I. Setelah mengisi berkas kumulatif penilaian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pedoman Seorang Dosen dapat dilayani secara administratif dalam pengurusan Sertifikasi Dosen apabila : 1.3. 6. 2. untuk mendapatkan persetujuan rapat Senat Fakultas. Dosen mendiskusikannya dengan tim penilai angka kredit PS dengan menyertakan bukti-bukti kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dicantumkan dalam setiap form penilaian. Dosen sudah berpendidikan sekurang-kurangnya S2. 4. 25 . 7. Setelah mendapatkan persetujuan dari penilai angka kredit PS dosen mengajukan permohonan kenaikan pangkat dan jabatan kepada pihak PS. Sudah aktif sebagai dosen tetap sekurang-kurangnya 2 tahun. Pelayanan Sertifikasi Dosen a. dengan jabatan fungsional Lektor. 5. Untuk kenaikan pangkat Pembina keatas dengan jabatan fungsional Lektor Kepala dan Guru Besar setelah mendapakan persetujuan dari penilai angka kredit Universitas. maka pihak universitas secara langsung menerbitkan SK kenaikan jabatan fungsional dan pangkat Dosen tersebut.

menduduki jabatan fungsional sekurangkurangnya Lektor. 4. Dosen memiliki jabatan fungsional minimal Asisten Ahli. Fakultas mengirim nama sesuai dengan rangking berdasarkan kuota sertifikasi dari masing. 6. 3. Dosen yang namanya sudah diumumkan oleh TPTSERDOS melengkapi administrasi berupa portofolio kinerja dan produktifitas. 4. 2. Dosen merupakan dosen tetap Universitas.masing PS kepada panitia TPT-SERDOS. Dosen menyerahkan berkas persyaralan sertifikasi yang sudah dilegalisir kepada pihak PS. Panitia TPT-SERDOS melakukan penilaian terhadap dosen peserta sertifikasi melalui penilaian teman sejawat. Pedoman Seorang Dosen dapat dilayani secara administratif dalam bidang penelitian apabila: 1.3. Dosen tidak sedang tugas belajar Prosedur 1. 6. 3. Dosen sudah menjalankan Tri Dharrna Perguruan tinggi sekurang-kurangnya 4 semester setelah menyelesaikan program S2. Dosen tidak sedang menduduki jabatan Struktural. EWMP 4 (empat) semester terakhir. Telah memiliki proposal penelitian sesuai dengan jenis penelitian yang diajukan. . 26 5. b. Dosen tidak sedang mengikuti tugas belajar. 5. Panitia TPT-SERDOS mengumumkan nama-nama dosen yang berhak untuk diajukan dalam sertifikasi dosen. Pihak PS melakukan perangkingan terhadap penilaian kinerja dosen untuk diusulkan ke fakultas. Pelayanan Penelitian Dosen a. Daftar Riwayat Hidup. Dosen 4. penilaian oleh mahasiswa dan penilaian oleh atasan langsung terhadap kinerja dan produktifitas dosen yang bersangkutan. 5. 2.

1. Prosedur 1. Pedoman Seorang Dosen dapat dilayani secara administratif dalam bidang pengabdian masyarakat apabila : 1. 2. Dosen tidak sedang mengikuti tugas belajar. Pedoman Seorang Dosen dapat dilayani secara administratif dimonitor dan dievaluasi Dosen merupakan dosen tetap Universitas. 6. Ketua kelompok pengabdian masyarakat memiliki pendidikan sekurang-kurangnya S2. 2. Dosen tidak sedang mengikuti tugas belajar 27 . 3. Dosen mengajukan usulan penelitian kepada PS. PS melakukan pembinaan untuk penyempurnaan usulan tersebut melalui kegiatan seminar/diskusi tentang proposal yang diajukan. Telah memiliki proposal pengabdian masyarakat sesuai dengan jenis pengabdian masyarakat yang diajukan b. Dosen memiliki jabatan fungsional minimal Asisten Ahli. Pelayanan Pengabdian Masyarakat Dosen a. 4. Periode pengabdian masyarakat diumumkan oleh lembaga pengabdian Universitas Udayana. 2.b. 3. Kelompok pengabdiaan masyarakat dari dosen mendapat persetujuan dari PS dan melalui dekan untuk dilanjutkan kepada lembaga pengabdian masyarakat. 5. I. Dosen merupakan dosen tetap Universitas. Usulan penelitian yang sudah diseminarkan dan telah diperbaiki diajukan melalui dekan untuk dilanjutkan kepada lembaga penelitian. Prosedur 1. 2. PEDOMAN DAN PROSEDUR MONITORING DAN EVALUASI KINERJA DOSEN a.

Dosen dan materi serta proses/model pembelajarannya dievaluasi oleh mahasiswa dengan instrument kuisener. Monitoring dan evaluasi dilakukan TPPM 3. Monitor dan evaluasi dengan menggunakan instrumen EWMP. Dalan absensi dosen tercatat materi yang diberikan dan model pembelajaran sesuai dengan SAP. Prosedur 1. Pedoman Seorang tenaga kependidikan dapat dilayani secara administratif dimonitor dan dievaluasi 1. Absensi. 2. DP3 Pedoman Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Dosen (Lampiran) b. Monitoring dan evaluasi dilakukan TPPM 4. Monitor dan evaluasi dengan menggunakan instrumen Absensi. yaitu minimum 12 kali tatap muka untuk perkuliahan dalam satu semester. 4. Tenaga kependidikan tidak sedang mengikuti tugas belajar 3. Monitoring dan evaluasi dilakukan TPPM 5. DP3 b.3. Prosedur 28 . Evaluasi dosen juga dievaluasi dengan menghitung kecukupan tatap muka dosen sesuai aturan. J. Monitoring dan evaluasi kinerja dan rekam jejak dosen dilakukan setiap semester dengan menggunakan instrument EWMP yang mencakup pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Penunjang/tugas tambahan 2. kecukupan tatap muka. Tenaga kependidikan merupakan dosen tetap Universitas. Setiap tahun dosen dievaluasi sesuai dengan unsure-unsur di dalam DP3. Penilaian mhs. PEDOMAN DAN PROSEDUR MONITORING DAN EVALUASI KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN a.

standar akademik. Di tingkat universitas penjaminan mutu dilaksanakan oleh Badan Penjaminan Mutu Universitas (BPMU). Setiap tahun dosen dievaluasi sesuai dengan unsure-unsur di dalam DP3. PEDOMAN DAN PROSEDUR PENJAMINAN MUTU a. 3. Pengertian mutu secara umum adalah adanya kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan standar dan harapan dari stakeholders. Penjaminan Mutu Akademik Internal pada dasarnya bagian dari tanggung jawab pimpinan universitas. sekurang-kurangnya terdiri atas seorang Ketua 29 . K. fakultas. atau pemenuhan ‘janji’ yang telah diberikan. Pedoman 1. jurusan/PS dan staf dosen. Evaluasi dosen juga dievaluasi dengan menghitung kecukupan tingkat kehadiran sesuai aturan. Dengan demikian penjaminan mutu akademik internal jurusan dilakukan untuk menjamin : • Kepatuhan terhadap kebijaksanaan akademik. dan di fakultas dilakukan oleh Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPMF) dan di tingkat jurusan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Penjaminan Mutu (TPPM) jurusan. peraturan akademik serta manual mutu akademik yang ditetapkan fakultas • Kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan yang ditetapkan di setiap program studi • Kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan spesifikasi program studi • Relevansi program pendidikan dan penelitian dengan tuntutan masyarakat dan stakeholders lainnya. 3.1. Monitoring dan evaluasi kinerja dan rekam jejak tenaga kependidikan dilakukan setiap semester 2. 2. Organisasi penjaminan mutu akademik di tingkat jurusan terdiri atas Pimpinan Jurusan dan Tim Pelaksana Penjaminan Mutu (TPPM) jurusan yang dibentuk dengan SK Dekan. yaitu pencapaian tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan yang telah ditetapkan pada standar akademik dan spesifikasi program studi.

TPPM jurusan dalam melaksanakan tugasnya secara vertikal berkoordinasi dengan Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPMF) FMIPA dan Badan Penjaminan Mutu Universitas (BPMU) Unud. 3. 30 . 4. Spesifikasi Program Studi (SPS) 2. Mengacu pada Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal Program Sarjana Univ. Prosedur 1. TPPM jurusan bersama-sama Ketua Jurusan Fisika bertanggung jawab atas  Dokumen mutu jurusan: 1. b. Manual Prosedur (MP) dan Instruksi Kerja (IK)  Monitoring dan evaluasi kegiatan akademik terutama proses pembelajaran 4. terutama kegiatan akademik di jurusan/PS : terhadap proses dan hasil pembelajaran. Adanya sistem control yang berkesinambungan dari pusat sampai ke program studi akan memberi jaminan pada implementasi standar baku mutu program studi. Di tingkat jurusan/PS TPPM secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja.SAP) 3. Udayana 2. Program Pembelajaran (Silabus . Hasil evaluasi dilaporkan kepada ketua jurusan/PS untuk dilakukan tindakan perbaikan bila deperlukan. Keanggotaan TPPM dapat dibuat dalam kepanitiaan untuk setiap kegiatan (ad hock).dan seorang Sekretaris.

Karena dari tangan-tangan dosen inilah diharapkan mampu mencetak lulusan yang berkualitas. kewajiban dan tanggungjawabnya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. mampu bersaing sesuai dengan kebutuhan pasar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan Ipteks. KINERJA DOSEN 1. dan Jurusan pada khususnya berlomba-lomba mencetak sumber daya manusia berkualitas yang dituntut mampu menghasilkan lulusan yang cerdas. diharuskan adanya suatu sistem yang menyeluruh yang meliputi proses perencanaan. superpisi. dan evaluasi. Salah satu komponen utama dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada perguruan tinggi adalah keberadaan mutu dosen yang berkualitas dan professional yang bersungguh-sungguh melaksanakan peran. pelaksanaan. Dalam rangka peningkatan pelayanan dan mutu jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana. serta mampu berinovasi demi kemajuan Ipteks. Proses pengawasan dapat dilakukan dengan pemantauan/monitoring. PEDOMAN SISTEM MONITORING DAN EVALUASI.Lampiran I. 31 . Latar Belakang Setiap perguruan tinggi umumnya.1. mandiri dan mempunyai kecerdasan hard skill maupun soft skill. pengawasan terhadap kegiatan akademik di Jurusan Fisika.

Peningkatan performa dari jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana.1.1. Bidang Pengajaran Dalam pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). B. Mengetahui dan mengevaluasi kinerja dosen pada proses pembelajaran 2. A. dan (iii) motivator. metode. (ii) fasilitator. dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. II. Adapun peran dosen yang paling hakiki dalam KBK adalah sebagai (i) penuntun. konsep. Bidang Penelitian Penelitian merupakan salah satu tugas pokok sivitas akademika Universitas Udayana dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. STANDAR PERAN DOSEN Sebelum membahas berbagai hal yang berkait dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Dosen Jurusan Fisika FMIPA UNUD dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi dari kinerja dosen di jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Udayana adalah untuk: 1. maka perlu dipahami terlebih dahulu tentang Standar Peran Dosen dalam melaksanakan kewajiban dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mengetahui dan mengevaluasi kinerja dosen pada bidang penelitian 3. teori. maka perlu dipahami terlebih dahulu tentang Standar Peran Dosen dalam pelaksanaan KBK. atau informasi baru yang memperkaya dan mengembangkan ilmu pengetahuan. model. 32 .2. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL 2. Mengetahui dan mengevaluasi kinerja dosen pada bidang Pengabdian pada Masyarakat 4. Mengetahui dan mengevaluasi kegiatan penunjang yang dilaksanakan 5. Penelitian adalah kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empirik. Untuk mencapai tujuan tersebut maka setiap karya ilmiah harus dipublikasikan. teknologi dan/ atau kesenian.

Bidang Pengajaran Adapun Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan pembelajaran KBK adalah sebagai berikut. jurnal ilmiah. ketika memasuki ruang kelas. (ii) menyampaikan guideline materi perkuliahan sesuai SAP. C. 2. Memulai perkuliahan pada minggu pertama. Suatu penelitian dianggap selesai bilamana telah dipublikasikan.Publikasi ilmiah adalah kegiatan pemaparan hasil penelitian dalam forum ilmiah. Pengabdian adalah pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana dengan pelaksana adalah LPM dan Fakultas di lingkungan Universitas Udayana 2. demikian juga ketika akan meninggalkan ruang kelas.2. (iv) memotivasi 33 . Menyiapkan sumber pembelajaran dan menginformasikan sumber pembelajaran yang dimaksud (buku ajar. dengan : (i) melakukan perkenalan diri. Menyiapkan Silabus. kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan. publikasi dalam jurnal ilmiah maupun penerbitan buku. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN A. Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penunjang Pengabdian kepada masyarakat adalah pengamalan ilmu pengetahuan teknologi dan seni (Ipteks) yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara melembaga melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat. bahan ajar. dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat. Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan. Menyiapkan media pembelajaran. Penelitian dan publikasi ilmiah dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh institusi pemberi dana. Menyampaikan salam. 3. 4. peraturan penelitian dan publikasi ilmiah Universitas Udayana dan ciri spesifik disiplin keilmuan yang ada di Universitas Udayana. 1. SAP dan Kontrak Perkuliahan sebelum proses pembelajaran dimulai. (iii) menyampaikan Standar Kompetensi (SK) atau tujuan pembelajaran dari mata kuliah. dan berbagai referensi lainnya) kepada mahasiswa. 5.

Mengabsen mahasiswa. 17. sesuai strategi pembelajaran yang akan diterapkan. 16. dan UAS) dengan memberikan feedback atau nilai. 9. Dalam memberikan kuliah. dan (iv) membimbing mahasiswa untuk melakukan doa. 10. PR. atau memberikan tugas-tugas tertentu kepada mahasiswa. Memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa dan mengembalikan seluruh tugas-tugas yang diberikan (termasuk quiz. 6. 12. 2. agar tetap ada aktivitas pembelajaran pada hari tsb. yang berlandaskan Student Centered Learning (SCL) 8. dll. Memberikan kuliah (tatap muka) sebanyak 14 kali dalam satu semester. 11. Melakukan penilaian terhadap soft skills mahasiswa. Menghubungi anggota team teaching. Setiap dosen diwajibkan membuat proposal penelitian minimal 1 (satu) proposal per periode penelitian. Mencari solusi bila muncul permasalahan dalam proses pembelajaran. (iii) membimbing mahasiswa untuk mengetahui berbagai prinsip budi-pekerti.kemandirian belajar mahasiswa. etika/moral sebagai insan akademik. Bidang Penelitian Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan Penelitian adalah sebagai berikut: 1. Memfasilitasi pembentukan Small Group Discusion (SGD). 13.UTS. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan tanyajawab / diskusi. bila berhalangan hadir. 34 . Problem Based Learning (PBL). tetapi belum termasuk untuk pelaksanaan UTS dan UAS. Setiap dosen diharapkan untuk melaksanakan penelitian dan publikasi ilmiah sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Akademik Universitas yang diterbitkan PBMU. Menyampaikan closing statement. Menyampaikan kesimpulan/summary materi perkuliahan menjelang akhir jam kuliah. B. pada proses/pelaksanaan pembelajaran (materi pembelajaran soft skills dapat merujuk pada Buku Manual Akademik Indikator 15. agar sebelumnya menyebutkan materi pembelajaran yang harus diselesaikan hari itu (sesuai SAP). Membimbing praktikum atau praktek lapangan. sebelum akhir proses pembelajaran. 14. 7.

Setiap penelitian yang dilakukan diharapkan melibatkan mahasiswa. evaluasi dilakukan oleh tim monev BPMU jurusan Fisika. b. berupa kuesioner pelaksanaan penelitian. 4. Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penunjang Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dan Penunjang adalah sebagai berikut: 1. C. METODE PELAKSANAAN MONITORING DAN EVALUASI PEMBELAJARAN 3.1. 3. III. 5. Setiap peneliti yang telah disetujui untuk di danai diwajibkan menyetor kontrak Penelitian dan laporan Akhir penelitian. berupa kuesioner pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa yang dilakukan 2 (dua) kali setiap semester yaitu pada pertengahan dan akhir semester. Setiap Pengabdian Pada Masyarakat wajib di publikasikan. 35 . 2. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan di Jurusa Fisika FMIPA Universitas Udayana dilakukan secara sistematis dengan tahapan sebagai berikut: a. melaksanakan evaluasi terhadap keseluruhan kuesoner yang telah diisi. pengabdian masyarakat dan penunjang yang diisi oleh dosen jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana yang dilengkapi dengan mengumpulkan berkas berupa piagam atau kontrak penelitian yang dilakukan setiap akhir semester. c. mengembangkan instrument monitoring dan evauasi. Setiap dosen diwajibkan membuat proposal Pengabdian Pada Masyarakat minimal 1 (satu) proposal per periode penelitian. Setiap dosen diharapkan untuk melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat dan publikasi ilmiah sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Akademik Universitas yang diterbitkan PBMU. 4. Setiap Penelitian wajib di publikasikan. Setiap Pengabdian Pada Masyarakat yang dilakukan diharapkan melibatkan mahasiswa.3. 5. mengembangkan instrument monitoring dan evaluasi. Setiap peneliti yang telah disetujui diwajibkan menyetor kontrak Penelitian dan laporan Akhir penelitian.

3.  Check List 3. • Sebutkan aktivitas saudara dalam mendukung kemajuan managemen jurusan Fisika 3. • Apakah kedudukan saudara saat melaksanakan penelitian tersebut • Apakah saudara telah mengumpulkan kontrak • Apakah dalam melaksanakan penelitian saudara telah melibatkan mahasiswa • Sebutkan judul karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan dan tahun publikasinya • Sebutkan aktivitas saudara dalam peningkatan pengabdian pada masyarakat • Sebutkan aktivitas saudara yang berhubungan dengan peningkatan mutu dan kualitas saudara sebagai dosen yang profesional. Kuesioner yang Ditujukan dan Diisi oleh Dosen Jurusan Fisika Kuesioner ini bertujuan untuk memperoleh data secara langsung dari masing-masing dosen Jurusan Fisika dalam melaksanakan kewajibannya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. • Apakah Saudara mengusulkan proposal penelitian tahun ini • Berapakah jumlah penelitian yang telah saudara lakukan pada tahun ini. pelaksanaan Penelitian dan publikasi karya ilmiah. Kuesioner yang Ditujukan dan Diisi oleh Mahasiswa Kuesioner ini lebih menitik beratkan kepada menggali informasi langsung tentang pelaksanaan proses pembelajaran KBK yang telah 36 . 3.2. Kreteria Capaian Kuesioner yang dikembangkan dan dijadikan instrument dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi di Jursan Fisika ini terdiri dari:  Kuesioner yang ditujukan dan diisi oleh setiap dosen di Jurusan Fisika  Kuesioner yang ditujukan dan diisi oleh mahasiswa. baik itu dalam aktivitas proses pembelajaran.d. aktivitas pengabdian masyarakat dan aktivitas lainnya yang bertujuan mengembangkan keilmuan sebagai dosen. menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi pada rapat jurusan Fisika untuk meningkatkan kinerja setiap dosen Jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana.4.

KUESIONEREVALUASI PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI (DIISI OLEH DOSEN) • Apakah saudara telah melakukan pembelajaran berdasarkan KBK • Apakah saudara telah membuat SI.dilakukan oleh dosen. IV. 3. SAP. oleh karenanya Uraian dari Kuesioner dan Check List tidaklah bersifat baku. Berikut ini adalah contoh dari Kuesioner dan Check List Kinerja Dosen. KUESIONER DAN CHECK LIST Kuesioner dan Check List Kinerja Dosen yang dikembangkan di Jurusan Fisika bertujuan untuk memperoleh informasi dan meyakinkan keberadaan dokumen-dokumen untuk dapat mengevaluasi kinerja dosen. Contoh Kuesioner 1. Check List Kegiatan ini dilakukan untuk verifikasi hasil pendataan melalui ke dua kuesioner tersebut maka dikembangkan pula check list pertanyaan untuk memeriksa kebenaran informasi dari kuesioner serta menggali informasi tambahan yang diperlukan. Kontrak kuliah • Metode pembelajaran apa yang saudara gunakan • Apakah saudara telah menggunakan media pembelajaran • Apakah saudara telah membuat Bahan Ajar/ Buku Ajar • Berapakah jumlah penelitian yang telah saudara telah lakukan dalam kurun 2 tahun terakhir • Apakah kedudukan saudara saat melaksanakan penelitian tersebut • Sebutkan sumber Pembiayaan • Apakah saudara melibatkan mahasiswa dalam melakukan penelitian • Sebutkan judul karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan • Sebutkan aktivitas saudara dalam peningkatan pengabdian pada masyarakat 37 . Dengan adanya Kuesioner ini akan dapat diperoleh gambaran secara umum kesiapan.5. penyampaian seorang dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran. GBPP. A.

• • Sebutkan aktivitas saudara yang berhubungan dengan peningkatan mutu dan kualitas saudara sebagai dosen yang professional. Sebutkan aktivitas saudara dalam mendukung kemajuan managemen jurusan Fisika 38 .

