P. 1
Sistem Bilangan Bulat

Sistem Bilangan Bulat

|Views: 451|Likes:
Published by Amarianadewi

More info:

Published by: Amarianadewi on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2013

pdf

text

original

SISTEM BILANGAN BULAT

A. Bilangan bulat Pengertian Bilangan bulat adalah bilangan yang tidak mempunyai pecahan desimal, misalnya 8, 21, 8765, -34, 0. Berlawanan dengan bilangan bulat adalah bilangan riil yang mempunyai titik desimal, seperti 8.0, 34.25, 0.02. Notasi Himpunan : B = {. . . ,-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, . . . }. Dalam bentuk garis bilangan

B. Operasi Bilangan Bulat Jika n bilangan bulat, maka n(-n) + n = 0. Bilangan (-n) disebut lawan dari (invers penjumlahan dari) n, dan 0 disebut elemen identitas terhadap penjumlahan. Definisi diatas menyatakan bahwa untuk setiap bilangan bulat n ada dengan tunggal bilangan bulat (-n) sedemikian hingga n + (-n) = (-n) + n = 0. Lawan dari (-n) adalah - (-n) sehingga (-n) + (-(-n)) + (-n) = 0. Karena (-n) + n = n + (-n) = 0 dan (-(-n)) = n. Jadi lawan dari (-n) adalah n.

Operasi Penjumlahan 1. Tertutup 2. Komutatif 3. Asosiatif 4. Identitas 5. Invers      a + b  bilangan bulat a+b=b+a (a + b) + c = a + (b + c) a+0=a a + (-a) = 0

Operasi Pengurangan Lawan (invers)  a – b = a + (-b)

Catatan : Penjumlahan 2 bilangan bulat 1. (-a) + (-b) = - (a + b) penjumlahan 2 bilangan negatif 2. (-a) + b 3. a + (-b) = b – a jika a < b = a – b jika b < a

Bukti bahwa (-a) + (-b) = - (a + b) Misalkan a dan b bilangan – bilangan cacah, maka (-a) + (-b) merupakan jumlah dua bilangan negatif. Misal (-a) + (-b) = c maka c = (-a) + (-b). c + b = ((-a) + (-b)) + b c + b = (-a) + ((-b) + b) c + b = (-a) + 0 invers (c + b) + a = (-a) + a (c + b) + a = 0 c + (b + a) = 0 c + (a + b) = 0 (c + (a + b)) + (-(a + b)) = – (a + b) c +((a + b) + (-(a + b))) = – (a + b) c + 0 = – (a + b) invers penjumlahan Jadi kesimpulannya (-a) + (-b) = – (a + b). sifat kesamaan sifat asosiatif penjumlahan penjumlahan sifat kesamaan invers penjumlahan sifat asosiatif penjumlahan sifat komutatif penjumlahan sifat kesamaan sifat asosiatif

Bukti bahwa (-a) + b = b – a . Penjumlahan dua bilangan bulat, yang satu positif dan yang lain negatif, kita jelaskan sebagai berikut : Misal a dan b dua bilangan cacah dengan a < b, berarti ada bilangan asli c sedemikian hingga a + c = b dan menurut definisi pengurangan bilangan cacah, a + c = b sama artinya dengan b – a = c (-a) + b = (-a) + (a + c) = ((-a) + a) + c =0+c =c=b-a Jadi terbukti bahwa (-a) + b = b – a. Contoh operasi penjumlahan dan pengurangan: Buktikan jika r + t = s + t dengan r, s, t adalah bilangan bulat, maka r = s. Jawab : r+t =s+t pernyataan asosiatif penjumlahan invers penjumlahan

r + t + (-t) = s + t + (-t) sifat penjumlahan pada kesamaan ( di tambah –t) r + (t + (-t)) = s + (t + (-t)) sifat asosiatif penjumlahan r+0 = s+0 r = s invers penjumlahan kesimpulan

Operasi Perkalian 1. Tertutup  a x b  bilangan bulat  (a x b) x c = a x (b x c) ax1=a

2. Komutatif  a x b = b x a 3. Asosiatif 4. Identitas

5. Distributif  a (b + c) = ab + ac a (b - c) = ab – ac 6. Invers ax0=0

Catatan :perkalian bilangan bulat (-a) x b = -ab

(-a) x (-b) = ab

Operasi Pembagian Kebalikan (invers) dari perkalian a : b = a x 1/b Perkalian bilangan bulat Kita telah mempelajari perkalian bilangan cacah, selanjutnya pengetahuan itu dengan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan bilangan bulat, kita dapat melakukan perkalian bilangan bulat yang salah satu atau kedua-duanya bilangan bulat negatif. Tetapi sebelum kita membicarakan hal itu terlebih dahulu kita buktikan suatu sifat konselasi (penghapusan) dari penjumlahan yaitu: Jika a, b dan c bilangan-bilangan bulat dan a + c = b + c maka a = b.

Bukti : a+c=b+c (a + c) + (-c) = (b + c) + (-c) a + (c + (-c)) = b + (c + (-c) a+0=b+0 a=b Berikut akan diperlihatkan bagaimana memberi makna perkalian dua bilangan bulat yang satu negatif dan lainnya positif. Misalkan a dan b adalah bilangan cacah, maka a bilangan bulat positif dan (-b) bilangan bulat negatif. Akan diperlihatkan bahwa a x (-b) = -(a x b). bukti : a x (b + (-b)) = a x 0 (a x b) + (a x (-b)) = 0 (a x (-b)) + (a x b) = 0 ((a x (-b)) + (a x b)) + (-(a x b)) = 0 + (-(a x b)) (a x (-b)) + ((a x b) + (-a(a x b))) = -(a x b) a x (-b) + 0 = -(a x b) a x (-b) = -(a x b) Mengingat sifat komutatif pada perkalian bilangan bulat, maka : (-a) x b = b x (-a) = – (b x a) = -(a x b) (sifat kesamaan) (assosiatif penjumlahan) (invers penjumlahan)

Pembagian bilangan bulat Seperti halnya pembagian bilangan cacah, pembagian bilangan bulat juga didefinisikan dengan perkalian. Telah dibuktikan bahwa (-a) x b = a x (-b) = -(a x b) dan seterusnya kita tulis dengan –(ab), maka : 1) –(ab) : a = (-b) 2) –(ab) : b = (-a) 3) -(ab) : (-a) = b 4) -(ab) : (-b) = a

Demikian pula karena (-a) x (-b) = a x b maka: 5) ab : (-a) = (-b) 6) ab : (-b) = (-a) Contoh operasi perkalian dan pembagian : Buktikan bahwa (-a)(b + (-c)) = ac – ab. Jawab : (-a)(b + (-c)) = (-a)(b) + (-a)(-c) sifat distributif perkalian penjumlahan = (-(ab)) + ac = ac + (-(ab)) =ac – ab perkalian bilangan bulat (-a) x b = -ab dan (-a) x (-c) = ac sifat komutatif perkalian penjumlahan 2 bilangan bulat (misal : a + (-b) = a – b)

Jadi terbukti bahwa (-a)(b + (-c)) = ac – ab.

BILANGAN GENAP Bilangan genap adalah bilangan yang habis dibagi oleh bilangan 2, seharusnya yang lengkap adalah {0,2,4,6,...}. Secara umum bilangan genap ditulis : 2n, dgn n adalah bil bulat {0,1,2,3, ... } BILANGAN GANJIL Bilangan ganjil adalah suatu bilangan yang jika dibagi dua maka bersisa 1 Bilangan ganjil dituliskan dengan bentuk 2k – 1 atau juga bisa dituliskan 2k + 1, dengan k sebarang bilangan bulat.  Jumlah dua bilangan ganjil adalah bilangan genap. Jumlah dua bilangan ganjil artinya penjumlahan dari (2k - 1) + (2k - 1). Yang hasilnya adalah 4k - 2 = 2(2k - 1). Misalkan. 2k - 1 = m, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2m. dimana ini merupakan rumus untuk bilangan genap. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah dua bilangan ganjil berapapun akan menghasilkan bilangan genap. 

