P. 1
Dampak Agresi Militer 1 Terhadap Perdagangan Di Sumatera

Dampak Agresi Militer 1 Terhadap Perdagangan Di Sumatera

|Views: 54|Likes:

More info:

Published by: Marudut Moratua Nahampun on Nov 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

Dampak Agresi Militer terhadap perekonomian di Sumatera

Pulau Sumatera adalah salah satu pulau terbesar di Indonesia. Pulau Sumatere pertama kalidikenalkan oleh Marcopolo. Pulau Sumatera memiliki hasil alam yang sangat mendunia yaitu, Kapur Barus dari Sibolga, Emas, dan juga Perkebunan Tembakaunya yang sempat menguasai komoditi perdagangan tembakau di Eropa. Hasil-hasil alam di Pulau Sumatera sama sekali tidak menarik perhatian pemerintah Belanda. Pemerintah Inggris adalah Negara yang pertama kali melirik kekayaan di Sumatera. Hal ini dibuktikan ketika Gubernur Jenderal Thomas Raflesia berkebangsaan Inggris melakukan serah jabatan kekuasaan kepada pemerintah Hindia Belanda, pemerintah Inggris meminta agar pulau Sumatera, Riau dan Bangka Belitun dibawah kepengawasan pemerintah Inggris dan sisanya berada dibawah Pengawasan pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda pertama kali menyetujui perjanjian ini, namun lama kelamaan menolak permintaan ini lalu berusaha untuk menarik kembali Sumatera ke Dalam genggaman Belanda. Inggris pun menyetujui hal ini dan meminta agar singapura berada di tangan mererka, Belanda pun menyetujuinya. Belanda pun akhrinya berhasil menanamkan cengkeramannya di Sumatera pada abad 19. Pada saat Belanda datang ke Sumatera mereka berlabuh di Sibolga yang pada saat itu menjadi kota pelabuhan yang cukup terkenal dalam jalur lintas perdagangan di Selat malaka. Belanda pun berusaha menanamkan kekuasaanya ke Sumatera. Namun mereka mendapatkan serangan dari masyarakat di Sumatera. Pemberontakan pun terjadi di Sumatera namun secara perlahan-lahan pemberontakan di Sumatera berhasil diredamkan. Pada saat pemberontakan berhasil diredamkan maka mereka pun mulai mencari daerah yang bagus untuk perkebunan. Maka Nienhuys membuka perkebunan Tembakau di

Sumatera Timur. Perdagangan di Sumatera pun memasuki fase baru dimana pada zaman sebelum Belanda datang kekayaan ada pada diri mereka. Namun setelah Belanda datang kekayaan pun hanya beralih kepada orang Belanda dan juga orang Eropa. Pada masa Perkebunan ini Belanda mendatangkan kuli dari Jawa dan China. Alas an meeka mendatangkan kuli dari luar sumatera karena kebanyakan orang sumatera khusunya suku batak tidak mau bekerja di ladang mereka. Pada saat penjajahan Belanda berakhir dan masuk periode penjajahan Jepang. Hasil yang didapat tidaklah jauh berbeda dengan Belanda malah jauh lebih buruk. Semua sector ekonomi yang ada di Sumatera terfokuskan pada dana perang. Kota Medan yang menjadi pusat pemerintahan di Sumatera menjadi tidak dapat ditata kembali. Disamping itu pemerintah Jepang juga berusaha memutuskan jaringan komunikasi antara pulau Sumatera dan juga Pulau Jawa. Sehingga Kemerdekaan Indonesia terlambat di Sumatera. Kota yang pertama kali mendapatkan berita proklamasi adalah Kota Palembang pada tanggal 20 Agustus 1945. Medan yanfg menjadi pusat kota di Sumatera mendapatkan berita Proklamasi pada tanggal 10 September 1945. Pada saat Jepang menyatakan menyerah kepada sekutu maka Jepang pun segera menyerahkan senjatanya ke gudang-gudang penyimpanan di Sumatera dan pasukan-pasukan didikan Jepang dibubarkan. Bekas pasukan tersebut diizinkan untuk pulang kekampung halaman mereka masing-masing. Pasukan Sekutu yang menamakan dirinya NICA berhasil tiba di Medan pada tanggal 31 Agustus, mereka disambut oleh Shu-chokan. Pasukan NICA yang dipimpin oleh Inggris pada awalnya disambut baik oleh rakyat sumatera karena pasukan inggris diutus ke Indonesia hanya untuk melepaskan tawanan perang yang ditangkap oleh jepang. Namun karena sekutu telah membuat pejanjian dengan Belanda di London pada tanggal 24 Agustus 1945. Adapun isi perjanjian itu adalah pemerintah Inggris membantu untuk menyatukan kembali seluruh daerah Indoneisa dibawah pemerintahan Belanda. Pemerintah Inggrispun segera menyebarkan pasukannya dalam bentuk infantery kekota-kota di Sumatera dan

Tapanuli. Namun usaha mereka mengalami kegagalan karena seluruh daerah sumatera berada dibawah pemerintahan Republik Indonesia. Pemerintah Belanda pun melakukan rapat rahasia bersama dengan Pemerintah Inggris. Rapat ini ditujukan agar pemerintah Inggris tidak hanya berdiplomasi dengan pemerintah Indonesia namun juga melakukan gencatan senjata. Pasukan Inggris menolak gencatan senjata dan lebih memilih untuk berdiplomasi dengan Sukarno dan Hatta. Namun dalam prakteknya ternyata berbeda, pasukan Inggris menambah pasukannya di Medan. Hal ini tentu saj membuat pemuda sumatera curiga dan merasa kalau Inggrisa akan melancarakan serangan untuk menguasai sumatera. Pada tanggal 1 Desember 1945 pasukan Inggris memberikan tanda Fixed Boundaries Medan Area yang dikenal dengan Medan Area diberbagai sudut kota Medan. Dengan kejadian ini maka apa yang dikhawatirkan pemuda lama-kelamaan akan terjadi, maka para pemuda pun mulai membangun laskar-laskar untuk melawan pasukan Inggris. Pemberontakan pun tidak bisa dihindarkan lagi di Medan. Di berbagai penjuru medan mulai melakukan seangan kepada pasukan Inggris. Pertempuran tidak dapat dihindari di Medan. Pemuda pun mulai mengajak pemuda china yang tinggal di medan untuk membantu mereka melawan Inggris. Namun pemuda China dan juga Timur Asing lebih memilih bergabung dengan pasukan Inggris. Mendengar hal tersebut pemuda di medan pun menyatakan perang terhadap pemuda china dan jepang yang berada di Medan. Toko-toko chna pun berhasil direbut dan dirusak oleh pemuda Medan dan juga gudanggudang penyimpanan senjata di Medan berhasil dikuasai oleh pemuda. Karena pertempuran ini perekonomian dikota Medan pun lumpuh. Untuk membiayai dan perangnya para pemud bersatu dan mulai mengumpulkan uang seadanya untuk keuangan mereka. Karena pertempuran yang terjadi di medan maka mulai menyulut perjauangan di setiap daerah di Sumatera untuk mengusir inggris dan Belanda dari Sumatera. Hal ini dibuktikan pada saat pasukan Belanda memblokade perekonomian Indoneisa dan salah satu kapalnya berlayar di Teluk Sibolga, para masyarakat di Sibolga pun berusaha mengusir kapal tersebut namun kota tersebut mendapatkan serangan meriam dari kapal Belanda. Serangan ini tentu saja

menghancurkan salah satu pelabuhan yang ada di Sibolga. Setelah serangan tersbut kapal itu meninggalkan perairan Sibolga. Mungkin kapal Belanda tersebut datang untuk melihat dan menghancurkan aktivitas perdagangan yang ada di Sibolga. Pemberontakan ini pun tidak hanya terjadi di Sibolga, namun di seluruh daerah di Sumateera. Aksi merekapun beragam ada yang menghancurkan pos-pos Belanda dan Inggris dan ada juga yang membumi hanguskan kotanya. Walaupun Hasil perangnya selalu di menangkan oleh Belanda, kebanyakan daerahnya tidak memberikan kekayaan alamnya.

Daftar Sumber Asnan, Gusti.2002.Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera.Yogyakarta:Ombak. Siregar, Mustafa,dkk.1996. Perjuangan Menegakkan Dan Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia (1945-1949): Jilid 1 (1945-1947).Medan:_____ Reid, Anthony.2011.Menuju Sejarah Sumatera: Antara Indonesia dan

Duna.Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. Notosusanto, Nugroho, dkk. Sejarah Nasional Indonesia VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->