HEWAN DAN LINGKUNGANNYA Lingkungan hewan adalah semua faktor biotic dan abiotik yang ada di sekitarnya dandapat

mempengaruhinya. Hewan hanya dapat hidup, tumbuh dan berkembang biak dalamsuatu lingkungan yang menyediakan kondisi dan sumberdaya serta terhindar dari faktor-faktor yang membahayakan.Begon (1996), membedakan faktor lingkungan bagi hewan ada 2 kategori,yaitu;Kondisi dan Sumberdaya. Kondisi adalah faktor-faktor lingkungan abiotik yangkeadaannya berbeda dan berubah sesuai dengan perbedaan tempat dan waktu.Hewan bereaksi terhadap kondisi lingkungan, yang berupa perubahan-perubahanmorfologi, fisiologi dan tingkah laku. Kondisi lingkungan antara lain berupa.; temperature,kelembaban, Ph, salinitas, arus air, angina, tekanan, zat-zat organic dan anorganik. Sumberdaya adalah segala sesuatu yang dikonsumsi oleh organisme, yang dapatdibedakan atas materi, energi dan ruang. Sumberdaya digunakan untuk menunjukkan suatufaktor abiotik maupun biotikyang diperlukan oleh hewan, karena tersedianya di lingkungan berkurang apabila telah dimanfaatkan oleh hewan. Setiap hewan akan bervariasi menurutruang (tempat) dan waktu. Oleh karena itu setiap hewan senantiasa berusaha untuk selaludapat beradaptasi terhadap setiap perubahan lingkungan tersebut. Dalam penyesuaian diritersebut hanya hewan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dapat bertahanhidup, sementtara yang tidak mampu beradaptasi akan mati atau beremigrasi bahkan akan punah.Perubahan lingkungan terhadap waktu, secara garis besarnya terdiri atas 3, yaitu; a.Perubahan Siklik, perubahan yang terjadinya berulang-ulang secaraberirama,sepertimalamdansiang,lautpasangdansurut,kemaraudanpenghujan,dll.Perubahansiklikdapat berskalaharian,bulanan,musiman,tahunan.b.Perubahan Terarah , suatu perubahan yang terjadi berangsur-angsur,terusmenerusdanprogresifdanmenujukesuatuarahtertentu.Prosesnyabisalama.Contohnyamendangkalnya danauLimbotodiGorontalo.c.Perubahan Eratik, suatuperubahanyangtidakberpoladantidakmenunjukkanarahperubahannya.Contohnya;pengendapanLumpurLapindodiJawa Timur (Ponorogo), kebakaran hutan, letusan gunung berapi dan lain-lain. Setiap organisme di muka bumi menempati habitatnya masing-masing. Dalam suatuhabitat terdapat lebih dari satu jenis organisme dan semuanya berada dalam satu komunitas.Komunitas menyatu dengan lingkungan abiotik dan membentuk suatu ekosistem. Dalamekosistem hewan berinteraksi dengan lingkungan biotic , yaitu hewan lain, tumbuhan serta

mikroorganisme lainnya. Interaksi tersebut dapat terjadi antar individu, antar populasi danantar komunitas. Interaksi tersebut merupakan fungsi ekologis dari suatu ekosistem.Interaksi antara individu dapat terjadi antar individu dalam suatu populasi atau berbeda populasi. Misalnya interaksi ayam jantan dengan pejantan lainnya untuk memperebutkan territorial, antarseekor kucing dengan tikus. Interaksi populasi terjadi antar kelompok hewan dari suatu jenis organisme dengan kelompok lain yang berbeda jenisorganisme. Misalnya sekelompok harimau berburu sekelompok rusa di padangrumput.Interaksi antar komunitas terjadi antar kelompok-kelompo singa, kerbau, bison dan bantengdi satu pihak dengan rumput dan semak-semak di pihak lain ketika hewan itu merumputdi padang rumput. Hubungan antar hewan dengan lingkungan biotiknya terjadi antar organisme yang hidup terpisah dengan organisme yang hidup bersama.Faktor-faktor biotic yang mempengaruhi kehidupan hewan adalah sebagai berikut: Komunitas dan Ekosistem Komunitas (biocenose) adalah beberapa jenis organisme yang merupakan bagian dari jenisekologis tertentu yang disebut ekosistem unit ekologis, yaitu suatu satuan lingkungan hidupyang di dalamnya terdapat bermacam-macam makhluk hidup (tumbuhan, hewan danmikroorganisme) dan antar sesamanya dan lingkungan di sekitarnya (abiotik) membntuk hubungan timbale balik yang salingmempengaruhi. Ekosistem Ekosistem adalah suatu unit lingkungan hidup yang di dalamnya terdapat hubunganyangfungsional antar sesame makhluk hidup dan antar makhluk hidup dengan komponenlingkungan abiotik. Hubungan fungsional dalam ekosistem adalah proses-proses yangmelibatkan seluruh komponen biotic dan abiotik untukm mengelola sumberdaya yang masuk dalam ekosistem. Sumberdaya tersebut adalah sesuatu yang digunakan oleh o0rganismeuntuk kehidupannya, yaitu energi, cahaya dan unsure-unsur nutrisi.Interaksi antar komponen di dalam ekosistem menentukan pertumbuhan populasi setiaporganisme dan berpengaruh terhadap perubahan serta perkembangan struktur komunitas biotic. Produsen Produsen terdiri dari organisme autotrof, yaitu organisme yang dapat menyusun bahanorganic dari bahan organic sebagai bahan makanannya. Penyusunan bahan organic itu berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan energi yang diperlukan untuk aktivitasmetabolisme dan aktivitas hidup lainnya. Organisme autotrof adalah; sebagian besar adalah organisme berklorofil, yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan hijau dan sebagian kecil berupa bakteri. Konsumen Konsumen adalh komponen biotic yang terdiri dari organisme heterotrof, yaitu organismeyang tidak dapat memanfaatkan energi secara langsung untuk memenhuhi kebutuhanenerginya. Organisme heterotrof sebagai organisme yang tidak dapat menyusun bahanorganic dari bahan anorganik. Energi kimia dan bahan organic yang diperlukan dipenuhidengan cara mengkonsumsi energi kimia dan bahan organic yang diproduksi oleh tumbuhanhijau (produsen).Organisme yang tergolong konsumen adalah;

. Predator juga termasuk sebagai karnivor. Dalam kondisidemikian biasanya hewan yang kuat akan mengusir yang lemah dan akan menguasai tempatitu sedangkan yang lemah akan beremigrasi atau mati bahkan punah. musang . baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Parasit Parasit .tikus dan lain-lain. kuda. kupu-kupu. kerbau. Dengan demikian rayap dapatmenyerap karbohidrat yang berasal dari selulosa itu. Dalam hubungan inihewan-hewan yang hidup di suatu habitat mengadakan spesialisasi dalam hal jenis makananatau dalam metode dan tempat memperoleh makanannya.Misalnya sapi. dan hewan pemakan bangkai (komodo. larva dan pupa) serangga lain yang merupakan inangnya. tetapi pada fase larva berkembang di dalam tubuh (telur. Sumberdaya berupa. Hubungan-hubungan inimeliputi: Kompetisi Kompetisi adalah hubungan antara dua individu untuk memperebutkan satu macamsumberdaya. Intraspesifik dan interspesifik. selam faselarva itu belum dewasa akan hidup terus dalam tubuh inang. Pengurai Pengurai. Cara mengkonsumsimakanan tidak dapat menelan dan mencerna makanan di dalam sel tubuhnya. dll). yaitu memakan tumbuhan. Larva tersebut akan makansebagian atau seluruh tubuh dari inang sehingga menyebakan kematian bagi inangnya. ayam.Parasit berupa hewan kecil dan organisme kecil yanmg termasuk jamur dan bakteri pathogen.Herbivore . yaitu bahan-bahan organic mati yang berasal dari tubuh tumbuhan dan hewan.Serangga parasitoid pada umumnya termasuk pada ordo Hymenoptera dan Diptera. Ketika telur parasitoid yang diletakkan pada tubuh inangnya menetas. adalah hewan yang hidup pada hewan lain. melainkanharus mengeluarkan enzim pencerna keluar sel untuk dapat menguraikan makanannya yang berupa organic mati menjadi zat-zat yang molekulnya kecil sehingga dapat diserap oleh sel.kupu dengan tidak sengaja ke bunga yang lain pada saat kupu-kupu mengisap nectar dari bunga tersebut. Mikrobivor Mikrobivor adalah hewan-hewan kecil yang makan mikroflora (bakteri dan fungi). Hidupnya sangat mempengaruhiinangnya karena semua zat makanan dari inang diserapnya untuk memenuhi kebutuhannya.Flagellata itu mencerna selulosa kayu yang dimakan rayap. Predator Predator adalah hewan yang makan hewan lain dengan cara berburu dan membunuh. Hubungan nonsimbiosis adalahhubungan antara dua individu yang hidup secara terpisah. adalah organisme yang berperan sebagai pengurai. Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang pada fase dewasanya hidup bebas. Detritivor. Contoh dari simbiosis adalah Flagellata yang hidup dalam usus rayap. Karnivor . Detritivor Detritivor adalah hewan yang makan detritus. dan hubungan terjadi jika keduanya bertematau berdekatan. belalang dan siput.capung makan serangga. Hewan ini berupa protozoa dan nematoda. rayap. Hewandewasa parasitoid meletakkan telurnya di dekat atau pada tubuh serangga lain (telur. energi dan tempat tinggal. adalah hewan pemakansegalanya baik tumbuhan maupun hewan yang sudah mati. adalah organisme yang berperan sebagai pengurai(mikroorganisme) seperti bakteri. singa. Contohnya adalah kupu-kupu dengan tanaman bunga. Omnivor . Contohnya adalah kucing makan tikus. misalnya kucing. larvadan pupa). Bunga akanterbantu dalam penyerbukan yang disebabkan terbawanya serbuk sari bunga oleh kaki kupu . makanan. kambing. Misalnya burung Flaminggomempunyai kaki dan leher yang panjang yang berfungsi dalam hal pengambilan makanannya berupa organisme kecil dan di tempat berlumpur sehingga burung tersebut mudah meraihnya. Hubungan timbal balik antara dua individu dalam suatu jenis organisme (intraspsifik) danhubungan antara dua individu yang berbeda jenis (interspesifik). Simbiosis sebagai hidup bersama antara dua individu dari dua jenisorganisme. Persaingan ini terjadi pada saat populasimeledak sehingga hewan akan berdesak-desakan di suatu tempat tertentu. Karnivor pada umumnyaadalah hewan buas (harimau. burunghantu. sehingga hubungan itu bersifat merugikan bagi salah satu pihak. ular).anjing tanah dan cacing tanah. Simbiosis Hubungan interspesifik ada yang berifat simbiosis ada yang non simbiosis. Hubungansimbiosis adalah hubungan antara dua individu dari dua jenis organisme yang keduanyaselalu bersama-sama. adalahhewan pemakan hewan lain baik herbivore maupn sesame karnivor. Hewan yang tergolong detritus antara lain. Hewanyang dimangsanya adalah hewan yang masih hidup. Pemisahan Kegiatan Hidup Peristiwa ini adalah hubungan kompetitif antara satu hewan dengan hewan yang laindapat berkembang menjadi kegiatan pemisahan hidup (partition).

Tanah yangterlalu kering menyebabkan hewan dalam tanah tidak dapat mengekstrak air secara normal.Kandungan karbondioksida dalam tanah lebih banyak daripada di atmosfir. tetapi tidak semua mempunyai substrat.menyebardiperairansungaisetelahberimigrasidarilautkearahhulusungai. . Jika tanah banyak mengandung air maka oksigen di dalam tanahakan berkurang dan karbondioksidanya akan meningkat. Setiap medium berbeda komposisi merambatkan panas. misalnya. sifat perubahnya sebagaiakibat perubahan suhu. air. Kondisi tanah yang berpengaruh terhadap hewan tersebut adalahkekerasannya.hewandaratmemperolhOksigendariudara. membangun rumah atau kandang dan tempat makanan. Hubungan timbal balik tersebut meliputi. suhu.ikanhidupdiair.kelembaban. adalah daya yang diperlukan oleh organisme untuk melakukan aktivitashidup.Tempatmembuangsisametabolisme. merupakan medium untuk pertumbuhan akar dan untuk menyerap air dan unsure-unsur hara makanan.Menyebarkanketurunan.sepertiKarbondioksidadanfeces. adalah permukaan tempat organisme hidup terutama untuk menetap atau bergerak. Amensalisme Hubungan antara dua jenis organisme yang satu menghambat atau merugikan yang lain. zat-zat anorganik (air.Faktor-faktor yang merangsang hewan untuk bergerak adalah makanan. Substrat mengalami modifikasi olehaktivitas organisme.Hewan adalah organisme yang bersifat motil.misalnya.misalnya. adalah bahan-bahan atau zat yang diperlukan oleh organisme untuk membanguntubuh. kelembaban serta sisa-sisa tubuhtumbuhan yang telah lapuk.Rongga-rongga tanah dapatdiperbanyak jika dalam tanah tersebut banyak hewan penggali tanahseperti cacing tanah dananjing tanah.dan lain-lain.Larvaketamairtawar(Megalopa).sebaliknya air menerima kotoran ikan dalam air.Kanibalisme Kanibalisme adalah sifat suatu hewan untuk menyakiti dan membunuh bahkanmemakannya terhadap individu lain yang masih sejenis. karena eir mempercepat pembusukan.Faktor dalam tanah yang mempengaruhi kehidupan hewan tanah antara lainkandungan air (drainase).Lingkungan abiotik hewan meliputi faktor-faktor Medium dan Substrat Medium adalah bahan yang secara langsung melingkupi organisme dan organismetersebut berinteraksi dengan medium. Ruang. Bagi hewantanah adalah substrat sebagai tempat berpijak dan tempat tinggal. Energi. bunglon dan belalang kayu. mediummerupakan habitatnya.Faktor lingkungan yang berpengaruh pada kehidupan hewan dibedakan atas kondisidan sumberdaya. 4. atau benda-benda padat tempat organisme menjalankan seluruh atau sebagianhidupnya. Jika tanah banyak mengandung rongga pertukaran udara antar tanah dengan atmosfir menjadi lancar. Kurangnya oksigen menyebabkangangguan pernapasan .cacinghidupdidalamtanah 2. Medium juga tidak berubah sebagai akibat adanya aktifitas organisme.Hewan dan organisme lain mempunyai hubungan yang saling ketergantungan denganlingkungannya. Contoh belalang sembah betinamembunuh belalang jantan setelah melakukan perkawinan. Substrat. Beberapa faktor fisik yang berpengaruh pada kehidupan hewan adalah : Tanah Tanah merupakan substrat bagi tumbuhan untuk tumbuh. katak pergi ke air untuk kawindanbertelur . Gerakannya disebabkan oleh rangsangan tertentu yang berasal dari lingkungannya. Komansalisme Hubungan antara dua jenis organisme yang satu memberi kondisi yang menguntungkan bagiyang lain sedangkan dirinya tidak terpengaruh oleh kehadiran organisme yang lain itu. Air juga menyebabkan tanahmenjadi cepat asam. Mutualisme Hubungan antara dua jenis organisme atau individu yang saling menguntungkan tanpa adayang dirugikan. Ikan menerima zat-zat mineral dari air. Substrat sebagai tempat berpijak. misalnya. 1. Tempat berepeoduksi.5. sehingga timbullah hubungan timbal balik antara keduanya. seperti. Reaksi dan Koasi. kandungan udara (aerase).Bagi beberapa jenis hewan. Materi terdiri atas. massa jenis dan tekanan. ayam dalam satu kandang yang berdesak-desakan sehingga ruangan dan makananya terbatas menyebabkan persaingan yanghebat. Sumberdaya terdiri atas: Materi.Hewan air yang bersifat pelagic (berenang) tidak mempunyai substrat.Beberapa fungsi medium bagi hewan. kecuali hewan yang hidupdi dalam tanah.Sumbermateriyangdiperlukanuntukmetabolismetubuh. suhu. Setiap organisme memerlukan medium. misalnya tanah padang rumput yang gembur menjadi padat jikadigunakan untuk gembala kambing atau kerbau terus menerus. cahaya. Beberapa hewanmenggunakan substrat sebagai tempat berlindung. adalah tempat yang digunakan organisme untuk menjalankan siklus hidupnya.Tempattinggalmisalnya. Aksi. 3. tegangan permukaan kekentalan. yaitu dapat bergerak dan berpndahtempat. karena warna substrat sama dengan warnatubuhnya.tetapi dirinya tidak berpengaruh apa-apa dari organisme yang dihambat atau dirugikan.karbondioksida dapat keluar sementara oksigen masuk. dan zat-zat yang bersifat asam dapat meracuni hewan. garam-garam mineral) dan zat-zat organic(tubuh organisme lain atau sisa-sisa tubuh organisme yang sudah mati).

Hewan yang hidup di lingkunganair mengalir menghadapi resiko hanyut karena adanya aliran dan arus air. Cahaya Cahaya dapat mempengaruhi hewan.Di lingkungan daratan dan perairan.Misalnya suatu individu hewan akan merusak efek suhu tinggi yang lebih kerasapabilakelembaban udara yang relative rendah. Perwujudan air dapat berpengaruh terahadap hewan. 2) tidak langsung. sebaliknya penguapan air yangb berlebihan dari dalam tubuh hewan menyebabkan tubuh kekeuranganair. berenang di air dan terbang di udara merasakan adanya pengaruh gravitasi bumi.Air Air sangat menentukan kondisi lingkungan fisik dan biologis hewan. kerja enzim dan pertukaran gas di respirasi. Misalnya jika air dalam tubuh hewan akan berubahmenjadi dingin atau membeku karena penurunan suhu lingkungan. lewat atau kurang dari suhu tersebut menyebabkan hewan terganggu bahkan menuju kematian karena tidk tahan terhadap suhu. Dengan demikian hewan akan lebih tahan terhadapsuhu tinggi apabila udara kering disbanding dengan pada kondisi udara yang lembab.Hewan yang berdiri di suatu bidang yang miring atau tegak. Fisiologis. yaitu. gerakan hewan dantingkah laku. Hewan tidak mungkin hidup pada kisaran faktor abiotik yang seluas-luasnya. Temperatur dapat berpengaruh terhadap hewan dalam proses reproduksi. Gelombang Arus dan Angin Kehidupan hewan juga dipengaruhi oleh arus dan angina. oleh adanya suatu interaksifaktor maka suatu faktor lingkungan dapat mengubah efek faktor lingkungan lainnya.Hewan dapat dibedakan atas 3 kelompok ditinjau dari pengaruh air. misalnya warna tubuh. Mesosol (Mesocoles). Salinitas Salinitas adalah kondisi lingkungan yang menyangkut konsentrasi garam dilingkungan perairan dan air yang terkandung di dalam tanah. metabolisme serta aktivitas hidup lainnya. Hewan yang bhidup di phabitat laut umumnya bersifat isotonic terhadapsalinitas air laut sehingga tidak ada peresapan air ke dalam tubuh hewan Setiap organisme harus mampu beradaptasi untuk menghadapi kondisi faktor lingkungan abiotik. maka organisme tersebut akan mengalami cekaman(stress). Setiaporganisme terdedah sekaligus pada sejumlah faktor lingkungan. Temperatur Temperatur merupakan faktor lingkungan yang dapt menembus dan menyebar ke berbagai tempat. Demikian denganhewan yang hidup di darat dan udara menghadapi arus angina. Di lingkungan perairan tawar. Gravitasi Pengaruh gravitasi dirasakan oleh hewan jika hewan sedang berpijak pada substratyang horizontal. Organisme berada dalam kondisi kritis. 1) secara langsung. Hidrosol (Hydrosoles) atau hewan air. menyebabkan sel dan jaringan tubuh akan rusak dan metabolosme tidak akan bejalan noremal. Contohnya. pH Pengaruh pH terhadap organisme terjadi melalui 3 cara. . karena air dan angina dapatmembantu sebagian aktivitas hewan. Pada prinsipnya masing-masing hewan memiliki kisaran toleransi tertentu terhadapsemua semua faktor lingkungan. Gravitasi juga berpengaruh pada perbedaan tekanan air dan udara. hewan yang hidup di tempatyang kering karena tingginya penguapan. Suhu optimum adalah batas suhu yang dapatditolerir oleh hewan. Dalam menentukan batas-batas kisaran toleransi suatu hewan tidaklah mudah.air cenderung meresap ke dalam tubuh hewan karena salinitasi air lebih renadah daripadacairan tubuh.mengurangi kualitas makanan yang tersedia bagi organisme. 3) meningkatkan konsentarasiracun logam berat terutama ion AI. Apabila kondisi lingkungan suhuyang demikian tidak segera berubah maka hewan akan mati. Toleransi hewan yang hidup di lingkunganair umumnya pHnya bervartiasi. Hukum Toleransi Shelford Setiap organisme mempunyai suatu minimum dan maksimum ekologis.mengganggu osmoregulasi. yang merupakan batas bawah dan batas atas dari kisaran toleransi organisme itu terhadapkondisi faktor lingkungan´ Apabila organisme terdedah pada suatu kondisi faktor lingkungan yangmendekati batas kisaran tolrensinya. pH menjadi faktor yang sangat berpengaruhterhadap kehidupan dan penyebaran organisme. yaitu. Namun demikian arus air danangina yang normal sangat berpengaruh positif terhadap hewann.Penyebaran dan kepadatan hewan air di lingkungan air ditentukan olehkemampuannya mempertahankan osmotic dalam tubuhnya dan berhubungan dengankemampuannya untuk bertoleransi dengan salinitas air. hewan yangdidedahkan pada suhu ekstrim rendah akan menunjukkan kondisi kritis Hipotermia dan padasuhu ekstirm tinggi akan mengakibatkan gejala Hipertemia . hewan yang hidup di tempat yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering dan Xeroso ( Xerosole).

Hal ini dilakukan denganharapan kinerja biologi hewan. komunitas tumbuhan dalam satuekosistem atau seluruh hewan dan tumbuhan yang disebut komunitas biotic.Cacing Tubifex (Olygochaeta) dan lain-lain. 72 atau 96 jam) dan untuk sesuatu dosis ditentukan LD50 ± X Jam. Untuk konsentrasisuatu zat dalam lingkungan biasanya ditentukan dengan LC 50 ± X jam ( LC= LethalConcentration. faktor pembatas maupun preferendum diterapkan di bidang. Untuk kondisi suhu. pertumbuhan dan reproduksi dapat maksimum dan untuk kondisi hewan yang merugikan kondisi lingkungan biasanya dibuat yang sebaliknya. X dapat 24. Cara yang biasa dilakukan ialah denganmemperhitungkan adanya variasi individual batas-batas kisaran toleransi itu ditentukan atasdasar terjadinya kematian pada 50% dari jumlah individu setelah dideadahkan pada suatukondisi faktor lingkungan selama rentang waktu tertentu. Aklimasi adalah usaha yang dilakukan manusia untuk menyesuaikan hewan terhadap kondisi suatu faktor lingkungan tertentu dalamlaboratorium. Keragaman komunitas biasanya ditentukandengan menghitung indeks keragaman http://www. Aklimatisasi adalah usaha manusia untuk menyesuaikan hewan terhadap kondisifaktor lingkungan di habitat buatan yang baru. Antar sesamanya dan lingkungansekitarnya membentuk hubungan timbale balik yang saling mempengaruhi.bidang pertanian. Komunitas disebut juga Biocenuse . kesehatan.com/doc/62818221/Hewan-Dan-Lingkungannya-1 . Kisaran toleransi terhadap suatu faktor lingkungan tertentu pada berbagai jenis hewan berbeda-beda.Kisaran toleransi ditentukan secara herediter. peternakan. adalah beberapa jenis organisme yang merupakan bagian dari suatu jenis ekologis tertentu yang disebut ekosistem unit. Setiap hewan memiliki kisaran toleransi yang bervariasi. Konsep kisaran toleransi. Ada hewan yang kisarannya lebar (euri) dan ada hewan yang sempit (steno). 48. Penyebabnya ialah sulit untuk menentukan secaratepat kapan hewan tersebut akan mati. Beberapa species hewan sebagai spcies indicator antara lain adalah Capitellacapitata (Polychaeta) sebagai indicator untuk pencemaran bahan organic.Komunitas suatu ekosistem tertentu mempunyai ciri-ciri tertentu. konservasi dan lain-lain. Species indikatoe ekologi adalah suatuspecies organisme yang kehadirannya ataupun kelimpahannya dapat memberi petunjuk mengenai bagaimana kondisi faktor-faktor fisiko ± kimia di suatu tempat.scribd. Kehadirandan kinerja populasi hewan di suatu tempat menggambarkan tentang kondisi faktor-faktor lingkungan di tempat tersebut. baik kajian ekologi hewan maupun ekologi tumbuhan. Kriteria-kriteria species indicator adalah . misalnyaditentukan LT50 ± 24 jam atau LT50 ± 48 jam (LT= Lethal Temperatur). Ekologis yangdimaksud adalah suatu satuan lingkungan hidup yang di dalamnya terdapat bermacam0macam makhluk hidup (tumbuhan dan hewan). maka kehadiran di suatuhabitat sangat ditentukan oleh kondisi dari faktor lingkungan di tempat tersebut. Oleh karena itu ada istilah spesies indicator ekologi.Dalam laboratorium juga sangat sulit untuk menentukan batas-batas kisaran toleransihewan terhadap sesuatu faktor lingkungan. namun demikian dapat mengalami perubahanoleh terjadinya proses aklimatisasi (di alam) atau aklimasi (di lab). Komunitas berupa hewan yang terdiri dari berbagai macam hewan. Salah satu karakternyaadalah keragaman jenis organisme penyusunnya.

Makalah EKOLOGI HEWAN (Hewan dan Lingkungan) KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT. Akhir kata. Pengertian Lingkungan Bagi Hewan Sebagai Kondisi Dan Sumber Daya B.11 Desember 2011 Penulis DAFATAR ISI KATAPENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Penyusun menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan baik dari segi bahasa. tulisan. Pancor. Batasan Masalah BAB II PEMBAHASAN A. Hewan Ektotermi atau Poikilotermi D. Shalawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. oleh karena itu. Hewan Endotermi atau Homeotermi E. Hewan dan Lingkungan Biotik F. Kisaran Toleransi dan Faktor Pembatas serta Terapannya . yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah Ekologi Hewan yaitu tentang “Hewan dan Lingkungan” ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Hewan dan Lingkungan Abiotik G. dan sumber belajar. Ucapan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Ekologi Hewan yang telah memberikan kami kesempatan untuk membuat makalah ini sebagai pedoman. acuan. maupun kalimat yang kurang tepat dalam makalah ini. Hewan Sebagai Organisme Heterotrof C. kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah berikutnya. Latar Belakang B. atas bimbingan Beliau sehingga kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Sumberdaya adalah segala sesuatu yang dikonsumsi oleh organisme. Batasan Masalah  Pengertian Lingkungan Bagi Hewan Sebagai Kondisi Dan Sumber Daya  Hewan Sebagai Organisme Heterotrof  Hewan Ektotermi atau poikilotermi  Hewan Endotermi atau homeotermi  Hewan dan Lingkungan Biotik  Hewan dan Lingkungan Abiotik  Kisaran Toleransi dan Faktor Pembatas serta Terapannya BAB II HEWAN DAN LINGKUNGANNYA A. tekanan. Dalamekosistem hewan berinteraksi dengan lingkungan biotic . tumbuh dan berkembang biak dalamsuatu lingkungan yang menyediakan kondisi dan sumberdaya serta terhindar dari faktor-faktor yang membahayakan. energi dan ruang. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Hewan hanya dapat hidup. antar populasi danantar komunitas.. Kondisi lingkungan antara lain berupa. B. Hewan tidak mungkin hidup pada kisaran faktor abiotik yang seluas-luasnya. Setiap organisme di muka bumi menempati habitatnya masing-masing. temperature. membedakan faktor lingkungan bagi hewan ada 2 kategori. Pada prinsipnya masing-masing hewan memiliki kisaran toleransi tertentu terhadapsemua semua faktor lingkungan.Kondisi dan Sumberdaya. Hewan disebut sebagai makhluk hidup yang heterotrof. arus air.kelembaban. yang dapatdibedakan atas materi.Hewan bereaksi terhadap kondisi lingkungan. salinitas. hewan ditempatkan sebagai konsumen. Interaksi tersebut dapat terjadi antar individu. tumbuhan serta mikroorganisme lainnya. yang berupa perubahanperubahanmorfologi. zat-zat organic dan anorganik. Ph.Begon (1996). Setiap hewan akan bervariasi . fisiologi dan tingkah laku. Pengertian Lingkungan Bagi Hewan Sebagai Kondisi Dan Sumber Daya Lingkungan bagi hewan adalah semua faktor biotic dan abiotik yang ada di sekitarnya dandapat mempengaruhinya. angina. Sumberdaya digunakan untuk menunjukkan suatufaktor abiotik maupun biotikyang diperlukan oleh hewan. sedangkan tumbuhan sebagai produsen. Dalam suatuhabitat terdapat lebih dari satu jenis organisme dan semuanya berada dalam satu komunitas.BAB III PENUTUP A. Kondisi adalah faktor-faktor lingkungan abiotik yangkeadaannya berbeda dan berubah sesuai dengan perbedaan tempat dan waktu. yaitu hewan lain. Setiap organisme harus mampu beradaptasi untuk menghadapi kondisi faktor lingkungan abiotik. Latar Belakang Lingkungan bagi hewan adalah semua faktor biotic dan abiotik yang ada di sekitarnya dandapat mempengaruhinya. Dalam konsep rantai makanan.Komunitas menyatu dengan lingkungan abiotik dan membentuk suatu ekosistem. karena tersedianya di lingkungan berkurang apabila telah dimanfaatkan oleh hewan.yaitu.

2. Dijumpai pada berbagai hewan protozoa. Hampir semua hewan tergolong kelompok poikilotermi. sebagai lawan dari tumbuhan yang bersifat autotrof atau dapat mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan organik dengan cara melakukan fotosintesis. Contohnya. termasuk juga parasit.suatuperubahan yangtidakberpoladantidakmenunjukkan arahperubahannya. dan telah terurai. misalnya cacing hati di dalam hati.. Dikatakan berdarah dingin karena rata – rata suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh hewan homeotermi. secara garis besarnya terdiri atas 3. Sebagai contoh adalah cacing parasit dan serangga pengurai di tanah. harimau. baru kemudian dimakan sertaselanjutnya dicerna sebelum dapat diabsorpsi dan dimanfaatkan oleh sel – sel tubuh hewan itu.musiman. Nutrien – nutrien tersebut diabsorpsi melalui membran sel dalam bentuk molekul – molekul terlarut. suatu perubahan yang terjadi berangsur-angsur. Hewan – hewan ini mencerna partikel – partikel padat dari tubuh organisme inangnya atau secara langsung mengabsorpsi molekul – molekul organik dari cairan atau jaringan tubuh inangnya. yang memperoleh nutrien – nutrien organik yang diperlukan dari organisme – organisme yang telah mati. membusuk. sementtara yang tidak mampu beradaptasi akan mati atau beremigrasi bahkan akan punah. misalnya kuda.Perubahansiklikdapatberskalaharian. hewan ditempatkan sebagai konsumen. hewan heterotrof dikelompokkan menjadi makrokonsumen dan mikrokonsumen. kebakaran hutan. sedangkan tumbuhan sebagai produsen. yakni kelompok hewan yang mengambil bahan organik dari makhluk hidup lain dengan cara memakan. seperti malam dan siang. yaitu mulai dari golongan protozoa sampai reptil. diperlukan juga mekanisme dari sistem pencernaan. hewan yang suhu tubuhnya berubah – ubah sesuai dengan perubahan suhu lingkungan disebut hewan poikilotermi. yaitu. pertama – tama harus dicari dan didapatkan dahulu. Makrokonsumen disebut juga sebagai fagotrof. laut pasang dan surut. Dalam kaitannya dengan hal yang sama.terus menerus dan progresif dan menuju ke suatu arah tertentu. letusan gunung berapi dan lain-lain. saraf serta mekanisme otot. Dalam dunia hewan dapat dibedakan 3 macam nutrisi heterotrof yaitu : 1. 1. cacing pita dan cacing perut di dalam usus. perubahan yang terjadinya berulang-ulang secaraberirama.bulanan. Ini berarti bahwa hewan – hewan tersebut panas tubuhnya . dll. Tipe nutrisi saprozoik. Prosesnya bisalama. kambing. Hewan Ektotermi atau poikilotermi Hewan ektotermi adalah hewan yang untuk menaikkan suhu tubuhnya memperoleh panas yang berasal dari lingkungan.menurut ruang (tempat) dan waktu. kemarau danpenghujan. Dijumpai pada hewan – hewan parasit. aves dan mamalia merupakan hewan – hewan homeotermi. Sebagai contoh dari fenomena ini adalah berbagai jenis cacing parasit pada tubuh hewan atau manusia. untuk mengubah substansi makanan itu kedalam bentuk yang dapat diabsorpsi. baik tumbuhan atau hewan lain. Karena itulah hewan disebut sebagai makhluk hidup yang heterotrof. C. ikan dan sebagainya.tahunan b) Perubahan Terarah .pengendapan Lumpur LapindodiJawa Timur (Ponorogo). Mikrokonsumen adalah kelompok hewan yang mengambil makanannya dengan cara menguraikan jaringan dan mengabsorpsi bahan organiknya. 3. Dalam penyesuaian diritersebut hanya hewan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dapat bertahanhidup. Tipe nutrisi parasitik. hewan mengambil bahan organik dari makhluk hidup lain. Hewan Sebagai Organisme Heterotrof Dalam konsep rantai makanan.Perubahan lingkungan terhadap waktu. Untuk mencari dan mendapatkan makanan diperlukan peranan berbagai struktur indera. Tipe nutrisi holozoik. Untuk memenuhi kebutuhannyaakan bahan – bahan organik berenergi tinggi guna menyediakan energi untuk aktivitas hidup dan menyediakan bahan – bahan untuk membangun tubuhnya. Dengan dasar yang lain. B. Hal ini karena hewan tidak dapat mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik di lingkungannya. a) Perubahan Siklik.ContohnyamendangkalnyadanauLimbotodiGorontalo c) Perubahan Eratik. Oleh karena itu setiap hewan senantiasa berusaha untuk selaludapat beradaptasi terhadap setiap perubahan lingkungan tersebut. Termasuk kelompok ini adalah saprofot atau pengurai atau osmotrof. Selanjutnya. yang dalam istilah lain disebut hewan berdarah dingin. Dalam tipe makanan ini baik yang berupa tumbuhan atau jenis hewan lain. yakni ukuran hewan yang menentukan cara makannya. 2.

Apabila suhu lingkungan terlalu panas. namun daya mengaturnya san gat terbatas dan tidak fisiologis sifatnya melainkan secara perilaku. hewan ektoterm mati. kerbau. Ada kondisi suhu lingkungan yang ekstrim rendah di bawah batas ambang toleransinya. dalam kondisi suhu lingkungan yang berubah – ubah .maka kelompok ini disebut hewan regulator.sangat bergantung pada sumber panas dari lingkungannya. Kemampuan mengatur suhu tubuh pada hewan – hewan ektoterm sangat terbatas sehingga suhu tubuh bervariasi mengikuti suhu lingkungannya atau disebut sebagai penyelaras (konfermer). Interaksi populasi terjadi antar kelompok hewan dari suatu jenis organisme dengan kelompok lain yang berbeda jenis organisme. Misalnya sekelompok harimau berburu sekelompok rusa di padangrumput. Hal ini karena hewan – hewan ini mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mengatur suhu tubuhnya melalui perubahan produksi panas (laju metabolisme) dalam tubuhnya sendiri (terkait dengan sifat endotermi). yakni otak khususnyahipotalamus sebagai thermostat atau pusat pengatur suhu tubuh. yang lebih rendah dari suhu optimumnya. laju metabolisme tubuhnya dan segala aktivitasnya pun rendah. yaitu hewan lain. Hewan – hewan homeotermi. hewan ektoterm akan berlindung di tempat – tempat teduh. sehingga metabolisme berhenti. antar populasi danantar komunitas. Pada suhu yang masih ditolelir. tumbuhan serta mikroorganisme lainnya. Dalam istilah lain kelompok hewan ini disebut juga sebagai kelompok homeoterm. Sebenarnya hewan – hewan ektotermi berkemampuan juga untuk mengatur suhu tubuhnya. Kemampuan untuk mengatur produksi dan pelepasan panas melalui mekanisme metabolisme ini dikarenakan hewan – hewan homeotermi memiliki organ sebagai pusat pengaturnya. bison dan bantengdi satu pihak dengan rumput dan semak-semak di pihak lain ketika hewan itu merumputdi padang rumput. Interaksi tersebut merupakan fungsi ekologis dari suatu ekosistem. Dalam suatuhabitat terdapat lebih dari satu jenis organisme dan semuanya berada dalam satu komunitas. Dalamekosistem hewan berinteraksi dengan lingkungan biotic .Komunitas menyatu dengan lingkungan abiotik dan membentuk suatu ekosistem.Interaksi antar komunitas terjadi antar kelompokkelompo singa. E. Misalnya interaksi ayam jantan dengan pejantan lainnya untuk memperebutkan territorial. antarseekor kucing dengan tikus.Faktor-faktor biotic yang mempengaruhi kehidupan hewan adalah sebagai berikut:  Komunitas . termasuk manusia. suhu tubuhnya konstan. Hewan Endotermi atau homeotermi Hewan endotermi adalah kelompok hewan yang dapat mengatur produksi panas dari dalam tubuhnya untuk mengkonstankan atau menaikkan suhu tubuhnya. Hubungan antar hewan dengan lingkungan biotiknya terjadi antar organisme yang hidup terpisah dengan organisme yang hidup bersama. D. bila suhu lingkungan turun hewan tersebut akan berjemur di panas matahari atau berdiam diri ditempat – tempat yang memberikan kehangatan baginya. Interaksi tersebut dapat terjadi antar individu.Interaksi antara individu dapat terjadi antar individu dalam suatu populasi atau berbeda populasi. Hewan dan Lingkungan Biotik Setiap organisme di muka bumi menempati habitatnya masing-masing. Hewan homeoterm adalah hewan – hewan yang dapat mengatur suhu tubuhnya sehingga selalu konstan berada pada kisaran suhu optimumnya. misalnya golongan aves dan mamalia. sehingga akan mudah bagi predator untuk menangkapnya. Akibatnya gerakan hewan tersebut menjadi sangat lamban. Karena kemampuannya mengatur suhu tubuh sehingga selalu konstan. Suhu konstan untuk tubuh hewan – hewan homeotermi biasanya terdapat di antara 35-40 derajat celcius. Hal ini karena praktis enzim tidak aktif bekerja.

Sumberdaya tersebut adalah sesuatu yang digunakan oleh o0rganismeuntuk kehidupannya. ular). adalah organisme yang berperan sebagai pengurai(mikroorganisme) seperti bakteri. dll). larva dan pupa) serangga lain yang merupakan inangnya. tetapi pada fase larva berkembang di dalam tubuh (telur.  Herbivore yaitu memakan tumbuhan. musang .  Ekosistem Ekosistem adalah suatu unit lingkungan hidup yang di dalamnya terdapat hubunganyangfungsional antar sesame makhluk hidup dan antar makhluk hidup dengan komponenlingkungan abiotik. kuda. yaitu organismeyang tidak dapat memanfaatkan energi secara langsung untuk memenhuhi kebutuhanenerginya.  Omnivor . Predator juga termasuk sebagai karnivor.  Parasit Parasit adalah hewan yang hidup pada hewan lain. singa. Contohnya adalah kucing makan tikus. Penyusunan bahan organic itu berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan energi yang diperlukan untuk aktivitasmetabolisme dan aktivitas hidup lainnya.  Karnivor Adalah hewan pemakan hewan lain baik herbivore maupn sesame karnivor. hewan danmikroorganisme) dan antar sesamanya dan lingkungan di sekitarnya (abiotik) membntuk hubungan timbale balik yang salingmempengaruhi. Hewanyang dimangsanya adalah hewan yang masih hidup. kambing.Interaksi antar komponen di dalam ekosistem menentukan pertumbuhan populasi setiaporganisme dan berpengaruh terhadap perubahan serta perkembangan struktur komunitas biotic. adalah hewan pemakansegalanya baik tumbuhan maupun hewan yang sudah mati. yaitu organisme yang dapat menyusun bahanorganic dari bahan organic sebagai bahan makanannya.tikus dan lain-lain.  Produsen Produsen terdiri dari organisme autotrof.Serangga parasitoid pada umumnya . Hidupnya sangat mempengaruhiinangnya karena semua zat makanan dari inang diserapnya untuk memenuhi kebutuhannya. kupu-kupu. belalang dan siput. Energi kimia dan bahan organic yang diperlukan dipenuhidengan cara mengkonsumsi energi kimia dan bahan organic yang diproduksi oleh tumbuhanhijau (produsen). kerbau. yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan hijau dan sebagian kecil berupa bakteri. Organisme autotrof adalah. cahaya dan unsure-unsur nutrisi. ayam. sebagian besar adalah organisme berklorofil. yaitu suatu satuan lingkungan hidupyang di dalamnya terdapat bermacam-macam makhluk hidup (tumbuhan. dan hewan pemakan bangkai (komodo.  Predator Predator adalah hewan yang makan hewan lain dengan cara berburu dan membunuh.Komunitas (biocenose) adalah beberapa jenis organisme yang merupakan bagian dari jenisekologis tertentu yang disebut ekosistem unit ekologis.capung makan serangga.  Parasitoid Parasitoid adalah serangga yang pada fase dewasanya hidup bebas. misalnya kucing. Hubungan fungsional dalam ekosistem adalah proses-proses yangmelibatkan seluruh komponen biotic dan abiotik untukm mengelola sumberdaya yang masuk dalam ekosistem.Parasit berupa hewan kecil dan organisme kecil yanmg termasuk jamur dan bakteri pathogen.Misalnya sapi.  Detritivor.Organisme yang tergolong konsumen adalah. yaitu energi. Karnivor pada umumnyaadalah hewan buas (harimau. burunghantu.  Konsumen Konsumen adalh komponen biotic yang terdiri dari organisme heterotrof. Organisme heterotrof sebagai organisme yang tidak dapat menyusun bahanorganic dari bahan anorganik.

Dengan demikian rayap dapatmenyerap karbohidrat yang berasal dari selulosa itu. sehingga hubungan itu bersifat merugikan bagi salah satu pihak. makanan.Flagellata itu mencerna selulosa kayu yang dimakan rayap. dan hubungan terjadi jika keduanya bertematau berdekatan. Hubungan nonsimbiosis adalahhubungan antara dua individu yang hidup secara terpisah. ayam dalam satu kandang yang berdesak-desakan sehingga ruangan dan makananya terbatas menyebabkan persaingan yanghebat. Intraspesifik dan interspesifik Hubungan timbal balik antara dua individu dalam suatu jenis organisme (intraspsifik) danhubungan antara dua individu yang berbeda jenis (interspesifik). Simbiosis sebagai hidup bersama antara dua individu dari dua jenisorganisme.  Pemisahan Kegiatan Hidup Peristiwa ini adalah hubungan kompetitif antara satu hewan dengan hewan yang laindapat berkembang menjadi kegiatan pemisahan hidup (partition).kupu dengan tidak sengaja ke bunga yang lain pada saat kupu-kupu mengisap nectar dari bunga tersebut. Contoh dari simbiosis adalah Flagellata yang hidup dalam usus rayap. Sumberdaya berupa. . energi dan tempat tinggal. Bunga akanterbantu dalam penyerbukan yang disebabkan terbawanya serbuk sari bunga oleh kaki kupu. Hewan yang tergolong detritus antara lain.  Mikrobivor Mikrobivor adalah hewan-hewan kecil yang makan mikroflora (bakteri dan fungi). Hewandewasa parasitoid meletakkan telurnya di dekat atau pada tubuh serangga lain (telur.  Detritivor Detritivor adalah hewan yang makan detritus. Cara mengkonsumsimakanan tidak dapat menelan dan mencerna makanan di dalam sel tubuhnya. Dalam kondisidemikian biasanya hewan yang kuat akan mengusir yang lemah dan akan menguasai tempatitu sedangkan yang lemah akan beremigrasi atau mati bahkan punah.anjing tanah dan cacing tanah. Dalam hubungan inihewan-hewan yang hidup di suatu habitat mengadakan spesialisasi dalam hal jenis makananatau dalam metode dan tempat memperoleh makanannya. Larva tersebut akan makansebagian atau seluruh tubuh dari inang sehingga menyebakan kematian bagi inangnya. Ketika telur parasitoid yang diletakkan pada tubuh inangnya menetas. rayap.  Simbiosis Hubungan interspesifik ada yang berifat simbiosis ada yang non simbiosis. Contohnya adalah kupu-kupu dengan tanaman bunga. Contoh belalang sembah betinamembunuh belalang jantan setelah melakukan perkawinan.  Kanibalisme Kanibalisme adalah sifat suatu hewan untuk menyakiti dan membunuh bahkanmemakannya terhadap individu lain yang masih sejenis. selam faselarva itu belum dewasa akan hidup terus dalam tubuh inang. Hubungan-hubungan inimeliputi:  Kompetisi Kompetisi adalah hubungan antara dua individu untuk memperebutkan satu macamsumberdaya. Hubungansimbiosis adalah hubungan antara dua individu dari dua jenis organisme yang keduanyaselalu bersama-sama.termasuk pada ordo Hymenoptera dan Diptera. yaitu bahan-bahan organic mati yang berasal dari tubuh tumbuhan dan hewan. Persaingan ini terjadi pada saat populasimeledak sehingga hewan akan berdesak-desakan di suatu tempat tertentu. Hewan ini berupa protozoa dan nematoda. baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.  Pengurai Pengurai adalah organisme yang berperan sebagai pengurai. Misalnya burung Flaminggomempunyai kaki dan leher yang panjang yang berfungsi dalam hal pengambilan makanannya berupa organisme kecil dan di tempat berlumpur sehingga burung tersebut mudah meraihnya. larvadan pupa). melainkanharus mengeluarkan enzim pencerna keluar sel untuk dapat menguraikan makanannya yang berupa organic mati menjadi zat-zat yang molekulnya kecil sehingga dapat diserap oleh sel.

Substrat mengalami modifikasi olehaktivitas organisme.Bagi beberapa jenis hewan. Gerakannya disebabkan oleh rangsangan tertentu yang berasal dari lingkungannya. tegangan permukaan kekentalan.  Mutualisme Hubungan antara dua jenis organisme atau individu yang saling menguntungkan tanpa adayang dirugikan. bunglon dan belalang kayu. katak pergi ke air untuk kawindanbertelur. sehingga timbullah hubungan timbal balik antara keduanya.dan lain-lain. mediummerupakan habitatnya.  Ruang adalah tempat yang digunakan organisme untuk menjalankan siklus hidupnya. Setiap medium berbeda komposisi merambatkan panas. misalnya. seperti. zatzat anorganik (air.  Energi adalah daya yang diperlukan oleh organisme untuk melakukan aktivitashidup. a)Tempat tinggalmisalnya.ikanhidupdiair. garam-garam mineral) dan zat-zat organic(tubuh organisme lain atau sisa-sisa tubuh organisme yang sudah mati). Substrat sebagai tempat berpijak. cahaya. massa jenis dan tekanan. membangun rumah atau kandang dan tempat makanan.menyebardiperairansungaisetelahberimigrasidarilautkearahhulusungai. atau benda-benda padat tempat organisme menjalankan seluruh atau sebagianhidupnya.tetapi dirinya tidak berpengaruh apa-apa dari organisme yang dihambat atau dirugikan.Lingkungan abiotik hewan meliputi faktor-faktor Medium dan Substrat  Medium adalah bahan yang secara langsung melingkupi organisme dan organismetersebut berinteraksi dengan medium.sebaliknya air menerima kotoran ikan dalam air. F.Beberapa fungsi medium bagi hewan.hewandaratmemperolhOksigendariudara. . misalnya.Faktor-faktor yang merangsang hewan untuk bergerak adalah makanan. Hewan dan Lingkungan Abiotik Hewan adalah organisme yang bersifat motil. e)Menyebarkanketurunan. Beberapa hewanmenggunakan substrat sebagai tempat berlindung.misalnya.misalnya. misalnya tanah padang rumput yang gembur menjadi padat jikadigunakan untuk gembala kambing atau kerbau terus menerus. suhu. c)Tempatmembuangsisametabolisme. karena warna substrat sama dengan warnatubuhnya. air.cacinghidupdidalamtanah b)Sumbermateriyangdiperlukanuntukmetabolismetubuh.sepertiKarbondioksidadanfeces. Sumberdaya terdiri atas:  Materi adalah bahan-bahan atau zat yang diperlukan oleh organisme untuk membanguntubuh. Materi terdiri atas. Reaksi dan Koasi. yaitu dapat bergerak dan berpndahtempat.  Komansalisme Hubungan antara dua jenis organisme yang satu memberi kondisi yang menguntungkan bagiyang lain sedangkan dirinya tidak terpengaruh oleh kehadiran organisme yang lain itu. tetapi tidak semua mempunyai substrat. Ikan menerima zat-zat mineral dari air. d)Tempat berepeoduksi. Medium juga tidak berubah sebagai akibat adanya aktifitas organisme.Larvaketamairtawar(Megalopa).Hewan dan organisme lain mempunyai hubungan yang saling ketergantungan denganlingkungannya.kelembaban. Aksi. Amensalisme Hubungan antara dua jenis organisme yang satu menghambat atau merugikan yang lain.Hewan air yang bersifat pelagic (berenang) tidak mempunyai substrat. Hubungan timbal balik tersebut meliputi.  Substrat adalah permukaan tempat organisme hidup terutama untuk menetap atau bergerak. Setiap organisme memerlukan medium.Faktor lingkungan yang berpengaruh pada kehidupan hewan dibedakan atas kondisidan sumberdaya. sifat perubahnya sebagaiakibat perubahan suhu.

Kandungan karbondioksida dalam tanah lebih banyak daripada di atmosfir. hewan yang hidup di tempatyang kering karena tingginya penguapan. karena air dan angina dapatmembantu sebagian aktivitas hewan. e) Gravitasi Pengaruh gravitasi dirasakan oleh hewan jika hewan sedang berpijak pada substratyang horizontal. b) Air Air sangat menentukan kondisi lingkungan fisik dan biologis hewan. d) Cahaya Cahaya dapat mempengaruhi hewan.Beberapa faktor fisik yang berpengaruh pada kehidupan hewan adalah a) Tanah Tanah merupakan substrat bagi tumbuhan untuk tumbuh. c) Temperatur Temperatur merupakan faktor lingkungan yang dapt menembus dan menyebar ke berbagai tempat.Di lingkungan daratan dan perairan. Suhu optimum adalah batas suhu yang dapatditolerir oleh hewan. Hidrosol (Hydrosoles) atau hewan air. Hewan yang hidup di lingkunganair mengalir menghadapi resiko hanyut karena adanya aliran dan arus air. Perwujudan air dapat berpengaruh terahadap hewan. merupakan medium untuk pertumbuhan akar dan untuk menyerap air dan unsure-unsur hara makanan. hewan yang hidup di tempat yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering dan Xeroso (Xerosole).Penyebaran dan kepadatan hewan air di lingkungan air ditentukan olehkemampuannya mempertahankan osmotic dalam tubuhnya dan berhubungan dengankemampuannya untuk bertoleransi dengan salinitas air.metabolisme serta aktivitas hidup lainnya. gerakan hewan dantingkah laku. kelembaban serta sisa-sisa tubuhtumbuhan yang telah lapuk. . 3) meningkatkan konsentarasiracun logam berat terutama ion AI. menyebabkan sel dan jaringan tubuh akan rusak dan metabolosme tidak akan bejalan noremal. Temperatur dapat berpengaruh terhadap hewan dalam proses reproduksi. kerja enzim dan pertukaran gas di respirasi.Hewan yang berdiri di suatu bidang yang miring atau tegak. suhu. kecuali hewan yang hidupdi dalam tanah. karena eir mempercepat pembusukan. Namun demikian arus air danangina yang normal sangat berpengaruh positif terhadap hewann. dan zat-zat yang bersifat asam dapat meracuni hewan. kandungan udara (aerase). Kondisi tanah yang berpengaruh terhadap hewan tersebut adalahkekerasannya. Air juga menyebabkan tanahmenjadi cepat asam. sebaliknya penguapan air yangb berlebihan dari dalam tubuh hewan menyebabkan tubuh kekeuranganair.Mesosol (Mesocoles).mengurangi kualitas makanan yang tersedia bagi organisme. Jika tanah banyak mengandung rongga pertukaran udara antar tanah dengan atmosfir menjadi lancar. misalnya warna tubuh.Hewan dapat dibedakan atas 3 kelompok ditinjau dari pengaruh air. yaitu. yaitu. g) pH Pengaruh pH terhadap organisme terjadi melalui 3 cara. lewat atau kurang dari suhu tersebut menyebabkan hewan terganggu bahkan menuju kematian karena tidk tahan terhadap suhu. Bagi hewantanah adalah substrat sebagai tempat berpijak dan tempat tinggal. 1) secara langsung. Tanah yangterlalu kering menyebabkan hewan dalam tanah tidak dapat mengekstrak air secara normal. Misalnya jika air dalam tubuh hewan akan berubahmenjadi dingin atau membeku karena penurunan suhu lingkungan.karbondioksida dapat keluar sementara oksigen masuk. Kurangnya oksigen menyebabkangangguan pernapasan . berenang di air dan terbang di udara merasakan adanya pengaruh gravitasi bumi.Faktor dalam tanah yang mempengaruhi kehidupan hewan tanah antara lainkandungan air (drainase).mengganggu osmoregulasi. Demikian denganhewan yang hidup di darat dan udara menghadapi arus angina. Gravitasi juga berpengaruh pada perbedaan tekanan air dan udara. f) Gelombang Arus dan Angin Kehidupan hewan juga dipengaruhi oleh arus dan angina.Rongga-rongga tanah dapatdiperbanyak jika dalam tanah tersebut banyak hewan penggali tanahseperti cacing tanah dananjing tanah. Jika tanah banyak mengandung air maka oksigen di dalam tanahakan berkurang dan karbondioksidanya akan meningkat. 2) tidak langsung.

Dengan demikian hewan akan lebih tahan terhadapsuhu tinggi apabila udara kering disbanding dengan pada kondisi udara yang lembab.pH menjadi faktor yang sangat berpengaruhterhadap kehidupan dan penyebaran organisme. Penyebabnya ialah sulit untuk menentukan secaratepat kapan hewan tersebut akan mati. namun demikian dapat mengalami perubahanoleh terjadinya proses aklimatisasi (di alam) atau aklimasi (di lab).air cenderung meresap ke dalam tubuh hewan karena salinitasi air lebih renadah daripadacairan tubuh. Untuk konsentrasisuatu zat dalam lingkungan biasanya ditentukan dengan LC 50 ± X jam ( LC= LethalConcentration. oleh adanya suatu interaksifaktor maka suatu faktor lingkungan dapat mengubah efek faktor lingkungan lainnya. peternakan. maka organisme tersebut akan mengalami cekaman(stress).Kisaran toleransi terhadap suatu faktor lingkungan tertentu pada berbagai jenis hewan berbeda-beda. Aklimatisasi adalah usaha manusia untuk menyesuaikan hewan terhadap kondisifaktor lingkungan di habitat buatan yang baru. Konsep kisaran toleransi. misalnyaditentukan LT50 ± 24 jam atau LT50 ± 48 jam (LT= Lethal Temperatur). Toleransi hewan yang hidup di lingkunganair umumnya pHnya bervartiasi. Dalam laboratorium juga sangat sulit untuk menentukan batas-batas kisaran toleransihewan terhadap sesuatu faktor lingkungan. Fisiologis.bidang pertanian. pertumbuhan dan reproduksi dapat maksimum dan untuk kondisi hewan yang merugikan kondisi lingkungan biasanya dibuat yang sebaliknya. Organisme berada dalam kondisi kritis. Setiap hewan memiliki kisaran toleransi yang bervariasi. Cara yang biasa dilakukan ialah denganmemperhitungkan adanya variasi individual batas-batas kisaran toleransi itu ditentukan atasdasar terjadinya kematian pada 50% dari jumlah individu setelah dideadahkan pada suatukondisi faktor lingkungan selama rentang waktu tertentu.Misalnya suatu individu hewan akan merusak efek suhu tinggi yang lebih kerasapabilakelembaban udara yang relative rendah. HukumToleransi Shelford “Setiap organisme mempunyai suatu minimum dan maksimum ekologis. faktor pembatas maupun preferendum diterapkan di bidang. 72 atau 96 jam) dan untuk sesuatu dosis ditentukan LD50 ± XJam . Contohnya. Dalam menentukan batas-batas kisaran toleransi suatu hewan tidaklah mudah. kesehatan. konservasi dan lain-lain. Aklimasi adalah usaha yang dilakukan manusia untuk menyesuaikan hewan terhadap kondisi suatu faktor lingkungan tertentu dalamlaboratorium. Hal ini dilakukan denganharapan kinerja biologi hewan. Setiaporganisme terdedah sekaligus pada sejumlah faktor lingkungan. Hewan yang bhidup di phabitat laut umumnya bersifat isotonic terhadapsalinitas air laut sehingga tidak ada peresapan air ke dalam tubuh hewan. Kehadirandan kinerja populasi hewan di suatu tempat . h) Salinitas Salinitas adalah kondisi lingkungan yang menyangkut konsentrasi garam dilingkungan perairan dan air yang terkandung di dalam tanah. 48. yang merupakan batas bawah dan batas atas dari kisaran toleransi organisme itu terhadapkondisi faktor lingkungan” Apabila organisme terdedah pada suatu kondisi faktor lingkungan yangmendekati batas kisaran tolrensinya. X dapat 24. Hewan tidak mungkin hidup pada kisaran faktor abiotik yang seluas-luasnya. Pada prinsipnya masing-masing hewan memiliki kisaran toleransi tertentu terhadapsemua semua faktor lingkungan.Kisaran toleransi ditentukan secara herediter. Untuk kondisi suhu. maka kehadiran di suatuhabitat sangat ditentukan oleh kondisi dari faktor lingkungan di tempat tersebut. Di lingkungan perairan tawar. Ada hewan yang kisarannya lebar (euri) dan ada hewan yang sempit (steno). hewan yangdidedahkan pada suhu ekstrim rendah akan menunjukkan kondisi kritis Hipotermia dan padasuhu ekstirm tinggi akan mengakibatkan gejala Hipertemia apabila kondisi lingkungan suhuyang demikian tidak segera berubah maka hewan akan mati. Kisaran Toleransi dan Faktor Pembatas serta Terapannya Setiap organisme harus mampu beradaptasi untuk menghadapi kondisi faktor lingkungan abiotik. G.

Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme. Sebaliknya apabia organisme diketahui hanya mempunyai batas-batas toleransi tertentu untuk suatu faktor yang beragam. Species indikatoe ekologi adalah suatuspecies organisme yang kehadirannya ataupun kelimpahannya dapat memberi petunjuk mengenai bagaimana kondisi faktor-faktor fisiko ± kimia di suatu tempat. termasuk diantaranya adalah temperatur.menggambarkan tentang kondisi faktor-faktor lingkungan di tempat tersebut. Sehingga seringkali didapati adanya organisme-organisme tertentu yang mendiami suatu wilayah tertentu. Faktor pembatas adalah suatu yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan perkembangan suatu ekosistem. Keterbatasan dan toleransi di dalam ekosistem Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. arus dan tekanan. cahaya. dan api. Oleh karena itu ada istilah spesies indicator ekologi. baik kajian ekologi hewan maupun ekologi tumbuhan. air. Kadaan yang manapun yang. gas atmosfir.Cacing Tubifex (Olygochaeta) dan lain-lain. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain. Masing-masing dari organisme mempunyai kisaran kepekaan terhadap faktor pembatas. Beberapa keadaan faktor pembatas. Prinsip ini disebut sebagai prinsip faktor pembatas.mendekati atau melampaui batas-batas toleransi dinamakan sebagai yang membatasi atau faktor pembatas. faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. Beberapa species hewan sebagai spcies indicator antara lain adalah Capitellacapitata (Polychaeta) sebagai indicator untuk pencemaran bahan organic. Justus Von Liebig adalah salah seorang pioner dalam hal mempelajari pengaruh macam-macam faktor terhadap pertumbuhan organisme.pula. dapat dianggap faktor ini bertindak sebagai ikut menseleksi organisme yang mampu bertahan dan hidup pada suatu wilayah. mineral. Dengan adanya faktor pembatas ini semakin jelas kemungkinannya apakah suatu organisme akan mampu bertahan dan hidup pada suatu kondisi wilayah tertentu. Dengan adanya faktor pembatas. tanah. maka faktor tadi bukan merupakan faktor pembatas. Jika suatu organisme mempunyai batas toleransi yang lebar untuk suatu faktor yang relatif mantap dan dalam jumlah yang cukup. dalam hal ini adalah tanaman. Organisme ini disebut sebagai indikator biologi (indikator ekologi) pada wilayah tersebut. . maka faktor tadi dapat dinyatakan sebagai faktor pembatas. Faktor Pembatas Fisik dan Indikator Ekologi Kehadiran atau keberhasilan suatu organisme atau kelompok organisme terganltung kepada komples keadaan.

html Kramadibrata. 1986. 6. http://www. Ekologi Hewan. saprozoik.C. produsen. New Jersey. Setiap hewan mempunyai batas kisaran toleransi tertentu terhadap setiap factor lingkungannya. Oxfor. salinitas dan makanan.R.inforedia. 2.1980. Setiap organisme terdedah pada faktor lingkungan abiotik yang selalu dinamis atau berubah-ubah dalam skala ruang dan waktu.Contoh-contoh kondisi adalah: Temperatur. predator. konsumen.temperature. mikrobivor dan detritivor. 3.Agus. S. kelembaban. .Kendeigh. T. Di dalam rantai makanan hewan adalah makhluk hewan ersifat heterotrof baik secara holozoik. Bandung : Institut Teknologi Bandung Press. yang dibedakan atas kondisi dansumberdaya. H. arus air dan angin.BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. pengurai. parasit dan parasitoid. Ecology With Special Reference to Animal & Man PrenticeHall. dan parasitik 4. DAFTAR PUSTAKA Darmawan. Lingkungan adalah faktor-faktor abiotik dan biotic di luar tubuh organisme yang berpengaruh terhadap kehidupan organisme. Faktor-faktor biotic yang berpengaruh terhadap kehidupan hewan adalah komunitas danekosistem. 5. M. Malang : Universitas Negeri Malang Begon.L. Harper & C. air. Ekologi Hewan. pH.com/2010/03/faktor-pembatas-ekosistem. 2005. (1996). 7. Townsend.. Faktor-faktor abiotik yang berpengaruh pada kehidupan hewan adalah tanah.Ecology: Individuals Populationsand Communities Blacwell. Lingkungan bagi hewan adalah semua faktor biotic dan abiotik yang ada di sekitar hewan dan dapat mempengaruhinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful