P. 1
Batang Tubuh Undang

Batang Tubuh Undang

|Views: 446|Likes:
Published by M Batara Surya

More info:

Published by: M Batara Surya on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2014

pdf

text

original

BATANG TUBUH UNDANG-UNDANG DASAR 1945

A. Pengertian Batang Tubuh UUD 1945
Arti Batang Tubuh UUD 1945 ialah peraturan Negara yang memuat ketentuan ketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada perundang-undangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu.

B. Isi Batang Tubuh UUD 1945
Batang Tubuh UUD 1945 terdiri dari: 1. 16 Bab 2. 37 Pasal, terbagi 5 bagian antara lain: = Bentuk dan Kedaulatan Negara = pasal 1 = Lembaga Tertinggi Negara = pasal 2, 3 = Lembaga Tinggi Negara = pasal 4-15, 16, 18, 19-22 = Unsur-Unsur Kesejahteraan Negara = pasal 23, 29, 31-37 = Unsur-Unsur Pemerintahan Negara = pasal 17, 24, 25, 26-28, 30 3. 4 pasal Aturan Peralihan 4. 2 Ayat Aturan Tambahan

C. Sifat Batang Tubuh UUD 1945
Batang Tubuh UUD 1945 memiliki 3 sifat utama, yaitu: 1. Fleksibel, Elastis, dan Soepel = artinya dapat mengikuti perkembangan zaman, kapan saja dapat berlaku, sejak dulu hingga sekarang dan sampai kapanpun. 2. Rigid (tidak kaku) = artinya isi Batang Tubuh UUD 1945 dapat diselami setiap warga negara Indonesia secara keseluruhan, siapa saja menjadi WNI mampu menyelaminya. 3. Luwes (gemulai) = maksudnya dapat dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia di semua tempat, disembarang ruang dan di mana saja dapat dipraktekkan.

D. Nilai-Nilai Instrumental dalam Batang Tubuh UUD
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa * Pasal 29 1.Negara Berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. 2.Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing untuk beribadat meurut agamanya dan kepercayaannya itu. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab * Pasal 26 1.Yang menjadi warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara. 2.penduduk ialah warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia 3.hal-hal yang mengenai warga Negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. * Pasal 27 1.Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan peerintahan dan wajib mejunjung hukum dan pemerintahan itu tidak ada kecualinya. 2.tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 3.setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan hukum. * Pasal 28

2. 2. Pasal 28C 1.Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. keluarga. perlindungan. dan negaranya. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. memilih pekerjaan. bertempat tinggal.Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. berkumpul.Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. serta berhak kembali. menyatakan pikiran dan sikap.Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat.Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. Pasal 28G 1. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. 2.Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. bangsa. 2. kehormatan.(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Pasal 28A 1. 3.Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. martabat. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. menyimpan.Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Pasal 28D 1. seni dan budaya. dan mengeluarkan pendapat. jaminan. memperoleh. . serta berhak untuk mencari. Pasal 28H 1. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. memiliki.Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. tumbuh. 4. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. memilih pendidikan dan pengajaran.Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang.Setiap orang berhak atas pengakuan. sesuai dengan hati nuraninya. Pasal 28E 1. memilih kewarganegaraan.Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup.Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Pasal 28B 1. 2. mengolah. Pasal 28F 1. 3. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Pasal 28I 1. hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya.Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat.Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. 4. Angkatan Laut.Hak untuk hidup. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. 3. dan bernegara. serta menegakkan hukum.Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis.Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. melindungi.Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. terutama pemerintah. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. * Pasal 31 1.Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia.Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. sebagai kekuatan pendukung. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. 2. hak untuk tidak diperbudak.Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun. berbangsa. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum.2. keamanan. 4. dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. melayani masyarakat. 2. sebagai kekuatan utama. 5. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin.Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. 5. penegakan. * Pasal 30 1. diatur. hak beragama. dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan. nilai-nilai agama.Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi.Perlindungan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. pemajuan. Kepolisian Negara Republik Indonesia. hak untuk tidak disiksa. serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang. 3. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. 4. mengayomi. 3. syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 28J 1.Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. . dan rakyat. 2.

4. serta Lagu Kebangsaan diatur dengan undang-undang. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. yang berbentuk Republik.Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. 2.2. Persatuan Indonesia * Pasal 1 1. 2. 3.Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. 5. 2. * Pasal 2 1.Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. * Pasal 32 1. Pasal 36B Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan.Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota . dan Lambang Negara. * Pasal 36 Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia. 4. yang diatur dengan undang-undang. Pasal 36A Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pasal 36C Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera. * Pasal 1 ayat 2 Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Bahasa. * Pasal 35 Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. 3.Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 3.Negara Indonesia adalah negara hukum.Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilainilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

* Pasal 5 1. hanya untuk satu kali masa jabatan.Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak. * Pasal 3 1. * Pasal 6 1.Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat.Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih.Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar.Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya. / * Pasal 4 1.Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan undang-undang.Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum. tidak pernah mengkhianati negara. serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden. dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat. dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama. dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.negara. 2. 4. Pasal 7A 1. 5.Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun.Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. 2. 2. 2.Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. baik apabila terbukti telah . / 3. Pasal 6A 1.Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. 2. * Pasal 7 1. 3.Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur dalam undang-undang. 3.

dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan . tindak pidana berat lainnya. dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap pendapat Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. penyuapan. 4. dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. 5. Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. mengadili.Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. Pasal 7B 1. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa. penyuapan. tindak pidana berat lainnya. 3.Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara.Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat. 6. * Pasal 11 1. 2. atau perbuatan tercela. 7. penyuapan. 2. atau perbuatan tercela.Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang.melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. dan memutus pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. korupsi.Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa. tindak pidana berat lainnya.Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. korupsi. korupsi. setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurangkurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir. Pasal 7C 1. mengadili.

dan kota. 2. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hakhak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.Hubungan keuangan.Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang. kabupaten. yang tiap-tiap provinsi. yang selanjutnya diatur dalam undang-undang. * Pasal 16 1. dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah. . dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang. yang diatur dalam undang-undang. daerah kabupaten.Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama.Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum.Gubernur. * Pasal 19 1. kabupaten. 4. 2. pelayanan umum.Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. 6. 7. rancangan undangundang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. 2. 4. Pasal 18A 1.Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. Pasal 18B 1.Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang. 2. Bupati. 3. * Pasal 18 1. 3. daerah kabupaten.Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah provinsi. 3.Pemerintahan daerah provinsi. yang diatur dengan undang-undang.Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang. atau antara provinsi dan kabupaten dan kota. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat. kabupaten. dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi. 5.Pemerintahan daerah provinsi. dan kota dipilih secara demokratis. 3.Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota.Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun. * Pasal 20 1.Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama.persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang. 2. diatur dengan undangundang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang.

Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat dan hak anggota Dewan Perwakilan Rakyat diatur dalam undang-undang.Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut.Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi. setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan. Pasal 22A Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undang-undang diatur dengan undangundang. 3. 5.Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.5. 2. yang syarat-syarat dan tata caranya diatur dalam undang-undang. Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi. 3. maka peraturan pemerintah itu harus dicabut. 2. menyampaikan usul dan pendapat serta hak imunitas. 3. * Pasal 22 1.Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini. 4. dan fungsi pengawasan.Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa. 2.Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya.Jika tidak mendapat persetujuan. selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain UndangUndang Dasar ini. * Pasal 21 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan undang-undang. Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pasal 22B Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dapat diberhentikan dari jabatannya.Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu anggota dari seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. rancangan undang-undang tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. . fungsi anggaran. hak angket.Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. dan hak menyatakan pendapat.Dalam melaksanakan fungsinya. * Pasal 37 1. 4. Pasal 20A 1.Dalam hal rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undang-undang tersebut disetujui.

= Kelembagaan Negara. efisiensi berkeadilan. Pasal-Pasal dan Penjelasan 1. 3.Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Sistem Pemerintahan Negara = penyelenggaraan pemerintahan negara berdasar 7 kunci pokok. 3.Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Hubungan antara Negara dengan Warga Negara dan Penduduk  Masalah warga negara – pasal 26  Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan – pasal 27:1  Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak – pasal 27:2  Kemerdekaan yang berserikat dan berkumpul – pasal 28  Kemerdekaan memeluk agama – pasal 29  Hak dan kewajiban dalam pembelaan negara – pasal 30  Hak mendapat pendidikan dan pengajaran – pasal 31  Kebudayaan nasional – pasal 32 . berkelanjutan. Pemda Bab VI  DPR – Bab VII pasal 20  BPK – VIII pasal 2   3  MA – Bab IX pasal 29 2. E.Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. ialah :  Presiden dan Wakil Presiden – Bab III  DPA – Bab V.5. * Pasal 33 1.Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. 3. berwawasan lingkungan.Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. kemandirian. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. * Pasal 27 1. 5. 2.Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan.Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 4. 4. * Pasal 34 1. 2.Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 2.Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Sidang Tahunan MPR 2001. (2) Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di Ibukota Negara.3) A. 1 Amandemen Pertama Disahkan 19 Oktober 1999 2 Amandemen Kedua Disahkan 18 Agustus 2000 3 Amandemen Ketiga Disahkan 10 November 2001 4 Amandemen Keempat Disahkan 10 Agustus 2002 Bab I Bentuk dan Kedaulatan Pasal 1 (1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. Sidang Tahunan MPR 2001. Sidang Tahunan MPR 2000. dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. (3) Negara Indonesia adalah negara hukum (A. A. yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Kesejahteraan rakyat – pasal 33 dan 34 3. MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah pembukaan UUD 1945. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999. dan Sidang Tahunan MPR 2002. A. Hal-Hal Lain  Bendera – pasal 35  Bahasa – pasal 36  Perubahan UUD – pasal 37  Aturan peralihan – 4 pasal  Aturan tambahan – 2 ayat F. Sidang Tahunan MPR 2000. Amandemen (Perubahan) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Masa Reformasi: Dalam proses reformasi dewasa ini. karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel. dan Sidang Tahunan MPR 2002. . terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD1945. A. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999. Bab II Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 2 (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat ditambah dengan utusan-utusan dari Daerah-daerah dan golongan-golongan menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). karena pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai dasar negara. (2) Kedaulatan adalah ditangan rakyat. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat sentralisasi kekuasaan terutama Presiden dimasa Orde Lama maupun Orde Baru.

berhenti. berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. Menteri Dalam Negeri. Pasal 7 Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali. (2) Presiden menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan Undang-undang sebagaimana mestinya.3) (2) MPR melantik Presiden dan atau Wakil Presiden (A. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan. selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Menteri Pertahanan secara .3) (3) Jika Presiden dan wakil Presiden mangkat.(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan sura yang terbanyak. Pasal 3 (1)Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang menetapkan dan mengubah Undang-undang Dasar (A. dan diberhentikan. MPR menyelanggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden (A. Pelaksana Tugas Kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri. Pasal 8 (1)Jika Presiden mangkat.3) Bab III Kekuasaan Pemerintahan Negara Pasal 4 (1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan Pemerintahan menurut Undang-undang Dasar. Pasal 5 (1) Presiden memegang kekuasaan membentuk Undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya. (2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden.3) (3) MPR hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD (A. (2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. Pasal 6 (1) Presiden ialah orang Indonesia (2) Presiden dan wakil Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan suara yang terbanyak.

1) Pasal 10 Presiden memegang kekuasan tertinggi atas Angkatan Darat. memegang teguh Undang-undang Dasar dan menjalankan segala Undang-undang dan Peraturannya dengan seluas-luasnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa. membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain.3) (3) Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang (A. (2) Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara dan atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan DPR (A." Janji Presiden (Wakil Presiden ): "Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. (2) Jika MPR atau DPR tidak dapat mengadakan sidang. atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut : Sumpah Presiden (Wakil Presiden ): "Demi Allah. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu. saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.4) Pasal 9 (1)Sebelum memangku jabatannya. Pasal 11 (1)Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang. . Pasal 13 (1) Presiden mengangkat Duta dan Konsul. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama. Angkatan Laut dan Angkatan Udara. sampai habis masa jabatannya (A.Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan Undang-undang.3) Pasal 12 Presiden menyatakan keadaan bahaya.bersama-sama. memegang teguh Undang-undang Dasar dan menjalankan segala Undang-undang dan Peraturannya dengan seluas-luasnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa. MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua peket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan pimpinan MPR dan disaksikan oleh pimpinan MA (A.

(2) Dewan ini berkewajiban memberi jawab atas pertanyaan Presiden dan berhak memajukan usul kepada Pemerinta. (3) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun. (2) Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (3) Menteri-menteri itu memimpin Departemen Pemerintahan. Bab VI Pemerintah Daerah Pasal 18 Pembagian Daerah atas Daerah besar dan kecil.(2) Presiden menerima Duta negara lain.1) Pasal 15 Presiden memberi gelaran.1) Bab IV Dewan Pertimbangan Agung Pasal 16 (1) Susunan Dewan Pertimbangan Agung ditetapkan dengnan Undang-undang. dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar permusyawaratan dalam sidang Pemerintahan Negara dan hak-hak asal-usul dalam daerah yang bersifat Istimewa. tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dengan undangundang (A. Pasal 14 (1)Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA (A.1) (2) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR (A. (2) Susunan Dewan Perwakilan Rakyat ditetapkan dengan Undang-undang. Bab V Kementerian Negara Pasal 17 (1) Presiden dibantu oleh Menteri-menteri Negara. Pasal 20 (1) Tiap-tiap Undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat . Bab VII Dewan Perwakilan Rakyat Pasal 19 (1) Anggota DPR dipilih melalui pemilihan umum.

(3) Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan Undang-undang. Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-undang. maka Pemerintah menjalankan anggaran tahun yang lalu. tidak disahkan oleh Presiden. Pasal 22 (1) Dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa. (2) Susunan dan kekuasaan Badan-badan Kehakiman itu diatur dengan Undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan Pemerintah. . (2) Segala pajak untuk keperluan Negara berdasarkan Undang-undang.(2) Jika suatu rancangan Undang-undang tidak mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat . (2) Peraturan Pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan berikutnya. (4) Hal keuangan Negara selanjutnya diatur dengan Undang-undang. Bab IX Kekuasaan Kehakiman Pasal 24 (1) Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuahMahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut Undang-undang. (5) Untuk memeriksa tanggung-jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan. (3) Jika tidak mendapat persetujuan maka Peraturan Pemerintahan itu harus dicabut. maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. meskipun disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 21 (1) Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan rancangan Undang-undang. yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-undang. Hal pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Bab VIII Hal Keuangan Pasal 23 (1) Anggaran Pendapatan dan Belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan Undang-undang. (2) Jika rancangan itu. maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang. Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Bab X Warganegara dan Penduduk Pasal 26 (1) Yang menjadi Warganegara ialah orang-orang Bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-undang sebagai Warganegara. Pasal 27 (1) Segala Warganegara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung Hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Bab XI Agama Pasal 29 (1) Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. (3) Syarat-syarat mengenai wargga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. Bab XII Pertahanan Negara Pasal 30 (1) Tiap-tiap warganegara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara (2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan Undang-undang. .Pasal 25 Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diperhentikan sebagai Hakim ditetapkan dengan Undang-undang. (2) Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. (2) Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang yang bertempat tinggal di Indonesia.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai hajat hudup orang banyak dikuasai oleh Negara (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalammya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bab XV Bendera dan Bahasa Pasal 35 Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih. Pasal 34 Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara. yang diatur dengan Undang-undang. Bab XIV Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Pasal 33 (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.Bab XIII Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 31 (1) Tiap-tiap Warganegara berhak mendapat pengajaran (2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional. Pasal 36 Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia. . Pasal 32 Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional. Presiden Indonesia mengatur dan menyelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam Undang-undang Dasar ini. (2) Dalam enam bulan sesudah Majelis Permusyawaratan Rakyat dibentuk. Aturan Peralihan Pasal I Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kepidahan Pemerintahan kepada Pemerintah Indonesia. . selama belum diadakan yang baru menurut Undang-undang Dasar ini. Aturan Tambahan (1) Dalam enam bulan sesudah akhirnya peperangan Asia Timur Raya. Pasal IV Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-undang Dasar ini. Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota yang hadir.Bab XVI Perubahan Undang-Undang Dasar Pasal 37 (1) Untuk mengubah Undang-undang Dasar sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat harus hadir. Pasal III Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia. Pasal II Segala Badan Negara dan Peraturan yang ada masih langsung berlaku. (2) . Majelis itu bersidang untuk menetapkan Undang-undang Dasar.

dan soepel. serta luwes (gemulai). 2.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN  KESIMPULAN 1. Batang Tubuh UUD 1945 memiliki 3 sifat utama. dan 2 ayat aturan tambahan. Dari makalah yang telah kami buat. Akan tetapi. 4. 4 pasal peralihan. yaitu fleksibel. 3. rigid (tidak kaku). Batang Tubuh UUD 1945 berisi 16 bab. Batang Tubuh UUD 1945 mengalami 4 kali amandemen. kami menyimpulkan bahwa: Batang Tubuh UUD 1945 ialah peraturan negara yang memuat ketentuan-ketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber daripada perundang-undangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara itu. jangan sampai pembaca terlalu larut dalam makalah kami karena makalah kami belum dekat dari kesempurnaan maka dari itu kami sangat mengharapkan pula kritik dan saran yang membangun agar makalah kami dapat tersampaikan dengan baik kepada orang-orang yang membacanya. 37 pasal.  SARAN Kami sangat mengharapkan kepada agar dapat memahami tentang Batang Tubuh UUD 1945 karena merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh negara kita. . elastis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->