P. 1
29961484 Buku Pengantar Kuliah Geologi Teknik

29961484 Buku Pengantar Kuliah Geologi Teknik

|Views: 495|Likes:
Published by Nolly Hadiansyah

More info:

Published by: Nolly Hadiansyah on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Maksud dan Tujuan
  • 1.2. Ahli Geologi Teknik
  • 1.3. Ruang Lingkup
  • 1.4. Penelitian Lapangan
  • 1.5. Tahapan Penelitian
  • 1.6. Roman Muka Bumi
  • 1.7. Mineral
  • 1.8. Mineral Pembentuk Batuan
  • 1.9. Prinsip Dasar Geologi Teknik
  • 2.2. Batuan Beku
  • 2.3. Batuan Metamorf
  • 2.4. Struktur Sedimen
  • 2.5.1. Kekar (joint)
  • 2.5.2. Lipatan (Fold)
  • 2.5.3. Sesar (Fault
  • 3.1. Peta Geologi Teknik
  • 3.2. Analisis Besar Butir Tanah
  • 3.3. Batas-Batas Atterberg
  • 3.4. Keaktifan
  • 3.6. Tingkat Pengembangan
  • 3.7. Konsolidasi
  • 3.8. Kuat Geser Tanah
  • 3.9. B Tangan
  • 3.10. Pengambilan Contoh Tanah
  • 3.11. Pemboran Inti/Pemboran Mesin
  • 3.12. Daya Dukung
  • 4.1. Definisi
  • 4.2. Faktor Penyebab Gerakan Tanah
  • 4.3. Secara Mekanika
  • 4.4. Macam Gerakan Tanah
  • 4.5. Klasifikasi Gerakan Tanah
  • 4.6. Kemampuan Geologi Teknik
  • 4.7. Evaluasi Zona Geologi Teknik Untuk RUTR
  • 4.8. Analisis Kestabilan Lereng
  • 4.9.Penentuan Bidang Gelincir
  • 4.10. Penentuan Kondisi Geohidrologi
  • 4.13. Mencegah Runtuhnya Sebuah Lereng
  • 4.14. Pengenalan Gejala Gerakan Tanah
  • 5.1. Tanah
  • 5.2. Batuan
  • 5.3. Pembebanan Terhadap Bawah Tanah
  • 5.4. Pondasi
  • 6.1. BENDUNGAN
  • 6.2. GROUTING
  • 7.1. Material Tanah
  • 7.2. Material Batu
  • 7.3. PELEDAKAN (BLASTING)

1

BUKU PENGANTAR KULIAH GEOLOGI TEKNIK
Nama Pemilik buku Nomor Mahasiswa : Sigit Agung Prasetia : 410008003

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2010

2

Kata Pengantar

Telah lama kami berkeinginan menyempurna kan diktat kuliah Geologi Teknik tahun 2002, untuk lebih dapat berpartisipasi dalam bidang pekerjaan geologi teknik dan dapat menambah pengetahuan dalam kaitannya kerekayasaan bangunan teknik. Buku ini khusus untuk kalangan sendiri, bertujuan untuk membantu m ahasiswa Jurusan Teknik Geologi memahami materi kuliah yang kami ajarkan. Materi ini kami ambil dari beberapa literatur, jurnal dan beberapa teori praktis pengalaman kami pada waktu bekerja di Proyek Bengawan Solo termasuk Departemen Pekerjaan Umum. Kami menyadari isi buku ini masih banyak kekurangannya dan kesalahan untuk itu kami sangat terimakasih apabila pembaca berkenan untuk mengkritik demi lebih baik. Semoga buku ini bermanfaat bagi para mahasiswa dan pembaca.

Yogyakarta, 5 Agustus 2009

3

DAFTAR ISI (maaf nomorx g sesuai) Halaman
Kata Pengantar ««««««««««««««««««««............. Daftar Isi ««««««««««««««««««««««««....... Daftar Tabel «««««««««««««««««««««««...... Daftar Gambar ««««««««««««««««««««««...... B B I. PENDAHULUAN ««««««««««««««««. ......... 1.1.Maksud dan Tujuan ....««««««««««««««««« ........ 1.2. Ahli Geologi Teknik .................................................................... ........ 1.3. Ruang lingkup «««««««««««««««««««««« 1.4. Penelitian Lapangan «««««««««««««««««««.. 1.5. Tahapan Penelitian ««««««««««««««««««««. 1.6.Berbagai cara Penelitian Lapangan «««««««««««««« 1.7.Mineral ««««««««««««««««««««««««« 1.8. Mineral Pembentuk Batuan ««««««««««««««««« 1.9.Prinsip Dasar Geologi Teknik «««««««««««««««... BAB II. GEOLOGI ««««««««««««««............................. 2.1. Batuan Beku ................................................................................. ........ 2.2. Batuan Sedimen ........................................................................... ......... 2.3. Batuan Metamorf ......................................................................... ......... 2.4. Struktur Sedimen ««««««««««««««««««............ 5. Struktur Batuan ........................................................................... .............. 2.6. Ketidak selarasan (Unconformities) ............................................. ......... 2.7. Paleontologi ................................................................................ ........... 2.8. Gempa Bumi ««««««««««««««««««««««.. BAB III. PENYELIDIKAN GEOLOGI ............................................ ........... 3.1. Peta Geologi Teknik ................................................................... .......... 3.2. Analisa Besar Butir Tanah ................................................ .................... 3.3. Batas-batas Atterberg ................................................................. ........... 3.4. Keaktifan .................................................................................... ........... .i .ii v vi 1 1 1 2 2 3 3 10 11 11 13 20 24 26 27 28 35 36 38 42 45 45 47 48

..... Knsolidasi ......... Kemampuan Geologi Teknik «««««««««««««..................... 4.. ................................4...... 4...... ........................................ Geometri lereng ...8................. ................... ..................... V ........ 3............. 4. 3...................... Pemboran Inti/Pemboran Mesin ........ 50 51 52 54 55 57 57 71 75 75 75 76 79 79 86 88 90 94 96 97 97 101 105 111 120 120 120 121 124 131 131 BAB.................................13...................... Struktur Geologi ««««««««««««««««««.««««««««««««««............................................................Faktor Penyebab Gerakan Tanah ......... ....................6.............. .................. Pengambilan Contoh Tanah ...Secara mekanika ««««««««««««««««««............ .......14................................................ 4....... 3............................... Pembebanan Terhadap Bawah Tanah ««««««««««... 3.......... 5................. 3......... Pengenalan Gejala Gerakan Tanah««««««««««««.......12.......... 4.....................Penetuan Bidang Gelincir «««««««««««««««.........................10...2.... 4.......«««««««««........................... 5............................8.................................. BAB VI.. ......... 4...... 4... ...11...................... 3...... 4.......12. 5................................Definisi .....««««««««««««««««..... Tingkat Pengembangan ................6.9.................... .... ............ . 4. BAB IV....... Bendungan ««««««««««««««««««««................................1...... 6............ Kuat Geser Tanah . Analisa Kestabilan Lereng .............................. ...............9................... 3............................................ Bor Tangan ...................4. Mencegah Runtuhnya Sebuah Lereng ..............3...11........... 4............... ....... Klasifikasi Gerakan Tanah ............................5...3..............1................. .......4 3... BENDUNGAN DAN GROUTING .......««««««............ ...................15....... GERAKAN TANAH ... Evaluasi Zona Geologi Teknik Untuk RUTR ...... .......... KONSTRUKSI BANGUNAN TEKNIK «««««««. Daya Dukung ... Mineral Lempung ...... Pondasi ««««««««««««««««««««««.. 4... ......... Analisis Karakteristik Medan ........1................. ................................. Tanah ............. 4.............7.................................................. 5................ 4..........2........ .........................7....................5...... Batuan ..................... 4.10...... Penetuan Kondisi Geohidrologi ««««««««««««......... Macam Gerakan Tanah ...........

.............. ........ Peledakan (Balsting) «««««««««««««««««. VII..........5 5...3..2 Grouting ««««««««««««««««««««««..........1.. Material Tanah «««««««««««««««««««« 7..... 133 138 138 139 145 151 .... BAB. DAFTAR PUSTAKA ............ MATERIAL GEOLOGI ««««««««««««« 7.... Material Batu «««««««««««««««««««« 7...............2......

6 BAB I PE DAHULUAN Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masa sekarang atau masa lampau dari bentuk-bentuk morfologi. gerakan tanah dll. . Studi bidang geologi ini juga bermanfaat untuk pencarian bahan-bahan tambang minyak dan gas. endapan mineral maupun dapat sebagai konsultan bidang geologi teknik. Cabang ±cabang ilmu geologi antara lain:  Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari tentang kristal mineral batuan  Petrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang batuan  Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil  Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang air tanah  Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentang alam  Volkanologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gunung api  Geologi Teknik adalah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan geologi dalam lapangan Teknik Sipil dan sebagainya Geologi teknik adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan yang berhubungan dengan bangunan /rekayasa bidang teknik sipil dan di definisikan sebagai berikut : 1. tanah dan air dalam tanah/batuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. gunung meletus. komposisi. banjir. karena yang dipelajari segala sesuatu yang berkenaan dengan gejala-gejala yang ada di bumi baik asal. sejarah. Ahli geologi dapat mengungkapkan fenomena alam tentang bencana gempa bumi dan tsunami. Bidang utama yang dipelajari adalah semua jenis batuan. lingkungan dan kehidupan fosil yang terdapat pada batuan. struktur bumi. proses hasil. proses terjadinya maupun bentuknya. Geologi teknik adalah suatu cabang geologi sebagai ilmu terapan dalam teknik sipil yang mempergunakan data-data geologi untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan konstruksi teknik. Geologi sebagai ilmu pengetahuan bumi. Geologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bumi baik mengenahi susunannya.

Pemakaian ilmu geologi untuk bidan Teknik Sipil dilakukan oleh Ahli Teknik sipil Ingris yang bernama William Smith (1839) yang juga dikenal sebagai Bapak Geologi Inggris. Dengan pembuatan terowongan Kereta Api di Swiss. 1. 1. Eropa dan sebagainya. Bendungan di California (1928). dalam hal pekerjaan meliputi pendirian bangunan sipil dan pemeliharaan material konstruksi yang tepat. Seorang ahli geologi teknik harus dapat menentukan reaksi dari bawah tanah dan memahami perilaku sebuah . pengoperasian dan pemeliharaan pekerjaan-pekerjaan rekayasa telah benar-benar dikenali dan disediakan dengan cukup. Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi pada praktek rekayasa dengan tujuan agar faktor-faktor geologis yang mempengaruhi lokasi. desain. Maksud dan Tujuan Memberikan gambaran keadaan geologi di daerah rencana suatu konstruksi yang akan dibangun. Sebenarnya pengetahuan ini sudah dimengerti dan dipergunakan beberapa abad yang lalu baik di Indonesia maupun di negeri-negeri lain. Ahli Geologi Teknik Ahli Geologi teknik menangani masalah yang bersifat teknik sipil dengan dilatarbelakangi dengan ilmu geologi.7 2. Di Indonesia kira-kira 50 tahun yang lalu baru mulai ada kesadaran pentingnya geologi dalam pekerjaan-pekerjaan Sipil.(The American Geological Institute). termasuk didalamnya bahaya-bahaya yang akan timbul dalam pembangunannya. Ahli Geoteknik lebih condong pada segi rekayasa tentang material yang digunakan.1. konstruksi. Di Indonesia misalnya pada pembuatan candi-candi pada waktu itu sudah dapat memilih batubatu yang berkualitas baik demikian pula di negeri ina. Semua bangunan sipil didirikan sebagian besar di atas tanah dan sering kali dibangun dengan material material ± yang diambil dari dalam tanah. dengan tujuan memberi informasi tingkat keamanan hasil suatu konstruksi pembangunan serta efisien biaya rencana pembangunan.2. Sebutan Ahli geologi teknik diperuntukkan bagi mereka yang bekerja dalam bidang yang berada diantara geologi dan teknik sipil.

perusahaan pertambangan dan Instansi pemerintah. Teknologi beton jalan raya.) serta harus mampu mengantisipasi faktor-faktor geologis yang dapat mempengaruhi letak rencana konstruksi. Proses geoteknik. Teknik pondasi. Ahli geologi dapat dibedakan menjadi 2 ahli yaitu Ahli geologi teknik yang menangani masalah-masalah yang bersifat teknik sipil dengan di latarbelakangi ilmu geologi. dan ahli geoteknik yang lebih condong pada segi rekayasa tentang material yang digunakan. hidrogeologi) dan pengetahuan khusus (Teknik penelitian lapangan dan geologi) Gambar 1-1. Ahli Teknik Sipil menggunakan untuk apa dan mengusahakan untuk mengatasi kesulitan yang timbul pada waktu ini dan masa mendatang.8 bangunan ( gedung. Ruang Lingkup Pekerjaan seorang Ahli geologi adalah pada konsultan. Teknologi pertambangan. Tugas Ahli Geologi adalah melihat apa adanya dengan menarik kebelakang . Mekanika tanah & batuan. Menurut LEGGET (1939). tahu asal dan proses terjadinya sehingga dapat menduga apa yang akan terjadi dimasa mendatang atau menduga kesulitan yang akan dihadapi kelak. Untuk serasi dalam komunikasi antara Ahli geologi dengan Ahli teknik sipil.3. seismologi. Ahli Geologi menyelidiki keadaan sesungguhnya dan menguraikan hasilnya dengan jelas secara teknis sehingga bisa dipergunakan dengan sewajarnya oleh ahli Teknik Sipil. 1. penggunaan maupun pemeliharaan bangunan-bangunan tersebut. Untuk menjadi ahli geologi harus paham tentang pengetahuan dasar (Teknik sipil umum. supaya kerjasama itu dapat berjalan sebagaimana mestinya. bendungan. Menurut KEY (1954). seorang ahli geologi teknik harus mempunyai pengertian tentang teknik sipil dan mampu memberikan keterangan-keterangan geologis yang dapat diterima oleh teknik sipil (dalam angka-angka). kontraktor bidang teknik sipil. . Seorang ahli geologi berperan penting dalam perencanaan awal dibidang penelitian lapangan dan sebagian besar masalah-masalah pada bangungan sipil adalah berkaitan dengan geologi atau material geologi. terowongan. Di sini dituntut adanya komunikasi antar kedua disiplin ilmu tersebut. jalan dsb.

4. pemboran inti & pengunkapan inti pemboran. pengukuran geofisis. Ruang lingkup geologi teknik 1.9 Gambar 1 ± 1. Penelitian Lapangan Dalam penelitian lapangan biasanya digunakan berbagai teknik dan cara seperti : Pemetaan geologi dan geologi teknik. galian-galian percobaan. . pengambilan contoh untuk penelitian di laboratorium. percobaan di lapangan. pengunkapan batuan.

elastisitas. porositas. 1-1 dan Gambar 1-2).10 Data yang dikumpulkan dalam batuan antara lain berat jenis. Fondasi OBYEK mekanika tanah mekanika batuan Gambar 1 ± 2 : Obyek pembagian pekerjaan dan pondasi Tabel 1 ± 1 : Istilah geologi teknik dan teknik sipil ISTILAH TANAH (SOIL) TEKNIK SIPIL Semua bagian dari bumi yang dapat digali tanpa alat peledak BATUAN (ROCK) Bagian dari kulit bumi yang hanya diambil dengan bahan peledak BATU (STONE) TEKNIK GEOLOGI Hasil pelapukan batuan yang menghasilkan material dengan sifat sesuai dengan batuan induknya Susunan kulit bumi yang terdiri dari satu atau beberapa jenis mineral Masa fragmen yang lepas Merupakan bagian dari batu dari batuan aslinya untuk kontruksi Tanah yang terisi oleh Sama dengan batu PADAS emen sehingga menjadi atu keatuan . permeabilitas. Adapun perbedaan pengertian dalam bidang geologi dan teknik sipil antara lain tentang tanah dan batuan.(Tabel. oleh karena itu sebagai konsultan bidang geologi teknik harus memahami istilah-istilah atau batasanbatasan yang benar menurut bidang teknik sipil. gaya tekan dan lain-lain. Peristilahan material bangunan sering terjadi masalah.

5.Interpretasi peta topografi . luas perihal percobaan di lapangan. misal: agitasi air Batuan : Kumpulan alamiah butiran mineral yang dihubungkan dengan tenaga kohesif kuat dan tetap Peran ahli geologi dan teknik sipil dapat digambarkan sbb: GEOLOGI : Pengunkapan jenis-jenis batuan. Studi awal/pendahuluan . perencanaan & konstruksi 1. sifat mekanik & perkiraan pada struktur bawah tanah. 1 : 10.Interpretai peta geologi regional . Tahapan penelitian bidang pekerjaan geologi teknik yang umum adalah sebagai berikut: I. eksogen yang dapat berpengaruh terhadap bangunan. .Peta geologi teknik (mencakup pula kondisi air tanah).11 Dalam Keteknikan Tanah : Kumpulan alamiah butiran mineral yang dapat dipisahkan dengan mekanika dengan mudah. berdasarkan data -data geologi permukaan dan disertai laporan secara umum dan lengkap. GEOLOGI TEKNIK : interpretasi TEKNIK SIPIL : penyusunan konsep.Pemetaan skala kecil (1 : 2.000).000) atau disesuaikan dengan luas rencana bangunan konstruksi . Tahapan Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menentukan seekonomis mungkin dari sebuah proyek . sehingga dapat meramalkan kondisi geologi bawah permukaan.Interpretasi foto udara II. bentuk lapangan dan hidrologi juga proses endogen. Pengumpulan data lapangan: .

II.penyelidikan geofisika membantu penentuan sifat2 fissik batuan / tanah penyebaran .12 III. untuk menentukan apakah rencana tersebut berperilaku sebagai mana yang telah diramalkan. tespit (untuk mendapatkan banyak data untuk mengetahui masalah-masalah terpenting di tempat pembangunan).Konsepsi proyek : studi literatur (topografi. laporan. Studi Kelayakan . III.Penelitian utama : laporan lengkap perihal keadaan lapangan (berbagai parameter yang dijadikan dasar bagi perencanaan). Penyelidikan detil: . orogenesa. perhitungan. 1.Penelitian konstruksi : penentuan apakah semua ini memenuhi persyaratan yang dijadikan dassar bagi rencana . teknik geofisis. epirogenesa dan gempa. . bukit gunung atau pegunungan.6. penelitian lapangan dengan pemboran.Penelitian pasca konstruksi : pengontrolan atas berbagai struktur dan fondasi yang telah dibuat. . sedangkan energi dari dalam bumi(endogen) adalah muka bumi kita menjadi munculnya gunungapi.pemboran dan pengambilan contoh batuan/tanah .Analisis laboratorium. Pembangunan . Perencanaan . dataran rendah. sintesa . lembah.pendugaan lapisan bawah permukaan . Atau dengan urutan sebagai berikut : I . geologis & geoteknis) untuk menentukan kemungkinan timbulnya berbagai masalah yang mungkin terjadi akibat keadaan geologi.Penelitian pendahuluan : peta geologis. Roman Muka Bumi Roman muka bumi ini tidak rata disebabkan oleh adanya energi matahari (eksogen)yang merubah permukaan menjadi dataran tinggi.Kompilasi dengan rencana pembangunan konstruksi.

Contohnya terjadi di teluk Hudson. sebaliknya gerak epirogenesa negatif adalah apabila permukaan bumi naik. Gerak orogenesa adalah gerakan tenaga endogen yang relative cepat dan meliputi daerah yang relative sempit. Gerak epirogenesa ini dapat disebut gerak epirogenesa positif apabila daratan turun sehingga muka air laut seolah-olah naik contohnya di pantai timor. a. terlipat. Tektonisme Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi menjadi perubahan tempat. c. Tenaga Eksogen Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang mempunyai sifat umum merombak bentuk muka bumi . sehingga seolah-olah permukaan air laut turun. yaitu gerakannya sangat lambat dan meliputi areal yang sangat luas. sebagai jalan keluarnya magma dari bagian dalam litosfir ke lapisan diatasnya bahkan ke permukaan bumi yang disebut lava dan tempat keluarnya lava tersebut adalah dapat disebut lubang kepundan gunungapi. b. Gerakan ini menyebabkan terbentuknya pegunungan. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme. tersesarkan dan retakan pada kulit bmi dan batuan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah. Seisme (gempa). B. pembentukan gunung. Aktivitas magma ini muncul karena adanya retakan-retakan batuan akibat tektonisme. Tenaga endogen Tenaga endogen ini sifatnya membentuk roman muka bumi menjadi tidak rata. vulkanisme dan seisme atau gempa. Sedangkan gerak epirogenesa adalah kebalikan dari gerak orogenesa. Berdasarkan gerakannya dan luas wilayah yang mempengaruhinya tenaga tektonik dapat dibedakan atas gerak orogenesa dan epirogenesa. Contohnya terbentuknya pegunungan sirkum pasifik. bukit atau pegunungan. Gempa adalah suatu pelepasan energi secara tiba-tiba.13 A. Vulkanisme Vulkanisme adalah semua gejala alam yang terjadi dari adanya aktifitas magma.

14

C. Kristal Mineral Kristal : adalah suatu bangun bidang banyak yang teratur dan dibatasi oleh bidang-bidang datar yang tertenttu jumlahnya. Bentuk kristal ini dianggap sebagai akibat senyawa ±senyawa chemis, yang karena daya tarik menarik antara atom yang satu dengan lain, bila pada keadaan yang baik mengalami perubahan dari bentuk cair atau gas ke bentuk padat. Mineral yang mengkristal dibatasi oleh bidang-bidang yang secara bersama-sama membentuk bidang banyak yang khas untuk sesuatu jenis mineral. Dalam kristalografi kita kenal 7 macam susunan sumbu , yaitu a Sistem Regular/Isometrik : Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang a=b=c, bersifat optis isotrop ada satu indeks bias. b. Sistem Tetragonal, Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang a=b=c, bersifat optis isotrop ada dua indeks bias. c. Sistem Hexagonal dan Trigonal: Sumbu a, b, d terdapat dalam satu bidang datar dan saling menyudut 120°, sedang sumbu c tegak lurus pada sumbu a, b dan d; satuan pada a=b=c=d ; bersifat optis anisotrop a=b=dc,; dua indek bias. d. Sistem Rhombis: Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang abc bersifat optis isotrop ada tiga indeks bias. e. Sistem Monoklin; sumbu b tegaklurus pada sumbu a dan c yang terdapat dalam satu bidang . satuan panjang pada abc ; bersifat optis isotrop ada tiga indeks bias. f, Sistem Triklin;Sumbu-sumbu a, b dan c saling menyudut tumpul sudut-sudut yang mengarah ke muka dibuat lebih besar dari 90° , satuan panjang pada abc ; bersifat optis anisotrop tiga indek bias.

Contoh mineral pada masing-masing sistem kristal: (1). Sistem Regular/Isometrik ; Galenit(Pbs); Magnetit ( Fe3 O4); Leusit (K Al Si2 O5) (2). Sistem Hexagonal .: Kalsit(Ca CO3); Magnesit(Mg CO4);. (3). Sistem Tetragonal ; Rutil (Ti O2); Chalcopyrit (Cu Fe S2) (4), Sistem Trigonal ; Turmalin (SiO4)3 Rg (B2O5) Al4; Benitoit Ba Ti (Si3 O9)

15

(5). Sistem Rhombis : Antimonit (Sb2 S3) , Barit (Ba SO4) (6). Sistem Monoklin; Belerang (S), Realgar (As S) (7), Sistem Triklin; Albit (Na Al Si3 O8); Anortit (Ca Al2 Si2 O8)

1.7. Mineral Mineral ialah semua bahan alam yang mempunyai susunan kimiawi tertentu, umumnya bersifat homogen, anisotrop dan dapat berupa bahan2 padat atau cair. Umumnya terbentuk secara anorganis dan dalam keadaan baik akan memberikan susunan atom yang khas baginya yang ditunjukkan oleh bentuk kristal dan sifat2 fisisnya yang lain Berdasarkan gaya kohesi a. Belahan: ialah kecenderungan suatu kristal yang karena pemukulan akan pecah ke suatu arah tertentu , sehingga akan didapatkan bidang yang rata dan licin. b. Pecahan: umumnya dijumpai pada mineral2 yang amorf. Macam pecahannya seperti pecahan botol, rumah siput dll c. Keras: ialah daya tahan mineral terhadap penggoresan. Penentuan keras mineral secara nisbi ialah dengan menggunakan skala Mohs. Skala mohs: 1. TALC (Mg3Si4O10(OH)2) 2. GYPSUM (CaSO4* 2H2O) 3. CALSITE (Ca CO3) 4. FLUORITE (CaF2) 5. APATITE (Ca5 (AsO4)3(F,Cl,OH) 6. ORTHOCLASE (KAlSi3O8) 7. QUARTZ (Si O2) 8. TOPAZ (Al2SiO4(F,OH)2 9. CORUNDUM(Al2O3) 10. DIAMOND(C) d. Sifat dalam : misalnya , elastis, fleksibel(mudah dibelokan), dapat dipilin (emas), rapuh (mudah dibubuk, mudah ditempa)

16

1.8. Mineral Pembentuk Batuan Berdasarkan analisa kimia oleh Washington dkk, bahwa penyusun kerak bumi hanya terdiri dari 8 unsur pokok . unsure-unsur tersebut bersenyawa membentuk mineral-mineral utama , mineral tambahan dan mineral penyerta. Mineral utama dalam kerak bumi adalah antara lain: Kwarsa, Felspar( ortholas dan Plagioklas), Mika, Amfibol, Piroksen, Olivin; Mineral tambahan : klorit, mineral lempung; sedangkan mineral penyerta adalah magnetis, hematite, limonit dll.

1.9. Prinsip Dasar Geologi Teknik Aspek terpenting dalam pekerjaan adalah seorang ahli geologi harus dapat mengevaluasi berbagai aspek geologis dari sebuah proyek dan harus memberikan keterangan ± keterangan yang tepat untuk sebuah bangunan yang akan didirikan. Hubungan antara banguan teknik sipil dan lingkungan geologis dapat

dikemukakan dalam beberapa perbandingan sederhana, yang disebut prinsipprinsip dasar geologi teknik: 1. Sifat2 material + struktur nassa tanah = Sifat2 massa tanah 2. Sifat2 massa tanah + Lingkungan sekitar = Situasi teknik geologis
erubahan akibat tindakan geologis

Keterangan :
-

Material adalah batuan, tanah, zat cair, sedangkan sifat2 material umumnya ditentukan dari laboratorium.

-

Struktur massa tanah adalah kondisi geologis (struktur geologi, stratigrafi) yang berada pada daerah pembangunan .

-

Massa tanah adalah volume tanah yang dipengaruhi oleh bangunan. Sifat2 massa tanah adalah sifat2 geoteknis (kekuatan, permeabilitas) yang dimiliki oleh tanah.

 

 

3.

Situasi teknik geologis

!

erilaku oleh massa tanah

Geologi untuk Teknik Sipil.Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah . Apa perlunya suatu perencanaan pembangunan di awali dengan studi kelayakan 5. 1991. Penerbit Erlangga. Apa yang saudara ketahui tentang geologi dan bagaimana hubungannya dengan geologi teknik. 4. Apa yang perlu di ketahui tentang teknik sipil untuk sebagai ahli geologi teknik 3. Apa bedanya tanah dan batuan menurut ahli teknik sipil dan bagaimana menurut geologi. 2. Jakarta.17 SOAL-SOAL 1. Erlangga Jakarta .N. Apa manfaat penelitian dengan metode geofisis Daftar pustaka Verhoef. P.W.. Bowles. 1989.

Lapisan Antara (Chalcosfer) : Sisik oksida & sulfida. Bj. 3. bumi terdiri dari: . Zat-zatnya adalah zat H yang berupa gas dan tekanan yang besar sehingga atom-atom H bersifat benda padat. Bj 9.5. Bj. bumi selama bermilyar tahun dilepaskan dari matahari dalam bentuk bola gas yang pijar. di dalamnya termasuk penyelidikan tentang pembentukan batuan dan bagaimana keberadaannya dalam bumi. Bj 6.Inti besi Nikel (Barisfer). 2.Selubung bumi : ketebalan ±1200 km Bj ± 3.4 . tipe magma peridotit dan eklogit. Menurut PLATO (ahli filsafat) : bumi terdiri dari masa cair pijar yang dikelilingi oleh lapisan batuan atau kerak bumi(kulit bumi). inti bumi seperti yang terdapat pada matahari. Menurut penyelidikan Seismologi dijumpai lapisan yang diskontinyuitas (tidak bersambung) pada kedalaman km(bidang mohorovicic) 1200 km.Sial : bagian atas tebal ± 15 km. sifat batuan asam dan basa.Sima: bagian bawah tebal ± 20 km. Bj.6 Menurut Kuhn & Rittman : Bumi berasal dari matahari. jari2 3500 km. Teori KANT-LA PLACE.Kerak Bumi: ketebalan 30 ± 70 km. bagian tengah : tebal ± 25 km.5. Menurut HOLMES. yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan (kerak bumi).7) seperti benda yang mengapung-ngapung pada (Sima Bj. 3.7 . dari luar ± paling dalam : .7 tipe magma granitis. Seolah-olah Sial(Bj. Sehingga lapisan SIAL dapat bergerak-gerak. 2.18 BAB II GE L GI Geologi adalah ilmu yang mempalajari tentang bumi. 60 2900 km dan inti bumi mempunyai jari- . Bj ± 2.5) zat cair. Pembagian bagian bumi menurut SUESS & WIECHERT. tebal 1700.4 ± 4 . tipe magma basaltis . jari 3500 km. 3.

5 milyar tahun yang lalu dari suatu bola api berpijar yang terdiri dari gas kosmis dan debu angkasa luar. terpecah-pecah menjadi pelat-pelat atau lempeng. Inti bumi(Core) sekitar 3475 km dengan kondisi bagian luar bersifat cair dan bagian dalam padat. Struktur dalaman bumi (Gambar 2-1) terdiri dari: 1. 3. danau) dan kerak bumi dan massa bagian dalam. adalah terbentuk sekitar 4. hidrosfir dan litosfer. 2. Kulit bumi (litosfir) dengan ketebalan sekitar 60 km. Gambar 2 ± 1. Struktur dalaman bumi .19 Bumi terbentuk dari salah satu teori yang telah diterima se cara umum. bersifat kaku tegar dan terletak pada bagian atas mantel. Dalam proses pendinginan massa ini membentuk atmosfir. Atmosfer adalah selubung gas yang mengelilingi hidrosfir atau zona air (samudra. Selubung bumi ( mantel) sampai kedalaman 2900 km.

pengangkutan dan pengendapan (Gambar 2-2) sedangkan energi dari dalam bumi akan merubah struktur dalam bumi melalui proses-proses berupa pembentukan pegunungan. Gambar 2-2. Pengikisan pangangkutan dan pengendapan Lempeng bumi dibagi dua jenis lempeng benua dan lempeng samudra. Akibat dari lempeng yang saling bertumbukan (Gambar 2-4) akan terjadi deretan gunungapi sejajar tumbukan lempeng dan pada jalur tumbukan tersebut merupakan pusat-pusat gempa tektonik.20 Bumi yang dinamis dipengaruhi oleh 2 energi yaitu energi dari matahari yang merubah wajah permukaan bumi melalui proses-proses pelapukan. gunungapi dan gempa bumi. pengikisan. Kulit bumi pecah-pecah menjadi 11 bongkah besar disebut lempeng ( plate ) bersifat tegar yang selalu bergeser bergerak bebas diatas astenosfir. . saling bersentuhan\bertumbukan (konvergen) atau memisah-diri (divergen) (Gambar 2-3). Lempeng benua merupakan pembentuk benua sedangkan lempeng samudra adalah pembentuk dasar samudra.

pengendapan maka setelah terjadi proses pembatuan akan terbentuk batuan sedimen. Tumbukan Lempeng Samudra menyusup dibawah Lempeng Benua Batuan kulit bumi ini dapat dikelompokkan manjadi 3 (tiga) yaitu batuan beku. batuan sedimen dan batuan metamorf secara terbentuknya diawali dengan pembekuan magma akan terbentuk jenis batuan beku. Lempeng-lempeng tektonik dunia Gambar 2-4. batuan beku maupun batuan sedimen apabila terkena temperatur dan tekanan akan .21 Gambar 2-3. erosi. transportasi. karena muncul dipermukaan akan terjadi proses pelapukan.

WASHINGTON.terbentuknya batuan ini disebut daur/siklus batuan(Gambar 2-5) DAUR (SIKLUS) BATUAN PROSES PENDINGINAN MAGMA PROSES PELEBURAN PROSES PELAPUKAN\ PENGANGKUTAN DAN PENGENDAPAN BATUAN BEKU BATUAN MALIHAN PENINGKATAN P dan T PROSES UBAHAN ENDAPAN SEDIMEN BATUAN SEDIMEN PROSES PEMBATUAN Gambar 2-5 Siklus Batuan Batuan ini hampir seluruhnya bagian dari kulit bumi kecuali lapisan tipis diatasnya yang disebut soil atau tanah. baru kemudian terbentuk batuan ±batuan endapan (sedimen). DALLY. . sedangkan volume batuan beku adalah 95 % dan hanya 5 % adalah batuan sedimen dan lainnya.22 terjadi proses ubahan maka akan terjadi batuan malihan/metamorf apabila batuan ini nyusup kedalam bumi akan terjadi peleburan kembali menjadi magma Cara. melakukan analisa kimia Batuan dari kerak bumi dan batuan beku ternyata mempunyai prosentasi unsur yang relatif sama. Sebaran atau luas batuan di muka bumi (Gambar 2-6) adalah 75 % dari batuan sedimen dan 25 % dari batuan beku. sehingga dapat disimpulkan bahwa pada waktu kerak bumi terbentuk untuk pertama kalinya seluruhnya batuan beku. CLARKE. NIGGLI.

Berdasarkan peranannya dalam batuan mineral dapat dikelompokkan menjadi : mineral utama. Pada umumnya mineral bersifat padat akan tetapi dapat juga dalam keadaan cair atau gas.BEKU VOLUM. Mineral adalah benda alam yang homogen dan mempunyai sifat fisik maupun kimia tertentu. kimia tertentu. cerat. pecahan. Nama mineral didasarkan sifat fisik. sedangkan sifat kimia misalnya unsur-unsur kimia atau senyawa kimia yang dikandung. 25 B. berat jenis. Batuan tersebut kalau lapuk akan menjadi tanah. tambahan dan penyerta.23 Batuan adalah merupakan kumpulan dari satu atau lebih mineral. Unsur-unsur tersebut bersenyawa membentuk mineral-mineral utama yang terdapat di bumi.SED. kekerasan. bisa sejenis atau bermacam-macam mineral. . 95 5 75 B. Sifat fisik tersebut misalnya warna. struktur dan sifatsifat optik. belahan. kilat.% LUAS % Gambar 2-6 Diagram volume dan luas batuan di muka bumi Mineral pembentuk batuan Dari analisa yang telah dilakukan ternyata hannya ada 8 unsur pokok sebagai penyusun kerak bumi.

oligoklas. berbentuk prismatik biasanya berisi kelipatan 3. dapat dibedakan dengan felspar secara optik. Mika : mineral ini bentuknya pipih atau berlembar terdiri dari mineral muskovit apabila berwarna putih dengan susunan kimianya K Al2(OH)2 (Al Si3 )10). kemerahan. Plagioklas terdiri dari mineral-mineral albit. tidak punya belahan.Amfibol : terdiri dari mineral Horblende susunan kimianya Ca2 (Mg Fe Al)3 (OH)2 ((Si Al)4 O11))2. h. pecahannya concoidal. lunak umumnya pada batuan ubahan. unsur C (karbon) berwarna hitam. Bentuk kristal prismatik hexagonal. Ca) Al Si3 O8 kenampakannya menyerupai orto klas hanya warna biasanya putih abu-abu dan secara optik plagioklas mempunyai kembaran. e. mempunyai belahan 2 arah saling menyudut. Mineralnya antara lain nefelin. Piroksen terdiri dari mineral Augit dengan susunan kimianya Ca (Mg Fe) (SiO3)2 {(Al Fe)2O3}. terjadi karena dalam pembentukannya kekurangan Si O2. Berbentuk prismatik pendek . Mineral pengganti felspar disebut feldspatoid. c. f. belahan 2 arah . banyak variasinya misalnya amethyst berwarna ungu. Mineral utama antara lain : a. Mineral biotit apabila berwarna hitam dengan susunan kimianya K2 (Mg Fe)2 (OH)2 (Al Si3 O10) d. dan anortit.24 1. Kwarsa dengan komposisi kimia Si O2. andesin. Susunan kimianya Ca CO3. Umumnya berwarna abu-abu. b. . Olivin: Biasanya berwarna hijau terdiri dari dari (Fe Mg)2 SiO4 g. prismatik. Felspar : terdiri dari orthoklas (K AL SiO2) sebagai sumber utama unsur K (Kalium) dalam tanah. leusit. Grafit. agak panjang dengan belahan 2 arah menyudut. kekerasan 6 bersifat asam. labradorit. mempunyai belahan 3 arah berbentuk romboeder. kekerasan 7(skala Mohs). Plagioklas (Na. Warna asli tidak berwarna ± putih tetapi kadang-kadang ada pengotoran sehingga berwarna lain. Kalsit berwarna putih sering ada pengotoran. bersisi kelipatan 4. bitonit.

Batuan Beku Adalah batuan yang terjadi dari pembekuan magma. Magma adalah larutan silikat alam yang bersifat cair. piroksen.2. Urut-urutan pembentuk mineral/batuan menurut BOWEN (Bowen reaction Series) adalah mineral yang bersifat basa akan terbentuk lebih dulu baru kemudian menengah dan terakhir bersifat asam (Gambar 2-7). pelarutan dan lain-lain. Olivin Piroksen Horblende Basa Bitonit Intermedit Labradorit Andesin Biotit Asam Albit Ortoklas Muskovit Kwarsa Gambar 2-7 Seri reaksi bowen Oligoklas Anortit 2. amfibol. panas dan pijar yang penuh dengan gas-gas . Mineral Tambahan adalah mineral yang terbentuk karena adanya proses pelapukan . Contohnya mineral klorit terbentuk dari mineral biotit. Mineral lempung berbutir halus merupakan hidrous aluminium silikat berasal dari berbagai mineral.25 2.

b. cepat mendingin. Susunan mineralnya ialah kwarsa berwarna putih. Mneral penyertanya magnetit hitam berbentuk kubus. terkadang ada kristal besar yang terangkut keatas masuk ke celah. ortoklas berwarna merah muda. hijau prismatik. kristalin yang sangat halus. Strukturnya porfir. . yaitu batuan beku yang membeku di dalam celah (gang) dalam perjalanannya menuju ke permukaan. secara perlahan ± lahan berkristalisasi (Batolit dan lakolit). Batuan beku lelehan (efusif. baru akan tersingkap setelah permukaan bumi terangkat dan tererosi. biotit berwarna hitam pipih. zona lemah berupa pipa kepundan gunung api. ekstrusif). sehingga berdasarkan tempat membekunya batuan beku dapat dibagi : a. Batuan yang membeku dekat permukaan dengan susunan mineral sama hanya berbeda ukuran butirnya dengan Granit adalah RIOLIT.Batu beku gang. c. Contoh jenis batuan GRANIT : Batuan ini bersifat asam terbentuk di dalam bumi(Plutonik). Batuan beku dalam (Plutonik). Magma akan muncul kepermukaan melalui rekahan. Magma dalam perjalanan ke permukaan dapat membeku diberbagai tempat. abu-abu. zirkon. yaitu mempunyai bentuk kristal besar2.26 volatil (gas-gas yang sangat mudah menguap). ada kalanya bahkan berupa kaca (Obsidian). sehingga bentuk kristanya besar-besar.

olivin. bitonit dan berbutir kasar. DIORIT : Batuan ini lebih banyak mengandung mineral yang mengandung fero magnesium: biotit. biasanya warnanya lebih tua dan jarang dijumpai. Kalau butirannya halus disebut BASALT .27 Gambar 2-8 Granit dan mineral utama SYENIT : Tekturnya sama dengan granit demikian pula susunan mineralnya. dan kalau ukuran butirnya halus dan bersifat menengah disebut Andesit. ukuran butirnya kasar. horblende sedangkan plagioklasnya bersifat basa: labradorit. horblende dan piroksen. GABRO : Batuan ini berwarna hitam mengandung mineral piroksen. tetapi berbeda tidak mengandung kwarsa. Tidak dijumpai ortoklas tetapi banyak mengandung plagioklas bersifat intermedit(andesin) dan tidak mengandung kwarsa. Kalau mengandung kwarsa disebut diorit kwarsa.

ortoklas/plagioklas.28 Gambar 2. . berwarna hitam DUNIT : Batuan ini hanya mengandung minerap olivin saja.1). Klasifikasi penamaan batuan beku berdasarkan : kandungan kwarsa. berwarna hitam. .maka batuan tersebut dapat diketahui nama batuan(Tabel 2. prosentasi warna mineral gelap dan terang dan sedikit atau tanpa felspar dll. AMFIBOLIT : Sama dengan diatas hanya mineralnya terdiri dari amfibol saja. Batuan adalah kumpulan dari satu atau lebih dari mineral. berwarna hijau tua.9 Gabro PERIDOTIT : Batuannya sangat kasar terdiri dari mineral piroksen dan olivin bersifat ultra basa PIROKSENIT :Sama dengan Peridotit hanya mineralnya terdiri dari piroksen saja.

29 Gambar 2 ± 10. Terbentuknya batuan beku .

Batuan ini dapat berasal dari batuan beku yang mengalami proses pelapukan sehingga batuan beku tersebut menjadi lunak hancur lalu tertransport oleh media air angin atau es ketempat yang lebih rendah dan di endapkan. Klasifikasi batuan Adalah batuan yang terbentuk karena proses pengendapan proses kimia dan proses biologis. Endapan yang telah mengalami transportasi proses ini disebut endapan klastis atau £¤¥ ¤ £ 2.2. Proses selanjutnya adalah proses pembatuan / kompaksi dengan prose mekanis ataupun secara kimiawi. Salah satu sifatnya yang khas adalah adanya perlapisan.30 Tabel 2-1. B u ¡ ¢¡ S di .

Perlapisan Pada umumnya batu sedimen membentuk perlapisan. 1. misalnya: batupasir. Sedimen silika klastik.Sementasi(perekatan). di mana air akan terdesak keluar. Pengkristalan kembali. Diagenesis Dengan terus berlakunya waktu akan terjadi perekatan antar butir dan hasil akhirnya menjadi batuan keras. misalnya fosforit. trumbu karang dsb.Batuan karbonat. b. Sedimen lainnya. yaitu misalnya: anhidrit. Perubahan ini mungkin karena proses pengendapan dalam cekungan terdiri dari endapan darat (sungai. e. b. napal. 2. c. batubara. lempung. Kompaksi. breksi dsb f. minyak bumi. gurun. yaitu pemindahan zat dan pemisahan di tempat lain. dimana butiran tumbuh jadi satu sebagai akibat pelarutan dan pengkristalan pada titik-titik lain. Lapisan yang paling bawah adalah paling tua. biasanya disebabkan: a. Misalnya kongresi batulempung dalam lapisan batupasir . Hal ini dapat terlihat dari adanya perbedaan besar butir secara berangsur.Sedimen Organik. napal dsb c. yaitu pemadatan oleh tekanan yang meningkat . misalnya pada batugamping atau batupasir kuarsitik. misalnya: gambut. sedangkan endapan yang terdiri dari binatang-binatang/tumbuhtumbuhan (tidak tertransport) disebut endapan proses non klastis.31 biologis.Pembentukan kongresi. d. karbonat dsb. Evaporit. material baru akan mengendap diantara butir sebagai matriks silika. Berdasarkan susunan dan cara pembentukannya batuan sedimen dibagi menjadi: a. lagun/danau) berubah menjadi lingkungan laut atau sebaliknya. Sedimen piroklastik/Volkanik: misalnya: tuf. perbedaan warna mineral. gips. dsb d. sedangkan yang lebih . misalnya: batukapur. abu volkanik.

setelah diagenesis Breksi Konglomerat Batu pasir (silikarenit) Batu kapur (kalkarenit) Batu lanau. tidak keras Puing (bersudut). pasir kapur Lanau (lumpur). Berdasarkan cara pembentukannya: Merekat. batugamping Kelompok batuan RUDIT Besar butiran 2 mm ARENIT 2 ± 0.3. 4. kerikil. Dengan demikian transgresi mengungkapkan adanya periode ketidakselarasan atau perlipatan dalam sejarah terjadinya bumi. 3. Dengan demikian lapisan2 yang lebih muda ini akan diskordan di atas lapisan2 tua. Yang menjadi bidang pemisahnya adalah bidang diskordansi di atas muka laut akan bertransgresi kembali. Jadi sedimen yang lebih muda dapat mengendap di atas lapisan yang telah tererosi sebagian. Batuan Metamorf Setelah mengalami diagenesis.06 mm .32 muda terletak diatasnya. seringkali kristalisasi kembali berlangsung melalui penambahan atau penghilangan zat. napal. Klasifikasi batuan sedimen Berdasarkan ukuran besar butiran. Sedimentasi akan berhenti jika permukaan air telah tercapai. Penamaan batuan NAMA BATUAN Lepas. batu lempung. batuan sedimen dan batuan beku akan berubah lebih lanjut di bawah pengeruh temperatur (T) dan tekanan (P) yang tinggi. lepas atau merekat dan susunan mineralnya (Tabel 2-2) maka kita dapat mengenal nama batuan: Tabel 2-2. Diskordansi 2 Permukaan tanah dapat tertutup kembali oleh endapan laut. lempung. batu guling Pasir kuarsaan.06 mm LUTIT 0. lumpur kapur 2.

terjadi pada deformasi lokal yang intensif. terjadi pada kontak sebuah intrusi magma. Metamorfosis kontak. p rendah hingga tinggi. P rendah.33 a. c. b. Tabel 2-3 . batuan yang berada di sampingnya terbakar oleh T tinggi.Metamorfosis dinamo. dimulai dengan breksi patahan.11 Struktur foliasi pada sayatan tipis batuan Skis . Lempung Lumpur kapur pasir Batulempung Batugamping batupasir kuarsit pilit Skis mika Marmer Skis mika gneis Granit Gneis Granit metamorfosis menengah tinggi Ultra Metamorfosis Batuan metamorf juga terdapat kekar/berlembar yang disebut foliasi Gambar 2. Asal batuan metamorf Endapan Diagenesis rendah Sabak. terjadi pada daerah yang lebih luas dibanding tipe sebelumnya dan erat dengan pembentukan pegunungan dan deformasi T rendah hingga tinggi. Metamorfosis regional. kemudian milonit oleh T rendah dan P rendah.

34 2. 2. cross bedding.5. Kekar (joint) . b. simpang siur. lipatan dan sesar.12. kekar tiang dll. Contoh struktur pada batuan sedimen : struktur perlapisan (Gambar 2-12). ripple mark. Struktur ini banyak menunjukkan proses dan dalam kondisi sedimen tersebut terbentuk. Jenis struktur batuan tersebut adalah kekar.1. Struktur Batuan Struktur batuan adalah struktur perubahan bentuk maupaun volume akibat adanya tektonik. Struktur Sedimen Struktur sedimen terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batuan sedimen itu sendiri. Struktur perlapisan batuan 2.4.5. gelembur gelombang pada batuan beku dijumpai strutur trackitic. a b Gamabr 2. a Struktur gelembur gelombang. kekar berlembar.

. Kekar adalah sangat penting dalam perencanaan banguan sipil.35 Struktur kekar adalah rekahan yang terbentuk akibat tektonik suatu tekanan pada batuan (Gambar 2-13) atau nontektonik pada batuan beku(Gambar 2 -14. 215).

2. Kekar akibat lipatan dan sesar Kekar nontektonik yaitu kekar akibat pembekuan magma. Lipatan (Fold) . Kekar tiang 2. Kekar berlembar Gambar 2-15.36 Gambar 2-13. disebut kekar berlembar apabila bentuknya berlembar-lembar(Sheeting joint) (Gambar 2-14) sedangkan bentuknya berbentuk polygonal adalah kekar yang disebut kekar tiang (Colomnar joint)(Gambar 2-15) Gambar 2-14.5.

. Jenis lipatan dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan kemiringan sumbu lipatan.37 Lipatan adalah bentuk lapisan batuan yang mengalami pembubungan ataupun bentuk cekungan.

Jenis-jenis lipatan Gambar 2-17. Berdasarkan tektoni k lemp eng sesar terjadi karena adanya gejala pel enturan kerak bu mi yang ditimbulkan sebagai akibat adanya perges eran-pergeseran benua atau lemp eng.5. Pergeseran sesar dengan ukuran panja ng maupun kedalama n dapat berkisar dari beb erapa cm sa mpai ratusan km bahan yang hancur akibat pergesera n tersebut terdapat pada jalur sesar dapat berupa suatu bahan yang halus sampa i breksi(breksi sesar) mempunyai ketebalan berkisar antara beberapa cm sampa i ratusan meter. Antiklin sinklin ¦ 2. .38 Gambar 2-16. Sesar (Fault Sesar adalah suatu rekahan pada batuan yang telah mengalami pergesera n sehingga terjadi perpindahan antara bagian-bagian yang berhadapan dengan ara h yang sejajar dengan bidang sesar.3.

Sesar mendatar Gambar 2-20 Intrusi dan sesar naik .39 Ga mbar 2-18 Sesar naik Ga mbar 2-19.

.(Ga mbar 2-21) Ga mbar 2-21 Beberapa data struktur yang t elah t ererosi . . Tetapi dengan jejak yang ada dapat di interpretasikan. PASTI Normal slip 70 Normal 70 Reverse slip 2.40 Tabel 2-4 Simbol sesar dalam p eta dan Tingkatannya 1. Sesar (dr foto udara) Reverse Sesar mendatar Strike slip Kondisi Indonesia ber iklim Tropis. DIDUGA Sesar diduga Normal Sesar naik . yang mengakibatkan proses pelapukan intensip sehingga data ±data struktur sulit dikenali di lapangan. DIPERKIRAKAN 3.

23) Nonconformity : Bidang erosi yang terkubur merupakan batuan kristalin (plutonic atau metamorphic).22) Angular unconformity : Lapisan diatas dan dib awah tidak paralel dan mempunyai strikeda n dip berb eda. Ketidakselaras an (Unconformity) Ketidak selarasan adalah per mukaan\bidang erosi yang telah terkubur. Tiga besar type ketidak selarasan di klasifikasikan berdasarkan karakteristik tubuh bat uan dibawah dan diatas bidang erosi yang telah terkubur dan terjadi kekacauan waktu.(Ga mbar 3. (gap waktu): Disconformity : Perlapisan dibawah da n diatas bidang tidak selaras adalah paralel dan mempunyai strike dan dip sa ma.41 2.24) Gambar 2-22.(Gambar 3.(Ga mb ar 2.6. Disconformit y .

F osil dari jenis tumbuh-tumbuhan atau binatang akan dipelajari spesifikasinya karena jenis fosil tertentu akan menu nju kkan masa kehidupan tertentu pula. Non confor mity 2. . Ungular unconfor mity Ga mbar 2-24.42 Gambar 2-23. Fosil dala m batuan di kelomp okkan menja di dua yaitu fosil fora m besar dan fosil fora m kecil. Jenis kehidupan tersebut akan mat i dan terkubur dala m endapan sedimen yang nantinya akan menjadi fosil. Fosil fora m besar dapat berupa cetakan maup un mengala mi silifikasi sedangka n fosil fora m kecil hanya dapat di klasifikasi dengan alat bantu mi kroskup. Paleo ntologi Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari jenis kehidupan masa lalu.7.

43 Berdasarkan fosil tersebut maka batuan ya ng mengandung fosil tersebut dapat diketahui umur batuannya sehingga dapat digu na kan untuk menentuka n urutan umur geologi (geology ti e).8. Gempa bumi di definisikan adalah suatu peristiwa t erlepasan energi yan g telah sejak la ma di himpu n didalam batuan yang secara tiba-tiba energi yang terkumpul tersebut dilepaskan dengan bentuk melalui patahan dan gesrekan dan dirambatkan sebagai getaran-getaran dalam batuan . Energi yang kuat dilepaskan akan menyebar dari pusat gempa sebagai gelombang -gelombang seismic kesegala . Gempa Bumi Gempa bu mi merupakan salah satu gejala alam yang bersifat sangat mengha ncurkan. Tabel 2-5 Waktu geologi § § 2. Wilayah-wilayah yan g terjadi bencana gempa bu mi kelihatannya mengikut i jalur-jalur tertentu. banyak korban jiwa dan harta benda.

Dalam teori tektonik lempeng bahwa litosfer yang bersifat padat dan kaku yang merupakan lapisan paling luar dari bumi terdiri dari lempengan-lempengan yang terpisah-pisah. Sebagian besar gempa bumi terjadi disebabkan adanya gesrekan yang timbul pada batas lempeng litosfir yang terjadi pada patahanpatahan yang banyak terdapat dalam kerak bumi. Gambar 2-25 Gempa tektonik . yang mengapung diatas lapisan yang bersifat plastis yang disebut astenosfir. tetapi getaran tersebut dapat direkam oleh alat pencatat yang disebut seismograf.44 arah dan makin jauh akan melemah. Meskipun energi yang dilepaskan tersebut cepat hilang dan melemah.

Pada da erah batas lemp eng tersebut akan terjadi int eraksi dengan penunja man dari salah satu lempengnya dan disitulah tempat terkumpulnya sumb er-su mb er gempa yang dala m. lemp eng Eurasia di utara yang relatif stabil dan lempeng pasifik yang bergerak ke barat dengan kecepatan ratarata 10 cm/th. Gempa s ebagai akibat runtuha n/gerakan tanah dan amblesan . Berdasarkan jenis dari su mber energi penyebab terjadinya gempa bumi dapat dibedakan : 1. Gempa tektonik 2. yaitu lemp eng India Australia yang bergerak ke utara denga n kecepatan antara 6 ± 8 cm/th. Hal ini dis ebabkan karena indonesia merupakan tempat berinteraksinya 3 lempeng .45 Gambar 2-26 Titik-titik pusat gempa tektonik Indonesia merupakan salah satu wilayah dimu ka bumi yang mempunyai tingkat kegempaan yang tinggi. Gempa bumi yang paling dahyat terjadi di sepanjang sesar-sesar besar yang berges er secara mendatar. sep erti dis epanjang sesar semangko di S umatra. Gempa volkanik 3.

. Tugas seorang geologis adalah memperkirakan kemungkinan terjadinya gempa di sebuah tempat tertentu dan kemungkinan kekuatannya. sebuah skala Mercalli yang didasarkan pada pengamatan obyektif atas beberapa gejala pada beberapa permukaan bumi ketika berlangsungnya sebuah gempa. Perkiraan tentang kapan dan besar maksimal gempa yang akan terjadi berdasarkan gempa yang pernah terjadi yang akan digunakan untuk perencanaan bangunan sipil tahan gempa. Gempa buatan (leda kan dina mit atau percobaan nuklir) Gambar 2-27 Lempeng -lempeng kerak bumi Pembagian gempa berdasarkan kedalaman pusat gempa adalah : 0 ± 60 km 60 ± 300 km > 300 km Dangkal Cukup dalam Dalam Intensitas sebuah gempa di dasarkan pada banyaknya kerusakan yang ditimbulkan sebuah gempa pada permukaan bumi. Bangunan tahan gempa diperlukan material ber kekuatan tinggi.46 4. Untuk dapat memperkirakan Ahli gelogi menggunakan peta-peta resiko seismic dan teori tektonik lempeng.

47

- Batuan yang masif dan kokoh memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi bila dibanding dengan batuan lembek. - Material tanah, pasir jenuh, lepas akan meleleh(liquefaction) jika berada pada sebuah lereng, atau akan memadat jika material tersebut berada pada sebuah kondisi tertutup. - Penurunan pasir atau lanau lepas yang jenuh sewaktu terjadinya pembebanan dinamis dapat menimbulkan banjir lumpur. Guncangan yang dikirim ke struktur bangunan tersebut tergantung dari sambungan antara struktur dan bumi, seandainya sambungan tidak kuat, karena gaya geser yang dimiliki rendah, maka struktur tersebut dapat terlepas dari pondasinya dan berpindah tempat di permukaan tanah, sedangkan pada bangunan itu sendiri hanya akan terjadi getaran yang sangat kecil. Bangunan yang masif dengan kelambanan yang sangat tinggi dan dengan struktur yang terikat erat pada bawah tanah akan dapat bertahan di tempatnya, sedangkan struktur - struktur yang ringan akan mengikuti gerakan gempa bumi.

48

BAB III
PENYELIDIKAN GEOLOGI

Penyelidikan geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi geologi secara umum berdasarkan satuan tanah permukaan dan batuan. Penyusunan satuan tersebut dengan cara pengelompokan berdasarkan sifat-sifat fisik dan keteknikan yang hampir sama tentang jenis litologi, cara terjadinya, sifat fisik tanah secara umum, sehingga macam tanah dan batuan dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan tanah dan satuan batuan. Kualitas hasil penelitian lapangan ditentukan oleh penggunaan alat secara optimal berbagai teknik penelitian dalam lingkup anggaran biaya yang tersedia untuk kegiatan penelitian tersebut. Metode penelitian lapangan yang memberikan informasi data permukaan adalah berupa peta geologi, geomorfologi, foto udara dan informasi bawah permukaan dari interpretasi struktur geologi (dip batuan, posisi stratigrafi, umur dll), pengukuran geofisis maupun pemboran. 1. Peta Geologi, adalah sebuah gambaran dua demensi mengenahi sebuah daerah dan biasanya dibuat berdasarkan suatu tujuan. Peta geomorfologi dan foto udara dapat memberi informasi tentang selisih ketinggian, pola sungai, ciri-ciri topografi yang semuanya ini akan memberikan informasi perihal geologi bawah permukaan. Contoh suatu daerah sembulan batugamping (sayap antiklin yang terpotong) dikelilingi batuan yang lebih yang lunak akan nampak sebuah tebing yang curam dan landai yang berlawanan arah lereng. Sebuah alur erosi sepanjang arah patahan dan akan membentuk sebuah gawir patahan yang membentuk tangga. 2. Metode Geofisis, adalah perlu untuk mengontrol gambaran 3 demansi sebuah peta, yang diperoleh berdasarkan perbedaan sifat±sifat fissis dari berbagai macam batuan. Metoda seismik, didasarkan pada kecepatan rambat getaran suara yang tergantung dari kerapatan material dan massa; Metoda ketahanan elektrik adalah pengukuran terhadap hantaran elektrik terhadap berbagai macam batuan; Metode magnetik adalah berdasarkan pada sifat-sifat magnetis

49

pada batuan; Metode elektro magnetik, melakukan pengukuran terhadap hantaran sebuah medan elektro magnetik yang terinduksi; Metode georadar, melakukan pengukuran terhadap reflaksi gelombang radio yang terinduksi; Gravimeter, adalah melakukan pengukuran terhadap variasi dalam medan gaya berat. Beberapa metode geofisis di permukaan bumi, antara lain : a. Refraksi seismik Prinsip : Variasi vertikal dan horizontal dalam bawah tanah dari rambatan gelombang kejut kita amati melalui perubahan dalam lama perjalanannya Struktur bawah tanah, kecepatan rambat gelombang seismik Jenis petunjuk : untuk berbagai satuan dalam bawah tanah, permukaan airtanah dapat kita catat sebagai perbandingan kecepatan antara massa jenuh dan massa tidak jenuh. Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan penutup, Penggunaan : penentuan sifa-sifat batuan dan lapisan penutup, mis: porositas, diskontinuitas, stastisitas, kadar zat cair. Pada prinsipnya semua jangkauan kedalaman adalah mungkin. Hasil yang dicapai lebih cermat namun tekniknya lebih mahal dibanding metode hambatan elektrik. Ada kalanya diperlukan bahan peledak untuk menghasilkan gelombang kejut. b. Rrefleksi seismik Prinsip : Gelombang sonik yang dihasilkan dekat permukaan air direfleksikan oleh dasar laut, dasar sungai, dasar danau dan oleh bidang pemisah lapisan batuan dibawahnya. Lokasi dasar dan bidang pemisah lapisan batuan dibawah Jenis petunjuk : dasar. Kecepatan rambat gelombang seismik pada batuan bawah permukaan. Pemetaan dasar laut, sungaidanau dan struktur geologi. Penggunaan : penentuan sifat-sifat massa batuan. Memungkinkan

50

penelitian dalam tanah dan batuan. c. Metode hambatan elektrik Prinsip : Mengukur variasi vertikal dan horizontal yang menyangkut perubahan dalam hambatan elektrik arus listrik. Posisi, batas, dan hambatan dari berbagai satuan bawah Jenis petunjuk : tanah Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan tanah, kadar Penggunaan : kelembaban tanah, permukaan air tanah. Kedalaman maksimum sekitar 30 m. Dipengaruhi oleh jaringan pipa bawah tanah. d. Metode magnetik Prinsip Jenis petunjuk : Pengukuran terhadap variasi dalam medan magnit : Variasi dalam komponen horizontal dan vertikal medan magnit bumi Penggunaan : Pencarian material magnit dalam lingkungan tidak magnetis atau sebaliknya. Besar badan atau struktur didalam bawah : tanah yang dapat dilacak tergantung dari kedalaman badan atau struktur tersebut di bawah permukaan dan hantaran magnetiknya. e. Metode elektro magnetik Prinsip : Pengukuran medan magnet yang dibangkitkan oleh getaran elektro magnetik, yang frekwensinya bisa bervariasi

tergantung dari metode yang digunakan. Hambatan elektrik dari bawah tanah atau profil-profil Jenis petunjuk : refleksi dari gelombang yang direfleksikan (georadar). Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan penutup, Penggunaan : pelecakan material yang perilaku elektromagnetiknya

menunjukkan penyimpangan. Very low frequenscy instrument: 15±150KHz, kedalaman 10±100m. Georadar (80±900KHz):1-20 m. Terrain

conductivity meter(9,8KHz): 6 ± 20m.

3. sifat keteknikan (daya dukung.51 3. sedangkan apabila besar butir hampir sama disebut bergradasi seragam. Adapun lingkup pemetaan meliputi : jenis tanah. Tetapi biaya untuk pemboran cukup tinggi. testpit dan terowongan eksplorasi. parit uji. sehingga perlu disusun program penelitian terpadu antara pemboran. perosokan dan tanah mengembang).1. yaitu tanah dikeringkan dan disaring pada serangkaian saringan dengan ukuran lubang 3 inci sampai dengan no. Besarnya butir tanah digambarkan dalam grafik lengkung gradasi atau grafik lengkung pembagian butir. Analisis Besar Butir Tanah Sifat-sifat suatu tanah tertentu banyak tergantung kepada ukuran butirnya. Tanah yang ukuran butirnya dibagi rata antara yang besar sampai yang kecil dikatakan bergradasi baik. kondisi keairan dan bahaya lingkungan beraspek geologi.(Gambar 3-1) 3. yaitu tanah dicampur dengan air dan diaduk kemudian dibiarkan .2. Karena itu pengukuran besarnya butir tanah merupakan suatu percobaan yang sangat sering dilakukan dalam bidang mekanika tanah. 200(200 kawat/inci) yang hampir sama dengan ukuran pasir hingga lanau. Pemboran Penelitian geofisis perlu dikorelasikan dengan data langsung hasil pemboran. sifat fisik tanah/batuan. bilamana terdapat kekurangan atau kelebihan salah satu ukuran butir tertentu maka tanah itu disebut bergradasi buruk. sedangkan untuk ukuran butir yang lebih kecil dari pasir halus dipakai cara pengendapan. sondir dan penelitian geofisis. Penentuan ukuran butir tanah dilakukan dengan dua cara yaitu untuk ukuran butir yang kasar dipakai saringan. Besarnya butir juga merupakan dasar untuk klasifikasi atau pemberian nama pada macam-macam tanah tertentu. Peta Geologi Teknik Peta geologi teknik merupakan peta yang menyajikan informasi tentang data karakteristik dan sifat keteknikan tanah/batuan disuatu daerah/wilayah.

Peta geologi teknik . V = ( D/M)2 D = Diameter butir. Kecepatan ini menurut hukum Stokes. adalah sebanding dengan pangkat dua dari ukuran butirnya. Butiran-butiran dalam suatu suspensi akan menurun dengan kecepatan yang tergantung pada ukurannya. V = Kecepatan turun butir. M = Konstanta Jadi D = ˜ Hr/t Gambar 3± 1 .52 berdiri supayabutir-butir mengendap.

Biasanya pengukuran dimulai setelah satu menit dan diteruskan pada jangka waktu tertentu selama 24 jam. Batas-Batas Atterberg Batas atterberg adalah batas cair dan batas plastis.3. W = Jumlah berat tanah dalam suspensi 3. Dengan cara mengukur berat jenis suspensi berarti dapat menghitung banyaknya tanah yang ada dalam campuran tersebut.53 Hr = tinggi turun . Istilah-istilah yang dipakai untuk pembatasan seperti sketsa dibawah ini: Basah Keadaan cair (Liquid) Kering solid plastic semi-plastic Batas cair (LL) Batas Plastis (PL) Batas pengerutan ( SL) Gambar 3 ± 2 Batas-batas aterberg . Rh = pembacaan hidrometer. Berat jenis suatu campuran air dan tanah tergantung konsentrasi butiran yang tergantung di dalamnya. B = berat tanah/cm3. t = waktu Butir-butir sebesar D akan turun sejarak H dalam jangka waktu t. B = G/(G-1) (Rh ± 1 ) P = 1000B/W x 100 G = berat jenis. P = prosentase .

4. plastisitas sedang (LL=35 ± 50 %) dan plastisitas tinggi (LL > 50 %).(PI =LL ± PL ) dan batas cairnya memberikan satu titik pada suatu diagram plastisitas. maka dari grafik tersebut dapat dibaca kadar air pada 25 pukulan. 3. compresibility tinggi dan sulit memadatkannya. 4. Indeks kecairan (LI) adalah kadar air tanah dalam keadaan aslinya biasanya terletak antara batas plastis dan batas cair dan biasanya berkisar antara 0 sampai 1.54 1. Keaktifan . Sifat tanah tersebut dipakai untuk misalnya pembuatan jalan dan Indeks plastis juga biasanya dipakai sebagai salah satu syarat untuk bahan yang akan dipakai untuk pembuatan jalan. 3. Tanah yang batas cairnya(LL) tinggi biasanya menpunyai sifat teknik buruk yaitu kekuatan rendah. maka akan diperoleh banyaknya pukulan sampai dua alur tersebut berimpit. 2. Klasifikasi platisitas tanah berbutir halus dibagi lagi menjadi plastisitas rendah (LL < 35 %). Batas plastis (PL) adalah kadar air pada batas bawah daerah plastis. Indeks plastis (PI) adalah selisih antara batas cair dan batas plastis dimana tanah tersebut dalam keadaan plastis. Kadar air ini ditentukan dengan memplintir tanah pada plat kaca sehingga diameter bulatan dari batang tanah yang dibentuk mencapai 1/8 inci dan apabila tanah mulai mencapai pecah/retak-retak maka kadar air tanah itu adalah batas plastis. Cara mengetahui batas cair tanah dengan beberapa contoh tanah dengan bermacammacam kadar air dan dilakukan uji dengan alat batas cair. Data kadar air dan jumlah pukulan masing-masing contoh dibuat grafik. LI diperoleh dari persamaan : LI = (w-PL)/(LL-PL) = (w-PL)/PI Kegunaan batas-batas atterberg adalah suatu gambaran secara garis besar akan sifat-sifat tanah. Batas cair (LL) adalah kadar air tanah bilamana diperlukan 25 pukulan.

55 Tepi-tepi mineral lempung mempunyai muatan negatif neto.75 > 1.25 Klas Sedang Tidak aktif ktif kaitannya dengan perubahan volume merupakan . Skempton(1953) telah menngartikan secara kwantitatif disebut aktivitas dari lempung adalah perbandingan antara indeks plastis dengan prosen fraksi lempung berukuran < 2 Q m dan dikelompokan menjadi 3 klas. Kapasitas penggantian kation dalam milliekivalen (meq)/100g lempung juga digunakan sebagai indikasi suatu aktivitas.75 < <1. Tabel 3-2 Kapasitas penggantian mineral lempung Lempung Kaolinit Haloisit(4H2O) Illit Vermikulit Montmorilonit Kapasitas penggantian. meq/100g 3 ± 15 10 ± 40 10 ± 40 100 ± 40 80 .150 © © Tabel 3-1 Klasifikasikan aktivitas lempung ktivitas( ) 0. ini menyebabkan terjadinya usaha untuk menyeimbangkan muatan ini dengan tarikan kation.25 < 0. Tarikan ini akan sebanding dengan kekurangan muatan neto dan dapat dihubungkan dengan aktivitas lempung.(Tabel 3 ± 1) ktivitas( ) ¨ Indeksplas tis faraksi lempung( 2 m) ktivitas dalam pertimbangan utama dalam mengevaluasi tanah yang akan dipakai dalam pekerjaan pondasi.

3 0. yang biasa digunakan adalah kalsium(Ca) yang terdapat pada batugamping.3 ± 0. Tabel 3-3 Korelasi Keaktifan dengan jenis mineral Mineral Na-Montmorilonit Ca-Montmorilonit Ilite Kaolinit Haloisit(Terdehidrat) Haloisit Terhidrat) Atapulgit Alofan Mika(muskovit) Keaktifan 4-7 1. Sebagian besar lempung cenderung mengembang apabila menjadi jenuh. Pengembangan ini dapat dikurangi dengan cara penggantian kation .2 0. semen dengan cara mencampur dengan lempung. Teknik lain yang digunakan untuk mengetahui jenis lempung yang disarankan Casagrande dalam Holtz dan Kovacs(1981) (Gambar 3 ± 3) adalah mengunakan batas-batas atteberg.2 0.5 0. 3.5-1.5 0. abu batubara(Ca & Al)..5 ± 1. yaitu menggunakan hubungan antara selisih batas cair dengan batas plastis yang disebut indeks plastis pada kurve vertical dan batas cair berupa kurva yang horizontal.5 0. Mineral Lempung Ternyata ada korelasi antara keaktifan dengan jenis mineral lempung yang diunkapkan Skempton(1953) dan Mitchell(1976). (Tabel 3-3).2 .5.1 0.5-1. Makin tinggi kapasitas penggantian berarti banyak kation yang dibutuhkan untuk dapat mengubah suatu aktivitas.56 Aktivitas lempung dapat ditentukan dalam karakteristik plastisitasnya yang berubah oleh substitusi ion-ion logam dari tingkat yang lebih tinggi seperti terlihat pada skala substitusi: Li<Na<NH4<K<Mg<Rb<Ca<Co<Al Sesuai dengan skala tersebut diatas. bahwa Ca akan lebih mudah menggantikan Na atau Mg dibandingkan dengan Mg atau Na untuk menggantikan Na.

Perubahan volume berhubungan langsung dengan batas susut dan sebagian berkaitan pula dengan batas plastis dan batas cair. Tabel 3-4.4 Hubungan antara Ip.3 Kurva keplastikan Casagrande.57 Kalsit Kwarsa 0.6. 3. Tingkat Pengembangan Pemuaian lempung terjadi ketika kadar air bertambah dari nilai referensinya. sedangkan penyusutan terjadi ketika kadar air berkurang dari nilai referensinya sampai pada batas susut. Tabel 3. menurut Holtz & Gibbs (1956) dalam Bowles (1991) memberikan hubungan kasar yang dijumpai dan cukup dapat diandalkan untuk meramalkan terjadinya perubahan volume.2 0 Garis U 60 50 40 Indeks keplastikan 30 20 10 Klorit Kaolinit Haloisit Montmorilonit Garis A Ilite Batas cair 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Gambar 3 . Ws & potensi perubahan volume Potensi perubahan volume Indek plastisitas (Ip) Daerah kering Batas susut (ws) Daerah lembab . Tanah lempung dapat diperkirakan akan mempunyai perubahan volume yang besar apabila indeks plastisitas (Ip) u 20.

7.1 Q m) > 28 20 ± 31 13 ± 23 < 15 Indeks Plastisitas (IP) > 35 25 ± 41 15 ± 28 < 18 Batas Susut (SL) < 11 7 ± 12 10 ± 16 > 15 Metoda Gromko yaitu dengan melihat korelasi antara kerapatan kering insitu terhadap batas cair.58 Kecil Sedang Tinggi 0 ± 15 15 ± 30 > 30 0 ± 30 30 ± 50 > 50  12 10 ± 12 < 10 Beberapa metoda dan pengujian tanah telah dikembangkan untuk mengidentifikasi tingkat pengembangan tanah seperti yang dijelaskan dalam Holtz dan Kovacs (1981) yaitu pengkorelasian terhadap properti indeks dalam bentuk table 3-5. Jangka waktu terjadinya penurunan konsolidasi tergantung pada bagaimana cepatnya tekanan pori yang berlebih akibat beban yang bekerja dapat dihilangkan. Sedangkan cara yang mudah dan cukup dikenal adalah metoda Seed (1962) dan metode Gillott(1968) . Tabel 3-5 Potensi pengembangan tanah (Holtz 1959) Tingkat % perubahan Pengembangan volume Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah > 30 20 ± 30 10 ± 20 < 10 Kandungan Koloid (% . Konsolidasi Bekerjanya tegangan terhadap tanah berbutir halus yang jenuh akan menghasilkan regangan yang tergantung pada waktu dan penurunan yang dihasilkan.(Gambar 3-6 & 3-7) 3. Karena itu koefisien permeabilitas merupakan faktor penting disamping penentuan berepa jauh jarak air pori yang harus dikeluarkan dari poripori yang ukurannya bertambah kecil untuk dapat meniadakan tekanan yang . ataupun pengujian free-swell yang dikembangkan oleh Holtz dan Gibbs.

5 Tinggi 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Persentase lempung (< 0.Rendah 0 10 20 30 40 50 60 Persentase lempung ( < 0.59 berlebihan.002 mm) 90 100 . Diagram klasifikasi potensi pengembangan tanah (Seed 1962) 100 90 80 70 60 50 Indeks Plastisitas 40 30 20 10 0- Aktifitas=2 Aktifitas = 1 Sangat Tinggi Aktifitas = 0. 1975). 5- 4- 3Aktifitas Sangat Tinggi Tinggi 2- Sedang 1- 0.002 mm) 70 Gambar 3-4. Karena itu lempung akan terjadi penurunan agak besar sedangkan pasir penurunannya agak kecil (Wesley.

Kuat Geser Tanah Pengetahuan mengenahi kekuatan geser tanah diperlukan untuk berbagai macam soal praktis. Maka kekuatan geser tanah dapat dinyatakan dengan rumus : s = kekuatan geser. bukanlah karena butirnya sendiri hancur. u = tegangan air pori s = c¶ + (W . sedangkan koefisien konsolidasi berhubungan dengan berapa lama suatu konsolidasi tertentu akan terjadi. Indeks tekanan berhubungan dengan berapa besarnya konsolidasi atau penurunan yang akan terjadi . Diagram klasifikasi potensi pengembangan tanah (Gillott 1968) Parameter-parameter konsolidasi suatu tanah adalah indeks tekanan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv).8. H = jalan air( ½ tebal lapisan) 3. terutama untuk menhitung daya dukung tanah. Oleh karena itu kekuatan tanah tergantung kepada gaya-gaya yang bekerja antara butirnya. Keruntuhan geser dalam tanah adalah akibat gerak relatif antara butirnya. Rumus untuk menghitung kecepatan penurunan (t) dilapangan adalah : t = tH2/Cv t = time faktor.u ) tan J W = tegangan total pada bidang geser.60 Sedang Rendah Gambar 3-5. J = sudut geser dalam . Dengan demikian kekuatan geser tanah dapat diangap terdiri dari : bagian yang bersifat kohesi dan bagian yang mempunyai sifat gesekan. tegangan tanah terhadap dinding penahan dan kestabilan lereng.

Pengujian dilakukan dengan menempatkan contoh tanah kedalam kotak geser yang terbelah dengan setengah bagian yang dibawah merupakan bagian yang tetap sedangkan bagian atas bebas untuk bertranslasi. Kedua bagian ini akan menjadi sedikit terpisah dan blok pembebanan serta setengah bagian atas kotak bergabung menjadi satu. Contoh diletakkan di dalam kotak. Kemudian suatu beban normal Pv dikerjakan.61 Kekuatan geser suatu tanah dapat didefinisikan sebagai tahanan maksimun dari tanah terhadap tegangan geser dibawah suatu kondisi yang diberikan. sedangkan untuk tanah yang berbutir halus akan mengering dengan sangat lambat oleh karena itu kecepatan percobaan merupakan suatu faktor yang pen ting. Dua atau lebih pengujian tambahan dengan nilai Pv yang lebih besar. harus memberikan hasil yang sebanding. maka akan diperoleh harga c (kohesi) dan J (sudut geser dalam). untuk membuat grafik bersekala hubunan dengan kuat geser (s) dengan tegangan normal. sebuah blok pembebanan. yaitu pada lokasi belahan kotak dan sejajar dengan beban horizontal. termasuk batu berpori bergigi untuk drainasi yang cepat diletakkan diatas contoh. Uji geser langsung adalah untuk mengukur parameter kuat geser sisa Jr dan parameter kohesi mendekati nol akibat regangan yang besar pada keadaan kekuatan sisa.6) 40 Tidak terganggu 30 20 Terbentuk kembali 10 0 0 20 40 60 80 Indeks plastisitas ( Ip) 100 . apabila dilakukan dengan kondisi drainasi yang sama. 1960) terlihat dalam kurva (Gambar 3. Korelasi antara J dan persentasi lempung (Bjerrum & Simons. Beberapa percobaan geser dasar yang dapat dilakukan terhadap suatu tanah. Kondisi-kondisi yang ditekankan diatas terutama bersangkutan dengan sifat-sifat drainasi tanah . Uji geser langsung juga untuk menentukan arah dan lokasi bidang keruntuhan. Untuk suatu tanah yang berbutir kasar. Uji ini dianggap para ahli dapat memenuhi syarat untuk regangan bidang yang cukup untuk dapat menyebutnya sebagai uji regangan bidang. drainasi tanah pada umumnya baik dan terjadi seperti yang dihasilkan dalam percobaan.

9. Bor tangan hanya dapat digunakan pada bahan -bahan yang cukup lunak terutama dalam lempung lunak sampai teguh(Gambar 3 ± 7). Bagian atas dari rangkaian stang bor ini mempunyai tangkai yang dipakai untuk memutar alat tersebut. Korelasi antara sudut gesek dalam dan indeks plastis ( Simons 1960 dalam Bowles 1991) 3.62 Gambar 3-6. Alat Bor tangan . Hasil pemboran ini digunakan untuk mengetahui susunan lapisan dan jenis tanah dan dibuat log bor yang didalamnya tercantum lokasi elevasi cuaca profil bor kedalaman diskripsi lapisan kedalaman muka air tanah dan kedalaman pengambilan contoh tanah asli. B Tangan Bor tangan adalah suatu alat yang mempergunakan berbagai macamauger pada ujung bagian bawah dari serangkaian setang bor. (Gambar 3 ± 8) Tangkai bor tangan Stang bor Mata bor Iwan Gambar 3 -7.

Contoh tidak asli diambil tanpa adanya usaha-usaha yang dilakukan untuk melindungi struktur asli dari tanah. .Keadan dan ukuran tabung contoh: tebal dinding harus setipis mungkin. maka kerusakan -kerusakan terhadap contoh bisa diusahakan sekecil mungkin dan segera dibawa ke laboratorium. Sebelumnya bersihkan lubang bor sampai dasar. Log bor tangan 3.63 Gambar 3 ± 8. permukaaan dalam dan luar tabung harus licin. sedangkan contoh asli harus masih menunjukkan sifat-sifat asli dari tanah dengan teknik pelaksanan sebagaimana mestinya dan cara pengamatan yang tepat.Cara pengambilan contoh asli dengan tabung silinder berdinding tipis dari bahan tembaga/besi di bagian atas disambung kepala tabung untuk dapat disambung dengan setang bor. selanjutnya putar dan angkat tabung dengan hati-hati kemudian tutup dengan parafin. Pengambilan Contoh Tanah Contoh-contoh ini ada dua macam yaitu contoh tidak asli dan contoh asli. ujung pemotong tabung harus cukup terpelihara.10. perbandingan luasnya jangan lebih dari 10 %. Tabung contoh dimasukkan kedalam dasar lubang bor. dan kemudian ditekan (Bor mesin) atau dipukul(bor tangan) kedalam tanah asli yang akan diambil contohnya pada dasar lubang sampai masuk 60 cm. Derajat kerusakan contoh tanah yang diambil tergantung pada beberapa hal antara lain : .

Secara komprehensip data tersebut dapat digambarkan dalam log bor geologi. Mata bor ada bermacam -macam penggunaanya tergantung jenis tanah/batuan. tabung dan contoh sebaiknya ditekan kedalam tanah secara langsung dan jangan dipukul. . Sistim pemboran mesin ini batang bor diputar secara mekanis dan putarannya diteruskan ke mata bor pada dasar lubang bor (Gambar 3 ± 9). a. seluruh inti bor dapat terambil dan pengujian setempat juga dapat dilaksanakan. Dasar teori pemboran geologi teknik ada 2 jenis yaitu pemboran mesin dan bukan mesin. Inti batuan yang terpotong akan tertinggal dalam tabung inti dan diangkat kepermukaan untuk dianalisa. tanah pada dasar lubang bor harus betul-betul asli terhindar dari kotoran-kotoraan serta lumpur.Cara membuat dan membersihkan lubang bor. sifat fisik.11. Dalam teknik pemboran yang benar.Cara pelaksanaan.: penyelidikan bahan tambang/endapan mineral mengetahui struktur geologi suatu daerah . daya dukung (SPT) dan tingkat permeabilitasnya (K). Pemboran geologi teknik. alat bor dan kapasitas pemboran yang dikehendaki.64 . meliputi dari jenis batuan. diuji dan di simpan dalam kotak contoh Secara umum penggunaan pemboran mesin ini adalah metode yang umum dilakukan dalam penyelidikkan tanah/batuan. 1. Pemboran mesin adalah semua jenis pemboran y ang menggunakan penggerak dari tenaga mesin. Kegunaan. Untuk jenis tanah dapat diambil contoh tanah tidak terganggu (US) untuk diketahui sifat mekanika tanahnya. 3. Pemboran Inti/Pemboran Mesin Maksud dari pemboran inti dalam kepentingan penyelidikan geologi khususnya geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi bawah tanah.

8 77.88 6.46 8. Prosedur pelaksanaan: Untuk perlapisan permukaan (lempung. diamond core bit dll). c.56 5.93 2. Daftar peralatan bor & ukuran NAMA UKURAN E A B N ROT EW AW BW NW NX CASING AX BX NX EX ˆ LUAR (mm) 33.7 46.61 41.8 22. lanau.65 - penyelidikan tanah dasar(bangunan sipil) pembuatan sumur eksplorasi & eksploitasi air tanah Pembuatan lubang pengeringan air dalam tambang bawah tanah Pembuatan lubang peledakan batuan b.0 44. Core barrel(penginti).2 28.45 11. Tabel 3 -6. Kotak inti.2 73.4 35. mata bor (Core bit.2 500.6 44.5 54.4 BERAT (KG/M) 4.5 60.8 22.66 6.4 ˆ ALAM mm) 21.2 36.8 62.44 4. mesin pompa lumpur/air.2 .8 50.0 66.9 38.40 8. closed spiral (2 ½´) atau spiral auger dengan pemboran sistim kering dari tiap 40 cm s/d 2/3 m dan di perbesar diameter 4 untuk persiapan memasang pipa pelindung (Casing) J 4 ½´). Peralatan : Mesin bor & penggerak lengkap dengan peralatannya.6 35.68 4.1 57.5 57.66 4. pasir & kerikil lepas) dimulai dengan bor spiral(1 1/8´ 7/8 ´ ).4 48.00 88.58 7.2 38.

angkat alat penumbuk 75 cm dan jatuhkan ke kepala penumbuk.bersihkan lubang bor sampai dasarnya .0 2.masukkan split spoon(tabung belah) sampai dasar . Pelaksanaan: .hitung jumlah tumbukan setiap turun 15/10cm dari 45/30cm. .3 600. .6 41.4 76.5 kg) .66 BIT AX BX NX 49.N dihitung jumlah tumbukan dari 15 cm ke II & III atau 10 cm ke II & III . Percobaan penetrasi standar (SPT) Percobaan ini dengan peralatan split spoon.Angkat split spoon perlahan-lahan . alat penumbuk (Gambar 310) untuk mengetahui kekuatan lapisan tanah/batu.4 54.sambung batang bor dengan alat penumbuk(63.2 28.

67

Gambar 3-9. Sistim pemboran

68

SPT pada tanah (Kohesif & Non kohesif) digunakan untuk eksplorasi rutin semua jenis pondasi. Hubungan antara N dengan kepadatan relatif tanah non kohesif (pasir, kerikil, cangkang dll) dan konsistensi relatif tanah kohesif (lempung, lanau, gambut dll) terlihat dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3 -.7. Hubungan harga N dengan kepadatan relatif JENIS TANAH HARGA (N) 0±4 5 ± 10 NON KOHESIF (pasir, kerikil, cangkang) 11 ± 24 25 ± 50 > 50 0±1 KOHESIF (lempung, lanau, gambut ) 2±4 5±8 9 ± 15 16 ± 30 31 ± 60 > 60 KEPADATAN RELATIF Sangat lepas Lepas Sedang Padat Sangat padat Sangat lembek Lembek Teguh Kenyal Sangat kenyal Keras Sangat keras

69

Gambar 3 -10. Peralatan SPT

70 3. Percobaan Darcy Manfaat uji permeabilitas : a. Mengevaluasi gaya angkat/ renbesan dibawah struktur hidrolik untuk analisis stabilitas c. Faktor-faktornya:  Ukuran butir  Sifat aliran pori. Mengevaluasi jumlah rembesan b. Menyediakan kontrol terhadap kecepatan rembesan sehingga partikel tanah berbutir halus tidak tererosi dari masa tanah . yaitu kekentalan air  Angka pori tanah/batuan  Bentuk dan tata letak pori  Derajat kejenuhan Metoda pengukuran : Laboratorium dan Lapangan Dasar teori: Hukum Darcy¶ 1856: Kecepatan suatu sat cair (V) melalui suatu medium yang berpori berbanding lurus dengan gradien hidrolik (i) Contoh “h(tinggi-tekan) i = “h/L ~ V = KiA (ml/dt) ~ V = Q/t ~ K = V/iA i = Gradien hidrolik A = Luas penampang aliran t = waktu pelaksanaan pengukuran Q = Debit aliran V = kecepatan aliran air K = Koefisien permeabilitas “h = tinggi tekan Gambar 3-11. Permeabilitas (K) Maksud dan tujuannya untuk mengetahui harga K adalah kemampuan batuan / tanah untuk dapat meluluskan air dibaah tekanan/tanpa tekanan.

Struktur tanah di lapangan akan berubah/hilang untuk di laboratorium. e. Untuk hemat waktu gradien hidrolik laboratorium delta h/L sering dibuat 5/> . Cara pengujian : Uji laboratorium dan uji lapangan A.71 d. Studi mengenahi laju penurunan dimana perubahan volume tanah terjadi pada saat air tersingkir dari rongga tanah pada saat rongga terjadi pada suatu gradien energi tertentu. 3. bahkan mencapai tingkat Kh=10 ± 1000.  ht Gambar 3-12. Pada pasir. Pengujian laboratorium untuk harga K biasanya kurang dapat diandalkan walaupun prosedur dan peralatan sudah diperhatikan. Tanah di lapangan umumnya berlapis (sulit ditiru di laboratorium) 2. Ukuran contoh untuk pengujian di laboratorium sangat kecil 4.1 ± 2 Cara pengukuran : 1. nilai K vertikal(Kv) dan K horisontal(Kh) sangat berbeda. Uji tinggi konstan . Faktor-faktornya : 1. Constant head test (Uji tinggi konstan). akibat proses sedimentasi. Mengendalikan rembesan dari tempat penimbunan bahan-bahan limbah yang berbahaya. Tinggi konstan A = Tabung berisi air dan mendapat tambahan air agar mempunyai tinggi permukaan yang tetap. B = Tabung berisi contoh batuan dengan panjang contoh L (cm)dan luas penempang A C = Tabung penempang air untuk mengukur volume air yang tertampung Q (cm3) selama waktu tertentu (t) h tanah L K ! QL Q/t cm/dt. Apabila K kecil dan adanya penguapan K besar 5. pada hal di lapangan mungkin bernilai 0.

T Q/t A = luas permukaan (silinder) A = sTr2i = s/dr Hukum Darcy : h2 /t = Kai h1 r1 r2 Rumus : K = 2.3 Q/tLog 10 r2/r1 2 2 T (h 2  h1 ) Gambar 3-14. Uji di Lapangan Beberapa cara pengujian di lapangan antara lain : . Falling head test . Uji pemompaan sumur . . Uji tinggi jatuh B. . .t1) log ho h1 ho L B h1 C A = Tabung dengan luas A & berskala B = Tabung berisi contoh batuan dengan panjang L & luas A terletak di dalamnya C = Tabung penampungan air melimpah t = Waktu penurunan dari ho ± h1 Gambar 3-13.A.72 2.Pengujian ujung terbuka(Open end test).Pengujian perkolasi.Pengujian packer 1. Uji Pemompaan Sumur (Well Pumping Test ) Pengujian ini dilakukan karena pada dasarnya karena adanya dua macam aliran yaitu : aliran langgeng (equilibrium) dan aliran tak langgeng (non equilibrium) Sumur dipompa Lubang bor observasi M.(Uji tinggi jatuh) Rumus yang digunakan : K = 2.Uji pompa.3 A aL A(t0 .

masukkan air kelubang bor sampai penuh (konstan dipermukaan casing). Open End Test Pengujian dilakukan pada batuan yang mudah runtuh dan dasar lubang bor terbuka untuk di uji karena dinding tertutup casing.A.T 1 Open hole H g1 = H gravity pada MAT1 Hg2 = H gravity pada MAT 2 Q = debit air diatur konstan pada casing 2r = diameter lubang bor h = H gravity 2 = Panjang lapisan yang diuji L Hg2 10r L 10 r M. maka K = Q/5.73 2. kemudian air dibiarkan turun sendiri dan hitung penurunan air dalam casing/lubang bor dalam waktu t  Rumus : K = r 2 Ln L r Ln h1 h2 untuk L > 8r 2 (t 0  t1 ) . Dengan mempertahankan tinggi air pada casing dengan pemompaan sebesar Q (debit air) . lakukan minimal 5 kali pentahapan pengujian. Meter air Q Casing Pengatur debit air Hg1 2r Muka tanah M.T Gambar 3-15. Open end test 3.A. Pelaksanaannya: bersihkan lubang bor. Persyaratan: Tebal lapisan lulus air di atas dan dibawah ujung pipa pelindung harus paling sedikit 10 r ( r = jari-jari lubang bor).5 rh. Pengujian Perkolasi Pengujian ini dilakukan apabila batuannya lunak tetapi tidak mudah runtuh.

33 % P max. 2TL  Rumus K = Q .T h1 h1 h2 L MAT to t1 t2 ho r = jari-jari lubang bor/casing L = panjang lubang yang di test h = tinggi muka air dalam lubang t = Waktu penurunan Gambar 3-16. 66 % P max.   L ln 2TLH r Q 103 LU = HL = Debit air masuk l ubang dalam cm3/min = Total head L = Panjang lubang yang di uji. Pengujian Packer Pengujian ini dilakukan pada batuan keras sehingga dapat menahan tekanan packer dan dapat menggunakan 1 packer untuk menguji dibawah packer (single packer) dan 2 packer untuk menguji diantaranya (Double packer). Pelaksanaanya air di pompakan dengan tekanan konstan langsung kedalam lapisan batuan melalui sebuah pipa. 1 Lugeon Unit (LU) : adalah banyaknya air yang masuk dalam massa batuan dengan 1 liter/menit/meter pada tekanan 10 kg/cm2 .A. yaitu 33% P max. 100% P max. 10r > L > r . selama 15 menit. K =  in h -1 L 2r . Pengujian perkolasi 4. L > 10r.74 h Muka tanah ho h2 M. 66 % P max. kemudian uji ulang dengan tekanan yang berbeda-beda.

75 Pengatur debit air utk P P Hg Muka tanah Casing Hs Packer MAT 1 Hd L L/2 MAT 2 Gambar 3-17. Sin h-1 x = Ln (x + ˜ x2 + 1) . Pengujian Packer Untuk tidak jenuh . H = P + Hs + Hg Sin h±1 = Arc hyperbolic sinc . H = P + (Hd ± L/2) + Hg Jenuh Keterangan : H P Hd L Hg Hs = Total head = Tekanan = Kedalaman lubang = Panjang lubang yang di uji = Tinggi tekanan dari muka tanah = Static water head(MAT ke muka tanah) .

berdiaklas Pasir.Hasil perolehan pemboran juga didata yaitu % perolehan inti (CR) hasil panjang inti dibagi jumlah target kedalaman kali 100% dan jumlah panjang inti > 10 cm dibagi kedalaman pemboran kali 100 % (RQD).9.76 Tabel 3 ± 8. Kisaran harga k terhadap macam tanah MACAM TANAH Pasir non lempung Pasir halus Pasir lanau Lanau Lempung K (Cm/dt) 10 ± 5 x 10-3 5 x 10-2 ± 10-3 2 x 10-3 ± 10-4 5 x 10-4 ± 10-5 3-6 ± 10-9 -2 3. Nilai relatip untuk permeabilitas (Tersaghi & Peck) K (m/dt) 10-3 10-5 10-7 10-9 < 10-9 Nilai relatip Sangat permeabel Cukup permeabel Kurang permeabel Sangat kurang permeabel Impermeabel Material Geologi Kerikil kerakal. Harga SPT. (Gambar 3-18). Data CR ini akan mencerminkan teknik pemborannya bagus atau memang kondisi batuannya banyak rekahan atau hancuran(breksi sesar) sedangkan RQD ini akan menunjukkan kualitas batuan. Log bor geologi teknik. pasir halus Pasir berlanau Lanau lempung Tabel 3. Log bor geologi teknik merupakan data geologi yang digambar secara komprehensip dari beberapa data : Kedalaman dan ketebalan batuan. Harga Permeability (K). . Kedalamaman simple (US).

Log bor geologi teknik .77 Gambar 3-18.

1. Dengan alat sondir ini ujungnya ditekan secara langsung kedalam tanah sehingga tidak perlu lubang bor.33 N = jmh uji SPT Fi = Konstanta yang tergantung pada satuan yang dipakai Perhitungan tumbukan rata-rata N SPT. nilai Terzaghi Nc.33 D/B” 1.78 3. pada zona efektif dibawah suatu pondasi adalah 15. Mengambil kuat tekan tak terkekang qu sebagai daya dukung izin merupakan praktek yang biasa dilakukan. suatu nilai qa untuk pondasi yang dapat membatasi penurunan tidak lebih dari 25 mm telah diberikan oleh Meyerhof(1956. Pada tanah kohesif kita dapat memakai kekuatan uji tekan tak terkekang qu.12. Ujung tersebut yang berbentuk kerucut dihubungkan dengan suatu rangkaian stang-dalam. juga dengan alat Sondir yaitu khusus untuk mengetahui kepadatan relatif tanah(qc). Daya Dukung Daya dukung dapat dikelompokan menjadi daya dukung teoritis dan daya dukung dengan metode Empiris.3 m dan tanah dalam zona pengaruh adalah pasir kasar yang agak padat. Pada tanah tidak kohesif. Perkiraan daya dukung izan qa. Ada 2 macam ujung penetrometer yang biasa pakai yaitu . dan faktor keamanan F = 3(tanah kohesif). Daya dukung dengan metode empiris Metode empiris ini telah dipakai untuk secara langsung mendapatkan daya dukung pondasi. dengan menganggap bahwa kedalaman pondasi D adalah 3. dengan kapasitas 250 Kg/cm2 atau 500 kg/cm2. 1974) sebagai q a = N Kd F1 B ” F4 B = dimensi sisi terkecil dari pondasi. kaki atau m D = kedalaman pondasi dalam satuan B Kd = 1 +0. Penelitian daya dukung batuan dapat dilakukan bersama-sama dengan pemboran geologi teknik pada kedalaman tertentu dengan Standart Penetrasi Test (SPT) dengan harga N. dan casing luar ditekan dalam tanah dengan pertolongan suatu rangka dan dongkrak yang dijangkarkan pada permukaan tanah.

Nilai konis merupakan suatu angka empiris. walaupun tidak memberikan macam tanah.79 standard type(mantel konis). nilai konis digambar dalam kg/cm2 dan hambatan pelekat digambar sebagai jumlah. seluruh tabung luar tinggal diam. ujungnya berbentuk kerucut (konis) 60° dengan luas penampang 10 cm2 dan untuk kedua macam ini ujung ditekan kebawah dengan suatu rangkaian stang-dalam dan casing luar(Gambar 3 ± 19). Gambar 3 ±19. tapi sepintas dapat melihat apakah hanya ada satu lapisan tanah atau ada beberapa lapisan tanah yang berbeda. Grafik sondir akan memberikan gambaran yang baik mengenai kondisi tanah. Sebaiknya dapat dimengerti dengan jelas bahwa nilai konis yang diperoleh dengan alat sondir ini tidak dapat disamakan dengan daya dukung tanah yang bersangkutan. yang segera akan menekan konis tersebut kebawah(20 cm). Gaya yang dibutuhkan untuk menekan kerucut kebawah diukur dengan suatu alat pengukur(gauge) yang ditempatkan pada kerangka dongkrak dipermukaan tanah. Alat sondir . Pada macam standard yang diukur hanya perlawanan ujung (nilai konis) ini dilakukan hanya menekan pada stang dalam. Hasil-hasil penyelidikan dinyatakan dalam bentuk grafis. sampai ke titik pengukuran berikutnya. Setelah dilakukan pengukuran casing luar dimajukan. dan friction sleeve (bikonis). yang mungkin dapat dihubungkan secara empiris dengan sifat-sifat fisik batuan/tanah dari log bor pemboran seperti gambar (3 ± 20) Misalnya nilai sondir pada lapisan pasir dapat dipakai sebagai petunjuk mengenai kepadatan relatif pasir tersebut.

80 Gambar 3-20 .

biasanya diasumsikan kondisi tak terdrainase(J = 0). K = berat isi efektif tanah. Daya dukung teoritis Daya dukung teoritis adalah daya dukung batas suatu tanah dibawah beban alas tumpuan terutama tergantung pada kuat geser. sehingga akan menghasilkan kerapatan kering yang rendah.00 NK = 0. sehingga kedalaman alas tumpuan dibatasi sampai sekitar 2 B atau nilai Nq yang direduksi dipakai untuk kedalaman yang lebih besar. Prandtl(1920) alas tumpuan pada lempung jenuh. Mengontrol perubahan kadar air dari nilai referensinya. maka daya dukung batas adalah : qbatas = (T + 2) c = 5. Tambahkan bahan pencampur seperti gamping yang terhidrasi(mati).14c.0. Beberapa prosedur untuk menstabilkan tanah antara lain: 1. 3.74 Nq = 1.81 2. 2. Daya dukung tidak akan bertambah tanpa adanya pembatas. Padatkan tanah pada keadaan yang lebih basah dari optimum. Pada umumnya persamaan Terzaghi berlaku untuk alas tumpuan dangkal di mana D e B dan didapatkan Nc = 5. maka akan mengurangi Ip dari 20. B = lebar alas tumpuan . . Ni = faktor daya dukung. Sebagian teori daya dukung didasarkan atas teori plastisitas. Terzaghi (1943) memodifikasi masalah Prandtl dan mendapatkan untuk alas tumpuan lajur menjadi : qbatas = c Nc + KDNq + ½ KBNK Keterangan: D = kedalaman alas tumpuan.

Faktor stratigrafi : Lapisan lunak terletak dibawah lapisan keras. Definisi  Thornbury.  Rangers. Faktor jenis batuan : batuan sedimen lebih mudah lapuk bila dibanding batuan beku. (b). Non geologis (budidaya manusia. struktur. Geologis (morfologi. 1954 : Proses akibat gaya gravitasi secara langsung. Sedangkan penyebab gerakan tanah ditinjau dari konsepsi faktor keamanan dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu: Gambar : 2 Faktor2 penyebab gerakan tanah 1. 4. batang pohon yang bengkok dll.1.2. 4. mendatar atau miring dari kedudukan semula yang terjadi apabila terdapat gangguan kesetimbangan massa pada saat itu. stratigrafi. adanya lensa-lensa pasir dsb.82 BAB IV GERAKAN TANAH 4. Faktor morfologi yaitu: punggung bukit yang curam. Faktor struktur geologi : kekar dan sesar 3. Faktor air: Air hujan yang masuk ke pori-pori/retakan batuan akan menambah berat massa batuan itu sendiri. 2. Faktor Penyebab Gerakan Tanah (a). jenis batuan. air dll) 1. 5. gempa). akar tumbuh2an. melidah. retakanretakan terbuka dalam tanah. 1965 : Gerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak. Gangguan dalam . 1975 : Proses yang terjadi dibawah pengaruh gravitasi tanpa adanya media transportasi / merupakan bagian dari turunnya lereng  Purbo Hadiwijoyo.

Gangguan luar a. sehingga penciri geometri lereng memiliki harga kritis. Longsoran masa tanah akan mengikuti suatu bidang tertentu yang memberikan nilai perbandingan terbesar antara gaya pendorong dan gaya penahan longsor. (d). Berat massa tanah sebagai gaya pendorong dipengaruhi oleh: (a). Pada massa tanah yang berada pada suatu lereng (tanah dengan permukaan miring) bekerja suatu gaya berat yang mendorong tanah untuk longsor. Curah hujan dapat meningkatkan kadar air. Vegetasi yaitu dengan akarnya akan menambah sistem kekuatan lereng sedangkan pengaruh penambatan akan menambah beban yang berpengaruh terhadap kestabilan lereng. sifat mekanik yaitu kohesi.(Gambar. 3-1) 4. b. b. gaya pendorongnya makin besar pula . Gempa akan menyebabkan tergoncangnya permukaan tanah dan dapat sebagai pemicu terjadinya longsoran. Kedua sifat tersebut dipengaruhi oleh kadar air. Gaya dorong diatas ditahan oleh gaya gesek dan gaya lekat pada bidang singgung antara massa tanah yang diam dengan yang akan longsor. Geometri lereng : suatu massa tanah /batuan memiliki harga batas ketahanan tertentu dalam membentuk suatu ukuran geometri lereng. Batuan pembentuk lereng: Batuan atau massa tanah pembentuk lereng memiliki sifat fisik yaitu berat isi. 2.83 a. Secara Mekanika Proses longsoran suatu tebing dapat diuraikan sebagai berikut: (a). Semakin tinggi dan kemiringan tebing. penurunan kohesi dan sudut geser dalam maupun kenaikan berat isi tanah. c. sudut geser dalam . Longsor akan terjadi apabila gaya pendorong lebih besar dari pada gaya penahan. (c). (b).3.

makin besar pula berat dan volumenya dan makin besar pula gaya pendorongnya. . Besarnya sudut gesek dan kohesi tanah dipengaruhi oleh keberadaan air tanah air yang mengisi pori-pori tanah merenggangkan hubungan antara butir-butir tanah sehingga mengakibatkan turunnya sudut gesek dan kohesi tanah. Sudut gesek tanah yang memberikan gaya gesek (b). Sedangkan gaya penahan longsor dipengaruhi oleh: (a). Kohesi tanah yang memberikan gaya lekat.84 (b). Berat volume tanah yang dipengaruhi oleh kadar air.

85 4 .

Faktor lain yang mempengaruhi terbentuknya kekuatan alam yang mendukung kejadian tanah longsor yaitu: (a). yaitu : 1. karena berat tumbuhan tersebut akan menambah beban terhadap gaya pendorong longsoran. Berdasarkan penelitian terdahulu diketahui bahwa ada beberapa jenis karakter hujan sebagai pemicu. dan getaran gempa juga akan memicu untuk terjadinya peristiwa tanah longsor. (b). dengan kemiringan lereng sekitar 70 derajat dari tanah lapuk yang meresap air akan bertambah berat. Campur tangan manusia Aktifitas manusia yang merubah kondisi permukaan lahan. Akumulasi beberapa hujan dengan curah total yang tinggi . antara lain : 1. Perlakukan terhadap vegetasi penutup lahan yang mengakibatkan peningkatan erosi. sehingga pada batuan dasar sebagai bidang gelincir dan tidak mampu menahan berat massa tanah tersebut kemudian akan terjadi longsor. Vegetasi Vegetasi yang menutup permukaan lahan berpengaruh besar terhadap gerakan air yang berasal dari air hujan. Vegetasi ini akan memperlambat limpasan permukaan sehingga meninggalkan resapan air ke tanah dan mengurangi jumlah limpasan air di permukaan tanah. Adanya vegetasi juga akan meningkatkan proses pelapukan tanah menjadi lebih gembur juga banyak mengandung bahan organik. (c). Jadi keberadaan vegetasi tersebut satu pihak menguntungkan karena dapat mengurangi erosi permukaan tanah dan banjir. Gempa Gempa yang berkekuatan tinggi bisa mengakibatkan saling terlepasnya butiran massa tanah.86 Longsor itu terjadi dari lereng sungai yang terjal. . juga di lain pihak pada lereng lereng yeng terjal justru memicu terjadinya longsor. Hujan tunggal dengan curah hujan tinggi 2. Dengan terjadinya curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing tanah pada tepi jalan maupun rumah akan menjadi rawan terhadap tanah longsor.

87 2. 3. yang mengakibatkan mengurangi peresapan air hujan ke dalam tanah . 4. Macam Gerakan Tanah Secara garis besar ada 5 tipe gerakan tanah . a.4. Penambangan yang meninggalkan galian dengan tebing yang terjal. Tipe Aliran (Flow) Roboh (Topples) . Tipe Luncuran(slide) c. Tipe Jatuhan (fall) b. yang mengakibatkan peningkatan kerawanan tanah longsor 4. Pengolahan tanah. Pembangunan di permukaan lahan.

Tipe Kombinasi( ompl c Gambar 4 2 : Macam-macam gerakan tanah 4. Klasifikasi gerakan tanah (United State Highway Reserch Board Landslide Commitee. 4 -3 Gb. Klasifikasi Gerakan Tanah (a). (e). Klasifikasi aliran sedimen (Barbara 1996) (Gb. 4-4. 4-4). 1976).88 d. (d). Klasifikasi gerakan tanah(Longsoran) ± dikutip dari ³ Landslides and Engineering ractice´ (Tabel 4 ± 2). Klasifikasi gerakan tanah (Varnes 1978) (Tabel 4-4). Klasifikasi gerakan tanah (DPU 1985) (Tabel 4 ± 3).Rock Flows Gambar 4 -3: Klasifikasi Aliran batu(Rock Flows.5. Tipe Rayapan(creep) e.  Secara berurutan gambar klasifikasi a ± e adalah sebagai berikut : . Barbara 1996)   ) . (c).(Gb. Tabel: 4-1) (b).

4. Klasifikasi Slurry flows dan GranularFlows (Barbara.89 Gambar 4 . 1996) Tabel 4 ± 1 : Klasifikasi aliran sedimen (Barbara 1995) Tabel 4 2 : Klasifikasi gerakan tanah(Landslides and Enginee ing Prac ice)   Jenis gerakan Jatuhan Beberapa unit Jenis material Batuan Jatuhan batuan Penurunan Longsoran bongkah rotational secara mendatar Tanah Jatuhan tanah Longsoran bongkah Penurunan secara mendatar rotational .

tranplasi /planar Alirantanah Aliran bh. Runtuhan (fall) 2) Gelinciran (slide) Batuan Runtuhan batuan Gelincir Batuan rotasi Gelincir btn.lepas Gelincir Tanah rotasi Gelincir tnh.tranplasi /planar Aliran batuan MACAM MATERIAL Tanah Bhn.90 Longsoran banyak unit Longsoran batuan Longsoran Puing Patahan penyebaran ke samping Semuanya tak terkonsolidasi Pecahan batuan Kering Pasir/ lanau Campuran Luncuran loss Runtuhan puing Luncuran puing Luncuran lumpur luncuran lambat tanah umumnya Plastis Luncuran Luncuran Luncuran Pecahan pasir Batuan Luncuran cepat Tanah Luncuran pasir atau lanau Basah Kom leks Kombinasi berbagai material atau jenis gerakan Tabel 4 ± 3 : Klasifikasi gerakan tanah (DPU.lepas Lumpur 3) Aliran (flow) 4). 1985) PENGELOMPOKA N MENURUT GERAKANNYA 1). Kombinasi (complex) Aliran lumpur Kombinasi dari ketiga jenis longsoran di atas atau kombinasi material Runtuhan Runtuhan tanah Bhn.lepas .

J. 1978) JENIS GERAKAN TANAH BATUAN Runtuhan JENIS MATERIAL TANAH TEKNIK BERBUTIR KASAR BERBUTIR HALUS Runtuhan bahan Runtuhan tanah rombaknan Robohan bahan rombakan Nemdatan bahan rombakan Nendatan tanah Robohan tanah RUNTUHAN batuan Robohan ROBOHAN LONGS ORAN batuan Beberapa Nemdatan ROT unit batuan ASI .91 Gambar 4 ± 5 Klasifikasi gerakan tanah (USHRBLC. 1976) Tabel 4 ± 4 Gerakan tanah (Varnes D.

92 TRA NSL ASI Banyak unit Longsoran Longsoran blok bahan blok batuan rombakan Longsoran batuan Pencaran batuan Aliran batuan Longsoran bahan rombakan Pencaran bahan rombakan Aliran bahan rombakan Solifluction Lawina bahan rombakan Longsoran blok tanah Longsoran tanah Pencaran tanah PENCARAN LATERAL Aliran pasir/lanau basah Aliran pasir ALIRAN (rayapan dalam) Rayapan bahan rombakan kering Aliran blok Aliran tanah Aliran lepas KOMPLEKS Campuran dari dua/lebih jenis gerakan Gambar 4 ± 6 Tipe rayapan .

93 Gambar 4 ± 7. Tipe runtuhan tanah Gambar 4 ± 8. Tipe Jatuan .

94 Gambar 4 ± 9. Debris-flow hazards in the san francisco bay region Gambar 4 ± 10 Tipe luncuran Gambar 4 ± 11 Debris flow .

95 Gambar 4 ± 12 Tipe luncuran Gambar 4 ± 13 Tipe Jatuahan Gambar 4 ± 13 Tipe Jatuhan 4.kegempaan dan aktivitas manusia. Suatu daerah yang rentan terhadap gerakan tanah perlu dilakukan Pen ilaian Zona Kemampuan Geologi Teknik yaitu berdasarkan data yang tersedia berupa data sekunder data hasil pengujian lapangan dan laboratorium serta analisis perhitungan parameter geologi teknik maka selanjutnya dilakukan penilaian geologi teknik yang berdasarkan pada faktor-faktor : tingkat kemudahan dalam .pengaruh kemiringan lereng .(2004) Faktor ± faktor penyebab terjadinya proses gerakan tanah secara umum disebabkan antara lain: . Kemampuan Geologi Teknik Menurut Muhamad Wafid A.6.pengaruh keairan tataguna lahan struktur geologi .kondisi fisik dan keteknikan tanah dan batuan .N.

Pada peta diberi warna biru.10 ± 0. nilai perosokan tanah antara 0. Pada peta ini diberi warna kuning. kemiringan lereng berkisar antara 8 ± 30 derajat. Zona Kemampuan Geologi Teknik Tinggi Zona ini mempunyai kendala geologi teknik yang relatif kecil atau bahkan tidak ada. rendah dan sangat rendah. (b). menengah.(Gambar 4 -14) (a). .60 cm. Kemungkinan terjadi masalah geologi teknik dalam sekala kecil masih dapat terjadi seperti longsoran tebing dan erosi tebing sungai. Berdasarkan hal tersebut suatu daerah dapat dibagi menjadi beberapa zona kemampuan geologi teknik tinggi. kesederhanaan penyelidikan geologi teknik serta adanya kendala/masalah geologi teknik. penyelidikan tapak masih perlu dilakukan. Untuk pendirian struktur bangunan. Zona Kemampuan Geologi Teknik Menengah Pada zona ini masih dijumpai masalah geologi bencana gunung api dan beberapa tempat masih mungkin terjadi gerakan tanah. Daya dukung tanah permukaan hingga kedalaman 5 meter adalah 10 ton/m2. Kemiringan lereng berkisar antara 0 ± 8 sehingga kemudahan untuk dikerjakan dapat dengan mudah dilakukan.96 mengerjakan.

( ). Zona Kemampuan Geologi Teknik Rendah 97 Gambar 4 ± 14 : Pta zona kemampuan gelogi teknik .

lempung mengembang dan masalah penurunan tanah.>70 derajat. sehingga kemungkinan untuk dikembangkan sangat kecil atau membutuhkan biaya yang cukup besar. Bagi kawasan Pengembangan Industri yang diperlukan adalah pertimbangan daya dukung pondasi. Evaluasi Zona Geologi Teknik Untuk RUTR Sesuai kebijaksanaan pemerintah melalui Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) evaluasi geologi teknik terhadap kawasan pengembangan daerah sesuai penggunaan lahannya sebagai berikut: (a). sehingga perlu . Daerahnya merupakan dataran. Zona Kemampuan Geologi Teknik Sangat Rendah Zona ini mempunyai tingkat untuk terjadinya masalah geologi/geologi teknik sangat tinggi. Kemiringan lereng berkisar antara 30 ± 70 derajat.98 Pada zona ini dijumpai kendala geologi teknik yang lebih besar. Daerah ini rentan terhadap gerakan tanah dan terdapat daerah yang berpotensi lempung mengembang. daya dukung pondasi cukup tinggi. sejauh tidak diperuntukkan bagi bangunan berat terutama pada Zona Geologi Teknik Mengengah yaitu di daerah sekitar aliran sungai. bencana gunung merapi. Kawasan Pengembangan untuk Perdagangan dan pemukiman Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik rendah dan menengah. Pada peta ini diberi warna merah. Kawasan Pengembangan. Perdagangan dan Industri Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik rendah dan Zona Geologi Menengah. (b). Untuk perencanaan rekayasa teknik pada lokasi tapak harus dilakukan penyelidikan rinci. sehingga sulit untuk dikerjakan. (d).7. sehingga sulit untuk dikerjakan. Pendidikan. Kemiringan lereng berkisar antara 30 . terutama di Zona Geologi Teknik Menengah. sehingga agak kecil kemungkinannya untuk dikembangkan dan memerlukan biaya yang besar. 4.

karena umumnya merupakan areal hutan dan kawasan lindung.99 rekayasa teknik dengan biaya agak tinggi. . Demikian juga dengan Kawasan Pemukiman yang berada pada daerah yang bergelombang dengan kemiringan lereng antara 5 ± 15 %. maka diperlukan penyelidikan geologi teknik rinci yang membutuhkan biaya cukup tinggi. Pada Kawasan Pengembangan Petanian Tanaman Pangan yang berada pada Zona Geologi Teknik Rendah. sehingga kawasan ini dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata yang terbatas. Mengengah dan tinggi. (c). Pada Zona Geologi Teknik Tinggi jenis tanaman yang sesuai adalah pertanian lahan kering. Kawasan pengembangan bagi konservasi alam dan lingkungan hidup pada dasarnya sudah sesuai pada zona Geologi Teknik Sangat Tinggi. dengan kondisi batuan yang mudah runtuh. diperlukan pertimbangan pada jenis tanamannya. Kawasan Pengembangan bagi konserwasi alam dan lingkungan hidup/kawasan yang perlu dikembangkan berada pada Kawasan Zona Geologi Teknik Sangat Tinggi. Daerahnya berupa perbukitan dan pegunungan. karena pada daerah yang mempunyai kemiringan lereng yang agak terjal mudah terganggu kestabilannya. Kawasan Pengembangan Pertanian Pangan Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik Rendah. Mengengah dan Tinggi.

kebanyakan daerah berlereng terjal pada umumnya adalah tidak stabil kecuali pada batuan yang keras(intrusi batuan beku). hilangnya sementasi material. hal ini secara umum disebabkan adanya energi dari luar oleh matahari yang langsung menerpa muka bumi yang terdiri dari bermacam-macam jenis batuan yang mempunyai kekerasan yang berbeda-beda pula. Proses energi dari luar tersebut adalah pelapukan. Faktorfaktor yang menyebabkan tidak stabil dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu faktor menyebabkan naiknya tegangan seperti naiknya berat tanah karena hujan. Metode yang umum dilakukan adalah dari analisis stabilitas lereng didasarkan atas dari batas keseimbanganFaktor aman stabilitas lereng diistimasikan dengan menguji kondisi keseimbangan pada saat terhitung keruntuhan mulai terjadi . Bentuk muka bumi tersebut akan banyak dijumpai berupa lereng-lereng terjal dan landai. Beberapa lereng tidak mudah untuk dianalisis ..8. semakin curam akibat erosi dan gempa. proses pelapukan. pengikisan. Kecepatan gerakan longsoran sangat bervariasi dari beberapa milimeter perjam sampai longsoran sangat cepat hanya beberapa detik. Analisis Kestabilan Lereng Bentuk topografi roman muka bumi sangat bervariasi. . Faktor yang menyebabkan kehilangan kekuatan adalah antara lain absorbsi air. beban goncangan. misalnya pada lereng yang mempunyai kondisi geologi komplek dengan bervariasi batuan dan mempunyai lempung retak-retak sehingga mengevaluasi kekuatan tidak mudah. Untuk longsoran sangat cepat dapat terjadi apabila kehilangan kekuatan secara mendadak seperti peristiwa gempa yang secara cepat mengubah pasir halus menjadi lumpur(likuifaksi) atau pada lempung sesitip. adanya beban bangunan. sedangkan energi dari dalam adalah berupa pembentukan pegunungan baik orogenesa maupun epirogenesa. pengaruh pembekuan dan pencairan. kenaikan tekanan pori. Metode ke dua tentan analisis lereng yang didasarkan atas teori elastisitas atau plastisitas untuk menentukan tegangan geser pada tempat kritis untuk dibandingka dengan kuat geser. pengankutan dan sedimantasi.100 4. gunungapi dan gempa bumi.

3. akan menetukan besarnya beban yang diterima pada permukaan bidang longsor dinyatakan dalam berat per volume dengan rumus : n= Wn Ww  Ws n = Bobot isi batuan Wn = Berat conto asli Ws = Berat conto jenuh Ww = Berat conto Jenuh 2. Sudut geser dalam ( ). Semakin besar sudut geser dalam suatu material maka material tersebut akan . Secara prinsip pada suatu lereng sebenarnya terjadi 2 macam gaya yaitu gaya penahan (R) dan gaya penggerak (W sin ). Gaya yang bekerja pada suatu blok di atas bidang miring 1. Lereng akan longsor jika gaya gaya penggeraknya lebih besar dari gaya penahan atau W sin > R ( gambar 4 -15 ) R Wsin Wcos W Gambar 4 -15. Nilai kohesi (c) diperoleh dari pengujian kuat geser langsung. Bobot isi batuan( ). adalah gaya tarik menarik antar partikel dalam batuan dinyatakan dalam satuan berat per satuan luas. sedangkan gaya penggerak adalah gaya yang menyebabkan massa bergerak sehingga terjadi kelongsoran. merupakan sudut yang dibentuk dari hubungan antara tegasan normal dengan tegangan geser di dalam material tanah atau batuan. Kohesi (c). Sifat fisiknya diperlukan data : bobot isi batuan ( ). Gaya penahan yaitu gaya yang menahan massa dari penggerak agar tidak terjadi longsoran. sedangkan sifat mekaniknya adalah kuat geser batuan yang dinyatakan dalam parameter kohesi (c) dan sudut geser dalam ( ).101 (a) Kekuatan Masa Batuan Untuk analisa kestabilan lereng perlu diketahui sifat fisik dan sifat mekanik batuan.

n = Tegangan normal Pn = Beban normal A = Luas penampang bidang geser . r= Sr = Pn A Sr A (Sr' Sr" ) 2 .. Jadi F. Dari grafik tersebut akan diperoleh kekuatan geser massa batuan.. dengan rumus : .. n = ..(Gambar 4-16) r n r c n Gambar 4 -16. = kuat geser dalam = tegangan normal ... Sudut geser dalam diperoleh dari hasil pengujian geser langsung. Gaya-gaya yang bekerja pada bidang miring Faktor keamanan lereng terhadap longsoran tergantung pada ratio antara kekuatan geser tanah (H ) dan tegangan geser yang bekerja (X m).( ).102 lebih tahan menerima tegangan luar yang dikenakan terhadapnya..... faktor-faktor yang menunjang kestabilan bongkah adalah : . apabila > 1 stabil & < 1 longsor Dalam keadaan kering pada sebongkah batuan berada pada bidang yang melereng. kohesi(c) dan sudut geser dalam..K = H/X m . c = kohesi . = sudut geser normal =c+ tan Rumus perhitungan dalam pengujian adalah: .. r = Tegangan geser residu Sr¶ = Gaya geser residu Sr´ = Gaya geser mundur Dari perhitungan dapat diperoleh harga Tegangan normal ( n ) dan Tegangan geser ( r) yang kemudian di plotkan dalam grafik.

dengan rumus Fs = rT XW r r = Jari-jari lingkaran longsoran.103  kohesi (c)  sudut gesek (b)  luas alas bongkah(A)  berat bongkah (W ) Apabila kekar yang berada di belakang bongkah berisi air. T = gaya geser . Dalam menghitungkestabilan sebuah lerreng adalah : Fs(faktor keamanan) = gaya yang menghambat gerak gaya yang meningkatkan gerak Jika sudut lereng sebesar F . Sebuah gaya keatas (u) akan bekerja pada alas bongkah dan sebuah gaya ke muka (V) akan bekerja pada bagian belakang bongkah. maka : Fs(kering) = Fs(basah) = cA  W cos F tan N W sin F cA  (W cos F  u ) tan N W sin F  V Didalam tanah. W = berat massa . maka kestabilan boongkah akan berkurang. T X W Gambar 4 ± 17 : Unsur-unsur longsoran Dalam pratek kestabilan lereng dihitung dengan membagi dalam sederetan kolom vertikal. runtuhan yang sering terjadi melalui sebuah permukaan silindris (rotational slip). Analisisnya dengan menghitung momen apung dan momen tahanan pada lingkaran longsoran. X = jarak titik berat massa ke garis vertikal dan titik pusat longsoran. Tahanan geser dari setiap kolom akan .

Setiap kolom dianggap sebuah bongkah pada bidang longsoran dan jumlahnya kita hitung. patahan.gejala-gejala lainnya yang ada di lapangan. 4.Penentuan Bidang Gelincir Untuk menetukan bentuk bidang gelincir pada penampang sepanjang as longsoran.9. diperlukan minimal tiga titik yang menunjukkan letak atau kedalaman bidang gelincir.data penampang geologi teknik. mata air. Fs = r ( § c  § W cos F tan N ) r § W sin F Fs == crU  § W cos F tan N ) § W sin F r A W Sin W Wos E l E Gambar 4 ± 18 : Kolom bongkah lereng tidak stabil Untuk analisis sebuah lereng dengan mengunakan metode tersebut diatas.data SPT . U . vegetasi dsb ! . terlebih dulu harus menentukan faktor keamanan dari beberapa kemungkinan runtuhnya bidang silinder. . hubungan antara kadar air dan batas-batas atterberg . 7cl = crU .104 bervariasi sesuai dengan tekanan normal terhadap bidang geser dan kemiringan bidang geser yang bersangkutan. hingga kita temukan busur lingkaran dengan faktor keamanan yang paling kecil. Disamping itu perlu di evaluasi hal-hal sebagai berikut : . antara lain letak lapisan tanah yang terlemah .data pengujian laboratorium.

kan Bishop L. Berubahnya kedudukan air tanah Kemungkinan lain untuk aktifnya kembali sebuah gerakan tanah adanya pembebanan terhadap bagian atas sebuah lereng atau adanya resapan air kedalam lereng (pengisian reservoar a ir tanah ).B 0 0 1. komputasi dan grafik. Berkurannya gaya geser material atau bidang geser(Oleh pelapukan) 4. lereng yang 3.B 0 Bray Keterangan : *) L = Lingkaran **) 0 = digunakan P = Planar . Hilangnya penopang pada kaki bukit lereng( oleh erosi) 2. Penentuan Kondisi Geohidrologi Kondisi geohidrologi berdasarkan kondisi air tanah. pengamatan gkan 2. Pembebanan terhadap bagian atas lereng 3.P.Disarankan untuk ada dipakai bila tidak ada resiko II Mengguna Fellennius L 0 Fellenius kurang teliti. Analisis kemantapan lereng secara garis besar dapat dibagi 3 kelompok: pengamatan visual.bentuk longsoran bisa bentuk rotasi atau translasi. yaitu: .10. Tergantung pengalaman visual kestabilan seseorang.P.B faktor keamanan tetapi tidak dapat menghitung defirmasi III Mengguna Cousins L 0 1. Tabel 4 ± 5 : Cara analisis kemantapan lereng Bidang Tanah Batu longsoran **) **) Keterbatasan *) I Berdasarkan Menbandin L. Umumnya struktur Duncan P 0 0 sederhana Hock& P.105 .Kurang teliti. Material homogen kan Grafik Jambu L 0 0 2.B 0 0 hanya dapat menghitung 0 0 Komputasi Jambu L.P. Beberapa sebab suatu daerah menjadi rawan akan longsor antara lain : 1.= tidak digunakan B = Baji No Analisis Cara 4. longsoran dapat dibagi menjadi 3 bagian.

Hal ini tentu akan menurunkan kekuatan massa batuan. Volume air permukaan dipengaruhi oleh faktor ±faktor antara lain: intensitas air hujan. Air permukaan sangat tergantung dari volume air permukaan dan daerah pengaliran. permeabilitas tanah permukaan. Apabila air tersebut masuk rekahan batuan juga akan mempercepat proses pelapukan batuan yang berarti akan memperlemah .106 Dipengaruhi oleh air permukaan yang merembes menjadi air tanah Dipengaruhi oleh kombinasi antara air tanah bebas . pengaruh air tanah terhadap kestabilan lereng yaitu adanya tekanan keatas dari air pada bidang ± bidang lemah yang secara efektif mengurangi kekuatan geser dari batuan. Daerah pengaliran dapat dipengaruhi dengan menentukan pola aliran air permukaan dari peta topografi atau foto udara. = c + ( ± ) tan = kuat geser batuan (ton/m2) c = kohesi (ton/m2) = tegangan normal (ton/m2) = tekanan air pori = sudut geser dalam Makin besar harga tekanan air pori. mata air. Kondisi air tanah yang dimaksud disini adalah ketinggian level air tanah yang berada di bawah permukaan lereng . vegetasi. sehingga nilai stabilitas lereng juga semakin kecil. maka makin kecil harga kekuatan geser dari batuan. Seperti terlihat dalam rumus berikut: . Selain itu adanya air tanah tersebut juga dapat meningkatkan bobot isi batuan dengan memberikan sejumlah tambahan berat beban terhadap massa batuan. yang tentunya juga akan mempengaruhi kestabilan lereng. air tanah sementara dan air tanah artesis Dipengaruhi oleh air tanah artesis Wolume air terdiri dari air permukaan dan air tanah. keadaan topografi.

Sebaliknya jika arah dan kemiringan lereng berlawanan maka struktur geologi tersebut mempunyai pengaruh langsung yang lebih kecil terhadap stabilitas lereng. Dari data struktur geologi tersebut dapat ditentukan orientasi arah umum bidang-bidang lemah. maka struktur geologi tersebut mempunyai pengaruh langsung yang lebih besar terhadap stabilitas lereng. (Gambar 4 -18. Bidang-bidang lemah struktur geologi tersebut juga berfungsi sebagai tempat merembesnya air yang akan mempercepat terjadinya proses pelapukan batuan dan memperlemah kekuatannya. Geometri Lereng Geometri lereng adalah parameter antara tinggi (h) dan kemiringan lereng ( f) baik itu secara individu atau secara keseluruhan dari lereng berjenjang. yang kalau dihubungkan dengan arah kemiringan lereng akan dapat diperkirakan model potensial kelongsoran yang akan terjadi.11. kegiatan peledakan. Jika arah umum kemiringan bidang lemah searah dengan kemiringan lereng dan lebih landai dari kemiringan lereng.( Overall slope).12. 3. 3. sesar dan bidang perlapisan. Kemiringan lereng berjenjang diperoleh dari garis yang menghubungkan batas bawah dengan puncak lereng. Struktur Geologi Keadaan struktur geologi yang harus diperhatikan pada analisis kestabilan lereng adalah bidang-bidang lemah seperti bidang kekar.107 kekuatan batuan maupun kekuatan gesernya sehingga secara langsung akan mempengaruhi kestabilan lereng. Faktor ± faktor luar Faktor luar yang juga berpengaruh terhadap kestabilan lereng adalah beban dinamik akibat alat-alat berat. Faktor keamanan lereng . gempabumi yang dapat memicu akan terjadinya tanah longsor.).

Secara sistematis factor keamanan suatu lereng dengan rumus tersebut : Fk = Gaya penahan longsor Gaya penyebab kelongsoran Dengan ketentuan : Fk > 1. pasir atau material dengan spasi yang rapat lepas lainnya Gambar 4 -19. Kestabilan lereng tergantung pada gaya penahan dan gaya penggerak yang bekerja pada bidang gelincir tersebut.108 (a) Kemiringan Struktur geologi searah lereng (b) Kemiringan Struktur geologi berlawanan lereng (c) Struktur geologi tidak beraturan (d) Tanah. Pengaruh struktur geologi terhadap kestabilan lereng Longsoran suatu lereng umumnya terjadi melalui bidang tertentu yang disebut dengan bidang gelincir.0 lereng dalam kondisi stabil .

adanya air tanah 4 5 Kondisi lereng sederhana Pekerjaan sipil 1. adalah Fk >1.3 1. Hal ini disebabkan karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam perhitungan faktor keamanan.3 lapisan tanah/batuan yang lunak.109 Fk < 1. conto batuan belum mewakili keadaan yang sebenarnya di lapangan serta cara mengatasi beban-beban luar yang ada. Faktor keamanan yang direkomendasikan oleh Departemen Pekerjaan Umum 1994.0 dari hasil perhitungan Belem bisa menjamin lereng berada pada kondisi yang stabil. 1. seperti kekurang telitian dalam pengujian conto di laboratorium.5 Tabel 4-7: Faktor keamanan minimum kemantapan lereng . untuk lereng Tabel 4-6 Nilai faktor keamanan lereng pada berbagai kondisi No 1 2 3 Ketentuan Faktor keamanan lereng umum Analisis balik longsoran besar Minimum 1. sehinga nilai factor keamanan 1. Fk > 1.3 untuk lereng tunggal.1 Kondisi geologi yang komplek.2 ± 1.0 lereng dalam kondisi kritis Namun pada kenyataannya penggunaan parameter kekuatan batuan dalam analisa kestabilan lereng tidak menjamin 100 % kekuatan massa batuan tersebut.0 lereng tidak stabil Fk = 1.5 keseluruhan. Untuk itu diperlukan suatu nilai faktor keamanan minimum dengan s uatu nilai tertentu yang disarankan sebagai batas faktor keamanan terendah yang masih aman sehingga lereng dapat dinyatakan stabil atau tidak.2 1.

8 1.5 1.1 1.4 Menengah Dengan gempa Tanpa gempa Rendah Dengan gempa Tanpa gempa *)Resiko tinggi apabila konsekuensi terhadap manusia cukup besar.4 1. 1994) Resiko*) Kondisi Bahan Parameter kuat geser **) Maksimum Teliti Kurang Teliti Sisa Teliti Kurang Teliti 1. bangunan tidak begitu mahal dan atau tidak begitu penting. bangunan sangat mahal dan atau sangat penting.2 1.25 1. .6 1.1 1.5 1.110 (DPU. Resiko menengah apabila konsekuensi terhadap manusia sedikit. Kuat geser sisa digunakan bila massa tanah / batuan yang potencial longsor mempunyai bidang discontinuitas dan atau pernah bergerak (walaupun tidak mempunyai bidan discontinuitas) Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan sehubungan dengan pemanfaatan suatu daerah dengan adanya bervariasi sudu t lereng.5 1. **) Kuat geser maksimum adalah harga puncak dan dipakai bila massa tanah atau batuan yang potencial longsor tidak mempunyai bidang discontinuitas dan belum pernah mengalami gerakan.5 1.25 1.6 1.2 Tinggi Dengan gempa Tanpa gempa 1.1 1.3 1.75 2 1. Resiko rendah apabila tidak ada konsekuensi terhadap manusia dan bangunan .8 1.35 1.8 1.35 1 1.

Mencegah Runtuhnya Sebuah Lereng Untuk meningkatkan stabilitas lereng ada beberapa cara antara lain : A.. tembok penahan / dinding penahan tanah. menempatkan berat tambahan pada kaki lereng.111 Tabel 4 . memperkecil ketinggian lereng. drainase pipa.. Gaya penggerak dapat diperkecil hanya dengan merubah bentuk lereng yaitu membuat lereng lebih landai. meniadakan beban yang memberati bagian puncak. B. menurunkan permukaan air tanah melalui drainasi atau pemompaan.13. pemotongan dinding. Memperkecil Gaya Penggerak/Momen Penggerak.8: Penggunaan /aktivitas dan sudut lereng yang optimum PENGGUNAAN/ % SUDUT LERENG AKTIVITAS Rrekreasi umum Bangunan terhitung Jalan urban/Kota Sistem septik Perkotaan Perumahan konvensional Pusat perdagangan Jalan raya Lapangan terbang Jalan kereta api Jalan lain 0-3 + + + + + + + + + + + + + + + 45% 3-5 + + + + + + + + + + + + 5-10 10-15 15-30 + + + + + + + 30-70 >70 + + + + 4. Memperbesar Gaya Penahan /Momen Penahan Untuk memperbesar daya penahan dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa metode perkuatan tanah diantaranya. Penghilangan beban dr tumit lereng .

Dinding gra i asi: biasanya dibuat dari beton murni(tanpa tulangan) atau dari pasangan batu kali. Stabilitas konstruksinya diperoleh hanya mengandalkan berat sendiri konstruksi. Terdapat 3 . Dinding Penahan Tanah Berdasarkan cara untuk mencapai stabilitasnya maka dinding penahan dapat digolongkan beberapa jenis antara lain : a). b). Dinding penahan Kantile er dibuat dari beton bertulang yang tersusun dari suatu dinding vertical dan tapak lantai . Stabilitas konstruksinya diperoleh dari berat sendiri dinding panahan dan berat tanah diatas tumit tapak.112 Pelandaian Saluran Sumur pompa Pengeringan Stabilitasi lereng Lubang injeksi semen kekar Gambar 4 ± 20 Cara menstabilkan lereng 1.

Struktur konstrafort berfungsi memikul tegangan tekan. maka bagian dinding vertical dan tumit perlu disatukan. hanya bedanya bagian kontrafort diletakan di depan dinding vertical . sehingga foktor keamanan (Fs) dengan angker yang terpasang menjadi : Fs= Penambatan Kekar tan N (W cos F  K sin( F  N )) W sin F  K cos( F  N ) K = sudut angker - penambatan batu Angke r Tumpuan beton Baut beton . yaitu berfungsi sebagai portal kaku tertutup yang dapat menahan tekanan tanah dan beban vertical Untuk memilih jenis dinding penahan tanah. perlu diperhatikan sifat tanah. yaitu dinding seperti kontraford. C. Pada bagian perencanaannya. d). e). Dinding Kontrafort. c). pada dinding ini bagian tumit lebih pendek dari pada bagian kaki. metoda pelaksanaan dan ketinggian. struktur dianggap sebagai balok yang dijepit pada dasar dan di tumpu bebas pada bagian atasnya. yaitu bagian dinding vertical . Stabilitas konstruksi nya di peroleh dari berat dinding penahan dan berat tanah diatas tumit tapak. yaitu apabila tekanan tanah aktif pada dinding vertical cukup besar. Box Culvert. Abutment Jembatan. adalah struktur ini adalah berfungsi seperti dinding2 penahan tanah yang memberikan tahanan horizontal dari tanah timbunan dibelakangnya. Kontraford berfungsi sebagai pengikat tarik dinding vertical dan ditempatkan pada bagian timbunan dengan interval jarak tertentu. f). Jika longsoran dari jenis batu dapat di stabilkan dengan angker(baut angker atau kabel baja) Sebuah angker tidak boleh membuat sudut > 90 r dengan bidang gelincir. kondisi lokasi. Dinding Butters. tumit tapak dan ujung kaki tapak.113 bagian struktur yang berfungsi sebagai kantilever.

. 3. pancang beton. Geotektil Geotektil adalah bahan perkuatan tanah yang terbuat dari serat sintetis berbentuk lembaran-lembaran yang disusun secara berlapis=lapis untuk menahan tekanan tanah pada lereng.114 Jejala kawat Pengikat beton Tembok penahan batu Beton semprot Gambar 4 ± 21 : Cara penambatan batu 2. mempunyai beberapa kelebihan di banding dengan dinding penahan tanah. niling. 4. kayu dan sebagainya. . Geotektil berfungsi sebagai jangkar pengikat dinding muka lereng dan menahan tekanan aktif Dalam beberapa hal geotektil . Tiang pancang Tiang-tiang tersebut dapat berupa turap baja. angkur. Grouting Grouting adalah salah satu metoda untuk meningkatkan stabilitas dan daya dukung tanah lereng.

H jan mi longsoran pasir lempungan .Lapisan tanah atau batuan yang miring ke arah luar .hujan deras .14.115 4.Munculnya rembesan air pada lereng (b). Pengenalan Gejala Gerakan Tanah Gejala adanya gerakan tanah yang perlu diwaspadai adalah : (a).Waspadai retakan pada lereng saat atau setelah hujan . L -l awan l ngsor( ambar 4 ± ) .Retakan merupakan gejala awal lereng akan longsor (Gambar 4± 22) Gambar 4 ± 22 Kelabilan lereng .Tumpukan tanah gembur dan lolos air (lempung pasiran dan pasir) .Hujan tidak deras tetapi turun terus-menerus hingga malam .

Jangan lakukan Mendirikan bangunan di atas lereng rawan longsor Melakukan penggalian di sekitar kaki lereng mencetak kolam / sawah beririgasi di atas dan pada lereng rawan longsor aktivitas getaran di sekitar lereng rawan longsor menebang pohon pada dan sekitar lereng yang rawan longsor tinggal di bawah lereng rawan longsor saat hujan turun.(Gambar 4 ± 25) .116 Gambar 4 ± 23 Foto retakan tanah Gambar 4 ± 24 Foto jalan longsor (c).

117 Gambar 4 ± 25 Jangan lakukan .

118 (d) . Lakukan tindakan segera Tutup retakan dengan lempung atau material kedap air Hindari air meresap ke dalam lereng dan atur draiase lereng : buat paritan air hujan supaya menjauhi lereng dan tancapkan bambu yang telah dilubangi kedua ujungnya kedalam pabila retakan terus lereng Segera lapor ke aparat desa atau kelurahan setempat A berkembang meskipun telah ditutup segeralah mengungsi saat hujan turun.(Gambar 4 -26) Gambar 4 ± 26 : Waspadalah dan tindakan segera .

9: Zona Kerawanan Terhadap Bencana Longsor TING KAT KERAWA N AN 1. pola drainase. KRITERIA SARAN PEMANFAATAN LAHAN . pola terasering dan pola tanam. Batuan terpotong-potong Sangat rawan oleh struktur kekar dan patahan. Secara rinci dapat dilihat pada table 4 ± 9. Kriteria Tingkat Kerawanan Tingkat kerawanan dapat dibagi 5 yaitu: Sangat rawan. Menengah. akan tetapi dengan persyaratan khusus dapat untuk pemukiman. Rendah dan Aman. jenis konstruksi. Sudah terjadi retakan tanah dan longsoran di beberapa titik Tidak disarankan untuk pemukiman. Syaratnya telah dilakukan penelitian mengenal daya dukung dan kestabilan lereng tanah. Rawan. kemiringan lereng > 30º ± 50º. Perkampungan terancam longsoran. dengan jarak tanam antar pohon lebih dari 10 m. dibawah ini dan Tabel 4 . Tingkat kerawanan sangat tinggi. hindari penggalian serta pencetakan ladang dan sawah pada lereng.119 (e). Ketebalan tanah > 4 m. Kriterianya berdasarkan kemiringan sudut lereng batuan terkena struktur dan ketebalan tanah. Disarankan untuk ditanami tanaman budidaya atau untuk dihutankan (pilih jenis tanaman yang berakar tunggang dan ringan. diselaselanya ditanami rumput atau tanaman budidaya yang pendek dan berakar tunggang).

serta berupa bambu-bambu yang dilubangi dan ditancapkan pada bagian bawah lereng. pola terasering dan pola tanam pada lereng. Layak untuk lahan pertanian dan perkebunan. jenis konstruksi dan pola drainase. Pada lereng perlu ditanami dengan tanaman penguat(tanaman kayu ringan yang berakar tunggang dengan jarak tanaman antar pohon lebih dari 10 m. dapat untuk pemukiman dengan konstruksi ringan (kayu/bambu). Dapat digunakan sebagai pemukiman dengan syarat telah dilakukan penelitian mengenal daya dukung tanah dan kestabilan lereng. Tingkat kerawanan menengah. kebun dan ladang terancam longsor.120 2. disarankan dibuat teras-teras pada lereng dengan perbandingan tinggi dan lebar teras 1 : 2. Tingkat kerawanan tinggi. terdapat di daerah dengan kemiringan lereng 20º ± 50º dengan ketebalan tanah > 4 m dan belum Menengah banyak ditemukan titik longsor. perkampungan terancam longsor. Sudah terjadi retakan tanah dan longsoran di beberapa titik Tidak layak untuk pemukiman. untuk menguras air hujan yang meresap ke dalam lereng dan menyalurkan air tersebut ke jalan air/lembah terdekat) . . Hutan campuran. Hindari penggalian serta pencetakan ladang dan sawah. disela-selanya ditanami rumput atau tanaman budidaya yang pendek). Keriringan lereng lebih Rawan dari 45º dan batuan banyak terpotong-potong oleh stuktur patahan dan kekar. 3. perlu dibuat drainase untuk mengeringkan air saat hujan (berupa parit di bagian atas lereng.

Layak untuk hutan. penggunaan lahan dan kerapatan vegetasi(Tabel 4 -10). Layak huni dan untuk lahan pertanian. Ada tiga klas yang digunakan yaitu klas rendah. sedang dan tinggi (Tabel 4-11). Struktur geologi sesar. cukup layak untuk kebun dan ladang. kemiringan lereng. Penentuan interval klas kerawanan tanah longsor ditentukan berdasarkan perhitungan jumlah nilai maksimal dikurangi jumlah nilai minimal skor dibagi jumlah klas. . drainase. struktur perlapisan batuan. Tingkat kerawanan rendah dengan potensi longsoran kecil. 5. perlu penghijauan. stabilitas lereng. Aman Ancaman longsor sangat kecil. lapisan tanah penutup kurang dari 1 m. tingkat pelapukan batuan. Kemiringan lereng lebih Rendah dari 45 . perlu dibuat drainase untuk menyalurkan air limpasan dari atas ke arah sungai. tetapi kondisi batuan stabil dan tidak terpotong oleh struktur patahan atau kekar.121 4. 4-15. cukup layak huni. Analisis Karakteristik Medan Analisis karakteristik medan yang mempunyai pengaruh terhadap terjadinya tanah longsor dilakukan dengan pengharkatan dan pembobotan pada setiap variabel medan yang meliputi tektur dan ketebalan solum tanah. dengan syarat dibuat drainase untuk mengeringkan lereng saat hujan(parit pada permukaan dan bambu yang dilubangi pada lereng) dan dibuat teras-teras pada lereng.

Tingkat resiko dalam penelitian ini di titik beratkan pada jumlah jiwa terancam dan dihitung berdasar .140 Rendah Sedang Tinggi 1 2 3 Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Analisis resiko didasarkan pada kombinasi antara tingkat kerawanan tanah longsor dan jumlah kerugian yang ditimbulkan. 2001 Tabel 4-11 Klas kerawanan tanah longsor No Interval Total Kriteria Kerawanan Skor Klas 1 2 3 28 ± 65 66 ± 102 103 . Tingkat kerugian dihitung berdasarkan nilai ekonomi serta perkiraan jiwa teramcam.122 Tabel 4 -10 Pembobotan parameter pengaruh tanah longsor Faktor Pengaruh No 1 Bentuk lahan 2 Lereng 3 Geologi Parameter Pengaruh Proses Kemiringan lereng Tingkat pelapukan batuan Struktur perlapisan batuan Struktur geologi sesar* 4 Tanah Ketebalan solum tanah Tektur tanah Drainase Stabilitas 5 Lahan Penggunaan lahan Kerapatan vegetasi Jumlah Bobot Skor mak 50 50 5 5 50 5 5 5 5 5 5 190 Skor Min 10 10 1 1 10 1 1 1 1 1 1 38 *Sukartono 2004 modifikasi PSBA UGM.

potensi terhadap ancaman korban jiwa 3 Tinggi 1 Daerah tidak aman.13: Kriteria tingkat resiko akibat tanah longsor TTingkat No Jumlah jiwa yang Resiko terancam 1 2 3 Tanpa 1 ± 10 > 10 Rendah Sedang Tinggi Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Pembobotan klas kerawanan dari faktor-faktor pengaruh terjadinya gerakan tanah. Dari kondisi geologi dapat diketahui sebaran macam satuan geologi teknik (batuan dan tanah). Tabel 4 . analisis saringan maupun tebal tanah yang ditunjukkan pada penampang geologi teknik maupun sifat karakteristik dan keteknikan (Gambar 4 ± 21). maka akan dibuat dibuat Peta . ancaman korban jiwa tinggi Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Klasifikasi risiko tanah longsor dilakukan sebagaimana terlihat dalam Tabel (4-13). dimasukkan dalam Tabel pembobotan.123 rata-rata kepadatan penduduk indeks kerawanan (Tabel 4-12). pada area pemukiman di suatu desa dikalikan Tabel 4 -12: Indeks kerawanan tanah longsor No Tingkat Kerawanan Indeks Kerawanan 0 Penjelasan Daerah aman ancaman korban jiwa tidak ada 1 Rendah 2 Sedang 0.5 Daerah kurang aman.

(Gambar 4 ± 28) dan diskripsi lengkap pada tabel keterangan (Tabel 4 ± 14).124 kerentanan gerakan tanah dengan 6 zona kondisi geologi disusun dari atas stabil dan kebawah makin tidak setabil(Gambar 4 ± 27) maupun secara sederhana dibuat 3 zona kerentanan gerakan tanah dengan warna hijau tingkat kerawanan rendah berarti aman. 1996) . Gambar 4 ± 27: Peta Zona kerentanan gerakan tanah(Barbara. kuning tingkat kerawanan sedang untuk hati-hati dan merah tingkat kerawanan tinggi berarti perlu diwaspadai atau termasuk bahaya bila ada hujan lebat/tidak reda selama 3 hari.

125 Gambar 4 ± 28 Peta kerentanan gerakan tanah .

tuf. Bahkan bila kondisi kelerengan diganggu tidak akan membentuk gerakan tanah. tuf pasiran kadang dari Formasi Halang.. tegalan dan pemukiman .126 Tabel 4 ± 14 : Keterangan peta zona kerentanan gerakan tanah SIMBOL ZONA DISKRIPSI Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan rendah untuk terjadinya gerakan tanah. Tebal tanah berkisar 0. lereng umunya berkisar antara 5 % s/d 15 %. Gerakan tanah yang terjadi dijumpai di lereng-lereng sungai karena adanya gerusan aliran air sungai. karena tanah di daerah ini umumnya telah teguh. sehingga jarang terjadi adanya gerakan tanah. wilayahnya meliputi Durendoyong Desa Blimbing Batuan terdiri dari endapan pasir. Lahan umumnya digunakan sebagai sawah. di lembah sungai bagian atas kadang lereng RENDAH 1 sampai Plosan > 50 %.2 ± 4 m. Terdapat pada daerah datar sampai terjal.

kelerengan tinggi. Kebonsaak. Terdapat pada daerah bergelombang sampai terjal. lereng umumnya berkisar antara 50-70 % s/d >70 %. Bruno Kulon. Lahan umumnya digunakan sebagai tegalan hutan sejenis. dari Formasi Penaron. Doglek.3 ± 2 m. Gerakan tanah lama maupun baru akan sering terjadi. dan pemukiman Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan tinggi untuk terjadinya gerakan tanah.5 ± 5 m. dari Formasi Penaron. Sipatok. wilayahnya meliputi Juru tengah. Tebal tanah berkisar antara 0. wilayahnya meliputi Sembir. Pangepon. dan arus air yang deras pada musim penghujan. bila kondisi kelerengan diganggu. Pucung. Bruno wetan. Brondong. Sebrang Kulon. Gerakan tanah dijumpai di lereng-lereng yang terjal dan mengarah ke lembah sungai. ngabean. Batuan terdiri dari breksi andesit dengan disipan tuf pasiran. sehingga sering terjadi adanya gerakan tanah. G. Karena tanah di daerah ini umumnya sebagian masih merupakan tanah lepas-lepas yang menumpang di batuan dasarnya. G. kkota kecamatan Bruno. kelerengan terjal dan sebagian terjadi karena adanya pengundulan hutan.127 2 3 TINGGI MENENGAH Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadinya gerakan tanah. Terdapat pada daerah bergelombang sampai terjal. Tebal tanah berkisar 0. kekar. Lahan umumnya digunakan sebagai tegalan hutan sejenis. Kalibade. di lembah sungai. tanggul asih. tanah lapuk yang menumpang di batuan segar. Wayang lor. keniten. lereng umumnya berkisar antara 30-50 % s/d >70 %. sehingga kadang-kadang terjadi adanya gerakan tanah. pakisarum. Sabrang Wetan. Penyebab gerakan tanah di zona ini umumnya disebakan oleh kondisi tanah yang belum teguh. di lembah sungai. Batuan terdiri dari breksi andesit dengan disipan tuf pasiran. Faktor penyebab gerakan tanah di daerah ini karena kondisi batuan terpotong-potong sesar. G. dan pemukiman . Desa Brunosari.

Beberapa hal yang mempengaruhi batuan sebagai dasar pondasi bangunan memjadi kurang baik yaitu akibat pengrusakan secara kimia atau fisik seperti: pelarutan. cuaca. pemadatan dengan baik dan bukan dari jenis lempung montmorilonit. Tanah Syarat kondisi tanah untuk bangunan teknik misalnya sebagai inti bendungan atau dasar pondasi as dam yaitu setelah mengalami prooses pemadatan sehingga bersifat keras.2. 5.128 BAB V KONSTRUKSI BANGUNAN TEKNIK Batuan merupakan syarat yang penting untuk memperkuat bangunan teknik. denudasi. harus mempunyai daya dukung dan kekuatan besar terhadap pengaruh luar seperti tekanan luar. pengrusakan oleh kimia dan fisik ialah :      jaringan tektur granular berbutir mineral sedang sampai halus terdiri dari mineral keras sementasi kuat batuan segar . 5.1. pondasi. erosi. Kondisi tanah yang memenuhi syarat dan sifatsifat tersebut dapat dicapai apabila mempunyai gradasi baik dengan lempung ± pasir ± krikil. karena dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung bangunan tanah. penutup dari dinding bangunan. pelapukan. dasar landasan lapangan udara dan jalan. bahan bangunan. kekuatan tekan tinggi. kompak dan padat. kikisan air atau gelombang. Batuan Kondisi batuan sebagai syarat utama untuk pilar. agregat beton dll. tidak mudah mengalami pengembangan dan tidak lolos air.

129  struktur masif(tidak berlapis. 5. Massa tanah yang akan dibebani pondasi hendaknya memiliki sifat-sifat yang sedemikian rupa sehingga proyek bersangkutan dapat dibangun dengan aman dan ekonomis dan struktur yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai mana yang diharapkan. berlaku keadaan dimana semakin besar bidang pondasi. Besarnya penurunan maksimal yang dialami sebesar beban pikul. Pada tekanan sama. .(Gb. Sebuah bangunan akan menimbulkan sebuah beban tertentu terhadap bawah tanah dan volume tanah tertentu akan mengalami tegangan tergantung dari beban pikul dan luas pondasinya.1). Akibat dari terjadingnya tegangan di dalam bawah tanah. yaitu :  dikupas diganti dengan tanah yang dipadatkan  Dilakukan grouting (Injeksi air semen)  Memasang selimut (Blanket)  Membuat bangunan tambahan. toko kecil dan bangunan kantor) dan berat (bangunan komplek industri.3. maka perlu dilakukan perbaikan-perbaikan pondasi.5 . maka akan timbul suatu deformasi(perubahan bentuk) dan akan mengakibatkan penurunan (settlement) tertentu terhadap bangunan yang bersangkutan. bendungan. pelabuhan). Pembebanan Terhadap Bawah Tanah (a). Pada daerah rencana bangunan teknik tidak selalu dijumpai dalam kondisi alam yang cukup baik. Beban Statis Proyek-proyek sipil dapat dibagi dalam proyek konstruksi ringan (gedung bertingkat sampi 3. Beberapa metode yang efektif untuk perbaikan pondasi pada batuan yang berpori besar. tidak retak dan tidak berpori)    tidak mengandung kaca tidak mengadung banyak zat organik  Batuan keras atau sangat keras dan tidak mengalami pengembangan Derajat pelarutan dan permeabilitas terhadap air kecil. semakin dalam pula zona tanah yang menerima tegangan dan semakin berkurang sejalan dengan besarnya jarak sampai pada pondasi.

1 : Distribusi tegangan di bawah pondasi Pengertian beban pikul maksimal adalah tekanan yang dilakukan oleh pondasi banguanan tersebut terhadap massa tanah. terdapat kemungkinan terjadinya suatu penurunan differensial . Tergantung keadaan gelogis . sedangkan pada susunan tanah yang berada dibawah banguan ternyata bervariasi.5 . Daya dukung maksimal (daya pikul) adalah tekanan maksimal yang dapat ditahan oleh massa tanah tanpa kehilangan ketaha nanya. serpih) dan . yang mengakibatkan penurunan dalam batas-batas yang masih dapat diterima. akan terjadi penurunan yang seragam atau normal. skis. Karena itu untuk suatu material geologis tercapainya kekuatan dan perilaku deformsi dapat diketahui. sehingga dapat diperkirakan gaya pikul yang aman berupa angka-angka (Tabel 5 ± 1). maka tanah bisa kehilangan ketahanannya. tapi perlu diperhatikan jenis batuan yang peka terhadap proses pelapukan(lempung. suatu pondasi diletakkan :  Bangunan dapat langsung didirikan diatas batuan. Apabila susunan bawah tanahnya seragam.130 ton/ft2 4 3 2 1 Gambar . Daya dukung awan(safe bearing capacity) adalah gaya pikul maksimal dibagi suatu faktor aman. Apabila sebuah beban ternyata terlampau besar bagi tanah. dimana penurunan akan terjadi berva riasi di sepanjang banguan tersebut.

kekar. karena batuan terletak terlelu dalam.000 2. Kondisi bawah tanah diketahui dengan penelitian lapanggan cara mekanika tanah dengan bantuan alat sondir.  Beban bangunan dialihkan pada batuan yang terletak di kedalaman tertentu(maks 75 m).000 3.1: Gaya pikul yang aman dari tanah dan batuan(Verhoef. pemboran dan lainnya. Tabel 5 .131 umumnya sejumlah konstruksi yang dibangun di atas batuan ambruk karena akibat dari berbagai gerak pada patahan. 1989) Jeni Diskripsi batuan /tanah Batuan beku kuat Batuan kapur kuat dan batupasir Batuan Skis dan batu sabak Batuan lanau kuat /batulempung dan batupasir lunak Batuan lanau lunak atau batulempung Kapur kuat dan kapur lunak Kerikil rapat atau pasir/kerikil Kerikil cukup rapat atau pasir/kerikil Kerikil le as atau pasir/kerikil " Daya dukung (kPa) 10. biasanya dipasang pondasi tiang pancang. Umumnya pondasi yang dipakai pada lapisan-lapisan yang tidak terkonsolidasi oleh konstruksi .000 4. oleh karena itu kita harus orientasi gaya geser dan kemungkinan terjadinya tekanan air di sepanjang suatu diskontinuitas.000 600 >600 200-600 <200 >300 100-300 >100 300-600 150-300 75-130 <75 Pasir rapat Tanah Pasir cukup rapat Pasir lepas Lempung sangat kaku atau keras Lempung kaku Lempung kokoh Lempung lunak gambut dan sebagainya  Pondasi harus dipasang di atas tanah.000 600-1.

Beberapa pertimbangan praktis tentang pengetahuan teknik pondasi: .Intergrasi visuil dari bukti geologis disuatu tempat dengan suatu data pengujian lapangan yang memadai dan program pengujian laboratorium . Jenis gempa bumi adalah yang paling sering menimbulkan kerusakan. melainkan menghentak-hentak(stick slip). gempa bumi dll.Menetapkan eksplorasi lapangan yang memadai dan program pengujian laboratorium .Merencanakan elemen-elemen bagian bangunan supaya dapat dibangun se ekonomis mungkin . Beban Dinamis Yang dimaksud beban dinamis adalah sejumlah getaran yang ditimbulkan oleh mesin-mesin. Hubungan antara proses teknis proses alam terhadap kemungkinan keberhasilan dengan pembebanan peniadaan penopang dan perubahan permukaan zat cair dapat digambarkan seperti tabel 5 ± 2 beban statis dan dinamis 5. Pondasi Pondasi adalah sebagian bangunan bawah tanah dan daerah tanah/batuan yang berdekatan yang akan dipengaruhi kedua elemen bagian bangunan bawah tanah maupun beban-bebannya. Seorang ahli pondasi harus memikirkan bagianbagian konstruksi yang mempengaruhi pemindahan beban dari bagian bangunan atas tanah ke tanah sehingga stabilitas tanah yang dihasilkan dan deformasi yang diperkirakan masih dapat di ijinkan . (b). terutama disebabkan oleh gerakan patahan di dalam kulit bumi(Subduksi lempeng). Gerakan ini berlangsung tidak secara beraturan. arus lalulintas.4.132 sebuah balok atau pondasi pelat dan pondasi diatas tiang-tiang dimana struktur dipikul oleh lapisan kokoh pada kaki tiang atau rekatan antara tiang dan tanah sekelilingnya.

Perencanaan Pondasi Pada umumnya pondasi bangunan dapat dibagi dalam 3 golongan utama yaitu Pondasi langsung dan pondasi plat Pondasi tiang dan Pondasi sumuran. (a). 1.Pengetahuan akan metode konstruksi praktis dan toleransi konstruksi yang kemungkinan besar akan didapatkan.133 . Pondasi langsung dan pondasi plat pada lempung maupun pasir. Tabel 5 ± 2 beban statis dan dinamis & & % $ Pond i l ngsung ini p rlu mencari daya du ung bai & & # # . Cara menentu an daya du ung lempung serta cara penghitungan penurunan pondasi pada pondasi diatas lempung.

sedangkan untuk lempung penurunan ditengah akan lebih besar bila di banding dengan di pinggir. Pondasi Tiang Pondasi tiang ini dilakukan apabila lapis an ± lapisan di bagian atas dari tanah lembek. Pondasi plat diatas pasir umumnya akan mengalami penurunan kurang lebih sama untuk dimanamana baik di pinggir maupun di tengah. Pomdasi plat diperlukan apabila luas pondasi melebihi luas bangunan. hal ini dilakukan untuk daerah yang mempunyai kondisi tidak seragam. tetapi pengambilan contoh pasir asli sangat sulit. Tiang yang telah dipersiapkan terlebih dahulu di masukkan sampai lapisan keras dengan mesin pemancang. maka dengan SPT/sondir akan mendapatkan nilai daya dukung pasir.134 Dengan mengam. Pondasi Sumuran . Nilai kekuatan geser adalah untuk menentukan daya dukung sampai sedalam 2 kali lebar pondasi. sehingga tidak cukup kuat untuk memikul bangunan dengan memakai pondasi langsung maupun plat. Data tersebut dimasukkan pada tabel tekanan tanah pada pondasi diatas pasir akan ketemu nilai tekanan tanah yang diperbolehkan.bil contoh lempung tidak terganggu untuk percobaan Undrained compression untuk mendapatkan kekuatan gesernya. 3. sedangkan faktor keamanan sebaiknya diambil paling sedikit 3. sehingga beb an bangunan tertumpu pada ujung tiang ini pada lapisan keras. Pondasi diatas pasir pengambilan contoh asli adalah untuk pengukuran kohesi (c) dan sudut geser dalam ( J ) untuk dimasukkan dalam rumus Terzaghi. sehingga akan lebih dapat bertahan terhadap kemungkinan terjadi penurunan. 2.

lubang cor beton. beberapa saran perbaikan batuan dasar pondasi dengan grouting(Rongga.135 Pondasi sumuran ini dilakukan apabila lapisan keras tidak dalam sehingga pelaksanaannya lebih mudah dari pada tiang pancang. . juga pecahan batu yang dapat dipatahkan dengan tangan. batuan ini biasa disebut cadas. adalah batu yang mudah digali dengan alat tangan. Dengan cara membuat sumur sampai kedalaman tertentu untuk mendapatkan lapisan keras kemudian lubang ini diisi kembali dengan beton bertulang. (Gambar 5-2). u ntuk mendapatkan rekomendasi tumpuan batuan dasar pondasi yang kuat dengan pengupasan tanah penutup atau diperlukan tiang pancang sampai kedalaman tertentu untuk mencapai batuan keras. Istilah : . kekar)(Gambar. dimaksutkan untuk batu yang sifatnya antara lunak dan keras .Batu sedang. Macam-Macam Tipe Pondasi Beberapa tipe bangunan diharapkan dapat mendapatkan pondasi yang stabil dan kuat. . sehingga tidak terjadi kerusakan dasar pondasi seperti retakkan. Biasanya diameter sumur paling sedikit 80 cm. hancuran. dan tidak ada retakan (b).Batu lunak. kalau perlu dilakukan perbaikan dasar pondasi dengan Grouting. sehingga diperlukan konsultan ahli geologi.5-4). penggalian batu ini dengan alat tangan sudah sukar. tetapi mudah dihancurkan dengan palu.Batu keras adalah batu yang hanya dapat digali dengan bahan peledak. ambles dll. padas dan batu yang mengandung banyak retakan. .(Gambar 5-3). pasang angkur dll.

(e) Terjadi pergeseran dasar pondasi. (c) Tiang pancang masuk dalam batu 136 Gambar 5 ± 3 : Beberapa model tumpuan pondasi salah (a-c) Pembangunan pada pondasi batu yang hancur. (d) Terjadi dasar pondasi Turín. (a) Kaki bertumpu diatas batu. (b) Akhir tumpuan diatas batu. rekah. .Gambar 5 ± 2 Tipe pondasi batu.

(c) Angkur dalam. (b) Pilar lubang kebawah.137 Gambar 5 ± 4 Beberapa pondasi khusus.untuk mencegah longsor. (a) Injeksi semen. .

Waduk (menyimpan air) b. Bendungan besar(tingginya > 10 m. Serbaguna (beberapa tujuan : PLTA. Tunggal. Tujuan Pembangunan a. Penggunaannya a. bahkan dapat terjadi runtuhnya bangunan tersebut. akan mengakibatkan erosi. PLTA. olah raga. Pembelok air(agar permukaan air lebih tinggi sehingga dapat mengalir kedalam saluran irigasi/air) c. pengendalian banjir. air minum dll. sehingga akan terjadi tekanan beban yang sangat besar terhadap bawah tanah. kebocoran.138 BAB VI BENDUNGAN DAN GROUTING 6. Ukuran a. Bangunan bendungan adalah suatu massa material dalam jumlah besar diatas sebuah tempat yang luasnya terbatas. perikanan dll. misalnya hanya untuk PLTA b. pariwisata . air minum & industri. Bendungan dapat dibagi menjadi beberapa tipe antara lain berdasarkan : 1. Memperlambat jalannya air (mencegah terjadinya banjir) . b. kapasitas > 1 juta m3 dan debit banjir maks > 2000 m3/det. Bendungan dapat di klasifikasikan sebagai sebuah struktur yang menyangga sebuah sedimen yang kedap air yang berfunsi untuk mempertahankan tinggi muka air. Sebuah bendungan selalu dibangun di sebuah lembah dan dampak destrutif dari air dalam sediment terhadap pondasi/bendungan. BENDUNGAN Bendungan adalah suatu bangunan melintang sungai yang dipakai untuk memenuhi salah satu atau lebih tujuan seperti : irigasi. irigasi. Bendungan kecil (tidak termasuk kriteria a) 2. obyek pariwisata.) 3.1. panjang > 500 m.

Pondasi yang terbuat dari batuan harus berada maksimal 10 meter dibawah permukaan tanah. lingkungan). Bendungan Urugan dibangun pada tempat-tempat yang bawah tanahnya dapat mengalami penurunan yang sangat besar atau deferensial. Konstruksi a. ber-lapis2. Sebuah bendungan dari jenis penopang terdiri dari suatu lapisan penutup dari beton bertulang yang melereng ke arah hulu. mix type dams) c. Bendungan Sisi ( High Level Dams) d.139 4. Tanggul (Dyke. Buttress dams. Bendungan Utama (Main Dams) c. pasangan batu.kedap air didepan) b. Fungsinya a. 5. 6. Bendungan beton adalah struktur-struktur besar yang membalikan gaya momen dan gaya geser. Levee) f. Bendungan Beton(gravity dams. besi. air minum & industri. arch dams. Jalannya air a. Bendungan Pengelak pendahuluan & Pengelak(Coffer Dams) b. batu degan lap. Bendungan Urugan(homogen. Menahan air(pengendalian banjir. Sumbu sebuah bendunan dapat berbentuk lurus atau sedikit melengkung ke arah hulu. Pondasinya diperlukan batuan berkualitas baik (batuan beku daya pikul minimal 2-3 Mpa). Bangunan pelimpah b. Bendungan urugan bersifat fleksibel dan bisa mengalami deformasi tanpa patah. Bendungan Limbah Industri(Tailing Dams) Sebuah bendungan menuntut sejumlah persyaratan khusus terhadap pondasi dan bagian bahu (abutments). Bendungan Sadel (Saddle Dams) e. Faktor-faktor geologis yang berpengaruh terhadap rencana bendungan urugan adalah : . Bendungan kayu.

Batuan ditempat pembangunan harus kedap air.Massa pondasi harus mampu menahan tegangan geser dan tidak menunjukkan penurunan deferensial. kompresibilitas dan permeabilitas dari massa tanah pondasi berbagai sifat fisis dari material diding bahu kesediaan. 2.(terwongan. . Faktor-faktor geologis yang menentukan pilihan suatu bendungan tipe beton adalah: . . Pencegahannya: permukaan batuan dibuat kasar. mengeringkan lubang-lubang.Pondasi dan dinding bahu harus berkualitas baik. . air& sedimen dan gaya keatas bawah air b. .Material batuan didalam massa tanah harus tahan terhadap pelapukan. . Vertikal : massa bendungan. goncangan oleh gempa. pelimpah dll). baik untuk bangunan berbagai fasilitas. erosi & pelarutan. kegunaan dan biaya transportasi material untuk konstruksi. Jarang sebuah bendungan jebol karena kesalahan konstruksi. Gaya statis a.140 - kekuatan dan permeabilitas dari kontak antara bendungan dan pondasi kekuatan . Horizontal : tekanan lateral air + 140ediment. Pencegahannya : Grouting semen. banjir. biasanya masalahnya terletak dalam situasi gelogis.Air sering mengakibatkan gaya angkat. Gaya dinamis : Aksi gelombang oleh air di dalam reservoir. pemusatan tekanan di dalam beberapa diskontinuitas yang orientasinya tidak menguntungkan.Bendungan beton dapat menggelincir di sambungan antara bendungan dengan pondasi atau antara beton dengan batuan kurang baik. Berbagai gaya yang bekerja terhadap sebuah bendungan adalah : 1. . tekanan pori-pori. pengankeran pada bagian-bagian yang kurang stabil pada bawah tanah yang stabil.

karena dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung bendungan tanah. Kadang-kadang dalam satu lubang bor digunakan satu zona atau lebih. 3. padat. Kalau persyaratan lainnya memenuhi untuk didirikan suatu bangunan teknik. Zone adalah suatu bagian dari kedalaman dalam pelaksanaan grouting pressure untuk perbaikan pondasi. GROUTING Batuan merupakan syarat penting untuk memperkuat pondasi suatu bangunan teknik. penutup dari dinding bangunan. 2. keras. 4. 4.141 6. Section adalah bagian dari contoh perbaikan grouting sampai seluruh kedalaman perbaikan batuan. Grout adalah campuran semen dengan air yang diinjeksikan kedalam batuan agar terjadi penggabungan antara agregat butiran tanah dan batuan hingga struktur dan tektur batuan menjadi stabil. kekuatan tekan tinggi dan mengurangi permeabilitas batuan dalam pondasi. tetapi kondisi batuan kurang baik. agregat beton dll. dasar lapangan udara dan jalan.2. 2. Beberapa hal yang dapat mengakibatkan batuan tersebut menjadi kurang baik sebagai pondasi karena adanya proses alam secara fisik maupun kimia. Stage adalah batas kedalaman tertentu dari lubang bor untuk menginjeksi cairan semen dan air ke dalam tubuh batuan. Cement grouting Mortar grouting Chemical grouting Aspal grouting Istilah dalam pelaksanaan grouting 1. 3. maka dapat dilakukan perbaikan pondasi bendung (Gambar 6-1) dengan metode injeksi air sement (Gambar 6-2) Menurut jenisnya cairan grouting yang dipakai terdiri dari : 1. Berdasarkan macam tujuan dan kegunaannya cairan grouting terdiri dari atas : .

8. 2. Maksud penambahan material seperti : bentonit. 5. untuk mendapatkan cairan grouting yang sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki. 4. rockflour. Consolidation grouting bertujuan menambah kapasitas daya tahan batuan terhadap beban di atasnya. 3.142 1. apabila batuan dasar terdiri dari batupasir berpori besar adalah dengan beberapa cara untuk mengatasi antara lain : Campuran Grouting Banyak material yang dapat digunakan campuran grout. Calsium klorida kedalam semen grouting sebetulnya adalah menambah biaya grouting. Clas grouting bertujuan untuk menutup batuan dasar pondasi yang berupa batulempung agar terhindar dari pengaruh cuaca. Blanket grouting bertujuan untuk membuat lapisan batuan menjadi kedap air sehingga lapisan batuan yang terdapat di bawahnya dapat terhindar atau terlindung dari rembesan dan bcoran air. Rimb grouting bertujuan untuk membuat dinding kedap air yang berada di kanan dan kiri tubuh bendungan. memperkuat dasar pondasi bendungan. Pype system grouting bertujuan menyubat sistem rangkaian pipa yang digunakan untuk pendingin conrete atau sistem pipa yang di pasang pada concrete yang digunakan untuk contack grouting. Beberapa cara perbaikan dasar pondasi bendungan yang relatif murah dan baik. Contact grouting adalah bertujuan mengisi rongga antara beton dengan batuan(terowongan). 6. alluminium powder. seperti yang terdapat dalam pembuatan terowongan dan lainnya. 7. akan tetapi hasil yang dicapai jauh lebih baik. Curtain grouting (Grouting tirai) adalah bertujuan membentuk dinding atau tirai yang kedap air di dalam tubuh batuan dan berfungsi sebagai pondasi umumnya sebuah bendungan agar dapat menahan tekanan dan rembesan air. karena dalam beberapa hal . Backfill grouting bertujuan mengisi rongga-rongga diantara formasi batuan dengan beton.

sdium tannate. Lumnite) 2. Mempercepat terjadinya pembekuan (Calsium Klorida. Penghambat (retarders) atau memperlambat(setting time) dengan campuran : rockflour. Bangunan tambahan dibagian hilir (Down stream berm) Gambar 6 ± 1: Perbaikan Bendung . 3. gipsum. Dikupas diganti tanah yang dipadatkan Blanket grout 2. Fungsi masing-masing material adalah : 1. Menambah kekentalan atau mengurangi penyusutan. Melumasi (lumbrikan) biasanya ditambah rockflour.adalah ditambah aluminium powder. Disamping itu biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang dicapai masih menguntungkan. Dilakukan Grouting sepanjang As Dam berm 3. Memasang selimut pada bagian hulu (Up stream blanket) 4. Curtain grouting As Dam Di kupas 1.143 seperti adanya struktur di dalam tubuh batuan yang tidak dapat di injeksi dengan hanya memakai semen grouting. 4.

Pelaksanaan Grouting .144 Gambar 6 ± 2.

Pelaksanaannya: . stabilitas dan studi aliran air. antara lain: 1.ditekan perlahan lahan sampai contoh hancur = 2 : 1).1).Tespit / parit uji di beberapa tempat. Di beberapa lapisan tanah yang berbeda diambil contoh asli (undisturbed )di ambil dengan tabung. warna dan komposisi tanah. Material Tanah Faktor-faktor eksplorasi tanah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kegunaannya untuk mengetahui nilai kekuatan batu. juga perlu untuk mengetahui kedalaman tanah dan juga dapat dilakukan pengambilan contoh tanah tidak terganggu.Pemetaan rinci berdasarkan kenampakan fisik tanah. Penyelidikan lapangan meliputi. sedangkan contoh tanah (disturbed) dapat diperoleh antara lain dari operasi sekop/garpu. untuk mengetahui struktur tanah dan ketebalan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Beberapa uji material batu antara lain: 1. Syarat-syarat peraturan bangunan setempat 4. pemotongan dengan auger dan uji penetrasi untuk di lakukan uji laboratorium mekanika tanah. . Uji kuat tekan berporos tunggal(Gambar 7. kerapatan.2. antara lain: porositas. 7. . kekuatan dan ketahanan.145 BAB VII MATERIAL GEOLOGI DAN PELEDAKAN Material geologi dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis jaitu: material tanah dan material batu: 7. alat pengambil contoh piston/kertas logam untuk mengetahui sifat-sifat teknis tanah. Kemungkinan adanya tuntutan hukum(Kehancuran bangunan akibat penurunan pondasi). . Keperluan memakai tanah yang telah di reklamasi (gali urug) 3.siapkan contoh inti pemboran batuan ( P : . analisis kekuatan. datar di ke 2 ujungnya .letakan contoh dalam bangku tekan . Keperluan menggunakan tanah yang tersisa sebagai tempat konstruksi (Perkotaan) 2.Pemboran tangan. Material Batu Material batu untuk kepentingan banguan diperlukan data sifat-sifat batuan.1.

c. Uji Tumbukan Palu Sifat material batu dapat diketahui dengan uji lapangan dengan cara sederhana yaitu dengan metode uji tumbukan palu.146 .s. dan kemungkinan tapak tumbukan palu dengan kekuatan material. Klasifikasi Deere Kelas A B C D E u.catat nilai pengukuran beban(arloji pembebanan) Tabel 7-1 Kuat tekan(u. pantulan.(Tabel 7 ± 3) .s).(Mpa)  200 100 ± 200 50 ± 100 25 ± 50 < 25 Skala kekuatan Luar biasa kuat Sangat kuat Kuat Cukup kuat Lemah 2. maka dapat diperoleh sebuah gambaran yang lengkap tentang suatu material.c. menghubungkan suara. Dengan latihan dan dibandingkan dengan kekuatan kuat tekan.

s. nilai-nilai u. untuk batuan alam dan beton .1: Kuat tekan berporos tunggal Tabel 7-2.147 Gambar 7.c.

Diameter Benda uji akan mempengaruhi hasil percobaan. terjadi keretakan lemah Kuat Cukup kuat Sangat kuat Luar biasa kuat 3.0 14.8 16. Uji Beban Titik Sebuah metode tidak langsung yang paling banyak digunakan untuk mengetahui kuat tekan material . dan menimbulkan patahan Tumbukan bergedebuk. bergedebuk.148 Tabel 7-3: Uji tumbukan palu (Matthewson) Skala kekuatan Pengamatan Tumbukan keras.3 321. Kekuatan beban titik adalah : Is = P/D2 Keterangan: P = beban dalam keadaan kehilangan ketahanan D = Jarak antara kedua buah konus.9 U. tiada pantulan. oleh karena itu diperlukan grafik kalibrasi.s = ' 24 I s(50) Tabel 7 ± 4: Nilai-nilai khas uji beban titik(Bell) Is(50) MATERIAL Granit Eskdale Andesit Somerset Basalt (Derbyshire) MPa 12. D = 50 mm. berbekas. tidak meninggalkan bekas Tumbukan keras. sedikit berbekas atau sedikit menimbulkan kerapatan Tumbukan bergedebuk.3 204. jelas .C. meninggalkan tapak palu. benda uji ditempatkan diantara konus yang terbuat dari baja keras dan beban ditambah hingga terjadi benda uji menjadi hancur.0 . pantulannya kuat. yang menghubungkan D pada suatu diameter standar. sehingga Is(50) dapat ditentukan : u.c.S MPa 198. Percobaan ini dengan menggunakan contoh batuanyang tidak beraturan . terjadi keretakan Palu terbenam. adalah metode uji beban titik. terjadi pantulan.

% 9 1083 100 ! 67.7 3.7 162.2 12.6 106. sedangkan RQD adalah jumlah panjang inti batuan 10 cm lebih dibagi kedalaman lubang bor . berdasarkan kondisi/keadaan inti batuan.7 % 4 Recovery ratio : 8 1 76 5 Inti (cm) Inti > 10 cm X 100 ! 7 .1 % .4 82. yang mungkin terjadi hancur/lepas karena sifat/kondisi batuan itu sendiri.0 11.5 98. (Gambar 7-3) 1 00 RQD = 1600 Kualitas batuan (DEERE. yang dipengaruhi terutama oleh proses pemboran.2 Gambar 7-2. 1968) Kualitas RQD. RQD (Roc Q lit Desig ation) & Recove atio Hasil pemboran inti dapat di interpretasikan kualitasnya.7 0. Recovery ratio adalah prosentasi hasil perolehan inti. Uji beban titik 3 13 2 ) 1 0 ( 4.9 7.149 Sabak (North Wales) Skis (Abandeenshire) Gneis Batu pasir aneka warna (Edwinstone) Kapur Karbon (Buxton) 7.

150 15 132 132 10 139 139 18 23 120 116 22 222 120 116 222 14 242 242 18 112 46 1249 112 Jml 1083 Gambar 7 ± 3 : Log bor dan RQD .

karakteristik. Sipil: pembuatan irigasi. material bahan bangunan. adit. keadaan batuan. Bahan peledak adalah sarana untuk menyelesaikan suatu tahap pekerjaan baik dalam industri tambang. bidang T. 1. kondisi lapangan. benturan. 1976) Tujuan peledakan dibedakan berdasarkan kegunaannya: Quari : untuk menghancurkan dan memisahkan sejumlah batuan dari batuan induknya serta untuk memperoleh fragmentasi tertentu. murah dan aman. timah. Kimia Peled ak lemah Permissible Expl. merobohkan bangunan. tembaga.Tambang: Persiapan pembukaan( tunnel. Bahan peledak Nuklir Secara skerma jenis bahan peledak adalah sebagai berikut: Mekanis Peledak kuat Peledak Skunder Peledak Expl. peralatan. Klasifikasi Bahan Peledak Klasifikasi bahan peledak (Manon 1976) menjadi 3 golongan: Bahan peledak Mekanis. Peledakan digunakan dalam berbagai bidang: Pertambangan ( besi dan baja serta logam-logam yang lain: alluminium. membentuk gas dan menimbulkan efek panas serta tekanan yang sangat tinggi.Sipil: pembuatan jalan raya. PELEDAKAN (BLASTING) Peledakan adalah salah satu cara untuk pemecahan oleh desakan partikel yang halus pada suatu massa yang diam. platina).151 7. Sipil maupun kegiatan sejenis lainnya. sehingga hasilnya sesuai dengan Arti bahan peledak adalah suatu rakitan yang terdiri dari bahan -bahan berbentuk padat atau cair atau keduanya yang apabila terkena suatu aksi (panas.T. . gesekan) dapat bereaksi dengan kecepatan tinggi. dll. terutama dalam metoda penambangan bawah tanah . . perlengkapan peledakan. oleh karena itu harus dikuasai tentang bahan peledak mualai dari klasklas. emas. T. . Prinsip penggunaan bahan peledak adalah efektif. Non Permissible Primer Nuklir Gambar 7 ± 4 : Sketsa bahan peledak (Nanon. kondisi lapangan dan penentuan jenis bahan peledak dan metode yang cocok perencanaan/spesifikasi pekerjaannya misalnya: a. drift dsb) & pengambilan bijih dalam lubang.3. fragmentasi yang dikehendaki c. terowongan. bendungan. Bahan peledak Kimiawi. sarana produksi b.

mudah rusak 2.membongkar batuan . Black powder.peka terhadap panas . Tujuannya.Ammonia Gelatine dynamite ( BG + Nh4NO3) 3. terowongan. terbuat campuran arang. ANFO (Ammonium Nitrat Fual Oil) c.Blasting agent Bahan peledak yang belum dicampur & setelah dicampur dengan perbandingan tertentu akan termasuk bahan peledak kuat. berkomposisi : Ammonium ± dynamite yang diberi zat additif (Na CL) 4. pembuatan jalan.Membongkar material bahan bangunan. Cara Peledakan Suatu operasi peledakan batuan akan mencapai hasil optimal apabila perlengkapan dan peralatan yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang ditrapkan. b. Dinamit Berdasarkan komposisinya: . Sodium Nitrat 59 23 %) .152 a. 1.Permissibles explosives Biasa digunakan di tambang batubara.: Tambang: . benturan dll.(campuran NG & NC + NaNO3/KNO3) . Bahan Peledak Industri Bahan peledak Industri /komersial adalah bahan peledak kimia. belerang dan potassium nitrat.aman terhadap goncangan . Sifat: . Bahan Peledak Bahan peledak adalah suatu rakitan yang terdiri dari : bahan-bahan berbentuk padat/cair yang apabila terkena aksi (panas.Straight dynamite (NG 20 ±57 %. Contoh.Pembuatan lubang bawah tanah Geologi Teknik : . membentuk gas & panas serta tekanan tinggi. Metode peledakan dapat dibagi menjadi 4 : Tabel 7 ± 5 : Metode peledakan METODE PERLENGKAPAN PERALATAN .) dapat beraksi dengan kecepatan tinggi.Gelatine dynamite .

Connector. Connecting wire Cap crimper. 3). 18 dt/ft (warna merah) 3. Sumbu api dengan detonator 4. kec. Gas supply unit. Peledakan Tungal Sumbu api . digulung pada sebuah reel. Tube tipis dari timah hitam yang berisi black powder. 4 dt/ft (warna hitam) 2). Exploder. Slow speed type . Leading wire. sumbu api. Tester( Rheostat. Listrik Non listrik Detonator non listrik. Pengapian Sumbu api a. Penyalaan Awal a. d. low exsplosive c. Berkecepatan 90 detik/yd 2. Tabung tipis yang berisi alat penyela sumbu dinyalakan dengan cara menarik kawat keluar tabung. Sumbu api dengan korek api . Voltohmmtr) Tamper. circuit tester. kec. Batang kawat yang dilapisi bahan yang mudah terbakar secara perlahan dan cukup kuat untuk menyalakan ujung sumbu api. Detonator Detonator listrik. Medium speed type. sehingga akan terjadi ledakan secara beruntun. c. Berkecepatan 120 detik/yd ( 0. penyulut korek api. 1. Blasting VOM meter) . Korek api (tidak praktis) e.5 yd/menit). Sumbu Api Sumbu api berfungsi merambatkan api sampai bahan peledak dan macamnya adalah : a. kec. tamper Sumbu ledak Tergantung detonator yang dipakai Exploder. b.153 PELEDAK AN Sumbu api Plain detonator. Sumbu ledak. b. Macam IC : 1). Igniter cord. Igniter cord connector Sumbu ledak. Detonating relay. 8 ± 10 dt/ft ( warna hijau). Circuit tester(galvanomtr. Igniter cord(IC)adalah sumbu plastik untuk menyalakan sejumlah interval waktu penyalaan tertentu. Fast type.

Macam-macam delay connector: 2) MS ± 5 (5 milidetik) warna biru 3) MS ± 9 Hijau 4) MS ± 17 Kuning 5) MS ± 25 Merah d. sehingga apabila salah satu sumbu meledak maka sumbu yang lain akan ikut meledak dengan selisih waktu tertentu. kecepatan propagasi energi. ³Delay connector´ adalah perlengkapan penyambung ledakan antara dua buah ujung sumbu ledak. Peledakan Jamak a.154 Steaming isian primer Gambar 7 ± 5 : Struktur lubang peledakan tunggal 5. . struktur geologi.Kondisi fisik batuan: density. Perlengkapan Sumbu Ledak Fungsi sumbu ledak ialah untuk merambatkan gelombang detonasi sampai ke isian. Black powder. Mengatur Igniter cord (IC). stemming dan sebagainya. kedalaman lubang tembak. spasi. Dalam hal tersebut ditentukan berdasarkan keadaan batuan. mengatur panjang sumbu waktu mengatur interval waktu b. .Parameter pengisian bahan peledak . kekuatan dan bahan peledak yang digunakan. sub drilling. Aspek-aspek teknik peledakan .Jenis batuan . Dasar Penggunaan Bahan Peledak Pengetahuan bahan peledak dan metode merupakan salah satu parameter dalam menyusun rencana peledakan. kekuatan.Geometri peledakan meliputi : Burden. peledakan dengan sumbuapi secara beruntun c. Trimming. berupa butiran & dodol 6. diisikan pada setiap lubang tembak dan susunannya merupakan salah satu pokok dalam merancang peledakan.Pengisian bahan peledak.Target produksi . ketegaran dan kandunagn air.Tujuan peledakan .Peralatan pemboran . . jenis. tinggi jenjang.

Stephen C..S. New York. R. 1992 ISBN. L. 979-8107-79-9 Goodman. 1983.E.I.S. Analisa dan Desain Pondasi. Introduction to Rock Mechanics. L. 1989. S. W. Erlangga Jakarta Bowles.. D. R.M. John Wiley & Sons. New York. Prentice-Hall. Dasar-dasar Analisis Geoteknik.. F. An Introduction to Geotechnical Engineering. Brian J. Anderson. Koesnarjo. Cetakan I. 1993. R. Kiefer. Environmental Geology.155 Spasing stemming Bench hight Burden Burden total charce Subdrilling Gambar 7 ± 6 : Unsur-unsur geometri peledakan DAFTAR PUSTAKA Barbara W. second edition. Dun. New York. and Skempton. 1988. (1960). John Wiley and Son.. Goodman. Terjemahan IKIP Semarang Press.. Inc. Erlangga Jakarta Bjerrum. .R. John Wiley & Sons Inc. 1980. 1996. Bahan Peledak dan Metode Peledakan.. John Wiley & Sons. 1991. and Kovacs.. Inc. New York.Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah .D. Fakultas Tambang UPN ´Veteran´ Yogyakarta. 1981. Inc. From Theory to practice in Soil Mechanic. New York.W. M.E... Engineering Geologi to rock in Engineering Construction.P. Holtz.. Englewood Cliffs. A. Bowles.

K. Penerbit Badan Pekerjaan Umum. Penyelidikan dan penanggulangan Gerakan Tanah (Longsor). ... Geoteknik dan Mekanika Tanah . L. Geologi untuk Teknik Sipil. Soedarsono dan Djoko U. L. T. Bandung Wesley. Nayoan. M. Wafid. Jakarta. DPU.H. 1987. New York Sherley. J.N.F. Vol 1.. 1953. Penerbit Erlangga. Ditjen Geologi dan SDM . Jakata. Soil Mechanic in Engineering Practice. Nova.. Mekanika Tanah. Therzagi. Sosialisasi Informasi Bahaya Geologi Dalam Perencanaan Wilayah. 1948.. 1976. Direktorat Tata Lingkungan Geoogi dan Kawasan Pertambangan.W. P. Zurich.Jakarta. 1989. Sutjiono. Badan penerbit Pekerjaan Umum Bandung Verhoef. Mc Graw Hill Ing. John Wiley and Sons. Sutardjo. Fundamentals of Soil Behavior. C. Penyelidikan Lapangan & Laboratorium . Konstruksi Jalan Raya . New York.156 Mitchell. 1985..A. AW. Skempton. Proc 3 rd ingti Conf Soil Mech and Found Engrg. 1975. The Collodal Activity of Clay. Bandung. pp57 -61. 2004.N. 1992. Inc. T. Peck. Badan Penelitian dan Pengembangan PU.D.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->