P. 1
Karya Tulis Ilmiah.doc2

Karya Tulis Ilmiah.doc2

|Views: 98|Likes:
Published by Latifah Khairina

More info:

Published by: Latifah Khairina on Nov 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Krisis energi yang melanda negeri ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan. Di tengah persoalan tersebut, pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi solusi alternatif. Pemerintah telah mengeluarkan Blue Print Pengelolaan Energi Nasional Periode 2005—2025 yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Energi Nasional (Peraturan Presiden No.5 Tahun 2006). Dalam cetak biru itu, peranan energi baru dan terbarukan ditargetkan meningkat menjadi 4,4% pada tahun 2025. Pengembangan bioenergi seperti biogas merupakan salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber-sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, misalnya Bekasi yang salah satu kotanya yakni Bantargebang dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Hal ini tentu saja membuat Bekasi kaya akan sampah organik yang merupakan salah satu bahan baku biogas. Pemanfaatan bioenergi sebagai sumber energi alternatif khususnya biogas di Indonesia merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap gas elpiji yang harganya mahal dan keberadaannya yang langka di masyarakat. Selain itu, biogas juga bisa menghasilkan energi listrik yang cukup besar. Pengembangan biogas di daerah-daerah yang berpotensi untuk

memproduksinya misalnya Bekasi dengan Tempat Pembuangan Akhir Sampah yang berlokasi di Bantargebang merupakan suatu langkah untuk membuka lapangan kerja baru dan sekaligus untuk mengurangi jumlah sampah, khususnya sampah organik.

B. MASALAH Kelangkaan sumber-sumber energi seperti gas elpiji dan berkurangnya debit air akibat musim kemarau di waduk-waduk pembangkit listrik membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air kurang berfungsi dan menyebabkan pemadaman listrik bergilir di beberapa daerah. Hal ini tentu saja akan merugikan masyarakat

1

Selain itu. C. biogas juga bisa menghasilkan energi listrik yang cukup besar. 2 . TUJUAN Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk pemanfaatan bioenergi sebagai sumber energi alternatif khususnya biogas di Indonesia merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap gas elpiji yang harganya mahal dan keberadaannya yang langka di masyarakat. Fenomena-fenomena tersebut dapat terjadi karena sampai sekarang pemerintah dan masyarakat pada umumnya terkesan masih mengabaikan keberadaan bioenergi atau sumber energi baru yang berpotensi sangat besar untuk dikembangkan.yang kegiatan sehariharinya menggunakan listrik.

sekam. Konsentrasi Dalam aplikasinya. biogas digunakan sebagai gas alternatif untuk memanaskan dan menghasilkan energi listrik. Kemampuan biogas sebagai sumber energi sangat tergantung dari jumlah gas metana. Nilai ini setara dengan 0. (20-40o C) 20-20. energi yang dihasilkan oleh biogas setara dengan 60—100 watt lampu selama enam jam penerangan.000 ppm < 2% vol. < 1% vol.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Biogas terdiri dari campuran metana (50--75%). dan H2S. yang berisi nilai kesetaraanbiogas dan energi yang dihasilkannya. jerami. Berikut adalah tabel 1. Komposisi Biogas Komponen Metana Karbon Dioksida Air Hidrogen sulfida Nitrogen Oksigen Hidrogen 50-75% vol 25-45% vol. Berikut adalah Tabel 2. Karakteristik Biogas Biogas didefinisikan sebagai gas yang dilepaskan jika bahan-bahan organik (seperti kotoran hewan.6 fuel oil. 3 . Setiap 1 m3 metana setara dengan 10 kwh. CO2 (25--45%). Sebagai pembangkit tenaga listrik. serta sejumlah kecil H2. kotoran manusia. dan daun-daun hasil sortiran sayur) difermentasi atau mengalami proses metanisasi. < 2% vol. yang berisi komposisi biogas Tabel 1. 2-7% vol. N2.

dan limbah cair. Diperkirakan ada tiga jenis bahan baku yang prospektif untuk dikembangkan sebagai bahan baku biogas di Indonesia. seperti kotoran urin hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana. seekor sapi dalam satu hari dapat menghasilkan kotoran sebanyak 10—30 kg. Berdasarkan hasil riset yang pernah ada diketahui bahwa setiap 1 kg kotoran ternak sapi berpotensi menghasilkan 360 liter biogas dan 20 kg kotoran babi dewasa bisa menghasilakan 1. 2. dan khusus. sampah organik.Tabel 2. Sumber Bahan Baku Biogas Biogas adalah gas yang mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara).5--5. yaitu anorganik. Sampah Padat Organik Secara garis besar sampah dibedakan menjadi tiga jenis. Pada umumnya. semua jenis bahan organik yang diproses untuk menghasilkan biogas.25 kwh listrik B.379 liter biogas. Nilai kesetaraan biogas dan energi yang dihasilkannya Aplikasi Penerangan Memasak 1 m3 Biogas Setara dengan 60—100 watt lampu bohlam selama enam jam Dapat memasak tiga jenis bahan makanan untuk keluarga (5—6 orang) Pengganti Bahan Bakar Tenaga 0. Kotoran Hewan dan Kotoran Manusia Berdasarkan hasil estimasi.organik. Seekor ayam meghasilkan 25 g/hari. 1.7 kg minyak tanah Dapat menjalankan satu motor tenaga kuda selama dua jam Pembangkit Tenaga Listrik Dapat menghasilkan 1. tetapi hanya bahan organik yang padat dan cair homogen. Sampah organik berasal dari bahan-bahan penyusuntumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari 4 .dan seekor babi dewasa dengan berat 4. antara lain kotoran hewan dan manusia.3 kg/hari.

berupa bau yang tidak sedap. industri atau kegiatan lainnya ( sampah dapur. dan rumah potong hewan. pertanian. buah busuk.58% dan gas CO2 41. Sampah organik ini dengan mudah dapat diuraikan dalam prosesalami. Komponen utama limbah cair adalah air (90%). kegiatan rumah tangga mendominasi jumlah limbah cair dengan persentase sekitar 40% dan diikuti oleh limbah industri 30% dan sisanya limbah rumah sakit.33-58. Jika kotoran tersebut terbawa air masuk ke dalam tanah atau sungai akan mencemari air tanah dan air sungai. peternakan. kulit buah. brem. Tidak semua limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil biogas. kotoran tersebut juga dapat membahayakan kesehatan manusia karena mengandung racun dan bakteri-bakteri patogen seperti E. Kotoran hewan yang menumpuk dapat mencemari lingkungan.dan sekam). peternakan. Percampuran sampah organik tersebut dengan kotoran hewan dapat meningkatkan komposisi metana dalam biogas. sisanya yaitu bahan padat yang bergantung pada asal buangan tersebut. Pengolahan limbah cair untuk biogas dilakukan dengan mengumpulkan limbah cair dalam digester anaerob yang diisi dengan media penyangga yang berfungsi sebagai tempat melekatnya bakteri anaerob. 5 . dan limbah cair industri seperti industri tahu.82--48. Selain itu.coli. kertas. Manfaat Biogas Pemanfaatan kotoran ternak atau manusia sebagai bahan baku biogas akan mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan kotoran tersebut bila dibandingakn dengan limbah hanya dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan.kegiatan pertanian. daundaunan. perikanan.Berdasarkan hasil penelitian. kegiatan rumah tangga. tempe. pembuatan biogas dari sampah organik menghasilkan biogas dengan komposisi metana 51. Saat ini. Kegiatan-kegitan yang berpotensi sebagai penghasil limbah cair antara lain kegiatan industri.67%. 3. Limbah yang menumpuk dapat menyebabkan polusi udara. C. dan pertanian. Limbah tersebut antara lain urin hewan ternak. tapioka. atau limbah lainnya. sisa sayuran. jerami. rumah tangga. limbah cair rumah tangga. Limbah Organik Cair Limbah cair merupakan sisa pembuangan yang dihasilkan dari suatu proses yang sudah tidak dipergunakan lagi.

Selain itu. Selain itu limbah hasil pembuatan biogas tidak dibuang begitu saja tetapi dibuat pupuk yang kaya akan nutrisi. meningkatkan produksi ternak. mendorong kelestarian alam. 6 . peternak dapat memasak dengan murah. yaitu dapat meningkatkan jumlah petani serta peternak dan secara otomatis meningkatkan populasi ternak. bersih. terganggunya kebersihan lingkungan. dan mendukung perbaikkan ekonomi masyarakat. dan dapat menimbulkan efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh gas metana.menyebabkan penyakit pernapasan (ISPA). menghemat devisa negara. ramah lingkungan. Penerapan biogas juga memberikan dampak terhadap perkembangan peternakan di Indonesia.

yaitu: a. Umumnya digunakan pada tahap eksperimen untuk mengetahui potensi gas dari limbah organik.biasanya untuk negara-negara subtropis atau beriklim dingin. Temperatur Secara umum. bahan baku reaktor ditempatkan di dalam wadah (ruang tertentu) dari awal hingga selesainya proses digesti. Bak (batch) Pada tipe ini.BAB III PEMBAHASAN A. Mesophilic (suhu 20° – 40° C). bukan untuk menghasilkan biogas. digunakan unheated digester (digester tanpa pemanasan) untuk kondisi temperatur tanah 20° – 30° C. ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Seluruh tangki biodigester di bawah permukaan tanah 7 . b. Thermophilic (suhu 40° – 60° C) . b. Proses Pembuatan Biogas dengan Metode Digester Dalam pembangunan biodigester. 2. Udara (O2) yang memasuki biodigester menyebabkan penurunan produksi metana. Lingkungan abiotis Biodigester harus tetap dijaga dalam keadaan abiotis (tanpa kontak langsung dengan Oksigen (O2). Pergerakan bagian reaktor ini juga menjadi tanda telah dimulainya produksi gas dalam reaktor biogas. karena bakteri berkembang pada kondisi yang tidak sepenuhnya anaerob. Psicrophilic (suhu 4° – 20° C) .Pada reaktor jenis ini. Floating dome Pada tipe ini terdapat bagian pada konstruksi reaktor yang bisa bergerak untuk menyesuaikan dengan kenaikan tekanan reaktor. yaitu: 1. c. 3. ada 3 rentang temperatur yang disenangi oleh bakteri. Model Biodigester yang Digunakan a.hanya untuk men-digesti material. Untuk negara tropis seperti Indonesia. pengumpul gas berada dalam satu kesatuan dengan reaktor tersebut.

6. Tangki penyimpan gas. 3. maka gas akan keluar melalui pipa T. Komponen Biodigester Komponen pada biodigester sangat bervariasi. sehingga tekanan dalam biodigester akan turun. digunakan sebagai pengatur tekanan gas dalam biodigester. disarankan terbuat dari bahan polimer untuk menghindari korosi. Saluran keluar residu. yang membuat suhu biodigester stabil dan mendukung perkembangan bakteri methanogen. digunakan untuk memasukkan sampah organik ke dalam reaktor utama. B. Saluran gas. Katup pengaman tekanan (control valve). tergantung pada jenis biodigester yang digunakan. Untuk tangki terpisah. sirkulasi substrat biodigester. Pengadukan ini bertujuan untuk mengurangi pengendapan dan meningkatkan produktifitas biodigester karena kondisi substrat yang seragam. memudahkan pengaliran. 2. konstruksi dibuat khusus 8 . Saluran masuk sampah organik. yaitu pengadukan mekanis. 4. Tetapi. dilakukan dengan berbagai cara. Katup pengaman ini menggunakan prinsip pipa T.Model ini merupakan model yang paling popular di Indonesia. terdapat dua jenis tangki penyimpan gas. Sistem pengaduk. Bila tekanan gas dalam saluran gas lebih tinggi dari kolom air. secara umum biodigester terdiri dari komponen-komponen utama sebagai berikut: 1. atau sirkulasi ulang produksi biogas ke atas biodigester menggunakan pompa. pada ujung saluran pipa bisa disambung dengan pipa baja antikarat. Untuk pembakaran gas pada tungku. 5. Pencampuran ini berfungsi untuk memaksimalkan potensi biogas. digunakan untuk mengeluarkan sampah organik yang telah difermentasi oleh bakteri. Saluran ini bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan tekanan hidrostatik. yaitu tangki bersatu dengan unit reaktor (floating dome) dan terpisah dengan reaktor (fixed dome). serta menghindari terbentuknya endapan pada saluran masuk. dimana seluruh instalasi biodigester ditanam di dalam tanah dengan konstruksi yang permanen.

7% sampah dibuat kompos.35% sampah ditimbun atau dibakar. Sampah yang sudah ada hanya dibiarkan saja tanpa mendapat perlakuan apapun. 63. Penanganan dan Pengelolaan Sampah Belum Optimal Penanganan dan pengelolaan sampah hingga saat ini belum optimal. b. dan 20% sampah dibuang ke kali atau sembarangan. Mereka sering berpikir tidak mempedulikan sesama dan kurang memperhatikan lingkungan. Terlebih lagi pengetahuan tentang biogas yang sangat minim sekali. Kurangnya Pengetahuan Masyarakat Akan Pentingnya Biogas Kebanyakan masyarakat di daerah kota adalah pendatang dari daerah lain yang cenderung memiliki sifat individualisme yang tinggi. D.35% sampah dibuat kompos. Sementara di daerah perdesaan. Sifat inilah yang menyebabkan sampah yang ada di daerah kota menumpuk dan tidak dimanfaatkan. Hal ini dapat dimulai dari diri sendiri dan selalu mengingatkan orang lain yang membuang sampah sembarangan.05% sampah dibuang di sungai atau sembarangan. Diperlukan Kesadaran dari Masyarakat dalam Penanganan dan Pengelolaan Sampah Kesadaran dari masyarakat sangat diperlukan agar tidak ada lagi sampah yang mengotori lingkungan. sebanyak 19% sampah diangkut oleh petugas. 54% sampah ditimbun atau dibakar.25% sampah diangkut oleh petugas.sehingga tidak bocor dan tekanan yang terdapat dalam tangki seragam. serta dilengkapi H2S Removal untuk mencegah korosi. Di daerah perkotaan baru 11. Solusi untuk Menjadikan Sampah Organik sebagai Penghasil Biogas a. Hal ini dapat terlihat dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengolahan sampah tersebut. Dukungan dari Pemerintah Belum Optimal Pemerintah belum mendukung pengolahan biogas dari sampah organik secara utuh. 6. 9 . C. Mereka tidak mengetahui bahwa sampah yang mereka hasilkan dapat menghasilkan biogas. dan 19. Kendala dalam Menjadikan Sampah Organik Sebagai Sumber Biogas a. c.

Penyuluhan tersebut tidak hanya membahas tentang sampah saja. Pemerintah Daerah kota bersama Pemerintah Daerah Pusat akan membuat suatu program yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang akan mengurangi jumlah sampah yang ada di daerah kota. Pemerintah Membuat Suatu Program Pengolahan Sampah Pemerintah nampaknya mulai menyadari arti pentingnya biogas dan bahaya sampah. 10 . Namun juga membahas tentang pengolahan sampah hingga bisa dibuat menjadi biogas yang bermanfaat. Namun dukungan dari pemerintah saja belum cukup tanpa adanya dukungan dari masyarakat daerah kota.b. c. Membuat Suatu Penyuluhan Sampah Menjadi Biogas Pemerintah seharusnya membuat suatu penyuluhan yang menyadarkan akan pentingnya biogas agar masyarakat semakin paham dan mengerti bahwa sampah yang mereka hasilkan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi krisis didalam negeri ini. Oleh karena itu.

Saran Krisis energi yang sudah di depan mata mewajibkan siapa saja untuk mengembangkan dan menggunakan energi alternatif baru dan terbarukan khususnya biogas. Biogas juga lebih ramah lingkungan dan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber energi yang tak terbarukan. Kesimpulan Potensi Daerah kita untuk mengembangkan biogas sangat besar karena jumlah sampah organik yang sampai ke TPA setiap harinya sebesar 6. Namun. B.BAB IV PENUTUP A. Padahal jika dikembangkan secara serius biogas dapat membuka lapangan kerja baru dan menambah pendapatan daerah. Pengelolaannya pun cukup sederhana dan tidak memerlukan banyak biaya. Jadi diharapkan konsumen dari biogas itu sendiri dimulai dari masyarakat setempat dan pemerintah membantu dengan memberikan modal bagi para pengusaha biogas untuk memajukan usahanya. Namun usaha untuk memproduksi biogas dari sampah organik sampai saat ini belum maksimal karena kurangnya dukungan dari masyarakat dan pemerintah. untuk memanfaatkan potensi yang ada dibutuhkan penanganan yang serius.000 ton dan 70%nya adalah sampah organik. karena itu diperlukan kerja sama antara pemerintah setempat dengan masyarakat. 11 . Potensi Daerah kita sangat besar untuk mengembangkan biogas berbahan baku sampah organik. Selain itu pengetahuan masyarakat mengenai biogas masih kurang sehingga pemanfaatannya di masyarakat pun menjadi kurang sehingga pada akhirnya biogas cenderung diabaikan.

12 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->