P. 1
Prinsip Kerja Transformator

Prinsip Kerja Transformator

|Views: 175|Likes:
Published by luthfiyyatun60

More info:

Published by: luthfiyyatun60 on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2015

pdf

text

original

Prinsip Kerja Transformator Komponen Transformator (trafo) Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau

menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan. Prinsip Kerja Transformator Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:

Vp = tegangan primer (volt) Vs = tegangan sekunder (volt) Np = jumlah lilitan primer Ns = jumlah lilitan sekunder Simbol Transformator Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu: 1. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np). 2. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns). Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah: 1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns). 2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP). 3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,

Sehingga dapat dituliskan:

Kerugian ini sangat mempengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. maka dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat sedemikian hingga . mesin foto kopi.smpn1-mgl. Dengan kata lain. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapislapis antara primer dan sekunder. gardu listrik dan sebagainya. Kerugian kapasitas liar. 2. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. dan rumus Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama. Tegangan masukan bolakbalik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder.id/file.sch. semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna.html Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain.Penggunaan Transformator Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Hub. Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. [sunting] Kerugian dalam transformator Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian. komputer. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna. Kerugian kopling. http://genius. kerugian tembaga. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. . Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding) 4.primer sekunder Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah untuk GGL induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah . Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt. hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder.php/1/ANIMASI/fisika/Transformator/index. sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu: 1. 3. maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Prinsip kerja Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Kerugian histeresis. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV.

5. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet. Untuk penerapan audio. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapislapisan. sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Selain itu. gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui. Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik. memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah. sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. . efisiensi bisa mencapai 98%. Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer. terutama dalam adaptor AC-DC. Dalam transformator ini.5 kali). dengan sadapan tengah. [sunting] Efisiensi Efisiensi transformator dapat diketahui dengan rumus Karena adanya kerugian pada transformator. sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah. autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1. Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer. fluks magnet berhenti berubah. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz. Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu. Jenis-jenis transformator Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer. sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa. transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah. terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. Kerugian efek kulit. Tetapi pada beberapa desain. Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Kerugian arus eddy (arus olak). Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. 6. yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk transformator daya frekuensi rendah.

tentu dengan memperhatikan tegangan kerja trafo tersebut. Kedua lilitan kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Hal ini dikarenakan pada trafo penurun tegangan out put (keluaran) arus listriknya lebih besar. Secara fisik trafo yang . Bagian primer dan skunder adalah merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris.wikipedia.Transformator tiga fasa Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. adaptor. 6 volt atau 12 volt dsb. Trafo yang memiliki efisiensi tinggi dibuat dengan teknik tertentu dengan memperhatikan bahan inti trafo.org/wiki/Transformator Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan/menurunkan) tegangangan listrik bolak-balik (AC). Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ). Sedangkan antara lilitan primer dan skunder tidak boleh terhubung. Untuk trafo frekuensi rendah contohnya adalah trafo penurun tegangan (Step Down Trafo) yang digunakan pada peralatan2 elektronik tegangan rendah. Trafo jenis ini jika pada bagian primernya kita hubungkan dengan tegangan AC misalnya 220 volt maka pada bagian skundernya akan mengeluarkan tegangan yang lebih rendah. Demikian juga lilitan sekundernya juga harus terhubung. sedangkan trafo penaik tegangan memiliki out put arus yang lebih kecil. Sementara itu frekuensi tegangan pada in put dan out putnya tetap (tidak ada perubahan). lalu cek lilitan primernya harus terhubung. pengisi battery dsb. Prinsip trafo penurun tegangan adalah jumlah lilitan primernya lebih banyak dari pada jumlah lilitan skundernya. Untuk trafo yang digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari lempengan2 besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi. Sementara itu trafo penaik tegangan (Step Up Trafo) adalah kebalikan dari step down trafo yaitu untuk menaikkan tegangan listrik AC. Untuk mengetahui sebuah trafo masih bagus atau sudah rusak adalah dengan menggunakan AVO meter. Sedangkan untuk trafo frekuensi tinggi (digunakan pada rangkaian2 Radio Frequency/RF) menggunakan inti ferit (serbuk besi yang dipadatkan). trafo penurun tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih kecil pada lilitan primernya. Jika dilihat dari besarnya ukuran kawat email yang digunakan. Contoh penggunaan trafo penaik tegangan adalah pada rangkaian emergency light/lampu darurat yang menyala saat PLN padam dan UPS pada PC. Prinsip kerjanyanya adalah tegangan DC (searah) yang berasal dari battery diubah menjadi tegangan AC (bolak-balik) lalu dinaikan menjadi 220 volt oleh trafo sehingga mampu menyalakan lampu atau PC di saat PLN padam. kerapatan lilitannya serta faktor2 lainnya. Sedangkan trafo penaik tegangan memiliki jumlah lilitan primer lebih sedikit dari pada jumlah lilitan skundernya. Dalam kinerjanya trafo yang bagus memiliki efisiensi daya yang besar (sekitar 70-80%). Parameter lain adalah efisiensi daya trafo. Sebuah trafo penurun tegangan bisa juga kita gunakan untuk menaikkan tegangan dengan membalik bagian primernya menjadi skunder dan bagian skunder menjadi primer. misalnya 3 volt. Pada rangkaian tersebut trafo berfungsi untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala PLN yang 220 volt menjadi sebesar tegangan yang dibutuhkan peralatan tersebut agar dapat bekerja normal. jika terhubung maka trafo tersebut akan mengalami kebocoran arus jika digunakan. Pada penggunaannya trafo juga digunakan untuk mengubah impedansi. Caranya posisikan AVO meter pada posisi Ohm meter. Daya yang hilang biasanya keluar menjadi kalor/panas yang timbul pada saat trafo bekerja. http://id. Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian primer dan sepasang ujung pada bagian sekunder. Begitu juga antara inti trafo dan lilitan primer/skunder tidak boleh terhubung. jika terhubung maka trafo tersebut konslet (kecuali untuk jenis trafo tertentu yang memang didesain khusus untuk pemakaian tertentu). Sebaliknya trafo penaik tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih besar pada lilitan primernya.

ac. 2009 Transformator atau lebih dikenal dengan nama “transformer” atau “trafo” sejatinya adalah suatu peralatan listrik yang mengubah daya listrik AC pada satu level tegangan yang satu ke level tegangan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik tanpa merubah frekuensinya.6V .12V dsb.220V. http://elektro.php/artikel/did-you-know-/50-transformator Transformator June 6. Komponen Transformator Komponen transformator terdiri dari dua bagian. Transformator bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik. Sesuaikan dengan kebutuhan jika membeli atau menggunakannya agar bisa berfungsi normal dan efisien. Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan.110V .3V . Bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan sekunder. dst. sedangkan untuk tegangan 110 volt gunakan 0V dan 110V.5 Amp. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi. Dalam penggunaannya perhatikan baik2 tegangan kerja trafo. gunakan 0V dan tegangan yang diperlukan. pertinax. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). tiap tep-nya biasanya ditulis tegangan kerjanya misalnya pada primernya 0V . transformator juga dapat digunakan untuk sampling tegangan.12V. Ada juga jenis trafo yang menggunakan CT (Center Tep) yang artinya adalah titik tengah. Kumparan Trafo. tapi jika kita gunakan 12V dan 12V besarnya tegangan adalah 24 volt. artinya jika kita gunakan tep CT dan 12V maka besarnya tegangan adalah 12 volt. semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.itenas. sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. 1 Amp. 5 Amp dsb.bagus adalah trafo yang memiliki inti trafo yang rata dan rapat serta jika digunakan tidak bergetar. Kumparan yang satu dihubungkan dengan sumber listrik AC (kumparan primer) dan kumparan yang lain mensuplai listrik ke beban (kumparan sekunder). yaitu peralatan utama dan peralatan bantu. Tranformator biasa digunakan untuk mentransformasikan tegangan (menaikkan atau menurunkan tegangan AC). dan juga mentransformasi impedansi. kuarter. Besarnya arus listrik yang bisa di supply oleh sebuah trafo biasanya juga dicantumkan misalnya 0. Transformator terdiri dari dua atau lebih kumparan yang membungkus inti besi feromagnetik. Untuk trafo frekuensi tinggi mungkin nanti akan kita bahas pada bagian Radio Frekuensi (RF) karena penggunaannya lebih banyak dalam rangkaian2 RF. Selain itu. Trafo jenis ini banyak digunakan pada peralatan audio. Bila terdapat lebih dari dua kumparan maka kumparan tersebut akan disebut sebagai kumparan tersier. jangan sampai salah atau trafo kita bakal hangus! Dan pada skundernya misalnya 0V . dll) untuk mengisolasi baik terhadap inti . Kumparan-kumparan tersebut biasanya satu sama lain tidak dihubungkan secara langsung. Peralatan utama transformator terdiri dari: 1.id/index. Jika efisiensi sempurna (100%). kumparan trafo terdiri dari beberapa lilitan kawat tembaga yang dilapisi dengan bahan isolasi (karton. sampling arus. sehingga efisiensi dayanya bagus.CT . sehingga fluks magnet yang timbulkan akan mengalir ke kumparan sekunder. Contoh misalnya 12V . untuk tegangan 220 volt gunakan tep 0V dan 220V. Jenis2 trafo yang lain adalah trafo OT(Output Trafo) dan IT(Input Trafo). perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan perubahan medan magnet. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik.

busur listrik . Yang termasuk peralatan proteksi transformator antara lain sebagai berikut: o Rele Bucholz. Inti besi ini juga diberi isolasi untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus eddy “Eddy Current”. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan. peralatan yang mengamankan trafo terhadap bahaya fisis. tangki dilengkapi dengan konservator. Tap Changer. Tap changer selalu diletakkan pada posisi tegangan tinggi dari trafo pada posisi tegangan tinggi. Untuk kedua keperluan tersebut. Pada power transformator. Minyak trafo mempunyai sifat media pemindah panas (disirkulasi) dan mempunyai daya tegangan tembus tinggi. kumparan tertier selalu dihubungkan delta. tidak mudah menguap yang dapat membahayakan o Tidak merusak bahan isolasi padat o Sifat kimia yang stabil Bushing.2. Peralatan Pendingin . Sedangkan peralatan bantu transformator terdiri dari: 1. Di dalam transformator. Syarat suatu cairan bisa dijadikan sebagai minyak trafo adalah sebagai berikut: o Ketahanan isolasi harus tinggi ( >10kV/mm ) o Berat jenis harus kecil. 5. terutama yang berkapasitas besar. pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga. sehingga partikel-partikel inert di dalam minyak dapat mengendap dengan cepat o Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan pendinginan menjadi lebih baik o Titik nyala yang tinggi. Kumparan tertier diperlukan untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load). Kumparan tertier sering juga untuk dipergunakan penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone. minyak dan air. Media yang digunakan pada sistem pendingin dapat berupa: udara/gas. kapasitor shunt dan reactor shunt. besi maupun kumparan lain. dibuat dari lempengan-lempengan feromagnetik tipis yang berguna untuk mempermudah jalan fluksi yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. hubung singkat antar phasa ke tanah. berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Tangki dan Konservator (khusus untuk transformator basah). Banyaknya lilitan akan menentukan besar tegangan dan arus yang ada pada sisi sekunder. Selain itu juga bushing juga berfungsi sebagai pengaman hubung singkat antara kawat yang bertegangan dengan tangki trafo. Peralatan Proteksi. maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut trafo perlu dilengkapi dengan sistem pendingin untuk menyalurkan panas keluar trafo. sebuah konduktor (porselin) yang menghubungkan kumparan transformator dengan jaringan luar. Bushing diselubungi dengan suatu isolator dan berfungsi sebagai konduktor tersebut dengan tangki transformator. yaitu suatu alat yang berfungsi untuk merubah kedudukan tap (sadapan) dengan maksud mendapatkan tegangan keluaran yang stabil walaupun beban berubahubah. kumparan-kumparan dan inti besi transformator direndam dalam minyak-trafo. akan merusak isolasi di dalam trafo.Kadang kala transformator memiliki kumparan tertier. pada umumnya bagianbagian dari trafo yang terendam minyak trafo ditempatkan di dalam tangki baja. yaitu peralatan rele yang dapat mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan di dalam trafo yang menimbulkan gas. elektris maupun kimiawi. 3. 4. . Inti Besi. tergantung jenisnya. 2. sehingga penyaluran panas minyak pada saat konveksi menjadi semakin baik dan efektif untuk menampung pemuaian minyak trafo. 3. Tangki trafo-trafo distribusi umumnya dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin ( cooling fin ) yang berfungsi memperluas permukaan dinding tangki. Untuk trafo dengan daya besar lilitan dimasukkan dalam minyak trafo sebagai media pendingin. Minyak Trafo. gas mungkin dapat timbul akibat hubung singkat antar lilitan (dalam phasa/ antar phasa).

atau busur listrik yang ditimbulkan karena terjadinya kontak yang kurang baik. Arus berlebih dapat terjadi karena beban lebih atau gangguan hubung singkat. Potential Transformer (PT) adalah suatu peralatan listrik yang berfungsi menurunkan tegangan yang tinggi menjadi tegangan yang lebih rendah yang sesuai dengan setting relay. rele ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubunga singkat antar fasa didalam maupun diluar daerah pengaman trafo. maka untuk mencegah hal tersebut. ventilasi udara yang berupa saringan silikagel yang akan menyerap uap air. kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun antar kumparan. juga diharapkan rele ini mempunyai sifat komplementer dengan rele beban lebih. . maka suhu minyakpun akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut.antar laminasi. sebaliknya bila suhu minyak turun. o Rele tekanan lebih. o Rele beban lebih. pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroskopis. o Rele fluks lebih. rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap beban yang berlebihan dengan menggunakan sirkit simulator yang dapat mendeteksi lilitan trafo yang kemudian apabia terjadi gangguan akan membunyikan alarm pada tahap pertama dan kemudian akan menjatuhkan PMT. 5. CT digunakan karena dalam pengukuran arus tidak mungkin dilakukan langsung pada arus beban atau arus gangguan. rele ini berfungsi untuk mengamankan transformator dari kerusakan isolasi kumparan. o Rele tangki tanah. minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki. rele ini berfungsi untuk mengamankan transformator dengan mendeteksi besaran fluksi atau perbandingan tegangan dan frekwensi. rele ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan tanah didalam daerah pengaman transformator khususnya untuk gangguan di dekat titik netral yang tidak dapat dirasakan oleh rele diferential. Karena pengaruh naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar. untuk mengawasi selama transformator beroperasi. minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki. Indikator. Karakteristik CT ditandai oleh Current Transformer Ratio (CTR) yang merupakan perbandingan antara arus yang dilewatkan oleh sisi primer dengan arus yang dilewatkan oleh sisi sekunder. peralatan rele yang dapat mendeteksi gangguan pada transformator bila terjadi kenaikan tekanan gas secara tiba-tiba dan an langsung mentripkan CB pada sisi upstream-nya. o Rele diferensial. Besaran yang diukur di dalam rele ini adalah kenaikan temperatu 4. rele ini berfungsi untuk mengamankan transformator bila terjadi hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada transformator. Kedua proses di atas disebut pernapasan trafo. rele yang dapat mendeteksi terhadap gangguan transformator apabila terjadi flash over antara kumparan dengan kumparan. Trafo ini juga memiliki angka perbandingan lilitan/tegangan primer dan sekunder yang menunjukkan kelasnya. Rele ini juga berfungsi sebagai cadangan bagi pengaman instalasi lainnya. maka perlu adanya indikator pada transformator yang antara lain sebagai berikut: o indikator suhu minyak o indikator permukaan minyak o indikator sistem pendingin o indikator kedudukan tap Current Transformer (CT) adalah suatu perangkat listrik yang berfungsi menurunkan arus yang besar menjadi arus dengan ukuran yang lebih kecil. hal ini disebabkan arus sangat besar dan bertegangan sangat tinggi. o Rele arus lebih. Peralatan Pernapasan (Dehydrating Breather). Bila suhu minyak tinggi. akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. Permukaan minyak trafo akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus minyak trafo. o Rele termis. o Rele gangguan tanah terbatas.

220 V. arus primer tidak tergantung kondisi rangkaian sekunder Pada transformator potensial. tegangan jaringan dipengaruhi terminal-terminalnya sedangkan transformator arus dihubung seri dengan satu jaringan dan tegangan kecil berada pada terminal-terminalnya. Namun transformator arus mengalirkan semua arus jaringan. Tipe shell form terdiri sebuah inti yang mempunyai lapisan tiga-kaki dengan kumparan melilit disekitar kaki bagian tengah (gambar dibawah ini). transformator yang mengambil tegangan distribusi dan menurunkan tegangannya ke level tegangan akhir yang mana daya listrik akan digunakan (110.Adapun perbedaan kerja dari transformator potensial dan transformator arus adalah: • • • Pada transformator potensial. Berdasarkan penggunaannya di dalam sistem tenaga listrik. sebuah transformator yang diletakkan di bagian akhir lajur transmisi dan digunakan untuk menurunkan tegangan dari level transmisi ke level distribusi (37. tidak ada energi yang diubah menjadi bentuk energi lain di dalam transformator sehingga daya listrik pada kumparan skunder sama dengan daya listrik pada kumparan primer. Power Transformator dibuat pada satu dari dua macam inti. dll). Pada kondisi kerja normal tegangan jaringan hampir konstan dan karena itu kerapatan fluks serta arus penguat dari transformator potensial hanya berubah di atas batas larangan sedangkan arus primer dan arus penguatan dari transformator arus berubah di atas batas kerja normal. Pada kasus yang lain. Power transformator dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: • • • Unit/Step Up Transformator. Dengan demikian dapat dituliskan dengan persamaan berikut: . Pada transformator Ideal perbandingan antara tegangan sebanding dengan perbandingan jumlah lilitannya. sebuah transformator yang dihubungkan dengan keluaran generator dan digunakan untuk menaikkan tegangan pada level transmisi (110+ kV). Tipe konstruksi pertama terdiri dari lapisan lempengan baja segiempat sederhana dengan kumparan transformator melilit di kedua sisi persegi-empat. sedangkan pada transformator arus. 208. Pada transformator ideal.5 kV). arus primer sangat tergantung beban sekunder. Distribution transformator. Sedangkan tipe konstruksi transformator kedua dikenal dengan nama “shell form”. inti dibuat berlapis-lapis yang diberi lapisan isolasi listrik disetiap lapisannya untuk mengurangi timbulnya arus eddy. Substation/Step Down Transformator.

Rugi-rugi hysteresis. Effect yang paling mudah untuk dimodelkan adalah rugi-rugi tembaga. maka fluks bocor primer Φlp proporsional dengan arus primer Ip dan fluks bocor sekunder Φls proportional dengan arus sekunder Is. Hal ini karena pada transformator selalu ada rugi-rugi yang antara lain sebagai berikut: • • • • Rugi-rugi tembaga. . Rugi-rugi arus eddy sebanding dengan kuadrat tegangan yang disuplai ke transformator. Setiap cacat utama diperhitungkan dan pengaruhnya dimasukkan dalam membuat model transformator. Rugi-rugi ini terjadi karena inti besi terlalu tebal sehingga terjadi perbedaan tegangan antara sisinya maka mengalir arus yang berputar-putar di sisi tersebut. Fluks yang bocor ini akan menghasilkan induktansi diri pada lilitan primer dan sekunder sehingga akan berpengaruh terhadap nilai daya yang disuplai dari sisi primer ke sisi sekunder transformator. rugi-rugi yang berkaitan dengan penyusunan kembali medan magnetik di dalam inti besi pada setiap setengah siklus. kebocoran fluks terjadi karena ada beberapa fluks yang tidak menembus inti besi dan hanya melewati salah satu kumparan transformator saja. Rugi-rugi tembaga dimodelkan dengan dengan resistor Rp di sisi primer transformator dan resistor Rs di sisi sekunder transformator. Sehingga didapatkan: Dengan Lp induktansi diri lilitan primer dan Ls induktansi diri lilitan sekunder. rugi-rugi yang disebabkan oleh pemanasan yang timbul akibat arus mengalir pada hambatan kawat penghantar yang terdapat pada kumparan primer dan sekunder dari transformator. Rugi-rugi tembaga sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir pada kumparan. Rangkaian Ekivalen Transformator Dalam membuat rangkaian ekivalen transformator. Fluks Bocor. pada kenyataannya tidak ada transformator yang ideal. sehingga timbul fluks bolakbalik pada inti besi. rugi-rugi yang disebabkan oleh pemanasan akibat timbulnya arus eddy (pusar) yang terdapat pada inti besi transformator. Rugi-rugi arus eddy. kontanta reluktansi udara lebih besar daripada reluktansi inti besi.Namun. Dengan demikian fluks bocor pada rangkaian ekivalen transformator akan dimodelkan sebagai induktor primer dan sekunder. kita harus memperhitungkan semua ketidaksempurnaan (cacat) yang ada pada transformator yang sebenarnya. Fluks bocor pada kumparan primer Φlp menghasilkan tegangan elp yang diberikan oleh persamaan: Sedangkan Fluks bocor pada kumparan sekunder Φls menghasilkan tegangan els yang diberikan oleh persamaan: Karena fluks bocor banyak yang melalui udara.

sehingga dapat dimodelkan sebagai reaktansi Xm yang dipasang paralel dengan sumber tegangan primer. Arus rugi inti (arus eddy dan hysteresis) merupakan arus yang sebanding dengan tegangan pada inti transformator dan satu phase dengan tegangan supplai. http://tanotocentre. dan rugi-rugi hysteresis. yaitu dengan memperhitungkan arus magnetisasi Im. Arus magnetisasi Im adalah arus yang sebanding dengan tegangan pada inti transformator dan lagging (tertinggal) 90° dengan tegangan supplai.Kemudian yang terakhir adalah memodelkan pengaruh dari eksitasi inti transformator. sehingga dapat dimodelkan dengan hambatan Rc yang dipasang paralel dengan sumber tegangan primer.wordpress.com/2009/06/06/transformator/ . rugi-rugi arus eddy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->