Golongan Halogen

Unsur-Unsur Golongan Halogen
Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VIIA di tabel periodik. Kelompok ini dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I), astatin (At), dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam. Istilah ini berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani. Sifat unsure-unsur golongan ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Sifat Massa atom Jari-jari atom (A) Titik leleh (0C) Titik didih (0C) Keelektronegatipan Wujud Flour 19 72 -220 -188 4,1 gas Kuning muda Klor 35,5 99 -101 -35 2,8 gas Hijau kekuningan Brom 80 115 -7 59 2,8 cair Merah coklat Iodium Astatin 127 133 -113 183 2,5 padat 210 155 302 337 2,2 Padat

Warna

ungu

Berdasarkan tabel di atas dapat di ketahui sifat unsur-unsur golongn hologen sebagai berikut:  Sangat reaktif (oksidator kuat), beracun.  Oksidator : F2>Cl2>Br2>I2  Reduktor : I->Br->Cl->F Jari-jari atomnya dari bawah ke atas semakin kecil.  Elektronegatifanya dari kiri kekanan semakin besar.

 Energi ionosasi dadari kiri ke kanan semakin besar.  Afinitas electron dari bawah keatas semakin kecil

Kelimpahan unsur halogen
Disebut halogen (bahasa Yunani : Pembentuk garam) karena sifatnya yang mudah sekali bereaksi terutama dengan logam membentuk garam. Karena sifatnya yang reaktif, maka halogen hanya dijumpai dalam bentuk senyawa. Kelimpahan halogen akan dijelaskan di bawah ini. 1. Fluorine Terdapat dalam senyawa fluorspar CaF2, kriolit Na3AlF6, dan fluorapatit Ca(PO4)3F. dengan penambahan asam sulfat ke dalam fluorspar maka akan diperoleh HF dan garam Calsium sulfat. Selanjutnya lelehan asam florida di elektrolisis untuk menghasilkan gas F2. CaF2 + H2SO4 --> CaSO4 + 2HF 2. Klorin Terdapat dalam senyawa NaCl, KCl, MgCl2, dan CaCl2. Senyawa klorida ditemukan di air laut dan garam batu/endapan garam yang terbentuk akibat penguapan air laut di masa lalu. Setiap 1 kg air laut mengandung sekitar 30 gram NaCl. Proses untuk mendapatkan unsure klorin adalah melalui elektrolisis larutan NaCl pekat (brine) akan menghasilkan Cl2 pada anode dan gas H2, dan NaOH pada katode. 3. Bromin Terdapat dalam senyawa logam bromide. Senyawa ini juga ditemukan di air laut, endapan garam, dan air mineral. Ditemukan di perairan laut Mati dengan kadar 4500 - 5000 ppm. Garamgaram bromine juga diperoleh dari Arkansas 4. Iodine Terdapat dalam senyawa natrium iodat NaIO3, yang ditemukan dalam jumlah kecil pada deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan Amerika dengan kadar sampai 100 ppm. Untuk memperoleh iodine dari natrium iodat, dilakukan penambahan zat pereduksi natrium bisulfit NaHSO3 dengan reaksi sebagai berikut : 2IO3- + 5HSO3- --> I2 + 3HSO4- + 2SO42- + H2O 5. Astatine Jumlah astatine di kerak bumi sangat sedikit kurang dari 30 gram.

Sifat fisik dan sifat kimia unsur Halogen
X2 1. Molekulnya 2. Wujud zat (suhu kamar) 3. Warna gas/uap 4. Pelarutnya (organik) 5. Warna larutan (terhadap pelarut 4) 6. Kelarutan oksidator 7. Kereaktifan terhadap gas H2 (makin besar sesuai dengan arah panah) X = Br X = Cl, Br, I dan I X=I Tidak dapat F2 + 2KX® Cl2 + Br2 + KX® mengusir F, 2KF X2 2KX ® 2KBr + X2 Cl, Br 2KCl + X2 2 M + nX2 ® 2MXn (n = valensi logam tertinggi) X2 + 2MOH ® MX + MXO + H2O (auto redoks) 3X2 + 6MOH ® 5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks) Membentuk asam oksi kecuali F Klor (Cl2) Brom (Br2) Iodium (I2) Diatom Gas Gas Cair Padat Kuning Coklat Kuning muda Ungu hijau merah CCl4, CS2 Tak Tak berwarna Coklat Ungu berwarna Fluor (F2)

8. Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida 9. Reaksi dengan logam (M) 10. Dengan basa kuat MOH (dingin) 11. Dengan basa kuat (panas) 12. Pembentukan asam oksi

Catatan : I2 larut dalam KI membentuk garam poli iodida I2 + KI ® Kl3 I2 larut terhadap alkohol coklat

Beberapa Kegunaan Senyawa Halogen
Senyawa AgBr, AgI Film fotografi CCl4 CH3Br C2H4Br2 C2H4Cl C2H5Cl Pestisida Penangkapan timbal dalam gasolin Industri polivinil klorida dan plastik Industri TEL Kegunaan

Industri fluorocarbon

77 Eo= + 1.77 Eo= + 1.HCl NaClO NaClO3 KI Pengolahan logam dan makanan Pemutih pakaian dan industri hidrazin Pemutih kertas dan pulp Nutrisi manusia dan suplemen makanan hewan Daya Pengoksidasi dan Daya Pereduksi “Unsur halogen merupakan unsur yang sangat reaktif. Semakin ke atas dalam golongan VIIA. sangat mudah bagi unsur untuk menarik elektron menjadi ion negatif” “Unsur-unsur halogen mudah menerima elektron (keelektronegatifan besar) dan bersifat sebagai oksidator.77 Eo= – 0. Ion halida yang dapat mereduksi ion Fe3+ adalah ion I2.23 2 Fe3+ + 2 I. Persamaan reaksi untuk reaksi tersebut adalah.33 Eo= + 0. Dengan memiliki elektron valensi 7. sbb: Fe2+ Cl2 + 2e →Fe3+ + e → 2 ClEo= – o. Persamaan reaksi untuk reaksi tersebut adalah.54 Eo= + 0. sifat oksidator semakin kuat”  Membandingkan daya oksidasi halogen : 1. Halogen yang dapat mengoksidasi ion Fe2+ adalah unsur Cl2 dan Br2 2.→ 2 Fe2+ + I2 .01 Eo= + o.24 2 Fe2+ + Cl2 → 2 Fe3+ + 2 ClFe2+ Br2 + 2e → Fe3+ + e → 2 Br- 2 Fe2+ + Br2 → 2 Fe3+ + 2 Br Membandingkan daya reduksi ion halide : 1. sbb: Fe3+ + e 2 I→ Fe2+ → I2 + 2e Eo= + 0.59 Eo= – o.

berhasil mereduksi ion Fe3+ menjadi ion Fe2+. I Semakin banyak jumlah atom oksigen pada asam oksihalida. Br. Senyawa Oksi Halogen A. ASAM OKSIHALIDA Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen sehingga halogen memiliki bilangan oksidasi positif (+1.dan+7). sehingga mendekati warna larutan FeSO4.+3. Larutan KI yang ditetesi Larutan Fe2(SO4)3 dan dicampur dengan larutan KSCN memiliki warna yang mendekati larutan FeSO4 yang ditetesi larutan KSCN. Pada halogen bilangan oksidasi positif hanya berlaku untuk Cl. ASAM HALIDA (HX) ―Semakin ke atas dalam golongan VIIA. Hal ini menunjukan bahwa ion I.makin bertambah. Kesimpulan Daya oksidasi halogen dari Cl2 ke I2 makin berkurang. jadi HF merupakan asam terlemah dan hanya HF yang termasuk asam lemah‖ Urutan Keasaman HF < HCl < HBr < HI Urutan titik didih asam halida : HF > HI > HBr > HCl B. Terlihat dari warna larutan yang terbentuk setelah penambahan larutan KSCN. sifat asam semakin kuat sehingga urutan kekuatan asam adalah : HClO4 > HClO3 > HClO2 > HCl .ke I. Terlihat dari warna larutan yang semakin muda. Daya reduksi ion halida dari Cl. ikatan antara atom H dan X semakin kuat sehingga molekul HX yang terbentuk cukup stabil dan hanya sedikit menghasilkan ion H+.

