PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP BAGI HASIL BANK SYARIAH DITINJAU DARI SISTEM PENDANAAN, SISTEM PEMBIAYAAN, DAN LAPORAN

KEUANGAN PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG SURAKARTA

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta Oleh : DIAN TRIYANTI B 200 040 261

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SURAKARTA 2008

tetapi harus memiliki nilai ibadah. diperlukan lembaga yang mengendalikan dan mengatur dinamika ekonomi dalam hal ini perputaran uang dan barang. karakter luhur manusia. pengguna. 2002). serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran (IAI. Latar Belakang Masalah Sistem ekonomi yang berkembang dewasa ini adalah sistem kapitalisme dan sosialisme. Bank dalam bentuk dasarnya sesungguhnya banyak membawa manfaat. karena disitu bertemu para pemilik. keutuhan social dan pembalasan Allah di akhirat justru perkembangannya lebih lambat. dan pengelola modal. Bank merupaka n lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (deficit unit). Fungsi itu sekarang dikenal dengan nama bank. Dalam kacamata Islam kegiatan ekonomi tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan materi.BAB I PENDAHULUAN A. Untuk menciptakan keselarasan antara pertumbuhan dan pemerataan itu. Sistem ekonomi Islam mengabdikan kepada persaudaraan umat manusia yang disertai keadilan ekonomi dan sosial serta distribusi pendapatan yang adil. Sistem ini mengacu pada sekularisme yang sebenarnya bertentangan dengan Islam. Sementara ekonomi Islam yang lebih mempertimbangkan faktor nilai. .

nilainya yang universal. Bank yang b erdasarkan prinsip syariah. kerjasama (sharing) ataupun semua aspek ekonomi. istishna dan sebagainya tidak memuat adanya prinsip bunga seperti yang dikembangkan oleh bank konvensional. 2001): 1. ijarah. Indikasinya bisa dilihat dari dibolehkannya sistem barter . muarabahah. 2003). yaitu (Karim. keadilan. yaitu bahwa setiap transaksi ekonomi (muamalat) harus didasarkan pada asas kejujuran. Bank syariah memiliki produk atau jasa yang tidak akan ditemukan dalam operasi bank konvensional. Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang melaksanakan perantara keuangan dari pihak-pihak yang kelebihan dana kepada pihak-pihak lain yang membutuhkan berdasarkan prinsip-prinsip ajaran agama Islam. baik dalam perdagangan. Aturan ekonomi yang ada dalam Al Qur’an dan Al Hadits. mudharabah. di antara prinsip-prinsip tersebut yang paling utama adalah tidak diperkenankannya perbankan untuk meminta atau memberikan bunga kepada nasabahnya (Utami. 2. mayoritas bank yang berkembang di Indonesia adalah bank yang berorientasi pada prinsip konvensional. Prinsip-prinsip seperti musyarakah. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional. yaitu b ank berdasarkan prinsip syariah yang belum lama ini berkembang di Indonesia.2 Bank di Indonesia terbagi dalam dua kelompok konsep. jelas bahwa Islam benar-benar telah mengatur sistem ekonomi dengan teliti dan jelas melalui nilai. toleransi dan suka sama suka.

sewa menyewa. Keterbukaan perusahaan dapat berupa pengaturan dan pengawasan perbankan berdasarkan .3 (materi dan manfaat). kerja sama dan lainnya. Berkembangnya bank syariah di negara-negara Islam berpengaruh ke Indonesia. Sejalan dengan adanya perubahan UndangUndang yang terjadi dari tahun 1967 sampai dengan tahun 1999 tentang perbankan. 2003). baik melalui jual beli. Islam juga telah memberikan kebebasan yang seluasluasnya dalam melakukan transaksi ekonomi (selama tidak melanggar nilainilai universal Islam) bahkan menyuruh umatnya untuk terus dinamis dalam menciptakan kemudahan transaksi melalui beberapa instrume n agar selalu update dan valid dengan perubahan waktu dan tempat. Perkembangan sistem ekonomi Syariah dalam satu dekade terakhir ini di Indonesia terlihat semakin pesat. penggadaian. Pada awal periode 1980-an diskusi mengenai bank syariah sebagai pilar ekonomi Islam mulai dilakukan. Hal itu ditandai dengan berdirinya lembaga-lembaga keuangan syariah seperti Bank Syariah. Namun persaingan yang semakin ketat serta kondisi yang serba tidak menentu menuntut keterbukaan bagi setiap perusahaan. yang mana telah memberikan amanat kepada bank Indonesia untuk merekomendasikan prinsip syariah. Berlakunya Undang-Undang perbankan berdasarkan prinsip syariah secara resmi telah dilegitimasi keberadaan Dual Banking System atau system perbankan ganda yaitu perbankan berdasarkan konvensional dan berdasarkan prinsip syariah (Gunawan. Prakarsa yang lebih khusus untuk mendirikan bank Islam di Indonesia baru dilakukan pada awal tahun 1990.

Oleh karena itu.4 penyampaian informasi perusahaan secara berkualitas. Bagi para investor informasi yang disampaikan oleh manajemen bank syariah dijadikan sebagai alat analisis dan pengawasan terhadap kinerja manajemen. 1997) Akuntansi konvensional yang sekarang berkembang adalah sebuah disiplin dan praktik yang dibentuk dan membentuk lingkungannya. Sementara bagi manajemen. Sistem akuntansi yang ada di Indonesia sekarang ini terlalu mengadopsi pola pikir barat dengan segala kebudayaannya. maka informasi yang disampaikannya akan mengandung nilai-nilai kapitalis. Paham . Singkatnya. keterbukaan informasi dimaksudkan untuk menunjukkan keseriusan dalam mengelola perusahaan secara pr ofesional serta mengikuti aturan yang berlaku. Perbedaan prinsip antara bank konvensional dan bank syariah menjadikan penyajian laporan keuangannya juga berbeda. Jaringan inilah yang akhirnya mengikat manusia dalam samsara kapitalisme. Kemudian keputusan dan tindakan ekonomi yang diambil pengguna informasi tersebut juga mengandung nilai-nilai kapitalis. informasi akuntansi yang kapitalistik akan membentuk jaringan kuasa yang kapitalistik juga. Laporan keuangan merupakan bagian dari ringkasan proses pencatatan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. jika akuntansi dilahirkan dalam lingkungan kapitalis. yang dibuat oleh manajemen untuk tujuan pertanggungjawaban yang dibebankan oleh para pemilik perusahaan (Baridwan.

5 kapitalisme lebih menekankan pada prinsip perolehan laba dan keuntungan yang lebih memihak kepada pemilik modal saja tanpa memperhatikan aspek aspek lain yang sebenarnya lebih memegang peranan penting daripada pemilik modal itu sendiri. bahkan termasuk mengawasi agar tidak terjadi benturan kepentingan antara perusahaan yang bisa merugikan kalangan lain. Dalam penyusunan akuntansi Islam kemungkinan ada persamaan dengan akuntansi konvensional khususnya dalam teknik dan operasionalnya. window dressing. Akuntansi syariah bukan selalu bicara angka. timbangan. Akuntansi syariah ini untuk menghindari terjadinya praktek kecurangan seperti earning management. akuntasi Islam menjadi pelopor dalam penegakan ketertiban pembukuan. domain akuntansi juga mengukur perilaku (behavior). pembagian yang adil. lapping dan teknik-teknik lainnya ya ng biasa digunakan oleh manajemen perusahaan konvensional dalam penyusunan laporan keuangan. Seperti dalam bentuk pemakaian buku besar. Salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi oleh kalangan perbankan syariah saat ini adalah standarisasi sistem akuntansi dan audit. income smoothing. Diketahui bahwa diantara . Namun perbedaan akan kembali mengemuka ketika membahas subtansi dari isi laporannya. proses penyusunan bisa sama. karena berbedanya filosofi. Sebaliknya. yang bertujuan untuk menciptakan transparansi keuangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan keuangan kepada masyarakat. pelarangan penipuan mutu. sistem pencatatan. Konsekuensinya.

Karena itu. 59 par. tidak diberlakukannya bunga dan sistem pembagian profit antara lembaga keuangan dengan pihak peminjam dana. dan kepercayaan terhadap kesesuaian operasional bank dengan sistem syariah Islam. Karena akuntansi konvensional yang dikenal saat ini diilhami dan berkembang berdasarkan tata nilai yang ada dalam masyarakat barat. Salah satu sumber utama untuk meraih kepercayaan publik adalah tingkat kualitas informasi yang diberikan kepada publik. 1). menyangkut pengakuan.6 kunci kesuksesan suatu bank syariah sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan publik terhadap kekuatan finansial bank yang bersangkutan. dimana bank syariah harus mampu meyakinkan publik bahwa mereka memiliki kemampuan dan kapasitas di dalam mencapai tujuan-tujuan finansial maupun tujuan-tujuan yang sesuai dengan syariat Islam. Hasil penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa perbedaan yang cukup mendasar adalah konsep pinjaman yang dianggap sebagai investasi. Penelitian ini merujuk pada hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nasrullah (2004) meneliti tentang akuntansi syari’ah sebagai model alternatif dalam pelaporan keuangan. Kepercayaan ini terutama kepercayaan yang diberikan oleh para depositor dan investor. dan pengungkapan dalam sebuah sistem akuntansi (PSAK No. maka kerangka konseptual yang dipakai sebagai dasar pembuatan dan pengambangan standar akuntansi berpihak kepada kelompok kepentingan tertentu. 2005). membangun sebuah sistem akuntansi dan audit yang bersifat standar telah menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi. pengukuran. penyajian. dimana keduanya termasuk stakeholder utama sistem perbankan di dunia (Syauqi. .

Selanjutnya produk pembiayaan pada Bank Syariah menggunakan beberapa konsep aqad muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendanaan b ank syariah adalah dengan menghimpun dana dari pihak ketiga. Al Musyarakah (Kerjasama Modal Usaha) Al Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dan masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. yaitu konsep pinjaman yang dianggap sebagai investasi. Dalam penghimpunan dana masyarakat. tidak diberlakukannya bunga. antara lain sebagaimana yang dibahas berikut ini. sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik moda l. seperti giro.7 Noefeiman (2006) yang mengamati tentang sistem pendanaan dan sistem pembiayaan di bank syariah. dan sistem . tabungan atau deposito dengan formulasi yang berbeda dengan cara bank konvensional. Bank Syariah dapat menggunakan produk yang telah dikenal. Wadiah adalah memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga harta/barangnya dengan secara terang-terangan atau dengan isyarat yang semakna dengan itu. Penelitian ini berhasil menemukan beberapa perbedaan yang cukup mendasar antara akuntansi konvensional dan syariah. Assegaff (2005) meneliti te ntang akuntansi pada investasi syariah. Sedangkan Mudarabah (sebagian ahli menyebutnya Qirad) adalah suatu bentuk perniagaan di mana pemilik modal (sahibul maal) menyetorkan sejumlah modal kepada pengusaha ( udharib) m guna diusahakan dengan keuntungan yang akan dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak. yakni dengan skim wadiah dan mudharabah.

Legalitas dan kebebasan tidak menghapuskan semua larangan tata aturan dan norma yang ada di dalam kehidupan berbisnis. dimana keduanya termasuk . hal ini menyebabkan terjadinya berbagai perbedaan dengan akuntansi konvensional yang didasarkan pada sistem kapitalisme. yang bertujuan untuk menciptakan transparansi keuangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan keuangan kepada masyarakat. fungsi lembaga keuangan adalah jembatan penghubung dalam melakukan pemerataan kekayaan. Kepercayaan ini terutama kepercayaan yang diberikan oleh para depositor dan investor. Kunci kesuksesan bank syariah sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan publik terhadap kekuatan finansial bank yang bersangkutan. Fungsi lembaga keuangan dalam ekonomi konvensional adalah memaksimalkan keuntungan sementara dalam syariah. dan kepercayaan terhadap kesesuaian operasional bank dengan sistem syariah Islam. Penelitian Gamal (2006) tentang aplikasi akad syariah dalam bisnis menunjukkan bahwa sistem ekonomi syariah mempunyai produk yang jauh lebih lengkap dari lembaga keuangan yang berdasarkan ekonomi konvensional yang pelaporannya dapat dipertanggung jawabkan dalam laporan keuangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi oleh kalangan perbankan syariah saat ini adalah standarisasi sistem akuntansi dan audit. Purnama (2002) meneliti tentang perlakuan akuntansi bagi hasil ada bank Margiz di Yogyakarta.8 pembagian profit antara lembaga keuangan dengan pihak peminjam dana pada bank berbasis syariah. Akuntansi syariah didasarkan atas asas tolong menolong.

Penelitian Suhada (2006) tentang penerapan pembiayaan murabahah yang diterapkan oleh PT BNI (Persero) Tbk Kantor Syariah Cabang Medan dan apakah penerapannya telah sesuai dengan PSAK 59: Penelitian dimaksudkan untuk mende skripsikan bagaimana penerapan sistem pembiayaan murabahah. yaitu penerapan pada pembiayaan murabahah yang relatif kecil.9 stakeholder utama sistem perbankan di dunia ini. juga lebih cocok untuk menggiatkan sektor riil. BNI Syariah Cabang Medan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada nasabah untuk langsung membeli barang kepada supplier. kurangnya regulasi dalam pemberlakuan sistem ekonomi syariah. hal ini tidak sesuai denga n PSAK No. karena meningkatkan . tantangan yang terberat kedepannya adalah bagaimana menciptakan standar metodologi akuntansi terhadap beragam tipe pola atau skema pembiayaan perbankan syariah yang dapat diterima secara internasional.59 paragraf 52 yang mengatur tentang pengakuan dan pengukuran investasi mudharabah. Namun ada beberapa hal yang masih belum tepat dalam penerapannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum penerapan pembiayaan murabahah yang diterapkan oleh BNI Syariah telah sesuai dengan PSAK No. dan kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas dalam intenal perbankan. 59 dan Peraturan Bank Indonesia. Pola pembiayaan bagi hasil selain merupakan esensi pembiayaan syariah. Selanjutnya penelitian Ascarya dan Diana (2006) membuktikan masih rendahnya penggunaan sistem bagi hasil dalam pembiayaan proyek di Indonesia karena masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem ekonomi syariah.

dan pelaporan keuangan ? . penyajian. 5 yang mengatur 9 tentang pengakuan. maka masalah yang muncul dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah perlakuan akuntansi (pengakuan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas.10 hubungan langsung dan pembagian risiko antara investor dengan pengusaha. Sistem Pembiayaan. prosedur sistem pembiayaan dan pendanaan. B. dan Laporan Keuangan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Surakarta”. dan penerapan pembiayaan bank syariah. sehingga pembiayaan bagi hasil seharusnya lebih diutamakan dan dominan dibandingkan dengan pembiayaan non bagi hasil. Sebagian besar ulama dan pakar juga sependapat bahwa bank syariah merupakan bank yang berprinsip utama bagi hasil. penyajian. Perumusan Masalah Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas. Perbedaan penelitian ini dengan beberapa penelitian terdahulu yang menggambarkan tentang model pelaporan keuangan. akuntansi investasi syariah. pengukuran. dan pengungkapan) terhadap bagi hasil bank syariah ditinjau dari sistem pendanaan. sistem pembiayaan. dan pengungkapan akuntansi perbankan syariah. pengukuran. maka penelitian ini bermaksud menelaah lebih jauh tentang bagaimana konsep bagi hasil dalam perbankan syariah untuk mengakomodasi aturan yang ditetapkan yaitu PSAK No. maka penulis mengambil judul penelitian “Perlakuan Akuntansi Terhadap Bagi Hasil Bank Syariah Ditinjau dari Sistem Pendanaan.

Perlakuan akuntansi terhadap bagi hasil bank syariah pada sistem pendanaan. sistem pembiayaan. dosen. dan pengungkapan) terhadap bagi hasil bank syariah ditinjau dari sistem pendanaan. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh bukti empiris tentang: 1. dan pengungkapan pada sistem pendanaan. sistem pembiayaan. dan pelaporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (PSAK 59 )?. penyajian. dan pelaporan keuangan 2. dan pelaporan keuangan di bank syariah 2.11 2. . Apakah perlakuan akuntansi terhadap bagi hasil bank syariah pada sistem pendanaan. sistem pembiayaan. Dapat memberikan kontribusi terhadap akademisi. pengukuran. dan mahasiswa sebagai tambahan referensi dalam melakukan penelitian sejenis di masa mendatang. penyajian. dan pelaporan keuangan apakah sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (PSAK 59). D. sistem pembiayaan. C. Manfaat Penelitian Adapun beberapa manfaat yang diharapkan dalam penelitian adalah sebagai berikut : 1. Perlakuan akuntansi (pengakuan. pengukuran. Memberikan tambahan informasi bagi masyarakat umum tentang pengakuan.

tinjauan penelitian sebelumnya. teknik pengumpulan data. sistem pendanaan. perumusan masalah. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan menguraikan teori-teori yang mendasari penelitian ini. yaitu : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah. . dan teknik analisis data. dan pembahasan hasil analisis data. BAB III : METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan menguraikan tentang jenis penelitian. data dan sumber data. BAB V : PENUTUP Berisi kesimpulan. analisis data. sistem pembiayaan. yang meliputi pengertian bank syariah. Sistematika Penulisan Agar pembahasan mudah dilakukan. BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Berisi deskripsi hasil penelitian. dan saran. maka dalam penyusunan dan penulisan hasil penelitian ini akan dibagi dalam lima bab. bagi hasil.12 E. tujuan penelitian. pelaporan keuangan. dan kerangka pemikiran. manfaat penelitian dan sistematika penulisan. keterbatasan penelitian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful