OTOT Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi

sel atau serabutnya. Sel otot memiliki struktur filamen dalam sitoplasma, bentuk selnya memanjang agar dapat melangsungkan perubahan sel menjadi pendek. Ada 3 macam otot yang digolongkan berdasarkan struktur dan fungsinya: 1. Otot polos 2. Otot seran lintang 3. Otot jantung 1. Otot Polos Jenis otot ini disebut juga sebagai otot tidak lurik atau otot involunteer. Otot polos terutama terdapat di bagian viseral, membentuk bagian kontraktil pada dinding saluran cerna sejak pertengahan esofagus sampai ke anus, termasuk saluran keluar kelenjar yang berhubungan dengan sistem ini. Otot ini terdapat pada system pernapasan, system reproduksi, arteri, vena, pembuluh limfe yang besar, dermis, iris, dan korpus siliaris pada mata. Pada tempat-tempat ini otot polos berfungsi mengatur dan mempertahankan garis tengah lumen dari visera berongga. Sel-sel otot polos dapat tersusun tersebar atau membentuk berkas memanjang atau sebagai lembaran. Sel otot polos berbentuk gelendong, meruncing di kedua ujungnya, dan mempunyai bagian tengah yang lebih lebar, tempat letak intinya. Ukuran tergantung tempatnya, sekitar 15-20 μm pada pembuluh darah kecil sampai 0,2 mm dengan tebal 6μm. Pada dinding rahim yang sedang mengandung sel-sel otot membesar dan memanjang sampai 0,5 mm. Sitoplasma untuk sel otot disebut sarkoplasma mengandung sepasang sentriol. Dalam sitoplasma terdapat butir-butir glikogen yang penting sebagai sumber energi. Seperti sel–sel lainnya, sel otot diselubungi oleh membran plasma yang dinamakan sarkolema. Untuk nutrisi jaringan otot diperlukan pembuluh darah yang bercabangcabang masuk di antara berkas-berkas otot. Persarafan Agar dapat berkontraksi maka jaringan otot membutuhkan rangsangan dari ujungujung saraf. Oleh Bozler dibedakan 2 tipe: 1. Tipe multi unit Apabila tiap otot polos mendapatkan rangsangan dari ujung-ujung saraf yang berasal dari sebatang serabut saraf sehingga setiap sel otot mendapat impuls dalam waktu bersamaan, akibatnya kontraksi dapat berlangsung bersamaan. Misalnya terdapat pada iris, arteri besar, dan duktus deferens. 2. Tipe viseral Dalam seberkas otot tidak semuanya mendapatkan ujung saraf tetapi rangsangan akan diteruskan ke otot-otot yang berdekatan melalui hubungan yang mirip gap junction. Struktur Halus Sel Otot Sarkoplasma di dekat inti mengandung sejumlah mitokondria halus, mikrotubuli, granular endoplasmic reticulum dan kelompok-kelompok ribosom bebas. Kompleks golgi menempati didekat salah satu ujung inti. Dalam sarkoplasma terdapat berkasberkas filamen yang membentuk miofibril. Ada 2 jenis miofilamen, yaitu: 1. Miofilamen halus

E. dan banyak pembuluh darah diantara serabut-serabutnya. Sel otot polos dapat bertambah ukurannya akibat rangsangan fisiologis (misalnya dalam rahim selama kehamilan) dan akibat rangsangan patologis (misalnya dalam arteriol pada hipertensi). Sebagian besar dari sel otot rangka yang berbentuk serabut membentuk berkasberkas yang digabungkan oleh jaringan pengikat. Berkas-berkas tingkat kedua tersebut digabungkan lagi menjadi berkas yang lebih besar oleh jaringan pengikat dinamakan epimisium. Apabila dilihat berkas-berkas gabungan miofilamen halus dan miofilamen kasar maka mereka tidak membentuk pola yang teratur namun tersebar di seluruh sel. Asal. Dalam hubungannya dengan beberapa kelenjar dan saluran keluarnya seperti kelenjarkelenjar liur. Otot ini ditemukan di lidah. dinding pangkal esophagus. Lokasi yang khas ini membantu dalam membedakan otot rangka dari otot jantung dan otot polos yang keduanya memiliki inti di tengah. 2. mioglobin. lebih kompleksnya struktur sarcoplasmic reticulum pada daerah lempeng Z.E. silindris. kadang-kadang tampak adanya perbedaan warna pada serabut-serabutnya. Apabila otot seran lintang diperiksa tanpa alat pembesar. Macam-macam serat otot seran lintang: . • serabut otot peralihan Serabut otot merah yang lebih kecil ternyata lebih banyak mengandung mitokhondria. Gautier membedakan 3 jenis serabut otot dengan pewarnaan khusus : • serabut otot merah. Miofilamen kasar Kedua jenis miofilamen ini berjalan sejajar sumbu sel otot polos. dan kelenjar lakrimal ada sel dengan banyak ciri khas otot polos yang berkembang dari ektoderm dan disebut sel mioepitel. pertumbuhan. berkas sel yang sangat panjang sampai 30 cm. serabut otot merah ternyata memiliki lempeng Z lebih tebal. Pada keadaan dewasa dianggap bahwa sel otot polos berasal dari jaringan pengikat yang belum mengalami diferensiasi lanjut.2. mitokondria berukuran lebih besar dan terletak berderet-deret diantara miofibril kalau dibandingkan serabut otot putih. Jaringan pengikat tipis yang melapisi setiap serabut otot melanjutkan diri sebagai pembungkus berkas yang terdiri atas beberapa serabut otot mengandung pembuluh darah kecil. Berkas otot tersebut digabungkan lagi menjadi berkas yang lebih besar oleh jaringan pengikat yang lebih tebal dinamakan perimisium. Dengan pembesaran tampak bahwa serabut-serabut otot yang berwarna merah berkelompok diantara serabut otot yang berwarna putih (pucat) yang berukuran lebih besar. dan sebagian otot wajah. Diantara berkasberkas miofilamen terlihat mitokondria. Inti lonjong umumnya terletak pada tepi sel di bawah membran sel. Otot Seran Lintang Otot seran lintang atau otot rangka terdiri atas serat-serat otot. Serabut otot peralihan memiliki sifat-sifat diantara serabut otot merah dan serabut otot putih. diafragma. dan regenerasi Sebagian besar otot polos dibentuk melalui perkembangan sel-sel mesenkim. Selubung jaringan pengikat tersebut dinamakan endomisium. Sarkolema menunjukkan lekukan ke dalam yang dinamakan kaveola pada pengamatan dengan M.. Pada tingkat pengamatan dengan M. dan berinti banyak dengan garis tengah 10100μm. kelenjar keringat. • serabut otot putih.

dengan banyak sarkosom besar yang penuh krista. 2. seluruhnya sejajar memenuhi serabut. merupakan bagian terbesar dari otot ”putih” dan seratnya lebih besar. terdapat pada otot merah. Di bawah sarkolema sepanjang serabut otot tampak inti yang berbentuk sebagai kumparan. Sarkosom-sarkosom itu terkumpul di bawah sarkolema dan berderet-deret memanjang diantara miofibril. b. sehingga apabila serabut tersebut terpotong membujur sebagian besar inti tampak tersebar di tepi dibawah sarkolema. Mithokondria berukuran besar dengan banyak sekat-sekat di dalamnya. Serat menengah. namun kesemuanya disesuaikan dengan fungsi serabut otot yang mampu berkontraksi. Filamen tersebut seperti halnya dalam otot polos terdiri atas 2 jenis yang berbeda dalam ketebalan dan ukuran panjangnya yaitu: 1. dan penyebaran berbagai jenis serat didalam suatu otot agaknya dipengaruhi oleh sistem saraf. Sangat khas adalah gambaran pada potongan membujur terhadap sumbu panjang serabutnya oleh karena segera tampak gambaran garis-garis melintang yang dipisahkan oleh garis-garis pucat di sepanjang serabut. Miofilamen tebal : Ketebalan 100Ǻ dan panjang 1. dalam sitoplasmanya mengandung berbagai macam organela. Serat putih. Sarkosom-sarkosom yang lebih kecil terdapat berpasangan sekitar garis Z. Anyaman halus serabut-serabut retikuler Serabut otot seran lintang sebagaimana dengan sel lain. Lapisan pembungkus ekstraseluler yang bahannya seperti lamina basalis c. dan salah satunya berkontraksi lumayan cepat. Gambaran ini disebabkan oleh adanya miofibril-miofibril dalam sarkoplasma yang bersifat membias kembar silih berganti dengan yang biasa. ”Myoneural junction” (taut mioneural) bersifat lebih kompleks pada serat putih. terletak memanjang berderet-deret sepanjang serabut dibawah sarkolema dan diantara miofibril. Biasanya membentuk kelompok-kelompok yang pada potongan melintang tampak sebagai kelompok titik-titik yang dinamakan sebagai Area Cohneim. Miofibril merupakan seberkas komponen berbentuk filamen yang lebih halus dan panjang dari filamen itu sendiri tidak sepanjang miofibrilnya. Penyebaran miofibril dalam sarkoplasma akan jelas pada potongan melintangnya. serupa serat merah..E. ternyata apa yang dimaksudkan dengan sarkolema oleh para pengamat dengan mikroskop cahaya sebenarnya terdiri atas: a. walaupun sebenarnya ada 2 jenis serat merah. dan garis Z disini hanya setengah lebarnya garis Z pada serat merah. Ketebalan miofibril bervariasi namun tidak akan melebihi ukuran 2-3 μm. Serat menengah yang secara morfologi mirip serat merah.5μm 2. Kompleks Golgi terdapat lebih dari satu menempati di dekat setiap inti. Serat merah berkontraksi lebih lambat jika dibandingkan dengan serat putih dan lebih tahan berkontraksi lama.1. Plasmalemma yang strukturnya sebagai unit membrane. Struktur mikroskopis Sel otot seran lintang merupakan sel panjang yang berinti banyak dengan ketebalan yang sama di seluruh panjangnya yang berukuran sekitar 10-100 μm. 3. Serat merah. tetapi sarkosomnya lebih kecil dan garis Z-nya lebih tipis. serat ini berdiameter relatif kecil. lebih mirip serat putih dalam hal kecepatan kontraksinya. Struktur halus otot seran lintang Pada pengamatan secara seksama dengan M. Mikrofilamen halus : Ketebalan 50Ǻ dan panjang 2μm .

Sedangkan miofilamen tebal yang berada sebagian diantara miofilamen halus. Sediaan otot dengan pewarnaan H.Garis melintang tidak lain berbentuk cakram atau lempeng. perluasannya dalam satu sarkomer mulai dari batas lempeng I disatu pihak sampai batas lempeng I di pihak lain Hubungan antara miofilamen halus dengan miofilamen tebal dapat lebih dipahami pada potongan melintang melalui lempeng A dekat perbatasan dengan lempeng I. maka berakibat pada lempeng Z saling mendekat sehingga pada waktu berkontraksi. Komponen lain yaitu mioglobin yang merupakan pigmen seperti hemoglobin dalam eritrosit yang digunakan untuk mengikat oksigen. Oleh karena itu istilah garis sering diganti dengan lempeng atau cakram. Kadang-kadang pada lempeng I didekat perbatasan dengan lempeng A terlihat sebuah lempeng N dilihat sepanjang serabut otot yang dihubungkan dengan kemampuan kontraksinya. Bahan ini dipergunakan sebagai persediaan energi. maka selama kontraksi lempeng Z relatif tidak mengalami perubahan. Pada potongan tersebut terlihat bahwa sepotong miofilamen tebal dikelilingi secara teratur oleh 6 batang miofilmen halus dan sebaliknya setiap batang miofilamen halus sendiri dikelilingi oleh 3 batang miofilamen tebal lainnya. Organela lain dalam sitoplasma yang terlibat dalam proses kontraksi yaitu sarcoplasmic reticulum yang tidak lain adalah smooth reticulum pada sel-sel biasa. Lempeng A Lempeng A dapat membias kembar sinar polarisasi.diantara kedua miofilamen tersebut dihubungkan oleh molekul-molekul berbentuk batang pendek yang merupakan bagian dari miofilamen tebal sebagai kait-kait yang dinamakan cross bridge. Sarcoplasmic reticulum merupakan anyaman rongga pipih yang dibatasi membran yang mengelilingi miofibril. Ditengah-tengah lempeng A terdapat sebuah lempeng yang lebih sempit yang jernih. Dibedakan 2 macam lempeng yaitu: 1. Mekanisme kontraksi Oleh Huxley dijelaskan bahwa pada waktu proses kontraksi miofilamen halus di kedua pihak dalam sebuah sarkomer menyusup mendekati ujung-ujung miofilamen halus di pihak lain diantara miofilamen tebal disekelilingnya. Dari hipotesis . sarkomer diseluruh serabut memendek. oleh karena garis-garis melintang yang terlihat pada potongan memanjang serabut otot menempati seluruh ketebalan serabut. Jika seluruh sarkomer memendek. sejumlah miofilamen halus yang panjangnya 2 μm berpangkal pada lempeng Z dan meluas kesetengah lempeng I dan sebagian dari lempeng A sampai batas lempeng H. Dengan demikian lempeng H dibatasi oleh ujung-ujung miofilamen halus dari kedua belah pihak. Komponen lain dalam sarkoplasma Dalam sarkoplasma ditemukan glikogen dalam jumlah yang banyak dalam bentuk butir-butir kasar.E memperlihatkan warna merah. Oleh karena miofilamen halus bertumpu pada lempeng Z. maka seluruh serabut memendek pula. yaitu lempeng H dan lempeng ini terbagi lagi oleh lempeng yang gelap. Didalam sebuah miofibril. yaitu lempeng M. Lempeng I Lempeng I sendiri hanya terbagi oleh sebuah lempeng yang lebih tipis dan berwarna gelap ditengah sebagai lempeng Z. Oleh karena itu miofibril dibagi-bagi menjadi satuan kontraksi yang disebut sarkomer yang dibatasi oleh lempeng Z. 2.

tetapi kerusakan berat akan diperbaiki dengan pembentukan jaringan ikat fibrosa. dengan meninggalkan parut. 3. Sel-sel kecil dengan inti tunggal ini terdapat diantara sarkolema dan endomisium dan rupa-rupanya merupakan cadangan sel-sel mioblas embrional. dan sarkoplasma yang mirip mithokondria. Histogenesis otot seran lintang Diawali pembentukan mioblas yang pada mulanya berinti satu yang terletak ditengah sel tanpa miofibril. Mereka hanya terdapat pada miokard (lapisan otot pada jantung) dan pada dinding pembuluh darah besar yang langsung berhubungan dengan jantung. Serabut otot jantung tidak merupakan sinsitium. Otot Jantung Otot jantung bersifat lurik dan involunteer. yang mengakibatkan gambaran gurat-gurat memanjang yang nyata. Demikian pula halnya bila saraf atau pembuluh darahnya terganggu alirannya. Miofibril-miofibril terpisah-pisah oleh deretan mithokondria. Regenerasi otot seran lintang Sesudah mengalami kerusakan. Otot jantung terdiri atas serabut-serabut otot yang bergaris-garis melintang seperti halnya otot kerangka. . inti akan terdesak ke tepi sehingga terletak dibawah sarkolema. Mioblas ini akan mengadakan fusi satu sama lain sehingga terbentuk sinsitium yang diikuti pembentukan miofibril. terjadi rangkaian peristiwa hubungan antara cross bridge dengan miofilamen halus diselingi dengan pelepasannya. Dengan penambahan miofibril. miofilamen halus bergeser menyusup ke dalam lempeng A sehingga tampak sebagai fenomena berikut: lempeng H dan lempeng I menyempit disertai saling mendekatnya lempeng Z sehingga sarkomer memendek. berkontraksi secara ritmis dan automatis. Serat otot jantung dibungkus suatu sarkolema tipis mirip yang terdapat pada otot rangka. Akibat rangkaian peristiwa diatas. Namun demikian kedua jenis serabut otot tersebut terdapat perbedaan: 1. melainkan merupakan rangkaian sel-sel tunggal yang berderet-deret ujung ketemu ujung dengan perantara suatu bangunan yang dinamakan : discus intercalaris.ini jelaslah bahwa kontraksi disebabkan kemampuan saling tarik antara dua macam miofilamen yang diwujudkan sebagai saling menggesernya miofilamen sedemikian rupa sehingga terdapat perlekatan yang maksimal dari masing-masing permukaan. sampai ujung-ujung miofilamen halus saling mendekat. Suatu serat otot jantung terlihat dibawah mikroskop cahaya sebagai suatu satuan linier terdiri atas sejumlah sel otot jantung yang terikat ”end to end” (ujung-ujung) pada daerahdaerah ikatan khusus yang disebut diskus interkalaris. serat-serat otot akan berdegenerasi dan diganti oleh jaringan ikat fibrosa. serat otot memiliki kapasitas terbatas untuk melakukan regenerasi. Proses yang berlangsung sebelum terjadinya kontraksi: Tonjolan miofilamen tebal mengadakan kontak dengan molekul aktin Arah miring dari tonjolan tersebut menyebabkan adanya gerakan miofilamen tebal dan miofilamen halus dalam arah yang berlawanan Gerakan miofilamen menyebabkan pergeseran antara filamen-filamen sehingga miofibril memendek Selama pergeseran. Walaupun demikian pada otot dewasa terdapat sel-sel satelit.

5 μm).mengingat struktur yang demikian diduga keras hubungan ini berfungsi untuk merambatkan impuls dari satu sel otot jantung ke sel otot jantung di dekatnya. Discus intercalaris yang biasanya terdapat pada daerah lempeng Z yang semula belum diketahui secara pasti identitasnya. Struktur pertama mirip struktur desmosom yaitu adanya gambaran pemadatan sarkoplasma didaerah itu. Selain itu mitokondria lebih panjang dan lebih banyak jumlahnya serta sekat-sekat dalam mithokondria juga lebih banyak.E. Sel otot jantung tidak berbentuk silindris biasa. Regenerasi otot jantung Otot jantung lebih tahan terhadap trauma bila dibandingkan dengan otot jenis lainnya. Otot jantung yang rusak diperbaiki dengan meninggalkan suatu jaringan parut. yang menempati bagian yang berjalan melintang terhadap serabut otot. Kontraksi otot jantung diluar pengaruh kehendak kita. tetapi hampir tidak ada tanda-tanda regenerasi setelah terjadinya suatu cedera. Perbedaan struktur tersebut khususnya dalam aspek hubungan antara 2 sel yang berdekatan. Histogenesis otot jantung . 4. Apabila diamati dengan M. Fungsi struktur ini diduga keras sebagai usaha mengikat sel otot jantung satu dengan yang lain. disana-sini terdapat struktur jenis kedua yang mirip struktur gap junction dengan celah yang memisahkan 2 sarkolema sebesar 20Ǻ. discus intercalaris dibedakan menjadi 2 bagian utama yaitu: Pars transvelaris.E yaitu: susunan sarcoplasmic reticulum dan mithokondria yang tidak teratur sehingga berkas-berkas miofilamen membentuk miofibril tidak disusun secara teratur sehingga batas-batas miofibril tidak tegas. Celah-celah diantara anyaman serabut-serabut otot jantung diisi oleh jaringan pengikat sebagai endomisium. 3. Pada daerah ini tidak ada pemadatan sitoplasma. ternyata merupakan batas sel yang berbentuk berigi-rigi antara sel-sel otot jantung yang berdekatan. sehingga lempeng-lempeng yang tampak pada miofibril tidak berbeda pula. Struktur pars lateralis dari discus intercalaris ternyata mirip dengan gap junction kecuali meliputi daerah yang luas. khususnya mengenai hubungan antara miofilamen halus dengan miofilamen tebal. Kadang-kadang mithokondria menempati satu sarkomer (2. Struktur ini meliputi daerah yang cukup luas. Diantara struktur pertama tersebut.2. Pars transvelaris yang tampak sebagai garis berkelok-kelok dibedakan dalam 2 daerah yang berlainan strukturnya. Pars lateralis yang menempati bagian yang sejajar dengan serabut otot. Perbedaan yang tampak pada pengamatan dengan M. Struktur halus otot jantung Dalam beberapa hal struktur halus otot jantung sama dengan otot kerangka.melainkan ditengah sel. melainkan bercabang-cabang sehingga memberikan kesan adanya anyaman 3 dimensional. Invaginasi tubuler dari sarkoma yang membentuk tubul T pada otot jantung berukuran lebih besar daripada otot kerangka dan terdapat pada daerah setiap lempeng Z. Inti sel otot jantung tidak terletak dibawah sarkolema. maka dinamakan fascia adhaerens. Butir-butir glikogen banyak terdapat didaerah lempeng I.

Terbentuknya sel otot jantung definitif yaitu pada saat pembuluh darah bersama jaringan pengikat menembus endotil jantung.Dapat diikuti sejak embrio sebagai perkembangan dari splanchnopleura yang terdapat diluar endotil primordium jantung. . Sejak awalnya telah terbentuk struktur desmososm antar sel-sel otot.