1

BUKU PENGANTAR KULIAH GEOLOGI TEKNIK
Nama Pemilik buku Nomor Mahasiswa : Sigit Agung Prasetia : 410008003

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA 2010

2

Kata Pengantar

Telah lama kami berkeinginan menyempurna kan diktat kuliah Geologi Teknik tahun 2002, untuk lebih dapat berpartisipasi dalam bidang pekerjaan geologi teknik dan dapat menambah pengetahuan dalam kaitannya kerekayasaan bangunan teknik. Buku ini khusus untuk kalangan sendiri, bertujuan untuk membantu m ahasiswa Jurusan Teknik Geologi memahami materi kuliah yang kami ajarkan. Materi ini kami ambil dari beberapa literatur, jurnal dan beberapa teori praktis pengalaman kami pada waktu bekerja di Proyek Bengawan Solo termasuk Departemen Pekerjaan Umum. Kami menyadari isi buku ini masih banyak kekurangannya dan kesalahan untuk itu kami sangat terimakasih apabila pembaca berkenan untuk mengkritik demi lebih baik. Semoga buku ini bermanfaat bagi para mahasiswa dan pembaca.

Yogyakarta, 5 Agustus 2009

3

DAFTAR ISI (maaf nomorx g sesuai) Halaman
Kata Pengantar ««««««««««««««««««««............. Daftar Isi ««««««««««««««««««««««««....... Daftar Tabel «««««««««««««««««««««««...... Daftar Gambar ««««««««««««««««««««««...... B B I. PENDAHULUAN ««««««««««««««««. ......... 1.1.Maksud dan Tujuan ....««««««««««««««««« ........ 1.2. Ahli Geologi Teknik .................................................................... ........ 1.3. Ruang lingkup «««««««««««««««««««««« 1.4. Penelitian Lapangan «««««««««««««««««««.. 1.5. Tahapan Penelitian ««««««««««««««««««««. 1.6.Berbagai cara Penelitian Lapangan «««««««««««««« 1.7.Mineral ««««««««««««««««««««««««« 1.8. Mineral Pembentuk Batuan ««««««««««««««««« 1.9.Prinsip Dasar Geologi Teknik «««««««««««««««... BAB II. GEOLOGI ««««««««««««««............................. 2.1. Batuan Beku ................................................................................. ........ 2.2. Batuan Sedimen ........................................................................... ......... 2.3. Batuan Metamorf ......................................................................... ......... 2.4. Struktur Sedimen ««««««««««««««««««............ 5. Struktur Batuan ........................................................................... .............. 2.6. Ketidak selarasan (Unconformities) ............................................. ......... 2.7. Paleontologi ................................................................................ ........... 2.8. Gempa Bumi ««««««««««««««««««««««.. BAB III. PENYELIDIKAN GEOLOGI ............................................ ........... 3.1. Peta Geologi Teknik ................................................................... .......... 3.2. Analisa Besar Butir Tanah ................................................ .................... 3.3. Batas-batas Atterberg ................................................................. ........... 3.4. Keaktifan .................................................................................... ........... .i .ii v vi 1 1 1 2 2 3 3 10 11 11 13 20 24 26 27 28 35 36 38 42 45 45 47 48

.. 4.. Pengenalan Gejala Gerakan Tanah««««««««««««...................... ..........15.............. Pembebanan Terhadap Bawah Tanah ««««««««««............... 4.........................................................2...... ................ ...............................Penetuan Bidang Gelincir «««««««««««««««. 3..........................................4 3......................1...... Tanah ........... ....................... KONSTRUKSI BANGUNAN TEKNIK «««««««....................................... 4....... 3.....................Secara mekanika ««««««««««««««««««.............11............. ... ........................ ............................. 4......... Analisis Karakteristik Medan ...... ........................... Batuan ........10........3................ 3......................... 5... Kemampuan Geologi Teknik «««««««««««««.................................. Bendungan ««««««««««««««««««««..........12...............7..... 50 51 52 54 55 57 57 71 75 75 75 76 79 79 86 88 90 94 96 97 97 101 105 111 120 120 120 121 124 131 131 BAB. .. ........... 4.««««««««««««««««...... 4.................6........ 4..8........................ 4....................... Analisa Kestabilan Lereng ........ .. Mencegah Runtuhnya Sebuah Lereng ..................4... V .........13..........................««««««««««««««.8....... 3.........1............ BAB VI......... Tingkat Pengembangan ........... .. 5.........«««««««««......... .... 6..... BAB IV............... Kuat Geser Tanah .......7.... 3... 4............................2..... Knsolidasi ............................................... 4................................................6.... Struktur Geologi ««««««««««««««««««............... .... Pengambilan Contoh Tanah ............................................5.. BENDUNGAN DAN GROUTING .................. 3. Pemboran Inti/Pemboran Mesin ............ Klasifikasi Gerakan Tanah ...........12......... 4.... 3................... Evaluasi Zona Geologi Teknik Untuk RUTR ................................ Daya Dukung .. .......... 5..............3........... Penetuan Kondisi Geohidrologi ««««««««««««.................... Pondasi ««««««««««««««««««««««............................. GERAKAN TANAH .. .................. .................10................................................ 4................. Mineral Lempung .......... ............................... 4.. Geometri lereng ......5................... Macam Gerakan Tanah ..11........... ...9.....9....1.. 5.....Definisi ............... ............ 4...... 4.........Faktor Penyebab Gerakan Tanah ..............4....... Bor Tangan .14....................««««««....

.5 5....... Material Tanah «««««««««««««««««««« 7...1...... Material Batu «««««««««««««««««««« 7.... VII........ BAB... Peledakan (Balsting) «««««««««««««««««.......2.... DAFTAR PUSTAKA .......... 133 138 138 139 145 151 ............... MATERIAL GEOLOGI ««««««««««««« 7........3.............. ....2 Grouting ««««««««««««««««««««««...

Geologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bumi baik mengenahi susunannya. tanah dan air dalam tanah/batuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. proses hasil. proses terjadinya maupun bentuknya.6 BAB I PE DAHULUAN Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masa sekarang atau masa lampau dari bentuk-bentuk morfologi. komposisi. Geologi teknik adalah suatu cabang geologi sebagai ilmu terapan dalam teknik sipil yang mempergunakan data-data geologi untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan konstruksi teknik. Bidang utama yang dipelajari adalah semua jenis batuan. Studi bidang geologi ini juga bermanfaat untuk pencarian bahan-bahan tambang minyak dan gas. gerakan tanah dll. . Geologi sebagai ilmu pengetahuan bumi. banjir. gunung meletus. Cabang ±cabang ilmu geologi antara lain:  Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari tentang kristal mineral batuan  Petrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang batuan  Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil  Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang air tanah  Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentang alam  Volkanologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gunung api  Geologi Teknik adalah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan geologi dalam lapangan Teknik Sipil dan sebagainya Geologi teknik adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan yang berhubungan dengan bangunan /rekayasa bidang teknik sipil dan di definisikan sebagai berikut : 1. endapan mineral maupun dapat sebagai konsultan bidang geologi teknik. sejarah. lingkungan dan kehidupan fosil yang terdapat pada batuan. Ahli geologi dapat mengungkapkan fenomena alam tentang bencana gempa bumi dan tsunami. struktur bumi. karena yang dipelajari segala sesuatu yang berkenaan dengan gejala-gejala yang ada di bumi baik asal.

dalam hal pekerjaan meliputi pendirian bangunan sipil dan pemeliharaan material konstruksi yang tepat.7 2. Semua bangunan sipil didirikan sebagian besar di atas tanah dan sering kali dibangun dengan material material ± yang diambil dari dalam tanah.1.2. Sebenarnya pengetahuan ini sudah dimengerti dan dipergunakan beberapa abad yang lalu baik di Indonesia maupun di negeri-negeri lain. Seorang ahli geologi teknik harus dapat menentukan reaksi dari bawah tanah dan memahami perilaku sebuah . konstruksi. Pemakaian ilmu geologi untuk bidan Teknik Sipil dilakukan oleh Ahli Teknik sipil Ingris yang bernama William Smith (1839) yang juga dikenal sebagai Bapak Geologi Inggris. 1. Dengan pembuatan terowongan Kereta Api di Swiss. Bendungan di California (1928). dengan tujuan memberi informasi tingkat keamanan hasil suatu konstruksi pembangunan serta efisien biaya rencana pembangunan. Ahli Geologi Teknik Ahli Geologi teknik menangani masalah yang bersifat teknik sipil dengan dilatarbelakangi dengan ilmu geologi. Di Indonesia misalnya pada pembuatan candi-candi pada waktu itu sudah dapat memilih batubatu yang berkualitas baik demikian pula di negeri ina. Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi pada praktek rekayasa dengan tujuan agar faktor-faktor geologis yang mempengaruhi lokasi. Eropa dan sebagainya. pengoperasian dan pemeliharaan pekerjaan-pekerjaan rekayasa telah benar-benar dikenali dan disediakan dengan cukup. Sebutan Ahli geologi teknik diperuntukkan bagi mereka yang bekerja dalam bidang yang berada diantara geologi dan teknik sipil.(The American Geological Institute). 1. Di Indonesia kira-kira 50 tahun yang lalu baru mulai ada kesadaran pentingnya geologi dalam pekerjaan-pekerjaan Sipil. termasuk didalamnya bahaya-bahaya yang akan timbul dalam pembangunannya. Maksud dan Tujuan Memberikan gambaran keadaan geologi di daerah rencana suatu konstruksi yang akan dibangun. desain. Ahli Geoteknik lebih condong pada segi rekayasa tentang material yang digunakan.

Tugas Ahli Geologi adalah melihat apa adanya dengan menarik kebelakang . tahu asal dan proses terjadinya sehingga dapat menduga apa yang akan terjadi dimasa mendatang atau menduga kesulitan yang akan dihadapi kelak.3.8 bangunan ( gedung. Ahli Teknik Sipil menggunakan untuk apa dan mengusahakan untuk mengatasi kesulitan yang timbul pada waktu ini dan masa mendatang. Ruang Lingkup Pekerjaan seorang Ahli geologi adalah pada konsultan. . Proses geoteknik. Seorang ahli geologi berperan penting dalam perencanaan awal dibidang penelitian lapangan dan sebagian besar masalah-masalah pada bangungan sipil adalah berkaitan dengan geologi atau material geologi. Mekanika tanah & batuan. seismologi. bendungan. seorang ahli geologi teknik harus mempunyai pengertian tentang teknik sipil dan mampu memberikan keterangan-keterangan geologis yang dapat diterima oleh teknik sipil (dalam angka-angka). Menurut LEGGET (1939). Teknologi beton jalan raya.) serta harus mampu mengantisipasi faktor-faktor geologis yang dapat mempengaruhi letak rencana konstruksi. Ahli Geologi menyelidiki keadaan sesungguhnya dan menguraikan hasilnya dengan jelas secara teknis sehingga bisa dipergunakan dengan sewajarnya oleh ahli Teknik Sipil. perusahaan pertambangan dan Instansi pemerintah. terowongan. jalan dsb. Untuk menjadi ahli geologi harus paham tentang pengetahuan dasar (Teknik sipil umum. hidrogeologi) dan pengetahuan khusus (Teknik penelitian lapangan dan geologi) Gambar 1-1. supaya kerjasama itu dapat berjalan sebagaimana mestinya. Menurut KEY (1954). Di sini dituntut adanya komunikasi antar kedua disiplin ilmu tersebut. 1. Ahli geologi dapat dibedakan menjadi 2 ahli yaitu Ahli geologi teknik yang menangani masalah-masalah yang bersifat teknik sipil dengan di latarbelakangi ilmu geologi. Untuk serasi dalam komunikasi antara Ahli geologi dengan Ahli teknik sipil. dan ahli geoteknik yang lebih condong pada segi rekayasa tentang material yang digunakan. kontraktor bidang teknik sipil. Teknologi pertambangan. penggunaan maupun pemeliharaan bangunan-bangunan tersebut. Teknik pondasi.

percobaan di lapangan.9 Gambar 1 ± 1. pengukuran geofisis. Ruang lingkup geologi teknik 1. galian-galian percobaan. pemboran inti & pengunkapan inti pemboran.4. Penelitian Lapangan Dalam penelitian lapangan biasanya digunakan berbagai teknik dan cara seperti : Pemetaan geologi dan geologi teknik. pengunkapan batuan. . pengambilan contoh untuk penelitian di laboratorium.

1-1 dan Gambar 1-2). oleh karena itu sebagai konsultan bidang geologi teknik harus memahami istilah-istilah atau batasanbatasan yang benar menurut bidang teknik sipil.10 Data yang dikumpulkan dalam batuan antara lain berat jenis. elastisitas. gaya tekan dan lain-lain.(Tabel. porositas. Fondasi OBYEK mekanika tanah mekanika batuan Gambar 1 ± 2 : Obyek pembagian pekerjaan dan pondasi Tabel 1 ± 1 : Istilah geologi teknik dan teknik sipil ISTILAH TANAH (SOIL) TEKNIK SIPIL Semua bagian dari bumi yang dapat digali tanpa alat peledak BATUAN (ROCK) Bagian dari kulit bumi yang hanya diambil dengan bahan peledak BATU (STONE) TEKNIK GEOLOGI Hasil pelapukan batuan yang menghasilkan material dengan sifat sesuai dengan batuan induknya Susunan kulit bumi yang terdiri dari satu atau beberapa jenis mineral Masa fragmen yang lepas Merupakan bagian dari batu dari batuan aslinya untuk kontruksi Tanah yang terisi oleh Sama dengan batu PADAS emen sehingga menjadi atu keatuan . Adapun perbedaan pengertian dalam bidang geologi dan teknik sipil antara lain tentang tanah dan batuan. permeabilitas. Peristilahan material bangunan sering terjadi masalah.

1 : 10.Interpretai peta geologi regional .11 Dalam Keteknikan Tanah : Kumpulan alamiah butiran mineral yang dapat dipisahkan dengan mekanika dengan mudah. luas perihal percobaan di lapangan. eksogen yang dapat berpengaruh terhadap bangunan.Interpretasi peta topografi .000) atau disesuaikan dengan luas rencana bangunan konstruksi . bentuk lapangan dan hidrologi juga proses endogen.Pemetaan skala kecil (1 : 2. sehingga dapat meramalkan kondisi geologi bawah permukaan. Pengumpulan data lapangan: . sifat mekanik & perkiraan pada struktur bawah tanah. berdasarkan data -data geologi permukaan dan disertai laporan secara umum dan lengkap. misal: agitasi air Batuan : Kumpulan alamiah butiran mineral yang dihubungkan dengan tenaga kohesif kuat dan tetap Peran ahli geologi dan teknik sipil dapat digambarkan sbb: GEOLOGI : Pengunkapan jenis-jenis batuan. Tahapan Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menentukan seekonomis mungkin dari sebuah proyek .000). .5.Interpretasi foto udara II. Studi awal/pendahuluan . perencanaan & konstruksi 1. Tahapan penelitian bidang pekerjaan geologi teknik yang umum adalah sebagai berikut: I.Peta geologi teknik (mencakup pula kondisi air tanah). GEOLOGI TEKNIK : interpretasi TEKNIK SIPIL : penyusunan konsep.

Atau dengan urutan sebagai berikut : I . teknik geofisis. .Penelitian pasca konstruksi : pengontrolan atas berbagai struktur dan fondasi yang telah dibuat. sedangkan energi dari dalam bumi(endogen) adalah muka bumi kita menjadi munculnya gunungapi.Kompilasi dengan rencana pembangunan konstruksi. tespit (untuk mendapatkan banyak data untuk mengetahui masalah-masalah terpenting di tempat pembangunan). laporan. Roman Muka Bumi Roman muka bumi ini tidak rata disebabkan oleh adanya energi matahari (eksogen)yang merubah permukaan menjadi dataran tinggi.Penelitian utama : laporan lengkap perihal keadaan lapangan (berbagai parameter yang dijadikan dasar bagi perencanaan).penyelidikan geofisika membantu penentuan sifat2 fissik batuan / tanah penyebaran . untuk menentukan apakah rencana tersebut berperilaku sebagai mana yang telah diramalkan.pendugaan lapisan bawah permukaan . II. sintesa .Penelitian pendahuluan : peta geologis. Pembangunan . bukit gunung atau pegunungan. Studi Kelayakan . dataran rendah. geologis & geoteknis) untuk menentukan kemungkinan timbulnya berbagai masalah yang mungkin terjadi akibat keadaan geologi.pemboran dan pengambilan contoh batuan/tanah . III.12 III. epirogenesa dan gempa.Analisis laboratorium.Konsepsi proyek : studi literatur (topografi.6. Penyelidikan detil: . Perencanaan . orogenesa.Penelitian konstruksi : penentuan apakah semua ini memenuhi persyaratan yang dijadikan dassar bagi rencana . penelitian lapangan dengan pemboran. 1. . perhitungan. lembah.

terlipat. bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah. B. tersesarkan dan retakan pada kulit bmi dan batuan. Gerak epirogenesa ini dapat disebut gerak epirogenesa positif apabila daratan turun sehingga muka air laut seolah-olah naik contohnya di pantai timor. Seisme (gempa). Berdasarkan gerakannya dan luas wilayah yang mempengaruhinya tenaga tektonik dapat dibedakan atas gerak orogenesa dan epirogenesa. Sedangkan gerak epirogenesa adalah kebalikan dari gerak orogenesa. yaitu gerakannya sangat lambat dan meliputi areal yang sangat luas. Tenaga Eksogen Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang mempunyai sifat umum merombak bentuk muka bumi . Tektonisme Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi menjadi perubahan tempat. Tenaga endogen Tenaga endogen ini sifatnya membentuk roman muka bumi menjadi tidak rata. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme. c. pembentukan gunung. Gerakan ini menyebabkan terbentuknya pegunungan. sehingga seolah-olah permukaan air laut turun. Gempa adalah suatu pelepasan energi secara tiba-tiba.13 A. Aktivitas magma ini muncul karena adanya retakan-retakan batuan akibat tektonisme. sebagai jalan keluarnya magma dari bagian dalam litosfir ke lapisan diatasnya bahkan ke permukaan bumi yang disebut lava dan tempat keluarnya lava tersebut adalah dapat disebut lubang kepundan gunungapi. a. Contohnya terjadi di teluk Hudson. Contohnya terbentuknya pegunungan sirkum pasifik. sebaliknya gerak epirogenesa negatif adalah apabila permukaan bumi naik. vulkanisme dan seisme atau gempa. Gerak orogenesa adalah gerakan tenaga endogen yang relative cepat dan meliputi daerah yang relative sempit. Vulkanisme Vulkanisme adalah semua gejala alam yang terjadi dari adanya aktifitas magma. b.

14

C. Kristal Mineral Kristal : adalah suatu bangun bidang banyak yang teratur dan dibatasi oleh bidang-bidang datar yang tertenttu jumlahnya. Bentuk kristal ini dianggap sebagai akibat senyawa ±senyawa chemis, yang karena daya tarik menarik antara atom yang satu dengan lain, bila pada keadaan yang baik mengalami perubahan dari bentuk cair atau gas ke bentuk padat. Mineral yang mengkristal dibatasi oleh bidang-bidang yang secara bersama-sama membentuk bidang banyak yang khas untuk sesuatu jenis mineral. Dalam kristalografi kita kenal 7 macam susunan sumbu , yaitu a Sistem Regular/Isometrik : Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang a=b=c, bersifat optis isotrop ada satu indeks bias. b. Sistem Tetragonal, Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang a=b=c, bersifat optis isotrop ada dua indeks bias. c. Sistem Hexagonal dan Trigonal: Sumbu a, b, d terdapat dalam satu bidang datar dan saling menyudut 120°, sedang sumbu c tegak lurus pada sumbu a, b dan d; satuan pada a=b=c=d ; bersifat optis anisotrop a=b=dc,; dua indek bias. d. Sistem Rhombis: Sumbu a,b dan c saling tegak lurus, satuan panjang abc bersifat optis isotrop ada tiga indeks bias. e. Sistem Monoklin; sumbu b tegaklurus pada sumbu a dan c yang terdapat dalam satu bidang . satuan panjang pada abc ; bersifat optis isotrop ada tiga indeks bias. f, Sistem Triklin;Sumbu-sumbu a, b dan c saling menyudut tumpul sudut-sudut yang mengarah ke muka dibuat lebih besar dari 90° , satuan panjang pada abc ; bersifat optis anisotrop tiga indek bias.

Contoh mineral pada masing-masing sistem kristal: (1). Sistem Regular/Isometrik ; Galenit(Pbs); Magnetit ( Fe3 O4); Leusit (K Al Si2 O5) (2). Sistem Hexagonal .: Kalsit(Ca CO3); Magnesit(Mg CO4);. (3). Sistem Tetragonal ; Rutil (Ti O2); Chalcopyrit (Cu Fe S2) (4), Sistem Trigonal ; Turmalin (SiO4)3 Rg (B2O5) Al4; Benitoit Ba Ti (Si3 O9)

15

(5). Sistem Rhombis : Antimonit (Sb2 S3) , Barit (Ba SO4) (6). Sistem Monoklin; Belerang (S), Realgar (As S) (7), Sistem Triklin; Albit (Na Al Si3 O8); Anortit (Ca Al2 Si2 O8)

1.7. Mineral Mineral ialah semua bahan alam yang mempunyai susunan kimiawi tertentu, umumnya bersifat homogen, anisotrop dan dapat berupa bahan2 padat atau cair. Umumnya terbentuk secara anorganis dan dalam keadaan baik akan memberikan susunan atom yang khas baginya yang ditunjukkan oleh bentuk kristal dan sifat2 fisisnya yang lain Berdasarkan gaya kohesi a. Belahan: ialah kecenderungan suatu kristal yang karena pemukulan akan pecah ke suatu arah tertentu , sehingga akan didapatkan bidang yang rata dan licin. b. Pecahan: umumnya dijumpai pada mineral2 yang amorf. Macam pecahannya seperti pecahan botol, rumah siput dll c. Keras: ialah daya tahan mineral terhadap penggoresan. Penentuan keras mineral secara nisbi ialah dengan menggunakan skala Mohs. Skala mohs: 1. TALC (Mg3Si4O10(OH)2) 2. GYPSUM (CaSO4* 2H2O) 3. CALSITE (Ca CO3) 4. FLUORITE (CaF2) 5. APATITE (Ca5 (AsO4)3(F,Cl,OH) 6. ORTHOCLASE (KAlSi3O8) 7. QUARTZ (Si O2) 8. TOPAZ (Al2SiO4(F,OH)2 9. CORUNDUM(Al2O3) 10. DIAMOND(C) d. Sifat dalam : misalnya , elastis, fleksibel(mudah dibelokan), dapat dipilin (emas), rapuh (mudah dibubuk, mudah ditempa)

16

1.8. Mineral Pembentuk Batuan Berdasarkan analisa kimia oleh Washington dkk, bahwa penyusun kerak bumi hanya terdiri dari 8 unsur pokok . unsure-unsur tersebut bersenyawa membentuk mineral-mineral utama , mineral tambahan dan mineral penyerta. Mineral utama dalam kerak bumi adalah antara lain: Kwarsa, Felspar( ortholas dan Plagioklas), Mika, Amfibol, Piroksen, Olivin; Mineral tambahan : klorit, mineral lempung; sedangkan mineral penyerta adalah magnetis, hematite, limonit dll.

1.9. Prinsip Dasar Geologi Teknik Aspek terpenting dalam pekerjaan adalah seorang ahli geologi harus dapat mengevaluasi berbagai aspek geologis dari sebuah proyek dan harus memberikan keterangan ± keterangan yang tepat untuk sebuah bangunan yang akan didirikan. Hubungan antara banguan teknik sipil dan lingkungan geologis dapat

dikemukakan dalam beberapa perbandingan sederhana, yang disebut prinsipprinsip dasar geologi teknik: 1. Sifat2 material + struktur nassa tanah = Sifat2 massa tanah 2. Sifat2 massa tanah + Lingkungan sekitar = Situasi teknik geologis
erubahan akibat tindakan geologis

Keterangan :
-

Material adalah batuan, tanah, zat cair, sedangkan sifat2 material umumnya ditentukan dari laboratorium.

-

Struktur massa tanah adalah kondisi geologis (struktur geologi, stratigrafi) yang berada pada daerah pembangunan .

-

Massa tanah adalah volume tanah yang dipengaruhi oleh bangunan. Sifat2 massa tanah adalah sifat2 geoteknis (kekuatan, permeabilitas) yang dimiliki oleh tanah.

 

 

3.

Situasi teknik geologis

!

erilaku oleh massa tanah

W. Apa yang perlu di ketahui tentang teknik sipil untuk sebagai ahli geologi teknik 3. Apa manfaat penelitian dengan metode geofisis Daftar pustaka Verhoef.. 1989.17 SOAL-SOAL 1. 4. Apa yang saudara ketahui tentang geologi dan bagaimana hubungannya dengan geologi teknik. Bowles. Apa perlunya suatu perencanaan pembangunan di awali dengan studi kelayakan 5. 2. Penerbit Erlangga.N. Geologi untuk Teknik Sipil. 1991. P. Erlangga Jakarta .Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah . Jakarta. Apa bedanya tanah dan batuan menurut ahli teknik sipil dan bagaimana menurut geologi.

7) seperti benda yang mengapung-ngapung pada (Sima Bj. 2.4 . bumi terdiri dari: .Sial : bagian atas tebal ± 15 km. Teori KANT-LA PLACE. tebal 1700. Bj. Bj. yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan (kerak bumi). 3.5.Sima: bagian bawah tebal ± 20 km. Menurut PLATO (ahli filsafat) : bumi terdiri dari masa cair pijar yang dikelilingi oleh lapisan batuan atau kerak bumi(kulit bumi). 3. jari2 3500 km. Zat-zatnya adalah zat H yang berupa gas dan tekanan yang besar sehingga atom-atom H bersifat benda padat. 60 2900 km dan inti bumi mempunyai jari- . Bj 9. sifat batuan asam dan basa.Lapisan Antara (Chalcosfer) : Sisik oksida & sulfida.4 ± 4 . Menurut penyelidikan Seismologi dijumpai lapisan yang diskontinyuitas (tidak bersambung) pada kedalaman km(bidang mohorovicic) 1200 km. 2.5) zat cair. dari luar ± paling dalam : . inti bumi seperti yang terdapat pada matahari.18 BAB II GE L GI Geologi adalah ilmu yang mempalajari tentang bumi. Seolah-olah Sial(Bj.7 tipe magma granitis.Kerak Bumi: ketebalan 30 ± 70 km. Sehingga lapisan SIAL dapat bergerak-gerak. bumi selama bermilyar tahun dilepaskan dari matahari dalam bentuk bola gas yang pijar.7 . Pembagian bagian bumi menurut SUESS & WIECHERT. Bj 6. Menurut HOLMES. Bj ± 2. Bj. tipe magma basaltis .Selubung bumi : ketebalan ±1200 km Bj ± 3. bagian tengah : tebal ± 25 km. jari 3500 km.6 Menurut Kuhn & Rittman : Bumi berasal dari matahari. di dalamnya termasuk penyelidikan tentang pembentukan batuan dan bagaimana keberadaannya dalam bumi. 3.5. tipe magma peridotit dan eklogit.Inti besi Nikel (Barisfer).

Atmosfer adalah selubung gas yang mengelilingi hidrosfir atau zona air (samudra. hidrosfir dan litosfer. 3. bersifat kaku tegar dan terletak pada bagian atas mantel. Kulit bumi (litosfir) dengan ketebalan sekitar 60 km. Struktur dalaman bumi . Inti bumi(Core) sekitar 3475 km dengan kondisi bagian luar bersifat cair dan bagian dalam padat. Selubung bumi ( mantel) sampai kedalaman 2900 km. Struktur dalaman bumi (Gambar 2-1) terdiri dari: 1. Gambar 2 ± 1. adalah terbentuk sekitar 4. terpecah-pecah menjadi pelat-pelat atau lempeng.5 milyar tahun yang lalu dari suatu bola api berpijar yang terdiri dari gas kosmis dan debu angkasa luar. 2.19 Bumi terbentuk dari salah satu teori yang telah diterima se cara umum. Dalam proses pendinginan massa ini membentuk atmosfir. danau) dan kerak bumi dan massa bagian dalam.

.20 Bumi yang dinamis dipengaruhi oleh 2 energi yaitu energi dari matahari yang merubah wajah permukaan bumi melalui proses-proses pelapukan. Gambar 2-2. Kulit bumi pecah-pecah menjadi 11 bongkah besar disebut lempeng ( plate ) bersifat tegar yang selalu bergeser bergerak bebas diatas astenosfir. Pengikisan pangangkutan dan pengendapan Lempeng bumi dibagi dua jenis lempeng benua dan lempeng samudra. pengikisan. Akibat dari lempeng yang saling bertumbukan (Gambar 2-4) akan terjadi deretan gunungapi sejajar tumbukan lempeng dan pada jalur tumbukan tersebut merupakan pusat-pusat gempa tektonik. gunungapi dan gempa bumi. Lempeng benua merupakan pembentuk benua sedangkan lempeng samudra adalah pembentuk dasar samudra. pengangkutan dan pengendapan (Gambar 2-2) sedangkan energi dari dalam bumi akan merubah struktur dalam bumi melalui proses-proses berupa pembentukan pegunungan. saling bersentuhan\bertumbukan (konvergen) atau memisah-diri (divergen) (Gambar 2-3).

transportasi.21 Gambar 2-3. karena muncul dipermukaan akan terjadi proses pelapukan. erosi. batuan sedimen dan batuan metamorf secara terbentuknya diawali dengan pembekuan magma akan terbentuk jenis batuan beku. Lempeng-lempeng tektonik dunia Gambar 2-4. batuan beku maupun batuan sedimen apabila terkena temperatur dan tekanan akan . pengendapan maka setelah terjadi proses pembatuan akan terbentuk batuan sedimen. Tumbukan Lempeng Samudra menyusup dibawah Lempeng Benua Batuan kulit bumi ini dapat dikelompokkan manjadi 3 (tiga) yaitu batuan beku.

terbentuknya batuan ini disebut daur/siklus batuan(Gambar 2-5) DAUR (SIKLUS) BATUAN PROSES PENDINGINAN MAGMA PROSES PELEBURAN PROSES PELAPUKAN\ PENGANGKUTAN DAN PENGENDAPAN BATUAN BEKU BATUAN MALIHAN PENINGKATAN P dan T PROSES UBAHAN ENDAPAN SEDIMEN BATUAN SEDIMEN PROSES PEMBATUAN Gambar 2-5 Siklus Batuan Batuan ini hampir seluruhnya bagian dari kulit bumi kecuali lapisan tipis diatasnya yang disebut soil atau tanah. . WASHINGTON.22 terjadi proses ubahan maka akan terjadi batuan malihan/metamorf apabila batuan ini nyusup kedalam bumi akan terjadi peleburan kembali menjadi magma Cara. CLARKE. DALLY. melakukan analisa kimia Batuan dari kerak bumi dan batuan beku ternyata mempunyai prosentasi unsur yang relatif sama. sehingga dapat disimpulkan bahwa pada waktu kerak bumi terbentuk untuk pertama kalinya seluruhnya batuan beku. Sebaran atau luas batuan di muka bumi (Gambar 2-6) adalah 75 % dari batuan sedimen dan 25 % dari batuan beku. sedangkan volume batuan beku adalah 95 % dan hanya 5 % adalah batuan sedimen dan lainnya. NIGGLI. baru kemudian terbentuk batuan ±batuan endapan (sedimen).

berat jenis. sedangkan sifat kimia misalnya unsur-unsur kimia atau senyawa kimia yang dikandung. kilat. 25 B. Pada umumnya mineral bersifat padat akan tetapi dapat juga dalam keadaan cair atau gas. Berdasarkan peranannya dalam batuan mineral dapat dikelompokkan menjadi : mineral utama. cerat. . belahan. bisa sejenis atau bermacam-macam mineral.SED. struktur dan sifatsifat optik. kimia tertentu. Nama mineral didasarkan sifat fisik.23 Batuan adalah merupakan kumpulan dari satu atau lebih mineral.% LUAS % Gambar 2-6 Diagram volume dan luas batuan di muka bumi Mineral pembentuk batuan Dari analisa yang telah dilakukan ternyata hannya ada 8 unsur pokok sebagai penyusun kerak bumi. tambahan dan penyerta. Batuan tersebut kalau lapuk akan menjadi tanah. Mineral adalah benda alam yang homogen dan mempunyai sifat fisik maupun kimia tertentu. Sifat fisik tersebut misalnya warna. pecahan. kekerasan. 95 5 75 B.BEKU VOLUM. Unsur-unsur tersebut bersenyawa membentuk mineral-mineral utama yang terdapat di bumi.

e. Warna asli tidak berwarna ± putih tetapi kadang-kadang ada pengotoran sehingga berwarna lain. belahan 2 arah . lunak umumnya pada batuan ubahan. . dan anortit. Kalsit berwarna putih sering ada pengotoran. Olivin: Biasanya berwarna hijau terdiri dari dari (Fe Mg)2 SiO4 g. Mineral utama antara lain : a. bersisi kelipatan 4. kekerasan 7(skala Mohs). kemerahan. kekerasan 6 bersifat asam. agak panjang dengan belahan 2 arah menyudut. leusit. Mika : mineral ini bentuknya pipih atau berlembar terdiri dari mineral muskovit apabila berwarna putih dengan susunan kimianya K Al2(OH)2 (Al Si3 )10). Grafit. Piroksen terdiri dari mineral Augit dengan susunan kimianya Ca (Mg Fe) (SiO3)2 {(Al Fe)2O3}. bitonit. oligoklas. h. dapat dibedakan dengan felspar secara optik. b. pecahannya concoidal. banyak variasinya misalnya amethyst berwarna ungu. mempunyai belahan 3 arah berbentuk romboeder. c. Felspar : terdiri dari orthoklas (K AL SiO2) sebagai sumber utama unsur K (Kalium) dalam tanah. unsur C (karbon) berwarna hitam. Mineralnya antara lain nefelin. mempunyai belahan 2 arah saling menyudut. Mineral biotit apabila berwarna hitam dengan susunan kimianya K2 (Mg Fe)2 (OH)2 (Al Si3 O10) d.Amfibol : terdiri dari mineral Horblende susunan kimianya Ca2 (Mg Fe Al)3 (OH)2 ((Si Al)4 O11))2. Umumnya berwarna abu-abu. tidak punya belahan. terjadi karena dalam pembentukannya kekurangan Si O2. Ca) Al Si3 O8 kenampakannya menyerupai orto klas hanya warna biasanya putih abu-abu dan secara optik plagioklas mempunyai kembaran. andesin.24 1. labradorit. Mineral pengganti felspar disebut feldspatoid. Bentuk kristal prismatik hexagonal. f. prismatik. Susunan kimianya Ca CO3. Berbentuk prismatik pendek . Plagioklas (Na. berbentuk prismatik biasanya berisi kelipatan 3. Plagioklas terdiri dari mineral-mineral albit. Kwarsa dengan komposisi kimia Si O2.

Mineral Tambahan adalah mineral yang terbentuk karena adanya proses pelapukan .25 2. panas dan pijar yang penuh dengan gas-gas . amfibol. Olivin Piroksen Horblende Basa Bitonit Intermedit Labradorit Andesin Biotit Asam Albit Ortoklas Muskovit Kwarsa Gambar 2-7 Seri reaksi bowen Oligoklas Anortit 2. Contohnya mineral klorit terbentuk dari mineral biotit. pelarutan dan lain-lain. Mineral lempung berbutir halus merupakan hidrous aluminium silikat berasal dari berbagai mineral. Magma adalah larutan silikat alam yang bersifat cair. Urut-urutan pembentuk mineral/batuan menurut BOWEN (Bowen reaction Series) adalah mineral yang bersifat basa akan terbentuk lebih dulu baru kemudian menengah dan terakhir bersifat asam (Gambar 2-7).2. Batuan Beku Adalah batuan yang terjadi dari pembekuan magma. piroksen.

Contoh jenis batuan GRANIT : Batuan ini bersifat asam terbentuk di dalam bumi(Plutonik). b. ada kalanya bahkan berupa kaca (Obsidian). Magma akan muncul kepermukaan melalui rekahan. abu-abu. hijau prismatik. terkadang ada kristal besar yang terangkut keatas masuk ke celah. kristalin yang sangat halus. Batuan beku lelehan (efusif.26 volatil (gas-gas yang sangat mudah menguap). yaitu batuan beku yang membeku di dalam celah (gang) dalam perjalanannya menuju ke permukaan. c. yaitu mempunyai bentuk kristal besar2. secara perlahan ± lahan berkristalisasi (Batolit dan lakolit). ortoklas berwarna merah muda. Batuan beku dalam (Plutonik). Batuan yang membeku dekat permukaan dengan susunan mineral sama hanya berbeda ukuran butirnya dengan Granit adalah RIOLIT. Magma dalam perjalanan ke permukaan dapat membeku diberbagai tempat. ekstrusif). Susunan mineralnya ialah kwarsa berwarna putih. sehingga bentuk kristanya besar-besar. sehingga berdasarkan tempat membekunya batuan beku dapat dibagi : a.Batu beku gang. Strukturnya porfir. zona lemah berupa pipa kepundan gunung api. cepat mendingin. zirkon. biotit berwarna hitam pipih. Mneral penyertanya magnetit hitam berbentuk kubus. . baru akan tersingkap setelah permukaan bumi terangkat dan tererosi.

Kalau butirannya halus disebut BASALT . horblende dan piroksen. Tidak dijumpai ortoklas tetapi banyak mengandung plagioklas bersifat intermedit(andesin) dan tidak mengandung kwarsa. biasanya warnanya lebih tua dan jarang dijumpai. olivin. horblende sedangkan plagioklasnya bersifat basa: labradorit. Kalau mengandung kwarsa disebut diorit kwarsa. DIORIT : Batuan ini lebih banyak mengandung mineral yang mengandung fero magnesium: biotit. GABRO : Batuan ini berwarna hitam mengandung mineral piroksen. dan kalau ukuran butirnya halus dan bersifat menengah disebut Andesit. bitonit dan berbutir kasar. ukuran butirnya kasar. tetapi berbeda tidak mengandung kwarsa.27 Gambar 2-8 Granit dan mineral utama SYENIT : Tekturnya sama dengan granit demikian pula susunan mineralnya.

berwarna hijau tua. . ortoklas/plagioklas.1). berwarna hitam DUNIT : Batuan ini hanya mengandung minerap olivin saja. .28 Gambar 2. AMFIBOLIT : Sama dengan diatas hanya mineralnya terdiri dari amfibol saja. Klasifikasi penamaan batuan beku berdasarkan : kandungan kwarsa. Batuan adalah kumpulan dari satu atau lebih dari mineral. berwarna hitam.9 Gabro PERIDOTIT : Batuannya sangat kasar terdiri dari mineral piroksen dan olivin bersifat ultra basa PIROKSENIT :Sama dengan Peridotit hanya mineralnya terdiri dari piroksen saja.maka batuan tersebut dapat diketahui nama batuan(Tabel 2. prosentasi warna mineral gelap dan terang dan sedikit atau tanpa felspar dll.

29 Gambar 2 ± 10. Terbentuknya batuan beku .

30 Tabel 2-1. B u ¡ ¢¡ S di . Salah satu sifatnya yang khas adalah adanya perlapisan. Proses selanjutnya adalah proses pembatuan / kompaksi dengan prose mekanis ataupun secara kimiawi. Batuan ini dapat berasal dari batuan beku yang mengalami proses pelapukan sehingga batuan beku tersebut menjadi lunak hancur lalu tertransport oleh media air angin atau es ketempat yang lebih rendah dan di endapkan. Klasifikasi batuan Adalah batuan yang terbentuk karena proses pengendapan proses kimia dan proses biologis.2. Endapan yang telah mengalami transportasi proses ini disebut endapan klastis atau £¤¥ ¤ £ 2.

Berdasarkan susunan dan cara pembentukannya batuan sedimen dibagi menjadi: a. yaitu pemadatan oleh tekanan yang meningkat . b. b.Pembentukan kongresi. material baru akan mengendap diantara butir sebagai matriks silika. yaitu misalnya: anhidrit. Perlapisan Pada umumnya batu sedimen membentuk perlapisan.31 biologis. Misalnya kongresi batulempung dalam lapisan batupasir . lempung. misalnya: batupasir. d. yaitu pemindahan zat dan pemisahan di tempat lain. Hal ini dapat terlihat dari adanya perbedaan besar butir secara berangsur. perbedaan warna mineral. misalnya: batukapur. trumbu karang dsb. Pengkristalan kembali. abu volkanik. breksi dsb f. Kompaksi. 2. 1. gips. Perubahan ini mungkin karena proses pengendapan dalam cekungan terdiri dari endapan darat (sungai. batubara.Sementasi(perekatan). napal. minyak bumi.Batuan karbonat. c. sedangkan endapan yang terdiri dari binatang-binatang/tumbuhtumbuhan (tidak tertransport) disebut endapan proses non klastis. napal dsb c. Sedimen piroklastik/Volkanik: misalnya: tuf. gurun. misalnya pada batugamping atau batupasir kuarsitik. Sedimen silika klastik. Lapisan yang paling bawah adalah paling tua. sedangkan yang lebih . karbonat dsb.Sedimen Organik. e. dimana butiran tumbuh jadi satu sebagai akibat pelarutan dan pengkristalan pada titik-titik lain. dsb d. misalnya fosforit. Sedimen lainnya. di mana air akan terdesak keluar. biasanya disebabkan: a. Evaporit. misalnya: gambut. lagun/danau) berubah menjadi lingkungan laut atau sebaliknya. Diagenesis Dengan terus berlakunya waktu akan terjadi perekatan antar butir dan hasil akhirnya menjadi batuan keras.

Penamaan batuan NAMA BATUAN Lepas. Diskordansi 2 Permukaan tanah dapat tertutup kembali oleh endapan laut.3. pasir kapur Lanau (lumpur). Jadi sedimen yang lebih muda dapat mengendap di atas lapisan yang telah tererosi sebagian.06 mm LUTIT 0. batugamping Kelompok batuan RUDIT Besar butiran 2 mm ARENIT 2 ± 0. Batuan Metamorf Setelah mengalami diagenesis. setelah diagenesis Breksi Konglomerat Batu pasir (silikarenit) Batu kapur (kalkarenit) Batu lanau. batuan sedimen dan batuan beku akan berubah lebih lanjut di bawah pengeruh temperatur (T) dan tekanan (P) yang tinggi. Yang menjadi bidang pemisahnya adalah bidang diskordansi di atas muka laut akan bertransgresi kembali. batu guling Pasir kuarsaan. Berdasarkan cara pembentukannya: Merekat. batu lempung. Sedimentasi akan berhenti jika permukaan air telah tercapai. 4. lumpur kapur 2. Klasifikasi batuan sedimen Berdasarkan ukuran besar butiran. lempung. tidak keras Puing (bersudut). napal.06 mm . seringkali kristalisasi kembali berlangsung melalui penambahan atau penghilangan zat. Dengan demikian transgresi mengungkapkan adanya periode ketidakselarasan atau perlipatan dalam sejarah terjadinya bumi. kerikil. 3.32 muda terletak diatasnya. lepas atau merekat dan susunan mineralnya (Tabel 2-2) maka kita dapat mengenal nama batuan: Tabel 2-2. Dengan demikian lapisan2 yang lebih muda ini akan diskordan di atas lapisan2 tua.

dimulai dengan breksi patahan. terjadi pada kontak sebuah intrusi magma. p rendah hingga tinggi. terjadi pada deformasi lokal yang intensif. b.Metamorfosis dinamo. terjadi pada daerah yang lebih luas dibanding tipe sebelumnya dan erat dengan pembentukan pegunungan dan deformasi T rendah hingga tinggi. Metamorfosis regional. Lempung Lumpur kapur pasir Batulempung Batugamping batupasir kuarsit pilit Skis mika Marmer Skis mika gneis Granit Gneis Granit metamorfosis menengah tinggi Ultra Metamorfosis Batuan metamorf juga terdapat kekar/berlembar yang disebut foliasi Gambar 2. c.11 Struktur foliasi pada sayatan tipis batuan Skis . Tabel 2-3 . P rendah.33 a. kemudian milonit oleh T rendah dan P rendah. Metamorfosis kontak. batuan yang berada di sampingnya terbakar oleh T tinggi. Asal batuan metamorf Endapan Diagenesis rendah Sabak.

lipatan dan sesar. Contoh struktur pada batuan sedimen : struktur perlapisan (Gambar 2-12).12. b. Jenis struktur batuan tersebut adalah kekar. a Struktur gelembur gelombang. a b Gamabr 2.34 2. Struktur Batuan Struktur batuan adalah struktur perubahan bentuk maupaun volume akibat adanya tektonik. Kekar (joint) .1.4. kekar berlembar. simpang siur. kekar tiang dll. Struktur ini banyak menunjukkan proses dan dalam kondisi sedimen tersebut terbentuk. 2. gelembur gelombang pada batuan beku dijumpai strutur trackitic. cross bedding.5. Struktur perlapisan batuan 2.5. ripple mark. Struktur Sedimen Struktur sedimen terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batuan sedimen itu sendiri.

215).35 Struktur kekar adalah rekahan yang terbentuk akibat tektonik suatu tekanan pada batuan (Gambar 2-13) atau nontektonik pada batuan beku(Gambar 2 -14. . Kekar adalah sangat penting dalam perencanaan banguan sipil.

2. Kekar berlembar Gambar 2-15. Lipatan (Fold) . disebut kekar berlembar apabila bentuknya berlembar-lembar(Sheeting joint) (Gambar 2-14) sedangkan bentuknya berbentuk polygonal adalah kekar yang disebut kekar tiang (Colomnar joint)(Gambar 2-15) Gambar 2-14. Kekar akibat lipatan dan sesar Kekar nontektonik yaitu kekar akibat pembekuan magma.36 Gambar 2-13.5. Kekar tiang 2.

37 Lipatan adalah bentuk lapisan batuan yang mengalami pembubungan ataupun bentuk cekungan. Jenis lipatan dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan kemiringan sumbu lipatan. .

Jenis-jenis lipatan Gambar 2-17. Antiklin sinklin ¦ 2. .5. Berdasarkan tektoni k lemp eng sesar terjadi karena adanya gejala pel enturan kerak bu mi yang ditimbulkan sebagai akibat adanya perges eran-pergeseran benua atau lemp eng.38 Gambar 2-16. Pergeseran sesar dengan ukuran panja ng maupun kedalama n dapat berkisar dari beb erapa cm sa mpai ratusan km bahan yang hancur akibat pergesera n tersebut terdapat pada jalur sesar dapat berupa suatu bahan yang halus sampa i breksi(breksi sesar) mempunyai ketebalan berkisar antara beberapa cm sampa i ratusan meter. Sesar (Fault Sesar adalah suatu rekahan pada batuan yang telah mengalami pergesera n sehingga terjadi perpindahan antara bagian-bagian yang berhadapan dengan ara h yang sejajar dengan bidang sesar.3.

Sesar mendatar Gambar 2-20 Intrusi dan sesar naik .39 Ga mbar 2-18 Sesar naik Ga mbar 2-19.

. yang mengakibatkan proses pelapukan intensip sehingga data ±data struktur sulit dikenali di lapangan. DIDUGA Sesar diduga Normal Sesar naik .(Ga mbar 2-21) Ga mbar 2-21 Beberapa data struktur yang t elah t ererosi . Tetapi dengan jejak yang ada dapat di interpretasikan. . PASTI Normal slip 70 Normal 70 Reverse slip 2. DIPERKIRAKAN 3.40 Tabel 2-4 Simbol sesar dalam p eta dan Tingkatannya 1. Sesar (dr foto udara) Reverse Sesar mendatar Strike slip Kondisi Indonesia ber iklim Tropis.

41 2.6.(Gambar 3.(Ga mb ar 2. Ketidakselaras an (Unconformity) Ketidak selarasan adalah per mukaan\bidang erosi yang telah terkubur. Tiga besar type ketidak selarasan di klasifikasikan berdasarkan karakteristik tubuh bat uan dibawah dan diatas bidang erosi yang telah terkubur dan terjadi kekacauan waktu.24) Gambar 2-22.23) Nonconformity : Bidang erosi yang terkubur merupakan batuan kristalin (plutonic atau metamorphic).22) Angular unconformity : Lapisan diatas dan dib awah tidak paralel dan mempunyai strikeda n dip berb eda. (gap waktu): Disconformity : Perlapisan dibawah da n diatas bidang tidak selaras adalah paralel dan mempunyai strike dan dip sa ma. Disconformit y .(Ga mbar 3.

7. . Non confor mity 2. Fosil fora m besar dapat berupa cetakan maup un mengala mi silifikasi sedangka n fosil fora m kecil hanya dapat di klasifikasi dengan alat bantu mi kroskup. Ungular unconfor mity Ga mbar 2-24. Fosil dala m batuan di kelomp okkan menja di dua yaitu fosil fora m besar dan fosil fora m kecil. Paleo ntologi Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari jenis kehidupan masa lalu. Jenis kehidupan tersebut akan mat i dan terkubur dala m endapan sedimen yang nantinya akan menjadi fosil.42 Gambar 2-23. F osil dari jenis tumbuh-tumbuhan atau binatang akan dipelajari spesifikasinya karena jenis fosil tertentu akan menu nju kkan masa kehidupan tertentu pula.

Wilayah-wilayah yan g terjadi bencana gempa bu mi kelihatannya mengikut i jalur-jalur tertentu. Energi yang kuat dilepaskan akan menyebar dari pusat gempa sebagai gelombang -gelombang seismic kesegala . banyak korban jiwa dan harta benda.43 Berdasarkan fosil tersebut maka batuan ya ng mengandung fosil tersebut dapat diketahui umur batuannya sehingga dapat digu na kan untuk menentuka n urutan umur geologi (geology ti e). Gempa bumi di definisikan adalah suatu peristiwa t erlepasan energi yan g telah sejak la ma di himpu n didalam batuan yang secara tiba-tiba energi yang terkumpul tersebut dilepaskan dengan bentuk melalui patahan dan gesrekan dan dirambatkan sebagai getaran-getaran dalam batuan . Tabel 2-5 Waktu geologi § § 2.8. Gempa Bumi Gempa bu mi merupakan salah satu gejala alam yang bersifat sangat mengha ncurkan.

Dalam teori tektonik lempeng bahwa litosfer yang bersifat padat dan kaku yang merupakan lapisan paling luar dari bumi terdiri dari lempengan-lempengan yang terpisah-pisah. Meskipun energi yang dilepaskan tersebut cepat hilang dan melemah.44 arah dan makin jauh akan melemah. Sebagian besar gempa bumi terjadi disebabkan adanya gesrekan yang timbul pada batas lempeng litosfir yang terjadi pada patahanpatahan yang banyak terdapat dalam kerak bumi. Gambar 2-25 Gempa tektonik . yang mengapung diatas lapisan yang bersifat plastis yang disebut astenosfir. tetapi getaran tersebut dapat direkam oleh alat pencatat yang disebut seismograf.

Hal ini dis ebabkan karena indonesia merupakan tempat berinteraksinya 3 lempeng . Pada da erah batas lemp eng tersebut akan terjadi int eraksi dengan penunja man dari salah satu lempengnya dan disitulah tempat terkumpulnya sumb er-su mb er gempa yang dala m. Gempa volkanik 3. sep erti dis epanjang sesar semangko di S umatra. lemp eng Eurasia di utara yang relatif stabil dan lempeng pasifik yang bergerak ke barat dengan kecepatan ratarata 10 cm/th.45 Gambar 2-26 Titik-titik pusat gempa tektonik Indonesia merupakan salah satu wilayah dimu ka bumi yang mempunyai tingkat kegempaan yang tinggi. Gempa tektonik 2. Berdasarkan jenis dari su mber energi penyebab terjadinya gempa bumi dapat dibedakan : 1. yaitu lemp eng India Australia yang bergerak ke utara denga n kecepatan antara 6 ± 8 cm/th. Gempa s ebagai akibat runtuha n/gerakan tanah dan amblesan . Gempa bumi yang paling dahyat terjadi di sepanjang sesar-sesar besar yang berges er secara mendatar.

46 4. . Untuk dapat memperkirakan Ahli gelogi menggunakan peta-peta resiko seismic dan teori tektonik lempeng. Perkiraan tentang kapan dan besar maksimal gempa yang akan terjadi berdasarkan gempa yang pernah terjadi yang akan digunakan untuk perencanaan bangunan sipil tahan gempa. sebuah skala Mercalli yang didasarkan pada pengamatan obyektif atas beberapa gejala pada beberapa permukaan bumi ketika berlangsungnya sebuah gempa. Gempa buatan (leda kan dina mit atau percobaan nuklir) Gambar 2-27 Lempeng -lempeng kerak bumi Pembagian gempa berdasarkan kedalaman pusat gempa adalah : 0 ± 60 km 60 ± 300 km > 300 km Dangkal Cukup dalam Dalam Intensitas sebuah gempa di dasarkan pada banyaknya kerusakan yang ditimbulkan sebuah gempa pada permukaan bumi. Bangunan tahan gempa diperlukan material ber kekuatan tinggi. Tugas seorang geologis adalah memperkirakan kemungkinan terjadinya gempa di sebuah tempat tertentu dan kemungkinan kekuatannya.

47

- Batuan yang masif dan kokoh memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi bila dibanding dengan batuan lembek. - Material tanah, pasir jenuh, lepas akan meleleh(liquefaction) jika berada pada sebuah lereng, atau akan memadat jika material tersebut berada pada sebuah kondisi tertutup. - Penurunan pasir atau lanau lepas yang jenuh sewaktu terjadinya pembebanan dinamis dapat menimbulkan banjir lumpur. Guncangan yang dikirim ke struktur bangunan tersebut tergantung dari sambungan antara struktur dan bumi, seandainya sambungan tidak kuat, karena gaya geser yang dimiliki rendah, maka struktur tersebut dapat terlepas dari pondasinya dan berpindah tempat di permukaan tanah, sedangkan pada bangunan itu sendiri hanya akan terjadi getaran yang sangat kecil. Bangunan yang masif dengan kelambanan yang sangat tinggi dan dengan struktur yang terikat erat pada bawah tanah akan dapat bertahan di tempatnya, sedangkan struktur - struktur yang ringan akan mengikuti gerakan gempa bumi.

48

BAB III
PENYELIDIKAN GEOLOGI

Penyelidikan geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi geologi secara umum berdasarkan satuan tanah permukaan dan batuan. Penyusunan satuan tersebut dengan cara pengelompokan berdasarkan sifat-sifat fisik dan keteknikan yang hampir sama tentang jenis litologi, cara terjadinya, sifat fisik tanah secara umum, sehingga macam tanah dan batuan dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan tanah dan satuan batuan. Kualitas hasil penelitian lapangan ditentukan oleh penggunaan alat secara optimal berbagai teknik penelitian dalam lingkup anggaran biaya yang tersedia untuk kegiatan penelitian tersebut. Metode penelitian lapangan yang memberikan informasi data permukaan adalah berupa peta geologi, geomorfologi, foto udara dan informasi bawah permukaan dari interpretasi struktur geologi (dip batuan, posisi stratigrafi, umur dll), pengukuran geofisis maupun pemboran. 1. Peta Geologi, adalah sebuah gambaran dua demensi mengenahi sebuah daerah dan biasanya dibuat berdasarkan suatu tujuan. Peta geomorfologi dan foto udara dapat memberi informasi tentang selisih ketinggian, pola sungai, ciri-ciri topografi yang semuanya ini akan memberikan informasi perihal geologi bawah permukaan. Contoh suatu daerah sembulan batugamping (sayap antiklin yang terpotong) dikelilingi batuan yang lebih yang lunak akan nampak sebuah tebing yang curam dan landai yang berlawanan arah lereng. Sebuah alur erosi sepanjang arah patahan dan akan membentuk sebuah gawir patahan yang membentuk tangga. 2. Metode Geofisis, adalah perlu untuk mengontrol gambaran 3 demansi sebuah peta, yang diperoleh berdasarkan perbedaan sifat±sifat fissis dari berbagai macam batuan. Metoda seismik, didasarkan pada kecepatan rambat getaran suara yang tergantung dari kerapatan material dan massa; Metoda ketahanan elektrik adalah pengukuran terhadap hantaran elektrik terhadap berbagai macam batuan; Metode magnetik adalah berdasarkan pada sifat-sifat magnetis

49

pada batuan; Metode elektro magnetik, melakukan pengukuran terhadap hantaran sebuah medan elektro magnetik yang terinduksi; Metode georadar, melakukan pengukuran terhadap reflaksi gelombang radio yang terinduksi; Gravimeter, adalah melakukan pengukuran terhadap variasi dalam medan gaya berat. Beberapa metode geofisis di permukaan bumi, antara lain : a. Refraksi seismik Prinsip : Variasi vertikal dan horizontal dalam bawah tanah dari rambatan gelombang kejut kita amati melalui perubahan dalam lama perjalanannya Struktur bawah tanah, kecepatan rambat gelombang seismik Jenis petunjuk : untuk berbagai satuan dalam bawah tanah, permukaan airtanah dapat kita catat sebagai perbandingan kecepatan antara massa jenuh dan massa tidak jenuh. Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan penutup, Penggunaan : penentuan sifa-sifat batuan dan lapisan penutup, mis: porositas, diskontinuitas, stastisitas, kadar zat cair. Pada prinsipnya semua jangkauan kedalaman adalah mungkin. Hasil yang dicapai lebih cermat namun tekniknya lebih mahal dibanding metode hambatan elektrik. Ada kalanya diperlukan bahan peledak untuk menghasilkan gelombang kejut. b. Rrefleksi seismik Prinsip : Gelombang sonik yang dihasilkan dekat permukaan air direfleksikan oleh dasar laut, dasar sungai, dasar danau dan oleh bidang pemisah lapisan batuan dibawahnya. Lokasi dasar dan bidang pemisah lapisan batuan dibawah Jenis petunjuk : dasar. Kecepatan rambat gelombang seismik pada batuan bawah permukaan. Pemetaan dasar laut, sungaidanau dan struktur geologi. Penggunaan : penentuan sifat-sifat massa batuan. Memungkinkan

50

penelitian dalam tanah dan batuan. c. Metode hambatan elektrik Prinsip : Mengukur variasi vertikal dan horizontal yang menyangkut perubahan dalam hambatan elektrik arus listrik. Posisi, batas, dan hambatan dari berbagai satuan bawah Jenis petunjuk : tanah Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan tanah, kadar Penggunaan : kelembaban tanah, permukaan air tanah. Kedalaman maksimum sekitar 30 m. Dipengaruhi oleh jaringan pipa bawah tanah. d. Metode magnetik Prinsip Jenis petunjuk : Pengukuran terhadap variasi dalam medan magnit : Variasi dalam komponen horizontal dan vertikal medan magnit bumi Penggunaan : Pencarian material magnit dalam lingkungan tidak magnetis atau sebaliknya. Besar badan atau struktur didalam bawah : tanah yang dapat dilacak tergantung dari kedalaman badan atau struktur tersebut di bawah permukaan dan hantaran magnetiknya. e. Metode elektro magnetik Prinsip : Pengukuran medan magnet yang dibangkitkan oleh getaran elektro magnetik, yang frekwensinya bisa bervariasi

tergantung dari metode yang digunakan. Hambatan elektrik dari bawah tanah atau profil-profil Jenis petunjuk : refleksi dari gelombang yang direfleksikan (georadar). Penentuan struktur geologi, ketebalan lapisan penutup, Penggunaan : pelecakan material yang perilaku elektromagnetiknya

menunjukkan penyimpangan. Very low frequenscy instrument: 15±150KHz, kedalaman 10±100m. Georadar (80±900KHz):1-20 m. Terrain

conductivity meter(9,8KHz): 6 ± 20m.

(Gambar 3-1) 3. sifat fisik tanah/batuan. Pemboran Penelitian geofisis perlu dikorelasikan dengan data langsung hasil pemboran. Adapun lingkup pemetaan meliputi : jenis tanah.1. 200(200 kawat/inci) yang hampir sama dengan ukuran pasir hingga lanau. Analisis Besar Butir Tanah Sifat-sifat suatu tanah tertentu banyak tergantung kepada ukuran butirnya. kondisi keairan dan bahaya lingkungan beraspek geologi. sehingga perlu disusun program penelitian terpadu antara pemboran. 3. Penentuan ukuran butir tanah dilakukan dengan dua cara yaitu untuk ukuran butir yang kasar dipakai saringan. Besarnya butir juga merupakan dasar untuk klasifikasi atau pemberian nama pada macam-macam tanah tertentu. bilamana terdapat kekurangan atau kelebihan salah satu ukuran butir tertentu maka tanah itu disebut bergradasi buruk. sondir dan penelitian geofisis.51 3. sifat keteknikan (daya dukung. Tanah yang ukuran butirnya dibagi rata antara yang besar sampai yang kecil dikatakan bergradasi baik. perosokan dan tanah mengembang). yaitu tanah dikeringkan dan disaring pada serangkaian saringan dengan ukuran lubang 3 inci sampai dengan no. parit uji. Besarnya butir tanah digambarkan dalam grafik lengkung gradasi atau grafik lengkung pembagian butir. sedangkan apabila besar butir hampir sama disebut bergradasi seragam. sedangkan untuk ukuran butir yang lebih kecil dari pasir halus dipakai cara pengendapan. Tetapi biaya untuk pemboran cukup tinggi. Peta Geologi Teknik Peta geologi teknik merupakan peta yang menyajikan informasi tentang data karakteristik dan sifat keteknikan tanah/batuan disuatu daerah/wilayah. Karena itu pengukuran besarnya butir tanah merupakan suatu percobaan yang sangat sering dilakukan dalam bidang mekanika tanah. yaitu tanah dicampur dengan air dan diaduk kemudian dibiarkan .2. testpit dan terowongan eksplorasi.

Butiran-butiran dalam suatu suspensi akan menurun dengan kecepatan yang tergantung pada ukurannya. Kecepatan ini menurut hukum Stokes. M = Konstanta Jadi D = ˜ Hr/t Gambar 3± 1 .52 berdiri supayabutir-butir mengendap. Peta geologi teknik . adalah sebanding dengan pangkat dua dari ukuran butirnya. V = Kecepatan turun butir. V = ( D/M)2 D = Diameter butir.

P = prosentase . Rh = pembacaan hidrometer. Berat jenis suatu campuran air dan tanah tergantung konsentrasi butiran yang tergantung di dalamnya. Dengan cara mengukur berat jenis suspensi berarti dapat menghitung banyaknya tanah yang ada dalam campuran tersebut.3. Istilah-istilah yang dipakai untuk pembatasan seperti sketsa dibawah ini: Basah Keadaan cair (Liquid) Kering solid plastic semi-plastic Batas cair (LL) Batas Plastis (PL) Batas pengerutan ( SL) Gambar 3 ± 2 Batas-batas aterberg . W = Jumlah berat tanah dalam suspensi 3.53 Hr = tinggi turun . B = berat tanah/cm3. B = G/(G-1) (Rh ± 1 ) P = 1000B/W x 100 G = berat jenis. Biasanya pengukuran dimulai setelah satu menit dan diteruskan pada jangka waktu tertentu selama 24 jam. t = waktu Butir-butir sebesar D akan turun sejarak H dalam jangka waktu t. Batas-Batas Atterberg Batas atterberg adalah batas cair dan batas plastis.

LI diperoleh dari persamaan : LI = (w-PL)/(LL-PL) = (w-PL)/PI Kegunaan batas-batas atterberg adalah suatu gambaran secara garis besar akan sifat-sifat tanah. Indeks kecairan (LI) adalah kadar air tanah dalam keadaan aslinya biasanya terletak antara batas plastis dan batas cair dan biasanya berkisar antara 0 sampai 1. maka dari grafik tersebut dapat dibaca kadar air pada 25 pukulan. Indeks plastis (PI) adalah selisih antara batas cair dan batas plastis dimana tanah tersebut dalam keadaan plastis. Sifat tanah tersebut dipakai untuk misalnya pembuatan jalan dan Indeks plastis juga biasanya dipakai sebagai salah satu syarat untuk bahan yang akan dipakai untuk pembuatan jalan. maka akan diperoleh banyaknya pukulan sampai dua alur tersebut berimpit. 3. Batas cair (LL) adalah kadar air tanah bilamana diperlukan 25 pukulan. compresibility tinggi dan sulit memadatkannya. Keaktifan .54 1. Klasifikasi platisitas tanah berbutir halus dibagi lagi menjadi plastisitas rendah (LL < 35 %). Kadar air ini ditentukan dengan memplintir tanah pada plat kaca sehingga diameter bulatan dari batang tanah yang dibentuk mencapai 1/8 inci dan apabila tanah mulai mencapai pecah/retak-retak maka kadar air tanah itu adalah batas plastis. Batas plastis (PL) adalah kadar air pada batas bawah daerah plastis. 2. Cara mengetahui batas cair tanah dengan beberapa contoh tanah dengan bermacammacam kadar air dan dilakukan uji dengan alat batas cair.(PI =LL ± PL ) dan batas cairnya memberikan satu titik pada suatu diagram plastisitas. Data kadar air dan jumlah pukulan masing-masing contoh dibuat grafik. 3.4. plastisitas sedang (LL=35 ± 50 %) dan plastisitas tinggi (LL > 50 %). Tanah yang batas cairnya(LL) tinggi biasanya menpunyai sifat teknik buruk yaitu kekuatan rendah. 4.

Tarikan ini akan sebanding dengan kekurangan muatan neto dan dapat dihubungkan dengan aktivitas lempung.75 < <1. Kapasitas penggantian kation dalam milliekivalen (meq)/100g lempung juga digunakan sebagai indikasi suatu aktivitas. meq/100g 3 ± 15 10 ± 40 10 ± 40 100 ± 40 80 .25 Klas Sedang Tidak aktif ktif kaitannya dengan perubahan volume merupakan .25 < 0. ini menyebabkan terjadinya usaha untuk menyeimbangkan muatan ini dengan tarikan kation.75 > 1.(Tabel 3 ± 1) ktivitas( ) ¨ Indeksplas tis faraksi lempung( 2 m) ktivitas dalam pertimbangan utama dalam mengevaluasi tanah yang akan dipakai dalam pekerjaan pondasi.55 Tepi-tepi mineral lempung mempunyai muatan negatif neto. Skempton(1953) telah menngartikan secara kwantitatif disebut aktivitas dari lempung adalah perbandingan antara indeks plastis dengan prosen fraksi lempung berukuran < 2 Q m dan dikelompokan menjadi 3 klas. Tabel 3-2 Kapasitas penggantian mineral lempung Lempung Kaolinit Haloisit(4H2O) Illit Vermikulit Montmorilonit Kapasitas penggantian.150 © © Tabel 3-1 Klasifikasikan aktivitas lempung ktivitas( ) 0.

5-1.2 0.. yaitu menggunakan hubungan antara selisih batas cair dengan batas plastis yang disebut indeks plastis pada kurve vertical dan batas cair berupa kurva yang horizontal. (Tabel 3-3).5 0.5 0. abu batubara(Ca & Al).5 ± 1.2 0. bahwa Ca akan lebih mudah menggantikan Na atau Mg dibandingkan dengan Mg atau Na untuk menggantikan Na.5 0.5. Tabel 3-3 Korelasi Keaktifan dengan jenis mineral Mineral Na-Montmorilonit Ca-Montmorilonit Ilite Kaolinit Haloisit(Terdehidrat) Haloisit Terhidrat) Atapulgit Alofan Mika(muskovit) Keaktifan 4-7 1. Mineral Lempung Ternyata ada korelasi antara keaktifan dengan jenis mineral lempung yang diunkapkan Skempton(1953) dan Mitchell(1976). semen dengan cara mencampur dengan lempung.56 Aktivitas lempung dapat ditentukan dalam karakteristik plastisitasnya yang berubah oleh substitusi ion-ion logam dari tingkat yang lebih tinggi seperti terlihat pada skala substitusi: Li<Na<NH4<K<Mg<Rb<Ca<Co<Al Sesuai dengan skala tersebut diatas.3 ± 0.3 0. Makin tinggi kapasitas penggantian berarti banyak kation yang dibutuhkan untuk dapat mengubah suatu aktivitas.2 .1 0. yang biasa digunakan adalah kalsium(Ca) yang terdapat pada batugamping. Sebagian besar lempung cenderung mengembang apabila menjadi jenuh.5-1. Pengembangan ini dapat dikurangi dengan cara penggantian kation . Teknik lain yang digunakan untuk mengetahui jenis lempung yang disarankan Casagrande dalam Holtz dan Kovacs(1981) (Gambar 3 ± 3) adalah mengunakan batas-batas atteberg. 3.

3. Perubahan volume berhubungan langsung dengan batas susut dan sebagian berkaitan pula dengan batas plastis dan batas cair. sedangkan penyusutan terjadi ketika kadar air berkurang dari nilai referensinya sampai pada batas susut.3 Kurva keplastikan Casagrande. Tabel 3.4 Hubungan antara Ip. Tingkat Pengembangan Pemuaian lempung terjadi ketika kadar air bertambah dari nilai referensinya. Ws & potensi perubahan volume Potensi perubahan volume Indek plastisitas (Ip) Daerah kering Batas susut (ws) Daerah lembab . menurut Holtz & Gibbs (1956) dalam Bowles (1991) memberikan hubungan kasar yang dijumpai dan cukup dapat diandalkan untuk meramalkan terjadinya perubahan volume.57 Kalsit Kwarsa 0. Tabel 3-4.2 0 Garis U 60 50 40 Indeks keplastikan 30 20 10 Klorit Kaolinit Haloisit Montmorilonit Garis A Ilite Batas cair 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Gambar 3 .6. Tanah lempung dapat diperkirakan akan mempunyai perubahan volume yang besar apabila indeks plastisitas (Ip) u 20.

Karena itu koefisien permeabilitas merupakan faktor penting disamping penentuan berepa jauh jarak air pori yang harus dikeluarkan dari poripori yang ukurannya bertambah kecil untuk dapat meniadakan tekanan yang . Jangka waktu terjadinya penurunan konsolidasi tergantung pada bagaimana cepatnya tekanan pori yang berlebih akibat beban yang bekerja dapat dihilangkan.1 Q m) > 28 20 ± 31 13 ± 23 < 15 Indeks Plastisitas (IP) > 35 25 ± 41 15 ± 28 < 18 Batas Susut (SL) < 11 7 ± 12 10 ± 16 > 15 Metoda Gromko yaitu dengan melihat korelasi antara kerapatan kering insitu terhadap batas cair.58 Kecil Sedang Tinggi 0 ± 15 15 ± 30 > 30 0 ± 30 30 ± 50 > 50  12 10 ± 12 < 10 Beberapa metoda dan pengujian tanah telah dikembangkan untuk mengidentifikasi tingkat pengembangan tanah seperti yang dijelaskan dalam Holtz dan Kovacs (1981) yaitu pengkorelasian terhadap properti indeks dalam bentuk table 3-5. Sedangkan cara yang mudah dan cukup dikenal adalah metoda Seed (1962) dan metode Gillott(1968) . ataupun pengujian free-swell yang dikembangkan oleh Holtz dan Gibbs. Tabel 3-5 Potensi pengembangan tanah (Holtz 1959) Tingkat % perubahan Pengembangan volume Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah > 30 20 ± 30 10 ± 20 < 10 Kandungan Koloid (% .7. Konsolidasi Bekerjanya tegangan terhadap tanah berbutir halus yang jenuh akan menghasilkan regangan yang tergantung pada waktu dan penurunan yang dihasilkan.(Gambar 3-6 & 3-7) 3.

1975).Rendah 0 10 20 30 40 50 60 Persentase lempung ( < 0. Karena itu lempung akan terjadi penurunan agak besar sedangkan pasir penurunannya agak kecil (Wesley.5 Tinggi 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Persentase lempung (< 0. 5- 4- 3Aktifitas Sangat Tinggi Tinggi 2- Sedang 1- 0.002 mm) 90 100 .59 berlebihan.002 mm) 70 Gambar 3-4. Diagram klasifikasi potensi pengembangan tanah (Seed 1962) 100 90 80 70 60 50 Indeks Plastisitas 40 30 20 10 0- Aktifitas=2 Aktifitas = 1 Sangat Tinggi Aktifitas = 0.

Keruntuhan geser dalam tanah adalah akibat gerak relatif antara butirnya. J = sudut geser dalam . sedangkan koefisien konsolidasi berhubungan dengan berapa lama suatu konsolidasi tertentu akan terjadi. terutama untuk menhitung daya dukung tanah. Diagram klasifikasi potensi pengembangan tanah (Gillott 1968) Parameter-parameter konsolidasi suatu tanah adalah indeks tekanan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv). Kuat Geser Tanah Pengetahuan mengenahi kekuatan geser tanah diperlukan untuk berbagai macam soal praktis. Indeks tekanan berhubungan dengan berapa besarnya konsolidasi atau penurunan yang akan terjadi .u ) tan J W = tegangan total pada bidang geser.8. H = jalan air( ½ tebal lapisan) 3. Rumus untuk menghitung kecepatan penurunan (t) dilapangan adalah : t = tH2/Cv t = time faktor.60 Sedang Rendah Gambar 3-5. Oleh karena itu kekuatan tanah tergantung kepada gaya-gaya yang bekerja antara butirnya. Maka kekuatan geser tanah dapat dinyatakan dengan rumus : s = kekuatan geser. u = tegangan air pori s = c¶ + (W . bukanlah karena butirnya sendiri hancur. tegangan tanah terhadap dinding penahan dan kestabilan lereng. Dengan demikian kekuatan geser tanah dapat diangap terdiri dari : bagian yang bersifat kohesi dan bagian yang mempunyai sifat gesekan.

Uji geser langsung juga untuk menentukan arah dan lokasi bidang keruntuhan. Dua atau lebih pengujian tambahan dengan nilai Pv yang lebih besar. Contoh diletakkan di dalam kotak. apabila dilakukan dengan kondisi drainasi yang sama. Beberapa percobaan geser dasar yang dapat dilakukan terhadap suatu tanah.61 Kekuatan geser suatu tanah dapat didefinisikan sebagai tahanan maksimun dari tanah terhadap tegangan geser dibawah suatu kondisi yang diberikan. Kedua bagian ini akan menjadi sedikit terpisah dan blok pembebanan serta setengah bagian atas kotak bergabung menjadi satu. Korelasi antara J dan persentasi lempung (Bjerrum & Simons. Kondisi-kondisi yang ditekankan diatas terutama bersangkutan dengan sifat-sifat drainasi tanah . sedangkan untuk tanah yang berbutir halus akan mengering dengan sangat lambat oleh karena itu kecepatan percobaan merupakan suatu faktor yang pen ting. sebuah blok pembebanan. 1960) terlihat dalam kurva (Gambar 3. Pengujian dilakukan dengan menempatkan contoh tanah kedalam kotak geser yang terbelah dengan setengah bagian yang dibawah merupakan bagian yang tetap sedangkan bagian atas bebas untuk bertranslasi. Untuk suatu tanah yang berbutir kasar. Uji geser langsung adalah untuk mengukur parameter kuat geser sisa Jr dan parameter kohesi mendekati nol akibat regangan yang besar pada keadaan kekuatan sisa. Kemudian suatu beban normal Pv dikerjakan. yaitu pada lokasi belahan kotak dan sejajar dengan beban horizontal. drainasi tanah pada umumnya baik dan terjadi seperti yang dihasilkan dalam percobaan. maka akan diperoleh harga c (kohesi) dan J (sudut geser dalam).6) 40 Tidak terganggu 30 20 Terbentuk kembali 10 0 0 20 40 60 80 Indeks plastisitas ( Ip) 100 . harus memberikan hasil yang sebanding. Uji ini dianggap para ahli dapat memenuhi syarat untuk regangan bidang yang cukup untuk dapat menyebutnya sebagai uji regangan bidang. termasuk batu berpori bergigi untuk drainasi yang cepat diletakkan diatas contoh. untuk membuat grafik bersekala hubunan dengan kuat geser (s) dengan tegangan normal.

(Gambar 3 ± 8) Tangkai bor tangan Stang bor Mata bor Iwan Gambar 3 -7. Bagian atas dari rangkaian stang bor ini mempunyai tangkai yang dipakai untuk memutar alat tersebut. Hasil pemboran ini digunakan untuk mengetahui susunan lapisan dan jenis tanah dan dibuat log bor yang didalamnya tercantum lokasi elevasi cuaca profil bor kedalaman diskripsi lapisan kedalaman muka air tanah dan kedalaman pengambilan contoh tanah asli. Korelasi antara sudut gesek dalam dan indeks plastis ( Simons 1960 dalam Bowles 1991) 3. B Tangan Bor tangan adalah suatu alat yang mempergunakan berbagai macamauger pada ujung bagian bawah dari serangkaian setang bor. Alat Bor tangan . Bor tangan hanya dapat digunakan pada bahan -bahan yang cukup lunak terutama dalam lempung lunak sampai teguh(Gambar 3 ± 7).62 Gambar 3-6.9.

Contoh tidak asli diambil tanpa adanya usaha-usaha yang dilakukan untuk melindungi struktur asli dari tanah.Cara pengambilan contoh asli dengan tabung silinder berdinding tipis dari bahan tembaga/besi di bagian atas disambung kepala tabung untuk dapat disambung dengan setang bor. Derajat kerusakan contoh tanah yang diambil tergantung pada beberapa hal antara lain : . maka kerusakan -kerusakan terhadap contoh bisa diusahakan sekecil mungkin dan segera dibawa ke laboratorium. permukaaan dalam dan luar tabung harus licin.63 Gambar 3 ± 8. Sebelumnya bersihkan lubang bor sampai dasar. sedangkan contoh asli harus masih menunjukkan sifat-sifat asli dari tanah dengan teknik pelaksanan sebagaimana mestinya dan cara pengamatan yang tepat.Keadan dan ukuran tabung contoh: tebal dinding harus setipis mungkin. selanjutnya putar dan angkat tabung dengan hati-hati kemudian tutup dengan parafin. Tabung contoh dimasukkan kedalam dasar lubang bor. Pengambilan Contoh Tanah Contoh-contoh ini ada dua macam yaitu contoh tidak asli dan contoh asli. Log bor tangan 3. dan kemudian ditekan (Bor mesin) atau dipukul(bor tangan) kedalam tanah asli yang akan diambil contohnya pada dasar lubang sampai masuk 60 cm. . perbandingan luasnya jangan lebih dari 10 %. ujung pemotong tabung harus cukup terpelihara.10.

alat bor dan kapasitas pemboran yang dikehendaki. Pemboran geologi teknik. seluruh inti bor dapat terambil dan pengujian setempat juga dapat dilaksanakan. meliputi dari jenis batuan. Mata bor ada bermacam -macam penggunaanya tergantung jenis tanah/batuan. sifat fisik. 3. daya dukung (SPT) dan tingkat permeabilitasnya (K). Pemboran Inti/Pemboran Mesin Maksud dari pemboran inti dalam kepentingan penyelidikan geologi khususnya geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi bawah tanah.64 . Inti batuan yang terpotong akan tertinggal dalam tabung inti dan diangkat kepermukaan untuk dianalisa.Cara membuat dan membersihkan lubang bor.11.: penyelidikan bahan tambang/endapan mineral mengetahui struktur geologi suatu daerah . diuji dan di simpan dalam kotak contoh Secara umum penggunaan pemboran mesin ini adalah metode yang umum dilakukan dalam penyelidikkan tanah/batuan. Kegunaan. tabung dan contoh sebaiknya ditekan kedalam tanah secara langsung dan jangan dipukul.Cara pelaksanaan. Secara komprehensip data tersebut dapat digambarkan dalam log bor geologi. Sistim pemboran mesin ini batang bor diputar secara mekanis dan putarannya diteruskan ke mata bor pada dasar lubang bor (Gambar 3 ± 9). Untuk jenis tanah dapat diambil contoh tanah tidak terganggu (US) untuk diketahui sifat mekanika tanahnya. Pemboran mesin adalah semua jenis pemboran y ang menggunakan penggerak dari tenaga mesin. tanah pada dasar lubang bor harus betul-betul asli terhindar dari kotoran-kotoraan serta lumpur. a. Dasar teori pemboran geologi teknik ada 2 jenis yaitu pemboran mesin dan bukan mesin. 1. Dalam teknik pemboran yang benar. .

00 88.9 38. Tabel 3 -6.8 50.8 22.56 5.65 - penyelidikan tanah dasar(bangunan sipil) pembuatan sumur eksplorasi & eksploitasi air tanah Pembuatan lubang pengeringan air dalam tambang bawah tanah Pembuatan lubang peledakan batuan b.0 44.2 28.2 38.93 2.2 36.8 77.7 46.44 4.5 57.61 41. mata bor (Core bit.4 BERAT (KG/M) 4.0 66.46 8.5 60.6 44.58 7.2 73.6 35.2 .88 6. lanau.4 ˆ ALAM mm) 21. pasir & kerikil lepas) dimulai dengan bor spiral(1 1/8´ 7/8 ´ ).66 6.68 4. Peralatan : Mesin bor & penggerak lengkap dengan peralatannya.2 500. Kotak inti.8 62. c.4 35. diamond core bit dll).1 57. closed spiral (2 ½´) atau spiral auger dengan pemboran sistim kering dari tiap 40 cm s/d 2/3 m dan di perbesar diameter 4 untuk persiapan memasang pipa pelindung (Casing) J 4 ½´).40 8. Prosedur pelaksanaan: Untuk perlapisan permukaan (lempung.5 54. Daftar peralatan bor & ukuran NAMA UKURAN E A B N ROT EW AW BW NW NX CASING AX BX NX EX ˆ LUAR (mm) 33.66 4. mesin pompa lumpur/air.45 11. Core barrel(penginti).8 22.4 48.

.Angkat split spoon perlahan-lahan .6 41. alat penumbuk (Gambar 310) untuk mengetahui kekuatan lapisan tanah/batu.4 76.2 28.66 BIT AX BX NX 49.N dihitung jumlah tumbukan dari 15 cm ke II & III atau 10 cm ke II & III .sambung batang bor dengan alat penumbuk(63.angkat alat penumbuk 75 cm dan jatuhkan ke kepala penumbuk. Pelaksanaan: . Percobaan penetrasi standar (SPT) Percobaan ini dengan peralatan split spoon.5 kg) .0 2. .4 54.masukkan split spoon(tabung belah) sampai dasar .bersihkan lubang bor sampai dasarnya .3 600.hitung jumlah tumbukan setiap turun 15/10cm dari 45/30cm.

67

Gambar 3-9. Sistim pemboran

68

SPT pada tanah (Kohesif & Non kohesif) digunakan untuk eksplorasi rutin semua jenis pondasi. Hubungan antara N dengan kepadatan relatif tanah non kohesif (pasir, kerikil, cangkang dll) dan konsistensi relatif tanah kohesif (lempung, lanau, gambut dll) terlihat dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3 -.7. Hubungan harga N dengan kepadatan relatif JENIS TANAH HARGA (N) 0±4 5 ± 10 NON KOHESIF (pasir, kerikil, cangkang) 11 ± 24 25 ± 50 > 50 0±1 KOHESIF (lempung, lanau, gambut ) 2±4 5±8 9 ± 15 16 ± 30 31 ± 60 > 60 KEPADATAN RELATIF Sangat lepas Lepas Sedang Padat Sangat padat Sangat lembek Lembek Teguh Kenyal Sangat kenyal Keras Sangat keras

69

Gambar 3 -10. Peralatan SPT

70 3. Permeabilitas (K) Maksud dan tujuannya untuk mengetahui harga K adalah kemampuan batuan / tanah untuk dapat meluluskan air dibaah tekanan/tanpa tekanan. Percobaan Darcy Manfaat uji permeabilitas : a. Menyediakan kontrol terhadap kecepatan rembesan sehingga partikel tanah berbutir halus tidak tererosi dari masa tanah . Mengevaluasi gaya angkat/ renbesan dibawah struktur hidrolik untuk analisis stabilitas c. yaitu kekentalan air  Angka pori tanah/batuan  Bentuk dan tata letak pori  Derajat kejenuhan Metoda pengukuran : Laboratorium dan Lapangan Dasar teori: Hukum Darcy¶ 1856: Kecepatan suatu sat cair (V) melalui suatu medium yang berpori berbanding lurus dengan gradien hidrolik (i) Contoh “h(tinggi-tekan) i = “h/L ~ V = KiA (ml/dt) ~ V = Q/t ~ K = V/iA i = Gradien hidrolik A = Luas penampang aliran t = waktu pelaksanaan pengukuran Q = Debit aliran V = kecepatan aliran air K = Koefisien permeabilitas “h = tinggi tekan Gambar 3-11. Faktor-faktornya:  Ukuran butir  Sifat aliran pori. Mengevaluasi jumlah rembesan b.

bahkan mencapai tingkat Kh=10 ± 1000. Tanah di lapangan umumnya berlapis (sulit ditiru di laboratorium) 2. Cara pengujian : Uji laboratorium dan uji lapangan A. Mengendalikan rembesan dari tempat penimbunan bahan-bahan limbah yang berbahaya. Apabila K kecil dan adanya penguapan K besar 5. Struktur tanah di lapangan akan berubah/hilang untuk di laboratorium.  ht Gambar 3-12. Untuk hemat waktu gradien hidrolik laboratorium delta h/L sering dibuat 5/> .71 d. Pada pasir. akibat proses sedimentasi. B = Tabung berisi contoh batuan dengan panjang contoh L (cm)dan luas penempang A C = Tabung penempang air untuk mengukur volume air yang tertampung Q (cm3) selama waktu tertentu (t) h tanah L K ! QL Q/t cm/dt. Uji tinggi konstan .1 ± 2 Cara pengukuran : 1. pada hal di lapangan mungkin bernilai 0. 3. Studi mengenahi laju penurunan dimana perubahan volume tanah terjadi pada saat air tersingkir dari rongga tanah pada saat rongga terjadi pada suatu gradien energi tertentu. e. Ukuran contoh untuk pengujian di laboratorium sangat kecil 4. Constant head test (Uji tinggi konstan). nilai K vertikal(Kv) dan K horisontal(Kh) sangat berbeda. Tinggi konstan A = Tabung berisi air dan mendapat tambahan air agar mempunyai tinggi permukaan yang tetap. Pengujian laboratorium untuk harga K biasanya kurang dapat diandalkan walaupun prosedur dan peralatan sudah diperhatikan. Faktor-faktornya : 1.

.3 A aL A(t0 . Uji tinggi jatuh B. Falling head test .T Q/t A = luas permukaan (silinder) A = sTr2i = s/dr Hukum Darcy : h2 /t = Kai h1 r1 r2 Rumus : K = 2. Uji Pemompaan Sumur (Well Pumping Test ) Pengujian ini dilakukan karena pada dasarnya karena adanya dua macam aliran yaitu : aliran langgeng (equilibrium) dan aliran tak langgeng (non equilibrium) Sumur dipompa Lubang bor observasi M. . Uji pemompaan sumur . Uji di Lapangan Beberapa cara pengujian di lapangan antara lain : .(Uji tinggi jatuh) Rumus yang digunakan : K = 2.3 Q/tLog 10 r2/r1 2 2 T (h 2  h1 ) Gambar 3-14.Pengujian perkolasi.A.Uji pompa.72 2.Pengujian ujung terbuka(Open end test).Pengujian packer 1.t1) log ho h1 ho L B h1 C A = Tabung dengan luas A & berskala B = Tabung berisi contoh batuan dengan panjang L & luas A terletak di dalamnya C = Tabung penampungan air melimpah t = Waktu penurunan dari ho ± h1 Gambar 3-13. .

73 2. Meter air Q Casing Pengatur debit air Hg1 2r Muka tanah M.T Gambar 3-15. Persyaratan: Tebal lapisan lulus air di atas dan dibawah ujung pipa pelindung harus paling sedikit 10 r ( r = jari-jari lubang bor).A. Dengan mempertahankan tinggi air pada casing dengan pemompaan sebesar Q (debit air) . lakukan minimal 5 kali pentahapan pengujian. Pelaksanaannya: bersihkan lubang bor. Open End Test Pengujian dilakukan pada batuan yang mudah runtuh dan dasar lubang bor terbuka untuk di uji karena dinding tertutup casing.T 1 Open hole H g1 = H gravity pada MAT1 Hg2 = H gravity pada MAT 2 Q = debit air diatur konstan pada casing 2r = diameter lubang bor h = H gravity 2 = Panjang lapisan yang diuji L Hg2 10r L 10 r M. Open end test 3. kemudian air dibiarkan turun sendiri dan hitung penurunan air dalam casing/lubang bor dalam waktu t  Rumus : K = r 2 Ln L r Ln h1 h2 untuk L > 8r 2 (t 0  t1 ) . maka K = Q/5. Pengujian Perkolasi Pengujian ini dilakukan apabila batuannya lunak tetapi tidak mudah runtuh. masukkan air kelubang bor sampai penuh (konstan dipermukaan casing).A.5 rh.

Pelaksanaanya air di pompakan dengan tekanan konstan langsung kedalam lapisan batuan melalui sebuah pipa. 1 Lugeon Unit (LU) : adalah banyaknya air yang masuk dalam massa batuan dengan 1 liter/menit/meter pada tekanan 10 kg/cm2 . 66 % P max. K =  in h -1 L 2r . 2TL  Rumus K = Q . 66 % P max. Pengujian perkolasi 4.74 h Muka tanah ho h2 M. 100% P max. 10r > L > r . yaitu 33% P max. L > 10r.A. Pengujian Packer Pengujian ini dilakukan pada batuan keras sehingga dapat menahan tekanan packer dan dapat menggunakan 1 packer untuk menguji dibawah packer (single packer) dan 2 packer untuk menguji diantaranya (Double packer). 33 % P max.   L ln 2TLH r Q 103 LU = HL = Debit air masuk l ubang dalam cm3/min = Total head L = Panjang lubang yang di uji.T h1 h1 h2 L MAT to t1 t2 ho r = jari-jari lubang bor/casing L = panjang lubang yang di test h = tinggi muka air dalam lubang t = Waktu penurunan Gambar 3-16. selama 15 menit. kemudian uji ulang dengan tekanan yang berbeda-beda.

H = P + (Hd ± L/2) + Hg Jenuh Keterangan : H P Hd L Hg Hs = Total head = Tekanan = Kedalaman lubang = Panjang lubang yang di uji = Tinggi tekanan dari muka tanah = Static water head(MAT ke muka tanah) . Sin h-1 x = Ln (x + ˜ x2 + 1) . H = P + Hs + Hg Sin h±1 = Arc hyperbolic sinc .75 Pengatur debit air utk P P Hg Muka tanah Casing Hs Packer MAT 1 Hd L L/2 MAT 2 Gambar 3-17. Pengujian Packer Untuk tidak jenuh .

berdiaklas Pasir. Harga SPT.76 Tabel 3 ± 8.Hasil perolehan pemboran juga didata yaitu % perolehan inti (CR) hasil panjang inti dibagi jumlah target kedalaman kali 100% dan jumlah panjang inti > 10 cm dibagi kedalaman pemboran kali 100 % (RQD).9. Log bor geologi teknik. Kisaran harga k terhadap macam tanah MACAM TANAH Pasir non lempung Pasir halus Pasir lanau Lanau Lempung K (Cm/dt) 10 ± 5 x 10-3 5 x 10-2 ± 10-3 2 x 10-3 ± 10-4 5 x 10-4 ± 10-5 3-6 ± 10-9 -2 3. Data CR ini akan mencerminkan teknik pemborannya bagus atau memang kondisi batuannya banyak rekahan atau hancuran(breksi sesar) sedangkan RQD ini akan menunjukkan kualitas batuan. pasir halus Pasir berlanau Lanau lempung Tabel 3. Kedalamaman simple (US). Nilai relatip untuk permeabilitas (Tersaghi & Peck) K (m/dt) 10-3 10-5 10-7 10-9 < 10-9 Nilai relatip Sangat permeabel Cukup permeabel Kurang permeabel Sangat kurang permeabel Impermeabel Material Geologi Kerikil kerakal. Log bor geologi teknik merupakan data geologi yang digambar secara komprehensip dari beberapa data : Kedalaman dan ketebalan batuan. Harga Permeability (K). . (Gambar 3-18).

Log bor geologi teknik .77 Gambar 3-18.

pada zona efektif dibawah suatu pondasi adalah 15. Daya Dukung Daya dukung dapat dikelompokan menjadi daya dukung teoritis dan daya dukung dengan metode Empiris. dan faktor keamanan F = 3(tanah kohesif). Mengambil kuat tekan tak terkekang qu sebagai daya dukung izin merupakan praktek yang biasa dilakukan. Pada tanah kohesif kita dapat memakai kekuatan uji tekan tak terkekang qu. Daya dukung dengan metode empiris Metode empiris ini telah dipakai untuk secara langsung mendapatkan daya dukung pondasi.3 m dan tanah dalam zona pengaruh adalah pasir kasar yang agak padat.78 3. kaki atau m D = kedalaman pondasi dalam satuan B Kd = 1 +0. 1. Ujung tersebut yang berbentuk kerucut dihubungkan dengan suatu rangkaian stang-dalam. Ada 2 macam ujung penetrometer yang biasa pakai yaitu . juga dengan alat Sondir yaitu khusus untuk mengetahui kepadatan relatif tanah(qc). nilai Terzaghi Nc.33 D/B” 1. dengan menganggap bahwa kedalaman pondasi D adalah 3.33 N = jmh uji SPT Fi = Konstanta yang tergantung pada satuan yang dipakai Perhitungan tumbukan rata-rata N SPT. dengan kapasitas 250 Kg/cm2 atau 500 kg/cm2. Penelitian daya dukung batuan dapat dilakukan bersama-sama dengan pemboran geologi teknik pada kedalaman tertentu dengan Standart Penetrasi Test (SPT) dengan harga N. Dengan alat sondir ini ujungnya ditekan secara langsung kedalam tanah sehingga tidak perlu lubang bor. suatu nilai qa untuk pondasi yang dapat membatasi penurunan tidak lebih dari 25 mm telah diberikan oleh Meyerhof(1956. Perkiraan daya dukung izan qa.12. 1974) sebagai q a = N Kd F1 B ” F4 B = dimensi sisi terkecil dari pondasi. dan casing luar ditekan dalam tanah dengan pertolongan suatu rangka dan dongkrak yang dijangkarkan pada permukaan tanah. Pada tanah tidak kohesif.

Sebaiknya dapat dimengerti dengan jelas bahwa nilai konis yang diperoleh dengan alat sondir ini tidak dapat disamakan dengan daya dukung tanah yang bersangkutan. yang mungkin dapat dihubungkan secara empiris dengan sifat-sifat fisik batuan/tanah dari log bor pemboran seperti gambar (3 ± 20) Misalnya nilai sondir pada lapisan pasir dapat dipakai sebagai petunjuk mengenai kepadatan relatif pasir tersebut. Setelah dilakukan pengukuran casing luar dimajukan. walaupun tidak memberikan macam tanah. Nilai konis merupakan suatu angka empiris. Grafik sondir akan memberikan gambaran yang baik mengenai kondisi tanah. Alat sondir . seluruh tabung luar tinggal diam. dan friction sleeve (bikonis). yang segera akan menekan konis tersebut kebawah(20 cm). nilai konis digambar dalam kg/cm2 dan hambatan pelekat digambar sebagai jumlah. tapi sepintas dapat melihat apakah hanya ada satu lapisan tanah atau ada beberapa lapisan tanah yang berbeda. Gaya yang dibutuhkan untuk menekan kerucut kebawah diukur dengan suatu alat pengukur(gauge) yang ditempatkan pada kerangka dongkrak dipermukaan tanah. Pada macam standard yang diukur hanya perlawanan ujung (nilai konis) ini dilakukan hanya menekan pada stang dalam. Hasil-hasil penyelidikan dinyatakan dalam bentuk grafis. Gambar 3 ±19.79 standard type(mantel konis). sampai ke titik pengukuran berikutnya. ujungnya berbentuk kerucut (konis) 60° dengan luas penampang 10 cm2 dan untuk kedua macam ini ujung ditekan kebawah dengan suatu rangkaian stang-dalam dan casing luar(Gambar 3 ± 19).

80 Gambar 3-20 .

14c. 2. biasanya diasumsikan kondisi tak terdrainase(J = 0). Prandtl(1920) alas tumpuan pada lempung jenuh. Sebagian teori daya dukung didasarkan atas teori plastisitas. . Mengontrol perubahan kadar air dari nilai referensinya. sehingga kedalaman alas tumpuan dibatasi sampai sekitar 2 B atau nilai Nq yang direduksi dipakai untuk kedalaman yang lebih besar.74 Nq = 1. Daya dukung teoritis Daya dukung teoritis adalah daya dukung batas suatu tanah dibawah beban alas tumpuan terutama tergantung pada kuat geser. Padatkan tanah pada keadaan yang lebih basah dari optimum. B = lebar alas tumpuan .00 NK = 0.0. Pada umumnya persamaan Terzaghi berlaku untuk alas tumpuan dangkal di mana D e B dan didapatkan Nc = 5. Terzaghi (1943) memodifikasi masalah Prandtl dan mendapatkan untuk alas tumpuan lajur menjadi : qbatas = c Nc + KDNq + ½ KBNK Keterangan: D = kedalaman alas tumpuan. Tambahkan bahan pencampur seperti gamping yang terhidrasi(mati). K = berat isi efektif tanah. Daya dukung tidak akan bertambah tanpa adanya pembatas.81 2. Ni = faktor daya dukung. Beberapa prosedur untuk menstabilkan tanah antara lain: 1. maka akan mengurangi Ip dari 20. maka daya dukung batas adalah : qbatas = (T + 2) c = 5. sehingga akan menghasilkan kerapatan kering yang rendah. 3.

Faktor air: Air hujan yang masuk ke pori-pori/retakan batuan akan menambah berat massa batuan itu sendiri. Geologis (morfologi. (b). mendatar atau miring dari kedudukan semula yang terjadi apabila terdapat gangguan kesetimbangan massa pada saat itu. 4. 5.  Rangers.82 BAB IV GERAKAN TANAH 4. adanya lensa-lensa pasir dsb. retakanretakan terbuka dalam tanah. Non geologis (budidaya manusia. 1965 : Gerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak. 1975 : Proses yang terjadi dibawah pengaruh gravitasi tanpa adanya media transportasi / merupakan bagian dari turunnya lereng  Purbo Hadiwijoyo. melidah. Faktor struktur geologi : kekar dan sesar 3. 1954 : Proses akibat gaya gravitasi secara langsung.1.2. 2. Faktor Penyebab Gerakan Tanah (a). Faktor jenis batuan : batuan sedimen lebih mudah lapuk bila dibanding batuan beku. gempa). stratigrafi. 4. jenis batuan. Gangguan dalam . Definisi  Thornbury. Faktor morfologi yaitu: punggung bukit yang curam. air dll) 1. Sedangkan penyebab gerakan tanah ditinjau dari konsepsi faktor keamanan dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu: Gambar : 2 Faktor2 penyebab gerakan tanah 1. akar tumbuh2an. batang pohon yang bengkok dll. struktur. Faktor stratigrafi : Lapisan lunak terletak dibawah lapisan keras.

sifat mekanik yaitu kohesi.3. b. 2. (c). Gempa akan menyebabkan tergoncangnya permukaan tanah dan dapat sebagai pemicu terjadinya longsoran. Longsoran masa tanah akan mengikuti suatu bidang tertentu yang memberikan nilai perbandingan terbesar antara gaya pendorong dan gaya penahan longsor. Berat massa tanah sebagai gaya pendorong dipengaruhi oleh: (a). Secara Mekanika Proses longsoran suatu tebing dapat diuraikan sebagai berikut: (a). Vegetasi yaitu dengan akarnya akan menambah sistem kekuatan lereng sedangkan pengaruh penambatan akan menambah beban yang berpengaruh terhadap kestabilan lereng.(Gambar. gaya pendorongnya makin besar pula . sehingga penciri geometri lereng memiliki harga kritis. (b). c. Kedua sifat tersebut dipengaruhi oleh kadar air. sudut geser dalam . Gaya dorong diatas ditahan oleh gaya gesek dan gaya lekat pada bidang singgung antara massa tanah yang diam dengan yang akan longsor. b. Longsor akan terjadi apabila gaya pendorong lebih besar dari pada gaya penahan. Gangguan luar a.83 a. Batuan pembentuk lereng: Batuan atau massa tanah pembentuk lereng memiliki sifat fisik yaitu berat isi. Semakin tinggi dan kemiringan tebing. 3-1) 4. Curah hujan dapat meningkatkan kadar air. penurunan kohesi dan sudut geser dalam maupun kenaikan berat isi tanah. Pada massa tanah yang berada pada suatu lereng (tanah dengan permukaan miring) bekerja suatu gaya berat yang mendorong tanah untuk longsor. (d). Geometri lereng : suatu massa tanah /batuan memiliki harga batas ketahanan tertentu dalam membentuk suatu ukuran geometri lereng.

Sudut gesek tanah yang memberikan gaya gesek (b). Besarnya sudut gesek dan kohesi tanah dipengaruhi oleh keberadaan air tanah air yang mengisi pori-pori tanah merenggangkan hubungan antara butir-butir tanah sehingga mengakibatkan turunnya sudut gesek dan kohesi tanah.84 (b). makin besar pula berat dan volumenya dan makin besar pula gaya pendorongnya. . Sedangkan gaya penahan longsor dipengaruhi oleh: (a). Berat volume tanah yang dipengaruhi oleh kadar air. Kohesi tanah yang memberikan gaya lekat.

85 4 .

karena berat tumbuhan tersebut akan menambah beban terhadap gaya pendorong longsoran. Faktor lain yang mempengaruhi terbentuknya kekuatan alam yang mendukung kejadian tanah longsor yaitu: (a). Jadi keberadaan vegetasi tersebut satu pihak menguntungkan karena dapat mengurangi erosi permukaan tanah dan banjir. Adanya vegetasi juga akan meningkatkan proses pelapukan tanah menjadi lebih gembur juga banyak mengandung bahan organik. (c). sehingga pada batuan dasar sebagai bidang gelincir dan tidak mampu menahan berat massa tanah tersebut kemudian akan terjadi longsor. Akumulasi beberapa hujan dengan curah total yang tinggi . yaitu : 1. (b).86 Longsor itu terjadi dari lereng sungai yang terjal. antara lain : 1. Berdasarkan penelitian terdahulu diketahui bahwa ada beberapa jenis karakter hujan sebagai pemicu. Dengan terjadinya curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing tanah pada tepi jalan maupun rumah akan menjadi rawan terhadap tanah longsor. Hujan tunggal dengan curah hujan tinggi 2. dengan kemiringan lereng sekitar 70 derajat dari tanah lapuk yang meresap air akan bertambah berat. . dan getaran gempa juga akan memicu untuk terjadinya peristiwa tanah longsor. Vegetasi Vegetasi yang menutup permukaan lahan berpengaruh besar terhadap gerakan air yang berasal dari air hujan. juga di lain pihak pada lereng lereng yeng terjal justru memicu terjadinya longsor. Vegetasi ini akan memperlambat limpasan permukaan sehingga meninggalkan resapan air ke tanah dan mengurangi jumlah limpasan air di permukaan tanah. Perlakukan terhadap vegetasi penutup lahan yang mengakibatkan peningkatan erosi. Gempa Gempa yang berkekuatan tinggi bisa mengakibatkan saling terlepasnya butiran massa tanah. Campur tangan manusia Aktifitas manusia yang merubah kondisi permukaan lahan.

Macam Gerakan Tanah Secara garis besar ada 5 tipe gerakan tanah . a. 4. yang mengakibatkan peningkatan kerawanan tanah longsor 4. Tipe Aliran (Flow) Roboh (Topples) . 3. Pengolahan tanah. yang mengakibatkan mengurangi peresapan air hujan ke dalam tanah . Pembangunan di permukaan lahan.87 2. Tipe Luncuran(slide) c. Penambangan yang meninggalkan galian dengan tebing yang terjal. Tipe Jatuhan (fall) b.4.

4 -3 Gb. Tipe Kombinasi( ompl c Gambar 4 2 : Macam-macam gerakan tanah 4. Klasifikasi gerakan tanah(Longsoran) ± dikutip dari ³ Landslides and Engineering ractice´ (Tabel 4 ± 2). Tabel: 4-1) (b). Klasifikasi aliran sedimen (Barbara 1996) (Gb.88 d. Klasifikasi Gerakan Tanah (a). Klasifikasi gerakan tanah (Varnes 1978) (Tabel 4-4). 1976).(Gb. Klasifikasi gerakan tanah (DPU 1985) (Tabel 4 ± 3). (c).5. Barbara 1996)   ) . 4-4.  Secara berurutan gambar klasifikasi a ± e adalah sebagai berikut : . 4-4). (d). (e). Tipe Rayapan(creep) e. Klasifikasi gerakan tanah (United State Highway Reserch Board Landslide Commitee.Rock Flows Gambar 4 -3: Klasifikasi Aliran batu(Rock Flows.

Klasifikasi Slurry flows dan GranularFlows (Barbara.4.89 Gambar 4 . 1996) Tabel 4 ± 1 : Klasifikasi aliran sedimen (Barbara 1995) Tabel 4 2 : Klasifikasi gerakan tanah(Landslides and Enginee ing Prac ice)   Jenis gerakan Jatuhan Beberapa unit Jenis material Batuan Jatuhan batuan Penurunan Longsoran bongkah rotational secara mendatar Tanah Jatuhan tanah Longsoran bongkah Penurunan secara mendatar rotational .

90 Longsoran banyak unit Longsoran batuan Longsoran Puing Patahan penyebaran ke samping Semuanya tak terkonsolidasi Pecahan batuan Kering Pasir/ lanau Campuran Luncuran loss Runtuhan puing Luncuran puing Luncuran lumpur luncuran lambat tanah umumnya Plastis Luncuran Luncuran Luncuran Pecahan pasir Batuan Luncuran cepat Tanah Luncuran pasir atau lanau Basah Kom leks Kombinasi berbagai material atau jenis gerakan Tabel 4 ± 3 : Klasifikasi gerakan tanah (DPU. Runtuhan (fall) 2) Gelinciran (slide) Batuan Runtuhan batuan Gelincir Batuan rotasi Gelincir btn.lepas Gelincir Tanah rotasi Gelincir tnh.lepas Lumpur 3) Aliran (flow) 4). 1985) PENGELOMPOKA N MENURUT GERAKANNYA 1).lepas . Kombinasi (complex) Aliran lumpur Kombinasi dari ketiga jenis longsoran di atas atau kombinasi material Runtuhan Runtuhan tanah Bhn.tranplasi /planar Alirantanah Aliran bh.tranplasi /planar Aliran batuan MACAM MATERIAL Tanah Bhn.

1976) Tabel 4 ± 4 Gerakan tanah (Varnes D. 1978) JENIS GERAKAN TANAH BATUAN Runtuhan JENIS MATERIAL TANAH TEKNIK BERBUTIR KASAR BERBUTIR HALUS Runtuhan bahan Runtuhan tanah rombaknan Robohan bahan rombakan Nemdatan bahan rombakan Nendatan tanah Robohan tanah RUNTUHAN batuan Robohan ROBOHAN LONGS ORAN batuan Beberapa Nemdatan ROT unit batuan ASI .J.91 Gambar 4 ± 5 Klasifikasi gerakan tanah (USHRBLC.

92 TRA NSL ASI Banyak unit Longsoran Longsoran blok bahan blok batuan rombakan Longsoran batuan Pencaran batuan Aliran batuan Longsoran bahan rombakan Pencaran bahan rombakan Aliran bahan rombakan Solifluction Lawina bahan rombakan Longsoran blok tanah Longsoran tanah Pencaran tanah PENCARAN LATERAL Aliran pasir/lanau basah Aliran pasir ALIRAN (rayapan dalam) Rayapan bahan rombakan kering Aliran blok Aliran tanah Aliran lepas KOMPLEKS Campuran dari dua/lebih jenis gerakan Gambar 4 ± 6 Tipe rayapan .

Tipe Jatuan . Tipe runtuhan tanah Gambar 4 ± 8.93 Gambar 4 ± 7.

94 Gambar 4 ± 9. Debris-flow hazards in the san francisco bay region Gambar 4 ± 10 Tipe luncuran Gambar 4 ± 11 Debris flow .

Kemampuan Geologi Teknik Menurut Muhamad Wafid A.6.N.95 Gambar 4 ± 12 Tipe luncuran Gambar 4 ± 13 Tipe Jatuahan Gambar 4 ± 13 Tipe Jatuhan 4.kondisi fisik dan keteknikan tanah dan batuan .kegempaan dan aktivitas manusia.(2004) Faktor ± faktor penyebab terjadinya proses gerakan tanah secara umum disebabkan antara lain: .pengaruh kemiringan lereng .pengaruh keairan tataguna lahan struktur geologi . Suatu daerah yang rentan terhadap gerakan tanah perlu dilakukan Pen ilaian Zona Kemampuan Geologi Teknik yaitu berdasarkan data yang tersedia berupa data sekunder data hasil pengujian lapangan dan laboratorium serta analisis perhitungan parameter geologi teknik maka selanjutnya dilakukan penilaian geologi teknik yang berdasarkan pada faktor-faktor : tingkat kemudahan dalam .

Pada peta diberi warna biru.60 cm. penyelidikan tapak masih perlu dilakukan.96 mengerjakan. Zona Kemampuan Geologi Teknik Menengah Pada zona ini masih dijumpai masalah geologi bencana gunung api dan beberapa tempat masih mungkin terjadi gerakan tanah. . kesederhanaan penyelidikan geologi teknik serta adanya kendala/masalah geologi teknik. Berdasarkan hal tersebut suatu daerah dapat dibagi menjadi beberapa zona kemampuan geologi teknik tinggi. kemiringan lereng berkisar antara 8 ± 30 derajat.10 ± 0. rendah dan sangat rendah. Daya dukung tanah permukaan hingga kedalaman 5 meter adalah 10 ton/m2. (b). Untuk pendirian struktur bangunan.(Gambar 4 -14) (a). Kemiringan lereng berkisar antara 0 ± 8 sehingga kemudahan untuk dikerjakan dapat dengan mudah dilakukan. Pada peta ini diberi warna kuning. Zona Kemampuan Geologi Teknik Tinggi Zona ini mempunyai kendala geologi teknik yang relatif kecil atau bahkan tidak ada. Kemungkinan terjadi masalah geologi teknik dalam sekala kecil masih dapat terjadi seperti longsoran tebing dan erosi tebing sungai. menengah. nilai perosokan tanah antara 0.

( ). Zona Kemampuan Geologi Teknik Rendah 97 Gambar 4 ± 14 : Pta zona kemampuan gelogi teknik .

Kawasan Pengembangan untuk Perdagangan dan pemukiman Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik rendah dan menengah. Bagi kawasan Pengembangan Industri yang diperlukan adalah pertimbangan daya dukung pondasi. Pada peta ini diberi warna merah. Pendidikan. sehingga sulit untuk dikerjakan.>70 derajat. 4. Daerah ini rentan terhadap gerakan tanah dan terdapat daerah yang berpotensi lempung mengembang. sejauh tidak diperuntukkan bagi bangunan berat terutama pada Zona Geologi Teknik Mengengah yaitu di daerah sekitar aliran sungai. (d). sehingga perlu .7. Perdagangan dan Industri Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik rendah dan Zona Geologi Menengah. sehingga sulit untuk dikerjakan. lempung mengembang dan masalah penurunan tanah. Untuk perencanaan rekayasa teknik pada lokasi tapak harus dilakukan penyelidikan rinci. bencana gunung merapi. daya dukung pondasi cukup tinggi. Zona Kemampuan Geologi Teknik Sangat Rendah Zona ini mempunyai tingkat untuk terjadinya masalah geologi/geologi teknik sangat tinggi. sehingga kemungkinan untuk dikembangkan sangat kecil atau membutuhkan biaya yang cukup besar. Kemiringan lereng berkisar antara 30 . Kemiringan lereng berkisar antara 30 ± 70 derajat. terutama di Zona Geologi Teknik Menengah.98 Pada zona ini dijumpai kendala geologi teknik yang lebih besar. (b). Daerahnya merupakan dataran. Kawasan Pengembangan. Evaluasi Zona Geologi Teknik Untuk RUTR Sesuai kebijaksanaan pemerintah melalui Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) evaluasi geologi teknik terhadap kawasan pengembangan daerah sesuai penggunaan lahannya sebagai berikut: (a). sehingga agak kecil kemungkinannya untuk dikembangkan dan memerlukan biaya yang besar.

dengan kondisi batuan yang mudah runtuh. Daerahnya berupa perbukitan dan pegunungan. Mengengah dan tinggi. Mengengah dan Tinggi. karena umumnya merupakan areal hutan dan kawasan lindung. Kawasan Pengembangan bagi konserwasi alam dan lingkungan hidup/kawasan yang perlu dikembangkan berada pada Kawasan Zona Geologi Teknik Sangat Tinggi. sehingga kawasan ini dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata yang terbatas. karena pada daerah yang mempunyai kemiringan lereng yang agak terjal mudah terganggu kestabilannya. Pada Kawasan Pengembangan Petanian Tanaman Pangan yang berada pada Zona Geologi Teknik Rendah. Kawasan pengembangan bagi konservasi alam dan lingkungan hidup pada dasarnya sudah sesuai pada zona Geologi Teknik Sangat Tinggi. Demikian juga dengan Kawasan Pemukiman yang berada pada daerah yang bergelombang dengan kemiringan lereng antara 5 ± 15 %. Kawasan Pengembangan Pertanian Pangan Kawasan ini berada pada Zona Geologi Teknik Rendah. (c).99 rekayasa teknik dengan biaya agak tinggi. Pada Zona Geologi Teknik Tinggi jenis tanaman yang sesuai adalah pertanian lahan kering. maka diperlukan penyelidikan geologi teknik rinci yang membutuhkan biaya cukup tinggi. . diperlukan pertimbangan pada jenis tanamannya.

hal ini secara umum disebabkan adanya energi dari luar oleh matahari yang langsung menerpa muka bumi yang terdiri dari bermacam-macam jenis batuan yang mempunyai kekerasan yang berbeda-beda pula.8. . Bentuk muka bumi tersebut akan banyak dijumpai berupa lereng-lereng terjal dan landai. Beberapa lereng tidak mudah untuk dianalisis . Faktor yang menyebabkan kehilangan kekuatan adalah antara lain absorbsi air. kebanyakan daerah berlereng terjal pada umumnya adalah tidak stabil kecuali pada batuan yang keras(intrusi batuan beku).100 4. sedangkan energi dari dalam adalah berupa pembentukan pegunungan baik orogenesa maupun epirogenesa. Metode yang umum dilakukan adalah dari analisis stabilitas lereng didasarkan atas dari batas keseimbanganFaktor aman stabilitas lereng diistimasikan dengan menguji kondisi keseimbangan pada saat terhitung keruntuhan mulai terjadi . pengikisan. proses pelapukan. Kecepatan gerakan longsoran sangat bervariasi dari beberapa milimeter perjam sampai longsoran sangat cepat hanya beberapa detik. Faktorfaktor yang menyebabkan tidak stabil dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu faktor menyebabkan naiknya tegangan seperti naiknya berat tanah karena hujan. kenaikan tekanan pori. hilangnya sementasi material. semakin curam akibat erosi dan gempa. adanya beban bangunan. gunungapi dan gempa bumi. misalnya pada lereng yang mempunyai kondisi geologi komplek dengan bervariasi batuan dan mempunyai lempung retak-retak sehingga mengevaluasi kekuatan tidak mudah. pengankutan dan sedimantasi. Proses energi dari luar tersebut adalah pelapukan. beban goncangan. Untuk longsoran sangat cepat dapat terjadi apabila kehilangan kekuatan secara mendadak seperti peristiwa gempa yang secara cepat mengubah pasir halus menjadi lumpur(likuifaksi) atau pada lempung sesitip. Metode ke dua tentan analisis lereng yang didasarkan atas teori elastisitas atau plastisitas untuk menentukan tegangan geser pada tempat kritis untuk dibandingka dengan kuat geser. pengaruh pembekuan dan pencairan.. Analisis Kestabilan Lereng Bentuk topografi roman muka bumi sangat bervariasi.

sedangkan sifat mekaniknya adalah kuat geser batuan yang dinyatakan dalam parameter kohesi (c) dan sudut geser dalam ( ). Secara prinsip pada suatu lereng sebenarnya terjadi 2 macam gaya yaitu gaya penahan (R) dan gaya penggerak (W sin ). Kohesi (c). merupakan sudut yang dibentuk dari hubungan antara tegasan normal dengan tegangan geser di dalam material tanah atau batuan. adalah gaya tarik menarik antar partikel dalam batuan dinyatakan dalam satuan berat per satuan luas. Bobot isi batuan( ). Nilai kohesi (c) diperoleh dari pengujian kuat geser langsung. 3. Gaya yang bekerja pada suatu blok di atas bidang miring 1. akan menetukan besarnya beban yang diterima pada permukaan bidang longsor dinyatakan dalam berat per volume dengan rumus : n= Wn Ww  Ws n = Bobot isi batuan Wn = Berat conto asli Ws = Berat conto jenuh Ww = Berat conto Jenuh 2. Gaya penahan yaitu gaya yang menahan massa dari penggerak agar tidak terjadi longsoran. Semakin besar sudut geser dalam suatu material maka material tersebut akan . Sifat fisiknya diperlukan data : bobot isi batuan ( ). Sudut geser dalam ( ).101 (a) Kekuatan Masa Batuan Untuk analisa kestabilan lereng perlu diketahui sifat fisik dan sifat mekanik batuan. sedangkan gaya penggerak adalah gaya yang menyebabkan massa bergerak sehingga terjadi kelongsoran. Lereng akan longsor jika gaya gaya penggeraknya lebih besar dari gaya penahan atau W sin > R ( gambar 4 -15 ) R Wsin Wcos W Gambar 4 -15.

.(Gambar 4-16) r n r c n Gambar 4 -16.( ).K = H/X m ... kohesi(c) dan sudut geser dalam. dengan rumus : . apabila > 1 stabil & < 1 longsor Dalam keadaan kering pada sebongkah batuan berada pada bidang yang melereng. r= Sr = Pn A Sr A (Sr' Sr" ) 2 .. c = kohesi ... = kuat geser dalam = tegangan normal . faktor-faktor yang menunjang kestabilan bongkah adalah : . = sudut geser normal =c+ tan Rumus perhitungan dalam pengujian adalah: . r = Tegangan geser residu Sr¶ = Gaya geser residu Sr´ = Gaya geser mundur Dari perhitungan dapat diperoleh harga Tegangan normal ( n ) dan Tegangan geser ( r) yang kemudian di plotkan dalam grafik... Jadi F.102 lebih tahan menerima tegangan luar yang dikenakan terhadapnya. Dari grafik tersebut akan diperoleh kekuatan geser massa batuan. Sudut geser dalam diperoleh dari hasil pengujian geser langsung. n = . n = Tegangan normal Pn = Beban normal A = Luas penampang bidang geser ..... Gaya-gaya yang bekerja pada bidang miring Faktor keamanan lereng terhadap longsoran tergantung pada ratio antara kekuatan geser tanah (H ) dan tegangan geser yang bekerja (X m).

Tahanan geser dari setiap kolom akan . X = jarak titik berat massa ke garis vertikal dan titik pusat longsoran. maka kestabilan boongkah akan berkurang. T = gaya geser . Analisisnya dengan menghitung momen apung dan momen tahanan pada lingkaran longsoran. runtuhan yang sering terjadi melalui sebuah permukaan silindris (rotational slip). T X W Gambar 4 ± 17 : Unsur-unsur longsoran Dalam pratek kestabilan lereng dihitung dengan membagi dalam sederetan kolom vertikal. dengan rumus Fs = rT XW r r = Jari-jari lingkaran longsoran. Dalam menghitungkestabilan sebuah lerreng adalah : Fs(faktor keamanan) = gaya yang menghambat gerak gaya yang meningkatkan gerak Jika sudut lereng sebesar F .103  kohesi (c)  sudut gesek (b)  luas alas bongkah(A)  berat bongkah (W ) Apabila kekar yang berada di belakang bongkah berisi air. maka : Fs(kering) = Fs(basah) = cA  W cos F tan N W sin F cA  (W cos F  u ) tan N W sin F  V Didalam tanah. Sebuah gaya keatas (u) akan bekerja pada alas bongkah dan sebuah gaya ke muka (V) akan bekerja pada bagian belakang bongkah. W = berat massa .

data pengujian laboratorium. patahan.gejala-gejala lainnya yang ada di lapangan. vegetasi dsb ! .104 bervariasi sesuai dengan tekanan normal terhadap bidang geser dan kemiringan bidang geser yang bersangkutan. diperlukan minimal tiga titik yang menunjukkan letak atau kedalaman bidang gelincir. Setiap kolom dianggap sebuah bongkah pada bidang longsoran dan jumlahnya kita hitung.Penentuan Bidang Gelincir Untuk menetukan bentuk bidang gelincir pada penampang sepanjang as longsoran. hingga kita temukan busur lingkaran dengan faktor keamanan yang paling kecil. Fs = r ( § c  § W cos F tan N ) r § W sin F Fs == crU  § W cos F tan N ) § W sin F r A W Sin W Wos E l E Gambar 4 ± 18 : Kolom bongkah lereng tidak stabil Untuk analisis sebuah lereng dengan mengunakan metode tersebut diatas. 7cl = crU .data SPT . hubungan antara kadar air dan batas-batas atterberg . antara lain letak lapisan tanah yang terlemah . 4. mata air.data penampang geologi teknik. U .9. . terlebih dulu harus menentukan faktor keamanan dari beberapa kemungkinan runtuhnya bidang silinder. Disamping itu perlu di evaluasi hal-hal sebagai berikut : .

Penentuan Kondisi Geohidrologi Kondisi geohidrologi berdasarkan kondisi air tanah.Disarankan untuk ada dipakai bila tidak ada resiko II Mengguna Fellennius L 0 Fellenius kurang teliti.= tidak digunakan B = Baji No Analisis Cara 4.P. Pembebanan terhadap bagian atas lereng 3. Tergantung pengalaman visual kestabilan seseorang.P.10. Umumnya struktur Duncan P 0 0 sederhana Hock& P. lereng yang 3. kan Bishop L. Hilangnya penopang pada kaki bukit lereng( oleh erosi) 2. komputasi dan grafik. yaitu: .105 .bentuk longsoran bisa bentuk rotasi atau translasi. Beberapa sebab suatu daerah menjadi rawan akan longsor antara lain : 1.P. Berubahnya kedudukan air tanah Kemungkinan lain untuk aktifnya kembali sebuah gerakan tanah adanya pembebanan terhadap bagian atas sebuah lereng atau adanya resapan air kedalam lereng (pengisian reservoar a ir tanah ). Analisis kemantapan lereng secara garis besar dapat dibagi 3 kelompok: pengamatan visual.B faktor keamanan tetapi tidak dapat menghitung defirmasi III Mengguna Cousins L 0 1. Berkurannya gaya geser material atau bidang geser(Oleh pelapukan) 4.B 0 Bray Keterangan : *) L = Lingkaran **) 0 = digunakan P = Planar . longsoran dapat dibagi menjadi 3 bagian.B 0 0 1. Material homogen kan Grafik Jambu L 0 0 2. Tabel 4 ± 5 : Cara analisis kemantapan lereng Bidang Tanah Batu longsoran **) **) Keterbatasan *) I Berdasarkan Menbandin L.Kurang teliti. pengamatan gkan 2.B 0 0 hanya dapat menghitung 0 0 Komputasi Jambu L.

maka makin kecil harga kekuatan geser dari batuan.106 Dipengaruhi oleh air permukaan yang merembes menjadi air tanah Dipengaruhi oleh kombinasi antara air tanah bebas . yang tentunya juga akan mempengaruhi kestabilan lereng. vegetasi. Daerah pengaliran dapat dipengaruhi dengan menentukan pola aliran air permukaan dari peta topografi atau foto udara. Volume air permukaan dipengaruhi oleh faktor ±faktor antara lain: intensitas air hujan. = c + ( ± ) tan = kuat geser batuan (ton/m2) c = kohesi (ton/m2) = tegangan normal (ton/m2) = tekanan air pori = sudut geser dalam Makin besar harga tekanan air pori. pengaruh air tanah terhadap kestabilan lereng yaitu adanya tekanan keatas dari air pada bidang ± bidang lemah yang secara efektif mengurangi kekuatan geser dari batuan. permeabilitas tanah permukaan. Seperti terlihat dalam rumus berikut: . Selain itu adanya air tanah tersebut juga dapat meningkatkan bobot isi batuan dengan memberikan sejumlah tambahan berat beban terhadap massa batuan. air tanah sementara dan air tanah artesis Dipengaruhi oleh air tanah artesis Wolume air terdiri dari air permukaan dan air tanah. Air permukaan sangat tergantung dari volume air permukaan dan daerah pengaliran. mata air. Apabila air tersebut masuk rekahan batuan juga akan mempercepat proses pelapukan batuan yang berarti akan memperlemah . keadaan topografi. sehingga nilai stabilitas lereng juga semakin kecil. Kondisi air tanah yang dimaksud disini adalah ketinggian level air tanah yang berada di bawah permukaan lereng . Hal ini tentu akan menurunkan kekuatan massa batuan.

( Overall slope). gempabumi yang dapat memicu akan terjadinya tanah longsor. Dari data struktur geologi tersebut dapat ditentukan orientasi arah umum bidang-bidang lemah.11. Faktor keamanan lereng . Faktor ± faktor luar Faktor luar yang juga berpengaruh terhadap kestabilan lereng adalah beban dinamik akibat alat-alat berat. 3.107 kekuatan batuan maupun kekuatan gesernya sehingga secara langsung akan mempengaruhi kestabilan lereng. Bidang-bidang lemah struktur geologi tersebut juga berfungsi sebagai tempat merembesnya air yang akan mempercepat terjadinya proses pelapukan batuan dan memperlemah kekuatannya. Sebaliknya jika arah dan kemiringan lereng berlawanan maka struktur geologi tersebut mempunyai pengaruh langsung yang lebih kecil terhadap stabilitas lereng. maka struktur geologi tersebut mempunyai pengaruh langsung yang lebih besar terhadap stabilitas lereng. (Gambar 4 -18.12.). Struktur Geologi Keadaan struktur geologi yang harus diperhatikan pada analisis kestabilan lereng adalah bidang-bidang lemah seperti bidang kekar. yang kalau dihubungkan dengan arah kemiringan lereng akan dapat diperkirakan model potensial kelongsoran yang akan terjadi. 3. Geometri Lereng Geometri lereng adalah parameter antara tinggi (h) dan kemiringan lereng ( f) baik itu secara individu atau secara keseluruhan dari lereng berjenjang. kegiatan peledakan. Jika arah umum kemiringan bidang lemah searah dengan kemiringan lereng dan lebih landai dari kemiringan lereng. Kemiringan lereng berjenjang diperoleh dari garis yang menghubungkan batas bawah dengan puncak lereng. sesar dan bidang perlapisan.

0 lereng dalam kondisi stabil . Pengaruh struktur geologi terhadap kestabilan lereng Longsoran suatu lereng umumnya terjadi melalui bidang tertentu yang disebut dengan bidang gelincir. Secara sistematis factor keamanan suatu lereng dengan rumus tersebut : Fk = Gaya penahan longsor Gaya penyebab kelongsoran Dengan ketentuan : Fk > 1. pasir atau material dengan spasi yang rapat lepas lainnya Gambar 4 -19. Kestabilan lereng tergantung pada gaya penahan dan gaya penggerak yang bekerja pada bidang gelincir tersebut.108 (a) Kemiringan Struktur geologi searah lereng (b) Kemiringan Struktur geologi berlawanan lereng (c) Struktur geologi tidak beraturan (d) Tanah.

2 ± 1.0 lereng tidak stabil Fk = 1. adalah Fk >1.1 Kondisi geologi yang komplek. untuk lereng Tabel 4-6 Nilai faktor keamanan lereng pada berbagai kondisi No 1 2 3 Ketentuan Faktor keamanan lereng umum Analisis balik longsoran besar Minimum 1.109 Fk < 1.3 1. seperti kekurang telitian dalam pengujian conto di laboratorium.5 Tabel 4-7: Faktor keamanan minimum kemantapan lereng . Fk > 1. conto batuan belum mewakili keadaan yang sebenarnya di lapangan serta cara mengatasi beban-beban luar yang ada. Hal ini disebabkan karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam perhitungan faktor keamanan.5 keseluruhan. sehinga nilai factor keamanan 1. Faktor keamanan yang direkomendasikan oleh Departemen Pekerjaan Umum 1994.2 1. 1. adanya air tanah 4 5 Kondisi lereng sederhana Pekerjaan sipil 1.3 untuk lereng tunggal.0 lereng dalam kondisi kritis Namun pada kenyataannya penggunaan parameter kekuatan batuan dalam analisa kestabilan lereng tidak menjamin 100 % kekuatan massa batuan tersebut. Untuk itu diperlukan suatu nilai faktor keamanan minimum dengan s uatu nilai tertentu yang disarankan sebagai batas faktor keamanan terendah yang masih aman sehingga lereng dapat dinyatakan stabil atau tidak.0 dari hasil perhitungan Belem bisa menjamin lereng berada pada kondisi yang stabil.3 lapisan tanah/batuan yang lunak.

35 1.2 1.1 1. .8 1.4 1.5 1. **) Kuat geser maksimum adalah harga puncak dan dipakai bila massa tanah atau batuan yang potencial longsor tidak mempunyai bidang discontinuitas dan belum pernah mengalami gerakan.8 1.5 1.2 Tinggi Dengan gempa Tanpa gempa 1. bangunan tidak begitu mahal dan atau tidak begitu penting. bangunan sangat mahal dan atau sangat penting. Resiko rendah apabila tidak ada konsekuensi terhadap manusia dan bangunan .25 1.6 1.5 1. Kuat geser sisa digunakan bila massa tanah / batuan yang potencial longsor mempunyai bidang discontinuitas dan atau pernah bergerak (walaupun tidak mempunyai bidan discontinuitas) Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan sehubungan dengan pemanfaatan suatu daerah dengan adanya bervariasi sudu t lereng.8 1.5 1.1 1.35 1 1.110 (DPU.25 1.6 1.1 1.3 1. 1994) Resiko*) Kondisi Bahan Parameter kuat geser **) Maksimum Teliti Kurang Teliti Sisa Teliti Kurang Teliti 1. Resiko menengah apabila konsekuensi terhadap manusia sedikit.4 Menengah Dengan gempa Tanpa gempa Rendah Dengan gempa Tanpa gempa *)Resiko tinggi apabila konsekuensi terhadap manusia cukup besar.75 2 1.

Penghilangan beban dr tumit lereng . drainase pipa. memperkecil ketinggian lereng.111 Tabel 4 . Memperkecil Gaya Penggerak/Momen Penggerak. meniadakan beban yang memberati bagian puncak. Mencegah Runtuhnya Sebuah Lereng Untuk meningkatkan stabilitas lereng ada beberapa cara antara lain : A.13.8: Penggunaan /aktivitas dan sudut lereng yang optimum PENGGUNAAN/ % SUDUT LERENG AKTIVITAS Rrekreasi umum Bangunan terhitung Jalan urban/Kota Sistem septik Perkotaan Perumahan konvensional Pusat perdagangan Jalan raya Lapangan terbang Jalan kereta api Jalan lain 0-3 + + + + + + + + + + + + + + + 45% 3-5 + + + + + + + + + + + + 5-10 10-15 15-30 + + + + + + + 30-70 >70 + + + + 4. menempatkan berat tambahan pada kaki lereng. menurunkan permukaan air tanah melalui drainasi atau pemompaan. B. tembok penahan / dinding penahan tanah.. Gaya penggerak dapat diperkecil hanya dengan merubah bentuk lereng yaitu membuat lereng lebih landai. Memperbesar Gaya Penahan /Momen Penahan Untuk memperbesar daya penahan dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa metode perkuatan tanah diantaranya. pemotongan dinding..

Dinding Penahan Tanah Berdasarkan cara untuk mencapai stabilitasnya maka dinding penahan dapat digolongkan beberapa jenis antara lain : a). Dinding gra i asi: biasanya dibuat dari beton murni(tanpa tulangan) atau dari pasangan batu kali. b).112 Pelandaian Saluran Sumur pompa Pengeringan Stabilitasi lereng Lubang injeksi semen kekar Gambar 4 ± 20 Cara menstabilkan lereng 1. Terdapat 3 . Stabilitas konstruksinya diperoleh dari berat sendiri dinding panahan dan berat tanah diatas tumit tapak. Dinding penahan Kantile er dibuat dari beton bertulang yang tersusun dari suatu dinding vertical dan tapak lantai . Stabilitas konstruksinya diperoleh hanya mengandalkan berat sendiri konstruksi.

kondisi lokasi. pada dinding ini bagian tumit lebih pendek dari pada bagian kaki. yaitu bagian dinding vertical .113 bagian struktur yang berfungsi sebagai kantilever. yaitu dinding seperti kontraford. Jika longsoran dari jenis batu dapat di stabilkan dengan angker(baut angker atau kabel baja) Sebuah angker tidak boleh membuat sudut > 90 r dengan bidang gelincir. hanya bedanya bagian kontrafort diletakan di depan dinding vertical . sehingga foktor keamanan (Fs) dengan angker yang terpasang menjadi : Fs= Penambatan Kekar tan N (W cos F  K sin( F  N )) W sin F  K cos( F  N ) K = sudut angker - penambatan batu Angke r Tumpuan beton Baut beton . Stabilitas konstruksi nya di peroleh dari berat dinding penahan dan berat tanah diatas tumit tapak. f). d). tumit tapak dan ujung kaki tapak. Box Culvert. C. Dinding Butters. struktur dianggap sebagai balok yang dijepit pada dasar dan di tumpu bebas pada bagian atasnya. maka bagian dinding vertical dan tumit perlu disatukan. yaitu berfungsi sebagai portal kaku tertutup yang dapat menahan tekanan tanah dan beban vertical Untuk memilih jenis dinding penahan tanah. yaitu apabila tekanan tanah aktif pada dinding vertical cukup besar. Abutment Jembatan. c). Dinding Kontrafort. Pada bagian perencanaannya. e). Kontraford berfungsi sebagai pengikat tarik dinding vertical dan ditempatkan pada bagian timbunan dengan interval jarak tertentu. metoda pelaksanaan dan ketinggian. adalah struktur ini adalah berfungsi seperti dinding2 penahan tanah yang memberikan tahanan horizontal dari tanah timbunan dibelakangnya. Struktur konstrafort berfungsi memikul tegangan tekan. perlu diperhatikan sifat tanah.

pancang beton. niling. . mempunyai beberapa kelebihan di banding dengan dinding penahan tanah. kayu dan sebagainya. Geotektil berfungsi sebagai jangkar pengikat dinding muka lereng dan menahan tekanan aktif Dalam beberapa hal geotektil . angkur. 4. 3. Grouting Grouting adalah salah satu metoda untuk meningkatkan stabilitas dan daya dukung tanah lereng. Geotektil Geotektil adalah bahan perkuatan tanah yang terbuat dari serat sintetis berbentuk lembaran-lembaran yang disusun secara berlapis=lapis untuk menahan tekanan tanah pada lereng. Tiang pancang Tiang-tiang tersebut dapat berupa turap baja.114 Jejala kawat Pengikat beton Tembok penahan batu Beton semprot Gambar 4 ± 21 : Cara penambatan batu 2. .

Lapisan tanah atau batuan yang miring ke arah luar . H jan mi longsoran pasir lempungan . L -l awan l ngsor( ambar 4 ± ) .Tumpukan tanah gembur dan lolos air (lempung pasiran dan pasir) . Pengenalan Gejala Gerakan Tanah Gejala adanya gerakan tanah yang perlu diwaspadai adalah : (a).Hujan tidak deras tetapi turun terus-menerus hingga malam .hujan deras .Waspadai retakan pada lereng saat atau setelah hujan .115 4.Munculnya rembesan air pada lereng (b).14.Retakan merupakan gejala awal lereng akan longsor (Gambar 4± 22) Gambar 4 ± 22 Kelabilan lereng .

116 Gambar 4 ± 23 Foto retakan tanah Gambar 4 ± 24 Foto jalan longsor (c).(Gambar 4 ± 25) . Jangan lakukan Mendirikan bangunan di atas lereng rawan longsor Melakukan penggalian di sekitar kaki lereng mencetak kolam / sawah beririgasi di atas dan pada lereng rawan longsor aktivitas getaran di sekitar lereng rawan longsor menebang pohon pada dan sekitar lereng yang rawan longsor tinggal di bawah lereng rawan longsor saat hujan turun.

117 Gambar 4 ± 25 Jangan lakukan .

Lakukan tindakan segera Tutup retakan dengan lempung atau material kedap air Hindari air meresap ke dalam lereng dan atur draiase lereng : buat paritan air hujan supaya menjauhi lereng dan tancapkan bambu yang telah dilubangi kedua ujungnya kedalam pabila retakan terus lereng Segera lapor ke aparat desa atau kelurahan setempat A berkembang meskipun telah ditutup segeralah mengungsi saat hujan turun.(Gambar 4 -26) Gambar 4 ± 26 : Waspadalah dan tindakan segera .118 (d) .

KRITERIA SARAN PEMANFAATAN LAHAN . jenis konstruksi. pola drainase. diselaselanya ditanami rumput atau tanaman budidaya yang pendek dan berakar tunggang). akan tetapi dengan persyaratan khusus dapat untuk pemukiman. hindari penggalian serta pencetakan ladang dan sawah pada lereng. Ketebalan tanah > 4 m. Sudah terjadi retakan tanah dan longsoran di beberapa titik Tidak disarankan untuk pemukiman. dibawah ini dan Tabel 4 . pola terasering dan pola tanam. Rendah dan Aman. Disarankan untuk ditanami tanaman budidaya atau untuk dihutankan (pilih jenis tanaman yang berakar tunggang dan ringan. Tingkat kerawanan sangat tinggi. Kriteria Tingkat Kerawanan Tingkat kerawanan dapat dibagi 5 yaitu: Sangat rawan. dengan jarak tanam antar pohon lebih dari 10 m.9: Zona Kerawanan Terhadap Bencana Longsor TING KAT KERAWA N AN 1. Kriterianya berdasarkan kemiringan sudut lereng batuan terkena struktur dan ketebalan tanah. Perkampungan terancam longsoran. Menengah. kemiringan lereng > 30º ± 50º. Rawan. Syaratnya telah dilakukan penelitian mengenal daya dukung dan kestabilan lereng tanah.119 (e). Batuan terpotong-potong Sangat rawan oleh struktur kekar dan patahan. Secara rinci dapat dilihat pada table 4 ± 9.

Tingkat kerawanan tinggi. Hindari penggalian serta pencetakan ladang dan sawah. Sudah terjadi retakan tanah dan longsoran di beberapa titik Tidak layak untuk pemukiman. . Layak untuk lahan pertanian dan perkebunan. terdapat di daerah dengan kemiringan lereng 20º ± 50º dengan ketebalan tanah > 4 m dan belum Menengah banyak ditemukan titik longsor. Dapat digunakan sebagai pemukiman dengan syarat telah dilakukan penelitian mengenal daya dukung tanah dan kestabilan lereng. disarankan dibuat teras-teras pada lereng dengan perbandingan tinggi dan lebar teras 1 : 2. perlu dibuat drainase untuk mengeringkan air saat hujan (berupa parit di bagian atas lereng. Hutan campuran. Keriringan lereng lebih Rawan dari 45º dan batuan banyak terpotong-potong oleh stuktur patahan dan kekar. Pada lereng perlu ditanami dengan tanaman penguat(tanaman kayu ringan yang berakar tunggang dengan jarak tanaman antar pohon lebih dari 10 m. 3. pola terasering dan pola tanam pada lereng. perkampungan terancam longsor. disela-selanya ditanami rumput atau tanaman budidaya yang pendek).120 2. Tingkat kerawanan menengah. jenis konstruksi dan pola drainase. serta berupa bambu-bambu yang dilubangi dan ditancapkan pada bagian bawah lereng. kebun dan ladang terancam longsor. untuk menguras air hujan yang meresap ke dalam lereng dan menyalurkan air tersebut ke jalan air/lembah terdekat) . dapat untuk pemukiman dengan konstruksi ringan (kayu/bambu).

stabilitas lereng. Tingkat kerawanan rendah dengan potensi longsoran kecil. Ada tiga klas yang digunakan yaitu klas rendah. perlu dibuat drainase untuk menyalurkan air limpasan dari atas ke arah sungai. Penentuan interval klas kerawanan tanah longsor ditentukan berdasarkan perhitungan jumlah nilai maksimal dikurangi jumlah nilai minimal skor dibagi jumlah klas. Analisis Karakteristik Medan Analisis karakteristik medan yang mempunyai pengaruh terhadap terjadinya tanah longsor dilakukan dengan pengharkatan dan pembobotan pada setiap variabel medan yang meliputi tektur dan ketebalan solum tanah. 5. cukup layak huni.121 4. drainase. . Layak huni dan untuk lahan pertanian. cukup layak untuk kebun dan ladang. kemiringan lereng. penggunaan lahan dan kerapatan vegetasi(Tabel 4 -10). Layak untuk hutan. sedang dan tinggi (Tabel 4-11). tetapi kondisi batuan stabil dan tidak terpotong oleh struktur patahan atau kekar. lapisan tanah penutup kurang dari 1 m. tingkat pelapukan batuan. dengan syarat dibuat drainase untuk mengeringkan lereng saat hujan(parit pada permukaan dan bambu yang dilubangi pada lereng) dan dibuat teras-teras pada lereng. Struktur geologi sesar. Kemiringan lereng lebih Rendah dari 45 . Aman Ancaman longsor sangat kecil. perlu penghijauan. struktur perlapisan batuan. 4-15.

Tingkat resiko dalam penelitian ini di titik beratkan pada jumlah jiwa terancam dan dihitung berdasar .140 Rendah Sedang Tinggi 1 2 3 Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Analisis resiko didasarkan pada kombinasi antara tingkat kerawanan tanah longsor dan jumlah kerugian yang ditimbulkan. 2001 Tabel 4-11 Klas kerawanan tanah longsor No Interval Total Kriteria Kerawanan Skor Klas 1 2 3 28 ± 65 66 ± 102 103 .122 Tabel 4 -10 Pembobotan parameter pengaruh tanah longsor Faktor Pengaruh No 1 Bentuk lahan 2 Lereng 3 Geologi Parameter Pengaruh Proses Kemiringan lereng Tingkat pelapukan batuan Struktur perlapisan batuan Struktur geologi sesar* 4 Tanah Ketebalan solum tanah Tektur tanah Drainase Stabilitas 5 Lahan Penggunaan lahan Kerapatan vegetasi Jumlah Bobot Skor mak 50 50 5 5 50 5 5 5 5 5 5 190 Skor Min 10 10 1 1 10 1 1 1 1 1 1 38 *Sukartono 2004 modifikasi PSBA UGM. Tingkat kerugian dihitung berdasarkan nilai ekonomi serta perkiraan jiwa teramcam.

Dari kondisi geologi dapat diketahui sebaran macam satuan geologi teknik (batuan dan tanah). analisis saringan maupun tebal tanah yang ditunjukkan pada penampang geologi teknik maupun sifat karakteristik dan keteknikan (Gambar 4 ± 21).123 rata-rata kepadatan penduduk indeks kerawanan (Tabel 4-12). maka akan dibuat dibuat Peta .5 Daerah kurang aman. pada area pemukiman di suatu desa dikalikan Tabel 4 -12: Indeks kerawanan tanah longsor No Tingkat Kerawanan Indeks Kerawanan 0 Penjelasan Daerah aman ancaman korban jiwa tidak ada 1 Rendah 2 Sedang 0. Tabel 4 . potensi terhadap ancaman korban jiwa 3 Tinggi 1 Daerah tidak aman. dimasukkan dalam Tabel pembobotan. ancaman korban jiwa tinggi Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Klasifikasi risiko tanah longsor dilakukan sebagaimana terlihat dalam Tabel (4-13).13: Kriteria tingkat resiko akibat tanah longsor TTingkat No Jumlah jiwa yang Resiko terancam 1 2 3 Tanpa 1 ± 10 > 10 Rendah Sedang Tinggi Sumber : Analisis PSBA UGM 2001 Pembobotan klas kerawanan dari faktor-faktor pengaruh terjadinya gerakan tanah.

124 kerentanan gerakan tanah dengan 6 zona kondisi geologi disusun dari atas stabil dan kebawah makin tidak setabil(Gambar 4 ± 27) maupun secara sederhana dibuat 3 zona kerentanan gerakan tanah dengan warna hijau tingkat kerawanan rendah berarti aman. Gambar 4 ± 27: Peta Zona kerentanan gerakan tanah(Barbara.(Gambar 4 ± 28) dan diskripsi lengkap pada tabel keterangan (Tabel 4 ± 14). kuning tingkat kerawanan sedang untuk hati-hati dan merah tingkat kerawanan tinggi berarti perlu diwaspadai atau termasuk bahaya bila ada hujan lebat/tidak reda selama 3 hari. 1996) .

125 Gambar 4 ± 28 Peta kerentanan gerakan tanah .

di lembah sungai bagian atas kadang lereng RENDAH 1 sampai Plosan > 50 %. Lahan umumnya digunakan sebagai sawah.. sehingga jarang terjadi adanya gerakan tanah. Tebal tanah berkisar 0.2 ± 4 m. tuf pasiran kadang dari Formasi Halang. lereng umunya berkisar antara 5 % s/d 15 %. Gerakan tanah yang terjadi dijumpai di lereng-lereng sungai karena adanya gerusan aliran air sungai. Terdapat pada daerah datar sampai terjal. tuf. wilayahnya meliputi Durendoyong Desa Blimbing Batuan terdiri dari endapan pasir. karena tanah di daerah ini umumnya telah teguh.126 Tabel 4 ± 14 : Keterangan peta zona kerentanan gerakan tanah SIMBOL ZONA DISKRIPSI Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan rendah untuk terjadinya gerakan tanah. tegalan dan pemukiman . Bahkan bila kondisi kelerengan diganggu tidak akan membentuk gerakan tanah.

pakisarum. Pucung. Terdapat pada daerah bergelombang sampai terjal. kkota kecamatan Bruno. Gerakan tanah lama maupun baru akan sering terjadi. Batuan terdiri dari breksi andesit dengan disipan tuf pasiran. wilayahnya meliputi Sembir. Faktor penyebab gerakan tanah di daerah ini karena kondisi batuan terpotong-potong sesar. di lembah sungai. bila kondisi kelerengan diganggu. Lahan umumnya digunakan sebagai tegalan hutan sejenis. keniten. Terdapat pada daerah bergelombang sampai terjal. G. G. kelerengan terjal dan sebagian terjadi karena adanya pengundulan hutan. Desa Brunosari. Penyebab gerakan tanah di zona ini umumnya disebakan oleh kondisi tanah yang belum teguh. lereng umumnya berkisar antara 30-50 % s/d >70 %. dari Formasi Penaron. di lembah sungai. dan arus air yang deras pada musim penghujan. kelerengan tinggi. Kalibade. Lahan umumnya digunakan sebagai tegalan hutan sejenis. Sipatok. Bruno Kulon.3 ± 2 m. Sebrang Kulon. Karena tanah di daerah ini umumnya sebagian masih merupakan tanah lepas-lepas yang menumpang di batuan dasarnya. Brondong. tanggul asih. tanah lapuk yang menumpang di batuan segar. Kebonsaak. kekar. wilayahnya meliputi Juru tengah. Pangepon. Tebal tanah berkisar antara 0. dan pemukiman . Tebal tanah berkisar 0. Wayang lor. Bruno wetan. G. ngabean. sehingga sering terjadi adanya gerakan tanah.127 2 3 TINGGI MENENGAH Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadinya gerakan tanah. Sabrang Wetan. dari Formasi Penaron. sehingga kadang-kadang terjadi adanya gerakan tanah. Gerakan tanah dijumpai di lereng-lereng yang terjal dan mengarah ke lembah sungai. lereng umumnya berkisar antara 50-70 % s/d >70 %. Batuan terdiri dari breksi andesit dengan disipan tuf pasiran. dan pemukiman Daerah ini mempunyai tingkat kerentanan tinggi untuk terjadinya gerakan tanah. Doglek.5 ± 5 m.

5. kompak dan padat. cuaca. denudasi. pemadatan dengan baik dan bukan dari jenis lempung montmorilonit. pelapukan. Tanah Syarat kondisi tanah untuk bangunan teknik misalnya sebagai inti bendungan atau dasar pondasi as dam yaitu setelah mengalami prooses pemadatan sehingga bersifat keras. bahan bangunan. harus mempunyai daya dukung dan kekuatan besar terhadap pengaruh luar seperti tekanan luar.1. Beberapa hal yang mempengaruhi batuan sebagai dasar pondasi bangunan memjadi kurang baik yaitu akibat pengrusakan secara kimia atau fisik seperti: pelarutan. kekuatan tekan tinggi. tidak mudah mengalami pengembangan dan tidak lolos air. karena dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung bangunan tanah. dasar landasan lapangan udara dan jalan.128 BAB V KONSTRUKSI BANGUNAN TEKNIK Batuan merupakan syarat yang penting untuk memperkuat bangunan teknik. erosi. kikisan air atau gelombang. Batuan Kondisi batuan sebagai syarat utama untuk pilar.2. agregat beton dll. penutup dari dinding bangunan. pondasi. 5. pengrusakan oleh kimia dan fisik ialah :      jaringan tektur granular berbutir mineral sedang sampai halus terdiri dari mineral keras sementasi kuat batuan segar . Kondisi tanah yang memenuhi syarat dan sifatsifat tersebut dapat dicapai apabila mempunyai gradasi baik dengan lempung ± pasir ± krikil.

Beberapa metode yang efektif untuk perbaikan pondasi pada batuan yang berpori besar.129  struktur masif(tidak berlapis. maka akan timbul suatu deformasi(perubahan bentuk) dan akan mengakibatkan penurunan (settlement) tertentu terhadap bangunan yang bersangkutan. toko kecil dan bangunan kantor) dan berat (bangunan komplek industri. Beban Statis Proyek-proyek sipil dapat dibagi dalam proyek konstruksi ringan (gedung bertingkat sampi 3. tidak retak dan tidak berpori)    tidak mengandung kaca tidak mengadung banyak zat organik  Batuan keras atau sangat keras dan tidak mengalami pengembangan Derajat pelarutan dan permeabilitas terhadap air kecil. berlaku keadaan dimana semakin besar bidang pondasi.3. Akibat dari terjadingnya tegangan di dalam bawah tanah. Pada daerah rencana bangunan teknik tidak selalu dijumpai dalam kondisi alam yang cukup baik. pelabuhan). Pembebanan Terhadap Bawah Tanah (a). yaitu :  dikupas diganti dengan tanah yang dipadatkan  Dilakukan grouting (Injeksi air semen)  Memasang selimut (Blanket)  Membuat bangunan tambahan. bendungan.1). Sebuah bangunan akan menimbulkan sebuah beban tertentu terhadap bawah tanah dan volume tanah tertentu akan mengalami tegangan tergantung dari beban pikul dan luas pondasinya. . Besarnya penurunan maksimal yang dialami sebesar beban pikul. Pada tekanan sama. semakin dalam pula zona tanah yang menerima tegangan dan semakin berkurang sejalan dengan besarnya jarak sampai pada pondasi. 5.(Gb. Massa tanah yang akan dibebani pondasi hendaknya memiliki sifat-sifat yang sedemikian rupa sehingga proyek bersangkutan dapat dibangun dengan aman dan ekonomis dan struktur yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai mana yang diharapkan. maka perlu dilakukan perbaikan-perbaikan pondasi.5 .

Apabila sebuah beban ternyata terlampau besar bagi tanah. dimana penurunan akan terjadi berva riasi di sepanjang banguan tersebut.5 . Apabila susunan bawah tanahnya seragam. akan terjadi penurunan yang seragam atau normal. sedangkan pada susunan tanah yang berada dibawah banguan ternyata bervariasi.130 ton/ft2 4 3 2 1 Gambar . tapi perlu diperhatikan jenis batuan yang peka terhadap proses pelapukan(lempung. yang mengakibatkan penurunan dalam batas-batas yang masih dapat diterima. skis. maka tanah bisa kehilangan ketahanannya. Daya dukung awan(safe bearing capacity) adalah gaya pikul maksimal dibagi suatu faktor aman. Daya dukung maksimal (daya pikul) adalah tekanan maksimal yang dapat ditahan oleh massa tanah tanpa kehilangan ketaha nanya. sehingga dapat diperkirakan gaya pikul yang aman berupa angka-angka (Tabel 5 ± 1). serpih) dan . terdapat kemungkinan terjadinya suatu penurunan differensial . suatu pondasi diletakkan :  Bangunan dapat langsung didirikan diatas batuan. Karena itu untuk suatu material geologis tercapainya kekuatan dan perilaku deformsi dapat diketahui. Tergantung keadaan gelogis .1 : Distribusi tegangan di bawah pondasi Pengertian beban pikul maksimal adalah tekanan yang dilakukan oleh pondasi banguanan tersebut terhadap massa tanah.

131 umumnya sejumlah konstruksi yang dibangun di atas batuan ambruk karena akibat dari berbagai gerak pada patahan.000 3. oleh karena itu kita harus orientasi gaya geser dan kemungkinan terjadinya tekanan air di sepanjang suatu diskontinuitas.000 600 >600 200-600 <200 >300 100-300 >100 300-600 150-300 75-130 <75 Pasir rapat Tanah Pasir cukup rapat Pasir lepas Lempung sangat kaku atau keras Lempung kaku Lempung kokoh Lempung lunak gambut dan sebagainya  Pondasi harus dipasang di atas tanah.000 600-1. 1989) Jeni Diskripsi batuan /tanah Batuan beku kuat Batuan kapur kuat dan batupasir Batuan Skis dan batu sabak Batuan lanau kuat /batulempung dan batupasir lunak Batuan lanau lunak atau batulempung Kapur kuat dan kapur lunak Kerikil rapat atau pasir/kerikil Kerikil cukup rapat atau pasir/kerikil Kerikil le as atau pasir/kerikil " Daya dukung (kPa) 10. Tabel 5 . kekar. Umumnya pondasi yang dipakai pada lapisan-lapisan yang tidak terkonsolidasi oleh konstruksi .1: Gaya pikul yang aman dari tanah dan batuan(Verhoef. Kondisi bawah tanah diketahui dengan penelitian lapanggan cara mekanika tanah dengan bantuan alat sondir.  Beban bangunan dialihkan pada batuan yang terletak di kedalaman tertentu(maks 75 m). pemboran dan lainnya.000 2. karena batuan terletak terlelu dalam. biasanya dipasang pondasi tiang pancang.000 4.

melainkan menghentak-hentak(stick slip). Seorang ahli pondasi harus memikirkan bagianbagian konstruksi yang mempengaruhi pemindahan beban dari bagian bangunan atas tanah ke tanah sehingga stabilitas tanah yang dihasilkan dan deformasi yang diperkirakan masih dapat di ijinkan . gempa bumi dll. Pondasi Pondasi adalah sebagian bangunan bawah tanah dan daerah tanah/batuan yang berdekatan yang akan dipengaruhi kedua elemen bagian bangunan bawah tanah maupun beban-bebannya. Beberapa pertimbangan praktis tentang pengetahuan teknik pondasi: . Jenis gempa bumi adalah yang paling sering menimbulkan kerusakan. Beban Dinamis Yang dimaksud beban dinamis adalah sejumlah getaran yang ditimbulkan oleh mesin-mesin. Hubungan antara proses teknis proses alam terhadap kemungkinan keberhasilan dengan pembebanan peniadaan penopang dan perubahan permukaan zat cair dapat digambarkan seperti tabel 5 ± 2 beban statis dan dinamis 5. (b).132 sebuah balok atau pondasi pelat dan pondasi diatas tiang-tiang dimana struktur dipikul oleh lapisan kokoh pada kaki tiang atau rekatan antara tiang dan tanah sekelilingnya.Intergrasi visuil dari bukti geologis disuatu tempat dengan suatu data pengujian lapangan yang memadai dan program pengujian laboratorium . terutama disebabkan oleh gerakan patahan di dalam kulit bumi(Subduksi lempeng). Gerakan ini berlangsung tidak secara beraturan. arus lalulintas.Merencanakan elemen-elemen bagian bangunan supaya dapat dibangun se ekonomis mungkin .4.Menetapkan eksplorasi lapangan yang memadai dan program pengujian laboratorium .

Perencanaan Pondasi Pada umumnya pondasi bangunan dapat dibagi dalam 3 golongan utama yaitu Pondasi langsung dan pondasi plat Pondasi tiang dan Pondasi sumuran. 1. Pondasi langsung dan pondasi plat pada lempung maupun pasir. Cara menentu an daya du ung lempung serta cara penghitungan penurunan pondasi pada pondasi diatas lempung.Pengetahuan akan metode konstruksi praktis dan toleransi konstruksi yang kemungkinan besar akan didapatkan. (a). Tabel 5 ± 2 beban statis dan dinamis & & % $ Pond i l ngsung ini p rlu mencari daya du ung bai & & # # .133 .

Pondasi Tiang Pondasi tiang ini dilakukan apabila lapis an ± lapisan di bagian atas dari tanah lembek. sedangkan faktor keamanan sebaiknya diambil paling sedikit 3. sehingga beb an bangunan tertumpu pada ujung tiang ini pada lapisan keras. tetapi pengambilan contoh pasir asli sangat sulit. 2. Pondasi plat diatas pasir umumnya akan mengalami penurunan kurang lebih sama untuk dimanamana baik di pinggir maupun di tengah. sehingga tidak cukup kuat untuk memikul bangunan dengan memakai pondasi langsung maupun plat. Nilai kekuatan geser adalah untuk menentukan daya dukung sampai sedalam 2 kali lebar pondasi. Pondasi diatas pasir pengambilan contoh asli adalah untuk pengukuran kohesi (c) dan sudut geser dalam ( J ) untuk dimasukkan dalam rumus Terzaghi. maka dengan SPT/sondir akan mendapatkan nilai daya dukung pasir.134 Dengan mengam. Tiang yang telah dipersiapkan terlebih dahulu di masukkan sampai lapisan keras dengan mesin pemancang.bil contoh lempung tidak terganggu untuk percobaan Undrained compression untuk mendapatkan kekuatan gesernya. sehingga akan lebih dapat bertahan terhadap kemungkinan terjadi penurunan. Data tersebut dimasukkan pada tabel tekanan tanah pada pondasi diatas pasir akan ketemu nilai tekanan tanah yang diperbolehkan. Pondasi Sumuran . 3. sedangkan untuk lempung penurunan ditengah akan lebih besar bila di banding dengan di pinggir. Pomdasi plat diperlukan apabila luas pondasi melebihi luas bangunan. hal ini dilakukan untuk daerah yang mempunyai kondisi tidak seragam.

. hancuran. sehingga tidak terjadi kerusakan dasar pondasi seperti retakkan.Batu keras adalah batu yang hanya dapat digali dengan bahan peledak.(Gambar 5-3).135 Pondasi sumuran ini dilakukan apabila lapisan keras tidak dalam sehingga pelaksanaannya lebih mudah dari pada tiang pancang. Macam-Macam Tipe Pondasi Beberapa tipe bangunan diharapkan dapat mendapatkan pondasi yang stabil dan kuat. batuan ini biasa disebut cadas. dan tidak ada retakan (b). tetapi mudah dihancurkan dengan palu. beberapa saran perbaikan batuan dasar pondasi dengan grouting(Rongga. Biasanya diameter sumur paling sedikit 80 cm. . (Gambar 5-2). dimaksutkan untuk batu yang sifatnya antara lunak dan keras . Dengan cara membuat sumur sampai kedalaman tertentu untuk mendapatkan lapisan keras kemudian lubang ini diisi kembali dengan beton bertulang.5-4). penggalian batu ini dengan alat tangan sudah sukar. . lubang cor beton. juga pecahan batu yang dapat dipatahkan dengan tangan. ambles dll. kalau perlu dilakukan perbaikan dasar pondasi dengan Grouting. sehingga diperlukan konsultan ahli geologi. u ntuk mendapatkan rekomendasi tumpuan batuan dasar pondasi yang kuat dengan pengupasan tanah penutup atau diperlukan tiang pancang sampai kedalaman tertentu untuk mencapai batuan keras.Batu lunak. adalah batu yang mudah digali dengan alat tangan. kekar)(Gambar. pasang angkur dll. padas dan batu yang mengandung banyak retakan. Istilah : .Batu sedang.

Gambar 5 ± 2 Tipe pondasi batu. . (b) Akhir tumpuan diatas batu. (e) Terjadi pergeseran dasar pondasi. (d) Terjadi dasar pondasi Turín. rekah. (c) Tiang pancang masuk dalam batu 136 Gambar 5 ± 3 : Beberapa model tumpuan pondasi salah (a-c) Pembangunan pada pondasi batu yang hancur. (a) Kaki bertumpu diatas batu.

(c) Angkur dalam.137 Gambar 5 ± 4 Beberapa pondasi khusus. (b) Pilar lubang kebawah.untuk mencegah longsor. . (a) Injeksi semen.

) 3. Bendungan dapat dibagi menjadi beberapa tipe antara lain berdasarkan : 1. Bendungan dapat di klasifikasikan sebagai sebuah struktur yang menyangga sebuah sedimen yang kedap air yang berfunsi untuk mempertahankan tinggi muka air. olah raga. sehingga akan terjadi tekanan beban yang sangat besar terhadap bawah tanah. BENDUNGAN Bendungan adalah suatu bangunan melintang sungai yang dipakai untuk memenuhi salah satu atau lebih tujuan seperti : irigasi. Tujuan Pembangunan a. Bendungan kecil (tidak termasuk kriteria a) 2. Penggunaannya a. b. Bangunan bendungan adalah suatu massa material dalam jumlah besar diatas sebuah tempat yang luasnya terbatas. misalnya hanya untuk PLTA b.138 BAB VI BENDUNGAN DAN GROUTING 6. irigasi. Bendungan besar(tingginya > 10 m. pengendalian banjir. Tunggal. PLTA. obyek pariwisata. akan mengakibatkan erosi. bahkan dapat terjadi runtuhnya bangunan tersebut. kebocoran. Pembelok air(agar permukaan air lebih tinggi sehingga dapat mengalir kedalam saluran irigasi/air) c. pariwisata . panjang > 500 m. air minum dll. Memperlambat jalannya air (mencegah terjadinya banjir) .1. air minum & industri. kapasitas > 1 juta m3 dan debit banjir maks > 2000 m3/det. Serbaguna (beberapa tujuan : PLTA. Ukuran a. perikanan dll. Sebuah bendungan selalu dibangun di sebuah lembah dan dampak destrutif dari air dalam sediment terhadap pondasi/bendungan. Waduk (menyimpan air) b.

Bendungan beton adalah struktur-struktur besar yang membalikan gaya momen dan gaya geser. Jalannya air a. Levee) f. Faktor-faktor geologis yang berpengaruh terhadap rencana bendungan urugan adalah : . Bangunan pelimpah b.kedap air didepan) b. Bendungan kayu. Pondasi yang terbuat dari batuan harus berada maksimal 10 meter dibawah permukaan tanah. pasangan batu. Sumbu sebuah bendunan dapat berbentuk lurus atau sedikit melengkung ke arah hulu. 5. batu degan lap. ber-lapis2. Bendungan Limbah Industri(Tailing Dams) Sebuah bendungan menuntut sejumlah persyaratan khusus terhadap pondasi dan bagian bahu (abutments). Bendungan Sadel (Saddle Dams) e. Konstruksi a. Bendungan urugan bersifat fleksibel dan bisa mengalami deformasi tanpa patah. 6. Bendungan Utama (Main Dams) c. lingkungan). mix type dams) c. Bendungan Urugan dibangun pada tempat-tempat yang bawah tanahnya dapat mengalami penurunan yang sangat besar atau deferensial. Tanggul (Dyke. arch dams. Buttress dams. air minum & industri.139 4. Pondasinya diperlukan batuan berkualitas baik (batuan beku daya pikul minimal 2-3 Mpa). Menahan air(pengendalian banjir. besi. Bendungan Urugan(homogen. Bendungan Pengelak pendahuluan & Pengelak(Coffer Dams) b. Sebuah bendungan dari jenis penopang terdiri dari suatu lapisan penutup dari beton bertulang yang melereng ke arah hulu. Bendungan Sisi ( High Level Dams) d. Bendungan Beton(gravity dams. Fungsinya a.

2. .Massa pondasi harus mampu menahan tegangan geser dan tidak menunjukkan penurunan deferensial. pelimpah dll).Material batuan didalam massa tanah harus tahan terhadap pelapukan. .140 - kekuatan dan permeabilitas dari kontak antara bendungan dan pondasi kekuatan . Faktor-faktor geologis yang menentukan pilihan suatu bendungan tipe beton adalah: . . Berbagai gaya yang bekerja terhadap sebuah bendungan adalah : 1. Gaya statis a. Gaya dinamis : Aksi gelombang oleh air di dalam reservoir. mengeringkan lubang-lubang. pemusatan tekanan di dalam beberapa diskontinuitas yang orientasinya tidak menguntungkan.(terwongan. Horizontal : tekanan lateral air + 140ediment. baik untuk bangunan berbagai fasilitas.Air sering mengakibatkan gaya angkat. air& sedimen dan gaya keatas bawah air b.Pondasi dan dinding bahu harus berkualitas baik.Batuan ditempat pembangunan harus kedap air. tekanan pori-pori. Jarang sebuah bendungan jebol karena kesalahan konstruksi. Vertikal : massa bendungan. . pengankeran pada bagian-bagian yang kurang stabil pada bawah tanah yang stabil. biasanya masalahnya terletak dalam situasi gelogis. goncangan oleh gempa. kegunaan dan biaya transportasi material untuk konstruksi. . Pencegahannya : Grouting semen. .Bendungan beton dapat menggelincir di sambungan antara bendungan dengan pondasi atau antara beton dengan batuan kurang baik. kompresibilitas dan permeabilitas dari massa tanah pondasi berbagai sifat fisis dari material diding bahu kesediaan. erosi & pelarutan. banjir. Pencegahannya: permukaan batuan dibuat kasar.

Cement grouting Mortar grouting Chemical grouting Aspal grouting Istilah dalam pelaksanaan grouting 1. agregat beton dll. GROUTING Batuan merupakan syarat penting untuk memperkuat pondasi suatu bangunan teknik. 4. 2. 3.2. padat. penutup dari dinding bangunan. maka dapat dilakukan perbaikan pondasi bendung (Gambar 6-1) dengan metode injeksi air sement (Gambar 6-2) Menurut jenisnya cairan grouting yang dipakai terdiri dari : 1. Kadang-kadang dalam satu lubang bor digunakan satu zona atau lebih. kekuatan tekan tinggi dan mengurangi permeabilitas batuan dalam pondasi. Kalau persyaratan lainnya memenuhi untuk didirikan suatu bangunan teknik. dasar lapangan udara dan jalan. keras. Zone adalah suatu bagian dari kedalaman dalam pelaksanaan grouting pressure untuk perbaikan pondasi. Berdasarkan macam tujuan dan kegunaannya cairan grouting terdiri dari atas : . 2. 3. Stage adalah batas kedalaman tertentu dari lubang bor untuk menginjeksi cairan semen dan air ke dalam tubuh batuan. Section adalah bagian dari contoh perbaikan grouting sampai seluruh kedalaman perbaikan batuan. 4. tetapi kondisi batuan kurang baik. Beberapa hal yang dapat mengakibatkan batuan tersebut menjadi kurang baik sebagai pondasi karena adanya proses alam secara fisik maupun kimia. Grout adalah campuran semen dengan air yang diinjeksikan kedalam batuan agar terjadi penggabungan antara agregat butiran tanah dan batuan hingga struktur dan tektur batuan menjadi stabil. karena dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung bendungan tanah.141 6.

Backfill grouting bertujuan mengisi rongga-rongga diantara formasi batuan dengan beton. 8. 4. akan tetapi hasil yang dicapai jauh lebih baik. alluminium powder. karena dalam beberapa hal . 5. Curtain grouting (Grouting tirai) adalah bertujuan membentuk dinding atau tirai yang kedap air di dalam tubuh batuan dan berfungsi sebagai pondasi umumnya sebuah bendungan agar dapat menahan tekanan dan rembesan air. 7.142 1. rockflour. 3. Beberapa cara perbaikan dasar pondasi bendungan yang relatif murah dan baik. Clas grouting bertujuan untuk menutup batuan dasar pondasi yang berupa batulempung agar terhindar dari pengaruh cuaca. Blanket grouting bertujuan untuk membuat lapisan batuan menjadi kedap air sehingga lapisan batuan yang terdapat di bawahnya dapat terhindar atau terlindung dari rembesan dan bcoran air. untuk mendapatkan cairan grouting yang sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki. 2. Rimb grouting bertujuan untuk membuat dinding kedap air yang berada di kanan dan kiri tubuh bendungan. apabila batuan dasar terdiri dari batupasir berpori besar adalah dengan beberapa cara untuk mengatasi antara lain : Campuran Grouting Banyak material yang dapat digunakan campuran grout. seperti yang terdapat dalam pembuatan terowongan dan lainnya. Consolidation grouting bertujuan menambah kapasitas daya tahan batuan terhadap beban di atasnya. 6. Pype system grouting bertujuan menyubat sistem rangkaian pipa yang digunakan untuk pendingin conrete atau sistem pipa yang di pasang pada concrete yang digunakan untuk contack grouting. Calsium klorida kedalam semen grouting sebetulnya adalah menambah biaya grouting. Contact grouting adalah bertujuan mengisi rongga antara beton dengan batuan(terowongan). memperkuat dasar pondasi bendungan. Maksud penambahan material seperti : bentonit.

sdium tannate. Penghambat (retarders) atau memperlambat(setting time) dengan campuran : rockflour. Mempercepat terjadinya pembekuan (Calsium Klorida. Menambah kekentalan atau mengurangi penyusutan. Bangunan tambahan dibagian hilir (Down stream berm) Gambar 6 ± 1: Perbaikan Bendung . Memasang selimut pada bagian hulu (Up stream blanket) 4. Fungsi masing-masing material adalah : 1. Curtain grouting As Dam Di kupas 1. Melumasi (lumbrikan) biasanya ditambah rockflour. Disamping itu biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang dicapai masih menguntungkan. Lumnite) 2. Dilakukan Grouting sepanjang As Dam berm 3.143 seperti adanya struktur di dalam tubuh batuan yang tidak dapat di injeksi dengan hanya memakai semen grouting.adalah ditambah aluminium powder. gipsum. 3. Dikupas diganti tanah yang dipadatkan Blanket grout 2. 4.

Pelaksanaan Grouting .144 Gambar 6 ± 2.

siapkan contoh inti pemboran batuan ( P : . Kegunaannya untuk mengetahui nilai kekuatan batu. Di beberapa lapisan tanah yang berbeda diambil contoh asli (undisturbed )di ambil dengan tabung. Syarat-syarat peraturan bangunan setempat 4.145 BAB VII MATERIAL GEOLOGI DAN PELEDAKAN Material geologi dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis jaitu: material tanah dan material batu: 7.Pemboran tangan. kerapatan. 7. Uji kuat tekan berporos tunggal(Gambar 7. Penyelidikan lapangan meliputi. pemotongan dengan auger dan uji penetrasi untuk di lakukan uji laboratorium mekanika tanah. antara lain: porositas.letakan contoh dalam bangku tekan . .1. Material Tanah Faktor-faktor eksplorasi tanah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kemungkinan adanya tuntutan hukum(Kehancuran bangunan akibat penurunan pondasi). warna dan komposisi tanah.2. sedangkan contoh tanah (disturbed) dapat diperoleh antara lain dari operasi sekop/garpu. .ditekan perlahan lahan sampai contoh hancur = 2 : 1). Pelaksanaannya: . antara lain: 1. kekuatan dan ketahanan. Keperluan menggunakan tanah yang tersisa sebagai tempat konstruksi (Perkotaan) 2. analisis kekuatan. Keperluan memakai tanah yang telah di reklamasi (gali urug) 3. . juga perlu untuk mengetahui kedalaman tanah dan juga dapat dilakukan pengambilan contoh tanah tidak terganggu.Tespit / parit uji di beberapa tempat. datar di ke 2 ujungnya . Material Batu Material batu untuk kepentingan banguan diperlukan data sifat-sifat batuan. stabilitas dan studi aliran air.1). alat pengambil contoh piston/kertas logam untuk mengetahui sifat-sifat teknis tanah. Beberapa uji material batu antara lain: 1.Pemetaan rinci berdasarkan kenampakan fisik tanah. untuk mengetahui struktur tanah dan ketebalan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

(Mpa)  200 100 ± 200 50 ± 100 25 ± 50 < 25 Skala kekuatan Luar biasa kuat Sangat kuat Kuat Cukup kuat Lemah 2.s. Uji Tumbukan Palu Sifat material batu dapat diketahui dengan uji lapangan dengan cara sederhana yaitu dengan metode uji tumbukan palu.146 . menghubungkan suara.s). maka dapat diperoleh sebuah gambaran yang lengkap tentang suatu material. dan kemungkinan tapak tumbukan palu dengan kekuatan material.c.(Tabel 7 ± 3) .catat nilai pengukuran beban(arloji pembebanan) Tabel 7-1 Kuat tekan(u. Dengan latihan dan dibandingkan dengan kekuatan kuat tekan. pantulan.c. Klasifikasi Deere Kelas A B C D E u.

untuk batuan alam dan beton .c.1: Kuat tekan berporos tunggal Tabel 7-2.147 Gambar 7.s. nilai-nilai u.

bergedebuk. dan menimbulkan patahan Tumbukan bergedebuk. terjadi keretakan Palu terbenam.8 16. tidak meninggalkan bekas Tumbukan keras.148 Tabel 7-3: Uji tumbukan palu (Matthewson) Skala kekuatan Pengamatan Tumbukan keras. benda uji ditempatkan diantara konus yang terbuat dari baja keras dan beban ditambah hingga terjadi benda uji menjadi hancur. sedikit berbekas atau sedikit menimbulkan kerapatan Tumbukan bergedebuk. Kekuatan beban titik adalah : Is = P/D2 Keterangan: P = beban dalam keadaan kehilangan ketahanan D = Jarak antara kedua buah konus. Diameter Benda uji akan mempengaruhi hasil percobaan. D = 50 mm. terjadi keretakan lemah Kuat Cukup kuat Sangat kuat Luar biasa kuat 3.0 14.3 204. sehingga Is(50) dapat ditentukan : u. oleh karena itu diperlukan grafik kalibrasi.S MPa 198. Uji Beban Titik Sebuah metode tidak langsung yang paling banyak digunakan untuk mengetahui kuat tekan material . Percobaan ini dengan menggunakan contoh batuanyang tidak beraturan .0 . jelas .C.9 U.c. terjadi pantulan. yang menghubungkan D pada suatu diameter standar. pantulannya kuat. adalah metode uji beban titik.s = ' 24 I s(50) Tabel 7 ± 4: Nilai-nilai khas uji beban titik(Bell) Is(50) MATERIAL Granit Eskdale Andesit Somerset Basalt (Derbyshire) MPa 12.3 321. berbekas. meninggalkan tapak palu. tiada pantulan.

yang dipengaruhi terutama oleh proses pemboran.7 % 4 Recovery ratio : 8 1 76 5 Inti (cm) Inti > 10 cm X 100 ! 7 . berdasarkan kondisi/keadaan inti batuan. % 9 1083 100 ! 67. sedangkan RQD adalah jumlah panjang inti batuan 10 cm lebih dibagi kedalaman lubang bor .7 162.0 11.2 Gambar 7-2.7 0.6 106.2 12.149 Sabak (North Wales) Skis (Abandeenshire) Gneis Batu pasir aneka warna (Edwinstone) Kapur Karbon (Buxton) 7. Recovery ratio adalah prosentasi hasil perolehan inti.4 82. 1968) Kualitas RQD.1 % . RQD (Roc Q lit Desig ation) & Recove atio Hasil pemboran inti dapat di interpretasikan kualitasnya.5 98.9 7.7 3. Uji beban titik 3 13 2 ) 1 0 ( 4. (Gambar 7-3) 1 00 RQD = 1600 Kualitas batuan (DEERE. yang mungkin terjadi hancur/lepas karena sifat/kondisi batuan itu sendiri.

150 15 132 132 10 139 139 18 23 120 116 22 222 120 116 222 14 242 242 18 112 46 1249 112 Jml 1083 Gambar 7 ± 3 : Log bor dan RQD .

1. dll. Sipil: pembuatan irigasi. tembaga.T. terutama dalam metoda penambangan bawah tanah . Peledakan digunakan dalam berbagai bidang: Pertambangan ( besi dan baja serta logam-logam yang lain: alluminium. Sipil maupun kegiatan sejenis lainnya. 1976) Tujuan peledakan dibedakan berdasarkan kegunaannya: Quari : untuk menghancurkan dan memisahkan sejumlah batuan dari batuan induknya serta untuk memperoleh fragmentasi tertentu. Prinsip penggunaan bahan peledak adalah efektif. benturan. fragmentasi yang dikehendaki c. kondisi lapangan dan penentuan jenis bahan peledak dan metode yang cocok perencanaan/spesifikasi pekerjaannya misalnya: a. perlengkapan peledakan.151 7. terowongan. oleh karena itu harus dikuasai tentang bahan peledak mualai dari klasklas.Tambang: Persiapan pembukaan( tunnel.3. sarana produksi b. Klasifikasi Bahan Peledak Klasifikasi bahan peledak (Manon 1976) menjadi 3 golongan: Bahan peledak Mekanis. karakteristik. membentuk gas dan menimbulkan efek panas serta tekanan yang sangat tinggi. Kimia Peled ak lemah Permissible Expl. Bahan peledak adalah sarana untuk menyelesaikan suatu tahap pekerjaan baik dalam industri tambang. kondisi lapangan. bidang T. emas. merobohkan bangunan. platina). timah. Bahan peledak Nuklir Secara skerma jenis bahan peledak adalah sebagai berikut: Mekanis Peledak kuat Peledak Skunder Peledak Expl. drift dsb) & pengambilan bijih dalam lubang. adit. murah dan aman. bendungan. Bahan peledak Kimiawi. PELEDAKAN (BLASTING) Peledakan adalah salah satu cara untuk pemecahan oleh desakan partikel yang halus pada suatu massa yang diam. material bahan bangunan. . keadaan batuan. Non Permissible Primer Nuklir Gambar 7 ± 4 : Sketsa bahan peledak (Nanon. T. gesekan) dapat bereaksi dengan kecepatan tinggi. sehingga hasilnya sesuai dengan Arti bahan peledak adalah suatu rakitan yang terdiri dari bahan -bahan berbentuk padat atau cair atau keduanya yang apabila terkena suatu aksi (panas.Sipil: pembuatan jalan raya. . peralatan. .

Tujuannya.: Tambang: .152 a. pembuatan jalan. Cara Peledakan Suatu operasi peledakan batuan akan mencapai hasil optimal apabila perlengkapan dan peralatan yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang ditrapkan. Dinamit Berdasarkan komposisinya: . berkomposisi : Ammonium ± dynamite yang diberi zat additif (Na CL) 4. membentuk gas & panas serta tekanan tinggi. belerang dan potassium nitrat.Permissibles explosives Biasa digunakan di tambang batubara.Gelatine dynamite . 1.Straight dynamite (NG 20 ±57 %.Blasting agent Bahan peledak yang belum dicampur & setelah dicampur dengan perbandingan tertentu akan termasuk bahan peledak kuat. b. terbuat campuran arang.peka terhadap panas .aman terhadap goncangan . Sifat: . Contoh. Metode peledakan dapat dibagi menjadi 4 : Tabel 7 ± 5 : Metode peledakan METODE PERLENGKAPAN PERALATAN . Bahan Peledak Bahan peledak adalah suatu rakitan yang terdiri dari : bahan-bahan berbentuk padat/cair yang apabila terkena aksi (panas.membongkar batuan . Sodium Nitrat 59 23 %) . terowongan. ANFO (Ammonium Nitrat Fual Oil) c.) dapat beraksi dengan kecepatan tinggi. benturan dll.Pembuatan lubang bawah tanah Geologi Teknik : .Membongkar material bahan bangunan.Ammonia Gelatine dynamite ( BG + Nh4NO3) 3.(campuran NG & NC + NaNO3/KNO3) . Bahan Peledak Industri Bahan peledak Industri /komersial adalah bahan peledak kimia.mudah rusak 2. Black powder.

Sumbu Api Sumbu api berfungsi merambatkan api sampai bahan peledak dan macamnya adalah : a. Blasting VOM meter) . Connector. Igniter cord(IC)adalah sumbu plastik untuk menyalakan sejumlah interval waktu penyalaan tertentu. Slow speed type . Sumbu api dengan korek api . Penyalaan Awal a. Sumbu api dengan detonator 4. Igniter cord connector Sumbu ledak. Fast type. kec. kec. Pengapian Sumbu api a. tamper Sumbu ledak Tergantung detonator yang dipakai Exploder. Berkecepatan 90 detik/yd 2. Gas supply unit. low exsplosive c. Igniter cord. Tabung tipis yang berisi alat penyela sumbu dinyalakan dengan cara menarik kawat keluar tabung. Macam IC : 1). Circuit tester(galvanomtr. Detonating relay. Exploder. Voltohmmtr) Tamper. Detonator Detonator listrik. 8 ± 10 dt/ft ( warna hijau). Connecting wire Cap crimper. 18 dt/ft (warna merah) 3. digulung pada sebuah reel. kec. circuit tester.153 PELEDAK AN Sumbu api Plain detonator. 3). Tester( Rheostat. c. Sumbu ledak. Korek api (tidak praktis) e. Peledakan Tungal Sumbu api . Listrik Non listrik Detonator non listrik. sumbu api. d. 1. Batang kawat yang dilapisi bahan yang mudah terbakar secara perlahan dan cukup kuat untuk menyalakan ujung sumbu api. 4 dt/ft (warna hitam) 2). Berkecepatan 120 detik/yd ( 0. penyulut korek api. sehingga akan terjadi ledakan secara beruntun.5 yd/menit). Leading wire. b. Medium speed type. Tube tipis dari timah hitam yang berisi black powder. b.

sehingga apabila salah satu sumbu meledak maka sumbu yang lain akan ikut meledak dengan selisih waktu tertentu. Perlengkapan Sumbu Ledak Fungsi sumbu ledak ialah untuk merambatkan gelombang detonasi sampai ke isian. Mengatur Igniter cord (IC). tinggi jenjang. Peledakan Jamak a. berupa butiran & dodol 6.Peralatan pemboran . ketegaran dan kandunagn air. .Kondisi fisik batuan: density. Trimming. kecepatan propagasi energi. kekuatan dan bahan peledak yang digunakan.Target produksi . .154 Steaming isian primer Gambar 7 ± 5 : Struktur lubang peledakan tunggal 5. diisikan pada setiap lubang tembak dan susunannya merupakan salah satu pokok dalam merancang peledakan. Dasar Penggunaan Bahan Peledak Pengetahuan bahan peledak dan metode merupakan salah satu parameter dalam menyusun rencana peledakan. peledakan dengan sumbuapi secara beruntun c. sub drilling. spasi.Geometri peledakan meliputi : Burden. mengatur panjang sumbu waktu mengatur interval waktu b. .Pengisian bahan peledak.Tujuan peledakan . Dalam hal tersebut ditentukan berdasarkan keadaan batuan. struktur geologi. Macam-macam delay connector: 2) MS ± 5 (5 milidetik) warna biru 3) MS ± 9 Hijau 4) MS ± 17 Kuning 5) MS ± 25 Merah d. kedalaman lubang tembak. Aspek-aspek teknik peledakan . stemming dan sebagainya. Black powder.Parameter pengisian bahan peledak . kekuatan. ³Delay connector´ adalah perlengkapan penyambung ledakan antara dua buah ujung sumbu ledak.Jenis batuan . jenis.

Bowles. Brian J. New York.. Inc. Engineering Geologi to rock in Engineering Construction. Bahan Peledak dan Metode Peledakan. From Theory to practice in Soil Mechanic. Analisa dan Desain Pondasi. Inc. Anderson..D. New York. Goodman. Erlangga Jakarta Bjerrum. 1992 ISBN. M.. New York. D. Koesnarjo. W. . Dun. Environmental Geology. Inc. L. John Wiley & Sons.155 Spasing stemming Bench hight Burden Burden total charce Subdrilling Gambar 7 ± 6 : Unsur-unsur geometri peledakan DAFTAR PUSTAKA Barbara W. Holtz. and Skempton.. (1960). New York.. 1993.S.S. Englewood Cliffs. second edition.. New York. John Wiley & Sons.R. An Introduction to Geotechnical Engineering. R. Cetakan I. 1988. A. 979-8107-79-9 Goodman..E.M. John Wiley & Sons Inc... 1983.W. 1996.I. R. John Wiley and Son. and Kovacs. Introduction to Rock Mechanics.. Fakultas Tambang UPN ´Veteran´ Yogyakarta. 1981.Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah .E.P. Erlangga Jakarta Bowles. L. Stephen C. Prentice-Hall. S. R. F. 1991. Kiefer. 1980. 1989. Dasar-dasar Analisis Geoteknik. Terjemahan IKIP Semarang Press.

T. Therzagi. Soil Mechanic in Engineering Practice. Nova. Vol 1. Konstruksi Jalan Raya . 1948. Badan penerbit Pekerjaan Umum Bandung Verhoef. Soedarsono dan Djoko U. Skempton. 1992..K.. Geologi untuk Teknik Sipil. Sutardjo. Proc 3 rd ingti Conf Soil Mech and Found Engrg.A. L. Nayoan. Badan Penelitian dan Pengembangan PU.. C. Geoteknik dan Mekanika Tanah . AW. Bandung. . T. Penyelidikan dan penanggulangan Gerakan Tanah (Longsor). Sosialisasi Informasi Bahaya Geologi Dalam Perencanaan Wilayah. Inc. pp57 -61. M. 1975. Direktorat Tata Lingkungan Geoogi dan Kawasan Pertambangan.F. J. Penyelidikan Lapangan & Laboratorium . 1953. Penerbit Erlangga. DPU. Sutjiono. New York. 1976... 1985. John Wiley and Sons. P.H. Peck.N. Fundamentals of Soil Behavior. The Collodal Activity of Clay. L. Mc Graw Hill Ing.N. 2004. 1987. Wafid.Jakarta.156 Mitchell. Penerbit Badan Pekerjaan Umum.. Jakarta. Mekanika Tanah.W. Ditjen Geologi dan SDM . 1989. Bandung Wesley. Jakata. New York Sherley.D. Zurich.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful