P. 1
Model Pembelajaran NH

Model Pembelajaran NH

|Views: 244|Likes:
Published by Ikhsan Firmawan

More info:

Published by: Ikhsan Firmawan on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2014

pdf

text

original

1. Guru membagi siswa kedalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang dan diberi nomor untuk
setiap siswa. Kelompok Kooperatif merupakan pecampuran yang ditinjau dari latar belakang
sosial, ras, suku jenis kelamin dan kemampuan belajar.
2. Guru mengajukan pertanyaan secara langsung atau melalui LKS.
3. Siswa mendiskusikan jawaban bersama-sama dan memastikan semua anggota kelompok
mengetahui jawabannya. Jika perlu, ada anggota yang berfungsi untuk mengecek jawaban dari
masing-masing anggota.
4. Guru memanggil siswa dengan menyebut nomor secara acak dan siswa dengan nomor tersebut
mengangkat tangan dan memberikan jawaban untuk disampaiakn keseluruh siswa di kelas.
5. Pada akhir sesi, guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang
berhubungan dengan materi yang disampaikan.

Demikian sedikit ulasan mengenai Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT yang dapat kami ulas, untuk detail
mengenai Pembelajaran NHT saudara dapat membeli buku tentang kooperatif, semoga tulisan saya
diatas dapat memberikan gambaran awal ketika saudara akan melakukan Penelitian Tindakan Kelas.

Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)

01:48 sriudin (Sahrudin &Sri Iriani) 2 comments

Pembelajaran NHT (Numbered Head Together) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang
menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan
memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagan dengan

melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek
pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut (Herdian, 2009).
Langkah-langkah pembelajaran NHT (Numbered Head Together)
Menurut Suyatno (2009 : 53) mengemukakan langkah-langkah pembelajaran NHT (Numbered Head
Together) yaitu :
1) Mengarahkan
2) Membuat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu
3) Memberikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi, tiap siswa dengan nomor
sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok.
4) Mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan nomor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing
sehingga terjadi diskusi kelas.
5) Mengadakan kuis individual dan membuat skor perkembangan tiap siswa.
6) Mengumumkan hasil kuis dan memberikan reward.

Foto-foto tahapan pembelajaran menggunakan model pembelajaran NHT

Guru sedang memberikan penjelasan materi pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran
sederhana

Membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara heterogen dan guru membimbing siswa dalam
kegiatan kelompok

Mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan nomor siswa yang sama

Mengadakan kuis individual

ABSTRAK

Masofi, Muhammad Prima. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan
Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada
Mata Pelajaran Kewirausahaan Kelas X Program Keahlian Penjualan SMKN 1 Turen. Skripsi, Program
Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.
Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si., (II) Rachmad Hidayat, S.Pd.

Kata kunci: nht, student facilitator and explaining, prestasi belajar.

Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting
untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu,

pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Kualitas pendidikan yang rendah adalah suatu permasalahan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia
saat ini. Berdasarkan hal tersebut, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa antara lain dapat
dilakukan dengan menerapkan model-model pembelajaran yang merujuk kepada proses pembelajaran
aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran NHT
merupakan model pembelajaran yang menekankan pola interaksi antar sesama siswa dalam hal belajar
baik menjawab pertanyaan, menyanggah, bahkan menyimpulkan materi pelajaran. Sedangkan model
pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa
untuk memberikan penjelasan atau mempresentasikan kepada peserta didik lainnya baik melalui bagan
atau peta, konsep maupun lainnya. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: (1)
Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran NHT dan Student Facilitator and Explaining, (2)
Mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran NHT dan Student Facilitator
and Explaining, (3) Mengetahui prestasi belajar siswa sebelum penerapan model pembelajaran NHT dan
Student Facilitator and Explaining, (4) Mengetahui prestasi belajar siswa setelah penerapan model
pembelajaran NHT dan Student Facilitator and Explaining.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang
digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus (Siklus I dan Siklus II).
Subyek dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas X Program Keahlian Penjualan berjumlah 36 siswa
dengan Mata Pelajaran Kewirausahaan semester II tahun pelajaran 2008/2009 di SMK Negeri 1 Turen.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (aktivitas guru dan siswa dalam
pembelajaran), wawancara, tes (pre-test dan post-test), catatan lapangan, angket, dan dokumentasi.
Teknik analisis data dilakukan dengan cara data reduction (reduksi data), data display (penyajian data),
dan conclution drawing (penarikan kesimpulan). Tahap-tahap penelitian dalam penelitian ini meliputi
proses perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa: (1) Sebelum pemberian tindakan hasil Pre-Test
Siklus I nilai rata-rata prestasi belajar siswa 78,57 sedangkan setelah pemberian tindakan hasil Post-Test
Siklus I nilai rata-rata prestasi belajar siswa 85,76, (2) Sebelum pemberian tindakan hasil Pre-Test Siklus
II nilai rata-rata prestasi belajar siswa 66,57 sedangkan setelah pemberian tindakan hasil Post-Test Siklus
II nilai rata-rata prestasi belajar siswa 85,76, (3) Hasil analisis angket respon siswa dapat diketahui
bahwa keseluruhan aspek pernyataan menunjukkan kriteria respon yang sangat baik, (4) Hasil observasi
pada Siklus I dan Siklus II menunjukkan bahwa, hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran
dengan taraf penilaian keberhasilan �A�, hasil aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan taraf

penilaian keberhasilan �A�, dan hasil aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran NHT dan

Student Facilitator and Explaining taraf penilaian keberhasilan �A�.

Dari paparan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran NHT dan
Student Facilitator and Explaining terbukti dapat diterapkan dengan baik untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa, (2) Hasil nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebelum pemberian tindakan masih terdapat

penurunan, sedangkan (3) Hasil nilai rata-rata prestasi belajar siswa setelah pemberian tindakan
terdapat peningkatan yang memuaskan, (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran
NHT dan Student Facilitator and Explaining sangat baik dan siswa mampu mengaktualisasikan diri
mereka dalam proses pelaksanaan model pembelajaran ini.

Berdasarkan hasil penelitian saran yang diberikan oleh peneliti, (1) Bagi Guru Mata Pelajaran
Kewirausahaan lainnya hendaknya memulai mencoba menerapkan model pembelajaran NHT dan model
pembelajaran Student Facilitator and Explaining dalam proses pembelajaran di kelas, karena model
pembelajaran ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa menjadi lebih baik, (2) Bagi Depdiknas,
hendaknya lebih mensosialisasikan penerapan berbagai model pembelajaran seperti NHT dan Student
Facilitator and Explaining dengan cara memberikan penyuluhan, workshop/seminar, mengingat
minimnya informasi yang diterima oleh guru/calon guru, (3) Dalam proses belajar mengajar, diharapkan
guru menerapkan model pembelajaran yang inovatif seperti NHT, Student Facilitator and Explaining,
STAD, Jigsaw, Think Pair Share, dan sejenisnya sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh, apabila hal
tersebut terjadi maka kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran akan berkurang, (4) Perlu
dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan model pembelajaran NHT dan Student Facilitator
and Explaining dalam pembelajaran mata pelajaran/mata diklat lainnya.

Stad

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->