P. 1
Makalah Praktek Industri Kimia

Makalah Praktek Industri Kimia

|Views: 9|Likes:
Published by Dhiyaul Ihsanti

More info:

Published by: Dhiyaul Ihsanti on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

MAKALAH PROSES INDUSTRI KIMIA “SOLAR CELL”

( Untuk Memenuhi Tugas Proses Industri Kimia )

Disusun Oleh Kelas 2 D DHIYA’UL HELMI I. 1131410010

SEKAR RATIH HILDA A 1131410026

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI MALANG 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini dibuat dan disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan serta untuk menambah pengetahuan pembaca tentang “Solar cell”, mata kuliah Proses Industri Kimia. Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Hadi Suroso, yang telah membimbing kami dalam mempelajari mata kuliah Proses Industri Kimia. Kemudian kepada teman-teman yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Tetapi kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan dan ilmu yang lebih luas serta menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca. Oleh karena itu, kami mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyajian makalah ini, maka dari itu kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan pembuatan makalah di masa yang akan datang.

Malang, 28 Oktober 2012 Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1 I.1 Latar Belakang .................................................................. 1 I.2 Tujuan .............................................................................. 1 I.3 Rumusan Masalah ............................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN......................................................................... 2 II.1 Pengertian solar energi ..................................................... 2 II.2 Solar cell.......................................................................... 3 II.3 Cara kerja solar cell .......................................................... 5 II.4 Keuntungan penggunaan solar cell .................................... 5 II.5 Kendala penggunaan solar cell .......................................... 6 BAB III PENUTUP ............................................................................... 7 III.1 Kesimpulan .................................................................... 7 III.2 Saran ............................................................................. 8 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 9

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Sel surya merupakan sebuah piranti yang mampu mengubah secara langsung energi cahaya menjadi energi listrik. Proses pengubahan energi ini terjadi melalui efek fotolistrik. Efek fotolistrik ini adalah peristiwa terpentalnya sejumlah elektron pada permukaan sebuah logam ketika disinari seberkas cahaya (Krane, 1992). Gejala efek fotolistrik dapat diterangkan melalui teori kuantum Einstein. Menurut teori kuantum Einstein, cahaya dipandang sebagai sebuah paket energi (foton) yang besar energinya bergantung pada frekuensi cahaya. Pada sel surya energi foton akan diserap oleh elektron sehingga elektron akan terpental keluar menghasilkan arus dan tegangan listrik. Arus (I) dan tegangan (V) yang dihasilkan ketika sel memperoleh penyinaran merupakan

karakteristik setiap sel surya. Karakteristik ini selalu disajikan dalam bentuk kurva hubungan I dan V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sel surya dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu permukan sel.

I.2 TUJUAN Mengetahui cara kerja dan proses solar cell dalam pembangkit listrik Mengetahui keuntungan dasn kendala penggunaan solar cell

I.3 RUMUSAN MASALAH 1. Apakah pengertian solar energi ? 2. Bagaimana solar cell bekerja dalam pembangkit listrik ? 3. Apakah keuntungan penggunaan solar cell ? 4. Apakah kendala penggunaan solar cell ?

BAB II PEMBAHASAN II.1 PENGERTIAN SOLAR ENERGI Solar energy adalah radiant energi dari matahari, yg dapat berubah ke bentuk energi yang lain seperti panas dan listrik. Ada tiga tipe utama pembangkit solar listrik yaitu: - photovoltaic cells, - solar thermal plants, dan - solar tungku Ada tiga cara utama menggunakan energi Matahari: 1. Solar Cells (disebut juga dg "photovoltaic" atau "photoelectric" cells) yaitu alat untuk merobah cahaya langsung menjadi listrik. Pada saat cuaca cerah kita dapat memperoleh daya yang cukup untuk menghidupkan satu buah bola lampu 1000 W dari 1 m2 solar panel. Alat ini pd awalnya dikembangkan dalam rangka untuk

menyediakan kebutuhan listrik untuk satelit. Sekarang kebanyakan kalkulator sudah mengguna kan Solar cells sebagai sumber dayanya. 2. Solar water heating, Dimana panas dari Matahari digunakan untuk memanaskan air dalam gelas panel diatas atap rumah. Ini berarti kita tidak lagi menggunakan banyak gas atau listrik utk memanaskan air kebutuhan rumah tangga. Air dipompakan melalui pipa pipa dalam suatu panel. Pipa di cat dengan cat hitam sehingga dapat menyerap panas bila cahaya matahari mengenainya. Cara ini akan membantu kita membuat sistem pemanasan sentral.

3 Solar Furnaces . Solar Tungku menggunakan luasan yang sangat luas dari susunan kaca tinggi. Di Odellio, Perancis terdapat satu Solar Tungku ini sebagai tempat eksperimen ilmiah yang dapat mencapai temperatur 33.000 o C untuk mengumpulkan energi cahaya matahari kedalam ruangan yang sempit sebagai fokusnya dan menghasilkan temperatur yang sangat

II.2 SOLAR CELL Solar cell berfungsi sebagai pembangkit listrik dan merupakan suatu elemen aktif yang dapat mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel surya yang pada umumnya mempunyai ketebalan minimum 0.3 mm terbuat dari irisan bahan semi konduktor dengan kutup positip dan negatip, dimana prinsip kerjanya dengan memanfaatkan efek foto voltaik (efek yang dapat mengubah langsung cahaya matahari menjadi energi listrik, prinsip ini ditemukan oleh Bacquerel berkebangsaan Perancis pada tahun 1839).

Konversi Energi Photovoltaic. Energi radiasi surya dpt dirubah menjadi arus listrik searah dengan menggunakan lapisan2 tipis dari silikon (Si) murni atau bahan semikondutor lainnya. Sel surya fotovoltaik merupakan suatu alat yg dpt merubah energi sinar matahari secara langsung menjadi energi listrik.

Pada azasnya sel tsb merupakan suatu dioda semi konduktor yang bekerja menurut proses khusus yg dinamakan proses tak seimbang (non equilibrium process) dan berlandaskan efek fotovoltaik. Sel surya dapat menghasilkan tegangan antara 0,5 dan 1 volt tergantung intensitas cahaya dan zat semi konduktor yang dipakai. Susunan Solar Cell. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh 1 solar cell mempunyai daya yang kecil, untuk mendapatkan daya yang lebih besar maka solar cell tersebut dihubungkan secara seri atau paralel. Untuk memperbesar tegangan maka dipakai hubungan seri, dan untuk menaikan kemampuan arus, masing-masing rangkaian seri tersebut diparalelkan Susunan dari beberapa solar sel dinamakan modul beberapa modul disebut array. Bila susunan solar sel terdapat m buah fotovoltaik dlm hubungan seri dan n buah dlm hubungan paralel, dan tiap sel surya memp. arus Isc = Io dan tegangan Vsc = Vo untuk radiasi maksimum maka alat ini mempunyai daya puncak sebesar : Watt puncak : m.n. Io . Vo watt. Tegangan Output : m Vo votl Arus maksimum : n Io amper. dan susunan

Jenis solar cells panel • • • Polikristal (Poly-crystalline) Monokristal (Mono-crystalline) Amorphous

Polikristal (Poly-crystalline) Merupakan solar cells panel yang memiliki susunan kristal acak. Type Polikristal memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama, akan tetapi dapat menghasilkan listrik pada saat mendung. Monokristal (Mono-crystalline) Merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan. Amorphous Merupakan jenis solar cell yang lebih efektif untuk area yang luas yang digunakan solar cells panel. Keuntungan dasar dari a-Si dalam skala produksi yang besar bukan pada efisiensi, tetapi pada biaya. Sel a-Si menggunakan sekitar 1% silikon daripada sell c-Si, dan biaya untuk silikon adalah faktor terbesar dalam biaya sel. II.3 CARA KERJA SOLAR CELL Sinar matahari-mengandung foton-jatuh ke bumi selanjutnya, setelah foton mencapai panel surya, mereka diserap oleh bahan silikon untuk membentuk pasangan elektron-hole, hal ini menimbulkan medan listrik. Sehingga dapat menghasilkan arus dan timbul aliran listrik dengan sumber eksternal. II.4 KEUNTUNGAN PENGGUNAAN SOLAR CELL    Sumber energi tersedia sepanjang tahun dan gratis Bebas polusi udara Tidak bising

 

Tidak menyebabkan efek pemanasan global Aman

II.5 KENDALA PENGGUNAAN SOLAR CELL • Harga modul surya yang merupakan komponen utama SESF (Sistem Energi Surya Fotovoltaik) masih mahal • Sulit untuk mendapatkan suku cadang dan air accu , khususnya di daerah perdesaan • Pemasangan SESF di daerah perdesaan pada umumnya tidak memenuhi standar teknis yang telah ditentukan • Pada umumnya, penerapan SESF dilaksanakan di daerah pedesaan yang sebagian besar daya belinya masih rendah • Belum ada industri pembuatan sel surya di Indonesia, sehingga ketergantungan pada impor sangat tinggi.

BAB III PENUTUP III.1 KESIMPULAN 1. Modul sel surya atau disebut juga panel Photo Voltaik (Panel PV). Modul sel surya terdiri dari beberapa jenis ada yang berkapasitas 20 Wp, 30 Wp, 50 Wp, 100 Wp. Modul PV dilihat dari jenisnya dapat berjenis mono kristal, poli kristal, atau amorphous. 2. Penyimpan energi listrik atau dikenal dengan Aki ( battery ) yang bebas perawatan. Batere biasanya dapat bertahan 2-3 tahun. Kapasitas batere disesuaikan dengan kapasitas modul dan besar daya penggunaan listrik yang diinginkan. 3. Pengatur pengisian muatan batere atau disebut dengan kontroler pengisian (solar charge controller). Komponen ini berfungsi untuk mengatur besarnya arus listrik yang dihasilkan oleh modul PV agar penyimpanan ke batere sesuai dengan kapasitas batere. 4. Inverter, merupakan modul untuk mengkonversi listrik searah (dc) menjadi listrik bolak-balik (ac). Komponen ini digunakan ketika penggunaan listrik yang diinginkan adalah bolak-balik (ac). Meskipun begitu saat ini sudah banyak terdapat alat-alat elektronik maupun lampu penerang yang menggunakan tipe arus searah sehingga beberapa sistem solar cell tidak membutuhkan inverter ini. 5. Kabel (wiring), yang merupakan komponen standar sebagai penghubung tempat mengalirkan arus listrik. 6. Mounting hardware atau framework, yang merupakan pendukung untuk menempatkan atau mengatur posisi solar panel agar dapat menerima sinar matahari dengan baik. Biasanya framework digunakan untuk menempatkan solar panel pada posisi yang lebih tinggi dari bagian lain yang ada disekitarnya.

III.2 SARAN Saran yang dapat kami kemukakan terkait dengan penulisan makalah ini adalah agar dalam penulisan makalah yang relevan selanjutnya dapat mengemukakan pembuatan solar panel dan prinsip kerja soar cell secara mendetail.

DAFTAR PUSTAKA http://cv-power-bell.blogspot.com/2012/01/prinsip-kerja-sederhana-darisolar-cell.html http://tenagamatahari.wordpress.com/2012/02/17/prinsip-kerja-solarpanel-atau-photovoltaic-sistem/
http://www.alpensteel.com/article/46-102-energi-matahari--surya--solar/4264-defenisi-cara-kerja-aplikasi-fungsi-solar-cell.html

it.scribd.com/doc/34163961/Laporan-SoLar-SeL

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->