P. 1
Makalah Halogen

Makalah Halogen

|Views: 790|Likes:
Published by Humaira Qanita

More info:

Published by: Humaira Qanita on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

HALOGEN

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Kimia

Ardiansyah Arika Risky Rishalatul Jannat Fachrur Rozi Maulida Fitriani Iin Afriani Risda

SMA NEGERI 1 WATAMPONE TAHUN PELAJARAN 2011/2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atasterselesaikannya makalah ini. Kami juga berterima kasih kepada temanteman kami serta orang tua kami yang senantisa mendukung kami untuk menyelesaikan makalah ini sesegera mungkin. Makalah ini kami buatsatu jilid yang berisi tentang “HALOGEN”.M a k a l a h i n i m e n j e l a s k a n t e n t a n g k e b e r a d a a n h a l o g e n d i a l a m , sifat-sifat halogen, cara pembuatan halogen dan kegunaan halogen itu s e n d i r i . D a l a m t i a p s u b b a b ya n g d i b a h a s m e r u p a k a n i n f o r m a s i ya n g sesuai dengan materi yang sedang dibahas.M a k a l a h i n i d i s a j i k a n s e c a r a s i s t e m a t i s s e h i n g g a m e m u d a h k a n siswa untuk memahaminya.Akhir kata, manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula denganmakalah ini. Jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Watampone,

16 november 2011

Penulis,

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Runusan masalah C. Tujuan D. Manfaat II. PEMBAHASAN A. Sifat fisik Halogen B. Sifat kimia halogen C. Pembuatan halogen D. Reaksi yang terjadi pada halogen E. Manfaat dan Kegunaan Halogen F. Dampak Halogen Dalam Kehidupan Sehari-hari III. PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

I.

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Sejalan dengan kemajuan industri dan teknologi, kebutuhan manusia akan sarana yang memadai makin bertambah. Salah satu sarana itu ialah bahan kimia, baik berupa unsur, senyawa atauipun campuran. Kita telah mengetahui bahwa terdapat 92 jenis unsur di alam. Kebanyakan dari unsur tersebut terdapat sebagai persenyawaan. Hanya unsur-unsur yang kurang reaktif saja yang belum ditemukan dalam keadaan bebas. Tetapi berkat kemajuan iptek, kita telah dapat membebaskan unsur-unsur dari

persenyawaan. Disamping bermanfaat, beberapa unsure atau senyawa juga dapat bersifat racun bagi kesehatan atau lingkungan. Salah satu unsure tersebut adalah halogen. Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VII A ditabel periodik. Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I),astatin (At), dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam.Unsur golongan VIIA ini merupakan unsur nonlogam paling reaktif. Unsur-unsur ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. Untuk mengetahui kelimpahan, sifat-sifat dan cara pengolahan dari berbagai unsur senyawa sehingga dapat menggunakannya secara optimal dan mengurangi dampak negatif pengunaan unsur halogen, maka akan dibahas secara lengkap dalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah Di dalam mengerjakan sesuatu, terkadang muncul suatu masalah yang ingin kita pecahkan. Demikian pula dengan penyusunan makalah ini, penulis akan mengemukakan permasalahan, yaitu:

1. Bagaimanakah pemahaman penulis tentang unsur-unsur halogen? 2. Adakah hubungan antara unsure halogen dengan unsur yang lain?

A. Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini, yaitu: 1. Menambah pengetahuan penulis tentang unsur halogen. 2. Untuk mengembangkan rasa tanggung jawab penulis akan tugas yang diberikan. 3. Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran kimia.

B. Manfaat

Adapun manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini, yaitu: 1. Dapat menambah wawasan penulis tentang unsur halogen. 2. Dapat menambah wawasan pembaca tentang unsur halogen. 3. Dapat menambah perbendaharaan literatur perpustakaan SMA Negeri 1 Watampone.

II.

PEMBAHASAN

A. Sifat-sifat fisik Beberapa data fisik halogen:
Sifat Nomor atom (z) Konfigurasi electron Titk cair (oc) Titik didh (oc) Rapatan (g/cm3) Energi pengionan pertama (kj/mol) Afinitas elektron (kj/mol) Keelektronegatifan (skala pauling) Potensial reduksi standar (volt) X2+2e 2x0.64 1.19 155 0.99 1.67 242 1.14 1.82 193 1.33 2.06 151 2.87 1.36 1.06 0.54 -328 4.0 -349 3.0 -325 2.8 -295 2.5 fluorin 9 [He]22p5 -220 -188 1,69 x 10-3 1681 klorin 17 [Ne]3s23p5 -101 -35 3.21 x 10-3 1251 bromin 35 [Ar]3d104s24p5 -7 -59 3.12 1140 Iodin 53 [Kr]4d105 s25p5 114 -184 4.93 1008

Jari-jari kovalen (A) Jari-jari ion (x-) (A) Energy ikatan X-X (kj/mol)

Pada bagian berikut akan di bahas beberapa sifat fisis dan sifat kimia penting halogen: 1. Struktur halogen Dalam bentuk unsur, halogen (X) terdapat sebagai molekul diatomik (X 2). Molekul X2 dapat mengalami disosiasi menjadi atom-atomnya. X2(g) 2X (g) Kestabilan molekul halogen (X2) berkurang dari Cl2 ke I2. Hal itu sesuai dengan pertambahan jari-jari atomnya, sehingga energi ikatan dari Cl-Cl kew I-I berkurang. Akan tetapi, sebagaimana dapat di lihat pada table, energy iktan F-F ternyata lebih kecil dari pada ikatan Cl-Cl. Hal itu terjadi karna

kecilnya jari-jari atom fluorin, sehingga tolak menolak antat inti atom maupun antar pasangan electron bebas dalam molekul F2 menjadi cukup besar. Kecilnya energi ikatan F-F tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan unsut fluorin sangat reaktif.

F2 2. Wujud Halogen

Cl2

Br2

I2

Pada suhu kamar, fluorin dan klorin berupa gas, bromine berupa zat cair yang mudah menguap, sedangkan iodine berupa zat padat yang mudah menyublim, pemanasan iodin padat pada tekanan atmosfer tidak membuat unsur itu meleleh, tetapi langsung menguap (menyublim). Hal itu terjadi karena tekanan uap iodin padat pada suhu kamar lebih besar dari 1 atm. Kecenderungan titk leleh dan titik leleh halogen tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Molekul halogen (X2) bersifat nonpolar. Dengan demikian, gaya tarik menarik antar molekul halogenmerupakan gaya dispersi (gaya london). Sebagaimana diketahui, gaya dispersi bertambah besar sesuai dengan pertambahan massa molekul (Mr). itulah sebabnya mengapa titik leleh dan titik didh halogen meningakat dari atas kebawah dalm tebel periodik unsur. 3. Warna dan bau halogen Halogen memnpunyai warna dan aroma tertentu. Fluorin berwarna kuning muda, klorin berwarna hijau muda( kloros berarti hijau), bromine berwarna merah tua, iodin padat berwarna hitam, sedangkan uap iodin berwarna ungu. Halogen berbau rangsang dan menusuk, serta bersifat racun. Kata klorin, iodin, dan bromin berasal dari bahasa yunani yang artinya berturut-turut hijau, violet(ungu), dan bau pesing (amis).

4. Kelarutan Halogen Telah disebutkan bahwa molekul halogen bersifat nonpolar. Oleh Karen itu, dapat di duga bahwa halogen lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar dari pada dalam pelarut polar. Semua halogen mudah larutdalam pelarut nonpolar seperti karbon tetraklorida (CCl4) atau 1,1,1-trikloroetana (CCl3-CH3).

Namun demikian, halogen juga larut dalam air. Kelarutan halogen dalam air berkurang dari fluorin ke iodine. Kelarutan halogen dalam air tidak sekedar melarut, tetapi di ikutu suatu reaksi. Fluorin bereaksi hebat dengan air membentuk HF dan O2. Jadi, dalam larutan tidak terdapat lagi molekul F2 melainkan HF. 2F2 (g) + H2O 4HF + O2(g)

Oleh karena reaktifitas klorin, bromine, dan iodin, terhadap air semakin lemah, maka kelarutannya juga semakin menurun. Meski iodin sukar larut dalam air, ia sudah larut dalam larutan iodide (I-) karena membentuk poliiodida (I3-). I2 (s) + I – (aq) bersifat sebagai larutan I2 biasa. Larutan halogen juga berwarna. Larutan klorin berwarna hijau mudah, larutan bromin berwarna coklat merah(makin meraj makin pekat), sedangkan larutan iodin berwarna coklat. Larutan iodin dalam pelarut tak beroksigen, seperti CCl4 atau CCl3-CH3 berwarna merah ungu. I3-(aq) Ion poliiolida (I3-) mudah terurai kembali membentuk I2, sehingga larutan itu

B.

sifat-sifat Kimia Halogen Semua unsur halogen dapat membentuk senyawa dengan penarikan satu elektron dari luar, maupun secara kovalen. Umumnya unsur-unsur halogen memiliki tingkat oksidasi -1, namun demikian halogen dapat pula memiliki tingkat oksidasi +1, +3, +5 dan +7, kecuali flourin. Semua unsur halogen merupakan oksidator yang sangat kuat. Kekuatan oksidator ini berkurang dari fluorin ke iodin. Semua unsur halogen dapat bereaksi dengan semua unsur logam dan beberapa unsur non logam. Fluorin merupakan unsur yang paling reaktif dan kereaktifannya berkurang untuk unsur-unsur halogen yang lain sesuai dengan kenaikan nomor atom. 1. Semua unsur halogen dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk asam halida (HX). 2. Kecuali fluorin, semua unsur halogen dapat membentuk asam oksi dengan rumus HXO, HXO₂, HXO₃ dan HXO4 yang disebut sebagai asam hipohalit, asam halit, asam halat, dan asam perhalat. 3. Unsur-unsur halogen dapat pula bergabung dengan sesama unsur halogen membenuk senyawa antar halogen. Senyawa-senyawa ini dapat dibedakan ke dalam empat kelompok senyawa yaitu :

1. Kelompok AX3, contoh : ClF3, BrF3, IF3 2. Ke Kelompok AX7, contoh : IF7 3. lompok AX5, contoh : BrF5, IF5 4. Kelompok AX, contoh : ClF, BrCl, ICl

X2 1. Molekulnya 2. Wujud zat (suhu kamar) 3. Warna gas/uap 4. Pelarutnya (organik) 5. Warna larutan (terhadap pelarut 4) 6. Kelarutan oksidator 7. Kereaktifan terhadap gas H2

Fluor (F2)

Klor (Cl2)

Brom (Br2) Diatom

Iodium (I2)

Gas Kuning muda

Gas Kuning hijau

Cair Coklat merah CCl4, CS2

Padat Ungu

Tak berwarna

Tak berwarna

Coklat

Ungu

(makin besar sesuai dengan arah panah)

8. Reaksi X = Cl, Br, I X = Br dan I pengusiran pada F2 + Cl2 + senyawa 2KF 2KCl halogenida X2 + X2

X=I Br2 + 2KBr + X2

Tidak dapat mengusir F, Cl, Br

9. Reaksi dengan logam (M) 10. Dengan basa kuat MOH (dingin) 11. Dengan basa kuat (panas) 12. Pembentukan asam oksi

2 M + nX2

2MXn (n = valensi logam tertinggi)

X2 + 2MOH 3X2 + 6MOH

MX + MXO + H2O (auto redoks) 5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks)

Membentuk asam oksi kecuali F

Catatan : I2 larut dalam KI membentuk garam poli iodida I2 + KI Kl3 I2 larut terhadap alkohol coklat

1. Sifat-sifat yang dipengaruhi jari-jari atom Semakin ke bawah kulit elektron semakin banyak sehingga dalam sistem periodik semakin ke bawah maka jari-jari atom tambah besar. • Dengan bertambahnya jari-jari atom berarti jarak orbital elektron terluar makin jauh letaknya dari inti atomnya. Elektron pada orbital terluar akan semakin mudah melepaskan diri. Oleh karena itu, sifat keelektronegatifan halogen senantiasa berkurang seiring dengan penambahan jari-jari atomnya. • Halogen dapat menarik elektron sesamanya atau menarik elektron satu golongan yang keelektronegatifannya lebih rendah (berada di bawahnya dalam sistem periodik). • Kenaikan titik didih dn titik lebur halogen sebanding dengan naiknya nomor atom. Hal ini berhubungan dengan banyaknya energy yang harus dipakai untuk mengatasi gaya tarik-menarik antara molekul-molekul zat, contohnya gaya van der waals yang menarik molekul-molekul berdekatan satu sama lain. Gaya ini makin tinggi untuk molekulmolekul kompleks yang memiliki banyak elektron. 2. Tingkat oksidasi asam-oksi halogen Kecuali flour (F), halogen dapat membentuk asam-asam yang mengandung oksigen atau lumrahnya asam-oksi halogen. Dalam kasus ini halogen memiliki biloks-biloks positif

dan biloks positif ini adalah hal yang tidak biasa untuk halogen yang sangat reaktif menangkap elektron. Setiap harga biloks ini memiliki nama khusus. a. Biloks (+1) namanya diawali dengan hipo, diikuti dengan nama halogen lalu diakhiri dengan it. Singkatnya nama asamnya menjadi : asam hipo(nama halogen)it. Contohnya asam hipoklorit b. Biloks (+3) hanya diakhiri dengan –it, contohnya asam bromit c. Biloks (+5) diberi akhiran –at, contohnya asam iodat d. Biloks (+7) diberi awalan per- atau super- dan diakhiri –at, contohnya asam perklorat Sebenarnya kekuatan asam-basa halogen meliputi 2 tipe. Tipe yang pertama adalah asam halogenida. Asam ini hanya terdiri dari unsur Hidrogen dengan halogen, contohnya HF, HCL, HBr, dan selanjutnya pasti sudah tahu kan… Untuk kekuatan keasamannya, nilainya sebanding dengan jari-jari Asam yang kedua adalah asam yang barusan kita bahas, yaitu asam oksihalogen. Asam ini terdiri atas unsur O,H, dan Halogen. Kekuatan asam oksihalogen sebanding dengan harga biloksnya. Bila harga biloksnya sama, maka kekuatan keasamannyaberbanding terbalik dengan jari-jari. 3. Keistimewaan Flour Untuk halogen yang satu ini kita bisa menemukan penyimpangan, ups, maksudnya keistimewaan ketimbang halogen yang lainnya. Beberapa keistimewaan itu antara lain a. HF (Hidrogen Flour) termasuk dalam asam lemah (tidak terionisasi sempurna) padahal hidrogen halida yang lain adalah asam kuat. b. Flour memiliki ukuran atom yang kecil sehingga sangat reaktif menangkap elektron atau merupakan oksidator yang kuat. Selain itu florur mempunyai energy hidrasi yang besar. Flour dalam hidrogen flourida mempunyai sifat suka menarik proton sehingga menimbulkan ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen ini hanya dimiliki Nitrogen, Oksigen, dan Flour saja. Jadi halogen lain tidak memiliki itu. Hal ini juga yang menyebabkan titik didih hidrogen flourida lebih tinggi ketimbang hidrogen halida yang lain.

C.

Pembuatan Halogen Sebagian proses pembuatan halogen dilakukan dengan metode elektrolisis namun tidak dengan cara elektrolisis saja, banyak cara digunakan dalam proses pembuatan halogen baik dalam lingkup industri maupun labolatorium, berikut beberapa proses pembuatan halogen dalam skala industri: Florin Flourin diperoleh melalui proses elektrolisis garam kalium hidrogen flourida (KHF2) dilarutkan dalam HF cair (bebas air), ditambahkan LiF 3% untuk

menurunkan suhu sampai 1000C. Elektrolisis dilakukan dalam wadah baja dengan katode baja dan anode karbon. Campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2 yang terbentuk akan mengoksidasinya. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katoda dan gas F2 di anoda. Perhatikan Gambar 1.1

Klorin Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl, reaksinya:

Bromin Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. Secara komersial, pembuatan gas Br2 sebagai berikut:

Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara.  Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki. Setelah terjadi reaksi redoks, gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah. Bromin cair berada di dasar tangki, sedangkan air di atasnya.  Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi.

Iodin Gas I2 diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida denganoksidator gas Cl2. Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili, NaNO3) melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3. Endapan I2 yang didapat, disaring dan dimurnikan.

1.

PEMBUATAN HALOGEN SKALA INDUSTRI Flourin Flourin diperoleh melalui proses elektrolisis garam kalium hydrogen flourida (KHF2) dilarutkan dalam HF cair, ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 100oC. Elektrolisis dilaksanakan dalam wajah baj dengan katode baja dan anode karbon. Campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2yang terbentukakan menoksidasinya. KHF2 → K+ + HF2HF2 → H+ + 2FKatode Anode : 2H+ + 2e- → H2 : 2F- → F2 + 2e-

Untuk mencegah kontak (reaksi) antara logam Na dan gas Cl2 yang terbentuk digunakan diafragma berupa monel ( sejenis campuran logam ).

Pembuatan klorin

Proses downs yaitu elektrolisis leburan NaCl (NaCl cair). Sebelum dicairkan, NaCl dicampurkan dahulu dengan sedikit NaF agar titik lebur turun dari 800oC menjadi 600oC. Katode : Na+ 2e- → Na Anode : 2Cl- → Cl2 + 2eUntuk mencegah kontak (reaksi) antara logam Na dan Cl2 yang tebentuk, digunakan diafragma lapisdan besi tipis.

Proses gibbs, yaitu elektrolisis larutan NaCl.

Katode : 2H2O + 2e- → 2OH- + H2 Anode : 2Cl- → Cl2 + 2e-

Proses deacon

Reaksi :4HCl + O2 → 2H2O Berlangsung pada suhu ± 430oC dan tekanan 200 atm. Hasil reaksinya teercampur ± 44% N2. Pembuatan bromin Air laut mengandung ion bromida (Br-) dengan kadar 8 x 10-4.dalam 1 liter air laut dapat diperoleh 3 kilogram bromin (Br2). Campuran udara dan gas Cl2 dialirkan melalui air laut. Cl2 akan mengoksidasi Brmenjadi Br. Udara mendesak Br2 untuk keluar dari larutan. Cl2 + 2Br- → 2Cl- + Br2 Br2 dalam air dapat mengalami hidrolisis sesusai reaksi. Br2 + H2O → 2 H+ + Br- + BrOUntuk mencegah hidrolisis, kesetimbangan akan digeser ke kiri dengan penambahan H+. Pembuatan Iodin 2NaIO3 + 5NaHSO3 → 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2

Atau : 2IO3- + 5HSO3- → 5SO42- + 3H+ + H2O +I2 Endapan I2 yang terbentuk disaring dan dimurnikan dengan cara sublimasi. 2. PEMBUATAN HALOGEN SKALA LABORATORIUM Di laboratorium, zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya untuk digunakan eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat yang sederhana. Klorin, bromin, dan iodine dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO2 dalam lingkungan asam. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO2 ditambahkan H2SO4 pekat, kemudian dipanaskan. Reaksi yang berlangsung secara umum : 2X- + MnO2 + 4H+ → X2 + Mn2+ + 2H2O 10X- + 2MnO4- + 16H+ → 5X2 + 2Mn2+ + 8H2O

Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala labooratorium dengan cara :

Proses Weldon

Dengan memanaskan campuran MnO2, H2SO4, dan NaCl Reaksi : MnO2 + 2H2SO4 + 2 NaCl → Na2SO4 + MnSO4 + H2O + Cl2

Mereaksikan CaOCl2 dan H2SO4

CaOCl2 + H2SO4 → CaSO4 + H2O + Cl2

Mereaksikan KMnO4 dan HCl

KMnO4 + HCl → 2KCl + MnCl2 + 8H2O + 5Cl2 Sifat oksidator bromin yang tidak terlalu kuat. Dalam proses industri, bromine dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan bromide. Reaksi : Cl2 + 2Br- → Br2 +2Cl-

Dalam skala laboratorium, bromin dibuat dengan cara :

Mencampurkan CaOCl2, H2SO4, dengan bromida. CaOCl2 + H2SO4 → CaSO4 + H2O + Cl2 Cl2 + 2Br- → Br2 + 2Cl-

 

Mencampurkan KMnO4 dan HBr pekat. Mencampurkan bromide, H2SO4, dan MnO2. Unsur iodin dapat dibuat dengan cara.

Dengan mereaksikan NaIO3 dan natrium bisilfit. 2NaIO3 + 5N4H2SO3 → 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2

Dalam skala laboratorium pembuatan iodin analog dengan pembuatan bromin, hanya saja bromida diganti dengan iodida. Senyawa HF dan HCl dapat dibuat juga di laboratorium dengan mereaksikan garam halide (NaF dan CaCl2) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksiberikut : 2NaF + H2SO4 → Na2SO4 + 2HF CaCl2 + H2SO4 → CaSO4 +2HCl

Senyawa HI dan HBr tidak dapat dibuat seperti itu karena Br- atau Iakan dioksidasi oleh H2SO4. 2NaBr + H2SO4 → Na2SO3 + Br2 + H2O MgI2 + H2SO4 → MgSO3 + I2 + H2O HBr dan HI biasanya dibuat dengan pereaksi H3PO4. 3NaBr +H3PO4 → Na3PO4 + 3HBr 3MgI2 + 2H3PO4 → Mg3(PO4)2 + 6HI

D.

Reaksi-reaksi yang Terjadi pada Halogen

Unsur-unsur halogen bersifat sangat reaktif sehingga dapat breaksi dengan unsur-unsur lain, seperti unsur logam, nonlogam, metaloid, bahkan unsur gas mulia.

1.

Reaksi dengan Logam Pada reaksi halogen dengan logam terbentuk halide yang berupa senyawa ion. Halogen bereaksi dengan sebagian besar logam menghasilkan halide logam dengan bilangan oksidasi tertentu. Halogen bersifat sebagai pengoksidasi (oksidator) dan unsur yang bereaksi dengan halogen bersifat pereduksi (reduktor). Halogen menelima electron dan logam menjadi ion halide yang bermuatan negatif. Contoh: 2Na + Br → 2NaBr 2Fe+ 3Cl2 → 2FeCl3 2Na + Cl2 → 2NaCl Mg + CI2 → MgCl2 Ca+ F2 → CaF2 Fluorin, klorin dan bromine bereaksi langsung, sedangkan iodine bereaksi langsung tapi lambat.

2. Reaksi dengan Hidrogen. Gas hidrogen mudah breaksi dengan semua unsur Halogen dan membentuk senyawa halida (HX). Persamaan reaksinya yaitu: H2 + X2 → 2HX (X = halogen) Contoh: H2+ Cl2 → 2HCl H2+ I2 →2HI H2 + F2 → 2HF H2 + Br2 → 2HBr Fluorin dan klorin bereaksi dengan cepat disertai ledakan, tetapi bromine dan iodine bereaksi dengan lambat. 3. Reaksi dengan Nonlogam Kemampuan bereaksi unsur-unsur halogen dengan unsur nonlogam menunjukkan pola yang sama, yaitu kereaktifannya berkurang dari fluorin sampai iodin. Halogen bereaksi dengan unsurunsur non logam seperti C, P, O, dan S membentuk senyawa non

logam halida. Contoh non logam halida adalah CCl4, PCl3, PF3, OF2, SCl2, dan S2Cl2. Fluorin bereaksi langsung dengan semua unsur nonlogam kecuali nitrogen, helium, neon, dan argon. Bahkan dengan pemanasan fluorin dapat bereaksi dengan intan dan xenon. Contoh: C+ 2F2 → CF4 Xe+ 2F2 → XeF4 Fluorin dapat juga bereaksi dengan kaca, kuarsa, dan silica. Contoh: SiO2+ 2F2→ SiF4+ O2 Klorin dan Bromin tidak dapat bereaksi langsung dengan gas mulia, karbon, nitrogen dan oksigen. Iodine tidak bias bereaksi dengan unsur-unsur tersebut, tetapi dapat bereaksi langsung dengan fosfat. contoh: P4+ 6I2 → 4PI3 P4+ 10I2 → 4PI5 4. Reaksi dengan Metaloid Unsur halogen dapat breaksi dengan silicon sesuai dengan persamaan reaksi berikut: Contoh: Si + 2X2 → SiX4 Si + 2Cl2 → SiCl4 5. Reaksi dengan Gas Mulia Unsur fluorin dapat breaksi dengan beberapaunsur gas mulia seperti xenon, dan kripton.unsur gas mulia seperti xenon, dan kripton. Contoh: Xe + F2 → XeF2 Kr + 2F2 → KrF4 6. Reaksi dengan Hidrokarbon

Pada umumnya halogen bereaksi dengan hidrokarbon. Reaksi tersebut dikenal dengan halogenisasi. Kemampuan bereaksi unsurunsur halogen tidak sama, sesuai dengan daya reduksi halogen yang berkurang dari fluorin ke iodine. Fluorin bereaksi dahsyat, sedangkan iodine tidak bereaksi. Reaksi klorin dan bromin dapat berlangsung karena pemanasan atau pengaruh sinar matahari. Reaksi yang biasa terjadi pada hidrokarbon ialah sebagai berikut.  Reaksi subsitusi (penggantian gugus H) Contoh: C2H6 + Cl2 → C2H5Cl + HCl CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl Reaksi adisi (pemecahan ikatan rangkap) Contoh H2C = CH2 + Br2 CH2 - CH2 Br Br

7. Reaksi dengan Air Fluorin akan breaksi hebat dengan air membentuk asamflorida (HF) dan membebaskan oksigen. F2 + H2O → 2HF + ½ O2 Halogen yang lainnya (selain F dan I) mengalami reaksidisproporsionasi (autoredoks). Dalam air memenuhidisproporsionasi (autoredoks). Dalam air memenuhireaksi kesetimbangan sbb:reaksi kesetimbangan sebagai berikut: X2 + H2O → HX + HXO Contoh: Cl2 + H2O → HOCl + HCl Br2 + H2O → HOBr + HBr I2 + H2O HOI + HI 8. Reaksi dengan Basa Halogen bereaksi dengan basa membentuk senyawa halida yang kemudian mengalami reaksi disproporsionasi membentuk senyawa oksihalogen. Berikut contoh reaksi halogen dengan basa:

a. Chlorine dan basa : ion OCl- yang stabil pada suhu ruang akan terdisproporsionasi menjadi ClO3- jika dipanaskan, reaksinya adalah sebagai berikut: Cl2(g) + 2OH-(aq) --> OCl-(aq) + Cl-(aq) + H2O(l) 3OCl-(aq) --> ClO3-(aq) + 2Cl-(aq) b. Bromine dan basa : ion OBr- terdisproporsionasi dengan cepat pada suhu ruang, reaksinya adalah sebagai berikut: Br2(g) + 2OH-(aq) --> OBr-(aq) + Br-(aq) + H2O(l) 3OBr-(aq) --> BrO3-(aq) + 2Br-(aq) c. Iodine dan basa : ion OI- bereaksi sangat cepat, sehingga sulit untuk diamati, reaksinya adalah sebagai berikut: I2(g) + 2OH-(aq) --> OI-(aq) + I-(aq) + H2O(l) 3OI-(aq) --> IO3(aq) + 2I-(aq) 9. Reaksi Antarhalogen Antarunsur halogen dapat breaksi membentuk senyawaAntarhalogen (XmYn). mX2 + nY2 → 2XmYn Senyawa XmYn ini dapat terbentuk jika X kurang elektroNegatifnya daripada Y sehingga X memilki bilanganoksidasi Positif dan Y memiliki bilangan oksidatif negatif. Seperti bromin breaksi membentuk BrF5 dan klorin hanya membentuk ClF3.

E.

Kegunaan Halogen
1. Fluorin a. Fluorin berguna untuk memproduksi fluorohidrokarbon. Pendingin Freon yang mengandung CCl2F2, CClF3, dan kloro-fluorometana lain. b. Ditambahkan dalam pasta gigi untuk mencegah kerusakan gigi. c. Tetrafluorotena, CF2=CF2, dapat berpolimerisasi membentuk politetrafluoretana (teflon) (-CF2-CF2-), yang merupakan bahan antilengket. d. Hidrogen fluoride (HF) dapat melarutkan kaca, karena itu dapat digunakan untuk membuat tulisan, lukisan atau sketsa diatas kaca. e. Natrium Fluorida digunakan untuk mengawetkan kayu.

2.

Klorin

a. Natrium Hipoklorit yang digunakan sebagai bahan pemutih dalam pakaian. b. Disinfektan (pembunuh bakteri) alam kolam renang, air minum, dan dalam air limbah kotoran. c. Bahan untuk membuat zat warna, antiseptic, pestisida, herbisida, plastic, pelarut dan asam klorida. d. Natrium Klorida (NaCl) digunakan sebagai garam dapur, pembuatan klorin dan NaOH, mengawetkan berbagai jenis makanan dan mencairkan salju dijalan raya daerah yang beriklim sedang. e. Klo3 sebagai bahan pembutan korek api. f. Kalium klorida digunakan sebagai pupuk tanaman. g. Amonium klorida (NH4Cl) digunakan sebagai bahan pengisi batu baterai. 3. Bromin a. Etilena dibromida, C2H4Br2, digunakan sebagai zat aditif pada bensin bertimbal. Zat ini menyebabkan timbale membentuk senyawa volatile yang lolos bersama gas-gas buang ke udara dan menimbulkan pencemaran. b. AgBr digunakan untuk melapisi film dan kertas potret karena peka terhadap cahaya. c. Natrium Bromida (NaBr) digunakan sebagai bahan obat penenang saraf. d. Metil Bromide (CH3Br) digunakan sebagai zat pemadam kebakaran, 4. Iodin (Yodium) a. Untuk obat luka luar (antiseptic) dikenal dengan nama yodium tincture. b. Dalam tubuh manusia, iodine berfungsi dalam pembentukan hormone tiroksin. Kekurangan hormone ini menyebabkan penyakit gondok.

F. Dampak Halogen dalam Kehidupan Sehari-hari

1.

CFC (Clorofluorocarbon)

CFC dapat merusak lapisan ozon. Pada lapisan atmosfer yang tinggi, ikatan C-Cl akan terputus menghasilkan radikal-radikal bebas klorin. Radikal-radikal inilah yang merusak ozon. CFC juga bisa menyebabkan pemanasan global. Satu molekul CFC-11 misalnya memiliki potensi pemanasan global 5000 kali lebih besar daripada sebuah molekul karbon dioksida. 2. Hidrokarbon Hidrokarbon sangat mudah terbakar dan terlibat dalam pembentukan kabut fotokimia. 3. Halogenalkana Senyawa-senyawa halogenalkana bereaksi dengan banyak senyawa lain menghasilkan bermacam-macam produk organik. Dengan demikian, halogenalkana bermanfaat dalam laboratorium sebagai intermediet dalam pembuatan bahan-bahan kimia organik yang lain.

III.

PENUTUP

A.

Kesimpulan 1. Unsur-unsur golongan VII A adalah Halogen,nama itu berasal dari bahasa yunani yang berarti pembentukan garam. 2. Titik leleh dan titik didih halogen menungkat seiring dengan kenaikan nomor atomnya 3. 4. Dalam bentuk unsure, semua halogen berbentuk racun. Halogen yang berada lebih atas, dalam table periodik dapat mendesak halide yang ada di bawahnya. 5. Daya oksidasi halogen berkurang dari atas ke bawah (dari F2 ke I2, daya oksidasi berkurang), sebaliknya daya oksidasi Halida berkurang dari atas ke bawah (dari F- ke I-, daya reduksi bertambah)

B.

Saran. 1. Sebaiknya dalam pembuatan makalah, kerja sama antar kelompok lebih ditingkatkan. 2. Sebaiknya penulis lebih menguasai materi yang di berikan.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Makalah halogen. www.google.com.

Purba, mchael. 2007. Kimia untuk SMA kelas XII. Erlangga:Jakarta.

Sutresna, nana.2008.kimia untuk kelas XII semester 1 sekolah menengah Atas. Grafindo:bandung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->