Jumlah dua bilangan genap adalah bilangan genap. Jumlah dua bilangan genap artinya penjumlahan dari (2k) + (2k). Yang hasilnya adalah 4k = 2(2k). Misalkan. 2k = n, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2n. dimana ini merupakan rumus untuk bilangan genap. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah dua bilangan genap berapapun akan menghasilkan bilangan genap.

Bilangan ganjil ditambah bilangan genap adalah bilangan ganjil. Jumlah dua bilangan dengan yang satu adalah bilangan ganjil dan yang satunya adalah bilangan genap artinya penjumlahan dari (2k-1) + (2k) yang hasilnya adalah 4k-1 = 2 (2k) - 1. Misalkan. 2k = a, maka bentuk terakhir dapat ditulis sebagai 2a - 1. dimana ini merupakan rumus untuk bilangan ganjil.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah dua bilangan dengan yang satu adalah bilangan ganjil dan yang satunya adalah bilangan genap akan menghasilkan bilangan ganjil. 

Perkalian dua bilangan ganjil adalah bilangan ganjil Perkalian antara bilangan ganjil dengan bilangan ganjil artinya perkalian antara (2k - 1) x (2k - 1). Dimana hasilnya adalah 4k2 - 4k + 1. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2 (2k2 - 2k) + 1. Misalnya 2 (2k2 - 2k) + 1. maka bentuk 2a + 1 adalah rumus untuk bilangan ganjil. Sehingga hasil kali antara bilangan ganjil dengan bilangan ganjil adalah bilangan ganjil

Perkalian dua bilangan genap adalah bilangan genap Perkalian antara bilangan genap dengan bilangan genap artinya perkalian antara (2k) x (2k). Dimana hasilnya adalah 4k2. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2(2k2). Misalnya 2k2 = b. maka bentuk 2b adalah rumus untuk bilangan genap. Sehingga hasil kali antara bilangan genap dengan bilangan genap adalah bilangan genap

Bilangan ganjil dikali bilangan genap adalah bilangan genap. Perkalian antara bilangan ganjil dengan bilangan genap artinya perkalian antara (2k-1) x (2k). Dimana hasilnya adalah 4k2 - 2k. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2 (2k2 - k). Misalnya 2k2 – k = a. maka didapatkan bentuk 2a. dan bentuk 2a adalah rumus untuk bilangan genap. Sehingga hasil kali antara bilangan ganjil dengan bilangan genap adalah bilangan genap

Kuadrat dari bilangan ganjil adalah bilangan ganjil Kuadrat dari bilangan ganjil artinya perkalian antara (2k - 1) x (2k - 1). Dimana hasilnya adalah 4k2 - 4k + 1. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2 (2k2 - 2k) + 1. Misalnya 2k2 - 2k = a. maka bentuk 2a + 1 adalah rumus untuk bilangan ganjil. Sehingga kuadrat dari bilangan ganjil adalah bilangan ganjil

Kuadrat dari bilangan genap adalah bilangan genap Kuadrat dari bilangan genap artinya perkalian antara (2k) x (2k). Dimana hasilnya adalah 4k2. Hasil terakhir dapat ditulis sebagai 2 (2k2). Misalnya 2k2 = b. maka bentuk 2b adalah rumus untuk bilangan genap. Sehingga kuadrat dari bilangan genap adalah bilangan genap

DAFTAR PUSTAKA
http://septianari.blogdetik.com http://hariyatilistyaningrum-101.blogspot.com/ http://asimtot.wordpress.com/2010/06/09/bilangan-ganjil-dan-bilangan-genap/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->