P. 1
LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN

LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN

|Views: 298|Likes:
Published by Rico Sitohang

More info:

Published by: Rico Sitohang on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2015

pdf

text

original

LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN

KELOMPK VIII

Click to edit Master subtitle style OLEH:

FEBRICO ALEXANDER SITOHANG FERI DONALD SIANTURI JEFRI BEN PURBA PRIANDI SITORUS
11/5/12

LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN

Pandangan klasik tentang pendidikan, pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa pandidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia.
11/5/12

Landasan Pendidikan marupakan salah satu kajian yang dikembangkan dalam berkaitannya dengan dunia pendidikan. Pada makalah ini berusaha memuat tentang : Landasan Agama, Landasan Filsafat, Landasan Sosiologi, Landasan Hukum, Landasan Moral.
11/5/12

LANDASAN AGAMA
Pendidikan yang idealnya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan serta berupaya merekonstruksi suatu peradaban adalah salah satu kebutuhan asasi yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Hal ini juga merupakan pekerjaan wajib yang harus diemban oleh negara agar dapat membentuk masyarakat yang memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menjalankan fungsi-fungsi kehidupan 11/5/12 selaras dengan fitrahnya serta mampu

Jika disimak lebih mendalam, fakta menunujukan bahwa Pendidikan Indonesia adalah pendidikan yang sekulermaterialistik. Meski sekuler tidak selalu anti agama ( iman dan taqwa ). Hal ini terlihat pada UU Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab VI tentang Jalur, Jenjang, dan Jenis Pendidikan bagian kesatu (Umum) pasal 15 yang berbunyi: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, 11/5/12 dan khusus. Terlihat jelas dalam pasal ini

Minimalnya peran agama, tampak jelas pada UU Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab X tentang Kurikulum pasal 37 ayat (1) kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat 10 bidang mata pelajaran, dimana disana terlihat bahwa pendidikan agama tidak menjadi landasan bagi bidang pelajaran lainnya. Hal ini berdampak pada tidak terwujudnya tujuan pendidikan nasional sendiri, yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses 11/5/12 pembelajaran agar peserta didik secara

LADASAN FILSAFAT
A. Filsafat, Ilmu, dan Ilmu Pendidikan

Filsafat dalam arti sekarang mulai dikenal sejak zaman Yunani kuno, para tokoh filsafat pada waktu itu adalah Socrates ( 469 – 399 SM ), Plato ( 427 – 347 SM ), Aristoteles ( 384 – 322 SM ). Filsafat membahas sesuatu dari segala segala aspeknya yang mendalam, maka dikatakannya kebenaran filsafat adalah kebenaran yang menyeluruh yang sering dipertentangkan dengan dengan kebenaran yang sifatnya relative.
11/5/12

B. Fisafat Pendidikan

Filsafat pendidikan ialah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai ke akar – akarnya mengenal pendidikan. Ada sejumlah  filsafat pendidikan yang dianut oleh bangsa – bangsa di dunia. Zanti Arby ( 1988 ) menceritakan tentang maksud filsafat pendidikan yaitu : 1.      Menginspirasikan 2.      Menganalisis 3.      Mempreskriptifkan
11/5/12

  

Agar uraian tentang filsafat tentang pendidikan ini menjadi lebih lengkap berikut akan dipaparkan tentang beberapa aliran filsafat pendidikan yang dominan di dunia ini. Aliran itu ialah : 1.      Esensialis 2.      Perenialis 3.      Progresivis 4.      Rekontrusionis 5.      Eksistensialis
11/5/12

    

LANDASAN SOSIOLOGIS

Sosiologi pendidian merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi 4 bidang, yaitu: 1) Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain. 2) Hubungan kemanusiaan di sekolah. 3) Pengaruh sekolah pada perilaku
11/5/12

Kajian sosiologi tentang pendidikan pada prinsipnya mencakup semua jalur pendidikan, baik pendidikan sekolah maupun pendidikan diluar sekolah. Masyarakat Indonesia setelah kemerdekaan, utamanya pada zaman pemerintahan Orde Baru, telah mengalami banyak perubahan. Sebagai masyarakat majemuk, maka komunitas dengan ciri-ciri unik baik secara horizontal maupun vertikal masih dapat ditemukan, demikian 11/5/12 pula halnya dengan sifat-sifat dasar dari

Pada bagian depan telah dikemukakan bahwa manusia selalu hidup bersama dengan mwnusia lain. Kajian-kajian sosiologis telah dikemukakan pada waktu membahas hakikat masyarakat. Masyarakat dengan berbagai karakteristik sosiokultural inilah yang juga dijadikan landasan bagi kegiatan pendidikan pada suatu masyarakat tertentu.
11/5/12

LANDASAN HUKUM

Kata landasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau titik tolak.Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati. Aturan baku yang sudah disahkan oleh pemerintah ini , bila dilanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku pula. Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan 11/5/12 kegiatan – kegiatan tertentu, dalam hal ini

Pendidikan menurut Undang-Undang 1945
Undang – Undang Dasar 1945 adalah merupakan hokum tertinggi di Indonesia.Pasal – pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang – Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal, yaitu pasal 31 dan Pasal 32. Yang satu menceritakan tentang pendidikan dan yang satu menceritakan tentang kebudayaan. Pasal 31 Ayat 1 berbunyi : Tiap – tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Dan ayat 2 11/5/12 pasal ini berbunyi : Pemerintah

Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional

Tidak semua pasal akan dibahas dalam buku ini. Yang dibahas adalah pasal – pasal penting terutama yang membutuhkan penjelasan lebih mendalam serta sebagai acuan untuk mengembangkan pendidikan. Pertama – tama adalah Pasal 1 Ayat 2 dan Ayat 7. Ayat 2 berbunyi sebagai berikut : Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan nasional yang berdasarkan pada Pancasila dan 11/5/12 Undang – Undang Dasar 45. Undang –

dan Undang – Undang dasar 1945, yang selanjutnya disebut kebudayaan Indonesia saja. Ini berarti teori – teori pendidikan dan praktek – praktek pendidikan yang diterapkan di Indonesia, tidak boleh tidak haruslah berakar pada kebudayaan Indonesia.“Selanjutnya Pasal 1 Ayat 7 berbunyi : Tenaga Pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri 11/5/12 dalam

LANDASAN MORAL
1. Pengertian Kecerdasan Moral (MQ)

“Kecerdasan moral adalah kemampuan memahami hal yang benar dan yang salah, artinya, memiliki keyakinan etika yang kuat dan bertindak berdasarkan keyakinan tersebut” Michele Borba Kecerdasan yang sangat 11/5/12 penting ini mencakup karakter utama seperti

Setiap hari berita-berita berisi tragedi yangmengejutkan dan statistik mengenai anak-anak membuat kita tercengang, khawatir, dan berusaha mencari jawaban atas persoalan tersebut. Tak terhitung kasus-kasus kejahatan,kekerasan, dan tindak kriminal lain yang pelakunya adalah anak-anak.Demikianlah yang terjadi, anakanak semakin tenggelam dalam persoalan yangserius karena mereka tidak pernah mempelajari kecerdasan moral. Penyebab 11/5/12 merosotnyamoralitas sangatlah kompleks,

Pertama, sejumlahfaktor sosial kritis yang karakter
11/5/12

membentuk

“Michele Borba dalam bukunya”

Membangun Kecerdasan Moral

  Menguraikan cara-cara membanguan kecerdasan moral sejak usia dini dan tentunya juga berguna jika diterapkan disekolah. Kecerdasan Moral terbangun dari tujuh kebajikan utama yaitu:
11/5/12

Empati   Merupakan inti emosi moral yang dapat membantu anak memahami perasaan orang lain. Kebajikan ini membuat anak menjadi peka terhadapkebutuhan dan perasaan orang lain, dan mendorongnya menolong orang yangmemerlukan bantuan, serta memperlakukan orang dengan kasih sayang.

Hati Nurani  Adalah suara hati yang membantu anak memilih jalan yang benar serta tetap berada di jalur yang bermoral; membuat 11/5/12 dirinya merasa

Kontrol Diri   Membantu anak menahan dorongan dari dalam dirinya dan berpikir sebelum bertindak, sehingga ia melakukan hal yang benar. Kebajikan inimembuat anak menjadi mandiri.Sifat ini akan membangkitkan sifat murah dan baik hati dan tidak egois.   Rasa Hormat
11/5/12

Toleransi   Membuat anak mampu menghargai perbedaan kualitas dalam diri oranglain, terbuka terhadap pandangan dan keyakinan baru dan menghargai tanpamembedakan suku, gender, penampilan, budaya ,dll.   Keadilan   Menuntun anak agar memperlakukan orang
11/5/12

11/5/12

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

(^_^)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->