DEFINISI HIMPUNAN

DOSEN

: Aditya Permadi, S.Si

Di ajukan Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah HIMPUNAN

Disusun oleh : Devi Yunita NPM : 1186210066

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Jl. Marsinu No. 5 Subang Telp. (0260) 417853 SUBANG 2012

Definisi Himpunan (matematika) Himpunan  Pengertian Himpunan Menurut Dewi Nuharini (2008: 09) Himpunan adalah Kumpulan benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas. C. b. Jenis-jenis Himpunan Notasi dan Anggota Himpunan Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf besar (kapital) A. Q adalah himpunan tiga binatang buas. P adalah himpunan huruf-huruf vokal. A adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 6. B. sehingga dengan tepat dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan tersebut. Z. …. Contoh : Nyatakan himpunan berikut dengan menggunakan tanda kurung kurawal. c. Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan pasangan kurung kurawal {…}. a. .

Himpunan ini disebut sebagai himpunan kosong. yaitu bilangan 5 dan 6. Untuk sembarang himpunan A. Superhimpunan Kebalikan dari subhimpunan adalah superhimpunan. dan pisang. semisal {5. misalnya A = {apel. Definisi di atas juga mencakup kemungkinan bahwa himpunan bagian dari A adalah A sendiri. pisang} Ketiga himpunan di atas memiliki sifat umum. jeruk.    {apel. jeruk. Kita boleh mendefinisikan sebuah himpunan yang tidak memiliki anggota apapun.Himpunan kosong Himpunan {apel. . tetapi tidak mencakup A sendiri. dapat dibuat himpunan-himpunan lain yang elemen-elemennya adalah diambil dari himpunan tersebut. mangga. pisang} memiliki anggota-anggota apelI. yaitu setiap anggota himpunan itu adalah juga anggota himpunan A. Istilah subhimpunan dari A biasanya berarti mencakup A sebagai subhimpunannya sendiri. Pengertian mana yang digunakan biasanya jelas dari konteksnya. pisang}. Himpunan-himpunan ini disebut sebagai subhimpunan atau himpunan bagian dari A. yaitu himpunan yang lebih besar yang mencakup himpunan tersebut. jeruk} {jeruk. tetapi bukan A sendiri. Jadi dapat dirumuskan: B adalah himpunan bagian dari A jika setiap elemen B juga terdapat dalam A. mangga. Himpunan lain. Kadang-kadang istilah ini juga dipakai untuk menyebut himpunan bagian dari A. 6} memiliki dua anggota. jeruk. Relasi antar himpunan Subhimpunan Dari suatu himpunan. Untuk sembarang himpunan A. mangga. Subhimpunan sejati dari A menunjuk pada subhimpunan dari A. mangga. pisang} {apel.

Pertama. Himpunan juga memiliki elemen sejumlah 4. Contoh berikut. mangga. kemudian buktikan bahwa B adalah subhimpunan A. atau dikatakan memiliki kardinalitas yang sama. . Himpunan Kuasa Himpunan kuasa atau himpunan pangkat (power set) dari A adalah himpunan yang terdiri dari seluruh himpunan bagian dari A. jeruk.Kesamaan dua himpunan Himpunan A dan B disebut sama. jika setiap anggota A adalah anggota B. Jika A = {apel. bukanlah sebuah kelas. Definisi di atas sangat berguna untuk membuktikan bahwa dua himpunan A dan B adalah sama. Kelas Suatu himpunan disebut sebagai kelas. Berarti kedua himpunan tersebut ekivalen satu sama lain. Banyaknya elemen himpunan adalah 4. maka himpunan kuasanya. setiap anggota B adalah anggota A. Kardinalitas Kardinalitas dari sebuah himpunan dapat dimengerti sebagai ukuran banyaknya elemen yang dikandung oleh himpunan tersebut. adalah sebuah Himpunan keluarga himpunan. atau keluarga himpunan jika himpunan tersebut terdiri dari himpunan-himpunan. Perhatikan bahwa untuk sembarang himpunan A. dan sebaliknya. Banyaknya anggota yang terkandung dalam himpunan kuasa dari A adalah 2 pangkat banyaknya anggota A. adalah sebuah keluarga himpunan. pisang}. karena mengandung elemen c yang bukan himpunan. buktikan dahulu A adalah subhimpunan B.

Kardinalitas dari himpunan jenis ini disebut sebagai kardinalitas . yaitu himpunan bilangan asli. . maka himpunan tersebut adalah himpunan berhingga. Himpunan Denumerabel Jika sebuah himpunan ekivalen dengan himpunan . yang salah satunya adalah . Himpunan Non-Denumerabel Himpunan yang tidak tercacah disebut himpunan non-denumerabel. karena terdapat korespondensi satu-satu dari himpunan tersebut dengan himpunan seluruh bilangan riil. karena memiliki korespondensi satu-satu antara himpunan tersebut dengan himpunan bilangan asli. Kardinalitas dari himpunan tersebut disebut sebagai kardinalitas . maka himpunan tersebut disebut denumerabel.1) juga memiliki kardinalitas . Himpunan Tercacah Himpunan disebut tercacah jika himpunan tersebut adalah berhingga atau denumerabel. Contoh dari himpunan ini adalah himpunan semua bilangan riil. Himpunan Berhingga Jika sebuah himpunan memiliki kardinalitas yang kurang dari kardinalitas .Dua buah himpunan A dan B memiliki kardinalitas yang sama. yang dinyatakan oleh . jika terdapat fungsi korespondensi satu-satu yang memetakan A pada B. Karena dengan mudah kita membuat fungsi yang memetakan satu-satu dan kepada himpunan A ke B. maka kedua himpunan tersebut memiliki kardinalitas yang sama. Himpunan bilangan riil dalam interval (0. Himpunan semua bilangan genap positif merupakan himpunan denumerabel. Pembuktian bahwa bilangan riil tidak denumerabel dapat menggunakan pembuktian diagonal.

c. A = {a. d. c. maka: Himpunan ---------------------------Representasi Biner ------------------- abcdefg S = { a. Sebagai contoh. f}. Jika maka: Terdapat korespondensi satu-satu antara himpunan kuasa dengan himpunan dari semua fungsi karakteristik dari S. sehingga nilai 1 menunjukkan bahwa elemen tersebut ada. e. f. c. d. c. Setiap posisi bit dikaitkan dengan masing-masing elemen S. b.Fungsi Karakteristik Fungsi karakteristik menunjukkan apakah sebuah elemen terdapat dalam sebuah himpunan atau tidak. b. yang menyatakan ada tidaknya sebuah elemen dalam himpunan tersebut. e. f. dan B = {b. f } --> 1 0 1 0 1 1 0 . f}. Hal ini mengakibatkan kita dapat menuliskan himpunan sebagai barisan bilangan 0 dan 1. g}. e. d. masing-masing bit merupakan fungsi karakteristik dari himpunan tersebut. dan nilai 0 menunjukkan bahwa elemen tersebut tidak ada. jika himpunan S = {a. c. g } --> 1 1 1 1 1 1 1 A = { a. atau disebut juga bentuk biner. Representasi Biner Jika konteks pembicaraan adalah pada sebuah himpunan semesta S. maka setiap himpunan bagian dari S bisa dituliskan dalam barisan angka 0 dan 1. Dengan kata lain. Bilangan biner menggunakan angka 1 dan 0 pada setiap digitnya. e.

B={ b.6...1.. karena kita tinggal menggunakan operasi bit untuk melakukannya. himpunan semesta dinotasikan dengan S berada di pojok kiri. Untuk menyatakan suatu himpunan secara visual (gambar). himpunan semesta dinyatakan dengan daerah persegi panjang. Pengertian Diagram Venn Di bagian depan kalian telah mempelajari cara menyatakan suatu himpunan. c.. Agar kalian dapat memahami cara menyajikan himpunan dalam diagram Venn. dan Q ={5..2. P = {0.4. 3. 9}. menentukan himpunan bagian dari suatu himpunan. dapat dikatakan bahwa kedua . Dalam diagram Venn. Jadi. 9} adalah himpunan semesta (semesta pembicaraan)..7} Himpunan S = {0. d. pelajari uraian berikut. dan komplemen. Diagram Venn pertama kali diketemukan oleh John Venn. Diketahui S = {0.3. 1.2.4. dan operasi pada himpunan. Karena tidak ada anggota persekutuan antara P dan Q. interseksi. 4}. f } --> 0 1 1 1 0 1 0 Cara menyatakan himpunan seperti ini sangat menguntungkan untuk melakukan operasi-operasi himpunan.2. 1. seperti union. sedangkan himpunan lain dalam semesta pembicaraan dinyatakan dengan kurva mulus tertutup sederhana dan noktah-noktah untuk menyatakan anggotanya. Dalam diagram Venn. 3. maka P n Q = { }.. Perhatikan himpunan P dan Q.    Operasi gabungan Operasi irisan Operasi komplemen setara dengan A or B setara dengan A and B setara dengan not A Diagram Venn 1. menentukan himpunan semesta. kalian dapat menunjukkan dalam suatu diagram Venn. seorang ahli matematika dari Inggris yang hiduppada tahun 1834-1923.

dan B = {bilangan genap kurang dari 12}. A= {1. Gambarlah dalam diagram Venn ketiga himpunan tersebut. Anggota himpunan S yang tidak menjadi anggota himpunan P dan Q diletakkan di luar kurva P dan Q..2. anggota-anggota himpunan P diletakkan pada kurva sedangkan anggota-anggota himpunan Q diletakkan pada kurva Q.2. METODE PEMBELAJARAN HIMPUNAN DI SD Menurut Tri Wahyuni (2009: 10) Metode pembelajaran adalah cara menyampaikan bahan pengajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu dan merupakan bagian kegiatan dari pendekatan pembelajaran dan strategi pembelajaran. 3. diagram Venn-nya seperti Gambar 6. airva yang dibatasi oleh himpunan P dan Q saling terpisah. 10} adalah himpunan semesta (semesta pembicaraan). . Agar dapat menyelesaikannya. kalian harus memahami kembali mengenai konsep diagram Venn. Selanjutnya. Kalian harus dapat menyatakan permasalahan tersebut dalam suatu diagram Venn. 5}. 4. Jika kalian amati masalah dalam kehidupan sehari-hari maka banyak di antaranya dapat diselesaikan dengan konsep himpunan.. Dalam hal ini..himpunan saling lepas.4 di bawah. Diketahui S= {1.. 3.

2002. Kamus Matematika. Carico. 1979. Linear Algebra Third Edition. Jakarta: Balai Pustaka. Kalkulus.Wesley Publishing Company. Bittinger. . 1986. New York: John Wiley & Sons. Stephen H. Arnold J.M. Kerami. Spence. Hyatt. Jakarta: Universitas Indonesia. 1986. Insel. Charles C. Addison . Prentice-Hall International. Irving Drooyam. Marvin L. Djati dan Cormentyna Sitanggang. Introduction to Technical Mathematics A Calculator Approach. Mervin L. Inc. H. Lawrence E. Friedberg.DAFTAR PUSTAKA Baisuni. Keedy. Hasyim. A Problem Solving Approach to Intermediate Algebra Second Edition. 1997. Herman R.