KUESIONER EVALUASI PERKULIAHAN OLEH MAHASISWA Mata Kuliah : Semester : Dosen Pengampu : Jurusan/Program Studi : Beri tanda silang (X) pada pilihan yang sesuai. 3=moderat.2. 2=tidak setuju. buku kerja dan / atau handouts membantu saya memahami kuliah Saya mendapatkan banyak pengetahuan dari cara pembelajaran mata kuliah ini 1 2 Skor 3 4 5 39 . 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Pembelajaran Pada awal perkuliahan dosen menyampaikan tentang kemampuan yang didapatkan mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini Pada awal perkuliahan dosen menjelaskan dengan baik tentang pokok-pokok perkuliahan dan metode pembelajaran Pada awal perkuliahan dosen menjelaskan dengan baik tentang sistem penilaian terhadap mahasiswa Buku ajar. 5= sangat setuju No. 4=setuju. A 1. 1= sangat tidak setuju. buku kerja dan / atau handouts disediakan dengan baik Daftar pustaka yang diperlukan untuk proses pembelajaran mata kuliah yang diberikan disampaikan sangat jelas oleh dosen Dosen menyiapkan materi perkuliahan dengan baik Dosen memberikan inspirasi dan memotivasi Dosen menjelaskan dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran dengan baik Buku ajar.

11 12 13 14 B 15 16 17 18 C 19 20 D 21 22 E 23 24 Menurut saya bekerja dalam kelompok adalah cara efektif untuk belajar Melalui mata kuliah ini saya mendapatkan pemahaman lapangan yang baik Dosen selalu memberi tugas setiap akhir pokok bahasan Hasil koreksi tugas-tugas segera dikembalikan oleh dosen Keterampilan (skills) Saya telah belajar berfikir kritis sebagai akibat dari aktivitas matakuliah ini Saya telah belajar untuk mempresentasikan ide-ide dengan cara yang jelas sebagai akibat dari aktivitas matakuliah ini Saya telah mengembangkan keterampilan komunikasi sebagai akibat dari aktivitas matakuliah ini Saya telah mengembangkan kemampuan saya bekerja dalam kelompok atau tim sebagai akibat dari pekerjaan yang saya lakukan dalam kuliah ini Penilaian dan beban kerja Cara penilaian dalam kuliah ini jelas Penilaian dari kuliah ini memperhitungkan pekerjaan individu dan perjaan kelompok Bimbingan dan konseling Saya mendapatkan cukup bimbingan belajar dari dosen mata kuliah ini Terdapat bimbingan akademik yang baik terhadap pilihan mata kuliah mana yang sesuai dengan kebutuhan dan minat saya Sumber pembelajaran Saya dengan mudah mendapatkan bahan bacaan untuk menyelesaikan perkuliahan ini Penggunaan LCD proyektor dalam pembelajaran memudahkan saya untuk memahami apa yang sedang diajarkan 1 2 3 4 5 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 1 2 3 4 5 40 .

journal dan bahan bacaan lainnya untuk penyelesaian mata kuliah ini Standard dan target Saya memahami dengan baik ketentuan yang diinginkan dari kami dalam proses pembelajaran matakuliah ini Saya melihat dengan jelas bagaimana bagian-bagian dari kuliah ini dirangkai bersama dengan baik untuk mencapai target yang diinginkan Saya paham bagaimana aktivitas perkuliahan kami dinilai Dampak Umum dan Mutu Secara keseluruhan saya puas dengan mutu pembelajaran dari mata kuliah ini Kuliah ini telah memberikan dampak terhadap bagaimana saya mengambil keputusan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 B. Check list Evaluasi No A.25 F 26 27 28 G 29 30 Perpustakaan Universitas/Fakultas/Jurusan cukup mempunyai buku-buku. 1 2 3 4 5 B 1 2 3 Deskripsi Audit Proses Pembelajaran Adanya Kontrak Kuliah Adanya GBPP mata Kuliah/silabus Adanya SAP mata kuliah Adanya buku ajar atau handout Pemanfaatan Teknologi dalam pembelajaran Penelitian Adanya proposal penelitian yang di ajukan tahun ini Adanya kontrak Penelitian Adanya Publikasi Ilmiah 41 Ada/Ya Hasil Tidak Ada /Tidak .

Penunjang Sebagai Pembicara Sebagai Peserta Masuk sebagai Kepanitian Kegiatan TABEL CHECK LIST DOSEN JURUSAN FISIKA No NAMA DOSEN NIP PANGKAT/ GOL BIDANG A HASIL AUDIT BIDANG B BIDANG C BIDANG D 42 .C 1 2 3 4 D 1 2 3 Pengabdian pada Masyarakat Adanya proposal Pengabdian pada Masyarakat yang di ajukan tahun ini Adanya kontrak Pengabdian pada Masyarakat Adanya Publikasi Ilmiah Adanya Pengabdian Pada Masyarakat….

i .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful