P. 1
Hukum Starling

Hukum Starling

|Views: 171|Likes:
Published by Fatimah Salma

More info:

Published by: Fatimah Salma on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2015

pdf

text

original

HUKUM STARLING

A. Tujuan : Pada akhir latihan ini mahasiswa harus dapat: 1. Mempersiapkan jantung kura-kura untuk percobaan Hukum Starling 2. Melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran Hukum Starling pada jantung kura-kura B. Alat dan binatang percobaan yang diperlukan: 1. Kimograf + kertas + perekat + kura-kura 2. Benang yang telah diberi malam 3. Pipa kaca bengkok + pipa kaca lurus 4. Statip + klem buret + buret + waskom kecil + waskom besar 5. 2 pipa karet + penjepit karet + manometer Hg + semprit besar C. Teori dasar FAKTOR PENENTU KERJA JANTUNG Jantung sebagai pompa fungsinya dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang saling terkait dalam menentukan isi sekuncup (stroke volume) dan curah jantung (cardiac output) yaitu:
   

Beban awal (pre load) Kontraktilitas Beban akhir (after load) Frekuensi jantung

Curah Jantung Curah jantung merupakan faktor utama yang harus diperhitungkan dalam sirkulasi, karena curah jantung mempunyai peranan penting dalam transportasi darah yang memasok berbagai nutrisi. Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel selama satu menit. Nilai normal pada orang dewasa adalah 5 L/mnt. Isi Sekuncup (curah sekuncup) Isi sekuncup merupakan jumlah darah yang dipompakan keluar dari masing-masing venrikel setiap jantung berdenyut. Isi sekuncup tergantung dari tiga variabel: beban awal, kontraktilitas, dan beban akhir.

Beban Awal Beban awal adalah derajat peregangan serabut miokardium pada akhir pengisian ventrikel. Hal ini sesuai dengan Hukum Starling: peregangan serabut miokardium selama diastole melalui peningkatan volume akhir diastole akan meningkatkan kekuatan kontraksi pada saat sistolik. Sebagai contoh karet yang diregangkan maksimal akan menambah kekuatan jepretan saat dilepaskan. Dengan kata lain beban awal adalah kemampuan ventrikel meregang maksimal saat diastolik sebelum berkontraksi/sistolik. Faktor penentu beban awal:
   

Insufisiensi mitral menurunkan beban awal Stensosis mitral menurunkan beban awal Volume sirkualsi, peningkatan volume sirkulasi meningkatkan beban awal. Sedangkan penurunan volume sirkulasi menurunkan beban awal. Obat-obatan, obat vasokonstriktor meningkatkan beban awal. Sedangkan obat-obat vasodilator menurunkan beban awal.

Beban Akhir Beban akhir adalah besarnya tegangan dinding ventrikel untuk dapat memompakan darah saat sistolik. Beban akhir menggambarkan besarnya tahanan yang menghambat pengosongan ventrikel. Beban akhir juga dapat diartikan sebagai suatu beban pada ventrikel kiri untuk membuka katup semilunar aorta, dan mendorong darah selama kontrakis/sistolik. Beban akhir dipengaruhi:
   

Stenosis aorta meningkatkan beban akhir Vasokontriksi perifer meningkatkan beban akhir Hipertensi meningkatkan beban akhir Polisitemia meningkatkan beban akhir o Obat-oabatan, vasodilator menurunkan vasokonstriktor meningkatkan beban akhir.

beban

akhir,

sedangkan

Peningkatan secara drastis beban akhir akan meningkatkan kerja ventrikel, menambah kebutuhan oksigen dan dapat berakibat kegagalan ventrikel. Kontraktilitas Kontraktilitas merupakan kemampuan otot-otot jantung untuk menguncup dan mengembang. Peningkatan kontraktilitas merupakan hasil dari interaksi protein otot aktin-miosin yang diaktifkan oleh kalsium. Peningkatan kontraktilitas otot jantung memperbesar curah sekuncup dengan cara menambah kemampuan ventrikel untuk mengosongkan isinya selama sistolik. HUKUM FRANK STARLING 1. Makin besar isi jantung sewaktu diastol, semakin besar jumlah darah yang dipompakan ke aorta.

2. dalam batas-batas fisiologis, jantung memompakan ke seluruh tubuh darah yang kembali ke jantung tanpa menyebabkan penumpukan di vena. 3. jantung dapat memompakan jumlah darah yang sedikit ataupun jumlah darah yang besar bergantung pada jumlah darah yang mengalir kembali dari vena.

D. Tata kerja

Pengaruh isi permulaan (diastolic) ventrikel pada kekuatan kerutan jantung 1. 2. Pasanglah berbagai alat yang disediakan Tutuplah klem pipa karet pada ujung buret dan isilah dan isilah buret dengan larutan Ringer sehingga hampir penuh. Usahakan agar dalam pipa karet di ujung buret tidak terdapat gelembung udara. Bagaimana cara menghindarikan adanya gelembung udara dalam pipa karet pada ujung buret tersebut?
Dengan cara menuangkan larutan Ringer secara perlahan pada dinding buret.

3. 4. 5.

Dengan semprit besar isilah pipa manometer dengan larutan Ringer sesuai dengan keterangan dan gambar. Buatlah sedian kura-kura untuk percobaan jantung menurut petunjuk umum. Keluarkanlah jantungnya dengan memotong secara hati-hati berbagai pembuluh darah yang besar, kemudian memasukkan jantung itu kedalam waskom kecil yang berisi larutan Ringer sampai jantung bersih dari sisa-sisa darah. Dapatkah jantung kura-kura yang baru dikeluarkan dari tubuhnya tetap berkontraksi? Apa sebabnya?
Dapat tetap berkontraksi, karena masih adanya rangsang potensial aksi yang menyebabkan kontraksi tetap ada.

6. 7. 8.

Keluarkanlah jantung dari waskom kecil dan letakkanlah kedalam gelas arloji besar yang berisi larutan Ringer. Buatlah lubang kecil pada atrium dengan gunting dan memasukkan pipa kaca lurus kedalamnya sehingga ujungnya masuk kedalam rongga ventrikel. Ikatlah pipa itu dengan erat ada batas atrium-ventrikel dengan benang yang diberi malam. Apa yang harus saudara perhatikan pada waktu memasukan dan mengikat pipa kaca lurus pada batas atrium ventrikel?
Memasukkan dan mengikat pipa kaca perlahan agar tidah terjadi robek pada batas atrium ventrikel.

9. Masukkanlah pipa kaca bengkok kedalam truncus arteriosus dan kaitkan erat-erat. 10. Hubungkanlah pipa kaca lurus dengan kaca buret yang berisi larutan Ringer. 11. Alirkanlah larutan Ringer dari buret untuk membersihkan ventrikel dari darah dan gelembung udara, dan membiarkan larutan Ringer menetes dari ujung pipa kaca bengkok. 12. Bukalah klem pipa karet manometer (B) dengan hati-hati sehingga larutan Ringer dalam manometer menetes dari ujung pipa karet tersebut. 13. Hubungkanlah pipa kaca bengkok dengan pipa karet manometer. Mengapa larutan Ringer dibiarkan menetes terus pada saat pipa bengkok dihubungkan dengan pipa karet manometer?
Agar larutan Ringer yang mampu mempertahankan suhu jantung pada keadaan normal.

14. Tutuplah klem pipa karet buret.

15. Bukalah klem karet manometer (B) sebesar-besarnya. 16. Bukalah klem karet di ujung pipa manometer (C) dan membiarkan jantung berdenyut mengosongkan diri. Tepat pada saat puncak systole tutup dengan cepat klem (C) tersebut diatas. Bila jantung tidak berdenyut spontan rangsang jantung secara mekanik dengan sentuhan benda tumpul pada ventrikel. 17. Catatlah 5 kerutan jantung pada tromol yang berputar dengan kecepatan kira-kira ½ cm/detik, bila jantung tidak berdenyut sendiri, dengan memberi rangsangan pada jantung setiap 5 detik sekali. 18. Hentikanlah tromol dan mengalirkannya dari buret 0,2 – 0,5 cc Ringer ke dalam ventrikel, kemudian mencatat 5 kerutan jantung seperti diatas. 19. Ulangi pencatatan dengan setiap kali menambahkan dengan cepat sejumlah larutan Ringer yang sama banyaknya. 20. Lanjutkanlah penambahan larutan Ringer sampai tekanan diastolik yang terus bertambah menyebabkan penurunan tekanan sistolik yang nyata. Mencatat hasil percobaan. Bila ujung pencatata manometer naik setinggi 10 mm, berapakah kenaikan dalam vertikel yang menyebabkan penyimpanan tersebut? 21. Buatlah kurve hubungan antara isi diastolik ventrikel dan tekanan ventrikel dari hasil percobaan. Meneliti apakah hasil yang kami peroleh sesuai dengan teori .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->