P. 1
Filsafat Hukum

Filsafat Hukum

|Views: 82|Likes:
Published by Ade Saputra

More info:

Published by: Ade Saputra on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2013

pdf

text

original

FILSAFAT HUKUM

FILSAFAT :
• Philosophy (Inggris); • Philosophie (Prancis dan Belanda); • Philosophia (Latin); • Filosofia (Yunani); • Falsafah (Arab).
Secara etimologis filsafat berasal dari kata Filosofia (Yunani), merupakan bentukan dari kata Philos atau Filo dan Sephia atau Sofia. Filo berarti Cinta (Ingin) dan Sofia berarti kebijaksanaan (Lili Rasyidi). Berarti cinta akan kebijaksanaan, kebijaksanaan hidup yang berkaitan dengan pikiran-pikiran rasional (Theo Huijbers)

Kattsof) CONTEMPLATION .FILSAFAT • adalah pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu dalam batas-batas kemampuan manusia. yang memadai untuk memahami dunia tempat kita hidup. karena tujuan para filsuf untuk mencapai kebenaran dalam praktik (Al Kindi) • Merupakan pemikiran secara sistematis. Kegiatan kefilsafatan ialah merenung tapi bukan melamun. maupun untuk memahami diri kita sendiri (Louis O. Perenungan kefilsafatan ialah percobaan menyusun suatu sistem pengetahuan yang rasional. juga bukan berpikir secara kebetulan yang bersifat untung-untungan.

(Jujun S.Karakteristik Berpikir Filsafat 1. Suriasumantri) 3. mengandung arti bahwa cara berpikir filsafat tidaklah sempit (fragmentaris atau sektoral) tetapi melihat persoalan dari tiap sudut yang ada. Mendasar. 2. Spekulatif. arttinya bahwa untuk dapat menganalisa tiap sudut persoalan perlu dianalisis secara mendalam. Menyeluruh. (Darji Darmodihardjo dan Shidarta) . maksudnya bukan menganalisa suatu masalah dengan untung-untungan tetapi harus memiliki dasar-dasar yang dapat dipertangungjawabkan.

serta akan merukunkannya dengan kebutuhan umum. Menurut Roscou Pound.FILSAFAT HUKUM Ruang Lingkup Filsafat Hukum Ruang lingkup filsafat hukum tidak hanya masalah tujuan hukum saja. Kedua. tekanan dari kepentingan masyarakat yang kurang langsung. yang harus mengendalikan kesewenangwenangan. sebagai satu kepentingan dalam perdamaian dan ketertiban mendorong munculnya hukum. tetapi juga mencakup segala permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat yang memerlukan pemecahan. . telah menyebabkan orang mencari dasar yang tetap untuk menertibkan tindakan manusia. serta menjamin ketertiban masyarakat yang stabil. ada dua kebutuhan yang mendorong pemikiran filsafat tentang hukum: Pertama. baik dari pihak penguasa maupun perseorangan. kepentingan masyarakat sangat besar dalam keselamatan umum.

ada tiga pertanyaan penting yang dibahas oleh filsafat hukum.Menurut Apeldoorn. hukum dengan nilai-nilai sosial budaya. apa sebabnya negara berhak menghukum seseorang?. yaitu: (1) Adakah pengertian hukum yang berlaku umum (2) Apakah dasar kekuatan mengikat dari hukum. hubungan hukum dengan kekuasaan. masalah kontrak. (3) Adakah sesuatu hukum kodrat Menurut Darji Darmodihardjo dan Shidarta. ruang lingkup filsafat hukum saat ini adalah mengenai permasalahan-permasalahan yang terkait dengan tujuan hukum dalam kehidupan sehari-hari terrutama masalah ketertiban dan keadilan. Masalah-masalah tersebut antara lain. apa sebabnya orang mentaati hukum?. . dan lain-lain. masalah pertanggungjawaban. masalah peranan hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat. masalah hak milik.

dan analisis tentang pandangan antropogis yang melandasi tata hukum dan atau dalam kaitan dengan tujuan yang hendak diwujudkannya dapat diharapkan akan menumbuhkan sikap kritis sehingga mampu menilai dan menerapkan kaidah-kaidah hukum positif pada pelbagai situasi konkrit yang selalu berkembang (Lili Rasyidi dan B. Arief Sidharta) Menempatkan hukum dalam tempat dan perspektif yang tepat sebagai bagian dari usaha manusia menjadikan dunia ini suatu tempat yang pantas untuk didiami (Mochtar Kusumaatmadja) .Manfaat Filsafat Hukum: Mempelajari filsafat hukum tujuannya adalah memperluas cakrawala pandang sehingga dapat memahami dan mengkaji dengan kritis atas hukum dengan penafsirannya secara kontekstual.

Hukum Alam Positivisme Utility Mazhab Sejarah Aliran Sociological Jurisprudence Aliran Realisme Hukum Kritisisme hukum . 3.Aliran-aliran Filsafat Hukum: 1. 4. 2. 5. 6. 7.

dan lain-lain). Aliran hukum alam dapat dibedakan menjadi dua macam: (1) Irasional. Gratianus. Merupakan ideal-ideal yang menuntut perkembangan hukum dan pelaksanaannya. yang berpendapat bahwa hukum yang berlaku universal dan abadi itu bersumber dari Tuhan secara langsung. Marsilius Padua. yang menjaga jangan sampai terjadi suatu pemisahan secara total antara “yang sekarang” dan “yang seharusnya”. . Johannes Huss. Aliran ini pada pokoknya berpendapat bahwa hukum itu berlaku universal dan abadi. Dante. (Thomas Aquino. Suatu dasar dalam hukum yang bersifat moral.1. Aliran Hukum Alam: Aliran hukum alam berkembang pada abad pertengahan melalui pemikiran kaum Scholastik yang menganut aliran hukum alam yang bersumber dari rasio Tuhan. John Salisbury. b. Gambaran umum tentang apa yang dimaksud dengan hukum alam sebagaimana dikemukakan oleh Dias. (2) Rasional. Pierre Dubois. yaitu: a. yang berpendapat bahwa sumber dari hukum yang universal dan abadi itu adalah rasio manusia.

Isi dari hukum yang sempurna. d. . yang dapat dideduksikan melalui akal.c. Suatu metode untuk menemukan hukum yang sempurna. Suatu kondisi yang harus ada bagi kehadiran hukum. e.

Hukum yang dibuat oleh penguasa seperti undang-undang. Hukum dalam arti yg tidak sebenarnya adalah hukum yg tidak memenuhi persyaratan sebagai hukum.2. dalam arti bahwa perintah dari mereka yang memegang kekuasan tertinggi atau dari yg memegang kedaulatan. peraturan pemerintah dan lain-lain. Hukum yang dibuat oleh rakyat secara individu yg digunakan untuk melaksanakan hak-hak yang diberikan kepadanya. melainkan dibuat oleh suatu lembaga-lembaga swasta atau suatu perkumpulan perseorangan. Aliran Hukum Positif • Aliran Hukum Positif yg analitis --- John Austin Hukum --- a command of the lawgiver (hukum merupakan perintah dari penguasa). Hukum dalam arti yang sebenarnya terdiri. tetap dan bersifat tertutup. hukum secara tegas dipisahkan dari keadilan dan tidak didasarkan pada nilai-nilai yang baik dan buruk. b. a. Hukum sebagai sesuatu yg logis. Pebagian hukum menurut Astin. hukum yg diciptakan Tuhan untuk manusia dan hukum yg disusun dan dibuat manusia. . hukum ini tidak dibuat oleh penguasa yang berdaulat/berwenang.

• Teori Hukum Murni--- Hans Kelsen hukum itu harus dibersihkan dari anasir-anasir yang tidak yuridis seperti etis. yaitu terdapat dalam berbagai peraturan yang ada. sdgkan ketentuan yg lebih rendah merupakan konkretisasi dari ketentuan yg lebih tinggi. sosiologis. Dua teori yang dikemukan Hans Kelsen: • ajaran tentang hukum yang bersifat murni • Stufenbau des Recht --- sistem hukum itu merupakan suatu hirarki dari hukum. lahir karena kemauan dan akal manusia. Hukum adalah sebagaimana adanya. Inti ajarannya adalah “hukum itu harus dibersihkan dari anasir-anasir yg tidak yuridis seperti etis.” . suatu ketentuan hukum tertentu bersumber pada ketentuan yang lebih tinggi dan ketentuan yg lebih tinggi ini dinamakan Grundnorm atau norma dasar yg bersifat hepotetis. Ilmu hukum adalah normatif----- hukum itu berada dalam dunia sollen dan bukan sein. Sifatnya hipotetis. politis dan sebagainya. sosiologis. Karena yang dipersoalkan bukanlah “bagaimana hukum itu seharusnya” melainkan “apa itu hukum”. Pada hirarki. politis dan sebagainya.

. Hukum adalah seperangkat kondisi-kondisi kehidupan sosial yang ditegakkan oleh kekuasaan negara melalui usaha paksaan dari luar. bahwa tujuan dari hukum dan perundang-undangan adalah untuk kebahagian yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena yang dipersoalkan bukanlah “bagaimana hukum itu seharusnya” melainkan “apa hukum itu.Hukum itu adalah sebagaimana adanya. lahir karena kemauan dan akal manusia. Sifatnya adalah hepotetis. 3. John Stuart Mill dan Rudolf von Jhering) Inti ajaran ini.” Ilmu hukum adalah normtif---- hukum itu berada dalam dunia sollen dan bukan pada dunia sein. Hukum berasal dari jiwa bangsa dan sesuai dengan kepentingan negara yg dikembangkan secara sistematis dan rasional sesuai dgn perkembangan kebutuhan negara. Aliran Utilitarianisme (Jeremy Bentham. yaitu terdapat dalam berbagai peraturan yang ada.

Di dunia ini terdapat banyak bangsa dan tiap-tiap bangsa memiliki suatu volksgeit-jiwa rakyat. . Hukum itu merupakan pencerminan jiwa rakyat.4. Jiwa ini berbeda baik menurut waktu maupun tempat. oleh karena itu hukum akan berbeda pada sertiap waktu dan tempat. sehingga tidak masuk aka apabila terdapat hukum yang bersifat universal dan abadi. tetapi tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Mazhab Sejarah (Carl von Savigny dan Puchta) Lahirnya mazhab ini dipengaruhi oleh Montesqueu (“L’esprit de Lois”) yang telah mengemukakan adanya hubungan antara jiwa suatu bangsa dengan hukumnya dan pengaruh faham nasionalisme yang mulai timbul di awal abad ke 19. Hukum itu tidak dibuat. hukum itu tumbuh bersamasama dengan pertumbuhan rakyat dan menjadi kuat bersama-sama dengan kekuatan rakyat. dan pada akhirnya ia mati jika bangsa itu kehilangan kebangsaannya. Hukum bersumber dari jiwa rakyat.

Eugen Ehrlich. • Hukum sebagai kenyataan dan bukan sebagai kaidah. Menganjurkan mempelajari hukum sebagai suatu proses (law in action) yang dibedakannya dengan hukum yang tertulis (law in books). geraknya dimulai dari yang irasional menuju ke yang rasional. Menurut Pound --- hukum harus dilihat sebagai suatu lembaga kemasyarakatan yang berfungsi memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial. Aliran Sociological Jurisprudence (Roscoe Pound. Benyamin Cardoso dan lain-lain) Inti pemikiran dari aliran ini adalah: • Hukum yang baik adalah yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. .5. • Perkembangan hukum sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pendapat Pound yang terkenal: law as a tool of social engineering (hukum sebagai pranata sosial atau hukum sebagai alat untuk membangun masyarakat). Hukum baru dapat disebut hukum jika ada jaminan eksternal bahwa aturan itu dapat dipaksakan melalui paksaan fisik maupun psikologis.

hukum tidak statis dan selalu bergerak secara terus menerus sesuai dengan perkembangan jamannya dan dinamika masyarakat.6. dll) Menurut aliran ini. Oliver Wendell Holmes. Selain unsur logika yang memegang faktor penting dalam pembentukan perundang-undangan. juga unsur kepribadian. Aliran Realisme Hukum (Pragmatic Legal Realism) (Jhon Chipman Gray. prasangka dan unsur-unsur lain di luar logika berpengaruh sangat besar. melainkan hakim sebagai titik pusat perhatian dan penyelidikan hukum. Karl Llewellyn. Ilmu hukum yang sesungguhnya dibangun dari studi tentang hukum dalam pelaksanaannya. Jerome Frank. Gray dan Holmes yang penganut paham positivisme hukum tetapi tidak menempatkan undang-undang sebagai sumber utama hukum. Tujuan hukum selalu dikaitkan dengan tujuan masyarakat tempat hukum itu diberlakukan. Gray --- All the law is judge made law (sumber hukum utama adalah putusan-putusan hakim) .

meskipun bukan sesuatu yang tabu untuk diperdebatkan.” Paradigma Positivistik (Hukum Modern): hukum dilihat sebagai sesuatu yang tersusun logis. Paradigma Postmodernis: priode transisi paradigmatis. yang menurut Liek Wilardjo dikatakan sebagai “suatu kerangka keyakinan dan komitmen para intelektual. Namun sekaligus masa ini adalah masa baru yang penuh hiruk pikuk dan ketidakpastian (Santos) .. yaitu suatu masa di mana terjadi proses peralihan yang sangat penting terhadap cara pandang manusia tentang dunia. teratur dan tanpa cacat (Kelsen dan Austin).PARADIGMA dalam HUKUM PARADIGMA: “contoh atau pola” Di dalam komunitas ilmiah paradigma dipahami sebagai sesuatu yang lebih konseptual dan signifikan.

7. Aliran Hukum Kritis (Critical Legal Studies) Paradigma positivisme tidak pernah mengalami apa yang disebut Kuhn sebagai “anomaly”. Lompatan Paradigma (Thomas Kuhn) Paradigma I Normal Science Anomalies Krisis Revolusi Paradigma II . Artinya paradigma tersebut tetap bertahan sebagai “normal science”.

Kalanjutan dari keadaan ini ialah krisis yaitu bilamana penyimpanganpenyimpangan itu telah memuncak. Karya-karya tersebut di atas selain mengakumulasi ilmu pengetahuan berdasarkan paradigma yang ada. Berdasarkan paradigma tertentu itu terjadilah akumulasi ilmu pengetahuan (normal science).Pada suatu masa tertentu suatu ilmu didominasi oleh suatu paradigma tertentu. juga membuahkan penyimpanganpenyimpangan yang tak dapat dijelaskan berdasarkan paradigma yang digunakan (anomalies). CRITICAL LEGAL STUDIES MOVEMENT (Gerakan Studi Hukum Kritis) . Kalau situasi ini telah terjadi maka munculah revolusi keilmuan di mana paradigma I ditinggalkan dan paradigma II digunakan sebagai landasan bagi gagasan-gasan ilmiah.

terimakasih wasalam .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->