P. 1
IPS 8

IPS 8

|Views: 2,468|Likes:
Published by Missy Olin

More info:

Published by: Missy Olin on Nov 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

1. PD 2 dimulai pada 1 September 1939, ketika Jerman menyerbu
Polandia.
2. Perang besar terjadi karena persaingan negara-negara Eropa
untuk memperebutkan daerah industri dan daerah koloni di
berbagai belahan dunia.
3. Perang dunia melibatkan dua kelompok besar:
a. Blok sekutu terdiri dari Inggris, Perancis, Amerika Serikat,
Russia, Belanda, Norwegia, Australia, China, dll.
b. Blok poros atau AS terdiri dari Jerman, Italia, dan Jepang.
4. Keterlibatan Jepang dalam PD 2 diawali dengan melakukan
serangan terhadap Pangkalan Amerika Serikat, Pearl Harbour di
Hawai, 7 Desember 1941.
5. Jepang berhasil menguasai Asia Timur sampai Asia Tenggara
selama sekitar 3 bulan.
6. Indonesia jatuh ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942,
setelah pemerintah Belanda menyerah tanpa syarat kepada
Jepang di Kalijati.
7. Untuk menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik atau Perang Asia
Timur Raya, sekutu membentuk:
a. ABCD (Amerika, British, China, Ducth).
b. ABDA.Com (Amerika, British, Dutch, Australia Command.
8. Jepang mulai terdesak dalam PD setelah kekalahannya dalam
pertempuran di Laut Karang, 7 Mei 1942.

2 SMP 7 PENABUR 12/13

9. Satu persatu pusat pertahanan Jepang di Pasifik jatuh ke tangan
Sekutu dipimpin Jenderal Douglas Mc Arthur dan Laksamana
Chester Nimitz.
10. PD 2 berakhir setelah AS menjatuhkan bom atom di kota
Hiroshima, 6 Agustus 1945 dan Nagasaki, 9 Agustus 1945.
11. Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada
tanggal 14 Agustus 1945, dan upacara resmi penyerahan Jepang
terhadap sekutu dilakukan pada 2 September 1945 di atas

geladak kapal AS ‘Missouri’ di Teluk Tokyo.

12. Faktor yang mempengaruhi bangsa Indonesia tidak mengetahui
berita kekalahan Jepang dalam PD adalah:
a. Jepang merahasiakan kekalahannya kepada rakyat Indonesia.
b. Jepang menyegel siaran-siaran radion dari luar negeri.
c. Lokasi PD 2 jauh dari wilayah Indonesia.
13. Kelompok pemuda Indonesia membangun pemancar radio gelap di
Bandung dan berhasil menyadap siaran radio dari BBC (British
Broadcasting Cooperation).
14. Tokoh yang pertama kali mendengar peristiwa menyerahnya
Jepang kepada Sekutu adalah Sutan Syahrir.
15. Berita kekalahan Jepang disebarluaskan kepada Soekarno, Hatta,
golongan pemuda, dan para pejuang lain di Jakarta.
16. Dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu maka di Indonesia
terjadi kekosongan kekuasaan atau ‘Vacum of Power’.
17. Para pejuang Indonesia terbagi menjadi:
a. Golongan tua:
Ir. Soekarno.
Drs. Mohammad Hatta.
Mr. ahmad Subardjo.
Mr. Mohammad Yamin.

3 SMP 7 PENABUR 12/13

Mr. A. A. Maramis.
Andul Kahar Muzakir.
Wachid Hasyim.
Agus Salim.
Abikusno Cokrosuyoso.
b. Golongan muda:
BM. Diah.
Syarif Tayeb.
F. Gulton.
Pandu Kertawiguna.
Adam Malik.
Sukarni.
Sutarjo.
Lukman Hakim.
Supeno.
Chaerul Saleh.
Harsono Cokroaminoto.
Sudiro.
Mohammad Noor.
Muwardi.
K. Sukardi.
Ismael Thayeb.
Mohammad Roem.
Anwar Cokroaminoto.
Abdul Rivai.
Sayuti Melik.
Yusuf Kunto.

4 SMP 7 PENABUR 12/13

18. Di antara golongan muda dan golongan tua ada sedikit perbedaan

pendapat, terutama mengenai ‘waktu dan cara pelaksanaan
Proklamasi’.

19. Para pemuda berpendapat bahwa proklamasi harus dilakukan
secepatnya tanpa melalui PPKI.
20. 15 Agustus 1945, Para pemuda mendesak Soekarno-Hatta segera
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia lepas dari Jepang.
21. Para pemuda mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi, Jalan
Pegangsaan Timur, Jakarta, 15 Agustus 1945, yang dihadiri oleh:
a. Chaerul Saleh.
b. Djohar Nur.
c. Kusnandar.
d. Subadio.
e. Margono.
f. Wikana.
g. Armansyah.
22. Rapat tersebut dipimpin Chaerul Saleh dan memustuskan bahwa
kemerdekaan Indonesia adalah hak bangsa Indonesia sendiri dan
tidak dapat tergantung pada bangsa lain.
23. Keputusan rapat golongan muda disampaikan kepada Soekarno
oleh Wikana dan Darwis.
24. Mereka menuntut Soekarno agar memproklamasikan
kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945.
25. Rapat terakhir pemuda pada 16 Agustus 1945 di Baperpi, Jalan
Cikini 71, Jakarta dihadiri oleh Sukarni, Yusuf Kunto, Muwardi,
Shodanco Singgih, Chaerul Saleh, dll, memutuskkann unntuk
membawa Soekarnno-Hatta ke Rengasdengklok.
26. Soekarno-Hatta dibawa pada tanggal 16 Agustus 1945, pukul
04.00 pagi.

5 SMP 7 PENABUR 12/13

27. Tugas untuk membawa Soekarno-Hatta dibawa kepada Shodanco
Singgih, dengan tujuan:
a. Menjauhkan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang.
b. Mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamasikan
kemerdekaan.
28. Para pemuda mendesak Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan
kemerdekaan tanpa melalui sidang PPKI atau tanpa campur tangan
Jepang.
29. Mr. Ahmad Subarjo dan Wikana sepakat bahwa proklamasi
kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta.
30. Laksamana Tadashi Maeda bersedia meminjamkan rumahnya
untuk menyusun naskah proklamasi dan menjamin keamanannya.
31. Mr. Ahmad Subarjo, Wikana, dan Sudiro menjemput Soekarno-
Hatta.
32. Ahmad Subarjo dan Shodanco Subeno sepakat untuk melepaskan
Soekarno-Hatta.
33. Ahmad Subarjo menjamin bahwa proklamasi akan dilaksanakan
pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.
34. Tim perumus proklamasi terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta,
dan Ahmad Subarjo.
35. Dalam proses penyusunan naskah Proklamasi:
a. Soekarno sebagai penulis.
b. Ahmad Subarjo dan Mohammad Hatta menyumbangkan
pendapat dan pemikirannya secara lisan.
36. Perumusan naskah proklamasi disaksikan wakil golongan muda:
a. Sukarni.
b. BM. Diah.
c. Sudiro.

6 SMP 7 PENABUR 12/13

37. Naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.
38. Naskah proklamasi hasil ketikan Sayuti Melik yang ditandatangani
oleh Soekarno-Hatta disebut naskah proklamasi autentik.
39. Naskah proklamasi ditandatangan Sokarno-Hatta atas usulan
Sukarni.
40. Perbedaan antara naskah teks proklamasi tulisan tangan
Soekarno dengan naskah yang autentik adalah:
a. Kata tempoh diganti tempo.
b. Tulisan wakil-wakil bangsa Indonesia diganti atas nama bangsa
Indonesia.
c. Tulisan Djakarta 17-08-05 diganti Djakarta hari 17 boelan 8
tahoen 05.
41. Pada awalnya pelaksanaan prokalamasi akan diadakan di Lapangan
IKADA, tetapi pihak Jepang tidak mengizinkan sehingga
dipindahkan di Rumah Ir. Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur
No.56.
42. Pelaksanaan proklamasi dilaksanakan secara spontan dan
sederhana:
a. Bendera Merah Putih dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati.
b. Sound system dipinjam dari sebuah toko elektronik.
43. Tokoh-tokoh yang hadir:
a. Dr. Buntaran Mato Atmojo.
b. Otto Iskandardinata.
c. AA. Maramis.
d. Latuharhary.
e. Abikusno Cokrosuyoso.
f. Anwar Cokroaminoto.
g. Ki Hajar Dewantara.
h. Sam Ratu Langi.

7 SMP 7 PENABUR 12/13

i. KH Masn Masyur.
j. Mr. Sartono.
k. Sayuti Melik.
l. Pandu Kartawiguna.
m. M. Tabrani.
n. Dr. Muwardi.
o. AG. Pringgadigda.
p. Muwardi.
q. SK. Tri Murti.
r. Fatmawati.
44. Acara dimulai pukul 10.30, dengan susunan:
a. Pidato pengantar yang disampaikan Soekarno berisi Proklamasi
yang akan dilaksanakan adalah atas kesanggupan dan kekuatan
bangsa Indonesia.
b. Pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
c. Pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat
dan Suhud.
d. Menyanyikan lagu Indonesia Raya mengiringi pengibaran
bendera.
e. Sambutan singkat dari walikota Jakarta, Dr. Suwiryo dan Dr.
Muwardi.
45. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah pernyataan
bangsa Indonesia sendiri dan hasil perjuangan bangsa Indonesia
sendiri.

8 SMP 7 PENABUR 12/13

46. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 mempunyai arti
penting:
a. Puncak perjuangan rakyat Indonesia yang berlangsung
berabad-abad untuk membangun persatuan dan kesatuan serta
merebut kemerdekaan dari penjajah.
b. Alat hukum internasional untuk memberitahukan kepada dunia
internasional dan kepada rakyat Indonesia bahwa sejak saat
itu bangsa Indonesia telah lahir sebagai bangsa yang merdeka
dan menentukan nasibnya sendiri.
c. Detik penjebolan tata hukum kolonial dan awal penyusunan
hukum nasional Indonesia dengan proklamasi sebagai norma
pertama dari tata hukum Indonesia, maka lahirlah Negara
Republik Indonesia.
d. Indonesia terlepas dari janji-janji kemerdekaan Jepang dan
dimulainya revolusi rakyat Indonesia untuk mepertahankan dan
mengisi kemerdekaan.
47. Usaha penyebarluasan berita proklamasi dilakukan dengan
berbagai cara:
a. Melalui siaran kantor berita Jepang ’Domei’ (sekarang
ANTARA), oleh:
Adam Malik.
Rinto Alvi.
Asa Bafagih.
Marchonis F Wus.
Syachrudin.
Waidan B Palenewen.
P. Lubis.

9 SMP 7 PENABUR 12/13

b. Melalui siaran radio Jepang ‘Hoso Kanri Kyoku’ (sekarang RRI),

oleh:
Syaehruddin.
Yusuf Ronodipuro.
Bachtiar Lubis.
Suprapto.
c. Melalui berita resmi yaitu berita proklamasi yang disampaikan
langsung oleh para tokoh yang hadir dalam peristiwa
proklamasi atau sidang PPKI, termasuk mereka yang baru
diangkat sebagai gubernur daerah.
d. Melalui Ekspedisi Laskar Rakyat yaitu untuk menjangkau
daerah terpencil atau pedalaman melalui rombongan khusus:
Rombongan BPRI.
Rombongan Mohammad Noer ‘1001’.
Rombongan Rahadi Usman.
e. Melalui cara lain seperti surat kabar, poster, coret-coretan,
dan komunikasi antarpenduduk dengan bantuan beberapa orang
teknisi radio antara lain Sukarman, Sutanto, Susiloharjo, dan
Suhandar, yang berhasil mendirikan pemancar baru di Menteng
31 dengan kode DJK1.
48. Menurut tata hukum internasional, suatu negara harus memenuhi
syarat: ada rakyat, ada wilayah, ada pemerintahan yang
berdaulat, dan mendapat pengakuan dari negara lain atau dunia
internasional.
49. Untuk memenuhi persyaratan tata hukum internasional,PPKI
mengadakan sidang pada 18 Agustus 1945.
50. PPKI beranggotakan 21 orang dan bertambah menjadi 27 orang
agar PPKI menjadi bersifat nasional dan representatif, mewakili
seluruh rakyat Indonesia.

10 SMP 7 PENABUR 12/13

51. Nama-nama anggota PPKI:
a. Ketua :

Ir. Soekarno.

b. Wakil :

Drs. Mohammad Hatta.

c. Anggota:
Sorpomo.
Radjiman.
Soeroso.
Sortardjo.
Wachid Hasyim.
Ki Bagus Hadikusumo.
Otto Iskandardinata.
Soeryo Hamidjoyo.
Abdul Kadir.
Poeroeboyo.
Yap Tjwan Bing.
Dr. Amir.
Abdul Abas.
Teuku Mohammad Hasan.
Ratulangi.
Hamdani.
Andi Pangeran.
I Gusti Ketut Pudja.
Wiranata Kusuma.
Ki Hajar Dewantara.
Kasman Singodimejo.
Sayuti Melik.
Iwa Kusuma Sumantri.
Achmad Subarjo.

11 SMP 7 PENABUR 12/13

52. Sidang PPKI, 18 Agustus 1945, menghasilkan keputusan penting
dalam penyusunan kelengkapan Negara Republik Indonesia:
a. Mengesahkan UUD 1945 DENGAN MENETAPKAN:
Piagam Jakarta, 22 Juni 1945, perubahan pada sila pertama
sebagai Pembukaan UUD 1945.
Rancangan hukum dasar (batang tubuh) terdiri dari:
16 bab.
37 pasal.
4 aturan peralihan.
2 ayat aturan tambahan.
b. Mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh.
Hatta sebagai wakil presiden pertama atas usul Otto
Iskandardinata.
c. Presiden sementara dibantu Komite Nasional yang berfungsi
sebagai DPR.
53. Sidang kedua PPKI, 19 Agustus 1945, menyusun kelengkapan
NKRI:
a. Menetapkan susunan kementerian yang terdiri dari 12
kementerian atau departemen.
b. Menetapkan pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi.
54. Sidang ketiga PPKI, 22 Agustus 1945, upaya penyusunan
kelengkapan negara:
a. Pembentukan Kominte Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di
Jakarta dan Komite Nasional Indonesia Daerah di tiap
provinsi.
Kepengurusan KNIP terbentuk pada 25 Agustus 1945.
Ketua : Mr. Kasman Singodimejo.
KNIP memiliki wewenang untuk menetapkan GBHN sebelum
terbentuk MPR hasil pemilu.

12 SMP 7 PENABUR 12/13

b. Pembentukan Partai Nasional Indonesia (PNI).
Keputusan ini ditangguhkan dan dikeluarkan maklumat, 3
November 1945, berisi:
Pemerintah menghendaki adanya sistem multi partai.
Diharapkan partai-partai politik tersebut terbentuk
sebelum pemilihan Badan Perwakilan Rakyat pada Januari
1946.
c. Pembentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), 23 Agustus 1945.
Terdiri dari bekas anggota PETA, HEIHO, Seinendan,
Keibodan, Susyintai, dan gerakan atau laskar pemuda.
55. Pembentukan BKR membuat pemuda kecewa dan tidak puas,
mereka menghendaki pembentukan Tentara Nasional.
56. Para pemuda kemudia membentuk Badan Perjuangan yang
kemudian menyatukan diri dalam sebuah Komite Van Aksi yang
bermarkas di Jalan Menteng 31, dipimpin oleh Adam Malik,
Sukarni, Chairul Saleh, dan Maruto Nitimiharjo.
57. Badan-badan perjuangan yang bernaung di bawah Komite Van Aksi
adalah:
a. Angkatan Pemuda Indonesia (API).
b. Barisan Rakyat Indonesia (BARA).
c. Barisan Buruh Indonesia (BBI).
58. Badan perjuangan lainnya dibentuk di seluruh Jawa:
a. Barisan Banteng.
b. Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS).
c. Pemuda Indonesia Maluku.
d. Hizbullah.
e. Sabilillah.
f. Pemuda Sosialis Indonesia (PSI).
g. Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI).

13 SMP 7 PENABUR 12/13

h. Tentara Pelajar (TP).
i. Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).
59. Badan perjuangan yang dibentuk di luar jawa:
a. Aceh:

Barisan Pemuda Indonesia (BPI).
Angkatan Pemuda Indonesia (API).
b. Sumatera Utara: Pemuda Republik Andalas.
c. Sumatera Barat: Pemuda Andalas dan Pemuda Republik
Indonesia Andalas Barat.
d. Sulawesi Selatan:
Barisan Pemuda Nasional Indonesia (BPNI).
Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI).
Pemuda Merah Putih.
Penunjang Republik Indonesia.
60. Menteri yang memimpin Departemen:
a. enteri Dalam Negeri

: R. A. Wiranata Kusuma

b. Menteri Luar Negeri

: Mr. Ahmad Soebardjo

c. Menteri keuangan

: Mr. A. A. Maramis

d. Menteri kehakiman

: Prof. Dr. Mr. Soepomo

e. Menteri Kemakmuran

: Ir. Surachman Cokroadisuryo

f. Menteri Keamanan Rakyat : Supriadi
g. Menteri Kesehatan

: Dr. Buntaran Martoatmodjo

h. Menteri Pengajaran

: Ki Hajar Dewantara

i. Menteri Penerangan

: Mr. Amir Syarifuddin

j. Menteri Sosial

: Mr. Iwa Kusuma Sumantri
k. Menteri Pekerjaan Umum : Abikusno Cokrosuyoso
l. Menteri Perhubungan

: Abikusno Cokrosuyoso

14 SMP 7 PENABUR 12/13

61. Wilayah RI dan gubernurnya:
a. Sumatera

: Tengku Moh. Hasan

b. Jawa Barat

: Sutarjo Kartohadikusumo

c. Jawa Tengah : R. P. Suroso
d. Jawa Timur

: R. A. Suryo

e. Sunda Kecil

: Mr. I Gusti Ketut Puja

f. Sulawesi

: Dr. G. S. J. J. Ratulangi

g. Kalimantan

: Ir. Pangeran Muhammad Noor

h. Maluku

: Dr. J. Latuharhary
62. Pada awal berdirinya RI, pemerintah hanya membentuk BKR yang
bersifat semi militer karena keadaan yang tidak mendukung.
63. Dibentuklah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada 5 Oktober
1945 dipimpin Oeriep Soemoharjo.
64. Panglima besar TKR adalah Kolonel Sudirman.
65. Kepolisian negara dibentuk pada 29 September 1945 dengan
Kepala Kepolisian RI dipimpin oleh Said Sukanto Cokrodiatmojo.
66. Rapat Raksasa di Lapangan IKADA, 19 September 1945, dihadiri
oleh sekitar 300.000 orang dari Jakarta, Tangerang, Pasar
Minggu, Bekasi, Kebayoran, dan para pemuda dari berbagai
organisasi seperti Keibodan, Seinendan, Barisan Pelopor, dan BKR.
67. Tujuan rapat raksasa di IKADA adalah:
a. Mendengarkan pidato Soekarno-Hatta berkaitan dengan
kemerdekaan.
b. Menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan.
c. Pernyataan kebulatan tekad rakyat Indonesia untuk
mendukung dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
68. Rapat raksasa dipelopori oleh kelompok Pemuda Menteng 31 atan
Van Aksi Menteng 31.

15 SMP 7 PENABUR 12/13

69. Presiden Soekarno akhirnya datang dan berpidato untuk
memberikan semangat perjuangan kepada seluruh rakyat dan
menyampaikan pesan agar rakyat tetap tenang dan waspada serta
segera pulang dengan tertib sambil menunggu intruksi pemerintah
selanjutnya.
70. Rapat raksasa di IKADA membuktikan bahwa rakyat memiliki
semangat dan tekad untuk berjuang dan tidak gentar menghadapi
bahaya apa pun demi mempertahankan kemerdekaan.
71. 5 September 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan
dukungannya terhadap kemerdekaan RI, dengan menyatakan
bahwa ‘Yogyakarta yang bersifat kerajaan sebagai daerah
Istimewa dalam negara RI’.
72. Pernyataan Sri Sultan berisi:
a. Yogyakarta bersifat kerajaan sebagai daerah istimewa dalam
negara RI.
b. Sebagai kepala daerah, Sri Sultan memegang kekuasaan
pemerintah daerah Yogyakarta.
c. Sri Sultan bertanggung jawab langsung kepada presiden RI.
73. Arti penting pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX bagi
perjuangan bangsa Indonesia adalah:
a. Mendorong daerah lain yang berstatus otonomi untuk
bergabung dengan negara RI.
b. Membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan.
c. Kemerdekaan mendapat dukungan dari seluruh rakyat
Indonesia.
74. Bentrokan antara pemuda melawan pasukan Jepang terjadi di
berbagai daerah dan kota besar seperti Jakarta, Surabaya,
Yogyakarta, Bandung, Medan, Aceh, Lampung, Semarang,
Gorontalo, Manado, Makassar, Balikpapan, Sumbawa, dan Bali.

16 SMP 7 PENABUR 12/13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->