Golongan Alkali dan Alkali Tanah Golongan Alkali Contoh unsur-unsur golongan alkali yakni unsur Na yang membentuk senyawa yang dapat bermanfaat sebagai berikut: .

adalah zat pengelantang untuk kain. bahan pemadam api. h. KIO3 dapat digunakan sebagai campuran garam dapur. Vacuum cleaner. obat-obatan. K2Cr2O7 dapat digunakan sebagai zat pengoksidasi Golongan Alkali Tanah Contoh unsur golongan alkali tanah yang dapat bermanfaat sebagai berikut: a. NaNO3. maka digunakan sebagai jendela pada tabung sinar x. garam dapur ( garam meja ). Kalsium . e. dapat digunakan sebagai pengawet makanan. i. digunakan sebagai bahan obat-obatan dan minuman bersoda. kertas dan obat cuci perut.  Magnesium Sitrat. yang dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar dan zat pengering untuk senyawa organik. NaOCl. kuat dan stabil. dan digunakan pada proses penyulingan gula. Magnesium Adapun magnesium dapat digunakan sebagai berikut:  Magnesium karbonat (MgCl2. alat-alat optic dan furniture. dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan bahan pembuat senyawa nitrat yang lain. digunakan sebagai obat (laxative). f. bahab baku pembuatan NaOH. campuran pada minuman dalam botol agar menghasilkan CO2.  Digunakan sebagai campuran bahan-bahan dari bagian-bagian pesawat supersonic. NaCl.  Logam ini digunakan untuk membuat alloy tembaga dan nikel dengan kekuatan yang tinggi.  Campuran magnesium. digunakan pada pembuatan kosmetik. b. logam Na dan gas klorin Na2CO3 dapat dimanfaatkan sebagai soda cuci . yang dikenal sebagai dengan garam inggris (Epsom Salt) dan magnesium oksida (MgO). c. Na2SO4. karena berilium mempunyai kecenderungan menangkap neutron. industri kertas . televisi. dan minuman botol.  Magnesium Hidroksida.a. c. kaki atau tangan buatan. yang disebut garam glauber atau garam inggris . bahan pembuat kue . Na2CO3. aluminium dan baja digunakan pada bahan pembuatan bagian-bagian pesawat.6H2O) digunakan sebagai refaktor dan bahan isolasi. hal ini karena berilium mempunyai sifat mengkilat. d. KBr digunakan sebagai obat penenang saraf (sedatif) dan pembuat plat fotografi. Berilium Adapun berilium dapat digunakan sebagai berikut:  Campuran logam Berilium dengan logam lain digunakan mencegah korosi logam. g.  Magnesium Sulfat.  Digunakan dalam pembuatan komputer. pelunak kesadahan air .  Berilium dan oksidanya digunakan sebagai moderator pada reactor nuklir. NaHCO3 dapat dimanfaatkan sebagai soda kue. deterjen. pembuat gelas .  Digunakan secara luas untuk konstruksi karena ringan.  Digunakan untuk membuat reagen Grignard. dan sebagai larutan penyangga. sabun. dan alat-alat oseanografi b.  Karena berilium murni mudah menghantarkan sinyal-sinyal elektronik dan dilalui sinar x. zat pembersih peralatan rumah tangga . laser.

 Kalsium hidroksida digunakan untuk uji keasaman gas karbon dioksida d. f.  Digunakan untuk pengujian system gastroinstinal sinar X. e.  Isotop stronsium-90 digunakan sebagai senjata nuklir.Adapun kalsium dapat digunakan sebagai berikut:  Digunakan sebagai deoxidizer untuki tembaga. Barium Adapun barium dapat digunakan sebagai berikut:  Logam barium digunakan sebagai pelapis konduktor listrik. Radium Adapun radium dapat digunakan sebagai berikut:  Digunakan untuk membuat cat berbahaya (luminous paint) yang digunakan piringan jam.  Digunakan dalam pembuatan kapur.  Barium sulfat digunakan dalam industry karet. cat dan linolium.  Stronsium oksida digunakan pada proses pembuatan gula pasir.  Barium nitrat digunakan untuk membuat petasan dan kembang api.  Penggunaan isotop radioaktif dalam kedokteran oleh Henri Danlos yang menggunakan radium untuk pengobatan penyakit tubercolusis pada kulit serta beberapa penyakit kanker. Stronsium Adapun stronsium dapat digunakan sebagai berikut:  Digunakan pada pembuatan kembang api. semen dan mortar. Unsur-unsur golongan logam golongan alkali dan alkali tanah Unsur-unsur dalam golongan alkali dan alkali tanah meliputi unsur-unsur golonggan IA ( 3Li 11Na 19K 37Rb 55Cs 87Fr ) dan IIA ( 4Be 12Mg 20Ca 38Sr 56Ba 88Ra ). nikel dan stainless steel. petasan dan lampu jalan kereta api. Berikut tabel mengenai sifat-sifat unsur logam tersebut: Sifat Fisika Unsur-Unsur Logam Alkali Tanah Sifat nomor atom Jari-jari atom (pm) Jari-jari ion M+(pm) Li 3 155 60 Na 11 190 95 K 19 235 133 Rb 37 248 148 Cs 55 267 169 .  Campuran logam kalsium-timbal (lead-calsium) digunakan pada akumulator. tombol pintu atau benda-benda lain agar tampak berbahaya (berpijar) dalam kegelapan.  Digunakan untuk membuat gigi. dan tulang atau rangka tiruan.  Isotop stronsium-85 digunakan untuk mendeteksi kanker tulang.

 Jari-jari atom makin ke bawah makin besar:  makin ke bawah kereaktifan bertambah. .090 1. dan memiliki titik leleh tinggi.53 0.4 678 1.640 3.  Reaksi menyala dengan nyala Na berwarna kuning dan K ungu.714 -2.347 0.72 2.0 0.8 Potensial elektrode standar -3.923  Senyawa-senyawa alkali berikatan ion.5 Ungu 38.925 -2.925 (volt) Dari tabel-tabel di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.97 0.  Titik leleh rendah (lunak).384 2.Titik leleh (0C) Titik didih (0C) Kerapatan (g/cm3) Kekerasan (skala Mohs) Warna nyala Sifat Kimia Unsur-Unsur Alkali Sifat nomor atom Jari-jari atom (pm) Jari-jari ion M+(pm) Titik leleh (0C) Titik didih (0C) Kerapatan (g/cm3) Kekerasan (skala Mohs) Warna nyala Sifat Kimia Unsur-Unsur Alkali tanah 181 1.7 -2.86 5 Putih Na 12 130 65 649 1.6 774 0.970 1.8 Merah tua Cs 56 198 135 725 1.  Reaksinya dengan air berlangsung cepat.045 -2.90 0. berwujud padat.  makin ke bawah basanya makin kuat.3 Merah 28. Golongan alkali (IA)  Mempunyai satu elektron terluar (ns1)  Mempunyai satu elektron terluar (ns1)  Energi ionisasi rendah (mudah melepaskan elektron)  Reduktor kuat (mudah mengalami oksidasi)  Sangat reaktif (di alam tidak ada unsur bebasnya).278 2.8 883 0.5 Merah Rb 38 192 113 769 1.6 Merah 97.9 0.86 0.4 Kuning 63.0 Putih K 20 174 99 839 1.8 0. sebab ikatan logam lemah.3 biru Li 4 90 3 1.55 1.59 0.9 688 1.54 1.  Logam-logam alkali diperoleh dari elektrolisis leburan garam halidanya.484 1. Cs [Xe]6s1 376 0.  makin ke bawah titik leleh makin rendah.59 2 hijau Sifat Li Na K Rb Konfigurasi electron [He]2s1 [Ne]3s1 [Ar]4s1 [Kr]5s2 Energi ionisasi pertama (kj/mol) 519 498 418 401 Keelektronegatifan 1.

dan memiliki titik leleh tinggi  Reaksi menyala dengan nyala Sr merah dan Br hijau  Senyawa Cl-. tetapi IA lebih reaktif. berwujud padat. 2.  reduktor kuat. Senyawa-senyawa alkali berikatan ion.  reaksinya dengan air berlangsung lambat. tetapi IA lebih rendah. Golongan alkali tanah (IIA)  Mempunyai dua elektron terluar (ns2):  energi ionisasi rendah.  makin ke bawah titik leleh makin rendah. S2-. Senyawa C032.  Logam-logam alkali diperoleh dari elektrolisis leburan garam halidanya. meskipun tidak sekuat IA. Kelarutan basa (OH-) dari IIA semakin ke bawah semakin besar (semakin mudah larut) Reaksi logam alkali .  sangat reaktif.dari IIA makin ke bawah makin kecil (makin sukar larut).  Jari-jari atom makin ke bawah makin besar:makin ke bawah kereaktifan bertambah.  titik leleh cukup tinggi (keras).dari IIA tidak ada yang larut. Semua senyawa alkali larut baik dalam air. Kelarutan senyawa 504 2.  makin ke bawah basanya makin kuat. sebab ikatan logam lebih kuat dari IA. dan NO3 dari IIA larut baik dalam air.

UNSUR-UNSUR PERIODE TIGA UNSUR UNSUR PERIODE 3 DI ALAM Unsur-unsur periode ketiga dialam dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Unsur Sebagai senyawa .

2H2O NaCl : Senyawa Chili : Dalam air lauit : Magnesit : Garam Inggris : Karnalit : Dormalit : Dalam air laut : Kaolin : Bauksit : Kriolit : Pasir : Tanah liat : Fosfit.Na Mg Al Si P S Cl NaNO3 NaCl MgCO3 MgSO4.7H2O KCl.2SiO2.6H2O MgCO3.CaCO3 MgCl2 Al2O3.MgCl2.2H2O Al2O3.2H2O Ca3(Po4)2 Bebas di alam FeS2 CaSO4.2SiO2.nH2O Na3AlF6 SiO2 Al2O3. dalam tulang : Pirit : Gips : Dalam air laut kegunaan Chlor (Cl) Dipakai pada proses pemurnian air Cl2 dipakai pada disinfectan KCl digunakan sebagai pupuk ZnCl2 digunakan sebagai solder NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere .

Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur. Sulfur (S) Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat Digunakan dalam baterai Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk Digunakan pada korek dan kembang api Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses 2. serta kemampuan membentuk senyawa kompleks. Besi (Fe). Titanium (Ti). Unsur-unsur transisi periode keempat di alam Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain. Kromium (Cr). warna ion. Hal ini menyebabkan unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur golongan utama. . pestisida. kembang api. Mangan (Mn). Tembaga (Cu). seperti sifat magnetik.Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum Dipakai pada berbagai macam industri Fosfor (P) Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk. Nikel (Ni). dan secara luas digunakan dalam bahan peledak. yaitu Skandium (Sc). dan Seng (Zn). korek api. aktivitas katalitik. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Vanadium (V). Kobalt (Co). odol. dan deterjen.

Sifat inilah yang dimanfaatkan dalam proses perlindungan logam dari korosi (perkaratan). Mn2+. Akibatnya. Unsur transisi periode keempat memiliki tingkat oksidasi (bilangan oksidasi) yang bervariasi. Dengan demikian. Dibandingkan unsur Alkali dan Alkali Tanah. Walaupun memiliki potensial standar reduksi negatif. kecuali unsur Tembaga yang cenderung mudah tereduksi (E°Cu = + 0. Bilangan oksidasi rendah umumnya ditemukan pada ion Cr3+. Fe3+. saat unsur transisi melepaskan elektron pada subkulit 4s membentuk ion positif (kation). pada kenyataanya. Cu+. Bilangan oksidasi umum yang dijumpai pada tiap unsur transisi periode keempat adalah +2 dan +3. Sementara. kecuali unsur Tembaga. tidak meningkat maupun menurun secara signifikan. Hal ini berdampak pada titik didih dan titik leleh unsur transisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan unsur logam golongan utama. keelektronegatifan unsur hampir sama. sebagian besar unsur transisi periode keempat dapat bereaksi dengan asam kuat (seperti HCl) menghasilkan gas hidrogen. kebanyakan unsur transisi periode keempat sulit atau bereaksi lambat dengan larutan asam akibat terbentuknya lapisan oksida yang dapat menghalangi reaksi lebih lanjut. Fe2+. Oleh sebab itu.34 V). dan Cu2+. entalpi pelelehan dan entalpi penguapan unsur transisi juga jauh lebih tinggi dibandingkan unsur logam golongan utama. sejumlah elektron pada subkulit 3d akan ikut dilepaskan. dapat disimpulkan bahwa semua unsur transisi periode keempat memiliki sifat kimia dan sifat fisika yang serupa. Akan tetapi. Hal ini berarti bahwa secara teoritis. Oleh sebab itu. Hal ini disebabkan oleh tingkat energi subkulit 3d dan 4s yang hampir sama. . unsur transisi tersebut memiliki kerapatan (densitas) yang jauh lebih besar dibandingkan Alkali maupun Alkali Tanah. ikatan logam (metallic bonds) yang terjadi pada unsur transisi lebih kuat. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki keelektronegatifan yang lebih besar dibandingkan unsur Alkali maupun Alkali tanah. unsur ini sulit bereaksi dengan asam akibat terbentuknya lapisan oksida (Cr2O3) yang inert. bilangan oksidasi tertinggi pada unsur transisi periode keempat adalah +7 pada unsur Mangan (4s2 3d7). Selain itu. Selain itu.Dalam satu periode dari kiri (Sc) ke kanan (Zn). Sebagian besar unsur transisi periode keempat mudah teroksidasi (memiliki E°red negatif). sehingga kereaktifan unsur transisi tersebut lebih rendah bila dibandingkan Alkali maupun Alkali Tanah. ukuran atom (jari-jari unsur) serta energi ionisasi juga tidak mengalami perubahan signifikan. Hal ini terlihat jelas pada unsur Kromium. unsur-unsur transisi periode keempat memiliki susunan atom yang lebih rapat (closed packing). Hal ini berbeda dengan unsur utama yang mengalami perubahan sifat yang sangat signifikan dalam satu periode.

seng (Zn). dan nikel (Ni). Si. Titanium (Ti). Unsur transisi dapat ditemukan dikerak bumi terutama sebagai bijih mineral (bijih logam) dengan kadar tertentu.3H2)]. c.sedangkan bilangan oksidasi tinggi ditemukan pada anion oksida. bauksit batubara. dan Al. Kromium (Cr) . Untuk lebih jelasnya keberadaan unsur transisi di alam dapat dilihat dalam uraian berikut. kobalt (Co). Gambar Unsur Skandium b. a. Vanadium (V) Vanadium terdapat dalam senyawa karnotit (K-uranil-vanadat) [(K2(UO2)2 (VO4)2. Vanadium (V). kromium (Cr). Titanium (Ti) Unsur ini terdapat dalam mineralrutil (TiO2) yang terdapat dalam bijih besi sebagai ilmenit (FeTi)2O3 dan ferrotitanate (FeTiO3) juga terdapat dalam karang. Gambar vanadium d. Bijih besi merupakan mineral terbanyak di alam setelah O. dan vanadinit (Pb5(VO4)3Cl). dan MnO4-. Skandium (Sc) Skandium (Sc) terdapat dalam mineral torvetit (Sc2SiO7). skadium (Sc). seperti CrO42-. dan tanah liat. Cr2O72-. KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR DI ALAM DAN PRODUK-PRUDUK YANG MENGANDUNG UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT Unsur unsur yang termasuk periode keempat meliputi tembaga (Cu). besi (Fe). mangan (Mn). UNSUR UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT 1. silikat.

dan FeS (hitam). Mangan (Mn) Bijih utamanya berupa pirulosit (batu kawi) (MnO2). Gambar Mangan f. senyawa yang mengandung ion Besi (III) adalah Fe2O3 (coklat-merah) dan FeCl3 (coklat).2% massa kerak bumi). Gambar Kromium e. Sementara larutan asam nitrat pekat akan membentuk lapisan oksida Fe3O4 yang dapat menghambat reaksi lebih lanjut. dan dikenal sebagai smaltit. Besi umumnya ditemukan dalam bentuk mineral (bijih besi). siderite (FeCO3). dan magnetite (Fe3O4). Besi (Fe) Besi (Fe) adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 6. dan rodokrosit (MnCO3) dan diperkirakan cadangan Mn terbesar terdapat di dasar lautan. Beberapa contoh senyawa Besi (II) antara lain FeO (hitam). 7H2O (hijau). Logam Besi bereaksi dengan larutan asam klorida menghasilkan gas hidrogen. seperti hematite (Fe2O3). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Fe(s) + 2 H+(aq) ——> Fe2+(aq) + H2(g) Larutan asam sulfat pekat dapat mengoksidasi logam Besi menjadi ion Fe3+. Ion Fe2+ dapat dengan mudah teroksidasi menjadi ion Fe3+ bila terdapat gas oksigen yang cukup dalam larutan Fe2+. Besi jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. FeCl2 (kuning). FeSO4. Besi dijumpai dalam bentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan +3. Umumnya.Cr2O2) dan sejumlah kecil dalam kromoker. Gambar Kobalt . Kobalt (Co) Kobalt terdapat di alam sebagai arsenida dari Fe. kobaltit (CoFeAsS) dan eritrit Co3(AsO4)2. Ni. g. Sementara itu. Co.Bijih utama dari kromium di alam adalah kromit (FeO.8H2O.

MgSiO3) . malasit (CuCO3.H2O). Sebagai senyawa sulfida Sebagai senyawa arsen Sebagai senyawa silikat Gambar Nikel i.ZnSiO3. yaitu bijih mineral.5H2O (biru).h. bornit (Cu3FeS3). dan senyawa silikat seperti hemimorfit (ZnO. seperti Pirit tembaga (kalkopirit) CuFeS2. Tembaga (Cu) Tembaga (Cu) merupakan unsur yang jarang ditemukan di alam (precious metal). Tembaga umumnya ditemukan dalam bentuk senyawanya. melakonit (CuO). CuSO4. Senyawa hidrat yang mengandung ion Cu2+ berwarna biru. kuprit (Cu2O). Beberapa contoh senyawa yang mengandung Tembaga (II) adalah CuO (hitam).Cu(OH)2). sedangkan semua senyawa Tembaga (II) bersifat paramagnetik dan berwarna. milerit (NiS) : smaltit (NiCOFeAs2) : garnierit (Ni. Gambar Tembaga j. Semua senyawa Tembaga (I) bersifat diamagnetik dan tidak berwarna (kecuali Cu2O yang berwarna merah). Nikel (Ni) Nikel ditemukan dalam beberapa senyawa berikut ini. sebagai senyawa karbonat kelamin (ZnCO3). dan CuS (hitam). Seng (Zn) Seng (Zn) terdapat di alam sebagai senyawa sulfida seperti seng blende (ZnS). Tabel beberapa mineral dari unsur-unsur transisi periode keempat Logam Sc Ti Nama Mineral Torvetit Rutile Ilmenit Rumus Sc2SiO7 TiO2 (FeTi)2O3 FeTiO3 Ferrotitanate : penladit (FeNiS).

2H2O CuFeS2 Cu2S Cu2(OH)2CO3 Cu3FeS3 Cu2O CuO ZnS ZnCO3 Fe Hematit Magnetit Pirit Siderit Limonit Co Kobaltit Eritrit Ni Pentlandit Milerit Smaltit Garnierit Cu Garnerit Kalkopirit Kalkosite Malachit Bornit Kuprit Melkonit Zn Seng blende Smith sonite 2.3H2 Pb5(VO4)3Cl Cr Mn Kromit Pirolusit Manganit Rodokrosit Cr2O3.H2O MnCO3 Fe2O3 Fe3O4 FeS2 FeCO3 Fe2O3.H2O CoAsS Co3(AsO4)2.8H2O FeNiS NiS NiCOFeAs2 Ni.MgSiO3 H2(NiMg)SiO4.FeO MnO2 Mn2O3.V Karnotit (K-uranil-vanadat) vanadinit K2(UO2)2 (VO4)2. SIFAT FISIK DAN SIFAT KIMIA UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT .

Struktur elektron pada orbital d yang bebeda akan mengasilkan warna yang pula. Pada umumnya senyawanya berwarna. maka mempunyai bilangan oksidasi positif dan pada umumnya lebih dari satu. Elektron dengan energi rendah akan berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi (tereksitasi) dengan menyerap warna misalnya energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu karena energi yang diserap besarnya pun tertentu. SIFAT FISIS UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT I. Persenyawaan dengan unsur lain mempunyai oksida positif. Beberapa sifat umum unsur-unsur transisi periode keempat : A. maka sering disebut logam transisi. Hal ini disebabkan karena konfigurasi elektron unsur transisi menempati sub kulit d. Sifat-sifat khas unsurunsur transisi periode keempat antara lain : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Unsur-unsur transisi bersifat logam. baik secara fisis maupun kimia. Dapat menghantarkan arus listrik. Berikut adalah tabel yang menunjukkan sifat-sifat dari unsur-unsur transisi periode keempat. Mudah dibuat lempengan atau kawat dan mengkilap. Bersifat logam. Titik didih dan titik leburnya sangat tinggi. Warna senyawa unsur-unsur transisi periode keempat dengan bilangan oksidasi Biloks Unsur +2 +3 +4 +5 +6 +7 . Unsur-unsur transisi periode keempat mempunyai sifat-sifat yang khas.Unsur-unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat. Beberapa diantaranya dapat digunakan sebagai katalisator. elektron-elektron pada orbital d yang tidak penuh memungkinkan untuk berpindah tempat. Banyak diantaranya dapat membentuk senyawa kompleks. Sifatnya makin lunak dari kiri ke kanan. II. Senyawa yang dibentuk pada umumnya berwarna.

s. Bilangan koordinasi adalah jumlah ligan yang terikat pada kation logam transisi. bilangan koordinasi Ag+ pada ion [Ag(NH3)2]+ adalah dua. Contoh lain. dan bilangan koordinasi Fe3+ pada ion [Fe(CN)6]3. Dapat membentuk ion kompleks. Bilangan koordinasi yang sering dijumpai adalah 4 dan 6. dan p-nya yang kosong untuk elektron-elektron yang berasal dari ion atau molekul yang diikatnya yang disebut dengan ligan. Sebagai contoh. Banyaknya pasangan elektron yang diterima oleh ion logam dinamakan bilangan koordinasi. bilangan oksidasi Cu (kation logam transisi) adalah +2. bilangan koordinasi Cu2+ pada ion [Cu(NH3)4]2+ adalah empat. bilangan oksidasi masing-masing ligan (ion Cl-) adalah -1. ikatan yang terjadi antara ion pusat dengan ligan. yaitu ikatan kovalen koordinasi. bilangan oksidasi masing-masing ligan (molekul NH3) adalah 0 (nol). Dengan demikian. bilangan oksidasi Pt (kation logam transisi) adalah +4. Dengan demikian. yaitu ion yang terdiri dari ion logam sebagai ion pusat yang menyediakan orbital d.Sc - Tidak berwarna Tidak berwarna Biru - - - - Ti V Cr Mn Ungu Biru Merah muda Ungu Hijau Hijau - Merah - Jingga Hijau - Ungu Fe Hijau muda Kuning - - - - Co Merah muda Biru - - - - Ni Cu Zn Hijau Biru Tidak berwar na - - - - - III. .adalah enam. pada ion [PtCl6]2-. Sebagai contoh. pada ion [Cu(NH3)4]2+.

yaitu ion yang dapat memberikan (donor) sepasang atau lebih elektron bebas. sehingga jika membentuk ion kompleks misalnya dengan ion CN. H2O dan NH3 merupakan ligan monodentat (mendonorkan satu pasang elektron).maka terbentuk ion kompleks sebagai berikut Fe(CN)64Ligan Ion Fe2+ sebagai ion pusat Fe(CN)63Ligan Ion Fe3+ sebagai ion pusat Dari kedua contoh diatas ion Fe(CN)64.     L adalah ion transisi. dan polidentat. n muatan ion kompleks. . ligan dapat dibedakan menjadi monodentat. x adalah ligan. NO2-. Bilangan oksidasi (biloks) ion pusat dapat kita tentukan dengan cara sebagai berikut.masing-masing memiliki muatan ion -4 dan -3. Berdasarkan jumlah atom donor yang memiliki pasangan elektron bebas (PEB) pada ligan. bidentat. Contohnya besi (Fe) mempunyai biloks +2 dan +3 maka umumnya bilangan koordinasinya 6. F-.Pada umumnya ligan merupakan basa Lewis.= -3 BO (Fe) + (6CN) = -3 BO (Fe) + (6 x -1) = -3 BO (Fe) -6 = -3 BO (Fe) = -3 + 6 BO (Fe) = +3 Penamaan ion/senyawa kompleks dilakukan dengan aturan sebagai berikut. Biloks [Fe(CN)6]4. sering disebut dengan istilah en) merupakan contoh ligan bidentat (mendonorkan dua pasang elektron).= -4 Biloks (Fe) + (6CN) = -4 Biloks (Fe) + (6 x -1) = -4 Biloks Fe -6 = -4 Biloks Fe = -4 + 6 Biloks Fe = +2 BO [Fe(CN)6]3. CO32-. Sedangkan Etilendiamin (H2N-CH2-CH2-NH2. NO. Secara umum penulisan ion kompleks adalah sebagai berikut. Ligan bidentat dan polidentat sering disebut sebagai agen chelat (mampu mencengkram kation logam transisi dengan kuat). m bilangan koordinasi. Umumnya bilangan koordinasi.dan Fe(CN)63. dua kali lipat dari biloks transisi terbesar. Seperti NH3. Cl-. H2O.

Bilangan oksidasi logam ditulis dengan angka romawi. Dalam ion kompleks. BrOksida. Nama kation ditulis lebih dahulu diikuti anionnya. 3. O2Karbonat. Tabel Nama Ligan Kompleks Ligan Amonia. maka nama logam diberi akhiran at. 4. tri(3). Jumlah ligan yang diikat lebih dari satu diberi awalan di (2). Penamaan untuk ion kompleks. nama ligan disusun menurut abjad. CO Nama Amino Siano Aquo Hidrokso Fluoro Kloro Nitrito Tiosiano Bromo Okso Karbonato Oksalato Karbonil . 6. NO2SCNBromida. Nama kation logam bermuatan negatif dapat dilihat pada Tabel Nama Kation dan Anion Kompleks. C2O42Karbon Monoksida. disebutkan nama ligannya dengan jumlahnya dan diberi akhiran o. OHFKlorida. Jika ion kompleks bermuatan negatif. 2. CNAir. NH3 Sianida.1. penta (5) dan sebagainya. ClNitrit. 5. 7. sama seperti panamaan senyawa ionik pada umumnya. kemudian dilanjutkan dengan nama kation logam transisi. CO32Oksalat. tetra(4). Nama ligan yang sering terlibat dalam pembentukan ion kompleks dapat dilihat pada Tabel Nama Ligan. H2O Hidroksida.

Cr Kobalt. Al Kromium. Co Cuprum. Zn Nama Kation pada Anion Kompleks Aluminat Kromat Kobaltat Cuprat Aurat Ferrat Plumbat Manganat Molibdat Nikelat Argentat Stannat Tungstat Zinkat Tabel Nama Ion Pusat Jika Muatannya Negatif Ligan Mn Cu Co Nama Manganat Kuprat Kobaltat . Cu Aurum.Etilendiamin Etilendiamin (en) Tabel Nama Kation pada Anion Kompleks Kation Aluminium. Sn Tungsten. Mo Nikel. Pb Mangan. Ag Stannum. Fe Plumbum. Mn Molibdenum. W Zink. Au Ferrum. Ni Argentum.

Cr Ni Fe Contohnya adalah sebagai berikut. Ni(CO)4 Bilangan koordinasi = 4 Muatan ion kompleks = 0 Muatan ligan = 0 Muatan kation logam transisi = 0 : ion diamino argentum I Kromat Nikelat Ferrat : ion tetra amino dikloro kromium III : ion heksasiano ferrat III : Kalium heksasiano ferrat II : Heksa amino kobalt III heksasiano ferrat II Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan nama maupun rumus kimia dari berbagai senyawa Nama senyawa = tetrakarbonil nikel (0) atau nikel tetrakarbonil 2. Ag(NH3)22+ [Cr(NH3)4Cl2]+ Fe(CN)63K4[Fe(CN)6] [Co(NH3)6]4 [Fe(CN)6]3 kompleks : 1. K3[Fe(CN)6] Terdiri dari kation sederhana (3 ion K+) dan anion kompleks ([Fe(CN)6]-3) Bilangan koordinasi = 6 . NaAuF4 Terdiri dari kation sederhana (Na+) dan anion kompleks (AuF4-) Bilangan koordinasi = 4 Muatan anion kompleks = -1 Muatan ligan = -1 x 4 = -4 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = natrium tetrafluoro aurat (III) 3.

dibutuhkan dua ion NO3Rumus senyawa kompleks = [Pt(en)2Cl2](NO3)2 7. Pentaamin kloro kobalt (III) klorida Terdapat 5 NH3. dan ion NO3Muatan kation kompleks = (2 x -1) + (2 x 0) + (1 x +4) = +2 Untuk membentuk senyawa kompleks. satu Co3+. dibutuhkan tiga ion Na+ . satu Co3+. dibutuhkan dua ion ClRumus senyawa kompleks = [Co(NH3)5Cl]Cl2 6. 2 en. Natrium heksanitro kobaltat (III) Terdapat 6 NO2-. Dikloro bis-(etilendiamin) platinum (IV) nitrat Terdapat 2 Cl-. dan ion Na+ Muatan anion kompleks = (6 x -1) + (1 x +3) = -3 Untuk membentuk senyawa kompleks. satu Pt4+.Muatan anion kompleks = -3 Muatan ligan = -1 x 6 = -6 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = kalium heksasiano ferrat (III) atau kalium ferrisianida 4. dan ion ClMuatan kation kompleks = (5 x 0) + (1 x -1) + (1 x +3) = +2 Untuk membentuk senyawa kompleks. satu Cl-. [Cr(en)3]Cl3 Terdiri dari kation kompleks ([Cr(en)3]3+) dan anion sederhana (3 ion Cl-) Bilangan koordinasi = 3 x 2 (bidentat) = 6 Muatan kation kompleks = +3 Muatan ligan = 3 x 0 = 0 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = tris-(etilendiamin) kromium (III) klorida 5.

Paramagnetik. dan ion SO42Muatan kation kompleks = (3 x 0) + (1 x +3) = +3 Untuk membentuk senyawa kompleks. Hubungan antara bilangan koordinasi terhadap bentuk ion kompleks dapat dilihat pada tabel berikut : Bilangan Koordinasi 2 4 6 Bentuk Ion Kompleks Linear Tetrahedral atau Square Planar Oktahedral a. umumnya mempunyai elektron yang tidak berpasangan dalam orbital d sehingga umumnya bersifat paramagnetik. hal ini disebabkan karena atom atau molekul dimana elektron dalam orbitalnya semua berpasangan. Secara umum. Pada unsur-unsur logam transisi periode keempat. dapat ditarik oleh medan magnet. Perhatikan contoh berikut. Diamagnetik. jenis ligan. bentuk ion kompleks dapat ditentukan melalui bilangan koordinasi. dan jenis kation logam transisi. hal ini disebabkan karena ada atom atau molekul dimana elektron dalam orbitalnya ada yang tidak berpasangan.Rumus senyawa kompleks = Na3[Co(NO2)6] 8. dua kation kompleks membutuhkan tiga ion SO42Rumus senyawa kompleks = ([Co(en)3])2(SO4)3 Bentuk ion kompleks dipengaruhi oleh jumlah ligan. Jika sifat paramagnetiknya sangat kuat maka disebut feromagnetik. 2. Tris-(etilendiamin) kobalt (III) sulfat Terdapat 3 en. Sifat Magnetik Ada beberapa sifat magnet dari unsur-unsur transisi diantaranya: 1. 30 Zn : (Ar) . tidak tertarik oleh medan magnet. satu Co3+.

Sedangkan yang bersifat paramagnetik antara lain Sc. sehingga kalium dan kalsium terlebih dahulu dibanding Sc. Karena ketika logam menjadi ion. Tembaga (Cu) dan Zink (Zn) lebih rendah dari bilangan oksidasi atom yang . Hal ini berdampak pada grafik energi ionisasinya yang fluktuatif dan selisih nilai energi ionisasi antar atom yang berurutan tidak terlalu besar. keteraturan dapat dikenali. maka semakin besar pula gaya tarik intinya.Jadi. bilangan oksidasinya 3. Jari-Jari Atom Jari-jari atom berkurang dari Sc ke Zn. Walaupun unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi. pengisian dilanjutkan ke kulit 4s tidak langsung ke 3d. namun secara umum Ionization Energy (IE) meningkat dari Sc ke Zn. 4. 3. 2. sedangkan pada Cr dan Cu terdapat pada subkulit 4s1. Semua unsur transisi periode keempat mempunyai elektron pada kulit terluar 4s2. Walaupun terjadi sedikit fluktuatif. dan Mn. dalam kasus skandium dengan konfigurasi elektron (n-1) d1ns2. Co. Ti. ada sesuatu hal yang unik terjadi pada pengisian elektron pada logam transisi. hal ini berkaitan dengan semakin bertambahnya elektron pada kulit 3d. Sangat jarang ditemui bilangan oksidasi +6. dan yang bersifat Feromagnetik adalah Fe. maka elektron pada kulit 4s-lah yang terlebih dahulu terionisasi. Mangan dengan konfigurasi (n-1) d5ns2. Untuk besi Fe dengan konfigurasi elektron (n-1) d6ns2. dan Ni. B. SIFAT KIMIA UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT 1. akan berbilangan oksidasi maksimum +7. Kalau kita perhatikan. sehingga jarak elektron pada jarak terluar ke inti semakin kecil. Cr. logam transisi periode keempat yang bersifat diamagnetik adalah Zn dan Cu. Bilangan Oksidasi Senyawa-senyawa unsur transisi di alam ternyata mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu. Bila jumlah elektron d melebihi 5. Setelah pengisian elektron pada subkulit 3s dan 3p. Energi Ionisasi Energi ionisasi cenderung bertambah dari Sc ke Zn. situasinya berubah. Konfigurasi Elektron Kecuali unsur Cr dan Cu. Nikel (Ni). Bilangan oksidasi tertinggi sejumlah logam transisi penting seperti Kobal (Co). Jadi. Bilangan oksidasi tertinggi atom yang memiliki lima elektron yakni jumlah orbital d berkaitan dengan keadaan saat semua elektron d (selain elektron s) dikeluarkan. bilangan oksidasi utamanya adalah +2 dan +3.

Tahan panas. Tahan terhadap korosi. . walaupun ada cenderung dalam bentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3 misalnya ScCl3. karena pada temperatur tinggi tidak mengalami perubahan kekuatan (strenght). semakin tinggi bilangan oksidasi semakin tinggi unsur-unsur pada periode yang lebih besar. Kekuatan strukturnya tinggi. Skandium iodida yang dicampur ke dalam lampu wap raksasa akan menghasilkan sumber cahaya buatan kecekapan tinggi yang menyerupai cahaya matahari dan membolehkan salinan warna yang baik untuk kamera televisi. dan sebagainya) yang memerlukan bahan berprestasi tinggi. Titanium digunakan sebagai bahan katalis dalam industri polimer polietlen. MANFAAT. Senyawa tidak berwarna dan bersifat diamagnetik. Sc2O3. Titanium digunakan sebagai bahan konstruksi karena mempunyai sifat fisik : 1. Apabila dicampur dengan aluminium. MANFAAT UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT 1. 3. Rapatannya rendah (logam ringan). Di antara unsur-unsur yang ada dalam golongan yang sama.kehilangan semua elektron (n-1) d dan ns-nya. Kira-kira 20 kg (dalam bentuk Sc2O3) skandium digunakan setiap tahun di Amerika Serikat untuk membuat lampu berkeamatan tinggi. 2. bet besbol. 3. senjata api. Penggunaan utamanya dari segi isi padu adalah aloi aluminium-skandium untuk industri aeroangkasa dan juga untuk peralatan sukan (basikal. b. Lebih kurang 80 kg skandium digunakan sejagat setiap tahun dalam pembuatan lampu mentol.. 2. Titanium digunakan sebagai badan pesawat terbang dan pesawat supersonik. DAMPAK DAN PROSES PEMBUATAN UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT A. Isotop radioaktif Sc-46 digunakan dalam peretak pelapis minyak sebagai agen penyurih. 4. hal ini disebabkan ion Sc3+ sudah tidak memiliki elektron dalam orbital d nya. Titanium (Ti) Titanium banyak digunakan dalam industri dan konstruksi : a. Skandium (Sc) Skandium merupakan unsur yang jarang terdapat di alam. c.

Digunakan untuk katalis dan untuk pewarna gelas. Karena logam titanium tahan terhadap cuaca. kaca. Oksida vanadium (V2O5) digunakan sebagai katalis dalam pembuatan asam sulfat dengan proses kontak. keramik. 5.d. Khromium juga dapat memberikan warna hijau emerald pada kaca. g. b. basa. 6. bahan pemutih kertas. Khromium (Cr) Adapun kegunaan kromium antara lain sebagai berikut : 1. Vanadium (V) Vanadium banyak digunakan dalam industri-industri seperti : a. d. 3. Titanium digunakan sebagai katalis pada industri polimer. pemuaian yang relatif rendah dan kestabilan struktur kristal. relatif lunak dan liat. 2. Untuk membuat peralatan yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan yang tinggi seperti per mobil dan alat mesin berkecepatan tinggi. Industri refraktori menggunakan khromit untuk membentuk batu bata. V2O5 digunakan sebagai katalis pada proses pembuatan asam sulfat dan digunakan sebagai reduktor. karena mesin jet memerlukan massa yang ringan tetapi stabil pada suhu tinggi. Kebanyakan khromium digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi. e. karena khromit memiliki titik cair yang tinggi. dan kosmetik. . dan air garam. f. 3. 4. e. Untuk membuat logam campuran. Umumnya digunakan untuk paduan dengan logam lain seperti baja tahan karat dan baja untuk peralatan berat karena sifatnya merupakan logam putih terang. Khromium digunakan untuk mengeraskan baja. pompa. asam. 4. tahan terhadap korosif. dan tabung reaksi dalam industri kimia. Titanium digunakan sebagai pigmen putih. Khromium juga luas digunakan sebagai katalis. Karena kerapatan titanium relatif rendah dan kekerasannya tinggi. Logam ini digunakan untuk bahan struktural terutama dalam mesin jet. sehingga dapat digunakan untuk bahan pembuatan pipa. pembuatan baja tahan karat dan membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna. c.

Fe2O3 sebagai bahan cat dikenal nama meni besi. Senyawa permanganat adalah oksidator yang kuat dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam pengobatan. keras (lebih keras dari besi). cat air. dan dalam pengeringan cat hitam. 5%W. Mutu dari semua bahan yang terbuat dari besi tergantung pada jenis besi yang digunakan. Mangan merupakan unsur yang penting untuk penggunaan vitamin B. sangat mengkilap. Baja adalah istilah yang digunakan untuk semua aloi dari besi (aliase). Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca. besi memiliki kegunaan paling luas dalam kehidupan. Campuran kromium (IV) oksida dan asam sulfat pekat mengahasilkan larutan pembersih yang dapat digunakan untuk mengeluarkan zat organik yang menempel pada alat-alat laboratorium dengan hasil yang sangat bersih. Fe(OH)3 digunakan untuk bahan cat seperti cat minyak. Baja krom (95. seperti: a. tetapi larutan ini bersifat karsinogenik (menyebabkan penyakit kanker). Di samping itu. tulkit mobil. Besi (Fe) Kegunaan utama dari besi adalah untuk membuat baja. seperti untuk kontruksi atau rangka bangunan. untuk badan mesindan kendaraan. 3. Baja aliase. Mangan (Mn) Mangan merupakan logam putih kemerahan atau putih kehijauan. Mangan Oksida (sebagai pilorusit) digunakan sebagai depolariser dan sel kering baterai dan untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi. 1% Mn. yang merupakan baja tahan karat. 6. Sebagai logam.5%Cr. 0. 0. Baja mangan (11-14%Mn) c. landasan. bangunan dan lain-lain.3%Mn. .3%Mn.9%C) d. 3. atau cat tembok. yaitu baja spesial yang mengandung unsur tertentu sesuai dengan sifat yang diinginkan. Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen dan khlorin.9% Fe. Salah satu contoh baja yang terkenal adalah stainless steel.3%C) b. 0. Mangan juga banyak tersebar dalam tubuh. digunakan juga untuk mengkilapkan kaca.7%C) 2. 5. Berikut urai beberapa kegunaan dari besi : 1.7. Baja karbon (98. 0.1% Fe. 0. dan sangat reaktif banyak digunakan untuk panduan logam dan membentuk baja keras yang digunakan untuk mata bor pada pemboran batuan. Baja wolfram (94%Fe. untuk berbagai peralatan pertanian.

13 – 0. kaca. Sn. penghantar panas yang baik dan tahan terhadap udara. dan wolfram. nikel. 2. untuk paduan logam (baja kobalt) digunakan sebagai bahan magnet permanen. peralatan yang digunakan pada suhu tinggi. Zn) digunakan untuk barang perhiasan. sehingga banyak digunakan untuk pelapis logam. dan generator turbin gas. Larutan kobalt klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. Kobalt (Co) Kobalt merupakan logam putih keperakan dengan sedikit kebiruan bila digosok langsung mengkilap lebih keras dan lebih terang dari pada nikel. Ag) untuk barang perhiasan. Logam diguanakan dalam elektropalting karena sifat penampakannya. Alloy stellit. Ni. Kobalt yang dicampur dengan besi. 4. alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. dan W digunakan untuk peralatan berat dan alat bedah atau operasi. kekerasannya. Campuran Co. dan sifat tahan oksidasinya.30 ppm kobalt untuk makanan binatang. digunakan dalam turbin jet. Logam rasein (paduan Ni. Campuran Co. dan logam lainnya untuk membuat alnico. 7. tahan terhadap udara. Kobalt juga diguanakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. dan Cr. dan lapis e-mail gigi. 8. maupun peralatan yang digunakan pada kecepatan yang tinggi. dan Cr (logam festel) digunakan untuk elemen pemanas listrik. Perunggu-nikel digunakan untuk uang logam.4. . Garam kobalt telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen. dapat ditempa. Garam kobalt adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. Perak jerman (paduan Cu. khromium. Tanah yang layak mengandung hanya 0. Fe. asetat. 3. Merupakan logam putih perak keabuan. pot. Selain alloy. FeSO4 digunakan sebagai bahan tinta. Nikel (Ni) Nikel banyak digunakan untuk hal-hal berikut ini: 1. Al. Cr. sulfat. Fe. Selain itu juga digunakan sebagai katalis. dan nitrat karena telah dibuktikan efektif dalam memperbaiki penyakit kekurangan mineral tertentu pada binatang. Kobalt digunakan secraa hati-hati dalam bentuk klorida. mengandung kobalt. yang bermanfaat untuk peralatan berat. tetapi tidak tahan terhadap air yang mengandung asam sehingga banyak digunakan sebagi komponen pemanas listrik (nikrom) yang merupakan campuran dari Ni. keramik.

Zat tambahan pada besi tuang dan baja. untuk bahan mesin pembangkit tenaga uap dan untuk aloi. 5. listrik. 3. penghantar panas pada listrik yang baik. CuSO4 (terusi) banyak digunakan untuk larutan elektrolit dalam sel elektrokimia. dan keramik. battery electrode. 7. 8. tidak mudah berkarat tetapi bila terkena udara warnanya menjadi hijau oleh terbentuknya tembaga karbonat. Hal ini disebabkan diatas lapisan permukaan seng terbentuk lapisan karbonat basa (Zn2(OH)2CO3) yang dapat menghambat oksidasi lebih lanjut. 6. dan peralatan lain semacamnya. Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran logam dengan metal lain. terang berwarna putih kebiruan. Campuran logam Prestal. solder lunak dan solder aluminium adalah beberapa contoh campuran logam tersebut. mengkilap bila digosok dapat ditempa. yang mengandung 78% seng dan 22% aluminium dilaporkan sekuat baja tapi sangat mudah dibentuk seperti plastik. Merupakan logam cukup keras. dan untuk paduan logam. maka seng banyak digunakan untuk melapisi logam besi (disebut kaleng) 2. Banyak digunakan sebagai rangakian atau peralatan listrik. Prestal sangat mudah dibentuk dengan cetakan murah dari keramik atau semen. .5. 9. perunggu. bahan uang logam. 4. campuran terusi dan Ca(OH)2 dengan sedikit air dapat digunakan memberantas kutu dan jamur. perak nikel. seperti untuk kabel listrik. 6. Kuningan. ZnO digunakan untuk bahan cat untuk memberikan warna putih dan digunakan untuk pembuatan salep seng (ZnO-vaselin). Seng (Zn) Logam seng berguna untuk hal-hal sebagai berikut: 1. Seng dalam jumlah besar digunakan untuk membuat cetakan dalam industri otomotif. Pembuatan aloi. 10. kabel listrik. Pelapis besi (pernekel). Karena sifat tersebut. tahan dalam udara lembab dibanding Fe. Digunakan juga sebagai elektroda pada elektroda (katoda) pada sel elektrokimia dan untuk pembuatan paduan logam. perak Jerman. Tembaga (Cu) Tembaga merupakan logam berwarna kemerahan. agar mudah ditempa dan tahan karat. Sebagai katalis. Tembaga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

dalam bentuk senyawa CuCl2 melalui pernapasan dapat menyebabkan keracunan. 8. farmasi. Ion kompleks terdiri dari kation logam transisi dan ligan. H2O dan NH3 merupakan ligan monodentat (mendonorkan satu pasang elektron). Dengan demikian. Seng sulfida digunakan dalam membuat tombol bercahaya. tinta. sabun. bilangan koordinasi Cu2+ pada ion [Cu(NH3)4]2+ adalah empat. alas lantai. Berdasarkan jumlah atom donor yang memiliki pasangan elektron bebas (PEB) pada ligan. DAMPAK NEGATIF UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT Logam besi mudah terkorosi dalam udara lembap. Bilangan koordinasi adalah jumlah ligan yang terikat pada kation logam transisi. Seng juga merupakan unsur penting dalam pertumbuhan manusia dan binatang. Interaksi antara kation logam transisi dengan ligan merupakan reaksi asam-basa Lewis. B. Unsur transisi periode keempat dapat membentuk berbagai jenis ion kompleks. Banyak tes menunjukkan bahwa binatang memerlukan 50% makanan tambahan untuk mencapai berat yang sama dibanding binatang yang disuplemen dengan zat seng yang cukup. Tembaga mudah terbakar dalam bentuk serbuk. Menurut Lewis. sedangkan ligan memiliki sekurangnya sepasang elektron bebas (PEB). Senyawa kompleks (koordinasi) Senyawa Koordinasi adalah senyawa yang terbentuk dari ion sederhana (kation maupun anion) serta ion kompleks. . sinar X. bilangan koordinasi Ag+ pada ion [Ag(NH3)2]+ adalah dua. alat-alat listrik dan produk-produk lainnya. terjadi ikatankovalen koordinasi (datif) antara ligan dengan kation logam transisipada proses pembentukan ion kompleks.kation logam transisi merupakan asam Lewis yang berperan sebagai spesi penerima (akseptor) elektron. ligan merupakan basa Lewis yang berperan sebagai spesi pendonor (donator) elektron. Asam kromium CrO3 beracun dan bersifat karsinogenik. Lithopone. 9. tekstil. unsur ini bersifat racun bagi tumbuhan. ligan dapat dibedakan menjadi monodentat. Beberapa contoh molekul yang dapat berperan sebagai ligan adalah H2O. Ligan adalah molekul atau ion yang terikat pada kation logam transisi. NH3. CO. karet. Sementara itu. plastik. sering disebut dengan istilah en) merupakan contohligan bidentat (mendonorkan dua pasang elektron). Klorida dan kromat unsur ini juga merupakan senyawa yang banyak gunanya. Kation logam transisikekurangan elektron.7. dan polidentat. Ligan bidentat dan polidentat sering disebut sebagai agen chelat (mampu mencengkram kation logam transisi dengan kuat). Bilangan koordinasi yang sering dijumpai adalah 4 dan 6. dan bola-bola lampu fluorescent. dan bilangan koordinasi Fe3+ pada ion [Fe(CN)6]3. campuran seng sulfida dan barium sulfat merupakan pigmen yang penting.bidentat. Seng juga digunakan secara luas untuk menyepuh logam-logam lain dengan listrik seperti besi untuk menghindari karatan. kosmetik. baterai. Sebagai contoh. Sedangkan Etilendiamin (H2N-CH2-CH2-NH2. dalam bentuk senyawa kompleks [k4Fe(CN)6. kaca-kaca TV. 10. dan ion Cl-.adalah enam. Seng oksida banyak digunakan dalam pabrik cat.3H2O].

bilangan oksidasi masing-masing ligan (molekul NH3) adalah 0 (nol). O2Karbonat. Berikut ini adalah beberapa aturan yang berlaku dalam penamaan suatu ion kompleks maupun senyawa kompleks : 1. C2O42Amonia. nama ligan disusun menurut urutan abjad. Cr Kobalt. penta-. Cu Aurum. Ni Argentum. Fe Plumbum. bilangan oksidasi Pt (kation logam transisi) adalah +4. Penamaan kation mendahului anion. pada ion [Cu(NH3)4]2+. 3. Dengan demikian. Nama kation logam transisi pada ion kompleks bermuatan negatif dapat dilihat pada Tabel Nama Kation pada Anion Kompleks. Ketika ion kompleks bermuatan negatif. OHOksida. Tabel Nama Ligan Ligan Bromida. tetra-. Dengan demikian. digunakan awalan di-. H2O Etilendiamin Tabel Nama Kation pada Anion Kompleks Kation Aluminium. Co Cuprum. CNHidroksida. tri-. ClSianida. Nama ligan yang sering terlibat dalam pembentukan ion kompleksdapat dilihat pada Tabel Nama Ligan. BrKlorida. 2. CO32Nitrit. dan sebagainya. Ketika beberapa ligan sejenis terdapat dalam ion kompleks. Sn Nama Kation pada Anion Kompleks Aluminat Kromat Kobaltat Cuprat Aurat Ferrat Plumbat Manganat Molibdat Nikelat Argentat Stannat Nama Ligan Bromo Kloro Siano Hidrokso Okso Karbonato Nitro Oksalato Amina Karbonil Akuo Etilendiamin (en) . 4. Bilangan oksidasi kation logam transisi dinyatakan dalam bilangan Romawi. Dalam ion kompleks. NO2Oksalat. 6. Al Kromium. kemudian dilanjutkan dengan nama kation logam transisi. nama kation logam transisi diberi akhiran –at. Mo Nikel. Mn Molibdenum. Contoh lain. NH3 Karbon Monoksida. bilangan oksidasi masing-masing ligan (ion Cl) adalah -1. Pb Mangan. Sebagai contoh. pada ion [PtCl6]2-. bilangan oksidasi Cu (kation logam transisi) adalah +2. Au Ferrum. Ag Stannum. sama seperti penamaan senyawa ionik pada umumnya.Muatan ion kompleks adalah penjumlahan dari muatan kation logam transisi dengan ligan yang mengelilinginya. CO Air. heksa-. 5.

Natrium heksanitro kobaltat (III) Terdapat 6 NO2-. dibutuhkan dua ion ClRumus senyawa kompleks = [Co(NH3)5Cl]Cl2 6. dan ion ClMuatan kation kompleks = (5 x 0) + (1 x -1) + (1 x +3) = +2 Untuk membentuk senyawa kompleks. dibutuhkan dua ion NO3Rumus senyawa kompleks = [Pt(en)2Cl2](NO3)2 7. W Zink. dan ion NO3Muatan kation kompleks = (2 x -1) + (2 x 0) + (1 x +4) = +2 Untuk membentuk senyawa kompleks. NaAuF4 Terdiri dari kation sederhana (Na+) dan anion kompleks (AuF4-) Bilangan koordinasi = 4 Muatan anion kompleks = -1 Muatan ligan = -1 x 4 = -4 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = natrium tetrafluoro aurat (III) 3. satu Co3+. satu Co3+. satu Cl-. K3[Fe(CN)6] Terdiri dari kation sederhana (3 ion K+) dan anion kompleks ([Fe(CN)6]-3) Bilangan koordinasi = 6 Muatan anion kompleks = -3 Muatan ligan = -1 x 6 = -6 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = kalium heksasiano ferrat (III) atau kalium ferrisianida 4. 2 en. satu Pt4+. dan ion Na+ Muatan anion kompleks = (6 x -1) + (1 x +3) = -3 . Ni(CO)4 Bilangan koordinasi = 4 Muatan ion kompleks = 0 Muatan ligan = 0 Muatan kation logam transisi = 0 Nama senyawa = tetrakarbonil nikel (0) atau nikel tetrakarbonil 2. Zn Tungstat Zinkat Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan nama maupun rumus kimia dari berbagai senyawa kompleks : 1. [Cr(en)3]Cl3 Terdiri dari kation kompleks ([Cr(en)3]3+) dan anion sederhana (3 ion Cl-) Bilangan koordinasi = 3 x 2 (bidentat) = 6 Muatan kation kompleks = +3 Muatan ligan = 3 x 0 = 0 Muatan kation logam transisi = +3 Nama senyawa = tris-(etilendiamin) kromium (III) klorida 5.Tungsten. Dikloro bis-(etilendiamin) platinum (IV) nitrat Terdapat 2 Cl-. Pentaamin kloro kobalt (III) klorida Terdapat 5 NH3.

jenis ligan. dan ion SO42Muatan kation kompleks = (3 x 0) + (1 x +3) = +3 Untuk membentuk senyawa kompleks. Tris-(etilendiamin) kobalt (III) sulfat Terdapat 3 en. bentuk ion kompleks dapat ditentukan melalui bilangan koordinasi. dan jenis kation logam transisi. dua kation kompleks membutuhkan tiga ion SO42Rumus senyawa kompleks = ([Co(en)3])2(SO4)3 Bentuk ion kompleks dipengaruhi oleh jumlah ligan. satu Co3+. dibutuhkan tiga ion Na+ Rumus senyawa kompleks = Na3[Co(NO2)6] 8. Hubungan antara bilangan koordinasi terhadap bentuk ion kompleks dapat dilihat pada tabel berikut : Bilangan Koordinasi 2 4 6 Bentuk Ion Kompleks Linear Tetrahedral atau Square Planar Oktahedral . Secara umum.Untuk membentuk senyawa kompleks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful