P. 1
Morfologi Dan Anatomi Deutero

Morfologi Dan Anatomi Deutero

|Views: 132|Likes:
Published by Icha Jolie Euy

More info:

Published by: Icha Jolie Euy on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

1.

Morfologi dan Anatomi Deuteromycetes disebut juga fungi anamorf, fungi imperfecti, fungi konidial, fungi mitosporik, atau fungi aseksual. Kelas Deuteromycota mempunyai ciri sebagai berikut:  Disebut jamur tidak sempurna (Fungi Imperfecti)  Reproduksi generatif belum diketahui  Hifa bersekat  Dinding sel dari khitin  Sebagian besar phatogenik pada manusia

Banyak spesies yang dimasukkan ke dalam Deuteromycetes, sesudah ditemukan fase seksualnya dimasukkan ke dalam Ascomycetesatau Basidiomycetes. Sebagian besar dari kapang-kapang teleomorf tersebut adalah kelompok dari Basidiomycetes karena hingga kini belum ditemukan fase seksualnya. Kelompok jamur ini dianggap jamur tidak sempurna (imperfect) karena tidak berkembang biak secara sexual atau mungkin belum dijumpai perkembangbiakan sexualnya. Apabila kelak di kemudian hari dijumpai perkembangbiakan sexualnya maka dipindahkan ke kelas yang sesuai, sebagai contoh Cercospora diubah menjadi Mycosphaerelia masuk ke kelas Ascomycetes, Oidium diubah menjadi Erysiphe, Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila, tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang membentuk askus, namanya diubah menjadi Neurospora sitophila dan dikelompokkan dalam Ascomycotina. Meskipun Fungi imperfecti/Deuteromycota tidak lagi secara resmi diterima sebagai takson, banyak dari jamur itu termasuk belum menemukan tempat klasifikasi jamur. Hal ini karena kebanyakan jamur diklasifikasikan berdasarkan karakteristik berbuah tubuh dan spora yang dihasilkan selama reproduksi seksual, sedang Deutromycota hanya diamati apakah menghasilkan spora aseksual atau tidak. Ada sekitar 25.000 spesies yang telah diklasifikasikan dalam deuteromycota. Morfologi khas dari kelas ini adalah struktur reproduksi berupa konidia, sekitar 17.000 spesiesnya bereproduksi dengan konidia. Mereka dikelompokkan berdasar warna dan struktur dari konidia tersebut. Sebagian dari kelompok fungi ini adalah merupakan stadium anamorf dari kelas Ascomycetes atau Basidiomycetes. Kebanyakan spesies

deuteromycetes adalah hidup di daratan dan sabroba bebas meski ada beberapa yang parasit. Fungi ini banyak terdapat di alam pada berbagai medium seperti makanan, tumbuhan, minuman, permukaan gelas bahkan juga logam. Deuteromycetes dapat tumbuh secara optimum pada suhu 29 – 32oC.

Aspergillus sp. (Gambar 1A) dan Penicillium sp (Gambar 1B).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->