SISTEM PROTEKSI (20 kV Distribusi DJBB) 1.

Pengertian rele proteksi pada sistim tenaga listrik Untuk mengamankan peralatan/sitem sehingga kerugian akibat gangguan dapat dihindari/dikurangi menjadi sekecil mungkin. Fungsi rele proteksi  Merasakan dan melokalisir bagian yang terganggu secepatnya.  Mengurangi kerusakan yang lebih parah dari peralatan yang terganggu.  Mengurangi pengaruh gangguan terhadap bagian yang lain yang tidak terganggu didalam sistim tersebut.  Mencegah meluasnya gangguan untuk menjamin keandalan penjualan tenaga listrik.  Memperkecil bahaya bagi manusia. Arus nominal (IN) rele Besarnya kemampuan rele untuk dilalui arus secara terus menerus. I Pick Up pada rele Arus minimum yang menyebabkan rele bekerja. I reset / I drop Arus maksimum yang menyebabkan rele kembali tidak bekerja. Strarting pada rele adalah Suatu tanda bahwa rele pick up atau merasakan adanya besaran arus yang sama dengan atau lebih besar dari I sett. I setting rele Besarnya suatu harga penetapan arus kerja rele sesuai yang diharapkan rele harus Pick up. TMS ( Time Multiple Setting ) Besarnya kelipatan waktu tunda (t sett) T Sett ( Waktu tunda) Periode waktu yang sengaja diberikan pada rele untuk memperlambat trip ke PMT sejak rele itu Pick Up

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. Rele arus lebih sesaat / instantaneous / moment Rele arus lebih yang tidak mempunya waktu tunda atau kerja sesaat waktu dibawah 100 ms. 11. Rele arus lebih Definite Rele arus lebih yang waktu tundanya tetep tidak tergantung pada besarnya arus gangguan 12. Rele arus lebih inverse Rele arus lebih yang waktu tundanya mempunyai karakteristik tergantung pada besarnya arus gangguan. 13. Rele arus lebih (OCR) Berpungsi untuk memproteksi peralatan listrik terhadap arus lebih yang disebabkan oleh gangguan hubung singkat 2 pahasa atau 3 pahasa. 14. Rele arus lebih (GFR) Berpungsi untuk memproteksi peralatan listrik terhadap arus lebih yang disebabkan oleh gangguan hubung singkat 1 pahasa ke tanah 2 pahasa ke tanah atau 3 pahasa ke tanah. 15. Trip pada sistem proteksi Suatu tanda bahwa rele bekerja dan telah memberi perintah pada triping koil untuk bekerja melepas kontak PMT.

Halaman : 1

2 + j2.3) Urutan Nol Untuk Z0=100% jaringan = 100% x Km x Z0 = 100% x 10 x (0.18 + j0. Xs = kV2 / MVHs = 202 / 500 = 400/500 = 0.12+j0.53) Z0 = (1.18 + j0. Menghitung rektansi trafo sisi 20 kV Xt = 10 % x kV2 / MVA = 10 % x 202 / 10 = 4 Ohm 1. Menghitung impedansi penyulang urutan positip negatip dimana Z1=Z2= (0.23) / km Z0= (0. 2 phasa dan 3 phasa di ujung (100%) URAIANYA : 1.53) / km 40 Ohm 10 KM 500 MVA Hitung hubung singkat 1 phasa.12 + j0.23) / Km (urutan Positip negatip) Z0 = (0.23) Z1=Z2 = (1.53) Halaman : 2 .80 + j0. Menghitung tahanan pentanahan R0 pentanahan = 3Rn = 3 x 40 = 120 Ohm 5.53) / Km (urutan 0) Urutan Positip negatip Untuk Z1=Z2 100% jaringan = 100% x Km x Z1 = 100% x 10 x (0. Menghitung reaktansi urutan Nol untuk hubungan belitan Yyd Xt0= 3 x Xt = 3 x 4 = 12 Ohm 4.a. Menghitung reaktansi sumber 20 kV.8 Ohm 2. Diketahui : 150 kV 10 MVA Xt=10% YYd 20 kV Sumber Z1=Z2= (0.18 + j0.12 + j0.

22 + 31.76 + 201.8 + j17.25 = 34641 / V16417. Z2 eqivalen Z1eq = Z2eq = Xs + Xt + Z penyulang = j0.6. = 3 x 11547 / 124.22 = 20000 / V5.2 + j7.13 = 270. Menghitung Z1.80 + j0.52 = 34641 / V15425.1 7.12 = 11547 / V1.1 + 1.2 + j7.2 + j31.5 = 34641 / V124.22 + 7.1 + 1.2007 = 1603.8 A I Hs 1 phasa di titik 100 % I Hs 1Phasa = 3 x V Phasa / Z1 eq + Z2 eq + Z0 eq = 3 x 20 kV/V3 / 1.2 = 20000 / V2.4 + j14.2 + j2.8 + j17.1 = 11547 / V1.44 + 50.2 + j7.2 + j7.41 = 11547 / V51.3.2 + j7.1 = 11547 / 1.2 + j7.8 + j4 + 1.Phasa / Z1 eq + Z2 eq = 20 kV / 1.64 + 992.85 = 11547 / 7.5 A I Hs 2 phasa di titik 100 % I Hs 2 Phasa = V Phasa . Menghitung Z0 eq Z0eq = Xt0 + 3Rn + Z0 penyulang = j12 + 120 + 1.3.35 A Halaman : 3 . I Hs 3 phasa di titik 100 % I Hs 3 Phasa = V Phasa / Z1 eq = 20 kV / V3/1.4 = 20000 / 14.2 + j7.1 = 20000 / 2.64 = 20000 / V207.42 + 14.53 = 121.1 + 121.89 = 34641 / 128.40 = 1388.3 = 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful