PRESENTASI KASUS RETENSI URIN

Untuk memenuhi syarat dalam mengikuti Program Pendidikan Profesi Stase Bedah di RSUD Kebumen

Disusun oleh: Putri Karina Widyasari (06711113)

Pembimbing: dr. H. Daroji, Sp. B

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2011

KASUS

I.

IDENTITAS Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Agama Pekerjaan Tanggal Masuk No. RM : Tn. M : Laki-laki : 49 Tahun : Sidomulyo I/4 Petanahan, Kebumen : Islam : Petani : 28-10-2011 jam 07.10 : 834120

II.

ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA Tidak bisa kencing

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Pasien mengeluh tidak bisa kencing dan perut terasa penuh dari jam 4 subuh dini hari. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada perut bagian bawah. Sebelumnya pasien juga mengeluh anyang-anyangan ± sejak 1 bulan yang lalu. Sejak itu pasien juga mengaku air kencingnya terkadang berwarna merah, terkadang berwarna kuning jernih. Pasien tidak merasakan sakit saat kencing ataupun sesudah kencing. Sejak dulu pasien sering mengkonsumsi minuman instan penambah stamina seperti extra joss dan kuku bima, sehari bisa sampai 2 kali minum. Keluhan pasien ini belum pernah diobati ke RS ataupun ke dokter terdekat.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Belum pernah merasakan keluhan serupa Tidak pernah operasi Tidak pernah mondok di RS

berdebar-bedar (-) : Sesak nafas (-) : Mual (-).RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Adik kandung pasien menderita penyakit batu saluran kemih ANAMNESIS SISTEM Cerebrospinal Cardiovascular Respirasi Gastrointestinal Urogenital Integumentum : Pusing (-). Sianosis (-) Muskuloskeletal : Nyeri otot (-). suka makan sayuran Tidak pernah berolahraga III. muntah (-). STATUS GENERALIS Keadaan umum Vital sign : CM. 2 kali sehari sejak pasien masih muda Jarang minum air putih Makan teratur. PEMERIKSAAN FISIK A. Baik : TD : 100/70 mmHg Nadi : 71 x/menit RR : 18 x/menit Suhu : 36oC Kepala : Edem palpebra (-/-) Conjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-) Reflek pupil (+/+) . pegel-pegel (-) KEBIASAAN Suka minum minuman instan penambah stamina seperti extra joss dan kuku bima. BAB (N) : BAB tidak bisa keluar : Ikterik (-). demam (-) : Nyeri dada (-).

bising usus (-) P = Timpani 4 kuadran P = supel. PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah Rutin Kimia darah : dalam batas normal : dalam batas normal . ikterik (-/-) B. bising (-) . STATUS LOKALIS Regio Inspeksi : penis :Tidak terdapat perubahan warna gland penis.Pulmo : I = simetris kanan-kiri. ketinggalan gerak (-/-) P = fremitus kanan-kiri simetris. Wheezing (-/-) Abdomen I = dinding perut sejajar dengan dinding dada A = peristaltic (+) N. sianosis (-/-). nyeri tekan (-/-). sianosis (-/-). intensitas N. nyeri tekan (-). ikterik (-/-) Inferior = oedem (-/-).Leher : Limfonodi membesar (-) JVP meningkat (-) Massa abnormal (-) Thorax . RBH (-/-). ataupun bekas luka Palpasi Perkusi Auskultasi : tidak teraba massa ::- IV. massa abnormal (-) Extremitas :Superior = oedem (-/-). massa (-/-) P = sonor diseluruh lapang paru A = SDV (+/+).Cor : I = ictus cordis tidak tampak P = ictus cordis teraba di SIC V linea midclavicula sinistra bergeser ke lateral P = kesan batas jantung melebar A = BJ I-II regular.

- USG : Kesan : Suspek pielonefritis sinistra Cystitis Vesicolithiasis ukuran ±5mm BPH ukuran ± 21 gr V. TERAPI Terapi yang diberikan dari RS adalah : Cefotaxim 2X1 gr Ranitidin 2x1 amp Ketorolac 2x30 mg Infus RL 18 tpm . DIAGNOSIS BPH Cystitis Vesicolithiasis VI.

PATOFISIOLOGI Traktus urinarius bagian bawah memiliki dua fungsi utama. Retensi urin yang akut adalah ketidak mampuan berkemih yang tiba-tiba dan disertai rasa sakit meskipun kandung kemih terisi penuh. tidak ada rasa sakit karena sedikit demi sedikit menimbunnya. suatu agen kolinergik. Proses berkemih melibatkan 2 proses yang berbeda yaitu pengisian dan penyimpanan urine dan pengosongan kandung kemih. Selama fase pengisian. dan keadaan ini termasuk kedaruratan dalam urologi. pengaruh sistem saraf simpatis terhadap kandung kemih menjadi bertekanan rendah dengan meningkatkan resistensi saluran kemih. Berbeda dengan kronis. Aktivitas otot-otot kandung kemih dalam hal penyimpanan dan pengeluaran urin dikontrol oleh sistem saraf otonom dan somatik. Selama fase pengisian. Pengeluaran urine secara normal timbul akibat dari kontraksi yang simultan otot detrusor dan relaksasi saluran kemih. Impuls saraf dari batang otak menghambat aliran parasimpatis dari pusat kemih sakral spinal. Normalnya manusia memproduksi urin dalam waktu 24 jam adalah sebanyak 10001500cc. kandung kemih penuh. terjadi tiba-tiba. dan berlangsung lebih dari 24 jam. sedangkan kapasitas buli-buli secara umum adalah sebanyak 300cc saja dan dalam sehari manusia dapat berkemih 4-5kali. Hal ini saling berlawanan dan bergantian secara normal. Selama fase pengosongan kandung kemih. Hal ini dipengaruhi oleh sistem saraf parasimpatis yang mempunyai neurotransmitter utama yaitu asetilkholin. Retensi urin bisa dibagi menjadi 2 keadaan yaitu akut dan kronik. impuls afferen ditransmisikan ke saraf sensoris pada ujung ganglion dorsal spinal sakral segmen 2-4 dan diinformasikan ke batang otak. Penyimpanan urin dikoordinasikan oleh hambatan sistem simpatis dari aktivitas kontraktil otot detrusor yang dikaitkan dengan peningkatan tekanan otot dari leher kandung kemih dan proksimal uretra. Kalau tidak dapat berkemih sama sekali segera dipasang kateter.PEMBAHASAN DEFINISI Retensi urin adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat berkemih spontan sesuai kehendak. berlangsung kurang dari 24 jam. disertai rasa nyeri. Kondisi yang terkait adalah tidak dapat berkemih sama sekali. hambatan pada aliran . yaitu: sebagai tempat untuk menampung produksi urine dan sebagai fungsi ekskresi.

Pengosongan kandung kemih secara keseluruhan dikontrol didalam pusat miksi yaitu diotak dan sakral. pemeriksaan neurologik. Suatu penelitian melaporkan bahwa gejala yang paling bermakna dalam memprediksikan adanya gangguan berkemih adalah pancaran kencing yang lemah. dan terputus-putus. Bila pada pasien Tn. Hasilnya keluarnya urine dengan resistensi saluran yang minimal. M. Impuls berjalan sepanjang nervus pudendus untuk merelaksasikan otot halus dan skelet dari sphincter eksterna. dan nokturia. maka anamnesis dan pemeriksaan fisik yang lengkap. GAMBARAN KLINIS Retensi urine memberikan gejala gangguan berkemih. Terjadinya gangguan pengosongan kandung kemih akibat dari adanya gangguan fungsi di susunan saraf pusat dan perifer atau didalam genital dan traktus urinarius bagian bawah.parasimpatis sakral dihentikan dan timbul kontraksi otot detrusor. DIAGNOSIS Pada pasien dengan keluhan saluran kemih bagian bawah. Hambatan aliran simpatis pada kandung kemih menimbulkan relaksasi pada otot uretra trigonal dan proksimal. termasuk diantaranya kesulitan buang air kecil. Dalam hal ini terdapat penyebab akut dan kronik dari retensi urine. cystitis dan pielonefritis. diantaranya yaitu BPH. Pada kasus yang retensi urine kronik. pemeriksaan rongga pelvis. ada rasa tidak puas. dan keinginan untuk mengedan atau memberikan tekanan pada suprapubik saat berkemih. pengosongan kandung kemih yang tidak sempurna. jumlah . pancaran kencing lemah. perhatian dikhususkan untuk peningkatan tekanan intravesical yang menyebabkan reflux ureter. vesicolithiasis. mengedan saat berkemih. atau ganglion parasimpatis pada dinding kandung kemih. ETIOLOGI Berkemih yang normal melibatkan relaksasi uretra yang diikuti dengan kontraksi otototot detroser. Hal ini juga sama dengan apa yang dirasakan oleh pasien Tn. M yang dapat menyebabkan dia mengalami retensi urin adalah karena penyakit penyertanya yang diketahui melalui pemeriksaan penunjang. Pada penyebab akut lebih banyak terjadi kerusakan yang permanen khususnya gangguan pada otot detrusor. lambat. penyakit traktus urinarius bagian atas dan penurunan fungsi ginjal.

pengukuran volume residu urine. maka kemampuan elastisitas vesica urinaria menurun. pasien harus dapat berkemih secara spontan dalam waktu 4 jam. PENATALAKSANAAN Ketika kandung kemih menjadi sangat menggembung diperlukan kateterisasi. Fungsi berkemih juga harus diperiksa. pemeriksaan tekanan saat berkemih. KOMPLIKASI Karena terjadinya retensi urine yang berkepanjangan. sangat dibutuhkan. kateter Foley ditinggal dalam kandung kemih selama 24-48 jam untuk menjaga kandung kemih tetap kosong dan memungkinkan kandung kemih menemukan kembali tonus normal dan sensasi. Bila kandung kemih mengandung lebih dari 100 ml urine.urine yang dikeluarkan spontan dalam 24 jam. Bila kateter dilepas. sehingga jika volume residu urine lebih dari 200ml dapat dikatakan abnormal dan biasa disebut retensi urine. Setelah berkemih secara spontan. pemeriksaan urinalisis dan kultur urine. drainase kandung kemih dilanjutkan lagi. . kandung kemih harus dikateter kembali untuk memastikan bahwa residu urine minimal. atau dengan voiding cystourethrography. sehingga telah disepakati bahwa volume residu urine normal adalah 25% dari total volume vesika urinaria. dan terjadi peningkatan tekanan intra vesika yang menyebabkan terjadinya reflux. Namun volume residu urine antara 50-200ml menjadi pertanyaan. dalam hal ini dapat digunakan uroflowmetry. Dikatakan normal jika volume residu urine adalah kurang atau sama dengan 50ml. sehingga penting untuk dilakukan pemeriksaan USG pada ginjal dan ureter atau dapat juga dilakukan foto BNO-IVP.

vas deferen. prostat dimasuki oleh ductus ejakulatorius yang berjalan secara oblique dan bermuara pada veromentanum didasar uretra prostatika persis dibagian proksimal spingter eksterna. kelenjar prostat dan uretra Anatomi Prostat merupakan kelenjar berbentuk konus terbalik yang dilapisi oleh kapsul fibromuskuler. Pada bagian posterior prostat terdapat vesikula seminalis. dengan jarak basis ke apex kurang lebih 3 cm.5 cm. lebar yang paling jauh 4 cm dengan tebal 2. fasia denonvilliers dan rectum. Pada permukaan superior. mengelilingi bagian proksimal uretra (uretra pars prostatika) dan berada disebelah anterior rektum.yang terletak disebelah inferior vesika urinaria. Pada bagian anterior didukung oleh ligamentum pubo-prostatika yang melekatkan prostat pada simpisis pubis. KELENJAR PROSTAT Gambar 1. Fasia denonvilliers berasal dari fusi tonjolan dua lapisan peritoneum.BPH DEFINISI Benign Prostate Hyperplasia (BPH) sebenarnya adalah suatu keadaan dimana kelenjar periuretral prostat mengalami hiperplasia yang akan mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah. Pada bagian posterior ini. Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram. prostat melekat pada bladder outlet dan spingter interna . fasia ini cukup keras dan biasanya dapat menahan invasi karsinoma prostat ke rectum sampai suatu stadium lanjut.

Dengan makin bertambahnya usia. Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas.sedangkan dibagian inferiornya terdapat diafragama urogenitalis yang dibentuk oleh lapisan kuat fasia pelvis. prostat bisa mengalami perubahan hyperplasia. estrogen juga berperan untuk terjadinya BPH. Keadaan ini dialami oleh 50% pria yang berusia 60 tahun dan kurang lebih 80% pria yang berusia 80 tahun. Pada usia lanjut beberapa pria mengalami pembesaran prostat benigna. Dengan bertambahnya usia akan terjadi perubahan keseimbangan hormonal. dimana sifat estrogen ini akan merangsang terjadinya hiperplasia pada stroma. Diafragma urogenital ini pada wanita lebih lemah oleh karena ototnya lebih sedikit dan fasia lebih sedikit. saat ini terdapat beberapa hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hiperplasia prostat antara lain: Teori Hormonal Teori ini dibuktikan bahwa sebelum pubertas dilakukan kastrasi maka tidak terjadi BPH. Kemungkinan lain ialah perubahan konsentrasi relatif testosteron dan estrogen akan menyebabkan produksi dan potensiasi faktor pertumbuhan lain yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran prostat. yang kontinyu sampai usia akhir 30-an. ETIOLOGI Belum diketahui secara pasti. EPIDEMIOLOGI Hiperplasia prostat merupakan penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan sebelum usia 40 tahun. karena produksi testosteron menurun dan terjadi konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa di perifer dengan pertolongan enzim aromatase. Selain androgen (testosteron/DHT). sehingga timbul dugaan bahwa testosteron diperlukan untuk inisiasi terjadinya proliferasi sel tetapi kemudian estrogenlah yang berperan untuk perkembangan stroma. dan perineal membungkus otot levator ani yang tebal. yaitu antara hormon testosteron dan hormon estrogen. waktu itu ada peningkatan cepat dalam ukuran. Dari berbagai percobaan dan penemuan klinis dapat diperoleh kesimpulan. akan . Pertengahan dasawarsa ke-5. juga terjadinya regresi BPH bila dilakukan kastrasi. bahwa dalam keadaan normal hormon gonadotropin hipofise akan menyebabkan produksi hormon androgen testis yang akan mengontrol pertumbuhan prostat.

di dalam sel. basic transforming growth factor. testosteron direduksi oleh enzim 5 alpha reductase menjadi 5 dyhidro testosteron yang kemudian bertemu dengan reseptor sitoplasma menjadi “hormone receptor complex”. dan epidermal growth factor. menjadi “nuclear receptor” yang masuk kedalam inti yang kemudian melekat pada chromatin dan menyebabkan transkripsi m-RNA. RNA ini akan menyebabkan sintese protein menyebabkan terjadinya pertumbuhan kelenjar prostat. Kemudian “hormone receptor complex” ini mengalami transformasi reseptor.terjadi penurunan dari fungsi testikuler (spermatogenesis) yang akan menyebabkan penurunan yang progresif dari sekresi androgen. Hal ini mengakibatkan hormon gonadotropin akan sangat merangsang produksi hormon estrogen oleh sel sertoli. Terjadinya proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi atau proliferasi sel stroma dan sel epitel kelenjar periuretral prostat menjadi berlebihan. Testosteron bebas inilah yang bisa masuk ke dalam “target cell” yaitu sel prostat melewati membran sel langsung masuk kedalam sitoplasma. Sedang hanya 2% dalam keadaan testosteron bebas. Pada keadaan tertentu jumlah sel stem ini dapat bertambah sehingga terjadi proliferasi lebih cepat. Teori Growth Factor (faktor pertumbuhan) Peranan dari growth factor ini sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat. Teori Dihidro Testosteron (DHT) Testosteron yang dihasilkan oleh sel leydig pada testis (90%) dan sebagian dari kelenjar adrenal (10%) masuk dalam peredaran darah dan 98% akan terikat oleh globulin menjadi sex hormon binding globulin (SHBG). Teori Sel (stem cell hypothesis) Seperti pada organ lain. transforming growth 1. . keseimbangan ini disebabkan adanya kadar testosteron tertentu dalam jaringan prostat yang dapat mempengaruhi sel stem sehingga dapat berproliferasi. Dilihat dari fungsional histologis. prostat dalam hal ini kelenjar periuretral pada seorang dewasa berada dalam keadaan keseimbangan “steady state”. prostat terdiri dari dua bagian yaitu sentral sekitar uretra yang bereaksi terhadap estrogen dan bagian perifer yang tidak bereaksi terhadap estrogen. antara pertumbuhan sel dan sel yang mati. Terdapat empat peptic growth factor yaitu. transforming growth factor 2.

otot-otot detrusor akan berkontraksi untuk mengeluarkan urine. dan Zn yang kesemuanya tersebut masih belum jelas hubungan sebab-akibatnya. teori rasial dan faktor sosial. menimbulkan perkiraan adanya “reawakening” yaitu jaringan kembali seperti perkembangan pada masa tingkat embriologik. Persamaan epiteleal budding dan “glandular morphogenesis” yang terjadi pada embrio dengan perkembangan prostat ini. Kontraksi yang terus-menerus ini menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor. Stimulasi pada alpha adrenergik reseptor akan menghasilkan kontraksi otot polos prostat ataupun kenaikan tonus.Teori Reawakening Mc Neal tahun 1978 menulis bahwa lesi pertama bukan pembesaran stroma pada kelenjar periuretral (zone transisi) melainkan suatu mekanisme “glandular budding” kemudian bercabang yang menyebabkan timbulnya alveoli pada zona preprostatik. Selain teori-teori di atas masih banyak lagi teori yang menerangkan tentang penyebab terjadinya BPH seperti. Komponen dinamik ini tergantung dari stimulasi syaraf simpatis. yang juga tergantung dari beratnya obstruksi oleh komponen mekanik. dan divertikel buli-buli. Untuk mengatasi resistensi uretra yang meningkat. trabekulasi. Fase penebalan otot detrusor ini disebut fase kompensasi. Komponen mekanik ini berhubungan dengan adanya pembesaran kelenjar periuretra yang akan mendesak uretra pars prostatika sehingga terjadi gangguan aliran urine (obstruksi infra vesikal) sedangkan komponen dinamik meliputi tonus otot polos prostat dan kapsulnya. . teori tumor jinak. Selanjutnya hal ini akan menyebabkan sumbatan aliran kemih. teori yang berhubungan dengan aktifitas hubungan seks. sakula. terbentuknya selula. teori infeksi dari zat-zat yang belum diketahui. Berbagai keadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan dan resistensi uretra. sehingga jaringan periuretral dapat tumbuh lebih cepat dari jaringan sekitarnya. PATOFISIOLOGI Pada BPH terdapat dua komponen yang berpengaruh untuk terjadinya gejala yaitu komponen mekanik dan komponen dinamik. teori peningkatan kolesterol. yang merupakan alpha adrenergik reseptor.

Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter.Rasa belum puas sehabis miksi (Sensation of incomplete bladder emptying) Gejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan vesica urinaris yang tidak sempurna pada saat miksi atau disebabkan oleh karena hipersensitifitas otot detrusor karena pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada vesica. dkk (1977) dibagi atas gejala obstruktif dan gejala iritatif. Dengan semakin meningkatnya resistensi uretra.Pancaran miksi yang lemah (Poor stream) . Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesico-ureter.. otot detrusor masuk ke dalam fase dekompensasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi urin. Nokturia 3.Miksi terputus (Intermittency) . sehingga vesica sering berkontraksi meskipun belum penuh. GEJALA Gejala hyperplasia prostat menurut Boyarsky. Tekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak terkecuali pada kedua muara ureter. Gejala-gejalanya antara lain: . Gejala obstruktif disebabkan karena penyempitan uretra pars prostatika karena didesak oleh prostat yang membesar dan kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi cukup kuat dan atau cukup lama sehingga kontraksi terputus-putus. Disuria (Nyeri pada waktu miksi) . Miksi sulit ditahan (Urgency) 4. Bertambahnya frekuensi miksi (Frequency) 2.Harus menunggu pada permulaan miksi (Hesistency) . hidronefrosis.Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan oleh pasien sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract symptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejala-gejala prostatismus.Menetes pada akhir miksi (Terminal dribbling) . gejalanya ialah : 1. bahkan akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal.

Adakah nodul pada prostate d. Vesica urinaria dapat teraba apabila sudah terjadi retensi total. Genitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi seperti batu di fossa navikularis atau uretra anterior. reflek bulbo cavernosus. kreatinin. Pemeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadangkadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi pielonefritis akan disertai sakit pinggang dan nyeri ketok pada pinggang. sedimen Pemeriksaan pencitraan . daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya hernia. Gula darah  Urine Kultur urin dan test sensitifitas.PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Eamination (DRE) sangat penting. Apakah batas atas dapat diraba e. fimosis. Sedangkan pada carcinoma prostat. adanya kelainan lain seperti benjolan pada di dalam rektum dan tentu saja teraba prostat. Sulcus medianus prostate f. Prostate Specific Antigen (PSA). Simetris/ asimetris c. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium  Darah Ureum. mukosa rektum. urinalisis dan pemeriksaan mikroskopis. Blood urea nitrogen. konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan diantara lobus prostat tidak simetris. Adakah krepitasi Colok dubur pada hiperplasia prostat menunjukkan konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung. Sedangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi. Pada perabaan prostat harus diperhatikan: a. Pemeriksaan colok dubur dapat memberikan gambaran tentang keadaan tonus spingter ani. Konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal) b. fibrosis daerah uretra. lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul. condiloma di daerah meatus. elektrolit.

asimetri dan menonjol ke dalam rektum. konsistensi kenyal. Pemeriksaan laboratorium : berperan dalam menentukan ada tidaknya komplikasi DIAGNOSIS BANDING Pada pasien dengan keluhan obstruksi saluran kemih di antaranya: 1. Struktur uretra 2. permukaan rata. 3. Pielografi Intravena (IVP) Pembesaran prostat dapat dilihat sebagai filling defect/indentasi prostat pada dasar kandung kemih atau ujung distal ureter membelok keatas berbentuk seperti mata kail (hooked fish). d. Anamnesis : adanya gejala obstruktif dan gejala iritatif 2. MRI atau CT scan Jarang dilakukan. Dapat pula mengetahui adanya kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter ataupun hidronefrosis serta penyulit (trabekulasi. c. divertikel atau sakulasi buli – buli). Kanker prostat . hiperplasia prostat teraba sebagai prostat yang membesar. Digunakan untuk melihat pembesaran prostat dan dengan bermacam – macam potongan DIAGNOSIS Diagnosis hiperplasia prostat dapat ditegakkan melalui: 1. Transrektal Ultrasonografi (TRUS) Deteksi pembesaran prostat dengan mengukur residu urin e. hidronefrosis. Foto setelah miksi dapat dilihat adanya residu urin. Sistogram retrograde Memberikan gambaran indentasi pada pasien yang telah dipasang kateter karena retensi urin. Semakin berat derajat hiperplasia prostat batas atas semakin sulit untuk diraba. Foto polos abdomen (BNO) Dari sini dapat diperoleh keterangan mengenai penyakit penyerta misalnya batu saluran kemih.a. Kontraktur leher vesika 3. Pemeriksaan fisik : terutama colok dubur . atau divertikel kandung kemih juga dapat untuk menghetahui adanya metastasis ke tulang dari carsinoma prostat b. Batu buli-buli kecil 4.

Berikut ini akan dibahas penatalaksanaan BPH berupa watchful waiting. Retensi Urin Akut Atau Kronik g. Pada pasien dengan keluhan iritatif saluran kemih. Infeksi saluran kemih 4. KOMPLIKASI Dilihat dari sudut pandang perjalanan penyakitnya. Hematuria d. dan terapi minimal invasif. Batu Kandung Kemih c. Gagal Ginjal PENATALAKSANAAN Terapi BPH dapat berkisar dari watchful waiting di mana tidak diperlukan teknologi yang canggih dan dapat dilakukan oleh dokter umum. misalnya pada penderita asma kronik yang menggunakan obatobat parasimpatolitik.5. Sistitis e. medikamentosa. Watchful Waiting . Hidronefrosis j. terapi bedah konvensional. Refluks Vesiko-Ureter h. Inkontinensia Paradoks b. Batu vesika kecil. dapat disebabkan oleh : 1. hingga terapi bedah minimal invasif yang memerlukan teknologi canggih serta tingkat keterampilan yang tinggi. Instabilitas detrusor 2. Kelemahan detrusor. Karsinoma in situ vesika 3. Pielonefritis f. hiperplasia prostat dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut1 a. Batu ureter distal 6. Prostatitis 5. Hidroureter i.

terazosin dosis 1 mg/hari. Terdapat tiga macam terapi dengan obat yang sampai saat ini dianggap rasional. Pasien diberi nasihat agar mengurangi minum setelah makan malam agar mengurangi nokturia. dan TRUS. yaitu dengan penghambat adrenergik a-1.  Penghambat adrenergik a-1 Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor a-1 yang banyak ditemukan pada otot polos ditrigonum. seperti berapa lama akan diberikan dan apakah efektivitasnya akan tetap baik mengingat sumbatan oleh prostat makin lama akan makin berat dengan tumbuhnya volume prostat. sehingga tidak akan terjadi sintesis protein. Menghindari obat-obat parasimpatolitik (mis: dekongestan). dan fitoterapi. dan dapat dinaikkan hingga 2-4 mg/hari. Obat ini dapat memberikan perbaikan gejala obstruksi relatif cepat. Terapi Medikamentosa Pilihan terapi non-bedah adalah pengobatan dengan obat (medikamentosa). Mengurangi kopi. Tamsulosin dengan dosis 0. Bila terjadi kemunduran. Melarang minum minuman alkohol agar tidak terlalu sering buang air kecil. prostat. sehingga testosteron tidak diubah menjadi dehidrotestosteron. Contoh obat: prazosin.4 mg/hari2. 2. Penghambat enzim 5a reduktase Obat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim 5a reduktase. 1. penghambat enzim 5a reduktase. segera diambil tindakan. Dengan demikian.20. leher buli-buli. akan terjadi relaksasi di daerah prostat sehingga tekanan pada uretra pars prostatika menurun dan mengurangi derajat obstruksi. Obat ini baru akan memberikan perbaikan simptom setelah 6 bulan terapi. uroflowmetri. Efek samping dari obat ini adalah penurunan tekanan darah yang dapat menimbulkan keluhan pusing (dizziness).Watchful waiting dilakukan pada penderita dengan keluhan ringan (skor IPSS <>3. 4. . 3. Pengobatan dengan penghambat reseptor a-1 masih menimbulkan beberapa pertanyaan. sumbatan hidung. Dengan demikian. dan rasa lemah (fatique). lelah. dan kapsul prostat. konsentrasi DHT dalam jaringan prostat menurun. Penderita dianjurkan untuk kontrol setiap tiga bulan untuk diperiksa: skoring. 5.

Prostatektomi tertutup : a.1 dan penghambat enzim 5a reduktase Terapi kombinasi penghambat adrenergik a-1 dan penghambat enzim 5a reduktase pertama kali dilaporkan oleh Lepor dan kawan-kawan pada 1996. Kombinasi penghambat adrenergik a. Penggunaan terapi kombinasi masih memerlukan penelitian lebih lanjut. dan dapat dilakukan tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Prostatektomi perinealis (Young) 2. keluhan iritatif yang lebih banyak. Prostatektomi suprapubik transvesikalis (Freyer) b. retensi (19%). diperlukan waktu pemasangan kateter yang lebih lama. Efek samping yang pernah dilaporkan di Indonesia adalah perdarahan (2%). Contoh obat : finasteride dosis 5 mg/hari. Tekniknya antara lain Transurethral laser induced prostatectomy (TULIP) yang dilakukan dengan bantuan USG. nyeri pasca operasi (3%). Kerugiannya di antaranya tidak didapatkan jaringan untuk pemeriksaan histopatologi. Prostatektomi terbuka : a. Terdapat penurunan skor dan peningkatan Qmax pada kelompok yang menggunakan penghambat adrenergik a-1. jarang terjadinya sindrom TUR. yaitu Nd YAG dan holmium YAG. dan harga yang mahal1. Keuntungan terapi laser adalah perdarahan minimal. mungkin dilakukan pada pasien yang menjalani terapi antikoagulan. Visual coagulative necrosis. . Bedah beku Terapi laser Terdapat dua sumber energi yang digunakan. Reseksi transuretral. dan disfungsi ereksi (1%). Visual laser ablation of the prostate (VILAP). Terapi Bedah Konvensional Prostatektomi digolongkan dalam 2 golongan: 1.2.Salah satu efek samping obat ini adalah menurunnya libido dan kadar serum PSA2. Namun. b. masih terdapat keraguan mengingat prostat pada kelompok tersebut lebih kecil dibandingkan kelompok lain. Prostatektomi retropubik (Terence Millin) c. ejakulasi retrograd (3%). dan interstitial laser therapy.

Epidemiologi Insidensi batu saluran kemih pada negara sedang berkembang dan negara sudah maju berbeda. Banyak faktor yang mempengaruhi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu saluran kemih). perdarahan. Kasus ini lebih banyak diderita oleh laki-laki dari perempuan. hal ini ada hubungannya dengan faktor diet. Zat-zat inilah yang mencegah perkembangan batu pada area kalsifikasi pada papilla ginjal (Randall's plaque) dari kristal . Terdapat kecenderungan familier. Diperkirakan dengan membentuk suatu komplek yang selalu larut dalam urin. Umur yang sering terdapat penyakit ini. Batu saluran kemih lebih sering diketemukan pada ginjal sebelah kanan jika dibanding dengan ginjal sebelah kid. ureter (ureterolithiasis) maupun di dalam kandung kemih (vesicolithiasis). antara lain industrialisasi. Pada urin normal sendiri dijumpai satu atau beberapa zat penghambat (fisiologis) yang mencegah terjadinya kristalisasi zat yang ada sehingga tak terbentuk batu. sitrat dan penghambat peptida. Disebutkan ratio antara 3:1.Batu saluran kemih Definisi Batu saluran kemih adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. khususnya batu jenis kalsium dan oksalat. Pada musim itu kasus kolik ginjal meningkat. Di samping itu faktor jenis kelamin. Patogenesis Dengan pemeriksaan yang teliti pada penderita dengan batu akan dapat ditunjukkan faktor penyebabnya pada 40–50% kasus. derajat ekonomi dan social. dimana 15 – 20% didapatkan bilateral. Zat penghambat tersebut adalah magnesium pirofosfat. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. pada anak-anak ldi bawah 5 tahun sedang pada dewasa sekitar umur 30 – 50 tahun. ras. Pernah dilaporkan bahwa pada musim panas kasus batu saluran kemih. urbanisasi. Teori terjadinya batu saluran kemih masih belum dapat dipastikan. pekerjaan juga mempengaruhi insidensi batu saluran kemih. kasusnya meningkat di daerah Eropa. Pada bangsa kulit hitam lebih sering terkena daripada bangsa kulit putih.

tunggal atau agregatagregat kecil lain. baik kongenital maupun familier. b. hiperparatiroid primer. pada reseksi ileum. anestesi dengan metoksifluran dan orang dengan diet oksalat yang tinggi. intake purin yang tinggi baik sekunder atau idiopatik. – intake cairan ke dalam tubuh.  kelainan aliran urin sehingga terjadi stasis. pada penyakit myeloproliferative. kalsium fosfat.  kejenuhan urin. Dijumpai pada pasien dengan oksaluria. sehingga diduga adanya dehidrasi berpengaruh terhadap pembentukan batu pada daerah tropis. Menurut komposisi kimia  batu urat. renal tubular acidosis. pasien yang mendapat terapi antikanker yang menyebabkan perusakan jaringan/sel. bentuk seperti jarum dan dijumpai pada urin dengan suasana netral. seperti batu kalsium oksa lat. sehingga terjadi kenaikan ekskresi asam urat.  batu garam oksalat. mudah mengalir ke dalarn vesica urinaria.  komposisi urin. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya batu: a.  reaksi keasaman urin. berlapis. untuk kemudian berkembang menjadi besar dan menempatkan diri pada sistem pelvikalik ginjal untuk kemudian menjadi batu. Biasa dijumpai 'pasien dengan hiperkalsiuria idiopatik. keras. mudah pecah dan dijumpai pada urin dengan suasana basa. intake . – familier. Serihg dijumpai pada pasien yang mendapat terapi zat uricosuric. Faktor di luar urin  Diet. Jenis Batu a. khususnya untuk terbentuknya batu sistin. misalnya diet yang banyak mengandung oksalat. b. dijumpai pada urin dengan suasana asam. kecil. yang umum terdapat pada urin. Faktor dalam urin :  infeksi pada ginjal. radiolusen. Menurut ada tidaknya kalsium :  batu yang mengandung kalsium.  batu fosfat.

Jika batu menyumbat aliran kemih. Gejala Batu. sehingga terjadilah infeksi. terutama yang kecil. berlapis-lapis dan kebanyakan pada urin non steril. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. c. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. immobilisasi yang lama. sarkoidosis. ekses dari kortikosteroid). air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. bisa tidak menimbulkan gejala. menggigil dan darah di dalam air kemih. tak mempunyai nidus. terutama ketika batu melewati ureter. mempunyai nidus. . penyakit dengan kerusakan pada tulang (tiroksikosis. perut menggelembung. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Menurut asal batu :  batu endogen. terjadi pada urin yang steril dan berbentuk lapisan yang radier. yang menjalar ke perut. yang terjadi karena hasil metabolisme. yang akibat benda asing. Batu yang menyumbat ureter. misalnya batu sistin yang biasanya dijumpai riwayat familier. demam.  batu tanpa kalsium. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang.  batu sekunder. intake susu berlebihan. Menurut kejadian batu :  batu primer.vitamin D berlebihan. d.  batu eksogen.

Pemeriksaan kimia darah meliputi kandungan fosfor. atau mungkin ada pembengkakan dari abdomen. renal tubular asidosis tipe I. yang mana terjadi distensi parenkim dan kapsul ginjal. total protein dan albumin. Pemeriksaan lain yang tak kalah pentingnya adalah pemeriksaan rontgen. maka kemungkinan hal ini terjadi sumbatan pada ureteropelvik dalam kalik ginjal. Atau riwayat kencing berdarah. fosfatase alkali. yaitu fotopolos abdomen danpielografi. asam urat. foto polos abdomen untuk keperluan lain. Pemeriksaan fisik diagnostik biasanya tak dijumpai adanya kelainan yang khas. maka akan dijumpai adanya nyeri ketok pada daerah angulus kostovertebralis. Anamnesis akan ditemui adanya sakit pinggang/pinggul. Hal ini menyebabkan hiperperistaltik dan mengejangnya otot-otot polos pada pelvik dan kalik ginjal yang akan menimbulkan rasa nyeri mendadak dan intermiten pada daerah angulus kostovertebralis. Kadangkala perlu dilakukan retrograde urogram untuk mengetahui adanya sumbatan atau memastikan adanya batu yang radiolusen. Laboratoris yang paling sederhana adalah pemeriksaan urin midstream. Maka tak jarang kelainan ini ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan rutin tahunan atau pada pembuatan. butir darah baik leukosit atau eritrosit. . seperti hiperparatiroid. Pada penderita kolik ginjal karena batu. Riwayat keluarga dengan batu saluran kemih dan pada usia berapa terdapat gejala batu saluran kemih mulai tampak. apakah pernah mengalami patah tulang dan imobilisasi yang cukup lama.Diagnosis Kadangkala batu saluran kemih ini tanpa keluhan sama sekali. Kejelian seorang klinisi berperanan panting sekali apabila sudah timbul kecurigaan adanya kelainan ini. myeloproliferative disease dan yang lainnya. Urin midstream ini sebaiknya dibiakkan. dan elektrolit. gout. yang menjalar ke inguinal dan skrotal. kreatinin. yang kemudian dilakukan pengendapan dengan pemusingan. Semuanya itu dimaksudkan untuk mencari adanya penyakit yang menumpangi timbulnya batu saluran kemih. Riwayat diet tinggi vitamin D. Terkecuali apabila ada infeksi pada ginjal. dan dilakukan sensitivitas tes untuk penanganan lebih lanjut. di mana rasa sakit pinggang yang menjalar ke inguinal dan skrotal atau riwayat pernah mengeluarkan batu. Riwayat sakit sebelumnya. dan kadangkala bakteri. Dari hasil endapan ini akan dijumpai adanya kristal zat tertentu. Mungkin dijumpai adanya renal tenderness. Riwayat sakit saluran kencing. susu dan alkali.

Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu.Diagnosis Banding Penyakit ini perlu dibedakan dengan:  pielonefritis akut  tumor ginjal  tuberkolosis ginjal  infark ginjal. Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. perlu diangkat melalui pembedahan. yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. karena itu diberikan antibiotik. tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih. Pencegahan Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. penyumbatan atau infeksi. jika batu telah terbuang. nefrolitotomi perkutaneus). Batu asam urat yang lebih besar. ESWL). biasanya tidak perlu diobati. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat). Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu kalsium . maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Pengobatan Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. yang menyebabkan penyumbatan.

ikan dan unggas. sarkoidosis. 2. 1. dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. kacang-kacangan. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. coklat. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). Dan sangat dianjurkan untuk banyak minum air putih.Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. Obat diuretik thiazid (misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. bisa diberikan kalium sitrat. asidosis tubulus renalis atau kanker. . karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. merica dan teh). Batu asam urat Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat. diberikan kalium sitrat. seperti hiperparatiroidisme. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. yang menyokong terbentuknya batu kalsium. keracunan vitamin D.

naiknya infeksi ini biasanya bisa dicegah oleh aliran air kemih yang akan membersihkan organisme dan oleh penutupan ureter di tempat masuknya ke kandung kemih. yaitu sering berkemih dan nyeri ketika berkemih. PENYEBAB Escherichia coli (bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di usus besar) merupakan penyebab dari 90% infeksi ginjal diluar rumah sakit dan penyebab dari 50% infeksi ginjal di rumah sakit. Berbagai penyumbatan fisik pada aliran air kemih (misalnya batu ginjal atau pembesaran prostat) atau arus balik air kemih dari kandung kemih ke dalam ureter. Infeksi biasanya berasal dari daerah kelamin yang naik ke kandung kemih. nyeri di punggung bagian bawah. Kadang otot perut berkontraksi kuat. Bisa terjadi kolik renalis. mual dan muntah.PIELONEFRITIS DEFINISI Pielonefritis adalah infeksi bakteri pada salah satu atau kedua ginjal. Pada infeksi menahun (pielonefritis kronis). Keadaan lainnya yang meningkatkan resiko terjadinya infeksi ginjal adalah: kencing manis kehamilan keadaan-keadaan yang menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. menggigil. GEJALA Gejala biasanya timbul secara tiba-tiba berupa demam. Beberapa penderita menunjukkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah. Pada anak-anak. gejala infeksi ginjal seringkali sangat ringan dan lebih sulit untuk dikenali. nyerinya bersifat samar dan demam hilang-timbul atau tidak ditemukan demam sama . dimana penderita merasakan nyeri hebat yang disebabkan oleh kejang ureter. Pada saluran kemih yang sehat. Bisa terjadi pembesaran salah satu atau kedua ginjal. akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi ginjal. Kejang bisa terjadi karena adanya iritasi akibat infeksi atau karena lewatnya batu ginjal. Infeksi juga bisa dibawa ke ginjal dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

Pielonefritis kronis pada akhirnya bisa merusak ginjal sehingga ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya (gagal ginjal). Pemeriksaan yang dilakukan untuk memperkuat diagnosis pielonefritis adalah: pemeriksaan air kemih dengan mikroskop pembiakan bakteri dalam contoh air kemih untuk menentukan adanya bakteri. 4-6 minggu setelah pemberian antibiotik. USG dan rontgen bisa membantu menemukan adanya batu ginjal. PENGOBATAN Segera setelah diagnosis ditegakkan.sekali. batu ginjal yang besar atau arus balik air kemih dari kandung kemih ke dalam ureter (pada anak kecil). DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. dilakukan pemeriksaan air kemih ulang untuk memastikan bahwa infeksi telah berhasil diatasi. seperti penyumbatan saluran kemih. Jika infeksi kembali kambuh. Untuk mencegah kekambuhan. Pielonefritis kronis hanya terjadi pada penderita yang memiliki kelainan utama. tetapi seringkali dihentikan setelah 1 tahun. PENCEGAHAN Seseorang yang sering mengalami infeksi ginjal atau penderita yang infeksinya kambuh setelah pemakaian antibiotik dihentikan. kelainan struktural atau penyebab penyumbatan air kemih lainnya. dianjurkan untuk mengkonsumsi antibiotik dosis rendah setiap hari sebagai tindakan pencegahan. kelainan struktural atau batu. Pada penyumbatan. diberikan antibiotik. pemberian antibiotik bisa diteruskan selama 2 minggu. Lamanya pengobatan pencegahan yang ideal tidak diketahui. maka pengobatan ini dilanjutkan sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. . mungkin perlu dilakukan pembedahan.

1429-52. p..blogspot . cetakan I : Jakarta. 3 Maret 2009 Purnomo. 69 – 85 McConnel JD. Kamus Kedokteran Dorland. 1994. 6. et al. Edisi ke-2. 2004. Jong WD.com/2008/12/benigna-prostate-hyperplasia. 2000..p. Buku ajar bedah (Essentials of surgery.. Dorland. 2003. Rasjad C. . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG. 523-38 Sabiston. jakarta: penerbit buku kedokteran EGC. etiology. EGC. Benigna Prostate Hiperplasia. Dalam : Sjamsuhidajat R. Bagian 2.html. http://ababar. 7th ed. 1998. Newman. Epidemiology. In :Wals PC. Vaughan ED. Hiperplasia prostat dalam: Dasar – dasar urologi.DAFTAR PUSTAKA Mahummad A. Basuki B. Retik AB. 2002. Hernia.. Jakarta: Sagung Seto. editor. A. Campbell’s urology. Edisi ke – 2. Buku Ajar Ilmu Bedah. W. hal.intisari prinsip-prinsip ilmu bedah. penerbit buku kedokteran EGC.Ed. Philadelphia: WB Saunders Company. Wein AJ. Schwartz. pathophysiology and diagnosis of benign prostatic hyperplasia.. 2008. Jakarta.