P. 1
khittah perjuangan muhammadi

khittah perjuangan muhammadi

|Views: 265|Likes:
Published by ahm4dkhoiri

More info:

Published by: ahm4dkhoiri on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2015

pdf

text

original

KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH

11/4/2012

1

Makna dan Cakupan khittoh

Khittoh artinya adlh Garis Khittoh Muhammadiyah berarti garis perjuangan Muhammadiyah Secara etimologi berarti: suatu rumusan, teori , metode, sistem, strategi dan taktik perjuangan Muhammadiyah Secara terminologi: suatu pemikiran untuk untuk melaksanakan perjuangan atau ideologi Muhammadiyah
2

11/4/2012

Konteks Khittoh    11/4/2012 Konsep khittoh sudah dikenal sejak Muktamar Palembang (1956) yang dikenal dengan khittoh Palembang Khittoh selalu berubah terutama dari segi caranya sesuai dengan kondisi ruang dan waktu Yang tidak berubah adalah hal prinsip yakni pola Muhammadiyah sbg Gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang bergerak dlm bidang kemasyarakatan. bukan politik praktis 3 .

Khittoh Perjuangan    Khittoh Muhammadiyah dapat pula disebut sebagai khittoh politik atau khittoh kebangsaan karena menyangkut garis perjuangan tentang politik kebangsaan Khittoh telah menjadi konsep dan kebijakan baku dalam menghadapi kehidupan politik Khittoh merupakan ijtihad Muhammadiyah dalam politik 4 11/4/2012 .

2002 11/4/2012 5 .Khittoh Muhammadiyah dari Masa-ke Masa      Khittoh Palembang: 1956-1959 Khittoh Ponorogo : 1969 Khittoh Ujung Pandang: 1971 Khittoh Surabaya : 1978 Khittoh Denpasar .

Khittoh Palembang 1956 Ada 7 pasal: 1) Menjiwai anggota dan pimpinan MD 2) Melaksanakan uswatun khasanah 3) Mengutuhkan organisasi dan merapikan administrasi 4) Memperbnyak dan mempertinggi amal 5) Mempertinggi mutu angota dan membentuk kader 6) Mempererat ukhuwah 7) Menuntun penghidupan anggota 11/4/2012 6 .

punya hubungan ideologis tapi bukan organisatoris 7 .Khittoh Ponorogo 1969     11/4/2012 Konteks pasca orde lama-embrio orde baru Gagalnya Masyumi dan beridrinya Parmusi (Jarnawi-lukman harun sbg ketua parmusi) Merupakan khittoh yang merupakan penegasan bahwa Muhammadiyah gerakan Islam yang bekerja di kemasayarakatan dan tidak dalam politik praktis Muhamamdiyah memberikan lampu hijau untuk mendirikan partai politik .

Khittoh Ujung Pandang 1971    Merupakan pernyataan penegasan tentang Hubungan Muhammadiyah dan Partai politik Khittoh ujung pandang selalu menjadi pedoman dalam menentukan sikap organisasi menghadapi dunia politik Menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik termasuk parmusi 11/4/2012 8 .

2) membebaskan warga muhammdiyah memasuki organ lain 9 11/4/2012 .Khittoh Surabaya 1978   Merupakan penyempurnaan dari khittoh ujung pandang Berisi dua hal pokok: 1) MD mrpkn gerakan dakwah. tdk mempunyai hubungan organisatoris dan tidak mrpkn afisiliasi dari partai dan organisasi manapun.

Khittoh denpasar 2002   Khitoh lebih lengkap krn berisi pandangan MD terhadap politik dan menawarkan jalan keluar dr kebuntuan seputar Muhammdiyah tidak berpolitik Muhammdiyah tidak alergi politik 11/4/2012 10 .

Tujuan: Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 11 11/4/2012 . amar ma’ruf nahi munkar Menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sesuai dengan lapangan yang dipilihnya ialah masyarakat.HAKEKAT MUHAMMADIYAH    Gerakan Da’wah Islam.

PELAKSANAAN USAHA  Berdasar prinsip gerakan yang ada dalam Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah. 11/4/2012 12 .

MUHAMMADIYAH DAN MASYARAKAT   Gerakan Da’wah Islam. Menyelenggarakan amal usaha sesuai dengan Anggaran Dasar Ps. amar ma’ruf nahi Munkar dalam masyarakat untuk membentuk keluarga dan masyarakat sejahtera sesuai dengan da’wah jama’ah. 4 dan senantiasa berikhtiar meningkatkan mutunya. 13 11/4/2012 .

14 11/4/2012 . bahagia materiil dan spirituil yang diridlai Allah swt. bahwa ajaran Islam mampu mengatur masyarakat dalam Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 menjadi masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera. riil. secara operasional dan secara konkrit.MUHAMMADIYAH DAN POLITIK  Muhammadiyah harus dapat membuktikan secara teoritis konsepsional.

tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan dan tidak merupakan afiliasi dari suatu Partai Politik atau Organisasi apapun. 11/4/2012 15 . Muhammadiyah adalah Gerakan Da’wah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat.MUKTAMAR KE-38  1.

16 11/4/2012 . 2. Setiap anggota Muhammadiyah sesuai dengan hak asasinya dapat tidak memasuki atau memasuki organisasi lain. sepanjang tidak menyimpang dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muhammadioyah.

17 11/4/2012 .MUHAMMADIYAH DAN UKHUWWAH ISLAMIYYAH   Muhammadiyah akan bekerjasama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan Agama Islam serta membela kepentingannya. Kerjasama: tidak menggabungkan dan mensubordinasikan organisasi dengan organisasi atau institusi lainnya.

. berakhlak mulia dan menjadi teladan yang baikdi tengah-tengah 18 masyarakat. terdiri muslimin dan muslimat yang teguh beriman.DASAR PROGRAM MUHAMMADIYAH LANGKAH KEBIJAKSANAAN  11/4/2012 1. Memulihkan kembali Muhammadiyah sebagai Persyarikatan yang menghimpun sebagian anggota masyarakat . taat beribadah.

19 11/4/2012 . 2. Meningkatkan pengertian dan kematangan anggota Muhammadiyah tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kepekaan sosialnya terhadap persoalan-persoalan dan kesulitan hidup masyarakat.

(Muktamar 40 Sby) 20 11/4/2012 . 3. Menetapkan kedududkan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan untuk melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar ke segenap penjuru dan lapisan masyarakat serta di segala bidang kehidupan di Negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->