1

BUKU PENGANTAR KULIAH GEOLOGI TEKNIK
Nama Pemilik buku Nomor Mahasiswa : Sigit Agung Prasetia : 410008003

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2010

2

Kata Pengantar

Telah lama kami berkeinginan menyempurna kan diktat kuliah Geologi Teknik tahun 2002, untuk lebih dapat berpartisipasi dalam bidang pekerjaan geologi teknik dan dapat menambah pengetahuan dalam kaitannya kerekayasaan bangunan teknik. Buku ini khusus untuk kalangan sendiri, bertujuan untuk membantu m ahasiswa Jurusan Teknik Geologi memahami materi kuliah yang kami ajarkan. Materi ini kami ambil dari beberapa literatur, jurnal dan beberapa teori praktis pengalaman kami pada waktu bekerja di Proyek Bengawan Solo termasuk Departemen Pekerjaan Umum. Kami menyadari isi buku ini masih banyak kekurangannya dan kesalahan untuk itu kami sangat terimakasih apabila pembaca berkenan untuk mengkritik demi lebih baik. Semoga buku ini bermanfaat bagi para mahasiswa dan pembaca.

Yogyakarta, 5 Agustus 2009

3

DAFTAR ISI (maaf nomorx g sesuai) Halaman
Kata Pengantar ««««««««««««««««««««............. Daftar Isi ««««««««««««««««««««««««....... Daftar Tabel «««««««««««««««««««««««...... Daftar Gambar ««««««««««««««««««««««...... B B I. PENDAHULUAN ««««««««««««««««. ......... 1.1.Maksud dan Tujuan ....««««««««««««««««« ........ 1.2. Ahli Geologi Teknik .................................................................... ........ 1.3. Ruang lingkup «««««««««««««««««««««« 1.4. Penelitian Lapangan «««««««««««««««««««.. 1.5. Tahapan Penelitian ««««««««««««««««««««. 1.6.Berbagai cara Penelitian Lapangan «««««««««««««« 1.7.Mineral ««««««««««««««««««««««««« 1.8. Mineral Pembentuk Batuan ««««««««««««««««« 1.9.Prinsip Dasar Geologi Teknik «««««««««««««««... BAB II. GEOLOGI ««««««««««««««............................. 2.1. Batuan Beku ................................................................................. ........ 2.2. Batuan Sedimen ........................................................................... ......... 2.3. Batuan Metamorf ......................................................................... ......... 2.4. Struktur Sedimen ««««««««««««««««««............ 5. Struktur Batuan ........................................................................... .............. 2.6. Ketidak selarasan (Unconformities) ............................................. ......... 2.7. Paleontologi ................................................................................ ........... 2.8. Gempa Bumi ««««««««««««««««««««««.. BAB III. PENYELIDIKAN GEOLOGI ............................................ ........... 3.1. Peta Geologi Teknik ................................................................... .......... 3.2. Analisa Besar Butir Tanah ................................................ .................... 3.3. Batas-batas Atterberg ................................................................. ........... 3.4. Keaktifan .................................................................................... ........... .i .ii v vi 1 1 1 2 2 3 3 10 11 11 13 20 24 26 27 28 35 36 38 42 45 45 47 48

.......... 3........................................................ Daya Dukung .............. 3......6.....««««««««««««««................................. ................ 5......2. .... 5......8...................... Analisa Kestabilan Lereng ........................................................ Pembebanan Terhadap Bawah Tanah ««««««««««... 4......... Bendungan ««««««««««««««««««««.......... ... ............... .........................««««««........7. .4.........4. Geometri lereng ............ 3............................................ Batuan .....10....... .....................................1....................10....................... 4................................4 3.............12......Secara mekanika ««««««««««««««««««..............11............................... 4................................... Tanah ....... 4..................... ........... Macam Gerakan Tanah ... Klasifikasi Gerakan Tanah .... 4.............................................. 4.. 5... Tingkat Pengembangan ........ 3.... KONSTRUKSI BANGUNAN TEKNIK «««««««. ...................... Knsolidasi ............. 4. 4....... GERAKAN TANAH ......9.9..............15......................................... ..7.. 6....12............. Struktur Geologi ««««««««««««««««««....... Bor Tangan .......... 4................. Pondasi ««««««««««««««««««««««... BENDUNGAN DAN GROUTING .... BAB VI............ BAB IV.....13.... Kemampuan Geologi Teknik «««««««««««««. .... 3.. ................... 3.1.... .............. V ......... Kuat Geser Tanah ....... Evaluasi Zona Geologi Teknik Untuk RUTR ............ 4........3....................................... Pengambilan Contoh Tanah ...... 5....................................... 4.. ..... 4..........14.............. Pemboran Inti/Pemboran Mesin .. ... ............................................11........................................8.................................... .......... 50 51 52 54 55 57 57 71 75 75 75 76 79 79 86 88 90 94 96 97 97 101 105 111 120 120 120 121 124 131 131 BAB...... ....................... Mencegah Runtuhnya Sebuah Lereng ..... .6.........................................««««««««««««««««...........«««««««««.......... Penetuan Kondisi Geohidrologi ««««««««««««.........Penetuan Bidang Gelincir «««««««««««««««.............. 4.3...1........................ 4.Definisi ... ................... Mineral Lempung ...Faktor Penyebab Gerakan Tanah ................5........... Pengenalan Gejala Gerakan Tanah««««««««««««.........................5.. Analisis Karakteristik Medan ...............................2....................................... 4....... 3.........

........ MATERIAL GEOLOGI ««««««««««««« 7... VII..... BAB.......2.......1................... Peledakan (Balsting) «««««««««««««««««............ Material Batu «««««««««««««««««««« 7..5 5.2 Grouting ««««««««««««««««««««««... 133 138 138 139 145 151 .. Material Tanah «««««««««««««««««««« 7... .............. DAFTAR PUSTAKA .........3..

Ahli geologi dapat mengungkapkan fenomena alam tentang bencana gempa bumi dan tsunami. struktur bumi. gerakan tanah dll. Studi bidang geologi ini juga bermanfaat untuk pencarian bahan-bahan tambang minyak dan gas. komposisi. Geologi teknik adalah suatu cabang geologi sebagai ilmu terapan dalam teknik sipil yang mempergunakan data-data geologi untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan konstruksi teknik. Geologi sebagai ilmu pengetahuan bumi. . endapan mineral maupun dapat sebagai konsultan bidang geologi teknik. proses terjadinya maupun bentuknya. Bidang utama yang dipelajari adalah semua jenis batuan. Cabang ±cabang ilmu geologi antara lain:  Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari tentang kristal mineral batuan  Petrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang batuan  Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil  Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang air tanah  Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentang alam  Volkanologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gunung api  Geologi Teknik adalah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan geologi dalam lapangan Teknik Sipil dan sebagainya Geologi teknik adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan yang berhubungan dengan bangunan /rekayasa bidang teknik sipil dan di definisikan sebagai berikut : 1. banjir.6 BAB I PE DAHULUAN Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masa sekarang atau masa lampau dari bentuk-bentuk morfologi. sejarah. Geologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bumi baik mengenahi susunannya. gunung meletus. tanah dan air dalam tanah/batuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. proses hasil. karena yang dipelajari segala sesuatu yang berkenaan dengan gejala-gejala yang ada di bumi baik asal. lingkungan dan kehidupan fosil yang terdapat pada batuan.

termasuk didalamnya bahaya-bahaya yang akan timbul dalam pembangunannya. Dengan pembuatan terowongan Kereta Api di Swiss. konstruksi. pengoperasian dan pemeliharaan pekerjaan-pekerjaan rekayasa telah benar-benar dikenali dan disediakan dengan cukup. Semua bangunan sipil didirikan sebagian besar di atas tanah dan sering kali dibangun dengan material material ± yang diambil dari dalam tanah. Ahli Geologi Teknik Ahli Geologi teknik menangani masalah yang bersifat teknik sipil dengan dilatarbelakangi dengan ilmu geologi. Pemakaian ilmu geologi untuk bidan Teknik Sipil dilakukan oleh Ahli Teknik sipil Ingris yang bernama William Smith (1839) yang juga dikenal sebagai Bapak Geologi Inggris. 1. Eropa dan sebagainya.7 2. 1. Bendungan di California (1928). dengan tujuan memberi informasi tingkat keamanan hasil suatu konstruksi pembangunan serta efisien biaya rencana pembangunan. Di Indonesia kira-kira 50 tahun yang lalu baru mulai ada kesadaran pentingnya geologi dalam pekerjaan-pekerjaan Sipil. Maksud dan Tujuan Memberikan gambaran keadaan geologi di daerah rencana suatu konstruksi yang akan dibangun. Sebutan Ahli geologi teknik diperuntukkan bagi mereka yang bekerja dalam bidang yang berada diantara geologi dan teknik sipil. Ahli Geoteknik lebih condong pada segi rekayasa tentang material yang digunakan.(The American Geological Institute).2. Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi pada praktek rekayasa dengan tujuan agar faktor-faktor geologis yang mempengaruhi lokasi. Di Indonesia misalnya pada pembuatan candi-candi pada waktu itu sudah dapat memilih batubatu yang berkualitas baik demikian pula di negeri ina. Sebenarnya pengetahuan ini sudah dimengerti dan dipergunakan beberapa abad yang lalu baik di Indonesia maupun di negeri-negeri lain. desain. Seorang ahli geologi teknik harus dapat menentukan reaksi dari bawah tanah dan memahami perilaku sebuah . dalam hal pekerjaan meliputi pendirian bangunan sipil dan pemeliharaan material konstruksi yang tepat.1.

seismologi. Ahli Geologi menyelidiki keadaan sesungguhnya dan menguraikan hasilnya dengan jelas secara teknis sehingga bisa dipergunakan dengan sewajarnya oleh ahli Teknik Sipil. Menurut KEY (1954). kontraktor bidang teknik sipil. hidrogeologi) dan pengetahuan khusus (Teknik penelitian lapangan dan geologi) Gambar 1-1.3. Untuk menjadi ahli geologi harus paham tentang pengetahuan dasar (Teknik sipil umum. Seorang ahli geologi berperan penting dalam perencanaan awal dibidang penelitian lapangan dan sebagian besar masalah-masalah pada bangungan sipil adalah berkaitan dengan geologi atau material geologi. dan ahli geoteknik yang lebih condong pada segi rekayasa tentang material yang digunakan. Di sini dituntut adanya komunikasi antar kedua disiplin ilmu tersebut.) serta harus mampu mengantisipasi faktor-faktor geologis yang dapat mempengaruhi letak rencana konstruksi. Ahli geologi dapat dibedakan menjadi 2 ahli yaitu Ahli geologi teknik yang menangani masalah-masalah yang bersifat teknik sipil dengan di latarbelakangi ilmu geologi. Teknologi beton jalan raya. Proses geoteknik. . jalan dsb. tahu asal dan proses terjadinya sehingga dapat menduga apa yang akan terjadi dimasa mendatang atau menduga kesulitan yang akan dihadapi kelak. Untuk serasi dalam komunikasi antara Ahli geologi dengan Ahli teknik sipil. Ahli Teknik Sipil menggunakan untuk apa dan mengusahakan untuk mengatasi kesulitan yang timbul pada waktu ini dan masa mendatang. penggunaan maupun pemeliharaan bangunan-bangunan tersebut. supaya kerjasama itu dapat berjalan sebagaimana mestinya. terowongan. bendungan. Ruang Lingkup Pekerjaan seorang Ahli geologi adalah pada konsultan. Mekanika tanah & batuan. perusahaan pertambangan dan Instansi pemerintah. seorang ahli geologi teknik harus mempunyai pengertian tentang teknik sipil dan mampu memberikan keterangan-keterangan geologis yang dapat diterima oleh teknik sipil (dalam angka-angka). Teknik pondasi. Teknologi pertambangan. Menurut LEGGET (1939). Tugas Ahli Geologi adalah melihat apa adanya dengan menarik kebelakang . 1.8 bangunan ( gedung.

galian-galian percobaan. pengambilan contoh untuk penelitian di laboratorium. percobaan di lapangan. . pemboran inti & pengunkapan inti pemboran.4. Penelitian Lapangan Dalam penelitian lapangan biasanya digunakan berbagai teknik dan cara seperti : Pemetaan geologi dan geologi teknik.9 Gambar 1 ± 1. Ruang lingkup geologi teknik 1. pengukuran geofisis. pengunkapan batuan.

Fondasi OBYEK mekanika tanah mekanika batuan Gambar 1 ± 2 : Obyek pembagian pekerjaan dan pondasi Tabel 1 ± 1 : Istilah geologi teknik dan teknik sipil ISTILAH TANAH (SOIL) TEKNIK SIPIL Semua bagian dari bumi yang dapat digali tanpa alat peledak BATUAN (ROCK) Bagian dari kulit bumi yang hanya diambil dengan bahan peledak BATU (STONE) TEKNIK GEOLOGI Hasil pelapukan batuan yang menghasilkan material dengan sifat sesuai dengan batuan induknya Susunan kulit bumi yang terdiri dari satu atau beberapa jenis mineral Masa fragmen yang lepas Merupakan bagian dari batu dari batuan aslinya untuk kontruksi Tanah yang terisi oleh Sama dengan batu PADAS emen sehingga menjadi atu keatuan . Peristilahan material bangunan sering terjadi masalah. Adapun perbedaan pengertian dalam bidang geologi dan teknik sipil antara lain tentang tanah dan batuan. oleh karena itu sebagai konsultan bidang geologi teknik harus memahami istilah-istilah atau batasanbatasan yang benar menurut bidang teknik sipil.(Tabel. gaya tekan dan lain-lain. elastisitas.10 Data yang dikumpulkan dalam batuan antara lain berat jenis. permeabilitas. porositas. 1-1 dan Gambar 1-2).

000). misal: agitasi air Batuan : Kumpulan alamiah butiran mineral yang dihubungkan dengan tenaga kohesif kuat dan tetap Peran ahli geologi dan teknik sipil dapat digambarkan sbb: GEOLOGI : Pengunkapan jenis-jenis batuan.5.Pemetaan skala kecil (1 : 2. berdasarkan data -data geologi permukaan dan disertai laporan secara umum dan lengkap. Tahapan Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menentukan seekonomis mungkin dari sebuah proyek . Studi awal/pendahuluan .Peta geologi teknik (mencakup pula kondisi air tanah).Interpretasi peta topografi . sehingga dapat meramalkan kondisi geologi bawah permukaan. . eksogen yang dapat berpengaruh terhadap bangunan.Interpretai peta geologi regional . Tahapan penelitian bidang pekerjaan geologi teknik yang umum adalah sebagai berikut: I. sifat mekanik & perkiraan pada struktur bawah tanah.000) atau disesuaikan dengan luas rencana bangunan konstruksi . Pengumpulan data lapangan: .Interpretasi foto udara II. luas perihal percobaan di lapangan.11 Dalam Keteknikan Tanah : Kumpulan alamiah butiran mineral yang dapat dipisahkan dengan mekanika dengan mudah. GEOLOGI TEKNIK : interpretasi TEKNIK SIPIL : penyusunan konsep. bentuk lapangan dan hidrologi juga proses endogen. 1 : 10. perencanaan & konstruksi 1.

Konsepsi proyek : studi literatur (topografi. sintesa . teknik geofisis.Penelitian pendahuluan : peta geologis. Penyelidikan detil: .Penelitian konstruksi : penentuan apakah semua ini memenuhi persyaratan yang dijadikan dassar bagi rencana . dataran rendah. laporan.pemboran dan pengambilan contoh batuan/tanah . orogenesa. bukit gunung atau pegunungan.Analisis laboratorium. penelitian lapangan dengan pemboran. II.penyelidikan geofisika membantu penentuan sifat2 fissik batuan / tanah penyebaran . perhitungan. Studi Kelayakan . geologis & geoteknis) untuk menentukan kemungkinan timbulnya berbagai masalah yang mungkin terjadi akibat keadaan geologi. 1. III. . sedangkan energi dari dalam bumi(endogen) adalah muka bumi kita menjadi munculnya gunungapi.pendugaan lapisan bawah permukaan . Atau dengan urutan sebagai berikut : I .Penelitian utama : laporan lengkap perihal keadaan lapangan (berbagai parameter yang dijadikan dasar bagi perencanaan). Roman Muka Bumi Roman muka bumi ini tidak rata disebabkan oleh adanya energi matahari (eksogen)yang merubah permukaan menjadi dataran tinggi.Kompilasi dengan rencana pembangunan konstruksi. .6. lembah. Pembangunan .Penelitian pasca konstruksi : pengontrolan atas berbagai struktur dan fondasi yang telah dibuat.12 III. epirogenesa dan gempa. untuk menentukan apakah rencana tersebut berperilaku sebagai mana yang telah diramalkan. Perencanaan . tespit (untuk mendapatkan banyak data untuk mengetahui masalah-masalah terpenting di tempat pembangunan).

Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah. Contohnya terjadi di teluk Hudson. Seisme (gempa). Sedangkan gerak epirogenesa adalah kebalikan dari gerak orogenesa. yaitu gerakannya sangat lambat dan meliputi areal yang sangat luas. tersesarkan dan retakan pada kulit bmi dan batuan.13 A. pembentukan gunung. Vulkanisme Vulkanisme adalah semua gejala alam yang terjadi dari adanya aktifitas magma. Tenaga endogen Tenaga endogen ini sifatnya membentuk roman muka bumi menjadi tidak rata. Gempa adalah suatu pelepasan energi secara tiba-tiba. Aktivitas magma ini muncul karena adanya retakan-retakan batuan akibat tektonisme. vulkanisme dan seisme atau gempa. Gerak orogenesa adalah gerakan tenaga endogen yang relative cepat dan meliputi daerah yang relative sempit. b. B. c. a. Berdasarkan gerakannya dan luas wilayah yang mempengaruhinya tenaga tektonik dapat dibedakan atas gerak orogenesa dan epirogenesa. sehingga seolah-olah permukaan air laut turun. Tektonisme Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi menjadi perubahan tempat. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme. Tenaga Eksogen Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang mempunyai sifat umum merombak bentuk muka bumi . sebagai jalan keluarnya magma dari bagian dalam litosfir ke lapisan diatasnya bahkan ke permukaan bumi yang disebut lava dan tempat keluarnya lava tersebut adalah dapat disebut lubang kepundan gunungapi. Contohnya terbentuknya pegunungan sirkum pasifik. sebaliknya gerak epirogenesa negatif adalah apabila permukaan bumi naik. Gerak epirogenesa ini dapat disebut gerak epirogenesa positif apabila daratan turun sehingga muka air laut seolah-olah naik contohnya di pantai timor. bukit atau pegunungan. terlipat. Gerakan ini menyebabkan terbentuknya pegunungan.

14

C. Kristal Mineral Kristal : adalah suatu bangun bidang banyak yang teratur dan dibatasi oleh bidang-bidang datar yang tertenttu jumlahnya. Bentuk kristal ini dianggap sebagai akibat senyawa ±senyawa chemis, yang karena daya tarik menarik antara atom yang satu dengan lain, bila pada keadaan yang baik mengalami perubahan dari bentuk cair atau gas ke bentuk padat. Mineral yang mengkristal dibatasi oleh bidang-bidang yang secara bersama-sama membentuk bidang banyak yang khas untuk sesuatu jenis mineral. Dalam kristalografi kita kenal 7 macam susunan sumbu , yaitu a Sistem Regular/Isometrik : Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang a=b=c, bersifat optis isotrop ada satu indeks bias. b. Sistem Tetragonal, Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang a=b=c, bersifat optis isotrop ada dua indeks bias. c. Sistem Hexagonal dan Trigonal: Sumbu a, b, d terdapat dalam satu bidang datar dan saling menyudut 120°, sedang sumbu c tegak lurus pada sumbu a, b dan d; satuan pada a=b=c=d ; bersifat optis anisotrop a=b=dc,; dua indek bias. d. Sistem Rhombis: Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang abc bersifat optis isotrop ada tiga indeks bias. e. Sistem Monoklin; sumbu b tegaklurus pada sumbu a dan c yang terdapat dalam satu bidang . satuan panjang pada abc ; bersifat optis isotrop ada tiga indeks bias. f, Sistem Triklin;Sumbu-sumbu a, b dan c saling menyudut tumpul sudut-sudut yang mengarah ke muka dibuat lebih besar dari 90° , satuan panjang pada abc ; bersifat optis anisotrop tiga indek bias.

Contoh mineral pada masing-masing sistem kristal: (1). Sistem Regular/Isometrik ; Galenit(Pbs); Magnetit ( Fe3 O4); Leusit (K Al Si2 O5) (2). Sistem Hexagonal .: Kalsit(Ca CO3); Magnesit(Mg CO4);. (3). Sistem Tetragonal ; Rutil (Ti O2); Chalcopyrit (Cu Fe S2) (4), Sistem Trigonal ; Turmalin (SiO4)3 Rg (B2O5) Al4; Benitoit Ba Ti (Si3 O9)

15

(5). Sistem Rhombis : Antimonit (Sb2 S3) , Barit (Ba SO4) (6). Sistem Monoklin; Belerang (S), Realgar (As S) (7), Sistem Triklin; Albit (Na Al Si3 O8); Anortit (Ca Al2 Si2 O8)

1.7. Mineral Mineral ialah semua bahan alam yang mempunyai susunan kimiawi tertentu, umumnya bersifat homogen, anisotrop dan dapat berupa bahan2 padat atau cair. Umumnya terbentuk secara anorganis dan dalam keadaan baik akan memberikan susunan atom yang khas baginya yang ditunjukkan oleh bentuk kristal dan sifat2 fisisnya yang lain Berdasarkan gaya kohesi a. Belahan: ialah kecenderungan suatu kristal yang karena pemukulan akan pecah ke suatu arah tertentu , sehingga akan didapatkan bidang yang rata dan licin. b. Pecahan: umumnya dijumpai pada mineral2 yang amorf. Macam pecahannya seperti pecahan botol, rumah siput dll c. Keras: ialah daya tahan mineral terhadap penggoresan. Penentuan keras mineral secara nisbi ialah dengan menggunakan skala Mohs. Skala mohs: 1. TALC (Mg3Si4O10(OH)2) 2. GYPSUM (CaSO4* 2H2O) 3. CALSITE (Ca CO3) 4. FLUORITE (CaF2) 5. APATITE (Ca5 (AsO4)3(F,Cl,OH) 6. ORTHOCLASE (KAlSi3O8) 7. QUARTZ (Si O2) 8. TOPAZ (Al2SiO4(F,OH)2 9. CORUNDUM(Al2O3) 10. DIAMOND(C) d. Sifat dalam : misalnya , elastis, fleksibel(mudah dibelokan), dapat dipilin (emas), rapuh (mudah dibubuk, mudah ditempa)

16

1.8. Mineral Pembentuk Batuan Berdasarkan analisa kimia oleh Washington dkk, bahwa penyusun kerak bumi hanya terdiri dari 8 unsur pokok . unsure-unsur tersebut bersenyawa membentuk mineral-mineral utama , mineral tambahan dan mineral penyerta. Mineral utama dalam kerak bumi adalah antara lain: Kwarsa, Felspar( ortholas dan Plagioklas), Mika, Amfibol, Piroksen, Olivin; Mineral tambahan : klorit, mineral lempung; sedangkan mineral penyerta adalah magnetis, hematite, limonit dll.

1.9. Prinsip Dasar Geologi Teknik Aspek terpenting dalam pekerjaan adalah seorang ahli geologi harus dapat mengevaluasi berbagai aspek geologis dari sebuah proyek dan harus memberikan keterangan ± keterangan yang tepat untuk sebuah bangunan yang akan didirikan. Hubungan antara banguan teknik sipil dan lingkungan geologis dapat

dikemukakan dalam beberapa perbandingan sederhana, yang disebut prinsipprinsip dasar geologi teknik: 1. Sifat2 material + struktur nassa tanah = Sifat2 massa tanah 2. Sifat2 massa tanah + Lingkungan sekitar = Situasi teknik geologis
erubahan akibat tindakan geologis

Keterangan :
-

Material adalah batuan, tanah, zat cair, sedangkan sifat2 material umumnya ditentukan dari laboratorium.

-

Struktur massa tanah adalah kondisi geologis (struktur geologi, stratigrafi) yang berada pada daerah pembangunan .

-

Massa tanah adalah volume tanah yang dipengaruhi oleh bangunan. Sifat2 massa tanah adalah sifat2 geoteknis (kekuatan, permeabilitas) yang dimiliki oleh tanah.

 

 

3.

Situasi teknik geologis

!

erilaku oleh massa tanah

Jakarta. Apa manfaat penelitian dengan metode geofisis Daftar pustaka Verhoef. Apa yang perlu di ketahui tentang teknik sipil untuk sebagai ahli geologi teknik 3. Erlangga Jakarta . Apa bedanya tanah dan batuan menurut ahli teknik sipil dan bagaimana menurut geologi.. 2.N. P.W. 1991.Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah . Bowles. 1989. Apa yang saudara ketahui tentang geologi dan bagaimana hubungannya dengan geologi teknik.17 SOAL-SOAL 1. 4. Apa perlunya suatu perencanaan pembangunan di awali dengan studi kelayakan 5. Geologi untuk Teknik Sipil. Penerbit Erlangga.

tipe magma peridotit dan eklogit. Bj. yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan (kerak bumi). Teori KANT-LA PLACE. bagian tengah : tebal ± 25 km. Zat-zatnya adalah zat H yang berupa gas dan tekanan yang besar sehingga atom-atom H bersifat benda padat.Inti besi Nikel (Barisfer). 60 2900 km dan inti bumi mempunyai jari- . inti bumi seperti yang terdapat pada matahari.5. sifat batuan asam dan basa. dari luar ± paling dalam : . 2. 2. Menurut HOLMES.4 ± 4 .7) seperti benda yang mengapung-ngapung pada (Sima Bj. Sehingga lapisan SIAL dapat bergerak-gerak. tebal 1700.Sial : bagian atas tebal ± 15 km.7 tipe magma granitis. Bj 9. Bj ± 2.5) zat cair. 3. jari 3500 km.5.Kerak Bumi: ketebalan 30 ± 70 km. Seolah-olah Sial(Bj. 3. jari2 3500 km. Bj.Sima: bagian bawah tebal ± 20 km. bumi terdiri dari: .Selubung bumi : ketebalan ±1200 km Bj ± 3.7 . 3.18 BAB II GE L GI Geologi adalah ilmu yang mempalajari tentang bumi. Bj 6. Menurut PLATO (ahli filsafat) : bumi terdiri dari masa cair pijar yang dikelilingi oleh lapisan batuan atau kerak bumi(kulit bumi). tipe magma basaltis .4 . di dalamnya termasuk penyelidikan tentang pembentukan batuan dan bagaimana keberadaannya dalam bumi. bumi selama bermilyar tahun dilepaskan dari matahari dalam bentuk bola gas yang pijar.Lapisan Antara (Chalcosfer) : Sisik oksida & sulfida. Pembagian bagian bumi menurut SUESS & WIECHERT.6 Menurut Kuhn & Rittman : Bumi berasal dari matahari. Bj. Menurut penyelidikan Seismologi dijumpai lapisan yang diskontinyuitas (tidak bersambung) pada kedalaman km(bidang mohorovicic) 1200 km.

danau) dan kerak bumi dan massa bagian dalam. 3.5 milyar tahun yang lalu dari suatu bola api berpijar yang terdiri dari gas kosmis dan debu angkasa luar. 2. Dalam proses pendinginan massa ini membentuk atmosfir. Gambar 2 ± 1. Struktur dalaman bumi . bersifat kaku tegar dan terletak pada bagian atas mantel. terpecah-pecah menjadi pelat-pelat atau lempeng. adalah terbentuk sekitar 4. Struktur dalaman bumi (Gambar 2-1) terdiri dari: 1. hidrosfir dan litosfer. Kulit bumi (litosfir) dengan ketebalan sekitar 60 km.19 Bumi terbentuk dari salah satu teori yang telah diterima se cara umum. Selubung bumi ( mantel) sampai kedalaman 2900 km. Atmosfer adalah selubung gas yang mengelilingi hidrosfir atau zona air (samudra. Inti bumi(Core) sekitar 3475 km dengan kondisi bagian luar bersifat cair dan bagian dalam padat.

Akibat dari lempeng yang saling bertumbukan (Gambar 2-4) akan terjadi deretan gunungapi sejajar tumbukan lempeng dan pada jalur tumbukan tersebut merupakan pusat-pusat gempa tektonik. Kulit bumi pecah-pecah menjadi 11 bongkah besar disebut lempeng ( plate ) bersifat tegar yang selalu bergeser bergerak bebas diatas astenosfir. Pengikisan pangangkutan dan pengendapan Lempeng bumi dibagi dua jenis lempeng benua dan lempeng samudra. saling bersentuhan\bertumbukan (konvergen) atau memisah-diri (divergen) (Gambar 2-3). Lempeng benua merupakan pembentuk benua sedangkan lempeng samudra adalah pembentuk dasar samudra.20 Bumi yang dinamis dipengaruhi oleh 2 energi yaitu energi dari matahari yang merubah wajah permukaan bumi melalui proses-proses pelapukan. gunungapi dan gempa bumi. . pengikisan. Gambar 2-2. pengangkutan dan pengendapan (Gambar 2-2) sedangkan energi dari dalam bumi akan merubah struktur dalam bumi melalui proses-proses berupa pembentukan pegunungan.

Tumbukan Lempeng Samudra menyusup dibawah Lempeng Benua Batuan kulit bumi ini dapat dikelompokkan manjadi 3 (tiga) yaitu batuan beku. transportasi. pengendapan maka setelah terjadi proses pembatuan akan terbentuk batuan sedimen. karena muncul dipermukaan akan terjadi proses pelapukan. batuan beku maupun batuan sedimen apabila terkena temperatur dan tekanan akan .21 Gambar 2-3. Lempeng-lempeng tektonik dunia Gambar 2-4. batuan sedimen dan batuan metamorf secara terbentuknya diawali dengan pembekuan magma akan terbentuk jenis batuan beku. erosi.

WASHINGTON. CLARKE. DALLY. baru kemudian terbentuk batuan ±batuan endapan (sedimen). sedangkan volume batuan beku adalah 95 % dan hanya 5 % adalah batuan sedimen dan lainnya.terbentuknya batuan ini disebut daur/siklus batuan(Gambar 2-5) DAUR (SIKLUS) BATUAN PROSES PENDINGINAN MAGMA PROSES PELEBURAN PROSES PELAPUKAN\ PENGANGKUTAN DAN PENGENDAPAN BATUAN BEKU BATUAN MALIHAN PENINGKATAN P dan T PROSES UBAHAN ENDAPAN SEDIMEN BATUAN SEDIMEN PROSES PEMBATUAN Gambar 2-5 Siklus Batuan Batuan ini hampir seluruhnya bagian dari kulit bumi kecuali lapisan tipis diatasnya yang disebut soil atau tanah. NIGGLI. sehingga dapat disimpulkan bahwa pada waktu kerak bumi terbentuk untuk pertama kalinya seluruhnya batuan beku. melakukan analisa kimia Batuan dari kerak bumi dan batuan beku ternyata mempunyai prosentasi unsur yang relatif sama. .22 terjadi proses ubahan maka akan terjadi batuan malihan/metamorf apabila batuan ini nyusup kedalam bumi akan terjadi peleburan kembali menjadi magma Cara. Sebaran atau luas batuan di muka bumi (Gambar 2-6) adalah 75 % dari batuan sedimen dan 25 % dari batuan beku.

. 95 5 75 B. Unsur-unsur tersebut bersenyawa membentuk mineral-mineral utama yang terdapat di bumi.23 Batuan adalah merupakan kumpulan dari satu atau lebih mineral. kimia tertentu. kilat. cerat. 25 B. kekerasan. belahan. Mineral adalah benda alam yang homogen dan mempunyai sifat fisik maupun kimia tertentu. berat jenis. pecahan. Berdasarkan peranannya dalam batuan mineral dapat dikelompokkan menjadi : mineral utama. tambahan dan penyerta. struktur dan sifatsifat optik. Batuan tersebut kalau lapuk akan menjadi tanah. Pada umumnya mineral bersifat padat akan tetapi dapat juga dalam keadaan cair atau gas.BEKU VOLUM. bisa sejenis atau bermacam-macam mineral.% LUAS % Gambar 2-6 Diagram volume dan luas batuan di muka bumi Mineral pembentuk batuan Dari analisa yang telah dilakukan ternyata hannya ada 8 unsur pokok sebagai penyusun kerak bumi. sedangkan sifat kimia misalnya unsur-unsur kimia atau senyawa kimia yang dikandung. Nama mineral didasarkan sifat fisik. Sifat fisik tersebut misalnya warna.SED.

leusit. oligoklas. prismatik. lunak umumnya pada batuan ubahan. Olivin: Biasanya berwarna hijau terdiri dari dari (Fe Mg)2 SiO4 g. belahan 2 arah . unsur C (karbon) berwarna hitam. Piroksen terdiri dari mineral Augit dengan susunan kimianya Ca (Mg Fe) (SiO3)2 {(Al Fe)2O3}. Felspar : terdiri dari orthoklas (K AL SiO2) sebagai sumber utama unsur K (Kalium) dalam tanah. labradorit. . berbentuk prismatik biasanya berisi kelipatan 3. b. Umumnya berwarna abu-abu. mempunyai belahan 3 arah berbentuk romboeder. Susunan kimianya Ca CO3. Kalsit berwarna putih sering ada pengotoran. banyak variasinya misalnya amethyst berwarna ungu. Mineral biotit apabila berwarna hitam dengan susunan kimianya K2 (Mg Fe)2 (OH)2 (Al Si3 O10) d. Mika : mineral ini bentuknya pipih atau berlembar terdiri dari mineral muskovit apabila berwarna putih dengan susunan kimianya K Al2(OH)2 (Al Si3 )10). mempunyai belahan 2 arah saling menyudut. pecahannya concoidal. Bentuk kristal prismatik hexagonal. Berbentuk prismatik pendek . Ca) Al Si3 O8 kenampakannya menyerupai orto klas hanya warna biasanya putih abu-abu dan secara optik plagioklas mempunyai kembaran. Mineralnya antara lain nefelin. andesin. Kwarsa dengan komposisi kimia Si O2. Plagioklas (Na. bitonit. c. f. Mineral pengganti felspar disebut feldspatoid. kekerasan 7(skala Mohs). bersisi kelipatan 4. Grafit. agak panjang dengan belahan 2 arah menyudut. dapat dibedakan dengan felspar secara optik. terjadi karena dalam pembentukannya kekurangan Si O2. Mineral utama antara lain : a. e. kekerasan 6 bersifat asam. dan anortit. kemerahan. Plagioklas terdiri dari mineral-mineral albit.24 1. Warna asli tidak berwarna ± putih tetapi kadang-kadang ada pengotoran sehingga berwarna lain. tidak punya belahan. h.Amfibol : terdiri dari mineral Horblende susunan kimianya Ca2 (Mg Fe Al)3 (OH)2 ((Si Al)4 O11))2.

panas dan pijar yang penuh dengan gas-gas . Batuan Beku Adalah batuan yang terjadi dari pembekuan magma. Urut-urutan pembentuk mineral/batuan menurut BOWEN (Bowen reaction Series) adalah mineral yang bersifat basa akan terbentuk lebih dulu baru kemudian menengah dan terakhir bersifat asam (Gambar 2-7). piroksen.25 2.2. Mineral Tambahan adalah mineral yang terbentuk karena adanya proses pelapukan . Mineral lempung berbutir halus merupakan hidrous aluminium silikat berasal dari berbagai mineral. amfibol. Contohnya mineral klorit terbentuk dari mineral biotit. pelarutan dan lain-lain. Magma adalah larutan silikat alam yang bersifat cair. Olivin Piroksen Horblende Basa Bitonit Intermedit Labradorit Andesin Biotit Asam Albit Ortoklas Muskovit Kwarsa Gambar 2-7 Seri reaksi bowen Oligoklas Anortit 2.

secara perlahan ± lahan berkristalisasi (Batolit dan lakolit). Susunan mineralnya ialah kwarsa berwarna putih.26 volatil (gas-gas yang sangat mudah menguap). ada kalanya bahkan berupa kaca (Obsidian). Magma akan muncul kepermukaan melalui rekahan. sehingga berdasarkan tempat membekunya batuan beku dapat dibagi : a. Batuan beku dalam (Plutonik). zona lemah berupa pipa kepundan gunung api. hijau prismatik. biotit berwarna hitam pipih. abu-abu. b. yaitu mempunyai bentuk kristal besar2. Strukturnya porfir. Batuan yang membeku dekat permukaan dengan susunan mineral sama hanya berbeda ukuran butirnya dengan Granit adalah RIOLIT. Mneral penyertanya magnetit hitam berbentuk kubus. c. . yaitu batuan beku yang membeku di dalam celah (gang) dalam perjalanannya menuju ke permukaan.Batu beku gang. Magma dalam perjalanan ke permukaan dapat membeku diberbagai tempat. kristalin yang sangat halus. cepat mendingin. baru akan tersingkap setelah permukaan bumi terangkat dan tererosi. zirkon. terkadang ada kristal besar yang terangkut keatas masuk ke celah. Batuan beku lelehan (efusif. Contoh jenis batuan GRANIT : Batuan ini bersifat asam terbentuk di dalam bumi(Plutonik). sehingga bentuk kristanya besar-besar. ortoklas berwarna merah muda. ekstrusif).

biasanya warnanya lebih tua dan jarang dijumpai. bitonit dan berbutir kasar. horblende sedangkan plagioklasnya bersifat basa: labradorit. horblende dan piroksen. DIORIT : Batuan ini lebih banyak mengandung mineral yang mengandung fero magnesium: biotit. Kalau butirannya halus disebut BASALT . Tidak dijumpai ortoklas tetapi banyak mengandung plagioklas bersifat intermedit(andesin) dan tidak mengandung kwarsa. ukuran butirnya kasar. tetapi berbeda tidak mengandung kwarsa. dan kalau ukuran butirnya halus dan bersifat menengah disebut Andesit. Kalau mengandung kwarsa disebut diorit kwarsa.27 Gambar 2-8 Granit dan mineral utama SYENIT : Tekturnya sama dengan granit demikian pula susunan mineralnya. GABRO : Batuan ini berwarna hitam mengandung mineral piroksen. olivin.

1). AMFIBOLIT : Sama dengan diatas hanya mineralnya terdiri dari amfibol saja. ortoklas/plagioklas. Batuan adalah kumpulan dari satu atau lebih dari mineral. berwarna hitam.28 Gambar 2. berwarna hijau tua.maka batuan tersebut dapat diketahui nama batuan(Tabel 2. . prosentasi warna mineral gelap dan terang dan sedikit atau tanpa felspar dll.9 Gabro PERIDOTIT : Batuannya sangat kasar terdiri dari mineral piroksen dan olivin bersifat ultra basa PIROKSENIT :Sama dengan Peridotit hanya mineralnya terdiri dari piroksen saja. berwarna hitam DUNIT : Batuan ini hanya mengandung minerap olivin saja. Klasifikasi penamaan batuan beku berdasarkan : kandungan kwarsa. .

29 Gambar 2 ± 10. Terbentuknya batuan beku .

Klasifikasi batuan Adalah batuan yang terbentuk karena proses pengendapan proses kimia dan proses biologis. B u ¡ ¢¡ S di .2. Endapan yang telah mengalami transportasi proses ini disebut endapan klastis atau £¤¥ ¤ £ 2.30 Tabel 2-1. Batuan ini dapat berasal dari batuan beku yang mengalami proses pelapukan sehingga batuan beku tersebut menjadi lunak hancur lalu tertransport oleh media air angin atau es ketempat yang lebih rendah dan di endapkan. Salah satu sifatnya yang khas adalah adanya perlapisan. Proses selanjutnya adalah proses pembatuan / kompaksi dengan prose mekanis ataupun secara kimiawi.

Perubahan ini mungkin karena proses pengendapan dalam cekungan terdiri dari endapan darat (sungai. misalnya: gambut.Sedimen Organik. breksi dsb f. biasanya disebabkan: a. minyak bumi. yaitu misalnya: anhidrit. karbonat dsb. yaitu pemindahan zat dan pemisahan di tempat lain. Misalnya kongresi batulempung dalam lapisan batupasir . Evaporit. Diagenesis Dengan terus berlakunya waktu akan terjadi perekatan antar butir dan hasil akhirnya menjadi batuan keras. c. Sedimen piroklastik/Volkanik: misalnya: tuf. dimana butiran tumbuh jadi satu sebagai akibat pelarutan dan pengkristalan pada titik-titik lain. 2. Hal ini dapat terlihat dari adanya perbedaan besar butir secara berangsur. Sedimen lainnya. lempung. yaitu pemadatan oleh tekanan yang meningkat . misalnya: batukapur. b. gips. 1.Batuan karbonat. d. Sedimen silika klastik. abu volkanik. Kompaksi. Perlapisan Pada umumnya batu sedimen membentuk perlapisan. Berdasarkan susunan dan cara pembentukannya batuan sedimen dibagi menjadi: a. dsb d. napal dsb c. b. perbedaan warna mineral. material baru akan mengendap diantara butir sebagai matriks silika. napal. Lapisan yang paling bawah adalah paling tua. misalnya: batupasir.Pembentukan kongresi.31 biologis. trumbu karang dsb. misalnya fosforit. sedangkan yang lebih . Pengkristalan kembali. gurun. misalnya pada batugamping atau batupasir kuarsitik. batubara.Sementasi(perekatan). di mana air akan terdesak keluar. sedangkan endapan yang terdiri dari binatang-binatang/tumbuhtumbuhan (tidak tertransport) disebut endapan proses non klastis. lagun/danau) berubah menjadi lingkungan laut atau sebaliknya. e.

seringkali kristalisasi kembali berlangsung melalui penambahan atau penghilangan zat. Diskordansi 2 Permukaan tanah dapat tertutup kembali oleh endapan laut. batugamping Kelompok batuan RUDIT Besar butiran 2 mm ARENIT 2 ± 0. Klasifikasi batuan sedimen Berdasarkan ukuran besar butiran.06 mm . Penamaan batuan NAMA BATUAN Lepas. lumpur kapur 2. kerikil. 3. pasir kapur Lanau (lumpur). napal. tidak keras Puing (bersudut). Jadi sedimen yang lebih muda dapat mengendap di atas lapisan yang telah tererosi sebagian.06 mm LUTIT 0.32 muda terletak diatasnya. batuan sedimen dan batuan beku akan berubah lebih lanjut di bawah pengeruh temperatur (T) dan tekanan (P) yang tinggi. lepas atau merekat dan susunan mineralnya (Tabel 2-2) maka kita dapat mengenal nama batuan: Tabel 2-2. batu guling Pasir kuarsaan. Dengan demikian transgresi mengungkapkan adanya periode ketidakselarasan atau perlipatan dalam sejarah terjadinya bumi. Batuan Metamorf Setelah mengalami diagenesis. batu lempung. setelah diagenesis Breksi Konglomerat Batu pasir (silikarenit) Batu kapur (kalkarenit) Batu lanau.3. Yang menjadi bidang pemisahnya adalah bidang diskordansi di atas muka laut akan bertransgresi kembali. 4. Sedimentasi akan berhenti jika permukaan air telah tercapai. lempung. Berdasarkan cara pembentukannya: Merekat. Dengan demikian lapisan2 yang lebih muda ini akan diskordan di atas lapisan2 tua.

Asal batuan metamorf Endapan Diagenesis rendah Sabak. terjadi pada daerah yang lebih luas dibanding tipe sebelumnya dan erat dengan pembentukan pegunungan dan deformasi T rendah hingga tinggi. terjadi pada deformasi lokal yang intensif. c. b. kemudian milonit oleh T rendah dan P rendah. Metamorfosis regional. Lempung Lumpur kapur pasir Batulempung Batugamping batupasir kuarsit pilit Skis mika Marmer Skis mika gneis Granit Gneis Granit metamorfosis menengah tinggi Ultra Metamorfosis Batuan metamorf juga terdapat kekar/berlembar yang disebut foliasi Gambar 2.11 Struktur foliasi pada sayatan tipis batuan Skis . p rendah hingga tinggi.33 a.Metamorfosis dinamo. Tabel 2-3 . terjadi pada kontak sebuah intrusi magma. batuan yang berada di sampingnya terbakar oleh T tinggi. dimulai dengan breksi patahan. Metamorfosis kontak. P rendah.

b. simpang siur. a b Gamabr 2. Kekar (joint) . 2.1. kekar berlembar. Struktur perlapisan batuan 2.12. ripple mark. Contoh struktur pada batuan sedimen : struktur perlapisan (Gambar 2-12). Struktur Batuan Struktur batuan adalah struktur perubahan bentuk maupaun volume akibat adanya tektonik.5. Jenis struktur batuan tersebut adalah kekar.5. gelembur gelombang pada batuan beku dijumpai strutur trackitic. cross bedding. Struktur ini banyak menunjukkan proses dan dalam kondisi sedimen tersebut terbentuk. kekar tiang dll. a Struktur gelembur gelombang.4. Struktur Sedimen Struktur sedimen terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batuan sedimen itu sendiri.34 2. lipatan dan sesar.

.35 Struktur kekar adalah rekahan yang terbentuk akibat tektonik suatu tekanan pada batuan (Gambar 2-13) atau nontektonik pada batuan beku(Gambar 2 -14. 215). Kekar adalah sangat penting dalam perencanaan banguan sipil.

Kekar akibat lipatan dan sesar Kekar nontektonik yaitu kekar akibat pembekuan magma. disebut kekar berlembar apabila bentuknya berlembar-lembar(Sheeting joint) (Gambar 2-14) sedangkan bentuknya berbentuk polygonal adalah kekar yang disebut kekar tiang (Colomnar joint)(Gambar 2-15) Gambar 2-14. Kekar tiang 2.5.36 Gambar 2-13.2. Kekar berlembar Gambar 2-15. Lipatan (Fold) .

Jenis lipatan dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan kemiringan sumbu lipatan. .37 Lipatan adalah bentuk lapisan batuan yang mengalami pembubungan ataupun bentuk cekungan.

Antiklin sinklin ¦ 2.5. Berdasarkan tektoni k lemp eng sesar terjadi karena adanya gejala pel enturan kerak bu mi yang ditimbulkan sebagai akibat adanya perges eran-pergeseran benua atau lemp eng.3. . Sesar (Fault Sesar adalah suatu rekahan pada batuan yang telah mengalami pergesera n sehingga terjadi perpindahan antara bagian-bagian yang berhadapan dengan ara h yang sejajar dengan bidang sesar.38 Gambar 2-16. Jenis-jenis lipatan Gambar 2-17. Pergeseran sesar dengan ukuran panja ng maupun kedalama n dapat berkisar dari beb erapa cm sa mpai ratusan km bahan yang hancur akibat pergesera n tersebut terdapat pada jalur sesar dapat berupa suatu bahan yang halus sampa i breksi(breksi sesar) mempunyai ketebalan berkisar antara beberapa cm sampa i ratusan meter.

Sesar mendatar Gambar 2-20 Intrusi dan sesar naik .39 Ga mbar 2-18 Sesar naik Ga mbar 2-19.

Tetapi dengan jejak yang ada dapat di interpretasikan. Sesar (dr foto udara) Reverse Sesar mendatar Strike slip Kondisi Indonesia ber iklim Tropis.(Ga mbar 2-21) Ga mbar 2-21 Beberapa data struktur yang t elah t ererosi . .40 Tabel 2-4 Simbol sesar dalam p eta dan Tingkatannya 1. . yang mengakibatkan proses pelapukan intensip sehingga data ±data struktur sulit dikenali di lapangan. PASTI Normal slip 70 Normal 70 Reverse slip 2. DIPERKIRAKAN 3. DIDUGA Sesar diduga Normal Sesar naik .

Ketidakselaras an (Unconformity) Ketidak selarasan adalah per mukaan\bidang erosi yang telah terkubur. Disconformit y .22) Angular unconformity : Lapisan diatas dan dib awah tidak paralel dan mempunyai strikeda n dip berb eda. (gap waktu): Disconformity : Perlapisan dibawah da n diatas bidang tidak selaras adalah paralel dan mempunyai strike dan dip sa ma.41 2. Tiga besar type ketidak selarasan di klasifikasikan berdasarkan karakteristik tubuh bat uan dibawah dan diatas bidang erosi yang telah terkubur dan terjadi kekacauan waktu.6.24) Gambar 2-22.(Ga mb ar 2.(Ga mbar 3.(Gambar 3.23) Nonconformity : Bidang erosi yang terkubur merupakan batuan kristalin (plutonic atau metamorphic).

Ungular unconfor mity Ga mbar 2-24. Jenis kehidupan tersebut akan mat i dan terkubur dala m endapan sedimen yang nantinya akan menjadi fosil. Non confor mity 2. . Fosil dala m batuan di kelomp okkan menja di dua yaitu fosil fora m besar dan fosil fora m kecil. Fosil fora m besar dapat berupa cetakan maup un mengala mi silifikasi sedangka n fosil fora m kecil hanya dapat di klasifikasi dengan alat bantu mi kroskup. Paleo ntologi Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari jenis kehidupan masa lalu.7. F osil dari jenis tumbuh-tumbuhan atau binatang akan dipelajari spesifikasinya karena jenis fosil tertentu akan menu nju kkan masa kehidupan tertentu pula.42 Gambar 2-23.

Gempa bumi di definisikan adalah suatu peristiwa t erlepasan energi yan g telah sejak la ma di himpu n didalam batuan yang secara tiba-tiba energi yang terkumpul tersebut dilepaskan dengan bentuk melalui patahan dan gesrekan dan dirambatkan sebagai getaran-getaran dalam batuan . Energi yang kuat dilepaskan akan menyebar dari pusat gempa sebagai gelombang -gelombang seismic kesegala . Wilayah-wilayah yan g terjadi bencana gempa bu mi kelihatannya mengikut i jalur-jalur tertentu.8.43 Berdasarkan fosil tersebut maka batuan ya ng mengandung fosil tersebut dapat diketahui umur batuannya sehingga dapat digu na kan untuk menentuka n urutan umur geologi (geology ti e). Gempa Bumi Gempa bu mi merupakan salah satu gejala alam yang bersifat sangat mengha ncurkan. Tabel 2-5 Waktu geologi § § 2. banyak korban jiwa dan harta benda.

yang mengapung diatas lapisan yang bersifat plastis yang disebut astenosfir. Meskipun energi yang dilepaskan tersebut cepat hilang dan melemah. Dalam teori tektonik lempeng bahwa litosfer yang bersifat padat dan kaku yang merupakan lapisan paling luar dari bumi terdiri dari lempengan-lempengan yang terpisah-pisah. Gambar 2-25 Gempa tektonik . tetapi getaran tersebut dapat direkam oleh alat pencatat yang disebut seismograf. Sebagian besar gempa bumi terjadi disebabkan adanya gesrekan yang timbul pada batas lempeng litosfir yang terjadi pada patahanpatahan yang banyak terdapat dalam kerak bumi.44 arah dan makin jauh akan melemah.

Berdasarkan jenis dari su mber energi penyebab terjadinya gempa bumi dapat dibedakan : 1. Gempa volkanik 3. Gempa tektonik 2. Gempa bumi yang paling dahyat terjadi di sepanjang sesar-sesar besar yang berges er secara mendatar. sep erti dis epanjang sesar semangko di S umatra.45 Gambar 2-26 Titik-titik pusat gempa tektonik Indonesia merupakan salah satu wilayah dimu ka bumi yang mempunyai tingkat kegempaan yang tinggi. Gempa s ebagai akibat runtuha n/gerakan tanah dan amblesan . Pada da erah batas lemp eng tersebut akan terjadi int eraksi dengan penunja man dari salah satu lempengnya dan disitulah tempat terkumpulnya sumb er-su mb er gempa yang dala m. lemp eng Eurasia di utara yang relatif stabil dan lempeng pasifik yang bergerak ke barat dengan kecepatan ratarata 10 cm/th. yaitu lemp eng India Australia yang bergerak ke utara denga n kecepatan antara 6 ± 8 cm/th. Hal ini dis ebabkan karena indonesia merupakan tempat berinteraksinya 3 lempeng .

Perkiraan tentang kapan dan besar maksimal gempa yang akan terjadi berdasarkan gempa yang pernah terjadi yang akan digunakan untuk perencanaan bangunan sipil tahan gempa. Tugas seorang geologis adalah memperkirakan kemungkinan terjadinya gempa di sebuah tempat tertentu dan kemungkinan kekuatannya. Gempa buatan (leda kan dina mit atau percobaan nuklir) Gambar 2-27 Lempeng -lempeng kerak bumi Pembagian gempa berdasarkan kedalaman pusat gempa adalah : 0 ± 60 km 60 ± 300 km > 300 km Dangkal Cukup dalam Dalam Intensitas sebuah gempa di dasarkan pada banyaknya kerusakan yang ditimbulkan sebuah gempa pada permukaan bumi. Untuk dapat memperkirakan Ahli gelogi menggunakan peta-peta resiko seismic dan teori tektonik lempeng. sebuah skala Mercalli yang didasarkan pada pengamatan obyektif atas beberapa gejala pada beberapa permukaan bumi ketika berlangsungnya sebuah gempa.46 4. Bangunan tahan gempa diperlukan material ber kekuatan tinggi. .

47

- Batuan yang masif dan kokoh memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi bila dibanding dengan batuan lembek. - Material tanah, pasir jenuh, lepas akan meleleh(liquefaction) jika berada pada sebuah lereng, atau akan memadat jika material tersebut berada pada sebuah kondisi tertutup. - Penurunan pasir atau lanau lepas yang jenuh sewaktu terjadinya pembebanan dinamis dapat menimbulkan banjir lumpur. Guncangan yang dikirim ke struktur bangunan tersebut tergantung dari sambungan antara struktur dan bumi, seandainya sambungan tidak kuat, karena gaya geser yang dimiliki rendah, maka struktur tersebut dapat terlepas dari pondasinya dan berpindah tempat di permukaan tanah, sedangkan pada bangunan itu sendiri hanya akan terjadi getaran yang sangat kecil. Bangunan yang masif dengan kelambanan yang sangat tinggi dan dengan struktur yang terikat erat pada bawah tanah akan dapat bertahan di tempatnya, sedangkan struktur - struktur yang ringan akan mengikuti gerakan gempa bumi.

48

BAB III
PENYELIDIKAN GEOLOGI

Penyelidikan geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi geologi secara umum berdasarkan satuan tanah permukaan dan batuan. Penyusunan satuan tersebut dengan cara pengelompokan berdasarkan sifat-sifat fisik dan keteknikan yang hampir sama tentang jenis litologi, cara terjadinya, sifat fisik tanah secara umum, sehingga macam tanah dan batuan dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan tanah dan satuan batuan. Kualitas hasil penelitian lapangan ditentukan oleh penggunaan alat secara optimal berbagai teknik penelitian dalam lingkup anggaran biaya yang tersedia untuk kegiatan penelitian tersebut. Metode penelitian lapangan yang memberikan informasi data permukaan adalah berupa peta geologi, geomorfologi, foto udara dan informasi bawah permukaan dari interpretasi struktur geologi (dip batuan, posisi stratigrafi, umur dll), pengukuran geofisis maupun pemboran. 1. Peta Geologi, adalah sebuah gambaran dua demensi mengenahi sebuah daerah dan biasanya dibuat berdasarkan suatu tujuan. Peta geomorfologi dan foto udara dapat memberi informasi tentang selisih ketinggian, pola sungai, ciri-ciri topografi yang semuanya ini akan memberikan informasi perihal geologi bawah permukaan. Contoh suatu daerah sembulan batugamping (sayap antiklin yang terpotong) dikelilingi batuan yang lebih yang lunak akan nampak sebuah tebing yang curam dan landai yang berlawanan arah lereng. Sebuah alur erosi sepanjang arah patahan dan akan membentuk sebuah gawir patahan yang membentuk tangga. 2. Metode Geofisis, adalah perlu untuk mengontrol gambaran 3 demansi sebuah peta, yang diperoleh berdasarkan perbedaan sifat±sifat fissis dari berbagai macam batuan. Metoda seismik, didasarkan pada kecepatan rambat getaran suara yang tergantung dari kerapatan material dan massa; Metoda ketahanan elektrik adalah pengukuran terhadap hantaran elektrik terhadap berbagai macam batuan; Metode magnetik adalah berdasarkan pada sifat-sifat magnetis

49

pada batuan; Metode elektro magnetik, melakukan pengukuran terhadap hantaran sebuah medan elektro magnetik yang terinduksi; Metode georadar, melakukan pengukuran terhadap reflaksi gelombang radio yang terinduksi; Gravimeter, adalah melakukan pengukuran terhadap variasi dalam medan gaya berat. Beberapa metode geofisis di permukaan bumi, antara lain : a. Refraksi seismik Prinsip : Variasi vertikal dan horizontal dalam bawah tanah dari rambatan gelombang kejut kita amati melalui perubahan dalam lama perjalanannya Struktur bawah tanah, kecepatan rambat gelombang seismik Jenis petunjuk : untuk berbagai satuan dalam bawah tanah, permukaan airtanah dapat kita catat sebagai perbandingan kecepatan antara massa jenuh dan massa tidak jenuh. Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan penutup, Penggunaan : penentuan sifa-sifat batuan dan lapisan penutup, mis: porositas, diskontinuitas, stastisitas, kadar zat cair. Pada prinsipnya semua jangkauan kedalaman adalah mungkin. Hasil yang dicapai lebih cermat namun tekniknya lebih mahal dibanding metode hambatan elektrik. Ada kalanya diperlukan bahan peledak untuk menghasilkan gelombang kejut. b. Rrefleksi seismik Prinsip : Gelombang sonik yang dihasilkan dekat permukaan air direfleksikan oleh dasar laut, dasar sungai, dasar danau dan oleh bidang pemisah lapisan batuan dibawahnya. Lokasi dasar dan bidang pemisah lapisan batuan dibawah Jenis petunjuk : dasar. Kecepatan rambat gelombang seismik pada batuan bawah permukaan. Pemetaan dasar laut, sungaidanau dan struktur geologi. Penggunaan : penentuan sifat-sifat massa batuan. Memungkinkan

50

penelitian dalam tanah dan batuan. c. Metode hambatan elektrik Prinsip : Mengukur variasi vertikal dan horizontal yang menyangkut perubahan dalam hambatan elektrik arus listrik. Posisi, batas, dan hambatan dari berbagai satuan bawah Jenis petunjuk : tanah Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan tanah, kadar Penggunaan : kelembaban tanah, permukaan air tanah. Kedalaman maksimum sekitar 30 m. Dipengaruhi oleh jaringan pipa bawah tanah. d. Metode magnetik Prinsip Jenis petunjuk : Pengukuran terhadap variasi dalam medan magnit : Variasi dalam komponen horizontal dan vertikal medan magnit bumi Penggunaan : Pencarian material magnit dalam lingkungan tidak magnetis atau sebaliknya. Besar badan atau struktur didalam bawah : tanah yang dapat dilacak tergantung dari kedalaman badan atau struktur tersebut di bawah permukaan dan hantaran magnetiknya. e. Metode elektro magnetik Prinsip : Pengukuran medan magnet yang dibangkitkan oleh getaran elektro magnetik, yang frekwensinya bisa bervariasi

tergantung dari metode yang digunakan. Hambatan elektrik dari bawah tanah atau profil-profil Jenis petunjuk : refleksi dari gelombang yang direfleksikan (georadar). Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan penutup, Penggunaan : pelecakan material yang perilaku elektromagnetiknya

menunjukkan penyimpangan. Very low frequenscy instrument: 15±150KHz, kedalaman 10±100m. Georadar (80±900KHz):1-20 m. Terrain

conductivity meter(9,8KHz): 6 ± 20m.

Besarnya butir tanah digambarkan dalam grafik lengkung gradasi atau grafik lengkung pembagian butir. Pemboran Penelitian geofisis perlu dikorelasikan dengan data langsung hasil pemboran. Adapun lingkup pemetaan meliputi : jenis tanah. sehingga perlu disusun program penelitian terpadu antara pemboran. Penentuan ukuran butir tanah dilakukan dengan dua cara yaitu untuk ukuran butir yang kasar dipakai saringan. parit uji.2. yaitu tanah dicampur dengan air dan diaduk kemudian dibiarkan .(Gambar 3-1) 3. perosokan dan tanah mengembang).1. sondir dan penelitian geofisis. bilamana terdapat kekurangan atau kelebihan salah satu ukuran butir tertentu maka tanah itu disebut bergradasi buruk. yaitu tanah dikeringkan dan disaring pada serangkaian saringan dengan ukuran lubang 3 inci sampai dengan no. Tanah yang ukuran butirnya dibagi rata antara yang besar sampai yang kecil dikatakan bergradasi baik. Tetapi biaya untuk pemboran cukup tinggi. sifat keteknikan (daya dukung. Analisis Besar Butir Tanah Sifat-sifat suatu tanah tertentu banyak tergantung kepada ukuran butirnya. Besarnya butir juga merupakan dasar untuk klasifikasi atau pemberian nama pada macam-macam tanah tertentu. Karena itu pengukuran besarnya butir tanah merupakan suatu percobaan yang sangat sering dilakukan dalam bidang mekanika tanah. sedangkan untuk ukuran butir yang lebih kecil dari pasir halus dipakai cara pengendapan. sifat fisik tanah/batuan.51 3. kondisi keairan dan bahaya lingkungan beraspek geologi. 200(200 kawat/inci) yang hampir sama dengan ukuran pasir hingga lanau. 3. testpit dan terowongan eksplorasi. Peta Geologi Teknik Peta geologi teknik merupakan peta yang menyajikan informasi tentang data karakteristik dan sifat keteknikan tanah/batuan disuatu daerah/wilayah. sedangkan apabila besar butir hampir sama disebut bergradasi seragam.

52 berdiri supayabutir-butir mengendap. V = Kecepatan turun butir. Butiran-butiran dalam suatu suspensi akan menurun dengan kecepatan yang tergantung pada ukurannya. adalah sebanding dengan pangkat dua dari ukuran butirnya. M = Konstanta Jadi D = ˜ Hr/t Gambar 3± 1 . Kecepatan ini menurut hukum Stokes. V = ( D/M)2 D = Diameter butir. Peta geologi teknik .

53 Hr = tinggi turun . Berat jenis suatu campuran air dan tanah tergantung konsentrasi butiran yang tergantung di dalamnya. B = berat tanah/cm3. B = G/(G-1) (Rh ± 1 ) P = 1000B/W x 100 G = berat jenis. Dengan cara mengukur berat jenis suspensi berarti dapat menghitung banyaknya tanah yang ada dalam campuran tersebut.3. Biasanya pengukuran dimulai setelah satu menit dan diteruskan pada jangka waktu tertentu selama 24 jam. Rh = pembacaan hidrometer. Istilah-istilah yang dipakai untuk pembatasan seperti sketsa dibawah ini: Basah Keadaan cair (Liquid) Kering solid plastic semi-plastic Batas cair (LL) Batas Plastis (PL) Batas pengerutan ( SL) Gambar 3 ± 2 Batas-batas aterberg . t = waktu Butir-butir sebesar D akan turun sejarak H dalam jangka waktu t. W = Jumlah berat tanah dalam suspensi 3. P = prosentase . Batas-Batas Atterberg Batas atterberg adalah batas cair dan batas plastis.

54 1. Keaktifan . 3. Klasifikasi platisitas tanah berbutir halus dibagi lagi menjadi plastisitas rendah (LL < 35 %).4. Indeks kecairan (LI) adalah kadar air tanah dalam keadaan aslinya biasanya terletak antara batas plastis dan batas cair dan biasanya berkisar antara 0 sampai 1. Sifat tanah tersebut dipakai untuk misalnya pembuatan jalan dan Indeks plastis juga biasanya dipakai sebagai salah satu syarat untuk bahan yang akan dipakai untuk pembuatan jalan. LI diperoleh dari persamaan : LI = (w-PL)/(LL-PL) = (w-PL)/PI Kegunaan batas-batas atterberg adalah suatu gambaran secara garis besar akan sifat-sifat tanah. Cara mengetahui batas cair tanah dengan beberapa contoh tanah dengan bermacammacam kadar air dan dilakukan uji dengan alat batas cair. maka akan diperoleh banyaknya pukulan sampai dua alur tersebut berimpit. maka dari grafik tersebut dapat dibaca kadar air pada 25 pukulan. 2. 3. Batas cair (LL) adalah kadar air tanah bilamana diperlukan 25 pukulan. Tanah yang batas cairnya(LL) tinggi biasanya menpunyai sifat teknik buruk yaitu kekuatan rendah. plastisitas sedang (LL=35 ± 50 %) dan plastisitas tinggi (LL > 50 %). Batas plastis (PL) adalah kadar air pada batas bawah daerah plastis. Kadar air ini ditentukan dengan memplintir tanah pada plat kaca sehingga diameter bulatan dari batang tanah yang dibentuk mencapai 1/8 inci dan apabila tanah mulai mencapai pecah/retak-retak maka kadar air tanah itu adalah batas plastis. Data kadar air dan jumlah pukulan masing-masing contoh dibuat grafik. compresibility tinggi dan sulit memadatkannya. Indeks plastis (PI) adalah selisih antara batas cair dan batas plastis dimana tanah tersebut dalam keadaan plastis.(PI =LL ± PL ) dan batas cairnya memberikan satu titik pada suatu diagram plastisitas. 4.

Kapasitas penggantian kation dalam milliekivalen (meq)/100g lempung juga digunakan sebagai indikasi suatu aktivitas.25 Klas Sedang Tidak aktif ktif kaitannya dengan perubahan volume merupakan .150 © © Tabel 3-1 Klasifikasikan aktivitas lempung ktivitas( ) 0. Tarikan ini akan sebanding dengan kekurangan muatan neto dan dapat dihubungkan dengan aktivitas lempung.55 Tepi-tepi mineral lempung mempunyai muatan negatif neto.25 < 0.75 < <1. Tabel 3-2 Kapasitas penggantian mineral lempung Lempung Kaolinit Haloisit(4H2O) Illit Vermikulit Montmorilonit Kapasitas penggantian.(Tabel 3 ± 1) ktivitas( ) ¨ Indeksplas tis faraksi lempung( 2 m) ktivitas dalam pertimbangan utama dalam mengevaluasi tanah yang akan dipakai dalam pekerjaan pondasi. ini menyebabkan terjadinya usaha untuk menyeimbangkan muatan ini dengan tarikan kation. Skempton(1953) telah menngartikan secara kwantitatif disebut aktivitas dari lempung adalah perbandingan antara indeks plastis dengan prosen fraksi lempung berukuran < 2 Q m dan dikelompokan menjadi 3 klas. meq/100g 3 ± 15 10 ± 40 10 ± 40 100 ± 40 80 .75 > 1.

5 ± 1.5 0.2 . abu batubara(Ca & Al)..2 0. yaitu menggunakan hubungan antara selisih batas cair dengan batas plastis yang disebut indeks plastis pada kurve vertical dan batas cair berupa kurva yang horizontal. bahwa Ca akan lebih mudah menggantikan Na atau Mg dibandingkan dengan Mg atau Na untuk menggantikan Na. yang biasa digunakan adalah kalsium(Ca) yang terdapat pada batugamping. Tabel 3-3 Korelasi Keaktifan dengan jenis mineral Mineral Na-Montmorilonit Ca-Montmorilonit Ilite Kaolinit Haloisit(Terdehidrat) Haloisit Terhidrat) Atapulgit Alofan Mika(muskovit) Keaktifan 4-7 1.3 ± 0. 3.5.2 0. Makin tinggi kapasitas penggantian berarti banyak kation yang dibutuhkan untuk dapat mengubah suatu aktivitas.56 Aktivitas lempung dapat ditentukan dalam karakteristik plastisitasnya yang berubah oleh substitusi ion-ion logam dari tingkat yang lebih tinggi seperti terlihat pada skala substitusi: Li<Na<NH4<K<Mg<Rb<Ca<Co<Al Sesuai dengan skala tersebut diatas. Sebagian besar lempung cenderung mengembang apabila menjadi jenuh.1 0. semen dengan cara mencampur dengan lempung. Mineral Lempung Ternyata ada korelasi antara keaktifan dengan jenis mineral lempung yang diunkapkan Skempton(1953) dan Mitchell(1976). (Tabel 3-3). Pengembangan ini dapat dikurangi dengan cara penggantian kation . Teknik lain yang digunakan untuk mengetahui jenis lempung yang disarankan Casagrande dalam Holtz dan Kovacs(1981) (Gambar 3 ± 3) adalah mengunakan batas-batas atteberg.5 0.5-1.5-1.5 0.3 0.

3.2 0 Garis U 60 50 40 Indeks keplastikan 30 20 10 Klorit Kaolinit Haloisit Montmorilonit Garis A Ilite Batas cair 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Gambar 3 . Tabel 3-4. menurut Holtz & Gibbs (1956) dalam Bowles (1991) memberikan hubungan kasar yang dijumpai dan cukup dapat diandalkan untuk meramalkan terjadinya perubahan volume. Tanah lempung dapat diperkirakan akan mempunyai perubahan volume yang besar apabila indeks plastisitas (Ip) u 20.3 Kurva keplastikan Casagrande.4 Hubungan antara Ip.6.57 Kalsit Kwarsa 0. Ws & potensi perubahan volume Potensi perubahan volume Indek plastisitas (Ip) Daerah kering Batas susut (ws) Daerah lembab . Tabel 3. Tingkat Pengembangan Pemuaian lempung terjadi ketika kadar air bertambah dari nilai referensinya. Perubahan volume berhubungan langsung dengan batas susut dan sebagian berkaitan pula dengan batas plastis dan batas cair. sedangkan penyusutan terjadi ketika kadar air berkurang dari nilai referensinya sampai pada batas susut.

Jangka waktu terjadinya penurunan konsolidasi tergantung pada bagaimana cepatnya tekanan pori yang berlebih akibat beban yang bekerja dapat dihilangkan. Sedangkan cara yang mudah dan cukup dikenal adalah metoda Seed (1962) dan metode Gillott(1968) .58 Kecil Sedang Tinggi 0 ± 15 15 ± 30 > 30 0 ± 30 30 ± 50 > 50  12 10 ± 12 < 10 Beberapa metoda dan pengujian tanah telah dikembangkan untuk mengidentifikasi tingkat pengembangan tanah seperti yang dijelaskan dalam Holtz dan Kovacs (1981) yaitu pengkorelasian terhadap properti indeks dalam bentuk table 3-5.7. Karena itu koefisien permeabilitas merupakan faktor penting disamping penentuan berepa jauh jarak air pori yang harus dikeluarkan dari poripori yang ukurannya bertambah kecil untuk dapat meniadakan tekanan yang .(Gambar 3-6 & 3-7) 3. Konsolidasi Bekerjanya tegangan terhadap tanah berbutir halus yang jenuh akan menghasilkan regangan yang tergantung pada waktu dan penurunan yang dihasilkan. ataupun pengujian free-swell yang dikembangkan oleh Holtz dan Gibbs. Tabel 3-5 Potensi pengembangan tanah (Holtz 1959) Tingkat % perubahan Pengembangan volume Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah > 30 20 ± 30 10 ± 20 < 10 Kandungan Koloid (% .1 Q m) > 28 20 ± 31 13 ± 23 < 15 Indeks Plastisitas (IP) > 35 25 ± 41 15 ± 28 < 18 Batas Susut (SL) < 11 7 ± 12 10 ± 16 > 15 Metoda Gromko yaitu dengan melihat korelasi antara kerapatan kering insitu terhadap batas cair.

002 mm) 70 Gambar 3-4.59 berlebihan.5 Tinggi 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Persentase lempung (< 0. Diagram klasifikasi potensi pengembangan tanah (Seed 1962) 100 90 80 70 60 50 Indeks Plastisitas 40 30 20 10 0- Aktifitas=2 Aktifitas = 1 Sangat Tinggi Aktifitas = 0.002 mm) 90 100 . Karena itu lempung akan terjadi penurunan agak besar sedangkan pasir penurunannya agak kecil (Wesley. 5- 4- 3Aktifitas Sangat Tinggi Tinggi 2- Sedang 1- 0.Rendah 0 10 20 30 40 50 60 Persentase lempung ( < 0. 1975).

8.u ) tan J W = tegangan total pada bidang geser. Indeks tekanan berhubungan dengan berapa besarnya konsolidasi atau penurunan yang akan terjadi . H = jalan air( ½ tebal lapisan) 3. tegangan tanah terhadap dinding penahan dan kestabilan lereng.60 Sedang Rendah Gambar 3-5. u = tegangan air pori s = c¶ + (W . Oleh karena itu kekuatan tanah tergantung kepada gaya-gaya yang bekerja antara butirnya. J = sudut geser dalam . Keruntuhan geser dalam tanah adalah akibat gerak relatif antara butirnya. terutama untuk menhitung daya dukung tanah. Rumus untuk menghitung kecepatan penurunan (t) dilapangan adalah : t = tH2/Cv t = time faktor. Maka kekuatan geser tanah dapat dinyatakan dengan rumus : s = kekuatan geser. bukanlah karena butirnya sendiri hancur. Kuat Geser Tanah Pengetahuan mengenahi kekuatan geser tanah diperlukan untuk berbagai macam soal praktis. sedangkan koefisien konsolidasi berhubungan dengan berapa lama suatu konsolidasi tertentu akan terjadi. Diagram klasifikasi potensi pengembangan tanah (Gillott 1968) Parameter-parameter konsolidasi suatu tanah adalah indeks tekanan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv). Dengan demikian kekuatan geser tanah dapat diangap terdiri dari : bagian yang bersifat kohesi dan bagian yang mempunyai sifat gesekan.

Uji geser langsung adalah untuk mengukur parameter kuat geser sisa Jr dan parameter kohesi mendekati nol akibat regangan yang besar pada keadaan kekuatan sisa. Beberapa percobaan geser dasar yang dapat dilakukan terhadap suatu tanah. apabila dilakukan dengan kondisi drainasi yang sama. Pengujian dilakukan dengan menempatkan contoh tanah kedalam kotak geser yang terbelah dengan setengah bagian yang dibawah merupakan bagian yang tetap sedangkan bagian atas bebas untuk bertranslasi. Dua atau lebih pengujian tambahan dengan nilai Pv yang lebih besar. untuk membuat grafik bersekala hubunan dengan kuat geser (s) dengan tegangan normal. Uji ini dianggap para ahli dapat memenuhi syarat untuk regangan bidang yang cukup untuk dapat menyebutnya sebagai uji regangan bidang.6) 40 Tidak terganggu 30 20 Terbentuk kembali 10 0 0 20 40 60 80 Indeks plastisitas ( Ip) 100 . termasuk batu berpori bergigi untuk drainasi yang cepat diletakkan diatas contoh. harus memberikan hasil yang sebanding. maka akan diperoleh harga c (kohesi) dan J (sudut geser dalam). yaitu pada lokasi belahan kotak dan sejajar dengan beban horizontal. drainasi tanah pada umumnya baik dan terjadi seperti yang dihasilkan dalam percobaan. Kedua bagian ini akan menjadi sedikit terpisah dan blok pembebanan serta setengah bagian atas kotak bergabung menjadi satu. 1960) terlihat dalam kurva (Gambar 3. sedangkan untuk tanah yang berbutir halus akan mengering dengan sangat lambat oleh karena itu kecepatan percobaan merupakan suatu faktor yang pen ting. sebuah blok pembebanan. Kondisi-kondisi yang ditekankan diatas terutama bersangkutan dengan sifat-sifat drainasi tanah . Contoh diletakkan di dalam kotak.61 Kekuatan geser suatu tanah dapat didefinisikan sebagai tahanan maksimun dari tanah terhadap tegangan geser dibawah suatu kondisi yang diberikan. Kemudian suatu beban normal Pv dikerjakan. Uji geser langsung juga untuk menentukan arah dan lokasi bidang keruntuhan. Untuk suatu tanah yang berbutir kasar. Korelasi antara J dan persentasi lempung (Bjerrum & Simons.

(Gambar 3 ± 8) Tangkai bor tangan Stang bor Mata bor Iwan Gambar 3 -7. Hasil pemboran ini digunakan untuk mengetahui susunan lapisan dan jenis tanah dan dibuat log bor yang didalamnya tercantum lokasi elevasi cuaca profil bor kedalaman diskripsi lapisan kedalaman muka air tanah dan kedalaman pengambilan contoh tanah asli. Alat Bor tangan . Korelasi antara sudut gesek dalam dan indeks plastis ( Simons 1960 dalam Bowles 1991) 3. Bor tangan hanya dapat digunakan pada bahan -bahan yang cukup lunak terutama dalam lempung lunak sampai teguh(Gambar 3 ± 7). B Tangan Bor tangan adalah suatu alat yang mempergunakan berbagai macamauger pada ujung bagian bawah dari serangkaian setang bor.9. Bagian atas dari rangkaian stang bor ini mempunyai tangkai yang dipakai untuk memutar alat tersebut.62 Gambar 3-6.

sedangkan contoh asli harus masih menunjukkan sifat-sifat asli dari tanah dengan teknik pelaksanan sebagaimana mestinya dan cara pengamatan yang tepat. permukaaan dalam dan luar tabung harus licin. Contoh tidak asli diambil tanpa adanya usaha-usaha yang dilakukan untuk melindungi struktur asli dari tanah. dan kemudian ditekan (Bor mesin) atau dipukul(bor tangan) kedalam tanah asli yang akan diambil contohnya pada dasar lubang sampai masuk 60 cm. Pengambilan Contoh Tanah Contoh-contoh ini ada dua macam yaitu contoh tidak asli dan contoh asli. selanjutnya putar dan angkat tabung dengan hati-hati kemudian tutup dengan parafin. Sebelumnya bersihkan lubang bor sampai dasar.Keadan dan ukuran tabung contoh: tebal dinding harus setipis mungkin.10. . Log bor tangan 3. Tabung contoh dimasukkan kedalam dasar lubang bor. Derajat kerusakan contoh tanah yang diambil tergantung pada beberapa hal antara lain : . perbandingan luasnya jangan lebih dari 10 %.63 Gambar 3 ± 8.Cara pengambilan contoh asli dengan tabung silinder berdinding tipis dari bahan tembaga/besi di bagian atas disambung kepala tabung untuk dapat disambung dengan setang bor. maka kerusakan -kerusakan terhadap contoh bisa diusahakan sekecil mungkin dan segera dibawa ke laboratorium. ujung pemotong tabung harus cukup terpelihara.

a. seluruh inti bor dapat terambil dan pengujian setempat juga dapat dilaksanakan. Pemboran mesin adalah semua jenis pemboran y ang menggunakan penggerak dari tenaga mesin. Pemboran Inti/Pemboran Mesin Maksud dari pemboran inti dalam kepentingan penyelidikan geologi khususnya geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi bawah tanah. 1. Dalam teknik pemboran yang benar. Sistim pemboran mesin ini batang bor diputar secara mekanis dan putarannya diteruskan ke mata bor pada dasar lubang bor (Gambar 3 ± 9).Cara pelaksanaan. Pemboran geologi teknik. tanah pada dasar lubang bor harus betul-betul asli terhindar dari kotoran-kotoraan serta lumpur. tabung dan contoh sebaiknya ditekan kedalam tanah secara langsung dan jangan dipukul.: penyelidikan bahan tambang/endapan mineral mengetahui struktur geologi suatu daerah . meliputi dari jenis batuan. Mata bor ada bermacam -macam penggunaanya tergantung jenis tanah/batuan. Kegunaan. diuji dan di simpan dalam kotak contoh Secara umum penggunaan pemboran mesin ini adalah metode yang umum dilakukan dalam penyelidikkan tanah/batuan. daya dukung (SPT) dan tingkat permeabilitasnya (K). alat bor dan kapasitas pemboran yang dikehendaki. Inti batuan yang terpotong akan tertinggal dalam tabung inti dan diangkat kepermukaan untuk dianalisa.64 . sifat fisik.11. Untuk jenis tanah dapat diambil contoh tanah tidak terganggu (US) untuk diketahui sifat mekanika tanahnya. Secara komprehensip data tersebut dapat digambarkan dalam log bor geologi. 3. .Cara membuat dan membersihkan lubang bor. Dasar teori pemboran geologi teknik ada 2 jenis yaitu pemboran mesin dan bukan mesin.

0 66.4 48.8 62.61 41.4 ˆ ALAM mm) 21.2 28.0 44.45 11. Tabel 3 -6.8 22.5 57.8 50.2 38.2 36.46 8.65 - penyelidikan tanah dasar(bangunan sipil) pembuatan sumur eksplorasi & eksploitasi air tanah Pembuatan lubang pengeringan air dalam tambang bawah tanah Pembuatan lubang peledakan batuan b.6 35.68 4. Kotak inti. diamond core bit dll).5 60.44 4. pasir & kerikil lepas) dimulai dengan bor spiral(1 1/8´ 7/8 ´ ).2 .58 7.8 22. mata bor (Core bit.5 54.66 4. mesin pompa lumpur/air.66 6.2 73.56 5.4 35. lanau.93 2.7 46.1 57. Daftar peralatan bor & ukuran NAMA UKURAN E A B N ROT EW AW BW NW NX CASING AX BX NX EX ˆ LUAR (mm) 33.40 8. Prosedur pelaksanaan: Untuk perlapisan permukaan (lempung.6 44.9 38.2 500. c. Peralatan : Mesin bor & penggerak lengkap dengan peralatannya.88 6. Core barrel(penginti). closed spiral (2 ½´) atau spiral auger dengan pemboran sistim kering dari tiap 40 cm s/d 2/3 m dan di perbesar diameter 4 untuk persiapan memasang pipa pelindung (Casing) J 4 ½´).4 BERAT (KG/M) 4.00 88.8 77.

.6 41.2 28.angkat alat penumbuk 75 cm dan jatuhkan ke kepala penumbuk.66 BIT AX BX NX 49.5 kg) .0 2. Pelaksanaan: .hitung jumlah tumbukan setiap turun 15/10cm dari 45/30cm.N dihitung jumlah tumbukan dari 15 cm ke II & III atau 10 cm ke II & III .bersihkan lubang bor sampai dasarnya .Angkat split spoon perlahan-lahan .4 76.sambung batang bor dengan alat penumbuk(63. .masukkan split spoon(tabung belah) sampai dasar .3 600.4 54. Percobaan penetrasi standar (SPT) Percobaan ini dengan peralatan split spoon. alat penumbuk (Gambar 310) untuk mengetahui kekuatan lapisan tanah/batu.

67

Gambar 3-9. Sistim pemboran

68

SPT pada tanah (Kohesif & Non kohesif) digunakan untuk eksplorasi rutin semua jenis pondasi. Hubungan antara N dengan kepadatan relatif tanah non kohesif (pasir, kerikil, cangkang dll) dan konsistensi relatif tanah kohesif (lempung, lanau, gambut dll) terlihat dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3 -.7. Hubungan harga N dengan kepadatan relatif JENIS TANAH HARGA (N) 0±4 5 ± 10 NON KOHESIF (pasir, kerikil, cangkang) 11 ± 24 25 ± 50 > 50 0±1 KOHESIF (lempung, lanau, gambut ) 2±4 5±8 9 ± 15 16 ± 30 31 ± 60 > 60 KEPADATAN RELATIF Sangat lepas Lepas Sedang Padat Sangat padat Sangat lembek Lembek Teguh Kenyal Sangat kenyal Keras Sangat keras

69

Gambar 3 -10. Peralatan SPT

Faktor-faktornya:  Ukuran butir  Sifat aliran pori. Menyediakan kontrol terhadap kecepatan rembesan sehingga partikel tanah berbutir halus tidak tererosi dari masa tanah . Mengevaluasi jumlah rembesan b. yaitu kekentalan air  Angka pori tanah/batuan  Bentuk dan tata letak pori  Derajat kejenuhan Metoda pengukuran : Laboratorium dan Lapangan Dasar teori: Hukum Darcy¶ 1856: Kecepatan suatu sat cair (V) melalui suatu medium yang berpori berbanding lurus dengan gradien hidrolik (i) Contoh “h(tinggi-tekan) i = “h/L ~ V = KiA (ml/dt) ~ V = Q/t ~ K = V/iA i = Gradien hidrolik A = Luas penampang aliran t = waktu pelaksanaan pengukuran Q = Debit aliran V = kecepatan aliran air K = Koefisien permeabilitas “h = tinggi tekan Gambar 3-11. Percobaan Darcy Manfaat uji permeabilitas : a. Permeabilitas (K) Maksud dan tujuannya untuk mengetahui harga K adalah kemampuan batuan / tanah untuk dapat meluluskan air dibaah tekanan/tanpa tekanan. Mengevaluasi gaya angkat/ renbesan dibawah struktur hidrolik untuk analisis stabilitas c.70 3.

Uji tinggi konstan . Faktor-faktornya : 1. Studi mengenahi laju penurunan dimana perubahan volume tanah terjadi pada saat air tersingkir dari rongga tanah pada saat rongga terjadi pada suatu gradien energi tertentu. Apabila K kecil dan adanya penguapan K besar 5.71 d.  ht Gambar 3-12. Tinggi konstan A = Tabung berisi air dan mendapat tambahan air agar mempunyai tinggi permukaan yang tetap. Struktur tanah di lapangan akan berubah/hilang untuk di laboratorium. B = Tabung berisi contoh batuan dengan panjang contoh L (cm)dan luas penempang A C = Tabung penempang air untuk mengukur volume air yang tertampung Q (cm3) selama waktu tertentu (t) h tanah L K ! QL Q/t cm/dt. Untuk hemat waktu gradien hidrolik laboratorium delta h/L sering dibuat 5/> . Constant head test (Uji tinggi konstan).1 ± 2 Cara pengukuran : 1. nilai K vertikal(Kv) dan K horisontal(Kh) sangat berbeda. Ukuran contoh untuk pengujian di laboratorium sangat kecil 4. bahkan mencapai tingkat Kh=10 ± 1000. Pengujian laboratorium untuk harga K biasanya kurang dapat diandalkan walaupun prosedur dan peralatan sudah diperhatikan. 3. Cara pengujian : Uji laboratorium dan uji lapangan A. Mengendalikan rembesan dari tempat penimbunan bahan-bahan limbah yang berbahaya. Tanah di lapangan umumnya berlapis (sulit ditiru di laboratorium) 2. e. Pada pasir. akibat proses sedimentasi. pada hal di lapangan mungkin bernilai 0.

Pengujian ujung terbuka(Open end test). Uji Pemompaan Sumur (Well Pumping Test ) Pengujian ini dilakukan karena pada dasarnya karena adanya dua macam aliran yaitu : aliran langgeng (equilibrium) dan aliran tak langgeng (non equilibrium) Sumur dipompa Lubang bor observasi M.3 Q/tLog 10 r2/r1 2 2 T (h 2  h1 ) Gambar 3-14.(Uji tinggi jatuh) Rumus yang digunakan : K = 2. . .t1) log ho h1 ho L B h1 C A = Tabung dengan luas A & berskala B = Tabung berisi contoh batuan dengan panjang L & luas A terletak di dalamnya C = Tabung penampungan air melimpah t = Waktu penurunan dari ho ± h1 Gambar 3-13.3 A aL A(t0 .Pengujian perkolasi. Uji tinggi jatuh B.T Q/t A = luas permukaan (silinder) A = sTr2i = s/dr Hukum Darcy : h2 /t = Kai h1 r1 r2 Rumus : K = 2.Uji pompa. Uji pemompaan sumur .Pengujian packer 1.72 2. Falling head test .A. Uji di Lapangan Beberapa cara pengujian di lapangan antara lain : . .

A. Open End Test Pengujian dilakukan pada batuan yang mudah runtuh dan dasar lubang bor terbuka untuk di uji karena dinding tertutup casing.T Gambar 3-15. Pengujian Perkolasi Pengujian ini dilakukan apabila batuannya lunak tetapi tidak mudah runtuh.5 rh. kemudian air dibiarkan turun sendiri dan hitung penurunan air dalam casing/lubang bor dalam waktu t  Rumus : K = r 2 Ln L r Ln h1 h2 untuk L > 8r 2 (t 0  t1 ) . Persyaratan: Tebal lapisan lulus air di atas dan dibawah ujung pipa pelindung harus paling sedikit 10 r ( r = jari-jari lubang bor). lakukan minimal 5 kali pentahapan pengujian. maka K = Q/5. Dengan mempertahankan tinggi air pada casing dengan pemompaan sebesar Q (debit air) . masukkan air kelubang bor sampai penuh (konstan dipermukaan casing).T 1 Open hole H g1 = H gravity pada MAT1 Hg2 = H gravity pada MAT 2 Q = debit air diatur konstan pada casing 2r = diameter lubang bor h = H gravity 2 = Panjang lapisan yang diuji L Hg2 10r L 10 r M. Meter air Q Casing Pengatur debit air Hg1 2r Muka tanah M.A.73 2. Pelaksanaannya: bersihkan lubang bor. Open end test 3.

Pengujian Packer Pengujian ini dilakukan pada batuan keras sehingga dapat menahan tekanan packer dan dapat menggunakan 1 packer untuk menguji dibawah packer (single packer) dan 2 packer untuk menguji diantaranya (Double packer). 33 % P max. 10r > L > r . L > 10r. Pelaksanaanya air di pompakan dengan tekanan konstan langsung kedalam lapisan batuan melalui sebuah pipa.   L ln 2TLH r Q 103 LU = HL = Debit air masuk l ubang dalam cm3/min = Total head L = Panjang lubang yang di uji. 66 % P max. kemudian uji ulang dengan tekanan yang berbeda-beda. Pengujian perkolasi 4. selama 15 menit.74 h Muka tanah ho h2 M.A. 100% P max. 66 % P max. yaitu 33% P max.T h1 h1 h2 L MAT to t1 t2 ho r = jari-jari lubang bor/casing L = panjang lubang yang di test h = tinggi muka air dalam lubang t = Waktu penurunan Gambar 3-16. 2TL  Rumus K = Q . K =  in h -1 L 2r . 1 Lugeon Unit (LU) : adalah banyaknya air yang masuk dalam massa batuan dengan 1 liter/menit/meter pada tekanan 10 kg/cm2 .

Pengujian Packer Untuk tidak jenuh . H = P + (Hd ± L/2) + Hg Jenuh Keterangan : H P Hd L Hg Hs = Total head = Tekanan = Kedalaman lubang = Panjang lubang yang di uji = Tinggi tekanan dari muka tanah = Static water head(MAT ke muka tanah) . H = P + Hs + Hg Sin h±1 = Arc hyperbolic sinc . Sin h-1 x = Ln (x + ˜ x2 + 1) .75 Pengatur debit air utk P P Hg Muka tanah Casing Hs Packer MAT 1 Hd L L/2 MAT 2 Gambar 3-17.

Kisaran harga k terhadap macam tanah MACAM TANAH Pasir non lempung Pasir halus Pasir lanau Lanau Lempung K (Cm/dt) 10 ± 5 x 10-3 5 x 10-2 ± 10-3 2 x 10-3 ± 10-4 5 x 10-4 ± 10-5 3-6 ± 10-9 -2 3. Nilai relatip untuk permeabilitas (Tersaghi & Peck) K (m/dt) 10-3 10-5 10-7 10-9 < 10-9 Nilai relatip Sangat permeabel Cukup permeabel Kurang permeabel Sangat kurang permeabel Impermeabel Material Geologi Kerikil kerakal.9. Log bor geologi teknik. (Gambar 3-18). Harga SPT. berdiaklas Pasir. pasir halus Pasir berlanau Lanau lempung Tabel 3. Data CR ini akan mencerminkan teknik pemborannya bagus atau memang kondisi batuannya banyak rekahan atau hancuran(breksi sesar) sedangkan RQD ini akan menunjukkan kualitas batuan. Log bor geologi teknik merupakan data geologi yang digambar secara komprehensip dari beberapa data : Kedalaman dan ketebalan batuan. Kedalamaman simple (US). Harga Permeability (K).76 Tabel 3 ± 8.Hasil perolehan pemboran juga didata yaitu % perolehan inti (CR) hasil panjang inti dibagi jumlah target kedalaman kali 100% dan jumlah panjang inti > 10 cm dibagi kedalaman pemboran kali 100 % (RQD). .

Log bor geologi teknik .77 Gambar 3-18.

1974) sebagai q a = N Kd F1 B ” F4 B = dimensi sisi terkecil dari pondasi.33 N = jmh uji SPT Fi = Konstanta yang tergantung pada satuan yang dipakai Perhitungan tumbukan rata-rata N SPT. 1. Daya Dukung Daya dukung dapat dikelompokan menjadi daya dukung teoritis dan daya dukung dengan metode Empiris.33 D/B” 1. suatu nilai qa untuk pondasi yang dapat membatasi penurunan tidak lebih dari 25 mm telah diberikan oleh Meyerhof(1956. Pada tanah tidak kohesif. Ujung tersebut yang berbentuk kerucut dihubungkan dengan suatu rangkaian stang-dalam. dan faktor keamanan F = 3(tanah kohesif). dengan kapasitas 250 Kg/cm2 atau 500 kg/cm2. nilai Terzaghi Nc. Mengambil kuat tekan tak terkekang qu sebagai daya dukung izin merupakan praktek yang biasa dilakukan. pada zona efektif dibawah suatu pondasi adalah 15. Ada 2 macam ujung penetrometer yang biasa pakai yaitu . juga dengan alat Sondir yaitu khusus untuk mengetahui kepadatan relatif tanah(qc). Pada tanah kohesif kita dapat memakai kekuatan uji tekan tak terkekang qu. Perkiraan daya dukung izan qa.12.3 m dan tanah dalam zona pengaruh adalah pasir kasar yang agak padat. kaki atau m D = kedalaman pondasi dalam satuan B Kd = 1 +0. dengan menganggap bahwa kedalaman pondasi D adalah 3. dan casing luar ditekan dalam tanah dengan pertolongan suatu rangka dan dongkrak yang dijangkarkan pada permukaan tanah. Dengan alat sondir ini ujungnya ditekan secara langsung kedalam tanah sehingga tidak perlu lubang bor. Penelitian daya dukung batuan dapat dilakukan bersama-sama dengan pemboran geologi teknik pada kedalaman tertentu dengan Standart Penetrasi Test (SPT) dengan harga N. Daya dukung dengan metode empiris Metode empiris ini telah dipakai untuk secara langsung mendapatkan daya dukung pondasi.78 3.

Sebaiknya dapat dimengerti dengan jelas bahwa nilai konis yang diperoleh dengan alat sondir ini tidak dapat disamakan dengan daya dukung tanah yang bersangkutan. seluruh tabung luar tinggal diam. Hasil-hasil penyelidikan dinyatakan dalam bentuk grafis. Pada macam standard yang diukur hanya perlawanan ujung (nilai konis) ini dilakukan hanya menekan pada stang dalam. ujungnya berbentuk kerucut (konis) 60° dengan luas penampang 10 cm2 dan untuk kedua macam ini ujung ditekan kebawah dengan suatu rangkaian stang-dalam dan casing luar(Gambar 3 ± 19). dan friction sleeve (bikonis). tapi sepintas dapat melihat apakah hanya ada satu lapisan tanah atau ada beberapa lapisan tanah yang berbeda. sampai ke titik pengukuran berikutnya. yang segera akan menekan konis tersebut kebawah(20 cm). Setelah dilakukan pengukuran casing luar dimajukan. yang mungkin dapat dihubungkan secara empiris dengan sifat-sifat fisik batuan/tanah dari log bor pemboran seperti gambar (3 ± 20) Misalnya nilai sondir pada lapisan pasir dapat dipakai sebagai petunjuk mengenai kepadatan relatif pasir tersebut. Gaya yang dibutuhkan untuk menekan kerucut kebawah diukur dengan suatu alat pengukur(gauge) yang ditempatkan pada kerangka dongkrak dipermukaan tanah. Nilai konis merupakan suatu angka empiris. Grafik sondir akan memberikan gambaran yang baik mengenai kondisi tanah.79 standard type(mantel konis). nilai konis digambar dalam kg/cm2 dan hambatan pelekat digambar sebagai jumlah. walaupun tidak memberikan macam tanah. Gambar 3 ±19. Alat sondir .

80 Gambar 3-20 .

K = berat isi efektif tanah.74 Nq = 1. Daya dukung tidak akan bertambah tanpa adanya pembatas. sehingga akan menghasilkan kerapatan kering yang rendah. . Ni = faktor daya dukung.14c. Terzaghi (1943) memodifikasi masalah Prandtl dan mendapatkan untuk alas tumpuan lajur menjadi : qbatas = c Nc + KDNq + ½ KBNK Keterangan: D = kedalaman alas tumpuan.81 2. 2. 3. Mengontrol perubahan kadar air dari nilai referensinya. sehingga kedalaman alas tumpuan dibatasi sampai sekitar 2 B atau nilai Nq yang direduksi dipakai untuk kedalaman yang lebih besar. Sebagian teori daya dukung didasarkan atas teori plastisitas. maka akan mengurangi Ip dari 20. Prandtl(1920) alas tumpuan pada lempung jenuh. B = lebar alas tumpuan . Tambahkan bahan pencampur seperti gamping yang terhidrasi(mati). biasanya diasumsikan kondisi tak terdrainase(J = 0). Pada umumnya persamaan Terzaghi berlaku untuk alas tumpuan dangkal di mana D e B dan didapatkan Nc = 5. Padatkan tanah pada keadaan yang lebih basah dari optimum. Beberapa prosedur untuk menstabilkan tanah antara lain: 1. Daya dukung teoritis Daya dukung teoritis adalah daya dukung batas suatu tanah dibawah beban alas tumpuan terutama tergantung pada kuat geser.0.00 NK = 0. maka daya dukung batas adalah : qbatas = (T + 2) c = 5.

Geologis (morfologi. 2.82 BAB IV GERAKAN TANAH 4. adanya lensa-lensa pasir dsb. jenis batuan. Faktor jenis batuan : batuan sedimen lebih mudah lapuk bila dibanding batuan beku. mendatar atau miring dari kedudukan semula yang terjadi apabila terdapat gangguan kesetimbangan massa pada saat itu. 4. Faktor morfologi yaitu: punggung bukit yang curam. 1965 : Gerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak. Faktor struktur geologi : kekar dan sesar 3. melidah. Definisi  Thornbury. struktur. Gangguan dalam . batang pohon yang bengkok dll. 1975 : Proses yang terjadi dibawah pengaruh gravitasi tanpa adanya media transportasi / merupakan bagian dari turunnya lereng  Purbo Hadiwijoyo. akar tumbuh2an. (b).  Rangers. air dll) 1. retakanretakan terbuka dalam tanah.2. gempa). 1954 : Proses akibat gaya gravitasi secara langsung.1. 5. 4. Faktor air: Air hujan yang masuk ke pori-pori/retakan batuan akan menambah berat massa batuan itu sendiri. Faktor Penyebab Gerakan Tanah (a). Sedangkan penyebab gerakan tanah ditinjau dari konsepsi faktor keamanan dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu: Gambar : 2 Faktor2 penyebab gerakan tanah 1. Non geologis (budidaya manusia. stratigrafi. Faktor stratigrafi : Lapisan lunak terletak dibawah lapisan keras.

Secara Mekanika Proses longsoran suatu tebing dapat diuraikan sebagai berikut: (a). penurunan kohesi dan sudut geser dalam maupun kenaikan berat isi tanah. sehingga penciri geometri lereng memiliki harga kritis.3. Kedua sifat tersebut dipengaruhi oleh kadar air. sudut geser dalam . Berat massa tanah sebagai gaya pendorong dipengaruhi oleh: (a). Gangguan luar a. 3-1) 4. b. Longsor akan terjadi apabila gaya pendorong lebih besar dari pada gaya penahan. (b). Gempa akan menyebabkan tergoncangnya permukaan tanah dan dapat sebagai pemicu terjadinya longsoran. Pada massa tanah yang berada pada suatu lereng (tanah dengan permukaan miring) bekerja suatu gaya berat yang mendorong tanah untuk longsor. b.83 a. c. Semakin tinggi dan kemiringan tebing. Geometri lereng : suatu massa tanah /batuan memiliki harga batas ketahanan tertentu dalam membentuk suatu ukuran geometri lereng. 2. Curah hujan dapat meningkatkan kadar air. Gaya dorong diatas ditahan oleh gaya gesek dan gaya lekat pada bidang singgung antara massa tanah yang diam dengan yang akan longsor. Batuan pembentuk lereng: Batuan atau massa tanah pembentuk lereng memiliki sifat fisik yaitu berat isi.(Gambar. gaya pendorongnya makin besar pula . sifat mekanik yaitu kohesi. Vegetasi yaitu dengan akarnya akan menambah sistem kekuatan lereng sedangkan pengaruh penambatan akan menambah beban yang berpengaruh terhadap kestabilan lereng. (c). Longsoran masa tanah akan mengikuti suatu bidang tertentu yang memberikan nilai perbandingan terbesar antara gaya pendorong dan gaya penahan longsor. (d).

makin besar pula berat dan volumenya dan makin besar pula gaya pendorongnya. Sedangkan gaya penahan longsor dipengaruhi oleh: (a). Besarnya sudut gesek dan kohesi tanah dipengaruhi oleh keberadaan air tanah air yang mengisi pori-pori tanah merenggangkan hubungan antara butir-butir tanah sehingga mengakibatkan turunnya sudut gesek dan kohesi tanah.84 (b). Berat volume tanah yang dipengaruhi oleh kadar air. . Kohesi tanah yang memberikan gaya lekat. Sudut gesek tanah yang memberikan gaya gesek (b).

85 4 .

sehingga pada batuan dasar sebagai bidang gelincir dan tidak mampu menahan berat massa tanah tersebut kemudian akan terjadi longsor.86 Longsor itu terjadi dari lereng sungai yang terjal. (c). Vegetasi ini akan memperlambat limpasan permukaan sehingga meninggalkan resapan air ke tanah dan mengurangi jumlah limpasan air di permukaan tanah. yaitu : 1. (b). Perlakukan terhadap vegetasi penutup lahan yang mengakibatkan peningkatan erosi. Adanya vegetasi juga akan meningkatkan proses pelapukan tanah menjadi lebih gembur juga banyak mengandung bahan organik. Vegetasi Vegetasi yang menutup permukaan lahan berpengaruh besar terhadap gerakan air yang berasal dari air hujan. Dengan terjadinya curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing tanah pada tepi jalan maupun rumah akan menjadi rawan terhadap tanah longsor. Jadi keberadaan vegetasi tersebut satu pihak menguntungkan karena dapat mengurangi erosi permukaan tanah dan banjir. antara lain : 1. dengan kemiringan lereng sekitar 70 derajat dari tanah lapuk yang meresap air akan bertambah berat. Hujan tunggal dengan curah hujan tinggi 2. Akumulasi beberapa hujan dengan curah total yang tinggi . karena berat tumbuhan tersebut akan menambah beban terhadap gaya pendorong longsoran. . Faktor lain yang mempengaruhi terbentuknya kekuatan alam yang mendukung kejadian tanah longsor yaitu: (a). juga di lain pihak pada lereng lereng yeng terjal justru memicu terjadinya longsor. dan getaran gempa juga akan memicu untuk terjadinya peristiwa tanah longsor. Gempa Gempa yang berkekuatan tinggi bisa mengakibatkan saling terlepasnya butiran massa tanah. Campur tangan manusia Aktifitas manusia yang merubah kondisi permukaan lahan. Berdasarkan penelitian terdahulu diketahui bahwa ada beberapa jenis karakter hujan sebagai pemicu.

yang mengakibatkan mengurangi peresapan air hujan ke dalam tanah . Tipe Aliran (Flow) Roboh (Topples) .4. Penambangan yang meninggalkan galian dengan tebing yang terjal. Macam Gerakan Tanah Secara garis besar ada 5 tipe gerakan tanah . Tipe Luncuran(slide) c.87 2. Tipe Jatuhan (fall) b. 3. a. Pembangunan di permukaan lahan. 4. Pengolahan tanah. yang mengakibatkan peningkatan kerawanan tanah longsor 4.

 Secara berurutan gambar klasifikasi a ± e adalah sebagai berikut : . Klasifikasi Gerakan Tanah (a). Tipe Kombinasi( ompl c Gambar 4 2 : Macam-macam gerakan tanah 4. (e). 4-4). 1976).5. Klasifikasi gerakan tanah (DPU 1985) (Tabel 4 ± 3). (d). Klasifikasi gerakan tanah(Longsoran) ± dikutip dari ³ Landslides and Engineering ractice´ (Tabel 4 ± 2). Klasifikasi gerakan tanah (Varnes 1978) (Tabel 4-4). (c). Klasifikasi aliran sedimen (Barbara 1996) (Gb.88 d. Barbara 1996)   ) . 4-4. Klasifikasi gerakan tanah (United State Highway Reserch Board Landslide Commitee. Tipe Rayapan(creep) e.Rock Flows Gambar 4 -3: Klasifikasi Aliran batu(Rock Flows.(Gb. 4 -3 Gb. Tabel: 4-1) (b).

89 Gambar 4 . 1996) Tabel 4 ± 1 : Klasifikasi aliran sedimen (Barbara 1995) Tabel 4 2 : Klasifikasi gerakan tanah(Landslides and Enginee ing Prac ice)   Jenis gerakan Jatuhan Beberapa unit Jenis material Batuan Jatuhan batuan Penurunan Longsoran bongkah rotational secara mendatar Tanah Jatuhan tanah Longsoran bongkah Penurunan secara mendatar rotational . Klasifikasi Slurry flows dan GranularFlows (Barbara.4.

Runtuhan (fall) 2) Gelinciran (slide) Batuan Runtuhan batuan Gelincir Batuan rotasi Gelincir btn.lepas .tranplasi /planar Aliran batuan MACAM MATERIAL Tanah Bhn.tranplasi /planar Alirantanah Aliran bh.lepas Lumpur 3) Aliran (flow) 4). 1985) PENGELOMPOKA N MENURUT GERAKANNYA 1).90 Longsoran banyak unit Longsoran batuan Longsoran Puing Patahan penyebaran ke samping Semuanya tak terkonsolidasi Pecahan batuan Kering Pasir/ lanau Campuran Luncuran loss Runtuhan puing Luncuran puing Luncuran lumpur luncuran lambat tanah umumnya Plastis Luncuran Luncuran Luncuran Pecahan pasir Batuan Luncuran cepat Tanah Luncuran pasir atau lanau Basah Kom leks Kombinasi berbagai material atau jenis gerakan Tabel 4 ± 3 : Klasifikasi gerakan tanah (DPU. Kombinasi (complex) Aliran lumpur Kombinasi dari ketiga jenis longsoran di atas atau kombinasi material Runtuhan Runtuhan tanah Bhn.lepas Gelincir Tanah rotasi Gelincir tnh.

1976) Tabel 4 ± 4 Gerakan tanah (Varnes D. 1978) JENIS GERAKAN TANAH BATUAN Runtuhan JENIS MATERIAL TANAH TEKNIK BERBUTIR KASAR BERBUTIR HALUS Runtuhan bahan Runtuhan tanah rombaknan Robohan bahan rombakan Nemdatan bahan rombakan Nendatan tanah Robohan tanah RUNTUHAN batuan Robohan ROBOHAN LONGS ORAN batuan Beberapa Nemdatan ROT unit batuan ASI .91 Gambar 4 ± 5 Klasifikasi gerakan tanah (USHRBLC.J.

92 TRA NSL ASI Banyak unit Longsoran Longsoran blok bahan blok batuan rombakan Longsoran batuan Pencaran batuan Aliran batuan Longsoran bahan rombakan Pencaran bahan rombakan Aliran bahan rombakan Solifluction Lawina bahan rombakan Longsoran blok tanah Longsoran tanah Pencaran tanah PENCARAN LATERAL Aliran pasir/lanau basah Aliran pasir ALIRAN (rayapan dalam) Rayapan bahan rombakan kering Aliran blok Aliran tanah Aliran lepas KOMPLEKS Campuran dari dua/lebih jenis gerakan Gambar 4 ± 6 Tipe rayapan .

Tipe Jatuan .93 Gambar 4 ± 7. Tipe runtuhan tanah Gambar 4 ± 8.

Debris-flow hazards in the san francisco bay region Gambar 4 ± 10 Tipe luncuran Gambar 4 ± 11 Debris flow .94 Gambar 4 ± 9.

N.kegempaan dan aktivitas manusia. Kemampuan Geologi Teknik Menurut Muhamad Wafid A.95 Gambar 4 ± 12 Tipe luncuran Gambar 4 ± 13 Tipe Jatuahan Gambar 4 ± 13 Tipe Jatuhan 4. Suatu daerah yang rentan terhadap gerakan tanah perlu dilakukan Pen ilaian Zona Kemampuan Geologi Teknik yaitu berdasarkan data yang tersedia berupa data sekunder data hasil pengujian lapangan dan laboratorium serta analisis perhitungan parameter geologi teknik maka selanjutnya dilakukan penilaian geologi teknik yang berdasarkan pada faktor-faktor : tingkat kemudahan dalam .pengaruh kemiringan lereng .pengaruh keairan tataguna lahan struktur geologi .6.kondisi fisik dan keteknikan tanah dan batuan .(2004) Faktor ± faktor penyebab terjadinya proses gerakan tanah secara umum disebabkan antara lain: .

nilai perosokan tanah antara 0. (b). Kemiringan lereng berkisar antara 0 ± 8 sehingga kemudahan untuk dikerjakan dapat dengan mudah dilakukan. menengah. Untuk pendirian struktur bangunan. .(Gambar 4 -14) (a).96 mengerjakan.10 ± 0.Pada peta diberi warna biru. Pada peta ini diberi warna kuning. Daya dukung tanah permukaan hingga kedalaman 5 meter adalah 10 ton/m2. Zona Kemampuan Geologi Teknik Menengah Pada zona ini masih dijumpai masalah geologi bencana gunung api dan beberapa tempat masih mungkin terjadi gerakan tanah. penyelidikan tapak masih perlu dilakukan. Berdasarkan hal tersebut suatu daerah dapat dibagi menjadi beberapa zona kemampuan geologi teknik tinggi. Zona Kemampuan Geologi Teknik Tinggi Zona ini mempunyai kendala geologi teknik yang relatif kecil atau bahkan tidak ada.60 cm. rendah dan sangat rendah. Kemungkinan terjadi masalah geologi teknik dalam sekala kecil masih dapat terjadi seperti longsoran tebing dan erosi tebing sungai. kesederhanaan penyelidikan geologi teknik serta adanya kendala/masalah geologi teknik. kemiringan lereng berkisar antara 8 ± 30 derajat.

( ). Zona Kemampuan Geologi Teknik Rendah 97 Gambar 4 ± 14 : Pta zona kemampuan gelogi teknik .

Pada peta ini diberi warna merah. Daerah ini rentan terhadap gerakan tanah dan terdapat daerah yang berpotensi lempung mengembang. (b). Evaluasi Zona Geologi Teknik Untuk RUTR Sesuai kebijaksanaan pemerintah melalui Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) evaluasi geologi teknik terhadap kawasan pengembangan daerah sesuai penggunaan lahannya sebagai berikut: (a). bencana gunung merapi.98 Pada zona ini dijumpai kendala geologi teknik yang lebih besar. Bagi kawasan Pengembangan Industri yang diperlukan adalah pertimbangan daya dukung pondasi. 4. terutama di Zona Geologi Teknik Menengah. Kawasan Pengembangan. Perdagangan dan Industri Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik rendah dan Zona Geologi Menengah. sehingga agak kecil kemungkinannya untuk dikembangkan dan memerlukan biaya yang besar. Daerahnya merupakan dataran. sehingga sulit untuk dikerjakan. sehingga kemungkinan untuk dikembangkan sangat kecil atau membutuhkan biaya yang cukup besar. Kawasan Pengembangan untuk Perdagangan dan pemukiman Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik rendah dan menengah. Zona Kemampuan Geologi Teknik Sangat Rendah Zona ini mempunyai tingkat untuk terjadinya masalah geologi/geologi teknik sangat tinggi. sehingga sulit untuk dikerjakan.>70 derajat. Pendidikan.7. Kemiringan lereng berkisar antara 30 ± 70 derajat. sehingga perlu . daya dukung pondasi cukup tinggi. lempung mengembang dan masalah penurunan tanah. Untuk perencanaan rekayasa teknik pada lokasi tapak harus dilakukan penyelidikan rinci. Kemiringan lereng berkisar antara 30 . (d). sejauh tidak diperuntukkan bagi bangunan berat terutama pada Zona Geologi Teknik Mengengah yaitu di daerah sekitar aliran sungai.

99 rekayasa teknik dengan biaya agak tinggi. (c). Mengengah dan Tinggi. maka diperlukan penyelidikan geologi teknik rinci yang membutuhkan biaya cukup tinggi. Pada Zona Geologi Teknik Tinggi jenis tanaman yang sesuai adalah pertanian lahan kering. Kawasan Pengembangan bagi konserwasi alam dan lingkungan hidup/kawasan yang perlu dikembangkan berada pada Kawasan Zona Geologi Teknik Sangat Tinggi. karena umumnya merupakan areal hutan dan kawasan lindung. Pada Kawasan Pengembangan Petanian Tanaman Pangan yang berada pada Zona Geologi Teknik Rendah. Daerahnya berupa perbukitan dan pegunungan. Mengengah dan tinggi. Demikian juga dengan Kawasan Pemukiman yang berada pada daerah yang bergelombang dengan kemiringan lereng antara 5 ± 15 %. diperlukan pertimbangan pada jenis tanamannya. . Kawasan Pengembangan Pertanian Pangan Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik Rendah. dengan kondisi batuan yang mudah runtuh. karena pada daerah yang mempunyai kemiringan lereng yang agak terjal mudah terganggu kestabilannya. sehingga kawasan ini dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata yang terbatas. Kawasan pengembangan bagi konservasi alam dan lingkungan hidup pada dasarnya sudah sesuai pada zona Geologi Teknik Sangat Tinggi.

kebanyakan daerah berlereng terjal pada umumnya adalah tidak stabil kecuali pada batuan yang keras(intrusi batuan beku). Analisis Kestabilan Lereng Bentuk topografi roman muka bumi sangat bervariasi. . Beberapa lereng tidak mudah untuk dianalisis . pengaruh pembekuan dan pencairan. Proses energi dari luar tersebut adalah pelapukan. misalnya pada lereng yang mempunyai kondisi geologi komplek dengan bervariasi batuan dan mempunyai lempung retak-retak sehingga mengevaluasi kekuatan tidak mudah. beban goncangan. semakin curam akibat erosi dan gempa.. Faktorfaktor yang menyebabkan tidak stabil dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu faktor menyebabkan naiknya tegangan seperti naiknya berat tanah karena hujan. pengankutan dan sedimantasi. adanya beban bangunan. hal ini secara umum disebabkan adanya energi dari luar oleh matahari yang langsung menerpa muka bumi yang terdiri dari bermacam-macam jenis batuan yang mempunyai kekerasan yang berbeda-beda pula. Metode yang umum dilakukan adalah dari analisis stabilitas lereng didasarkan atas dari batas keseimbanganFaktor aman stabilitas lereng diistimasikan dengan menguji kondisi keseimbangan pada saat terhitung keruntuhan mulai terjadi . Kecepatan gerakan longsoran sangat bervariasi dari beberapa milimeter perjam sampai longsoran sangat cepat hanya beberapa detik. Metode ke dua tentan analisis lereng yang didasarkan atas teori elastisitas atau plastisitas untuk menentukan tegangan geser pada tempat kritis untuk dibandingka dengan kuat geser.100 4. gunungapi dan gempa bumi. Faktor yang menyebabkan kehilangan kekuatan adalah antara lain absorbsi air. kenaikan tekanan pori. Untuk longsoran sangat cepat dapat terjadi apabila kehilangan kekuatan secara mendadak seperti peristiwa gempa yang secara cepat mengubah pasir halus menjadi lumpur(likuifaksi) atau pada lempung sesitip. sedangkan energi dari dalam adalah berupa pembentukan pegunungan baik orogenesa maupun epirogenesa. pengikisan. proses pelapukan. hilangnya sementasi material.8. Bentuk muka bumi tersebut akan banyak dijumpai berupa lereng-lereng terjal dan landai.

Sudut geser dalam ( ). Semakin besar sudut geser dalam suatu material maka material tersebut akan . sedangkan gaya penggerak adalah gaya yang menyebabkan massa bergerak sehingga terjadi kelongsoran. sedangkan sifat mekaniknya adalah kuat geser batuan yang dinyatakan dalam parameter kohesi (c) dan sudut geser dalam ( ). Secara prinsip pada suatu lereng sebenarnya terjadi 2 macam gaya yaitu gaya penahan (R) dan gaya penggerak (W sin ). Bobot isi batuan( ). Gaya yang bekerja pada suatu blok di atas bidang miring 1. Nilai kohesi (c) diperoleh dari pengujian kuat geser langsung.101 (a) Kekuatan Masa Batuan Untuk analisa kestabilan lereng perlu diketahui sifat fisik dan sifat mekanik batuan. merupakan sudut yang dibentuk dari hubungan antara tegasan normal dengan tegangan geser di dalam material tanah atau batuan. adalah gaya tarik menarik antar partikel dalam batuan dinyatakan dalam satuan berat per satuan luas. Gaya penahan yaitu gaya yang menahan massa dari penggerak agar tidak terjadi longsoran. 3. Sifat fisiknya diperlukan data : bobot isi batuan ( ). Lereng akan longsor jika gaya gaya penggeraknya lebih besar dari gaya penahan atau W sin > R ( gambar 4 -15 ) R Wsin Wcos W Gambar 4 -15. Kohesi (c). akan menetukan besarnya beban yang diterima pada permukaan bidang longsor dinyatakan dalam berat per volume dengan rumus : n= Wn Ww  Ws n = Bobot isi batuan Wn = Berat conto asli Ws = Berat conto jenuh Ww = Berat conto Jenuh 2.

.( )......102 lebih tahan menerima tegangan luar yang dikenakan terhadapnya. = kuat geser dalam = tegangan normal . n = Tegangan normal Pn = Beban normal A = Luas penampang bidang geser . r = Tegangan geser residu Sr¶ = Gaya geser residu Sr´ = Gaya geser mundur Dari perhitungan dapat diperoleh harga Tegangan normal ( n ) dan Tegangan geser ( r) yang kemudian di plotkan dalam grafik. apabila > 1 stabil & < 1 longsor Dalam keadaan kering pada sebongkah batuan berada pada bidang yang melereng. Dari grafik tersebut akan diperoleh kekuatan geser massa batuan. = sudut geser normal =c+ tan Rumus perhitungan dalam pengujian adalah: .(Gambar 4-16) r n r c n Gambar 4 -16. dengan rumus : .. n = . Jadi F. Sudut geser dalam diperoleh dari hasil pengujian geser langsung... r= Sr = Pn A Sr A (Sr' Sr" ) 2 . c = kohesi .. faktor-faktor yang menunjang kestabilan bongkah adalah : .K = H/X m .. kohesi(c) dan sudut geser dalam.. Gaya-gaya yang bekerja pada bidang miring Faktor keamanan lereng terhadap longsoran tergantung pada ratio antara kekuatan geser tanah (H ) dan tegangan geser yang bekerja (X m).

Dalam menghitungkestabilan sebuah lerreng adalah : Fs(faktor keamanan) = gaya yang menghambat gerak gaya yang meningkatkan gerak Jika sudut lereng sebesar F . dengan rumus Fs = rT XW r r = Jari-jari lingkaran longsoran. Analisisnya dengan menghitung momen apung dan momen tahanan pada lingkaran longsoran. Tahanan geser dari setiap kolom akan .103  kohesi (c)  sudut gesek (b)  luas alas bongkah(A)  berat bongkah (W ) Apabila kekar yang berada di belakang bongkah berisi air. X = jarak titik berat massa ke garis vertikal dan titik pusat longsoran. W = berat massa . runtuhan yang sering terjadi melalui sebuah permukaan silindris (rotational slip). maka : Fs(kering) = Fs(basah) = cA  W cos F tan N W sin F cA  (W cos F  u ) tan N W sin F  V Didalam tanah. T X W Gambar 4 ± 17 : Unsur-unsur longsoran Dalam pratek kestabilan lereng dihitung dengan membagi dalam sederetan kolom vertikal. Sebuah gaya keatas (u) akan bekerja pada alas bongkah dan sebuah gaya ke muka (V) akan bekerja pada bagian belakang bongkah. T = gaya geser . maka kestabilan boongkah akan berkurang.

.gejala-gejala lainnya yang ada di lapangan.Penentuan Bidang Gelincir Untuk menetukan bentuk bidang gelincir pada penampang sepanjang as longsoran. patahan.9. mata air.data penampang geologi teknik.data pengujian laboratorium.104 bervariasi sesuai dengan tekanan normal terhadap bidang geser dan kemiringan bidang geser yang bersangkutan. hubungan antara kadar air dan batas-batas atterberg . hingga kita temukan busur lingkaran dengan faktor keamanan yang paling kecil. 7cl = crU . U . Setiap kolom dianggap sebuah bongkah pada bidang longsoran dan jumlahnya kita hitung. antara lain letak lapisan tanah yang terlemah . terlebih dulu harus menentukan faktor keamanan dari beberapa kemungkinan runtuhnya bidang silinder. 4. vegetasi dsb ! . Disamping itu perlu di evaluasi hal-hal sebagai berikut : . Fs = r ( § c  § W cos F tan N ) r § W sin F Fs == crU  § W cos F tan N ) § W sin F r A W Sin W Wos E l E Gambar 4 ± 18 : Kolom bongkah lereng tidak stabil Untuk analisis sebuah lereng dengan mengunakan metode tersebut diatas.data SPT . diperlukan minimal tiga titik yang menunjukkan letak atau kedalaman bidang gelincir.

lereng yang 3. Berkurannya gaya geser material atau bidang geser(Oleh pelapukan) 4. Material homogen kan Grafik Jambu L 0 0 2. Beberapa sebab suatu daerah menjadi rawan akan longsor antara lain : 1.Disarankan untuk ada dipakai bila tidak ada resiko II Mengguna Fellennius L 0 Fellenius kurang teliti.10.P.B 0 0 1.= tidak digunakan B = Baji No Analisis Cara 4. Tergantung pengalaman visual kestabilan seseorang. kan Bishop L. longsoran dapat dibagi menjadi 3 bagian. Analisis kemantapan lereng secara garis besar dapat dibagi 3 kelompok: pengamatan visual. Berubahnya kedudukan air tanah Kemungkinan lain untuk aktifnya kembali sebuah gerakan tanah adanya pembebanan terhadap bagian atas sebuah lereng atau adanya resapan air kedalam lereng (pengisian reservoar a ir tanah ).bentuk longsoran bisa bentuk rotasi atau translasi.P.Kurang teliti.B 0 Bray Keterangan : *) L = Lingkaran **) 0 = digunakan P = Planar . Tabel 4 ± 5 : Cara analisis kemantapan lereng Bidang Tanah Batu longsoran **) **) Keterbatasan *) I Berdasarkan Menbandin L. pengamatan gkan 2. Hilangnya penopang pada kaki bukit lereng( oleh erosi) 2. Penentuan Kondisi Geohidrologi Kondisi geohidrologi berdasarkan kondisi air tanah.105 . komputasi dan grafik.P. yaitu: .B faktor keamanan tetapi tidak dapat menghitung defirmasi III Mengguna Cousins L 0 1.B 0 0 hanya dapat menghitung 0 0 Komputasi Jambu L. Umumnya struktur Duncan P 0 0 sederhana Hock& P. Pembebanan terhadap bagian atas lereng 3.

sehingga nilai stabilitas lereng juga semakin kecil. pengaruh air tanah terhadap kestabilan lereng yaitu adanya tekanan keatas dari air pada bidang ± bidang lemah yang secara efektif mengurangi kekuatan geser dari batuan. Hal ini tentu akan menurunkan kekuatan massa batuan. Air permukaan sangat tergantung dari volume air permukaan dan daerah pengaliran. Seperti terlihat dalam rumus berikut: .106 Dipengaruhi oleh air permukaan yang merembes menjadi air tanah Dipengaruhi oleh kombinasi antara air tanah bebas . Daerah pengaliran dapat dipengaruhi dengan menentukan pola aliran air permukaan dari peta topografi atau foto udara. mata air. Apabila air tersebut masuk rekahan batuan juga akan mempercepat proses pelapukan batuan yang berarti akan memperlemah . Volume air permukaan dipengaruhi oleh faktor ±faktor antara lain: intensitas air hujan. maka makin kecil harga kekuatan geser dari batuan. air tanah sementara dan air tanah artesis Dipengaruhi oleh air tanah artesis Wolume air terdiri dari air permukaan dan air tanah. vegetasi. keadaan topografi. = c + ( ± ) tan = kuat geser batuan (ton/m2) c = kohesi (ton/m2) = tegangan normal (ton/m2) = tekanan air pori = sudut geser dalam Makin besar harga tekanan air pori. Kondisi air tanah yang dimaksud disini adalah ketinggian level air tanah yang berada di bawah permukaan lereng . Selain itu adanya air tanah tersebut juga dapat meningkatkan bobot isi batuan dengan memberikan sejumlah tambahan berat beban terhadap massa batuan. permeabilitas tanah permukaan. yang tentunya juga akan mempengaruhi kestabilan lereng.

yang kalau dihubungkan dengan arah kemiringan lereng akan dapat diperkirakan model potensial kelongsoran yang akan terjadi. (Gambar 4 -18. Sebaliknya jika arah dan kemiringan lereng berlawanan maka struktur geologi tersebut mempunyai pengaruh langsung yang lebih kecil terhadap stabilitas lereng. 3. Kemiringan lereng berjenjang diperoleh dari garis yang menghubungkan batas bawah dengan puncak lereng. Dari data struktur geologi tersebut dapat ditentukan orientasi arah umum bidang-bidang lemah.12.). sesar dan bidang perlapisan. maka struktur geologi tersebut mempunyai pengaruh langsung yang lebih besar terhadap stabilitas lereng. gempabumi yang dapat memicu akan terjadinya tanah longsor.( Overall slope). Faktor ± faktor luar Faktor luar yang juga berpengaruh terhadap kestabilan lereng adalah beban dinamik akibat alat-alat berat. Jika arah umum kemiringan bidang lemah searah dengan kemiringan lereng dan lebih landai dari kemiringan lereng.107 kekuatan batuan maupun kekuatan gesernya sehingga secara langsung akan mempengaruhi kestabilan lereng. Bidang-bidang lemah struktur geologi tersebut juga berfungsi sebagai tempat merembesnya air yang akan mempercepat terjadinya proses pelapukan batuan dan memperlemah kekuatannya. Struktur Geologi Keadaan struktur geologi yang harus diperhatikan pada analisis kestabilan lereng adalah bidang-bidang lemah seperti bidang kekar.11. 3. kegiatan peledakan. Geometri Lereng Geometri lereng adalah parameter antara tinggi (h) dan kemiringan lereng ( f) baik itu secara individu atau secara keseluruhan dari lereng berjenjang. Faktor keamanan lereng .

Pengaruh struktur geologi terhadap kestabilan lereng Longsoran suatu lereng umumnya terjadi melalui bidang tertentu yang disebut dengan bidang gelincir. Kestabilan lereng tergantung pada gaya penahan dan gaya penggerak yang bekerja pada bidang gelincir tersebut.0 lereng dalam kondisi stabil .108 (a) Kemiringan Struktur geologi searah lereng (b) Kemiringan Struktur geologi berlawanan lereng (c) Struktur geologi tidak beraturan (d) Tanah. Secara sistematis factor keamanan suatu lereng dengan rumus tersebut : Fk = Gaya penahan longsor Gaya penyebab kelongsoran Dengan ketentuan : Fk > 1. pasir atau material dengan spasi yang rapat lepas lainnya Gambar 4 -19.

adalah Fk >1.2 ± 1.0 lereng dalam kondisi kritis Namun pada kenyataannya penggunaan parameter kekuatan batuan dalam analisa kestabilan lereng tidak menjamin 100 % kekuatan massa batuan tersebut. Faktor keamanan yang direkomendasikan oleh Departemen Pekerjaan Umum 1994.3 untuk lereng tunggal.0 lereng tidak stabil Fk = 1. adanya air tanah 4 5 Kondisi lereng sederhana Pekerjaan sipil 1.109 Fk < 1. untuk lereng Tabel 4-6 Nilai faktor keamanan lereng pada berbagai kondisi No 1 2 3 Ketentuan Faktor keamanan lereng umum Analisis balik longsoran besar Minimum 1.5 Tabel 4-7: Faktor keamanan minimum kemantapan lereng .3 lapisan tanah/batuan yang lunak.0 dari hasil perhitungan Belem bisa menjamin lereng berada pada kondisi yang stabil. Fk > 1. Hal ini disebabkan karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam perhitungan faktor keamanan.2 1. Untuk itu diperlukan suatu nilai faktor keamanan minimum dengan s uatu nilai tertentu yang disarankan sebagai batas faktor keamanan terendah yang masih aman sehingga lereng dapat dinyatakan stabil atau tidak.1 Kondisi geologi yang komplek.3 1. conto batuan belum mewakili keadaan yang sebenarnya di lapangan serta cara mengatasi beban-beban luar yang ada. sehinga nilai factor keamanan 1. 1.5 keseluruhan. seperti kekurang telitian dalam pengujian conto di laboratorium.

25 1.5 1.2 1.8 1.1 1.8 1.4 Menengah Dengan gempa Tanpa gempa Rendah Dengan gempa Tanpa gempa *)Resiko tinggi apabila konsekuensi terhadap manusia cukup besar. **) Kuat geser maksimum adalah harga puncak dan dipakai bila massa tanah atau batuan yang potencial longsor tidak mempunyai bidang discontinuitas dan belum pernah mengalami gerakan.110 (DPU. Resiko menengah apabila konsekuensi terhadap manusia sedikit.6 1.1 1.5 1. Resiko rendah apabila tidak ada konsekuensi terhadap manusia dan bangunan .25 1.6 1.35 1.4 1.8 1.35 1 1.2 Tinggi Dengan gempa Tanpa gempa 1. Kuat geser sisa digunakan bila massa tanah / batuan yang potencial longsor mempunyai bidang discontinuitas dan atau pernah bergerak (walaupun tidak mempunyai bidan discontinuitas) Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan sehubungan dengan pemanfaatan suatu daerah dengan adanya bervariasi sudu t lereng. . bangunan tidak begitu mahal dan atau tidak begitu penting.75 2 1.5 1. bangunan sangat mahal dan atau sangat penting.3 1.1 1.5 1. 1994) Resiko*) Kondisi Bahan Parameter kuat geser **) Maksimum Teliti Kurang Teliti Sisa Teliti Kurang Teliti 1.

B. Penghilangan beban dr tumit lereng .8: Penggunaan /aktivitas dan sudut lereng yang optimum PENGGUNAAN/ % SUDUT LERENG AKTIVITAS Rrekreasi umum Bangunan terhitung Jalan urban/Kota Sistem septik Perkotaan Perumahan konvensional Pusat perdagangan Jalan raya Lapangan terbang Jalan kereta api Jalan lain 0-3 + + + + + + + + + + + + + + + 45% 3-5 + + + + + + + + + + + + 5-10 10-15 15-30 + + + + + + + 30-70 >70 + + + + 4. Memperbesar Gaya Penahan /Momen Penahan Untuk memperbesar daya penahan dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa metode perkuatan tanah diantaranya.13. drainase pipa. menempatkan berat tambahan pada kaki lereng. tembok penahan / dinding penahan tanah. Memperkecil Gaya Penggerak/Momen Penggerak. Gaya penggerak dapat diperkecil hanya dengan merubah bentuk lereng yaitu membuat lereng lebih landai.. memperkecil ketinggian lereng. menurunkan permukaan air tanah melalui drainasi atau pemompaan. Mencegah Runtuhnya Sebuah Lereng Untuk meningkatkan stabilitas lereng ada beberapa cara antara lain : A. pemotongan dinding.111 Tabel 4 . meniadakan beban yang memberati bagian puncak..

Terdapat 3 . b). Dinding penahan Kantile er dibuat dari beton bertulang yang tersusun dari suatu dinding vertical dan tapak lantai . Dinding Penahan Tanah Berdasarkan cara untuk mencapai stabilitasnya maka dinding penahan dapat digolongkan beberapa jenis antara lain : a). Stabilitas konstruksinya diperoleh hanya mengandalkan berat sendiri konstruksi.112 Pelandaian Saluran Sumur pompa Pengeringan Stabilitasi lereng Lubang injeksi semen kekar Gambar 4 ± 20 Cara menstabilkan lereng 1. Stabilitas konstruksinya diperoleh dari berat sendiri dinding panahan dan berat tanah diatas tumit tapak. Dinding gra i asi: biasanya dibuat dari beton murni(tanpa tulangan) atau dari pasangan batu kali.

c). Kontraford berfungsi sebagai pengikat tarik dinding vertical dan ditempatkan pada bagian timbunan dengan interval jarak tertentu. Stabilitas konstruksi nya di peroleh dari berat dinding penahan dan berat tanah diatas tumit tapak. adalah struktur ini adalah berfungsi seperti dinding2 penahan tanah yang memberikan tahanan horizontal dari tanah timbunan dibelakangnya. yaitu dinding seperti kontraford. f). Dinding Butters. struktur dianggap sebagai balok yang dijepit pada dasar dan di tumpu bebas pada bagian atasnya. sehingga foktor keamanan (Fs) dengan angker yang terpasang menjadi : Fs= Penambatan Kekar tan N (W cos F  K sin( F  N )) W sin F  K cos( F  N ) K = sudut angker - penambatan batu Angke r Tumpuan beton Baut beton . yaitu bagian dinding vertical . Pada bagian perencanaannya. Jika longsoran dari jenis batu dapat di stabilkan dengan angker(baut angker atau kabel baja) Sebuah angker tidak boleh membuat sudut > 90 r dengan bidang gelincir. kondisi lokasi. pada dinding ini bagian tumit lebih pendek dari pada bagian kaki. Abutment Jembatan. Dinding Kontrafort. maka bagian dinding vertical dan tumit perlu disatukan. perlu diperhatikan sifat tanah. d). tumit tapak dan ujung kaki tapak. Box Culvert. e). yaitu apabila tekanan tanah aktif pada dinding vertical cukup besar. Struktur konstrafort berfungsi memikul tegangan tekan. metoda pelaksanaan dan ketinggian.113 bagian struktur yang berfungsi sebagai kantilever. C. yaitu berfungsi sebagai portal kaku tertutup yang dapat menahan tekanan tanah dan beban vertical Untuk memilih jenis dinding penahan tanah. hanya bedanya bagian kontrafort diletakan di depan dinding vertical .

Geotektil Geotektil adalah bahan perkuatan tanah yang terbuat dari serat sintetis berbentuk lembaran-lembaran yang disusun secara berlapis=lapis untuk menahan tekanan tanah pada lereng. Grouting Grouting adalah salah satu metoda untuk meningkatkan stabilitas dan daya dukung tanah lereng. 3. mempunyai beberapa kelebihan di banding dengan dinding penahan tanah. niling. . Tiang pancang Tiang-tiang tersebut dapat berupa turap baja. 4.114 Jejala kawat Pengikat beton Tembok penahan batu Beton semprot Gambar 4 ± 21 : Cara penambatan batu 2. kayu dan sebagainya. pancang beton. angkur. Geotektil berfungsi sebagai jangkar pengikat dinding muka lereng dan menahan tekanan aktif Dalam beberapa hal geotektil . .

Munculnya rembesan air pada lereng (b).Retakan merupakan gejala awal lereng akan longsor (Gambar 4± 22) Gambar 4 ± 22 Kelabilan lereng .115 4.hujan deras .14. L -l awan l ngsor( ambar 4 ± ) . Pengenalan Gejala Gerakan Tanah Gejala adanya gerakan tanah yang perlu diwaspadai adalah : (a).Hujan tidak deras tetapi turun terus-menerus hingga malam .Tumpukan tanah gembur dan lolos air (lempung pasiran dan pasir) . H jan mi longsoran pasir lempungan .Lapisan tanah atau batuan yang miring ke arah luar .Waspadai retakan pada lereng saat atau setelah hujan .

(Gambar 4 ± 25) . Jangan lakukan Mendirikan bangunan di atas lereng rawan longsor Melakukan penggalian di sekitar kaki lereng mencetak kolam / sawah beririgasi di atas dan pada lereng rawan longsor aktivitas getaran di sekitar lereng rawan longsor menebang pohon pada dan sekitar lereng yang rawan longsor tinggal di bawah lereng rawan longsor saat hujan turun.116 Gambar 4 ± 23 Foto retakan tanah Gambar 4 ± 24 Foto jalan longsor (c).

117 Gambar 4 ± 25 Jangan lakukan .

Lakukan tindakan segera Tutup retakan dengan lempung atau material kedap air Hindari air meresap ke dalam lereng dan atur draiase lereng : buat paritan air hujan supaya menjauhi lereng dan tancapkan bambu yang telah dilubangi kedua ujungnya kedalam pabila retakan terus lereng Segera lapor ke aparat desa atau kelurahan setempat A berkembang meskipun telah ditutup segeralah mengungsi saat hujan turun.118 (d) .(Gambar 4 -26) Gambar 4 ± 26 : Waspadalah dan tindakan segera .

Sudah terjadi retakan tanah dan longsoran di beberapa titik Tidak disarankan untuk pemukiman. Rendah dan Aman. Disarankan untuk ditanami tanaman budidaya atau untuk dihutankan (pilih jenis tanaman yang berakar tunggang dan ringan. Menengah.9: Zona Kerawanan Terhadap Bencana Longsor TING KAT KERAWA N AN 1. pola terasering dan pola tanam. kemiringan lereng > 30º ± 50º. Kriterianya berdasarkan kemiringan sudut lereng batuan terkena struktur dan ketebalan tanah. Syaratnya telah dilakukan penelitian mengenal daya dukung dan kestabilan lereng tanah. pola drainase. Tingkat kerawanan sangat tinggi. hindari penggalian serta pencetakan ladang dan sawah pada lereng.119 (e). diselaselanya ditanami rumput atau tanaman budidaya yang pendek dan berakar tunggang). Kriteria Tingkat Kerawanan Tingkat kerawanan dapat dibagi 5 yaitu: Sangat rawan. Perkampungan terancam longsoran. Batuan terpotong-potong Sangat rawan oleh struktur kekar dan patahan. akan tetapi dengan persyaratan khusus dapat untuk pemukiman. Rawan. KRITERIA SARAN PEMANFAATAN LAHAN . Secara rinci dapat dilihat pada table 4 ± 9. Ketebalan tanah > 4 m. dibawah ini dan Tabel 4 . dengan jarak tanam antar pohon lebih dari 10 m. jenis konstruksi.

untuk menguras air hujan yang meresap ke dalam lereng dan menyalurkan air tersebut ke jalan air/lembah terdekat) . pola terasering dan pola tanam pada lereng. 3. . terdapat di daerah dengan kemiringan lereng 20º ± 50º dengan ketebalan tanah > 4 m dan belum Menengah banyak ditemukan titik longsor. perlu dibuat drainase untuk mengeringkan air saat hujan (berupa parit di bagian atas lereng. Hindari penggalian serta pencetakan ladang dan sawah. Pada lereng perlu ditanami dengan tanaman penguat(tanaman kayu ringan yang berakar tunggang dengan jarak tanaman antar pohon lebih dari 10 m.120 2. perkampungan terancam longsor. disarankan dibuat teras-teras pada lereng dengan perbandingan tinggi dan lebar teras 1 : 2. jenis konstruksi dan pola drainase. serta berupa bambu-bambu yang dilubangi dan ditancapkan pada bagian bawah lereng. kebun dan ladang terancam longsor. dapat untuk pemukiman dengan konstruksi ringan (kayu/bambu). Hutan campuran. disela-selanya ditanami rumput atau tanaman budidaya yang pendek). Layak untuk lahan pertanian dan perkebunan. Keriringan lereng lebih Rawan dari 45º dan batuan banyak terpotong-potong oleh stuktur patahan dan kekar. Sudah terjadi retakan tanah dan longsoran di beberapa titik Tidak layak untuk pemukiman. Tingkat kerawanan tinggi. Dapat digunakan sebagai pemukiman dengan syarat telah dilakukan penelitian mengenal daya dukung tanah dan kestabilan lereng. Tingkat kerawanan menengah.

kemiringan lereng. .121 4. Kemiringan lereng lebih Rendah dari 45 . Struktur geologi sesar. 4-15. 5. tingkat pelapukan batuan. perlu penghijauan. Aman Ancaman longsor sangat kecil. Ada tiga klas yang digunakan yaitu klas rendah. drainase. perlu dibuat drainase untuk menyalurkan air limpasan dari atas ke arah sungai. Layak huni dan untuk lahan pertanian. Layak untuk hutan. Tingkat kerawanan rendah dengan potensi longsoran kecil. Analisis Karakteristik Medan Analisis karakteristik medan yang mempunyai pengaruh terhadap terjadinya tanah longsor dilakukan dengan pengharkatan dan pembobotan pada setiap variabel medan yang meliputi tektur dan ketebalan solum tanah. cukup layak untuk kebun dan ladang. penggunaan lahan dan kerapatan vegetasi(Tabel 4 -10). struktur perlapisan batuan. cukup layak huni. tetapi kondisi batuan stabil dan tidak terpotong oleh struktur patahan atau kekar. dengan syarat dibuat drainase untuk mengeringkan lereng saat hujan(parit pada permukaan dan bambu yang dilubangi pada lereng) dan dibuat teras-teras pada lereng. Penentuan interval klas kerawanan tanah longsor ditentukan berdasarkan perhitungan jumlah nilai maksimal dikurangi jumlah nilai minimal skor dibagi jumlah klas. stabilitas lereng. sedang dan tinggi (Tabel 4-11). lapisan tanah penutup kurang dari 1 m.

Tingkat resiko dalam penelitian ini di titik beratkan pada jumlah jiwa terancam dan dihitung berdasar . 2001 Tabel 4-11 Klas kerawanan tanah longsor No Interval Total Kriteria Kerawanan Skor Klas 1 2 3 28 ± 65 66 ± 102 103 . Tingkat kerugian dihitung berdasarkan nilai ekonomi serta perkiraan jiwa teramcam.122 Tabel 4 -10 Pembobotan parameter pengaruh tanah longsor Faktor Pengaruh No 1 Bentuk lahan 2 Lereng 3 Geologi Parameter Pengaruh Proses Kemiringan lereng Tingkat pelapukan batuan Struktur perlapisan batuan Struktur geologi sesar* 4 Tanah Ketebalan solum tanah Tektur tanah Drainase Stabilitas 5 Lahan Penggunaan lahan Kerapatan vegetasi Jumlah Bobot Skor mak 50 50 5 5 50 5 5 5 5 5 5 190 Skor Min 10 10 1 1 10 1 1 1 1 1 1 38 *Sukartono 2004 modifikasi PSBA UGM.140 Rendah Sedang Tinggi 1 2 3 Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Analisis resiko didasarkan pada kombinasi antara tingkat kerawanan tanah longsor dan jumlah kerugian yang ditimbulkan.

potensi terhadap ancaman korban jiwa 3 Tinggi 1 Daerah tidak aman. maka akan dibuat dibuat Peta . Dari kondisi geologi dapat diketahui sebaran macam satuan geologi teknik (batuan dan tanah). ancaman korban jiwa tinggi Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Klasifikasi risiko tanah longsor dilakukan sebagaimana terlihat dalam Tabel (4-13). dimasukkan dalam Tabel pembobotan. analisis saringan maupun tebal tanah yang ditunjukkan pada penampang geologi teknik maupun sifat karakteristik dan keteknikan (Gambar 4 ± 21).13: Kriteria tingkat resiko akibat tanah longsor TTingkat No Jumlah jiwa yang Resiko terancam 1 2 3 Tanpa 1 ± 10 > 10 Rendah Sedang Tinggi Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Pembobotan klas kerawanan dari faktor-faktor pengaruh terjadinya gerakan tanah. Tabel 4 .5 Daerah kurang aman. pada area pemukiman di suatu desa dikalikan Tabel 4 -12: Indeks kerawanan tanah longsor No Tingkat Kerawanan Indeks Kerawanan 0 Penjelasan Daerah aman ancaman korban jiwa tidak ada 1 Rendah 2 Sedang 0.123 rata-rata kepadatan penduduk indeks kerawanan (Tabel 4-12).

(Gambar 4 ± 28) dan diskripsi lengkap pada tabel keterangan (Tabel 4 ± 14). Gambar 4 ± 27: Peta Zona kerentanan gerakan tanah(Barbara. 1996) . kuning tingkat kerawanan sedang untuk hati-hati dan merah tingkat kerawanan tinggi berarti perlu diwaspadai atau termasuk bahaya bila ada hujan lebat/tidak reda selama 3 hari.124 kerentanan gerakan tanah dengan 6 zona kondisi geologi disusun dari atas stabil dan kebawah makin tidak setabil(Gambar 4 ± 27) maupun secara sederhana dibuat 3 zona kerentanan gerakan tanah dengan warna hijau tingkat kerawanan rendah berarti aman.

125 Gambar 4 ± 28 Peta kerentanan gerakan tanah .

126 Tabel 4 ± 14 : Keterangan peta zona kerentanan gerakan tanah SIMBOL ZONA DISKRIPSI Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan rendah untuk terjadinya gerakan tanah. tuf pasiran kadang dari Formasi Halang. Bahkan bila kondisi kelerengan diganggu tidak akan membentuk gerakan tanah. sehingga jarang terjadi adanya gerakan tanah. di lembah sungai bagian atas kadang lereng RENDAH 1 sampai Plosan > 50 %. tegalan dan pemukiman .. Lahan umumnya digunakan sebagai sawah. wilayahnya meliputi Durendoyong Desa Blimbing Batuan terdiri dari endapan pasir. Tebal tanah berkisar 0.2 ± 4 m. Gerakan tanah yang terjadi dijumpai di lereng-lereng sungai karena adanya gerusan aliran air sungai. tuf. lereng umunya berkisar antara 5 % s/d 15 %. Terdapat pada daerah datar sampai terjal. karena tanah di daerah ini umumnya telah teguh.

Pangepon. Tebal tanah berkisar antara 0. Kebonsaak. Tebal tanah berkisar 0. Sabrang Wetan. Terdapat pada daerah bergelombang sampai terjal. Penyebab gerakan tanah di zona ini umumnya disebakan oleh kondisi tanah yang belum teguh. kekar. lereng umumnya berkisar antara 50-70 % s/d >70 %. Batuan terdiri dari breksi andesit dengan disipan tuf pasiran. Faktor penyebab gerakan tanah di daerah ini karena kondisi batuan terpotong-potong sesar. Brondong. tanah lapuk yang menumpang di batuan segar. Gerakan tanah dijumpai di lereng-lereng yang terjal dan mengarah ke lembah sungai. sehingga kadang-kadang terjadi adanya gerakan tanah. G. keniten. dari Formasi Penaron.5 ± 5 m. Pucung.127 2 3 TINGGI MENENGAH Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadinya gerakan tanah. lereng umumnya berkisar antara 30-50 % s/d >70 %. Batuan terdiri dari breksi andesit dengan disipan tuf pasiran. Desa Brunosari. sehingga sering terjadi adanya gerakan tanah. bila kondisi kelerengan diganggu. Sebrang Kulon. Terdapat pada daerah bergelombang sampai terjal. Sipatok. ngabean. G. pakisarum. wilayahnya meliputi Juru tengah. dan pemukiman Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan tinggi untuk terjadinya gerakan tanah. Karena tanah di daerah ini umumnya sebagian masih merupakan tanah lepas-lepas yang menumpang di batuan dasarnya. Bruno wetan. dan pemukiman . Lahan umumnya digunakan sebagai tegalan hutan sejenis. di lembah sungai. Bruno Kulon. kelerengan terjal dan sebagian terjadi karena adanya pengundulan hutan. Gerakan tanah lama maupun baru akan sering terjadi. G. Lahan umumnya digunakan sebagai tegalan hutan sejenis. di lembah sungai. kelerengan tinggi. Kalibade.3 ± 2 m. wilayahnya meliputi Sembir. dari Formasi Penaron. tanggul asih. Doglek. kkota kecamatan Bruno. dan arus air yang deras pada musim penghujan. Wayang lor.

dasar landasan lapangan udara dan jalan. kekuatan tekan tinggi. tidak mudah mengalami pengembangan dan tidak lolos air. harus mempunyai daya dukung dan kekuatan besar terhadap pengaruh luar seperti tekanan luar. Kondisi tanah yang memenuhi syarat dan sifatsifat tersebut dapat dicapai apabila mempunyai gradasi baik dengan lempung ± pasir ± krikil. 5.128 BAB V KONSTRUKSI BANGUNAN TEKNIK Batuan merupakan syarat yang penting untuk memperkuat bangunan teknik. kikisan air atau gelombang. Tanah Syarat kondisi tanah untuk bangunan teknik misalnya sebagai inti bendungan atau dasar pondasi as dam yaitu setelah mengalami prooses pemadatan sehingga bersifat keras.1. denudasi. pondasi. pelapukan. erosi.2. penutup dari dinding bangunan. agregat beton dll. cuaca. bahan bangunan. 5. karena dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung bangunan tanah. pengrusakan oleh kimia dan fisik ialah :      jaringan tektur granular berbutir mineral sedang sampai halus terdiri dari mineral keras sementasi kuat batuan segar . kompak dan padat. pemadatan dengan baik dan bukan dari jenis lempung montmorilonit. Batuan Kondisi batuan sebagai syarat utama untuk pilar. Beberapa hal yang mempengaruhi batuan sebagai dasar pondasi bangunan memjadi kurang baik yaitu akibat pengrusakan secara kimia atau fisik seperti: pelarutan.

tidak retak dan tidak berpori)    tidak mengandung kaca tidak mengadung banyak zat organik  Batuan keras atau sangat keras dan tidak mengalami pengembangan Derajat pelarutan dan permeabilitas terhadap air kecil. pelabuhan). bendungan. maka perlu dilakukan perbaikan-perbaikan pondasi.129  struktur masif(tidak berlapis. maka akan timbul suatu deformasi(perubahan bentuk) dan akan mengakibatkan penurunan (settlement) tertentu terhadap bangunan yang bersangkutan.5 . toko kecil dan bangunan kantor) dan berat (bangunan komplek industri.1). berlaku keadaan dimana semakin besar bidang pondasi. 5. Akibat dari terjadingnya tegangan di dalam bawah tanah.3. yaitu :  dikupas diganti dengan tanah yang dipadatkan  Dilakukan grouting (Injeksi air semen)  Memasang selimut (Blanket)  Membuat bangunan tambahan. Beban Statis Proyek-proyek sipil dapat dibagi dalam proyek konstruksi ringan (gedung bertingkat sampi 3. Pada daerah rencana bangunan teknik tidak selalu dijumpai dalam kondisi alam yang cukup baik. Pembebanan Terhadap Bawah Tanah (a). Beberapa metode yang efektif untuk perbaikan pondasi pada batuan yang berpori besar. Besarnya penurunan maksimal yang dialami sebesar beban pikul. .(Gb. Sebuah bangunan akan menimbulkan sebuah beban tertentu terhadap bawah tanah dan volume tanah tertentu akan mengalami tegangan tergantung dari beban pikul dan luas pondasinya. semakin dalam pula zona tanah yang menerima tegangan dan semakin berkurang sejalan dengan besarnya jarak sampai pada pondasi. Pada tekanan sama. Massa tanah yang akan dibebani pondasi hendaknya memiliki sifat-sifat yang sedemikian rupa sehingga proyek bersangkutan dapat dibangun dengan aman dan ekonomis dan struktur yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai mana yang diharapkan.

130 ton/ft2 4 3 2 1 Gambar . terdapat kemungkinan terjadinya suatu penurunan differensial . dimana penurunan akan terjadi berva riasi di sepanjang banguan tersebut. sehingga dapat diperkirakan gaya pikul yang aman berupa angka-angka (Tabel 5 ± 1). Karena itu untuk suatu material geologis tercapainya kekuatan dan perilaku deformsi dapat diketahui.1 : Distribusi tegangan di bawah pondasi Pengertian beban pikul maksimal adalah tekanan yang dilakukan oleh pondasi banguanan tersebut terhadap massa tanah. tapi perlu diperhatikan jenis batuan yang peka terhadap proses pelapukan(lempung. yang mengakibatkan penurunan dalam batas-batas yang masih dapat diterima. suatu pondasi diletakkan :  Bangunan dapat langsung didirikan diatas batuan. akan terjadi penurunan yang seragam atau normal.5 . maka tanah bisa kehilangan ketahanannya. Daya dukung maksimal (daya pikul) adalah tekanan maksimal yang dapat ditahan oleh massa tanah tanpa kehilangan ketaha nanya. Apabila susunan bawah tanahnya seragam. sedangkan pada susunan tanah yang berada dibawah banguan ternyata bervariasi. Tergantung keadaan gelogis . serpih) dan . Daya dukung awan(safe bearing capacity) adalah gaya pikul maksimal dibagi suatu faktor aman. skis. Apabila sebuah beban ternyata terlampau besar bagi tanah.

Tabel 5 .000 2. oleh karena itu kita harus orientasi gaya geser dan kemungkinan terjadinya tekanan air di sepanjang suatu diskontinuitas.000 3.000 4.  Beban bangunan dialihkan pada batuan yang terletak di kedalaman tertentu(maks 75 m).131 umumnya sejumlah konstruksi yang dibangun di atas batuan ambruk karena akibat dari berbagai gerak pada patahan. pemboran dan lainnya. karena batuan terletak terlelu dalam. Kondisi bawah tanah diketahui dengan penelitian lapanggan cara mekanika tanah dengan bantuan alat sondir. kekar.1: Gaya pikul yang aman dari tanah dan batuan(Verhoef. 1989) Jeni Diskripsi batuan /tanah Batuan beku kuat Batuan kapur kuat dan batupasir Batuan Skis dan batu sabak Batuan lanau kuat /batulempung dan batupasir lunak Batuan lanau lunak atau batulempung Kapur kuat dan kapur lunak Kerikil rapat atau pasir/kerikil Kerikil cukup rapat atau pasir/kerikil Kerikil le as atau pasir/kerikil " Daya dukung (kPa) 10. biasanya dipasang pondasi tiang pancang. Umumnya pondasi yang dipakai pada lapisan-lapisan yang tidak terkonsolidasi oleh konstruksi .000 600 >600 200-600 <200 >300 100-300 >100 300-600 150-300 75-130 <75 Pasir rapat Tanah Pasir cukup rapat Pasir lepas Lempung sangat kaku atau keras Lempung kaku Lempung kokoh Lempung lunak gambut dan sebagainya  Pondasi harus dipasang di atas tanah.000 600-1.

Beban Dinamis Yang dimaksud beban dinamis adalah sejumlah getaran yang ditimbulkan oleh mesin-mesin. arus lalulintas.Merencanakan elemen-elemen bagian bangunan supaya dapat dibangun se ekonomis mungkin .Menetapkan eksplorasi lapangan yang memadai dan program pengujian laboratorium . (b).132 sebuah balok atau pondasi pelat dan pondasi diatas tiang-tiang dimana struktur dipikul oleh lapisan kokoh pada kaki tiang atau rekatan antara tiang dan tanah sekelilingnya.4. Hubungan antara proses teknis proses alam terhadap kemungkinan keberhasilan dengan pembebanan peniadaan penopang dan perubahan permukaan zat cair dapat digambarkan seperti tabel 5 ± 2 beban statis dan dinamis 5. Gerakan ini berlangsung tidak secara beraturan. Beberapa pertimbangan praktis tentang pengetahuan teknik pondasi: . melainkan menghentak-hentak(stick slip). Pondasi Pondasi adalah sebagian bangunan bawah tanah dan daerah tanah/batuan yang berdekatan yang akan dipengaruhi kedua elemen bagian bangunan bawah tanah maupun beban-bebannya.Intergrasi visuil dari bukti geologis disuatu tempat dengan suatu data pengujian lapangan yang memadai dan program pengujian laboratorium . Jenis gempa bumi adalah yang paling sering menimbulkan kerusakan. Seorang ahli pondasi harus memikirkan bagianbagian konstruksi yang mempengaruhi pemindahan beban dari bagian bangunan atas tanah ke tanah sehingga stabilitas tanah yang dihasilkan dan deformasi yang diperkirakan masih dapat di ijinkan . gempa bumi dll. terutama disebabkan oleh gerakan patahan di dalam kulit bumi(Subduksi lempeng).

Tabel 5 ± 2 beban statis dan dinamis & & % $ Pond i l ngsung ini p rlu mencari daya du ung bai & & # # . (a).Pengetahuan akan metode konstruksi praktis dan toleransi konstruksi yang kemungkinan besar akan didapatkan. 1.133 . Pondasi langsung dan pondasi plat pada lempung maupun pasir. Cara menentu an daya du ung lempung serta cara penghitungan penurunan pondasi pada pondasi diatas lempung. Perencanaan Pondasi Pada umumnya pondasi bangunan dapat dibagi dalam 3 golongan utama yaitu Pondasi langsung dan pondasi plat Pondasi tiang dan Pondasi sumuran.

sedangkan faktor keamanan sebaiknya diambil paling sedikit 3. Nilai kekuatan geser adalah untuk menentukan daya dukung sampai sedalam 2 kali lebar pondasi. sedangkan untuk lempung penurunan ditengah akan lebih besar bila di banding dengan di pinggir. 3. maka dengan SPT/sondir akan mendapatkan nilai daya dukung pasir. sehingga beb an bangunan tertumpu pada ujung tiang ini pada lapisan keras. Pondasi plat diatas pasir umumnya akan mengalami penurunan kurang lebih sama untuk dimanamana baik di pinggir maupun di tengah. Tiang yang telah dipersiapkan terlebih dahulu di masukkan sampai lapisan keras dengan mesin pemancang. Pondasi Sumuran . sehingga tidak cukup kuat untuk memikul bangunan dengan memakai pondasi langsung maupun plat. 2. sehingga akan lebih dapat bertahan terhadap kemungkinan terjadi penurunan.134 Dengan mengam. tetapi pengambilan contoh pasir asli sangat sulit. Pondasi diatas pasir pengambilan contoh asli adalah untuk pengukuran kohesi (c) dan sudut geser dalam ( J ) untuk dimasukkan dalam rumus Terzaghi. hal ini dilakukan untuk daerah yang mempunyai kondisi tidak seragam.bil contoh lempung tidak terganggu untuk percobaan Undrained compression untuk mendapatkan kekuatan gesernya. Data tersebut dimasukkan pada tabel tekanan tanah pada pondasi diatas pasir akan ketemu nilai tekanan tanah yang diperbolehkan. Pondasi Tiang Pondasi tiang ini dilakukan apabila lapis an ± lapisan di bagian atas dari tanah lembek. Pomdasi plat diperlukan apabila luas pondasi melebihi luas bangunan.

5-4).Batu keras adalah batu yang hanya dapat digali dengan bahan peledak. juga pecahan batu yang dapat dipatahkan dengan tangan. kalau perlu dilakukan perbaikan dasar pondasi dengan Grouting. penggalian batu ini dengan alat tangan sudah sukar. . sehingga tidak terjadi kerusakan dasar pondasi seperti retakkan. sehingga diperlukan konsultan ahli geologi. Biasanya diameter sumur paling sedikit 80 cm. Dengan cara membuat sumur sampai kedalaman tertentu untuk mendapatkan lapisan keras kemudian lubang ini diisi kembali dengan beton bertulang. adalah batu yang mudah digali dengan alat tangan. dimaksutkan untuk batu yang sifatnya antara lunak dan keras . Istilah : . Macam-Macam Tipe Pondasi Beberapa tipe bangunan diharapkan dapat mendapatkan pondasi yang stabil dan kuat. .Batu lunak.Batu sedang. batuan ini biasa disebut cadas. kekar)(Gambar. beberapa saran perbaikan batuan dasar pondasi dengan grouting(Rongga. dan tidak ada retakan (b).135 Pondasi sumuran ini dilakukan apabila lapisan keras tidak dalam sehingga pelaksanaannya lebih mudah dari pada tiang pancang. tetapi mudah dihancurkan dengan palu. padas dan batu yang mengandung banyak retakan. (Gambar 5-2). ambles dll. .(Gambar 5-3). pasang angkur dll. lubang cor beton. hancuran. u ntuk mendapatkan rekomendasi tumpuan batuan dasar pondasi yang kuat dengan pengupasan tanah penutup atau diperlukan tiang pancang sampai kedalaman tertentu untuk mencapai batuan keras.

(a) Kaki bertumpu diatas batu. (e) Terjadi pergeseran dasar pondasi. . (d) Terjadi dasar pondasi Turín. (c) Tiang pancang masuk dalam batu 136 Gambar 5 ± 3 : Beberapa model tumpuan pondasi salah (a-c) Pembangunan pada pondasi batu yang hancur.Gambar 5 ± 2 Tipe pondasi batu. rekah. (b) Akhir tumpuan diatas batu.

(c) Angkur dalam. (b) Pilar lubang kebawah.137 Gambar 5 ± 4 Beberapa pondasi khusus.untuk mencegah longsor. (a) Injeksi semen. .

perikanan dll. Waduk (menyimpan air) b. PLTA. Sebuah bendungan selalu dibangun di sebuah lembah dan dampak destrutif dari air dalam sediment terhadap pondasi/bendungan.1. misalnya hanya untuk PLTA b. obyek pariwisata. kebocoran. bahkan dapat terjadi runtuhnya bangunan tersebut. pengendalian banjir. b. panjang > 500 m. Tunggal. sehingga akan terjadi tekanan beban yang sangat besar terhadap bawah tanah. pariwisata . irigasi. BENDUNGAN Bendungan adalah suatu bangunan melintang sungai yang dipakai untuk memenuhi salah satu atau lebih tujuan seperti : irigasi. air minum dll. akan mengakibatkan erosi. Bendungan dapat dibagi menjadi beberapa tipe antara lain berdasarkan : 1. kapasitas > 1 juta m3 dan debit banjir maks > 2000 m3/det. Memperlambat jalannya air (mencegah terjadinya banjir) . Bendungan besar(tingginya > 10 m. Bendungan kecil (tidak termasuk kriteria a) 2. olah raga. Bendungan dapat di klasifikasikan sebagai sebuah struktur yang menyangga sebuah sedimen yang kedap air yang berfunsi untuk mempertahankan tinggi muka air. Bangunan bendungan adalah suatu massa material dalam jumlah besar diatas sebuah tempat yang luasnya terbatas.138 BAB VI BENDUNGAN DAN GROUTING 6. air minum & industri.) 3. Serbaguna (beberapa tujuan : PLTA. Pembelok air(agar permukaan air lebih tinggi sehingga dapat mengalir kedalam saluran irigasi/air) c. Ukuran a. Penggunaannya a. Tujuan Pembangunan a.

batu degan lap. Pondasi yang terbuat dari batuan harus berada maksimal 10 meter dibawah permukaan tanah. Bendungan Urugan dibangun pada tempat-tempat yang bawah tanahnya dapat mengalami penurunan yang sangat besar atau deferensial. besi. Bendungan Beton(gravity dams. 6. Levee) f. Bendungan beton adalah struktur-struktur besar yang membalikan gaya momen dan gaya geser. arch dams. ber-lapis2. Bangunan pelimpah b. Konstruksi a. lingkungan). Bendungan urugan bersifat fleksibel dan bisa mengalami deformasi tanpa patah. Pondasinya diperlukan batuan berkualitas baik (batuan beku daya pikul minimal 2-3 Mpa). pasangan batu. Menahan air(pengendalian banjir. air minum & industri. mix type dams) c. Bendungan Pengelak pendahuluan & Pengelak(Coffer Dams) b. Bendungan Urugan(homogen. Bendungan Utama (Main Dams) c. Jalannya air a. Bendungan Limbah Industri(Tailing Dams) Sebuah bendungan menuntut sejumlah persyaratan khusus terhadap pondasi dan bagian bahu (abutments). Tanggul (Dyke. Buttress dams. Sebuah bendungan dari jenis penopang terdiri dari suatu lapisan penutup dari beton bertulang yang melereng ke arah hulu. Bendungan kayu.kedap air didepan) b. Bendungan Sisi ( High Level Dams) d. Sumbu sebuah bendunan dapat berbentuk lurus atau sedikit melengkung ke arah hulu. Bendungan Sadel (Saddle Dams) e. 5. Fungsinya a. Faktor-faktor geologis yang berpengaruh terhadap rencana bendungan urugan adalah : .139 4.

air& sedimen dan gaya keatas bawah air b.140 - kekuatan dan permeabilitas dari kontak antara bendungan dan pondasi kekuatan . pelimpah dll). Horizontal : tekanan lateral air + 140ediment. Vertikal : massa bendungan. . kegunaan dan biaya transportasi material untuk konstruksi. . banjir. Berbagai gaya yang bekerja terhadap sebuah bendungan adalah : 1. . Gaya dinamis : Aksi gelombang oleh air di dalam reservoir. kompresibilitas dan permeabilitas dari massa tanah pondasi berbagai sifat fisis dari material diding bahu kesediaan. Gaya statis a.Material batuan didalam massa tanah harus tahan terhadap pelapukan. pemusatan tekanan di dalam beberapa diskontinuitas yang orientasinya tidak menguntungkan. goncangan oleh gempa.Bendungan beton dapat menggelincir di sambungan antara bendungan dengan pondasi atau antara beton dengan batuan kurang baik. tekanan pori-pori. Pencegahannya : Grouting semen.(terwongan.Massa pondasi harus mampu menahan tegangan geser dan tidak menunjukkan penurunan deferensial. baik untuk bangunan berbagai fasilitas. . biasanya masalahnya terletak dalam situasi gelogis. erosi & pelarutan.Air sering mengakibatkan gaya angkat. .Batuan ditempat pembangunan harus kedap air. mengeringkan lubang-lubang. Faktor-faktor geologis yang menentukan pilihan suatu bendungan tipe beton adalah: .Pondasi dan dinding bahu harus berkualitas baik. pengankeran pada bagian-bagian yang kurang stabil pada bawah tanah yang stabil. 2. . Pencegahannya: permukaan batuan dibuat kasar. Jarang sebuah bendungan jebol karena kesalahan konstruksi.

karena dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung bendungan tanah. GROUTING Batuan merupakan syarat penting untuk memperkuat pondasi suatu bangunan teknik. 4. 2. maka dapat dilakukan perbaikan pondasi bendung (Gambar 6-1) dengan metode injeksi air sement (Gambar 6-2) Menurut jenisnya cairan grouting yang dipakai terdiri dari : 1. kekuatan tekan tinggi dan mengurangi permeabilitas batuan dalam pondasi. Section adalah bagian dari contoh perbaikan grouting sampai seluruh kedalaman perbaikan batuan. keras. 3. Kalau persyaratan lainnya memenuhi untuk didirikan suatu bangunan teknik. 2. Stage adalah batas kedalaman tertentu dari lubang bor untuk menginjeksi cairan semen dan air ke dalam tubuh batuan. tetapi kondisi batuan kurang baik. Cement grouting Mortar grouting Chemical grouting Aspal grouting Istilah dalam pelaksanaan grouting 1. Kadang-kadang dalam satu lubang bor digunakan satu zona atau lebih.141 6. agregat beton dll. padat. penutup dari dinding bangunan. Zone adalah suatu bagian dari kedalaman dalam pelaksanaan grouting pressure untuk perbaikan pondasi. dasar lapangan udara dan jalan. Berdasarkan macam tujuan dan kegunaannya cairan grouting terdiri dari atas : . Beberapa hal yang dapat mengakibatkan batuan tersebut menjadi kurang baik sebagai pondasi karena adanya proses alam secara fisik maupun kimia.2. Grout adalah campuran semen dengan air yang diinjeksikan kedalam batuan agar terjadi penggabungan antara agregat butiran tanah dan batuan hingga struktur dan tektur batuan menjadi stabil. 4. 3.

8. Calsium klorida kedalam semen grouting sebetulnya adalah menambah biaya grouting. Clas grouting bertujuan untuk menutup batuan dasar pondasi yang berupa batulempung agar terhindar dari pengaruh cuaca. akan tetapi hasil yang dicapai jauh lebih baik. 4. memperkuat dasar pondasi bendungan. 5. 7. 3. Backfill grouting bertujuan mengisi rongga-rongga diantara formasi batuan dengan beton. Rimb grouting bertujuan untuk membuat dinding kedap air yang berada di kanan dan kiri tubuh bendungan. Beberapa cara perbaikan dasar pondasi bendungan yang relatif murah dan baik. apabila batuan dasar terdiri dari batupasir berpori besar adalah dengan beberapa cara untuk mengatasi antara lain : Campuran Grouting Banyak material yang dapat digunakan campuran grout. Blanket grouting bertujuan untuk membuat lapisan batuan menjadi kedap air sehingga lapisan batuan yang terdapat di bawahnya dapat terhindar atau terlindung dari rembesan dan bcoran air. karena dalam beberapa hal . Contact grouting adalah bertujuan mengisi rongga antara beton dengan batuan(terowongan). rockflour. Pype system grouting bertujuan menyubat sistem rangkaian pipa yang digunakan untuk pendingin conrete atau sistem pipa yang di pasang pada concrete yang digunakan untuk contack grouting. seperti yang terdapat dalam pembuatan terowongan dan lainnya. Consolidation grouting bertujuan menambah kapasitas daya tahan batuan terhadap beban di atasnya.142 1. 2. Maksud penambahan material seperti : bentonit. alluminium powder. untuk mendapatkan cairan grouting yang sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki. Curtain grouting (Grouting tirai) adalah bertujuan membentuk dinding atau tirai yang kedap air di dalam tubuh batuan dan berfungsi sebagai pondasi umumnya sebuah bendungan agar dapat menahan tekanan dan rembesan air. 6.

3. 4. Menambah kekentalan atau mengurangi penyusutan. Dikupas diganti tanah yang dipadatkan Blanket grout 2.adalah ditambah aluminium powder. Melumasi (lumbrikan) biasanya ditambah rockflour. sdium tannate. Disamping itu biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang dicapai masih menguntungkan. Fungsi masing-masing material adalah : 1. Memasang selimut pada bagian hulu (Up stream blanket) 4. gipsum. Curtain grouting As Dam Di kupas 1. Lumnite) 2.143 seperti adanya struktur di dalam tubuh batuan yang tidak dapat di injeksi dengan hanya memakai semen grouting. Dilakukan Grouting sepanjang As Dam berm 3. Mempercepat terjadinya pembekuan (Calsium Klorida. Penghambat (retarders) atau memperlambat(setting time) dengan campuran : rockflour. Bangunan tambahan dibagian hilir (Down stream berm) Gambar 6 ± 1: Perbaikan Bendung .

Pelaksanaan Grouting .144 Gambar 6 ± 2.

.letakan contoh dalam bangku tekan . Penyelidikan lapangan meliputi.1). Syarat-syarat peraturan bangunan setempat 4. . Material Tanah Faktor-faktor eksplorasi tanah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pelaksanaannya: . antara lain: porositas.Pemboran tangan. warna dan komposisi tanah. 7. Di beberapa lapisan tanah yang berbeda diambil contoh asli (undisturbed )di ambil dengan tabung. kekuatan dan ketahanan.2.Tespit / parit uji di beberapa tempat. untuk mengetahui struktur tanah dan ketebalan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Keperluan menggunakan tanah yang tersisa sebagai tempat konstruksi (Perkotaan) 2. datar di ke 2 ujungnya . kerapatan.145 BAB VII MATERIAL GEOLOGI DAN PELEDAKAN Material geologi dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis jaitu: material tanah dan material batu: 7.siapkan contoh inti pemboran batuan ( P : . juga perlu untuk mengetahui kedalaman tanah dan juga dapat dilakukan pengambilan contoh tanah tidak terganggu. stabilitas dan studi aliran air.Pemetaan rinci berdasarkan kenampakan fisik tanah. Beberapa uji material batu antara lain: 1. Material Batu Material batu untuk kepentingan banguan diperlukan data sifat-sifat batuan. antara lain: 1.1. Uji kuat tekan berporos tunggal(Gambar 7. pemotongan dengan auger dan uji penetrasi untuk di lakukan uji laboratorium mekanika tanah.ditekan perlahan lahan sampai contoh hancur = 2 : 1). alat pengambil contoh piston/kertas logam untuk mengetahui sifat-sifat teknis tanah. analisis kekuatan. . Kemungkinan adanya tuntutan hukum(Kehancuran bangunan akibat penurunan pondasi). sedangkan contoh tanah (disturbed) dapat diperoleh antara lain dari operasi sekop/garpu. Kegunaannya untuk mengetahui nilai kekuatan batu. Keperluan memakai tanah yang telah di reklamasi (gali urug) 3.

menghubungkan suara. maka dapat diperoleh sebuah gambaran yang lengkap tentang suatu material. pantulan. Uji Tumbukan Palu Sifat material batu dapat diketahui dengan uji lapangan dengan cara sederhana yaitu dengan metode uji tumbukan palu.(Mpa)  200 100 ± 200 50 ± 100 25 ± 50 < 25 Skala kekuatan Luar biasa kuat Sangat kuat Kuat Cukup kuat Lemah 2.catat nilai pengukuran beban(arloji pembebanan) Tabel 7-1 Kuat tekan(u. Klasifikasi Deere Kelas A B C D E u.s.146 .c.s).(Tabel 7 ± 3) . Dengan latihan dan dibandingkan dengan kekuatan kuat tekan. dan kemungkinan tapak tumbukan palu dengan kekuatan material.c.

1: Kuat tekan berporos tunggal Tabel 7-2. untuk batuan alam dan beton .s. nilai-nilai u.c.147 Gambar 7.

sehingga Is(50) dapat ditentukan : u.8 16. bergedebuk.S MPa 198. jelas . tiada pantulan.0 14. Percobaan ini dengan menggunakan contoh batuanyang tidak beraturan . adalah metode uji beban titik.0 .3 204. Uji Beban Titik Sebuah metode tidak langsung yang paling banyak digunakan untuk mengetahui kuat tekan material . dan menimbulkan patahan Tumbukan bergedebuk. pantulannya kuat. oleh karena itu diperlukan grafik kalibrasi. terjadi pantulan.s = ' 24 I s(50) Tabel 7 ± 4: Nilai-nilai khas uji beban titik(Bell) Is(50) MATERIAL Granit Eskdale Andesit Somerset Basalt (Derbyshire) MPa 12. benda uji ditempatkan diantara konus yang terbuat dari baja keras dan beban ditambah hingga terjadi benda uji menjadi hancur. sedikit berbekas atau sedikit menimbulkan kerapatan Tumbukan bergedebuk. berbekas. terjadi keretakan Palu terbenam.C. terjadi keretakan lemah Kuat Cukup kuat Sangat kuat Luar biasa kuat 3. Diameter Benda uji akan mempengaruhi hasil percobaan.148 Tabel 7-3: Uji tumbukan palu (Matthewson) Skala kekuatan Pengamatan Tumbukan keras. D = 50 mm.9 U.3 321. tidak meninggalkan bekas Tumbukan keras. yang menghubungkan D pada suatu diameter standar. meninggalkan tapak palu.c. Kekuatan beban titik adalah : Is = P/D2 Keterangan: P = beban dalam keadaan kehilangan ketahanan D = Jarak antara kedua buah konus.

berdasarkan kondisi/keadaan inti batuan. Recovery ratio adalah prosentasi hasil perolehan inti. yang dipengaruhi terutama oleh proses pemboran.4 82.1 % .2 Gambar 7-2.7 3. sedangkan RQD adalah jumlah panjang inti batuan 10 cm lebih dibagi kedalaman lubang bor .7 0.5 98.9 7.7 % 4 Recovery ratio : 8 1 76 5 Inti (cm) Inti > 10 cm X 100 ! 7 .7 162. % 9 1083 100 ! 67. 1968) Kualitas RQD.2 12. RQD (Roc Q lit Desig ation) & Recove atio Hasil pemboran inti dapat di interpretasikan kualitasnya.149 Sabak (North Wales) Skis (Abandeenshire) Gneis Batu pasir aneka warna (Edwinstone) Kapur Karbon (Buxton) 7. (Gambar 7-3) 1 00 RQD = 1600 Kualitas batuan (DEERE.0 11.6 106. yang mungkin terjadi hancur/lepas karena sifat/kondisi batuan itu sendiri. Uji beban titik 3 13 2 ) 1 0 ( 4.

150 15 132 132 10 139 139 18 23 120 116 22 222 120 116 222 14 242 242 18 112 46 1249 112 Jml 1083 Gambar 7 ± 3 : Log bor dan RQD .

1976) Tujuan peledakan dibedakan berdasarkan kegunaannya: Quari : untuk menghancurkan dan memisahkan sejumlah batuan dari batuan induknya serta untuk memperoleh fragmentasi tertentu. bendungan. keadaan batuan. . platina).T. bidang T. fragmentasi yang dikehendaki c. merobohkan bangunan.151 7. kondisi lapangan dan penentuan jenis bahan peledak dan metode yang cocok perencanaan/spesifikasi pekerjaannya misalnya: a. Bahan peledak Kimiawi. drift dsb) & pengambilan bijih dalam lubang. gesekan) dapat bereaksi dengan kecepatan tinggi. terowongan. oleh karena itu harus dikuasai tentang bahan peledak mualai dari klasklas. timah. Non Permissible Primer Nuklir Gambar 7 ± 4 : Sketsa bahan peledak (Nanon.3. terutama dalam metoda penambangan bawah tanah . PELEDAKAN (BLASTING) Peledakan adalah salah satu cara untuk pemecahan oleh desakan partikel yang halus pada suatu massa yang diam.Tambang: Persiapan pembukaan( tunnel. dll. 1. Klasifikasi Bahan Peledak Klasifikasi bahan peledak (Manon 1976) menjadi 3 golongan: Bahan peledak Mekanis. murah dan aman. sehingga hasilnya sesuai dengan Arti bahan peledak adalah suatu rakitan yang terdiri dari bahan -bahan berbentuk padat atau cair atau keduanya yang apabila terkena suatu aksi (panas. Sipil maupun kegiatan sejenis lainnya. karakteristik. peralatan. Bahan peledak adalah sarana untuk menyelesaikan suatu tahap pekerjaan baik dalam industri tambang. . Sipil: pembuatan irigasi. benturan. Bahan peledak Nuklir Secara skerma jenis bahan peledak adalah sebagai berikut: Mekanis Peledak kuat Peledak Skunder Peledak Expl. sarana produksi b.Sipil: pembuatan jalan raya. Peledakan digunakan dalam berbagai bidang: Pertambangan ( besi dan baja serta logam-logam yang lain: alluminium. perlengkapan peledakan. Kimia Peled ak lemah Permissible Expl. membentuk gas dan menimbulkan efek panas serta tekanan yang sangat tinggi. Prinsip penggunaan bahan peledak adalah efektif. kondisi lapangan. . tembaga. material bahan bangunan. emas. T. adit.

aman terhadap goncangan . ANFO (Ammonium Nitrat Fual Oil) c.(campuran NG & NC + NaNO3/KNO3) . Cara Peledakan Suatu operasi peledakan batuan akan mencapai hasil optimal apabila perlengkapan dan peralatan yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang ditrapkan. pembuatan jalan. Black powder.Permissibles explosives Biasa digunakan di tambang batubara. Sodium Nitrat 59 23 %) .Blasting agent Bahan peledak yang belum dicampur & setelah dicampur dengan perbandingan tertentu akan termasuk bahan peledak kuat. berkomposisi : Ammonium ± dynamite yang diberi zat additif (Na CL) 4. 1.mudah rusak 2.membongkar batuan . Dinamit Berdasarkan komposisinya: . Metode peledakan dapat dibagi menjadi 4 : Tabel 7 ± 5 : Metode peledakan METODE PERLENGKAPAN PERALATAN . membentuk gas & panas serta tekanan tinggi.: Tambang: .Straight dynamite (NG 20 ±57 %.Ammonia Gelatine dynamite ( BG + Nh4NO3) 3.) dapat beraksi dengan kecepatan tinggi. terowongan. Sifat: . terbuat campuran arang.Membongkar material bahan bangunan. Contoh. benturan dll. Bahan Peledak Bahan peledak adalah suatu rakitan yang terdiri dari : bahan-bahan berbentuk padat/cair yang apabila terkena aksi (panas. Bahan Peledak Industri Bahan peledak Industri /komersial adalah bahan peledak kimia. Tujuannya.Gelatine dynamite . belerang dan potassium nitrat. b.Pembuatan lubang bawah tanah Geologi Teknik : .peka terhadap panas .152 a.

kec.153 PELEDAK AN Sumbu api Plain detonator. 8 ± 10 dt/ft ( warna hijau). Slow speed type . Connecting wire Cap crimper. Leading wire. Berkecepatan 90 detik/yd 2. Batang kawat yang dilapisi bahan yang mudah terbakar secara perlahan dan cukup kuat untuk menyalakan ujung sumbu api. b. Blasting VOM meter) . penyulut korek api. circuit tester. Pengapian Sumbu api a. Sumbu api dengan korek api . Igniter cord(IC)adalah sumbu plastik untuk menyalakan sejumlah interval waktu penyalaan tertentu. Detonator Detonator listrik. digulung pada sebuah reel. 18 dt/ft (warna merah) 3. low exsplosive c. d. Gas supply unit. 1. Peledakan Tungal Sumbu api . Sumbu Api Sumbu api berfungsi merambatkan api sampai bahan peledak dan macamnya adalah : a. kec. 4 dt/ft (warna hitam) 2). Fast type. sumbu api. Medium speed type. b. Tester( Rheostat. Igniter cord connector Sumbu ledak. Macam IC : 1). Tabung tipis yang berisi alat penyela sumbu dinyalakan dengan cara menarik kawat keluar tabung. 3). Penyalaan Awal a. Listrik Non listrik Detonator non listrik. Tube tipis dari timah hitam yang berisi black powder. Korek api (tidak praktis) e. Voltohmmtr) Tamper. kec. Circuit tester(galvanomtr. Detonating relay. Igniter cord. Sumbu ledak.5 yd/menit). Connector. Berkecepatan 120 detik/yd ( 0. sehingga akan terjadi ledakan secara beruntun. Sumbu api dengan detonator 4. c. tamper Sumbu ledak Tergantung detonator yang dipakai Exploder. Exploder.

154 Steaming isian primer Gambar 7 ± 5 : Struktur lubang peledakan tunggal 5.Parameter pengisian bahan peledak . . Trimming.Peralatan pemboran . kedalaman lubang tembak. kekuatan dan bahan peledak yang digunakan. Aspek-aspek teknik peledakan . Perlengkapan Sumbu Ledak Fungsi sumbu ledak ialah untuk merambatkan gelombang detonasi sampai ke isian. sub drilling. kecepatan propagasi energi. ³Delay connector´ adalah perlengkapan penyambung ledakan antara dua buah ujung sumbu ledak. struktur geologi. sehingga apabila salah satu sumbu meledak maka sumbu yang lain akan ikut meledak dengan selisih waktu tertentu. ketegaran dan kandunagn air. .Pengisian bahan peledak. Mengatur Igniter cord (IC). tinggi jenjang. Peledakan Jamak a. stemming dan sebagainya. . diisikan pada setiap lubang tembak dan susunannya merupakan salah satu pokok dalam merancang peledakan. jenis. mengatur panjang sumbu waktu mengatur interval waktu b.Target produksi .Jenis batuan . peledakan dengan sumbuapi secara beruntun c.Kondisi fisik batuan: density.Tujuan peledakan . Dalam hal tersebut ditentukan berdasarkan keadaan batuan. kekuatan. berupa butiran & dodol 6. Macam-macam delay connector: 2) MS ± 5 (5 milidetik) warna biru 3) MS ± 9 Hijau 4) MS ± 17 Kuning 5) MS ± 25 Merah d. Dasar Penggunaan Bahan Peledak Pengetahuan bahan peledak dan metode merupakan salah satu parameter dalam menyusun rencana peledakan. spasi.Geometri peledakan meliputi : Burden. Black powder.

E. New York. 1996. 1983. Terjemahan IKIP Semarang Press.S. Erlangga Jakarta Bjerrum. Inc. S. 1992 ISBN. F. Dasar-dasar Analisis Geoteknik.. Inc. Cetakan I.R.M. Environmental Geology. Prentice-Hall.. W. John Wiley & Sons. From Theory to practice in Soil Mechanic. Bowles. 1988.. and Kovacs. 1980. Bahan Peledak dan Metode Peledakan. New York..S. John Wiley & Sons Inc. 979-8107-79-9 Goodman. Englewood Cliffs. New York. Fakultas Tambang UPN ´Veteran´ Yogyakarta. New York.. R. M. Dun. and Skempton. 1991. R. Koesnarjo.D.. .. Stephen C.Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah .E. A. L.. 1993.I. R. New York. An Introduction to Geotechnical Engineering. Goodman. Engineering Geologi to rock in Engineering Construction. Holtz. Kiefer. 1981. Brian J. Inc. Introduction to Rock Mechanics. Erlangga Jakarta Bowles. Analisa dan Desain Pondasi. Anderson. John Wiley & Sons.W. second edition... (1960).P. John Wiley and Son. D. L. 1989.155 Spasing stemming Bench hight Burden Burden total charce Subdrilling Gambar 7 ± 6 : Unsur-unsur geometri peledakan DAFTAR PUSTAKA Barbara W.

Soil Mechanic in Engineering Practice. Proc 3 rd ingti Conf Soil Mech and Found Engrg. pp57 -61. Inc.H. Therzagi.156 Mitchell. M. Peck. Sutjiono. Mekanika Tanah. Ditjen Geologi dan SDM .. Bandung Wesley. . Sosialisasi Informasi Bahaya Geologi Dalam Perencanaan Wilayah. John Wiley and Sons. Badan penerbit Pekerjaan Umum Bandung Verhoef. Jakata. 1953. 1989. New York Sherley. Konstruksi Jalan Raya . Vol 1. 1948. L. 1987. Direktorat Tata Lingkungan Geoogi dan Kawasan Pertambangan. Penerbit Erlangga.W. Bandung.. T. Geologi untuk Teknik Sipil.K. P. 1985. Skempton. T. 1975.. Nayoan.. The Collodal Activity of Clay. C. Mc Graw Hill Ing. Penerbit Badan Pekerjaan Umum.N. Zurich. Nova. AW. Jakarta. J.A..Jakarta. Soedarsono dan Djoko U. Wafid.F. 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan PU. New York.D. L. 1976. 1992. Penyelidikan Lapangan & Laboratorium . Sutardjo.N.. Penyelidikan dan penanggulangan Gerakan Tanah (Longsor). Fundamentals of Soil Behavior. Geoteknik dan Mekanika Tanah . DPU.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful