P. 1
Laporan Praktikum Anatomi Perkembangan Tumbuhan-Penebalan Pada Dinding Sel Dan Pembelahan Sel

Laporan Praktikum Anatomi Perkembangan Tumbuhan-Penebalan Pada Dinding Sel Dan Pembelahan Sel

|Views: 1,674|Likes:

More info:

Published by: Rifki Muhammad Iqbal on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI PERKEMBANGAN TUMBUHAN “PEMBELAHAN SEL DAN PENEBALAN PADA DINDING SEL” Tanggal Praktikum Tanggal

Pengumpulan : 10 Oktober 2012 : 17 Oktober 2012

Disusun Oleh:

RIFKI MUHAMMAD IQBAL (1211702067) BIOLOGI III B

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2012

PENEBALAN PADA DINDING SEL DAN PEMBELAHAN SEL

I.

Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah : - Melihat dan mengenal adanya penebalan pada dinding sel. - Mengenal benda-benda tidak hidup didalam sel (misal, amilum, butir aleuron, dan kristal Ca-Oksalat). - Mengenal dan mengetahui proses-proses pembelahan pada sel. Teori Dasar Dinding sel merupakan bagian sel yang bersifat mati. Dinding sel menentukan bentuk sel serta struktur sel serta tekstur jaringan, berfungsi sebagai penguat dan pelindung protoplasma. Dinding sel pada tumbuhan mempunyai tebal yang bermacam-macam tergantung pada umur dan tipe sel. Berdasarkan perkembangan dan strukturnya dibedakan menjadi tiga bagian pokok yaitu lamela tengah, dinding primer, dan dinding sekunder. Semua sel mempunyai lamela tengah dan dinding primer, sedangkan adanya dinding sel sekunder hanya terdapat pada sel-sel tertentu. (Robby, 2006). Penebalan dinding sel dapat dibedakan berdasarkan arah penebalannyam yaitu penebalan sentrifugal (penebalan ke arah luar) misalnya terdapat pada dinding luar serbuk sari bunga Hibisus rosa-sinensis dan dinding spora berbagai jenis tumbuhan, sedangkan senripetal (penebalan kearah dalam) misalnya terdpat pada sel epidermis daun Ficus benjamina yang disebut litosis. (Woelaningsih, 1984). Cara terbentuknya lapisan penebalan dinding sel ada 2 cara yang dapat dikemukakan, yaitu : a. Aposisi, yaitu cara terbentuknya lapisan penebalan yang baru yang seolah-olah melekat pada dinding sel yang lama yang telah dibentuk pada lapisan penebalan pertama. Dengan cara pelekatan tersebut maka dinding sel akan tampak berlapis-lapis seperti lamela-lamela, penebalan cara ini menjadikan ruang sel menjadi lebih sempit. b. Intusussepsi, yaitu cara pembentukan lapisan penebalan yang tidak dilekatkan pada dinding atau membran lama, melainkan dengan cara disisipkan di antara penebalan-penebalan yang telah ada. Cara penebalan ini tidak memperlihatkan susunan yang berlapis-lapis seperti pada cara aposisi. (Yayan, 1992). Setiap organisme memulai kehidupan dari sebuah sel. Sel-sel baru berasal dari sel hidup lain. Sel berkembangbiak melalui pembelahan. Sel yang membelah merupakan sel induk. Sedangkan keturunannya merupakan sel anak. Sel induk memindahkan salinan informasi genetik ke sel anak yang merupakan generasi sel berikutnya. Untuk itu, materi genetik harus melakukan replikasi sebelum membelah. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah mitosis dan miosis. (Sudjadi, 2012).

II.

Mitosis hanya terjadi pada sel eukariotik dan tumbuhan termasuk makhluk hidup yang bersel eukariotik. Perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan diawali dengan mitosis. Pertumbuhan ini terjadi dengan caea pembelahan sel-sel yang berkembang menjadi banyak. Mitosis memiliki beberapa proses, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Untuk mengetahui fase-fase tersebut menggunakan akar bawang merah karena memiliki sel-sel yang berukuran relatif besar sehingga mudah untuk diamati. Menurut Crowder (1988), secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan mitosis pada akar bawang merah adalah sebagai berikut : 1. Profase Pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom dan mulai menduplikasi menjadi kromatid. Ciri-cirinya : a. Kromosom mengerut dan menebal. Pemendekan ini terjadi akibat dari berpilinnya kromosom. b. Terlihat dua ssister chromatid dan kromosom tampak rangkap dua. Kromatid-kromatid dihubungkan oleh sentromer. c. Nukleolus menjadi kabur dan hilang oleh sentomer. d. Selaput inti mulai menghilang. e. Benang gelendong mulai terbentuk. f. Kromosom mulai bergerak ke tengah atau equator dari sel. 2. Metafase Pada tahap ini kromosom atau kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom atau kromatid mudah diamati atau dipelajari. Ciri-cirinya : a. Benang-benang gelendong menjadi jelas pada permulaan metafase dan teratur seperti kumparan. b. Masing-masing kromosom terletak berbaris pada bidang equator. Sentromer melekat pada benang gelendong. Beberapa benang geledong mencapai kutub tanpa melekat pada sentromer. c. Sentromer membelah dan masing-masing kromatid menjadi kromosomtunggal. Metafase akhir. 3. Anafase Pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong manuju kutub-kutub pembelahan sel. Ciri-cirinya : a. Dua sister chromatid (sekarang kromosom) begerak ke arah kutub yang berlawanan. Sentromernya tertarik karena kontraksi dari benang gelendong. Selain itu mungkin ada gaya tolak menolak dari belahan sentromer itu. b. Terjadi penyebaran kromosom dan DNA yang seragam di dalam sel. c. Anafase adalah fase terpendek dari fase-fase mitosis. d. Pada akhir anafase sekat sel mulai terbentuk dekat bidang equator.

4. Telofase Pada tahap ini terjadi peristiwa kariokinesis (pembagian inti menjadi dua bagian) dan sitokinesis (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian). Ciri-cirinya : a. Benang-benang gelendong hilang. b. Selaput inti dan nukleolus terbentuk kembali. c. Struktur kromosom istirahat dan dianggap proses selesai. d. Sekat sel terbentuk kembali dan sel membelah dia sel anakan. Terjadi sitokinesis (pembelahan sitoplasma), semua benda-benda dalam sitoplasma membelah dan pindah ke dalam sel anak. Sel baru ini mempunyai sifat kenampakan seperti interfase.

III.

IV.

V.

Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah : - Mikroskop - Pipet tetes - Kaca objek (kaca preparat) - Kaca penutup (cover glass) - Kuas halus - Jarum preparat - Silet atau pisau kecil yang tajam Bahan Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah : - Endokarpium Cocos nucifera (kelapa) - Akar Alium cepa (bawang merah) Prosedur Kerja 1. Penebalah dinding sel pada endokarpium Cocos nucifera (kelapa). Endokarpium Kelapa Di buat preparat endokarpium kelapa, lalu amati saluaran noktah pada dinding sel dan lumen (ruang sel) dengan menggunakan mikroskop. Diamati noktah buta

Hasil Pengamatan

2. Pengamatan pembelahan sel pada akar Alium cepa (bawang merah). Akar bawang merah Dibuat preparat akar bawang merah, lalu diamati dan dicari serta digambar semua fase pembelahan mitosis pada preparat tersebut.

Hasil Pengamatan

VI. NO 1.

Data Pengamatan Gambar Literatur Penebalan dinding sel pada Cocos nucifera (kelapa) Gambar Hasil Pengamatan
Saluran Noktah

(Sumber : gambar penelitian kakak tingkat) Kulit (batok) Cocos nucifera (Kelapa) terdiri dari : a. Lubang Lumen b. Dinding Sel c. Saluran Noktah

Lubang Lumen

Dinding Sel

Pengamatan batok Cocos nucifera (Kelapa) dilakukan dengan pembesaran 40x pada mikroskop cahaya dan di dapat : a. Lubang Lumen b. Dinding Sel c. Saluran Noktah

2.

Pembelahan sel pada sel akar Alium cepa (bawang merah)

Pembelahan sel pada sel akar Alium cepa (bawang merah)

(Sumber : gambar penelitian kakak tingkat) Pembelahan yang terjadi pada akar Alium cepa (bawang merah) sesuai dengan gambar diatas terdiri dari : 1. Fase telofase 2. Fase interfase Setelah dilakakan pengamatan pada spesimen akar Alium cepa dengan pembesaran 40x ternyata bagian-bagiannya tidak terlihat terutama kromosomnya sehingga pada saat mengamati pembelahan yang terjadi tidak dapat terlihat dengan jelas. (Tak terlihat sama sekali).

VII.

Pembahasan

A. Penebalan pada dinding sel (Endocarpium) Cocos nucifera

Penebalan pada dinding sel endokarpium kelapa terjadi pada jaringan penguat yaitu jaringan sklerenkim, sel-sel pada jaringan ini mengalami penebalan sekunder dengan zat lignin. Sel sklerenkim pada endokarpium yaitu sklereid dimana sel-selnya dapat mengumpul menjadi jaringan keras diantara jaringan lain yang lunak atau menyusun seluruh bangunan yang keras. Sel sklereid dapat pula berbenruk idioblas yaitu sel yang jelas berbeda dengan sel lain yang mengelilinginya baik bentuk, ukuran, maupun tebal dinding selnya. Bentuk sel sklereid dari endokarpium kelapa adalah brakisklereid (sel batu) dimana bentuknya membulat, biasanya terdapat di floem, korteks, dan kulit batang serta daging buah beberapa jenis tumbuhan. Sel ini dikatakan sel-sel batu karena sel-sel sklereid tidak bercabang, tidak mempunyai bentuk yang ekstrim bersifat soliter atau berkumpul. Mempunyai lumen sel yang sangat sempit sehubungan dengan terbentuknya penebalan-penebalan dinding yang bersifat sentrifugal. (Yayan, 1991).

Klasifikasi dari Cocos nucifera Kingdom Divisio Classis Subclassis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliphyta : Liliopsida : Arecidae : Arecales : Arecaceae : Cocos : Cocos nucifera

B. Pemebelahan sel pada akar Alium cepa (bawang merah)

Pada praktikum yang kedua ini, yaitu pembelahan pada sel, kami tidak dapat menemukan atau melihat adanya proses pembelahan sel secara mitosis pada akar bawang yang kami amati. Mungkin hal ini diakibatkan penyayatan spesimen akar bawang yang akan kami amati tidak sesuai dengan prosedur atau mungkin karena akar bawang yang kami gunakan tidak layak (sudah mati). Pada pembelahan sel ini yaitu pada akar bawang merah seharusnya terjadi adalah pembelahan sel yang sangat aktif karena akar bawang yang diguanakan sebagai bahan penelitian ini bersifat meristematik, terutama pada ujung-ujungnya. Terbukti dari pengamatan yang sudah-sudah terdapat fase-fase mitosis yang bisa diamati dibawah mikroskap dengan pembesaran 10x40 (400x). Proses mitosis pada tanaman berlangsung selama 30 menit sampai beberapa jam. Ini merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus menerus, yang dapat digambarkan dalam bentuk diagram daur sel. (Crowder, 1998). Pada ujung akar bawang banyak sel yang mengalami aktivitas dengan rentang waktu 5 menit sebelum dan sesudah pukul 24.00 (Margono, 1973). Sehingga dalam pemotongan akar dari bawang merah harus dipotong pada sekitar jam 24.00. Klasifikasi dari Alium cepa Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angispermae : Liliales : Liliaceae : Alium : Alium cepa

VIII.

Kesimpulan

Pada praktikum ini dapat diambil kesimpulan bahwa : Penebalan pada dinding sel dapat dibagi menjadi 2 arah yaitu penebalan sentripetal (ke arah dalam) dan penebalan sentrifugal (kearah luar). Pada endocarpium Cocos nucifera terdapat penebalan kedalam (sentripetal) dimana terlihat sel batu (sklerenkim) yang berbentuk bulat dan lonjong tidak beraturan atau pada umumnya isodiametris. Tipe ini disebut tipe brankiskelreida. Pembelahan sel secara mitosis terdiri dari beberapa tahapan-tahapan yaitu tahap profase, metafase, anafase, dan telofase. Pada akar Alium cepa terjadi pembelahan secara mitosis dan tahapan-tahapannya.

-

Daftar Pustaka
Primadani, Robby. 2006. Laporan Praktikum Anatomi Tumbuhan Penebalan Pada Dinding sel. Universitas Lambung Mangkurat: Banjarmasin. Sudjadi, Bagod. 2002. Biologi Sains dalam Kehidupan. Yudhistira: Surabaya. Crowder, L. V. 1988. Genetika Tumbuhan. UGM Press. Jakarta. Woelaningsih, Sri. 1987. Anatomi Tumbuhan. UT: Jakarta. Sutrian, Yayan. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan. Rineka Cipta: Jakarta. Margono, Hadi. 1973. Pengaruh Colchicine terhapad Pertumbuhan Akar Bawang Merah. IKIP Malang: Malang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->